pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Padang Peroleh Penghargaan Kota Layak Anak

Written By Anonymous on 13 August, 2015 | August 13, 2015



PADANG (12/8) - Kota Padang, Sumatera Barat memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu Kota Layak Anak di Indonesia.

"Penghargaan sebagai Kota Layak Anak ini diberikan pemerintah sebagai salah satu hadiah HUT-RI ke 70 bagi masyarakat kota Padang," kata Wakil Wali Kota Padang Emzalmi, saat dikonfirmasi, di Padang, Selasa (11/8).

Emzalmi mengungkapkan Presiden Joko Widodo menyerahkan piagam penghargaan dari Istana Kepresidenan di Bogor pada Selasa (11/8).

"Penghargaan ini, telah membuktikan bahwa kota Padang menjadi kota cukup aman, nyaman, ramah terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak," katanya.

Di samping, kata Emzalmi, keberhasilan ini dapat menjadi momen perayaan kemerdekaan RI 70 untuk membangun cikal bakal SDM Indonesia yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Padang Muji Susilawati menambahkan bahwa kesuksesan Padang menjadi Kota Layak Anak karena masyarakatnya pro-aktif terhadap tumbuh kembangnya anak.

Menurut Muji, salah satu isu sentral yang terus diperjuangkan oleh berbagai forum anak di kota Padang yakni tentang penghentian kekerasan terhadap anak termasuk jual beli anak. Dalam hal ini, katanya, forum perlindungan anak terus giat menyosialisasikan kepada masyarakat tentang upaya mencegah tindak kekerasan terhadap anak.

“Selain forum perlindungan anak, kader posyandu juga ikut memberikan peranan dalam menjamin tumbuh kembangnya dan pemeliharaan kesehatan anak,” ujarnya.

Salah satu Kader Posyandu Kota Padang Nenden Tedja mengapresiasi keberhasilan Padang menjadi Kota Layak Anak. Menurutnya keberhasilan ini juga tidak lepas dari program pemerintah dalam membangun pendidikan usia dini dan jaminan kesehatan untuk balita.

Keterangan Foto: Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah (kanan) bersama anak-anak TK di Kota Padang.
Sumber: http://riaumandiri.co


posted by @Adimin

PKS 'Baru' Targetkan Elektabilitas di Atas 10 Persen



JAKARTA (12/8) – Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Sohibul Iman, memasang target ingin membuat PKS menjadi partai papan atas dengan persentase perolehan suara dua digit alias di atas 10 persen.

"Kami selalu pasang target. Kami ingin masuk menjadi partai papan atas," ujar Iman di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).

Dia mengatakan, selama ini PKS sudah mengalami masuk ke dalam partai papan bawah dengan angka di bawah 5 persen, dan juga pernah menjadi partai papan tengah selama dua kali.

"Secara pribadi, tentu saja dalam memimpin PKS, saya ingin mencapai angka yang tinggi. Tentu wajar jika kami ingin masuk ke papan atas dan naik lebih tinggi," kata Iman.

Meski dengan lantang mengungkapkan target partainya, Iman belum dapat memastikan pada angka berapa persisnya harapan PKS untuk mendapat posisi papan atas itu dapat terealisasikan. Soal itu masih akan diulas lebih lanjut saat musyawarah nasional partai Oktober mendatang. 

Berdasarkan penelusuran, data hasil pemilu 2009 dan 2014 mencatat adanya peningkatan jumlah suara yang dialami PKS. Hanya saja angka tersebut menurun dalam segi persentase. Pada 2009 PKS meraih 8.206.955 suara atau setara dengan 7,88 persen. Sementara pada 2014, PKS mendulang suara sebanyak 8.480.204 atau 6,79 persen dan memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat sebanyak 40 buah.

Senin kemarin (10/8), PKS resmi memiliki Ketua Majelis Syuro dan Presiden baru. Jabatan Ketua Majelis Syuro beralih dari Hilmi Aminuddin ke Salim Segaf Al-Jufri, sedangkan posisi Presiden PKS diserahkan Anis Matta ke Muhammad Sohibul Iman.

Sumber: http://www.cnnindonesia.com


posted by @Adimin

Gerindra Yakin PKS Konsisten Bersama KMP



JAKARTA (11/8) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengucapkan selamat pada pimpinan Partai Keadilan Sejahtera yang baru. Dia yakin estafet kepemimpinan PKS tetap menjaga komitmen Koalisi Merah Putih (KMP). 

"Presiden PKS yang baru dan lama satu suara termasuk Ketua Majelis Syuro, kami yakin PKS tetap bersama KMP," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2015.

Edhy menjelaskan komitmen KMP dilatarbelakangi sejarah yang kuat. "Koalisi bukan dasar kepentingan pribadi, tapi karena sejarah kepentingan bangsa," katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI itu menegaskan komitmen KMP bukan hanya wacana, karena komitmen itu dituangkan secara tertulis. "Semua tertuang di piagam KMP, bisa dicek. Kita tidak pernah khawatir," katanya.

Sebelumnya Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman menyatakan PKS tidak akan bergabung dalam pemerintahan jika tidak ada kesepakatan dan persetujuan dari Koalisi Merah Putih (KMP).

"Kami tidak berpretensi untuk masuk dalam kabinet atau apa yang menjadi hak prerogatif Presiden. Kami tentu saja memberikan kebebasan kepada Presiden untuk melakukan reshuffle bila diyakini itu akan memberikan kebaikan," kata Sohibul saat menggelar jumpa pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang No. 82 Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2015.

Sohibul menegaskan, PKS akan tetap berada dalam gerbong KMP karena memiliki beberapa kesepakatan. Jika ada kader PKS yang ditawari untuk masuk kabinet, ia akan berkoordinasi dulu dengan KMP.

Keterangan Foto: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.
Sumber: http://politik.news.viva.co.id


posted by @Adimin

Pimpinan Baru PKS Perlu Lebarkan Sayap



JAKARTA (11/8) - Kelancaran suksesi kepemimpinan dalam tubuh organisasi Partai Keadilan Sejahtera menunjukkan partai tersebut memiliki sistem yang bekerja dengan baik. Kini, saatnya, PKS melebarkan sayap untuk memperluas pangsa pasar. Tidak hanya pemilih tradisional, tetapi juga pemilih lainnya.

Pandangan itu disampaikan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional M Alfan Alfian di Jakarta, Senin (10/8), menanggapi hasil Musyawarah Ke-1 Majelis Syura PKS yang menetapkan Kepengurusan Dewan Syura periode 2015-2020 dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS periode 2015-2020.

Sebelumnya, Salim Segaf Aljufri terpilih sebagai Ketua Dewan Majelis Syura menggantikan Hilmi Aminuddin, sedangkan Sohibul Iman terpilih sebagai Presiden DPP PKS menggantikan Anis Matta. Keduanya terpilih untuk masa jabatan lima tahun mendatang melalui pergantian kepengurusan Majelis Dewan Syura dan DPP PKS yang sepi dari publikasi. Musyawarah Ke-1 Majelis Syura dan DPP PKS digelar dua hari sejak Minggu hingga Senin (9-10/8) di Kawasan Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, di pinggir Jalan Tol Cipularang, Jawa Barat.

Menurut Salim Segaf, kepengurusan baru itu ditetapkan di dekat jalan tol dan bebas hambatan. "Untuk itu, kami akan melaju sangat cepat tanpa harus melanggar aturan yang ada," ujarnya di sela-sela musyawarah.

Menurut Alfan, suksesi kepemimpinan di PKS yang berjalan dengan lancar dan damai perlu diapresiasi. "Hal itu menunjukkan PKS punya sistem yang bekerja sedemikian rupa sehingga ada jaminan suksesi kepemimpinan berjalan baik. Berlangsung damai, tak bergejolak, tak memunculkan konflik, apalagi perpecahan," katanya.

Alfan tak melihat sesuatu yang luar biasa di balik lengsernya Hilmi dan Anis. Pergantian jabatan itu justru menunjukkan rotasi dan regenerasi di PKS berjalan baik. Hilmi yang menjadi Ketua Majelis Syura sejak 2005 rela digantikan oleh Salim. Demikian pula Anis tak mempersoalkan posisinya digantikan Sohibul. Kerelaan tersebut didasari pemilihan pengurus melalui mekanisme yang demokratis.

Sebagai presiden baru, tambah Alfan, Sohibul dihadapkan pada tantangan untuk melebarkan sayap. "PKS diharapkan tak hanya sibuk mengurusi masalah internal, tetapi juga proaktif turut serta menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa," katanya.

Harus Gaet Kalangan Luar

Lebih jauh Alfan mengatakan, konsolidasi internal pasca ujian politik yang dihadapi PKS, yaitu setelah penangkapan Presiden DPP PKS periode 2010-2013 Luthfi Hasan Ishaaq, sudah berjalan cukup baik. "Kini saatnya PKS memperluas pangsa pasar, tidak hanya pemilih tradisional, tetapi juga pemilih lain," ujarnya.

Untuk itu, pimpinan PKS yang baru perlu berinovasi menggaet kalangan di luar pemilih tradisional dan loyalis. "PKS punya peluang agar dukungan tak hanya datang dari konstituen politik Islam, tetapi juga lebih luas," kata Alfan.

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 11 Agustus 2015, di halaman 3 dengan judul "Pimpinan Baru PKS Perlu Lebarkan Sayap".
Sumber: http://print.kompas.com


posted by @Adimin

Pidato Terisak Salim Segaf yang Bikin Majelis Syuro PKS Menangis



JAKARTA (12/8) – Salim Segaf Al Jufri terpilih menjadi Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggantikan Ustadz Hilmi Aminuddin. Dalam pidato pertamanya paska terpilih, Salim sukses membuat Anggota Majelis Syuro PKS berlinang air mata.

Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring menceritakan detik-detik terpilihnya Salim sebagai Ketua Majelis Syuro dan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS yang baru. Dia menyatakan, pemilihan dilakukan dengan haru dibalut takbir dan air mata anggota sidang yang hadir.

"Lalu Ketua Majelis Syuro terpilih memberikan sambutan awal. Dengan lirih beliau berkata, 'Antum telah timpakan beban berat ke pundak saya'. Hening. Lalu Dr Salim menangis sesenggukan, sampai muka beliau menunduk di atas meja. Semua pesertapun larut ikut terisak-isak menangis," cerita Tifatul dalam akun Twitternya, @tifsembiring.

Tifatul menjelaskan, pidato pertama Salim sukses membuat para anggota berlinang air mata. Khususnya tentang jabatan Majelis Syuro yang dianggap oleh Salim sebagai beban berat.

"Bagaimana nanti pertanggung jawaban saya dihadapan Allah, tanggung jawab dakwah ini kepada Allah, tanggung jawab terhadap keluarga dan seterusnya," kata Tifatul menirukan pidato Salim.

"'Saya bukan yang terbaik di antara antum, saya yang paling lemah. Tolong bantu saya, bantu keluarga saya, anak-anak saya,' setengah meraung," kenang Tifatul lagi.

"Jazaakallah Ustaz Hilmi yang sudah belasan tahun memikul beban ini, siang malam, bahkan dalam keadaan terbaring sakit sekalipun," lanjut Tifatul kembali menirukan pidato pertama Salim.

Sebelumnya diberitakan, publik dibuat kaget dengan musyawarah Majelis Syuro PKS yang akhirnya memilih Salim Segaf Al Jusfri menggantikan Ustaz Hilmi Aminuddin sebagai Ketua Dewan Syuro PKS. Tak hanya itu, posisi Anis Matta sebagai Presiden PKS juga diganti oleh Sohibul Iman.

Tidak biasanya perhelatan musyawarah nasional pergantian pucuk pimpinan partai politik luput dari sorotan media. Tapi PKS, melakukan hal itu dan mengumumkan hasil musyawarah pemilihan pimpinan ke publik setelah selesai.

Tifatul Sembiring salah satu orang yang hadir dalam detik-detik lengsernya tokoh sentral PKS Hilmi Aminuddin. Menurut dia, sidang musyawarah berjalan sangat khidmad dan tidak ada hambatan.

"Saya sudah tiga periode menghadiri sidang Majelis Syuro, namun sidang kali ini terasa sangat luar biasa, khudhu', khusyu', dan penuh ikatan ukhuwwah," tulis Tifatul.

Mantan Presiden PKS ini menyatakan, para hadirin yang rapat dalam sidang itu sampai berurai air mata. Meskipun ada sedikit ketegangan, namun hal itu dianggap lumrah dalam proses musyawarah mufakat.

"Namun itulah yang saya rasakan, khidmat, kadang kami menangis bersama, kadang tertawa. Ada sedikit ketegangan-ketegangan, tapi tidak sampai gebrak meja," kata mantan Menkominfo ini.



posted by @Adimin

Mohammad Sohibul Iman: PKS Tetap di KMP

Written By Anonymous on 12 August, 2015 | August 12, 2015


JAKARTA (11/8) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman menegaskan PKS akan tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP) dalam dinamika perpolitikan nasional. Sohibul Iman menyampaikan hal ini kepada pewarta di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Selasa (11/8).

“PKS punya komitmen menjalankan kesepakatan-kesepakatan di KMP. Apapun keputusan yang diambil harus dibicarakan dalam koalisi. PKS tidak akan jalan sendiri,” katanya.

Sohibul Iman mengungkapkan usai ditetapkan sebagai Presiden PKS, ia akan segera melakukan konsolidasi, baik internal maupun eksternal partai. Secara internal, Sohibul Iman menyatakan PKS memiliki banyak sumber daya manusia berkompeten.

“Konsolidasi di dalam tubuh PKS ini harus kami maksimalkan, mengingat sumber daya yang sangat luar biasa kami miliki. Sumber daya ini yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut.

Sedangkan konsolidasi eksternal, lanjut Sohibul Iman, pihaknya akan melanjutkan komunikasi politik dengan berbagai tokoh dan pimpinan lembaga.

“Komunikasi dengan pihak di luar partai itu senantiasa dilakukan. Bukan hanya soal politik, tetapi berbagai hal. Insya Allah, suatu saat kami akan berkonsolidasi langsung dengan berbagai pimpinan lembaga,” jelas Legislator asal Sukabumi, Jawa Barat itu. [kabarpks.com]


posted by @Adimin

Temu Bincang Presiden PKS Bersama Pewarta Nasional

JAKARTA (11/8) – Sehari setelah terpilih sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohammad Sohibul Iman mengadakan temu bincang bersama awak media nasional di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, MD Building, Jakarta Selatan, Selasa (11/8). Pada kesempatan itu, Sohibul Iman menjawab berbagai pertanyaan pewarta terkait berbagai masalah bangsa. Berikut intisari wawancara Presiden PKS Sohibul Iman bersama para pewarta nasional.

Apa visi Bapak kedepan usai ditetapkan sebagai Presiden PKS menggantikan Anis Matta?

Visi PKS sudah ditetapkan dalam Munas (Musyawarah Nasional) yang lalu. Tantangan partai pun akan semakin kompleks. Oleh karena itu, PKS akan tetap memegang prinsip dasar. Di titik konsolidasi ini untuk melakukan itu semua diperlukan kontribusi semua komponen.

Sebagian masyarakat menilai suksesi kepemimpinan PKS ini terkesan mendadak. Bagaimana pendapat Bapak?

Suksesi kepemimpinan ini tidak mendadak. Justru dalam siklus normal PKS, pergantian kepengurusan seharusnya dijalankan pada Bulan April, bertepatan dengan milad PKS. Kenapa Agustus, karena kemarin kami ingin memaksimalkan persiapan pendaftaran Pilkada. Oleh karena itu, sidang musyawarah Majelis Syuro (MS) dilakukan Ahad dan Senin lalu (9-10/8) agar tidak semakin terlambat.

Mengapa terjadi pergantian Majelis Syuro, bukankah Ustadz Hilmi Aminuddin masih diharapkan memimpin MS PKS?

Pergantian kepengurusan menunjukkan ada proses demokrasi di PKS. Berdasarkan kalkulasi sidang MS lalu, Dr Salim (Salim Segaf Aljufrie) yang mendapat amanah sebagai Ketua MS. Di sini kita juga bisa lihat bagaimana legowonya Ustadz Hilmi terhadap Dr Salim.

Apakah benar terdapat 2 faksi dalam PKS, yaitu Faksi Keadilan dan Faksi Sejahtera?

Tidak ada faksi seperti itu dalam PKS. Itu hanya penilaian orang. Adanya pergantian kepengurusan, tidak lantas cut off program-program kerja yang telah berjalan. Kami akan semakin selektif mengevaluasi program kerja. Insya Allah, program yang bagus akan dilanjutkan.  

Apa yang akan dilakukan PKS atas kasus-kasus hukum yang dihadapi kader? Mengapa yang terlibat belum mengundurkan diri?

Kami ikuti proses hukum yang berlaku. Terkait pengunduran diri kembali kepada masing-masing di individu. Tentu di PKS ada mekanisme tersendiri atas hal ini. Tidak hanya penyelesaian dari segi hukum, tetapi juga kesadaran etika dari individu itu sendiri.

Bagaimana pendapat Bapak atas persiapan Pilkada serentak sejauh ini?

Secara umum pendaftaran Pilkada berjalan baik. Masih adanya calon tunggal di 6 wilayah perlu jalan keluar untuk menyelesaikannya. Di satu sisi revisi UU terlalu jauh dilakukan, di sisi lain Perppu belum terlalu perlu dikeluarkan, mengingat saat ini bukan keadaan darurat. PKS pun sedang berupaya agar Pilkada dapat berlangsung dengan baik. Kami fokus menyiapkan strategi-strategi pemenangan.

Apa pandangan Bapak terhadap refleksi 70 tahun Indonesia Merdeka?

Kita ingat di tahun 90-an Indonesia pernah menjadi the East Asian Miracle, Macan-nya Asia. Untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, semua komponen harus bekerja keras. Kita ini harus bersyukur, Indonesia dianugerahkan bonus demografi. Di tahun 2045 tepat 100 tahun Indonesia. Kita lihat apakah Indonesia sudah sesuai ramalan McKinsey, masuk menjadi 5 atau 3 besar dunia.

Apa pandangan Bapak atas kondisi perekonomian saat ini?


Harga kebutuhan pokok semakin naik, ini tanggung jawab Pemerintah mengendalikan harga. Cari akar permasalahannya, seperti pihak-pihak yang cari keuntungan atas ketidaklancaran pasokan. Saya pernah ngobrol dengan tukang bakso, katanya sekarang sudah susah menjual baksonya karena harga daging semakin mahal.

[kabarpks.com]


posted by @Adimin

Tidak Ada Perubahan Di Fraksi PKS DPR


JAKARTA (12/8) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpilih Mohamad Sohibul Iman memastikan tidak ada perubahan di susunan pimpinan lembaga DPR, MPR maupun Fraksi dalam waktu dekat. Ia dan pimpinan terpilih lainnya akan berkonsentrasi untuk menyiapkan kerangka kerja lima tahun ke depan di periode masa bakti tahun 2015-2020. Demikian disampaikan Sohibul Iman di hadapan insan pers saat acara Jumpa Kenal Presiden dan Sekjen PKS di kantor DPP PKS, Selasa (11/8), di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut Sohibul, kerja dalam waktu dekat adalah menyiapkan Musyawarah Nasional PKS yang direncanakan digelar pada bulan Oktober 2015 mendatang.

“Di Munas, kami akan mengokohkan rencana kerja serta profil struktur yang akan mengemban amanah lima tahun ke depan,” ujar doktor Waseda University of Japan ini.

Penempatan kader PKS dalam jabatan publik, ujarnya lagi disesuaikan dengan target PKS lima tahun ke depan.

Sementara, menyinggung posisinya sebagai anggota DPR sekaligus pimpinan Komisi X DPR RI, Sohibul menyatakan akan siap meninggalkannya bila hal itu menjadi keputusan Majelis Syuro.

“Ustadz Anis dan pimpinan PKS yang lalu, saat meninggalkan jabatan publik atau jabatan di partai adalah atas keputusan Majelis Syuro. Bila hal itu juga menjadi keputusan bagi saya, maka saya sebagai prajurit, siap!”, tegasnya. [pks.id]


posted by @Adimin

Suksesi PKS, Seperti Ini Mulusnya Pemilihan Pengurus Partai

Written By Anonymous on 11 August, 2015 | August 11, 2015



JAKARTA (11/8) – Pemilihan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera pada pemilihan raya di Bandung, berjalan relatif mulus. Perdebatan alot hanya muncul ketika anggota majelis harus menyeleksi tiga nama dari 29 nama calon yang memenuhi kriteria sebagai ketua.

"Cukup alot karena dari 69 anggota yang baru, ternyata ada 29 yang memenuhi ketua. Akhirnya kami diberikan kebebasan memilih tiga nama besar," kata Presiden Dewan Pimpinan Pusat PKS terpilih, Sohibul Iman saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Agustus 2015.

Ketiga kandidat Ketua Majelis Syura tersebut yaitu Salim Segaf Aljufri, Hidayat Nur Wahid, dan Hilmi Aminuddin. Sebelumnya, Hilmi merupakan Ketua Majelis Syura 2010-2015.

Kemudian, anggota majelis memberikan kesempatan kepada para kandidat melakukan musyawarah internal untuk memilih Ketua Majelis Syura berikutnya. Hasilnya disampaikan kepada rapat pleno terbuka di hadapan anggota majelis. Jika tidak tercapai kesepakatan, anggota bisa memilih secara voting.

"Tapi Ahamdulillah atas kebesaran hati semua pihak, mereka menyepakati bahwa yang jadi ketua majelis syura adalah Salim Segaf dengan wakil Pak Hidayat," kata Sohibul. "Dengan kelapangan hati, Ustad Hilmi tidak menjabat lagi,"

Partai Keadilan Sejahtera menggelar musyawarah pemilihan pimpinan Majelis Syura dan Dewan Pimpinan Pusat Partai di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, pada 9-10 Agustus 2015. Tak seperti di partai lain, PKS cukup tertutup dalam pemilihan pimpinan partainya. PKS telah menggelar pemilihan anggota majelis syura sejak Maret lalu. Kemudian, anggota yang berkualitas akan dipilih sebagai Ketua Majelis Syura. 

Pimpinan Majelis Syura lalu memilih pimpinan partai. Sohibul Iman ditunjuk sebagai Presiden Dewan Pimpinan Pusat Partai menggantikan Anis Matta. Sementara, Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat, Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat, dan Untung Wahono sebagai Sekretaris Syura.

Sumber: http://nasional.tempo.coJAKARTA (11/8) – Pemilihan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera pada pemilihan raya di Bandung, berjalan relatif mulus. Perdebatan alot hanya muncul ketika anggota majelis harus menyeleksi tiga nama dari 29 nama calon yang memenuhi kriteria sebagai ketua.

"Cukup alot karena dari 69 anggota yang baru, ternyata ada 29 yang memenuhi ketua. Akhirnya kami diberikan kebebasan memilih tiga nama besar," kata Presiden Dewan Pimpinan Pusat PKS terpilih, Sohibul Iman saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Agustus 2015.

Ketiga kandidat Ketua Majelis Syura tersebut yaitu Salim Segaf Aljufri, Hidayat Nur Wahid, dan Hilmi Aminuddin. Sebelumnya, Hilmi merupakan Ketua Majelis Syura 2010-2015.

Kemudian, anggota majelis memberikan kesempatan kepada para kandidat melakukan musyawarah internal untuk memilih Ketua Majelis Syura berikutnya. Hasilnya disampaikan kepada rapat pleno terbuka di hadapan anggota majelis. Jika tidak tercapai kesepakatan, anggota bisa memilih secara voting.

"Tapi Ahamdulillah atas kebesaran hati semua pihak, mereka menyepakati bahwa yang jadi ketua majelis syura adalah Salim Segaf dengan wakil Pak Hidayat," kata Sohibul. "Dengan kelapangan hati, Ustad Hilmi tidak menjabat lagi,"

Partai Keadilan Sejahtera menggelar musyawarah pemilihan pimpinan Majelis Syura dan Dewan Pimpinan Pusat Partai di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, pada 9-10 Agustus 2015. Tak seperti di partai lain, PKS cukup tertutup dalam pemilihan pimpinan partainya. PKS telah menggelar pemilihan anggota majelis syura sejak Maret lalu. Kemudian, anggota yang berkualitas akan dipilih sebagai Ketua Majelis Syura. 

Pimpinan Majelis Syura lalu memilih pimpinan partai. Sohibul Iman ditunjuk sebagai Presiden Dewan Pimpinan Pusat Partai menggantikan Anis Matta. Sementara, Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat, Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat, dan Untung Wahono sebagai Sekretaris Syura.Sumber: http://nasional.tempo.coJAKARTA (11/8) – Pemilihan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera pada pemilihan raya di Bandung, berjalan relatif mulus. Perdebatan alot hanya muncul ketika anggota majelis harus menyeleksi tiga nama dari 29 nama calon yang memenuhi kriteria sebagai ketua.

"Cukup alot karena dari 69 anggota yang baru, ternyata ada 29 yang memenuhi ketua. Akhirnya kami diberikan kebebasan memilih tiga nama besar," kata Presiden Dewan Pimpinan Pusat PKS terpilih, Sohibul Iman saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Agustus 2015.

Ketiga kandidat Ketua Majelis Syura tersebut yaitu Salim Segaf Aljufri, Hidayat Nur Wahid, dan Hilmi Aminuddin. Sebelumnya, Hilmi merupakan Ketua Majelis Syura 2010-2015.

Kemudian, anggota majelis memberikan kesempatan kepada para kandidat melakukan musyawarah internal untuk memilih Ketua Majelis Syura berikutnya. Hasilnya disampaikan kepada rapat pleno terbuka di hadapan anggota majelis. Jika tidak tercapai kesepakatan, anggota bisa memilih secara voting.

"Tapi Ahamdulillah atas kebesaran hati semua pihak, mereka menyepakati bahwa yang jadi ketua majelis syura adalah Salim Segaf dengan wakil Pak Hidayat," kata Sohibul. "Dengan kelapangan hati, Ustad Hilmi tidak menjabat lagi,"

Partai Keadilan Sejahtera menggelar musyawarah pemilihan pimpinan Majelis Syura dan Dewan Pimpinan Pusat Partai di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, pada 9-10 Agustus 2015. Tak seperti di partai lain, PKS cukup tertutup dalam pemilihan pimpinan partainya. PKS telah menggelar pemilihan anggota majelis syura sejak Maret lalu. Kemudian, anggota yang berkualitas akan dipilih sebagai Ketua Majelis Syura. 

Pimpinan Majelis Syura lalu memilih pimpinan partai. Sohibul Iman ditunjuk sebagai Presiden Dewan Pimpinan Pusat Partai menggantikan Anis Matta. Sementara, Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat, Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat, dan Untung Wahono sebagai Sekretaris Syura.Sumber: http://nasional.tempo.coJAKARTA (11/8) – Pemilihan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera pada pemilihan raya di Bandung, berjalan relatif mulus. Perdebatan alot hanya muncul ketika anggota majelis harus menyeleksi tiga nama dari 29 nama calon yang memenuhi kriteria sebagai ketua.

"Cukup alot karena dari 69 anggota yang baru, ternyata ada 29 yang memenuhi ketua. Akhirnya kami diberikan kebebasan memilih tiga nama besar," kata Presiden Dewan Pimpinan Pusat PKS terpilih, Sohibul Iman saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Agustus 2015.

Ketiga kandidat Ketua Majelis Syura tersebut yaitu Salim Segaf Aljufri, Hidayat Nur Wahid, dan Hilmi Aminuddin. Sebelumnya, Hilmi merupakan Ketua Majelis Syura 2010-2015.

Kemudian, anggota majelis memberikan kesempatan kepada para kandidat melakukan musyawarah internal untuk memilih Ketua Majelis Syura berikutnya. Hasilnya disampaikan kepada rapat pleno terbuka di hadapan anggota majelis. Jika tidak tercapai kesepakatan, anggota bisa memilih secara voting.

"Tapi Ahamdulillah atas kebesaran hati semua pihak, mereka menyepakati bahwa yang jadi ketua majelis syura adalah Salim Segaf dengan wakil Pak Hidayat," kata Sohibul. "Dengan kelapangan hati, Ustad Hilmi tidak menjabat lagi,"

Partai Keadilan Sejahtera menggelar musyawarah pemilihan pimpinan Majelis Syura dan Dewan Pimpinan Pusat Partai di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, pada 9-10 Agustus 2015. Tak seperti di partai lain, PKS cukup tertutup dalam pemilihan pimpinan partainya. PKS telah menggelar pemilihan anggota majelis syura sejak Maret lalu. Kemudian, anggota yang berkualitas akan dipilih sebagai Ketua Majelis Syura. 

Pimpinan Majelis Syura lalu memilih pimpinan partai. Sohibul Iman ditunjuk sebagai Presiden Dewan Pimpinan Pusat Partai menggantikan Anis Matta. Sementara, Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat, Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat, dan Untung Wahono sebagai Sekretaris Syura.



posted by @Adimin

Tifatul: Presiden PKS Raih Gelar Sarjana Hingga Doktor di Jepang



JAKARTA (11/8) – Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, Sohibul Iman dipilih menjadi Presiden PKS dalam sidang Majelis Syuro untuk menggantikan Anis Matta. Pergantian pucuk pimpinan PKS tersebut merupakan penyegaran organisasi.

"Sedangkan Anis akan lebih banyak bekerja di badan kerja sama internasional dan hubungan luar negeri. Beliau pandai berbahasa Arab dan Inggris sehingga bisa menjadi duta yang menjelaskan gerakan Islam ke luar negeri," katanya di Jakarta, Selasa, (11/8).

Menurut Tifatul, Sohibul Iman secara pribadi memiliki kualitas yang bagus. Mantan Wakil Ketua DPR tersebut sempat hijrah lama ke Tokyo, Jepang, untuk menyelesaikan pendidikan sarjana (S1), pascasarjana (S2), hingga doktor (S3) dengan program beasiswa penuh.

"Selain itu beliau juga sudah aktif menjadi pengurus DPP PKS. Jadi beliau sudah memiliki pengalaman yang mumpuni untuk menjadi seorang Presiden PKS, usianya juga cukup matang 50 tahun," kata Tifatul.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut yakin, Sohibul Iman mampu melakukan tugas-tugas sebagai Presiden PKS dengan kualitas dan pengalamannya yang tak perlu diragukan lagi.

Sumber: http://www.republika.co.id


posted by @Adimin

Menag Lukman Berikan Selamat kepada Presiden PKS Baru



JAKARTA (11/8) – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin turut memberikan selamat kepada Muhammad Sohibul Iman yang terpilih menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masa kepengerusan 2015-2020. Sohibul Iman dipilih Majelis Syuro (MS) PKS untuk menggantikan Anis Matta. Adapun, Anis Matta ditunjuk sebagai ketua kerja sama internasional PKS.

"Selamat kepada Ust. @msi_sohibuliman atas amanah menjadi Presiden @PKSejahtera . Semoga berkah dan maslahah bagi bangsa.." tulis Lukman lewat akun Twitter, @lukmansaifuddin.

PKS resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru masa khidmad 2015-2020. Muhammad Sohibul Iman, yang juga wakil ketua Komisi X DPR resmi menggantikan Anis Matta.

Musyawarah MS PKS diselenggarakan pada Ahad (9/8) sampai Senin (10/8). Selain menetapkan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS, sidang musyawarah juga memutuskan Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP), Mahfuzh Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP, serta Untung Wahono sebagai Sekretaris Majelis Syuro.

Sumber: http://www.republika.co.id


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger