Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
July 19, 2014
posted by @Adimin
Kalah atau Menang, Prabowo Tetap Jaga Kedamaian
Written By Anonymous on 19 July, 2014 | July 19, 2014
Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana), yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra, konsisten menggelar kegiatan bakti sosial meski gelaran Pemilihan Presiden 2014 telah usai.
Kegiatan bakti sosial kali ini diselenggarakan di Kuil Siwa Mandhir, Jalan Pluit Barat, Jakarta Utara, karena kegiatan ini sebagai bentuk doa bersama karena telah selesainya pilpres pada 9 Juli 2014.
"Kita melakukan doa perdamaian khususnya pemilu presiden berjalan dengan baik kemarin," kata Ketua Umum Gema Sadhana AS. Kobalen, Kamis (17/7/2014).
Kobalen berharap, seluruh rakyat Indonesia mendengar dan menaati nasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) supaya tidak melakukan tindakan apapun yang sifatnya negatif atau mengganggu keamanan dan ketertiban bangsa. Ini yang menjadi topik utama.
"Kami juga menghargai pesan Pak Prabowo-Hatta yang berulang kali mengatakan siap menerima kalah atau menang. Ke depan, Pak Prabowo tetap menjaga kedamaian dan tetap kondusif," terangnya.
Selain itu, dalam kegiatan yang digelar bebarengan dengan buka puasa bersama itu, juga memanjatkan doa bagi saudara kaum Muslim yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan di Palestina.
"Doa ini juga mengharapkan supaya masyarakat tenang menghargai lembaga resmi secara sah, yakni KPU dalam menjalankan proses penghitungan sampai tanggal 22 Juli 2014 nanti," imbuhnya.
Dalam acara tersebut, juga dihadiri, ratusan warga yang menikmati santap buka puasa bersama. Warga juga diberikan sembako yang ditukar dengan kupon, sekira 600 bungkus beras yang dibagikan dalam kegiatan bakti sosial itu.[dm/okezone]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 19, 2014
Jakarta (19/7) - Menang telak di Madura, Pertanda Baik Bagi Prabowo-Hatta di Jawa Timur (Jatim) bagi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang diusung Koalisi Merah Putih
posted by @Adimin
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Sapu Bersih di Madura
Jakarta (19/7) - Menang telak di Madura, Pertanda Baik Bagi Prabowo-Hatta di Jawa Timur (Jatim) bagi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang diusung Koalisi Merah Putih
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang mutlak di Madura, Jatim. Pasangan nomor urut satu ini menguasai perolehan suara di empat Kabupaten yang ada di Pulau Madura. Hal tersebut berdasarkan atas hasil rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten yang digelar masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Keunggulan perolehan suara Prabowo-Hatta sangat signifikan dibandingkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Seperti di Kabupaten Bangkalan, Prabowo-Hatta meraup 644.608 suara dan Jokowi-JK dapat 149.258 suara. Untuk Kabupaten Sampang Prabowo-Hatta raih 474.752 suara, sementara Jokowi-JK dapat 162.785 suara. Di Kabupaten Pamekasan, Prabowo-Hatta dapat 378.652 suara dan Jokowi-JK meraih 135.178 suara. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sumenep, Prabowo-Hatta dapat 332.956 suara dan Jokowi-JK raih 245.410 suara.
Bila ditotal perolehan suara Prabowo-Hatta seluruh Madura sebanyak 830.968, sementara Jokowi-JK berjumlah 692.631 suara. Berarti Prabowo-Hatta unggul 138.337 suara dari Jokowi-JK.
Menanggapi hal tersebut, Tim Pembela Merah Putih Didi Supriyanto merasa yakin kalau Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun akan berjaya di Jatim dan sebagai pertanda yang baik. Namun menurutnya yang terpenting saat ini dilakukan adalah mengawal suara agar tidak hilang atau dicuri, dan meyakinkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kepercayaan rakyat pada Prabowo-Hatta, telah ditunaikan melalui pencoblosan 9 Juli lalu.
"Karena itu, semua elemen masyarakat harus menjaga amanah tersebut hingga pengumuman KPU 22 Juli nanti,” kata Didi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/7).
Ketua Hukum dan Advokasi DPP PAN ini menegaskan, semua pihak harus menerima kenyataan dan legowo jika dikalahkan Prabowo-Hatta. “Jadi opini yang sudah telanjur menggiring bahwa pemenang pemilihan presiden adalah pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, harus menerima kenyataan bahwa itu hanyalah prediksi berdasarkan sampling," paparnya.
Seperti diketahui proses rekapitulasi untuk KPU Bangkalan, Sampang dan Sumenep sudah digelar pada Rabu 16 Juli 2014. Sedangkan untuk KPU Pamekasan baru menggelar rekapitulasi hari ini. Ketua KPU Kabupaten Bangkalan, Fauzan Jakfar mengatakan secara umum pelaksanaan pilpres di Kabupaten Bangkalan berjalan lancar dan kondusif. KPU melaksanakan tahapan pilpres sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. [portalpolitik.com]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 19, 2014
posted by @Adimin
Prabowo Memimpin Sementara dengan Unggul 5 Juta Suara
Beberapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi telah mengumumkan penetapan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2014. Dari 34 provinsi, sebanyak 12 provinsi telah mengumumkan penetapan hasil rapat pleno tersebut pada Jumat (18/7) pukul 24.00 WIB.
Berdasarkan hitungan tersebut, pasangan capres/cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 25.030.821 suara. Sementara pasangan nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapatkan 19.859.805 suara.
Prabowo-Hatta sementara memimpin dengan keunggulan 5.171.016 suara. Perhitungan masih bisa berubah karena 22 provinsi --termasuk Jawa Tengah dan Papua yang menjadi lumbung suara Jokowi-JK-- dan pemilih luar negeri belum terhitung hingga Sabtu (19/7) dinihari WIB.
Berikut rincian rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2014 dari 12 provinsi tersebut.
SUMATRA
Sumatra Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 1.797.505 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 539.308 suara.
Sumatra Selatan
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 2.132.163 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 2.027.049 suara.
Bengkulu
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 433.173 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 523.669 suara. (unggul)
Bangka Belitung
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 200.706 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 412.359 suara. (unggul)
Aceh
Sumatra Utara
Riau
Jambi
Lampung
Kepulauan Riau
JAWA
Jawa Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 14.167.381 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 9.530.315 suara.
Yogyakarta
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 977.342 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 1.234.249 suara. (unggul)
Banten
Jakarta
Jawa Tengah
Jawa Timur
KALIMANTAN
Kalimantan Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 1.032.354 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 1.573.046 suara. (unggul)
Kalimantan Selatan
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 941.809 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 939.748 suara.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
SUNDA KECIL
Bali
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 614.341 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 1.535.110 suara. (unggul)
Nusa Tenggara Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 1.844.178 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 701.238 suara.
Nusa Tenggara Timur
SULAWESI
Gorontalo
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 378.735 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 221.497 suara.
Sulawesi Tenggara
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 511.134 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 622.217 suara. (unggul)
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
MALUKU
Maluku
Maluku Utara
PAPUA
Papua
Papua Barat
Sumber: republika
Label:
EDITORIAL,
TOPIK PILIHAN
July 19, 2014
posted by @Adimin
Pemungutan Suara Ulang di DKI, Jokowi Jadi Kalah
JAKARTA - Pemungutan suara ulang pilpres di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 99 Lagoa, Koja Jakarta Utara, mengubah posisi capres nomor urut dua Joko Widodo. Bila pada 9 Juli 2014 lalu suara diungguli Jokowi-Jusuf Kalla, maka pada pemungutan suara hari ini dimenangi oleh pasangan nomor satu Prabowo-Hatta.
Pantauan Kompas.com, pasangan Prabowo-Hatta mengumpulkan 164 suara sedangkan pasangan Jokowi -Jusuf Kalla mengumpulkan 145 suara dengan suara tidak sah sebanyak 4.
Anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 99 Syamsudin mengatakan, pemungutan suara ulang hari ini terdaftar sebanyak 446 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 61 orang pemilih Daftar Pemilih Khusus dan Tambahan (DPKTb).
"Pada pelaksanaannya, hari ini diikuti oleh 313 pemilih," jelasnya, Sabtu (19/7/2014).
Adapun hasil ini berubah dengan hasil pemungutan suara 9 Juli 2014 lalu, yang dimenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memeroleh 240 suara sedangkan Prabowo Hatta 192 dengan suara tidak sah 1, dengan jumlah DPT 372 dan 61 DPKTb. [KOMPAS/pkspiyungan]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 19, 2014
posted by @Adimin
Ini Alasan Tim Prabowo-Hatta Semakin Ragukan Hasil 'Quick Count'
JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin meragukan hasil quick count yang dilansir lembaga survei pada 9 Juli lalu. Alasannya, mereka mengaku melihat keunggulan pasangan nomor urut satu dari penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah.
"Mendekati rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU pusat, semakin meragukan kredibilitas quick count yang dibayar Jokowi-JK," ujar penasehat Prabowo- Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo saat menghadiri ibadah syukur atas kemenangan pasangan nomor urut satu di gedung JHCC, Jakarta, Jumat (18/7) malam.
Ia menyatakan, hal itu sekaligus menepis penghitungan klaim real count yang dilakukan tim Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Suryo menjelaskan, setelah quick count mulai diketahui kejanggalannya oleh publik, kubu Jokowi-JK mulai beralih ke real count yang dilakukan secara internal.
"Setelah dimanipulasi agar hasilnya sama dengan quick count, hasil real count tersebut dimuat pada situs kawalpemilu.org. Jadi ini cuma ganti casing aja, isinya sama," jelasnya.
Menurutnya, hasil penghitungan quick count atau real count yang mereka lakukan, tujuannya untuk membentuk opini publik dan menekan KPU. Tujuan akhirnya yaitu untuk memaksakan kebenaran sekaligus meneror KPU supaya mengeluarkan penghitungan yang sama.
Dari awal, ujar dia, kubu Jokowi-JK sudah tahu kalau Prabowo-Hatta yang akan menang. Namun karena kemenangan itu tipis maka membuka peluang mereka untuk menang.
"Mereka memilih tiga cara untuk menang. Pertama melakukan kecurangan tapi menuduh kubu Prabowo-Hatta yang curang. Modusnya, mereka lakukan mark up suara melalui pemilih siluman seperti yang terjadi di DKI atau merusak kertas suara Prabowo-Hatta seperti yang terjadi di Sukoharjo," ujarnya.
Kedua, lanjutnya, kubu Jokowi-JK memanfaatkan media yang mayoritas mendukungnya untuk lakukan pembentukan opini. Antara lain melalui real count yang memenangkan Jokowi-JK.
Ketiga, papar dia, melakukan tekanan psikis untuk menjatuhkan moral dan mental KPU. Antara lain dengan menyatakan, kalau hasil resmi berbeda maka hitungan KPU yang salah.
"Ini modus tetor mental untuk KPU. Kami harap KPU tidak terpengaruh, kami dan TNI siap mendukung KPU agar tetap independen dalam menghitung rekapitulasi suara," ujar dia. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Ingin Berhasil, Hargailah Waktu | Oleh Emzalmi Wakil Walikota Padang
Written By Anonymous on 18 July, 2014 | July 18, 2014
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Sebagai muslimin, kerap kita simak ceramah agama yang mengangkat konteks waktu berdasar kepada firman Allah SWT dalam Surah Al-’Ashr sebagaimana di atas. Melalui surah ini tampak Allah SWT menempatkan waktu di posisi yang mulia. Beliau mengingatkan, waktu terus berjalan, sementara manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran. Allah SWT memberi perhatian yang sangat besar terhadap waktu, agar tidak ada penyesalan dan kerugian bagi kita umat-Nya di kemudian hari.
Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda agar kita memperhatikan soal waktu ini, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara : masa mudamu sebelum masa pikunmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa hidupmu sebelum kematianmu.” (HR Al Hakim).
Jelas dan terang di sini, Rasulullah SAW juga mengharapkan agar kita senantiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sebelum tiba penyesalan, akibat waktu yang tak bisa diputar kembali. Namun sebanyak itu Allah SWT dan Rasul-Nya mengingatkan kita untuk menghargai waktu, sebanyak itu pula kita tidak menyadari dan tidak peduli telah kemana saja waktu kita tersia-siakan.
Padahal setiap kita memiliki bekal waktu yang sama diberikan Allah SWT, yakni 24 jam sehari. Tapi yang berbeda, pemanfaatan tiap-tiap orang. Ada yang menghabiskan banyak waktunya untuk meratapi nasib. Ada pula yang menggunakan waktunya, habis untuk berleha-leha. Ada juga yang membagi-bagi waktunya, untuk ibadah, bekerja dan beristirahat dan seterusnya. Masing-masing orang berbeda membagi porsi waktunya sehingga berbeda juga memperoleh hasilnya.
Cobalah tengok bangsa lain yang berhasil karena menerapkan menajemen waktu ini dalam sendi kehidupannya. Bangsa Jepang misalnya, yang terkenal sangat disiplin waktu. Tak heran banyak yang menilai orang Jepang seperti robot yang sudah diprogram untuk mengerjakan sesuatu sesuai jadwalnya. Positifnya, sikap ini memunculkan budaya hidup bersih, budaya antri, bertanggung jawab, serta berani mengakui kesalahan dan lain sebagainya. Seluruh efektivitas dan efisiensi yang terjadi ini, lahir hanya dari gaya hidup yang sangat menghargai waktu.
Bila orang Arab mengatakan “waktu adalah pedang,” maka orang Inggris juga memiliki pepatah mengenai waktu ini, yakni “time is money” yang berarti waktu sama bernilainya dengan uang. Setiap detik dalam hidup musti sebanding dengan nilai dolar yang akan diperolehnya. Terlambat masuk kantor, tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, apalagi bolos kerja sudah pasti akan terkena pemotongan gaji atau malah bayar denda. Sedemikian rupa hingga mereka selalu melakukan kegiatan dengan terencana, terjadwal dan disiplin. Kesemuanya dilakukan agar waktu tidak terbuang percuma.
Tentu pernah kita saksikan, baik langsung maupun tak langsung bagaimana orang barat pergunakan waktu agar tak terbuang percuma. Sambil menunggu bis mereka baca buku atau baca koran di mana saja. Mereka selalu menghidupkan alarm untuk mengingatkan jadwal-jadwal pertemuan penting.
Coba disimak, kisah salah seorang yang dikenal menghargai waktu, yaitu Benjamin Franklin (1706-1790). Tokoh dari Amerika ini selalu mengatakan “Time is Money” guna memotivasi diri sekaligus pada karyawannya. Suatu ketika, Franklin yang merupakan pemilik toko buku sekaligus penerbit ini terlibat tawar-menawar dengan pembeli buku. Padahal Franklin saat itu sedang rapat, namun karena desakan pembeli yang ingin menawar buku langsung kepada Franklin, terpaksa pegawai toko melaporkannya padanya. Lalu pergilah Franklin menemui si pembeli.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Franklin.
“Berapa harga buku ini Pak?” Si pembeli balik bertanya.
“Itu satu dolar dua puluh lima sen.”
“Loh.. tapi pegawai anda mengatakan hanya satu dolar.”
“25 sen karena Anda mengganggu waktu rapat saya.”
“Ayolah..Bisakah harganya lebih murah lagi?”
“Satu dolar lima puluh sen.”
“Hah..? mengapa bertambah mahal ?”
“Ini karena Anda telah menyita waktu saya untuk tawar menawar…”
Tanpa basa basi lagi, si pembeli buku langsung menyerahkan satu setengah dolar kepada Franklin.
Demikian kisah Benjamin Franklin. Baginya “time is money” tidak saja di bibir, namun benar-benar diaplikasikan dalam hidupnya. Bagi Franklin, orang yang menyita waktunya sama dengan mencuri uangnya. Artinya Franklin selalu menempa dirinya untuk selalu disiplin waktu.
Sebagai bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia, sebenarnya kita dapat menerapkan disiplin waktu dengan lebih baik. Islam telah mengajarkan kita shalat lima waktu yang dari sini diharapkan muncul kedisiplinan dalam kepribadian kita. Sehingga ketika kita bekerja, apapun profesi kita, maka kita dapat mengaplikasikannya demi meraih kesuksesan.
Soal waktu adalah sebuah misteri. Karena tidak ada seorang pun yang mampu memastikan apa yang akan terjadi satu detik yang akan datang karena jelas merupakan rahasia Allah. Manusia merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Itulah makanya, kiranya tepat kalau di bulan suci Ramadan ini kita melakukan intropeksi diri. Merenungkan apakah waktu-waktu kita yang telah berlalu memberikan arti terhadap peningkatan kualitas diri kita? Atau justru sebaliknya, apakah waktu kita telah terbuang percuma dan tiada memberi manfaat dalam diri kita sehingga memunculkan penyesalan?
Namun yang jelas, jangan sampai hanyut dengan penyesalan, lebih baik lagi penyesalan dapat dikelola menjadi pelajaran, kata orang bijak “ambil hikmahnya” karena masih banyak detik-detik yang perlu kita isi dan jalani dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Sadarlah waktu adalah modal utama, maka buatlah rencana-rencana dalam mengisi waktu. Sehingga waktu yang kita jalani akan menjadi lebih berkah, tidak saja bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang disekitar kita. [hariansinggalang.co.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Mahyeldi Memperoleh Penghargaan Gubernur
PADANG – Kendati baru dua bulan lebih menjabat Walikota Kota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah sudah mendapat penghargaan dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno atas keberhasilannya dalam memberikan dukungan dan penumbuhan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) terbanyak di Provinsi Sumatera Barat.
Penghargaan yang diiberikan di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (17/7) itu juga sehubungan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional pada setiap 12 Juli. Hingga kini sebanyak 74 unit KJKS atau 49,33 persen dari 104 kelurahan di Kota Padang telah tumbuh dan berkembang.
“Penghargaan ini diberikan kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sebagai bentuk prestasinya memacu pertumbuhan KJKS di Kota Padang. Saya berharap semoga perkembangannya semakin ditingkatkan di masa yang akan datang dan menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Barat,” jelas gubernur.
Irwan Prayitno mengatakan, indikator keberhasilan Mahyeldi Ansharullah tersebut dalam pembinaan dan pengembangan koperasi. Mulai dari pembentukan Dinas Koperasi dan UKM melalui Perda No.16 Tahun 2008, adanya dukungan pembiayaan/dana pembangunan koperasi yang setiap tahunnya selalu meningkat dari Pemko Padang. Selain itu, pembuatan Perwako tentang Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di setiap kelurahan telah memperkuat permodalan bagi perkembangan koperasi dan UMKM di tengah masyarakat.
Setelah menerima penghargaan, Mahyeldi menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraihnya bagi Kota Padang khususnya kali ini di bidang KJKS. Diakuinya, KJKS ini mulai terbentuk setelah melakukan evaluasi sewaktu menjadi Wakil Walikota Padang pada 2009 lalu. Ia menjelaskan, KJKS ini didirikan demi peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyediaan modal usaha. Dimana dari awal terbentuk dengan pendukung dananya sebanyak Rp1,2 miliar. Ketika itu berhasil dengan berdirinya 54 KJKS dan sampai saat ini telah mencapai 74 KJKS yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Padang.
“Alhamdulillah saat ini aset KJKS tersebut mencapai Rp27 miliar. Untuk itu, target kita ke depan yaitu memaksimalkan 30 kelurahan lagi karena masih belum berbadan hukum. Mudah-mudahan dari 30 kelurahan yang akan kita maksimalkan secara bertahap ini bisa terbentuk pada 2014 ini. Untuk itu, Pemerintah Kota Padang akan lebih fokus sehingga memang kekuatan dari masyarakat pada koperasi yang bisa diandalkan ke depan,” ungkapnya.
Mahyeldi menjelaskan, peranan KJKS menjadi salah satu upaya agar masyarakat mudah mengakses di kelurahan untuk mendapatkan modal usahanya.
“Sekarang upaya KJKS ini yaitu dengan adanya koperasi yang mendekati masyarakat di setiap kelurahan. Jadi, Lembaganya yang mendekati masyarakat. Sehingga masyarakat mudah mengaksesnya tanpa melalui waktu yang panjang dan bisa mendapatkan modal untuk usaha-usaha jenis UMKM,” tutupnya.
Secara bertahap KJKS tengah melakukan prosesi badan hukum. Dari dana yang telah diputar Rp6,48 miliar itu telah mampu membantu usaha 10 ribu UMKM.
Pemko Padang berupaya keras bagaimana mensinergikan UMKM dengan pengusaha, yang salah satu dalam bentuk diberikan fasilitas outlet untuk pemasaran produk UMKM. UMKM tak bisa dibebankan dalam pemasaran dan mereka hanya difokuskan pada pembuatan produk. Persoalan pemasaran harus dibantu pengusaha.
Target KJKS, bagaimana UMKM yang dibantu dalam permodalan atau pembiayaan itu harus sukses, makanya diperlukan satu orang tambahan SDM di KJKS itu sebagai tenaga pendamping pembinaan UMKM. Permodalan yang diberikan kini sudah melalui dalam bentuk kelompok-kelompok dengan nama Fokusma.
Lebih jauh dijelaskan, pada awalnya modal KJKS itu berasal dari Kredit Mikro Nagari kelurahan dengan masing-masing Rp300 juta sebagai program Pemerintah Provinsi. Karena tersedat, maka Kota Padang mengambil inisiatif memanfaatkan dana kredit mikro nagari tersebut dikembangkan menjadi KJKS dan disetujui pemerintah provinsi.
Ke depan akan direncanakan KJKS akan bekerjasama dengan intansi-instansi yang memiliki program pengentasan kemiskinan. Dikatakannya saat ini, dana-dana program kementrian yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan sebanyak 17 item dan peluang besar bisa disinergikan dengan KJKS.
Setelah sukses kegiatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) tingkat kelurahan di Kota Padang, kini Pemko tengah mempersiapkan KJKS tingkat kecamatan dan Kota Padang. Direncanakan pada 2014 ini juga, KJKS kecamatan itu pun hadir pada semua kecamatan sehingga melayani masyarakat lebih luas dan dana pinjaman lebih besar. [hariansinggalang.co.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
Resmi, Prabowo-Hatta Menang di Luar Negeri
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungguli rivalnya Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pemungutan suara Pilpres 2014 di luar negeri.
Kemenangan pasangan yang diusung poros koalisi Merah Putih itu berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (17/7).
KPU telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara di 16 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Meski baru menerima 29 dokumen dalam bentuk fisik dari 130 PPLN yang ada di 96 negara. Proses rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat besok.
Berikut rincian perolehan suara sementara masing-masing pasangan capres di 16 PPLN yang sudah direkapitulasi KPU;
1. PPLN Vientiane, Laos
Prabowo-Hatta 72 suara
Jokowi-JK 107 suara
Jumlah surat suara sah 179, suara tidak sah 4, total suara sah dan tidak sah 183.
2. PPLN Guangzou, China
Prabowo-Hatta 125 suara
Jokowi-JK 1.248 suara
Jumlah suara sah 1.373, jumlah suara tidak sah 1, total suara sah dan tidak sah 1.374.
3. PPLN Yangoon, Myanmar
Prabowo-Hatta 229 suara
Jokowi-JK 207 suara
Jumlah suara sah 436, jumlah suara tidak sah 2. Total Jumlah surat suara sah dan tidak sah 438
4. PPLN Kota Kinabalu, Malaysia
Prabowo-Hatta 20.790 suara
Jokowi-JK 28.905 suara
Jumlah pemilih 160.474, pengguna hak pilih 51.010, jumlah surat suara yang sah 49.694, tidak sah 1.315, suara sah dan tidak sah 51.010
5. PPLN Kuching, Malaysia
Prabowo-Hatta 33.633 suara
Jokowi-JK 40.091 suara
Jumlah suara sah 73.724, jumlah surat suara tidak sah 12.330. Total surat suara sah dan tidak sah sebesar 86.054.
6. PPLN Budapest, Hungaria
Prabowo-Hatta 18 suara
Jokowi-JK 82 suara
Jumlah surat suara sah 100. Tidak sah 1, total surat suara sah dan tidak sah 101.
7. PPLN Bucharest, Rumania
Prabowo-Hatta 27 suara
Jokowi-JK 40 suara
Jumlah surat suara sah 67, suara tidak sah 0. Jumlah surat suara sah dan tidak sah 67.
8. PPLN Zagreb, Kroasia
Prabowo-Hatta 6 suara
Jokowi-JK 29 suara
Surat suara sah 35, jumlah surat suara tidak sahnya 1. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 36.
9. PPLN Tokyo, Jepang
Prabowo-Hatta 2.103 suara
Jokowi-JK 3.245 suara
Jumlah surat suara sah 5.348, tidak sahnya 125. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 5.473.
10. PPLN Melbourne, Australia
Prabowo-Hatta 778 suara
Jokowi-JK 5.594 suara
Jumlah surat suara sah 6.372, surat suara tidak sah 42. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 6.414.
11. PPLN Vanimo, Papua New Guinea
Prabowo-Hatta 176 suara
Jokowi-JK 406 suara
Partisipasi pemilih 93,51 persen
12. PPLN Khartoum, Sudan
Prabowo-Hatta 268 suara
Jokowi-JK 95 suara
Partisipasi pemilih 55,09 persen
13. PPLN Taipei, Taiwan
Prab-Hatta17.525 suara
Jokowi-JK 47.692 suara
Partisipasi pemilih 33,63 persen
14. PPLN Jeddah, Arab Saudi
Prabowo-Hatta 5.626 suara
Jokowi-JK 5.357 suara
Partisipasi pemilih 1,75 persen
15. PPLN Dubai
Prabowo-Hatta 702 suara
Jokowi-JK 1.041 suara
16. PPLN Kuala Lumpur
Prabowo-Hatta 111.794 suara
Jokowi-JK 20.891
Partisipasi pemilih 31,09 persen
Dari 16 wilayah di luar negeri ini, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan memperoleh suara 193. 872, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 155.030 suara. [dm/rmol]
posted by @Adimin
Kemenangan pasangan yang diusung poros koalisi Merah Putih itu berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (17/7).
KPU telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara di 16 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Meski baru menerima 29 dokumen dalam bentuk fisik dari 130 PPLN yang ada di 96 negara. Proses rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat besok.
Berikut rincian perolehan suara sementara masing-masing pasangan capres di 16 PPLN yang sudah direkapitulasi KPU;
1. PPLN Vientiane, Laos
Prabowo-Hatta 72 suara
Jokowi-JK 107 suara
Jumlah surat suara sah 179, suara tidak sah 4, total suara sah dan tidak sah 183.
2. PPLN Guangzou, China
Prabowo-Hatta 125 suara
Jokowi-JK 1.248 suara
Jumlah suara sah 1.373, jumlah suara tidak sah 1, total suara sah dan tidak sah 1.374.
3. PPLN Yangoon, Myanmar
Prabowo-Hatta 229 suara
Jokowi-JK 207 suara
Jumlah suara sah 436, jumlah suara tidak sah 2. Total Jumlah surat suara sah dan tidak sah 438
4. PPLN Kota Kinabalu, Malaysia
Prabowo-Hatta 20.790 suara
Jokowi-JK 28.905 suara
Jumlah pemilih 160.474, pengguna hak pilih 51.010, jumlah surat suara yang sah 49.694, tidak sah 1.315, suara sah dan tidak sah 51.010
5. PPLN Kuching, Malaysia
Prabowo-Hatta 33.633 suara
Jokowi-JK 40.091 suara
Jumlah suara sah 73.724, jumlah surat suara tidak sah 12.330. Total surat suara sah dan tidak sah sebesar 86.054.
6. PPLN Budapest, Hungaria
Prabowo-Hatta 18 suara
Jokowi-JK 82 suara
Jumlah surat suara sah 100. Tidak sah 1, total surat suara sah dan tidak sah 101.
7. PPLN Bucharest, Rumania
Prabowo-Hatta 27 suara
Jokowi-JK 40 suara
Jumlah surat suara sah 67, suara tidak sah 0. Jumlah surat suara sah dan tidak sah 67.
8. PPLN Zagreb, Kroasia
Prabowo-Hatta 6 suara
Jokowi-JK 29 suara
Surat suara sah 35, jumlah surat suara tidak sahnya 1. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 36.
9. PPLN Tokyo, Jepang
Prabowo-Hatta 2.103 suara
Jokowi-JK 3.245 suara
Jumlah surat suara sah 5.348, tidak sahnya 125. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 5.473.
10. PPLN Melbourne, Australia
Prabowo-Hatta 778 suara
Jokowi-JK 5.594 suara
Jumlah surat suara sah 6.372, surat suara tidak sah 42. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 6.414.
11. PPLN Vanimo, Papua New Guinea
Prabowo-Hatta 176 suara
Jokowi-JK 406 suara
Partisipasi pemilih 93,51 persen
12. PPLN Khartoum, Sudan
Prabowo-Hatta 268 suara
Jokowi-JK 95 suara
Partisipasi pemilih 55,09 persen
13. PPLN Taipei, Taiwan
Prab-Hatta17.525 suara
Jokowi-JK 47.692 suara
Partisipasi pemilih 33,63 persen
14. PPLN Jeddah, Arab Saudi
Prabowo-Hatta 5.626 suara
Jokowi-JK 5.357 suara
Partisipasi pemilih 1,75 persen
15. PPLN Dubai
Prabowo-Hatta 702 suara
Jokowi-JK 1.041 suara
16. PPLN Kuala Lumpur
Prabowo-Hatta 111.794 suara
Jokowi-JK 20.891
Partisipasi pemilih 31,09 persen
Dari 16 wilayah di luar negeri ini, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan memperoleh suara 193. 872, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 155.030 suara. [dm/rmol]
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Ditantang Kubu Prabowo, Jokowi Enggan Nyatakan Siap Kalah Pilpres
Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo, menanggapi dengan santai tantangan dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengenai hasil pemilihan presiden 2014. Jokowi yang juga Gubernur DKI Jakarta non aktif ini menekankan dirinya hanya tunduk pada aturan dan keinginan rakyat.
"Saya sudah sampaikan berulang-ulang. Saya itu akan tunduk kepada konstitusi dan kehendak rakyat. Itu sudah jelas," kata Jokowi di Kantor Tim Pemenangan Jalan Subang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/7).
Mantan Walikota Solo itu enggan menanggapi secara khusus dengan menjawab dirinya siap kalah dalam hajat demokasi lima tahunan tersebut. Dengan nada bercanda, Jokowi justru menyebut jika jawabannya satu tema dengan Prabowo sebagai tindakan yang tidak kreatif. "Masak saya harus ngomong persis seperti itu. Enggak kreatif namanya," katanya.
Sebelumnya, politisi Partai Gerindra Pius Lustrilanang menantang Jokowi-Jusuf Kalla untuk menyatakan siap menerima keputusan KPU tanggal 22 Juli 2014. Pius ingin mendengar pernyataan itu langsung dari Jokowi. Alasannya, hingga kini Jokowi tidak pernah menyatakan demikian.
"Beda dengan Prabowo-Hatta yang sudah menyatakan komitmennya dan menyatakan siap menang siap kalah. Saat ini lebih banyak pihak Jokowi-JK melakukan pembangunan opini di media massa," ucap Pius di Jakarta, Kamis (17/7). [dm/aktual.co]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Prabowo-Hatta Berjaya di Pesisir Selatan
PAINAN-- Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang telak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Pemilihan Umum Presiden (Pemilu Presiden) 9 Juli 2014.
Koordinator Saksi Tim Pemenangan capres/cawapres Prabowo-Hatta Pesisir Selatan Feby Rifli di Painan, Kamis, mengatakan dari rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres di tingkat kabupaten setempat menunjukkan pasangan presiden nomor urut 1 unggul sebanyak 71,6 persen dan nomor urut 2 memperoleh 28,4 persen suara.
Sesuai dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Presiden 9 Juli 2014 yang dilaksanakan pada 16 Juli 2014 di Painan kabupaten setemnpat, pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta menang di 14 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Pesisir Selatan.
Di Kecamatan Pancung Soal Prabowo-Hatta meraih 6.917 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.211 suara dari 10.128 jumlah suara sah. Kecamatan Ranah Pesisir Prabowo-Hatta sebanyak 9.987 suara dan Jokowo-JK 4188 suara dari suara sah 14.175 suara.
Di Lengayang Prabowo-Hatta sebanyak 16.625 suara dan Jokowi-JK sebanyak 7.014 suara dari suara sah sebanyak 23.639 suara. Batangkapas pasangan Prabowo-Hatta meraih 9.918 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.763 suara dari 13.681 suara.
Di IV Jurai Prabowo-Hatta sebanyak 17.408 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.299 suara dari suara sah sebanyak 22.707 suara. Kecamatan Bayang, pasangan Prabowo-Hatta sebanyak 16.018 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.220 suara dari suara sah sebanyak 19.238 suara.
Koto XI Tarusan, pasangan Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 16.477 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.388 suara dari suara sah sebanyak 21.865 suara. Sutera, pasangan Prabowo-Hatta meraih sebanyak 16.484 suara dan Jokowi-JK sebanyak 4.997 suara dari 21.481 suara sah.
Linggo Sari Baganti, Prabowo-Hatta sebanyak 13.824 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.574 suara dari sebanyak 19.398 suara sah. Lunang, Prabowo-Hatta meraih sebanyak 4.741 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.076 suara dari 9.817 suara sah.
Basa Ampek Balai Tapan, Prabowo-Hatta sebanyak 3.384 suara dan Jokowi-JK sebanyak 2.180 suara dari suara sah sebanyak 5.564. Di IV Nagari Bayang Utara, Prabowo-Hatta meraih sebanyak 3.711 suara dan Jokowi-JK sebanyak 549 suara dari 4.260 suara sah.
Airpura, Prabowo Hatta meraih sebanyak 3.805 suara dan Jokowi-JK sebanyak 2.483 suara dari sebanyak 6.288 suara sah. Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Prabowo-Hatta meraih sebanyak 4.143 suara dan Jokowi-JK sebanyak 1.864 suara dari 6.007 suara sah. Silaut, Prabowo-Hatta sebanyak 3.708 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.568 suara dari 7.276 suara sah.
Jumlah akhir yang diraih oleh masing-masing pasangan di seluruh kecamatan yang ada yakni Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 147.150 suara dan Jokowi-JK sebanyak 58.374 suara dari sebanyak 205.524 suara sah. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 17, 2014
posted by @Adimin
2000 Advokat Pembela Merah Putih Siap Hadapi Jokowi-JK MK
Written By Anonymous on 17 July, 2014 | July 17, 2014
Tim Pembela Merah Putih alias tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyatakan siap menghadapi gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 yang akan diajukan kubu Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami sangat siap menghadapi gugatan dari kubu Jokowi-JK di MK," ujar Anggota Tim Pembela Merah Putih, Habiburokhman saat jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (16/7/2014).
Terlebih, kata dia, pasangan Prabowo-Hatta telah memperkuat tim advokasi yang selama ini sudah bekerja. Ditambahkannya, nama tim yang semula tim advokasi Prabowo-Hatta sekarang dirubah menjadi Tim Pembela Merah Putih (TPMP).
"Sampai hari ini sudah bergabung bersama TPMP setidaknya 2.000 advokat dan paralegal yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, ribuan advokat dan paralegal itu akan bekerja dengan penuh militansi. Karena, kata dia, memang selama ini para advokat dan paralegal itu adalah pendukung ideologis Prabowo-Hatta.
"Kami siap mengantisipasi apapun putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika pasangan Prabowo-Hatta dinyatakan menang oleh KPU, maka kami akan siap menghadapi gugatan Jokowi-JK sebagai pihak terkait di Mahkamah Konstitusi," jelasnya.
Sebaliknya, kata dia, jika pasangan Jokowi-JK dinyatakan menang, maka pihaknya siap menjadi pemohon dalam Perselisihan hasil Pilpres 2014.[dm/sindonews]
Label:
TOPIK PILIHAN





