pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Ini Pernyataan Lengkap Mahfud MD yang Dipelintir Metro TV

Written By Anonymous on 21 July, 2014 | July 21, 2014


Pernyataan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD di Metro TV yang mengakui kemenangan Jokowi-JK mendapat klarifikasi dari MMD Initiative. Lembaga yang mewadahi aktivitas dan pemikiran Mahfud MD tersebut meluruskan pernyataan mantan ketua MK tersebut yang terkesan keluar dari konteks.

Melalui akun Twitter, @MMD4ID, diceritakan kronologis pernyataan Mahfud MD secara utuh. "Bagaimana sikap @mohmahfudmd menanggapi hasil Pilpres 22 Juli nanti?"

"Kalau Prabowo-Hatta yang menang, @mohmahfudmd akan sangat bersyukur. namun jika Jokowi-JK yang menang, Pak Mahfud tidak akan segan ucapkan selamat :)"

"Mungkinkah hasil Pilpres ini akan digugat di MK?"

"Begitu juag @mohmahfudmd berpendapat bahwa Tjahjo Kumolo tidak menginstruksikan untuk curang. Secara tegas MMD menyatakan untuk tindak siapa saja yang curang"

"Pada dasarnya, jika ditemukan pelanggaran/kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif, memang sepatutnya hal itu perlu digugat ke MK"

"Namun secara pribadi @mohmahfudmd berpendapat bahwa jika selisih suara di atas 2 persen, maka tidak perlu menggugat ke MK"

"Demikian beberapa info terkait sikap MMD jelang 22 juli. Pada dasarnya, @mohmahfudmd selalu menjunjung proses demokrasi dan pemilu yang damai"

Setelah statemen Mahfud ditayangkan Metro TV dan membuat kehebohan, akun MMD Initiative melanjutkan rangkaian tweet berikutnya:

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa pernyataan @mohmahfudmd di Metro TV bukan pernyataan final MMD. Seperti twit kami sebelumnya, bahwa MMD siap kalah dan menang"

"Jika Prabowo-Hatta menang, @mohmahfudmd akan sangat bersyukur. Jika kalah akan ucapkan selamat."

"Adapun substansi dari berita Metro TV tadi adalah tentang Pemilu ulang, Penundaan Pengumuman hasil Pilpres dan sikap @mohmahfudmd jika Prabowo kalah"

MMD Initiative kemudian me-retweet akun @Restyies yang berkomentar bahwa pernyataan Mahfud MD telah dipelintir Metro TV. "@MMD4ID @mohmahfudmd kami barisan Merah Putih sangat mengerti dan dewasa menerima pelintiran media, kami udah imun dengan provokasi seperti itu".[dm/rol]



posted by @Adimin

PKS Akan Tetap Setia dalam Koalisi Prabowo-Hatta


 
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap setia dalam koalisi partai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Apa pun hasil yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti, PKS tak akan mengubah sikap politiknya.

Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya sangat menikmati berada dalam Koalisi Merah Putih yang telah dipermanenkan beberapa waktu lalu. Koalisi tersebut dianggap memiliki keselarasan antara visi dan misi PKS dalam upaya membangun Indonesia melalui kerja sama di pemerintahan atau di parlemen.

"Kita tetap di koalisi permanen, koalisi demokrasi yang tidak transaksional. Kita punya desain pembangunan yang disepakati bersama," kata Mardani, saat dihubungi, Senin (21/7/2014).

Mardani melanjutkan, pihaknya tetap akan bertahan dalam koalisi ini meski Prabowo-Hatta nantinya dinyatakan kalah pada Pilpres 2014. Ia optimistis Koalisi Merah Putih dapat terus berjuang melalui parlemen.

Lebih dari itu, kata Mardani, PKS juga akan mendukung langkah apa pun yang akan ditempuh oleh Prabowo-Hatta untuk menyikapi hasil pilpres, termasuk jika hasil tersebut akan digugat ke Mahkamah Konstitusi.

"Sikap PKS sudah menyampaikan masukan pada koalisi. Kalau Prabowo-Hatta menyepakati menempuh jalur MK, kita akan dukung," ucapnya.

Prabowo-Hatta didukung oleh Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, PPP, PAN, dan PBB. Belakangan, koalisi tersebut dipermanenkan agar kerja sama berlanjut di parlemen. Rencananya, KPU akan mengumumkan pemenang pilpres pada Selasa (22/7/2014). [

kompas.com]


posted by @Adimin

Percayakan PKS, Koalisi Merah Putih Ikuti KPU dan MK


Jakarta - Koalisi merah putih pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memutuskan akan menerima hasil penghitungan suara pada rapat pleno Komisi Pemilihan Umum, pada Selasa (22/7).

"Namun tidak menutup kemungkinan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi jika hasil penghitungan suara dinilai tidak adil dan adanya laporan kecurangan," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy di Jakarta, Sabtu (19/7) malam.

Menurut Romy, sapaan akrab Romahurmuziy, partai-partai politik pengusung pasangan Prabowo-Hatta yang membentuk Koalisi Merah-Putih, pada rapat di Jakarta, Sabtu sore, memutuskan, terus melakukan monitoring penghitungan suara Pemilu Presiden 2014 yang saat ini sudah berada di tingkat provinsi.

Tim kampanye nasional pasangan Prabowo-Hatta, kata dia, juga juga melakukan persiapan dalam menghadapi rapat pleno penghitungan suara tingkat nasional oleh KPU pada Selasa (22/7).

"Sampai saat ini, di internal tim kampanye nasional Prabowo-Hatta masih terus melakukan penghitungan secara secara nasional atau real count yang dilakukan oleh PKS," katanya.

Ia menegaskan, dalam menyikapi penghitungan suara di tingkat nasional oleh KPU, tim kampanye nasional Prabowo-Hatta memutuskan, tidak akan mengerahkan massa ke Gedung KPU di Jakarta, untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Apalagi, kata dia, dalam suasana bulan ramadhan saat ini jangan sampai suasana yang tenang terganggu oleh peningkatan eskalasi massa.

Ketua Komisi IV DPR RI ini menambahkan, koalisi merah putih pendukung pasangan Prabowo-Hatta akan menghargai dan menerima keputusan KPU jika hasil hitunganya adil.

"Pasangan Prabowo-Hatta, prinsipnya siap menang dan siap kalah, sesuai dengan komitmen yang telah disepakati menjelang kampanye," katanya.

Koalisi Merah Putih dalam rapat internalnya, kata Romy, juga menyepakati agar seluruh partai anggota koalisi menginformasikan kepada pengurus di daerah untuk meneruskan kepada para kader agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi untuk melakukan kerusuhan.

Keputusan lainnya, kata Romy, partai-partai politik anggota Koalisi Merah Putih siap mengawal pemerintahan jika pasangan Prabowo-Hatta memenangkan Pemilu Presiden dan sebaliknya siap berada di luar pemerintahan jika pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang memenangkan Pemilu Presiden.
[SuaraPembaruan.com (dengan perubahan di judul)]


posted by @Adimin

PKS Padang Silaturrahim dan Buka Puasa Bersama Warga

Written By Anonymous on 20 July, 2014 | July 20, 2014

Ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM memberika sambuatan 
Padang – Pentingnya silaturahim terlebih di bulan Ramadhan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Padang menggelar Buka Puasa Bersama dengan warga dan tokoh masyarakat di lingkungan sekitar kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD), di Jalan Anggur no 34B Jum’at (18/7) kemarin.

Dalam sambutannya ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM mengatakan kegiatan ini rutin di lakukan setiap tahunnya di bulan Ramadhan. “Kita setiap tahun selalu mengadakan kegiatan buka bersama warga, ini di lakukan untuk mempererat tali silaturahim Pengurus PKS dengan warga yang ada di sekitar kantor,” katanya.

“Kantor PKS berada di tengah perumahan masyarakat tentu setiap hari selalu bersinggungan dengan masyarakat sekitar, biasanya kita (pengurus-red) cuma bertemu di jalan, kali ini masyarakat kita undang untuk lebih kenal dengan pengurus PKS agar lebih terasa dekat,” tambahnya.

Tokoh masyarakat yang juga ketua RW 05 Aspar mengatakan kegiatan yang dilakukan PKS sangat memberikan nilai positif bagi warga sekitar. “keberadaan kantor PKS di tengah perumahan warga di rasakan sangat bermanfaat apalagi sekarang Walikota Padang di pimpin dari PKS,” ujarnya.

“Tentu dengan PKS memimpin di Padang banyak harapan masyarakat yang bisa kita sampaikan melalui pengurus PKS,” tambahnya. [al/humas]


posted by @Adimin

Kalah atau Menang, Prabowo Tetap Jaga Kedamaian

Written By Anonymous on 19 July, 2014 | July 19, 2014


Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana), yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra, konsisten menggelar kegiatan bakti sosial meski gelaran Pemilihan Presiden 2014 telah usai.

Kegiatan bakti sosial kali ini diselenggarakan di Kuil Siwa Mandhir, Jalan Pluit Barat, Jakarta Utara, karena kegiatan ini sebagai bentuk doa bersama karena telah selesainya pilpres pada 9 Juli 2014.

"Kita melakukan doa perdamaian khususnya pemilu presiden berjalan dengan baik kemarin," kata Ketua Umum Gema Sadhana AS. Kobalen, Kamis (17/7/2014).

Kobalen berharap, seluruh rakyat Indonesia mendengar dan menaati nasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) supaya tidak melakukan tindakan apapun yang sifatnya negatif atau mengganggu keamanan dan ketertiban bangsa. Ini yang menjadi topik utama.

"Kami juga menghargai pesan Pak Prabowo-Hatta yang berulang kali mengatakan siap menerima kalah atau menang. Ke depan, Pak Prabowo tetap menjaga kedamaian dan tetap kondusif," terangnya.

Selain itu, dalam kegiatan yang digelar bebarengan dengan buka puasa bersama itu, juga memanjatkan doa bagi saudara kaum Muslim yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan di Palestina.

"Doa ini juga mengharapkan supaya masyarakat tenang menghargai lembaga resmi secara sah, yakni KPU dalam menjalankan proses penghitungan sampai tanggal 22 Juli 2014 nanti," imbuhnya.

Dalam acara tersebut, juga dihadiri, ratusan warga yang menikmati santap buka puasa bersama. Warga juga diberikan sembako yang ditukar dengan kupon, sekira 600 bungkus beras yang dibagikan dalam kegiatan bakti sosial itu.[dm/okezone]
 
posted by @Adimin

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Sapu Bersih di Madura


 

Jakarta (19/7) - Menang telak di Madura, Pertanda Baik Bagi Prabowo-Hatta di Jawa Timur (Jatim) bagi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang diusung Koalisi Merah Putih

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang mutlak di Madura, Jatim. Pasangan nomor urut satu ini menguasai perolehan suara di empat Kabupaten yang ada di Pulau Madura. Hal tersebut berdasarkan atas hasil rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten yang digelar masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. 

Keunggulan perolehan suara Prabowo-Hatta sangat signifikan dibandingkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Seperti di Kabupaten Bangkalan, Prabowo-Hatta meraup 644.608 suara dan Jokowi-JK dapat 149.258 suara. Untuk Kabupaten Sampang Prabowo-Hatta raih 474.752 suara, sementara Jokowi-JK dapat 162.785 suara. Di Kabupaten Pamekasan, Prabowo-Hatta dapat 378.652 suara dan Jokowi-JK meraih 135.178 suara. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sumenep, Prabowo-Hatta dapat 332.956 suara dan Jokowi-JK raih 245.410 suara. 

Bila ditotal perolehan suara Prabowo-Hatta seluruh Madura sebanyak 830.968, sementara Jokowi-JK berjumlah 692.631 suara. Berarti Prabowo-Hatta unggul 138.337 suara dari Jokowi-JK. 

Menanggapi hal tersebut, Tim Pembela Merah Putih Didi Supriyanto merasa yakin kalau Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun akan berjaya di Jatim dan sebagai pertanda yang baik. Namun menurutnya yang terpenting saat ini dilakukan adalah mengawal suara agar tidak hilang atau dicuri, dan meyakinkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kepercayaan rakyat pada Prabowo-Hatta, telah ditunaikan melalui pencoblosan 9 Juli lalu. 

"Karena itu, semua elemen masyarakat harus menjaga amanah tersebut hingga pengumuman KPU 22 Juli nanti,” kata Didi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/7).

Ketua Hukum dan Advokasi DPP PAN ini menegaskan, semua pihak harus menerima kenyataan dan legowo jika dikalahkan Prabowo-Hatta. “Jadi opini yang sudah telanjur menggiring bahwa pemenang pemilihan presiden adalah pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, harus menerima kenyataan bahwa itu hanyalah prediksi berdasarkan sampling," paparnya. 

Seperti diketahui proses rekapitulasi untuk KPU Bangkalan, Sampang dan Sumenep sudah digelar pada Rabu 16 Juli 2014. Sedangkan untuk KPU Pamekasan baru menggelar rekapitulasi hari ini. Ketua KPU Kabupaten Bangkalan, Fauzan Jakfar mengatakan secara umum pelaksanaan pilpres di Kabupaten Bangkalan berjalan lancar dan kondusif. KPU melaksanakan tahapan pilpres sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. [portalpolitik.com


posted by @Adimin

Prabowo Memimpin Sementara dengan Unggul 5 Juta Suara

Beberapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi telah mengumumkan penetapan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2014. Dari 34 provinsi, sebanyak 12 provinsi telah mengumumkan penetapan hasil rapat pleno tersebut pada Jumat (18/7) pukul 24.00 WIB.

Berdasarkan hitungan tersebut, pasangan capres/cawapres nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 25.030.821 suara. Sementara pasangan nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapatkan 19.859.805 suara.

Prabowo-Hatta sementara memimpin dengan keunggulan 5.171.016 suara. Perhitungan masih bisa berubah karena 22 provinsi --termasuk Jawa Tengah dan Papua yang menjadi lumbung suara Jokowi-JK-- dan pemilih luar negeri belum terhitung hingga Sabtu (19/7) dinihari WIB.

Berikut rincian rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2014 dari 12 provinsi tersebut.

SUMATRA
Sumatra Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 1.797.505 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 539.308 suara. 

Sumatra Selatan
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 2.132.163 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 2.027.049 suara. 

Bengkulu
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 433.173 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 523.669 suara. (unggul)

Bangka Belitung
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 200.706 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 412.359 suara. (unggul)

Aceh
Sumatra Utara
Riau
Jambi
Lampung
Kepulauan Riau

JAWA
Jawa Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 14.167.381 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 9.530.315 suara. 

Yogyakarta
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 977.342 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 1.234.249 suara. (unggul) 

Banten 
Jakarta
Jawa Tengah 
Jawa Timur

KALIMANTAN
Kalimantan Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 1.032.354 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 1.573.046 suara. (unggul) 

Kalimantan Selatan
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 941.809 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 939.748 suara.

Kalimantan Tengah 
Kalimantan Timur 
Kalimantan Utara

SUNDA KECIL
Bali
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 614.341 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 1.535.110 suara. (unggul)

Nusa Tenggara Barat
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 1.844.178 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 701.238 suara.

Nusa Tenggara Timur

SULAWESI
Gorontalo
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 378.735 suara. (unggul)
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 221.497 suara. 

Sulawesi Tenggara
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa: 511.134 suara.
Joko Widodo-Jusuf Kalla: 622.217 suara. (unggul)

Sulawesi Utara 
Sulawesi Tengah 
Sulawesi Barat 
Sulawesi Selatan

MALUKU
Maluku 
Maluku Utara

PAPUA
Papua 
Papua Barat

Sumber: republika 

 
posted by @Adimin

Pemungutan Suara Ulang di DKI, Jokowi Jadi Kalah


JAKARTA - Pemungutan suara ulang pilpres di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 99 Lagoa, Koja Jakarta Utara, mengubah posisi capres nomor urut dua Joko Widodo. Bila pada 9 Juli 2014 lalu suara diungguli Jokowi-Jusuf Kalla, maka pada pemungutan suara hari ini dimenangi oleh pasangan nomor satu Prabowo-Hatta.

Pantauan Kompas.com, pasangan Prabowo-Hatta mengumpulkan 164 suara sedangkan pasangan Jokowi -Jusuf Kalla mengumpulkan 145 suara dengan suara tidak sah sebanyak 4.

Anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 99 Syamsudin mengatakan, pemungutan suara ulang hari ini terdaftar sebanyak 446 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 61 orang pemilih Daftar Pemilih Khusus dan Tambahan (DPKTb).

"Pada pelaksanaannya, hari ini diikuti oleh 313 pemilih," jelasnya, Sabtu (19/7/2014).

Adapun hasil ini berubah dengan hasil pemungutan suara 9 Juli 2014 lalu, yang dimenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memeroleh 240 suara sedangkan Prabowo Hatta 192 dengan suara tidak sah 1, dengan jumlah DPT 372 dan 61 DPKTb. [KOMPAS/pkspiyungan]
 
posted by @Adimin

Ini Alasan Tim Prabowo-Hatta Semakin Ragukan Hasil 'Quick Count'




JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin meragukan hasil quick count yang dilansir lembaga survei pada 9 Juli lalu. Alasannya, mereka mengaku melihat keunggulan pasangan nomor urut satu dari penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah.

"Mendekati rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU pusat, semakin meragukan kredibilitas quick count yang dibayar Jokowi-JK," ujar penasehat Prabowo- Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo saat menghadiri ibadah syukur atas kemenangan pasangan nomor urut satu di gedung JHCC, Jakarta, Jumat (18/7) malam.

Ia menyatakan, hal itu sekaligus menepis penghitungan klaim real count yang dilakukan tim Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). 

Suryo menjelaskan, setelah quick count mulai diketahui kejanggalannya oleh publik, kubu Jokowi-JK mulai beralih ke real count yang dilakukan secara internal. 

"Setelah dimanipulasi agar hasilnya sama dengan quick count, hasil real count tersebut dimuat pada situs kawalpemilu.org. Jadi ini cuma ganti casing aja, isinya sama," jelasnya.

Menurutnya, hasil penghitungan quick count atau real count yang mereka lakukan, tujuannya untuk membentuk opini publik dan menekan KPU. Tujuan akhirnya yaitu untuk memaksakan kebenaran sekaligus meneror KPU supaya mengeluarkan penghitungan yang sama.

Dari awal, ujar dia, kubu Jokowi-JK sudah tahu kalau Prabowo-Hatta yang akan menang. Namun karena kemenangan itu tipis maka membuka peluang mereka untuk menang.

"Mereka memilih tiga cara untuk menang. Pertama melakukan kecurangan tapi menuduh kubu Prabowo-Hatta yang curang. Modusnya, mereka lakukan mark up suara melalui pemilih siluman seperti yang terjadi di DKI atau merusak kertas suara Prabowo-Hatta seperti yang terjadi di Sukoharjo," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, kubu Jokowi-JK memanfaatkan media yang mayoritas mendukungnya untuk lakukan pembentukan opini. Antara lain melalui real count yang memenangkan Jokowi-JK.

Ketiga, papar dia, melakukan tekanan psikis untuk menjatuhkan moral dan mental KPU. Antara lain dengan menyatakan, kalau hasil resmi berbeda maka hitungan KPU yang salah. 

"Ini modus tetor mental untuk KPU. Kami harap KPU tidak terpengaruh, kami dan TNI siap mendukung KPU agar tetap independen dalam menghitung rekapitulasi suara," ujar dia. [ROL]


posted by @Adimin

Ingin Berhasil, Hargailah Waktu | Oleh Emzalmi Wakil Walikota Padang

Written By Anonymous on 18 July, 2014 | July 18, 2014



“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Sebagai muslimin, kerap kita simak ceramah agama yang mengangkat konteks waktu berdasar kepada firman Allah SWT dalam Surah Al-’Ashr sebagaimana di atas. Melalui surah ini tampak Allah SWT menempatkan waktu di posisi yang mulia. Beliau mengingatkan, waktu terus berjalan, sementara manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran. Allah SWT memberi perhatian yang sangat besar terhadap waktu, agar tidak ada penyesalan dan kerugian bagi kita umat-Nya di kemudian hari.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda agar kita memperhatikan soal waktu ini, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara : masa mudamu sebelum masa pikunmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa hidupmu sebelum kematianmu.” (HR Al Hakim).

Jelas dan terang di sini, Rasulullah SAW juga mengharapkan agar kita senantiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sebelum tiba penyesalan, akibat waktu yang tak bisa diputar kembali. Namun sebanyak itu Allah SWT dan Rasul-Nya mengingatkan kita untuk menghargai waktu, sebanyak itu pula kita tidak menyadari dan tidak peduli telah kemana saja waktu kita tersia-siakan.

Padahal setiap kita memiliki bekal waktu yang sama diberikan Allah SWT, yakni 24 jam sehari. Tapi yang berbeda, pemanfaatan tiap-tiap orang. Ada yang menghabiskan banyak waktunya untuk meratapi nasib. Ada pula yang menggunakan waktunya, habis untuk berleha-leha. Ada juga yang membagi-bagi waktunya, untuk ibadah, bekerja dan beristirahat dan seterusnya. Masing-masing orang berbeda membagi porsi waktunya sehingga berbeda juga memperoleh hasilnya.

Cobalah tengok bangsa lain yang berhasil karena menerapkan menajemen waktu ini dalam sendi kehidupannya. Bangsa Jepang misalnya, yang terkenal sangat disiplin waktu. Tak heran banyak yang menilai orang Jepang seperti robot yang sudah diprogram untuk mengerjakan sesuatu sesuai jadwalnya. Positifnya, sikap ini memunculkan budaya hidup bersih, budaya antri, bertanggung jawab, serta berani mengakui kesalahan dan lain sebagainya. Seluruh efektivitas dan efisiensi yang terjadi ini, lahir hanya dari gaya hidup yang sangat menghargai waktu.

Bila orang Arab mengatakan “waktu adalah pedang,” maka orang Inggris juga memiliki pepatah mengenai waktu ini, yakni “time is money” yang berarti waktu sama bernilainya dengan uang. Setiap detik dalam hidup musti sebanding dengan nilai dolar yang akan diperolehnya. Terlambat masuk kantor, tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, apalagi bolos kerja sudah pasti akan terkena pemotongan gaji atau malah bayar denda. Sedemikian rupa hingga mereka selalu melakukan kegiatan dengan terencana, terjadwal dan disiplin. Kesemuanya dilakukan agar waktu tidak terbuang percuma.

Tentu pernah kita saksikan, baik langsung maupun tak langsung bagaimana orang barat pergunakan waktu agar tak terbuang percuma. Sambil menunggu bis mereka baca buku atau baca koran di mana saja. Mereka selalu menghidupkan alarm untuk mengingatkan jadwal-jadwal pertemuan penting.

Coba disimak, kisah salah seorang yang dikenal menghargai waktu, yaitu Benjamin Franklin (1706-1790). Tokoh dari Amerika ini selalu mengatakan “Time is Money” guna memotivasi diri sekaligus pada karyawannya. Suatu ketika, Franklin yang merupakan pemilik toko buku sekaligus penerbit ini terlibat tawar-menawar dengan pembeli buku. Padahal Franklin saat itu sedang rapat, namun karena desakan pembeli yang ingin menawar buku langsung kepada Franklin, terpaksa pegawai toko melaporkannya padanya. Lalu pergilah Franklin menemui si pembeli.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Franklin.
“Berapa harga buku ini Pak?” Si pembeli balik bertanya.
“Itu satu dolar dua puluh lima sen.”
“Loh.. tapi pegawai anda mengatakan hanya satu dolar.”
“25 sen karena Anda mengganggu waktu rapat saya.”
“Ayolah..Bisakah harganya lebih murah lagi?”
“Satu dolar lima puluh sen.”
“Hah..? mengapa bertambah mahal ?”
“Ini karena Anda telah menyita waktu saya untuk tawar menawar…”

Tanpa basa basi lagi, si pembeli buku langsung menyerahkan satu setengah dolar kepada Franklin.

Demikian kisah Benjamin Franklin. Baginya “time is money” tidak saja di bibir, namun benar-benar diaplikasikan dalam hidupnya. Bagi Franklin, orang yang menyita waktunya sama dengan mencuri uangnya. Artinya Franklin selalu menempa dirinya untuk selalu disiplin waktu.

Sebagai bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia, sebenarnya kita dapat menerapkan disiplin waktu dengan lebih baik. Islam telah mengajarkan kita shalat lima waktu yang dari sini diharapkan muncul kedisiplinan dalam kepribadian kita. Sehingga ketika kita bekerja, apapun profesi kita, maka kita dapat mengaplikasikannya demi meraih kesuksesan.

Soal waktu adalah sebuah misteri. Karena tidak ada seorang pun yang mampu memastikan apa yang akan terjadi satu detik yang akan datang karena jelas merupakan rahasia Allah. Manusia merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Itulah makanya, kiranya tepat kalau di bulan suci Ramadan ini kita melakukan intropeksi diri. Merenungkan apakah waktu-waktu kita yang telah berlalu memberikan arti terhadap peningkatan kualitas diri kita? Atau justru sebaliknya, apakah waktu kita telah terbuang percuma dan tiada memberi manfaat dalam diri kita sehingga memunculkan penyesalan?

Namun yang jelas, jangan sampai hanyut dengan penyesalan, lebih baik lagi penyesalan dapat dikelola menjadi pelajaran, kata orang bijak “ambil hikmahnya” karena masih banyak detik-detik yang perlu kita isi dan jalani dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Sadarlah waktu adalah modal utama, maka buatlah rencana-rencana dalam mengisi waktu. Sehingga waktu yang kita jalani akan menjadi lebih berkah, tidak saja bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang disekitar kita. [hariansinggalang.co.id]


posted by @Adimin

Mahyeldi Memperoleh Penghargaan Gubernur


PADANG – Kendati baru dua bulan lebih menjabat Walikota Kota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah sudah mendapat penghargaan dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno atas keberhasilannya dalam memberikan dukungan dan penumbuhan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) terbanyak di Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan yang diiberikan di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (17/7) itu juga sehubungan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional pada setiap 12 Juli. Hingga kini sebanyak 74 unit KJKS atau 49,33 persen dari 104 kelurahan di Kota Padang telah tumbuh dan berkembang.

“Penghargaan ini diberikan kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sebagai bentuk prestasinya memacu pertumbuhan KJKS di Kota Padang. Saya berharap semoga perkembangannya semakin ditingkatkan di masa yang akan datang dan menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Barat,” jelas gubernur.

Irwan Prayitno mengatakan, indikator keberhasilan Mahyeldi Ansharullah tersebut dalam pembinaan dan pengembangan koperasi. Mulai dari pembentukan Dinas Koperasi dan UKM melalui Perda No.16 Tahun 2008, adanya dukungan pembiayaan/dana pembangunan koperasi yang setiap tahunnya selalu meningkat dari Pemko Padang. Selain itu, pembuatan Perwako tentang Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di setiap kelurahan telah memperkuat permodalan bagi perkembangan koperasi dan UMKM di tengah masyarakat.

Setelah menerima penghargaan, Mahyeldi menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraihnya bagi Kota Padang khususnya kali ini di bidang KJKS. Diakuinya, KJKS ini mulai terbentuk setelah melakukan evaluasi sewaktu menjadi Wakil Walikota Padang pada 2009 lalu. Ia menjelaskan, KJKS ini didirikan demi peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyediaan modal usaha. Dimana dari awal terbentuk dengan pendukung dananya sebanyak Rp1,2 miliar. Ketika itu berhasil dengan berdirinya 54 KJKS dan sampai saat ini telah mencapai 74 KJKS yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Padang.

“Alhamdulillah saat ini aset KJKS tersebut mencapai Rp27 miliar. Untuk itu, target kita ke depan yaitu memaksimalkan 30 kelurahan lagi karena masih belum berbadan hukum. Mudah-mudahan dari 30 kelurahan yang akan kita maksimalkan secara bertahap ini bisa terbentuk pada 2014 ini. Untuk itu, Pemerintah Kota Padang akan lebih fokus sehingga memang kekuatan dari masyarakat pada koperasi yang bisa diandalkan ke depan,” ungkapnya.

Mahyeldi menjelaskan, peranan KJKS menjadi salah satu upaya agar masyarakat mudah mengakses di kelurahan untuk mendapatkan modal usahanya.

“Sekarang upaya KJKS ini yaitu dengan adanya koperasi yang mendekati masyarakat di setiap kelurahan. Jadi, Lembaganya yang mendekati masyarakat. Sehingga masyarakat mudah mengaksesnya tanpa melalui waktu yang panjang dan bisa mendapatkan modal untuk usaha-usaha jenis UMKM,” tutupnya.

Secara bertahap KJKS tengah melakukan prosesi badan hukum. Dari dana yang telah diputar Rp6,48 miliar itu telah mampu membantu usaha 10 ribu UMKM.

Pemko Padang berupaya keras bagaimana mensinergikan UMKM dengan pengusaha, yang salah satu dalam bentuk diberikan fasilitas outlet untuk pemasaran produk UMKM. UMKM tak bisa dibebankan dalam pemasaran dan mereka hanya difokuskan pada pembuatan produk. Persoalan pemasaran harus dibantu pengusaha.

Target KJKS, bagaimana UMKM yang dibantu dalam permodalan atau pembiayaan itu harus sukses, makanya diperlukan satu orang tambahan SDM di KJKS itu sebagai tenaga pendamping pembinaan UMKM. Permodalan yang diberikan kini sudah melalui dalam bentuk kelompok-kelompok dengan nama Fokusma.

Lebih jauh dijelaskan, pada awalnya modal KJKS itu berasal dari Kredit Mikro Nagari kelurahan dengan masing-masing Rp300 juta sebagai program Pemerintah Provinsi. Karena tersedat, maka Kota Padang mengambil inisiatif memanfaatkan dana kredit mikro nagari tersebut dikembangkan menjadi KJKS dan disetujui pemerintah provinsi.

Ke depan akan direncanakan KJKS akan bekerjasama dengan intansi-instansi yang memiliki program pengentasan kemiskinan. Dikatakannya saat ini, dana-dana program kementrian yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan sebanyak 17 item dan peluang besar bisa disinergikan dengan KJKS.

Setelah sukses kegiatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) tingkat kelurahan di Kota Padang, kini Pemko tengah mempersiapkan KJKS tingkat kecamatan dan Kota Padang. Direncanakan pada 2014 ini juga, KJKS kecamatan itu pun hadir pada semua kecamatan sehingga melayani masyarakat lebih luas dan dana pinjaman lebih besar. [hariansinggalang.co.id]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger