pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Peran Pemimpin Dan Kekuasaan

Written By Sjam Deddy on 14 August, 2014 | August 14, 2014

 


Sepuluh hari berlalu dari Ramadhan 8 H. Sepuluh ribu pasukan kaum Muslimin bergerak meninggalkan Madinah. Langkah mereka pasti, menuju Makkah. Di Marru Zhahran, Rasulullah saw dan pasukannya berhenti untuk melaksanakan shalat Isya. Rasulullah saw memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyalakan obor. Dalam sekejap lembah itu terang benderang.

            Ini salah satu taktik Rasulullah saw untuk menggetarkan hati musuh. Ketika Abu Sufyan bin Harb dan beberapa tokoh Quraisy sedang berkeliling di sekitar Makkah mencari berita, langsung terkejut melihat banyaknya nyala obor. Dalam keterkejutan itu, mereka tidak bisa memperkirakan berapa jumlah kaum Muslimin. Yang ada dalam pikiran mereka hanya satu: kekuatan musuh sangat besar!

            Ketika mereka sedang diselimuti ketakutan, Abbas bin Abdul Muthalib datang memergoki. Setelah terjadi perbincangan, akhirnya Abu Sufyan bertanya dengan suara bergetar. “Sebaiknya apa yang saya lakukan?”

            “Naiklah ke punggung hewan tungganganku ini. Aku akan membawamu ke hadapan Rasulullah saw dan meminta jaminan untukmu,” jawab Abbas.


            Abu Sufyan segera menuruti perintah Abbas. Abbas tidak sulit membawa Abu Sufyan ke hadapan Rasulullah saw. Sebab, setiap kali melewati pasukan kaum Muslimin, mereka dibiarkan berlalu. Pasukan itu mengenal siapa Abbas. Apalagi ia mengendarai hewan tunggangan Rasulullah saw.


            Hanya saja ketika melewati Umar bin Khathab, Abbas dan Abu Sufyan sempat berhenti. Begitu melihat Abu Sufyan, Umar buru-buru mendatang Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, ini adalah Abu Sufyan. Biarkan saya memenggal kepalanya,” ujar Umar.


            “Saya telah memberikan perlindungan atasnya, wahai Rasulullah,” ujar Abbas buru-buru sambil menggandeng Abu Sufyan.


            Sempat terjadi perdebatan kecil antara Umar dan Abbas. Rasulullah saw segera melerai dan memerintahkan Abbas untuk membawa Abu Sufyan pergi. Beliau meminta untuk membawanya menghadap kembali besok pagi.


             Keesokan harinya, Abu Sufyan dihadapkan lagi kepada Rasulullah saw. “Wahai Abu Sufyan, bukankah sudah tiba saatnya bagimu untuk menyatakan tiada Tuhan selain Allah?” tanya Rasulullah saw.


            “Engkau begitu santun dan selalu menjaga hubungan kekeluargaan. Kalau memang ada Tuhan selain Allah, tentu aku akan dibelanya,” jawab Abu Sufyan.


            “Bukankah tiba saatnya engkau mengakui, aku adalah Rasulullah?” tanya Nabi lagi.


            “Sungguh engkau begitu santun dan selalu menjaga hubungan kekeluargaan. Namun, masih ada yang mengganjal di hatiku,” jawab Abu Sufyan.


            Melihat Abu Sufyan belum juga menyatakan keislamannya, Abbas membentak, “Celakalah engkau! Bersaksilah, tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan-Nya sebelum kepalamu dipenggal!”


            Abu Sufyan pun mengucapkan syahadat. Abbas segera mendekati Rasulullah saw seraya berkata, “ Ya Rasulullah, Abu Sufyan menyukai kebanggaan. Berilah sesuatu kebanggaan baginya.”


            “Ya, siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman. Siapa yang masuk ke Masjidil Haram, ia selamat,” ujar Rasulullah saw.


            Selanjutnya, Rasulullah saw menyuruh pasukannya untuk bergerak menuju Makkah. Abu Sufyan diperintahkan berangkat lebih dulu untuk menemui keluarga dan orang-orang kafir Quraisy. Tanpa perlawan berarti, Makkah berhasil dikuasai.


            Sosok seperti Abu Sufyan dalam kisah di atas tak sedikit jumlahnya. Merekalah para tokoh yang sebenarnya mengetahui kebenaran Islam, tapi tak mau mengakuinya. Bisa jadi karena gengsi, tak mau dirinya dipimpin orang lain atau menjaga wibawanya. Sosok seperti ini sangat sulit ditaklukkan dengan metode “dakwah biasa”. Ia hanya bisa ditundukkan dengan kekuasaan, dengan kekuatan. Di sinilah peranan jabatan dan kekuasaan sangat menentukan.


            Kekuasaan itu penting. Sama pentingnya dengan kepemimpinan. Bahkan, kekuasaan adalah nama lain dari kepemimpinan. Dengan kekuasaan orang memimpin. Dan kepemimpinan, tak bisa berjalan maksimal tanpa wewenang berkuasa. Jadi, kekuasaan dan kepemimpin adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan.

            Seorang pemimpin memegang peran penting dalam menentukan kebijakan. Karenanya, di antara strategi penting yang dijalankan Rasulullah saw dalam berdakwah adalah mengirimkan surat kepada para raja agar mereka masuk Islam. Rasulullah saw juga sering memfokuskan dakwahnya kepada para pimpinan kabilah. Sebut saja sahabat beliau Thufail bin Amr. Ia adalah pemimpin suku Daus. Di tangannyalah hampir seluruh penduduk Daus masuk Islam.


            Pemimpin memegang peranan penting. Di tangannya beragam ketentuan ditelurkan. Karena begitu besar peranan pemimpin, al-Qur’an merasa harus “turut campur” memberikan arah kepada kaum Muslimin untuk menentukan pemimpin.

            Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan Rasul-Nya dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu,” (QS an-Nisa’: 59). Dalam ayat tersebut kata ulil amri digandeng dengan kata minkum (di antara kamu). Ini mengisyarakatkan bahwa pemimpin umat Islam harus dari kalangan mereka sendiri. Lebih tegas lagi Allah SWT nyatakan dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang Mukmin…”(QS an-Nisa’: 144).


            Ketentuan memilih pemimpin ini bersifat umum. Bukan hanya dalam memimpin negara, tapi juga provinsi, kabupaten bahkan lingkup yang sangat kecil bernama keluarga. Yang menjadi pemimpin harus umat Islam dan mengerti syariat Islam serta mau mengamalkannya.


            Pemimpin umat Islam memang harus Muslim. Tapi, Muslim yang bagaimana? Melalui beberapa haditsnya Rasulullah saw memberikan gambaran tentang hal ini. Para sahabat beliau pun memberikan isyarat bagaimana memilih pemimpin di antara kaum Muslimin sendiri. Di antara syarat—selain Muslim—yang harus dipilih menjadi pemimpin adalah:


Pertama, didukung mayoritas orang-orang baik. Orang baik akan memilih pemimpin yang terbaik di antara mereka. Sebaliknya, orang jahat akan memilih orang yang jahat di antara mereka. Orang-orang shalih akan memilih yang tershalih di antara mereka. Orang-orang preman akan memilih preman di antara mereka. Jarang ditemui orang-orang jahat yang mau memilih orang baik.


Sistem demokrasi yang sekarang masih dianut di negeri ini, memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih. Tugas kita adalah memilih di antara yang dicalonkan, mana di antara mereka yang didukung oleh mayoritas orang baik-baik. Itu yang kita pilih. Bukan didukung oleh mayoritas orang-orang jahat. Rasulullah saw bersabda, “Para pemimpin terbaik ialah yang kamu senangi dan menyenangi kamu,” (HR Muslim).


Kedua, tidak berambisi terhadap jabatan. Orang yang terlalu berambisi terhadap jabatan cenderung melakukan segala cara agar cita-citanya terwujud. Ia tak peduli caranya itu melanggar syariat, menzalimi orang atau melakukan tindak kejahatan lainya. Orang yang berambisi terhadap jabatan biasa melakukan money politic, suap, intimidasi, dan rekayasa jahat lainnya. Mereka tak segan-segan mengeluarkan uang sebanyak mungkin. Yang ada di kepalanya, bagaimana agar jabatan bisa ia dapatkan. Ia beranggapan, kalau dirinya terpilih, ia akan mudah mendapatkan uang.


Kalau ada di antara calon pemimpin yang biasa membagi-bagikan uang, justru harus diwaspadai. Ia tidak sedang memberi cuma-cuma, tapi memberi pinjaman yang akan ditagih selama ia memimpin. Dengan demikian, target utamanya kalau terpilih adalah mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk mengganti uangnya yang ia keluarkan.


Rasulullah saw pernah menasihati Abdurahman bin Samurah, “Kamu jangan meminta-minta jabatan di pemerintahan. Jika kamu diberi jabatan tanpa kamu minta, pasti kamu akan dibantu dalam melaksanakan tugas. Jika kamu mendaparkan jabatan dengan ambisi, maka tugas itu akan membebani kamu,” (HR Bukhari Muslim).


Ketiga, tidak berbuat zalim. Jika pemimpin adalah orang yang biasa melakukan kezaliman, maka kita tidak akan bisa berharap banyak untuk mendapatkan kebaikan. Yang ada dalam benak orang yang biasa berbuat zalim adalah berbuat semena-mena untuk kepentingan diri dan kekuasaannya. Hukum tak mungkin bisa ditegakkan di bawah pemerintahan yang zalim. Kesejahteraan masyarakat, tak mungkin terwujud di tengah kezaliman. Sebab kezaliman adalah musuh keadilan.


Begitu pentingnya keadilan seorang pemimpin sehingga Rasulullah saw memasukkan pemimpin adil ke dalam kelompok tujuh orang yang mendapatkan naungan di hari kiamat nanti. (HR Bukhari I/234).


Selain ketiga syarat tersebut, seorang pemimpin harus mempunyai track record baik, berakhlak mulia dan mampu mengangkat orang-orang profesional untuk membantunya mengurus pemerintahan. Jadi, kalau di depan mata kita sekarang terpampang beberapa pilihan, kita harus memilih yang terbaik, didukung orang baik-baik, adil, dan tidak berambisi terhadap jabatan. Merekalah yang kita pilih.

sumber : telaahislam

posted by @Adimin

Bawaslu Akui di Papua Ada Suara Siluman Untuk Jokowi-JK



Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Nasrullah mengakui kalau dua distrik yaitu di Mapia Barat dan Mapia Tengah tidak terjadi proses pemilihan umum. Namun, anehnya ada suara untuk pasangan calon nomor urut satu, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Oleh sebab itu kami kaget ketika rekapitulasi suara di Kabupaten/Kota tiba-tiba muncul jumlah suara dari Mafia Barat sekian, dan Mapia Tengah sekian yang totalnya itu mencapai 18 ribu lebih. Suara itu milik pasangan nomor urut 2, dan pasangan nomor 1 nol," katanya di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). Demikian seperti diberitakan okezone.

Sehingga, lanjut Nasrullah, saat itu Panwaslu mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan pemilu ulang. Namun, KPU setempat tidak bisa melaksanakannya dan diserahkan ke tingkat KPU Provinsi Papua. Lagi-lagi, ditingkat Provinsi juga tidak melaksanakannya dan membuat persoalan ini sampai ke tingkat nasional atau KPU RI. Sementara itu, KPU beralasan tidak bisa melaksanakan rekomendasi Bawaslu karena keterbatasan waktu.

"Sayang seribu sayang, pasangan nomor satu keluar dari sidang (rekapitulasi nasional) karena sudah terlanjur WO (walk out)," tukasnya.

Di dalam rapat rekapitulasi nasional itu hanya ada Bawaslu, KPU dan saksi dari pasangan nomor dua. Bawaslu terus berupaya mendorong hingga akhirnya disepakati agar suara di dua distrik itu di nol kan.

sumber : piyungan

posted by @Adimin

Hakim MK Tegur Saksi Jokowi-JK karena Berkhayal

Written By Anonymous on 12 August, 2014 | August 12, 2014


Ini ada lagi cerita lucu persidangan sengketa Pilpres di MK.

Diberitakan kompas.com, Hakim MK Ahmad Fadlil Sumadi harus berkali-kali menegur Johannes, saksi pihak terkait pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk rekapitulasi di Kecamatan Pasar Rebo. Pasalnya, Johannes berkali-kali menggunakan kata-kata yang bukan fakta, melainkan asumsi.

Awalnya, Johannes menceritakan bahwa pihaknya meminta kotak suara di semua TPS di Kecamatan Pasar Rebo untuk dibuka. Akhirnya, PPK mengabulkan permohonan tersebut untuk TPS 27. Namun, belum selesai pembukaan kotak, acara tersebut sudah terpotong dengan istirahat shalat dan makan malam. Namun, setelah istirahat, pembukaan kotak suara tidak dilanjutkan karena dianggap sudah cukup oleh panwas.

"Akhirnya kami tidak menandatangani berita acara, kayaknya...," kata Johannes yang langsung dipotong oleh Fadlil. "Jangan mengkhayal kayaknya. Saksi tidak boleh berkesimpulan, yang Anda lihat saja yang Anda katakan," tegur Fadlil.

Johannes hanya mengangguk mendengar teguran Fadlil itu. Dia melanjutkan kembali penjelasannya. Namun, tak lama, Johannes kembali ditegur oleh Fadlil karena kali ini dia menggunakan kata "mestinya". "Tidak usah bilang mestinya, saksi tidak usah cerita mestinya bagaimana. Mestinya itu berarti saksi sudah berkesimpulan," Fadlil. Akhirnya, Johannes tak lagi menambahkan keterangannya ke majelis hakim. [pkspiyungan]


posted by @Adimin

"Sidang ke-3 MK Kecurangan TSM Nampak Nyata"



1. Baik, kita lanjutkan tweet perkembangan sidang gugatan pilpres di MK #pilpresBELUMBERES

2. Sidang etik di DKPP juga menarik, tapi kita coba fokuskan dulu soroti proses yg sedang berlangsung di MK #pilpresBELUMBERES

3. Kenapa? Sebab sidang MK sangat terkait dengan hasil pemilu, sedangkan DKPP itu terkait etika penyelenggara #pilpresBELUMBERES

4. Meskipun kita sepakat kalau etika penyelenggara bermasalah, maka legitimasi hasil pemilu lemah #pilpresBELUMBERES

5. Lagian terkait masalah etika ini bisa diadukan kapan saja, meskipun pemilu sudah berlalu satu atu dua tahun #pilpresBELUMBERES

6. Tidak ada masa kadaluarsa terkait pelanggaran etika yg dilakukan penyelenggara pemilu kapanpun bisa diadukan #pilpresBELUMBERES

7. Meskipun kita juga harus mendorong agar DKPP bisa cepat menyidangkan dan mengeluarkan keputusan #pilpresBELUMBERES

8. Terutama terkait surat edaran KPU RI untuk membuka kotak suara, sebab ini salah satu sumber kegaduhan saat ini #pilpresBELUMBERES

9. Kembali kita ke proses persidangan yg sedang berlangsung di MK, menyimak kesaksian saksi KPU sebagai termohon #pilpresBELUMBERE

10. Kayaknya saksi KPU yg notabene anggota/ ketua KPUD Kab/Kota& provinsi ini tak lebih baik dr saksi pemohon sebelumnya #pilpresBELUMBERES

11. Gugup dan cemas begitu terlihat saat para hakim MK mendalami kesaksian dari masing2 saksi KPU sebagai termohon #pilpresBELUMBERES

12. Bahkan Hakim MK sempat memberikan ketegasan kepada saksi KPU agar memberikan kesaksian yg benar& jujur #pilpresBELUMBERES

13. Hakim MK juga sempat meragukan kesaksian dari saksi KPU : m.merdeka.com/peristiwa/haki…

14. Hakim MK Muhammad Alim mencecar saksi KPU dari Kota Batu ibuk Rohani terkait rekomendasi yg dikeluarkan Bawaslu Jatim #pilpresBELUMBERES

15. Dimana hakim ingin mempertegas kesaksian apakah pembukaan kotak yg dilakukan KPUD Kota Batu atas rekomenadi Bawaslu #pilpresBELUMBERES

16. Atau atas dasar surat edaran dari KPU RI, Hakim MK ragu dengan jawaban saksi KPU yg berbelit- belit #pilpresBELUMBERES

17. Untuk memperkuat, Hakim lalu menanyakan tanggal kapan kotak suara dibuka, saksi menyebut 30 juli #pilpresBELUMBERES

18. Adapun surat edaran KPU RI utk membuka kotak suara keluar tanggal 25 Juli& rekomendasi Bawaslu Jatim keluar 19 Juli #pilpresBELUMBERES

19. Artinya pembukaan kotak suara oleh KPUD Kota Batu bukan atas rekomendasi Bawaslu tapi surat edaran KPU #pilpresBELUMBERES

20. Kemudian yg juga menarik adalah, saat hakim MK bertanya kepada saksi anggota KPUD dari Jember #pilpresBELUMBERES

21. Dimana Hakim MK menanyakan apakah ada anggota KPUD Jember yg diproses dipengadilan karna pelanggaran pemilu #pilpresBELUMBERES

22. Saksi menjawab ada, yg mana hal ini sama juga terjadi disalah satu KPPS Kota Sragen #pilpresBELUMBERES

23. Dimana ditemukan anggota KPPS memilih lebuh dari sekali, dan sdh diproses yg saat ini sdh disidangkan di pengadilan #pilpresBELUMBERES

24. Yg juga menarik utk disimak adanya dugaan keterlibatan pelanggaran oleh Kepala Daerah yakni Bupati Kab. Purbalingga #pilpresBELUMBERES

25. Dalam kesaksiannya, saksi KPU menyatakan pelanggaran oleh Bupati Purbalingga itu saat ini masih diproses olh Panwaslu #pilpresBELUMBERES

26. hal yg hampir sama jg muncul dr kesaksian dari Jepara, dimana diduga ada mobilisasi massa utk memilih psangan tertntu #pilpresBELUMBERES

27. Dimana diduga dilakukan olh Wakil Bupati Jepara, namun keterangan saksi ini hrs diuji kebenarannya terlebih dahulu #pilpresBELUMBERES

28. Karena itu Hakim MK meminta saksi memberikan kesaksian yg benar, sebab semua saksi diikat sumpah #pilpresBELUMBERES

29. Permasalahan2 diatas semakin mmperkaya prmasalahan pilpres 2014 ini yg sebelumnya berkutat pd persoalan DBKTb #pilpresBELUMBERES

30. Artinya dlm sidang ke-3 MK ini, dugaan adanya intervensi Kepala Daerah& pelanggaran olh penyelenggara semakin nyata #pilpresBELUMBERES

31. Disidang ke-3 MK ini, dugaan TSM ( Terstruktur, Sistemik& Masif ) yg dismpaikn kubu Prabowo- Hatta mulai nampak nyata #pilpresBELUMBERES

32. Semoga semua proses hukum yg sedang berjalan ini, dapat semakin mendewasakan kita dlm berdemokrasi, SEKIAN #pilpresBELUMBERES

By: @bang_delvin
Sumber: chirpstory.com



posted by @Adimin

Formulir C1 dan C7 Hilang Usai Kotak Suara Dibongkar



Ada kejanggalan usai pembongkaran terhadap 98 kotak suara pemilihan umum presiden (pilpres) di Kabupaten Pamekasan oleh KPU setempat. Dari 98 kotak suara yang dibongkar, terdapat satu kotak suara tidak ada formulir C1.

Ini terjadi di TPS 7 Desa Mapper, Kecamatan Proppo. Tidak hanya itu, ada dua kotak suara yang formulir C7 juga hilang. Kondisi tersebut terjadi pada TPS 3 Desa Sotaber, Kecamatan Pasean dan TPS 2 Desa Pangereman, Kecamatan Batumarmar.

Pihak penyelenggara berdalih tidak ditemukan formulir C1 pada satu TPS dan C7 di 2 TPS lantaran tertukar dengan TPS lain. Namun, KPUD tidak menjelaskan secara rinci tertukar dengan TPS mana. Sebab, KPUD tidak mungkin membongkar semua kotak suara untuk melacak keberadaan C1 dan C7 yang hilang itu.

Jika semua kotak suara dibuka, maka akan membutuhkan waktu yang relatif lama. Sedangkan KPUD dikejar waktu untuk menyerahkan bukti C1 dan C7 lainnya hasil pembongkaran kotak suara kepada KPU Pusat untuk sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Mungkin karena tertukar dengan kotak suara di TPS lain pada Desa yang sama (formulir C1 dan C7 hilang)," terang Ketua KPU Pamekasan, Mohammad Hamzah, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (11/8/2014).

Ia menjelaskan, pihaknya membuka sebanyak 98 kotak suara sesuai intruksi dari KPU Pusat yang disetujui oleh MK. Hal tersebut dilakukan untuk mengambil bukti berupa formulir C1 dan C7. Pembukaan kotak suara sendiri disaksikan kepolisian, panwaslu dan saksi dari pasangan calon.

"Kami tidak bisa mengambil langkah apapun (terkait C1 dan C7 yang hilang). Jika dilakukan pencarian, membutuhkan waktu yang cukup banyak. Sementara KPU didesak segera mengirim berkas lainnya pada KPU Pusat," ungkap Hamzah.

Menurut Hamzah, tetapi pihaknya sudah menyiapkan jawaban berupa kronologis yang menyebutkan bahwa formulir C1 dan C7 tidak hilang, melainkan tertukar dengan TPS lain pada desa yang sama.[okezone]



posted by @Adimin

PKS Yakin Koalisi Permanen Sehatkan Demokrasi

Written By Anonymous on 11 August, 2014 | August 11, 2014


JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah menyatakan partainya akan setia dengan gagasan koalisi permanen di parlemen. Menurutnya koalisi permanen bisa memberi dampak positif bagi pematangan demokrasi di Indonesia.

"Kami PKS akan tetap berada di koalisi permanen. Koalisi ini penting bagi demokrasi kita," kata Fahri kepada wartawan di Jakarta, Jum'at (8/8). Demikian diberitakan ROL.

Koalisi permanen mengharuskan partai-partai bersikap konsisten dengan pilihan politik yang diperjuangkan. Dengan begitu, akan ada corak pembeda yang jelas antara partai-partai yang tergabung dalam koalisi permanen dengan yang bukan. "Konfigurasi kekuatan politik ini harus dijaga," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR ini menyatakan koalisi permanen akan menjadi kekuatan penyeimbang pemerintahan mendatang. Cita-cita ini ibarat kontestasi politik antara partai Republik dan Demokrat di Amerika Serikat. Dimana kedua partai selalu saling kritik. "Supaya ada perimbangan terhadap tesis dan anti tesis. Amerika Serikat itu sampai sekarang masih mempertahankan konservatisme (Republik) dan liberalisme (Demokrat)," katanya.

Fahri percaya partai-partai lain yang telah tergabung dalam koalisi permanen tidak akan berkhianat. Sebab menurutnya partai-partai di koalisi permanen juga memiliki cita-cita untuk memperbaiki wajah demokrasi di Indonesia. "Semua ingin demokrasi lebih sehat lewat konsistensi terhadap ide dan nilai perjuangan," ujarnya.

Sejumlah partai yang menandatangani koalisi permanen adalah PKS, Golkar, Gerindra, PAN, PPP, dan Demokrat. [pkspiyungan]


posted by @Adimin

Inilah Nasihat Hilmi Aminuddin Kepada Kader PKS


Jakarta - Kader Partai Keadilan sejahtera (PKS) diminta untuk menjadikan Idul Fitri ini sebagai momentum penting untuk kembali menjaga nilai-nilai ukhuwah Islamiyah baik sesama kader PKS maupun terhadap orang lain yang berbeda partai.

Demikian dikatakan ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin dalam sambutannya di acara Halal Bi Halal Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS di Jakarta, Ahad (10/8). "Buang rasa iri dan dengki dalam diri kita, jaga semangat ukhuwah," ujarnya.

Hilmi menambahkan bahwa seluruh umat muslim bersaudara walaupun berbeda partai, komunikasi harus tetap dijaga.
"Recovery komunikasi, akibat-akibat komunikasi karena perbedaan pilihan politik, hubungan kita tidak boleh putus. Apapun partainya mereka saudara kita, jaga hubungan baik," tuturnya.

Diakhir sambutannya Hilmi berpesan agar kader-kader PKS harus memperkuat kembali kerja-kerja dakwahnya. "Dakwah ini harus ditampilkan secara integral," pungkasnya.
Acara ini dimeriahkan dengan pembacaan puisi berantai oleh anak-anak kader PKS dan penampilan Sekjend PKS, Taufik Ridlo dengan menyanyikan beberapa lagu.

Turut hadir Presiden PKS Anis Matta, Sekjend PKS Taufik Ridlo, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, para anggota dewan dari PKS, dan beberapa petinggi DPP PKS lainnya. [pks.or.id]


posted by @Adimin

2.152 TPS di Papua Direkapitulasi 100 Persen Pilih Lawan Prabowo-Hatta

Written By Anonymous on 10 August, 2014 | August 10, 2014


Jakarta (8/8) - Tim Kuasa Hukum Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungkapkan pihaknya tidak mendapatkan suara di 2.152 dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. 

"Yang penting dalam perbaikan permohonan kami ini, ada 2.152 TPS Pemohon dapatkan angka nol, berdasarkan sistem noken di Papua," kata salah satu kuasa hukum Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, saat membacakan perbaikan permohonan dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat.

Magdir juga mengungkapkan bahwa dalam perbaikan permohonannya juga mencantumkan keberatan terhadap pembukaan kotak suara oleh Komisi Pemilihan Umum, setelah proses tahapan Pilpres sudah selesai.

Dia juga menyampaikan pihaknya telah merinci hasil rekapitulasi sesuai dengan perolehan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.

"Kami juga memasukan berbagai hal yang belum masuk dalam permohonan sebelumnya," tutur Magdir.


posted by @Adimin

Pakar: Gugatan ke MK Sehatkan Demokrasi dan Investasi


Jakarta (9/8) - Ketua Bidang Hukum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Pusat Syaiful Bakhri mengatakan, gugatan indikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melaksanakan Pilpres 2014 secara prosedural d‎inilai positif buat pembelajaran demokrasi di Indonesia. "Gugatan ini positif untuk pembelajaran demokrasi, agar ke depan demokrasi lebih matang dan dewasa," katanya ketika di hubungi Jumat (8/8).

Menurutnya, legal standing Prabowo-Hatta tidak ada masalah. "Pihak Pemohon masih memiliki legal standing, karena pada waktu di KPU (Prabowo-Hatta) hanya meminta penundaan pengumuman dan masih ada rentang waktunya, juga tahapan pilpres telah selesai dalam arti pencoblosan," kata Syaiful.

Menurutnya, UU Pemilu Nomor 42 Tahun 2008 masih memiliki kelemahan, karena masih membuka ruang kecurangan oleh peserta, maupun penyelenggara pemilu. "Masih ada celah kelemahan dari UU kita sekarang, sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.. Penyelenggara pemilu tidak boleh berpihak pada salah satu calon," katanya.

Secara umum, Saiful menilai independensi KPU masih diragukan. Selain itu, dia berpendapat seharusnya KPU lebih tanggap dalam merespon berbagai pengaduan yang disampaikan oleh Bawaslu sehingga kecurangan yang terjadi dapat langsung direspon tanpa harus memberikan beban bagi MK. "Sekarang proses di MK sudah berjalan, maka harus dijalani," tambahnya.

‎Sebelumnya, Kordinator‎ Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Gandi Parapat ‎meyakini putusan MK dalam sidang gugatan ini demi kepentingan bangsa. "Gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam sengketa Pemilu Presiden di MK merupakan bagian dari kemajuan demokrasi di Indonesia. Kita harus menghormati dan mendukung upaya hukum itu. Tidak usah ditanggapi berlebihan," ujar Gandi Parapat.

Gandi mengatakan, tanggapan yang berlebihan dari berbagai kalangan justru bisa memunculkan persoalan baru. Lebih baik antarpendukung maupun masyarakat bersabar menunggu sambil mengikuti perkembangan proses sidang gugatan tersebut.

"Gugatan Prabowo-Hatta itu akan membawa nilai positif buat bangsa ini. Bangsa luar yang mengikuti proses demokrasi di Indonesia, tentunya semakin tertarik. Proses demokrasi ini yang kemudian membuat bangsa asing tidak takut untuk berinvestasi di negeri ini. Sebab, demokrasinya sudah teruji dan berjalan baik," katanya. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Istiqomah dan Langkah-langkahnya

Written By Anonymous on 09 August, 2014 | August 09, 2014


Dr. Muzani Jalaluddin
(Dosen Universitas Negeri Jakarta)

Tarbiyah sudah membawa kita ke alam yang insyaallah penuh berkah dan nikmat. Tidak semua mendapatkan jalan ini. Masing-masing atas izin Allah SWT melalui cara dan jalur yang berbeda untuk sampai ke alam tarbiyah ini. Oleh karena itu sangat pantas bagi tiap kader dakwah untuk mensyukuri alam tarbiyah ini salah satunya dengan istiqomah di jalan dakwah. Tulisan ini sedikit mengingatkan akan makna dan langkah-langkah istiqomah yang sudah barang tentu setiap kader dakwah ini sudah pernah mempelajari masalah ini.

Ketenangan merupakan suatu impian dan tujuan utama bagi manusia dalam menjalani hidup. Ujung dari pada kemenangan manusia adalah mendapatkan ketenangan dan kedamaian bukan hanya di dunia melainkan juga di akhirat.

Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”(Fusshilat 30-32).

Ayat ini menerangkan bahwa dengan beristiqomah manusia mampu berjaya di dunia dan di akhirat. Dan istiqomah itu sendiri merupakan suatu pola sikap hidup manusia yang harus dinyatakan setelah ia benar-benar bersaksi bahwa ia telah beriman kepada Allah SWT.

Jika kita kaitkan dengan surat Fusshilat ayat 30 bahwa istiqomah pada ayat tersebut adalah keteguhan seseorang untuk memosisikan dirinya agar selalu berpegang teguh kepada keimanannya.

Di dalam beberapa tafsir yang mashur juga akan kita dapatkan keterangan-keterangan yang menerangkan makna istiqomah yang terdapat dalam surat Fussilat ayat 30-32. Dari tafsir-tafsir tersebut ada satu arti yang terlihat lebih sempurna dan lengkap dibandingkan yang lainnya yaitu Istiqomah berarti lurus/tetap di dalam ketaatan baik secara keyakinan, perkataan, maupun perangai diiringi dengan kontinuitas.

Maka jelaslah bagi kita bahwa istiqomah adalah konsekuensi seorang mukmin kepada keimanannya yang diaplikasikan secara penuh baik secara batiniyah maupun lahiriyah secara terus menerus.

Sekarang timbullah pertanyaan, apakah keistiqomahan itu sesuatu hal mudah untuk dicapai?

Maka jawabannya tentunya tidak. Karena jikalau istiqomah itu mudah didapatkan maka tidak sesuai dengan peranan ayat 30 surat Fussilat yang berbunyi ثمّ استقاموا. Kata ثمّdalam bahasa arab artinya lalu / kemudian merupakan sebuah kata yang berkaitan erat dengan proses sesuatu yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Begitu juga keterangan-keterangan Allah SWT di dalam Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah SAW serta segala alam yang ada ini membuktikan bahwa manusia memang harus berikhtiar keras untuk mencapai kebenaran termasuk istiqomah itu sendiri.

Allah berfirman : Tunjukilah kami jalan yang lurus...

"Ihdina" (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

Allah mengajari kita agar kita harus selalu berupaya untuk memohon kepadaNya agar selalu diberi kemampuan untuk berjalan di atas jalanNya yang lurus. Maka bagaimanakah kita bisa sampai kepada titik istiqomah ? Disini kami berusaha untuk menerangkan langkah-langkah yang insya Allah dapat membantu kita dalam beristiqomah.


(Bersambung)


posted by @Adimin

Prabowo-Hatta Dapat Suara Nol di 2.152 TPS #PilpresBELUMBERES


Tim Kuasa Hukum Merah Putih mengungkapkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak mendapatkan suara di 2.152 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.

"Yang penting dalam perbaikan permohonan kami ini ada 2.152 TPS pemohon dapatkan angka nol, berdasarkan sistem noken di Papua," kata salah satu kuasa hukum Merah Putih Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail saat membacakan perbaikan permohonan dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta (Jumat, 8/8), seperti diberitakan Rakyat Merdeka Online.

Maqdir juga mengungkapkan bahwa dalam perbaikan permohonannya juga mencantumkan keberatan terhadap pembukaan kotak suara oleh Komisi Pemilihan Umum, setelah proses tahapan Pilpres sudah selesai.

Dia juga menyampaikan pihaknya telah merinci hasil rekapitulasi sesuai dengan perolehan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.

"Kami juga memasukan berbagai hal yang belum masuk dalam permohonan sebelumnya," tutur Magdir.

Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pihak terkait lewat kuasa hukumnya, Sirra Prayuna menyebut Prabowo-Hatta sudah tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) mengajukan permohonan sengketa Pilpres ke MK. 

Namun, menurut kuasa hukum Merah Putih Zainudin, jika pihak terkait mengatakan bahwa pasangan nomor urut 1 tidak mempunyai legal standing, itu berarti proses pilpres menjadi batal dan Jokowi-JK sampai kapan pun tidak akan pernah dilantik menjadi presiden. Karena, tidak mungkin satu pasangan calon maju dan ditetapkan menjadi pasangan calon terpilih.

"Bagi kami senang-senang saja karena dengan itu proses pemilu akan berlangsung kembali," kata Zainudin dalam persidangan. [pkspiyungan]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger