pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Maju Pilkada 2015, Gubernur Sumbar Merapat ke Gerindra

Written By Anonymous on 10 June, 2015 | June 10, 2015

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
PADANG -- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon (balon) gubernur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memilih Partai Gerindra menjadi kendaraan untuk maju.
"Teman dari PKS bermusyawarah, memutuskan ikut daftar ke Gerindra. (Karena) kesamaan perjuangan visi membangun bangsa," kata Irwan usai mendaftar di DPD Partai Gerindra Sumbar, Selasa (9/6).
Dikatakannya, PKS saat ini hanya memiliki tujuh dari 13 kursi. Sehingga menurutnya, tidak mungkin PKS maju tanpa ada dukungan dari partai lain.
Selain itu, Irwan menuturkan, pertimbangan PKS lainnya yang membuat menjatuhkan pilihan pada Gerindra yaitu, partai ini tidak mencalonkan kadernya sebagai gubernur.
"Kami tak ingin mengambil atau berebut dengan partai lain yang juga ingin mengambil calon gubernurnya. Secara etika tak baik," ujarnya.
Ia mengatakan, datang meminang Partai Gerindra dengan membawa sejumlah persyaratan pendaftaran balon gubernur sesuai UU Pilkada kepada tim panitia seleksi (pansel) Gerindra. "Kami sebagai parpol (partai politik) juga mengikuti prosedur, walaupun nanti keputusan partai masing-masing. Kami hanya sekedar memenuhi persyaratan administrasi," ungkapnya.
Selain itu, Irwan mengaku memberikan catatan kaki dalam berkas pendaftaran balon gubernur. Catatan tersebut, ujar Irwan, menjabarkan dirinya ingin membawa Sumatra Barat ke arah mana.
Ia menambahkan, bersedia dipasangkan dengan calon wakil gubernur pilihan tim pansel Gerindra yang juga mendaftar ke partai tersebut. 
"PKS tak mungkin jadi wakil. Siapapun orangnya kita serahkan ke Gerindra. Apapun yang diputuskan Gerindra, Insya Allah terbaik untuk masyarakat Sumbar," tutur Irwan menambahkan. [ROL]


posted by @Adimin

Hilmi Aminuddin: Bulan Ramadhan, Bulan Kaum Dhuafa


JAKARTA (9/6) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin mengingatkan seluruh kader PKS untuk memberikan perhatian lebih kepada kaum dhuafa pada Bulan Ramadhan 1436 H. Hal ini disampaikan tokoh yang akrab disapa Ustadz Hilmi tersebut pada Konsolidasi dan Tarhib Ramadhan PKS di Jakarta, Selasa (9/6).

“Syahrul Ramadhan (Bulan Ramadhan) adalah bulan untuk mengingatkan simpati kita kepada kaum dhuafa, terutama yang ada di bangsa ini. Oleh karena Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk melihat segala kebutuhan kita dalam memulihkan kondisi (recovery), baik diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.

Menurut Ustadz Hilmi, pemulihan kondisi harus dimulai dari kaum dhuafa. Jangan sampai titik dhuafa terabaikan yang justru menjadi sumber kelemahan bagi diri sendiri dan masyarakat, karena muncul masalah dalam hal kesejahteraan.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP PKS, Mardani Ali Sera menjelaskan konsolidasi kali ini mengangkat tema 'Meraih Sukses Rekrutmen Kader dan Pilkada Serentak 2015'.

“Ada dua tema yang dibahas pada konsolidasi kali ini antara lain soal penjaringan kader baru dan kesiapan PKS pada Pilkada serentak di 271 Daerah Tingkat (Dati), baik Dati I (provinsi) maupun Dati II (kabupaten/kota),” jelas Mardani.

Konsolidasi diikuti oleh pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), serta Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia. Hadir pada kesempatan itu Presiden PKS Anis Matta, Ketua DSP Surahman Hidayat, Ketua MPP Untung Wahono, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, serta para anggota dewan lain. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. 

posted by @Adimin

“Islam Nusantara”: Islamisasi Nusantara atau Menusantarakan Islam? [2]

Written By dBisnis on 04 June, 2015 | June 04, 2015

Dalam bersikap terhadap tradisi Nusantara, ada yang diterima dan ada yang harus ditolak. Budaya atau kepercayaan lokal yang tidak sesuai dengan pokok ajaran Islam



PADAHAL aliran kebatinan memiliki cirri iqtha’usy syari’ah (menggugurkan kewajiban syariah). Pesantren Sidogiri Pasuruan menerbitkan buku yang khusus mengkaji masalah ini berjudul Bahaya Aliran Kebatinan (Tim Penulis Pustaka Sidogiri, 1432 H).

Di halaman 190 ditulis “Ciri-ciri umum kebatinan itu, baik yang ada di Indonesia maupun yang di bagian lain dunia Islam, adalah iqtha’usy syari’ah, membatalkan ajaran-ajaran agama. Seperti menggugurkan kewajiban ibadah salat, puasa, zakat dan lain-lain. sementara semua larangan agama dianggap tidaka dad an boleh saja dilakukan. Karenanya Imam Abu Nu’aim al-Asfhihani, ulama sufi dan hafidz abad kelima Hijriyah, menganggap kebatinan itu mubahiyyun, serba boleh melakukan apa saja, seperti beliau tulis dalam pembukaan kitab Hilyatul Auliya’ “.

Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari juga berpendapat bahwa aliran kebatinan mubahiyyun termasuk aliran yang sesat. Dalam kitabnya Risalah Ahlus Sunnah wal Jamaah beliau menulis: “Di antara aliran yang berkembang setelah tahun 1330 H, adalah aliran Ibahiyyun (serba boleh), yang berpendapat, bahwa apabila seseorang telah mencapai puncak kecintaan kepada Allah, hatinya bersih dari kelalaian, dan telah berketetapan memilih keimanan daripada kekufuran, maka perintah dan larangan Allah menjadi gugur darinya dan Allah tidak akan memasukkannya ke neraka meskipun melakukan dosa-dosa besar. Sebagian mereka juga mengatakan, bahwa ibadah-ibadah lahiriyah gugur dari kewajibannya, dan ibadah yang harus dilakukannya cukup merenung dan memperbaiki akhlak batin saja. Sayyid Muhammad berkata dalam Syarh Ihya Ulumuddin: ‘Pedapat ini merupakan kekufuran, zidiq dan kesesatan’. Memang kaum Ibahiyyun selalu ada sejak masa dulu, mereka pada umumnya orang-orang bodoh, tersesat dan tidak memiliki tokoh yang mengetahui ilmu syar’i secara memadai” (KH Hasyim Asy’ari, Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, hal. 11-12).

Berdasarkan hal itu, dalam bersikap terhadap tradisi Nusantara, ada yang diterima dan ada yang harus ditolak. Budaya atau kepercayaan lokal yang tidak sesuai dengan pokok ajaran Ahlus Sunnah ditolak.

Di sinilah diperlukan ilmu alat ushul fikih. Dalam Islam, ada aspek ushul dan ada aspek furu’. Ushul dalam Islam bersifat tetap, final dan qath’i. sedangkan aspek furu’ merupakan medan ‘kreatifitas’ ulama mujtahid. Bisa terjadi perbedaan antara ulama satu dengan ulama yang lain. Kewajiban shalat merupakan perakar ushul. Barangsiapa yang mengingkarinya maka dia kufur. Budaya atau aliran kepercayaan apa saja yang membolehkan tidak shalat fardhu, tidak boleh dipelihara.


Meskipun budaya itu adalah produk tradisi Nusantara.

Maka, jika ada sekelompok orang mentradisikan shalat dengan berbahasa daerah misalnya, maka tetap dihukum sebagai kelompok sesat. Cara-cara seperti ini tidak dilakukan Walisongo.

Sedangkan apa yang dilakukan para dai Walisongo adalah memasukkan pandangan hidup Islam kepada tradisi-tradisi yang bisa diafirmasi. Salah satu keberhasilan para dai penyebar agama Islam di Nusantara adala melalui bahasa. Proses pengislamannya — salah satunya — dengan memasukkan term-term Arab-Islam ke dalam bahasa lokal. Ada banyak kosa kata bahasa Melayu dan Indonesia yang diserap dari bahasa Arab. Misalanya kosa kata ‘akal’, ‘musyawarah’, ‘adil’, ‘adab’, ‘akhlak’, ‘dewan’, ‘kalimat’, ‘khutbah’, ‘jama’ah’, ‘kursi’, ‘zahir’, ‘batin’, ‘kalbu’, ‘kuliah’, dan lain sebagainya.

Keberhasilan mengislamkan bahasa oleh para dai terdahulu dicatat oleh Prof. al-Attas sebagai keberhasilan yang mengalahkan pencapaian Hindu-Budha. Karena mereka berhasil mengangkan bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan di kepulauan Nusantara (M. Naquib al-Attas, Historical Fact and Fiction, hal.xvi).

Sementara bahasa kaum Hindu, sansekerta, tidak popular kecuali di kalangan istana dan para pemuka agama mereka saja. Sementara bahasa Melayu yang telah banyak menyerap istilah Arab-Islam itu lebih merakyat area penyebarannya luas seiring dengan luasnya dakwah Islam di bumi Nusantara.

Dikenal pula di sini jenis tulisan Arab-Jawi yang sering disebut tulisan Pegon (pego). Tulisan berbahasa jawa atau sunda tapi dengan menggunakan huruf Arab. Jenis tulisan ini populer di pesantren tradisional yang diajarkan berabad-abad lamanya, sejak kedatangan Islam. Namun, sayang jenis tulisan ini tidak lagi populer di Indonesia – hanya dikenal oleh anak-anak Pesantren. Jenis tulis ini merupakan keunikan Muslim di Nusantara warisan para dai penyebar Islam terdahulu.

Pakaian orang-orang Muslim di Indonesia dan Malaysia juga memiliki kekhasan. Mereka memakai sarung, baju takwa dan songkok Nasional (songkok berwarna hitam). Baju takwa mirip dengan baju gamis Arab yang dipotong sampai pinggang. Konon nama ‘baju takwa’ ini diambil dari firman Allah Subhanahu Wata’ala, ..wa libasut takwa.. Blangkon, juga disebut-sebut tidak lepas dari simbol Arab-Islam yaitu berasal dari serban imamah, yaitu kain panjang yang dililitkan di kepala dengan model tertentu. Di tanah jawa, serban imamah itu dibuat praktis, yaitu lilitannya dilekatkan supaya dengan mudah bisa dilepas dan dipakai lagi. Karena di Jawa, maka kemudian kainnya menggunakan batik. Sehingga kita bisa memperhatikan, serban imamah yang biasa dipakai oleh para ulama Hadramaut Yaman atau habaib Indonesia bentuknya hampir mirip dengan blankon.

Simbol-simbol dan tradisi di Nusantara yang berlaku di kalangan Muslim Nusantara tersebut merupakan produk Islamisasi. Kita lebih tepat menyebut tradisi Nusantara yang terislamkan. Bukan agama Islam yang ternusantarakan. Sebab, pengaruh Islamnya lebih kuat dan mengakar bahkan mengandung filosofi yang berdasarkan al-Qur’an dan hadis.

Setelah terislamkan, yang terlihat adalah warna Islamnya bukan warna Hindu-Budha atau animisme-dinamisme.

Hasilnya, Dari abad ke-15 sampai ke-17 di bumi Nusantara terlihat perubahan pemikiran dalam pandangan hidupnya (worldview), yang melahirkan filsuf, ulama’ dan pemikir tingkat internasional dengan karya-karya yang berbobot. Syed Muhammad Naquib al-Attas mengatakan:

“Abad-abad ke-enam belas dan ke-tujuh belas suasana kesuburan dalam penulisan sastera falsafah, metafizika dan teologi rasional yang tiada terdapat tolak bandinganya di mana-mana dan di zaman apa pun di Asia Tenggara. Penterjemahan al-Qur’an yang pertama dalam bahasa Melayu telah diselenggarakan beserta syarahannya yang berdasarkan al-Baydawi; dan terjemahan-terjemahan lain serta syarahan-syarahan dan karya-karya asli dalam bidang falsafah, tasawuf dan ilmu kalam semuanya telah diselenggarakan pada zaman ini juga” (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu, hal.45).

Maka, cara yang telah dilakukan Walisongo harus dilanjutkan dakwah dan perjuangannya. Dakwah mereka adalah memasukkan nilai-nilai Tauhid ke dalam tradisi Muslim Indonesia, bukan mengindonesiakan makna Tauhid. Jika memasukkan nilai Tauhid, maka inilah yang dinamakan Islamisasi. Manakala menusantarakan makna Tauhid, maka ini bisa berujung kepada liberalisasi Islam. Sejak berabad-abad lamanya Indonesia merupakan bumi Aswaja, bukan bumi Liberal. Tiga setengah abad Indonesia dijajah Belanda, namun Indonesia masih berpegang pada tradisi Islam, bukan tradisi Barat-Kristen. Hal ini menunjukkan akar Islamisasi di bumi Nusantara ini sangat kuat.

Dan yang juga penting, Al-Attas mencatat, bahwa kedatangan Islam di wilayah kepulauan Melayu-Indonesia merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah kepulauan tersebut. Melayu kemudian menjadi identik dengan Islam. Sebab, agama Islam merupakan unsur terpenting dalam peradaban Melayu. Islam dan bahasa Melayu kemudian berhasil menggerakkan ke arah terbentuknya kesadaran nasional (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam and Secularism,  hal. 178).

Oleh: A. Kholili Hasib

hidayatullah

posted by @Adimin

Wako Padang di RRI Jakarta, Obati Rindu Perantau Minang

Written By Anonymous on 01 June, 2015 | June 01, 2015


PADANG – Jakarta ibarat gula, dikerubungi umat manusia dari segala penjuru negeri. Termasuk bagi masyarakat Minang, ibukota negara ini dijadikan salahsatu rantau tempat mengadu nasib. Cukup banyak perantau asal Minang di Jakarta yang betah berlama-lama hingga tak sempat untuk pulang ke kampung halaman.

Kamis (28/5), Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengobati rindu perantau Minang di Jakarta dan daerah lainnya. Lewat Radio Republik Indonesia (RRI), Wako Mahyeldi menyampaikan kabar dari kampung, salahsatunya progres pembangunan di Kota Padang kepada seluruh pendengar. Interaksi dengan perantau pun terjalin akrab dan hangat.

Di ruang siar Pro 4 RRI, penyiar Yanti dan Teh Is Zulaiha bersama Wako Mahyeldi menyapa pendengar di seluruh penjuru nusantara. Rasa rindu perantau akan Kota Padang langsung terobati. Program acara selama sejam dari pukul 10.00 Wb ini membuka interaksi lewat telepon di line 08121124928 dan 021-3483450. Wako Mahyeldi menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan pendengar yang umumnya para perantau Minang.

Dinda, seorang pendengar asal Bogor yang ‘Urang Awak’ itu sempat bernostalgia dan berpantun saat berinteraksi dengan Wako Mahyeldi. Dinda mengaku meski berada jauh di rantau, akan tetapi dirinya mengaku masih cinta dengan Padang dan ‘taragak jo kampuang’. “Lai masih cinta jo Padang, Dinda?” tanya Yanti. Dinda menjawab spontan jika dirinya masih mencintai tanah kelahirannya, Padang.

Dinda menanyakan potensi 19 pulau yang terdapat di Padang. Dijawab Wako Mahyeldi, 19 pulau tersebut akan dikelola sebagai wisata bahari yang potensial. Ditambahkannya, akan ada investor yang mengelola pulau-pulau tersebut. “Pulau itu rencananya akan dikelola investor yang punya perusahaan di Timur Tengah. Memang pulau-pulau itu bagus dan posisinya berdekatan, seperti Pulau Sao, Pulau Pasumpahan, Pulau Pisang dan lainnya,” katanya.

Wako mengaku potensi ini belum teroptimalkan dengan baik. Direncanakan, untuk mengoptimalkan potensi wisata bahari itu, Wako akan memanfaatkan momen kedatangan 39 duta besar ke Padang pada 31 Mei depan. “Saat kunjungan duta besar ini akan kita presentasikan potensi yang kita miliki itu,” jawab Wako.

Selain interaksi lewat line telepon juga diterima interaksi lewat pesan singkat seluler. Animo pendengar cukup tinggi dalam program ‘Dialog Interaktif Siaran Minang” tersebut. Mereka ingin berdialog langsung dengan Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Ria asal Jakarta menanyakan wisata dan peluang investasi di Padang. Selain itu, Ria juga menanyakan asal mula nama Minangkabau. Dijawab Wako Mahyeldi, pariwisata Padang akan diupayakan lebih bergairah sehingga nanti Padang akan seperti Bali. “Untuk investor yang akan berinvestasi di Padang dengan nilai di atas Rp 1 Milyar dan mampu menyerap tenaga kerja 50 orang akan kita beri zero cost,” terangnya. Kemudian, Wako Mahyeldi becerita sejarah asal mula nama Minangkabau.

Sovi asal Balikpapan juga menanyakan kebiasaan orang Minang yang suka merantau. Dikatakan Wako, merantau sudah menjadi budaya bagi orang Minang. Sebab itu, ketika merantau, para perantau Minang akan berdagang. Di tempat cukup ramai akan banyak dijumpai pedagang asal Padang dan pada umumnya sukses dan tak lupa kampung halaman. “Kebiasaan merantau ini ada pantunnya; ‘Karakok madang diulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, di kampuang baguno balun’,” tutur Wako.

Di akhir dialog, Wako Mahyeldi menyebut, dalam setahun kepemimpinan dengan Wawako Emzalmi memang belum banyak yang dilakukan. Akan tetapi hingga kini sudah mulai terlihat percepatan dan prestasi Kota Padang. Terakhir, Kota Padang mendapat opini keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. “Semua ini tentu berkat dukungan dari masyarakat di Padang dan juga di rantau,” tutupnya. [humas pemko]

Teks foto: Wako Mahyeldi (kiri) disaksikan penyiar Pro 4 RRI Jakarta, Yati (tengah) dan Teh Is (kanan) saat menjawab pertanyaan pendengar radio tersebut, Kamis (28/5). 


posted by @Adimin

Walikota Padang, Perintahkan Kadis Sosial & Tenaga Kerja Mengurus Kakek Abdul Karim

Written By Anonymous on 29 May, 2015 | May 29, 2015


Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang untuk mengurus Abdul Karim berusia 81 tahun yang terlantas atau yang tak tahu jalan pulang kerumahnya.

"Saya sudah dapat informasi tentang pak Abdul Karim yang terlantar dan saya sudah instruksikan kadinsosnaker untuk mengurusnya" kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah melalui handphone selulernya, kepada Tabloid Bijak, Rabu 27 Mei 2015.

Menurut walikota, supaya masalah kakek tua Abdul Karim tersebut diberitakan juga oleh berbagai media, baik cetak, elektronik maupun portal berita online. Tujuannya, agar pihak keluarga bisa mengetahui lebih cepat tentang kondisi orangtua atau kakeknya.

"Saya sudah mengatahui tentang pak Abdul Karim dari kadinsosnaker, dan saya juga telah dapat info bahwa Panti Jumpo di Sicincin dan Batu Sangkar sudah penuh, makanya untuk sementara kita inapkan saja di kantor dinsosnaker dan selanjutnya akan kita kirim ke panti sosial, jika tak ada anak atau keluarga yang datang menjemputnya," kata politisi PKS ini.

Secara khusus Walikota Padang mengucapkan terima kasih kepada Tabloid Bijak yang telah memberikan informasi tentang adanya masyarakat yang terlantar. "Sebagai hamba Allah, kita memang punya kewajiban untuk saling menolong dan membantu," kata Walikota Padang lagi. [hms/serambiminang]


posted by @Adimin

Dialog di RRI Nasional, Wako Padang Fokus Kembangkan Potensi

Written By Anonymous on 28 May, 2015 | May 28, 2015


Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menyapa seluruh pendengar setia RRI di seluruh Nusantara dalam dialog interaktif selama satu jam yang disiarkan langsung dari Jalan Merdeka Barat, Jakarta, pukul 10.00 WIB, Kamis (28/5)

Dialog ini dipandu Teh Is (Zulaiha) dan Yanti didampingi Kasi Hubungan Lembaga Dan Promosi Kantor Penghubung Sumetra Barat di Jakarta Virse Dwi Rozanita, Kabag Humas dan Protokol Kota Padang Mursalim dan dua awak peliput Majalah Pemko KABA PADANG Derius Utama dan Charli Ch. Legi.

Sejak awal dialog ini, Walikota Padang disuguhi pertanyaan terkait potensi ibu kota provinsi Sumatera Barat yang mengunggulkan Pariwisata, Pendidikan, Perdagangan dan Budaya, juga potensi bahari. Sekaligus tentang pengembangannya.

Menurut Walikota, Padang memiliki Sumber Daya Manusia yang unggul karena disini terdapat lebih dari 50 perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi negeri tertua. "Otomotis memiliki potensi SDM yang besar dan diharapkan mampu mengembangkan potensi lainnya seperti pariwisata dan potensi bahari," ujar Wako.

Saat ini, Wako menambahkan, Pemko Padang fokus dalam pengembangan pariwisata dengan konsep yang disebut Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang. KWT ini meliputi, Pantai Aia Manih yang dikenal dengan legenda Batu Malin kundang-nya, Gunung Padang dengan cerita Siti Nurbaya, kawasan Kota Tua Muaro yang banyak bangunan heritage, serta Pantai Padang.

Sebagai kota yang memiliki garis pantai yang panjang dan kota terbesar di kawasan pantai barat Indonesia, Padang memiliki arti strategis untuk kemajuan maritim Indonesia seperti yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, kata Wako, Kota Padang mengambil peran selaku tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Luar Negeri negara - negara yang tergabung dalam The Indian Ocean Rim Association (IORA) yang beranggotakan 2o negara yang terletak di pantai Samudera Hindia.

"Menlu sudah menyetujui ini, kita sudah mempersiapkan kegiatan yang akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang ini," kata Mahyeldi.

Ia mengatakan, sebagai negara maritim dengan kawasan laut terluas, maka patutlah Indonesia lebih berperan dalam mengembangkan kawasan pantai barat Samudera Hindia. "Dari sini nanti, bukan saja perdagangan lokal yang akan berkembang pesat. Jalur perdagangan lintas negara di kawasan Samudera Hindia akan lebih bergairah sehingga menjadi pusat maritim dunia," sebut Wako.

Sedangkan dalam bidang kebudayaan, ulas Wako, melalui lven - iven dan kegiatan kesenian, berbagai tradisi budaya dihidupkan lagi, seperti selaju sampan dan kesenian tradisional.

Disamping itu, tentunya berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur juga mendapat prioritas, seperti pembangunn jalan dan pembenahan pasar serta terminal.

"Kita mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat. Mudah - mudahan di masa kepemimpinan kami bersama bapak Emzalmi, hal itu dapat terwujud. insya Allah," tutupnya. [humas pemko]


posted by @Adimin

DPR Desak Pemerintah Keluarkan Perpres Pengendalian Harga Bahan Pokok

Jakarta (28/05) – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal meminta Pemerintah agar lebih serius memperhatikan kondisi naiknya harga bahan pokok. Menurutnya, pengawalan terhadap kenaikan harga bahan pokok perlu dilakukan agar rakyat tidak semakin kesulitan. Refrizal mengatakan hal ini di Jakarta, Kamis (28/5).
Dia mengungkapkan Pasal 25 Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, mengatur tentang pengendalian barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini Peraturan Presiden (Perpres) Pengendalian Harga menjadi relevan untuk segera diterbitkan. Faktanya, kenaikan harga bahan pokok sudah mulai terjadi terutama di wilayah Pulau Jawa.
“Pemerintah dapat menjadikan UU No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan sebagai senjata untuk mengendalikan harga barang pokok dan penting lainnya. Melihat gejala kenaikkan harga bahan pokok menjelang Ramadhan, saya mendesak Pemerintah untuk segera menerbitkan Perpres tentang Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Penting Lainnya. Dengan adanya Perpres ini, Kementerian Perdagangan akan memiliki dasar hukum yang kuat dalam melakukan intervensi pasar. Nantinya, Menteri memiliki wewenang untuk menetapkan harga yang wajar,” paparnya.
Refrizal berharap, Perpres Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok bisa terbit sebelum bulan Ramadhan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan harga.
Solusi
Kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat inflasi tertinggi di ASEAN. Inflasi akan semakin tinggi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Bila Pemerintah tidak serius mengendalikan harga-harga bahan pokok, inflasi akan semakin tinggi, pada akhirnya akan merugikan masyarakat kecil terutama mereka yang memiliki penghasilan tetap,” ungkap politisi kelahiran 54 tahun silam ini.
Pemerintah melalui Kementerian Pedagangan, masih kata Refrizal, dapat mengendalikan harga bahan pokok dan barang penting lainnya melalui tata distribusi bahan pokok. Selain itu, Bulog harus menjalankan fungsi sebagai buffer dengan sebaik mungkin.
Lebih lanjut Refrizal berharap, pemerintah dapat memperbaiki distribusi dari barang pokok dan penting lainnya. Selain itu, Pemerintah juga dapat mengoptimalkan sistem informasi perdagangan yang merupakan amanat dari UU No 7 tahun 2014. Sehingga setiap ada kenaikan harga, masyarakat dapat ikut mengawasi.
Diketahui, tiga pekan menjelang Bulan Suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok mulai naik tidak wajar, kenaikan cukup signifikan terjadi di beberapa kota besar di Pulau Jawa. Sepekan terakhir harga bawang merah di Pasar Kramat Jati naik sekitar 18-20% dari Rp32.000 menjadi Rp38.000, padahal harga bawang merah di awal tahun 2015 hanya Rp20.000. Begitu pula dengan harga telur, naik dari Rp19.000/kg menjadi Rp22.000/kg. Beberapa hari menjelang puasa nanti, dipastikan harga-harga bahan pokok akan kembali naik.
Keterangan Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal.
[pks.id]


posted by @Adimin

Kota Padang Raih Opini WTP

Written By Anonymous on 27 May, 2015 | May 27, 2015


Kerja keras Pemerintah Kota Padang dalam pembenahan laporan keuangan dan aset akhirnya berbuah manis dengan mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan Kepala BPK Perwakilan Sumbar Betty Ratna Nuraeny kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah di Jalan Khatib Sulaeman, Selasa (26/5).

Menurut Betty, Laporan keuangan dan aset pemerintah Kota Padang tahun 2014 ada peningkatan dibandingkan 2013 lalu, sehingga memperoleh opini WTP.

“Opininya kami kasih WTP dengan paragraf penjelasan, lantaran masih ada yan perlu dijelaskan terkait aset tetap berupa gedung dan bangunan serta jaringan jembatan dan irigasi. Itu yang perlu dibenahi,” ujarnya.

“Kami harapkan Pemko Padang ke depannya terus mendapatkan WTP, tanpa catatan dan paragraf penjelasan,”ucapnya.

Menurut Betty lagi, sampai hari ini (Selasa, 26/5) baru dua yang mendapatkan WTP dari 9 daerah yang sudah menerima LHP di Provinsi Sumatera Barat, yaitu Pemerintah Provinsi dan Pemko Padang.

Sementara itu, Walikota Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi dukungan dan dorongan yang telah diberikan tim BPK terhadap SKPD di Pemko Padang dalam melakukan pembenahan laporan keuangan dan aset ini.

“Semua itu menjadi motivasi. Kita menyikapinya serius. Bahkan tak jarang SKPD lembur hingga pagi untuk menyelesaikan laporan dengan baik,” kata Walikota.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Padang Erisman mengungkapkan, dengan perolehan WTP ini semakin nampak peningkatan kinerja SKPD, terutama dalam pelaporan dan pengunaan keuangan serta penataan aset.

“Kita berharap kinerja ini akan ditingkatkan sehingga opini WTP dapat dipertahankan,”ulasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Emzalmi, Ketua DPRD Erisman, Wakil Ketua DPRD Muhidi, Sekretaris Daerah Nasir Ahmad, Inspektur dan Asisten III Corri Saidan. [humas pemko]


posted by @Adimin

Wawako Emzalmi Silaturahmi Dengan Jurnalis Anak Nagari


Padang, -- Wakil Walikota Padang H Emzalmi mengadakan silaturahmi dengan Anak Nagari Pauh Si XIV (Nagari Pauh IX dan Nagari Pauh V, red), Selasa (26/5/2015), bertempat di Balaikota Aia Pacah.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah antar sesama Anak Nagari dalam membangun Kota Padang. Sebab, mustahil pembangunan akan berjalan lancar di Kota Padang, tanpa adanya dukungan dan peran serta Anak Nagari, termasuk yang berprofesi sebagai jurnalis.

Pada kesempatan tersebut, Wawako Emzalmi mengatakan, dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Aia Pacah, maka secara otomatis daerah Pauh IX Kuranji, Pauh V, Nangggalo dan Koto Tangah akan berkembang dengan pesat. Apatah lagi pembangunan Kota Padang memang diarahkan ke daerah pinggiran.

"Salah satu pembangunan yang nyata adalah pelebaran jalan Bypass. Namun sampai saat ini masih terkendala oleh persoalan konsolidasi, terutama di daerah Pauh IX Kuranji. Padahal waktu kita tinggal enam lagi," ujarnya.

Pemko Padang, ujar Emzalmi lagi, juga akan membangun jalan baru yang melintasi kawasan Paug Si XIV, Nanggalo, dan Padang Utara. Misalnya dari Sudirman, terus ke Gunung Pangilun, Tabing Banda Gadang, Lubuk Lancing, Longkaran tembus ke Bypass. 
Dikatan Emzalmi.

Pemko Padang juga akan membangun infrastruktur jembatan, seperti Jembatan Gunung Nago yang baru. Di Bukik Napa juga akan dibangun Kampus Politekni Negeri Andalas (PNA). Pemko Padang telah membalas surat PNA yang menyatakan persetujuan pembangunan kampus di daerah tersebut.

"Jika pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik, maka suatu daerah akan berkembang. Tujuannya adalah pertumbuhan ekonomi. Misalnya, jika akses jalan yang sudah ada, maka warga kita bisa bikin ruko," tegasnya.

Silaturahmi tersebut dihadari oleh Amrizal Rengganis (DetikNews), Eko Muhardi (SumbarOnline.com), Dasrul (Padangtv), Yoserizal (Singgalang), Novri Hendri dan Rusdi (Investigasi), Dasman Boy (Posmetro), dan Zamri Yahya (BentengSumbar.com). Pertemuan itu juga dihadiri oleh Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman. [humas pemko]


posted by @Adimin

Politisi PKS Dorong Terbentuknya Pansus Beras Plastik


JAKARTA (26/5) – Setelah ditemukan di Kabupaten Bekasi, beras plastik kembali ditemukan di Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (24/5) lalu. Bahkan, satu keluarga mengalami keracunan akibat mengonsumsi beras plastik. Menyikapi hal itu, Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Andi Akmal Pasluddin, mendorong agar dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) tentang beredarnya beras plastik.

"Karena hal ini bukan hal sederhana yang dibayangkan orang. Ini kita dorong supaya hal tersebut menjadi kepedulian semua pihak, Komisi III dengan hukumnya, Komisi VI dengan perdagangannya, sehinga tidak hanya menjadi kepedulian Komisi IV," kata Andi Akmal, saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (26/5).

Politisi asal Sulawesi Selatan itu menambahkan, seperti ada sebuah design besar yang berbahaya bagi ketahanan pangan.

"Secara ekonomi beras plastik ini harusnya lebih mahal dari beras biasa. Tapi di lapangan ternyata lebih murah. Oleh karena itu, saya kira kepentingannya bukan sekedar kepentingan bisnis, tapi juga ada kepentingan lain yang bisa merusak ketahanan pangan dan merusak kondisi ketenteraman masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan beredarnya beras plastik. Pertama, lanjut Andi Akmal, bisa dikarenakan adanya mafia yang menginginkan agar Pemerintah melakukan impor beras. Kedua, adanya upaya-upaya politik untuk membuat kegaduhan, sehingga masalah-masalah besar dan penyimpangan-penyimpangan yang ada tidak terangkat.

"Sehingga masyarakat disibukkan dengan isu-isu yang sengaja diciptakan," imbuhnya.

Lebih lanjut Andi Akmal mengemukakan, Komisi IV juga mendesak Pemerintah segera menyelidiki dan menuntaskan masalah beras plastik. 

"Agar tidak terjadi perdebatan yang berlarut-larut," pungkasnya.

[pks.id]


posted by @Adimin

Walikota Bersama Isteri Hibur Rakyat Kota Padang di Lomba Selaju Sampan

Written By Anonymous on 26 May, 2015 | May 26, 2015


Padang, - Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP bersama Isteri hibur rakyat Kota Padang dengan cara mendayung sampan di dayung, di saksikan ribuan penonton memadati bantaran di tepi sungai Batang Araw, di iringan tebukan tangan yang tak henti-hentinya, ini sebagai bukti sebuah kerinduan rakyat Kota Padang, tentang lomba Salaju Sampan Rang Palinggam yang fakum 12 tahun lamanya.

Kini lomba di gelar kembali atas keperkasaan para tua-tua salaju sampan Kota padang, di sambut baik Walikota Padang untuk dilaksanakan kembali acara tradisional Salaju Sampan tersebut karena lomba ini sudah di kenal di manca negara, akan di jadikan kalender tahunan.

Hal ini di sampaikan Walikota, usai menaiki Sampan bersama Isteri di anjungan garis finish, Kamis (23/5).

Walikota katakan kita harus melestarikan adat dan budaya serta tradisional rakyat kota padang yang hampir hilang seperti lomba salaju sampan rang palinggam, giling lado, pakaian kerudung dsb.

Di samping itu, daerah kita sangat indah dan cantik tentu sangat menarik di kunjungi para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, tentu semua tak terlepas dari promosi yang kita lancarkan nantinya, seperti elat lomba salaju sampan, tradisi Sebar Gula, Penca Silat akan kita bikin kalendernya.

Begitu juga dengan kesenian dan tradisi lainnya. sehingga orang yang datang kekota padang memiliki tujuan untuk cari hiburan dan menyenangkan, ujar Walikota. [tf/humas pemko]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger