Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 20, 2015
posted by @Adimin
Jazuli Juwaini: Jangan Budayakan Ghibah, Nasehati dengan Cara Yang Santun
Written By Anonymous on 20 March, 2015 | March 20, 2015
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai dakwah, jika keluar bisa bicara dengan indah, ke dalam harus bicara lebih indah lagi. "Jangan budayakan ghibah, jangan mengadili sesama kader di belakang layar, nasehati dengan cara yang santun," ujar Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dalam Rapat Kerja FPKS se-Lampung (12/3) lalu di Grand Anugerah.
Jazuli menyampaikan bahwa meski banyak kalangan memprediksi PKS akan hilang dalam kancah perpolitikan di Indonesia, ternyata hingga saat ini PKS masih tetap eksis.
"Bahkan DPW Lampung harus diberi apresiasi karena anggota legislatif kita bertambah dari periode sebelumnya," lanjut legislator senior dari daerah pemilihan Banten ini.
Menurut Jazuli, beberapa hal yang menyebabkan PKS tetap eksis adalah pertolongan Allah SWT lewat ibadah-ibadah para kader yang terjaga.
"Rasa-rasanya tidak ada kader partai yang ibadahnya dievaluasi pekanan. Hanya PKS. Mulai sholat dhuha, ma’tsurat, tahajud, tilawah, dan ibadah lainnya. Menjaga keikhlasan dalam menjalankan ibadah juga penting," tegas Jazuli di hadapan anggota dewan PKS seLampung itu.
Jazuli mengingatkan jika kader PKS tidak pandai menjaga ruhiyah, niscaya kekuatannya akan lemah. "Itu sebabnya di DPRI RI, saya menggagas untuk menggelar rapat pleno fraksi PKS setiap Senin dan Kamis diakhiri buka puasa bersama misalnya dan membiasakan dzikir matsurat berjamaah," tambah Jazuli.
Faktor lainnya yang membuat PKS eksis adalah kejujuran dan kesanggupan seluruh kader untuk berkorban demi kepentingan dakwah.
"Maka insyaallah kemenangan dakwah akan menjadi milik kita," pungkasnya.(*)
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2015
posted by @Adimin
Pakai Nama Muhammad dan Ali di Bandara Dilarang, DPR Murka
Isu diskrimatif muncul di Indonesia, kali ini menyangkut nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim. Perlakuan itu sendiri terjadi di autogate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.
Perlakukan diskriminatif ini membuat Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsy berang. Menurutnya, tindakan tersebut jelas-jelas adalah bentuk diskriminasi.
“Ini adalah bentuk diskriminasi. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi di Indonesia, apalagi Muhammad merupakan salah satu suku kata yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia,” kata dia saat dihubungi wartawan di Jakarta, seperti dilansir okezone.com, Kamis (19/3/2015).
Kebijakan pihak imigrasi tersebut, kata Aboe Bakar telah melukai para pengguna dua suku kata nama tersebut. Belum lagi, nama tersebut berhubungan langsung dengan pemeluk agama Islam.
“Selain itu diskriminasi ini juga melukai umat Islam, hal yang demikian sungguh menyakitkan, seolah muslim selalu dicurigai berhubungan dengan aktivitas terorisme,” tegasnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa Islamphobia yang terjadi di negara-negara Barat tidak perlu terjadi di Indonesia.
“Oleh karenanya Dirjen Imigrasi harus segera membenahi persoalan ini, sehingga jangan sampai ada diskriminasi. Apalagi kepada kelompok mayoritas di Indonesia,” pungkasnya.(*)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 19, 2015
Harneli: Badoncek Lewat Medsos Bantu Bedah Rumah
Written By Anonymous on 19 March, 2015 | March 19, 2015

PADANG - Komunitas Media Sosial (Medsos) Peduli, kembali badoncek untuk membangun salah satu rumah yang jadi sasaran bedah rumah. Cara ini digagas dan sudah dilakukan, istri Walikota Padang, Ny. Harneli Mahyeldi sewaktu sang suami masih sebagai Wakil Walikota Padang.
Jika komunitas pengguna media sosial yang digerakkan Ketua TP PKK Kota Padang ini langsung tergerak berpartisipasi, maka rumah yang terletak di Jalan Jambu Ampang ini bakal segera dibedah.
”Kita berharap saudara kita yang menempati rumah tak layak huni ini bisa memiliki rumah yang layak dan memenuhi standar kesehatan,” harapnya.
Gayung bersambut, banyak pengguna medsos yang tergerak mengulurkan tangan. Baik melalui komentar di status yang diposting First Lady Kota Padang yang akrab disapa Ummi ini, maupun yanh mengontak langsung.
Pengguna medsos Facebook tersebut ada yang berdomisili di Kota Padang, namun tak sedikit yang berdiam di luar Padang.
Salah satu yang merespon dengan komentar yang menyentuh adalah Sastry Y Bakry, pejabat di Kementerian Dalam Negeri yang mengawali karir di Pemko Padang.
”Subhannallah, ummi tetap konsisten dan peduli untuk membangunkan rumah si miskin. Ternyata bukan di masa - masa kampanye saja. Saya juga akan berpartisipasi ummi. Kapan perlu ajaklah saya ke lokasi,” komentarnya. [singgalang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 17, 2015
posted by @Adimin
Ini Cara Sumbar Antisipasi Lonjakan Harga Cabe
Written By Anonymous on 17 March, 2015 | March 17, 2015
PADANG (17/3) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menilai terjadinya inflasi di daerah bukan hanya karena mekanisme pasar, tetapi juga disebabkan oknum pedagang yang memainkan harga komoditi, terutama beras dan cabe.
“Dua komoditi ini seringkali langka di pasaran sehingga harga menjadi naik gila-gilaan, apalagi cabe. Padahal di daerah lain, harga cabe stabil, tetapi di Sumbar bisa melonjak drastis. Ada indikasi sejumlah pedagang memonopoli pasokan cabe dan menaikkan harga sesukanya di Sumbar,” kata Irwan di Padang, Senin (16/3).
Menurutnya, pemerintah harus melakukan intervensi agar tidak ada monopoli komoditi tertentu oleh pedagang.
“Monopoli ini membuat harga pasar untuk komoditi cabe hanya ditentukan oleh beberapa orang. Kita harus intervensi agar mereka tidak bisa semaunya,” ujar Irwan.
Saat ini, lanjut Irwan, Pemprov Sumbar sedang menyiapkan mekanisme dengan mengikutsertakan Perusahaan Daerah (Perusda) Andalas Tuah Sakato (ATS) untuk membantu mengendalikan harga beras dan cabe.
“ATS akan didorong bersaing dengan pedagang untuk membeli komoditi beras dan cabe langsung dari petani di Sumbar. Komoditi yang terkumpul itu nanti akan dijual langsung kepada masyarakat dengan harga yang pantas,” tutupnya. [http://irwan-prayitno.com]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Pemkot Padang Segera Bangun Jembatan di Hulu Batang Kuranji
Written By Anonymous on 16 March, 2015 | March 16, 2015
PADANG (16/3) - Pemerintah Kota Padang segera merealisasikan pembangunan jembatan gantung di hulu Batang Kuranji.
Jembatan yang akan menghubungkan dua anak sungai, Padang Janiah dan Padang Karuah ini, mendapat anggaran sebesar Rp 700 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, jembatan ini merupakan kebutuhan warga yang tinggal di kawasan Batu Busuak dan Bukik Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Pauh.
"Selama ini, warga yang umumnya petani, kesulitan membawa hasil panen karena harus menyeberang sungai deras, terlebih di musim penghujan," kata dia di Padang, Sumatera Barat, Senin (16/3).
Ia menjelaskan, di sekitar sungai Padang Karuah, terdapat sejumlah tanaman masyarakat seperti durian, rambutan, duku, manggis dan hasil panen lainnya. Namun, kondisi medan di lokasi yang disebut Patamuan itu, sangat berat.
Pembangunan jembatan ini, selain membantu aktivitas masyarakat, juga untuk memperlancar perekonomian di kawasan sekitar.
"Itulah sebabnya kita upayakan secepatnya pembuatan jembatan," tambahnya.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Nagari Cyber VII Koto Talago Awali Kemajuan IT Sumatera Barat
LIMA PULUH KOTA (16/3) – Meskipun kemajuan Teknologi Informasi membawa dampak negatif yang perlu dihindari, akan tetapi pemanfaatannya perlu dilakukan dengan optimal guna memajukan pembangunan daerah, terutama nagari-nagari di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno saat meresmikan Nagari Cyber VII Koto Talago, Kabupaten Lima Puluh Kota di SMKN 2 Guguak Ampang Gadang, Ahad siang (15/3).
“Hari ini orang butuh banyak informasi sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, contoh saja sebuah handphone yang selalu dibawa pergi kemanapun berada. Selain menerima telepon juga untuk menelepon. Namun, handphone itu sendiri saat ini dengan kemajuan perangkatnya terus meningkatkan pelayanan yang membuat kita semakin membutuhkan teknologi informasi,” kata Irwan.
Lebih lanjut Irwan menyampaikan kemajuan Teknologi Informasi (Information Technology/IT) ini sama dengan kondisi manusia menggunakan pisau yang tajam. Dalam arti positif, ujar Irwan, kita dapat memanfaatkan untuk memasak dan lain-lain. Sedangkan dalam kondisi negatif juga bisa membunuh.
“Begitu juga dengan IT, tergantung dari siapa yang memanfaatkannya. Secara positif dia akan memberikan tambahan pengetahuan dan keahlian bagi kita dalam mengembangkan diri. Secara negatif, IT dapat mempengaruhi perilaku yang tidak baik jika memanfaatkannya pada hal-hal yang buruk,” ujar Gubernur.
Oleh karena itu, Irwan berharap peran orang tua terhadap anak dalam pemanfaatan IT perlu dilakukan. Selain itu, pada generasi muda perlu ditambahkan modal iman dan takwa yang kuat. Menurutnya, jika iman dan takwa telah ada dalam diri seseorang, ia akan mampu memanfaatkan IT sebagai kemajuan yang bermanfaat untuk peningkatan pembangunan.
“Betapa 30 tahun yang lalu kita belum kenal HP dan IT. Sehingga, kita selalu terikat dengan kondisi alam yang terbatas dalam pembangunan daerah. Hari dengan kemajuan IT dan HP ini kita dapat memantau segala hal baik dalam keluarga maupun kerja kawan-kawan di kantor, men-cek sampai dimana pekerjaan yang telah dilakukan,” katanya.
Oleh karena itu, atas nama Pemprov Sumbar, Irwan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inovasi Nagari Cyber, yang saat ini masih dilakukan pematangan program oleh pemprov. Sementara Nagari VII Koto Talago telah memulai terlebih dahulu.
“Selamat, semoga ini menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama nagari-nagari di Sumatera Barat! Kepala Dinas Perhubungandan Kominfo Provinsi Sumbar pun menetapkan Nagari VII Kota Talago sebagai pilot project di Sumatera Barat,” ungkap Irwan.
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota, Alis Marajo mengatakan keberadaan Nagari Cyber merupakan pengembangan dari pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sesuai dengan aturan Permendagri tentang setiap nagari/desa perlu membentuk KIM dalam upaya menumbuhkan peran serta masyarakat dalam pembangunan di nagari.
“Pengembangan Nagari Cyber ini tentu akan mampu memberikan kemudahan dalam akses IT guna memacu pembangunan, baik sektor pendidikan, perekonomian, maupun infrastruktur guna menyejahteraan kehidupan masyarakat,” ajaknya. [Humas Pemprov Sumatera Barat]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.
Revitalisasi Batu Malin Kundang Dapat Dukungan DPRD Padang

PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.
Jumat (13/3), Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad langsung turun tangan melakukan pengerukan sedimen, menandai dimulainya revitalisasi Batu Malin Kundang dan kawasan wisata Pantai Air Manis. Wakil Ketua DPRD Padang Muhidi, Dandim 0312 Letkol Wahyudi serta dari unsur Lantamal Teluk Bayur, langsung turun tangan menandai dimulainya pengerjaan pengerukan sedimen di Pantai Air Manis tersebut.
Penataan terhadap objek wisata Pantai Air Manis ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Padang. Wakil Ketua DPRD, Muhidi mengungkapkan, bila konsep untuk pengembangan objek wisata ini sudah pas dari Pemko maka DPRD akan mendukung penganggarannya.
“Kita yakin, dengan penataan objek wisata Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang-nya akan mengundang lebih banyak pengunjung sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Muhidi.
Seperti diketahui, lanjut politisi PKS ini, Batu Malin Kundang merupakan primadona dari objek wisata yang ada di Kota Padang. Bukan saja karena legendanya yang dikutuk menjadi batu sudah dikenal dunia, namun keelokan alam sekitarnya pun menjadi daya tarik. Disini pengunjung bisa melampiaskan hobi berselancar (surfing), berenang dan menikmati kuliner. Ataupun sekedar berpiknik bersama keluarga sambil menikmati pemandangan laut dengan angin pantai yang lembut.
“Sejauh ini potensi di kawasan Pantai Air Manis ini belum sepenuhnya terkelola dengan maksimal. Namun, dengan melibatkan semua unsur masyarakat melalui BPOW, maka penataan yang lebih baik bisa dilakukan agar primadona ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan,”tukas Muhidi. [Humas]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Membuang Arogansi dan Kepongahan
Suatu ketika seorang musafir tiba di madinah. Laki yang baru pertama kali
menginjakkan kaki di madinah itu membawa barang dagangan yang sangat banyak. Kelelahan
setelah berjalan jauh musafir itu duduk beristirahat. Saat itulah muncul
seorang laki2 yang kelihatan miskin dengan baju penuh tambalan. Tanpa piker panjang
sang musafir meminta orang itu untuk
membawakan barnag dagangannya ke pasar. Orang itupun mengiyakan. Ditengah jalan
orang orang saling berbisik menyaksikan laki2 itu memanggul barang layaknya kuli
pasar.
“tahukah kamu siapakah yang membawakan barang barang daganganmu itu
..?? bisik seseorang pada musafir.
“tidak..”, jawabnya. “dia adalah Amirul
Mukminin Umar bin Khattab.
Alangkah terkejutnya sang musafir. Ia memang belum pernah bertemu dengan Umar
bin Khattab, tergopoh gopoh sang musafir meminta maaf dan membujuk Umar ra agar
mau meletakkan barang bawaannya. Tapi Umar bersikeras membawanya ketempat
tujuan sesuai dengan janjinya tanpa sedikitpun terbersit rasa marah atau kesal.
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab tarikhnya, dan Ibnu Mardawiyah dari
Tsumamah bin Hazan ra. Suatu hari ketika Umar sedang menunggang keledainya ia
berpapasan dengan seorang wanita tua. Wanita tua itu menghentikan langkah Umar
dan menegurnya dengan nada marah (tidak dijelaskan secara pasti apa yang dikeluhkan wanita itu kepada Umar). Mendapat
perlakuan seperti itu sedikitpun Umar tidak marah. Bahkan ia tetap menerima dan
menanggapinya dengan ramah tamah.
Melihat sikap Umar ada orang yang dengan penasaran bertanya,” wahai Amirtul
mukminin, mengapa engkau berlaku selemah lembut itu kepadanya……??. Umar tersenyum dan menjawab “ aku tidak berani
dengan wanita tua itu, sebab keluhannya pernah didengar oleh ALLAH swt dari
balik tujuh lapis langit sehingga ALLAH menurunkan ayat pertama dari surat Al
Mujadalah. Wanita itu adalah Khaulah binti Tsa’labah yang telah di dzihar oleh
suaminya Aus bin Shamit.
Apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab diatas adalah teladan yang sangat
berharga bagi siapa saja yang sedang berkuasa atau merasa memiliki kekuasaan
sebesar apapun. Bahkan kekuasaan seberapapun besarnya mestinya tidak harus
sampai melahirkan arogansi dan kepongahan. Tak bisa dipungkiri orang-orang yang memiliki
kekuasaan seringkali diliputi rasa
gengsi. Itulah sebabnya seandainya mereka diminta untuk melakukan pekerjaan “rendahan”
akan muncul rasa enggan. Bagaimana perasaan seorang ustadz dihadapan murid
muridnya bila diperintah orang yang tak kenal layaknya kuli saja. Padahal dia
begitu dihormati murid muridnya, bahkan oleh masyarakat umum..?? bagaimana
perasaan seorang camat, gubernur, menteri, jenderal atau presiden bila tiba
tiba diperintah oleh rakyat jelata..??
Sayangnya orang orang yang memiliki kedudukan tinggi, cenderung sulit menerima
nasehat apalagi teguran dari orang yang lebih rendah kedudukannya. Banyak alasan
yang enggan menerima koreksi bawahan. Kondisi ini akan semakin buruk bila
menimpa sebuah komunitas tertentu, organisasi tertentu atau kelompok tertentu. Artinya
arogansi pribadi sudah sangat buruk, apalagi bila dilakukan secara kolektif. Lebih
lebih bila arogansi itu berlindung dibalik payung agama.
Mengapa kita tidak belajar dari sikap Umar ketika diomeli perempuan tua
didepan umum..??. Padahal kelebihan wanita tersebut “hanya” menjadi sebab
turunnya satu ayat saja dari al qur’an. Bukankah bisa saja Umar berkata “ kau
ini siapa hai wanita tua, aku adalah Amirul Mukminin dan menjadi sebab turunnya
empat ayat al qur’an. Tapi Umar tidak melakukan hal itu.
Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Dizaman ia menjadi khalifah
wilayah kekuasaannya meliputi dua pertiga dunia. Atas segala pribadi baiknya, Rasullullah
bersabda “ kalaulah ada seorang nabi sepeninggalku, tentulah Umar orangnya..”
Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Sementara kita paling hanya
seorang ustadz, pimpinan partai, pemimpin ormas, atau segala macam jabatan
lainnya. Tanpa bermaksud merendahkan setinggi apapun kekuasaaan kita, tak ada yang
bisa menyamai kekuasaan Umar.
Ajaibnya sikap tawadhu dan
rendah hati justru sangat dominan pada diri Umar yang terkenal keras. Ia keras
dalam membela yang benar, tapi juga tunduk dan luluh menerima kebenaran. Pernah
terjadi di masa Umar para gadis mensyaratkan mahar yang amat tinggi. Tentu saja
hal itu menyulitkan banyak pemuda yang ingin menikah. Melihat keadaan itu Umar
mematok mahar tertinggi. Seorang wanita tua memprotes kebijakan Umar dihadapan
orang banyak.”Wahai Umar, apakah ketentuan itu dari ALLAH dan rasulnya ataukah
dari dirimu sendiri..??? Mendengar hal itu Umar langsung membatalkan keputusannya.
Keteladanan Umar adalah
hasil didikan langsung Rasulullah saw. Mereka memang para pemimpin agung yang mewarisi
akhlak yang mulia. Mereka mengajarkan bagaimana mencintai kebenaran, menjunjung
tinggi hokum dan keadilan. Selain itu mereka juga mengajarkan bahwa arogansi
dan kepongahan tidak akan menghasilkan dan menyelesaikan apapun, justru merendahkan
pelaku arogansi sendiri.
Tampaknya kita masih harus
banyak belajar. Siapapun kita, sebagai rakyat, sebagai penguasa, pemimpin ormas,
pemimpin keluarga, Kepala desa bahkan Presiden sekalipun, harus banyak
mencontoh akhlak mulia para pendahulu kita. Jangan sampai kekuasaan seberapapun
besarnya malah melahirkan sikap arogan dan kepongahan.
Baru dipanggil ustadz, syaikh,
buya atau sebutan terhormat lainnya, tidak mau menyapa dulu sebelum disapa
duluan, belum bentuk-bentuk arogansi lainnya.
Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah… semoga kita tidak seperti itu.
Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah… semoga kita tidak seperti itu.
Wallahualam bishawab
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
March 15, 2015
posted by @Adimin
PKS dan KMP Kompak Menyikapi Keputusan Menkumham atas Partai Golkar
Written By Anonymous on 15 March, 2015 | March 15, 2015
JAKARTA (13/3) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Jazuli Juwaini mengatakan PKS tetap kompak mendukung keputusan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR, terkait keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly terhadap dualisme Partai Golkar.
"PKS akan kompak mengikuti keputusan KMP," kata Jazuli usai konferensi pers KMP di press room DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Jazuli menegaskan, PKS akan tetap mengikuti keputusan yang akan diambil KMP demi membangun kebersaman. "Demi membangun kebersamaan PKS akan kompak mendukung keputusan KMP," ujar Jazuli.
Sebelumnya, fraksi-fraksi dari KMP menggelar konferensi pers di press room Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3/2015) siang. Dalam konferensi pers ini, KMP menyampaikan sikap bersama terkait sikap Menkumham Yasonna Laoly dalam menangani kisruh dualisme Partai Golkar dan PPP.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam konferensi pers tersebut mengatakan, tindakan Menteri Yasonna Laoly tidak ubahnya adalah "begal politik" yang memasung dan menzalimi Golkar dan PPP.
"Ini harus diakhiri karena mengancam. Menteri harusnya berikan solusi, tetapi ini malah menambah masalah," ujar Bambang.
Dia menambahkan, agenda begal politik yang dilakukan Menteri Yasonna Laoly terhadap Golkar dan PPP hanyalah pintu masuk bagi agenda politik lain yang bisa mengancam kepentingan nasional.
Untuk itu, lanjut Bambang, bila dalam keadaan terpaksa KMP akan mempertimbangkan untuk menggunakan hak konstitusi yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan UU yang berlaku, kepada pemerintah terhadap situasi dan kebijakan yang sudah diambil terkait dengan permasalahan yang dialami oleh PPP dan Partai Golkar.
"Ini untuk warning, apakah akan berlanjut angket atau interpelasi tergantung. Tapi, sekarang kita nyatakan dukungan bersama untuk mosi tidak percaya. Kita yakin kita masih solid. Ini inisiasi bersama," pungkas Bambang.
Hadir dalam pernyataan sikap tersebut selain Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, juga hadir Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin, Fungsionaris Fraksi PPP kubu Djan Faridz Ahmad Dimyati Natakusumah dan Ketua Fraksi Gerindra Fary Djamy Francis. [ Humas Fraksi PKS DPR RI]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 14, 2015
Oleh: Yan S. Prasetiadi, M.Ag
hidayatullah
posted by @Adimin
‘Islam Moderat’ Sebuah Distorsi Istilah
Written By Sjam Deddy on 14 March, 2015 | March 14, 2015
Diciptakanlah istilah ‘Islam radikal’ untuk menggiring kaum Muslim agar menerima istilah ‘Islam moderat’dan barat akan memberi penghargaan "Islam Moderat' bagi yang mau bekerjasama
dengannya, dan cap 'radikal' bagi yang melawan (Ilustrasi)
SEBUAH istilah terkadang mampu menyihir dan
memperdaya siapa pun, terlebih jika dikatakan dengan penuh retorika oleh tokoh
terpandang. Hal ini nampaknya berlaku dalam wacana ‘Islam moderat’ yang
belakangan dikampanyekan kembali sebagian pihak, setelah sebelumnya gagasan ini
sempat diusung gerakan liberal, yang akhirnya kandas dan ditolak umat Islam.
Karenanya patut disayangkan jika beberapa tokoh negeri ini, malah mempropa gandakan
kembali gagasan basi ‘Islam moderat’ ini.
Masih hangat dalam memori kita, ketika
sambutan acara ta’aruf Kongres
Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta, Menteri Agama
menyatakan bahwa Islam Indonesia yang moderat adalah versi Islam yang
diharapkan dunia (08/02/2015). Di hari berikutnya, selasa (10/02/2015), pada
acara yang sama, Wapres mengatakan pemikiran Islam Indonesia diharapkan bisa
menjadi referensi terbesar di dunia, karena itu, umat Islam di Indonesia harus
bisa menunjukkan Islam yang moderat dan toleran, menjadi jalan tengah, serta
mampu menjaga kebersamaan dan kedamaian.
Apa yang disampaikan wapres dan menteri Agama
itu, sebetulnya sudah pernah diopinikan juga mantan presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya di depan peserta APEC CEO Summit tahun 2011 di Honolulu,
Amerika Serikat (12/11/2011).
SBY mengatakan Indonesia akan menjadi model
Islam moderat yang berkomitmen menekan radikalisme dengan cara yang tidak
melanggar HAM dan menjujung demokrasi.
Di sini terlihat, tokoh politik di negeri ini
memiliki irama dan pandangan yang senada tentang Islam. Bahwa Islam harus
menjadi moderat, jalan tengah, damai, anti radikal, toleran, sesuai HAM,
menjunjung demokrasi dan dicintai ‘dunia’.
Sepintas gagasan ‘Islam moderat’ merupakan
gagasan yang seolah asli dan elegan. Akan tetapi, setelah ditelusuri, kampanye
‘Islam moderat’ tidak lepas dari peristiwa WTC 11 September 2001, di mana
kelompok Muslim dituduh bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Akhirnya umat
Islam menjadi tertuduh, dan diciptakanlah istilah ‘Islam radikal’ untuk
menggiring kaum Muslim agar menerima istilah ‘Islam moderat’.
Dari berbagai pernyataan para politisi dan
intelektual Barat terkait klasifikasi Islam menjadi ‘Islam moderat’ dan ‘Islam
Radikal’ atau Ekstrimis, kita akan menemukan bahwa yang mereka maksud ‘Islam
Moderat’ adalah Islam yang tidak anti Barat (baca: anti Kapitalisme); Islam
yang tidak bertentangan dengan sekularisme Barat, serta tidak menolak berbagai
kepentingan Barat. Substansinya, ‘Islam Moderat’ adalah Islam sekular, yang mau
menerima nilai-nilai Barat seperti demokrasi dan HAM, serta mau berkompromi
dengan imperialisme Barat dan tidak menentangnya. Kelompok yang disebut ‘Islam
Moderat’ ini mereka anggap sebagai ‘Islam yang ramah’ dan bisa jadi mitra
Barat.
Sebaliknya, menurut Barat, yang disebut ‘Islam
radikal’ atau ‘ekstrimis’ adalah Islam yang menolak ideologi
Kapitalisme-Sekular, anti demokrasi, dan tidak mau berkompromi dengan Barat.
Dengan kata lain, ‘Islam radikal’ adalah
Muslim yang setia dengan pandangan hidup dan nilai-nilai Islam, serta taat pada
ideologi dan syariat Islam. Atau, orang radikal adalah orang yang ingin menerap
kan Islam kaffah. Bagi Barat, kelompok Islam ini bukan saja dianggap sebagai
Islam yang ‘keras’ dan anti-Barat, tetapi juga dianggap sebagai ancaman buat
peradaban mereka.
Karena itu, Noam Chomsky dalam Pirates and
Emperors, Old and New International Terorism in
The Real World (new edition, 2002), mengatakan: “We note another pair of Newspeak concepts:
‘extremist’ and ‘moderate,’ the latter referring to those who accept the
position of the United States, the former to those who do not.”
(Kita mencatat sepasang konsep basabaru: ‘ekstrimis’ dan ‘moderat’; predikat
‘moderat’ disandangkan pada pihak-pihak yang mendukung kebijakan AS dan
sekutunya. Sementara predikat ‘ekstrimis’ disandangkan pada pihak-pihak yang
menantang, mengancam, mengusik kebijakan AS dan sekutunya).
Jelas, klasifikasi demikian menggambarkan cara
pandang Barat terhadap Islam dan kaum Muslim sesuai ideologi mereka. Karena
itu, umat Islam wajib menyadari, pemilahan Islam menjadi moderat dan radikal
adalah demi kepentingan Barat, yakni untuk memunculkan satu kelompok Islam dan
menekan kelompok Islam yang lain. Dengan begitu, Barat berambisi, hanya ada
satu Islam, yakni Islam yang mau menerima ideologi, nilai-nilai, dan peradaban
Barat serta berbagai kepentingan mereka.
Padahal dalam keilmuan Islam, tidak ada yang
namanya Islam moderat, Islam ramah, Islam radikal, ataupun Islam ekstrimis.
Karena Islam adalah agama (diin)
yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur
hubungan antara manusia dengan Allah, dengan sesamanya, dan dengan dirinya
sendiri.
Karena itu, Islam tidak cuma mengajarkan
akidah yang mengharuskan setiap pemeluknya mengimani rukun iman. Islam juga
mengharuskan setiap pemeluknya untuk terikat dengan syariat-Nya; baik yang
berkaitan dengan masalah ibadah, muamalat (seperti sistem ekonomi), munakahat
(seperti sistem pergaulan pria-wanita), hudud dan jinayat (seperti sistem
sanksi dan peradilan), jihad, maupun ahkam sulthaniyah (seperti sistem
pemerintahan), dsb. Inilah yang disebut Islam kaffah.
Inilah keberislaman yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Itulah sejatinya hakikat Islam yang disepakati
para ulama. Akan tetapi dilapangan, pelaksanaan Islam oleh para pemeluknya
tidak selalu berbanding lurus dengan ajaran yang dipeluknya. Misal, korupsi
jelas diharamkan Islam, tetapi para koruptor di negeri ini ada yang Muslim.
Demikian pula dengan satu-dua aksi pengeboman
terhadap rakyat sipil, juga jelas dilarang Islam, meski pelakunya ternyata ada
yang Muslim. Jika kasus korupsi tersebut mewakili Muslim moderat, kemudian
kasus pengeboman mewakili Muslim radikal, apakah masuk akal jika kemudian Islam
yang disalahkan? Jelas tidak, karena kesalahan bukan pada Islam, tetapi pada
masing-masing oknum pelakunya.
Semua tindakan itu jelas bertentangan dengan
Islam dan tidak ada kaitan dengan Islam. Jika kemudian ada oknum Muslim yang
melakukan kesalahan, seharusnya ia dilihat sebagai orang yang melakukan
pelanggaran terhadap (hukum) Islam, dan bukan sedang mempraktikan ajaran Islam.
Wallahu A’lam
Oleh: Yan S. Prasetiadi, M.Ag
hidayatullah
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
March 13, 2015
posted by @Adimin
Silaturrahim ke Pepeng, Jazuli: Kita Belajar Tentang Kesabarannya
Written By Anonymous on 13 March, 2015 | March 13, 2015
Depok (12/3) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Jazuli Juwaini datang bersilaturrahim ke kediaman komedian senior, Ferrasta Soebardi alias Pepeng, di Perumahan Bumi Pusaka Cinere, Kota Depok, Kamis (12/3).
Jazuli mengatakan, maksud kedatangannya bukan untuk menjenguk Pepeng, melainkan ingin belajar atas kesabaran yang diterapkan Pepeng selama hidupnya. Terutama ketika di uji dengan sakit yang cukup panjang.
"Bukan menjenguk yah, belajar, yang pertama saya mau belajar tentang kesabarannya. Bayangkan, sepuluh tahun, siapa orang yang tidak kenal mas Pepeng dalam dunia seni dan budaya? Tiba-tiba Allah SWT tunjukkan cinta-Nya sama dia," kata Jazuli.
Jazuli menuturkan, bahwa dirinya sempat berbincang-bincang dengan Pepeng. Dalam perbincanganya Jazuli mengatakan, ada sesuatu yang irasional kalau Allah sudah berkehendak. Jazuli mengibaratkan, bagaimana dahulu Nabi Ayyub, selama 17 tahun hingga kering kerontang dalam sakitnya. Tetapi setelah teruji dan terbukti kesabarannya, tiba-tiba Allah perintahkan Nabi Ayyub menginjakkan kakinya ke tanah tiga kali, lalu dari tanah tersebut keluar air. Nabi Ayyub pun mandi dan sembuh seperti biasa.
"Dan insya Allah mudah-mudahan Allah kasih mukijizat buat mas Pepeng, yang terbaik buat dirinya, buat keluarganya," harap Jazuli.
Yang kedua, lanjut Jazuli, kunjungannya ini juga bertujuan untuk mengambil pelajaran yang berharga. Menurut Jazuli, Pepeng bisa kuat dalam kesabarannya karena faktor keimanannya.
"Ternyata beliau bisa tangguh itu, sama-sama kita tangkap tadi, yang berulang-ulang dia sebutkan tadi, keimanan itu yang membuat dia bisa luar biasa. Membuat semuanya menjadi ringan tidak ada beban. Bahkan, beliau bercerita, masuk rumah sakit tiba-tiba analisa dokternya sudah hilang, dan beliau diminta pulang setelah menyadari bahwa nanti kembali kepada keimanannya," papar Jazuli.
Lebih lanjut Jazuli berharap, pemahaman yang dimiliki oleh Pepeng juga harus dipahami oleh masyarakat tentang bagaimana mengelola keimanan dan diri. "Harus banyak belajar dari beliau, tentang kesabaran," ujar Jazuli.
Di akhir kunjungannya, Jazuli turut mendoakan agar Pepeng tetap diberi kesehatan lahir dan bathin. "Allah Maha Mendengar, Allah tidak pernah tidur, Allah akan nilai detik-detik yang kita lalui. Allah tidak akan sia-siakan hamba-Nya yang berbuat baik," pungkas Jazuli.
Diketahui, sejak 10 tahun terakhir, Pepeng menderita penyakit multiple sclerosis. Yakni, kelainan peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang. Saat ini, ditemani leptop kesayangannya, Pepeng mengisi hari-harinya dengan menulis. Di antara karya terbaru Pepeng, yakni sebuah buku yang berjudul "Perempuan Disekelilingku". [pks.or.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN




