Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 23, 2015
3 Hal Penting yang Mesti Dilakukan Kawula Muda Masa Kini
Written By Sjam Deddy on 23 March, 2015 | March 23, 2015
Entah itu di masjid, di sekolah, di kampus atau dimana saja. Kita harus punya rasa haus yang tinggi akan ilmu
DI ERA media sosial seperti sekarang, handphone
seringkali menyita waktu. Di kawasan Depok, kalau kita mau perhatikan
perilaku remaja zaman sekarang, mereka yang ke sekolah dibonceng sepeda
motor oleh orang tuanya tak henti-henti menatap layar handphonenya.
Tangannya aktif ‘menari’ dengan kepala tunduk penuh ‘konsentrasi.’
Sementara itu, dikalangan mahasiswa juga
sama. Pernah suatu ketika sekelompok mahasiswi kumpul di sebuah kafe di
seputaran kampus di kawasan Pasar Minggu. Setelah basa-basi, ternyata
mereka bukannya bercengkrama, suasana sontak hening. Bukan karena mereka
sedang membaca sesuatu, tetapi masing-masing asyik menatap layar
handphonennya.
Kira-kira itulah pemandangan umum
kehidupan remaja kita di kota besar. Gak di motor, di kafe, di kendaraan
umum, bahkan kereta, mayoritas remaja kita asyik sekali dengan
gad-getnya. Mereka seperti sedang menemukan dirinya kala berinteraksi
dengan smartphone.
Padahal, sejumlah penelitian menyebutkan
bahwa terlalu lama bergad-get ria, remaja rentan terkena banyak masalah,
seperti susah tidur, kualitas konsentrasi yang menurun, sampai pada
perhatian yang salah dan sulit hidup teratur atau disiplin.
Mungkin inilah trend zaman. Tetapi
bagaimanapun kita ini Muslim yang memiliki orientasi hidup tak hanya
dunia, tetapi juga akhirat. Dalam konteks ini kita perlu meningkatkan
kualitas diri secara integral, jasmani-ruhani.
Oleh karena itu, gaul, sesuai zaman – sejauh tidak melanggar syariat – why not?
Boleh-boleh saja, asalkan wajar alias tidak berlebihan. Apalagi,
sebagai Muslim kita punya kewajiban penting yang mesti diasah setiap
hari. Seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keilmuan dan memahami
shirah nabawiyah.
Membaca Al-Qur’an
Harus disadari, Muslim itu butuh membaca
Al-Qur’an. Bukan karena semata-mata perintah Allah Ta’ala dan keutamaan
pahalanya di akhirat. Tetapi juga dikarenakan Al-Qur’an ini sangat
penting dalam kehidupan kita.
Coba lihat perilaku remaja sekarang.
Sedikit masalah, curhat. Syukur kalau curhat sama orang yang tepat. Nah,
ini curhat di media sosial. Tak jarang loh, gara-gara curhat berujung
pada penyesalan.
Mengapa remaja sekarang mudah sekali
narsis dan curhat? Jawabannya mungkin bisa beragam. Namun satu di antara
hal yang pasti adalah, mereka belum membiasakan diri membaca Al-Qur’an
secara sungguh-sungguh.
Kalaulah mereka membaca Al-Qur’an dengan
sungguh-sungguh setiap hari, maka tidak perlu hati mereka galau, resah
apalagi sebentar-sebentar mau narsis. Mengapa? Ada ketenangan di dalam
batin mereka. Dan, ketenangan ini hanya akan diperoleh manakala kita
memang membaca dengan sungguh-sungguh. Bukan sekedar hatam, tetapi
meresapi maknanya.
Nah, kalau seharian, baca Al-Qur’an kita
tinggalin, lantas berharap kebahagiaan darimana? Sementara Al-Qur’an itu
adalah obat dan rahmat dari Allah Ta’ala. Mestinya, Al-Qur’an ini yang
paling sering kita lihat, ketimbang layar handphone. Jadi, mulailah
berpikir, utamanya bagaimana membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap
hari.
Sampai-sampai dalam satu kesempatan
taushiyahnya, seorang dai kondang di negeri ini pernah berkata, “Kalau
saja kita bisa menatap Al-Qur’an seperti kita menatap layar handphone
kita, black berry kita, saya jamin, satu tahun hafal Qur’an 30 juz.”
Mengakrabi Kajian Ilmu
Hal yang tidak kalah penting setelah
berusaha membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari adalah mengikuti
kajian keilmuan. Entah itu di masjid, di sekolah atau di kampus. Kita
harus punya rasa haus yang tinggi akan masalah ilmu ini.
Mengapa ada sebagian dari remaja
Muslim-Muslimah yang terjerembab pada budaya tidak sehat, satu sebab
utamanya adalah karena minim ilmu. Ketiadaan ilmu memang rentan menyeret
manusia pada kebinasaan.
Memang benar, di internet sudah tersedia
banyak artikel yang mengkaji beragam bahasan penting dalam Islam.
Tetapi, belajar dengan menghadiri majelis ilmu tidak sama dengan belajar
via internet. Selain ada keutamaan yang jauh lebih bernilai, majelis
keilmuan juga memperkenalkan kita dengan banyak orang, sehingga
memungkinkan terjalin silaturrahim yang menyelamatkan kita dari sisi
pergaulan yang salah.
Oleh karena itu, jangan malu apalagi
gengsi untuk pergi ke masjid mengikuti kajian keilmuan. Ingat, ilmu itu
penting bukan untuk siapa-siapa. Semua itu penting demi kehidupan kita
sendiri. Maka jangan sia-siakan hidup dengan tidak mencintai majelis
keilmuan.
Belajar Shirah Nabawiyah
Ada sebuah ungkapan menarik, “Islam memang
bersumber dari Qur’an dan Hadits. Tetapi keduanya akan semakin hidup
manakala kita juga memahami shirah nabawiyah. Sebab, bagaimana Qur’an
dan Hadits itu dimanivestasikan, shirah nabawiyah-lah yang
meneladankan.”
Dengan demikian, satu hal yang tidak boleh
terlewatkan dalam agenda harian kita adalah bagaimana memahami shirah
nabawi. Misalnya, kala nabi mendapat cemoohan dari orang lain, apakah
beliau membalasnya atau memaafkannya.
Kalau membaca ayat yang memerintahkan kita
untuk memaafkan, mungkin hati kita masih belum bisa menerima secara
utuh apa untungnya memaafkan kesalahan orang. Tetapi, kalau kita
lengkapi dengan mempelajari shirah nabawiyah, insya Allah hati kita akan
mantab memilih memaafkan. Jadi, pelajarilah shirah nabawiyah setiap
hari.
Sahabat, inilah tiga hal penting yang
mesti kita lakukan setiap hari. Rahasia kesuksesan kita ditentukan oleh
apa yang kita lakukan dalam keseharian kita. Dan, tidak pernah ada
soerang pun bisa melakukan sebuah kebaikan dan kemanfaatan tanpa latihan
setiap hari.
Jadi, demi masa depan dunia-akhirat kita, apalagi yang kita pikirkan untuk bersegera melatih diri melakukan tiga hal ini? Wallahu a’lam
Imam Nawawi (hidayatullah)
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
March 22, 2015
posted by @Adimin
Irwan Prayitno Resmikan Jembatan Baru Sumbar, Jarak 30 KM Jadi 1 KM
Written By Anonymous on 22 March, 2015 | March 22, 2015

Pembangunan tiga jembatan di Kabupaten Padang Pariaman diharapkan mampu menghubungkan beberapa daerah di Kabupaten Padang Pariaman. Sehingga transportasi semakin mudah diakses yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Demikian kata Bupati Pariaman, Ali Mukhni saat peresmian tiga jembatan yang dipusatkan di Desa Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan Tujuah Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno pada Jumat (20/3). Ketiga jembatan tersebut antara lain Jembatan Batang Piaman Kabupaten Padang Pariaman, Jembatan Bukik Kandung Kabupaten Tanah Datar, dan Jembatan Subang-Subang Kabupaten Agam.
“Terima kasih banyak atas bantuan Pemerintah Provinsi atas pembangunan ini. Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat harus menempuh jalan memutar dengan jarak hampir 30 KM. Namun setelah jembatan ini ada, masyarakat hanya menempuh jalan 1 KM saja, dan itu juga akan menghemat waktu", terang Ali Mukhni.
Sementara itu, Pelaksana Kegiatan Indra Jaya melaporkan bahwa ketiga jembatan menggunakan dana APBD Sumbar tahun anggaran 2012, 2013, 2014, dan 2015 dengan masa pelaksanaan 812 hari kalender. "Sedangkan dana yang dikucurkan untuk ketiga jembatan ini adalah 25.086.947.300 Rupiah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Irwan mengatakan bahwa sudah ada 18 jembatan yang telah dibangun dari APBD Sumbar. Empat diantaranya sudah diresmikan di Kabupaten Solok pada Rabu (11/3), sedangkan sisanya segera dituntaskan. Irwan pun menjelaskan tentang kendala yang selama ini ditemui dalam pembangunan jembatan.
“Ada dua faktor yang menjadi kendala. Pertama, masalah tanah yang tidak gampang untuk diselesaikan. Walaupun sebenarnya masyarakat ingin sekali mewujudkan pembangunan tersebut. Namun ketika tanah dipergunakan, ternyata tanah tersebut tanah ulayat. Sehingga memerlukan proses yang panjang dan memperlambat pembangunan,” jelas Irwan.
Sedangkan masalah yang kedua, lanjut Irwan, yaitu anggaran yang terbatas. Menurutnya, sudah dapat dipastikan apabila anggaran terbatas, maka pembangunan jembatan juga akan terbentur. "Namun pemerintah provinsi sudah mengambil kebijakan dengan pembangunan secara multi years atau bertahap,” terang Irwan.
Irwan juga menyampaikan bahwa masih ada jembatan yang akan menjadi prioritas untuk dibangun. "45 jembatan yang akan menjadi prioritas dan jumlah dananya itu tergantung pada ukuran jembatan yang akan dibangun pula,” ujarnya.[islamedia.co/pks]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2015
posted by @Adimin
Jazuli Juwaini: Jangan Budayakan Ghibah, Nasehati dengan Cara Yang Santun
Written By Anonymous on 20 March, 2015 | March 20, 2015
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai dakwah, jika keluar bisa bicara dengan indah, ke dalam harus bicara lebih indah lagi. "Jangan budayakan ghibah, jangan mengadili sesama kader di belakang layar, nasehati dengan cara yang santun," ujar Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dalam Rapat Kerja FPKS se-Lampung (12/3) lalu di Grand Anugerah.
Jazuli menyampaikan bahwa meski banyak kalangan memprediksi PKS akan hilang dalam kancah perpolitikan di Indonesia, ternyata hingga saat ini PKS masih tetap eksis.
"Bahkan DPW Lampung harus diberi apresiasi karena anggota legislatif kita bertambah dari periode sebelumnya," lanjut legislator senior dari daerah pemilihan Banten ini.
Menurut Jazuli, beberapa hal yang menyebabkan PKS tetap eksis adalah pertolongan Allah SWT lewat ibadah-ibadah para kader yang terjaga.
"Rasa-rasanya tidak ada kader partai yang ibadahnya dievaluasi pekanan. Hanya PKS. Mulai sholat dhuha, ma’tsurat, tahajud, tilawah, dan ibadah lainnya. Menjaga keikhlasan dalam menjalankan ibadah juga penting," tegas Jazuli di hadapan anggota dewan PKS seLampung itu.
Jazuli mengingatkan jika kader PKS tidak pandai menjaga ruhiyah, niscaya kekuatannya akan lemah. "Itu sebabnya di DPRI RI, saya menggagas untuk menggelar rapat pleno fraksi PKS setiap Senin dan Kamis diakhiri buka puasa bersama misalnya dan membiasakan dzikir matsurat berjamaah," tambah Jazuli.
Faktor lainnya yang membuat PKS eksis adalah kejujuran dan kesanggupan seluruh kader untuk berkorban demi kepentingan dakwah.
"Maka insyaallah kemenangan dakwah akan menjadi milik kita," pungkasnya.(*)
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 20, 2015
posted by @Adimin
Pakai Nama Muhammad dan Ali di Bandara Dilarang, DPR Murka
Isu diskrimatif muncul di Indonesia, kali ini menyangkut nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim. Perlakuan itu sendiri terjadi di autogate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.
Perlakukan diskriminatif ini membuat Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsy berang. Menurutnya, tindakan tersebut jelas-jelas adalah bentuk diskriminasi.
“Ini adalah bentuk diskriminasi. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi di Indonesia, apalagi Muhammad merupakan salah satu suku kata yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia,” kata dia saat dihubungi wartawan di Jakarta, seperti dilansir okezone.com, Kamis (19/3/2015).
Kebijakan pihak imigrasi tersebut, kata Aboe Bakar telah melukai para pengguna dua suku kata nama tersebut. Belum lagi, nama tersebut berhubungan langsung dengan pemeluk agama Islam.
“Selain itu diskriminasi ini juga melukai umat Islam, hal yang demikian sungguh menyakitkan, seolah muslim selalu dicurigai berhubungan dengan aktivitas terorisme,” tegasnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa Islamphobia yang terjadi di negara-negara Barat tidak perlu terjadi di Indonesia.
“Oleh karenanya Dirjen Imigrasi harus segera membenahi persoalan ini, sehingga jangan sampai ada diskriminasi. Apalagi kepada kelompok mayoritas di Indonesia,” pungkasnya.(*)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 19, 2015
Harneli: Badoncek Lewat Medsos Bantu Bedah Rumah
Written By Anonymous on 19 March, 2015 | March 19, 2015

PADANG - Komunitas Media Sosial (Medsos) Peduli, kembali badoncek untuk membangun salah satu rumah yang jadi sasaran bedah rumah. Cara ini digagas dan sudah dilakukan, istri Walikota Padang, Ny. Harneli Mahyeldi sewaktu sang suami masih sebagai Wakil Walikota Padang.
Jika komunitas pengguna media sosial yang digerakkan Ketua TP PKK Kota Padang ini langsung tergerak berpartisipasi, maka rumah yang terletak di Jalan Jambu Ampang ini bakal segera dibedah.
”Kita berharap saudara kita yang menempati rumah tak layak huni ini bisa memiliki rumah yang layak dan memenuhi standar kesehatan,” harapnya.
Gayung bersambut, banyak pengguna medsos yang tergerak mengulurkan tangan. Baik melalui komentar di status yang diposting First Lady Kota Padang yang akrab disapa Ummi ini, maupun yanh mengontak langsung.
Pengguna medsos Facebook tersebut ada yang berdomisili di Kota Padang, namun tak sedikit yang berdiam di luar Padang.
Salah satu yang merespon dengan komentar yang menyentuh adalah Sastry Y Bakry, pejabat di Kementerian Dalam Negeri yang mengawali karir di Pemko Padang.
”Subhannallah, ummi tetap konsisten dan peduli untuk membangunkan rumah si miskin. Ternyata bukan di masa - masa kampanye saja. Saya juga akan berpartisipasi ummi. Kapan perlu ajaklah saya ke lokasi,” komentarnya. [singgalang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 17, 2015
posted by @Adimin
Ini Cara Sumbar Antisipasi Lonjakan Harga Cabe
Written By Anonymous on 17 March, 2015 | March 17, 2015
PADANG (17/3) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menilai terjadinya inflasi di daerah bukan hanya karena mekanisme pasar, tetapi juga disebabkan oknum pedagang yang memainkan harga komoditi, terutama beras dan cabe.
“Dua komoditi ini seringkali langka di pasaran sehingga harga menjadi naik gila-gilaan, apalagi cabe. Padahal di daerah lain, harga cabe stabil, tetapi di Sumbar bisa melonjak drastis. Ada indikasi sejumlah pedagang memonopoli pasokan cabe dan menaikkan harga sesukanya di Sumbar,” kata Irwan di Padang, Senin (16/3).
Menurutnya, pemerintah harus melakukan intervensi agar tidak ada monopoli komoditi tertentu oleh pedagang.
“Monopoli ini membuat harga pasar untuk komoditi cabe hanya ditentukan oleh beberapa orang. Kita harus intervensi agar mereka tidak bisa semaunya,” ujar Irwan.
Saat ini, lanjut Irwan, Pemprov Sumbar sedang menyiapkan mekanisme dengan mengikutsertakan Perusahaan Daerah (Perusda) Andalas Tuah Sakato (ATS) untuk membantu mengendalikan harga beras dan cabe.
“ATS akan didorong bersaing dengan pedagang untuk membeli komoditi beras dan cabe langsung dari petani di Sumbar. Komoditi yang terkumpul itu nanti akan dijual langsung kepada masyarakat dengan harga yang pantas,” tutupnya. [http://irwan-prayitno.com]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Pemkot Padang Segera Bangun Jembatan di Hulu Batang Kuranji
Written By Anonymous on 16 March, 2015 | March 16, 2015
PADANG (16/3) - Pemerintah Kota Padang segera merealisasikan pembangunan jembatan gantung di hulu Batang Kuranji.
Jembatan yang akan menghubungkan dua anak sungai, Padang Janiah dan Padang Karuah ini, mendapat anggaran sebesar Rp 700 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, jembatan ini merupakan kebutuhan warga yang tinggal di kawasan Batu Busuak dan Bukik Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Pauh.
"Selama ini, warga yang umumnya petani, kesulitan membawa hasil panen karena harus menyeberang sungai deras, terlebih di musim penghujan," kata dia di Padang, Sumatera Barat, Senin (16/3).
Ia menjelaskan, di sekitar sungai Padang Karuah, terdapat sejumlah tanaman masyarakat seperti durian, rambutan, duku, manggis dan hasil panen lainnya. Namun, kondisi medan di lokasi yang disebut Patamuan itu, sangat berat.
Pembangunan jembatan ini, selain membantu aktivitas masyarakat, juga untuk memperlancar perekonomian di kawasan sekitar.
"Itulah sebabnya kita upayakan secepatnya pembuatan jembatan," tambahnya.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Nagari Cyber VII Koto Talago Awali Kemajuan IT Sumatera Barat
LIMA PULUH KOTA (16/3) – Meskipun kemajuan Teknologi Informasi membawa dampak negatif yang perlu dihindari, akan tetapi pemanfaatannya perlu dilakukan dengan optimal guna memajukan pembangunan daerah, terutama nagari-nagari di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno saat meresmikan Nagari Cyber VII Koto Talago, Kabupaten Lima Puluh Kota di SMKN 2 Guguak Ampang Gadang, Ahad siang (15/3).
“Hari ini orang butuh banyak informasi sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, contoh saja sebuah handphone yang selalu dibawa pergi kemanapun berada. Selain menerima telepon juga untuk menelepon. Namun, handphone itu sendiri saat ini dengan kemajuan perangkatnya terus meningkatkan pelayanan yang membuat kita semakin membutuhkan teknologi informasi,” kata Irwan.
Lebih lanjut Irwan menyampaikan kemajuan Teknologi Informasi (Information Technology/IT) ini sama dengan kondisi manusia menggunakan pisau yang tajam. Dalam arti positif, ujar Irwan, kita dapat memanfaatkan untuk memasak dan lain-lain. Sedangkan dalam kondisi negatif juga bisa membunuh.
“Begitu juga dengan IT, tergantung dari siapa yang memanfaatkannya. Secara positif dia akan memberikan tambahan pengetahuan dan keahlian bagi kita dalam mengembangkan diri. Secara negatif, IT dapat mempengaruhi perilaku yang tidak baik jika memanfaatkannya pada hal-hal yang buruk,” ujar Gubernur.
Oleh karena itu, Irwan berharap peran orang tua terhadap anak dalam pemanfaatan IT perlu dilakukan. Selain itu, pada generasi muda perlu ditambahkan modal iman dan takwa yang kuat. Menurutnya, jika iman dan takwa telah ada dalam diri seseorang, ia akan mampu memanfaatkan IT sebagai kemajuan yang bermanfaat untuk peningkatan pembangunan.
“Betapa 30 tahun yang lalu kita belum kenal HP dan IT. Sehingga, kita selalu terikat dengan kondisi alam yang terbatas dalam pembangunan daerah. Hari dengan kemajuan IT dan HP ini kita dapat memantau segala hal baik dalam keluarga maupun kerja kawan-kawan di kantor, men-cek sampai dimana pekerjaan yang telah dilakukan,” katanya.
Oleh karena itu, atas nama Pemprov Sumbar, Irwan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inovasi Nagari Cyber, yang saat ini masih dilakukan pematangan program oleh pemprov. Sementara Nagari VII Koto Talago telah memulai terlebih dahulu.
“Selamat, semoga ini menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama nagari-nagari di Sumatera Barat! Kepala Dinas Perhubungandan Kominfo Provinsi Sumbar pun menetapkan Nagari VII Kota Talago sebagai pilot project di Sumatera Barat,” ungkap Irwan.
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota, Alis Marajo mengatakan keberadaan Nagari Cyber merupakan pengembangan dari pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sesuai dengan aturan Permendagri tentang setiap nagari/desa perlu membentuk KIM dalam upaya menumbuhkan peran serta masyarakat dalam pembangunan di nagari.
“Pengembangan Nagari Cyber ini tentu akan mampu memberikan kemudahan dalam akses IT guna memacu pembangunan, baik sektor pendidikan, perekonomian, maupun infrastruktur guna menyejahteraan kehidupan masyarakat,” ajaknya. [Humas Pemprov Sumatera Barat]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.
Revitalisasi Batu Malin Kundang Dapat Dukungan DPRD Padang

PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.
Jumat (13/3), Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad langsung turun tangan melakukan pengerukan sedimen, menandai dimulainya revitalisasi Batu Malin Kundang dan kawasan wisata Pantai Air Manis. Wakil Ketua DPRD Padang Muhidi, Dandim 0312 Letkol Wahyudi serta dari unsur Lantamal Teluk Bayur, langsung turun tangan menandai dimulainya pengerjaan pengerukan sedimen di Pantai Air Manis tersebut.
Penataan terhadap objek wisata Pantai Air Manis ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Padang. Wakil Ketua DPRD, Muhidi mengungkapkan, bila konsep untuk pengembangan objek wisata ini sudah pas dari Pemko maka DPRD akan mendukung penganggarannya.
“Kita yakin, dengan penataan objek wisata Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang-nya akan mengundang lebih banyak pengunjung sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Muhidi.
Seperti diketahui, lanjut politisi PKS ini, Batu Malin Kundang merupakan primadona dari objek wisata yang ada di Kota Padang. Bukan saja karena legendanya yang dikutuk menjadi batu sudah dikenal dunia, namun keelokan alam sekitarnya pun menjadi daya tarik. Disini pengunjung bisa melampiaskan hobi berselancar (surfing), berenang dan menikmati kuliner. Ataupun sekedar berpiknik bersama keluarga sambil menikmati pemandangan laut dengan angin pantai yang lembut.
“Sejauh ini potensi di kawasan Pantai Air Manis ini belum sepenuhnya terkelola dengan maksimal. Namun, dengan melibatkan semua unsur masyarakat melalui BPOW, maka penataan yang lebih baik bisa dilakukan agar primadona ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan,”tukas Muhidi. [Humas]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Membuang Arogansi dan Kepongahan
Suatu ketika seorang musafir tiba di madinah. Laki yang baru pertama kali
menginjakkan kaki di madinah itu membawa barang dagangan yang sangat banyak. Kelelahan
setelah berjalan jauh musafir itu duduk beristirahat. Saat itulah muncul
seorang laki2 yang kelihatan miskin dengan baju penuh tambalan. Tanpa piker panjang
sang musafir meminta orang itu untuk
membawakan barnag dagangannya ke pasar. Orang itupun mengiyakan. Ditengah jalan
orang orang saling berbisik menyaksikan laki2 itu memanggul barang layaknya kuli
pasar.
“tahukah kamu siapakah yang membawakan barang barang daganganmu itu
..?? bisik seseorang pada musafir.
“tidak..”, jawabnya. “dia adalah Amirul
Mukminin Umar bin Khattab.
Alangkah terkejutnya sang musafir. Ia memang belum pernah bertemu dengan Umar
bin Khattab, tergopoh gopoh sang musafir meminta maaf dan membujuk Umar ra agar
mau meletakkan barang bawaannya. Tapi Umar bersikeras membawanya ketempat
tujuan sesuai dengan janjinya tanpa sedikitpun terbersit rasa marah atau kesal.
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab tarikhnya, dan Ibnu Mardawiyah dari
Tsumamah bin Hazan ra. Suatu hari ketika Umar sedang menunggang keledainya ia
berpapasan dengan seorang wanita tua. Wanita tua itu menghentikan langkah Umar
dan menegurnya dengan nada marah (tidak dijelaskan secara pasti apa yang dikeluhkan wanita itu kepada Umar). Mendapat
perlakuan seperti itu sedikitpun Umar tidak marah. Bahkan ia tetap menerima dan
menanggapinya dengan ramah tamah.
Melihat sikap Umar ada orang yang dengan penasaran bertanya,” wahai Amirtul
mukminin, mengapa engkau berlaku selemah lembut itu kepadanya……??. Umar tersenyum dan menjawab “ aku tidak berani
dengan wanita tua itu, sebab keluhannya pernah didengar oleh ALLAH swt dari
balik tujuh lapis langit sehingga ALLAH menurunkan ayat pertama dari surat Al
Mujadalah. Wanita itu adalah Khaulah binti Tsa’labah yang telah di dzihar oleh
suaminya Aus bin Shamit.
Apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab diatas adalah teladan yang sangat
berharga bagi siapa saja yang sedang berkuasa atau merasa memiliki kekuasaan
sebesar apapun. Bahkan kekuasaan seberapapun besarnya mestinya tidak harus
sampai melahirkan arogansi dan kepongahan. Tak bisa dipungkiri orang-orang yang memiliki
kekuasaan seringkali diliputi rasa
gengsi. Itulah sebabnya seandainya mereka diminta untuk melakukan pekerjaan “rendahan”
akan muncul rasa enggan. Bagaimana perasaan seorang ustadz dihadapan murid
muridnya bila diperintah orang yang tak kenal layaknya kuli saja. Padahal dia
begitu dihormati murid muridnya, bahkan oleh masyarakat umum..?? bagaimana
perasaan seorang camat, gubernur, menteri, jenderal atau presiden bila tiba
tiba diperintah oleh rakyat jelata..??
Sayangnya orang orang yang memiliki kedudukan tinggi, cenderung sulit menerima
nasehat apalagi teguran dari orang yang lebih rendah kedudukannya. Banyak alasan
yang enggan menerima koreksi bawahan. Kondisi ini akan semakin buruk bila
menimpa sebuah komunitas tertentu, organisasi tertentu atau kelompok tertentu. Artinya
arogansi pribadi sudah sangat buruk, apalagi bila dilakukan secara kolektif. Lebih
lebih bila arogansi itu berlindung dibalik payung agama.
Mengapa kita tidak belajar dari sikap Umar ketika diomeli perempuan tua
didepan umum..??. Padahal kelebihan wanita tersebut “hanya” menjadi sebab
turunnya satu ayat saja dari al qur’an. Bukankah bisa saja Umar berkata “ kau
ini siapa hai wanita tua, aku adalah Amirul Mukminin dan menjadi sebab turunnya
empat ayat al qur’an. Tapi Umar tidak melakukan hal itu.
Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Dizaman ia menjadi khalifah
wilayah kekuasaannya meliputi dua pertiga dunia. Atas segala pribadi baiknya, Rasullullah
bersabda “ kalaulah ada seorang nabi sepeninggalku, tentulah Umar orangnya..”
Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Sementara kita paling hanya
seorang ustadz, pimpinan partai, pemimpin ormas, atau segala macam jabatan
lainnya. Tanpa bermaksud merendahkan setinggi apapun kekuasaaan kita, tak ada yang
bisa menyamai kekuasaan Umar.
Ajaibnya sikap tawadhu dan
rendah hati justru sangat dominan pada diri Umar yang terkenal keras. Ia keras
dalam membela yang benar, tapi juga tunduk dan luluh menerima kebenaran. Pernah
terjadi di masa Umar para gadis mensyaratkan mahar yang amat tinggi. Tentu saja
hal itu menyulitkan banyak pemuda yang ingin menikah. Melihat keadaan itu Umar
mematok mahar tertinggi. Seorang wanita tua memprotes kebijakan Umar dihadapan
orang banyak.”Wahai Umar, apakah ketentuan itu dari ALLAH dan rasulnya ataukah
dari dirimu sendiri..??? Mendengar hal itu Umar langsung membatalkan keputusannya.
Keteladanan Umar adalah
hasil didikan langsung Rasulullah saw. Mereka memang para pemimpin agung yang mewarisi
akhlak yang mulia. Mereka mengajarkan bagaimana mencintai kebenaran, menjunjung
tinggi hokum dan keadilan. Selain itu mereka juga mengajarkan bahwa arogansi
dan kepongahan tidak akan menghasilkan dan menyelesaikan apapun, justru merendahkan
pelaku arogansi sendiri.
Tampaknya kita masih harus
banyak belajar. Siapapun kita, sebagai rakyat, sebagai penguasa, pemimpin ormas,
pemimpin keluarga, Kepala desa bahkan Presiden sekalipun, harus banyak
mencontoh akhlak mulia para pendahulu kita. Jangan sampai kekuasaan seberapapun
besarnya malah melahirkan sikap arogan dan kepongahan.
Baru dipanggil ustadz, syaikh,
buya atau sebutan terhormat lainnya, tidak mau menyapa dulu sebelum disapa
duluan, belum bentuk-bentuk arogansi lainnya.
Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah… semoga kita tidak seperti itu.
Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah… semoga kita tidak seperti itu.
Wallahualam bishawab
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
March 15, 2015
posted by @Adimin
PKS dan KMP Kompak Menyikapi Keputusan Menkumham atas Partai Golkar
Written By Anonymous on 15 March, 2015 | March 15, 2015
JAKARTA (13/3) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Jazuli Juwaini mengatakan PKS tetap kompak mendukung keputusan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR, terkait keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly terhadap dualisme Partai Golkar.
"PKS akan kompak mengikuti keputusan KMP," kata Jazuli usai konferensi pers KMP di press room DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Jazuli menegaskan, PKS akan tetap mengikuti keputusan yang akan diambil KMP demi membangun kebersaman. "Demi membangun kebersamaan PKS akan kompak mendukung keputusan KMP," ujar Jazuli.
Sebelumnya, fraksi-fraksi dari KMP menggelar konferensi pers di press room Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3/2015) siang. Dalam konferensi pers ini, KMP menyampaikan sikap bersama terkait sikap Menkumham Yasonna Laoly dalam menangani kisruh dualisme Partai Golkar dan PPP.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam konferensi pers tersebut mengatakan, tindakan Menteri Yasonna Laoly tidak ubahnya adalah "begal politik" yang memasung dan menzalimi Golkar dan PPP.
"Ini harus diakhiri karena mengancam. Menteri harusnya berikan solusi, tetapi ini malah menambah masalah," ujar Bambang.
Dia menambahkan, agenda begal politik yang dilakukan Menteri Yasonna Laoly terhadap Golkar dan PPP hanyalah pintu masuk bagi agenda politik lain yang bisa mengancam kepentingan nasional.
Untuk itu, lanjut Bambang, bila dalam keadaan terpaksa KMP akan mempertimbangkan untuk menggunakan hak konstitusi yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan UU yang berlaku, kepada pemerintah terhadap situasi dan kebijakan yang sudah diambil terkait dengan permasalahan yang dialami oleh PPP dan Partai Golkar.
"Ini untuk warning, apakah akan berlanjut angket atau interpelasi tergantung. Tapi, sekarang kita nyatakan dukungan bersama untuk mosi tidak percaya. Kita yakin kita masih solid. Ini inisiasi bersama," pungkas Bambang.
Hadir dalam pernyataan sikap tersebut selain Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, juga hadir Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin, Fungsionaris Fraksi PPP kubu Djan Faridz Ahmad Dimyati Natakusumah dan Ketua Fraksi Gerindra Fary Djamy Francis. [ Humas Fraksi PKS DPR RI]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN




