pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Tebarkan Kebaikan Sekali pun Tak ada Apresiasi

Written By Unknown on 26 April, 2013 | April 26, 2013

Zulfi Akmal
Al-Azhar Cairo


Jangan sibukkan diri mendengar kritikan yang tidak membangun sekalipun mereka berkata: "Kritikan kami ini bukti kami sayang". Bahkan jangan dengar sama sekali!

Kritikan yang tidak membangun hanya membuat malas dan tulang persendian jadi loyo. Kerja pun akan terbengkalai, prestasi jauh dan memang itulah yang diinginkan oleh lawanmu.

Jangan terlalu banyak mendengar kritikan, sekali pun membangun. Sebab kapan lagi kita mau bekerja. Dengar lah secukupnya, sekedar rem agar tidak sembrono. Kritikan itu bagaikan obat, kebanyakan obat akan over dosis. Bukan saja menambah penyakit, bahkan bisa membunuh.

Jangan sibuk membela diri. Jika kritikan itu benar, cukup ditanggapi dengan perbaikan. Tapi bila itu hanya tuduhan dan fitnah, berharaplah itu sebagai penghapus dosa dari Allah dan tambahan bekal tanpa usaha di akhirat kelak. Setelah itu tanggapi dengan diam dan terus bekerja.

Jangan sibukkan diri untuk memahamkan orang tentang dirimu. Bila niatnya baik, dia akan berusaha mencari berita yang benar tentang dirimu. Tapi bila kritikan didasari kedengkian dan sakit hati, sejelas apa pun keteranganmu, dan seterang apa pun dalil dan bukti, mereka akan tetap mencari celah untuk mencela dan menyudutkanmu.

Tebarkan lah kebaikan sekali pun tidak ada yang memberi apresiasi. Nabi Nuh berdakwah seribu tahun hanya segilintir orang yang istijabah. Hal itu tidak mengurangi semangat beliau berdakwah dan tidak menurunkan derajat beliau di sisi Allah.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".(At Taubah: 105)


*pkspiyungan
posted by @A.history

Bareng Anis dan Hidayat, 7.000 Kader PKS Kumpul di Turki


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta akan mengumpulkan perwakilan kader dan PKS di seluruh dunia di Istanbul, Turki. Istanbul dipilih karena posisinya di tengah-tengah sehingga kader PKS dari Afrika, Eropa, Amerika dan Asia mudah berkumpul. Ketua Fraksi PKS DPR RI, Hidayat Nur Wahid juga dijadwalkan hadir.
“Anis Matta dan rombongan berencana bertemu dengan pengurus partai penguasa di Turki, Justice and Development Party atau AKP, “ jelas Ketua DPP PKS, Aboebakar Alhabsy di Jakarta, Jum’at (26/4)

Aboebakar menjelaskan, selama ini AKP sudah sering menjalin kerjasama dengan PKS. Untuk itu, diharapkan kader PKS dapat belajar dari AKP yang berhasil mengubah Turki menjadi negara yang diperhitungkan di dunia.

“Turki yang sebelumnya dikuasai militer juga sukses mengelola transisi negaranya menjadi negara demokrasi maju dan modern. Pertemuan akan digelar selama dua hari, 27-28 April 2013, diisi dengan pengarahan Presiden PKS dan konsolidasi kader menghadapi Pemilu 2014," tegasnya

Aboebakar menambahkan, saat ini kader PKS di seluruh dunia tercatat sebanyak 7.000 orang. Jumlah sebanyak itu tersebar di 22 negara.

“Sejauh ini jumlah tersebut merupakan jumlah kader partai politik terbesar yang berada di luar negeri, “ pungkasnya.
*www.berita99
posted by @A.history

Kekuasaan Yang Bicara, bukan (hanya) Membicarakan Kekuasaan

Written By @Adimin on 25 April, 2013 | April 25, 2013


Ini cerita beberapa tahun silam di kota kami. Seorang Da’i muda yang punya pesantren dan santri yang setia. Sang Kiyai muda ini geram dan resah terhadap fenomena judi dan kemaksiatan  yang sudah mengakar di kotanya dan sangat sulit diberantas. Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan nahyi munkar, bersama santri dan elemen umat Islam lain dengan melakukan demo, pengalangan opini, dll.

Namun semakin keras upayanya, semakin keras pula serangan balik yang dilakukan oleh para pelaku kemaksiatan. Demo, sweeping, yang hampir didukung oleh semua elemen umat islam waktu itu tak mampu memberantas judi (waktu itu Togel). Sampai akhirnya sang kiyai berhadapan dengan satu kenyataan yang terangkum dalam keluhannya: ”Susah, ternyata semua terlibat.....” ah, sebuah kenyataan pahit, karena semua kalangan sudah dicocok mulutnya dengan uang. Tak peduli aparat bahkan mungkin ada oknum dari kalangan ahli agama juga yang dicocok mulutnya.

Tahukah kita, bahwa beberapa bulan kemudian judi yang sangat susah diberantas itu ternyata bisa total diberantas hanya oleh satu orang. Orang itu adalah Kapolri (tidak perlu saya sebutkan namanya). Kiyai dengan ribuan santri, umat Islam dengan jutaan massa tak bisa memberantas kemunkaran kalau tak punya kewenangan dan kekuasaan. Tapi satu orang yang berwenang dan punya kekuasaan bisa memberantas itu dalam satu perintah saja.

Jika negeri ini masih jauh dari ideal sebagai negeri Islami, bukan berarti kita biarkan negeri ini dikelola oleh para bajingan. Kalau anda mengutuk para penguasa, 150 juta umat Islam mengutuk pun tak kan ada pengaruhnya kalau mereka yang berkuasa. Faktanya, 32 tahun orde baru berkuasa, umat Islam tak punya tenaga, bahkan untuk mengumpulkan kekuatan.

Kini semua terbuka lebar. Kesempatan untuk memperbaik negeri ini ada pada tangan para mujahid yang siap berkorban. Politik itu kotor dan menyeramkan ya ! dan resiko itu hanya bisa dipikul oleh mereka yang siap berperang. Dihina, dicemooh bahkan dibunuh karakternya adalah bayaran yang harus diterima dalam peperangan ini.  Tetapi, kita sudah melangkah, tak mungkin lagi berbalik ke belakang.

Kita tahu, banyak yang ingin melihat kita hancur, bahkan termasuk yang seharusnya menjadi kawan dan menjadi penolong. Tetapi jika keyakinan bahwa kita berada di jalan-Nya masih ada, maka Hasbunallah wa ni’mal wakiil....

from bandung with love

*by Ahadi
posted by @Adimin

Satu lagi, kita hidup bukan di negeri dongeng......



Aleg PKS ini Hidupnya Menumpang di Masjid 
Anak-anak saya memanggilnya Paman Janggut, sapaan ini disebabkan  janggut tebal menggantung di dagu yang menjadi ciri khasnya. Ia adalah kakak sulung saya, umurnya 42 tahun. Mungkin tidak ada yang istimewa darinya, selain ia adalah inspirasi bagi kami, sembilan orang adiknya. Paman Janggut adalah simbol kesungguhan dan keikhlasan.

Paman Janggut remaja memulai tradisi nyantri sejak SMP di sebuah Pesantren yang diasuh oleh Kyai  NU Kharismatik di Banten. Karena kesungguhannya mendaras kitab kuning, Ia pun dipercaya untuk mengajar Ilmu Nahwu sharaf dan tafsir oleh Sang Kyai.

Dengan niat meringankan beban orang tua yang anak banyak, Paman Janggut kuliah di LIPIA Jakarta, lalu melanjutkan studi ilmu hadits di Madinah University. Kedua lembaga pendidikan ini milik Arab Saudi yang bebas biaya dan mendapatkan uang saku.

Kembali ke Tanah Air, Paman Janggut mendedikasikan diri  untuk berdakwah di Lebak Banten. Hidupnya diwakafkan untuk Ummat. Mengajarkan ilmu agama dari kampung ke kampung yang kadang jaraknya mesti ditempuh 4 jam perjalanan. Dakwahnya diterima di semua kalangan baik warga NU, Muhammadiyah, mahasiswa, pelajar, dan ibu ibu. Kerapkali Paman Janggut diminta untuk meruqyah orang yang kesurupan jin, hingga ia juga dikenal sebagai Ustadz Ruqyah di Banten.

Sampai suatu ketika, Paman Janggut dicalonkan menjadi Anggota DPRD dari PKS. Awalnya ia menolak karena tak punya uang untuk kampanye. Ia bukan pengusaha juga bukan anak orang kaya. Hidupnya ia dedikasikan untuk mengajar yang kadang diberi imbalan kadang tidak. Keuangan rumah tangganya terbantu oleh isterinya yang bekerja sebagai PNS.

Akhirnya Paman Janggut terpilih sebagai anggota DPRD dan itu tak menghentikan kegiatan dakwahnya kepada masyarakat. Ia pernah bercerita  kepada kami, adik-adiknya bahwa menjadi anggota DPRD itu berat dan sengsara. Tugas makin padat dan makin banyak masyarakat yang meminta sumbangan. Sementara Paman Janggut pantang menerima uang yang tidak jelas kehalalannya.

Lima tahun menjadi anggota DPRD, Paman Janggut masih tak juga punya rumah. Ia dan keluarganya menumpang di rumah yang dikhususkan untuk Imam Masjid yang dibangun oleh Donatur dari Arab. Ia tak pernah mengeluh dan selalu terlihat ceria dan semangat.

Kini Paman janggut tidak lagi menjadi anggota DPRD. Ia dan kawan-kawannya dari PKS sibuk mengembangkan Yayasan Pendidikan yang mengelola SDIT, SMPIT, dan Boarding School. Sebelum Ia membina anak orang lain, Paman Janggut memberikan contoh teladan. Anaknya telah hafal quran 30 Juz pada saat kelas tiga SMP dan selalu menjadi juara kelas.

Maka, meskipun Paman Janggut tak pernah mengajak kami untuk masuk PKS, kami sembilan orang adiknya mengikuti beliau menjadi kader PKS dengan beragam profesi yang kami jalani. Ada yang menjadi bidan, dosen, trainer, engineer, bankir, dan  pengusaha. Meski berbeda tetapi visi kami satu : Mewujudkan Sepenggal Firdaus bernama Indonesia. ***


Satu lagi, kita hidup di bukan negeri dongeng......

*by @iman_azzam on twitter


posted by @Adimin

Keutamaan Tauhid dan Istighfar


قَالَ اللهُ تَعَالٰى يَا اِبْنُ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلٰى مَا كَانَ فِيْكَ وَلاَ أُبَالِّي يَا اِبْنُ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِّي يَا اِبْنُ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايًا ثُمَّ لِقَيْتَنِي لاَ تَشْرِكً ِبيْ شَيْئَا لأَتَيْتَكَ بِقَرَابِهَا مَغْفِرَةً .    


“Allah berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu bermohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka Aku mengampuni kepadamu atas apa yang ada padamu dan Aku tidak perduli. Wahai anak Adam, kalaupun dosamu sampai kea wan di langit, kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku, maka Aku mengampunimu dan Aku tidak perduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu datang kepada-Ku dengan kesalahan seluas bumi, kemudian kamu menjumpai-Ku dimana kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, maka Aku akan datang kepadamu dengan ampunan seluas bumi pula.”
     
          Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmdizi (2/270), dari jalan Katrsir bin Faid yang memberitahukan: “Telah bercerita kepadaku Sa’di bin Ubaid, dia berkata, “Aku mendengar Bakar bin Abdullah Al-Muzni memberitahukan: “Telah bercerita kepadaku Anas bin Malik, dia berkata. “Aku dengar Rasulullah r bersabda: (lalu dia menyebutkan hadits ini).” Selanjutnya At-Tirmidzi berkata: “Hasan ini hasan gharib yang saya tidak menemukannya kecuali dari jalur ini.”

          Saya melihat: Para perawinya adalah tsiqah, kecuali Katsir bin Faid. Kepadanya tidak ada yang menilainya tsiqah kecuali Ibnu Hibban, dimana dalam At-Targhib dia sebutkan bahwa ia adalah maqbul (diterima haditsnya).

          Saya menilai: Hadits ini berstatus hasan, sebagaimana dikatakan oleh At-Tirmidzi. Lebih-lebih karena hadits ini mempunyai syahid (hadits pendukung) dari hadits Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Syahr bin Hausyab dari Umar bin Ma’dikariba dari Anas bin Malik secara mafru’, baik dengan mendahulukan maupun dengan mengakhirkan perawinya.

          Hadits ini juga dikeluarkan oleh Ad-Darimi (2/322) dan Ahmad (5/172) dari jalan Ghirar Ibnu Jarir dari Syahr tersebut.

          Dalam hal ini Abdul Hamid, yakni Ibnu Bahram, tidak sependapat. Dia berkata, :Telah bercerita kepadaku Syahr dari Ibnu Ghanam yang mengatakan bahwa Abu Dzar telah bercerita kepadanya.”

          Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/154). Sedang Syahr di sini dinilai lemah dari segi hafalannya. Karena itu jalur yang pertama adalah lebih shahih kerena Ghilan lebih tsiqah daripada Ibnu Bahram.

          Hadits ini juga mempunyai syahid (hadits pendukung) lain menurut Ath-Thabrani, seperti disebutkan dalam beberapa Mujma’-nya, dari Ibnu Abbas, dimana juga dikeluarkan dalam Ar-Raudl An-Nadhir (342).

          Bahkan hadits ini juga mempunyai jalan yang lain secara ringkas dari Abdu Dzar dengan lafazh:

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا أَوْ يَزِيْدُ وَالسَّيِّئَةُ وَاحِدَةٌ أَوْ أَغْفِرُهَا وَلَوْ لَقَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا مَا لَمْ تُشْرِكْ بِيْ شَيْئَا لَقَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً



“Allah I berfirman: “Kebaikan itu (digandakan) dengan sepuluh kali lipat atau lebih, sedang keburukan hanyalah satu atau Aku mengampuninya. Dan kalau kamu menjumpai-Ku dengan kesalah seluas bumi, selama kamu tidak menyekutukan Aku, maka aku akan mengampunimu dengan ampunan seluas itu.”

          Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Hakim (4/241) dan Ahmad (5/108) dari Ashim dari Al-Ma’ruf Ibnu Suwaid, bahwa Abu Dzar menuturkan:

          “Telah bercerita kepadaku orang yang benar dan dibenarkan (Rasul r) tentang sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya, bahwa dia berfirman: “Kebaikan itu…”

          Selanjutnya Al-Hakim menilai: “Hadits ini sanadnya shahih.” Penilaian ini juga disepakati oleh Adz-Dzahabi.

          Saya menilai: Ashim atau Ibnu Bahdilah adalah bagus haditsnya. Sedangkan perawi-perawi yang lain adalah tsiqah, yakni para perawi Bukhari-Muslim, sehingga sanad-sanadnya dinilai hasan.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ 


“Sungguh beruntung orang yang menyerahkan diri (Islam) diberi rizki cukup dan Allah membuatnya menerima segala yang telah Allah berikan kepadanya.”

          Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (3/102), At-Tirmidzi (2/56), Ahmad (2/168), dan Al-Baihaqi (4/196) dari jalur Abdullah bin Yazid Al-Muqri yang memberitahukan: “Telah bercerita kepadaku Sa’id bin Abi Ayub: “Telah bercerita kepadaku Syarahbil bin Syarik, dari Abi Abdurrahman Al-Hibli, dari Abdullah Ibnu Amr bin Al-Ash dengan marfu’ (disandarkan kepada Nabi).”

          At-Tirmdizi mengatakan: “Hadits ini hasan shahih.”

          Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4138) dari Ibnu Luhai’ah dari Ubaidillah bin Abi Ja’far dan Hamid bin Hani’ Al-Khaulani, bahwa keduanya mendengar Abu Abdurrahman Al-Hibli yang mengabarkan dari Abdullah Ibnu Amr.

          Mengenai Ibnu Luhai’ah, dia buruk hafalannya. Tetapi dalam hadtis-hadits mutabi’at (hadits-hadits pengikut) dia dinilia la ba’sa bih (tidak mengapa).

Peringatan

          Ash-Shuyuti dalam Ash-Shaghir dan Al-Kabir (2/95/1) menyandarkan hadits ini kepada Imam Muslim dan orang-orang yang telah saya sebut selain Al-Baihaqi, sehingga Al-Manawi mengomentari dengan penjelasannya:

          “Dalam hal ini penyadarannya mengikuti apa yang disebutkan oleh Abdul Haq. Dia berkata dalam Al-Manar. Ini tidak disebutkan oleh Imam Muslim, tetapi hanya menurut At-Tirmidzi….”

          Saya berpendapat: Ini adalah praduga dari penulis Al-Manar, kemudian juga Al-Manawi. Jadi hadits itu kedudukannya tetap seperti yang saya isyaratkan dari Imam Muslim dalam Kitabuz-Zakat.

          Dalam hadits ini ada tambahan kafaf  (الكفاف  ) dan qana’ah ( والقناعة ), dan yang searti dengan itu adalah hadits berikut ini:
          “Ya Allah, jadikanlah rizki keluarga Muhammad berupa makanan pokok.”
          Hadits itu dikeluarkan oleh Imam Bukhari (4/222), Imam Muslim (2/103, 8/217) dan Imam Ahmad (juz II, hal. 232) dari beberapa jalur yang berasal dari Muhammad bin Fudhail dari bapaknya, dari Umara bin Al-Qa’qa dari Abu Zar’ah dari Abu Hurairah yang menuturkan: “Telah bersabda Rasulullah r: (kemudian dia menyebutkan hadits itu). Adapun lafazh itu adalah menurut Imam Muslim. Demikian pula Imam Ahmad. Hanya saja Imam Ahmad menyebutkan: Baiti (keluarga rumahku) menggantikan ‘Muhammad’, sedangkah lafazh Al-Bukhari adalah:
          “Ya Allah berilah rizki keluarga Muhammad berupa makanan pokok.”
          Lafazh yang pertama dikeluarkan oleh Al-A’masy, dimana dia telah meriwayatkannya dari Ammarah bin Al-Qa’qa’ah.
          Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Muslim dan At-Tirmidzi (2/57-Buhaq), Ibnu Majah (4139) dan Al-Baihaqi (7/46) dari beberapa jalur yang berasal dari Waqi’ yang memberitahukan: “Telah bercerita kepadaku Al-A’masy.” At-Tirmidzi dalam hal ini menilai: “Hadits ini hasan shahih.”
          Imam Muslim mengeluarkan hadits ini dari jalan Abi Usamah yang mengatakan: “Aku mendengar Al-A’masy.” Hanya saja disini dia menyebutkan rizki yang memadai sebagai ganti (makanan pokok).”
          Demikian pula hadits ini diriwayatkan oleh Al-Qasim As-Sirqisthi dalam Gharibul Hadits (juz 2/5/2), dari Hammad bin Usamah, dia menuturkan: “Telah bercerita kepadaku Al-A’masy…” Hanya saja dia menyebutkan:
          Rizki dan rizki keluarga Muhammad kecukupan.”
          Sungguh ada perbedaan mengenai matan hadits yang dibawakan oleh Al-A’masy. Namun riwayat pertama yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menurut saya lebih tepat, karena ada kesusaian dengan sebagian perawi lain yang juga dari Al-A’masy. Wallahu a’lam.
          Peringatan
          Imam As-Suyuthi memasukkan hadits dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir dengan lafazh Muslim, disertai tambahan (  فى الدنيا  ) (di dunia), dan dia menyandarkannya kepada Imam Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Demikian pula dia menyebutkannya dalam Al-Jami’ Al-Kabir (1/309) juga dari riwayat tiga orang tersbut. Begitu juga Imam Ahmad, Abu Ya’la dan Al-Baihaqi, menurut mereka, tidak ada dasar penambahan itu, kecuali menurut Abu Ya’la, dimana hal itu dianggap sebagai sesuatu yang jauh, bahkan menurutnya jika tambahan itu memang ditetapkan, maka akan merupakan tambahan yang asing, karena berbeda dengan riwayat perawi-perawi lain yang tsiqah dan hafizh. Wallahu a’lam.
Kandungan Hadits
          Hadits ini dan yang sebelumnya menunjukkan keutamaan rizki yang ‘secukupnya’ saja, mengambil dunia ala kadarnya dan zuhud terhadap segala yang lebih daripada itu. Merangsang agar mengejar kenikmatan akhirat dan mementingkan yang abadi darpada yang fana. Maka sudah seharusnya bagi umat Islam mencotoh Rasulullah r. Dalam masalah ini Al-Qurthubi menjelaskan:
          “Makna hadits ini adalah mencari ‘cukup’. Adapun makanan pokok adalah yang menguatkan badan dan kemudian tidak memerlukan yang lain. Dalam kondisi yang demikian diharapkan selamat dari bahaya kekayaan maupun kekafiran sekaligus.” Demikian dalam Fathul Bari II/251-252).
          Saya berpendapat: Tidak diragukan lagi bahwa pengertian ‘cukup’ di sini adalah berbeda menurut masing-masing orang, masa dan kondisi. Oleh karena itu bagi orang yang bijak tentulah akan dapat mengambil langkah yang tepat. Tidak terlilit kefakiran dan tidak pula tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan. Sungguh sedikit orang yang selamat dari bahaya menumpuk harta. Apalagi di zaman sekarang, dimana penuh fitnah dan banyak macam-macam tawaran buat orang-orang kaya. Semoga Allah I menghindarkan kita dari cobaan itu dan memberi kita kehidupan secukupnya saja.


posted by @Adimin

Berpikir Kreatif

Written By @Adimin on 24 April, 2013 | April 24, 2013

 Diperlukan kemampuan berfikir kreatif untuk dapat mempertahankan hidup. Juga bagi mereka yang ingin bergerak serta hidup dalam gelombang perubahan yang cepat saat ini.

Penguin raksasa, burung gajah, adalah sebagian dari binatang yang tidak akan pernah lagi di lihat didunia, saat ini ada 400 species dalam daftar tunggu yang akan segera punah. Bagaimana dengan manusia? Secara species tidak punah, tetapi institusi mereka yang punah dan tersingkir!

Beberapa tahun terakhir ini ada beberapa institusi besar yang menghilang dari peredaran, perusahaan pesawat terbang Fokker telah bangkrut. Dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini disebabkan tingginya kompetisi, meningkatnya permintaan pelanggan, kontrol lingkungan semakin ketat, permintaan SDM unggul dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Semua faktor tersebut bergabung menyatu untuk mengancam dan menantang. Yang mati adalah mereka yang gagal mengatasi, gagal beradaptasi atau gagal berubah sesuai dengan zamannya.

Globalisasi yang dipicu oleh empat hal (Yudo S, 1996) yaitu pecahnya Soviet dan negara Balkan yang turut menambah dalam daftar negara mandiri yang mempunyai “competitive advantage”, integrasi internasional dan regional seperti APEC, MEE, WTO yang mengupayakan “free trade and investment”, kematangan negara maju yang menyebabkan banyak negara lain mengalami kelambatan pertumbuhan ekonomi serta perubahan teknologi dan teknologi informasi. Keempat faktor tersebut berdampak pada perubahan dalam banyak hal.

Di Indonesia data jumlah pengangguran terbuka mengalami peningkatan dari 3,17 % pada tahun 1990 menjadi 7,24 % pada tahun 1995. Angka pengangguran belum pernah mencapai setinggi ini.

Kini yang pasti adalah ketidakpastian, semuanya akan berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Setiap saat yang dihadapi oleh ummat manusia adalah perubahan.
Dalam kondisi seperti ini sangat diperlukan kemampuan berfikir kreatif untuk dapat mempertahankan hidup, dan bagi mereka yang bergerak serta hidup dalam gelombang perubahan yang sangat cepat ini.

Kegiatan Berfikir Kreatif
Apakah sebenarnya kegiatan berfikir kreatif itu? Menurut versi yang berbeda-beda kreatif adalah sebagai berikut :
  • Having power to create, requiring intellegence and imagination (Oxford Dictionary)
  • Having the ability to create, by originality of thought, showing imagination (The Newcollins International Dictionary)
  • Kemampuan mental dan berbagai jenis khas manusia yang dapat melahirkan yang unik, berbeda, orisinal, baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.
  • Kelincahan mental dan berfikir “dari dan ke” segala arah, fleksibilitas konseptual.
Dari beberapa definisi berfiir kreatif tersebut ternyata saling melengkapi dan mempunyai fokus yang sama, yaitu bertemunya antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Adapun istilah yang berdekatan adalah inovasi, improvisasi, discovery, dll

Segi Mental Orang Kreatif
Kreatifitas bukanlah monopoli hak orang genius saja. Ternyata IQ tidak menjadikan jaminan terhadap orang yang mempunyai kemampuan berfikir secara praktis, cekatan, orisinil dan kreatif. Sikap kreatif harus didukung oleh kecerdasan emosional - EQ. Adapun segi-segi mental orang kreatif adalah (J Chandra, 1994) :

Hasrat, untuk mengubah hal-hal disekelilingnya menjadi lebih baik.
Kepekaan, bersikap terbuka dan tanggap terhadap segala sesuatu.
Minat, untuk menggali lebih dalam dari yang tampak dipermukaan.
Rasa ingin tahu, semangat yang tak pernah mandeg untuk mempertanyakan.
Mendalam dalam berfikir, sikap yang mengarahkan untuk pemahaman yang dalam pula.
Konsentrasi, mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya.
Siap mencoba dan melaksanakan, bersedia mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengembangkan.
Kesabaran, untuk memecahkan permasalahan dalam detailnya.
Optimisme, memadukan antusiasme (kegairahan).
Mampu bekerja sama, sanggup berfikir secara produktif bersama orang lain.

Ruang Lingkup Berfikir Kreatif
Hendaknya kreatifitas ditinjau dari perspektif yang luas, bukan sekedar menghasilkan ide-ide baru, yang dapat diterjemahkan dalam (Umi Pujihastuti, 1996) :
  • Kemampuan memenuhi tuntutan profesi.
  • Menciptakan kemungkinan dan terobosan-terobosan baru.
  • Menyelesaikan masalah atau problem
Sedangkan menurut D. H. Weiss, 1990, ruang lingkup berfikir secara artistik yang banyak memanfaatkan otak kiri adalah dengan memulai asumsi dengan :
  • Dapatkah kita mengerjakan segala sesuatu dengan cara baru ...
  • Menggantikan apa yang kita lakukan dengan sesuatu yang lain ...
  • Meminjam atau mengadaptasi apa yang dilakukan orang lain ...
  • Memberikan sentuhan baru dengan cara lama ...
  • Melakukannya dengan cara terbaik ...
Semua akhirnya kembali kepada naluri kita, jika ide itu dapat menghasilkan manfaat dan kita merasakan adanya sentuhan kreatif. Karena tidak jarang atau seringkali sikap kreatif tidak bisa dinikmati orang lain.

Proses Berfikir Kreatif
Ketika anda mendapatkan sebuah masalah atau memang anda ingin membuat ide baru, maka kemampuan anda untuk memunculkan ide kreatif sangat diperlukan. Dalam proses kreatif biasanya kita akan melewati 5 fase utama, yaitu : persiapan, konsentrasi kreatif, bermain dengan gagasan, menyilangkan dua konsep dan mengukur kelaikan ide. Adapun proses tersebut secara ringkas dapat dijabarkan sebagai berikut :

PERSIAPAN. Pada fase ini perilaku pemikiran kita sangat divergen, yaitu menyebar ke segala arah. Yang anda perlukan adalah kemampuan memiliki konsep, informasi yang banyak, mempunyai fakta yang cukup dan anda telah mempunyai pengalaman atau lebih jauh anda perlu meneliti ulang.

KONSENTRASI KREATIF. Pada fase ini perilaku pemikiran anda bergerak dari divergen ke konvergen, sehingga masalahnya menjadi fokus dan memerlukan konsentrasi tinggi. Pada fase ini anda merumuskan masalah berdasarkan segala sesuatu yang anda miliki pada fase persiapan. Perlu adanya segmentasi permasalahan, definisikan tentang apa yang anda butuhkan - single need. Yang lebih penting lagi adalah kemampuan mengaitkan seluruh fakta dan data menjadi satu kesatuan sehingga menimbulkan persepsi kreatif (Gestalt psychology).

BERMAIN DENGAN GAGASAN. Pada fase ini perilaku pemikiran anda sangat divergen. Anda perlu membuka seluruh memori di otak anda, tidak cukup STM tapi LTM. Cobalah cari kaitan dari luar fakta dari apa yang telah anda peroleh. Cobalah anda meninggalkan cara berfikir rutinitas anda. Anda juga perlu sesekali meninggalkan fokus fikiran, sehingga perlu menggunakan konsep “seandainya”. Gunakan pula konsep “berfikir lateral”, jangan khawatir dengan kesalahan karena pada fase akhir anda harus menguji kelaikan pilihan anda. Perilaku yang sering digunakan yaitu dengan cara mengecilkan, membesarkan, memadukan, membalikkan, gunakan secara baru atau sesuaikan dengan kondisi yang ada untuk membuat “trigger session”

MENYILANGKAN DUA KONSEP. Pada fase ini perilaku pemikiran anda berubah-ubah dari divergen dan konvergen. Pada fase ini anda perlu membuat sintesa dan rekaan baru, maka cobalah ide-ide lateral anda yang liar untuk difokuskan.

MENGUKUR KELAIKAN IDE. Pada fase ini perilaku pemikiran anda sangat konvergen. Disini anda perlu memfokuskan ide, anda harus obyektif dan cermat. Gunakan analisa matriks untuk menghindari alternatif yang tercecer. Kalau anda cukup waktu, gunakan instrumen untuk mengukur kelaikan ide.

Agar Anda Lebih Kreatif Dan Inovatif .....

1. Belajarlah untuk menjadi seorang inovator yang terbaik: Seorang yang selalu mencari, menyesuaikan dan mengimplemantasikan ide-ide, baik yang baru maupun yang sudah lama. Carilah ide-ide secara aktif melalui cara membaca, pembacaan sepintas, membuat intisari dan lain sebagainya atas katalog-katalog, buku-buku laporan-laporan dan lain sebagainya. Demikain juga berusahalah melakukan :
  1. Percobaan
  2. Meneliti
  3. Melakukan perjalanan
  4. Berdiskusi
  5. Mengunjungi pameran dan konferensi
  6. Menggunakan program-program komputer
  7. Melihat-lihat barang yang ada di toko
  8. Menciptakan rasa kebutuhan
2. Ubahlah Kebiasaan dan citra diri anda: Jadilah seorang yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di butuhkan. Kembangkanlah sikap mencintai ide-ide, hal-hal, cara-cara, sistem-sistem dan teknologi-teknologi baru. Tuangkanlah ide-ide anda ke dalam bentuk tulisan.

3. Lakukanlah tindakan: Milikilah keberanian dan keparcayaan diri untuk menjadi inovator. Jadilah orang yang berbeda. Kegagalan memang akan muncul, namun kita akan belajar dari adanya suatu kesalahan. Emosi akan dapat membantu munculnya kreatifitas ---Kendalikanlah stress. Tekunlah selalu!!

4. Terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka. Jadilah seorang dengan pikiran yang terbuka dan fleksibel.

5. Terapkanlah ide-ide pada setiap sudut kehidupan anda: Dalam kehidupan pribadi anda, karir, sekolah, bisnis dan di manapun juga. Ajukanlah selalu pertanyaan: “Dengan jalan lain yang bagaimana saya dapat melakukannya?” Hasilkan suatu pemecahan masalah, ide-ide, konsep dan teori-tori yang inovatif dan kreatif. Kembangkanlah sifat humor anda. Jadilah peka terhadap setiap kesempatan-kesempatan baik.

6. Pelajarilah tentang inovasi, perubahan dan kreatifitas sebagaimana anda berusaha untuk memenangkan diterimanya ide anda. Didiklah diri anda sendiri. Ambillah kursus-kursus yang tersedia. Kembangkanlah gairah terhadap adanya masalah yang anda hadapi. Belajarlah menjadi anggota suatu tim kerja, pemimpin dan inovator yang baik.

7. Milikilah selalu rasa ingin tahu dan jadilah seorang pengamat: Kembangkanlah semangat anda untuk mencari informasi. Inilah satu-satunya cara untuk dapat mengenali awal mula masalah yang sebenarnya. Hindarilah pertentangan cara berfikir anda. Temukanlah faktor-faktor yang dapat dijadikan kunci utama.

8. Bertanyalah Mengapa, Apa, Yang Mana, Di Mana, Kapan, Siapa, Bagaimana, Apabila: Refleksikanlah selalu terhadap setiap aspek dari masalah anda. Jangan terlalu capat berprasangka terhadap ide-ide.

9. Kembangkan daya berfikir reflektif dan kemampuan-kemampuan berfikir anda: Bermimpilah siang hari tentang masalah anda. Meloncatlah kesana kemari di antara daya nalar, kritis, khayalan dan berfikir melantur. Perbaikilah tingkat kemampuan berfikir anda melalui cara mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya.

10. Bangunlah dasar pengetahuan dan intuisi anda melalui kegiatan membaca dan lain-lainnya: Jagalah kerapian arsip anda. Belajarlah tentang cara bagaimana melakukan penelitian dan cara memvisualisasikan.

11. Dengan pikiran yang terbebani, gunakan pemicu-pemicu untuk menstimulasi ide-ide, pendangan dan iluminasi: Manfaatkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam item no. 1 di atas untuk memicu gudang ingatan anda dan mengkaitkannya dengan apa yang anda baca, lihat atau pikirkan. Dengan cara ini, anda akan memproduksi ide-ide malalui cara iluminasi yang berkembang secara bertahap. Pekalah terhadap setiap kesempatan-kesempatan baik.

12. Bebanlah pikiran anda dengan data, prinsip-prinsip dasar, teori-teori dan konsep-konsep dari masalah anda: Kemudian ---BERISTIRAHATLAH--- dan pastikanlah diri anda untuk memulai memikirkan kembali masalah anda. Dengan mendadak, suatu loncatan imajinasi akan mungkin terjadi dalam diri anda.

Penutup
Pada bagian ini akan saya berikan “tips” untuk sikap kreatif sehingga bermanfaat untuk anda kembangkan dengan belajar sendiri. Sikap kreatif jangan terbatas pada membaca dan seminar, ikutilah workshop atau lakukan modeling kreatifitas.

Kita perlu memiliki pengetahuan umum seluas mungkin, bacalah bidang apa saja. Belajar apapun tidak ada ruginya, jika anda mampu menggunakan asas manfaat. Mulailah dengan rajin mencatat, membuat dokumentasi dan jagalah kerapian arsip anda. Milikilah konsep-konsep pemandu atau “pisau-pisau tajam” untuk membedah permasalahan.

Camkan konsep ilmu, perubahan dan amal


posted by @Adimin

Presiden PKS Kumpulkan Pengurus PKS Sedunia di Turki



Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta bersama rombongan berangkat ke Istanbul, Turki. Di Istanbul, Anis akan bertemu dengan pengurus perwakilan PKS luar negeri dan kader seluruh dunia.

"Istanbul kita pilih karena posisinya di tengah-tengah sehingga kader PKS dari Afrika, Eropa, Amerika, dan Asia mudah berkumpul," ujar Anis Matta dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (23/4/2013) malam.

Selain itu, Presiden PKS dan rombongan berencana bertemu dengan pengurus AK Party yang kini berkuasa di Turki. AK Party sendiri telah cukup lama bekerjasama erat dengan PKS.

Diharapkan, kader PKS dapat belajar dari AK Party yang berhasil mengubah Turki dari negara yang tidak diperhitungkan di Eropa menjadi salah satu negara yang perekonomiannya paling menggairahkan dan diperhitungkan di dunia. Turki yang sebelumnya dikuasai militer juga sukses mengelolah transisi negaranya menjadi negara demokrasi maju dan modern.

Pertemuan akan digelar selama dua hari, 27-28 April 2013, disi dengan pengarahan Presiden PKS dan konsolidasi kader menghadapi Pemilu 2014.

Sejak terpilih menjadi Presiden PKS pada 1 Februari 2013, Anis Matta melakukan roadshow maraton ke seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang menjadi prioritas adalah Jabar, Sumut, Jateng, NTB, dan Maluku Utara.

"Saya ingin mengukur apakah mesin politik masih penuh bekerja," ujar Anis.

Hasilnya cukup menggembirakan. Di Jabar dan Sumut, kader PKS yang diusung dalam Pilkada memenangkan kursi Gubernur.Sementara di sejumlah Pilkada tingkat kota/kabupaten di Jabar, Kalsel, dan Kalteng, kader PKS juga memenangkan Pilkada.

"Saya anggap konsolidasi di dalam negeri telah selesai dan sekarang waktunya saya bertemu kader di seluruh dunia," imbuhnya.

Kader PKS di seluruh dunia tercatat sebanyak 7.000 orang yang tersebar di 22 negara. Sejauh ini jumlah tersebut merupakan jumlah kader partai politik terbesar yang berada di luar negeri.

*news.detik.com


posted by @A.history

PKS Akan Ubah Indonesia Jadi Sepenggal Firdaus

Written By Unknown on 23 April, 2013 | April 23, 2013



Jakarta-  Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mengatakan, ia memiliki ciri khas dalam memimpin partainnya. Ciri khas tersebut adalah dengan selalu menerapkan tiga nilai.

“Kalau Soekarno mempunyai Trisakti, Soeharto Trilogi. Itu idenya soal pembangunan, namun kalau saya punya tiga nilai yang bisa membentuk nilai budaya bangsa di negeri kita, serta kita bangun negara ini negara manusia yang punya hati dan pikiran,” kata Anis di Semarang, Jumat (19/4/2013).

Anis mengatakan, tiga nilai dalam memimpin PKS adalah cinta, kerja dan harmoni. Menurutnya, dengan tiga nilai itu saat ini yang akan dilakukan oleh PKS yakni bukanlah target politik, melainkan misi kemanusiaan dan peradaban.

“Maka pemenangan Pemilu bukan target kemenangan politik, tapi tangga misi kemanusiaan yang kita emban yakni mengubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus. Kita akan habiskan usia kita dengan misi kemanusiaan ini, menghabiskan seluruh tenaga, pikiran untuk kemanusiaan terlepas kita menang atau kalah karena misi kemanusiaan bukan politik,” jelasnya

Untuk itu, kata Anis, seluruh kader dan pengurus partai yang dulunya bernama Partai Keadilan (PKS) akan menjadi lokomotif untuk membawa Indonesia menjadi adil sejahtera, serta makmur kemanusiaan beradab. “Kita siap untuk membawa Indonesia baru,” tandasnya. (aff/ind)

*dakwatuna.com

posted by @A.history

Mengecam Politisasi Hukum LHI, Perwira Tinggi TNI Beberkan Dua Nama Politisi ke MahfudzSiddiq

 
Dlm satu acara bbrp bulan lalu, petinggi 2 partai ngobrol bersama bbrp pati(red: Perwira Tinngi) TNI. Ujar politisi: "sdh mantap isu ttg PKS tuh.."
 
"Tp kok cepat tertutup dgn isu partai bapak?" Lanjutnya. "Ya kami jg gak bisa kontrol masalah kami yg ruwet", jwb politisi satunya. 

"Ya hrs dijaga agar isu negatif PKS on terus. Kalau enggak kita yg repot!" Sergah politisi pertama. Mrk ngobrol spontan. 
Bbrp pati TNI terhenyak kaget dengar obrolan 2 politisi tsb. Bbrp hari lalu saya jumpa dgn salah satu pati dan cerita hal ini.

Pati TNI itu terheran2 begitu kejam & kotornya politik dan politisasi hukum di negeri ini. Beliau sebut 2 nama politisi itu ke saya. 
 
Saya tersenyum dengar cerita itu. Gak kaget. Saya bilang: "kasus ini akan digoreng sd pemilu 2014. Pengadilannya jd gak penting". 

Saya berteman baik dan dekat dgn 2 politisi itu. "Saya akan tetap bersikap baik kpd kedua teman itu Pak." Cetus saya kpd Pati itu.
 
"Gak sakit hati Pak?" Tanya pati itu. "Energi kami terlalu berharga tuk dihabiskan untuk itu. Kami fokus bekerja Pak!" Jawab saya. 
 
Alhasil kader kami makin semangat, 2 pilgub besar kami menang. Dan dgn keyakinan penuh songsong pemilu 2014.

Di ujung obrolan saya berpesan: "dinamika politik jk tdk dikelola baik akan bahayakan NKRI. Pd sikon ini TNI jd benteng terakhir!"

“Saat ini negara butuh TNI yg kuat, profesional dan berintegritas. TNI tdk boleh dirusak siapapun apalagi tuk kepentingan politik!" 

Pati itu mengangguk setuju. "Saya pribadi simpati dgn PKS dan berharap besar dgn peran kebangsaan PKS ke depannya.." Tutup Pati itu. 

 
sumber : https://twitter.com/MahfudzSiddiq 
 
posted by @Adimin

Shalat Berjamaah


Oleh : MAHYELDI ANSHARULLAH

SEORANG teman pernah bertanya kepada saya, “Apa indikasi keislaman masyarakat dalam menjalankan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari? Apakah memperjuangkan penerapan Islam atau akhlak yang mulia?”

Belum sempat saya menjawab, dia langsung memberikan ulasan, “Kalau itu maka sulit untuk membuktikan dan mengukurnya, karena faktanya yang menolak penerapan syariat Islam adalah umat Islam sendiri. Jika kejujuran, maka yang, paling terkenal, suka berbohong adalah umat Islam, sehingga wajar jika sebagian umat Islam lebih percaya pada non-muslim dibanding temannya sendiri.”
Cukup lama saya termenung, berpikir, mencari jawaban yang bisa memuaskan saya sendiri setidaknya, tanpa menyinggung perasaan saudara seislam.
Dalam perenungan panjang, dengan membolak-balik beberapa hadis Rasul SAW, saya menemukan suatu jawaban, jika tidak ditemukan lagi orang yang memperjuangkan syariat secara legalitas formal atau orang-orang yang jujur, maka indikasi keislaman masyarakat secara kolektif bisa terlihat dari banyak (maraknya) pelaksanaan shalat berjamaah di masjid.
Dalam kajian fikih ditemukan perdebatan tidak berkesudahan tentang hukum wajib atau sunnah muakkadnya shalat berjamaah. Tetapi beberapa dalil Alquran ataupun Hadis memberikan penjelasan tentang urgensi dan besarnya perhatian Allah dan Rasul SAW terhadap shalat jamaah.
Wajar jika pada akhirnya shalat berjamaah di masjid adalah salah satu ciri utama masyarakat Islam. Dalam banyak ayat-Nya, Allah SWT memuji kaum muslimin yang komitmen dengan shalat berjamaah dan mencela orang yang menganggap remeh persoalan ini.

Di antara bentuk pujian Allah adalah, pertama, shalat berjamaah dijadikan salah satu indikator kesuksesan orang-orang mukmin.
Kedua, shalat berjamaah adalah salah satu indikator masyarakat yang bersyukur atas kemenangan yang dianugerahkan Allah kepada mereka.
Sebaliknya, (ketiga), orang yang tidak peduli dengan pelaksanaan shalat jamaah, melalaikan, malas atau hanya sekedar meremehkan persoalan ini digambarkan oleh Allah sebagai salah satu sifat orang munafiq.
Adanya kekhawatiran seorang sahabat yang bernama Abdullah Ummi Maktum terhadap vonis kemunafikan, menyebabkannya memberanikan diri untuk meminta rukhsah (keringanan hukum) karena kondisi fisiknya yang buta dan tidak ada orang yang akan membimbingya ke masjid. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai pe-nuntun yang akan menuntunku ke Masjid. Maka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: Apakah kamu mendengar adzan? Ya, jawabnya.” Nabi berkata : Kalau begitu penuhilah (hadirilah)! (HR Muslim).
Dalam hadits di atas Rasulullah SAW tidak memberikan keringanan kepada Abdullah bin Ummi Maktum r.a untuk shalat dirumahnya (tidak berjamaah) kendati ada alasan, seperti keadaan buta, tidak adanya penuntun ke masjid, jarak rumah yang jauh dari masjid, atau usia yang sudah tua.
Sebaliknya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia bersabda, “Aku berniat memerintahkan kaum muslimin untuk mendirikan shalat. Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku berangkat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka.” (Al Bukhari-Muslim).
Ketika mengomentari hadis ini, maka Ibnu hajar berkata. Hadits ini menerangkan, shalat berjamaah adalah fardhu ain, karena kalau shalat berjamaah itu hanya sunnah saja, tentu Rasulullah tidak akan berbuat keras terhadap orang-orang yang meninggalkannya, dan kalau fardhu kifayah pastilah telah cukup dengan pekerjaan beliau dan yang bersama beliau.
Dari penjelasan Allah dan Rasul-Nya, begitu juga komentar para sahabat dapat difahami bahwa shalat jamaah sangat penting bagi setiap muslim, sebagai bukti kepatuhannya dalam beragama.
Jika untuk berpuasa, zakat atau haji ada prasyarat yang harus dipenuhi sehingga baru bisa di tunaikan, tetapi khusus untuk shalat ternyata tidak ada syarat khusus. Ketika masuk waktunya maka tidak ada alsan(uzur) untuk meninggalkan atau menggugurkan kewajiban dimaksud. Wajar jika pada akhirnya Rasul SAW secara tegas mengatakan:” Batas antara seseorang dengan kekufuran dan syirik adalah meninggalkan shalat. (HR. Muslim). Selanjutnya kerapian dan atau ketidak beresan shaff (barisan) dalam shalat jamaah adalah gambaran dari kerapian atau ketidak beresan umat Islam secara umum.”
Jika shaf yang tidak lurus saat sholat jamaah menjadi salah satu indikator adanya ketidakberesan di dalam shaf kaum muslimin, apalagi meninggalkan sholat berjamaah. Berdasarkan pemahaman yang dalam akan syariat Islam, Imam Hasan al-Banna berwasiat kepada umat Islam untuk segera menunaikan sholat berjamaah ketika adzan sudah berkumandang.
Ia berkata, “Dirikanlah shalat kapan saja kamu mendengar adzan, bagaimanapun kondisimu”. Dengan demikian sudah saatnya para pemimpin, tokoh masyarakat dan masyarakat menumbuhkan semangat untuk memelihara dan melaksanakan shalat jamaah pada awal waktu dan diutamakan di masjid.
Lembaga-lembaga pemerintahan dari tingkat yang paling tinggi sampai yang paling rendah yang bersifat rutin/tidak rutin agar menunjuk petugas pengingat shalat jamaah (muazin) di awal waktu.
Jika semangat keberagamaan (shalat berjamaah) ini berjalan di setiap sudut pelosok negri, maka peluang untuk menjalankan dan menerapkan syariat Islam yang lainnya hanya meninggal waktu. Tetapi sebaliknya jika untuk shalat berjamaah saja belum bisa diterapkan (apalagi di lembaga-lembaga ke Islaman seperti Kementrian Agama, IAIN, Pesantren dan Madrasah), maka kecil harapan syariat yang lebih besar dan berat dari itu dapat ditunaikan.
Semoga semua kita termasuk orang-orang yang berusaha menjadi inisiator hidupnya nilai-nilai keagamaan, salah satunya shalat berjamaah) dalam masyarakat dan pada saat bersamaan terpelihara dari sifat kemunafikan. Semoga! 
*harian singgalang selasa 23 April 2013
posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger