Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
August 21, 2015
posted by @Adimin
PKS Selepas Anis (2)
Written By Anonymous on 21 August, 2015 | August 21, 2015

Dengan posisinya yang baru saat ini, untuk pertama kalinya tidak dalam lingkar Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), praktis Anis bukanlah lagi orang yang mampu pegang peranan dengan cukup leluasa. Posisinya yang akan berurusan dengan masalah luar negeri akan membuatnya akan disibukkan pada ihwal yang lebih terbatas meski tidak berarti remeh.
Namun, apakah hal ini akan menyebabkan sebuah perubahan besar bagi PKS? Secara umum perubahan yang mendasar tidak akan banyak terjadi. PKS akan tetap mewujud sebagai sebuah partai Islam yang terbuka, moderat, sekaligus rigid dalam beberapa hal dengan orientasi dakwah dan pengaderan. Ada beberapa hal yang menyebabkan perubahan drastis akan sulit terjadi.
Pertama, eksistensi ideologi yang cukup kokoh tertanam, terutama pada kader-kader di level elite yang saat ini memainkan peran menentukan. Sejauh ini kader-kader PKS masih satu keyakinan hingga dapat dipastikan bahwa posisi dan sikap partai tidak akan banyak bergeser.
Perubahan drastis hanya akan muncul jika ada virus kepentingan pragmatis atau pertentangan ideologis yang akut di antara sesama kader. Hal ini menunjukkan pula bahwa apa yang dilakukan oleh Anis selama ini sejatinya masih dalam koridor ideologi yang dianut oleh PKS. Kedua, keberadaan dan peran- peran tokoh-tokoh yang dihormati.
Masih eksisnya para senior yang terutama adalah KH Hilmi Aminuddin jelas mampu meredam langkah-langkah drastis yang dapat melumpuhkan soliditas dan akselerasi pergerakan partai. Dalam prosesi pemilihan Ketua Majelis Syura misalnya ada kekuatan karisma generasi awal (dan kepercayaan generasi berikutnya) itulah yang menyebabkan keputusan musyawarah terbatas antara Hilmi Aminuddin, Salim Segaf Al-Jufri, dan HNW diterima dengan mulus.
Ketiga, budaya untuk mencari titik temu dan kebersamaan. Tempaan pengaderan menyebabkan ada semangat persaudaraan yang mudah terpicu manakala dibutuhkan. Tradisi mencari titik temu ini tidak menghilang, bahkan saat ini menurut beberapa tokoh partai menjadi lebih baik. Musyawarah pun tetap berjalan secara normal, MS tahun ini adalah produk terakhirnya.
Dalam atmosfer ini partai akan tetap menjadi saluran kepentingan bersama. Karena cenderung mengarah pada upaya mencari titik temu, berbagai perubahan akan terjadi secara gradual dan penuh pertimbangan.Keempat, ada saringan historis yang menyebabkan mereka yang tetap berada dalam PKS saat ini relatif memiliki kesamaan pandangan.
Mereka yang telah merasa berbeda kebanyakan telah berada di luar pagar partai. Komunitas yang ada dalam PKS mewakili satu pandangan besar meski di sana-sini tetap ada perbedaan. Dalam makna satu kesatuan besar yang terpurifikasi inilah perubahan- perubahan drastis tidak mudah mewujud.
Bersambung...
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 21, 2015
posted by @Adimin
PKS Selepas Anis (1)

Penulis : DR FIRMAN NOOR MA (HONS) - Honorary Research Fellow, University of Exeter
Anis Matta adalah sosok unik dalam PKS. Sosok yang dalam hal gelar akademis biasa-biasa saja, namun memiliki peran yang tidak sedikit untuk partai yang mayoritas pengurusnya sarjana ini.
Sebagai figur pimpinan, Anis tampak tidak sepi dari penolakan maupun penerimaan. Bagi yang tidak menyukainya, Anis Matta adalah sebuah duri dalam daging yang menghadirkan kebingungan dan ketidakjelasan jati diri. Pandangannya yang terlalu maju, untuk sebuah
gerakan yang percaya pada mihwar (tahapan), memaksa sebagian kader untuk memahaminya secara tertatih-tatih, dan meninggalkannya yang akhirnya menyerah dalam marah.
Anis bagi mereka tak lain adalah ikon kepasrahan atas pragmatisme politik dan duniawi. Sementara bagi yang bersimpati melihatnya sebagai seorang sosok yang inspiratif. Gaya bicaranya yang retorik, berisikan logika politik modern dan sikap yang tidak “distingtif pendakwah” memberi warna tersendiri. Hasil paksa diri untuk mau belajar dan bersikap inklusif itu membuka wawasan banyak kader.
Bermodalkan kemampuan retorisnya pula, dia mampu meyakinkan komunitas kader senior di level pembuat keputusan partai (AHWA) untuk dapat memahami apa yang dia maksudkan. Tidak itu saja, dia juga mampu memberikan kepercayaan diri bagi para kader, terutama mereka yang paham akan makna kontekstualisasi perjuangan dalam politik.
Lepas dari itu, meski bukanlah bagian dari generasi pertama gerakan tarbiyah, Anis telah turut meletakkan fondasi arah pergerakan partai dakwah ini. Terutama untuk lebih cepat melakukan penyesuaian demi penyesuaian dalam rimba raya politik yang jauh lebih ganas dari sekadar urusan menasihati orang menuju jalan yang di ridai Tuhan.
Cekatan dalam menangkap kesempatan dan beradaptasi, meski tidak sepenuhnya berakhir gemilang, adalah salah satu dari sekian karakternya. Karya Anis yang akan tebal tercatat dalam sejarah PKS adalah saat memimpin partai selamat dari turbulensi hebat menjelang Pemilu 2014. Di bawah alur strategi dan intuisinya, PKS tidak jadi menghilang dari peredaran politik nasional, sebagaimana yang diprediksi berbagai survei pascakasus LHI. Suara partai ini bertambah meski jumlah kursi lumayan menyusut.
Bersambung...
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 21, 2015
posted by @Adimin
PKS: Target Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai RPJMN

JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahter (PKS) di DPR RI dalam sidang paripurna hari ini menilai, target pertumbuhan ekonomi 5,5% dalam Rancangan Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (RAPBN) 2016 akan sulit dicapai bahkan tidak sesuai dengan target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2015-2019 sebesar 6%-7%.
Anggota Fraksi PKS Abdul Fikri Fakih mengatakan, pemerintah sudah menargetkan angka tersebut namun belum memberi arahan jelas soal kemana arah perekonomian Indonesia.
"Memang, angka ini memungkinkan untuk tumbuh tinggi tapi pemerintah belum memberi arah yang jelas terkait arah perekonomian Indonesia. Kami memandang RABPN 2016 butuh penajaman kebijakan untuk mendorong pembangunan dan peningkatan kemakmuran rakyat," ujar Fikri Fakih di ruang sidang paripurna DPR RI Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Hal tersebut berkaitan dengan target pendapatan negara sebesar Rp1.848 triliun yang perlu dikaji ulang. Karena selama ini target pajak tidak pernah tercapai. "Kami menilai sumber penerimaan dari pajak belum maksimal. Tax ratio masih stagnan bahkan menurun dan ini perlu ditingkatkan," ujarnya.
Fikri Fakih juga menambahkan untuk belanja infrastruktur sebesar Rp313 triliun naik sekitar Rp23 triliun. Dengan kenaikan belanja infrastruktur yang besar ini harus diikuti kemampuan eksekusi yang baik.
"Pemerintah perlu pertimbangkan bukan hanya proyek besar yang didanai. Kami desak alokasi pertanian dan keluatan, ke depan harus jadi basis perekonomian yang kokoh," pungkas dia.
Sumber: http://ekbis.sindonews.com
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 21, 2015
posted by @Adimin
Gelombang Pertama Sudah Berangkat, Urusan Visa Haji Belum Tuntas

JAKARTA (20/8) - Meski keberangkatan kloter pertama haji dimulai pada Jumat (21/8), beberapa persoalan krusial terkait penyelenggaraan ibadah haji belum selesai. Diantaranya soal visa bagi calon jamaah dan petugas kesehatan haji yang belum tuntas.
“Keberangkatan jamaah calon haji pertama Insya Alah pada 21 Agustus 2015. Setiap kloter akan didampingi oleh petugas kesehatan. Namun, Komisi VIII mendapat temuan kalau visa bagi calon jamaah haji dan petugas kesehatan banyak yang belum keluar,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah usai melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) beserta jajarannya, Rabu (19/8) di Senayan, Jakarta.
Ledia meminta pihak Kementerian Agama untuk segera menuntaskan persoalan visa dalam satu dua hari ke depan. Terutama, bagi para petugas kesehatan dan pendamping ibadah.
“Pengalaman tahun-tahun lalu ada kloter yang petugas pendampingnya, baik petugas kesehatan maupun ibadah, belum mendapat visa hingga jadwal keberangkatan. Ini tentu menyulitkan jamaah, berpotensi masalah, dan membuat kacau proses pelaksanaan haji yang sudah memiliki jadwal tertentu. Karena itu dalam satu dua hari ini soal visa, terutama bagi para petugas, harus sudah selesai,” tegasnya.
Legislator Fraksi PKS ini juga mengingatkan, bila data jamaah sudah terinput lengkap dan rapi, semestinya perubahaan e-hajj dari pihak Kedutaan Saudi Arabia (KSA) tidak menjadi masalah, bahkan dapat mengefisienkan kerja.
“Selama ini data dari kita (Pemerintah Indonesia) memang belum rapi, dan masih banyak mengandalkan data manual. Termasuk di dalam proses siskohat yang semestinya sesuai namanya, sudah berbasis data digital dan terpadu,” ujar Ledia.
Begitu pula soal libur lebaran dan perubahan e-hajj, menurut Ledia, hal tersebut merupakan pelajaran agar pihak kementerian dapat lebih tanggap melakukan antisipasi melakukan pengaturan input data tepat waktu.
“Sebab libur lebaran dan perubahan-perubahan sistem adalah kejadian yang sudah terjadwal sebelumnya, ” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen PHU Abdul Djamil mengakui visa bagi jamaah reguler yang selesai baru sekitar 80 persen. Sementara visa haji khusus belum ada yang selesai. Hal itu dikarenakan pelayanan sempat terhenti saat libur Idul Fitri dan perubahan sistem e-hajj dari pihak Kedutaan Saudi Arabia. [kabarpks.com]
Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 21, 2015
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Dikalungi Tanda Penghargaan Lencana Melati

PASAMAN – Lagi, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo meraih penghargaan terhormat. Kali ini Wako Padang mendapatkan tanda penghargaan Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Tanda penghargaan dari Kakwarnas Pramuka ini dikalungkan Kakwarda Pramuka Sumatera Barat Muslim Kasim kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dalam peringatan Hari Pramuka Tingkat Sumatera Barat di halaman Kantor Bupati Pasaman, Kamis (20/8) pagi.
Usai pengalungan tanda penghargaan Lencana Melati, Walikota Padang yang juga Ketua Mabicab Pramuka Kota Padang ini menyebut dengan diraihnya penghargaan tentunya patut disyukuri dan akan menimbulkan tanggungjawab yang cukup besar ke depannya. “Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan penghargaan ini tentunya akan menimbulkan tanggungjawab ke depan bagaimana peningkatan dan pengembangan Pramuka di Kota Padang lebih baik lagi,” katanya.
Mahyeldi melihat, Pramuka merupakan wadah yang cukup berguna bagi anak-anak generasi penerus bangsa dan masyarakat. “Saya melihat melalui Pramuka banyak nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan pribadi dan masyarakat yang memang harus kita hadirkan di seluruh anak bangsa dalam kehidupan,” sebutnya.
“Ini suatu potensi dan peluang yang baik dalam peningkatan Pramuka dan anak bangsa sehingga memiliki nilai moral kebersamaan dan kepedulian,” tambah H. Mahyeldi Dt Marajo.
Wako menekankan, Pramuka di Kota Padang nantinya akan lebih berbenah lagi sehingga kepramukaan benar-benar tertanam di dalam kehidupan masyarakat. “Maka itu Pramuka Padang nantinya bagaimana menyiapkan pelatih lebih banyak lagi, sehingga seluruh anak dan masyarakat terlibat aktif dalam kepramukaan,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Kwarda Sumatera Barat Muslim Kasim menyebut Pramuka ke depannya haruslah keren, asyik dan menyenangkan. Sebab saat ini merupakan era teknologi informasi sehingga semuanya mesti melek perkembangan teknologi informasi.
Apalagi kini menurut Muslim Kasim, narkotika dan zat adiktif lainnya semakin marak dan berkembang di tengah kehidupan remaja. Termasuk perilaku kriminal. “Rendahnya kepedulian sosial dan semangat tentu berdampak kepada sikap bela negara. Ancaman ini menjadi tanggungjawab semua komponen termasuk pramuka,” katanya.
Karena itu Pramuka diharapkan menjadi pemersatu dan perekat bangsa. Dan apabila Pramuka tidak ingin ditinggalkan, Pramuka harus mampu menangkap gejala tersebut. “Pramuka ke depannya harus keren, asyik dan menyenangkan. Selain itu juga harus kreatif sehingga bangga menjadi seorang Pramuka. Pelatih pun juga harus menerapkan teknologi informasi kepada Pramuka karena tantangan anak muda semakin besar,” sebut Muslim Kasim.
Muslim Kasim berharap dengan penghargaan ini seluruh penerima penghargaan akan lebih meningkatkan kepramukaan di daerah masing-masing.”Selamat kepada seluruh penerima tanda penghargaan,” ucapnya.
Selain Lencana Melati, juga disematkan Lencana Darmmabakti dan Lencana Pancawarsa kepada sejumlah penerima. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwarnas Pramuka yang ditandatangani Adhyaksa Dault bernomor 127 tahun 2015 bertanggal 10 Agustus 2015. [humas dan protokol kota padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 21, 2015
rol
posted by @Adimin
Salim Segaf minta semua Kader PKS Rujuk
pkspadang.com - Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru
terpilih untuk masa khidmat 2015-2020, Salim Segaf Aljufri meminta para
kader merapatkan barisan. Lebih khusus, mantan menteri sosial ini pun
mengungkapkan upaya rekonsiliasi internal dilakukan dalam 100 hari
kepemimpinannya.
"Ada yang pindah kesana-sini, mungkin 100 hari mereka itu rujuk
semuanya,"ujarnya saat dijumpai Republika di kantor DPP PKS, Jakarta,
pekan lalu. Salim tak menafikkan adanya kader dan simpatisan yang pindah
ke gerakan lainnya.
Menurutnya, pemberitaan atas kader-kader PKS yang terkena kasus
korupsi luar biasa. Pemberitaan tersebut pun mempengaruhi adanya
perpindahan kader dari PKS."Ke depan kita ingin meyakinkan bahwa kita
tetap dalam visi misi kita tidak akan berubah jadi bersih, peduli dan
profesional,"ujarnya.
Salim mengungkapkan, kesolidan internal akan membuat PKS menjadi
lebih kuat. Jika partai tersebut solid, partai dakwah ini pun dapat
meraih suara lebih banyak pada Pemilu 2019.
Mantan duta besar RI untu Arab Saudi itu pun berjanji akan membawa
PKS melaju di jalan tol. Salim beranalogi, dengan kecepatan yang tidak
melanggar rambu-rambu lalu lintas, partai tersebut akan melakukan
akselerasi untuk bekerja demi Indonesia yang lebih baik.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
August 19, 2015
posted by @Adimin
NIKMATI PERAN AYAH, IRWAN ANTAR ANAK KE SEKOLAH
Written By Anonymous on 19 August, 2015 | August 19, 2015

Mulai kemarin (18/8), Irwan Prayitno mulai menjalankan hari-hari sebagai manusia biasa. Biarpun begitu, mantan gubernur Sumbar ini terlihat tetap menjalankan segudang aktivitas. Tentunya, bukan aktivitas seorang pejabat daerah. Namun, seorang ayah bagi anak-anaknya, suami bagi istrinya, mamak bagi kemenakannya dan lainnya.
Tak ubahnya seperti seorang ayah kebanyakan, kemarin Irwan memulai harinya dengan mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Dengan mengendarai mobil sendiri, Irwan mengantarkan kedua putrinya yang tengah menuntut ilmu di SMAN 1 Padang. Tepatnya, sekitar pukul 06.00. Terlihat keceriaan terpancar di wajah kedua putrinya tersebut.
Selama dalam perjalanan, Irwan terlihat berbincang-bincang hangat dengan kedua putrinya itu. Sesuatu pemandangan yang teramat mahal didapatkan keduanya, terutama selama ayahnya menjadi gubernur Sumbar sejak lima tahun terakhir. Seorang ayah yang mau tak mau, harus terlebih dahulu mengedepankan kepentingan rakyat ketimbangan pribadi dan keluarga.
Nah, selepas ayahnya sudah menyelesaikan amanahnya selaku orang nomor satu di Sumbar, barulah kesabaran keduanya terbayar. Ya, salah satunya mereka bisa lebih dekat dengan sang ayah. Tak hanya pergi ke sekolah, namun juga pergi jalan-jalan, bersenda gurau, atau lainnya.
Tak hanya kedua sang putrinya, Irwan pun tampak menikmati hari-harinya. Menggunakan kaos oblong berwarna putih, Irwan terlihat rileks dan santai. “Momen-momen seperti ini, jelas tak bisa secara leluasa saya lakukan sewaktu jadi gubernur. Inilah salah satu cara saya membayar kesabaran mereka selama lima tahun terakhir,” sebut putra Kuranji Padang itu.
Satu kejadian tak terduga terjadi ketika Irwan sampai di depan gerbang SMAN 1 Padang. Sewaktu Irwan menunggu kesempatan berputar haluan akibat macet, tak disangka sosoknya diketahui oleh sang satpam. Tanpa babibu, sang satpam membantu Irwan memutar haluan mobilnya. Padahal di lokasi tersebut, sebetulnya kurang diperkenankan berputar.
Merasa tak mau diistimewakan, Irwan pun menolaknya. Karena dia tahu, posisinya sekarang sama dengan orangtua siswa lainnya. Artinya, kalau tidak boleh berputar di lokasi itu, mau tak mau dia juga harus mengikuti aturan. Namun entah mengapa, sang satpam tetap ngotot. Irwan pun tak punya pilihan dan mengikuti arahan sang satpam.
Kejadian tak disangka itu, juga diketahui orangtua siswa lainnya. Beberapa orangtua pun terlihat menyapa hangat sang mantan gubernur. Tak ingin keberadaannya kian memperparah kemacetan, Irwan pun tahu diri. Setelah bertegur sapa dengan beberapa orangtua siswa, Irwan pun memilih berlalu dari lokasi. “Kalau saya berlama-lama di situ, tentu bisa merugikan orang lain,” tutur suami Nevi Irwan Prayitno itu.
Selepas itu, agenda Irwan berlanjut dengan silaturahmi bersama jajaran kepolisian. Selama menjadi gubernur, Irwan mengakui betapa pentingnya peran jajaran kepolisian ini. Selain menjaga keamanan dan ketertiban di Sumbar, juga turut memperlancar dan memudahkan dirinya dalam menjalankan tugas-tugas selaku gubernur. Terlebih lagi, salah seorang ajudannya berasal dari kepolisian.
Sesudah itu, Irwan pun melakukan sejumlah pertemuan guna mempererat silaturahmi, termasuk bersilaturahmi dengan beberapa wartawan di Sumbar. Tadi malam, Irwan pun melakukan pisah sambut dengan penjabat gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek di Auditorium Gubernuran Sumbar. Intinya, jadwal Irwan tetap padat kendati tak lagi menjadi gubernur Sumbar. (*)
sumber: Padang Ekspres, 19 Agustus 2015
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 19, 2015
posted by @Adimin
Sudah Biasa dengan Hidup Sederhana
Sebagai seorang yang diberi amanah memimpin Sumbar, Irwan Prayitno diberikan peluang menggunakan fasilitas negara sepuas-puasnya untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Mulai dari rumah dinas, mobil dinas, fasilitas tiket pesawat kelas eksekutif. Namun, bagi seorang Irwan Prayitno sangat takut menggunakan fasilitas tersebut.
Irwan Prayitno lebih memilih berhemat menggunakannya. Sikap hemat tersebut dilakukan, karena Irwan Prayitno menyadari seluruh fasilitas tersebut dibiayai APBD yang berasal dari uang rakyat. Sikap hemat tersebut sebenarnya sudah lama menjadi gaya hidup Irwan Prayitno sejak dulu, sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Satu kebiasaan Irwan Prayitno saat bepergian melaksanakan aktivitas, lebih suka memilih naik bus angkutan umum.
Bahkan tak jarang dirinya berdiri bergelantungan di atas bus, karena tidak mendapat kursi duduk. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak dulu, sewaktu muda, hingga sekarang. Diakuinya, selama sering naik bus, banyak yang tidak mengetahui dirinya seorang Gubernur Sumbar. Dalam situasi yang berdesak-desakan, Irwan Prayitno tidak pernah minder dan selalu rileks bergelantungan dalam sebuah bus.
Kesederhanaan Irwan Prayitno juga terlihat dengan lebih memilih penerbangan kelas ekonomi kemanapun pergi. Pengalaman Irwan Prayitno yang menarik saat berangkat dengan penerbangan kelas ekonomi Garuda GA 162 tujuan Padang-Jakarta. Dirinya, saat itu bertemu dengan sastrawan dan budayawan Taufik Ismail.
“Saya benar-benar tak percaya. Mungkin bagi orang lain tidak, namun menurut saya ada gubernur yang duduk di kelas ekonomi dalam sebuah penerbangan, ini adalah istimewa. Sangat istimewa,” ujar Taufik Ismail menuturkan kisahnya pada pertemuan tak sengaja dengan Irwan Prayitno dikutip dari laman Kesaksian Taufik Ismail tentang Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Beredar Foto Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Diceritakan Taufik, ketidakpercayaannya itu bermula ketika ia melihat Irwan Prayitno melangkah ke ruang di kelas ekonomi penerbangan itu. Ruang di mana rakyat badarai memilih tempat duduk, sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Sebagai seorang gubernur, tentu tidak satu penumpang pun yang akan berkecil hati, jika Irwan Prayitno duduk di eksekutif atau business class yang nyaman.
“Saya sudah lama juga hidup, sering naik pesawat bersama banyak orang, mulai dari pejabat tinggi hingga orang biasa. Bagi saya, ada gubernur rendah hati seperti ini, adalah obat. Ia tak berjarak dengan rakyat. Ia tampil apa adanya. Bagi saya, ini adalah sebuah keteladanan,” katanya.
Irwan Prayitno tidak mau terlalu jauh membahas soal seringnya dirinya berangkat dengan penerbangan di kelas ekonomi. Karena memang tidak ada maksud apapun, tetapi hanya karena sudah terbiasa saja.
“Duduk di pesawat itu bukan karena duduk di kelas ekonomi atau eksekutif. Tetapi nikmatnya naik pesawat itu adalah saat tertidur dan ketika landing terbangun,” ujarnya sambil tertawa.
Sikap hidup hemat lainnya Irwan Prayitno dengan tidak pernah menggunakan mobil dinas baru selama empat tahun menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Dirinya justru lebih memilih menggunakan mobil dinas yang lama dan sudah bekas. “Jika ada mobil dinas yang lama yang masih bagus dan bisa digunakan, kenapa harus gunakan mobil baru, yang dibeli dengan menggunakan uang rakyat,” terangnya.
Irwan Prayitno juga lebih banyak menggunakan mobil pribadinya untuk bepergian melaksanakan tugas sebagai gubernur. Begitu juga saat dalam perjalanan kunjungan ke daerah. Irwan Prayitno tidak terlalu patuh dengan aturan protokoler saat menentukan rumah makan yang layak untuknya istirahat. Irwan bahkan lebih sering singgah ke warung biasa, saat istirahat untuk makan dan shalat.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 19, 2015
Sumber: Humas PKS Solo
posted by @Adimin
Salim Segaf: Lurusnya Orientasi, Kunci Kemenangan Pilkada
SURAKARTA (16/8) – Ketua Majelis Syuro (MS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menyampaikan menempatkan orientasi yang benar dalam hajatan demokrasi adalah kunci kemenangan.
"Menempatkan orientasi untuk bekerja dan melayani sepenuh hati dalam menjalankan setiap program pemenangan pasangan calon (kepala daerah) adalah kunci dari setiap kemenangan (Pilkada),” ujar Salim.
Salim menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam kegiatan “Konsolidasi Kader PKS Kota Solo Menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah” di Hotel Syariah Arini Surakarta, Ahad (16/8).
Lebih lanjut Salim juga berpesan agar setiap kemenangan yang diperoleh PKS dalam Pilkada harus dihayati sebagai ajang kontribusi untuk masyarakat.
“Jadi, sebagai kader PKS, Pilkada bukanlah sekedar ajang mengejar euforia kemenangan. Tetapi bagaimana menggunakan kemenangan itu untuk berkontribusi kepada masyarakat," jelasnya.
Kunjungan Salim di Kota Surakarta ini adalah kunjungannya ke daerah yang pertama kali setelah menjabat sebagai Ketua MS PKS. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan motivasi kader dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2015.
Seperti diketahui, PKS Kota Surakarta adalah salah satu pengusung Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri (AFI).
Konsolidasi kader PKS yang diikuti ratusan kader dari setiap jenjang struktur ini adalah agenda rutin untuk melakukan perencanaan program dan evaluasi secara berkala. Selain itu dalam setiap pertemuan kader dilaksanakan penggalangan dana sukarela untuk membiayai program yang telah ditetapkan. Sebagaimana semboyan partai ini "Sunduquna juyubuna" (kas kami adalah dari kantong-kantong kami sendiri).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
August 19, 2015
posted by @Adimin
Jazuli: Buktikan Indonesia Berkarakter, Adil, dan Sejahtera
Jakarta (17/8 - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengatakan, dalam momentum Hari Proklamasi Republik Indonesia (RI) yang ke-70 tahun, semua pihak menginginkan Indonesia kembali berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera.
"Pemerintah harus bekerja lebih keras, cerdas, dan terarah untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kita semua ingin Indonesia seperti imajinasi para pendiri republik dan cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam konstitusi," kata Jazuli di Jakarta, Senin (17/8).
Oleh karena itu, kata Jazuli, Fraksi PKS mengajak semua pihak, khususnya Pemerintah sebagai nakhoda RI untuk berefleksi ‘Sudahkah kita merdeka dalam arti sebenarnya?’
"Bung Karno pernah berkata setiap bangsa sejatinya punya kepribadian sendiri. Pendiri republik pun telah mencanangkan kepribadian kita dalam sila-sila Pancasila dan UUD 1945. Masihkah kita menjadikannya pedoman kehidupan berbangsa?" tanya Jazuli.
Menurut legislator asal Banten itu, dalam pandangan Fraksi PKS, sejumlah kebijakan pemerintah saat ini menjauhi jargon Nawacita yang telah dicanangkan. Di antaranya kenaikan harga karena sejumlah subsidi rakyat (BBM, TDL) dicabut, kebijakan importasi, penjualan aset, dan hutang luar negeri yang bertambah.
“Kami mohon pemerintah tidak lagi membuat kebijakan yang menyulitkan ekonomi rakyat dan fokus pada kebijakan yang prorakyat berbasis kemandirian dan kedaulatan dalam negeri,” ujarnya.
Meski begitu, masih menurut Jazuli, beberapa program pemerintah disambut positif Fraksi PKS. Di antaranya membangun dari pinggiran (daerah-daerah dan desa-desa), pengarusutamaan pembangunan maritim, serta reformasi agraria.
"FPKS DPR akan berlaku objektif. Selama program atau kebijakan pemrintah prorakyat, Fraksi PKS akan menjadi yang pertama mendukungnya. Tapi sebaliknya jika menyengsarakan rakyat, Fraksi PKS terdepan dalam mengkritik dan menghadangnya," pungkas Anggota DPR RI yang duduk di Komisi III itu.
Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RIposted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 18, 2015
“Kita samakan langkah, kanan kiri, begitu langkahnya sama, kita perpanjang dan percepat langkahnya. Jadi jika bangsa ini mau maju harus satukan langkah,” ujar Marwah yang sukses membawa timnya mengalahkan tim Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam perlombaan bakiak.
Pada kesempatan itu, Marwah juga menyampaikan pesan kepada putra-putri bangsa untuk tidak ragu berpartisipasi dalam dunia politik. Menurutnya, politik itu mulia, tergantung niat individu berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.
“Pesan saya kepada sahabat-sahabatku semua, juga anak-anakku sekalian, politik itu mulia. Politik itu juga perjuangan. Nah, tergantung niat kita ingin membangun bangsa ini lebih baik. Melalui politik ini kita pikirkan bagaimana bangsa ini ke depan,” pesannya.
Sementara, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menambahkan untuk menjadi bangsa yang besar, Indonesia memiliki tiga modal besar. Salah satunya bonus demografi, yaitu jumlah anak-anak bangsa yang produktif lebih banyak daripada yang tidak produktif.
“Kita punya 3 modal besar untuk menjadi bangsa besar. Pertama, sense of belonging, rasa kepemilikan bangsa ini luar biasa. Kedua, sense of togetherness, rasa kebersamaan, walaupun berbeda tapi kita bisa kerja sama. Ketiga,trustworthiness, rasa kepercayaan. Sebagai muslim kita harus selalu berbaik sangka dulu. Nah apabila terbukti tidak benar kita serahkan pada hukum,” papar Sohibul Iman.
Seperti diketahui, DPP PKS memperingati HUT RI ke-70 dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari upacara bendera, pemberian apresiasi kepada para veteran, hingga berbagai perlombaan. Turut memeriahkan acara antara lain para pengurus DPP PKS, kader, simpatisan, serta masyarakat sekitar. [pks.id]
posted by @Adimin
Satukan Langkah Kunci Majukan Indonesia
Written By Anonymous on 18 August, 2015 | August 18, 2015
![]() |
| Photo: Muhammad Hilal | Relawan PKS Foto |
JAKARTA (17/8) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Marwah Daud Ibrahim mengatakan Bangsa Indonesia harus satukan langkah apabila ingin maju. Marwah menyampaikan hal ini saat berpartisipasi dalam perayaan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Senin (17/8).
“Kita samakan langkah, kanan kiri, begitu langkahnya sama, kita perpanjang dan percepat langkahnya. Jadi jika bangsa ini mau maju harus satukan langkah,” ujar Marwah yang sukses membawa timnya mengalahkan tim Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam perlombaan bakiak.
Pada kesempatan itu, Marwah juga menyampaikan pesan kepada putra-putri bangsa untuk tidak ragu berpartisipasi dalam dunia politik. Menurutnya, politik itu mulia, tergantung niat individu berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.
“Pesan saya kepada sahabat-sahabatku semua, juga anak-anakku sekalian, politik itu mulia. Politik itu juga perjuangan. Nah, tergantung niat kita ingin membangun bangsa ini lebih baik. Melalui politik ini kita pikirkan bagaimana bangsa ini ke depan,” pesannya.
Sementara, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menambahkan untuk menjadi bangsa yang besar, Indonesia memiliki tiga modal besar. Salah satunya bonus demografi, yaitu jumlah anak-anak bangsa yang produktif lebih banyak daripada yang tidak produktif.
“Kita punya 3 modal besar untuk menjadi bangsa besar. Pertama, sense of belonging, rasa kepemilikan bangsa ini luar biasa. Kedua, sense of togetherness, rasa kebersamaan, walaupun berbeda tapi kita bisa kerja sama. Ketiga,trustworthiness, rasa kepercayaan. Sebagai muslim kita harus selalu berbaik sangka dulu. Nah apabila terbukti tidak benar kita serahkan pada hukum,” papar Sohibul Iman.
Seperti diketahui, DPP PKS memperingati HUT RI ke-70 dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari upacara bendera, pemberian apresiasi kepada para veteran, hingga berbagai perlombaan. Turut memeriahkan acara antara lain para pengurus DPP PKS, kader, simpatisan, serta masyarakat sekitar. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Marwah Daud Ibrahim (kanan) saat menyampaikan sepatah dua kata di peserta peringatan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (17/8).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN

