Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
February 16, 2014
>
posted by @Adimin
Lagu Kau Istriku (Orkestra) - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Written By Anonymous on 16 February, 2014 | February 16, 2014
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN,
VID
February 16, 2014
posted by @Adimin
Paduan Suara Spiritus Santos Nyanyikan Mars PKS
Nusa Tenggara Timur – Lagu “Cinta, Kerja, dan Harmoni” yang dibawakan oleh Paduan Suara Spiritus Santos mengawali acara Dialog Kebangsaan yang digelar pada Sabtu (15/2), di Ruang Kalimutu, Grand Wisata Hotel, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta pun dibuat takjub.
“Lagu ‘Mars PKS’ dan lagu ‘Cinta, Kerja, dan Harmoni’ dibawakan dengan sangat indah oleh saudara-saudara kita dari kelompok paduan suara ini. Saya telah beberapa kali mendengar dua lagu ini dibawakan, tapi malam ini saya mendengar versi yang jauh lebih merdu dari yang pernah saya dengar sebelumnya,” Anis mengapresiasi.
Dua lagu kebanggaan kader PKS itu terdengar berbeda, menurut Anis, karena dinyanyikan dengan teknik yang juga berbeda. “Bahkan, lagu ‘Mars PKS’ yang dinyanyikan tadi harmoninya terdengar lebih indah. Biasanya kita menyanyikannya hanya dengan semangat. Tapi malam ini kita lebih menikmatinya karena dinyanyikan dengan ilmu vokal dan paduan suara yang begitu harmoni,” ungkap mantan wakil ketua DPR itu.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulisnya mengatakan, “Saya berharap PKS bisa mengokohkan diri dari partai kader menjadi partai yang lebih merangkul mayoritas bangsa ini. Jika itu dapat dilakukan, maka PKS NTT akan mendapat amanah yang besar dari rakyat untuk mengawal perjalanan republik ini.”
Dialog Kebangsaan bertema “Membangkitkan Semangat Kepahlawanan” ini merupakan salah satu agenda Anis Matta dalam kunjungan dua hari di Ende, yaitu 15-16 Februari. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, partai politik, serta kader, caleg, dan simpatisan PKS NTT. Selain menyapa masyarakat, pria yang digadang sebagai capres PKS itu juga mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno saat Pemimpin Besar Revolusi itu diasingkan Belanda pada 1934-1938. [DLS/MFS/AnisMatta.net]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 16, 2014
posted by @Adimin
PKS Kampanyekan Pemilu Bebas dari Politik Uang
MUKOMUKO - Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengkampanyekan Pemilu 2014 di daerah itu bebas dari permainan politik uang.
"Tidak hanya PKS tetapi semua partai politik punya kewajiban yang sama mengkampanyekan pemilu bersih bebas dari kecurangan dan politik uang," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Mukomuko, Andi Suheri, di Mukomuko, Sabtu.
Dalam kampanyenya itu, pihaknya mengajak semua masyarakat setempat berpikir dampak negatif dari politik uang serta kualitas kepemimpinan wakilnya di lembaga legislatif.
Karena, kata dia, pengalaman selama ini masih ada oknum wakil rakyat yang belum amanah dan tidak mampu menjadi aspirator bagi rakyat yang diwakilkannya.
Ia mencontoh ada oknum wakil rakyat di daerah itu yang tidak pernah berkomentar apalagi memberikan masukan saat pembahasan anggaran dengan eksekutif.
Menurut dia, karena semuanya kembali kepada pilihan rakyat sehingga wakil rakyat seperti ini tetap terpilih. "Kalau kondisinya seperti ini, lalu siapa yang salah rakyat atau wakilnya," ujarnya. [ROL]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 16, 2014
posted by @Adimin
Hari Ini, Presiden PKS Konsolidasi di Ende Nusa Tenggra Timur
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta tiba di Ende-Nusa Tenggara Timur dalam agenda kunjungan selama 2 hari 15-16 Februari 2014.
Dijelaskan Anis, ini merupakan kunjungan pertama saya ke Ende dan sekaligus merupakan Provinsi yang ke 31 yang telah saya kunjungi sejak di amanahkan memimpin PKS.
Menurut Anis, kehadiran dirinya di Ende ini masih merupakan kelanjutan dari rangkaian konsolidasi dan gerakan silaturrahim ke berbagai kalangan masyarakat.
"Khusus untuk provinsi NTT ini tentunya saya berharap ada lompatan capaian yang lebih besar dari apa yang sudah di hasilkan pada pemilu yang lalu. Setidaknya saya berharap PKS NTT ini bisa pecah telur dan dapat mengantar calegnya duduk di Senayan pada periode ini, sebagaimana saya juga berharap NTT bisa menjadi salah satu dari 4 Provinsi yang akan menjadi etalasi Politik bagi PKS selain Bali, Sulawesi Utara dan Papua" tandas Anis dalam rilisnya kepada Tribunnews.com, Minggu (16/2/2014). [Tribunnews.com]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 15, 2014
Besok 3.000 Kader PKS Kota Medan Gelar Apel Siaga
Written By Anonymous on 15 February, 2014 | February 15, 2014
MEDAN - Jika tak ada aral melintang, sebanyak 3.000 kader PKS Se-Kota Medan akan mengikuti Apel Siaga Pemenagan Pemilu 2014 di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (16/02). Apel Siaga dimaksudkan untuk memaksimalkan dan memastikan bahwa seluruh kader siap memenangkan PKS di Kota Medan.
Menurut Sekretaris Umum DPD PKS Kota Medan Abdul Rahim Siregar, Apel Siaga ini juga untuk memastikan kesiapan seluruh kader dari DPD, DPC, DPRa & para caleg-caleg PKS dalam menghadapi Pemilu 2014 yang tinggal 2 bulan lagi. Acara ini juga di iringi dengan atraksi-atraksi bela diri dari Tim Pandu Keadilan Kota Medan, juga perlombaan yel-yel PKS MEDAN JUARA dari seluruh DPC & DPRa Se-Kota Medan.
“Apel Siaga ini, rencananya akan berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKS Kota Medan, Azhar Arifin, Lc,” jelas Abdul Rahim Siregar.
Disebutkan, acara Apel Siaga ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Komunikasi & Informatika Bapak Tifatul Sembiring, Ketua Tim Pemenangan Pemilu Sumatera Utara Bapak H.Gatot Pujo Nugroho, ST, Anggota DPR RI Bapak M.Idris Luthfi, Ketua DPW PKS Sumatera Utara Muhammad Hafez dan para caleg PKS untuk DPR-RI, DPRD Sumatera Utara & Kota Medan. [pkssumut.o.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 15, 2014
posted by @Adimin
Atasi Bencana, PKS Kembali Gelar Apel Siaga Relawan se DKI Jakarta
JAKARTA -– Ditengah kesibukan partai politik menghadapi pemilu legislatif yang tinggal kurang dari dua bulan lagi, partai politik diuji kepeduliannya dengan bencana yang datang silih berganti. Diantara bencana yang datang seperti banjir hampir sebulan penuh di Jakarta dan sekitarnya, erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Banjir Bandang di Manado dan yang baru-baru ini terjadi meletusnya Gunung Kelud di Blitar Jawa Timur. PKS DKI Jakarta sudah terlibat aktif dari awal sampai akhir di hampir banyak bencana yang terjadi terutama banjir Jakarta, erupsi Sinabung dan banjir di Indramayu.
Dalam rangka untuk meningkatkan kesiapan seluruh warga PKS untuk menghadapi berbagai bencana, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta kembali akan menggelar Apel Siaga Relawan Sabtu (15/2) pukul 13.00 secara serentak di seluruh kota yang ada di Jakarta. Hal ini disampaikan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Tubagus Arif, Jum’at (14/2) di Kemayoran Jakarta Pusat. Dalam acara apel siaga ini juga akan diberikan penghargaan kepada para relawan PKS yang ada di 20 titik posko se-Jakarta yang beroperasi tanpa henti selama hampir satu bulan banjir di Jakarta
Lebih lanjut Tubagus menjelaskan, apel siaga yang akan diikuti puluhan ribu orang relawan ini juga bertujuan untuk menyiapkan seluruh warga PKS untuk mendengar aspirasi masyarakat tentang Jakarta ke depan melalui Program Jaring Aspirasi tahap kedua dengan tema Jakarta Punya Kita Semua.
Acara apel siaga ini juga akan dihadiri sejumlah tokoh nasional, Calon Presiden (Capres) RI dari PKS yang juga Presiden PKS Anis Matta, Capres RI dari PKS yang juga Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid, Anggota DPR RI FPKS Adang Daradjatun, Ahmad Zainuddin dan Calon Anggota DPR RI Achmad Rilyadi, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin, serta Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana. [ROL]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 14, 2014
posted by @Adimin
PKS Kediri dan Malang Dirikan Lima Posko untuk Pengungsi Gunung Kelud
Written By Anonymous on 14 February, 2014 | February 14, 2014
KEDIRI - PKS Jawa Timur mendirikan lima posko di Kediri dan Malang untuk membantu korban erupsi Gunung Kelud. Sejak meletus kemarin malam (13/2/2014) hingga saat ini warga masih terus mengungsi.
Di Kediri, PKS mendirikan empat posko antara lain di Kecamatan Gurah, Pare, Wates, dan Ngancar. Sedangkan di Malang, PKS mendirikan posko di Kecamatan Pujon. Kader PKS pun telah melakukan penggalangan dana di beberapa daerah untuk membantu korban erupsi.
“Kami sudah koordinasikan semuanya. Hari ini kami juga membantu evakuasi warga. Di posko kami juga sediakan dapur umum dan pengobatan. Penggalangan dana juga akan terus dilakukan. Semoga dapat meringankan beban para korban erupsi Kelud,” ungkap Shiddiq Baihaqi, Ketua Humas DPW PKS Jawa Timur.
Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun beberapa rumah penduduk di Kediri mengalami kerusakan pasca hujan batu dan abu saat erupsi semalam.
Hingga kini hujan abu masih menyelimuti kota-kota di Jawa Timur. Untuk itu kader-kader PKS membagikan masker gratis kepada masyarakat di Tulungagung, Jombang, Malang, Bojonegoro, Ngawi, Nganjuk, Trenggalek, Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan. [kabarpks]
Di Kediri, PKS mendirikan empat posko antara lain di Kecamatan Gurah, Pare, Wates, dan Ngancar. Sedangkan di Malang, PKS mendirikan posko di Kecamatan Pujon. Kader PKS pun telah melakukan penggalangan dana di beberapa daerah untuk membantu korban erupsi.
“Kami sudah koordinasikan semuanya. Hari ini kami juga membantu evakuasi warga. Di posko kami juga sediakan dapur umum dan pengobatan. Penggalangan dana juga akan terus dilakukan. Semoga dapat meringankan beban para korban erupsi Kelud,” ungkap Shiddiq Baihaqi, Ketua Humas DPW PKS Jawa Timur.
Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun beberapa rumah penduduk di Kediri mengalami kerusakan pasca hujan batu dan abu saat erupsi semalam.
Hingga kini hujan abu masih menyelimuti kota-kota di Jawa Timur. Untuk itu kader-kader PKS membagikan masker gratis kepada masyarakat di Tulungagung, Jombang, Malang, Bojonegoro, Ngawi, Nganjuk, Trenggalek, Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan. [kabarpks]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 14, 2014
posted by @Adimin
Debu Kelud di Solo, PKS Jateng Bagikan Ribuan Masker ke Pengguna Jalan
SOLO - Dampak erupsi Genung Kelud yang terjadi Kamis (13/2) kemarin menyebabkan beberapa wilayah di Jawa Tengah mengalami hujan abu. Kondisi ini juga membuat jarak pandang menjadi semakin terbatas.
Menghadapi kondisi ini, Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng segera melakukan langkah antisipasi terjadinya hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Kelud.“Para kader segera bergerak begitu terjadi hujan abu vulkanik dengan membagikan masker bagi pengguna jalan, terutama di beberapa titik vital Jateng yang terdampak abu vulkanik,” kata Koordinator Pandu Keadilan Korsad PKS Jateng, Amir Darmanto, Jumat (14/2).
“Sambil menyiapkan langkah selanjutnya, sementara ini langkah antisipasi kita baru membagikan masker, karena berdasarkan info yang kami peroleh, abu vulkanik Kelud ini cukup berbahaya bagi tubuh, sehingga masyarakat kami minta untuk selalu waspada,” tukasnya.
Sementara itu, hal serupa juga dilakukan para kader PKS di Wonogiri. Tercatat puluhan ribu masker telah disiapkan tim PKS Jateng untuk para pengguna jalan yang terdampak abu vulkanik gunung paling aktif di Jawa Timur itu.“Lokasi pembagian hari ini di Wonogiri kita siapkan 10 ribu masker dan Karanganyar 15 ribu masker,” kata Hadi Santoso, anggota DPRD Fraksi PKS dari Dapil 4 Jateng.
Hadi juga menyebut bahwa kondisi saat ini sedang dalam keadaan hujan sehingga hal tersebut menyebabkan debu abu vulkanik mulai terurai. “Namun efeknya jalanan menjadi licin, sehingga pengguna jalan harus hati-hati,” ucap pria yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Jateng ini.
Dari pantauan, setidaknya beberapa wilayah seperti di Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, Magelang, Salatiga dan Klaten mengalami hujan abu vulkanik yang cukup parah. Selain membagikan ribuan masker ke jalanan utama, para kader PKS juga membagikan masker ditempat umum, seperti yang dilakukan kader PKS di Pasar Boyolali. [ROL]
Menghadapi kondisi ini, Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng segera melakukan langkah antisipasi terjadinya hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Kelud.“Para kader segera bergerak begitu terjadi hujan abu vulkanik dengan membagikan masker bagi pengguna jalan, terutama di beberapa titik vital Jateng yang terdampak abu vulkanik,” kata Koordinator Pandu Keadilan Korsad PKS Jateng, Amir Darmanto, Jumat (14/2).
“Sambil menyiapkan langkah selanjutnya, sementara ini langkah antisipasi kita baru membagikan masker, karena berdasarkan info yang kami peroleh, abu vulkanik Kelud ini cukup berbahaya bagi tubuh, sehingga masyarakat kami minta untuk selalu waspada,” tukasnya.
Sementara itu, hal serupa juga dilakukan para kader PKS di Wonogiri. Tercatat puluhan ribu masker telah disiapkan tim PKS Jateng untuk para pengguna jalan yang terdampak abu vulkanik gunung paling aktif di Jawa Timur itu.“Lokasi pembagian hari ini di Wonogiri kita siapkan 10 ribu masker dan Karanganyar 15 ribu masker,” kata Hadi Santoso, anggota DPRD Fraksi PKS dari Dapil 4 Jateng.
Hadi juga menyebut bahwa kondisi saat ini sedang dalam keadaan hujan sehingga hal tersebut menyebabkan debu abu vulkanik mulai terurai. “Namun efeknya jalanan menjadi licin, sehingga pengguna jalan harus hati-hati,” ucap pria yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Jateng ini.
Dari pantauan, setidaknya beberapa wilayah seperti di Wonogiri, Sukoharjo, Surakarta, Magelang, Salatiga dan Klaten mengalami hujan abu vulkanik yang cukup parah. Selain membagikan ribuan masker ke jalanan utama, para kader PKS juga membagikan masker ditempat umum, seperti yang dilakukan kader PKS di Pasar Boyolali. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 14, 2014
posted by @Adimin
PKS: Pemerintah Jangan Telat Tanggulangi Bencana Gunung Kelud
Jakarta - Dampak letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur terasa hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta agar pemerintah bergerak cepat.
"Presiden jangan telat, beliau sudah merespons dengan baik kritik dari publik, mudah-mudahan ini menjadi sebuah protap, kalau ada masalah apa-apa pejabat harus segera turun, lebih cepat lagi," ujar Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).
Menurut dia tak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia banyak terdapat gunung berapi yang masih aktif. Oleh karenanya persiapan terhadap bencana pun harus lebih matang.
"Gunung meletus relatif terukur, sudah terulang, harusnya disiapkan pengungsian yang layak," imbuh dia.
"Dapur Umum, toilet umum, harus buat pemerintah mengayomi rakyat. Harus lebih siap secara antisipatif," lanjut dia. [detik]
"Presiden jangan telat, beliau sudah merespons dengan baik kritik dari publik, mudah-mudahan ini menjadi sebuah protap, kalau ada masalah apa-apa pejabat harus segera turun, lebih cepat lagi," ujar Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).
Menurut dia tak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia banyak terdapat gunung berapi yang masih aktif. Oleh karenanya persiapan terhadap bencana pun harus lebih matang.
"Gunung meletus relatif terukur, sudah terulang, harusnya disiapkan pengungsian yang layak," imbuh dia.
"Dapur Umum, toilet umum, harus buat pemerintah mengayomi rakyat. Harus lebih siap secara antisipatif," lanjut dia. [detik]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 14, 2014
ANIS MATTA
Presiden Partai Keadilan Sejahtera
[www.koran-sindo.com/kabarpks.com]
posted by @Adimin
Pemukim Demokrasi | By: Presiden PKS, Anis Matta
Jika demokrasi dikiaskan sebagai satu wilayah, demokrasi Indonesia memiliki dua jenis penduduk: imigran dan pemukim asli (native) demokrasi. Saya sengaja menyebut imigran lebih dulu karena dari segi usia dan generasi, imigran demokrasi lebih tua dan lebih dulu ada dari para pemukim yaitu sejak sebelum Indonesia menjadi teritori demokrasi.
Indonesia menjadi teritori demokrasi sejak Reformasi 1998. Walau masih banyak kekurangan di sana-sini, paling tidak kita sudah memenuhi kaidah-kaidah demokrasi dasar dan prosedural. Sambil jalan, kita terus memperbaiki demokrasi di Indonesia untuk memenuhi substansi demokrasi yaitu cara partisipatif rakyat dalam mewujudkan negara dan bangsa yang adil dan sejahtera. Dalam beberapa kesempatan saya mengintroduksi istilah “gelombang ketiga” dalam sejarah Indonesia.
Saya menganalogikan perjalanan sejarah terjadi dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama terjadi sejak penjajahan hingga kita merdeka. Gelombang ini saya sebut sebagai fase “menjadi Indonesia”, di mana kita menemukan jati diri kita sebagai bangsa dan kemudian negara melalui dua tonggak sejarah besar, Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Gelombang kedua berlangsung sejak merdeka hingga 2014, di mana kita bergulat “menjadinegara-bangsamodern”. Gelombang ini diwarnai dengan usaha mencari sistem ekonomi dan politik yang sesuai sejarah dan budaya bangsa.
Selama lebih dari 60 tahun kita membongkar-pasang berbagai sistem ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya hingga menemukan sintesisnya pada Era Reformasi. Pada 2014 menjadi garis batas karena tahun ini “ujian akhir semester” demokrasi prosedural pasca-Reformasi. Kita sudah mengalami satu masa kepresidenan yang dihasilkan oleh pemilihan langsung.
Satu dasawarsa yang terdiri atas dua periode kepresidenan yang terus berjalan di dalam koridor prosedur demokrasi, dalam arti tanpa ancaman nondemokratis yang signifikan— seperti kudeta atau usaha penggulingan di tengah jalan lainnya—adalah pencapaian dalam praktik demokrasi yang patut kita apresiasi bersama. Gelombang ketiga terjadi sejak 2014 ke depan. Saya belum punya nama karena gelombang ini sedang terjadi dan kita sedang menghirup semangat zaman (zeitgeist) gelombang ini.
Satu fenomena khas dari gelombang ketiga ini adalah kelahiran kelompok “native democracy” atau pemukim demokrasi. (Mungkin dari segi tata bahasa Inggris kurang tepat, saya mohon maaf dan mohon masukan). Tapi, esensinya, kini lahir satu generasi yang hanya mengenal demokrasi sebagai sistem dan cara hidup sejak mereka cukup dewasa dalam melihat lingkungan sekitar. Coba amati. Pemilih pemula pada Pemilu2014adalahmereka yang lahir pada rentang 1992- 1997.
Ketika sekolah dasar mereka menyaksikan krisis moneter dan gerakan Reformasi. Gambar yang terbayang di benak adalah Gedung DPR di Senayan diduduki mahasiswa dan Jakarta terbakar oleh kerusuhan. Lalu mereka tumbuh remaja dengan menyaksikan pemilihan presiden langsung, iklan politik di media, dan kebebasan berpendapat hampir di mana saja.
Mereka tidak memiliki referensi kehidupan dalam suasana otoriter Orde Baru, di mana pers dibungkam, partai politik dibonsai, dan pemilu semata menjadi “pesta” bagi penguasa, bukan pesta demokrasi yang sebenarnya. K e l o m p o k pemukim demokrasi ini berbeda dengan “kakaknya” yang lahir pada awal Orde Baru (akhir 1960-an atau awal 1970-an) yang mengalami hidup di era Orde Baru. Karena itu, sang kakak—dan generasi sebelumnya— saya sebut sebagai “imigran demokrasi”, yang berpindah dari teritori suasana otoritarian ke alam demokrasi dengan membawa rekaman suasana mencekam di era Orde Baru.
Saya gemar menggunakan analogi telepon seluler dalam menggambarkan kelahiran “native democracy” ini. Bagi generasi tua, mereka menyaksikan dan mengalami sendiri perubahan dari rumah tanpa listrik menjadi ada listrik, menggunakan telepon putar dengan jaringan kabel di rumah, penyeranta (pager), hingga telepon seluler. Mereka bermigrasi dari satu tahapan teknologi ke tahapan teknologi berikutnya, berikut perubahan gaya hidup yang menyertainya.
Mereka saya sebut sebagai “imigran teknologi”. Ketika smartphone datang, mereka mampu membelinya, tetapi hanya menggunakan fiturfitur dasar sesuai referensi pengalamannya. Smartphone itu kebanyakan hanya digunakan untuk bertelepon, pesan pendek (SMS) dan sesekali berfoto. Lihat bedanya dengan anak sekarang. Mereka lahir dan tumbuh ketika smartphone hadir. Bagi mereka, smartphone adalah sesuatu yang biasa dan fitur-fitur canggih di dalamnya adalah keharusan, mulai dari chatting, social media, e-mail, hingga fitur yang rumit seperti internet banking.
Merekalah “native technology” yang dengan lancarmenguasaiperkembangan teknologi sebagaimana mereka berbicara dalam bahasa ibu. “Native democracy” juga demikian. Mereka lahir ketika demokrasi ini tumbuh dan mulai menguasai fitur-fitur demokrasi yang rumit sementara generasi tua masih berkutat pada fitur-fitur dasar demokrasi. Fitur dasar ini yang sebelumnya saya sebut sebagai demokrasi prosedural.
Pemilihan umum yang bebas, pembatasan masa kekuasaan, pemisahan kekuasaan melalui trias politica, yang merupakan “prestasi” dari proses demokratisasi yang panjang bagi generasi tua, dianggap hal biasa oleh generasi muda. Mereka sudah masuk ke penguasaan fitur-fitur rumit seperti perlindungan kaum minoritas, partisipasi individu dalam gerakan sosial, hingga keadilan global.
Ideologi dan Kepemimpinan
Dalam konteks ideologi, ahli politik Inggris Robert Corfe dalam The Future of Politics(2010) menyebut kelompok ini sebagai middlemiddle majority (mayoritas tengah-tengah). Mereka berada di tengah dalam konteks sosioekonomi dan spektrum ideologi. Karena tidak ada lagi konflik politik ideologi yang bipolar, generasi ini percaya diri untuk menyuarakan isu-isu secara objektif dan berani. Mereka sudah melampaui cara berpikir dalam kungkungan kepentingan kelas bahkan melampaui batas negara-bangsa.
Kebajikan yang paling utama bagi kelompok tengah-tengah ini adalah keadilan sosial, kesempatan yang sama, dan kesetaraan. Kelompok baru ini membangun nilai etis baru sebagai konsekuensi dari perubahan yang mereka alami. Bagi mereka, mengejar kesuksesan dan melakukan akumulasi finansial adalah kebajikan karena dalam mengejar kesuksesan dan kekayaan itu mereka tidak mengorbankan individu atau bagian lain dari masyarakat.
Di sisi politik, mereka yang hanya paham fitur dasar demokrasi akan tergagap-gagap berdialog dengan mereka yang sangat lancar menguasai fiturfitur yang advance. Kelompok ini membutuhkan pendekatan kepemimpinan baru yang mampu memberdayakan mereka di tengah situasi ketidakpastian. Karena itu, komunikasi politik ke depan tidak bisa lagi bertumpu pada penjejalan ideologi sebagai cara pandang terhadap dunia yang rigid, tapi juga tidak terjebak pada sikap asal menyenangkan publik alias populisme.
Pemimpin para native democracy di gelombang ketiga adalah perpaduan antara penggugah visioner dan eksekutor andal dalam menyelesaikan (deliver) agenda-agenda publik yang telah disepakati. Dalam konteks tersebut, Pemilu 2014 punya arti penting karena peristiwa itu bukan saja menjadi momentum peralihan kekuasaan, melainkan juga momentum peralihan gelombang sejarah Indonesia. Gelombang demi gelombang sejarah telah kita lalui dan meninggalkan endapan berharga bagi perjalanan kita sebagai negara-bangsa. Gelombang ketiga adalah momentum berharga bagi Indonesia menuju kemajuan.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera
[www.koran-sindo.com/kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
February 14, 2014
posted by @Adimin
PKS Solo Sebar 500 Masker ke Pengguna Jalan
Solo (14/2) - Hujan abu yang cukup tebal disebabkan meletusnya Gunung Kelud, Malang Jawa Timur diraasakan warga Kota Surakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya Jum’at (14/02). Melihat kondisi ini Kepanduan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta membagikan masker ke pengguna jalan. Pembagian masker dilaksanakan di dua titik yaitu di pertigaan traffict light lapangan Kotta Barat dan Bundaran Manahan, Surakarta.
Pembagian masker secara cuma-cuma ini sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan terutama bagi masyarakat yang berkendara sepeda motor dan pejalan kaki.
Koordinator Bidang Kepanduan dan Olah Raga (BKO) DPD PKS Surakarta, Alam Firmansyah mengatakan kegiatan membagikan masker ini merupakan program aksi cepat tanggap Kepanduan dan Santika PKS Surakarta untuk semua kondisi bencana dan dampaknya yang terjadi di Kota Surakarta.
“Sejak jam 07.00 pagi,sebanyak 20 orang anggota tim kepanduan kami sudah siap untuk membagikan 500 masker ke pengendara pengguna jalan di dua titik kota barat dan bundaran Manahan. Kami berusaha melakukan aksi cepat tanggap sejak pagi karena pada jam-jam itu banyak warga yang berangkat kerja. Dan ternyata masih banyak pengendara sepeda motor maupun mobil yang belum menggunakan masker,” Kata Alam.
Alam menambahkan bahwa kegiatan pembagian masker ini diakhiri menjelang siang hari. "Dengan spirit “Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani" (AYTKTM) tim rescue kepanduan PKS Surakarta juga siap diterjunkan untuk membantu ke lokasi bencana Gunung Kelud apabila diperlukan,” pungkasnya. [kabarpks.com]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN





.jpg)


.png)