Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
September 16, 2014
posted by @Adimin
HNW: PKS Tetap Solid Dukung RUU Pilkada
Written By Sjam Deddy on 16 September, 2014 | September 16, 2014
JAKARTA - Ketua
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW)
menegaskan partainya tetap solid dan tidak ada anggota yang menentang
Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada).
RUU Pilkada menyebutkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"PKS akan tetap solid dalam konteks formal," kata Hidayat saat dijumpai di kompleks Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
Terkait Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang tidak setuju dengan RUU Pilkada, ia mengatakan hal tersebut merupakan pendapat pribadi dan orang yang bersangkutan memahami konstitusi bahwa yang membuat undang-undang adalah DPR.
"Bahwa orang, pribadi punya wacana boleh saja. Tapi setiap orang pasti akan punya keputusan dan kader akan melaksanakan keputusan," katanya.
Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan adalah misinformasi bila pendapat Nur Mahmudi disebut sebagai penentangan terhadap partai.
Menurut Hidayat, anggota DPRD adalah wakil yang dipilih sendiri oleh rakyat sehingga seharusnya rakyat percaya dengan wakil yang telah dipilihnya.
Ia juga membantah dengan dipilih oleh DPRD akan menutup kemungkinan keberadaan tokoh independen untuk maju ke pemilihan kepala daerah.
"Tetap terbuka, dicalonkan oleh anggota DPRD melalui parpol atau mereka mencalonkan diri kemudian didukung parpol, semuanya serba terbuka," katanya.
Ia juga menjelaskan akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memaksimalkan pengawasan agar tidak terjadi korupsi di DPRD.
Bila kandidat terbukti melakukan politik uang, lanjutnya, ia akan didiskualifikasi, termasuk ketika ia sudah terpilih menjadi bupati atau gubernur.
Selain itu, ia juga mengatakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD menghemat anggaran belanja negara sehingga dapat dipakai untuk program nasional.
RUU Pilkada menyebutkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"PKS akan tetap solid dalam konteks formal," kata Hidayat saat dijumpai di kompleks Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
Terkait Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang tidak setuju dengan RUU Pilkada, ia mengatakan hal tersebut merupakan pendapat pribadi dan orang yang bersangkutan memahami konstitusi bahwa yang membuat undang-undang adalah DPR.
"Bahwa orang, pribadi punya wacana boleh saja. Tapi setiap orang pasti akan punya keputusan dan kader akan melaksanakan keputusan," katanya.
Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan adalah misinformasi bila pendapat Nur Mahmudi disebut sebagai penentangan terhadap partai.
Menurut Hidayat, anggota DPRD adalah wakil yang dipilih sendiri oleh rakyat sehingga seharusnya rakyat percaya dengan wakil yang telah dipilihnya.
Ia juga membantah dengan dipilih oleh DPRD akan menutup kemungkinan keberadaan tokoh independen untuk maju ke pemilihan kepala daerah.
"Tetap terbuka, dicalonkan oleh anggota DPRD melalui parpol atau mereka mencalonkan diri kemudian didukung parpol, semuanya serba terbuka," katanya.
Ia juga menjelaskan akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memaksimalkan pengawasan agar tidak terjadi korupsi di DPRD.
Bila kandidat terbukti melakukan politik uang, lanjutnya, ia akan didiskualifikasi, termasuk ketika ia sudah terpilih menjadi bupati atau gubernur.
Selain itu, ia juga mengatakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD menghemat anggaran belanja negara sehingga dapat dipakai untuk program nasional.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
September 15, 2014
posted by @Adimin
Sumbar Terima Penghargaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Written By Sjam Deddy on 15 September, 2014 | September 15, 2014
Provinsi Sumatera Barat mendapat penghargaan atas keberhasilannya
menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan capaian
standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah .
Penghargaan diserahkan langsung Wakil Presiden Budiono kepada
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, pada pembukaan acara Rapat Kerja
Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun
2014, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, di Jakarta, Jumat lalu.
Gubernur Irwan Prayitno di sela-sela kegiatanny menyampaikan,
penghargaan tersebut merupakan hasil kerja semua komponen di
pemerintahan, DPRD, dan masyarakat.
“Kita berharap dengan simbol kebanggaan penghargaan ini mampu
membangunan sinergitas yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang,”
urainya.
Penghargaan ini juga diharapkan mampu memotivasi semuanya untuk
berkerja lebih keras dan sungguh-sungguh dalam upaya memajukan
penyelenggaraan dan pembangunan yang lebih baik lagi di Sumbar dari
waktu ke waktu.
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
September 11, 2014
posted by @Adimin
Mahfudz: Penuntasan Kasus Munir Tanggung Jawab Pemerintah
Written By Anonymous on 11 September, 2014 | September 11, 2014
Komisi I DPR menilai penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib merupakan persoalan konstitusi. Karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk menuntaskannya.
"Karena Konstitusi menjamin hak hidup setiap warga negara, Negara tidak bisa memiliki keabsahan menggunakan kekerasan," ujar Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2014).
Kata dia, yang terpenting pemerintah Indonesia harus memiliki keinginan kuat untuk mau menyelesaikan persoalan hukum terhadap kematian Munir itu.
"Kalau Pemerintah sekarang tidak bisa, diselesaikan pemerintah yang akan datang. Siapapun pemerintahan berkuasa (harus menyelesaikan kasus hukum Munir), baik Pak SBY dan Jokowi, dan saya berharap DPR sebagai alat kontrol," tuntasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat John Kerry ikut bersuara terkait 10 tahun kematian Munir. Namun, politikus PKS itu tak mau ambil pusing terkait pernyataan yang disampaikan Kerry terhadap persoalan hukum kematian Munir.
"Kalau Amerika kan biasa, ketika memposisikan global corp atau polisi dunia, mereka melakukan hal itu," ucapnya. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 10, 2014
Tweet @Fahrihamzah
Senin, (8/9/2014)
posted by @Adimin
Membangun #DesaOtonom | by @Fahrihamzah
Written By Anonymous on 10 September, 2014 | September 10, 2014
Tweet @Fahrihamzah
Senin, (8/9/2014)
Sekarang sudah ada otonomi tingkat 3 yaitu desa. #DesaOtonom adalah mimpi kita semua.
Dengan berlakunya UU No. 06/2014 tentang Desa maka mimpi #DesaOtonom akan segera terwujud.
Upaya DPR membangun #DesaOtonom dengan mendengar aspirasi rakyat desa bukan mudah dan lancar.
Otonomi, sebagai kosa kata baru Pasca reformasi adalah perjuangan kita semua. #DesaOtonom
Muncullah konsep #OtonomiDaerah yang ditandai oleh lahirnya berbagai aturan yg aspiratif.#DesaOtonom
Maksud regulasi baru itu adalah mengalihkan semua dominasi pusat yang tidak perlu ke daerah.#DesaOtonom
Muncullah pula 2 tingkat daerah otonomi. Tingkat 1 di propinsi dan tingkat dua di kabupaten/kota.#DesaOtonom
Sekarang sudah muncul otonomi tingkat 3 yang berbasis di desa. #DesaOtonom
Sebetulnya, otonomi tingkat 3 ini lebih awal lahir dalam perspektif pemilihan kepala desa. #DesaOtonom
Maka fondasi bagi demokrasi kita sebagai sistem pemilihan sudah cukup kuat selama ini. #DesaOtonom
Sebetulnya yang belum kuat adalah pembagian kewenangan pada tingkat yang lebih besar, Bupati/Walikota dan Gubernur. #DesaOtonom
Karena itulah UU pemerintahan daerah direvisi untuk memperkuat sistem kerja antara tiga tingkatan otonomi. #DesaOtonom
Dalam kerangka itulah pemerintah SBY - BOEDIONO juga ingin melakukan moratorium pada pilkada langsung. #DesaOtonom
Hal ini dianggap penting karena sistem ini tidak saja melahirkan otonomi korupsi tetapi konflik yang meluas.#DesaOtonom
Memang banyak yang protes karena pilkada juga sumber kehidupan bagi banyak pihak. #DesaOtonom
Tapi demi mendengar Suara publik yang paling bawah maka proposal pemerintah perlu didukung.#DesaOtonom
Kita perlu mendengar keinginan agar otonomi kita produktif. Bukan konflik tapi pembagian peran.#DesaOtonom
Memang tak ada lagi survey dan konsultan politik...tapi banyak penghematan yang bisa dibuat.#DesaOtonom
Jika nanti sudah tertata kembali. .Maka kita bisa atur pemilih langsung yg lebih murah dan sehat.#DesaOtonom
Terutama bagi desa. Karena nanti daerah otonomi 1 dan 2 hanya facilitator bagi pembangunan desa.#DesaOtonom
Indonesia terdiri dari 73.000-an #DesaOtonom. Merekalah tujuan dari pembangunan itu. Pilkada dan pemda harus amankan itu.
Semoga sukses...biar bupati/Walikota dan gubernur gak perlu korupsi untuk biaya kampanye di tv nasional...#DesaOtonom
Semoga sukses membangun #DesaOtonom. ...tks.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 10, 2014
posted by @Adimin
"Bapak Internet Dunia" Puji Internet Indonesia
Di tengah banyaknya kritikan, Vinton Gray Cerf, yang dijuluki "Bapak Internet Dunia" memuji kondisi internet di Indonesia saat ini. Pujian tersebut diungkapkan Vinton Cerf pada pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) dengan sejumlah tokoh internet dunia di Istanbul, Turki, Selasa (2/9) lalu.
"Indonesia dapat menjadi model bagi kawasan tentang bagaimana mendorong pelibatan multi-stakeholder untuk tata kelola Internet," demikian pernyataan Vint Cerf dalam siaran pers yang diterima oleh KompasTekno, Senin (8/9/2014).
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Chief Internet Evangelist Google itu juga mengatakan bahwa inisiasi dan proses Indonesia dalam dialog tata kelola Internet patut untuk ditularkan ke sejumlah negara tetangga.
"Apa yang telah dilakukan Indonesia (dalam formulasi ID-IGF) , secara umum telah melampaui apa yang telah dilakukan oleh negara lain," demikian puji Vint Cerf.
Untuk itulah maka Vint Cerf pun mendorong agar ID-IGF kemudian berani mengambil inisiatif dialog lebih luas lagi. Tidak sekadar untuk Indonesia saja, namun juga untuk kawasan regional.
Pujian yang disampaikan Vint Cerf itu mendapat sambutan yang baik dari Andi Budimansyah, Chair ID-IGF, yang juga Ketua Umum Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI).
"Pengakuan dunia terhadap proses yang tengah dirintis oleh ID-IGF, menjadi kepercayaan dan amanah untuk terus mendorong proses tata kelola Internet di Indonesia menjadi lebih transparan, akuntabel dan profesional," ujarnya.[dm]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
September 10, 2014
posted by @Adimin
Nasir Djamil: Komunikasi Kunci Sukses Wakil Rakyat
Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil punya kiat untuk menjadi wakil rakyat yang baik.
Dia mengatakan komunikasi intensif dengan konstituen menjadi kunci utama mencapai laporan kinerja sukses dan memuaskan sebagai wakil rakyat.
"Tanpa komunikasi intensif dengan rakyat, khususnya dari daerah pemilihan, tidak mungkin kinerja anggota dewan berjalan maksimal," ujarnya di Jakarta, Senin.
Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang namanya kembali tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 tersebut mengatakan melalui konstituen maka segala keluhan dan permasalahan diketahui sehingga dapat diupayakan membantu menyelesaiakannya.
Politisi mewakili Aceh itu mengaku tidak harus menunggu masa reses dan mengaku hampir sebulan dua kali turun ke lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat, terutama di daerah asal ia melenggang ke Senayan.
"Pembangunan insfrastruktur desa masih menjadi hal penting. Ke depan, Insya Allah akan semakin diperhatikan," kata lulusan IAIN Ar Raniry Aceh tersebut.
Nasir Djamil mengakui tak bisa berjalan dan menyelesaikan permasalahan rakyat seorang diri, tetapi harus didukung kerja sama antara legislatif dan eksekutif sehingga berkesinambungan dan tercapai hasil maksimal.
Sementara itu, sebagai perwakilan fraksi yang duduk di komisi membidangi persoalan hukum dan hak asasi manusia, politisi kelahiran Medan, 22 Januari 1970 tersebut memberi angka enam kepada kementerian yang dipimpin Amir Syamsudin selama menjadi menteri hukum dan HAM periode ini.
Menurut dia, masih ada yang harus diubah pada jajaran kementerian pemerintahan mendatang, khususnya reformasi di tubuh kejaksaan, pengadilan dan kepolisian.
"Pembenahan secara substansial dan transparansi harus tetap berjalan, terutama anggaran," kata Nasir. [www.antaranews.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 07, 2014
إِنَّ لِلإِيمَانِ فَرَائِضَ وَشَرَائِعَ وَحُدُودًا وَسُنَنًا ، فَمَنِ اسْتَكْمَلَهَا اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَكْمِلْهَا لَمْ يَسْتَكْمِلِ الإِيمَانَ
Beliau Shollallohu ‘alihi wa sallama bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا
posted by @Adimin
Menjadi Muslim Berakhlak Mulia
Written By Sjam Deddy on 07 September, 2014 | September 07, 2014
Iman itu ada 70 atau 60 cabang, yang paling utama adalah ucapan Laa
Ilaaha IllaLlah sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri
dari jalanan
SESUNGGUHNYA kemuliaan akhlak itu terwujud dengan
membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya
dengan sifat-sifat terpuji. Salah satu simpul kemuliaan adalah: kamu
tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan
denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik
kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.
Akhlak yang mulia memiliki berbagai keutamaan. Ia merupakan bentuk
pelaksanaan perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dengan akhlak yang mulia juga, seorang akan terbebas dari pengaruh
negatif tindakan jelek orang lain. Dengan kemuliaan akhlak pula seorang
akan memperoleh ketinggian derajat.
Inputnya Tauhid , Outputnya Akhlak Mulia
Seorang doktor bidang aqidah bertanya kepada Syeikh Dr. Umar Al
Asyqor guru besar ilmu aqidah: ” Wahai Syeikh, saya sudah mencapai gelar
akademik tertinggi dalam ilmu aqidah, namun saya belum merasakan
dalamnya aqidah ini tertanam di hati dan jiwaku”.
Maka Syeikh Umar Al Asyqor menjawab: “Pertanyaan itu sudah pernah
ditanyakan oleh Sywikhul Islam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah kepada gurunya
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjawab:
“Apa yang engkau pelajari hanyalah kaidah-kaidah (rumusan-rumusan) dalam
masalah aqidah, sedangkan jika engkau ingin merasakan dalamnya aqidah
tertanam di dalam hati dan jiwamu, maka hayati dan resapilah kandungan
Al-Qur’an.”
Khalifah Umar Bin Abdul Aziz berkata:
إِنَّ لِلإِيمَانِ فَرَائِضَ وَشَرَائِعَ وَحُدُودًا وَسُنَنًا ، فَمَنِ اسْتَكْمَلَهَا اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَكْمِلْهَا لَمْ يَسْتَكْمِلِ الإِيمَانَ
“Sesungguhnya iman memiliki kewajiban-kewajiban, batasan dan
aturan serta sunnah-sunnah, barangsiapa menyempurnakannya maka
sempurnalah imannya dan barangsiapa tidak menyempurnakannya maka tidak
sempurna pula imannya.” (HR. Bukhari)
“Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat ayat
Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu
mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi
pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya
(karena sholat tahjjud) dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan
penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang
Kami berikan.” (QS As Sajdah (32) : 15).
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu)
orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan
orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga
kemaluannya.” (QS. Al Mukminun (23) : 1-5).
Banyak orang menyangka bahwa akhlakul karimah tidak ada sangkut
pautnya dengan tauhid atau aqidah, sehingga seseorang yang sudah belajar
tauhid tidak sedikit pun merasa risih untuk mengeluarkan sumpah serapah
atau kata-kata kotor kepada saudaranya sesama muslim. Ia demikian fasih
memaki-maki saudaranya hanya karena perbedaan pemahaman aliran
keagamaan, sebagaimana fasihnya dalam membaca Al-Quran. Padahal tauhid
adalah inti iman dan dalam banyak hadits Rasulullah Shollallohu ‘alihi
wa sallama selalu mengaitkannya dengan adab dan akhlak. Bahkan Allah
Azza wa jalla pun menjadikan amal shalih sebagai bukti keimanan
seseorang.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan
nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati
supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr (103) : 1 – 3)
Ucapan kita, pandangan kita, pendengaran kita bahkan desiran hati kita adalah bukti/refleksi dari iman dan tauhid kita.
Beliau Shollallohu ‘alihi wa sallama bersabda :
الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً
فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ
الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
“Iman itu ada 70 atau 60 cabang, yang paling utama adalah ucapan Laa Ilaaha IllaLlah sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan. Dan rasa malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Muslim).
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam saja.” (Muttafaq Alaih).
Siapakah orang yang bangkrut itu ?
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا
وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى
هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ
حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ
فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّار
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya : “Tahukah
kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ?” Mereka (para
sahabat ) menjawab : “Orang yang pailit di antara kita adalah orang yang
tidak mempunyai uang dan harta”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam menerangkan : “Orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang
datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya,
namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini,
menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu
dan telah memukul orang lain (dengan tidak hak ), maka si ini diberikan
kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu
diberikan sedemikian juga, sehingga ketika kebaikannya sudah habis
sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada orang lain), maka kesalahan
orang yang dizhalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia
dilemparkan ke api neraka.” (HR. Muslim).
Kita sering dengar istilah dalam komputer; Garbage In Garbage Out (jika sampah yang dimasukkan sampah pula yang keluar). Begitu pula iman dan akhlak manusia.
Jika seseorang telah mempelajari ilmu tauhid (tentang keimanan) namun
tidak tercermin padanya kemuliaan akhlak dan adabnya, pasti ada sesuatu
yang salah padanya.
oleh: Shalih Hasyim
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
September 05, 2014
Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).
Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.
posted by @Adimin
Wahai Ayah, Bermainlah Bersama Anak-Anakmu
Written By Sjam Deddy on 05 September, 2014 | September 05, 2014
Rasulullah di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak
SEORANG ayah memang memiliki tanggung jawab
nafkah bagi keluarga, sehingga wajar jika umumnya para ayah sangat
sedikit memiliki waktu di rumah. Apalagi yang tinggal di kota besar
seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu selain sedikit, mungkin
kondisi fisik kala di rumah sudah sangat lelah.
Namun demikian, seorang ayah tidak boleh terbawa keadaan. Ada satu
kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yang dipesankan Nabi Muhammad
Shallallahu Alayhi Wasallam, terutama ketika anak-anak masih balita.
Yakni bermain bersama anak-anak.
Sekalipun terkesan sederhana, jika tidak disadari dengan baik,
seorang ayah akan sangat kecil kemungkinan mengagendakan waktunya
bermain bersama anak-anak. Padahal, bermain bersama anak-anak, terutama
kala balita sangat baik untuk menguatkan hubungan bathin antara ayah dan
anak.
Tauladan Rasulullah
Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam sendiri di tengah kesibukannya
memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.
Suatu riwayat menyebutkanRasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam
menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya
Al-Abbas Radhiyallahu anhu, untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”
Anak-anak itu pun bergegas berlomba-lomba menuju beliau, kemudian
duduk di pangkuan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam, lalu
Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
Dengan demikian para ayah jangan sampai tidak mengagendakan waktunya
untuk bermain bersama putra-putrinya. Tidak mesti ke taman bermain
sebagaimana umumnya orang melakukannya. Cukup di rumah saja; dengan
bermain kuda-kudaan, kejar-kejaran atau pun sekedar berjalan-jalan di
sekitar rumah sambil mengenalkan anak pada lingkungan sekitar.
Mengubah Emosi
Selain itu, bermain bersama anak bisa mengubah emosi anak. Misalnya,
seorang anak marah karena mainannya dipinjam oleh adik atau kakaknya.
Kemudian dia menjadi rewel dan mencari perhatian. Dalam kondisi itu
bermain bisa membuat emosi anak berubah seketika.
Ajak saja anak untuk berlari-lari, atau bersama anak masuk dalam
selimut untuk menutup badan bersama. Atau dengan bermain apa yang
disukai sang anak, insya Allah anak akan segera terpancing untuk ikut
bermain dan merelakan apa yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.
Tidak Monoton
Seorang ayah yang memiliki kebiasaan bermain dengan anak-anaknya akan
memiliki kemampuan komunikasi yang luwes, sesuai dengan tabiat
anak-anak. Tidak kaku sebagaimana orang dewasa. Hal ini tentu akan
sangat menyenangkan hati anak-anak.
Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).
Di sini tentu sangat menarik apa yang dilakukan oleh Rasulullah
Shallallahu Alayhi Wasallam. Bagaimana cara beliau bermin-main dengan
bercanda dengan memanggil Anas dengan sebutan ‘pemilik dua telinga.’
Tentu panggilan semacam itu sangat aneh dan mengundang kelucuan, sebab bagaimana mungkin Anas tidak memiliki dua telinga.
Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.
Jika para ayah mau meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya,
insya Allah anak-anak tidak akan merasa ‘gerah’ apalagi sampai tidak
betah berada di rumah. Ia akan senang dan nyaman di rumah bersama ayah
yang suka mengajaknya bermain.
Dan, dalam kondisi seperti itu, insya Allah anak lebih siap mendengar
nasehat dan lebih bisa merasuk dalam qalbunya. Seperti yang Rasulullah
Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan kepada Anas Radhiyallahu Anhu.
Jika demikian, kenapa tidak kita lakukan?
Wallahu A’lam.*
Imam Nawawi
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
TOPIK PILIHAN
September 04, 2014
posted by @Adimin
Hidayat Janji Rakyat Tak Kecewa Pilih Anggota Dewan Dari PKS
Written By Sjam Deddy on 04 September, 2014 | September 04, 2014
Partai Keadilan
Sejahtera akan membekali seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi dan
kota/kabupaten dengan pengetahuan bidang legislasi, anggaran dan
pengawasan sesuai tugas utama anggota dewan.
Selain itu, para anggota dewan terpilih tersebut juga akan diminta menandatangani pakta integritas. Demikian disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik Dewan Pengurus Pusat (BKP DPP) PKS, Hidayat Nur Wahid dalam keterangan pers tertulisnya di Jakarta, Senin (1/9).
"Materi sudah dipersiapkan dan panitia sudah dibentuk. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memaksimalkan potensi amanat bangsa yang sudah diberikan kepada PKS," kata Hidayat.
Acara akan diikuti 40 Anggota DPR terpilih, 160 Anggota DPRD tingkat Provinsi, dan 1.017 Anggota DPRD tingkat Kota/Kabupaten. Digelar pada Minggu ketiga di bulan September. Hidayat berharap dengan adanya acara ini, PKS bisa menghasilkan anggota dewan yang lebih berkualitas.
"Saya harap para peserta nantinya bisa melaksanakan perannya dengan lebih baik lagi, menghadirkan demokrasi yang lebih berkualitas, dan dakwah yang lebih berkualitas," ujar Hidayat.
Selain pembekalan mengenai tugas-tugas kedewanan, akan ada penandatanganan pakta integritas. Pakta Integritas, ujar Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR ini, akan mewajibkan anggota DPR/D dari PKS untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat, serta menghindarkan diri dari perilaku korupsi.
"Sebenarnya soal tersebut sudah diatur, namun pakta integritas ini untuk menegaskan kembali komitmen anggota dewan PKS untuk bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat dan tidak korup," tambah Hidayat.
Dengan suksesnya pembekalan dan penandatanganan pakta integritas untuk anggota legislatif dari PKS ini, diharapkan dapat membawa manfaat bagi semua elemen bangsa.
"Semoga acaranya sukses dan membawa berkah bagi bangsa Indonesia. PKS ingin membuktikan kualitas anggota dewannya di pusat maupun di daerah. Kami tidak ingin membuat masyarakat menyesal telah memilih anggota dewan dari PKS," pungkas Hidaya
Selain itu, para anggota dewan terpilih tersebut juga akan diminta menandatangani pakta integritas. Demikian disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik Dewan Pengurus Pusat (BKP DPP) PKS, Hidayat Nur Wahid dalam keterangan pers tertulisnya di Jakarta, Senin (1/9).
"Materi sudah dipersiapkan dan panitia sudah dibentuk. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memaksimalkan potensi amanat bangsa yang sudah diberikan kepada PKS," kata Hidayat.
Acara akan diikuti 40 Anggota DPR terpilih, 160 Anggota DPRD tingkat Provinsi, dan 1.017 Anggota DPRD tingkat Kota/Kabupaten. Digelar pada Minggu ketiga di bulan September. Hidayat berharap dengan adanya acara ini, PKS bisa menghasilkan anggota dewan yang lebih berkualitas.
"Saya harap para peserta nantinya bisa melaksanakan perannya dengan lebih baik lagi, menghadirkan demokrasi yang lebih berkualitas, dan dakwah yang lebih berkualitas," ujar Hidayat.
Selain pembekalan mengenai tugas-tugas kedewanan, akan ada penandatanganan pakta integritas. Pakta Integritas, ujar Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR ini, akan mewajibkan anggota DPR/D dari PKS untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat, serta menghindarkan diri dari perilaku korupsi.
"Sebenarnya soal tersebut sudah diatur, namun pakta integritas ini untuk menegaskan kembali komitmen anggota dewan PKS untuk bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat dan tidak korup," tambah Hidayat.
Dengan suksesnya pembekalan dan penandatanganan pakta integritas untuk anggota legislatif dari PKS ini, diharapkan dapat membawa manfaat bagi semua elemen bangsa.
"Semoga acaranya sukses dan membawa berkah bagi bangsa Indonesia. PKS ingin membuktikan kualitas anggota dewannya di pusat maupun di daerah. Kami tidak ingin membuat masyarakat menyesal telah memilih anggota dewan dari PKS," pungkas Hidaya
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
September 04, 2014
Tapi apa hasilnya?
posted by @Adimin
Janganlah Seorang Berilmu seperti Himar
Ilmu itu dicap tak berguna, kalau akhlak pemiliknya tak seindah gelar
akademik yang disandang. Pengetahuan akan menjadi bumerang sekiranya
hatinya kian gelisah ketika ibadah
SUATU kali aku pernah mengunjungi Perpustakaan
Kongres, di kota Washington, Amerika. Di sana aku menjumpai tumpukan
buku hingga berbilang ratusan ribu jumlahnya. Semuanya tersedia. Dari
berbagai disiplin dan spesialisasi ilmu. Segalanya ada, hingga ke
literatur-literatur dan manuskrip-manuskrip kuno dari setiap generasi
dan lapisan masyarakat.
Ia juga menampung buku-buku yang terkait dengan seluruh agama, kebudayaan dan peradaban manusia.
Tapi apa hasilnya?
Rupanya bangsa Amerika yang seringkali berbangga dengan sebutan
Perpustakaan Terbesar di dunia itu tetaplah sebagai bangsa yang kafir
kepada Allah. Demikian dikisahkan Syeikh Aidh al-Qarni dalam karya
monumentalnya La Tahzan (Jangan Bersedih). Kisah ini ia sebutkan dalam Bab “Ilmu Bermanfaat dan Ilmu yang Mudharat”.
Ilmu bagi orang beriman adalah sebatas alat atau wasilah (sarana).
Ilmu bukan tujuan akhir yang membuat seorang Muslim lalu puas dan merasa
aman setelah meraihnya. Ibarat sebilah pisau tajam. Pisau itu
bermanfaat baik ketika dipakai untuk menyembelih hewan qurban.
Sebaliknya, ia berubah buruk, jika digunakan untuk sebuah perbuatan dosa dan kemaksiatan.
Sejatinya, tak ada yang keliru ketika seseorang berlomba-lomba
menuntut ilmu setinggi-tingginya. Hal itu bahkan menjadi perintah
mendasar dalam syariat Islam.
Amalan itu bisa benar jika ada ilmu yang menyertainya. Kira-kira
seperti itu maksud Muhammad bin Ismail bin al-Mughirah alias Imam
al-Bukhari, ketika merumuskan klasifikasi penyusunan hadits-haditsnya.
Salah satunya ialah bab “al-Ilmu Qabla al-Qaul wa al-Amal” (Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan).
Al-Qur’an juga memberi isyarat demikian. Adalah perintah (iqra) yaitu
“membaca” menjadi landasan wahyu pertama yang turun kepada Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
Selanjutnya Allah berfirman;
يَا أَيّ يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ
دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Mujadalah [58]: 11).
Ilmu itu disanjung ketika selaras dengan akhlak dan laku pemiliknya.
Ilmu itu mulia ketika berhasil medekatkan dirinya kepada Sang Pencipta
alam semesta. Allah bahkan tak segan mengangkat derajat kemuliaan orang
tersebut jika ia berhasil mengawinkan antara iman, ilmu, dan amal shalih
tersebut. Ia layak bergelar alim atau ulama, andai ketinggian ilmunya
sukses menjadikan ia kian rendah dan merasa takut di hadapan Zat Yang
Mahatinggi.
Lalu di mana celah keburukan ilmu itu? Inilah soalannya. Jika
pengetahuan yang sedikit itu justru membuatnya melambung dan berlaku
sombong kepada sesama. Memandang rendah orang lain atau menolak
kebenaran jika hal itu tak sesuai dengan “selera” dan keinginannya.
Ilmu itu berbalik makna, jika ia mengaku banyak ilmu tapi rupanya beramal shaleh sedikit saja.
Ilmu itu dicap tak berguna, kalau akhlak pemiliknya tak seindah gelar akademik yang disandang di belakang namanya.
Pengetahuan malah menjadi bumerang sekiranya hatinya kian gelisah
ketika ibadah. Fikirannya makin menyimpang dan perbuatannya makin jauh
dari tuntunan agama itu sendiri.
Layaknya seekor himar (keledai), binatang itu sibuk
mondar-mandir dengan tumpukan kitab di atas punggungnya. Tapi semua itu
tak bernilai sedikitpun. Kecuali semata-mata menanggung beban yang kian
berat. Ia pandai dan berilmu tapi ia tak mendapat manfaat kecuali
ancaman siksa di hari Kiamat kelak.
Seperti itu Allah mengisyaratkan;
مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا
كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ
الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ
الظَّالِمِينَ
الظَّالِمِينَ
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat,
kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa
kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang
mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada
kaum yang zalim.” (Surah al-Jumuah [62]: 5).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima
Masykur Abu Jaulah
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
August 30, 2014
Untukmu Anggota Dewan (PKS)
Terbanglah..terbang..
Menyibak angin membelah langit
Jadilah kuat dan menguatkan
Jadilah besar dan membesarkan
Hotel mewah yang bakal kau singgahi
Adalah tanah becek perkampungan
tempat kami menebar brosur menawarkan nama
AC-nya yang dingin...
Tak sedingin malam yang pernah kami lewati
Ketika memasang spanduk bergambar wajahmu
Oh !.berpaculah bagai kuda perang
Jangan takut menyampaikan kebenaran
Jangan ketiduran di medan perjuangan
Oh !..melesatlah jauh laksana anak panah
Sejauh sampai menuju sasaran
Tapi jangan lupa pulang
Biarlah kami disini menunggumu dalam rindu
Sekedar mengenang kisah kita dahulu
Oleh: Antho Bandara
posted by @Adimin
Untukmu Anggota Dewan (PKS)
Written By Anonymous on 30 August, 2014 | August 30, 2014
Untukmu Anggota Dewan (PKS)
Terbanglah..terbang..
Menyibak angin membelah langit
Jadilah kuat dan menguatkan
Jadilah besar dan membesarkan
Hotel mewah yang bakal kau singgahi
Adalah tanah becek perkampungan
tempat kami menebar brosur menawarkan nama
AC-nya yang dingin...
Tak sedingin malam yang pernah kami lewati
Ketika memasang spanduk bergambar wajahmu
Oh !.berpaculah bagai kuda perang
Jangan takut menyampaikan kebenaran
Jangan ketiduran di medan perjuangan
Oh !..melesatlah jauh laksana anak panah
Sejauh sampai menuju sasaran
Tapi jangan lupa pulang
Biarlah kami disini menunggumu dalam rindu
Sekedar mengenang kisah kita dahulu
Oleh: Antho Bandara
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN








