Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 01, 2015
posted by @Adimin
Wako Padang di RRI Jakarta, Obati Rindu Perantau Minang
Written By Anonymous on 01 June, 2015 | June 01, 2015

PADANG – Jakarta ibarat gula, dikerubungi umat manusia dari segala penjuru negeri. Termasuk bagi masyarakat Minang, ibukota negara ini dijadikan salahsatu rantau tempat mengadu nasib. Cukup banyak perantau asal Minang di Jakarta yang betah berlama-lama hingga tak sempat untuk pulang ke kampung halaman.
Kamis (28/5), Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengobati rindu perantau Minang di Jakarta dan daerah lainnya. Lewat Radio Republik Indonesia (RRI), Wako Mahyeldi menyampaikan kabar dari kampung, salahsatunya progres pembangunan di Kota Padang kepada seluruh pendengar. Interaksi dengan perantau pun terjalin akrab dan hangat.
Di ruang siar Pro 4 RRI, penyiar Yanti dan Teh Is Zulaiha bersama Wako Mahyeldi menyapa pendengar di seluruh penjuru nusantara. Rasa rindu perantau akan Kota Padang langsung terobati. Program acara selama sejam dari pukul 10.00 Wb ini membuka interaksi lewat telepon di line 08121124928 dan 021-3483450. Wako Mahyeldi menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan pendengar yang umumnya para perantau Minang.
Dinda, seorang pendengar asal Bogor yang ‘Urang Awak’ itu sempat bernostalgia dan berpantun saat berinteraksi dengan Wako Mahyeldi. Dinda mengaku meski berada jauh di rantau, akan tetapi dirinya mengaku masih cinta dengan Padang dan ‘taragak jo kampuang’. “Lai masih cinta jo Padang, Dinda?” tanya Yanti. Dinda menjawab spontan jika dirinya masih mencintai tanah kelahirannya, Padang.
Dinda menanyakan potensi 19 pulau yang terdapat di Padang. Dijawab Wako Mahyeldi, 19 pulau tersebut akan dikelola sebagai wisata bahari yang potensial. Ditambahkannya, akan ada investor yang mengelola pulau-pulau tersebut. “Pulau itu rencananya akan dikelola investor yang punya perusahaan di Timur Tengah. Memang pulau-pulau itu bagus dan posisinya berdekatan, seperti Pulau Sao, Pulau Pasumpahan, Pulau Pisang dan lainnya,” katanya.
Wako mengaku potensi ini belum teroptimalkan dengan baik. Direncanakan, untuk mengoptimalkan potensi wisata bahari itu, Wako akan memanfaatkan momen kedatangan 39 duta besar ke Padang pada 31 Mei depan. “Saat kunjungan duta besar ini akan kita presentasikan potensi yang kita miliki itu,” jawab Wako.
Selain interaksi lewat line telepon juga diterima interaksi lewat pesan singkat seluler. Animo pendengar cukup tinggi dalam program ‘Dialog Interaktif Siaran Minang” tersebut. Mereka ingin berdialog langsung dengan Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Ria asal Jakarta menanyakan wisata dan peluang investasi di Padang. Selain itu, Ria juga menanyakan asal mula nama Minangkabau. Dijawab Wako Mahyeldi, pariwisata Padang akan diupayakan lebih bergairah sehingga nanti Padang akan seperti Bali. “Untuk investor yang akan berinvestasi di Padang dengan nilai di atas Rp 1 Milyar dan mampu menyerap tenaga kerja 50 orang akan kita beri zero cost,” terangnya. Kemudian, Wako Mahyeldi becerita sejarah asal mula nama Minangkabau.
Sovi asal Balikpapan juga menanyakan kebiasaan orang Minang yang suka merantau. Dikatakan Wako, merantau sudah menjadi budaya bagi orang Minang. Sebab itu, ketika merantau, para perantau Minang akan berdagang. Di tempat cukup ramai akan banyak dijumpai pedagang asal Padang dan pada umumnya sukses dan tak lupa kampung halaman. “Kebiasaan merantau ini ada pantunnya; ‘Karakok madang diulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, di kampuang baguno balun’,” tutur Wako.
Di akhir dialog, Wako Mahyeldi menyebut, dalam setahun kepemimpinan dengan Wawako Emzalmi memang belum banyak yang dilakukan. Akan tetapi hingga kini sudah mulai terlihat percepatan dan prestasi Kota Padang. Terakhir, Kota Padang mendapat opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. “Semua ini tentu berkat dukungan dari masyarakat di Padang dan juga di rantau,” tutupnya. [humas pemko]
Teks foto: Wako Mahyeldi (kiri) disaksikan penyiar Pro 4 RRI Jakarta, Yati (tengah) dan Teh Is (kanan) saat menjawab pertanyaan pendengar radio tersebut, Kamis (28/5).
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 29, 2015
posted by @Adimin
Walikota Padang, Perintahkan Kadis Sosial & Tenaga Kerja Mengurus Kakek Abdul Karim
Written By Anonymous on 29 May, 2015 | May 29, 2015

Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang untuk mengurus Abdul Karim berusia 81 tahun yang terlantas atau yang tak tahu jalan pulang kerumahnya.
"Saya sudah dapat informasi tentang pak Abdul Karim yang terlantar dan saya sudah instruksikan kadinsosnaker untuk mengurusnya" kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah melalui handphone selulernya, kepada Tabloid Bijak, Rabu 27 Mei 2015.
Menurut walikota, supaya masalah kakek tua Abdul Karim tersebut diberitakan juga oleh berbagai media, baik cetak, elektronik maupun portal berita online. Tujuannya, agar pihak keluarga bisa mengetahui lebih cepat tentang kondisi orangtua atau kakeknya.
"Saya sudah mengatahui tentang pak Abdul Karim dari kadinsosnaker, dan saya juga telah dapat info bahwa Panti Jumpo di Sicincin dan Batu Sangkar sudah penuh, makanya untuk sementara kita inapkan saja di kantor dinsosnaker dan selanjutnya akan kita kirim ke panti sosial, jika tak ada anak atau keluarga yang datang menjemputnya," kata politisi PKS ini.
Secara khusus Walikota Padang mengucapkan terima kasih kepada Tabloid Bijak yang telah memberikan informasi tentang adanya masyarakat yang terlantar. "Sebagai hamba Allah, kita memang punya kewajiban untuk saling menolong dan membantu," kata Walikota Padang lagi. [hms/serambiminang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 28, 2015
posted by @Adimin
Dialog di RRI Nasional, Wako Padang Fokus Kembangkan Potensi
Written By Anonymous on 28 May, 2015 | May 28, 2015

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menyapa seluruh pendengar setia RRI di seluruh Nusantara dalam dialog interaktif selama satu jam yang disiarkan langsung dari Jalan Merdeka Barat, Jakarta, pukul 10.00 WIB, Kamis (28/5)
Dialog ini dipandu Teh Is (Zulaiha) dan Yanti didampingi Kasi Hubungan Lembaga Dan Promosi Kantor Penghubung Sumetra Barat di Jakarta Virse Dwi Rozanita, Kabag Humas dan Protokol Kota Padang Mursalim dan dua awak peliput Majalah Pemko KABA PADANG Derius Utama dan Charli Ch. Legi.
Sejak awal dialog ini, Walikota Padang disuguhi pertanyaan terkait potensi ibu kota provinsi Sumatera Barat yang mengunggulkan Pariwisata, Pendidikan, Perdagangan dan Budaya, juga potensi bahari. Sekaligus tentang pengembangannya.
Menurut Walikota, Padang memiliki Sumber Daya Manusia yang unggul karena disini terdapat lebih dari 50 perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi negeri tertua. "Otomotis memiliki potensi SDM yang besar dan diharapkan mampu mengembangkan potensi lainnya seperti pariwisata dan potensi bahari," ujar Wako.
Saat ini, Wako menambahkan, Pemko Padang fokus dalam pengembangan pariwisata dengan konsep yang disebut Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang. KWT ini meliputi, Pantai Aia Manih yang dikenal dengan legenda Batu Malin kundang-nya, Gunung Padang dengan cerita Siti Nurbaya, kawasan Kota Tua Muaro yang banyak bangunan heritage, serta Pantai Padang.
Sebagai kota yang memiliki garis pantai yang panjang dan kota terbesar di kawasan pantai barat Indonesia, Padang memiliki arti strategis untuk kemajuan maritim Indonesia seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi.
Oleh karena itu, kata Wako, Kota Padang mengambil peran selaku tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Luar Negeri negara - negara yang tergabung dalam The Indian Ocean Rim Association (IORA) yang beranggotakan 2o negara yang terletak di pantai Samudera Hindia.
"Menlu sudah menyetujui ini, kita sudah mempersiapkan kegiatan yang akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang ini," kata Mahyeldi.
Ia mengatakan, sebagai negara maritim dengan kawasan laut terluas, maka patutlah Indonesia lebih berperan dalam mengembangkan kawasan pantai barat Samudera Hindia. "Dari sini nanti, bukan saja perdagangan lokal yang akan berkembang pesat. Jalur perdagangan lintas negara di kawasan Samudera Hindia akan lebih bergairah sehingga menjadi pusat maritim dunia," sebut Wako.
Sedangkan dalam bidang kebudayaan, ulas Wako, melalui lven - iven dan kegiatan kesenian, berbagai tradisi budaya dihidupkan lagi, seperti selaju sampan dan kesenian tradisional.
Disamping itu, tentunya berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur juga mendapat prioritas, seperti pembangunn jalan dan pembenahan pasar serta terminal.
"Kita mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat. Mudah - mudahan di masa kepemimpinan kami bersama bapak Emzalmi, hal itu dapat terwujud. insya Allah," tutupnya. [humas pemko]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 28, 2015
posted by @Adimin
DPR Desak Pemerintah Keluarkan Perpres Pengendalian Harga Bahan Pokok
Jakarta (28/05) – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal meminta Pemerintah agar lebih serius memperhatikan kondisi naiknya harga bahan pokok. Menurutnya, pengawalan terhadap kenaikan harga bahan pokok perlu dilakukan agar rakyat tidak semakin kesulitan. Refrizal mengatakan hal ini di Jakarta, Kamis (28/5).
Dia mengungkapkan Pasal 25 Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, mengatur tentang pengendalian barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini Peraturan Presiden (Perpres) Pengendalian Harga menjadi relevan untuk segera diterbitkan. Faktanya, kenaikan harga bahan pokok sudah mulai terjadi terutama di wilayah Pulau Jawa.
“Pemerintah dapat menjadikan UU No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan sebagai senjata untuk mengendalikan harga barang pokok dan penting lainnya. Melihat gejala kenaikkan harga bahan pokok menjelang Ramadhan, saya mendesak Pemerintah untuk segera menerbitkan Perpres tentang Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Penting Lainnya. Dengan adanya Perpres ini, Kementerian Perdagangan akan memiliki dasar hukum yang kuat dalam melakukan intervensi pasar. Nantinya, Menteri memiliki wewenang untuk menetapkan harga yang wajar,” paparnya.
Refrizal berharap, Perpres Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok bisa terbit sebelum bulan Ramadhan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan harga.
Solusi
Kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat inflasi tertinggi di ASEAN. Inflasi akan semakin tinggi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Bila Pemerintah tidak serius mengendalikan harga-harga bahan pokok, inflasi akan semakin tinggi, pada akhirnya akan merugikan masyarakat kecil terutama mereka yang memiliki penghasilan tetap,” ungkap politisi kelahiran 54 tahun silam ini.
Pemerintah melalui Kementerian Pedagangan, masih kata Refrizal, dapat mengendalikan harga bahan pokok dan barang penting lainnya melalui tata distribusi bahan pokok. Selain itu, Bulog harus menjalankan fungsi sebagai buffer dengan sebaik mungkin.
Lebih lanjut Refrizal berharap, pemerintah dapat memperbaiki distribusi dari barang pokok dan penting lainnya. Selain itu, Pemerintah juga dapat mengoptimalkan sistem informasi perdagangan yang merupakan amanat dari UU No 7 tahun 2014. Sehingga setiap ada kenaikan harga, masyarakat dapat ikut mengawasi.
Diketahui, tiga pekan menjelang Bulan Suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok mulai naik tidak wajar, kenaikan cukup signifikan terjadi di beberapa kota besar di Pulau Jawa. Sepekan terakhir harga bawang merah di Pasar Kramat Jati naik sekitar 18-20% dari Rp32.000 menjadi Rp38.000, padahal harga bawang merah di awal tahun 2015 hanya Rp20.000. Begitu pula dengan harga telur, naik dari Rp19.000/kg menjadi Rp22.000/kg. Beberapa hari menjelang puasa nanti, dipastikan harga-harga bahan pokok akan kembali naik.
Keterangan Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal.
[pks.id]posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 27, 2015
posted by @Adimin
Kota Padang Raih Opini WTP
Written By Anonymous on 27 May, 2015 | May 27, 2015

Kerja keras Pemerintah Kota Padang dalam pembenahan laporan keuangan dan aset akhirnya berbuah manis dengan mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan Kepala BPK Perwakilan Sumbar Betty Ratna Nuraeny kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah di Jalan Khatib Sulaeman, Selasa (26/5).
Menurut Betty, Laporan keuangan dan aset pemerintah Kota Padang tahun 2014 ada peningkatan dibandingkan 2013 lalu, sehingga memperoleh opini WTP.
“Opininya kami kasih WTP dengan paragraf penjelasan, lantaran masih ada yan perlu dijelaskan terkait aset tetap berupa gedung dan bangunan serta jaringan jembatan dan irigasi. Itu yang perlu dibenahi,” ujarnya.
“Kami harapkan Pemko Padang ke depannya terus mendapatkan WTP, tanpa catatan dan paragraf penjelasan,”ucapnya.
Menurut Betty lagi, sampai hari ini (Selasa, 26/5) baru dua yang mendapatkan WTP dari 9 daerah yang sudah menerima LHP di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Pemerintah Provinsi dan Pemko Padang.
Sementara itu, Walikota Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi dukungan dan dorongan yang telah diberikan tim BPK terhadap SKPD di Pemko Padang dalam melakukan pembenahan laporan keuangan dan aset ini.
“Semua itu menjadi motivasi. Kita menyikapinya serius. Bahkan tak jarang SKPD lembur hingga pagi untuk menyelesaikan laporan dengan baik,” kata Walikota.
Sedangkan Ketua DPRD Kota Padang Erisman mengungkapkan, dengan perolehan WTP ini semakin nampak peningkatan kinerja SKPD, terutama dalam pelaporan dan pengunaan keuangan serta penataan aset.
“Kita berharap kinerja ini akan ditingkatkan sehingga opini WTP dapat dipertahankan,”ulasnya.
Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Emzalmi, Ketua DPRD Erisman, Wakil Ketua DPRD Muhidi, Sekretaris Daerah Nasir Ahmad, Inspektur dan Asisten III Corri Saidan. [humas pemko]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 27, 2015
Wawako Emzalmi Silaturahmi Dengan Jurnalis Anak Nagari

Padang, -- Wakil Walikota Padang H Emzalmi mengadakan silaturahmi dengan Anak Nagari Pauh Si XIV (Nagari Pauh IX dan Nagari Pauh V, red), Selasa (26/5/2015), bertempat di Balaikota Aia Pacah.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah antar sesama Anak Nagari dalam membangun Kota Padang. Sebab, mustahil pembangunan akan berjalan lancar di Kota Padang, tanpa adanya dukungan dan peran serta Anak Nagari, termasuk yang berprofesi sebagai jurnalis.
Pada kesempatan tersebut, Wawako Emzalmi mengatakan, dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Aia Pacah, maka secara otomatis daerah Pauh IX Kuranji, Pauh V, Nangggalo dan Koto Tangah akan berkembang dengan pesat. Apatah lagi pembangunan Kota Padang memang diarahkan ke daerah pinggiran.
"Salah satu pembangunan yang nyata adalah pelebaran jalan Bypass. Namun sampai saat ini masih terkendala oleh persoalan konsolidasi, terutama di daerah Pauh IX Kuranji. Padahal waktu kita tinggal enam lagi," ujarnya.
Pemko Padang, ujar Emzalmi lagi, juga akan membangun jalan baru yang melintasi kawasan Paug Si XIV, Nanggalo, dan Padang Utara. Misalnya dari Sudirman, terus ke Gunung Pangilun, Tabing Banda Gadang, Lubuk Lancing, Longkaran tembus ke Bypass.
Dikatan Emzalmi.
Pemko Padang juga akan membangun infrastruktur jembatan, seperti Jembatan Gunung Nago yang baru. Di Bukik Napa juga akan dibangun Kampus Politekni Negeri Andalas (PNA). Pemko Padang telah membalas surat PNA yang menyatakan persetujuan pembangunan kampus di daerah tersebut.
"Jika pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik, maka suatu daerah akan berkembang. Tujuannya adalah pertumbuhan ekonomi. Misalnya, jika akses jalan yang sudah ada, maka warga kita bisa bikin ruko," tegasnya.
Silaturahmi tersebut dihadari oleh Amrizal Rengganis (DetikNews), Eko Muhardi (SumbarOnline.com), Dasrul (Padangtv), Yoserizal (Singgalang), Novri Hendri dan Rusdi (Investigasi), Dasman Boy (Posmetro), dan Zamri Yahya (BentengSumbar.com). Pertemuan itu juga dihadiri oleh Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman. [humas pemko]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 27, 2015
Politisi PKS Dorong Terbentuknya Pansus Beras Plastik
JAKARTA (26/5) – Setelah ditemukan di Kabupaten Bekasi, beras plastik kembali ditemukan di Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (24/5) lalu. Bahkan, satu keluarga mengalami keracunan akibat mengonsumsi beras plastik. Menyikapi hal itu, Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Andi Akmal Pasluddin, mendorong agar dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) tentang beredarnya beras plastik.
"Karena hal ini bukan hal sederhana yang dibayangkan orang. Ini kita dorong supaya hal tersebut menjadi kepedulian semua pihak, Komisi III dengan hukumnya, Komisi VI dengan perdagangannya, sehinga tidak hanya menjadi kepedulian Komisi IV," kata Andi Akmal, saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (26/5).
Politisi asal Sulawesi Selatan itu menambahkan, seperti ada sebuah design besar yang berbahaya bagi ketahanan pangan.
"Secara ekonomi beras plastik ini harusnya lebih mahal dari beras biasa. Tapi di lapangan ternyata lebih murah. Oleh karena itu, saya kira kepentingannya bukan sekedar kepentingan bisnis, tapi juga ada kepentingan lain yang bisa merusak ketahanan pangan dan merusak kondisi ketenteraman masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan beredarnya beras plastik. Pertama, lanjut Andi Akmal, bisa dikarenakan adanya mafia yang menginginkan agar Pemerintah melakukan impor beras. Kedua, adanya upaya-upaya politik untuk membuat kegaduhan, sehingga masalah-masalah besar dan penyimpangan-penyimpangan yang ada tidak terangkat.
"Sehingga masyarakat disibukkan dengan isu-isu yang sengaja diciptakan," imbuhnya.
Lebih lanjut Andi Akmal mengemukakan, Komisi IV juga mendesak Pemerintah segera menyelidiki dan menuntaskan masalah beras plastik.
"Agar tidak terjadi perdebatan yang berlarut-larut," pungkasnya.
[pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 26, 2015
posted by @Adimin
Walikota Bersama Isteri Hibur Rakyat Kota Padang di Lomba Selaju Sampan
Written By Anonymous on 26 May, 2015 | May 26, 2015

Padang, - Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP bersama Isteri hibur rakyat Kota Padang dengan cara mendayung sampan di dayung, di saksikan ribuan penonton memadati bantaran di tepi sungai Batang Araw, di iringan tebukan tangan yang tak henti-hentinya, ini sebagai bukti sebuah kerinduan rakyat Kota Padang, tentang lomba Salaju Sampan Rang Palinggam yang fakum 12 tahun lamanya.
Kini lomba di gelar kembali atas keperkasaan para tua-tua salaju sampan Kota padang, di sambut baik Walikota Padang untuk dilaksanakan kembali acara tradisional Salaju Sampan tersebut karena lomba ini sudah di kenal di manca negara, akan di jadikan kalender tahunan.
Hal ini di sampaikan Walikota, usai menaiki Sampan bersama Isteri di anjungan garis finish, Kamis (23/5).
Walikota katakan kita harus melestarikan adat dan budaya serta tradisional rakyat kota padang yang hampir hilang seperti lomba salaju sampan rang palinggam, giling lado, pakaian kerudung dsb.
Di samping itu, daerah kita sangat indah dan cantik tentu sangat menarik di kunjungi para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, tentu semua tak terlepas dari promosi yang kita lancarkan nantinya, seperti elat lomba salaju sampan, tradisi Sebar Gula, Penca Silat akan kita bikin kalendernya.
Begitu juga dengan kesenian dan tradisi lainnya. sehingga orang yang datang kekota padang memiliki tujuan untuk cari hiburan dan menyenangkan, ujar Walikota. [tf/humas pemko]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 26, 2015
posted by @Adimin
PKS: RAPBN 2016 Tidak Sensitif Kebutuhan Masyarakat
Jakarta (26/5) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) meminta Pemerintah melakukan peningkatan kebijakan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, meningkatkan lapangan kerja, mendorong pemerataan ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 23 Ayat 1.
"Kondisi perekonomian nasional saat ini cukup mengkhawatirkan, akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya angka pengangguran dan tergerusnya daya beli rakyat akibat kenaikan harga-harga," kata Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, saat menyampaikan pandangan Fraksi PKS terhadap materi yang disampaikan Pemerintah pada Rabu (20/5) lalu, tentang Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Tahun 2016, di Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (26/5).
Fraksi PKS, lanjut Politisi PKS asal Sulawesi Selatan ini, menyayangkan perencanaan ekonomi yang dilakukan pemerintah tidak komprehensif dan kurang tajam membaca realitas lapangan. Kegagalan tersebut, ungkapnya, tercermin dari kebijakan pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan melepasnya ke kisaran harga pasar.
"Kebijakan ini telah memperlemah daya beli masyarakat karena dampak inflasi yang ditimbulkan, akibatnya konsumsi dalam negeri menurun. Titik krusialnya adalah pemerintah gagal memitigasi secara struktural dampak kenaikan tersebut terhadap fluktuasi harga-harga. Sehingga kebijakan BBM ini melemahkan aggregate demandcukup serius," ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Andi Akmal, penetapan target pertumbuhan ekonomi 2016 yang diasumsikan sekitar 5,8-6,2 persen tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang menargetkan sebesar 6,0-6,6 persen.
"Fraksi PKS memandang bahwa potensi ekonomi nasional sesungguhnya memungkinkan untuk tumbuh lebih tinggi dan lebih berkualitas untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja baru, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan pemerataan dan kesejahteraan rakyat," paparnya.
Terkait target angka kemiskinan 2016 sebesar 9-10 persen, lanjut Anggota Komisi IV DPR ini, Fraksi PKS memandang perlu dibuat lebih progresif. Hal ini sangat penting mengingat angka kemiskinan dan mendekati miskin (near poor) yang tinggi, dan ini dinilai mencederai amanat konstitusi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Selain itu, dalam APBNP 2015 telah disepakati target penurunan kemiskinan untuk tahun 2015 adalah 10,3 persen.
"Fraksi PKS memandang diperlukan peningkatan kebijakan-kebijakan pengentasan kemiskinan terutama untuk menyelesaikan masalah di hulu, yang menjadi penyebab kemiskinan. Hal ini sangat penting, mengingat kemiskinan di Indonesia berakar dari kemiskinan pedesaan dan pertanian. Basis data kemiskinan yang masih kurang memadai, harus benar-benar dibenahi agar lebih valid dan mampu menjamin ketepatan program-program pengentasan kemiskinan. Selain itu, implementasi kebijakan reformasi agraria untuk meningkatkan penguasaan tanah bagi petani dan kelompok tani juga sangat mendesak," pungkasnya.
Keterangan Foto: Anggota Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin usai menyampaikan pandangan Fraksi PKS dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (26/5).
[Humas Fraksi PKS DPR RI]posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 26, 2015
Oleh A.Kholili Hasib
“Islam Nusantara”: Islamisasi Nusantara atau Menusantarakan Islam? [1]
Islam tidak memerlukan predikat atau sifat lain. Jika Islam diberi sifat yang lain, justru akan mempersempit Islam itu sendiri
BELAKANGAN ini makin
ramai diskusi di media sosial dan forum-forum tentang term “Islam
Nusantara”. Agus Sunyoto, Wakil Ketua PP Lesbumi NU, menjelaskan istilah
ini.
“Definisi Islam Nusantara, menurut saya,
adalah Islam yang berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia atau
Nusantara yang memiliki ciri khas tersendiri, yang kelihatan berbeda
sama sekali dengan Islam yang mainstream dilakukan di Timur Tengah.
Tetapi ada juga sambungan-sambungan dan kaitan-kaitan dari pengaruh
Timur-Tengah”, kata Agus Sunyoto dalam wawancara di Majalah AULA Mei 2015.
Dari segi terminologi, istilah “Islam
Nusantara” kurang tepat. Karena bisa membawa pada pengertian bahwa
Islam Nusantara merupakan bagian dari jenis-jenis Islam yang banyak.
Kita harus menyatakan bahwa Islam itu satu dan tidak plural (banyak).
Adapun yang nampak banyak, sebenarnya adalah ‘madzhab’, aliran
pemikiran, pemeluk dan lain-lain.
Menyematkan sifat pada kata Islam perlu hati-hati.
Pengggunaan kata sifat yang ditempelkan
kepada Islam, misalnya “Islam Jawa”, Islam Bali”, “Islam Arab”, “Islam
China”, “Islam Pluralis” “Islam Sekular” dan lain-lain akan membuat
kesan bahwa Islam itu plural.
Prof. Syed M. Naquib al-Attas, pakar
sejarah Islam Melayu, menekankan pemakaian bahasa secara benar sehingga
makna yang benar mengenai istilah dan konsep kunci yang termuat
didalamnya tifak berubah atau dikacaukan. Setiap terminologi kunci
mengandungkan sebuah paradigma (Syed M Naquib al-Attas,Islam dan Sekularisme, hal. 198).
Karena itu, term ‘Islam’ tidak memerlukan
predikat atau sifat lain. Jika Islam diberi sifat yang lain, justru akan
mempersempit Islam itu sendiri. Maka, seharusnya yang tepat adalah
istilah “Muslim Nusantara” karena hakikatnya pemeluk Islam itu terdiri
dari banyak bangsa dan suku, termasuk didalamnya Muslim yang ada di
Nusantara ini. Atau lebih tepat menggunakan istilah “Islam di
Nusantara”. Karena agama Islam telah menyebar luas ke seluruh dunia,
termasuk di Nusantara.
Kesan Islam itu plural dalam term “Islam Nusantara” merupakan bagian dari misi liberalisasi agama Islam. [Baca juga: “Islam Nusantara”, Makhluk Apakah Gerangan?]
Pemahaman bahwa Islam itu tidak satu tapi
banyak merupakan proyek liberalisasi dengan mengusung ideologi
relativisme dan pluralisme. Menggiring kepada sikap pembiaran terhadap
model-model Islam yang lain yang belum tentu sesuai dengan ajaran Islam.
Aroma relativisme dan permisivisme mendompleng dalam terminologi “Islam
Nusantara” bisa disimak dalam pendapat Agus Sunyoto. Dia mengatakan:
“Kalau dikumpulkan ya kelompok-kelompok dari aliran kepercayaan
macam-macam itu sebetulnya yang mewarisi Islam Nusantara. Saya lama
meneliti golongan kebatinan yang beraneka ragam. Karena mereka memiliki
traidisi yang sama, tradisi kebudayaan dan keyakinan yang sama pula”
(majalah AULA, Mei 2015 hal. 17).
Menurut pendapat tersebut, aliran
kebatinan dan aliran-aliran kepercayaan — yang dipengaruhi animisme dan
dinamisme — dimasukkan dalam rumpun model “Islam Nusantara” yang harus
dirawat tidak boleh disalahkan.* (bersambung)
Oleh A.Kholili Hasib
hidayatullah
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
REFLEKSI,
TOPIK PILIHAN
May 25, 2015
posted by @Adimin
Mahyeldi: Inpres II Segera Dituntaskan, Pedagang Sepakat Tempati Lantai I
Written By Anonymous on 25 May, 2015 | May 25, 2015

PADANG - Pedagang di Pasar Inpres II yang sebelumnya merasa tidak diakomodir Pemerintah Kota Padang, akhirnya sepakat untuk menempati lantai I yang terdiri dari 304 petak kios. Kesepakatan tersebut terwujud, ketika Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bersama SKPD terkait melakukan silaturahmi usai shalat Jumat di Masjid Kompleks Pasar Raya, Jumat (22/5) kemarin.
Menurut Walikota, lantai I Pasar Inpres II hanya jadi 304 petak kios, sedangkan jumlah kios pedagang sebelum gempa adalah 379, sehingga 75 sisanya harus memilih dari dua opsi. Bisa mengambil tempat di basement atau dibuatkan lokasi di bagian luar bangunan Inpres II.
"Setelah dihitung, jumlah yang bisa disediakan memang tidak memenuhi dari jumlah sebelumnya. Makanya kita kembalikan kepada pedagang, apakah mau menempati basement atau menempati tempat di luar bangunan," ujar Walikota.
Pada 2015 ini, lanjut Wako, Pasar Inpres II harus dituntaskan karena sudah dianggarkan dari APBD sebesar Rp 27 milyar. "Jika kita tidak segera menyepakati untuk jumlah yang ada, maka anggaran tersebut belum bisa kita gunakan," kata Mahyeldi.
Sedangkan untuk lantai II dan III dari Inpres II itu akan digunakan sebagai tempat parkir. Tapi jika sisa yang 75 bisa pindah di basement dan sebagian lagi dapat ditampung di lantai II bersama lokasi parkir.
"Jika Inpres II sudah kita tuntaskan maka Inpres IV juga segera dikerjakan. Saat ini sudah ada dana dar pusat sebesar Rp 7,5 miliar untuk pembangunannya," imbuh Mahyeldi.
Alhasil, dari pertemuan yang berlangsung akrab dalam masjid itu, akhirnya pedagang sepakat sisa yang 75 petak akan mereka rapatkan sesama pedagang. Pasalnya, dari jumlah 379 petak kios yang tercatat pasca gempa, 3 sampai 4 petak kios ada yang dimiliki oleh satu orang. Sehingga mereka rela mengurangi 'jatah' mereka itu agar semua bisa tertampung di lantai I.
Budi Syahrial selaku kuasa pedagang menyebut, sudah tidak ada masalah untuk lantai I Inpres II. "Hanya saja pedagang mengharapkan konsep bangunan dibuat lebih terbuka dengan tembok tidak perlu tinggi - tinggi sehingga suasananya lebih lepas.
Budi juga mengapresiasi Mahyeldi selaku Walikota Padang yang mau mendengarkan aspirasi pedagang." Beliau mau membuka komunikasi dengan kita sehingga permasalahan - permasalahan di Pasar Raya menjadi cair dan ada solusinya. Kita berharap di masa kepemimpinan beliau Pasar Raya tuntas semua," pungkasnya. [humas pemko]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
