pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

PKS Putuskan berkoalisi

Written By Sjam Deddy on 27 April, 2014 | April 27, 2014


Hasil rapat Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera yang digelar sejak pagi tadi, Minggu 27 April 2014, memutuskan PKS akan tetap berada di jalur koalisi, bukan oposisi. Namun, PKS belum memutuskan dengan partai mana bakal berkoalisi.

“Kami masih terus membahas dengan siapa PKS akan berkoalisi. Diharapkan hasilnya sudah bisa diketahui malam ini,” kata anggota Majelis Syuro PKS, Ahmad Heryawan, dalam konferensi pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jakarta.

Menurut Aher sapaan Ahmad Heryawan, PKS tak tergesa-gesa menentukan koalisi, namun telah memastikan akan berkoalisi. Sikap ini bisa memudahkan partai lain yang ingin mengajak PKS untuk menjadi mitra koalisi.

Alasan PKS tak memilih menjadi oposisi adalah agar bisa bersama-sama berjuang dalam Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. “Keuntungannya apabila memenangkan pilpres, kami dapat mengelola Indonesia menjadi lebih maju secara bersama-sama,” ujar Aher.

Selain itu, kata Gubernur Jawa Barat itu, gagasan-gagasan PKS untuk memajukan bangsa dan negara lebih bisa diakomodasi lewat koalisi ketimbang oposisi.

Maka untuk menjajaki komunikasi politik dengan berbagai partai, Majelis Syuro PKS sepakat membentuk sebuah tim guna melakukan penjajakan lebih lanjut dengan calon-calon mitra yang ada dalam daftar PKS.

Sejauh ini, partai yang sudah secara resmi mengajak PKS berkoalisi adalah Gerindra. Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, mengirimkan sebuah surat yang dia tulis sendiri, berisi lamaran untuk berkoalisi.

Surat Prabowo itu pun telah dibahas dalam rapat Majelis Syuro. Kendati begitu, PKS tak ingin gegabah dan masih menimbang partai mana yang dipandang bisa menjadi kandidat kuat mitra koalisi mereka.

“Tapi, tentu yang namanya berkomunikasi ada tahapan-tahapannya. Dengan Prabowo, komunikasi yang dijalin sudah lebih di atas itu,” kata Aher


posted by @Adimin

PKS Bahas Format Koalisi Ideal

Suasana Musyawarah XII Majlis Syuro PKS (27/4/2014)

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini belum menentukan siapa rekan koalisinya pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang. Musyawarah Majelis Syuro PKS, di Kantor DPP PKS Jakarta, Minggu (27/4), membahas format koalisi yang ideal.

"Kami tidak menginginkan kegagalan dalam berkoalisi seperti pada koalisi dua periode pemerintahan sebelumnya," kata Sekjen DPP PKS Taufik Ridho, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jaringnews, Minggu (27/4).

Menurut Taufik, belajar dari pengalaman koalisi sebelumnya, PKS mementingkan kebersamaan.

“Misalnya kebijakan energi, jangan diputuskan sendiri, tetapi diputuskan bersama. Kalau kemarinkan, semua kebijakan diputuskan sendiri oleh pemimpin koalisi, dan PKS diminta dukung. Kita tidak mau (hal tersebut terulang),” imbuh Ketua Bidang Humas PKS Mardani Ali Sera.

“Intinya PKS tidak mementingkan kursi, tapi kita ingin menegaskan koalisi yang akan datang ini yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara, serta ummat juga,” ungkap Mardani.

Taufik menegaskan bahwa PKS tidak akan terburu-buru memutuskan soal akan berkoalisi dengan partai atau calon presiden tertentu. Komunikasi, menurutnya, telah dan terus dibangun dengan berbagai pihak untuk menyamakan platform pemerintahan ke depan.

"Pimpinan PKS telah bertemu dengan Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie dan Wiranto, serta beberapa pimpinan partai lainnya," pungkasnya. [Hdy/jaringnews]


posted by @Adimin

Hari Ini PKS Gelar Musyawarah Majlis Syuro Tentukan Koalisi


JAKARTA (27/4) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini akan menggelar Musyawarah Majlis Syuro (MMS) di Jakarta. Musyawarah ke-12 ini (MMS XII) akan diikuti 99 Anggota Majlis Syuro memiliki arti penting menentukan arah koalisi PKS dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

Menurut anggota Majelis Syuro PKS Almuzzammil Yusuf, kandidat capres dan cawapres yang diputuskan dalam pertemuan hari ini akan ditawarkan ke partai lain. Nama hasil keputusan majelis syuro itu akan menjadi pegangan juru runding PKS saat menjajaki koalisi dengan partai lain.

PKS selama ini sudah menjalin komunikasi dengan berbagai parpol, termasuk dengan kandidat presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Gerindra ini telah melakukan pembicaraan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Keduanya melakukan pertemuan di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (23/4/2014) lalu.

Namun untuk menentukan arah koalisi dan siapa capres-cawapres yang akan diusung PKS sepenuhnya menjadi wewenang Majlis Syuro PKS sebagai lembaga tertinggi partai.

"Kita sedang buat laporan untuk Majelis Syuro 27, besok, sehingga akan diputuskan panduan bagi koalisi (PKS) itu akan bagaimana," kata Wasekjen PKS, Fahri Hamzah, di Jakarta kemarin, seperti dilansir media. 

"Mohon doa karena hari ini PKS menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syuro untuk menentukan arah ke depan. #KoalisiPKS" tulis Fahri Hamzah di laman twitternya hari ini (27/4/2014).

Kita iringi dengan doa untuk para qiyadah yang akan bermusyawarah menentukan arah dan kebijakan dakwah untuk maslahat bangsa. Apapun keputusan Majlis Syuro itu adalah yang terbaik, dan kewajiban semua kader hanyalah taat.


*Foto: MMS PKS XI sebelum Pileg yang digelar 31 Januari-1 Februari 2014. Foto diambil dari tayangan Metro TV (23/4/2014) tentang arah koalisi PKS.


[pkspiyungan]


posted by @Adimin

Terkait Koalisi, Tifatul Sembiring Berkomentar Melalui Pantun


Selepas pemilu legislatif yang diadakan pada 9 April 2014 lalu, saat ini semua parpol heboh membahas soal koalisi yang bakal menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2014 yang akan diadakan pada bulan Juli 2014 ini. Terkait hal tersebut, Majelis Syuro PKS akan membahasnya hari ini, Ahad (27/4).

Tifatul Sembiring, anggota Majelis Syuro PKS yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia saat ini berkomentar mengenai kehebohan koalisi itu melalui akun Twitternya @tifsembiring.

Sebagaimana kegemarannya berpantun, komentar tersebut juga disampaikannya dengan cara berpantun. Berikut kutipan pantunnya:
"Kalau lemang masih dilemari/Kirimlah famili di ujung sana/Kalau memang mau berkoalisi/Kirimlah puisi bernada mesra," tulis Tifatul, Ahad (27/4).

Berikutnya...
"Maknan bisa lezat pakai terasi/Gak perlu pakai penyedap rasa/ Jangan bmesra hanya dengan yang berkoalisi/ Bermesralah dengan senusa dan sebangsa," lanjut Tifatul menjawab pantun dari sebuah akun Twitter @EllocoFani.

Sebelumnya terkait koalisi ini, wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah mengatakan bahwa dalam hal koalisi PKS tidak mau mengadakan pertemuan yang sifatnya hanya basa-basi karena menurut Fahri koalisi akan kabur jika hanya membahas terkait siapa dapat apa dan berapa.

"PKS tidak mau sekedar basa basi pertemuan. Koalisi kabur jika hanya terkait siapa dapat apa dan berapa dan koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca," tulis Fahri juga pada akun Twitternya @Fahrihamzah, Sabtu (26/4) malam.

Menurut pria yang juga Sejen PKS ini koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling bertanggung Jawab atas sukses gagalnya negara. [dm/pksnongsa.org]


posted by @Adimin

"Makna Koalisi Menurut PKS" | By @Fahrihamzah


Malam ini saya twit soal #KoalisiPKS....dan kenapa PKS tidak mau sekedar basa basi pertemuan...

Koalisi kabur jika hanya terkait siapa dapat apa dan berapa.

Koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca.

Koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling berTanggung Jawab atas sukses gagal negara.

Koalisi adalah lima tahun Dan menentukan nasib bangsa 5 tahun.

Karena dia sangat penting maka kita jangan sederhanakan.

Koalisi tidak hanya soal kawin dua orang atau partai-partai.

Koalisi bukan soal Jawa-luar Jawanya pasangan. Koalisi bukan soal cocok tidaknya sepasang calon.

Koalisi bukan soal serasi atau tidaknya pasangan. Koalisi adalah pemerintahan dan segala kompleksitasnya.

Koalisi adalah rencana lima tahun rakyat mau diberi apa. Koalisi adalah sebuah wajah Pemerintah yang solid.

Koalisi adalah pertanggungjawaban politik. Koalisi adalah amanah yang berat. Menang atau kalah.

Inilah yang PKS selalu ingatkan. Tolong jagan disederhanakan.

PKS ingin ingatkan sejarah gagal dalam pemerintahan yang lalu.

PKS ingin sampaikan dilema sistem multipartai dalam presidensialisme.

PKS ingin ingatkan kompleksitas pemerintahan yang akan datang.

PKS ingatkan kemungkinan gagalnya koalisi menang atau kalah. PKS tidak mau terjebak euphoria.

Seolah pertemuan kiri kanan menjawab inti masalah.

Dalam setiap kesempatan jumpa tokoh partai. Kami ingatkan ini. Lebih baik kita jumpa diam-diam tapi mendalam.

Ini bukan soal amanat ketua umum atau kongres. Ini soal negara mau di bawa kemana.

Ayo mulai bicara. Tentang membuat sejarah.

Ayo mulai diskusi. Tentang transisi yang akan kita akhiri. Jadi demokrasi yg matang.

Kalau itu PKS siap terlibat. Demi maslahat rakyat.


_____
https://twitter.com/Fahrihamzah
[pksnongsa.org]



posted by @Adimin

Prabowo Ajukan Surat Resmi Ajakan Berkoalisi ke PKS


Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus capres Partai Gerindra Prabowo Subianto telah secara resmi mengajukan surat permohonan koalisi kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Demikian diumumkan Sekjen PKS, Taufik Ridho kepada wartawan di sela-sela Rapat Majelis Syuro, di kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (27/4).

"Prabowo sudah resmi kirim surat untuk ajak PKS berkoalisi. Masuk suratnya per tanggal 25 April," kata Taufik.

Menurut Taufik, PKS terus menjajaki koalisi terhadap semua parpol termasuk dengan Gerindra. PKS dan Gerindra, kata Taufik, mempunyai visi misi yang sama.

Meski demikian, PKS tak mau buru-buru mengumumkan secara resmi untuk berkoalisi. Taufik beralasan, pihaknya masih menunggu perhitungan tetap jumlah kursi parlemen untuk PKS.

"Tunggu keputusan KPU. Nanti sebelum 18 Mei baru kita umumkan," demikian Taufik.[wid/rmol]



posted by @Adimin

"Kemenangan Kita Bersama" | Oleh: Cahyadi Takariawan


Oleh : Cahyadi Takariawan

Proses Pemilu 2014 belum selesai. Masih ada beberapa daerah yang melakukan penghitungan ulang, dan belum selesai melaksanakan pleno penetapan kursi. Namun hasil sudah mulai bisa dibaca, walaupun masih bersifat sementara. Alhamdulillah, Allah memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada PKS, sehingga hasilnya tidak seperti yang diprediksi oleh banyak survai selama ini, dan banyak kalangan pengamat.

Banyak survai dan pengamat yang menyatakan PKS tidak akan mampu melewati parlementary treshold (PT), sehingga hilang dari Senayan. Alhamdulillah, PKS masih bertahan. Bahkan di berbagai daerah, kursi kabupaten dan kota justru meningkat cukup signifikan.

Oleh karena itulah sudah mulai beredar ucapan tahniah dari para kader atas hasil sementara yang sudah mulai terlihat. Sesiapa yang menjadi anggota dewan, dan sesiapa yang tidak menjadi dewan, sudah mulai tampak hasilnya. Di berbagai media sosial mulai marah ucapan-ucapan selamat, dan menyebut nama-nama kader yang berhasil menjadi anggota dewan.

Tahniah dan Doa untuk Siapa?

Saya terkejut membaca postingan di media sosial, tentang keberhasilan kader-kader dakwah meraih sejumlah kursi di sebuah daerah, pada Pemilu 2014 ini.  Satu sisi saya bersyukur, bahwa kader dakwah di daerah itu mengalami peningkatan perolehan kursi yang  signifikan. Namun yang membuat saya tercenung adalah, cara pemberitaan di media sosial tersebut.

Diberitakan, bahwa di dapil satu seorang kader dakwah bernama Fulan berhasil mendapatkan kursi. Di dapil dua, kursi berhasil didapatkan oleh si Falun. Dapil tiga, kursi berhasil didapatkan oleh sang penakluk bernama Falin. Dapil empat, sang penantang berhasil meraih kursi. Dan seterusnya. Seakan-akan kursi itu didapatkan oleh seseorang, sehingga kader tersebut menjadi sangat hebat dan sangat istimewa secara sendirian.

Saya juga membaca di jejaring sosial, beredarnya ucapan-ucapan selamat kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislatif. Ucapan selamat disertai doa semoga mereka mampu mengemban amanah dengan istiqamah, demi kebaikan bangsa dan negara. Alhamdulillah, saya pun ikut memberikan ucapan tahniah tersebut. Sayapun mendoakan para kader yang mendapatkan kepercayaan masyarakat tersebut agar mereka selalu bekerja dengan lurus.

Bukan Kerja Individual

Ucapan selamat dan kisah-kisah heroik atas tercapainya kursi kita di berbagai daerah, tentu sangat wajar dan sudah semestinya kita semua bersyukur. Namun yang perlu kita ingatkan adalah, kerja yang kita lakukan untuk pemenangan Pemilu bukanlah kerja individual. Senyatanya kita melakukan kerja sebagai tim, sehingga hasil apapun yang kita dapatkan, adalah akumulasi dari kerja tim tersebut.

Oleh karena itu, kendatipun kita sangat pantas menyampaikan ucapan tahniah kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi, jangan sampai melupakan peran semua pihak dalam perjuangan hingga tercapainya kursi tersebut. Saya memberikan komentar di beberapa grup WhatsApp, grup BBM, maupun di milis grup, ketika bertebaran ucapan selamat kepada nama-nama tertentu yang berhasil terpilih sebagai anggota legislatif di seluruh levelnya, dengan komentar yang mengingatkan peran pihak-pihak lain yang sangat bayak.

“Sebut juga nama-nama caleg yag tidak berhasil mendapatkan kursi, dan ucapkan selamat kepada mereka atas kerja keras yang sudah mereka lakukan hingga berhasil mendapatkan kursi di dapilnya. Doakan juga mereka agar tetap istiqamah dan semangat melaksanakan amanah dakwah”.

“Doakan juga para kader yang bukan caleg. Mereka sudah bekerja keras dan ikhlas, siang malam mereka terus beraktivitas. Dengan kerja mereka itulah kursi bisa kita dapatkan. Doakan agar mereka selalu istiqamah dan tegar menunaikan amanah dakwah”.

“Doakan juga para pengurus partai di semua levelnya. Mereka sudah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sejak penyiapan Pemilu, pelaksanaan dan penjagaan suara serta kursi. Doakan agar mereka selalu istiqamah menunaikan amanah dakwah”.

Demikian beberapa komentar saya di berbagai grup jejaring sosial. Saya hanya ingin supaya kita tidak melihat capaian kursi ini bukan sebagai kerja individu, namun sebagai kerja kolektif. Kita bekerja sebagai tim, dimana semua pihak ikut berkontribusi atas hasil apapun yang kita dapatkan. Berhasil mendapat kursi atau tidak berhasil, adalah akumulasi dari kerja kolektif yang kita lakukan.

Apabila berhasil mendapatkan kursi, itu bukanlah kinerja seseorang. Lihat saja selisih perolehan suara antara seorang caleg yang berhasil jadi anggota legislatif, dengan caleg lainnya yang tidak menjadi anggota legislatif. Di beberapa dapil, selisih itu sangat sedikit. Saya mendapatkan cerita bahwa ada dapil yang selisihnya hanya 7 suara saja, ada yang selisih belasan suara, ada yang selisih duapuluhan suara, dan seterusnya. Ini menunjukkan, kursi didapatkan dari kerja kolektif di satu dapil. Bukan hasil pekerjaan seseorang.

Berikan Tahniah dan Doa

Maka berikan ucapan tahniah dan doa untuk kerja kita semua. Selamat untuk para qiyadah, para kader, para pengurus, para caleg, bahkan para simpatisan dan tim-tim yang dibuat untuk membantu pemenangan Pemilu dari pihak eksternal. Semua telah bekerja dengan segenap daya dan upaya untuk memenangkan Pemilu, dan kita hanya berharap balasa kebaikan dari Allah Ta’ala. Hasil akhir, berapapun jumlah suara dan kursi kita dapatkan, kita bertawakal kepada Allah.

Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua, semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua, atas kerja-kerja yang sudah kita lakukan selama ini. Semoga yang mendapatkan amanah kursi dewan, bisa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, bekerja dengan serius dan lurus, memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga kebaikan bangsa dan negara.

Para caleg yang belum berhasil mendapatkan kursi, kita doakan bersama agar tetap istiqamah, selalu tegar dan sabar, dan tetap aktif melaksanakan amanah dakwah yang masih sagat panjang membentang. Para kader yang bukan caleg semoga tetap berada dalam barisan dakwah, konsisten memperjuangkan tercapainya misi dakwah. Para simpatisan dan relawan semoga tetap istiqamah berada di barisan dakwah.

Semoga Allah berikan kekuatan, kebaikan, keberkahan kepada kita semua. Aamiin.


Jakarta, 27 April 2014 
(Di sela acara Musyawarah Majlis Syuro PKS)



posted by @Adimin

PKS Raih 9 Kursi DPRD Sumut dan 3 untuk DPR RI

Written By Anonymous on 26 April, 2014 | April 26, 2014


Berdasarkan data sementara dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Tingkat Provinsi yang diselenggarakan KPU Sumut di Grand Angkasa hotel Medan, sampai dengan Jumat (25/04) kemarin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) berhasil memperoleh 9 kursi untuk DPRD Provinsi Sumut dari 12 Daerah Pemilihan (Dapil). Akan tetapi belum semua data masuk ke KPU, seperti Nias Selatan, mereka masih melakukan pemungutan suara ulang.

Dari 9 kursi yang berhasil diperoleh PKS itu berasal dari dapil yang berbeda. Ada hal yang menarik, tiga orang yang maju sebagai wakil PKS di DPRD Sumut adalah Badan Pengurus Harian (BPH) DPW PKS Sumut. Mereka yang terpilih diantaranya; Muhammad Hafez (Ketua Umum), Satrya Yudha Wibowo, ST (Sekretaris Umum) dan Basyir (Bendahara Umum).

Berikut ini hasil perolehan suara caleg PKS yang lolos maju menjadi wakil di DPRD Provinsi Sumut:

1. H. Muhammad Hafez (14.674 suara) Sumut 1 Medan A (Medan Kota, Medan Denai, Medan Deli, Medan Belawan, Medan Area, Medan Marelan, Medan, Labuhan, Medan Tembung, Medan Perjuangan, dan Medan Timur)

2. Ikrimah Hamidy (17.295 suara) Sumut 2 Medan B (Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Selayang)

3. Satrya Yudha Wibowo ST (11.022 suara)  Sumut 3 (Deli Serdang)

4. Zulfikar (15.958 suara) Sumut 4 (Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi)

5. Syamsul Qodri Marpaung (12.817 suara)  Sumut 5 (Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjung Balai)

6. Basyir (17.136 suara) Sumut 6 (Kabupaten Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan)

7. Hidayah Herlina Gusti (13,268 suara) Sumut 10 (Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar)

8. Khairul Anuwar (6.476 suara) Sumut 12 (Kota Binjai dan Kabupaten Langkat)

9. Burhanuddin (...) Sumut 7 (Madina, Tapsel, Palas dan Paluta)

Sementara itu, PKS Sumut juga memastikan 3 orang caleg-nya lolos ke Senayan (DPR-RI). Ketiga caleg PKS Sumut yang berhasil melenggang ke Senayan itu yakni Tifatul Sembiring, Iskan Qalba Lubis dan Anshory Siregar.

Tifatul Sembiring yang juga anggota Dewan Syuro’ DPP PKS sekaligus Menkominfo berhasil lolos dari dapil Sumut 1, Iskan Qalba Lubis dari Dapil Sumut 2, dan Anshory Siregar dari dapil Sumut 3.

Berdasarkan peringkat caleg atas perolehan suara pada masing-masing partai politik, inilah 10 nama caleg yang diprediksi menduduki kursi tersebut.

Sumut 1 (Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi)

1. Prananda Surya Paloh (Nasdem)    : 46.233 suara
2. Tifatul Sembiring (PKS)        : 74.510 suara
3. Sofyan Tan (PDIP)            : 113.716 suara
4. Irmadi Lubis (PDIP)        : 46.039 suara
5. Meutya Hafid (Golkar)        : 45.232 suara
6. Muhammad Syafii (Gerindra)        : 46.436 suara
7. Ruhut Sitompul (Demokrat)        : 34.685 suara
8. Mulfachri Harahap (PAN)        : 47.280 suara
9. Hasrul Azwar (PPP)        : 43.908 suara
10. Nurdin Tampubolon (Hanura)        : 49.859 suara

Dapil Sumut 2 (Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Nias, Labuhanbatu, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Sibolga)

1. Sahat Silaban (Nasdem)        : 64.654 suara
2. Marwan Dasopang (PKB)        : 22.451 suara
3. Iskan Qalba Lubis (PKS)        : 32.089 suara
4. Trimedya Panjaitan (PDI P)        : 90.967 suara
5. Rambe Kamarul Zaman (Golkar)    : 56.163 suara
6. Gus Irawan Pasaribu (Gerindra)    : 175.686 suara
7. Salomo P Hutabarat (Gerindra)    : 26.735 suara
8. Jhonny Allen Marbun (Demokrat)    : 47.115 suara
9. Saleh Partaonan Daulay (PAN)    : 46.992 suara
10. Rufinus H Hutauruk (Hanura)        : 52.323 suara.

Dapil Sumut 3 (Asahan, Tanjung Balai, Pematang siantar, Simalungun, Pakpak Barat, Dairi, Karo, Binjai, Langkat, dan Batubara)

1. Ali Umri (Nasdem) : 39.948 suara
2. Ansory Siregar (PKS) : 33.291 suara
3. Junimart Girsang (PDIP) : 76.819 suara
4. Delia Pratiwi Sitepu (Golkar) : 127.845 suara
5. Capt. Anton Sihombing (Golkar)  : 66.601 suara
6. Sortaman Saragih (Gerindra)        : 29.945 suara
7. RudiHartono Bangun (Demokrat)    : 49.023 suara
8. Nasril Bahar (PAN)            : 86.885 suara
9. Fadly Nurzal (PPP)        : 59.584 suara
10. Samsudin Siregar (Hanura)        : 42.850 suara

Namun, perolehan suara tersebut masih prediksi sementara, masih ada kemungkinan berubah tergantung hasil perolehan pemungutan suara ulang Nias Selatan yang baru digelar besok, Sabtu (26/4). [dm/pksnongsa/sak/pkssumut.or.id]



posted by @Adimin

Di Jawa Barat PKS Berhasil Raih 11 Kursi Untuk DPR RI


BANDUNG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menempati urutan terbesar kelima dalam perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Jawa Barat untuk DPR RI. PKS meraih PKS 1.903.561 suara atau 8,98 persen.

Kalkulasi wartawan berdasarkan formulir DB1 yang dikonversikan dengan bilangan pembagi pemilih (BPP), PKS diprediksi menempatkan 11 kadernya di DPR RI.

Jika dibandingkan dengan suara Partai Demokrat di peringkat keempat yang mencapai 1.931.014 suara atau 9,11 persen, total suara PKS memang lebih kecil. Tapi jika dikalkulasikan dengan BPP, raihan kursi PKS jauh lebih banyak dari Demokrat (ini karena perolehan suara PKS merata di semua Dapil. PKS berhasil meraih kursi di tiap dapil yang ada di Jabar. Dari 11 Dapil se-Jabar, PKS berhasil meraih 11 kursi alias 1 kursi tiap Dapil -red).

Dari sederet nama yang ada, terdapat sejumlah incumbent di DPR RI di antaranya Ledia Hanifa, Mahfudz Siddik, Muhamad Sohibul Iman, dan Yudi Widiana.

Tapi untuk data pasti siapa yang lolos dari PKS baru akan ditentukan pada 13 Mei nanti berdasarkan penghitungan yang dilakukan KPU Jawa Barat.

Berikut ini daftar caleg PKS dari dapil Jawa Barat yang diprediksi lolos ke DPR RI:
(Propinsi Jawa Barat dibagi 11 Dapil untuk DPR RI) 

1. Ledia Hanifa - Jawa Barat I
2. Ma'mur Hasanudin - Jawa Barat II
3. Ecky Awal Mucharam - Jawa Barat III
4. Yudi Widiana Adia - Jawa Barat IV
5. TB Soenmandjaja - Jawa Barat V
6. Mahfudz Abdurrahman - Jawa Barat VI
7. Sa'duddin - Jawa Barat VII
8. Mahfudz Siddiq - Jawa Barat VIII
9. Nur Hasan Zadi - Jawa Barat IX
10. Surahman Hidayat - Jawa Barat X
11. Mohamad Sohibul Iman - Jawa Barat XI (ris)




posted by @Adimin

Berkat Pinjaman Data C1 PKS Wanda Hamidah Lolos ke DPRD Jakarta


Politisi perempuan dari Partai Amanat Nasional (PAN) Wanda Hamidah mengakui pernah meminjam data form C1 dari PKS saat ia terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014. Hal ini diungkapkan Wanda pada akun Twitternya @wanda_hamidah, Kamis (24/4) lalu.

Wanda menceritakan hal itu bermula ketika dirinya sempat 'bersitegang' dengan caleg incumbent dari partainya sendiri.

"5 tahun lalu hampir 'dilibas' oleh incumbent dari partai sendiri, diminta KPUD membuktikan dengan C1.. caleg mana yang punya C1 lengkap? Konyol. Alhamdulillah 5 tahun lalu dipinjamkan DPD PKS Jaksel C1 mereka. Terima kasih karena saksi partai saya bekerja untuk incumbent, bukan partai," katanya.

Menurut anggota dewan yang juga selebriti ini sangat sulit untuk mengawal suara rakyat dengan jujur.

"Sulit sekali memang mengawal suara rakyat dengan jujur. Tidak ada perbaikan penyelenggaran pemilu jurdil," lanjutnya.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya kepada para caleg yang bersih dan kredibel, yang tidak mau bermain curang, walau akhirnya mereka tersingkir.

"Prihatin kepada caleg bersih dan kredibel yang tak mau bermain curang dan akhirnya tersingkir," ujar Wanda.

Menurut Wanda, sesungguhnya politik uang bisa tak marak, jika kinerja wakil rakyat bisa terukur.

Seperti perdebatan ayam atau telur dulu. Rakyat dan (calon) wakilnya saling menyalahkan. Kata rakyat "loe sih kerja engga beneeer. korup mulu!" Kata caleg "loe sih milih yang ngasih duit!," urai Wanda.

Akankah kita yang katanya kaum "terdidik dan menengah" bisa memberikan pencerahan dan mengalahkan suara mereka yang termakan politik uang," demikian Wanda.[dm/pksnongsa.org]

_____
https://twitter.com/wanda_hamidah

posted by @Adimin

Saya Lebih Suka Dikritik... | by @Fahrihamzah







Fahri Hamzah
@Fahrihamzah





Tweet Jum'at, (25/04/14)

Saya mau refresh pemahaman Anda...saya tidak suka dipuji...

Saya lebih suka dikritik daripada dipuji...

Pujian membuatku beku dan kritik membuatku meleleh...

Aku senang menjadi cair atau menjadi angin...

Aku ini Ang the airbender.....

Pengen sih...meski gak bisa dipaksakan...

Intinya aku teman bagi yang mengucap salam...

Aku tidak punya musuh...aku anggap demikian...

Dalam hidup aku mencari sahabat. Aku merasa aku tak punya alasan mencari lawan...

Jika aku memiliki lawan..pasti bukan aku yang mau.

Jika aku memiliki lawan..Aku tak akan takut...

Aku menyayangi lawanku..

  [pkssumut]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger