Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
May 20, 2015
posted by @Adimin
Walikota Apresisasi DPRD Padang, "Menelurkan 31 Rekomendasi LPKJ 2014."
Written By Anonymous on 20 May, 2015 | May 20, 2015
PADANG.-Setelah memparipurnakan secara internal penyampaian Pansus LKPJ Walikota 2014 Senin ( 18/5) kemaren. Anggota DPRD kota Padang Selasa ( 19/5) kembali melakukan rapat paripurna rekomendasi DPRD Padang terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban( LKPJ) Walikota 2014.
Rapat yang pimpin Wakil ketua DPRD kota Asrizal juga hadiri Ketua DPRD Padang Erisman, Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra dan Wakil ketua DPRD Muhidi serta Walikota Padang Mahyeldi berjalan tertip.
Wakil Ketua DPRD kota Padang Wahyu Iramana Putra usai rapat paripurna mengatakan, mesti kepemimpinan Walikota Mahyeldi dan Wakil Walikota Emzalmi masih setahun berjalan LKPJ nya sudah kita terima.
Namun koreksi yang ada belum kita berikan tujuan agar Walikota tahu bahwa apa yang harus diperbaiki oleh SKPD yang ada.
‘’Yang menjadi temuan kami di DPRD selama ini adalah tidak adanya kordinasi SKPD –SKPD dengan legislatif, ‘’ujar Wahyu.
Dia juga menyayangkan rata- rata SKPD yang ada seperti Dinas Pasar Raya, Disperindagtamben, dinas Kelautan dan Kopereasi dan UKM,
semuanya menyentuh ekonomi , tetapi SKPD terkait itu tak menyentuh secara langsung kepeda usaha kecil menengah.
Menurut Wahyu lagi, rata- rata SKPD yang ada di dalam pencaipannya ternyata ternyata jago merealisasikan APBD yang ada, tapi mereka tidak terperensif mencari pendapatan lainnya,’’ padahal kita tahu kota Padang perlu PAD yang besar, ‘’ujar ketua DPD Golkar Padang.
Kita berharap dengan adanya 31 rekomendasi soal LKPJ Walikota 2014 kedepan hubungan antara Pemko dan Legislatif semakin harmonis serta menjalin komunikasi yang lebih baik lagi.
‘’ DPRD berpungsi sebagai legislatif, pengawas dan bajeting akan mensukseskan 10 pokok program Walikota dan Wakil Walikota sebab, jika Pemko sukses berarti DPRD juga ikut sukses, ‘’kata Wahyu .
Terkait 31 rekomendasi DPRD Padang terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Padang tahun 2014, yang dimulai pelaporan pada 20 April lalu.
Walikota Padang Mahyeldi mengucapkan terimakasih kepada para anggota dewan. Pasalnya, pelaporan dalam pembahasan yang dibagi dalam empat kelompok panitia khusus (pansus), dilanjutkan dengan pembahasan bersama para SKPD serta dilakukan penyeimbang dengan kunjungan kerja ke beberapa daerah di luar Sumbar.
Dijelaskan Wako lagi,pelaporan ini pun berdasarkan dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, dimana kepala daerah berkewajiban memberikan laporan pertanggungjawaban kepada DPRD.
"Maka Pemko berusaha maksimal melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan tersebut, dan menyampaikan laporan sesuai dengan peraturan sesuai ketentuannya," ungkap Mahyeldi.
‘’LKPJ ini juga memuat capaian RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sesuai dengan PP No 6 tahun 2008, terang Wako yang dilantik pada tanggal 13 Mei 2014 lalu.
Kita menyadari bahwa, pelaksanaan kegiatan untuk masyarakat masih dirasakan belum maksimal dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini pemko mengharapkan masukan dari legislator untuk pembangunan ke arah lebih baik,
sehingga hal-hal yang telah dibahas dan terevaluasi tersebut hendaknya dapat memberi manfaat untuk masyarakat di masa akan datang.
Dengan laporan ini dapat menentukan arah kebijakan pembangunan dengan menggunakan anggaran tahun berikutnya, rekomendasi ini pun menjadi evaluasi kinerja Pemko oleh DPRD dan masyarakat.
Nantinya rekomendasi tersebut akan diteruskan ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Padang .
‘’ Saya berharap seluruh komponen tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Padang dalam pelaksanaan pembangunan, ‘’ajak Kader PKS ini. [Humas dan Protokol Kota Padang]
Label:
Berita Fraksi,
Bingkai Berita,
KIPRAH KAMI,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 20, 2015
posted by @Adimin
Makna Kebangkitan Nasional Lebih dari Sekedar Nostalgia
JAKARTA (20/5) - Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai secara konstruktif, jangan sekedar nostalgia, apalagi menghadirkan perilaku destruktif. Oleh karena, tanggal 20 Mei merupakan sebuah hari yang monumental dan fenomenal. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal ini di Ruang Komisi VIII DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
“Kita bantu bangsa untuk memahami esensi dan merealisasikan tujuan-tujuan dari Kebangkitan Nasional. Hal ini sangat penting apabila masing-masing dari kita berdaya juang untuk berperilaku kritis serta menghadirkan solusi konstruktif. Inilah bagian terpenting yang perlu dikomunikasikan melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional,” kata Hidayat.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan, saat ini konflik banyak bermunculan di berbagai bidang, mulai di dalam partai politik, antarwarga, hingga antarprofesi. Konflik-konflik tersebut tidak sesuai dengan prinsip kebangkitan nasional serta Pancasila sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.
“Segala upaya memecah belah bangsa melalui jalur hukum, politik, antarpartai, maupun kekuatan publik, bertentangan dengan prinsip kebangkitan nasional. Upaya negatif ini harus dihindari, karena kebangkitan nasional hanya akan sukses ketika bangsa betul-betul bersatu dalam cinta, demi menghadirkan Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2000-2004 tersebut memaparkan saat ini partainya terus berusaha meningkatkan semangat persatuan dan nasionalisme rakyat Indonesia. Salah satunya melalui pimpinan-pimpinan di lembaga formal, yaitu menyosialisasikan Empat Pilar MPR.
“Di dalam Empat Pilar MPR terdapat Pancasila dan UUD NRI 1945. Di Pancasila ada prinsip Persatuan Indonesia, sedangkan di dalam UUD, ada prinsip tentang NKRI. Apabila kita terus mengawal dan memperjuangkan empat pilar, maka sesungguhnya kita sedang memberikan bingkai yang sangat kuat untuk menjaga bangsa ini tetap bersatu. Insya Allah produk-produk hukum dan kebijakan yang bertentangan dengan prinsip kesatuan Indonesia akan bisa kita koreksi,” paparnya.
Hidayat berharap melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2015, seluruh komponen bangsa menjaga keutuhan cinta terhadap Indonesia, serta tetap berorientasi mengedepankan politik yang menghadirkan ukhuwah(persaudaraan).
“Mari, kita bangkit hadirkan politik yang ta’awun (saling tolong menolong). Keberadaan kita di KMP (Koalisi Merah Putih) pun untuk memaksimalkan peran menghadirkan persatuan dan cinta Indonesia yang lebih kuat,” tutupnya. [pks.id]
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (Gilang Ramadhan/Relawan PKS Foto)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 19, 2015
posted by @Adimin
Sebagai Warga Dunia, Indonesia Harus Bersuara Lantang Soal Rohingya
Written By Anonymous on 19 May, 2015 | May 19, 2015
Jakarta (19/5) - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan Indonesia harus bersuara lantang terhadap persoalan Rohingya. Menurutnya, sebagai world citizen (warga dunia), Indonesia harus menggunakan konstitusinya yang mengamanatkan untuk terlibat aktif dalam perdamaian dunia dan melawan berbagai bentuk penjajahan.
"Oleh karenanya, wajar untuk bersuara lantang. Tidak seperti negara ASEAN lainnya yang membisu. Karena demokrasi di Indonesia juga lebih maju dari negara-negara ASEAN lainnya," ujar Muzzammil, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Bahkan, atas kejahatan warga dan Pemerintah Myanmar terhadap muslim Rohingya, Muzzammil mendorong Pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik. "Segera tarik dan tutup Kedutaan Besar RI di Myanmar, serta keluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN," tegas Muzzammil.
Menurut Sekretaris Fraksi PKS di MPR ini, prinsip non-intervensi piagam ASEAN bisa dinomorduakan demi kepentingan kemanusiaan yang lebih besar. "Sedih rasanya jika kita sebagai manusia beradab membiarkan tindakan-tindakan warga dan negara yang menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan," imbuhnya.
Lebih jauh Muzzammil memaparkan alasan yang menunjukkan tindakan warga dan Pemerintah Myanmar telah menginjak-injak nilai kemanusiaan. "Berdasarkan pendapat Phil Robertson, Wakil Direktur Asia Human Rights Watch, bahwa Pemerintah Myanmmar terlibat dalam kampanye pembersihan etnis terhadap Rohingya yang berlanjut dengan penolakan bantuan dan pembatasan pergerakan," paparnya.
Lebih lanjut Muzzammil menambahkan dalam laporan Asian Human Rights Watch berjudul All You Can do is Pray, disampaikan bahwa pejabat Myanmar, Biksu, dan tokoh masyarakat setempat telah memimpin serta mendorong serangan terhadap wilayah muslim pada bulan Oktober 22 April 2013.
“Serangan itu bertujuan meneror dan mengusir secara paksa muslim Rohingya di Myanmar Barat," tambah Muzammil.
Dalam laporan setebal 155 halaman tersebut, masih kata Muzammil, juga disampaikan bahwa gerakan anti etnis muslim Rohingya telah menyebabkan pengungsian lebih dari 125 ribu muslim Rohingya dan muslim lainnya.
"Selain itu, disampaikan pula perihal Pemerintah Myanmar dan anggota kelompok Arakan telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam gerakan pembersihan etnis muslim Rohingya di Arakan sejak Juni 2012," pungkas mantan Anggota Komisi III yang membidangi HAM itu . [Humas Fraksi PKS DPR RI]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 19, 2015
posted by @Adimin
Dakwah Kebaikan Yang Tak Pernah Putus

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah yang telah menghimpun kita dalam partai dakwah ini. Semoga dengan syukur kita semuanya menjadi berkah. Berkah berarti ada kebaikan baru yang bertambah.
Seperti dakwah, dakwah adalah kerja kebaikan yang tak pernah putus. Pahalanya terus mengalir, seperti sabda Rasulullah saw.
“Barang siapa menunjukkan kebaikan, ia mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya.“ (HR. Muslim).
Satu orang yang kita dakwahi, lalu dia berubah dan melakukan kebaikan, maka kebaikan yang ia lakukan juga akan sampai kepada kita tanpa mengurangi pahalanya, dan begitu seterusnya.
Maka ikhwan wa akhwat fillah, dakwah adalah nikmat Allah. Dikatakan nikmat karena dakwah merupakan sebaik-baik amal, karena ia memelihara nilai-nilai Islam dalam pribadi dan masyarakat.
Dan bagi orang-orang yang berdakwah, Allah SWT menjanjikan kedudukan dan pertolongan-Nya.
“Intansurullaha yansurkum wayusabbit aqdamakum.” (Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu).
Selanjutnya, setelah kita berdakwah dan terlibat bersama gerakan dakwah, yang dibutuhkan adalah konsistensi atau yang sering kita sebut dengan “Istiqomah”.
Istiqomah ini susah, tantangannya susah, tapi pahalanya besar. Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushilat: 30).
Karenanya, mari kita berupaya agar tetap istiqomah. Kalau di awal- awal semangat, itu biasa. Tapi kalau udah berpuluh-puluh tahun tetap semangat, itu baru luar biasa.
Mari kita berdo’a semoga Allah SWT menguatkan dan menjaga keistiqomahan kita di dalam partai dakwah ini. Wallahu’alam.
[kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 18, 2015
JAKARTA (18/5) – Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia harus memimpin dalam menangani krisis kemanusiaan Myanmar. Indonesia perlu menggalang solidaritas internasional untuk Rohingya. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyampaikan hal ini melalui akun Twitternya @anismatta, Ahad (17/5) malam.
Anis mengatakan krisis Rohingya merupakan krisis kemanusiaan yang melintasi batas-batas negara. Hal ini dilatarbelakangi banyak warga Rohingya yang dibunuh, dianiaya, dan disingkirkan karena kondisi ras, etnis, agama, atau kepercayaan mereka. Penanganan krisis ini, kata Anis, memiliki tantangan tersendiri karena banyak dilema di dalamnya.
“Banyak dilema dalam krisis Rohingya. Ada dimensi sosial dan ekonomi di dalamnya. Memberi penghidupan bagi ratusan ribu orang tidak mudah,” katanya.
Wakil Ketua DPR RI tahun 2009-2013 itu mengungkapkan sebelum peristiwa datangnya pengungsi Rohingya, Pemerintah Indonesia mempunyai pengalaman menangani pengungsi dari negara lain. Pada periode 1970-an hingga 1996 terdapat fenomena “Manusia Perahu”, yaitu ribuan warga Vietnam mengungsi ke Pulau Galang, dekat Batam, karena perang.
“Pada peristiwa ‘Manusia Perahu’, ada proses penampungan, edukasi, hingga re-settlement (pemukiman kembali) ke negara-negara yang bersedia menampung. Saat itu pemerintah membutuhkan effort (usaha) besar dan waktu yang lama untuk mengelola para pengungsi,” ungkapnya.
Namun, lanjut Anis, berbeda dengan fenomena “Manusia Perahu” Vietnam, saat ini Pemerintah Myanmar tidak sedang berperang. Krisis Rohingya terjadi akibat diskriminasi dan kekerasan SARA. Anis menyebut Pemerintah Myanmar menutup diri terhadap krisis Rohingya, terlihat dari penolakan mereka menghadiri pertemuan regional membahas hal tersebut di Thailand, akhir Mei 2015.
“Akhirnya, ini soal kemanusiaan. Terakhir yang menolong satu kelompok pengungsi hingga mendarat di Langsa, Aceh, adalah nelayan. ‘Orang Biasa’ tanpa pertimbangan politik macam-macam. Tentu kemampuan terbatas, tetapi mereka sudah melakukan sesuatu,” ujar Anis mengapresiasi aksi warga terhadap kedatangan imigran Rohingya di Aceh awal Mei 2015.
Politisi asal Bone, Sulawesi Selatan itu mengingatkan krisis Rohingya dapat berkembang menjadi masalah keamanan regional. Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia harus berperan aktif menangani krisis tersebut. Tidak hanya tentang kemanusiaan, tetapi juga kepentingan menjadikan kawasan Indonesia kondusif dalam hal stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi.
“Krisis ini akan tumbuh berdimensi global karena kita tahu, krisis serupa juga terjadi di pesisir Eropa dengan gelombang pengungsi dari Afrika, khususnya Libya. Inilah ujian besar kita, yaitu krisis kemanusiaan di seluruh dunia. Bebasnya arus manusia dalam globalisasi juga membawa konsekuensi ‘globalisasi pengungsi’. Semoga kita lulus dari ujian besar ini,” tutupnya.
Seperti diketahui, pada Senin (11/5), sekitar 600 pengungsi Rohingya memasuki perairan Indonesia secara ilegal. Mereka terdampar di Aceh setelah kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar. Sekitar 50 orang kini dirawat pemerintah Negeri Serambi Makkah karena kelaparan akut. [pks.id]
posted by @Adimin
Anis Matta: Indonesia Harus Pimpin ASEAN Tangani Krisis Rohingya
Written By Anonymous on 18 May, 2015 | May 18, 2015
JAKARTA (18/5) – Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia harus memimpin dalam menangani krisis kemanusiaan Myanmar. Indonesia perlu menggalang solidaritas internasional untuk Rohingya. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyampaikan hal ini melalui akun Twitternya @anismatta, Ahad (17/5) malam.
Anis mengatakan krisis Rohingya merupakan krisis kemanusiaan yang melintasi batas-batas negara. Hal ini dilatarbelakangi banyak warga Rohingya yang dibunuh, dianiaya, dan disingkirkan karena kondisi ras, etnis, agama, atau kepercayaan mereka. Penanganan krisis ini, kata Anis, memiliki tantangan tersendiri karena banyak dilema di dalamnya.
“Banyak dilema dalam krisis Rohingya. Ada dimensi sosial dan ekonomi di dalamnya. Memberi penghidupan bagi ratusan ribu orang tidak mudah,” katanya.
Wakil Ketua DPR RI tahun 2009-2013 itu mengungkapkan sebelum peristiwa datangnya pengungsi Rohingya, Pemerintah Indonesia mempunyai pengalaman menangani pengungsi dari negara lain. Pada periode 1970-an hingga 1996 terdapat fenomena “Manusia Perahu”, yaitu ribuan warga Vietnam mengungsi ke Pulau Galang, dekat Batam, karena perang.
“Pada peristiwa ‘Manusia Perahu’, ada proses penampungan, edukasi, hingga re-settlement (pemukiman kembali) ke negara-negara yang bersedia menampung. Saat itu pemerintah membutuhkan effort (usaha) besar dan waktu yang lama untuk mengelola para pengungsi,” ungkapnya.
Namun, lanjut Anis, berbeda dengan fenomena “Manusia Perahu” Vietnam, saat ini Pemerintah Myanmar tidak sedang berperang. Krisis Rohingya terjadi akibat diskriminasi dan kekerasan SARA. Anis menyebut Pemerintah Myanmar menutup diri terhadap krisis Rohingya, terlihat dari penolakan mereka menghadiri pertemuan regional membahas hal tersebut di Thailand, akhir Mei 2015.
“Akhirnya, ini soal kemanusiaan. Terakhir yang menolong satu kelompok pengungsi hingga mendarat di Langsa, Aceh, adalah nelayan. ‘Orang Biasa’ tanpa pertimbangan politik macam-macam. Tentu kemampuan terbatas, tetapi mereka sudah melakukan sesuatu,” ujar Anis mengapresiasi aksi warga terhadap kedatangan imigran Rohingya di Aceh awal Mei 2015.
Politisi asal Bone, Sulawesi Selatan itu mengingatkan krisis Rohingya dapat berkembang menjadi masalah keamanan regional. Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia harus berperan aktif menangani krisis tersebut. Tidak hanya tentang kemanusiaan, tetapi juga kepentingan menjadikan kawasan Indonesia kondusif dalam hal stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi.
“Krisis ini akan tumbuh berdimensi global karena kita tahu, krisis serupa juga terjadi di pesisir Eropa dengan gelombang pengungsi dari Afrika, khususnya Libya. Inilah ujian besar kita, yaitu krisis kemanusiaan di seluruh dunia. Bebasnya arus manusia dalam globalisasi juga membawa konsekuensi ‘globalisasi pengungsi’. Semoga kita lulus dari ujian besar ini,” tutupnya.
Seperti diketahui, pada Senin (11/5), sekitar 600 pengungsi Rohingya memasuki perairan Indonesia secara ilegal. Mereka terdampar di Aceh setelah kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar. Sekitar 50 orang kini dirawat pemerintah Negeri Serambi Makkah karena kelaparan akut. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 18, 2015
Bandung - Anggota Komisi IV DPR Hermanto mendesak pemerintah agar menjamin beras palsu yang diproduksi di Tiongkok tidak masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan masyarakat dibuat resah dengan maraknya isu beras palsu masuk ke Indonesia.
“Jaminan pemerintah ini penting untuk menentramkan masyarakat yang resah karena isu beras palsu ini," kata Hermanto dalam keterangan pers, Minggu (17/5/2015).
Menurut Hermanto, beras palsu tersebut terbuat dari bahan campuran kentang, ubi jalar, dan resin sintetis industri alias plastik. "Sejumlah negara sedang dihebohkan beras palsu ini. Selain meresahkan Tiongkok kini penjualan beras tersebut sudah menjalar ke berbagai tempat di India," ujarnya.
Penjualan beras ini tidak bisa diprediksi karena bercampur dengan beras normal. "Setelah mengkonsumsi beras tersebut, menimbulkan sakit perut dan banyak gejala lainnya," katanya.
Kalangan masyarakat yang resah telah meminta klarifikasi tentang hal ini. “Mereka butuh penjelasan dan langkah kongkrit pemerintah dalam mengantisipasi isu ini," ucapnya.
Jaminan pemerintah tidak cukup diberikan dalam bentuk pernyataan. “Disamping pernyataan pemerintah juga harus menunjukkan langkah-langkah kongkrit guna mencegah masuknya beras palsu ini ke Indonesia," katanya.
Ada dua cara beras plastik itu bisa masuk Indonesia yaitu melalui impor beras atau pasar gelap. “Dengan tidak melakukan impor beras, berarti secara tidak langsung telah menutup pintu legal bagi masuknya beras palsu itu ke Indonesia,” tambahnya. Lebih jauh ia mendesak Pemerintah agar tidak melakukan impor beras dan mendorong agar dalam mencukupi stok beras nasional menggunakan berbagai cara untuk menyerap beras/gabah hasil panen petani. "Substansi dari UU Pangan adalah kedaulatan pangan dengan kita mengkonsumsi apa yang kita produksi,” pungkasnya. [pikiran-rakyat.com]
posted by @Adimin
Hermanto: Waspada Beras Palsu Masuk Indonesia

Bandung - Anggota Komisi IV DPR Hermanto mendesak pemerintah agar menjamin beras palsu yang diproduksi di Tiongkok tidak masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan masyarakat dibuat resah dengan maraknya isu beras palsu masuk ke Indonesia.
“Jaminan pemerintah ini penting untuk menentramkan masyarakat yang resah karena isu beras palsu ini," kata Hermanto dalam keterangan pers, Minggu (17/5/2015).
Menurut Hermanto, beras palsu tersebut terbuat dari bahan campuran kentang, ubi jalar, dan resin sintetis industri alias plastik. "Sejumlah negara sedang dihebohkan beras palsu ini. Selain meresahkan Tiongkok kini penjualan beras tersebut sudah menjalar ke berbagai tempat di India," ujarnya.
Penjualan beras ini tidak bisa diprediksi karena bercampur dengan beras normal. "Setelah mengkonsumsi beras tersebut, menimbulkan sakit perut dan banyak gejala lainnya," katanya.
Kalangan masyarakat yang resah telah meminta klarifikasi tentang hal ini. “Mereka butuh penjelasan dan langkah kongkrit pemerintah dalam mengantisipasi isu ini," ucapnya.
Jaminan pemerintah tidak cukup diberikan dalam bentuk pernyataan. “Disamping pernyataan pemerintah juga harus menunjukkan langkah-langkah kongkrit guna mencegah masuknya beras palsu ini ke Indonesia," katanya.
Ada dua cara beras plastik itu bisa masuk Indonesia yaitu melalui impor beras atau pasar gelap. “Dengan tidak melakukan impor beras, berarti secara tidak langsung telah menutup pintu legal bagi masuknya beras palsu itu ke Indonesia,” tambahnya. Lebih jauh ia mendesak Pemerintah agar tidak melakukan impor beras dan mendorong agar dalam mencukupi stok beras nasional menggunakan berbagai cara untuk menyerap beras/gabah hasil panen petani. "Substansi dari UU Pangan adalah kedaulatan pangan dengan kita mengkonsumsi apa yang kita produksi,” pungkasnya. [pikiran-rakyat.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 18, 2015
Padang, ahad (17/5) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Koto Tangah punya cara tersendiri dalam menjaga dan menyolidkan para pengurusnya. Hal itu dibuktikan dalam acara Forum Silaturahim (Forsil). Biasanya Forsil selalu diadakan di kantor DPC PKS dalam bentuk tausiyah-tausiyah penyemangat untuk seluruh pengurus ranting.
Namun ada yang berbeda dari Forsil yang dilakukan Ahad (17/5) kemarin, pengurus DPC mengajak seluruh Pengurus Ranting rihlah (berwisata) ke Pantai Gondoriah Pariaman. Acara ini tidak dihadiri oleh pengurus saja, tapi juga mengajak anggota keluarga turut serta.
Untuk berangkat ke lokasi, panitia menyewa dua buah bus. Para peserta berangkat dari tabing pukul 08:30 wib.
Acara ini di buka oleh aleg Padang dari dapil Koto Tangah yang sekaligus ketua Fraksi PKS Padang Muharlion, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperat tali silaturahim antar pengurus ranting dan menyegarkan jiwa untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan.
posted by @Adimin
Forsil DPC PKS Koto Tangah Ajak Pengurus Ranting Berwisata

Padang, ahad (17/5) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Koto Tangah punya cara tersendiri dalam menjaga dan menyolidkan para pengurusnya. Hal itu dibuktikan dalam acara Forum Silaturahim (Forsil). Biasanya Forsil selalu diadakan di kantor DPC PKS dalam bentuk tausiyah-tausiyah penyemangat untuk seluruh pengurus ranting.
Namun ada yang berbeda dari Forsil yang dilakukan Ahad (17/5) kemarin, pengurus DPC mengajak seluruh Pengurus Ranting rihlah (berwisata) ke Pantai Gondoriah Pariaman. Acara ini tidak dihadiri oleh pengurus saja, tapi juga mengajak anggota keluarga turut serta.
Untuk berangkat ke lokasi, panitia menyewa dua buah bus. Para peserta berangkat dari tabing pukul 08:30 wib.
Acara ini di buka oleh aleg Padang dari dapil Koto Tangah yang sekaligus ketua Fraksi PKS Padang Muharlion, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperat tali silaturahim antar pengurus ranting dan menyegarkan jiwa untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan.
Beliau juga berpesan terkhusus bagi ibu-ibu agar melunasi hutang puasa ramadhan, karena bulan puasa sudah semakin dekat. [humas]
-------------
keterangan foto:
Ketua Fraksi PKS yang juga kader DPC PKS Koto Tangah, Muharlion, S.Pd
memberikan arahan sekaligus membuka acara Rihlah (berwisata) pengurus
ranting PKS se-Kec. Koto Tangah di masjid Nurul Bahari kawasan objek
wisata pantai gandoriah Kota Pariaman, ahad (17/5).
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 17, 2015
posted by @Adimin
Memaknai Isra Mi’raj dengan Semangat Persatuan
Written By Anonymous on 17 May, 2015 | May 17, 2015
JAKARTA (16/5) – Banyak pelajaran yang dapat diambil oleh umat Muslim di Indonesia dari peristiwa Isra Mi’raj, terutama masalah persatuan. Anggota Komisi I DPR-RI Ahmad Zainuddin mengungkapkan hal ini di sela kegiatan resesnya, bilangan Kramat Jati, Sabtu (16/5).
“Umat Muslim di Indonesia harus mengambil pelajaran dari Isra Mi’raj itu, terutama masalah persatuan. Ternyata dalam sejarah Isra Mi’raj itu nabi-nabi yang berjumpa Rasulullah ketika pada peristiwa Mi’raj semuanya punya sikap yang sama, memiliki kesamaan, dan keterkaitan antara satu sama lain” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Seperti dijelaskan dalam Hadist Riwayat Muslim No. 168, lanjut Zainuddin, dalam perjalanannya menuju Sidratul Muntaha Rasulullah bertemu dengan para nabi-nabi terdahulu di setiap langitnya. Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam di langit pertama, bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya di langit kedua, bertemu dengan Nabi Yusuf di langit ketiga, bertemu dengan Nabi Idris di langit keempat, bertemu dengan Nabi Musa di langit keenam, dan bertemu dengan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.
“Pertemuan Rasulullah SAW dengan para Nabi menunjukan bahwa Nabi-Nabi Allah SWT itu satu kesatuan. Para Nabi membawa nilai yang sama dan berasal dari garis keturunan yang sama pula, yaitu Nabi Adam,” lanjut Ketua Bidang Pembangunan Umat, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS ini.
Oleh karenanya, lanjut Zainuddin, bagi bangsa Indonesia yang memiliki latar belakang agama yang berbeda tetap harus menjaga semangat persatuan bangsa dan saling menghormati.
“Semangat persatuan bahwa kita sama, bahwa kita semua anak Nabi Adam itu harus ada dalam diri bangsa Indonesia, terutama bagi umat Islam. Tidak boleh umat Islam ini terpecah-pecah karena masalah mashab. Mereka harus bersatu, bersama untuk menegakan nilai Islam baik di kehidupan pribadi atau kehidupan bermasyarakat,” papar Zainuddin.
Selain itu Zainuddin juga berharap agar peringatan Isra Mi’raj ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kekuatan spiritualitas umat Islam. Sebab, lanjutnya, kejadian yang ada dalam peristiwa Isra Mi’raj itu banyak yang tidak dapat dilihat secara fisik.
“Perjalanan Isra dari Mekah menuju Masjidil Aqsa, perjalanan Mi’raj dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, itu banyak hal-hal yang sebenernya metafisik. Banyak hal yang gaib, namun itu benar adanya, Jadi bagi kita tentu Isra Mi’raj ini jadi motivasi untuk memperkuat dan memperkokoh basis spiritual kita. Keyakinan kita kepada Allah, keyakinan kita kepada hal yang gaib, bahwa hal itu ada dan kehidupan itu tidak semua yang nyata yang hanya bisa dilihat mata kepala,” tambah Zainuddin.
Sementara untuk peringatan Isra Mi’raj ini Zainuddin menjelaskan bahwa DPP PKS menyerahkan kepada masing-masing Dewan Pengurus Daerah (DPD) untuk membuatnya bersama masyarakat.
“Bentuknya macam-macam, ada yang berkumpul antar anak-anak di sekolah dengan orang tuanya. Ada juga yang bergabung dengan panitia Hari Besar Islam di daerah-daerahnya,” pungkas Zainuddin. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 16, 2015
posted by @Adimin
Peringatan Isra' Mi'raj, Mahyeldi: Maknai Keutamaan Shalat Dalam Meningkatkan Kinerja
Written By Anonymous on 16 May, 2015 | May 16, 2015

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang, memperingati Isra’ Miraj nabi Muhammad SAW 1436 H tahun 2015 di Mesjid Nurul Iman, pada Jumat (15/5) pagi.
Kegiatan memperingati hari besar umat islam ini, dihadiri Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah, Wakil Walikota Padang, H Emzalmi, Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Padang, Japeri Jarab, Muspida kota Padang, Wakil Ketua DPRD Padang, Muhidi, seluruh Pimpinan SKPD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di jajaran Pemko Padang. Sebagai pematerinya yaitu, Ustad, M Rido Nur, Lc, MA.
Walikota Mahyeldi mengatakan, mengharapkan melalui peringatan isra’ miraj Nabi Muhammad S.A.W di tahun ini, dapat memberikan hikmah khususnya dalam meningkatkan keimanan kepada tuhan. Diantaranya seperti, meningkatkan kualitas ibadah sholat, memperbaiki diri, mewujudkan sikap disiplin, sabar dan jujur dalam aktifitas kehidupan sehari-hari.
“Pada peringatan Isra’ Miraj kali ini, mari kita memaknai shalat sebagai peningkatan kinerja. Sebagaimana, shalat mampu menjadikan kita memiliki ketenangan dalam jiwa, berfikir dan bersikap,” ujar Walikota.
Wako melanjutkan, tidak hanya shalat saja yang perlu ditingkatkan, namun ada kebiasaan baik yang mulai hilang seperti baca alquran, juga perlu ditingkatkan kembali. Untuk itu, diminta seluruh ASN di masing-masing SKPD, agar terlebih dahulu membaca alquran sebelum memulai pekerjaan. Minimal selama 10 menit setiap pagi harinya, dan bagi ASN yang beragama selain islam silahkan membaca kitabnya masing-masing.
“Pada hari ini tepat dua hari satu tahun kepemimpinan saya bersama bapak Emzalmi. Ke depan masih banyak lagi yang akan dikerjakan dalam membangun Kota Padang. Untuk itu disampaikan bahwa Pemko Padang wajib bergerak cepat, jangan lambat-lambat, berlambat-lambat, memperlambat apalagi menghambat. Karena itu, kita tidak ingin ada tugas-tugas pemerintahan yang dihambat oleh pihak luar ataupun dari dalam sendiri,” imbuhnya.
setelah itu, di akhir acara dilanjutkan dengan penyerahan trophy disertai tabanas bagi para pemenang lomba Lembaga Didikan Shubuh antar mesjid dan mushala tingkat Kota Padang tahun 2015. Lomba tersebut diadakan Pemko Padang melalui Bagian Kesra Setdako Padang beberapa waktu lalu.
Teks Foto : Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Muhidi menyerahkan trophy dan tabanas kepada para pemenang Lomba Lembaga Didikan Shubuh Tingkat Kota Padang tahun 2015.
[Humas dan Protokol Kota Padang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 15, 2015
Kegiatan rihlah ini sebagai ajang silaturahim antar keluarga dan sarana memperat ukhuwah, sekaligus juga refresing untuk membangun energi untuk kegiatan kedepan agar lebih semangat,” katanya kepada Humas PKS Padang, jumat (15/5).
posted by @Adimin
Asyiknya Rihlah BidPuan PKS ke Pantai Carocok Painan
Written By Anonymous on 15 May, 2015 | May 15, 2015
Padang, kamis (14/5) – Bidang Perempuan
(BidPuan) PKS Padang menggelar acara rihlah di pantai carocok, Painan. Kegiatan
ini bertepatan dengan hari libur, kamis (14/4) kemarin. Seluruh pengurus
BidPuan beserta anggota keluarga turut serta dalam acara rihlah tersebut.
Kegiatan rihlah ini sebagai ajang silaturahim antar keluarga dan sarana memperat ukhuwah, sekaligus juga refresing untuk membangun energi untuk kegiatan kedepan agar lebih semangat,” katanya kepada Humas PKS Padang, jumat (15/5).
“Hari ini Bidpuan PKS Padang mengadakan
rihlah bersama seluruh anggota keluarga ke pantai carokok di Painan,” katanya.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah di
rencakanan jauh hari, kita di Bidpuan ingin mengadakan rihlah pengurus beserta
anggota keluarga.Alhamdulillah hari ini bisa kita angkatkan
kegiatan tersebut, kebetulan bertepatan juga dengan hari libur. Hampir seluruh
anggota Bidpuan hadir dalam kegiatan ini,” lanjutnya.
“Sebanyak 31 orang mengikuti kegiatan
ini. Kita berangkat dari Padang sekitar jam 08:30 wib, semua peserta berkumpul
di DPD PKS Padang. Sampai di pantai carocok Painan semua peserta berkumpul
bersama, lalu diadakan acara ta’aruf (berkenalan) antar keluarga. Meski
sebenarnya sudah saling kenal antar pengurus, acara ta’aruf ini sangat penting
untuk penanaman nilai kepada anak-anak,” tambahnya.
“Selama di Pantai carocok seluruh
peserta menikmati berbagai macam wahana wisata yang ada disana, seperti: Flying
Fox, berenang, bermain pasir (buat anak-anak) dan main bola antar keluarga.
Kegiatan rihlah Bidpuan ini di tutup dengan makan bersama dan saling
tukar kado antar keluarga,” tutup Rona Rossa. [humas]
posted by @Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 15, 2015
posted by @Adimin
Politikus PKS: Selamat Jalan Sahabat Didi Petet
JAKARTA -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq ikut merasa kehilangan atas meninggalnya aktor kawakan Didi Petet. Apalagi, belum lama ini, Pepeng juga telah 'pergi' duluan. Dia pun menyayangkan, kepergian dua publik figur andal dalam waktu tidak terlalu lama.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Selamat jalan sahabat Didi Petet. Almarhum Pepeng dan Didi Petet figur artis (seniman) dalam arti yang sebenarnya. Semoga jadi panutan deretan artis lainnya," katanya melalui akun Twitter, #MahfudzSiddiq.
Dia pun mengunggah sebuah poster film HOS Tjokroaminoto, di mana aktor asal Surabaya berusia 58 tahun tersebut terlibat di dalamnya. "Kontribusi terakhir almarhum Didi Petet dalam film HOS Tjokroaminoto yang mencerahkan alam pikir bangsa," kata Mahfudz. [ROL]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
