pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

PKS Kecewa Rencana Evaluasi Doa Di Sekolah, Anis Anggap Baru Wacana

Written By Sjam Deddy on 11 December, 2014 | December 11, 2014


Politisi senior dari Fraksi PKS yang juga anggota Komisi X DPR RI, Surahman Hidayat mengaku kecewa rencana Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan mengevaluasi tata cara doa.
 
Sebelumnya santer diberitakan rencana Anies Baswedan mengevaluasi tata cara doa pembuka dan penutup dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah negeri.

“Anies Baswedan harus berhati-hati membuat kebijakan, apalagi berkaitan dengan sesuatu budaya yang baik dan sudah berjalan sejak lama di sekolah. Tidak ada sifat ajakan ke Islam; makna do’a untuk kebaikan kemanusiaan yang bermartabat, ingat sebelum dan sesudah jadi menteri dia seorang Muslim yang humanis,” demikian jelasnya Surahman Hidayat dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Selasa (09/12/2014).

Menurut Surahman, selama ini di sekolah negeri sudah terbiasa membuka dan menutup proses belajar dan mengajar dengan do’a. Kalau ada agama yang berbeda dengan guru yang memimpin, silahkan berdoa dengan agama dan keyakinannya, tidak ada unsur paksaan, ujar Ketua MKD DPR RI.

Kebiasaan seperti itu lanjut Surahman sudah menjadi keumuman, tidak hanya di sekolah-sekolah negeri, di semua instansi pemerintah juga menjadi hal yang biasa.

“Anies Baswedan lebih baik berfokus, mengevaluasi kebijakan yang lebih strategis, seperti kurikulum, masalah peningkatan kualitas guru, sarana prasarana pendidikan,” tutup Surahman.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar d‎an Menengah Anis Baswedan mengatakan, tidak berencana melanjutkan penyusunan tata tertib (tatib) terkait tata cara membuka dan menutup proses belajar mengajar di sekolah dengan berdoa.

Tatib itu disusun terkait banyaknya keluhan orangtua murid terhadap tata cara berdoa yang dinilai medominasi agama tertentu.

“Tidak tahu tatib itu akan dibikin apa tidak. Itu baru wacana,” kata Anis sebagaimana dimuat Republika Online,‎ Selasa (09/12/2014).

Anis menjelaskan, penyusunan tatib itu baru wacana dan tidak akan dilanjutkan. Karenanya, pemberitaan mengenai penyusunan tatib untuk mengatur tata cara berdoa yang dibuat kementeriannya itu dinilai berlebihan.
 
Malah, kata Anis, kementerian mendorong agar semua anak-anak sekolah menjadi anak yang bertaqwa. Yaitu, dengan memulai dan menutup aktivitas belajar dengan berdoa. Karena proses belajar itu merupakan bentuk ibadah


posted by @Adimin

Renungan Dakwah Parlemen | oleh: Al Muzzammil Yusuf



Assalamu’alaikum Twips, apakabar? berikut ini saya sampaikan RENUNGAN DAKWAH PARLEMEN 2014-2019.
  1. Apa saja kegelisahan jiwa yang tidak terkait dengan upaya pencarian ridho Ilahi adalah berhala-berhala kehidupan.#renungan20142019
  1. Untuk melenyapkannya fokuslah pada fikir- dzikir- kerja apa saja yang bisa membahagiakan jiwa di atas ridho Ilahi. .#renungan20142019
  1. Di situlah hakikat kebahagiaan. Pantulan ketentraman wajah orang-orang beriman tidak bisa diraih dgn kosmetik duniawi..#renungan20142019
  1. Legislasi untuk wujudkan visi misi rahmatan lil ‘alamin. .#renungan20142019
  1. Rencana Anggaran untuk kemaslahatan sesama , ummat dan bangsa. #renungan20142019
  1. Pengawasan untuk lahirkan para pemimpin teladan.#renungan20142019
  1. Advokasi untuk membela fakir miskin dan rakyat yang terzholimi .#renungan20142019
  1. Rapat-rapat, tempat pergumulan pemikiran dan wacana untuk wujudkan cita-cita mulia pejabat negara.#renungan20142019
  1. Pertemanan, lobby dan jaringan untuk merubah gelombang cita-cita menjadi tsunami realita.#renungan20142019
  1. Expose media menjadi wilayah pertanggungjawaban dunia sebelum akhirat ditanya.#renungan20142019
  1. Berdoa, jujur, amanah, jihad dan tawakal akan menghadirkan pertolongan AllahuAkbar.#renungan20142019
  1. Kesuksesan hakiki hanyalah milik mukminin muttaqiin pengikut para Nabi.#renungan20142019
  1. Hasbunallohu wa ni’mal wakiil…. Laa haula wa laa quwwata illa billah. .#renungan20142019


posted by @Adimin

Skuad Polwan Malaysia Berjilbab Rapi, Indonesia kapan ?

Written By Sjam Deddy on 10 December, 2014 | December 10, 2014

Skuad Amanita terbukti efektif meraih kepercayaan masyarakat terutama kaum wanita dan ibu rumah tangga dalam membantu mengurangi tingkat kejahatan 
 
Petugas Amanita Polis DiRaja Malaysia (PDRM)  bersama skuter listriknya

Skuad Aman Wanita (Amanita) yang didirikan Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada Maret tahun lalu terus diperkuat saat menerima tambahan aset 33 skuter listrik yang berkonsepkan teknologi hijau baru-baru ini.


Penambahan aset tersebut diyakini mampu meningkatkan kemampuan Skuad Amanita agar bertindak cepat dan lebih fit dalam menjalankan program pencegahan kejahatan. Di saat yang sama,  mampu mendukung Program Amalan Hijau dan Teknologi Hijau PDRM.

Ketua Polisi Negara, Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengatakan sebagai awal 33 unit skuter akan digunakan Skuad Amanita di sekitar Lembah Klang sebelum diperluas penggunaannya ke seluruh Negara.

“Penambahan aset ini adalah bagian dari Program Amalan Hijau dan Teknologi Hijau PDRM. Kita yakin penggunaan aset ini mampu memberdayakan kemampuan Skuad ini terutama dalam patroli pencegahan kejahatan,” ujarnya dikutip Berita Harian Malaysia.

Hemat 23% bahan bakar

Menurut Sri Khalid teknologi yang digunakan dalam skuter menurutnya juga ramah bahan bakar.

“Pada saat sama, penggunaan teknologi hijau dengan kerjasama GreenTech Malaysia ini mampu memberikan penghematan hingga 23 persen penggunaan bahan bakar.

“Ia bias mengurangi emisi karbon dioksida hingga 19 persen, sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” katanya saat ditemui wartawan pada Seminar Pelaksanaan Pengadaan Hijau Pemerintah (GGP) PDRM, di Malaysia baru-baru ini.

Skuad Amanita adalah inisiatif PDRM di bawah Strategi Lautan Biru Kebangsaan (NBOS) yang diluncurkan Maret tahun lalu, di mana polisi wanita dikerahkan mendekati setiap lapisan, khususnya kelompok wanita dan ibu rumah tangga untuk mengetahui permasalahan terkait kejahatan di daerah lingkungan tempat tinggal mereka.

Khalid mengatakan, Skuad Amanita yang didirikan PDRM sejauh ini mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat umum terutama kalangan ibu rumah tangga.

Berdasarkan statistik PDRM, saat ini ada 11.571 anggota polisi wanita (polwan) yaitu sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan anggota polisi di Malaysia ini dan Khalid menetapkan target untuk menambahkannya sehingga menjadi 30 persen.

Skuad Terpercaya

Skuad Amanita terbukti efektif karena mudah meraih kepercayaan masyarakat setempat terutama kaum wanita dan ibu rumah tangga dan banyak membantu mengurangi tingkat kejahatan di lingkungan masing-masing.

Dengan kata lain, ibu rumah tangga menjadi mata dan telinga polisi sementara semua polisi wanita adalah anggota Skuad Amanita yang perlu menjalin jaringan kerjasama antara masyarakat setempat dan polisi.

Malaysia tak ada perdebatan penggunaan seragam Polwan berjilbab, sementara Indonesia dengan penduduk Muslim sekitar 245 juta hak polisi wanita menjalankan keyakinannya masih belum diberi tempat.

 


posted by @Adimin

Inilah yang Lebih Dikhawatirkan Rasulullah atas Umatnya daripada Dajjal

Written By Sjam Deddy on 08 December, 2014 | December 08, 2014


Dajjal adalah fitnah yang besar bagi manusia di akhir zaman, tidak terkecuali bagi umat Islam. Dengan kemampuan dan kekuatannya yang aneh, banyak manusia akan menjadi pengikutnya.
 
Dari hadits-hadits shahih yang menerangkan tentang Dajjal, disebutkan bahwa Dajjal bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain secara cepat. Dajjal bisa memanggil syetan agar menyerupai orang yang telah meninggal untuk bertemu dengan anaknya agar mengakui Dajjal sebagai Tuhan. Dajjal juga bisa ‘mendatangkan’ hujan dan memerintahkan benda mati menuruti keinginannya. Banyak orang yang tertipu dengan kehebatan Dajjal. Karenanya, Rasulullah mengkhawatirkan umatnya atas fitnah Dajjal ini.

Namun, ada hal yang lebih dikhawatirkan Rasulullah atas umatnya daripada fitnah Dajjal. Apa itu? Abu Sa’id Al Khudri meriwayatkan:

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِى مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ. قَالَ قُلْنَا بَلَى. فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِىُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّى فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami sedangkan kami masih membicarakan al Masih ad Dajjal. Maka beliau bersabda, ‘Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian daripada al Masih ad Dajjal?’ Kami menjawab, ‘Mau, ya Rasulallah.’ Beliau bersabda, ‘Syirik khafi. Yakni seseorang mendirikan shalat, lalu dia memperindah shalatnya karena merasa ada orang yang melihat shalatnya.’” (HR. Ibnu Majah; shahih)

Inilah hal yang lebih dikhawatirkan Rasulullah menimpa umatnya daripada datangnya Dajjal. Sririk khafi. Syirik yang samar. Begitu samar bisa jadi orang tidak menyadari bahwa dirinya telah berbuat demikian. Salah satu contohnya adalah memperindah shalat karena merasa dilihat orang.

Pada surat Al Ma’un disebutkan bahwa ada orang yang menunaikan shalat tapi celaka. Yakni orang yang lalai dalam shalatnya. Diantara bentuk kelalaian itu adalah ia melalaikan Allah, tetapi justru memikirkan orang yang melihat shalatnya. Ia tidak ingat Allah, tetapi ingat betul terhadap manusia yang melihat dirinya.

Seberapapun bahaya Dajjal, ia kelihatan dan dapat diketahui tanda-tandanya secara fisik. Namun soal syirik khafi ini, ia begitu halus sehingga orang yang tengah shalat pun bisa terkena.

Seberapapun bahaya Dajjal, ia tidak bisa memasuki Makkah dan Madinah. Namun soal syirik khafi ini, ia bisa menimpa muslim mana pun termasuk yang tinggal di Makkah dan Madinah.

Mari kita berdoa semoga dilindungi Allah dari seluruh syirik, baik syirik yang terang-terangan (syirik jali) maupun syirik yang samar-samar (syirik khafi):

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun kepada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

Wallahu a’lam bish shawab.

bersamadakwah

posted by @Adimin

Tidur Lebih Awal Menyehatkan Pikiran

Mereka yang suka begadang, dengan jangka waktu tidur pendek dan tidur larut malam, dilaporkan mengalami pikiran negatif berulang kali daripada mereka yang punya jadwal tidur teratur.


TIDUR lebih awal dan menjaga jam tidur yang teratur dapat mengurangi pikiran negatif dan kecemasan, menurut penelitian terbaru di Binghamton University (BU) di New York.

Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa BU yang diminta untuk mengisi beberapa kuesioner dan melakukan dua tugas komputerisasi untuk menilai tingkat berpikir negatif mereka yang terus muncul berulang, dengan mengukur tingkat kecemasan, pikiran, dan obsesi.

Mereka juga diminta untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kebiasaan tidur, jam berapa, apakah dilakukan teratur, atau kebiasaan itu bergantung pada saat ujian dan kegiatan sosial.

Mereka yang menggambarkan diri sebagai manusia suka begadang, dengan jangka waktu tidur pendek dan tidur larut malam, dilaporkan mengalami pikiran negatif berulang kali daripada mereka yang punya jadwal tidur teratur dan masa tidur yang lebih panjang, kata para peneliti.

Temuan mereka juga menunjukkan, pikiran negatif yang berulang terkait dengan kurangnya tidur. Persoalan ini dapat berisiko terkena gangguan kesehatan mental.

“Jika temuan lebih lanjut mendukung hubungan antara waktu tidur dan berpikir negatif yang berulang, bisa dijadikan langkah pengobatan bagi individu yang mengalami gangguan internal,” kata seorang peneliti, Meredith Coles.

Inspirasi melakukan penelitian ini berawal dari hubungan antara masalah tidur dan kesehatan mental, baik kecil dan besar, menurut para peneliti.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Therapy and Research dan dimuat di New York Daily News, Jumat (5/12/2014)


posted by @Adimin

20 Alasan Bahaya Maksiat (Bagian Pertama)

Larangan dalam agama dapat dijalankan dengan dasar ta’abbudikepatuhan sebagai hamba Allah tanpa banyak bicara dan ta’aqquli—dapat dinalar oleh akal


KEJAHATAN, perilaku tak senonoh yang termasuk dalam maksiat akhir-akhir seolah menjadi suguhan masyarakat. Para pelakunya tak hanya orang dewasa dan orang tak terdidik. Maksiat bahkan dilakukan usia anak-anak hingga abdi negara, petugas hukum bahkan ahli agama.

Di media sosial diramaikan dengan peristiwa cukup menyedihahkan, seorang pelajar berpakaian seragam sekolah tertangkap masyarakat karena melahirkan di kebun.

Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) menangkap mantan bupati Bangkalan-Madura yang dikenal seorang abdi pemerintah sekaligus tokoh agama setempat.

Bagi orang Bugis Bone, dikenal istilah menjunjung tinggi siri’—harga diri—serta sangat mencela perbuatan biadab dan memalukan. Masyarakat Bone percaya bahwa jika maksiat telah merajalela, maka bencana (bala’) hanya menunggu waktu. Padahal itu hanya ditinjau dari segi adat, bagaimana agama?

Maksiat dari segi bahasa bermakna durhaka dari segi istilah ialah perbuatan yang membawa dosa yaitu yang bertentangan dengan akidah, syariat dan ajaran Islam karena melakukan larangan Allah dan Rasulnya. Maksiat bisa merusak agama, iman, akhlak, kemuliaan diri dan kesejahteraan individu, keluarga, masyarakat, negara dan umat secara keseluruhan.

Umat Islam memiliki satu konsep yang dipahami secara konsensus bahwa perintah dan larangan dalam agama dapat dijalankan dengan dasar ta’abbudi—kepatuhan sebagai hamba Allah (abdullah) tanpa banyak bicara —dan ta’aqquli—dapat dinalar oleh akal. Oleh karena itu,bahaya maksiat ditinjau dari dua segi di atas, ta’abbudi maupun ta’aqquli sangat jelas dan terang.

Sebagai contoh, adanya larangan untuk mengkonsumsi daging babi, bagi segenap umat Muhammad, mematuhi larangan tersebut adalah sebuah keniscayaan tanpa ada protes, mengapa dan bagaimana hal itu terlarang, inilah bentuk ta’abbudi. Belakangan didapati bahwa ternyata memakan daging babi akan mendatangkan penyakit tertentu karena pada daging tersebut mengandung cacing pita.

Itu berarti menghindari daging babi akan mendatangkan kemaslahatan, inilah bentuk ta’aqquli. Kecuali itu, ada pula ta’abbudi dan ta’aqquli sekaligus, seperti larangan berzina dengan menghukum pelakunya seberat mungkin, karena memang telah terdapat larangan untuk mendekatinya—apalagi melakukannya—dalam bentuk wahyu Al-Qur’an dan hadis Nabi juga telah dipaparkan cara-cara pelaksanaan hukumannya dengan gamblang, tidak ada ruang untuk mengingkarinya, ini dipandang dari ta’abbudi sedang dari ta’aqquli jelas-jelas bahwa zina adalah perbuatan yang dapat merugikan kedua belah pihak, terutama wanita yang menjadi korban, dan dalam tahap tertentu—jika terlalu bebas—dapat mendatangkan penyakit (kutukan) seperti HIV/AIDS.

Perbuatan maksiat, jika ditinjau dari segi sosial akan merugikan masyarakat karena jika musibah datang tidak hanya menimpa pada pelakunya seorang, akan tetapi pada segenap masyarakat yang ada di sekitar pelaku maksiat, sebagaimana disitir Al-Qur’an, Wattaqu fitnatan la tushibanna al-ladzina dzalamu minkum khassah. Takutlah akan musibah–akibat maksiat–yang jika turun tidak hanya menimpa para pelaku maksiat, (QS. Al-Anfal: 25).

Sedang jika ditinjau dari segi personal, pelaku maksiat akan mendatangkan banyak kehinaan. Berikut, beberapa implikasi yang ditimbulkan oleh maksiat.

Pertama. Maksiat Menghalangi Ilmu Pengetahuan
Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan dalam diri kita dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut. Karena itu, tatkala Imam Syafi’i rahimahullah duduk di hadapan Imam Malik untuk belajar, Imam Malik sangat kagum akan kecerdasan dan daya hafalnya hingga beliau bertutur, “Aku melihat Allah telah menyiratkan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat. “Imam Syafi’i bertutur, Aku mengadu tentang kelemahan hafalanku yang buruk. Dia memberiku bimbingan untuk meninggalkan kemaksiatan seraya berkata, ‘Ketahuilah, ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada si pelaku dosa dan kemaksiatan’[Syakautu ila waqi’i ‘an su’a hifdzi. Fa’arsyadani ila tarkil-ma’ashi. Fa akhbarani biannal-‘ilma nurun wa nurullah la yuhda lil ‘ashy!].

Kedua; Maksiat Menghalangi Rezeki
Dalam kitab “Musnad Ahmad” disebutkan, “Seorang hamba dicegah dari rezki akibat dosa yang diperbuatnya”. Jika ketakwaan merupakan penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkannya dapat menimbulkan kekafiran. Tidak ada satupun yang dapat memudahkan rezeki Allah kecuali dengan meninggalkan maksiat.

Ketiga, Maksiat Menimbulkan Jarak dengan Allah
Jauh atau sunyinya hati seorang manusia dari cahaya Allah disebabkan oleh perbuatan maksiatnya. Tidak ada perbuatan meninggalkan dosa yang dapat menghilangkan kesunyian tersebut kecuali berwaspada dari perbuatan maksiat. Seseorang yang berakal tentu akan dengan mudah meninggalkan kesunyian itu. Diriwayatkan, bahwa ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang yang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang Arif berpesan, Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa , maka tinggalkanlah. Dalam hati, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa.
Keempat; Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang Lain
Kemaksiatan dapat menjauhkan seorang manusia dengan manusia yang lain, lebih-lebih dengan golongan yang baik. Semakin kuat tekanan perasaan tersebut, semakin jauhlah ia dari mereka dan semakin terhalangilah berbagai manfaat dari mereka; akhirnya dia semakin mendekati setan. Kesunyian dan kegersangan itu semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan dia dengan istri dan anak-anaknya, juga antara dia dengan nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang dan istriku.

Kelima; Maksiat Menyulitkan Urusan
Pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam mengatasi segala masalahnya sebagaimana ketakwaan dapat memudahkan segala urusan. Karenanya, sungguh mengherankan jika seorang hamba sulit menghampiri pintu-pintu kebenaran sementara penyebabnya tidak ia ketahui.

Keenam, Maksiat Menggelapkan Hati
Pelaku maksiat akan senantiasa mengalami kegelapan hati seperti gelapnya malam. Ketaatan itu adalah cahaya sebagaimana sinar matahari, sedangkan kemaksiatan adalah gelap gulita di malam hari. Ibnu Abbas r.a berkata, Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan pencerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kelapangan rezeki, kekuatan badan, dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengandung ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki, dan kebencian makhluk

hidayatulah

posted by @Adimin

Ormas Islam Konsolidasi Tolak Kriminalisasi Dai Mentawai

Written By Sjam Deddy on 03 December, 2014 | December 03, 2014

 Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatra Barat menyampaikan proses hukum yang dikenakan para terdakwa dipaksakan





Berita kriminalisasi atas dai Muda Farhan Muhammad dan Mayarni Mzen akhirnya menyadarkan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada para terdakwa.

Belum lama ini, beberapa ormas di Sumatra Barat melakukan konsolidasi untuk rencana aksi yang akan dilangsungkan di depan Pengadilan Negri Padang bersamaan dengan persidangan lanjutan para terdakwa.

Aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi terdakwa dan para saksi-saksi yang dikhawatirkan berada dibawah tekanan sehingga tidak memberikan kesaksian yang sesungguhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dai muda Farhan Muhammad dan Mayarni Mzen ditangkap karena membawa anak-anak dari Mentawai, Sumatra Barat yang direncananya akan disekolahkan di Jakarta.

Awalnya, Farhan Muhammad membawa anak-anak agar mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan Mayarni Mzen mencari penderma yang bisa mendanai pendidikan mereka. Namun ujungnya mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Hadir dalam konsolidasi tersebut Penasihat Hukum para terdakwa, Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatra Barat.

Dalam kesempatan ini Fitri menyampaikan proses hukum yang dikenakan terhadap para terdakwa adalah prematur dan dipaksakan. Salah satu contohnya adalah kesaksian kepala dusun yang meminta terdakwa Farhan ini untuk membawa adik-adiknya (anak-anak, red) agar bersekolah di Jakarta. Sang kepala dusun, kata Fitri, tahu bahwa terdakwa adalah seorang Muslim dan kepala dusunnya seorang non Muslim.

“Artinya kepala dusun ini memang membiarkan Farhan membawa keluarganya untuk sekolah dimana saja, bahkan dipesantren sekalipun, karena kepala dusun dan orangtua anak anak ini sudah mempercayakan anak-anaknya ke Farhan yang seorang Muslim,” ujar Fitri.

Menurut Fitri, kasus ini seharusnya tidak perlu berlanjut apabila ada pemahaman yang utuh dari aparatur penegak hukum tanpa ada intervensi dari pihak-pihak tertentu dan peranserta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam kasus ini harusnya bisa lebih optimal di mana secara sederhana keinginan terdakwa sudah jelas semata-mata untuk meningkatkan sumber daya manusia di tanah kelahiranya yakni mentawai.

hidayatullah 


posted by @Adimin

Fraksi PKS mendorong Pembangunan Kota Padang secara Maksimal dalam realisasi APBD 2015

Written By Sjam Deddy on 02 December, 2014 | December 02, 2014



pkspadang.com : Berdasarkan sidang paripurna DPRD Kota Padang yang dilaksanakan pada hari ahad 30 Nopember 2014, berkenaan dengan pengesahan APBD kota Padang, maka disepakati poin poin penting yang disepakati seluruh wakil rakyat Kota Padang itu. Salahsatu maslah yang berkepanjangan adalah permasalahan pasar inpres. Permasalahan pasar yang memang sudah rumit dan terkatung katung sebelumnya disepakati dikucurkan dana sebesar 27 Milyar. Fraksi PKS mendorong pemerintahan Kota Padang untuk segera merealisasikan pembangunan pasar inpres kota padang, karena menyangkut nasib 1008 pedagang yang selama pasca gempa 2009 menempati kios kios darurat yang ada.

Fraksi PKS juga mendorong pemerintahan kota Padang, meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur Kota Padang, seperti betonisasi jalan lingkungan, pengasapalan jalan jalan, yang semuanya menyangkut dengan aktifitas sosial masyarakat Kota Padang.

Disektor pendidikan, fraksi PKS juga mendorong pemerintakan Kota Padang untuk merealisasikan pendidikan gratis yang berkualitas bagi warga Kota Padang khususnya SD,  SMP , SMA/SMK yang direalisasikan dalam bentuk perwako, sehingga bisa memberikan kenyamanan warga Kota Padang.

Secara umum fraksi PKS mengingatkan pemerintahan Kota Padang untuk segera merealisasikan program programpembangunan Kota Padang, yang mana APBD tahun 2015 ini meningkat yang mulanya 307 milyar menjadi 450 milyar, bisa terserap dan terimplementasikan secara maksimal sehingga wajah dan kondisi Kota Padang secara umum menjadi lebih baik.


posted by @Adimin

Kebijakan Jokowi, adalah refleksi Cara Pandangnya Tentang Indonesia


Teringat akan wawancara Jokowi dalam acara Mata Najwa, tak lama berselang setelah beliau dinyatakan menang sebagai Presiden ke-7 RI oleh Mahkamah Konstitusi ( MK). Ketika ditanya oleh Najwa Shihab,"Sebagai seorang Presiden, apa pandangan Bapak tentang Indonesia?"

Mau tahu apa jawaban Jokowi pada saat itu? Setelah lama berpikir lantaran tak siap dengan pertanyaan tersebut, lantas seperti biasa dengan gaya khasnya tersenyum-senyum, Jokowi pun menjawab,"Indonesia itu sangat lekat dengan kemiskinan!"

Mendengar jawaban sang Presiden, Najwa Shihab pun sempat terdiam beberapa saat dengan kening berkerut serta pandangan terpana (tak percaya). Mungkin Najwa Shihab bingung dan tak menyangka sama sekali, bila cuma beginilah jawaban seorang Presiden yang notabene selalu diklaim oleh para pecintanya sebagai negarawan sejati saat ditanya tentang konsep negara Indonesia. Sebuah jawaban yang sangat dangkal dan terlalu naif kedengarannya, sekaligus juga merendahkan Indonesia sebagai sebuah negara yang kaya dan berdaulat.

Bertolak dari "konsep" Jokowi tentang Indonesia ini, saya pun akhirnya tersadar dan selanjutnya sangat memahami bahwa apa-apa yang dikerjakan Jokowi dalam bentuk kebijakannya sekarang ini, memang seiring-sejalan dengan pola pikir atau cara pandangnya selama ini tentang negara kita tercinta. Bahwa Indonesia itu memang identik dengan kemiskinan dan selamanya akan menjadi (dibuat) miskin.

Konsep atau cara pandang tentang kemiskinan ini pun kemudian direalisasikan lewat kebijakan-kebijakan Jokowi yang selalu berkoar dengan slogan "pro rakyat"nya. Menaikkan harga BBM yang jelas-jelas mencekik leher rakyat, sehingga menyebabkan angka kemiskinan kian meningkat. Selanjutnya mengeluarkan kartu-kartu sakti  seperti KIS, KIP dan termasuk pula PSKS (Program Simpanan Keluarga Sejahtera), semua ini tak lain merupakan penterjemahan dari konsep atau cara pandang Jokowi sebagaimana yang beliau paparkan dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab malam itu. Amboi, tidak meleset sama sekali!

Dengan kebijakan-kebijakannya ini, Jokowi seolah-olah ingin mengatakan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memang merupakan sebuah negara miskin dan terbelakang. Lihatlah rakyat Indonesia yang kerab berteriak-teriak (demo) menolak kenaikkan harga BBM karena mereka merasa tak mampu membeli BBM dengan harga tinggi tersebut. Juga karena tak kuat menahan himpitan beban ekonomi yang semakin berat.

Namun di sisi yang lain banyak rakyat Indonesia yang berharap mendapatkan dana kompensasi dari dicabutnya subsidi BBM tersebut. Bahkan mereka rela antri berjam-jam lamanya di kantor pos hanya untuk mendapatkan uang yang cuma sebesar 400 ribu saja, yang mana tidak diketahui akan berapa lama program bagi-bagi uang ini akan diberlakukan. Tragisnya lagi "kartu sakti" ala Jokowi ini telah memakan korban jiwa seorang nenek di kota Solo belum lama ini. Bukankah semua ini mencerminkan bagaimana buruk dan kusamnya wajah Indonesia di mata dunia? Sama persis dengan apa yang ada di kepalanya Jokowi. Ironis bukan?

Kembali kepada jawaban Jokowi tadi, barangkali bukan hanya Najwa Shihab saja yang pada saat itu mendengar secara langsung, saya dan mungkin juga para penonton lainnya yang kebetulan menyaksikan acara tersebut melalui televisi, saya jamin pasti akan melongo, terkejut sekaligus geleng-geleng kepala. Tak mampu berkata-kata lagi (speechlees).

Namun apapun itu adanya, ternyata memang cuma sebatas itulah kualitas serta kapasitas seorang Jokowi sebagai Presiden dari sebuah negara besar bernama Indonesia. Mau tidak mau, suka tidak suka meskipun terdengar "lucu" dan miris tentu saja, sebagian dari rakyat Indonesia telah memilihnya. Jadi apapun yang dilakukannya ataupun kebijakan yang dikeluarkannya sekarang harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk konsekuensi atau resiko dari pilihan yang sudah diambil dan ditentukan.


Wallahu a'lam...

Oleh: Ria Dahlia

 

posted by @Adimin

Hadiri Munas Golkar, Anis Matta: KMP Semakin Solid

Written By Anonymous on 01 December, 2014 | December 01, 2014


Nusa Dua (1/12) - Kisruh internal yang menimpa Partai Golkar rupanya membuat Koalisi Merah Putih (KMP) justru semakin solid. Hal itu terlihat dari kehadiran seluruh pimpinan partai politik anggota koalisi di pembukaan Munas Partai Golkar, Ahad (30/11) malam, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali.

Seluruh pimpinan Partai Koalisi berkumpul di ruang tunggu VIP sebelum akhirnya masuk ke ruangan munas bersama ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang juga ketua presidium Koalisi Merah Putih.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan kebahagiaannya dengan soliditas KMP. Terbukti dengan selalu hadirnya seluruh pimpinan Partai politik di agenda-agenda parpol anggota koalisi.

"kami bersyukur Munas Partai Golkar berlangsung aman, Insya Allah KMP semakin solid," ujar Anis yang datang dengan kemeja batik cokelat.

Mengenai KMP merupakan lawan dari KIH, Anis dengan tegas membantah. "saya kira nggak lah, besar harapan kami bahwa KMP bersama KIH dapat mengelola bangsa bersama-sama," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR RI itu sesaat setelah acara berlangsung.

Anis Matta juga menyampaikan harapannya untuk Partai Golkar setelah pelaksanaan Munas. "Setelah ini Golkar akan semakin dewasa," pungkasnya

Dari PKS, selain Anis Matta turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Nilai Pemuda Aktivis Menurut Anis Matta

Sekjend Persatuan Pemuda Islam Nasional, Ustaz Suhail Sufian memuat di laman facebook-nya saat bertemu Presiden PKS Anis Matta di Kuala Lumpur pertengahan November 2014 lalu.

Ia mengajukan satu pertanyaan pada politisi muda tersebut : “Apakah nilai pemuda aktivis?”

“Berjumpa Pak Anis, Presiden PKS beberapa minggu lalu. Saya terus menyapa dan meminta nasihat kepada beliau untuk para pemuda,” tulis Ustadz Suhail di akun Facebook-nya.

Anis Matta menjawab “Apakah nilai pemuda aktivis masa kini? Nilai pemuda hanya muncul apabila pemuda hari ini adalah pada ide yang bernas”.

Selanjutnya Anis Matta berkata “Dan pada ide tersebut, mereka sesuaikan dengan perbuatan mereka, konsisten berjuang sehingga ide tersebut menjadi kenyataan. Namun andai ide tersebut hanya berkisar pada politik, maka itu adalah kerugian besar. Harus didasari oleh fikrah yang jelas, dilanjutkan dengan ide dan gerak kerja yang terus menerus”.

Ustaz Suhail mengakhiri postingannya dengan menyatakan kesan yg mendalam terhadap Anis Matta. Ia berkata Walaupun Pak Anis bukanlah tokoh yang ia kenal sejak kecil, dan masih banyak tokoh diluar sana yang lebih ia kagumi, namun seorang pemuda perlu mengambil pelajaran dan kebaikan dari siapa saja, apalagi dari seorang tokoh yang berpengaruh seperti beliau.

”Alhamdulillah, detik yang cukup bermanfaat,” tutupnya. [ds/anismatta.net]



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger