Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 09, 2014
posted by @Adimin
PKS Siapkan 'Hitung Cepat' Pemilu Legislatif
Written By Anonymous on 09 April, 2014 | April 09, 2014
Ratusan ribu kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadiri kampanye terbuka di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Ahad (16/3). (Republika/Agung Supriyanto)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2014
posted by @Adimin
Partai Boleh Beda, Ukuwah Tetap Dijaga | Oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Helat besar lima tahun sekali kembali digelar serentak di seluruh pelosok Indonesia. Hajatan berbingkai pelaksanaan demokrasi itu bertajuk Pemilu (Pemilihan Umum ) Legislatif tahun 2014. Tahun ini puncak pesta demokrasi itu akan dilaksanakan besok, 9 April 2014, yaitu dengan melakukan pemungutan suara di ratusan ribu tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Kemendagri jumlah pemilih tahun ini meningkat dari 172 juta jiwa pada tahun 2009, menjadi 185 juta jiwa. Mereka tersebar di sekitar 7.000 kecamatan, dan akan melaksanakan hak pilihnya di 516.142 TPS di berbagai pelosok negara tercinta.Di Sumatera Barat sendiri penduduk yang memiliki hak pilih berjumlah sekitar 3,65 juta jiwa dan akan ditampung suaranya di 13.405 unit TPS. Sungguh sebuah pesta yang luar biasa besarnya.
Sejak dini sebanyak 15 partai peserta Pemililu telah mengambil ancang-ancang agar partainya mendapat tempat di hati masyarakat. Berbagai program disusun dan ditawarkan untuk menarik simpati. Berbagai metoda dan cara juga diupayakan agar partai dan calon anggota legislatif yang telah mereka seleksi bisa terpilih.
Biasanya di sinilah titik kritis itu terjadi. Masing-masing partai saling bersaing dan berlomba agar partainya menjadi pemenang. Begitu juga para caleg, masing-masing mengerahkan segala daya dan upaya agar bisa terpilih dan meyakinkan masyarakat bahwa ialah yang terbaik.
Terkadang saking bersemangatnya berkampanye, entah disengaja atau tidak, masing-masing partai atau caleg bercerita melebihi kondisi sebenarnya. Lebay, istilah anak muda sekarang. Terkadang, mungkin juga tanpa disengaja, masing-masing saling menjelekkan, membukakan aib saingannya bahkan menfitnah. Prilaku ini dikenal dengan black campaign. Meski semua orang tahu prilaku ini sangat tidak terpuji dan berdampak sangat merugikan kedua belah pihak, namun faktanya selalu saja sering terjadi di berbagai daerah. Sungguh sangat disayangkan, terjadinya persaingan yang tidak sehat.
Dengan suasana demokrasi yang terjadi saat ini kondisi tersebut bisa memicu friksi-friksi dalam masyarakat. Dalam suasana demokrasi saat ini, jamak terjadi dalam masyarakat kita, di satu desa/nagari masyarakatnya mendukung beberapa partai atau caleg yang berbeda. Bahkan sering kita temukan dalam satu keluarga pun menjagokan partai atau caleg yang berbeda, sesuai dengan argumen masing-masing.
Konon karena berbeda partai, kelompok A berselisih dengan kelompok B, misalnya. Akibatnya mereka saling tidak bertegur sapa, padahal mereka satu nagari, satu suku bahkan memiliki pertalian darah. Lebih lucu lagi ada suami-istri yang berselisih paham karena berbeda partai dan mempertahankan prinsip masing-masing. Lebih celaka lagi jika friksi-friksi itu dibumbui dengan fitnah dan hasutan, bukan tidak mungkin berkembang menjadi tindakan-tindakan anarkis. Siapa yang rugi?
Sistem demokrasi, termasuk Pemilu dikembangkan dan diterapkan di negara kita tentu bukan untuk memecah belah dan mengadu domba masyarakat. Tujuan sebenarnya adalah untuk menyalurkan aspirasi masyarakat serta memilih tokoh-tokoh terbaik dan layak diberi amanah untuk mewakili masyarakat dalam sistem pemerintahan, dalam hal ini legislatif.
Karena itu berbeda-beda partai, berbeda-beda fikiran dan konsep, itu wajar-wajar saja dalam rangka mencari tokoh terbaik. Seperti pepatah Minang; “Basilang kayu di tunggu di situ api mako ka iduik”. Maksudnya dengan beraneka ragamnya ide dan pendapat, dari sanalah bisa diperoleh kesimpulan yang terbaik.
Silahkan memilih partai dan caleg yang menurut kita bisa memegang amanah dan aspirasi masyarakat, sesuai dengan penilaian masing-masing. Teliti reputasi partainya, teliti juga rekam jejak calegnya. Jika sudah, dengan membaca bismillah (bagi yang beragama Islam) silahkan pilih mereka di TPS masing-masing. Mari kita laksanakan Pemilu secara damai, tidak perlu bertikai dan terpecah belah. Partai boleh berbeda-beda, tapi ukuwah (persaudaraan) perlu tetap dijaga. ***
Padang Ekspres 9 April 2014
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2014
posted by @Adimin
Mentadaburi Perjalanan Kita Pada Jihad Siyasi
Ikhwah dan akhwat fillah, Sekian lama kita berjibaku untuk memenangkan partai dakwah ini dengan pengorbanan yang tak ternilai harganya, sekian banyak program yang sudah dirancang dan dilaksanakan walau dengan keterbatasan.
Begitu solid ukhuwah antar kita yang ditandai dengan terus menjalin komunikasi danshare informasi. Yankes, bazar pakaian layak pakai, sembako murah, telor murah dan segudang kegiatan sosial mungkin masih menyisakan letih dan lelah.
Ikhwah dan akhwat fillah, mari kita jadikan itu semua sebagai kendaraan yang akan mengantarkan kita menujuNya yang tak terbayangkan keindahannya. Maka, apapun hasilnya nanti, kita yakini inilah yang terbaik buat kita. Husnudzon kita padaNya semoga akan membuat kita tersenyum karena optimisme kita selama ini diijabah olehNya.
Ikhwah dan akhwat fillah, mari ikhlaskan semua amal kita, kebaikan yang sudah kita lakukan belumlah seberapa dibanding harga surgaNya yang begitu mahal.
Lupakan photo-photo yang pernah kita kirim dan kita jadikan bukti kalau kita sudah berbuat sesuatu, lupakan kalau kita pernah memberi sesuatu dan mengalami kesulitan saat memberikannya dan kita merasa sudah bertadhiyah, karena kita khawatir kalau semua jerih payah kita menjadi sia-sia, karena kita khawatir kalau amal kita diselimuti riya, lupakanlah itu semua, lupakanlah.
Semoga dengan begitu, kita bisa terus belajar ikhlas, bisa terus merasa butuh pahala, dan yang lebih utama, semoga kita terus merasakan kehangatan hati dan jiwa karena selalu dekat denganNya.
Tetesan air mata doa yang menjadi pemungkas usaha kita agar kita bisa digolongkan ke dalam hambaNya yang muttaqien dan kita dikumpulkan dibawah naungan yang tidak ada naungan selain naunganNya dan itulah cita-cita tertinggi kita dalam hidup dan perjuangan ini.
Dari situ kita bisa belajar tuk masa yang akan datang, bagaimana menjadikan setiap nafas kita adalah nafas ibadah, niat kita adalah ibadah, berfikirnya kita adalah ibadah dan gerak gerik seluruh organ tubuh kita berbuah ibadah agar kita bisa merasakan sentuhan ayat "Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah".
Selamat berjuang ikhwah wal akhwat fillah. wassalam
*by: HM. Adih Amin,Lc. MA
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 09, 2014
posted by @Adimin
Menjelang Detik Kemenangan
"Menuju Puncak Peradaban", itulah tema Orasi Kang AHER di hadapan kader PKS Kota Padang sore itu. Biasanya ia pidato dengan tenang, namun baru kali ini menyaksikan Kang AHER orasi sedemikian menggelora
Di sampingnya, duduk Ust Mahyeldi, calon walikota Padang, yang sebentar lagi mengikuti pilwalkot putaran kedua di tengah kondisi mencekam, karena calon yang diusung PKS di putaran kedua dikeroyok oleh semua kekuatan politik di Kota Padang.
Usai orasi, ada seorang ibu yang bertanya, "Ustadz AHER, mohon diceritakan detik-detik menjelang kemenangan di pilgub Jabar, agar jadi inspirasi bagi kami memenangkan pilwalkot putaran 2 nanti". Kang AHER terdiam, tampaknya ada hal yang ingin dia rahasiakan, tapi karena rahasia tsb bisa jadi inspirasi kemenangan pilwalkot Padang, maka ia pun menyampaikan pengalamannya yang membuat saya dan hadirin lainnya ternganga.
Dengan tenang Kang AHER menjawab, "Setelah selama masa kampanye totalitas keliling siang malam, malam menjelang pemilihan saya tidak tidur. Saya membaca Al Qur'an sampai 5 juz. Menjelang shubuh, Saya lanjutkan dg qiyamul lail. Bakda shubuh, Saya panggil istri Saya, Saya minta kalau masih ada perhiasan emas, keluarkan untuk perjuangan! Kemudian itu mobil, jual utk biayai perjuangan! Saya melakukan semua itu agar jadi alasan di hadapan Allah bahwa Saya sudah totalitas berjuang.
Pagi harinya Saya dan keluarga shalat dhuha. Alhamdulillah keluarga sudah ikhlas dan siap apapun keputusan Allah SWT melalui hasil pilgub.
Dan ternyata hasilnya alhamdulillah Allah berikan kemenangan.... "
Allahu Akbar!!! Kami semua terkesima.
Ada seorang ibu yang duduk di belakang Saya, terdengar terus menerus bertasbih kepada Allah.
Subhanallah... Bbrp minggu kemudian, Pasangan Mahyeldi-Zamzami yg diusung PKS menang di pilwalkot Padang.
Dan malam ini, malam menjelang pemilihan 9 April 2014.
Saatnya kita belajar dari Kang AHER, kita mendekat dan menghiba kepada-Nya, kita buktikan totalitas perjuangan di detik2 terakhir yg penuh makna ini...
Semoga Allah mentaqdirkan yang terbaik untuk PKS dan bangsa Indonesia di momentum pemilu 9 April 2014 ini. Aamiin....
*sumber: fb
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2014
Twit Anis Matta
(Selasa, 8/4/2014)
posted by @Adimin
Anis Matta: Kita Tak Akan Takabur dg Kemenangan atau Menangisi Kekalahan
Twit Anis Matta
(Selasa, 8/4/2014)
1. Pemilu tinggal sehari lagi.. Bagaimana kawan2?? Mudah2an puasa sunnah kemarin dpt mendatangkan ketenangan hati & pikiran.. #tenang
2. Ba’da Ashar seperti ini adalah saat yg nyaman untuk rehat sejenak dr kesibukan hari ini.. #tenang
3. Wkt acara di GBK, sy smpt mnceritakan kisah Nabi Yusuf.. Jg wkt brkampanye di berbagai kota.. Itu hsl dr perenungan setahun ini.. #tenang
4. Sepanjang tahun badai ini saya banyak merefleksikan kisah nabi2 dan bagaimana mereka menghadapi krisis.. #tenang
5. Kemarin saya sudah cerita ttg Nabi Yunus dan Rasulullah.. Skrg ttg Nabi Yusuf.. #tenang
6. Sepanjang tahun badai ini saya jg menghayati alam batin Nabi Yusuf saat beliau ada di dalam sumur sampai akhir mauk ke istana.. #tenang
7. Saat di dlm sumur, Allah mewahyukan kepadanya bhw kelak Yusuf menceritakan kpd saudara2nya yg tlh menjerumuskannya ke dlm sumur.. #tenang
8. Wahyu itulah yg membuatnya tenang dan tegar di dalam sumur itu… Bahwa ini hanyalah permulaan dr cerita panjang.. #tenang
9. Yusuf tidak tahu detail cerita yg akan terjadi sesudahnya.. Tapi ini adalah cerita yg telah tertulis di dalam takdir Allah.. #tenang
10. Hanya saja, jarak antara saat Yusuf bermimpi smp beliau mmimpin Mesir adlh 40thn mnrt satu riwayat, & 80thn menrt riwayat lain.. #tenang
11. Dlm rangkaian cerita itu, sy mmahami & mrasakan hikmah ttg mngapa kesabaran mjd sifat yg plg bnyk diulang dlm Qur’an & sunnah.. #tenang
12. Kesabaran selalu dihubungkan dengan kata kepemimpinan.. krn kesabaran dibutuhkan utk memikul beban ketaatan.. #tenang
13. Kesabaran diperlukan utk menghadapi musibah.. Kesabaran juga diperlukan ketika kita menghadapi lawan.. #tenang
14. Dan di tahun badai ini ketiga dimensi kesabaran itu menyatu dalam satu momentum perjuangan berat.. #tenang
15. Kesabaran adalah tanda kekuatan karakter.. #tenang
16. Dari manakah kesabaran berasal?? #tenang
17. Ksabaran adlh buah keikhlasan & hny keikhlasan yg bisa mmbuat kita bkrja krs dlm kesunyian panjang.. Saat jln spt tak berujung.. #tenang
18. Hanya ketika seluruh niat, motif dan orientasi kita berpusat pd mencapai ridho Allah.. #tenang
19. .. kita bisa melewati gelap malam tanpa mempertanyakan kapan fajar akan datang.. #tenang
20. Tanpa keikhlasan, tak kan pernah ada kesabaran.. #tenang
21. Ba'da Isya' juga waktu yg tepat utk berefleksi.. Ketika hampir semua urusan selesai, paling tdk kewajiban sholat 5 wkt sdh kita penuhi..
22. Nyambung ke twit sebelumnya ttg keikhlasan dan kesabaran dr kisah Nabi Yusuf AS..
23. Dlm makna keikhlasan itu kita belajar ttg makna pertanggungjwban.. Bhw hidup kita akhirnya hrs kita pertanggungjwbkan..
24. Prtgjwban secr pribadi kpd Allah.. Dan bhw orgnisasi dmn kita bkerja adlh sarana melipatgandakan amal & pahala krn efeknya yg lbh luas..
25. Krn itu setiap amal yg kt lakukan hrs diniatkan utk 3 hal: 1) Menunaikan kewjiban, 2) Mengharapkan pahala di akhirat..
26. ..Dan yang ke 3) Mengharapkan manfaat di dunia...
27. Rasanya kita telah bekerja keras & maksimal.. Semoga apa yg menjadi kewajiban telah tertunaikan...
28. Sisany kt brharap semoga Allah mencatatny sbg pahala bagi kt di akhirat.. Dan smga Allah memberi kt manfaat di dunia berupa kemenangan..
29. Apa yg lbh menggembirakan hati stlh kita bekerja keras adlh fakta bhw kita telah menunaikan kewajiban... Pertgjwban telah dilaksanakan..
30. Itulah sumber kegembiraan bagi jiwa.. Bagi kita kemenangan di dunia adalah berita gembira yg dipercepat oleh Allah..
31. ..Sebelum kita mendapatkan kegembiraan lain yg disimpan Allah bagi kita di akhirat kelak..
32. Dlm makna itu dan dlm konteks kisah Rasulullah & Nabi Yusuf maka..
33. ..kekuasaan hanya akan punya makna baik ketika Allah memberinya kpd kita sbg pengangkatan derajat & pemuliaan dr Allah..
34. Dan kita menerima dgn amanah & tanggung jawab.. Tidak selalu kekuasaan itu bermakna pemuliaan & pengangkatan derajat..
35. Boleh jadi malah menjadi sumber kehinaan di mata manusia dan di mata Allah..
36. Sebab dgn memberi kekuasaan boleh jadi Allah sedang ingin menyingkap kekurangan & aib kita yg justru menghinakan kita..
37. Saya merasa perlu memberi pemaknaan spiritual ini bagi seluruh kerja politik kita.. Agar kita tidak mengalami disorientasi..
38. Agar kita punya pondasi spiritual yg kokoh dlm berpolitik.. Dan agar kita selalu menggabungkan rasionalitas politik & kerja keras..
39. ..dengan sisi spiritualitas politik yg berkaitan dengan niat, iman kepada takdir, dan orientasi hidup secara keseluruhan..
40. Dengan begitu kita selalu rileks.. Kita bekerja sekeras2nya tapi juga pasrah kpd takdir sehabis2nya..
41. Kita menyusun strategi serasional2nya, tp juga yakin seyakin2nya dgn kekuatan doa..
42. Di antara itu semua kita tersenyum dlm kelelahan.. Menangis dlm kegembiraan.. Optimis dlm keterbatasan.. Dan tegar di tengah badai..
43. Skrg sy tenang menjemput takdir kita besok.. Kita tdk akan menangisi kekalahan.. Juga tdk akan takabur dgn kemenangan..
44. Jika kita kalah, itu krn kita punya salah. Tapi kita tidak perlu meratap.. Kita akan perbaiki kesalahan..
45. Jk kita menang, itu krn Allah yg menakdirkan kita menang, bkn krn kehebatan leadership, atau militansi kader, atau keunggulan strategi..
46. Kemenangan kita hanya punya satu tafsir: TAKDIR ALLAH SWT!!
47. Mari kita menutup malam ini dengan doa dan menjemput esok dengan harapan...
48. Kobarkan semangat Indonesia!!
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2014
[pyg]
posted by @Adimin
"Para Ksatria Sunyi" by @salimafillah
1) Menjadi Ksatria Sunyi itu berat. Kala diragukan; kala dipertanyakan; kala ditinggalkan, bahkan juga dilawan; oleh saudara sendiri.
2) Mari membayangkan Sayyidina 'Ali; pada hari genting itu, kala beliau melihat Al Hasan & Al Husain pulang dari rumah Khalifah 'Utsman.
3) Ketika mendengar bahwa Dzun Nurain sendiri menyuruh para sahabat muda yang menjagainya pulang; beliau kian gelisah. Firasatnya benar.
4) Sayyidina 'Utsman yang berpuasa; hari itu telah memilih untuk membenarkan mimpinya; berbuka bersama Nabi & 2 pendahulunya di surga.
5) Kekacauan & pengepungan telah berjalan berpuluh hari; maka terbunuhnya Sang Khalifah Dermawan secara zhalim kian memuramkan suasana.
6) Dalam masa pelik itu, gelombang manusia mencari para sahabat utama untuk diba'iat. Runyamnya keadaan membuat mereka semua mengelak.
7) Dalam keadaan terdesak, akhirnya Sayyidina 'Ali menerima bai'at tuk menjadi Khalifah keempat. Beliau tahu, tugasnya akan amat berat.
8) Bayangkan beratnya menjadi 'Ali; kala para insan utama memilih menunda janji-setia padanya dengan alasan kaum muslimin belum sepakat.
9) Merekalah Sa'd, Ibn Umar, Muhammad ibn Maslamah, Hasan ibn Tsabit; padahal nama-nama agung ini amat diharap 'Ali berdiri menopangnya.
10) "Bagaimana kalian mensyaratkan mufakat, padahal muslimin berpencar & kacau?" Tapi mereka melihat fitnah; memilih menumpulkan pedang.
11) Bayangkan beratnya jadi 'Ali; saat cintanya pada 'Utsman diragukan; hanya karena keadaan belum memungkinkan mengqishash pembunuhnya.
12) Bayangkan beratnya jadi 'Ali; ketika Ibunda Kaum Mukminin bersama Thalhah & Az Zubair menanggalkan bai'atnya & berhimpun di Bashrah.
13) Mereka menyebut fakta; bahwa sebagian besar orang yang terlibat dalam pembunuhan 'Utsman, justru kini menjadi pendukung utama 'Ali.
14) Itu soalannya; jika para sahabat utama meninggalkan Sayyidina 'Ali, siapa yang kan menyokong beliau tuk bertindak atas para durjana?
15) Di sisi lain; betapa kian rumit bagi 'Ali karena para sahabat utama mensyaratkan baru kan bergabung jika para durjana telah diadili.
16) Betapa berat bagi Sayyidina 'Ali; dua pilihannya tak mungkin diambil. Dan Sayyidina Mu'awiyah telah pula menggerakkan penduduk Syam.
17) Inilah mereka yang Sayyidina 'Ali riwayatkan dari Sang Nabi keutamaannya; Ahlu Syam; kini ada di hadapan beliau tuk memeranginya.
18) Betapa berat jadi Sayyidina 'Ali; ketika disebut tak berhukum dengan hukum Allah karena menerima perdamaian yang getir pula baginya.
19) Betapa berat jadi Sayyidina 'Ali; ketika dari pengikutnya menyempal para qurra', kumpul di Harura', & mengafirkan pelaku dosa besar.
20) Kaum Khawarij ini; shalat & puasa mereka telah disifatkan Rasulullah akan membuat para sahabatpun merasa kecil atas 'amal sendiri.
21) Ketika mereka sampai tega membunuh beberapa sahabat & tabi'in utama hanya karena mereka mendukung Tahkim Perdamaian; 'Ali bertindak.
22) Ketika 'Ali terpaksa memerangi mereka di Nahrawan; dari lisan mereka terus terlantun ayat Quran & seruan "Inil hukmu illa liLlaah!"
23) Maka 'Ali dengan yakin atas petunjuk Rasul namun juga pilu melihat itu berkata, "Kalimatnya haq, tapi kebatilan yang jadi kehendak!"
24) Dan kita nanti tahu; bocah pertama yang masuk Islam ini kelak juga kan terbunuh dalam shalat Shubuh karena dendam hari Nahrawan ini.
25) Sayyidina 'Ali, RadhiyaLlahu 'Anhu adalah Ksatria Sunyi; memikul panji kebenaran di tengah bingungnya ummat & bimbang para sahabat.
26) Kelak Sa'd ibn Abi Waqqash bertutur; betapa musykil zaman; hatinya bersama 'Ali, tapi tak kuasa jika harus menghadapi sesama Muslim.
27) Kelak Ibn 'Umar bicara; betapa sesal sebab tak berada di sisi Sayyidina 'Ali kala Sang Khalifah sungguh amat memerlukan sokongannya.
28) Kelak Sayyidina Mu'awiyah kan menangis di depan Dhirar ibn Dhamrah; amat kagum akan keshalihan pribadi 'Ali & keteguhan memimpinnya.
29) Dan sejarah mengenang bagaimana beliau (Ali) menguburkan 2 tercinta yang sempat menentangnya; Thalhah & Az Zubair berdampingan di 1 lahat.
30) Sambil menimang putra Thalhah, 'Ali berbisik; "Nak, aku berharap aku & ayahmu termasuk yang difirmankan Allah dalam QS Al Hijr: 47!"
31) "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam dari dada mereka, sedang mereka bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan."
32) Semoga Allah susur & susulkan kita di jalan mereka yang diridhaiNya; terus berbekal tuk istiqamah jadi Ksatria, walau Sunyi meraja.
33) Jangan pula kita nanti sesali hati gamang, lisan diam, & tangan yang berpangku; jika ada saudara kita jadi Ksatria Sunyi berjibaku.
34) Pejuang syari'at adalah Ksatria Sunyi; ketika ramai manusia lebih percaya pada kemaslahatan yang datang dari akalnya. Dukung mereka.
35) Pengemban dakwah yang berpayah di gunung & lembah adalah Ksatria Sunyi; ketika ramai insan mengelukan penampil di TV. Dukung mereka.
36) Para Relawan yang menerjuni musibah di dalam & luar negeri adalah Ksatria Sunyi, ketika banyak kita suka tertawa sembari menyinyiri.
37) Para penegak hukum yang bertaruh nyawa di depan penjahat maupun atasan sendiri yang tak sevisi adalah Ksatria Sunyi. Dukung mereka.
38) Para pengusaha jujur, jauhi riba, tak sudi pada money game, & mendidik wirausaha ummat mandiri adalah Ksatria Sunyi. Dukung mereka.
39) Dan dengan mengucap basmalah; 9 April ini kita juga kan mendukung para Ksatria Sunyi di belantara politik negeri. Moga Allah ridhai.
40) Mereka ada di dunia yang riuh rendah & ramai gempita; tapi ruh yang suci, hati yang jujur, & cinta pada negeri kan kesepian di sana.
41) Mereka ada di gedung megah, ruang mewah, rapat gagah; tapi hati yang mendzikir Allah & akal yang memikirkan ummat kan galau di sana.
42) Mereka menerima gaji besar, menikmati kemudahan berbagai; tapi jiwa juang bersahaja takkan sempat menikmatinya; ada resah menyiksa.
43) Mereka ada di dunia penuh goda, berat cobanya, besar tanggungjawabnya. Membayangkan kelak Allah bertanya kan melenyapkan nyenyaknya.
44) Kita memang tak tahu isi hati. Tapi mari pilih mereka yang keshalihan zhahirnya dapat dikenali; setidaknya ada Rukun Islam dipatuhi.
45) Jika sukar mengenali satu persatu tiap diri; dapat pula memilih Partai yang mendidik & menyeleksi calon Ksatria Sunyi dengan teliti.
46) Pada ini Shalih(in+at) tentu berhak memilih sendiri. Mohon perkenan, Salim juga pernah tuturkan Kanda Sejati; http://www.pkspiyungan.org/2014/04/dari-salim-fillah-tentang-para-kanda.html
47) Sesudah itu; mari kita insyafi bahwa mereka yang kita pilih sama sekali bukan Sayyidina 'Ali. Masih tugas kita; menjaga & mengawasi.
48) Memilih orang-orang baik untuk mewakili kita baru 1 langkah membaikkan negeri; terus jaga para Ksatria Sunyi itu agar tegak berdiri.
49) Cermati, ingatkan, awasi, tegur, jewer, & laporkan jika mereka khianat atas amanah ini. Jangan pilih lagi sebelum nyata taubat diri.
50) Tamat bincang ini; dari hamba Allah yang tertawan dosanya, santri yang tertahan kejahilannya, pencita yang terbelengu kefakirannya.
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 08, 2014
Kultwit @anismatta
(Selasa, 8/4/2014)
1. Pemilu tinggal sehari lagi.. Bagaimana kawan2?? Mudah2an puasa sunnah kemarin dpt mendatangkan ketenangan hati & pikiran.. #tenang
2. Ba’da Ashar seperti ini adalah saat yg nyaman untuk rehat sejenak dr kesibukan hari ini.. #tenang
3. Wkt acara di GBK, sy smpt mnceritakan kisah Nabi Yusuf.. Jg wkt brkampanye di berbagai kota.. Itu hsl dr perenungan setahun ini.. #tenang
4. Sepanjang tahun badai ini saya banyak merefleksikan kisah nabi2 dan bagaimana mereka menghadapi krisis.. #tenang
5. Kemarin saya sudah cerita ttg Nabi Yunus dan Rasulullah.. Skrg ttg Nabi Yusuf.. #tenang
6. Sepanjang tahun badai ini saya jg menghayati alam batin Nabi Yusuf saat beliau ada di dalam sumur sampai akhir mauk ke istana.. #tenang
7. Saat di dlm sumur, Allah mewahyukan kepadanya bhw kelak Yusuf menceritakan kpd saudara2nya yg tlh menjerumuskannya ke dlm sumur.. #tenang
8. Wahyu itulah yg membuatnya tenang dan tegar di dalam sumur itu… Bahwa ini hanyalah permulaan dr cerita panjang.. #tenang
9. Yusuf tidak tahu detail cerita yg akan terjadi sesudahnya.. Tapi ini adalah cerita yg telah tertulis di dalam takdir Allah.. #tenang
10. Hanya saja, jarak antara saat Yusuf bermimpi smp beliau mmimpin Mesir adlh 40thn mnrt satu riwayat, & 80thn menrt riwayat lain.. #tenang
11. Dlm rangkaian cerita itu, sy mmahami & mrasakan hikmah ttg mngapa kesabaran mjd sifat yg plg bnyk diulang dlm Qur’an & sunnah.. #tenang
12. Kesabaran selalu dihubungkan dengan kata kepemimpinan.. krn kesabaran dibutuhkan utk memikul beban ketaatan.. #tenang
13. Kesabaran diperlukan utk menghadapi musibah.. Kesabaran juga diperlukan ketika kita menghadapi lawan.. #tenang
14. Dan di tahun badai ini ketiga dimensi kesabaran itu menyatu dalam satu momentum perjuangan berat.. #tenang
15. Kesabaran adalah tanda kekuatan karakter.. #tenang
16. Dari manakah kesabaran berasal?? #tenang
17. Ksabaran adlh buah keikhlasan & hny keikhlasan yg bisa mmbuat kita bkrja krs dlm kesunyian panjang.. Saat jln spt tak berujung.. #tenang
18. Hanya ketika seluruh niat, motif dan orientasi kita berpusat pd mencapai ridho Allah..
19. .. kita bisa melewati gelap malam tanpa mempertanyakan kapan fajar akan datang.. #tenang
20. Tanpa keikhlasan, tak kan pernah ada kesabaran..
[pyg]
posted by @Adimin
Anis Matta: Orientasi Kita Mencapai Ridho Allah
Written By Anonymous on 08 April, 2014 | April 08, 2014
Kultwit @anismatta
(Selasa, 8/4/2014)
1. Pemilu tinggal sehari lagi.. Bagaimana kawan2?? Mudah2an puasa sunnah kemarin dpt mendatangkan ketenangan hati & pikiran.. #tenang
2. Ba’da Ashar seperti ini adalah saat yg nyaman untuk rehat sejenak dr kesibukan hari ini.. #tenang
3. Wkt acara di GBK, sy smpt mnceritakan kisah Nabi Yusuf.. Jg wkt brkampanye di berbagai kota.. Itu hsl dr perenungan setahun ini.. #tenang
4. Sepanjang tahun badai ini saya banyak merefleksikan kisah nabi2 dan bagaimana mereka menghadapi krisis.. #tenang
5. Kemarin saya sudah cerita ttg Nabi Yunus dan Rasulullah.. Skrg ttg Nabi Yusuf.. #tenang
6. Sepanjang tahun badai ini saya jg menghayati alam batin Nabi Yusuf saat beliau ada di dalam sumur sampai akhir mauk ke istana.. #tenang
7. Saat di dlm sumur, Allah mewahyukan kepadanya bhw kelak Yusuf menceritakan kpd saudara2nya yg tlh menjerumuskannya ke dlm sumur.. #tenang
8. Wahyu itulah yg membuatnya tenang dan tegar di dalam sumur itu… Bahwa ini hanyalah permulaan dr cerita panjang.. #tenang
9. Yusuf tidak tahu detail cerita yg akan terjadi sesudahnya.. Tapi ini adalah cerita yg telah tertulis di dalam takdir Allah.. #tenang
10. Hanya saja, jarak antara saat Yusuf bermimpi smp beliau mmimpin Mesir adlh 40thn mnrt satu riwayat, & 80thn menrt riwayat lain.. #tenang
11. Dlm rangkaian cerita itu, sy mmahami & mrasakan hikmah ttg mngapa kesabaran mjd sifat yg plg bnyk diulang dlm Qur’an & sunnah.. #tenang
12. Kesabaran selalu dihubungkan dengan kata kepemimpinan.. krn kesabaran dibutuhkan utk memikul beban ketaatan.. #tenang
13. Kesabaran diperlukan utk menghadapi musibah.. Kesabaran juga diperlukan ketika kita menghadapi lawan.. #tenang
14. Dan di tahun badai ini ketiga dimensi kesabaran itu menyatu dalam satu momentum perjuangan berat.. #tenang
15. Kesabaran adalah tanda kekuatan karakter.. #tenang
16. Dari manakah kesabaran berasal?? #tenang
17. Ksabaran adlh buah keikhlasan & hny keikhlasan yg bisa mmbuat kita bkrja krs dlm kesunyian panjang.. Saat jln spt tak berujung.. #tenang
18. Hanya ketika seluruh niat, motif dan orientasi kita berpusat pd mencapai ridho Allah..
19. .. kita bisa melewati gelap malam tanpa mempertanyakan kapan fajar akan datang.. #tenang
20. Tanpa keikhlasan, tak kan pernah ada kesabaran..
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 08, 2014
Ust. Firanda Andirja
Dari diskusi dengan beberapa kawan mahasiswa pasca sarjana di Madinah, dan beristikhoroh kepada Allah, berikut ini saya sampaikan beberapa buah pemikiran seputar pemilu, yang saya harapkan bisa menjadi pertimbangan dalam menyikapi pileg yang sudah di depan mata :
PEMILU 2014 (Pilih Siapa?)
Berdasarkan fatwa para ulama besar yang memiliki pandangan yang tajam, fikih yang tinggi, serta ketakwaan kepada Allah (seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-'Utsaimin, dan Syaikh Al-Albani rahimahumullah) demikian juga fatwa Ulama Besar Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizohullah, dan juga beberapa ulama lainnya yang sempat kami minta nasehat dari mereka, maka kami mengikuti nasehat para ulama tersebut untuk menganjurkan kaum muslimin untuk ikut mencoblos dalam pemilu
-sebagai pengamalan dari kaidah fikih (ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ) "Menempuh mudhorot yang teringan",
terlebih lagi mengingat kondisi tanah air yang cukup mengkhawatirkan.
Setelah itu kami bermusyawarah dan mengambil keputusan untuk menganjurkan kaum muslimin melakukan hal berikut :
Pertama : Jika mengenal caleg yang terbaik dan cenderung kepada sunnah dan membela kepentingan islam maka pilihlah caleg tersebut.
Kedua: Berilah peringatan terhadap caleg nashrani, syiah maupun liberal walaupun dari partai islam.
Ketiga: Jika tidak kenal caleg, maka pilihlah Partai PKS,
Walaupun Kami tetap menyatakan haramnya demokrasi, karena bagaimanapun PKS –dengan segala kekurangannya- masih merupakan partai yang secara umum masih diharapkan bisa memberi kontribusi kepada Islam dan Kaum Muslimin. Namun tetaplah berhati-hati terhadap caleg syiah dan non muslim walaupun dari PKS.
SERUAN kami kepada PKS agar terus membenahi diri, dan mencari keridhoan Allah, dan tidak mencalonkan non muslim, syiah maupun liberal.
Sesungguh kemenangan bukanlah pada jumlah yang banyak akan tetapi pada meraih keridoan Allah dengan menjalankan syari'atNya dan menjauhi sebisa mungkin larangan-Nya.
Akhirnya kami mengharapkan kaum muslimin menyatukan suara mereka demi Islam, dan terus berdoa dengan tulus dan membenahi ibadah masing-masing, karena penolong hanyalah Allah semata.
Semoga menjadi kemaslahatan bagi kaum muslimin.
Allahul musta'an
Berikut ini kami sampaikan juga fatwa As-Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri yang merupakan jawaban atas pertanyaan salah seorang saudara kami kemarin sore (7 April 2014), semoga menjadi bahan renungan. Wallahul Musta'aan
PERTANYAAN:
Kepada Syaikh yang mulia semoga Allah menjaga Anda..
Apakah boleh berpartisipasi didalam pemilu di negeri kami Indonesia?
Perlu diketahui bahwasannya kancah politik terbagi kedalam banyak kelompok dan pemikiran..akan tetapi ditakutkan bahwasannya bahaya akan kemajuan (tersebarnya) syiah sangat besar..demikian juga dengan kaum sekuler.
Maka apakah boleh memberikan suara kepada kelompok Jama’ah atau orang yang paling dekat kepada sunah?
Akan tetapi yang perlu diketahui juga bahwasannya apabila Jama’ah tersebut menang (ataupun orang tersebut masuk kedalam parlemen) maka akan sulit bagi mereka menerapkan syari’ah kecuali hanya mengurangi sebagian dari keburukan-keburukan dan kerusakan-kerusakan dan bahkan kebanyakan dari mereka terfitnah atas agama mereka dan dunianya..
Maka bagaiman nasihat dari Anda?? Semoga Allah membalas segala kebaikan Anda..
JAWABAN:
Kegiatan politik tersebut dibagi menjadi dua jenis:
Jenis pertama, siapa yang masuk (dalam perpolitikan) dengan maksud untuk mencalonkan diri kedalam parlemen atau selainnya, semisal ini tidaklah dibenarkan bagi penuntut ilmu karena hal ini bukanlah bagian dari urusannya.
Hal itu dikarenakan pentingnya menunaikan pengajaran kepada manusia dan kembalinya mereka kepada Allah Jalla wa ála lebih agung daripada pentingnya menyibukkan diri terhadap perkara tersebut (politik).
Dan juga dikarenakan perkara (politik) tersebut menjerumuskan pelakunya kedalam perbuatan-perbuatan dan akhlak-akhlak yang tidak sesuai dengan jati diri penuntut ilmu yang mengacaukan ucapan-ucapannya.
Dan penuntut ilmu adalah sebagai pendidik dan pengayom dari semuanya.
Dan sesungguhnya sistem demokrasi ini didalamnya terdapat banyak hal-hal yang menyelisihi syariat baik pada pondasinya maupun bangunannya yang menyelisihi jalannya ulama sehingga terkadang tidak sesuai dengan maksud syariat.
Adapun (jenis kedua) memberikan suara, maka kita katakan bagian dari mengambil yang paling ringan mudhorotnya untuk menolak yang paling besar mudhorotnya. Maka janganlah kita masuk kedalam kerusakan-kerusakan bersama mereka yang berlomba-lomba kepada kursi (parlemen) tersebut, sebagaimana telah kita jelaskan sebelumnya.
Adapun berpartisiapsi didalam memberikan suara maka tidaklah mengapa dengan syarat kuatnya prasangka seseorang yang dipilihnya adalah paling memberikan maslahat yang dapat menolong manusia (untuk kembali) kepada Allah Jalla wa ála..
Wallahu a'lam..
*sumber: http://www.firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/668-memilih-siapa-di-pemilu-2014-lampiran-fatwa-terbaru-asy-syaikh-dr-sa-ad-asy-syitsri-tentang-bolehnya-mencoblos-di-pemilu-2014-indonesia
posted by @Adimin
FATWA Salafi: Pemilu 2014 Pilih PKS
MEMILIH SIAPA di PEMILU 2014?
(Lampiran Fatwa Terbaru Asy-Syaikh DR Sa'ad Asy-Syitsri tentang bolehnya mencoblos di Pemilu 2014 Indonesia)
Ust. Firanda Andirja
Dari diskusi dengan beberapa kawan mahasiswa pasca sarjana di Madinah, dan beristikhoroh kepada Allah, berikut ini saya sampaikan beberapa buah pemikiran seputar pemilu, yang saya harapkan bisa menjadi pertimbangan dalam menyikapi pileg yang sudah di depan mata :
PEMILU 2014 (Pilih Siapa?)
Berdasarkan fatwa para ulama besar yang memiliki pandangan yang tajam, fikih yang tinggi, serta ketakwaan kepada Allah (seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-'Utsaimin, dan Syaikh Al-Albani rahimahumullah) demikian juga fatwa Ulama Besar Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafizohullah, dan juga beberapa ulama lainnya yang sempat kami minta nasehat dari mereka, maka kami mengikuti nasehat para ulama tersebut untuk menganjurkan kaum muslimin untuk ikut mencoblos dalam pemilu
-sebagai pengamalan dari kaidah fikih (ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ) "Menempuh mudhorot yang teringan",
terlebih lagi mengingat kondisi tanah air yang cukup mengkhawatirkan.
Setelah itu kami bermusyawarah dan mengambil keputusan untuk menganjurkan kaum muslimin melakukan hal berikut :
Pertama : Jika mengenal caleg yang terbaik dan cenderung kepada sunnah dan membela kepentingan islam maka pilihlah caleg tersebut.
Kedua: Berilah peringatan terhadap caleg nashrani, syiah maupun liberal walaupun dari partai islam.
Ketiga: Jika tidak kenal caleg, maka pilihlah Partai PKS,
Walaupun Kami tetap menyatakan haramnya demokrasi, karena bagaimanapun PKS –dengan segala kekurangannya- masih merupakan partai yang secara umum masih diharapkan bisa memberi kontribusi kepada Islam dan Kaum Muslimin. Namun tetaplah berhati-hati terhadap caleg syiah dan non muslim walaupun dari PKS.
SERUAN kami kepada PKS agar terus membenahi diri, dan mencari keridhoan Allah, dan tidak mencalonkan non muslim, syiah maupun liberal.
Sesungguh kemenangan bukanlah pada jumlah yang banyak akan tetapi pada meraih keridoan Allah dengan menjalankan syari'atNya dan menjauhi sebisa mungkin larangan-Nya.
Akhirnya kami mengharapkan kaum muslimin menyatukan suara mereka demi Islam, dan terus berdoa dengan tulus dan membenahi ibadah masing-masing, karena penolong hanyalah Allah semata.
Semoga menjadi kemaslahatan bagi kaum muslimin.
Allahul musta'an
Berikut ini kami sampaikan juga fatwa As-Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri yang merupakan jawaban atas pertanyaan salah seorang saudara kami kemarin sore (7 April 2014), semoga menjadi bahan renungan. Wallahul Musta'aan
PERTANYAAN:
هل يجوز المشاركة في الانتخابات في بلادنا أندونيسيا؟
علما أن الساحة السياسية تحتوي على فرق وأفكار كثيرة..ولكن يخشى أن خطر تقدم الشيعة كبير جدا. وكذلك العلمانيون.
فهل يجوز التصويت للجماعة/للشخص الأقرب للسنة؟
ولكن يجب التنبيه
أنه حتى إذا فازت هذه الجماعة (أو إذا أدخل هذا الشخص البرلمان) فسيكون من
الصعب عليهم تطبيق الشريعة إلا أن ينقص بعض المضرات أو المفاسد و بل يفتن
الكثير في دينهم و دنياهم...فماهي نصيحتكم؟؟ وجزاكم الله خيرا
Kepada Syaikh yang mulia semoga Allah menjaga Anda..
Apakah boleh berpartisipasi didalam pemilu di negeri kami Indonesia?
Perlu diketahui bahwasannya kancah politik terbagi kedalam banyak kelompok dan pemikiran..akan tetapi ditakutkan bahwasannya bahaya akan kemajuan (tersebarnya) syiah sangat besar..demikian juga dengan kaum sekuler.
Maka apakah boleh memberikan suara kepada kelompok Jama’ah atau orang yang paling dekat kepada sunah?
Akan tetapi yang perlu diketahui juga bahwasannya apabila Jama’ah tersebut menang (ataupun orang tersebut masuk kedalam parlemen) maka akan sulit bagi mereka menerapkan syari’ah kecuali hanya mengurangi sebagian dari keburukan-keburukan dan kerusakan-kerusakan dan bahkan kebanyakan dari mereka terfitnah atas agama mereka dan dunianya..
Maka bagaiman nasihat dari Anda?? Semoga Allah membalas segala kebaikan Anda..
JAWABAN:
العمل السياسي على نوعين
النوع الأول من
يدخل من أجل أن يرشح للبرلمان أو لغيره, مثل هذا لا يصح لطلبة العلم, ليس
من شأنهم مثل هذا و ذلك لأن المهمة التي يؤدونها لتعليم الخلقة وإعادتهم
إلى الله جل وعلى أعظم من مهمة الإنشغال بمثل هذه الأمور. و لأن هذه الأمور
تجلب أصحابها إلى أفعال و أخلاق لا تتناسب مع شأن طالب العلم, المهاترات
الكلامية.
وطالب العلم
بمثابة المربي و الأب للجميع و لأن هذا النظام الديمقراطي فيه مخالفات
شرعية كثيرة في أساسه و بنيته تجلب خطى أهل العلم بهذا قد يتنافى مع
المقصود الشرعي.
أما بالنسبة
للتصويت, فنقول هذا من ارتكاب أهون الضررين لدفع أعلاهما, فلا ندخل في
المهاترات مع هؤلاء المتسابقين إلى هذه المقاعد نضيع المهمة التي قدمنا من
أجلها, حينئذ لابأس من المشاركة في التصويت بشرط أن يغلب على ظن الإنسان أن
من اختاره الأصلح الذي يعين الخلق إلى الله جل و علا
هذا و الله أعلم
Kegiatan politik tersebut dibagi menjadi dua jenis:
Jenis pertama, siapa yang masuk (dalam perpolitikan) dengan maksud untuk mencalonkan diri kedalam parlemen atau selainnya, semisal ini tidaklah dibenarkan bagi penuntut ilmu karena hal ini bukanlah bagian dari urusannya.
Hal itu dikarenakan pentingnya menunaikan pengajaran kepada manusia dan kembalinya mereka kepada Allah Jalla wa ála lebih agung daripada pentingnya menyibukkan diri terhadap perkara tersebut (politik).
Dan juga dikarenakan perkara (politik) tersebut menjerumuskan pelakunya kedalam perbuatan-perbuatan dan akhlak-akhlak yang tidak sesuai dengan jati diri penuntut ilmu yang mengacaukan ucapan-ucapannya.
Dan penuntut ilmu adalah sebagai pendidik dan pengayom dari semuanya.
Dan sesungguhnya sistem demokrasi ini didalamnya terdapat banyak hal-hal yang menyelisihi syariat baik pada pondasinya maupun bangunannya yang menyelisihi jalannya ulama sehingga terkadang tidak sesuai dengan maksud syariat.
Adapun (jenis kedua) memberikan suara, maka kita katakan bagian dari mengambil yang paling ringan mudhorotnya untuk menolak yang paling besar mudhorotnya. Maka janganlah kita masuk kedalam kerusakan-kerusakan bersama mereka yang berlomba-lomba kepada kursi (parlemen) tersebut, sebagaimana telah kita jelaskan sebelumnya.
Adapun berpartisiapsi didalam memberikan suara maka tidaklah mengapa dengan syarat kuatnya prasangka seseorang yang dipilihnya adalah paling memberikan maslahat yang dapat menolong manusia (untuk kembali) kepada Allah Jalla wa ála..
Wallahu a'lam..
*sumber: http://www.firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/668-memilih-siapa-di-pemilu-2014-lampiran-fatwa-terbaru-asy-syaikh-dr-sa-ad-asy-syitsri-tentang-bolehnya-mencoblos-di-pemilu-2014-indonesia
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 08, 2014
Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengimbau kader dan simpatisannya untuk berpuasa pada Senin hari ini, menjelang pencobolosan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang akan dilaksanakan pada Rabu 9 Maret 2014 lusa. Ia juga mengajak umat Islam saum untuk menenangkan hati sebelum memilih.
"Saya sudah mengirim SMS dan BBM juga Twitter, mengimbau agar seluruh kader dan simpatisan PKS, serta seluruh umat Islam Indonesia untuk berpuasa sunnah pada hari Senin untuk menghadirkan ketenangan di hati dan pikiran," ujar Anis dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Senin (7/4/2014).
Dia mengatakan, pemilu merupakan hajat besar bangsa sehingga wajar jika seluruh elemen bangsa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. "Kebetulan di Islam ada ajaran berpuasa sunah, maka saya mengimbau supaya kita bisa merasakan dan menghadirkan ketenangan," kata Anis.
Selain itu, Anis menambahkan masa kampanye yang telah berlangsung dengan relatif aman merupakan salah satu pencapaian penting dalam proses demokrasi di Indonesia.
"Ini kemajuan penting dalam pembelajaran demokrasi. Perbedaan partai dan gagasan tidak perlu menyulut kekerasan fisik. Ini patut diapreasiasi," ujar Anis.
Dia pun menyampaikan apresiasi khusus kepada pihak Kepolisian RI (Polri) yang telah bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif. Memang ada insiden, seperti di Aceh dan Jogja, tapi Anis berharap Polri dapat segera menangani keadaan.
"Saya berharap insiden tersebut hanya letupan lokal dan situasi dapat segera pulih. Saya berharap kita bisa memasuki hari tenang dengan hati dan pikiran yang betul-betul tenang," imbuh Anis. Terakhir, Anis menyatakan dirinya optimis bahwa PKS bisa mencapai posisi tiga besar pada pemilu 2014 ini.
Sumber: Liputan6.com
posted by @Adimin
Anis Matta Imbau Kadernya Puasa Jelang Pencoblosan
"Saya sudah mengirim SMS dan BBM juga Twitter, mengimbau agar seluruh kader dan simpatisan PKS, serta seluruh umat Islam Indonesia untuk berpuasa sunnah pada hari Senin untuk menghadirkan ketenangan di hati dan pikiran," ujar Anis dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Senin (7/4/2014).
Dia mengatakan, pemilu merupakan hajat besar bangsa sehingga wajar jika seluruh elemen bangsa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. "Kebetulan di Islam ada ajaran berpuasa sunah, maka saya mengimbau supaya kita bisa merasakan dan menghadirkan ketenangan," kata Anis.
Selain itu, Anis menambahkan masa kampanye yang telah berlangsung dengan relatif aman merupakan salah satu pencapaian penting dalam proses demokrasi di Indonesia.
"Ini kemajuan penting dalam pembelajaran demokrasi. Perbedaan partai dan gagasan tidak perlu menyulut kekerasan fisik. Ini patut diapreasiasi," ujar Anis.
Dia pun menyampaikan apresiasi khusus kepada pihak Kepolisian RI (Polri) yang telah bekerja keras menjaga situasi tetap kondusif. Memang ada insiden, seperti di Aceh dan Jogja, tapi Anis berharap Polri dapat segera menangani keadaan.
"Saya berharap insiden tersebut hanya letupan lokal dan situasi dapat segera pulih. Saya berharap kita bisa memasuki hari tenang dengan hati dan pikiran yang betul-betul tenang," imbuh Anis. Terakhir, Anis menyatakan dirinya optimis bahwa PKS bisa mencapai posisi tiga besar pada pemilu 2014 ini.
Sumber: Liputan6.com
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 08, 2014
Oleh M. Herawati
(Dosen jurnalistik di Bandung, sedang mengikuti program doktoral di Inggris)
Melihat berbagai foto dan iklan PKS di Perancis, Jerman, Turki, Inggris, Australia dan lain-lain, bagi yang sudah lama kenal PKS sebenarnya tidak ada yang aneh.
Pergilah ke berbagai negara, hadir dalam berbagai pengajian lokal, maka akan bertemu dengan para kader PKS. Mereka calon master, calon doktor dari berbagai bidang keilmuan. Sebagian lagi doktor-doktor lulusan luar negeri yang sedang kontrak kerja dengan perusahaan asing dan menetap di negara tersebut. Mereka hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Doktor, tapi guru iqra. Doktor tapi pengasuh grup anak-anak dalam kegiatan bersama.
Wajar jika ada data yang menyebutkan, jumlah doktor di dalam barisan kader PKS paling banyak dibandingkan partai lainnya. Data ini tentu agak berseberangan dengan kalimat, ‘PKS mencuci otak kadernya, PKS mencocok hidung kadernya, hingga logika tidak digunakan, otak tak lagi berfungsi, bisa didustai pemimpinnya.’
I laugh. Saya hanya tertawa mendengar klaim-klaim semacam ini. Klaim yang terus berulang.
Mengapa saya hanya tertawa? Bagaimana mungkin para doktor sebanyak itu bisa dibodohi qiyadah atau pemimpin mereka? Sedang dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan logika sainstifika?
Ada satu yang sulit diterima orang luar PKS, bahwa para calon doktor dan doktor itu bergerak karena satu hal, ‘Lillah, lillah, dan lillah.’ Bukan lil partai.’ Karena Allah, bukan karena partai.
Ingin menjelaskan pada semua pembaca di sini, dalam ruang kecil diskusi para doktor ini (saya saksinya), analisa kritis tentang kebijakan partai adalah hal biasa. Menyampaikan masukan pada pimpinan pusat tak pernah jengah. Komunikasi dua arah, atas-bawah, dan sebaliknya jauh lebih sehat dan hidup dibandingkan partai lainnya.
Partai mana yang menterinya bisa langsung ditelepon tanpa melewati asisten pribadi? Tidak ada sekat antara yang sedang memimpin dan dipimpin, karena di dalam tubuh PKS dihidupkan semangat menerima amanah, menjauh dari nafsu mengejar kekuasaan. Saat ini memimpin, esok menjadi yang dipimpin. Siap menjadi prajurit ataupun komandan jika diminta. Any time. Kapan saja. No problem. Tak masalah.
Di PKS, pemilihan calon anggota legislatif (caleg) itu dasarnya penunjukan melalui mekanisme musyawarah. Saya kenal banyak dari mereka yang awalnya keberatan dan menolak. Coba, partai mana yang calegnya menolak dicalonkan? Yang ada malah caleg membayar untuk dapat nomor di surat suara.
Berbagai dusta dan berita miring tentang PKS sedang banyak beredar. Jawabku, Allah Maha Tahu. Wa makaru wa makarallahu, wallahu khairul makirin. Allah tahu apa yang terjadi sesungguhnya.
Saya wartawan yang juga dosen jurnalistik. Dari sejak menjadi mahasiswa, saya dididik untuk berdiri hanya di atas kebenaran, di atas semua golongan. Bukan berdiri di atas kepentingan satu kelompok, misalnya PKS.
Dengan demikian, saya bersaksi, ada begitu banyak kebaikan di dalam PKS. Semoga Allah berkahi, Allah lindungi, Allah terima amal kebaikan mereka, orang-orang yang bekerja dalam diam, jauh dari sorotan media.
Saya saksikan pengorbanan harta yang tak masuk di akal dari mereka yang di sana, untuk meninggikan agama-NYA. Saya saksikan, malam-malam bertanggang, malam yang tidak dihiasi dengan tidur, yang mereka jalani untuk mencari solusi persoalan terdekat yang menjadi bebannya.
Saya saksi ketika mereka mendahulukan beberapa kerja dakwah, dan luar biasa, nilai A+ lah yang jadi hasil tugas belajar di kampusnya. Saya saksikan, mereka yang untuk bulanan saja sulit, namun tetap bersemangat memberikan kontribusi. Saya melihat perjuangan mereka datang dari kota-kota sebelah, berjam-jam dalam perjalanan, demi membuhul cinta, bekerja untuk-NYA.
Apakah kursi parlemenkah yang menjadi ambisi mereka?
Tidak. Andai ada satu dua yang menjadi lebih dekat dengan Rabbnya, cukup. Andai satu dua ada yang menemukan cinta-NYA, alhamdulillah.
Tetap bekerja, ada atau tidak ada dalam parlemen. Dekat atau jauh dari pemilu, bakti itu terus diberikan. Selalu melatih diri menjadi yang pertama menegakkan hukum-NYA.
Bukan hasil di dunia, tapi catatan di sisi-NYA hingga semoga terbawa nanti sampai di akhirat.
Hingga, apapun yang terjadi, tetap menang.
Menjadi wartawan yang berdiri di atas kebenaran, sungguh sejalan dengan semangat gerakan ini. Karena gerakan dakwah ini pun tidak bekerja demi kelompoknya. Cita-citanya adalah kebaikan bagi dunia.
Lihatlah di berbagai belahan dunia. Tak berada di Indonesia pun, semangat memberi itu tetap kobar.
Saya akan akhiri dengan: Kelemahan pun banyak. Namanya manusia. Tapi, semangat perbaikan itu kental dan merata di segala lapisan. Semangat ini kemudian melandasi kajian-kajian kritis, adu argumentasi.
Saya berdoa, semoga sambil terus bekerja, satu-satu PR atau pekerjaan rumah itu nampak solusinya. Ini juga ujian dalam perjuangan. Andai mulus-mulus saja, tentu bukan itu tabiat dakwah.
Adapun dakwah, milik Allah. Manusia di dalamnya sebagian bisa tertinggal, terlepas dari dakwah. Namun dakwah terus berjalan, ada atau tidak ada kami atau mereka di sana.
Yang mengikat adalah nilai laa ilaha illallah. Nilai tak berubah dari dahulu sampai sekarang. Di manapun berada. Palestina, Afghanistan, Suriah, Mesir, Inggris. Membawa kepada Allah.
Dan terakhir, lihatlah sosok kader PKS di sekitarmu, bandingkan dengan berita-berita di media. Percayalah, sebagian besar media sudah ditunggangi kepentingan. Baik kepentingan pemilik, maupun kepentingan ideologi. Sudah sekian banyak penelitian membuktikan.
Percayailah nuranimu.
[pyg]
posted by @Adimin
"Mengapa PKS Mendunia? Dan Mengapa Kadernya Sangat Tahan Banting?"
Oleh M. Herawati
(Dosen jurnalistik di Bandung, sedang mengikuti program doktoral di Inggris)
Melihat berbagai foto dan iklan PKS di Perancis, Jerman, Turki, Inggris, Australia dan lain-lain, bagi yang sudah lama kenal PKS sebenarnya tidak ada yang aneh.
Pergilah ke berbagai negara, hadir dalam berbagai pengajian lokal, maka akan bertemu dengan para kader PKS. Mereka calon master, calon doktor dari berbagai bidang keilmuan. Sebagian lagi doktor-doktor lulusan luar negeri yang sedang kontrak kerja dengan perusahaan asing dan menetap di negara tersebut. Mereka hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Doktor, tapi guru iqra. Doktor tapi pengasuh grup anak-anak dalam kegiatan bersama.
Wajar jika ada data yang menyebutkan, jumlah doktor di dalam barisan kader PKS paling banyak dibandingkan partai lainnya. Data ini tentu agak berseberangan dengan kalimat, ‘PKS mencuci otak kadernya, PKS mencocok hidung kadernya, hingga logika tidak digunakan, otak tak lagi berfungsi, bisa didustai pemimpinnya.’
I laugh. Saya hanya tertawa mendengar klaim-klaim semacam ini. Klaim yang terus berulang.
Mengapa saya hanya tertawa? Bagaimana mungkin para doktor sebanyak itu bisa dibodohi qiyadah atau pemimpin mereka? Sedang dalam kehidupan sehari-hari, mereka menggunakan logika sainstifika?
Ada satu yang sulit diterima orang luar PKS, bahwa para calon doktor dan doktor itu bergerak karena satu hal, ‘Lillah, lillah, dan lillah.’ Bukan lil partai.’ Karena Allah, bukan karena partai.
Ingin menjelaskan pada semua pembaca di sini, dalam ruang kecil diskusi para doktor ini (saya saksinya), analisa kritis tentang kebijakan partai adalah hal biasa. Menyampaikan masukan pada pimpinan pusat tak pernah jengah. Komunikasi dua arah, atas-bawah, dan sebaliknya jauh lebih sehat dan hidup dibandingkan partai lainnya.
Partai mana yang menterinya bisa langsung ditelepon tanpa melewati asisten pribadi? Tidak ada sekat antara yang sedang memimpin dan dipimpin, karena di dalam tubuh PKS dihidupkan semangat menerima amanah, menjauh dari nafsu mengejar kekuasaan. Saat ini memimpin, esok menjadi yang dipimpin. Siap menjadi prajurit ataupun komandan jika diminta. Any time. Kapan saja. No problem. Tak masalah.
Di PKS, pemilihan calon anggota legislatif (caleg) itu dasarnya penunjukan melalui mekanisme musyawarah. Saya kenal banyak dari mereka yang awalnya keberatan dan menolak. Coba, partai mana yang calegnya menolak dicalonkan? Yang ada malah caleg membayar untuk dapat nomor di surat suara.
Berbagai dusta dan berita miring tentang PKS sedang banyak beredar. Jawabku, Allah Maha Tahu. Wa makaru wa makarallahu, wallahu khairul makirin. Allah tahu apa yang terjadi sesungguhnya.
Saya wartawan yang juga dosen jurnalistik. Dari sejak menjadi mahasiswa, saya dididik untuk berdiri hanya di atas kebenaran, di atas semua golongan. Bukan berdiri di atas kepentingan satu kelompok, misalnya PKS.
Dengan demikian, saya bersaksi, ada begitu banyak kebaikan di dalam PKS. Semoga Allah berkahi, Allah lindungi, Allah terima amal kebaikan mereka, orang-orang yang bekerja dalam diam, jauh dari sorotan media.
Saya saksikan pengorbanan harta yang tak masuk di akal dari mereka yang di sana, untuk meninggikan agama-NYA. Saya saksikan, malam-malam bertanggang, malam yang tidak dihiasi dengan tidur, yang mereka jalani untuk mencari solusi persoalan terdekat yang menjadi bebannya.
Saya saksi ketika mereka mendahulukan beberapa kerja dakwah, dan luar biasa, nilai A+ lah yang jadi hasil tugas belajar di kampusnya. Saya saksikan, mereka yang untuk bulanan saja sulit, namun tetap bersemangat memberikan kontribusi. Saya melihat perjuangan mereka datang dari kota-kota sebelah, berjam-jam dalam perjalanan, demi membuhul cinta, bekerja untuk-NYA.
Apakah kursi parlemenkah yang menjadi ambisi mereka?
Tidak. Andai ada satu dua yang menjadi lebih dekat dengan Rabbnya, cukup. Andai satu dua ada yang menemukan cinta-NYA, alhamdulillah.
Tetap bekerja, ada atau tidak ada dalam parlemen. Dekat atau jauh dari pemilu, bakti itu terus diberikan. Selalu melatih diri menjadi yang pertama menegakkan hukum-NYA.
Bukan hasil di dunia, tapi catatan di sisi-NYA hingga semoga terbawa nanti sampai di akhirat.
Hingga, apapun yang terjadi, tetap menang.
Menjadi wartawan yang berdiri di atas kebenaran, sungguh sejalan dengan semangat gerakan ini. Karena gerakan dakwah ini pun tidak bekerja demi kelompoknya. Cita-citanya adalah kebaikan bagi dunia.
Lihatlah di berbagai belahan dunia. Tak berada di Indonesia pun, semangat memberi itu tetap kobar.
Saya akan akhiri dengan: Kelemahan pun banyak. Namanya manusia. Tapi, semangat perbaikan itu kental dan merata di segala lapisan. Semangat ini kemudian melandasi kajian-kajian kritis, adu argumentasi.
Saya berdoa, semoga sambil terus bekerja, satu-satu PR atau pekerjaan rumah itu nampak solusinya. Ini juga ujian dalam perjuangan. Andai mulus-mulus saja, tentu bukan itu tabiat dakwah.
Adapun dakwah, milik Allah. Manusia di dalamnya sebagian bisa tertinggal, terlepas dari dakwah. Namun dakwah terus berjalan, ada atau tidak ada kami atau mereka di sana.
Yang mengikat adalah nilai laa ilaha illallah. Nilai tak berubah dari dahulu sampai sekarang. Di manapun berada. Palestina, Afghanistan, Suriah, Mesir, Inggris. Membawa kepada Allah.
Dan terakhir, lihatlah sosok kader PKS di sekitarmu, bandingkan dengan berita-berita di media. Percayalah, sebagian besar media sudah ditunggangi kepentingan. Baik kepentingan pemilik, maupun kepentingan ideologi. Sudah sekian banyak penelitian membuktikan.
Percayailah nuranimu.
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 08, 2014
posted by @Adimin
Makna Kemenangan Mahyeldi bagi PKS
Oleh: MARFENDI DT. BASA BALIMO
Tulisan ini memuat rasa yang bergejolak dalam diri penulis, saat mendengar berita, seluruh gugatan tim DeJe ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Gejolak perasaan itu beberapa kali mencapai titik klimaksnya sepanjang proses pilkada Padang yang benar-benar panjang ini.
Pertama ketika kemenangan Mahem pada putaran pertama yang kurang sasaik sabalango, sehingga harus dua putaran.
Kedua ketika penentuan di MK, akankah yang akan menjadi saingan Mahem di putaran kedua DeJe atau Michel-Januardi. Ketiga ketika pada putaran kedua yang dimenangkan Mahem di bawah satu persen, dan puncaknya rasa ini bergemuruh ketika MK mengumumkan, seluruh gugatan DeJe ditolak.
Membangkitkan semangat kader di awal pilkada Padang adalah suatu kerja berat, ketika belum habis dampak prahara yang menimpa PKS dari awal 2013, prahara yang hampir-hampir membuat para kader kehilangan kepercayaan diri, serasa semua wajah menatap para kader dengan pandangan miring. Apalagi setiap bertemu dengan masyarakat, selalu pertanyaan mereka tidak terlepas dari prahara tersebut, di manapun pertemuan-pertemuan ada-ada saja yang “dipertanyakan” oleh masyarakat, tentang sapi lah, tentang dana safari dakwahlah, tentang Siloam-lah. Semua seakan memojokkan PKS dan kader-kadernya.
Kondisi inipun diperparah dengan diundurnya pelaksanaan pilkada sampai beberapa kali, sehingga sangat dekat pelaksanaannya dengan Pemilihan Legislatif. Bagi calon walikota independen kondisi ini tidak akan banyak berpengaruh, karena calon independen tidak akan memikirkan Pemilihan Legislatif, sementara bagi PKS dan para kader tentu ini suatu permasalahan yang cukup pelik, beban menjadi berlipat dua antara Pilkada dan Pileg. Beban berat dengan tubuh lemah, itulah yang Penulis rasakan.
Tidak sampai di situ, pada putaran kedua ini terbersit kegamangan penulis saat DeJe, didukung oleh tidak sembarang orang di Sumatera Barat, seperti orang tua kita Azwar Anas, Syahrul Ujud, dan beberapa tokoh senior lain yang pengaruh mereka sangat luar biasa, bahkan wakil gubernur yang jelas-jelas dari awal didukung oleh PKS sekarang “siang bak ari, tarang bak bulan” mendukung orang yang menjadi “lawan” PKS. Juga beberapa orang bupati dan walikota di Sumatera Barat yang juga turun mengkondisikan masyarakat Padang untuk mengalahkan Mahyeldi.
Entah kemampuan kita di PKS yang kurang atau kekhawatiran orang kalau PKS yang memimpin, ternyata semua partai yang ada pun mendukung tim DeJe, hanya PPP yang tetap setia mendukung Mahem semenjak dari awal sampai akhir. Begitu juga calon-calon yang kalah pada putaran pertama hampir semuanya mendukung DeJe.
Bahkan yang dilirik PKS, dikarenakan sangat dekat selama ini dengan program-program PKS, ketika berkomunikasi dengan pengurusnya serasa akan mendukung Mahem, tiba-tiba malah memberikan perlawanan yang sangat sengit terhadap Mahem dan PKS.
Sebagai kader PKS, Penulis merasa sangat gelisah dan resah dengan kondisi di atas, masih bisakah Mahem menang? Itulah pertanyaan yang bergelayut di kepala. Kalau bisa menang, bagaimana cara memenangkan pertandingan yang tidak imbang ini? Apalagi kalau ditinjau dari sisi keuangan tentu sangat jauh berbeda sekali antara Mahem dan DeJe yang pengusaha. Hal itu sudah dirilis di media tentang calon walikota termiskin, itu adalah pasangan Mahem. Jikalau Mendagri Gamawan Fauzi ingin mengembalikan Pilkada ini ke DPRD dengan alasan Pilkada langsung ini menghabiskan banyak dana, maka periksalah keuangan tim pemenangan Mahem, Penulis sangat yakin ini adalah Pilkada sangat minim dana dan bisa menang. Rasanya tidak perlu ide Mendagri Gamawan Fauzi itu diteruskan, asalkan kita mampu memberi pendidikan demokrasi yang benar kepada masyarakat.
Makanya ketika hari kemarin siang Penulis dapat berita gugatan DeJe ditolak keseluruhan, membuat air mata penulis berlinang, ternyata kader PKS masih dipercaya untuk memimpin ummat ini. Prahara yang menyesakkan ini berlalu dengan kemenangan Mahem yang didukung PKS dan PPP. Rasa ini sebenarnya telah ada semenjak KPUD Padang mengumumkan kemenangan Mahem beberapa waktu lalu, tapi tetap saja rasa was-was mucul ketika DeJe menggugat ke MK. Apakah beban ini akan masih bertambah lagi setelah dari MK?
Kemenangan ini memberikan makna dan pelajaran yang sangat luar biasa bagi PKS. Semenjak KPUD mengumumkan kemenangan gairah kader sangat terrasa, bukan hanya di Padang tapi juga di pelosok-pelosok Sumatera Barat. Bahkan Anis Matta secara khusus mengatakan kemenangan Pilkada Padang di pilkada terakhir Indonesia adalah oase di tengah kegersangan padang pasir bagi PKS di seantero Indonesia. Hal itu dirasakan ketika di sela-sela kampanye perdana PKS di Gelora Bung Karno, protokol mengucapkan “selamat datang walikota Padang terpilih saudara kami Mahyeldi,” gemuruh sambutan dari peserta kampanye benar-benar menggetarkan Gelora Bung Karno.
Semangat dan rasa percaya diri kader PKS seakan membahana gegap gempita, hal itu sangat dirasakan sekali setiap kali acara-acara PKS selalu diikuti antusias oleh masyarakat dan kader, semua berlomba memberikan apresiasi yang sangat luar biasa, kampanye PKS selalu dihadiri puluhan ribu massa, meski mereka tidak pernah dibayar dan tidak ada artis yang diundang sama sekali. Bahkan penutup kampanye di lapangan Atas Ngarai, Bukittinggi, dihadiri puluhan ribu massa dan tidak bergeming meski diguyur hujan yang sangat deras. Penulis merasakan aura kemenangan Mahem sangat luar biasa.
Ketika selesai kampanye di Bukittinggi tersebut Mahyeldi terpaksa bertahan lebih satu jam, karena banyak yang ingin bertemu beliau walau hanya sekadar untuk foto bersama, sementara hujan masih mengguyur mereka.
Semangat dan percaya diri ini tentu tidak bisa hanya berhenti di situ, Penulis sangat mengerti Padang tidak akan bisa dibangun oleh hanya seorang Mahyeldi. Jangankan seorang Mahyeldi, Padang ini tidak akan bisa dibangun oleh sekelompok orang, maka Penulis sangat berharap tentunya semua kita masyarakat Padang dan para tokoh-tokoh masyarakat.
Mari bersama bahu membahu membangun Padang kota tercinta ini, semoga ke depan adalah Padang yang diidam-idamkan, selamat bekerja Mahyeldi -Emzalmi.
[harian singgalang, 8 april 2014]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN









