Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 05, 2015
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain
hidayatullah
Memenuhi Janji, Melapangkan Jalan ke Surga
Written By Sjam Deddy on 05 January, 2015 | January 05, 2015
ADA
banyak yang protes ketika tunjangan sertifikasi tidak keluar-keluar. Protesnya
macam-macam, mulai dari cemberut, hilang gairah kerja, marah dan
"berceramah" entah kepada siapa lengkap dengan dalil-dalilnya.
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain
ADA
banyak yang protes ketika tunjangan sertifikasi tidak keluar-keluar.
Protesnya macam-macam, mulai dari cemberut, hilang gairah kerja, marah
dan "berceramah" entah kepada siapa lengkap dengan dalil-dalilnya.
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain - See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2151573/memenuhi-janji-melapangkan-jalan-ke-surga#sthash.8he6DGQY.dpuf
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain - See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2151573/memenuhi-janji-melapangkan-jalan-ke-surga#sthash.8he6DGQY.dpuf
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
January 02, 2015
Konon dengan satu ayat itu, presiden Korea meminta kaligrafi serupa untuk ia gantung di kantornya, dan menjadi sumber inspirasi, dalam suatu riawayat dikatakan bahwa kekuatan satu ayat inilah yang dapat mengubah Korea Selatan menjadi negara adi daya teknologi dan telah meninggalkan Jepang satu generasi ke depan.
posted by @Adimin
Islam, Politik dan Annus Mirabilis
Written By Sjam Deddy on 02 January, 2015 | January 02, 2015
PAHAM sekularisme
mengajarkan bahwa agama harus disingkirkan dari ruang publik menjadi
urusan privasi. Konsekwensinya, agama tidak dapat bahkan tidak boleh
turut campur dalam mewarnai politik dan ekonomi yang merupakan hajat
hidup setiap insan.
Pada abad pertengahan, ketika Barat yang
diatur ketat oleh agama (Kristen) di bawah institusi gereja yang
berpedoman pada kitab Bible, para ilmuan selalu mengalami pertentangan
dengan pihak gereja.
Betapa tidak, teori-teori sains hampir
selalu mengalami benturan dengan pihak gereja yang begitu kejam
melakukan inkuisisi terhadap ilmuan yang berani melakukan publikasi
ilmiah berpedoman pada teori sains.
Praktik-praktik seperti eks-komunikasi,
kondemnasi, persekusi, immurasi, inkuisisi, hingga eksekusi terhadap
para saintis terus berlangsung. Begitu banyak saintis yang dikucilkan,
diburu, dikurung, diintrogasi, lalu dijatuhi hukuman mati.
Kasus Giordano Bruno, Galileo Galilei, dan
Baruch Spinoza adalah bagian dari lembaran hitam perseteruan pihak
rasionalitas saintis dengan otoritas gereja. Saat itu, Barat dikenal
dengan zaman kegelapan (dark age). Pada akhirnya, para ilmuan, dan
rakyat luas dengan dukungan kaisar melakukan perceraian dengan talak
tiga pada otoritas gereja. Agama dan politik pun terpisah, inilah awal
mula sejarah sekularisme.
Setelah bebas dari jerat gereja, ilmu
filsafat yang melahirkan sains terapan dan bermuara pada teknologi terus
melaju pesat. Pada abad ke-17 kita kenal sebagai era kebangkitan dan
zaman pencerahan (renaisans) sebagai antitesa dari zaman kegelapan.
Jika Barat, yang diwakili Eropa-Kristen
melaju pesat karena meninggalkan kitab sucinya (Bible) dalam urusan
politik, maka, di saat yang sama, Timur yang diwakili Islam dengan
peradaban dan ajarannya, perlahan namun pasti, melakukan hal serupa,
meninggalkan kitab suci Al-Qur’an dengan maksud agar ikut bersaing
meraih kemajuan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, umat Islam
ketika meninggalkan kitab dan agamanya, justru terperosok dalam lubang
dan lembah kenistaan tak berujung.
Inilah yang dikeluhkan oleh Syeikh
Muhammad Banyumi Imran, Imam kerajaan Sambas, Kalimantan, dengan menulis
surat suatu saat pada Al-Amir Syakib Arsalan pada 1349 H. Surat itu
disampaikan lewat pemimpin Majalah Al-Manar Mesir, Sayid Muhammad Rasyid
Ridha.
Jawaban dari Arsalan yang panjang lebar itu diberi kata pengantar dan dicetak menjadi sebuah buku sederhana dengan judul, “Limadza Ta’akhkharal Muslimun wa Limadza Taqaddama Ghairuhum” (Kenapa Umat Islam Mundur dan Umat Lain Lebih Maju?).
Antara lain penjelasan Arsalan adalah;
“Apakah Tuan pernah melihat suatu bangsa yang tidak pernah beramal atau
berjuang lalu mereka diberi pertolongan oleh Allah dan diberi karunia
kebajikan oleh-Nya, sebagaimana yang pernah diberikan kepada leluhur dan
nenek moyang mereka, padahal keadaan mereka hanya duduk termenung,
malas bekerja dan jauh dari kemauan untuk beramal? Jika ada peristiwa
yang sedemikian itu menyalahi akan peraturan dan sunnatullah, padahal
Allah Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. Apa yang Anda akan katakan jika
seorang mendapatkan kemuliaan padahal ia tidak berhak? Dapatlah ia
mengambil buah dengan tidak menanam, memanem dengan tidak bertani!
Patutkah kemenangan dicapai tanpa perjuangan, memperoleh kekuatan tanpa
ada sebab?”
Al-Qur’an dan Sains
Suatu ketika, Presiden Korea Selatan
berkunjung ke Saudi Arabia, untuk bertemu sang raja sebagai pemimpin
tertinggi negara itu. Di sela-sela pertemuan, pemimpin Korsel tersebut
tertarik dengan lukisan kaligrafi yang tergantung di ruang pertemuan, ia
pun menanyakan kepada Raja Saudi, apa arti tulisan itu. Maka
diterangkannya, bahwa kaligrafi itu diambil dari kitab suci Al-Qur’an
(QS: Ar-Ra’d: 11), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu
bangsa sebelum mereka mengubah nasib mereka sendiri.”
Konon dengan satu ayat itu, presiden Korea meminta kaligrafi serupa untuk ia gantung di kantornya, dan menjadi sumber inspirasi, dalam suatu riawayat dikatakan bahwa kekuatan satu ayat inilah yang dapat mengubah Korea Selatan menjadi negara adi daya teknologi dan telah meninggalkan Jepang satu generasi ke depan.
Boleh dikata, saat ini rasanya susah
menemukan rumah yang bebas dari produk Korsel atau China di tempat kita.
Sebut saja produk seperti otomotif, elektornik, hingga tekstil.
Kebanyakan dari dua Negara tersebut.
Islam sebagai agama paripurna, tidak
pernah memiliki trauma masa lalu yang menjadikan sains dan Al-Qur’an via
a vis, bahkan justru dalam kitab suci umat Islam itu terdapat banyak
keterangan ilmiah yang hingga saat ini belum tersibak.
Dr. Maurice Bucaille seorang dokter ahli
bedah Prancis terpaksa tunduk pada Al-Qur’an bahkan masuk Islam setelah
menemukan berbagai kebenaran ilmiah di dalamnya. Ia pun melahirkan karya
penting, “La Bible, le Coran et la Science” (1976) .
Karena itu, Al-Qur’an (agama) semestinya
tidak bisa dicampakkan dalam segenap kehidupan, termasuk dalam ranah
politik dan ekonomi.
Jika politik penuh dengan intrik dan
tipu-tipu, maka fungsi agama adalah mengarahkan pelaku tipu-tipu agar
sadar dan kembali ke jalan yang benar, agama mengajarkan bahwa hidup di
dunia ini berbatas, sementara akhirat tanpa batas, dan celakanya,
seluruh tipu-tipu yang pernah diperbuat di dunia akan mendapatkan
siksaan di akhirat kelak.
Agama menekankan kepada pemeluknya agar
selalu menjaga diri dari hal-hal yang berbau haram seperti menipu,
khianat, berbohong, hingga korupsi. Itulah yang dimaksud pada sila
pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Selalu melibatkan Tuhan
dalam seluruh tingkah laku, merasa selalu diawasi “muraqabah” baik
ketika melakukan urusan pribadi, terlebih lagi ketika mengerjakan urusan
negara bagi pejabat publik.
Manusia yang diberi kepercayaan untuk
mengurus hajat hidup orang banyak, seperti para pemimpin, adalah manusia
pilihan yang di tangan mereka negara ini diserahkan untuk diatur dan
dijaga.
Karena itu, kebijakan-kebijakan mereka
seharusnya harus pro rakyat dan berdimensi spritual, atau selalu selaras
dengan ketetapan Tuhan, bukan hanya sekadar memuaskan nafsu syahwat
pribadi, atau menyenangkan para orang-orang tertentu di lingkarannya.
Tahun 2014 adalah tahun yang diawali
dengan hiruk-pikuk politik lalu diakhiri dengan amarah rakyat karena
naiknya harga bahan bakar minyak disertai rontoknya rupiah.
Tidak hanya itu, bahan-bahan kebutuhan
pokok pun ikut melambung, di lain pihak, akses untuk mendapat kerjaan
yang laik bagi generasi sarjana masih saja sulit.
Dalam situasi hiruk-pikuk peralihan tahun,
Inonesia dikejutkan dengan longsor Banjarnegara yang menewas dan
meneggemkan lusinan manusia, meletusnya Gunung Gamalama Ternate, ditutup
dengan jatuhnyanya pesawat Air Asia QZ 8501 di Selat Karimata, rute
Surabaya-Singapura.
Annus Mirabilis
Dalam bahasa Latin ada istilah “Annus
Mirabilis” artinya, tahun yang luar biasa. Istilah ini merujuk pada
priode mana terdapat tahun yang dianggap punya pengaruh besar dalam
kehidupan manusia. Misalnya, tahun 1666 ketika Isaac Newton mengguncang
dunia dalam beberapa temuannya di bidang ilmu pengetahuan, juga pada
tahun 1905 ketika Albert Einstein muncul dengan teori relativitasnya.
Umat Islam, sebagai penghuni mayoritas
jagad Indonesia Raya harus optimis bahwa tahun 2015 ini dapat menjadi
tahun Annus Mirabilis yang melahirkan temuan-temuan baru dalam dunia
teknologi, kebijakan-kebijakan pro rakyat dalam dunia politik, dan
pintu-pintu rezeki dalam dunia ekonomi, serta sarjana-sarjana ikhlas
berjuang demi agama dan bangsa dalam dunia pendidikan.
Tahun baru kali ini terasa spesial sebab
bertepatan dengan Hari Maulid Nabi Besar Muhammad Shallalhu ‘alaihi
Wassallam. Satu pertanda bahwa bangsa ini akan besar dan berjaya jika
kebijakan pemerintah dan undang-undangnya turut melibatkan ajaran
Rasulullah.
Islam tidak pernah memisahkan diri dengam
politik, karena agama dan politik laksana dua sisi mata uang yang tak
dapat dipisahkan.
Wallahu A’lam
Hidayatullah
Label:
TOPIK PILIHAN
January 01, 2015
posted by @Adimin
Anis Matta: 2015 Tahun Pemenuhan Janji-Janji
Written By Sjam Deddy on 01 January, 2015 | January 01, 2015
![]() |
| Add caption |
Tahun 2015
merupakan tahun pemenuhan janji-janji. Tidak hanya pemerintah, tapi juga
bagi Partai Politik dalam memenuhi janji-janjinya kepada konstituen.
Demikian dikatakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta
dalam akun Twitternya @anismatta, Rabu (31/12).
"2015 adalah tahun pemenuhan janji-janji. Bukan saja janji pemerintah
yang menang pemilu, tapi juga janji PKS kepada konstituennya,"
tulisnya.
Anis mengimbau, Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK)
agar mengoptimalkan kinerjanya dalam menjalankan pemerintahan. Dia juga
menegaskan, Koalisi Merah Putih (KMP) akan terus mengawal Jokowi-JK
dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Pemerintahan Jokowi-JK silakan bekerja. KMP akan mengimbangi dengan
kritik konstruktif dalam koridor checks & balances," tambahnya.
Sementara untuk PKS, lanjut Anis, pada 2015 partainya akan tetap
melayani Indonesia dengan cinta, kerja dan harmoni apa pun yang terjadi.
PKS, ujar Anis, akan terus membangun diri sebagai partai modern
berpilarkan kader-kader berkualitas untuk mewarnai ranah publik negeri.
"PKS juga akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat, bekerja
bersama, mengatasi masalah-masalah nyata. Artinya, PKS juga harus
berbenah diri. Kita berhasil melewati badai. Saatnya membangun bahtera
yang lebih kokoh. Untuk umat, untuk Indonesia," tegasnya.
Selain itu, mantan Wakil Ketua DPR RI itu juga mengungkapkan, PKS
saat ini juga akan terus melanjutkan kaderisasi. "Banyak kerja-kerja
dakwah, sosial dan politik yang harus diisi di tahun depan," pungkasnya.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 26, 2014
SETIAP menjelang 25 Desember, propaganda ide toleransi umat beragama selalu nyaring terdengar, khususnya toleransi umat Islam terhadap kaum Nasrani, semisal semarak perayaan Natal bersama. Padahal, toleransi yang diwacanakan tersebut masih bias dan sarat kepentingan. Baik motif ekonomi demi meraup untung, motif politik, maupun motif penyebaran ide sinkretisme dan pluralisme agama.
Dalam masalah muamalah, Rasul Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah berbisnis dengan non-Muslim secara adil dan jujur, selama bukan jual-beli barang haram. An-Nawawi mengatakan, “Kaum Muslimin bersepakat bolehnya bermuamalah (jual beli, sewa, dll.) dengan non Muslim.” (Syarh Nawawi untuk Shahih Muslim, 10/218).
Rasulullah juga menjenguk tetangga non-Muslim beliau yang sakit (HR. Bukhari no. 2363 & Muslim no. 2244). Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim. Rasul Shallallhu ‘alaihi Wassallam bersabda:
posted by @Dd
posted by @Adimin
Inilah Hakekat Toleransi
Written By Sjam Deddy on 26 December, 2014 | December 26, 2014
Dengan demikian, umat Islam haram terlibat dalam peribadatan pemeluk agama lain
![]() |
| Gabriella Ayoub memberikan bunga para pengunjuk rasa yang menolak Islam dan syariah atas rencana pendirian masjid di Temlecula, California |
SETIAP menjelang 25 Desember, propaganda ide toleransi umat beragama selalu nyaring terdengar, khususnya toleransi umat Islam terhadap kaum Nasrani, semisal semarak perayaan Natal bersama. Padahal, toleransi yang diwacanakan tersebut masih bias dan sarat kepentingan. Baik motif ekonomi demi meraup untung, motif politik, maupun motif penyebaran ide sinkretisme dan pluralisme agama.
Dalam konteks politik, wajar jika kaum Nasharani ingin
unjuk kekuatan terkait dominasi mereka di negeri Muslim terbesar ini. Buktinya,
mereka mengadakan acara Natal bersama besar-besaran, mengundang penguasa dan
pejabat untuk menghadiri perayaan tersebut, tak peduli dengan agama penguasa
atau pejabat itu. Hal ini jelas menunjukan kuatnya pengaruh kaum Nasrani dan
lemahnya penguasa dan pejabat Muslim di hadapan mereka.
Dalam konteks ide, Natal juga dijadikan sebagai salah
satu cara menyebarkan virus pluralisme dan sinkretisme agama. Akibatnya, akidah
umat Islam secara perlahan terus dirusak. Ide pluralisme mengajarkan semua
agama sama dan mengajak umat Islam agar mengakui ‘kebenaran’ agama lain. Jika
virus pluralisme berhasil ditanamkan di tubuh umat Islam, maka berbagai
kemunkaran terkait masalah agama akan mudah masuk. Sebut saja ide pernikahan
beda agama.
Selain pluralisme, terdapat pula propaganda
sinkretisme, yakni pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme
adalah mengkompromikan hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks ‘Natal Bersama
dan Tahun Baru’, sinkretisme terlihat jelas dalam seruan berpartisipasi
merayakan Natal dan Tahun Baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal
dalam Islam batasan iman dan kafir, juga batasan halal dan haram, sudah sangat
jelas. (Al-Islam ed. 735, 19/12/2014).
Toleransi Yang Benar
Toleransi (tasamuh) artinya sikap membiarkan
(menghargai), lapang dada (Kamus Al-Munawir, hal. 702, cet. 14). Namun
toleransi tidak berarti seorang harus mengorbankan kepercayaan atau prinsip
yang dia anut (Ajad Sudrajat dkk, Din Al-Islam. UNY Press. 2009).
Islam memang mengajarkan sikap toleransi. Toleransi itu
membiarkan umat lain menjalankan ritual agamanya, termasuk perayaan agamanya.
Toleransi itu tidak memaksa umat lain untuk memeluk Islam.
Dalam masalah muamalah, Rasul Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah berbisnis dengan non-Muslim secara adil dan jujur, selama bukan jual-beli barang haram. An-Nawawi mengatakan, “Kaum Muslimin bersepakat bolehnya bermuamalah (jual beli, sewa, dll.) dengan non Muslim.” (Syarh Nawawi untuk Shahih Muslim, 10/218).
Rasulullah juga menjenguk tetangga non-Muslim beliau yang sakit (HR. Bukhari no. 2363 & Muslim no. 2244). Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim. Rasul Shallallhu ‘alaihi Wassallam bersabda:
“Barangsiapa
yang menyakiti kafir Dzimmi, maka aku berperkara dengannya, dan barangsiapa
berperkara denganku, maka aku akan memperkarakannya pada hari kiamat.”
(HR. As-Suyuthi, Al-Jâmi’ ash-Shagîr, no. 8270).
Toleransi yang dijalankan Islam ini, menjadi contoh
bagi masyarakat peradaban lain. Bahkan toleransi Islam, langgeng terasa hingga
era akhir Khilafah Utsmaniyah.
Seorang Orientalis Inggris, TW Arnold berkata: “The treatment of their Christian
subjects by the Ottoman emperors -at least for two centuries after their conquest
of Greece- exhibits a toleration such as was at that time quite unknown in the
rest of Europe…” [Perlakuan terhadap warga Kristen oleh
pemerintahan Khilafah Turki Utsmani –selama kurang lebih dua abad setelah
penaklukan Yunani– telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya
tidak dikenal di daratan Eropa…] (The Preaching of Islam: A History of the
Propagation of the Muslim Faith, 1896, hal. 134).
Namun, toleransi Islam ini tidak bermakna menerima
keyakinan yang bertentangan dengan Islam. Imam asy-Syaukani dalam Tafsir Fath
al-Qadîr berkata: Abd ibn Humaid, Ibn al-Mundzir dan Ibn Mardawaih mengeluarkan
riwayat dari Ibn ‘Abbas bahwa orang Quraisy pernah meminta kepada Rasul
Shallallahu ‘alaihi Wassallam, “Andai engkau menerima tuhan-tuhan kami, niscaya
kami menyembah tuhanmu.” Menjawab itu, Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan
firman-Nya, surat al-Kafirun, hingga ayat terakhir: “… Untuk kalian agama
kalian dan untukku agamaku.” (QS. al-Kafirun [109]: 6).
Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim dan ath-Thabrani juga
mengeluarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas, bahwa orang Quraisy pernah melobi
Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassallam sambil menawarkan tahta, harta dan
wanita. Agar Rasul berhenti menyebutkan tuhan-tuhan mereka dengan keburukan.
Mereka pun menawarkan diri untuk menyembah Tuhan Muhammad asal berikutnya Rasul
gantian menyembah tuhan mereka. Sebagai jawabannya, Allah Subhanahu Wata’ala
menurunkan surat al-Kafirun. (asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, juz 5/685).
Dengan demikian, umat Islam haram terlibat dalam
peribadatan terhadap pemeluk agama lain. Umat Islam juga haram merayakan hari
raya agama lain, apapun bentuknya, karena termasuk bagian dari aktivitas
keagamaan dan identik dengan peribadatan. Wallahu
A’lam.
posted by @Dd
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 23, 2014
PKS Si Putih Yang Dihakimi
Written By Sjam Deddy on 23 December, 2014 | December 23, 2014
MENGAPA MEMBENCI PKS
(Tulisan seorang Katolik) Daniel Heryanto, seorang katolik taat, selama
kurun waktu 2008-2013 Daniel melakukan observasi terkait Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan huru-hara yang menimpanya.
Daniel melakukan observasi PKS di ranah Jawa untuk sebuah media
internasional. Dia telisik struktur PKS mulai dari DPP, 5 DPW, 18 DPD
(Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY), 84 DPC, dan 406
DPRa. Dia juga menelisik karakter orang-orang PKS.
Cara yang dilakukannya untuk mengetahui karakter orang-orang PKS adalah melihat dan mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS, mengadakan diskusi (obrolan) dengan pengurus PKS, para kader, serta masyarakat yang bersinggungan langsung dengan orang-orang PKS, termasuk Militer dan Kepolisian.
KESIMPULAN yang didapat oleh Daniel: “Partai ini unik, warna Islamnya enggak abangan, tapi nasionalismenya melampaui partai-partai nasionalis. Cerdas, iya. Sopan, iya. Modern, iya. Sosialis (peduli sosial), iya. Terbuka (gaul dengan pihak-pihak yang beragam), iya. Malah gue kaget, suatu waktu pas main ke DPP-nya (selagi masih di Mampang), gue ketemu sama ketua Walubi, terus dia bilang ‘Kami sering diskusi kebangsaan di sini bareng yang lain, dari Ormas Islam, DGI, dan budayawan’, karena penasaran, akhirnya gue masukin ke daftar ceklis.
Gue harus ngadain kunjungan ke daerah lain juga. Ternyata meeeen, dengan skala yang beragam , komunikasi antar unsur dan komunitas masyarakat terjadi juga di wilayah-wilayah lain se Jawa. Hal inilah yang sering menjadi bahan kecemburuan beberapa pihak terhadap PKS, baik Ormas Islam maupun non Islam.” Daniel menambahkan, “Dari hasil observasi gue, hal-hal negatif seperti radikal, garis keras, kaki tangan Timur Tengah, partai korup, itu cuma ‘stempel’. Maksudnya, partai ini dicap seperti itu, tapi tidak demikian dengan fakta di lapangan.
Masyarakat yang mengatakan bahwa partai ini jelek ternyata mendapat sumbernya dari televisi dan koran. Waktu gue tanya ’apakah orang-orang PKS di daerah sini begitu?’ dan ternyata 100% menjawab ‘Ya, enggak sih’.
Tentang kasus kuota impor sapi yang belum lama menimpa PKS. Daniel punya cerita sendiri. Bahkan dia diceritain sama media-media luar, “Gue kaget banget dengernya, Men. Jadi,temen-temen bule gue bilang kalau kasus sapi merupakan threatment untuk mencegah PKS menang pemilu 2014. Ada kajian dari luar afiliasi yang menyatakan bahwa PKS akan menang di 2014 jika tidak ‘dioprek’.
Kesimpulannya ‘OPREK PKS’ Pengoprekan ini melibatkan segitiga intelejen (*sensor). 20an nama pentolan PKS masuk daftar incaran, termasuk Aripinto dan Lutfi Hasan Ishaq (LHI). Kasus Aripinto yang beritanya buka-buka situs porno ketika sidang paripurna DPR, ternyata hanya jebakan semata. Wartawan yang menangkap aktivitas Aripinto membuka situs porno sudah datang ke PKS untuk minta maaf. Ia mengaku dipesan untuk mengirimkan situs porno ke email aleg PKS tersebut.”
Sedangkan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS, LHI, dimulai dari kebijakan Menteri Pertanian, Siswono. Kebijakan Siswono ini terkait dengan pengurangan impor 6 jenis buah-buahan, 4 jenis sayuran, dan 3 jenis tanaman hias. Kebijakan ini bertujuan melakukan pemberdayaan dan memberikan kesempatan kepada para petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Kebijakan ini membawa kerugian bagi tiga negara. Selain ‘merugikan’ tiga negara "adikuasa", kebijakan tersebut juga membuat cukong-cukong importir Indonesia berang. Mengapa? Karena dampak kebijakan menteri pertanian asal PKS membuat ratusan ribu ton produk mereka tidak dibeli oleh Indonesia. Akibatnya, devisa ekspor mereka ke Indonesia berkurang dan pengangguran bertambah.
Guna menanggulangi masalah ini, ada pihak yang menekan pihak istana agar mengubah kebijakan pertaniannya dengan ancaman akan mengemplang pajak keluarga istana (berita ini di harian The Jakarta Post). Akan tetapi, LHI lepas tangan. Menurut LHI, “Menteri itu pembantu presiden, bukan bawahan saya”. Alih-alih mengubah kebijakan pertanian, Siswono membuat lagi kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi dengan alasan meningkatkan serapan produk lokal dan taraf hidup petani. Kebijakan baru ini membuat pihak-pihak tertentu semakin berang. Faktor inilah yang membuat PKS disikat.
Menurut teman-teman bulenya Daniel, kasus ini sudah ada dalam skenario. “Makanya, walaupun engga terbukti ada peningkatan kuota impor sapi karena Siswono menolak dasar pemikiran yang dipakai oleh pengusaha untuk menambah kuota impor sapi dari 500 ribu ton menjadi 550 ribu ton, LHI tetap divonis melakukan korupsi impor sapi dengan hukuman fantastis. Logikanya kalau kuotanya engga naik, apanya yang dikorupsi? Kalau kata professor hukum pidana, berdasarkan fakta-fakta persidangan, harusnya LHI divonis melakukan upaya tindak korupsi dan paling tinggi divonis 1 tahun penjara. Hal ini dikarenakan negara tidak ada mengalami kerugian sama sekali.”
Daniel juga menambahkan bahwa madia TV mainstream memang punya kepentingan menjeggal PKS karena pemimpin-pemimpinnya maju dalam Pilpers 2014. (Rf/ccm) Note: Korupsinya parte Islam jumlahnya ngga sampe 1% di banding kan korupsinya PDIP yang jumlah kasusnya lebih 80 kasus..jumlahnya nominalnya juga fantastis ratusan trilyun..tapi ngga ada meng expose di media..tapi korupsinya orang parte islam..di gembar gemborin, di blow up..terus menerus..kaya doktrin supaya orang islam benci sama tokoh2 islam..belum tahu duduk persoalanya ikut2an mengahkimi..
Kalau orang kafir yang begitu ya wajar itu kan cara mereka untuk menjelekan islam..la orang islam sendiri..asal ngomong ngga pake kroschek..ngga adil, harusnya prihatin agamanya lagi di acak2 eh ini malah ikut2an menghujat..sedangkan korupsinya juga banyak yang hasil konpisrasi untuk mengkriminalkan partai Islam...
Astaghfirullohaladzimmmm.
Cara yang dilakukannya untuk mengetahui karakter orang-orang PKS adalah melihat dan mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS, mengadakan diskusi (obrolan) dengan pengurus PKS, para kader, serta masyarakat yang bersinggungan langsung dengan orang-orang PKS, termasuk Militer dan Kepolisian.
KESIMPULAN yang didapat oleh Daniel: “Partai ini unik, warna Islamnya enggak abangan, tapi nasionalismenya melampaui partai-partai nasionalis. Cerdas, iya. Sopan, iya. Modern, iya. Sosialis (peduli sosial), iya. Terbuka (gaul dengan pihak-pihak yang beragam), iya. Malah gue kaget, suatu waktu pas main ke DPP-nya (selagi masih di Mampang), gue ketemu sama ketua Walubi, terus dia bilang ‘Kami sering diskusi kebangsaan di sini bareng yang lain, dari Ormas Islam, DGI, dan budayawan’, karena penasaran, akhirnya gue masukin ke daftar ceklis.
Gue harus ngadain kunjungan ke daerah lain juga. Ternyata meeeen, dengan skala yang beragam , komunikasi antar unsur dan komunitas masyarakat terjadi juga di wilayah-wilayah lain se Jawa. Hal inilah yang sering menjadi bahan kecemburuan beberapa pihak terhadap PKS, baik Ormas Islam maupun non Islam.” Daniel menambahkan, “Dari hasil observasi gue, hal-hal negatif seperti radikal, garis keras, kaki tangan Timur Tengah, partai korup, itu cuma ‘stempel’. Maksudnya, partai ini dicap seperti itu, tapi tidak demikian dengan fakta di lapangan.
Masyarakat yang mengatakan bahwa partai ini jelek ternyata mendapat sumbernya dari televisi dan koran. Waktu gue tanya ’apakah orang-orang PKS di daerah sini begitu?’ dan ternyata 100% menjawab ‘Ya, enggak sih’.
Tentang kasus kuota impor sapi yang belum lama menimpa PKS. Daniel punya cerita sendiri. Bahkan dia diceritain sama media-media luar, “Gue kaget banget dengernya, Men. Jadi,temen-temen bule gue bilang kalau kasus sapi merupakan threatment untuk mencegah PKS menang pemilu 2014. Ada kajian dari luar afiliasi yang menyatakan bahwa PKS akan menang di 2014 jika tidak ‘dioprek’.
Kesimpulannya ‘OPREK PKS’ Pengoprekan ini melibatkan segitiga intelejen (*sensor). 20an nama pentolan PKS masuk daftar incaran, termasuk Aripinto dan Lutfi Hasan Ishaq (LHI). Kasus Aripinto yang beritanya buka-buka situs porno ketika sidang paripurna DPR, ternyata hanya jebakan semata. Wartawan yang menangkap aktivitas Aripinto membuka situs porno sudah datang ke PKS untuk minta maaf. Ia mengaku dipesan untuk mengirimkan situs porno ke email aleg PKS tersebut.”
Sedangkan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS, LHI, dimulai dari kebijakan Menteri Pertanian, Siswono. Kebijakan Siswono ini terkait dengan pengurangan impor 6 jenis buah-buahan, 4 jenis sayuran, dan 3 jenis tanaman hias. Kebijakan ini bertujuan melakukan pemberdayaan dan memberikan kesempatan kepada para petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Kebijakan ini membawa kerugian bagi tiga negara. Selain ‘merugikan’ tiga negara "adikuasa", kebijakan tersebut juga membuat cukong-cukong importir Indonesia berang. Mengapa? Karena dampak kebijakan menteri pertanian asal PKS membuat ratusan ribu ton produk mereka tidak dibeli oleh Indonesia. Akibatnya, devisa ekspor mereka ke Indonesia berkurang dan pengangguran bertambah.
Guna menanggulangi masalah ini, ada pihak yang menekan pihak istana agar mengubah kebijakan pertaniannya dengan ancaman akan mengemplang pajak keluarga istana (berita ini di harian The Jakarta Post). Akan tetapi, LHI lepas tangan. Menurut LHI, “Menteri itu pembantu presiden, bukan bawahan saya”. Alih-alih mengubah kebijakan pertanian, Siswono membuat lagi kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi dengan alasan meningkatkan serapan produk lokal dan taraf hidup petani. Kebijakan baru ini membuat pihak-pihak tertentu semakin berang. Faktor inilah yang membuat PKS disikat.
Menurut teman-teman bulenya Daniel, kasus ini sudah ada dalam skenario. “Makanya, walaupun engga terbukti ada peningkatan kuota impor sapi karena Siswono menolak dasar pemikiran yang dipakai oleh pengusaha untuk menambah kuota impor sapi dari 500 ribu ton menjadi 550 ribu ton, LHI tetap divonis melakukan korupsi impor sapi dengan hukuman fantastis. Logikanya kalau kuotanya engga naik, apanya yang dikorupsi? Kalau kata professor hukum pidana, berdasarkan fakta-fakta persidangan, harusnya LHI divonis melakukan upaya tindak korupsi dan paling tinggi divonis 1 tahun penjara. Hal ini dikarenakan negara tidak ada mengalami kerugian sama sekali.”
Daniel juga menambahkan bahwa madia TV mainstream memang punya kepentingan menjeggal PKS karena pemimpin-pemimpinnya maju dalam Pilpers 2014. (Rf/ccm) Note: Korupsinya parte Islam jumlahnya ngga sampe 1% di banding kan korupsinya PDIP yang jumlah kasusnya lebih 80 kasus..jumlahnya nominalnya juga fantastis ratusan trilyun..tapi ngga ada meng expose di media..tapi korupsinya orang parte islam..di gembar gemborin, di blow up..terus menerus..kaya doktrin supaya orang islam benci sama tokoh2 islam..belum tahu duduk persoalanya ikut2an mengahkimi..
Kalau orang kafir yang begitu ya wajar itu kan cara mereka untuk menjelekan islam..la orang islam sendiri..asal ngomong ngga pake kroschek..ngga adil, harusnya prihatin agamanya lagi di acak2 eh ini malah ikut2an menghujat..sedangkan korupsinya juga banyak yang hasil konpisrasi untuk mengkriminalkan partai Islam...
Astaghfirullohaladzimmmm.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 18, 2014
hidayatullah
posted by @Adimin
Sudah 400 Ribu Orang Download “Aplikasi Boikot Yahudi”
Written By Sjam Deddy on 18 December, 2014 | December 18, 2014
Aliansi Organisasi Boycot Israel di Amerika meluncurkan generasi baru
aplikasi smart phone untuk digunakan mendeteksi barang-barang asal
zionis-israel maupun produk perusahaan internasional yang bekerjasama
dengan pihak penjajah Israel.
Dalam siaran persnya, Selasa (16/12/2014) dikutip PIC, aplikasi
dengan nama “Buycott App” ini mengalami pengembangan baru, terdapat alat
pencari nama perusahaan dimaksud, yang menjual produk zionis, dan
melihat barkode perusahaan tersebut dengan sangat cepat.
Aplikasi ini dilakukan Lembaga Manajemen Aliansi Boycot penjajah
israel di Amerika ini berisikan keterangan yang rapi tentang perusahaan
yang dimaksud, dengan tiga tahapan: pertama kelompok perusahaan zionis,
kedua perusahaan internasional yang mendukung zionis dan ketiga
perusahaan internasional yang bekerjasama dengan penjajah.
Aplikasi juga berisi informasi mengenai sebab ditempatkannya
perusahaan dalam organisasi boikot, yang bisa digunakan pada perangkat
Iphone maupun Android, termasuk bisa dipakai untuk mengirimkan pesan
kepada perusahaan yang diboikot.
Tokoh gerakan pemboicotan, Dr. Ghassan Barkat, yang juga anggota
Majelis Nasional Palestina menyebutkan, acara deklarasi bagi aplikasi
baru ini ditujukan untuk merespon kejahatan penjajah israel yang telah
membunuh Menteri Ziyad Abu Ain, saat melakukan demonstrasi damai
menentang pemukiman zionis.
Barkat menegaskan, gerakan boikot Israel merupakan gerakan rakyat
internasional, dan bagian dari perlawanan melawan penjajah israel,
melalui perangkat hukum yang legal di luar wilayah Palestina.
Sementara itu, menurut Sky News, lebih dari 400.000 orang telah
mendownload aplikasi Buycott sejak diunggah pada 30 Juli 2014 ini.
posted by @Adimin
Label:
Palestina,
TOPIK PILIHAN
December 18, 2014
DPP
posted by @Adimin
MPR: Menteri BUMN Harus Klarifikasi Larangan Berjilbab Panjang
Wakil Ketua MPR,
Hidayat Nur Wahid meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini
Soewandi mengklarifikasi informasi tentang pelarangan menggunakan jilbab
melebihi batas leher dan janggut bagi pegawai di kementeriannya.
"Harus diklarifikasi apa benar ada pelarangan seperti itu," kata
Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (17/12).
Hidayat mengatakan jika larangan itu benar maka DPR harus memanggil
Rini. Menurutnya larangan yang dibuat Rini tidak sesuai dengan semangat
kerja yang dicanangkan Presiden Jokowi. "Apa relevansi larangan
berjilbab, janggut, dan celana dalam bekerja?," tanya Hidayat.
Rini mestinya membuat larangan yang mendorong produktifitas kinerja
BUMN. Seperti larangan untuk tidak membolos, bekerja secara produktif,
tidak korupsi, dan kewajiban mencapai target-target yang dicanakan
Kementerian BUMN.
Hidayat khawatir larangan menggunakan jilbab panjang dan janggut akan
menimbulkan stigma negatif yang berujung pada perlakuan diskriminatif.
Padahal menurutnya saat ini jilbab justru tengah menjadi trend yang
popular di masyarakat.
Pada akhirnya Hidayat berharap informasi larangan berjilbab melebihi
batas leher tidak benar. Menurutnya rakyat sudah terlalu lelah dengan
berbagai kebijakan yang dibuat pemerintahan Jokowi. "Saya harap itu
tidak benar. Karena tidak sesuai prinsip ketuhanan dan hak azasi
manusia," katanya.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 15, 2014
posted by @Adimin
PKS . . . Pasti Partai Nasionalis
Written By Sjam Deddy on 15 December, 2014 | December 15, 2014
Sangat salah jika ada sebagian orang yang menganggap PKS sebagai
partai yang jauh dari nilai-nilai nasionalisme dan partai eksklusif
untuk umat muslim.
Ketua Fraksi PKS MPR RI Sunmanjaya Rukmandis mengatakan sesuai AD/ART
PKS Pasal 9 disebutkan bahwa semua warga negara Indonesia sesuai dengan
perundang-undangan yang berlaku dapat menjadi anggota PKS. “Artinya PKS
partai terbuka untuk WNI, hanya selian WNI dan WNI yang dilarang
menjadi anggota parpol oleh undang-undang yang tidak boleh menjadi
anggota partai. Itu soal keanggotaan, kalau pengabdian PKS untuk siapa
saja tanpa terkecuali,” kata Sunmanjaya.
Selain itu, hal lain yang membuat PKS tidak perlu diragukan lagi
nasionalismenya adalah tujuan PKS untuk menjadi partai pelopor dalam
mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa sesuai pembukaan UUD 1945 Visi.
Tujuan tersebut terermin dalam visi Terwujudnya Masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat.
“Justru PKS ini sudah sangat sesuai dengan cita-cita bangsa, jadi
jangan lagi ada yang meragukan apa betul PKS punya bendera Merah Putih,”
ujarnya.
Sunmanjaya melanjutkan hanya ada satu yang membedakan PKS dengan
partai lainnya, yaitu PKS adalah partai dakwah yang memiliki tiga tugas.
Yang pertama mengajak dan tidak pernah mengejek, kedua merangkul bukan
mengukur, dan Ketiga tidak boleh ekstrim tapi harus seperti eskrim yang
disukai banyak orang.
Kader PKS memiliki tugas yang mulia untuk mengajak ke jalan kebaikan,
seperti yang tercantum dalam Qur’an surat An-Nahl ayat 125, yang
artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang
yang mendapat petunjuk.”
Seperti ajaran Islam yang menjadi dasar PKS, menjadi rahmat bagi
seluruh alam begitupulalah kehadiran PKS. Menjadi rahmat bagi semua
mahluk di dunia baik manusia, flora, maupun fauna.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 12, 2014
Tentu saja hal ini mudah ditebak, bahwa “satu agama saja” yang dimaksud adalah Islam, mengingat jumlah pemeluknya mayoritas di Indonesia, kecuali Bali, Papua, dan beberapa daerah di Indonesia bagian timur.
Wacana Pengaturan Doa di Sekolah: Mengetes Reaksi Publik?
Written By Sjam Deddy on 12 December, 2014 | December 12, 2014
“Kenapa muncul sekarang?” pertanyaan itu lebih tepat untuk Anies Baswedan sendiri, bukan pada publik
SEJAK berita mengenai wacana pengaturan doa di
sekolah dimuat oleh detik.com pada 1 Desember 2014, pro dan kontra
mengalir tajam. Hal ini sangatlah wajar mengingat semangat keberagamaan
di Indonesia boleh dibilang sangat kental. Dunia pendidikan sekalipun
tak lepas dari nuansa agamis, seperti tercantumnya faktor iman dan taqwa
pada visi atau misi sekolah.
Seperti diketahui, dua hari ini berita di Indonesia disibukkan dengan
isu Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan
yang akan mengevaluasi doa dalam proses belajar mengajar yang selama ini
telah berlangsung di sekolah-sekolah negeri.
Yang menarik ialah, salah satu permasalahan yang sedang dievaluasi
berkenaan dengan tata cara membuka dan menutup proses belajar.
Persoalan ini dimunculkan oleh sejumlah orangtua murid yang
mengeluhkan tata cara agama tertentu yang mendominasi dalam proses
belajar mengajar. Hal itu membuat siswa penganut agama lain menjadi
tidak nyaman.
Berikut detik.com mengutip pernyataan mantan rektor Universitas
Paramadina ini, “Saat ini kita sedang menyusun, tatib soal aktivitas
ini, bagaimana memulai dan menutup sekolah, termasuk soal doa yang
memang menimbulkan masalah. Ini sedang direview dengan biro hukum,” ujar
Anies dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Kemendikbud, Jalan Jend
Sudirman, Jakarta, Senin (1/12/2014).
“Sekolah di Indonesia mempromosikan anak-anak taat menjalankan agama,
tapi bukan melaksanakan praktik satu agama saja,” tuturnya.
Tentu saja hal ini mudah ditebak, bahwa “satu agama saja” yang dimaksud adalah Islam, mengingat jumlah pemeluknya mayoritas di Indonesia, kecuali Bali, Papua, dan beberapa daerah di Indonesia bagian timur.
Kenapa Baru Sekarang?
Banyak guru dan orangtua yang menampik isu tersebut sebagai suatu
ketidaknyamanan mengingat proses belajar-mengajar sudah diawali dan
diakhiri dengan doa sejak puluhan tahun republik ini berdiri, dan tidak
ada keluhan dari siswa yang beragama minoritas. Sekolah-sekolah negeri
selama ini menjadi pilihan netral bagi seluruh masyarakat Indonesia
karena mengakomodasi seluruh ummat beragama dengan baik.
Kekhawatiran kaum Muslim mengenai rencana “diaturnya” (baca:
dihapuskan) doa oleh pemerintah, khususnya, sangat beralasan, mengingat
mereka berharap bahwa pendidikan karakter dan keagamaan untuk
putra-putrinya dapat diperoleh di sekolah negeri. Sedangkan alternatif
sekolah Islam yang kebanyakan dikelola swasta, kendatipun menyediakan
pendidikan agama yang lebih berkualitas masih belum terjangkau oleh
sebagian kalangan.
Pertama, kalau guru dilarang meneladankan doa dalam
secara Islam, maka yang terjadi adalah sekulerisasi, yakni menjauhkan
kaum Muslimin dari ruh ibadah.
Selama ini, siswa Muslim yang belajar di sekolah non-Muslim juga
dibimbing doa menggunakan tata cara non-Islam, dan hal tersebut
dimaklumi oleh kaum Muslimin mengingat fungsi kelembagaan mereka memang
untuk mendidik sesuai ajaran agamanya. Jadi, toleransi beragama kaum
Muslimin sudah berjalan cukup baik dalam dunia pendidikan Indonesia.
Kedua, bila guru dituntut berdoa secara semua agama, maka itu pluralisasi.
Sebelumnya, Pjs Ketua bidang Pendidikan MUI Anwar Abbas di Jakarta,
Selasa (09/12/2014), menghimbau, “Jangan dibuat cara berdoa dengan
mengganti kata Allah menjadi Tuhan Yang Maha Esa” karena akan
mengaburkan identitas agama yang pada akhirnya pasti akan membuat ummat
Islam merasa tidak nyaman. Bila faktor dominasi agama tertentu menjadi
landasan bagi pemerintah untuk menetralisirnya, maka subyektivitas akan
menjadi liar, bisa-bisa akan muncul aturan untuk mengganti
“Assalaamualaykum” dengan “Selamat Pagi” sebagaimana yang pernah
diusulkan “Bapak Pluralisme Indonesia”.
Beginilah semestinya, pendidikan bagi ummat Islam merupakan bagian
dari ibadah, tak (boleh) terpisahkan. Selama ini umat beragama lain
diperbolehkan berdoa sendiri menurut keyakinannya, tanpa paksaan. Maka
biarlah tetap begitu. Sebagaimana bila dalam sekolah Nasrani,
murid-murid Muslim juga seharusnya diperbolehkan berdoa menurut
keyakinannya, tanpa tekanan.
Mengenali perbedaan itu upaya awal untuk saling menghargai. Kalau
identitas tidak boleh ditunjukkan, maka keberagaman akan menjadi tabu,
dan itu menghilangkan motto Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.
Klarifikasi atau Pembatalan?
Namun kita bersyukur, bahwa Anies Baswedan menampik akan mengatur doa
di sekolah sebagaimana yang diberitakan di media massa. Dia menyebut
itu hanya wacana. Bahkan sebaliknya, beliau malah akan mendorong
semangat religiusitas.
“Kita menganjurkan agar sekolah itu dimulai dengan doa diakhiri
dengan doa. Ini baru wacana, dan kita ingin ini didorong,” ungkap
lulusan Universitas Maryland tersebut kepada ROL, Selasa (09/12/2014)
kemarin. Beliau akan mendiskusikan hal ini kepada kementerian agama.
Seandainya beliau lebih terbuka, mengenai materi apa yang hendak
didiskusikan dengan Kemenag, mungkin akan lebih jelas lagi. Sebab
memulai dan mengakhiri pelajaran dengan doa bukanlah wacana, melainkan
sudah diterapkan di sekolah-sekolah. Sehingga ketika beliau bertanya,
“Kenapa muncul sekarang?” pertanyaan itu lebih tepat beliau jawab
sendiri, bukan pada publik.
Lepas dari spekulasi apakah pernyataan beliau tersebut adalah
klarifikasi ataukah sebetulnya adalah pembatalan dari sencana
sebelumnya, masyarakat dapat kembali tenang dan melanjutkan proses
belajar mengajar sebagaimana biasanya. Yang menarik ialah reaksi publik
yang seolah terbagi secara dikotomis, ini tetap perlu untuk
ditindaklanjuti, terutama latar belakang yang mendukung, meskipun
jumlahnya tidak mewakili. Dalam rangka melindungi kebebasan beribadah
kaum minoritas, tanpa harus mengorbankan kebebasan beribadah kaum
mayoritas.
Di lain pihak, Ustadz Yusuf Mansur yang sempat mempertanyakan dan
mengklarifikasi kebijakan ini menekankan bahwa beliau (yang cukup
representatif di kalangan ummat Islam) akan tetap menegur pihak yang
meresahkan umat, khususnya pemerintah. Dalam tweet-nya, pimpinan Pondok
Pesantren Daarul Quran Bulak Santri ini mengapresiasi kaum Muslimin yang
telah melakukan peran pengawasan terhadap pemerintah, media massa, dan
masyarakat sendiri.
Begitulah seharunya tokoh masyarakat dan publik (khususnya kaum
Muslim). Dengan fenomena media sosial, sesungguhnya fungsi pengawasan
juga bisa lebih cepat dan efesien. Wallahu a’lam
oleh Gilig Pradhana
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 11, 2014
PKS Kecewa Rencana Evaluasi Doa Di Sekolah, Anis Anggap Baru Wacana
Written By Sjam Deddy on 11 December, 2014 | December 11, 2014
Politisi senior dari Fraksi PKS yang juga anggota Komisi X DPR RI,
Surahman Hidayat mengaku kecewa rencana Menteri Kebudayaan dan
Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan mengevaluasi tata cara doa.
Sebelumnya santer diberitakan rencana Anies Baswedan mengevaluasi
tata cara doa pembuka dan penutup dalam proses belajar mengajar di
sekolah-sekolah negeri.
“Anies Baswedan harus berhati-hati membuat kebijakan, apalagi
berkaitan dengan sesuatu budaya yang baik dan sudah berjalan sejak lama
di sekolah. Tidak ada sifat ajakan ke Islam; makna do’a untuk kebaikan
kemanusiaan yang bermartabat, ingat sebelum dan sesudah jadi menteri dia
seorang Muslim yang humanis,” demikian jelasnya Surahman Hidayat dalam
rilisnya yang dikirim ke redaksi Selasa (09/12/2014).
Menurut Surahman, selama ini di sekolah negeri sudah terbiasa membuka
dan menutup proses belajar dan mengajar dengan do’a. Kalau ada agama
yang berbeda dengan guru yang memimpin, silahkan berdoa dengan agama dan
keyakinannya, tidak ada unsur paksaan, ujar Ketua MKD DPR RI.
Kebiasaan seperti itu lanjut Surahman sudah menjadi keumuman, tidak
hanya di sekolah-sekolah negeri, di semua instansi pemerintah juga
menjadi hal yang biasa.
“Anies Baswedan lebih baik berfokus, mengevaluasi kebijakan yang
lebih strategis, seperti kurikulum, masalah peningkatan kualitas guru,
sarana prasarana pendidikan,” tutup Surahman.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anis
Baswedan mengatakan, tidak berencana melanjutkan penyusunan tata tertib
(tatib) terkait tata cara membuka dan menutup proses belajar mengajar
di sekolah dengan berdoa.
Tatib itu disusun terkait banyaknya keluhan orangtua murid terhadap tata cara berdoa yang dinilai medominasi agama tertentu.
“Tidak tahu tatib itu akan dibikin apa tidak. Itu baru wacana,” kata
Anis sebagaimana dimuat Republika Online, Selasa (09/12/2014).
Anis menjelaskan, penyusunan tatib itu baru wacana dan tidak akan
dilanjutkan. Karenanya, pemberitaan mengenai penyusunan tatib untuk
mengatur tata cara berdoa yang dibuat kementeriannya itu dinilai
berlebihan.
Malah, kata Anis, kementerian mendorong agar semua anak-anak sekolah
menjadi anak yang bertaqwa. Yaitu, dengan memulai dan menutup aktivitas
belajar dengan berdoa. Karena proses belajar itu merupakan bentuk ibadah
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 11, 2014
posted by @Adimin
Renungan Dakwah Parlemen | oleh: Al Muzzammil Yusuf
Assalamu’alaikum Twips, apakabar? berikut ini saya sampaikan RENUNGAN DAKWAH PARLEMEN 2014-2019.
- Apa saja kegelisahan jiwa yang tidak terkait dengan upaya pencarian ridho Ilahi adalah berhala-berhala kehidupan.#renungan20142019
- Untuk melenyapkannya fokuslah pada fikir- dzikir- kerja apa saja yang bisa membahagiakan jiwa di atas ridho Ilahi. .#renungan20142019
- Di situlah hakikat kebahagiaan. Pantulan ketentraman wajah orang-orang beriman tidak bisa diraih dgn kosmetik duniawi..#renungan20142019
- Legislasi untuk wujudkan visi misi rahmatan lil ‘alamin. .#renungan20142019
- Rencana Anggaran untuk kemaslahatan sesama , ummat dan bangsa. #renungan20142019
- Pengawasan untuk lahirkan para pemimpin teladan.#renungan20142019
- Advokasi untuk membela fakir miskin dan rakyat yang terzholimi .#renungan20142019
- Rapat-rapat, tempat pergumulan pemikiran dan wacana untuk wujudkan cita-cita mulia pejabat negara.#renungan20142019
- Pertemanan, lobby dan jaringan untuk merubah gelombang cita-cita menjadi tsunami realita.#renungan20142019
- Expose media menjadi wilayah pertanggungjawaban dunia sebelum akhirat ditanya.#renungan20142019
- Berdoa, jujur, amanah, jihad dan tawakal akan menghadirkan pertolongan AllahuAkbar.#renungan20142019
- Kesuksesan hakiki hanyalah milik mukminin muttaqiin pengikut para Nabi.#renungan20142019
- Hasbunallohu wa ni’mal wakiil…. Laa haula wa laa quwwata illa billah. .#renungan20142019
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN










