Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 14, 2013
posted by @Adimin
Anis Matta: PKS Ingin Menjadi Bagian Sejarah Perubahan Indonesia
Written By Sjam Deddy on 14 November, 2013 | November 14, 2013
Presiden
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, menegaskan terkait target
tiga besar PKS di Pemilu 2014 bukan sekedar hasrat mengejar kekuasaan
semata. Menurut Anis, justru PKS ingin menjadi bagian penting dari
sejarah perubahan Republik Indonesia.
"Jauh
lebih penting di balik kemenangan, kita ingin menjadi bagian penting
dari gelombang sejarah perubahan republik ini. Menang Pemilu 2014 hanya
pintu masuk ke tujuan lebih besar," kata Anis Matta seperti dilansir
kantor berita Antara.
Matta
mengemukakan hal itu di hadapan seribuan lebih simpatisan, kader, dan
pengurus PKS se-NTB, dalam Dialog Kebangsaan di Convention Hall Paruga
Na'e, Bima, NTB, Senin (4/11).
Itu adalah forum rangkaian konsolidasi seluruh elemen PKS se-Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Selain Matta, juga hadir Sekretaris Jenderal DPP PKS, Taufiq Ridho, anggota Komisi III DPR Daerah Pemilihan NTB, Fahri Hamzah, dan legislator Komisi X DPR, Ahmad Zainuddin, dan Ketua DPP Wilda Bali-Nusra, Oktan Hidayat.
Matta mengatakan, PKS harus masuk dalam pusaran gelombang yang sedang berputar di seluruh sendi bangsa.
"Saat PKS memenangi Pemilu 2014, kita akan punya peran strategis dan kontribusi nyata dalam mengendalikan setiap tahapan sejarah bangsa ini," ujarnya.
Itu adalah forum rangkaian konsolidasi seluruh elemen PKS se-Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Selain Matta, juga hadir Sekretaris Jenderal DPP PKS, Taufiq Ridho, anggota Komisi III DPR Daerah Pemilihan NTB, Fahri Hamzah, dan legislator Komisi X DPR, Ahmad Zainuddin, dan Ketua DPP Wilda Bali-Nusra, Oktan Hidayat.
Matta mengatakan, PKS harus masuk dalam pusaran gelombang yang sedang berputar di seluruh sendi bangsa.
"Saat PKS memenangi Pemilu 2014, kita akan punya peran strategis dan kontribusi nyata dalam mengendalikan setiap tahapan sejarah bangsa ini," ujarnya.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2013
Ogah Terima Jabatan
Written By Sjam Deddy on 11 November, 2013 | November 11, 2013
Khalifah Umar bin Abdul Aziz hatinya gundah. Semalaman dia tidak bisa
tidur karena sibuk memikirkan siapa gerangan yang layak diangkat menjadi
hakim di Basrah. Sebagai penguasa, dia harus memastikan bahwa orang
yang kelak menduduki kursi jabatan itu harus benar-benar sanggup berdiri
tegak di atas keadilan. Menemukan pejabat negara yang tahan ujian dan
tidak gila pujian sungguh tidak mudah.
Lama merenung, pikirannya akhirnya tertambat pada dua nama yang dipandang memenuhi fit and proper test sebagai seorang hakim. Kedua sosok itu dikenal tegas dalam kebenaran dan cemerlang dalam pemikiran. Kepada wakilnya, Adi bin Arthah, khalifah lantas memerintahkan supaya dipanggilkan kedua nama itu. Mereka adalah Iyas bin Muawiyah Al-Muzani dan Al-Qasim bin Rabiah Al-Haritsi.
Setelah kedua calon itu menghadap, khalifah lantas menjelaskan maksudnya. Namun, masalah tidak segera tuntas, karena keduanya saling mengunggulkan rekannya. Iyas berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tolong Anda tanyakan tentang diriku dan Al-Qasim kepada dua ulama fikih di Irak, yaitu Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin, karena keduanya paling mampu membedakan antara kami berdua.”
Iyas berkata begitu karena tahu bahwa Al-Qasim adalah murid kedua ulama terkenal itu. Dia sendiri tidak memiliki hubungan apa pun dengan mereka. Tetapi, Al-Qasim sudah menangkap ke mana arah pembicaraan Iyas. Al-Qasim yakin, jika Khalifah Umar bin Abdul Aziz sampai berunding dengan kedua gurunya itu, pasti mereka akan memilih dirinya, bukan Iyas.
Segera Al-Qasim menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, jangan Anda tanyakan tentangku pada siapa pun. Demi Allah, Iyas ini orang yang lebih paham tentang agama Allah dan lebih mampu menjadi hakim daripada aku. Bila aku berbohong dalam sumpahku ini, maka Anda tidak pantas memilihku karena itu berarti Anda memberikan jabatan kepada orang yang cacat. Bila aku jujur, Anda tidak boleh mengutamakan orang yang lebih rendah, sedangkan di sini ada yang lebih utama.”
Mendengar itu, Iyas tidak kurang akal. Dia lalu berargumen, “Wahai Amirul Mukminin, Anda memanggil orang untuk dijadikan sebagai hakim. Ibaratnya, Anda sedang meletakkan orang itu di tepi jahanam. Karena itulah Al-Qasim hendak menyelamatkan diri dengan bersumpah palsu, yang bisa dia tebus dengan meminta ampun kepada Allah, sehingga selamatlah dia dari apa yang ditakutkannya.”
Apa jawab Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenal adil dan zuhud itu? “Iyas, orang yang mampu berpandangan mulia seperti dirimu inilah yang pantas untuk diangkat menjadi hakim.” Lalu diangkatlah Iyas sebagai hakim di Basrah. Kelak, sejarah mencatat Iyas Al-Qadhi sebagai hakim yang bijaksana dan jujur. Selama menjabat hakim di Basrah, dia mampu memutuskan setiap masalah yang rumit secara cerdas dan sederhana.
Kita tidak usah bermimpi akan mendapati kisah serupa terjadi di zaman sekarang. Bagi orang modern seperti kita, kisah semacam itu hanya isapan jempol. Boleh jadi kita menganggap itu sekadar khayalan indah yang tidak akan terbukti di dunia nyata. Mana ada orang membuang kesempatan emas. Kebanyakan orang justru saling berebut menduduki kursi jabatan elite yang tidak semua orang berkesempatan mendapatkannya.
Orang sekarang sering merasa pandai, tetapi tidak pandai merasa. Apalagi sampai berpikir bahwa jabatan itu amanah. Ah, itu hanya kalimat hikmah saja. Itu cerita jadul alias jaman dulu. Kursi jabatan itu empuk. Kedudukan mentereng itu impian. Kekayaan melimpah itu dambaan. Pamor diri itu prestasi. Sedangkan kesempatan emas tidak datang dua kali. Hanya orang gila yang akan menyiakannya. Pusing amat dengan pendapat orang lain, yang penting kita segera menenggak manisnya harta dan ketenaran.
Tidak sedikit dari kita yang begitu gila harta dan ketenaran. Mudah menghalalkan segala cara supaya lekas sampai tujuan. Apalagi untuk sebuah jabatan atau kedudukan, mana mungkin kita malah menyodorkan nama kawan. Setiap akan digelar pemilihan pemimpin, kita justru sangat rajin mengiklankan diri. Miliaran rupiah kita gelontorkan guna mencetak selebaran dan spanduk berisi gambar kita. Kita poles diri kita demikian rupa agar dapat meraup dukungan. Kita pajang seluruh gelar kita untuk menerbitkan kesan kepintaran. Untuk menarik simpati, kita bumbui dengan sejuta janji indah.
Setiap mencalonkan diri sebagai pemimpin di level mana pun, kita selalu mengaku sebagai yang nomor satu. Menyatakan diri sebagai pemimpin harapan yang akan mengentas segala kesulitan. Untuk meyakinkan orang, di samping gambar kita harus ditempel potret orang-orang terkenal. Entah itu ulama, pimpinan organisasi, elite partai, atau siapa saja. Yang penting mampu mendongkrak perolehan suara kita di ajang pemilihan nanti.
Kita ingin menegaskan bahwa pencalonan kita telah direstui dan didukung oleh tokoh-tokoh yang potretnya nongol di samping gambar kita itu. Lucunya, ada sebuah iklan calon pemimpin yang malah memasang potret tokoh yang sudah almarhum. Mungkinkah tokoh yang berada di ribaan Allah itu masih memberikan restu dan dukungan atas pencalonannya itu?
Di tengah era yang sangat mengagungkan demokrasi ini, rakyat sulit menemukan sosok elite negeri yang menjunjung tinggi moralitas dalam politik. Kepemimpinan bagi kebanyakan elite kita tidak lebih sekadar sarana untuk memperbaiki dapur, memperbesar rumah, ganti mobil, atau menambah pasangan. Itulah profil elite negeri minus nurani dan akal sehat yang setiap hari nongol di media. Masih bisa senyum-senyum saat ditangkap karena ketahuan melakukan korupsi. Kepemimpinan mereka palsu, perjuangan mereka dusta, kecuali untuk membangun kemegahan bagi diri dan keluarga.
Lama merenung, pikirannya akhirnya tertambat pada dua nama yang dipandang memenuhi fit and proper test sebagai seorang hakim. Kedua sosok itu dikenal tegas dalam kebenaran dan cemerlang dalam pemikiran. Kepada wakilnya, Adi bin Arthah, khalifah lantas memerintahkan supaya dipanggilkan kedua nama itu. Mereka adalah Iyas bin Muawiyah Al-Muzani dan Al-Qasim bin Rabiah Al-Haritsi.
Setelah kedua calon itu menghadap, khalifah lantas menjelaskan maksudnya. Namun, masalah tidak segera tuntas, karena keduanya saling mengunggulkan rekannya. Iyas berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tolong Anda tanyakan tentang diriku dan Al-Qasim kepada dua ulama fikih di Irak, yaitu Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin, karena keduanya paling mampu membedakan antara kami berdua.”
Iyas berkata begitu karena tahu bahwa Al-Qasim adalah murid kedua ulama terkenal itu. Dia sendiri tidak memiliki hubungan apa pun dengan mereka. Tetapi, Al-Qasim sudah menangkap ke mana arah pembicaraan Iyas. Al-Qasim yakin, jika Khalifah Umar bin Abdul Aziz sampai berunding dengan kedua gurunya itu, pasti mereka akan memilih dirinya, bukan Iyas.
Segera Al-Qasim menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, jangan Anda tanyakan tentangku pada siapa pun. Demi Allah, Iyas ini orang yang lebih paham tentang agama Allah dan lebih mampu menjadi hakim daripada aku. Bila aku berbohong dalam sumpahku ini, maka Anda tidak pantas memilihku karena itu berarti Anda memberikan jabatan kepada orang yang cacat. Bila aku jujur, Anda tidak boleh mengutamakan orang yang lebih rendah, sedangkan di sini ada yang lebih utama.”
Mendengar itu, Iyas tidak kurang akal. Dia lalu berargumen, “Wahai Amirul Mukminin, Anda memanggil orang untuk dijadikan sebagai hakim. Ibaratnya, Anda sedang meletakkan orang itu di tepi jahanam. Karena itulah Al-Qasim hendak menyelamatkan diri dengan bersumpah palsu, yang bisa dia tebus dengan meminta ampun kepada Allah, sehingga selamatlah dia dari apa yang ditakutkannya.”
Apa jawab Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenal adil dan zuhud itu? “Iyas, orang yang mampu berpandangan mulia seperti dirimu inilah yang pantas untuk diangkat menjadi hakim.” Lalu diangkatlah Iyas sebagai hakim di Basrah. Kelak, sejarah mencatat Iyas Al-Qadhi sebagai hakim yang bijaksana dan jujur. Selama menjabat hakim di Basrah, dia mampu memutuskan setiap masalah yang rumit secara cerdas dan sederhana.
Kita tidak usah bermimpi akan mendapati kisah serupa terjadi di zaman sekarang. Bagi orang modern seperti kita, kisah semacam itu hanya isapan jempol. Boleh jadi kita menganggap itu sekadar khayalan indah yang tidak akan terbukti di dunia nyata. Mana ada orang membuang kesempatan emas. Kebanyakan orang justru saling berebut menduduki kursi jabatan elite yang tidak semua orang berkesempatan mendapatkannya.
Orang sekarang sering merasa pandai, tetapi tidak pandai merasa. Apalagi sampai berpikir bahwa jabatan itu amanah. Ah, itu hanya kalimat hikmah saja. Itu cerita jadul alias jaman dulu. Kursi jabatan itu empuk. Kedudukan mentereng itu impian. Kekayaan melimpah itu dambaan. Pamor diri itu prestasi. Sedangkan kesempatan emas tidak datang dua kali. Hanya orang gila yang akan menyiakannya. Pusing amat dengan pendapat orang lain, yang penting kita segera menenggak manisnya harta dan ketenaran.
Tidak sedikit dari kita yang begitu gila harta dan ketenaran. Mudah menghalalkan segala cara supaya lekas sampai tujuan. Apalagi untuk sebuah jabatan atau kedudukan, mana mungkin kita malah menyodorkan nama kawan. Setiap akan digelar pemilihan pemimpin, kita justru sangat rajin mengiklankan diri. Miliaran rupiah kita gelontorkan guna mencetak selebaran dan spanduk berisi gambar kita. Kita poles diri kita demikian rupa agar dapat meraup dukungan. Kita pajang seluruh gelar kita untuk menerbitkan kesan kepintaran. Untuk menarik simpati, kita bumbui dengan sejuta janji indah.
Setiap mencalonkan diri sebagai pemimpin di level mana pun, kita selalu mengaku sebagai yang nomor satu. Menyatakan diri sebagai pemimpin harapan yang akan mengentas segala kesulitan. Untuk meyakinkan orang, di samping gambar kita harus ditempel potret orang-orang terkenal. Entah itu ulama, pimpinan organisasi, elite partai, atau siapa saja. Yang penting mampu mendongkrak perolehan suara kita di ajang pemilihan nanti.
Kita ingin menegaskan bahwa pencalonan kita telah direstui dan didukung oleh tokoh-tokoh yang potretnya nongol di samping gambar kita itu. Lucunya, ada sebuah iklan calon pemimpin yang malah memasang potret tokoh yang sudah almarhum. Mungkinkah tokoh yang berada di ribaan Allah itu masih memberikan restu dan dukungan atas pencalonannya itu?
Di tengah era yang sangat mengagungkan demokrasi ini, rakyat sulit menemukan sosok elite negeri yang menjunjung tinggi moralitas dalam politik. Kepemimpinan bagi kebanyakan elite kita tidak lebih sekadar sarana untuk memperbaiki dapur, memperbesar rumah, ganti mobil, atau menambah pasangan. Itulah profil elite negeri minus nurani dan akal sehat yang setiap hari nongol di media. Masih bisa senyum-senyum saat ditangkap karena ketahuan melakukan korupsi. Kepemimpinan mereka palsu, perjuangan mereka dusta, kecuali untuk membangun kemegahan bagi diri dan keluarga.
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2013
Empati Pemimpin
Menurut riwayat Baihaqi dan Ibnu Asakir, Khalifah Umar bin Khattab
pernah berkata, “Di antara keturunanku, ada seseorang yang terdapat
bekas luka di wajahnya. Dia adalah orang yang akan menegakkan keadilan
di muka bumi.” Siapakah yang diramalkan Umar itu?
Dialah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Abi Ash. Lahir di keluarga ulama dan bangsawan, dia mewarisi jiwa kepemimpinan kakek buyutnya, Umar bin Khattab. Ibunya bernama Laila binti Ashim bin Umar bin Khattab. Umar bin Abdul Aziz diangkat sebagai gubernur Mekah dan Madinah pada masa Walid bin Abdul Malik, khalifah keenam Bani Umaiyah. Setelah mangkatnya Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah ketujuh Bani Umaiyah sekaligus sepupu dari jalur ayahnya, Umar bin Abdul Aziz kemudian diangkat sebagai khalifah kedelapan Bani Umaiyah.
Kelak, sejarah mencatat nama Umar bin Abdul Aziz dengan tinta emas. Sejak menjabat khalifah, dia langsung meninggalkan semua hartanya. Kesederhanaan adalah pilihan hidupnya. Ketika sedang berbincang dengan istrinya di ranjang kamar, tiba-tiba Umar bin Abdul Aziz teringat akhirat. Mukanya berubah pucat, seperti seekor burung yang berada di atas air. Dia lalu duduk, kemudian menangis. Melihat itu, istrinya yang bernama Fatimah bin Abdul Malik berkata, “Seandainya saja jarak antara kami dan tugas kekhalifahan dijauhkan seperti jauhnya jarak antara barat dan timur.”
Umar bin Abdul Aziz tidak merasa enak-enakan memegang tampuk kuasa. Dia mengumpulkan sejumlah ulama fikih di Madinah, seperti Urwah bin Zubair bin Awwam, Ubaidillah bin Atabah, Abu Bakar bin Abdurrahman, Sulaiman bin Yasar, Qasim bin Muhammad Salim bin Abdullah, Abdullah bin Ibnu Amir, Kharijah bin Zaid, Abu Bakar bin Sulaiman, dan Abdullah bin Abdullah Ibnu Umar bin Khattab. Mereka semua diminta menulis setiap kezaliman yang mereka lihat. Padahal keadaan rakyat di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz sangat sejahtera. Kas negara melimpah. Tanah-tanah ditanami. Sumur-sumur air meruah. Jalan-jalan licin. Masjid-masjid banyak dan ramai. Hebatnya, tidak ada orang miskin yang mau menerima sedekah. Gaji pegawai juga mencapai 300 dinar.
Tidak ditemukan kezaliman menimpa rakyat, karena keadilan sangat dijunjung tinggi. Bahkan, salah seorang pejabat negara bernama Jarah Al-Hukmi pernah dicopot gara-gara mengambil upeti dari orang-orang yang sudah masuk Islam. Padahal, Jarah Al-Hukmi melakukan itu karena paham bahwa orang-orang tersebut masuk Islam semata agar selamat dari kewajiban membayar upeti. Tetapi, ketegasan sang khalifah ternyata tidak tebang pilih. Tidak heran, para ulama sepakat bahwa Umar bin Abdul Aziz merupakan salah seorang Al-Khulafa Ar-Rasyidun. Seperti dikatakan Imam Syafi’i, “Al-Khulafa Ar-Rasyidun itu ada lima. Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz.”
Sejarah Islam dipenuhi kisah-kisah heroik dan berpengaruh besar terhadap peradaban. Sekian lama manusia hidup di masa-masa kelam, kehadiran Islam jelas merupakan babak baru sejarah yang memancarkan cahaya benderang. Di balik sejarah gemilang tentu ada sosok-sosok cemerlang di belakangnya. Karena, sejarah terhormat pasti lahir dari aktor-aktor terhormat. Sebaliknya, sejarah menjadi kelam karena dikendalikan aktor-aktor pecundang. Hari ini, umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia khususnya, sedang berada di roda bagian bawah sejarah. Kita menanti lahirnya pemimpin-pemimpin besar yang mampu melambungkan umat Islam ke mercusuar peradaban.
Kita merindukan sosok pemimpin yang memiliki kecerdasan brilian dan empati besar semacam empat khalifah pengganti Rasulullah, Said bin Amir Al-Jumahi, Al-Ala Al-Hadhrami, Abdul Malik bin Marwan, Walid bin Abdul Malik, Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz, Abu Ja’far Al-Mansur, Al-Mahdi, Harun Rasyid, Abdullah Abu Abbas Al-Makmun, dan pemimpin lain sekaliber mereka.
Nabi dan Rasul itu berpikiran brilian, empati mereka besar. Misalnya, dengan kebijakannya yang cerdas, Nabi Yusuf mampu menyelamatkan rakyat Mesir dari bencana kelaparan. Persediaan makanan di gudang negara sangat cukup untuk menghidupi rakyat selama tujuh tahun Mesir dilanda kekeringan. Bahkan, stok kebutuhan pokok itu juga digunakan untuk menyuplai tetangga-tetangga Mesir yang sedang mengalami krisis pangan. Rombongan peminta bantuan berdatangan, termasuk rombongan saudara-saudara Nabi Yusuf dari Palestina yang dulu sangat memusuhinya.
Juga Nabi Musa yang siap pasang badan demi menyelamatkan rakyatnya dari kekejaman Firaun Minephtah. Hati Nabi Musa teriris-iris menyaksikan rakyat Bani Israil di Mesir menjadi bulan-bulanan raja super zalim itu. Sementara, tidak seorang pun berani menentang titah Firaun, termasuk kebijakannya untuk membunuh setiap jabang bayi laki-laki. Rumah-rumah penduduk dimasuki petugas Firaun untuk memeriksa setiap ibu yang baru melahirkan bayi. Kesewenang-wenangan itulah yang menggugah Nabi Musa. Sedari bayi hidup sebagai anak pungut Firaun ternyata tidak menghentikan tekad Nabi Musa untuk menumpas beragam kekejaman Firaun. Semuanya untuk rakyat Bani Israil.
Pemimpin besar terbukti mampu memposisikan perasaan dan keadaan dirinya seperti perasaan atau keadaan rakyat yang dipimpinnya. Itulah pemimpin yang memiliki empati. Tentu empati tidak hanya didasarkan atas kekayaan, jabatan, keturunan, kepintaran, dan prestasi seseorang. Bagi pemimpin besar, simbol-simbol bersifat keduniaan itu sudah melebur dalam dirinya, berganti rasa kepedulian dan kasih sayang. Kepada siapa pun, termasuk kalangan jelata sekali pun, pemimpin besar tidak akan berlaku pilih kasih. Tidak kenal istilah pandang bulu. Pemimpin besar sangat mencintai sekaligus dicintai rakyatnya.
Ada kisah mengharukan yang terjadi pada awal-awal Islam datang di Mekah. Selain Khadijah binti Khuwailid, Waraqah bin Naufal, Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar As-Shiddiq, beberapa orang miskin, seperti Zaid bin Haritsah, Said bin Abu Waqqas, Ibnu Mas’ud, dan Bilal bin Rabah juga menyatakan keimanan kepada Rasulullah. Tetapi ketika mereka berkumpul bersama Rasulullah, para pembesar dari kalangan kafir Mekah datang dan berkata, “Usirlah mereka dari kami!” Tampaknya mereka merasa tidak level duduk satu majelis dengan orang-orang rendahan itu. Apa jawab Rasulullah? Beliau membacakan firman Allah yang seketika itu turun sebagai jawaban atas penghinaan kafir Mekah kepada orang-orang yang sebenarnya sangat mulia di sisi Allah itu.
“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).” [QS Al-An’am/6: 52].
Pemimpin sekarang harus menakar kebesarannya. Memimpin tidak cukup hanya bermodal uang, popularitas, citra, apalagi tampang. Selain kecerdasan, empati yang besar mutlak diperlukan dalam tugas kepemimpinan. Dengan demikian, tidak akan ada rakyat yang menjadikan pemimpin sebagai sasaran kebencian dan hinaan. Pejabat di bawahnya juga akan bekerja secara benar, jujur, dan ikhlas. Seluruh rakyat merasa senang dan bangga karena memiliki pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan dan kesejahteraan mereka.
Dialah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Abi Ash. Lahir di keluarga ulama dan bangsawan, dia mewarisi jiwa kepemimpinan kakek buyutnya, Umar bin Khattab. Ibunya bernama Laila binti Ashim bin Umar bin Khattab. Umar bin Abdul Aziz diangkat sebagai gubernur Mekah dan Madinah pada masa Walid bin Abdul Malik, khalifah keenam Bani Umaiyah. Setelah mangkatnya Sulaiman bin Abdul Malik, khalifah ketujuh Bani Umaiyah sekaligus sepupu dari jalur ayahnya, Umar bin Abdul Aziz kemudian diangkat sebagai khalifah kedelapan Bani Umaiyah.
Kelak, sejarah mencatat nama Umar bin Abdul Aziz dengan tinta emas. Sejak menjabat khalifah, dia langsung meninggalkan semua hartanya. Kesederhanaan adalah pilihan hidupnya. Ketika sedang berbincang dengan istrinya di ranjang kamar, tiba-tiba Umar bin Abdul Aziz teringat akhirat. Mukanya berubah pucat, seperti seekor burung yang berada di atas air. Dia lalu duduk, kemudian menangis. Melihat itu, istrinya yang bernama Fatimah bin Abdul Malik berkata, “Seandainya saja jarak antara kami dan tugas kekhalifahan dijauhkan seperti jauhnya jarak antara barat dan timur.”
Umar bin Abdul Aziz tidak merasa enak-enakan memegang tampuk kuasa. Dia mengumpulkan sejumlah ulama fikih di Madinah, seperti Urwah bin Zubair bin Awwam, Ubaidillah bin Atabah, Abu Bakar bin Abdurrahman, Sulaiman bin Yasar, Qasim bin Muhammad Salim bin Abdullah, Abdullah bin Ibnu Amir, Kharijah bin Zaid, Abu Bakar bin Sulaiman, dan Abdullah bin Abdullah Ibnu Umar bin Khattab. Mereka semua diminta menulis setiap kezaliman yang mereka lihat. Padahal keadaan rakyat di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz sangat sejahtera. Kas negara melimpah. Tanah-tanah ditanami. Sumur-sumur air meruah. Jalan-jalan licin. Masjid-masjid banyak dan ramai. Hebatnya, tidak ada orang miskin yang mau menerima sedekah. Gaji pegawai juga mencapai 300 dinar.
Tidak ditemukan kezaliman menimpa rakyat, karena keadilan sangat dijunjung tinggi. Bahkan, salah seorang pejabat negara bernama Jarah Al-Hukmi pernah dicopot gara-gara mengambil upeti dari orang-orang yang sudah masuk Islam. Padahal, Jarah Al-Hukmi melakukan itu karena paham bahwa orang-orang tersebut masuk Islam semata agar selamat dari kewajiban membayar upeti. Tetapi, ketegasan sang khalifah ternyata tidak tebang pilih. Tidak heran, para ulama sepakat bahwa Umar bin Abdul Aziz merupakan salah seorang Al-Khulafa Ar-Rasyidun. Seperti dikatakan Imam Syafi’i, “Al-Khulafa Ar-Rasyidun itu ada lima. Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Umar bin Abdul Aziz.”
Sejarah Islam dipenuhi kisah-kisah heroik dan berpengaruh besar terhadap peradaban. Sekian lama manusia hidup di masa-masa kelam, kehadiran Islam jelas merupakan babak baru sejarah yang memancarkan cahaya benderang. Di balik sejarah gemilang tentu ada sosok-sosok cemerlang di belakangnya. Karena, sejarah terhormat pasti lahir dari aktor-aktor terhormat. Sebaliknya, sejarah menjadi kelam karena dikendalikan aktor-aktor pecundang. Hari ini, umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia khususnya, sedang berada di roda bagian bawah sejarah. Kita menanti lahirnya pemimpin-pemimpin besar yang mampu melambungkan umat Islam ke mercusuar peradaban.
Kita merindukan sosok pemimpin yang memiliki kecerdasan brilian dan empati besar semacam empat khalifah pengganti Rasulullah, Said bin Amir Al-Jumahi, Al-Ala Al-Hadhrami, Abdul Malik bin Marwan, Walid bin Abdul Malik, Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz, Abu Ja’far Al-Mansur, Al-Mahdi, Harun Rasyid, Abdullah Abu Abbas Al-Makmun, dan pemimpin lain sekaliber mereka.
Nabi dan Rasul itu berpikiran brilian, empati mereka besar. Misalnya, dengan kebijakannya yang cerdas, Nabi Yusuf mampu menyelamatkan rakyat Mesir dari bencana kelaparan. Persediaan makanan di gudang negara sangat cukup untuk menghidupi rakyat selama tujuh tahun Mesir dilanda kekeringan. Bahkan, stok kebutuhan pokok itu juga digunakan untuk menyuplai tetangga-tetangga Mesir yang sedang mengalami krisis pangan. Rombongan peminta bantuan berdatangan, termasuk rombongan saudara-saudara Nabi Yusuf dari Palestina yang dulu sangat memusuhinya.
Juga Nabi Musa yang siap pasang badan demi menyelamatkan rakyatnya dari kekejaman Firaun Minephtah. Hati Nabi Musa teriris-iris menyaksikan rakyat Bani Israil di Mesir menjadi bulan-bulanan raja super zalim itu. Sementara, tidak seorang pun berani menentang titah Firaun, termasuk kebijakannya untuk membunuh setiap jabang bayi laki-laki. Rumah-rumah penduduk dimasuki petugas Firaun untuk memeriksa setiap ibu yang baru melahirkan bayi. Kesewenang-wenangan itulah yang menggugah Nabi Musa. Sedari bayi hidup sebagai anak pungut Firaun ternyata tidak menghentikan tekad Nabi Musa untuk menumpas beragam kekejaman Firaun. Semuanya untuk rakyat Bani Israil.
Pemimpin besar terbukti mampu memposisikan perasaan dan keadaan dirinya seperti perasaan atau keadaan rakyat yang dipimpinnya. Itulah pemimpin yang memiliki empati. Tentu empati tidak hanya didasarkan atas kekayaan, jabatan, keturunan, kepintaran, dan prestasi seseorang. Bagi pemimpin besar, simbol-simbol bersifat keduniaan itu sudah melebur dalam dirinya, berganti rasa kepedulian dan kasih sayang. Kepada siapa pun, termasuk kalangan jelata sekali pun, pemimpin besar tidak akan berlaku pilih kasih. Tidak kenal istilah pandang bulu. Pemimpin besar sangat mencintai sekaligus dicintai rakyatnya.
Ada kisah mengharukan yang terjadi pada awal-awal Islam datang di Mekah. Selain Khadijah binti Khuwailid, Waraqah bin Naufal, Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar As-Shiddiq, beberapa orang miskin, seperti Zaid bin Haritsah, Said bin Abu Waqqas, Ibnu Mas’ud, dan Bilal bin Rabah juga menyatakan keimanan kepada Rasulullah. Tetapi ketika mereka berkumpul bersama Rasulullah, para pembesar dari kalangan kafir Mekah datang dan berkata, “Usirlah mereka dari kami!” Tampaknya mereka merasa tidak level duduk satu majelis dengan orang-orang rendahan itu. Apa jawab Rasulullah? Beliau membacakan firman Allah yang seketika itu turun sebagai jawaban atas penghinaan kafir Mekah kepada orang-orang yang sebenarnya sangat mulia di sisi Allah itu.
“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).” [QS Al-An’am/6: 52].
Pemimpin sekarang harus menakar kebesarannya. Memimpin tidak cukup hanya bermodal uang, popularitas, citra, apalagi tampang. Selain kecerdasan, empati yang besar mutlak diperlukan dalam tugas kepemimpinan. Dengan demikian, tidak akan ada rakyat yang menjadikan pemimpin sebagai sasaran kebencian dan hinaan. Pejabat di bawahnya juga akan bekerja secara benar, jujur, dan ikhlas. Seluruh rakyat merasa senang dan bangga karena memiliki pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan dan kesejahteraan mereka.
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
November 07, 2013
Oleh Nasrullah MU
posted by @Adimin
Kasus Import Sapi, Cerita Sampah yang Menghebohkan
Written By Sjam Deddy on 07 November, 2013 | November 07, 2013
Seluruh tersangka kasus import sapi seperti Fatonah dan Indoguna sudah
divonis dipengadilan Tipikor. Tinggal LHI yang belum divonis. Namun
sepertinya sidang-sidang LHI memasuki tahap akhir.
Awal kasus ini terungkap hebohnya sangat luar biasa dari uang 1,3 milyar, 17 milyar hingga 40 milyar. Lalau kemama uang itu mengalir ?
Sampai sidang-sidang terakhir tak satu pun uang itu yang mengalir ke LHI dan PKS. 1,3 milyar ternyata negoisasi pribadi Fatonah kepada Indoguna. Tidak ada permintaan dan aliran uang ke LHI dan PKS. Semua berakhir di Fatonah.
Saat Fatonah ditangkap, memang ada sadapan telpon bahwa Fatonah menelpon LHI, namun isinya berupa pembicaraan “ada yang menggembirakan”. Namun maksudnya apa semua masih multitafsir. Ketika ditanya majlis hakim, Fatonah mengakui bahwa LHI tidak tahu sama sekali tentang 1 milyar tersebut dan Fatonah mengakui hanya mencatut LHI saja.
Soal 17 milyar dan 40 milyar, ternyata berdasarkan sadapan telpon uangnya justru dibawa oleh Sengman yang merupakan orang dalam lingkaran Istana. Namun sayang KPK dan majlis hakim tidak mau dan tidak berminat untuk menggali cerita soal Sengman. Walau di BAP nama Sengman juga disebutkan.
Fatonah ternyata punya hutang ke LHI, sehingga segala aliran uang ke LHI dianggap sebagai aliran pembayaran hutang dari Fatonah. Lalu dimana cerita Suap, Korupsi dan Gratifikainya ?
Ya…semua hanya cerita untuk menghebohkan media saja….
Awal kasus ini terungkap hebohnya sangat luar biasa dari uang 1,3 milyar, 17 milyar hingga 40 milyar. Lalau kemama uang itu mengalir ?
Sampai sidang-sidang terakhir tak satu pun uang itu yang mengalir ke LHI dan PKS. 1,3 milyar ternyata negoisasi pribadi Fatonah kepada Indoguna. Tidak ada permintaan dan aliran uang ke LHI dan PKS. Semua berakhir di Fatonah.
Saat Fatonah ditangkap, memang ada sadapan telpon bahwa Fatonah menelpon LHI, namun isinya berupa pembicaraan “ada yang menggembirakan”. Namun maksudnya apa semua masih multitafsir. Ketika ditanya majlis hakim, Fatonah mengakui bahwa LHI tidak tahu sama sekali tentang 1 milyar tersebut dan Fatonah mengakui hanya mencatut LHI saja.
Soal 17 milyar dan 40 milyar, ternyata berdasarkan sadapan telpon uangnya justru dibawa oleh Sengman yang merupakan orang dalam lingkaran Istana. Namun sayang KPK dan majlis hakim tidak mau dan tidak berminat untuk menggali cerita soal Sengman. Walau di BAP nama Sengman juga disebutkan.
Fatonah ternyata punya hutang ke LHI, sehingga segala aliran uang ke LHI dianggap sebagai aliran pembayaran hutang dari Fatonah. Lalu dimana cerita Suap, Korupsi dan Gratifikainya ?
Ya…semua hanya cerita untuk menghebohkan media saja….
Oleh Nasrullah MU
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2013
Mahyeldi-Emzalmi Peroleh Suara Terbanyak Pilkada Padang
Written By Sjam Deddy on 06 November, 2013 | November 06, 2013
Padang,
MinangkabauNews -- Calon Walikota Padang 'Incumbent' H. Mahyeldi
Ansharullah,SP yang berpasangan dengan Mantan Sekretaris Kota Padang,
Ir. H. Emzalmi,MSi memperoleh suara terbanyak pada Pilkada Kota Padang
30 Oktober 2013, sebanyak 92.214 suara.
Hasil pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Kota Padang yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Muara, Senin, (4/11). hasil rekapitulasi dari 11 PPK di Kota Padang yakni Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Bungtekab, Padang timur, Lubuk Kilangan, Kuranji, Koto Tangah dan Lebuk Begalung,
Hasil rekapitulasi saura adalah sebagai berikut Pasangan nomor urut 1 Emma Yohana – Wahyu Iramana Putra mendapat 25599 suara (8,14 persen) dan pasangan nomor urut dua Michele Elqudsyi – Januardi Sumka mendapat 15.745 suara (15,55 persen).
Selanjutnya, paslon perseorangan nomor urut tiga Desri Ayunda – James Hellward mendapat 59.485 suara (9,14 persen), pasangan nomor urut 4, Asnawi Bahar – Surya Budi mendapat 12.626 suara (4,03 persen) pasangan nomor urut 5, Ibrahim – Nardi Gusman mendapat 14.845 suara (4,74 persen), pasangan nomor urut 6, Kandris – Indra Dwipa mendapat 13.762 suara (4,38 persen), pasangan nomor urut 7, Maygus Nasir - Armalis mendapat 36.465 suara (11,64 persen), pasangan nomor urut 8 Indra Jaya –Yefri Hendri Darmi mendapat 4470 suara (1,43 persen), pasangan nomor urut 9 Syamsuar Syam – Mawardi Nur mendapat 4616 suara (1,47 persen) serta pasangan nomor urut 10, Mahyeldi - Emzalmi mendapat 92.214 suara (29,45 persen).
Pembacaan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kota Padang dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Padang tersebut disampaikan masing-masing PPK dari 11 kecamatan di Kota Padang dan disaksikan anggota KPU Kota Padang dan unsur pimpinan daerah Kota Padang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Padang tersebut, pasangan nomor urut satu unggul di semua kecamatan atau di semua PPK di Kota Padang.
Ketua KPU Kota Padang, Alison mengatakan setelah ditetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, bagi para pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
"Kami persilahkan kalau merasa keberatan ditulis di form keberatan DB2-KWK.KPU dan setelah ini akan ada tanggapan dari saksi," kata Alison saat menjawab hujan intruksi dari masing-masing saksi paslon.
Dalam pleno KPU tersebut salah satu saksi dari pasangan calon mentakan bawhawa Pilakda cacat makanya papun yang dihasilkan juga menimbulkan kecacatan, seperti maslah indikasi penggelembungan suar di Lubeg dan Nanggalo yang merugikan paslon lain.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Kota Padang dihadiri Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar, pejabat Kota Padang serta para tim sukses enam pasangan calon pada Pilkada Kota Padang - See more at: http://minangkabaunews.com/artikel-4245-mahyeldiemzalmi-peroleh-suara-terbanyak-pilkada-padang.html#sthash.tvNzrBMh.dpuf
Hasil pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Kota Padang yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Muara, Senin, (4/11). hasil rekapitulasi dari 11 PPK di Kota Padang yakni Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Bungtekab, Padang timur, Lubuk Kilangan, Kuranji, Koto Tangah dan Lebuk Begalung,
Hasil rekapitulasi saura adalah sebagai berikut Pasangan nomor urut 1 Emma Yohana – Wahyu Iramana Putra mendapat 25599 suara (8,14 persen) dan pasangan nomor urut dua Michele Elqudsyi – Januardi Sumka mendapat 15.745 suara (15,55 persen).
Selanjutnya, paslon perseorangan nomor urut tiga Desri Ayunda – James Hellward mendapat 59.485 suara (9,14 persen), pasangan nomor urut 4, Asnawi Bahar – Surya Budi mendapat 12.626 suara (4,03 persen) pasangan nomor urut 5, Ibrahim – Nardi Gusman mendapat 14.845 suara (4,74 persen), pasangan nomor urut 6, Kandris – Indra Dwipa mendapat 13.762 suara (4,38 persen), pasangan nomor urut 7, Maygus Nasir - Armalis mendapat 36.465 suara (11,64 persen), pasangan nomor urut 8 Indra Jaya –Yefri Hendri Darmi mendapat 4470 suara (1,43 persen), pasangan nomor urut 9 Syamsuar Syam – Mawardi Nur mendapat 4616 suara (1,47 persen) serta pasangan nomor urut 10, Mahyeldi - Emzalmi mendapat 92.214 suara (29,45 persen).
Pembacaan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kota Padang dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Padang tersebut disampaikan masing-masing PPK dari 11 kecamatan di Kota Padang dan disaksikan anggota KPU Kota Padang dan unsur pimpinan daerah Kota Padang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Padang tersebut, pasangan nomor urut satu unggul di semua kecamatan atau di semua PPK di Kota Padang.
Ketua KPU Kota Padang, Alison mengatakan setelah ditetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, bagi para pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
"Kami persilahkan kalau merasa keberatan ditulis di form keberatan DB2-KWK.KPU dan setelah ini akan ada tanggapan dari saksi," kata Alison saat menjawab hujan intruksi dari masing-masing saksi paslon.
Dalam pleno KPU tersebut salah satu saksi dari pasangan calon mentakan bawhawa Pilakda cacat makanya papun yang dihasilkan juga menimbulkan kecacatan, seperti maslah indikasi penggelembungan suar di Lubeg dan Nanggalo yang merugikan paslon lain.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Kota Padang dihadiri Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar, pejabat Kota Padang serta para tim sukses enam pasangan calon pada Pilkada Kota Padang - See more at: http://minangkabaunews.com/artikel-4245-mahyeldiemzalmi-peroleh-suara-terbanyak-pilkada-padang.html#sthash.tvNzrBMh.dpuf
pkspadang.com - Calon Walikota Padang 'Incumbent' H. Mahyeldi Ansharullah,SP yang berpasangan dengan Mantan Sekretaris Kota Padang, Ir. H. Emzalmi,MSi memperoleh suara terbanyak pada Pilkada Kota Padang 30 Oktober 2013, sebanyak 92.214 suara.
Hasil pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Kota Padang yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Muara, Senin, (4/11). hasil rekapitulasi dari 11 PPK di Kota Padang yakni Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Bungtekab, Padang timur, Lubuk Kilangan, Kuranji, Koto Tangah dan Lebuk Begalung,
Hasil rekapitulasi saura adalah sebagai berikut Pasangan nomor urut 1 Emma Yohana – Wahyu Iramana Putra mendapat 25599 suara (8,14 persen) dan pasangan nomor urut dua Michele Elqudsyi – Januardi Sumka mendapat 15.745 suara (15,55 persen).
Selanjutnya, paslon perseorangan nomor urut tiga Desri Ayunda – James Hellward mendapat 59.485 suara (9,14 persen), pasangan nomor urut 4, Asnawi Bahar – Surya Budi mendapat 12.626 suara (4,03 persen) pasangan nomor urut 5, Ibrahim – Nardi Gusman mendapat 14.845 suara (4,74 persen), pasangan nomor urut 6, Kandris – Indra Dwipa mendapat 13.762 suara (4,38 persen), pasangan nomor urut 7, Maygus Nasir - Armalis mendapat 36.465 suara (11,64 persen), pasangan nomor urut 8 Indra Jaya –Yefri Hendri Darmi mendapat 4470 suara (1,43 persen), pasangan nomor urut 9 Syamsuar Syam – Mawardi Nur mendapat 4616 suara (1,47 persen) serta pasangan nomor urut 10, Mahyeldi - Emzalmi mendapat 92.214 suara (29,45 persen).
Pembacaan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kota Padang dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Padang tersebut disampaikan masing-masing PPK dari 11 kecamatan di Kota Padang dan disaksikan anggota KPU Kota Padang dan unsur pimpinan daerah Kota Padang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Padang tersebut, pasangan nomor urut satu unggul di semua kecamatan atau di semua PPK di Kota Padang.
Ketua KPU Kota Padang, Alison mengatakan setelah ditetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, bagi para pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
"Kami persilahkan kalau merasa keberatan ditulis di form keberatan DB2-KWK.KPU dan setelah ini akan ada tanggapan dari saksi," kata Alison saat menjawab hujan intruksi dari masing-masing saksi paslon.
Dalam pleno KPU tersebut salah satu saksi dari pasangan calon mentakan bawhawa Pilakda cacat makanya papun yang dihasilkan juga menimbulkan kecacatan, seperti maslah indikasi penggelembungan suar di Lubeg dan Nanggalo yang merugikan paslon lain.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Kota Padang dihadiri Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar, pejabat Kota Padang serta para tim sukses enam pasangan calon pada Pilkada Kota Padang.
Hasil pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Kota Padang yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Muara, Senin, (4/11). hasil rekapitulasi dari 11 PPK di Kota Padang yakni Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Bungtekab, Padang timur, Lubuk Kilangan, Kuranji, Koto Tangah dan Lebuk Begalung,
Hasil rekapitulasi saura adalah sebagai berikut Pasangan nomor urut 1 Emma Yohana – Wahyu Iramana Putra mendapat 25599 suara (8,14 persen) dan pasangan nomor urut dua Michele Elqudsyi – Januardi Sumka mendapat 15.745 suara (15,55 persen).
Selanjutnya, paslon perseorangan nomor urut tiga Desri Ayunda – James Hellward mendapat 59.485 suara (9,14 persen), pasangan nomor urut 4, Asnawi Bahar – Surya Budi mendapat 12.626 suara (4,03 persen) pasangan nomor urut 5, Ibrahim – Nardi Gusman mendapat 14.845 suara (4,74 persen), pasangan nomor urut 6, Kandris – Indra Dwipa mendapat 13.762 suara (4,38 persen), pasangan nomor urut 7, Maygus Nasir - Armalis mendapat 36.465 suara (11,64 persen), pasangan nomor urut 8 Indra Jaya –Yefri Hendri Darmi mendapat 4470 suara (1,43 persen), pasangan nomor urut 9 Syamsuar Syam – Mawardi Nur mendapat 4616 suara (1,47 persen) serta pasangan nomor urut 10, Mahyeldi - Emzalmi mendapat 92.214 suara (29,45 persen).
Pembacaan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kota Padang dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Padang tersebut disampaikan masing-masing PPK dari 11 kecamatan di Kota Padang dan disaksikan anggota KPU Kota Padang dan unsur pimpinan daerah Kota Padang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Padang tersebut, pasangan nomor urut satu unggul di semua kecamatan atau di semua PPK di Kota Padang.
Ketua KPU Kota Padang, Alison mengatakan setelah ditetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, bagi para pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
"Kami persilahkan kalau merasa keberatan ditulis di form keberatan DB2-KWK.KPU dan setelah ini akan ada tanggapan dari saksi," kata Alison saat menjawab hujan intruksi dari masing-masing saksi paslon.
Dalam pleno KPU tersebut salah satu saksi dari pasangan calon mentakan bawhawa Pilakda cacat makanya papun yang dihasilkan juga menimbulkan kecacatan, seperti maslah indikasi penggelembungan suar di Lubeg dan Nanggalo yang merugikan paslon lain.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Kota Padang dihadiri Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar, pejabat Kota Padang serta para tim sukses enam pasangan calon pada Pilkada Kota Padang.
Padang,
MinangkabauNews -- Calon Walikota Padang 'Incumbent' H. Mahyeldi
Ansharullah,SP yang berpasangan dengan Mantan Sekretaris Kota Padang,
Ir. H. Emzalmi,MSi memperoleh suara terbanyak pada Pilkada Kota Padang
30 Oktober 2013, sebanyak 92.214 suara.
Hasil pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Kota Padang yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Muara, Senin, (4/11). hasil rekapitulasi dari 11 PPK di Kota Padang yakni Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Bungtekab, Padang timur, Lubuk Kilangan, Kuranji, Koto Tangah dan Lebuk Begalung,
Hasil rekapitulasi saura adalah sebagai berikut Pasangan nomor urut 1 Emma Yohana – Wahyu Iramana Putra mendapat 25599 suara (8,14 persen) dan pasangan nomor urut dua Michele Elqudsyi – Januardi Sumka mendapat 15.745 suara (15,55 persen).
Selanjutnya, paslon perseorangan nomor urut tiga Desri Ayunda – James Hellward mendapat 59.485 suara (9,14 persen), pasangan nomor urut 4, Asnawi Bahar – Surya Budi mendapat 12.626 suara (4,03 persen) pasangan nomor urut 5, Ibrahim – Nardi Gusman mendapat 14.845 suara (4,74 persen), pasangan nomor urut 6, Kandris – Indra Dwipa mendapat 13.762 suara (4,38 persen), pasangan nomor urut 7, Maygus Nasir - Armalis mendapat 36.465 suara (11,64 persen), pasangan nomor urut 8 Indra Jaya –Yefri Hendri Darmi mendapat 4470 suara (1,43 persen), pasangan nomor urut 9 Syamsuar Syam – Mawardi Nur mendapat 4616 suara (1,47 persen) serta pasangan nomor urut 10, Mahyeldi - Emzalmi mendapat 92.214 suara (29,45 persen).
Pembacaan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kota Padang dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Padang tersebut disampaikan masing-masing PPK dari 11 kecamatan di Kota Padang dan disaksikan anggota KPU Kota Padang dan unsur pimpinan daerah Kota Padang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Padang tersebut, pasangan nomor urut satu unggul di semua kecamatan atau di semua PPK di Kota Padang.
Ketua KPU Kota Padang, Alison mengatakan setelah ditetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, bagi para pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
"Kami persilahkan kalau merasa keberatan ditulis di form keberatan DB2-KWK.KPU dan setelah ini akan ada tanggapan dari saksi," kata Alison saat menjawab hujan intruksi dari masing-masing saksi paslon.
Dalam pleno KPU tersebut salah satu saksi dari pasangan calon mentakan bawhawa Pilakda cacat makanya papun yang dihasilkan juga menimbulkan kecacatan, seperti maslah indikasi penggelembungan suar di Lubeg dan Nanggalo yang merugikan paslon lain.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Kota Padang dihadiri Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar, pejabat Kota Padang serta para tim sukses enam pasangan calon pada Pilkada Kota Padang - See more at: http://minangkabaunews.com/artikel-4245-mahyeldiemzalmi-peroleh-suara-terbanyak-pilkada-padang.html#sthash.tvNzrBMh.dpuf
Hasil pleno terbuka rekapitulasi suara KPU Kota Padang yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Muara, Senin, (4/11). hasil rekapitulasi dari 11 PPK di Kota Padang yakni Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Bungtekab, Padang timur, Lubuk Kilangan, Kuranji, Koto Tangah dan Lebuk Begalung,
Hasil rekapitulasi saura adalah sebagai berikut Pasangan nomor urut 1 Emma Yohana – Wahyu Iramana Putra mendapat 25599 suara (8,14 persen) dan pasangan nomor urut dua Michele Elqudsyi – Januardi Sumka mendapat 15.745 suara (15,55 persen).
Selanjutnya, paslon perseorangan nomor urut tiga Desri Ayunda – James Hellward mendapat 59.485 suara (9,14 persen), pasangan nomor urut 4, Asnawi Bahar – Surya Budi mendapat 12.626 suara (4,03 persen) pasangan nomor urut 5, Ibrahim – Nardi Gusman mendapat 14.845 suara (4,74 persen), pasangan nomor urut 6, Kandris – Indra Dwipa mendapat 13.762 suara (4,38 persen), pasangan nomor urut 7, Maygus Nasir - Armalis mendapat 36.465 suara (11,64 persen), pasangan nomor urut 8 Indra Jaya –Yefri Hendri Darmi mendapat 4470 suara (1,43 persen), pasangan nomor urut 9 Syamsuar Syam – Mawardi Nur mendapat 4616 suara (1,47 persen) serta pasangan nomor urut 10, Mahyeldi - Emzalmi mendapat 92.214 suara (29,45 persen).
Pembacaan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kota Padang dalam rapat pleno terbuka KPU Kota Padang tersebut disampaikan masing-masing PPK dari 11 kecamatan di Kota Padang dan disaksikan anggota KPU Kota Padang dan unsur pimpinan daerah Kota Padang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kota Padang tersebut, pasangan nomor urut satu unggul di semua kecamatan atau di semua PPK di Kota Padang.
Ketua KPU Kota Padang, Alison mengatakan setelah ditetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, bagi para pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.
"Kami persilahkan kalau merasa keberatan ditulis di form keberatan DB2-KWK.KPU dan setelah ini akan ada tanggapan dari saksi," kata Alison saat menjawab hujan intruksi dari masing-masing saksi paslon.
Dalam pleno KPU tersebut salah satu saksi dari pasangan calon mentakan bawhawa Pilakda cacat makanya papun yang dihasilkan juga menimbulkan kecacatan, seperti maslah indikasi penggelembungan suar di Lubeg dan Nanggalo yang merugikan paslon lain.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat KPU Kota Padang dihadiri Walikota Padang, DR. H. Fauzi Bahar, pejabat Kota Padang serta para tim sukses enam pasangan calon pada Pilkada Kota Padang - See more at: http://minangkabaunews.com/artikel-4245-mahyeldiemzalmi-peroleh-suara-terbanyak-pilkada-padang.html#sthash.tvNzrBMh.dpuf
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
November 04, 2013
Momentum Tahun Baru Hijriyah 1435 H
Written By Sjam Deddy on 04 November, 2013 | November 04, 2013
Tidak
terasa beberapa hari lagi kita umat islam akan memasuki tahun baru
Hijriah 1435 H. Rasanya peringatan tahun baru hijriah ini kurang
diingat, khususnya bagi umat muslim. Sesungguhnya momentum pergantian
tahun ini sudah sepantasnya memberikan makna semangat baru untuk berbuat
amal kebajikan, untuk bekal menghadap sang Ilahi.
Selain
itu peringatan tahun baru ini memberikan keyakinan bahwa waktu
merupakan merefleksikan diri dalam kehidupan dunia yang akan
dipertangungjawabkan di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT di
dalam Al-Quran yang berbunyi artinya, “Adalah orang yang merugi jika
hari ini sama dengan hari kemarin dan hari esok lebih buruk dengan hari
ini. Dan kamu akan termasuk kaum yang beruntung jika hari ini lebih baik
dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.”
Pemahaman
itu memberikan keyakinan bagi kita bahwa waktu bukan sekadar kumpulan
angka-angka yang tertera pada jarum jam atau di kalender. Tetapi waktu
adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Sang
Pemilik Zaman.
Memaknai
pergantian tahun itu sebagai momentum perubahan budaya secara
individual (ibda’ binafsih), keluarga dan masyarakat yang selama tahun
sebelumnya mungkin masih ada kekurangan atau kealpaan, diarah lebih baik
di masa mendatang. Perubahan ini bisa terjadi apabila setiap jiwa umat
Islam mampu ‘menghijrahkan’ seluruh kekuatannya (pemikiran dan
tindakannya) bagi kemajuan dalam kehidupan secara pribadi.
Perubahan
yang dimulai dari rumah tangga dan dilanjutkan melalui lembaga
pendidikan akan membawa dampak positif sejalan dengan perkembangan.
Semua itu harus dimulai dari sekarang sebagai menciptakan generasi muda
Islami yang mampu melakukan perubahan dalam kehidupan. Sebab sudah
digariskan dalam Islam bahwa“Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang akan mengubahnya”.
Karena
itu ada tidaknya perubahan dalam kehidupan seseorang atau kelompok
masyarakat sangat tergantung pada individu atau kelompok tersebut. Itu
langkah minimal yang sejatinya dilakukan setiap muslim dalam memaknai pergantian tahun ini.
Intinya,
Islam juga mengajarkan, bahwa hari-hari yang dilalui hendaknya selalu
lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setiap Muslim dituntut untuk
selalu berprestasi, yaitu menjadi lebih baik dari hari ke hari, begitu seterusnya.
Dengan
keyakinan itu, maka orientasi kerja-kerja keduniaan yang selama ini
kita lakukan patut kiranya di tahun 1435 H kita rubah berdasarkan pada
nilai-nilai kebajikan (ma’rufat) dan membersihkannya dari pelbagai kejahatan (munkarat).
Dalam hal ini, ma’rufat mencakup segala kebajikan (virtues) dan seluruh kebaikan (good qualities) yang diterima oleh manusia sepanjang masa, sedangkan munkaratmenunjuk pada segenap kejahatan dan keburukuan yang selalu bertentangan dengan nurani manusia.
Nilai kebaikan bisa diejawantahakn dengan bekerja berprinsip nilai kejujuran dan profesionalitas. Sikap jujur sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW agar dapat berperilaku yang baik dengan “menjauhi
dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke
neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan membawamu kepada
kebajikan dan membawamu ke surga.” (HR Bukhari dan Muslim).
Pribadi
yang jujur merupakan roh kehidupan yang teramat fundamental, karena
setiap penyimpangan dari prinsip kejujuran pada hakikatnya akan
berbenturan dengan suara hati nurani. Seperti contoh, para penyelenggara negara pada setiap aktivitas dalam rangka melayani masyarakat tentunya tidak menanggalkan prinsip kejujuran.
Dengan
pemahaman itu, maka sepatutnya pergantian tahun baru Hijriah 1435 ini
kita jadikan sebagai momentum mengubah diri menuju perubahan dalam
segala bidang sebagai upaya penyatuan umat Islam Indonesia. Momentum
hijriyah ini dinilai tepat untuk mengukit prestasi secara individu serta
kelompok.
sumber : re
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
MUHASABAH,
TOPIK PILIHAN
October 24, 2013
Ribuan Pendukung Hadiri Kampanye Akbar Mahyeldi-Emzalmi di RTH Imam Bonjol
Written By Sjam Deddy on 24 October, 2013 | October 24, 2013
Ribuan massa hadiri rapat umum terbuka pasangan nomor urut 10 Mahyeldi-Emzalmi di RTH Imam Bonjol, Rabu, (23/10).
Kampanye terbuka pasangan nomor urut 10 Mahyeldi-Emzalmi di Lapangan
Imam Bonjol Rabu (23/10) kemarin dihadiri oleh sekitar 60 ribu
simpatisan dan pendukungnya. Kampanye berlangsung sukses dengan juru
kampanye Jurkam Daerah Tokoh Muda Sumbar, Andre Rosiade
Selain Tokoh Muda Sumbar, Andre Rosiade kampanye juga dimeriahkan oleh
juru kampanye Trianda Farhan Satria,ST MT, H. Irsyad Syafar (Ulama
Sumatera Barat), Ketua DPW PPP Sumbar, Amora Lubis, Irwan Fikri (DPC
Kota Padang), Drs. Muhidi (Ketua DPD PKS Kota Padang. Kampanye juga
dimeriahkan oleh artis Edi Cotok dan Waltira dan artis lokal lainnya.
Andre Rosiade dalam orasinya mengajak semua pendukung dan simpatisan
Mahyeldi-Emzalmi kompak untuk hal yang lebih baik. Menurutnya,
Mahyeldi-Emzalmi adalah pilihan yang tepat untuk menjadikan Padang lebih
baik
Menurutnya, PKS-PPP sudah mengambil keputusan tepat bahwa Cawako dan
Cawawako Padang yang ideal adalah Mahyeldi."PKS-PP harga mati
memenangkan Mahyeldi," tegasnya.
"Pasangan Mahyeldi-Emzalmi akan membawa Padang lebih baik kedepan dengan
bepengalaman, dekat dan melayani serta niat yang baik dan cara yang
baik pula. Pasangan ini sudah teruji, amanah, dan anti korupsi. Untuk
itu saya minta keseluruh masyarakat Padang cerdas memilih pasangan nomor
10," ucapnya.
Ditegaskannya, seluruh jajaran PKS-PPP dari akar rumput sampai yang
tertinggi harga mati dan tidak bisa ditawar lagi, harus memenangkan
Mahyeldi-Emzalmi."
Tim Pemenangan kata Andre mengutamakan sistem yang kuat dan SDM yang
handal, sehingga kami yakin Mahyeldi bisa menang satu putaran. "Jika
satu putaran kita telah menghemat anggaran Pilkada, sehingga anggaran
itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan," ujarnya.
Ketua DPW PKS Sumbar, Trianda Farhan,ST,MT menambahkan pasangan Mahyeldi
antikorupsi, hal itu dibuktikan Mahyeldi selama menjadi Wakil Ketua
DPRD Sumbar maupun Wakil Walikota Padang bahkan mmeiliki harta paling
sedikit dibandingan 9 paslon lainnya.
Ketua DPW PPP Sumbar, Amora Lubis dalam orasinya mengatakan, kenapa
PKS-PPP mengusung Mahyeldi, karena Mahyeldi pilihan yang tepat untuk
membimbing Padang 5 tahun kedepan."Padang mempunayi banyak persoalan,
untuk itu perlu dipimpin oleh orang yang cerdas dan professional untuk
meneylesaikan persolan tersebut. Saya yakin pasangan ini menang,"
ujarnya.
Dalam orasi politiknya Mahyeldi yang didampingi langsung Emzalmi
mengatakan bahwa dirinya siap memajukan Kota Padang menjadi lebih baik
lagi. Berbagai program untuk kesejahteraan masyarakat pun siap diberikan
dan direalisasikan jika terpilih nanti menjadi Walikota dan Wakil
Walikota Padang periode 2014 – 2019. Untuk itu Mahyeldi dan Emzalmi
memohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Padang dalam
ajang Pilwako Padang ini. Dalam Kampanye tersebut para kader, pendukung
dan simpatisan dihibur dengan suguhan musik.
Sementara itu, Emzalmi mengatakan dirinya Insya Allah akan memperbaiki
Padang bersama Pak Mahyeldi dan siap menjawab tantangan menuju Padang
lebih baik.
Emzalmi mengaku optimis bisa menang satu putaran untuk menyelamatkan
uang daerah. Dia mengatakan, banyak hal-hal yang perlu dibenah. Untuk
itu Emzalmi membawa konsep Padang lebih baik. (007)
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
October 21, 2013
Tidak itu saja, dari informasi yang diterima untuk merangkul Andre, PKS juga mengerahkan Wakil Sekjen DPP PKS Refrizal yang juga anggota Komisi VI DPR RI di Jakarta. Dengen pendekatan segala penjuru itulah, Andre mampu diyakinkan untuk bergabung dalam barisan tersebut.
posted by @Adimin
Andre Rosiade Juru Kampanye Mahyeldi
Written By Sjam Deddy on 21 October, 2013 | October 21, 2013
pkspadang.com – Untuk bisa mulus melaju
dan diyakini menang satu putaran, pasangan Mahyeldi-Emzalmi, merangkul
Andre Rosiade sebagai tim suksesnya.
“Saya menolong Mahyeldi, saya bukan pendendam,” kata Andre yang sebelum
pencalonan tidak jadi menjadi pasangan Mahyeldi di Padang, Minggu
(20/10)
“Betul Andre bergabung dengan kami, semoga mulus jalan ke Pilkada,” kata
Mahyeldi tadi malam. Menurut dia, siapapun harus dirangkul, apalagi
Andre.“Andre itu sahabat yang baik,” katanya.
Andre diminta oleh “rivalnya”.
Andre kemudian menyatakan siap menjadi juru kampanye pasangan Nomor 10,
Mahyeldi Ansharullah-Emzalmi yang diusung PKS dan PPP.“Setelah
berdiskusi cukup panjang, Mahyeldi-Emzalmi mengadopsi banyak agenda
perubahan yang saya bawa sejak dua tahun terakhir,” kata Andre.
Sekretaris DPD PKS Padang yang
juga Ketua Tim Pemenangan Mahyeldi-Emzalmi, Muharilon mengakui, timnya
telah melakukan pendekatan dan lobi intensif kepada Andre Rosiade sejak
beberapa waktu lalu. Dia mengakui, untuk mengeksekusi kemenangan, memang
sangat membutuhkan Andre Rosiade. Karena, anak muda itu dinilai
memiliki pendukung fanatic dan elektabilitas yang mencapai 25 persen.
“Kami juga telah mengadopsi
beberapa program perubahan yang digaungkan Andre untuk membangun kota
ini. Seperti, program penyelesaian Pasar Raya dan terminal. Andre juga
memiliki daya tarik, untuk mendapatkan pemilih, karena telah bekerja
keras sejak dua tahun lalu,” kata Muharlion diamini Wakil Ketua DPW PKS
Sumbar, Marfendi yang juga turun menghubungi Andre.
Tidak itu saja, dari informasi yang diterima untuk merangkul Andre, PKS juga mengerahkan Wakil Sekjen DPP PKS Refrizal yang juga anggota Komisi VI DPR RI di Jakarta. Dengen pendekatan segala penjuru itulah, Andre mampu diyakinkan untuk bergabung dalam barisan tersebut.
Tolak Politik Dinasti
Dihubungi terpisah, Andre Rosiade secara tegas menyebut, selama agenda
perubahan yang dibawanya didukung, tentunya dia bersedia bergabung
bersama Mahyeldi-Emzalmi. Menurutnya, meski menggandeng Emzalmi yang
cukup senior, Mahyeldi sebenarnya masih muda, karena baru berada di
kisaran umur 47 tahun.
“Satu hal yang pasti, Mahyeldi bukanlah orang yang menjadi bagian dari rezim sebelumnya, meski menjabat wakil wali kota. Kami tidak mendukung politik dinasti yang tidak membawa kebaikan pada daerah. Karena, ada calon lain yang ditengarai sebagai keponakan, atau saudara dari wako. Kami menilai, pasangan layak untuk memimpin kota ini 5 tahun ke depan,” kata Andre kepada wartawan, kemarin.
“Satu hal yang pasti, Mahyeldi bukanlah orang yang menjadi bagian dari rezim sebelumnya, meski menjabat wakil wali kota. Kami tidak mendukung politik dinasti yang tidak membawa kebaikan pada daerah. Karena, ada calon lain yang ditengarai sebagai keponakan, atau saudara dari wako. Kami menilai, pasangan layak untuk memimpin kota ini 5 tahun ke depan,” kata Andre kepada wartawan, kemarin.
Namun, apakah dukungan Andre itu hanya akan menjadi dukungan kosong?
Tentu saja tidak. Melihat perkembangan politik yang terjadi, Andre
adalah kartu truf untuk Mahyeldi-Emzalmi memenangkan Pilkada satu
putaran saja.
Analisis ini tentu berdasar, dan
Andre sangat memahaminya. Dia menyebut, akan membawa para calon
pemilihnya yang telah mendekati angka 30 persen dari beberapa kali
survei sebelumnya. “Kami merasa, dapat membantu Mahyeldi-Emzalmi untuk
memang satu putaran, dengan turut serta menjadi juru kampanye dan
langsung turun ke masyarakat,” kata Andre yang akhir-akhir ini juga
disibukkan sebagai ketua Tim Pemenangan H Endre Saifoel (H Wen) ke DPR
RI.
Sumber : http://hariansinggalang.co.id/andre-jurkam-mahyeldi/
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
October 21, 2013
pkspadang.com - Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut 10, Mahyeldi-Emzalmi, akan menggelar kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol, Rabu (23/10).
Sumber : http://minangkabaunews.com/artikel-4209-rabu-besok-mahyeldiemzalmi-gelar-kampanye-terbuka-di-lapangan-imam-bonjol.html#sthash.nhcJ7tc2.dpuf
posted by @Adimin
Rabu 23 Okt 13 besok, Mahyeldi-Emzalmi Gelar Kampanye Terbuka di Lap. Imam Bonjol
pkspadang.com - Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang nomor urut 10, Mahyeldi-Emzalmi, akan menggelar kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol, Rabu (23/10).
Pasangan ini berjanji akan
menghadirkan lima puluh ribu massa pada kampanye kali ini. Sejumlah juru
kampanye, baik nasional maupun telah disiapkan.
Menurut Muharlion Tim Pemengan
Mahyeldi-Emzalmi, pasangan yang terkenal sepuluh program
Mahyeldi-Emzalmi ini mendapat amunisi baru menjelang pilwako 30 Oktober
2013.
Amunisi baru tersebut yakni
menyentuh langsung di kantong-kantong suara dengan akar rumput dengan
kunjungan ke pasar tradisionl, melayat jenazah, dan menjenguk orang
sakit dan masih banyak program yang lain.
Ketua Tim Pemenangan Muharlion
mengtakan "strategi yang dipakai merupahkan strategi peningkatan
silturahim dengan masyarakat ekonomi lemah sekaligus menyerap aspirasi
mereka,” katanya. (007)
Sumber : http://minangkabaunews.com/artikel-4209-rabu-besok-mahyeldiemzalmi-gelar-kampanye-terbuka-di-lapangan-imam-bonjol.html#sthash.nhcJ7tc2.dpuf
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
October 18, 2013
Visi dan Misi Mahyeldi-Emzalmi, Realistis dan Implementatif
Written By @Adimin on 18 October, 2013 | October 18, 2013
Calon
incumbent, H. Mahyeldi Ansharullah SP dengan pasangan H. Emzalmi,MSi
mengatakan Kota Padang perlu segera menuntaskan berbagai permasalahan
Misalnya masalah infrastruktur, Pasar, terminal, pendidikan, kesehatan,
kemiskinan dan pengangguran serta percepatan pembangunan.
Visi Padang Sejahtera 2019, dengan enam misinya, yang disampaikan calon
Walikota-wakil walikota Padang 2014-2019, Mahyeldi-Emzalmi dalam rapat
paripurna istimewa DPRD Padang, Sabtu (13/10), menurut para politikus
Kota Padang dan bisa diterapkan (implementatif).
Para anggota DPRDPadang memberikan pujian dan apresiasi mereka terhadap
visi Padang Sejahterah 2019, yakni “Mewujudkan Kota Padang menjadi Kota
Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata yang sejahtera, religius, dan
berbudaya “ yang disampaikan Mahyeldi.
Pencapaian visi tersebut melalui enam misi, yakni (1) Mewujudkan
pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan SDM yang beriman, kreatif
dan berdaya saing; (2) Menjadikan Kota Padang sebagai pusat perdagangan
wilayah Barat Sumatera; (3) Menjadikan Kota Padang sebagai daerah
tujuan wisata yang nyaman dan berkesan; (4) Meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan; (5) Menciptakan Kota
Padang yang aman, bersih, asri, tertib, bersahabat dan menghargai
kearifan local, serta (6) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,
bersih dan melayani.
Ini menurut mereka realistis dan bisa diterapkan. Wakil Ketua DPRD
Padang, Budiman,S.Ag menyebut visi misi Mahyeldi-Emzalmi sebagai
pandangan visioner tentang rencana pembangunan Kota Padang lima tahun ke
depan.
“Perhatian pasangan Mahyeldi terhadap masalah infrastruktur, Pasar,
terminal, pendidikan, kesehatan, kemiskinan dan pengangguran serta
percepatan pembangunan harus diapresiasi dan didukung,” kata Budiman.
Sedangkan anggota Komisi III DPRD Padang, Muharlion, mengatakan visi
misi Mahyeldi-Emzalmi menunjukkan kesiapannya jauh lebih matang
dibanding pasangan calon lainnya. Pemaparannya jelas, terukur dan
program-program tersebut harus dilanjutkan serta dituntaskan. “Banyak
keberhasilan yang diraih dalam lima tahun terakhir dan ini merupakan
hasil kerja sama yang baik antara Pemko Padang dan DPRD Padang
Pokoknya harus dilanjutkan dan dituntaskan,” kata Muharlion. Anggota
DPRD Padang lainnya, Pun Ardi menyebut, visi misi Mahyeldi-Emzalmi jelas
menggambarkan keberhasilan kinerja lima tahun terakhir.
Pekerjaan-pekerjaan rumah sekarang dan apa langkah-langkah lima tahun ke
depan. “Visi misinya logis, sebagai sebuah langkah konkret dan terukur
dari seorang pemimpin daerah untuk membawa masyarakat ke jalan yang
jelas,” ujar Pun Ardi.
Sementara itu, anggota DPRD Padang Fraksi PPBB, H. Maidestal Esa Mahesa
menilai visi Mahyeldi-Emzalmi sangat cemerlang, berdasarkan kondisi saat
ini yang didukung fakta. Mahyeldi telah memulai program-program
berdimensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Kota Padang. Tepat
tagline pasangan ini, tuntaskan membangun Padang untuk semua. DPRD
Padang dan masyarakat meyakini, apabila program-program dapat
dituntaskan, maka dimensi ekonomi jangka panjang kota ini akan mantap.
Dukungan koalisi Parpol PKS dan PPP di parlemen juga menjadi modal besar
untuk mewujudkan program-programnya,” tutupnya. Sedangkan Anggoat DPRD
Padang, Rahayu Purwanti mengatakan, visi-misi Mahyeldi menunjukkan apa
yang sudah dilaksanakan lima tahun terakhir dan apa yang bakal dilakukan
kemudian. “Apa yang menjadi kekurangan tentu bakal dilanjutkan dan
dituntaskan pada lima tahun mendatang,” katanya.
Selain itu, Rahayu menilai visi misi Mahyeldi memberi perhatian besar
pada bidang kesehatan, pendidikan dan penyediaan lapangan kerja. “Visi
misinya sangat bagus, tinggal nanti pelaksanaannya kalau beliau berdua
terpilih,” kata Rahayu
Tambah Rahayu, visi misi Mahyeldi-Emzalmi sesuai dengan program-program
yang sudah berhasil dilaksanakan dan yang masih perlu dituntaskan lima
tahun mendatang. “Termasuk memberi perhatian terhadap wilayah utara.
Mudah-mudahan kalau AFI-Mukmin terpilih, ke depan ini perhatian terhadap
wilayah utara semakin baik. Karena Kaltim masih harus membantu Kaltara
selama tiga tahun mendatang,” kata Rahayu.
Inilah Sepuluh Program unggulan Mahyeldi-Emzalmi Cawako-Cawawako Padang 2014-2019
1. Melaksanakan pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan, perbaikan trotoar serta pengendalian banjir dan genangan air .
2. Menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan keagamaan,
seni budaya dan Olahraga yang lebih berkualitas, Gratis pendidikan SD,
SMP, SMA dan SMK Negeri serta pemberian beasiswa bagi semua
pelajar/mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.
3. Menyediakan terminal angkutan kota dan terminal bus dalam dua tahun serta penataan transportasi kota yang lebih baik.
4. Merehab 1.000 unit rumah tidak layak huni per tahun dan pelayanan
kesehatan gratis di Puskesmas/RSUD serta ambulan gratis bagi warga
miskin.
5. Membangun Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan Revitalisasi pasar-pasar pembantu.
6. Meningkatkan dana operasional Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT serta Guru TPQ/TQA/MDA menjadi 200% (dua ratus persen)
7. Memberikan santunan kematian Rp. 1.000.000,-(satu juta) bagi warga Kota Padang.
8. Mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan baru dan
pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan masyarakat petani
dan nelayan.
9. Merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah.
10. Menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS. (009)
Sumber:
http://minangkabaunews.com/artikel-4193-visi-dan-misi-mahyeldiemzalmi-realistis-dan-implementatif.html#sthash.2gdEcWoo.dpuf
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN
October 17, 2013
posted by @Adimin
Pidato Penyampaian Visi Misi Calon WaliKota Padang 2014-2019 - MAHYELDI-EMZALMI
Written By @Adimin on 17 October, 2013 | October 17, 2013
Disusun jari nan
Sapuluah
Ditunduakkan kapalo nan satu
Jan lupo piliah nomor
sapuluah
Supayo padang semakin
maju
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh,
Yang terhormat,
Saudara Ketua DPRD dan Wakil-wakil Ketua serta anggota DPRD Kota Padang
Yang terhormat
Walikota Padang, Yang
terhormat unsur Muspida Kota Padang,
Yang terhormat para calon Walikota dan Wakil Walikota Padang
periode 2014-2019
Yang
terhormat Ketua dan Komisioner KPU Kota Padang,
Yang
terhormat ketua Panwaslu dan anggota
Yang
terhormat sekretaris Daerah Kota Padang, asisten, Staf ahli, Sekretaris
Dewan, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Kepala
Bagian, Camat, dilingkungan pemerintah
Kota Padang
Yang terhormat
angku-angku Niniak mamak, Alim ulama, Cadiak pandai, bundo kanduang, rekan-rekan
wartawan, para hadirin, tamu undangan yang menghadiri sidang paripurna DPRD
Kota Padang.
Yang terhormat dan Kami
cintai seluruh masyarakat Kota Padang dimanapun berada ,Generasi muda, Profesi,
Buruh , Petani dan Nelayan.
Selanjutnya, izinkanlah kami langsung menyampaikan Visi
dan Misi yang kami usung dalam pembangunan Kota
Padang yang kita cintai ini, setidaknya untuk lima tahun kedepan.
Dari lubuk hati
yang paling dalam, kami mengucapkan
terimakasih dan apresiasi setinggi-tinginya,kepada warga Kota Padang
yang telah memberikan kepercayaan kepada kami selama ini sebagai Wakil
Walikota.
Beberapa kemajuan
dan prestasi telah diperoleh untuk masyarakat dan warga
Kota Padang. Namun begitu banyak
persoalan dan problema masyarakat yang belum tuntas. Infra struktur yang belum
memadai untuk mempercepat pembangunan, serta semakin beratnya beban masyarakat
dalam menjalani kehidupan. Kondisi inipun
menjadi semakin rumit dan runyam, seiring dengan terjadinya gempa pada tahun
2009 yang lalu.
Hadirin dan
saudara-saudara yang kami hormati
Dengan banyak dan bertumpuknya persoalan kota
Padang yang harus diselesaikan, maka kita sebagai masyarakat yang agamis,
sangat meyakini bahwa tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, karena
mustahil Allah membebani hambaNya, kecuali sesuai dengan kemampaunya dan Insya
Allah akan dapat diselesaikan,
diatasi dengan sebaik-baiknya.
Bermodal dengan
keyakinan itu, serta dengan semangat kebersamaan, kita perlu saling bahu-
membahu, maka perbaikan dan penataan kota Padang, akan bisa kita lakukan secara bertahap sesuai
mekanisme dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Banyak hal yang
belum tuntas kita realisasikan dan kita kerjakan. Misalnya masalah
infrastruktur, Pasar, terminal, pendidikan, kesehatan, kemiskinan dan pengangguran. Maka
dengan keyakinan kuat bahwa kami akan berupaya secara maksimal untuk melakukan
perubahan, percepatan pembangunan, dalam rangka merealisasikan cita-cita
bersama kita dalam membangun Kota Padang lebih baik kedepan.
Sesuai dengan
amanah masyarakat, maka kami Mahyeldi –Emzalmi maju menjadi calon Walikota dan Wakil
Walikota Padang untuk periode 2014-2019.
Hadirin, dan warga
kota Padang yang kami cintai
Sembilan
calon
Walikota telah menyampaikan visi dan misi, serta program-program
kerjanya kepada kita bersama. Maka selanjutnya izinkan pula kami
menyampaikan Visi pembangunan Kota Padang, untuk lima tahun kedepan
yaitu “Mewujudkan
Padang Sebagai Kota Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata yang
SEJAHTERA, RELIGIUS, DAN BERBUDAYA.
Visi
ini kami jabarkan kedalam enam misi, yaitu:
- Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan SDM yang beriman, kreatif dan berdaya saing.
- Menjadikan Kota Padang sebagai pusat perdagangan wilayah Barat Sumatera.
- Menjadikan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang nyaman dan berkesan.
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan
- Menciptakan Kota Padang yang aman, bersih, asri, tertib, bersahabat dan menghargai kearifan lokal.
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan melayani.
Enam misi yang
kami jabarkan dari visi yang telah disampaikan, menurut hemat kami telah
memenuhi harapan dan cita-cita
masyarakat Kota Padang. Insya Allah, dengan kebersamaan bisa kita realisasikan. Kami bisa dekat dengan
siapa saja, dan berusaha untuk tetap
selalu demikian, sehingga bisa melayani masyarakat
dengan baik dan sesuai harapan.
Untuk membuktikan
bahwa kami adalah tim yang kompak dan senantiasa bisa bekerjasama, maka untuk
membacakan program unggulan yang sesuai dengan harapan masyarakat, kami
persilakan kepada calon Wakil Walikota Bapak Ir. EMZALMI,
MSI untuk membacakan Program unggulan yang telah kami
rancang.
___________________________________________________
Melanjutkan apa
yang sudah disampaikan oleh Calon Walikota Bapak Mahyeldi, maka saya akan
bacakan program unggulan kami, yang merupakan hasil kajian secara mendalam, sesuai dengan kondisi dan potensi
pendukungnya.
Jika kami
diberikan kepercayaan oleh masyarakat, untuk memimpin Kota Padang untuk lima tahun kedepan, maka Program unggulan tersebut kami rangkum dalam
10 M, yaitu:
1. Melaksanakan
pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan,
perbaikan trotoar
serta pengendalian banjir dan genangan air .
2. Menyelenggarakan
pendidikan, pesantren
ramadhan, kegiatan keagamaan, seni budaya dan Olahraga yang lebih
berkualitas, Gratis pendidikan SD, SMP, SMA
dan SMK Negeri serta pemberian beasiswa bagi semua pelajar/mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.
3. Menyediakan terminal angkutan kota dan terminal bus dalam dua tahun serta
penataan transportasi kota yang lebih
baik.
4. Merehab
1.000 unit rumah tidak layak huni per tahun dan pelayanan kesehatan gratis di
Puskesmas/RSUD
serta ambulan gratis bagi warga miskin.
5. Membangun
Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan
Revitalisasi pasar-pasar pembantu.
6. Meningkatkan
dana operasional Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT
serta Guru TPQ/TQA/MDA menjadi 200% (dua
ratus persen)
7. Memberikan
santunan kematian Rp. 1.000.000,-(satu juta) bagi warga Kota Padang.
8. Mendorong
pertumbuhan ekonomi,
mencetak 10.000 wirausahawan baru
dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pemberdayaan
masyarakat petani dan nelayan.
9. Merevitalisasi
objek wisata Kota Padang menjadi wisata
keluarga dan konvensi yang layak dan ramah.
10. Menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS.
Semoga sepuluh program unggulan diatas
akan menjadi lebih sempurna. Dengan memilih nomor urut 10 (sepuluh),
Mahyeldi – Emzalmi pada bulan sepuluh
ini, semoga Kota Padang semakin
Sejahtera, Religius dan Berbudaya.
Sebagai penutup izinkan juga kami memyampaikan sebuah
pantun:
Sa
iriang balam jo barabah
Balam
lalu, Barabah mandi
Kalau
lai ingin Padang Barubah
Marilah
kito piliah Mahyeldi- Emzalmi
Wassalamualaikum warahmatullahi wa
barakatuh.
Tim Sukses 10 M, 13/10/2013
posted by @Adimin
Label:
Pilkada,
TOPIK PILIHAN









