Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 12, 2015
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Investigasi Beredarnya Beras Impor Ilegal
Written By Anonymous on 12 November, 2015 | November 12, 2015
JAKARTA (11/11) – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Rofi Munawar meminta pemerintah serius melakukan investigasi terhadap beredarnya beras impor asal Vietnam yang masuk dan beredar secara ilegal di Sumatera. Jika tidak ada respon yang baik dari pemerintah, dipastikan beras ilegal ini akan membanjiri sentra-sentra beras utama di Sumatera.
“Sejatinya temuan beras Vietnam ilegal ini sudah diketahui pemerintah dan bulog sejak lama, namun mereka seakan enggan melakukan investigasi terhadap masalah ini. Jika saja ada keseriusan pemerintah, tentu saja masalah tata niaga beras tidak akan berlarut–larut,” kata Rofi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/11).
Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jambi Laode Amijaya Kamaludin menyebutkan beras Vietnam ilegal yang masuk ke Indonesia mencapai 4 juta ton per tahun. Beras Vietnam ini ilegal karena importasinya tidak dilakukan oleh Perum Bulog dan tidak tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS).
Situasi ini ditegaskan oleh peneliti beras dari Universitas Cantho Vietnam yang menyebutkan produksi beras Vietnam mengalami surplus 6-7 juta ton per tahun. Kelebihan produksi tersebut diserap oleh Cina sebanyak 2 juta ton, Indonesia 1-1,5 juta ton, dan Filipina 0,5-1 juta ton.
“Pemerintah menegaskan tidak akan melakukan importasi beras di Tahun 2015, namun dalam perkembangannya wacana impor datang silih berganti dari pihak pemerintah sendiri. Sejalan dengan itu, proses audit kebutuhan data beras nasional tidak kunjung sinkron antara kementerian teknis, otoritas data, dan konsumen,” kata Rofi.
Politisi PKS ini menyatakan keberadaan beras impor ilegal telah meresahkan petani lokal karena komoditas ini harganya lebih murah, mudah disamarkan, dan sulit dideteksi perbedaannya dengan beras lokal. Melihat kondisi tersebut, ia menyarankan pemerintah untuk melakukan hal-hal berikut.
Pertama, secara teknis melakukan verifikasi dan identifikasi pintu-pintu masuk tidak resmi yang seringkali dijadikan tempat masuk beras impor ilegal. Kedua, penguatan regulasi dengan membangun sistem koordinasi yang efisien antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Bulog dan aparat penegak hukum berbasis real time dan terintegrasi. Ketiga, penegakan hukum yang serius terhadap pelaku penyeludupan beras ilegal baik secara administratif maupun hukum positif agar mampu memberikan efek jera.
“Keberadaan beras impor ilegal dikhawatirkan menjadi salah satu basis data pemerintah terkait kesediaan cadangan beras nasional. Apa yang kita anggap beras lokal ternyata campuran beras impor ilegal, hal ini perlu diversifikasi secara serius,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi ini. [pks.id]
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RIposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
KIPRAH KAMI,
NEWS,
Opini,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS: Pahlawan Bukan Gelar Bawaan atau Rekaan
Written By Anonymous on 11 November, 2015 | November 11, 2015
JAKARTA (11/11) - Hari Pahlawan Nasional di Indonesia diperingati setiap 10 November. Artinya, hari ini (Selasa, 20/11) rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan.
Bagi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, pahlawan bukan gelar bawaan atau rekaan, tapi penghormatan atas jasa-jasa bagi nusa dan bangsa.
"Mari berkarya tuk rakyat dan negeri tercinta," kata dia lewat akun @msi_sohibuliman, Selasa (10/11).
Menurut anggota DPR ini, hakikat kepahlawanan adalah kontribusi dan dedikasi, bukan atribusi. Berkarya nyata lebih esensi daripada gelar itu sendiri. "Ayo berkarya!" ajaknya.
Ia menjelaskan, menjadi pahlawan tidak harus muluk-muluk. Mulailah dari hal-hal kecil. Berlaku jujur itu ciri seorang pahlawan. Tidak malas itu ciri seorang pahlawan. Tidak memgambil hak orang lain itu ciri seorang pahlawan. Mau memberi dan berbagi itu ciri seorang pahlawan.
"Dan menjaga kepentingan dan ketertiban umum itu juga ciri pahlawan," demikian Sohibul Iman. [pks.id]
Sumber: http://www.rmol.co/posted by @Adimin
November 11, 2015
Hari Pahlawan Momentum Inspirasi Bagi Generasi Muda
JAKARTA (11/11) - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan momentum Hari Pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, Hidayat menolak jika muncul anggapan bahwa hari yang biasa diperingati setiap tanggal 10 November ini peristiwa masa lalu semata.
"Abad 21 ini menantang. Banyak tokoh hebat yang menciptakan media sosial (twitter, facebook, whatsapp) yang memengaruhi pola hidup kita. Kalau anak-anak muda kita mengacu pada orang zaman dulu, orang Indonesia seperti sekarang adalah tokoh hebat. Orang di luar negeri itu sama dengan kita, sama-sama manusia," papar Hidayat saat talkshow Radio Republik Indonesia (RRI) di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, Selasa (10/11).
Anggota Komisi Pendidikan DPR ini juga menilai bahwa inspirasi yang berasal dari sejarah itu harus dibangun dari adanya perbaikan dalam sistem pendidikan sejarah di Indonesia. Mulai dari tingka Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah, hingga perguruan tinggi. Atas dasar ini, Hidayat mendorong buku-buku sejarah bermutu agar segera disebarluaskan hingga ke pelosok Indonesia, khususnya di daerah terpencil yang minim pendidikan sejarah, baik guru maupun bukunya.
“Kita tidak hidup di ruang kosong. Kita hidup dengan situasi di Indonesia. Daripada kita sekadar pelangkap data statistik,kita bisa jadi seorang pahlawan. Kita lihat sejarah, pahlawan berasal dari beragam suku dan latar profesi. Walaupun tidak harus dicita-citakan, kita bisa jadi pahlawan,” jelas doktor lulusan Universitas Islam Madinah Saudi Arabia ini. [pks.id]
posted by @Adimin
November 10, 2015
Salim Segaf: Kader PKS, Teruslah Berprestasi
Written By Anonymous on 10 November, 2015 | November 10, 2015
Tegal (10/11) - Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri berpesan kepada kader PKS untuk terus berkiprah di masyarakat. Terus mengukir prestasi dalam melayani umat.
"Tetap jaga semangat yang kuat dan terus berprestasi, lakukan pendekatan kepada umat dan tokoh-tokoh yang ada di daerah agar termotivasi untuk selalu bekerja keras," ujar Salim dalam silaturahmi dengan kader PKS Kabupaten/Kota Tegal di Gedung Politeknik Transportasi Kota Tegal, Ahad (8/11/2015).
Salim mengatakan PKS lahir untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negeri. Sehingga slogan baru PKS “Berkhidmat untuk Rakyat” memang sudah menjadi kerjaan PKS sejak dulu.
Hadir dalam pertemuan itu sekitar 500 kader PKS dari Tegal, Brebes, Pemalang dan Pekalongan. Selepas memberi motivasi dalam pertemuan itu, para kader PKS mengunjungi undangan Haul ke-83 Syekh Armia bin Kurdi di Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syekh Armia, Cikura, Bojong. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dalam silaturahmi dengan kader PKS Kabupaten/Kota Tegal di Gedung Politeknik Transportasi Kota Tegal, Ahad (8/11/2015).
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
SEPUTAR PKS,
TOKOH
November 07, 2015
posted by @Adimin
Pantai Padang Semakin Rancak Tanpa Lapak-Lapak
Written By Anonymous on 07 November, 2015 | November 07, 2015
PADANG- Mulai sekarang dan seterusnya, kawasan Pantai Padang sebelah barat Danau Cimpago, Purus, telah bebas dari lapak-lapak pedagang yang semrawut. Pasalnya, ratusan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu Kepolisian dan TNI membongkar puluhan lapak-lapak di kawasan itu, Kamis (5/11). Pedagang juga dibantu memindahkan barang-barang mereka ke lokasi Lapau Panjang Cimpago (LPC) yang disediakan Pemerintah Kota Padang untuk menampung para pedagang yang selama ini berdagang di bibir pantai.
Menurut Walikota Padang H. Mahyeldi Dt. Marajo, pemindahan pedagang ke LPC dilakukan guna penataan Pantai Padang . ‘’Jika selama ini keberadaan lapak di bibir pantai menutupi pemandangan pengunjung ke laut lepas, sekarang pedagang lebih nyaman menikmati pemandangan Pantai Padang yang indah,’’ kata Mahyeldi.
Walikota Mahyeldi menambahkan, pembangunan LPC yang merupakan bantuan dari sejumlah perusahaan dan perbankan di Kota Padang disediakan bagi pedagang tersebut. Ada 11 blok yang terdiri dari 110 petak yang bias menampung 110 pedagang. ‘’Saat ini pembangunannya sudah hampir selesai semua dan sudah bisa ditempati pedagang. Tinggal 1 blok lagi yang dalam rencana pembangunan pada 2016 nanti,’’ imbuh Wako.
Ia berharap, dengan tidak ada lagi lapak-lapak di sepanjang bibir pantai tersebut akan membuat obyek wisata ini menjadi nyaman dikunjungi oleh keluarga baik dari Kota Padang sendiri maupun wisatawan dari luar. ‘’Kita merancang kawasan Pantai Padang sebagai lokasi wisata keluarga, untuk itu penataannya harus lebih mengacu pada konsep yang baik. Ada lokasi kuliner, jogging track dan olah raga lainnya,’’ sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada 2016 nanti akan dilanjutkan penataan Pantai Padang yang merupakan bagian dari konsep Kawasan Wisata Terpadu (KWT). ‘’Nantinya di sebelah pantai akan dibangun jalur baru sebagai akses jalan yang lebih baik,’’ kata Wako.
Terkait pembongkaran yang dilakukan siang ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Padang Medi Iswandi mengatakan, penertiban ini sudah dibicarakan dengan pedagang sehingga tidak ada lagi penolakan dari pedagang.
‘’Kendati demikian kita tetap mengantisipasi supaya tidak timbul penolakan yang disebabkan adanya oknum yang mencoba memprovokasi pedagang. Sebab, masih ada sebagian pedagang yang tidak merasa diakomodir lantaran sebelumnya mereka merupakan pedagang yang tidak termasuk daftar Disbudpar. Sedangkan pedagang yang sebelumnya merupakan pemilik tenda ceper, kita minta untuk berkomitmen dan terlebih dulu dibina agar tidak membuka praktik-praktik yang tidak benar,’’ ujar Kadis.
Ia cukup puas dengan penertiban yang dilaksanakan karena berhasil mengosongkan kawasan pantai dari bangunan-bangunan. Pada penertiban ini juga turun Camat Padang Barat Arfian dan Muspika serta Lurah Purus Salman. (DU-HumasKotaPadang)
Label:
BERITA FOTO,
KIPRAH KAMI,
TOPIK PILIHAN
November 07, 2015
Belajar Trendi Syari Tanpa Glamor di Arena Mukernas PKS
DEPOK (3/11) – Berbusana muslimah seringkali dikonotasikan dengan gaya pakaian perempuan Islam yang kuno dan jauh dari perkembangan zaman. Karena kerap tercitrakan demikian, muslimah yang bersemangat berpakaian Islami justru seringkali malah terjebak pada gaya pakaian 'menutup aurat' tapi glamor, mahal, bahkan tidak syari.
Menurut pelaku bisnis busana muslim brand Keke, Hartati Desi Yanti, muslimah memang sudah seharusnya berpakaian menutup aurat sesuai kewajiban yang disyariatkan Islam. Namun Desi menegaskan, berpakaian Islami tapi trendi tidak harus bersifat glamor dan menguras banyak uang dengan tetap memperhatikan unsur syariah.
“Siapapun sebenarnya, bisa bergaya trendi namun tetap syar’i," ujar Desi dalam talkshow bertema 'Yang Muda, Yang Bergaya: Hijab Style dan Perawatan Wajah' di arena Mukernas ke-4 PKS, di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Desi mengatakan, busana perempuan sudah seharusnya menutup aurat. “Namun, pemilihan warna dapat bersifat trendi, cerah, dan coraknya yang floral”, tutur Desi.
Perwakilan dari Kosmetik Wardah Echa Novita pun menjelaskan tips untuk tetap terlihat cantik namun tetap natural. “Yaitu gunakan warna putih, krem, dipadukan dengan warna coklat. Untuk eye shadow dan blush on,usahakan jangan memakai warna-warna yang ngejreng,” tutur Echa.
Acara tutorial Hijab ini adalah bagian dari menyemarakkan acara Mukernas ke-4 PKS. Selain talkshowkemuslimahan ini, Mukernas juga dimeriahkan oleh talkshow “Let Your Hands Making Money” yang diisi dari Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Rendy Saputra. [kabarpks.com]
Keterangan Foto: Suasana Bazar di Mukernas ke-4 PKS
posted by @Adimin
Menurut pelaku bisnis busana muslim brand Keke, Hartati Desi Yanti, muslimah memang sudah seharusnya berpakaian menutup aurat sesuai kewajiban yang disyariatkan Islam. Namun Desi menegaskan, berpakaian Islami tapi trendi tidak harus bersifat glamor dan menguras banyak uang dengan tetap memperhatikan unsur syariah.
“Siapapun sebenarnya, bisa bergaya trendi namun tetap syar’i," ujar Desi dalam talkshow bertema 'Yang Muda, Yang Bergaya: Hijab Style dan Perawatan Wajah' di arena Mukernas ke-4 PKS, di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Desi mengatakan, busana perempuan sudah seharusnya menutup aurat. “Namun, pemilihan warna dapat bersifat trendi, cerah, dan coraknya yang floral”, tutur Desi.
Perwakilan dari Kosmetik Wardah Echa Novita pun menjelaskan tips untuk tetap terlihat cantik namun tetap natural. “Yaitu gunakan warna putih, krem, dipadukan dengan warna coklat. Untuk eye shadow dan blush on,usahakan jangan memakai warna-warna yang ngejreng,” tutur Echa.
Acara tutorial Hijab ini adalah bagian dari menyemarakkan acara Mukernas ke-4 PKS. Selain talkshowkemuslimahan ini, Mukernas juga dimeriahkan oleh talkshow “Let Your Hands Making Money” yang diisi dari Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Rendy Saputra. [kabarpks.com]
Keterangan Foto: Suasana Bazar di Mukernas ke-4 PKS
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2015
posted by @Adimin
Habib Salim Segaf: Jangan Terburu Mengambil Buah Perjuangan
Written By Anonymous on 06 November, 2015 | November 06, 2015
DEPOK (5/11) --Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri memberikan nasihat kepada kader-kader PKS yang hadir dalam Mukernas ke-4 di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11).
Habib Salim mengingatkan agar para kader betul-betul memperhatikan aspek yang pokok dalam agama. Jangan sampai demi kepentingan sesaat, kaidah pokok dalam agama dilanggar. "Jangan sekali-kali sesuatu yang fundamental dilanggar demi kepentingan sesaat," papar Habib Salim Segaf.
Habib Salim menekankan setiap perjuangan tak menghasilkan sesuatu yang instan. Amanah harus tetap dipegang erat-erat. "Jangan terburu buru mengambil buah perjuangan, semua pasti ada waktunya," ujar dia."Kalau mereka memperebutkan dunia, biarlah mereka ambil," tambah Habib Salim Segaf.
Habib Salim mengingatkan pengorbanan besar kaum Anshar setelah perang Hunain. Mereka tidak mendapat harta rampasan perang. Justru kaum Muslimin Makkah yang baru masuk Islam mendapatkan bagian tersebut.
Rasulullah SAW saat itu bersabda kepada kaum Anshar, "Apakah kalian tidak senang mereka pulang membawa harta sementara kalian pulang membawa Rasulullah. Sungguh jika bukan hijrah aku tentu bagian dari Anshar."
"Biarkan mereka mengambil harta, sementara kita hanya fokus pada keberkahan dan perjuangan," seru Habib Salim Segaf.
Habib Salim yakin barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memenangkan golongan tersebut. "Menangkanlah Allah dalam akhlak, menangkan Allah dalam politik, menangkan Allah dalam seluruh aspek," urai Habib Salim Segaf. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, Habib Salim Segaf Aljufri sedang memberikan tausiyah kepada peserta Mukernas PKS, di Depok, Jawa Barat, Rabu, (4/11/2015). Fotografer: Asky Oktaria/HumasDPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2015
posted by @Adimin
Tips Habib Salim Segaf Agar Rumah Tangga Makin Mesra
DEPOK (5/11) --Ketahanan keluarga menjadi salah satu sorotan Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri saat menutup Mukernas PKS di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11).
Habib Salim berpesan kepada kader-kader PKS agar menjadi teladan dalam membangun rumah tangga. Kader PKS harus mendapat pengetahuan mengenai keluarga sakinah. Pelatihan-pelatihan untuk keluarga harus terus dilakukan. "Ketahanan keluarga kader adalah teladan bagi masyarakat," tutur Habib Salim.
Suami istri, papar Habib Salim, harus kembali merefleksikan apa saja hak dan kewajiban mereka. Ilmu tentang ketahanan keluarga ini diserukan Habib Salim untuk diberikan ke semua keluarga. "Baik yang baru menikah maupun yang sudah lama," ungkap dia.
Habib Salim pun lantas memberikan tips agar rumah tangga bisa benar-benar menjadi sakinah. "Sering-seringlah ungkapkan perkataan yang indah," kata Habib Salim memulai tipsnya.
"Jika suami pulang matikan lampu. Kalau suami tanya kenapa lampu dimatikan jawablah, 'sinar wajahmu sudah menerangi rumah ini'," papar Habib Salim yang disambut senyum merekah peserta Mukernas PKS. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, Habib Salim Segaf Aljufri sedang memberikan tausiyah kepada peserta Mukernas PKS, di Depok, Jawa Barat, Rabu, (4/11/2015). Fotografer: Asky Oktaria/HumasDPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2015
posted by @Adimin
Salim Segaf Apresiasi Kader yang Berjuang di Genta PKS
DEPOK (5/11) -- Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri mengapresiasi kerja-kerja kader PKS dalam Gerakan Nasional Tanggap Asap (#GentaPKS).
"Saya bangga dan bersyukur kepada Allah atas kerja keras kader yang luar biasa," papar Habib Salim dalam pidato penutupan Mukernas PKS 2015, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Menteri Sosial di era Pemerintahan Presiden SBY ini melihat kerja-kerja kader dalam #GentaPKS tak mengenal lelah. "Mereka berbulan-bulan terpapar asap dan bekerja keras membantu masyarakat," imbuh dia.
Habib Salim juga mengapresiasi Fraksi PKS DPR RI yang menyumbangkan hampir Rp 600 juta dana kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Inisiasi FPKS DPR RI tersebut lantas diikuti kader dan simpatisan dalam
Musyawarah Wilayah dan Musyawarah Daerah untuk turut menyumbangkan hartanya bagi korban bencana asap."Rasul SAW bersabda, 'Barangsiapa keluar dari rumah untuk membuat orang lain bahagia itu lebih bagus dibandingkan iktikaf di masjidku selama sebulan'," tutup Habib Salim. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, Habib Salim Segaf Aljufri sedang memberikan tausiyah kepada peserta Mukernas PKS, di Depok, Jawa Barat, Rabu, (4/11/2015). Fotografer: Asky Oktaria/HumasDPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2015
posted by @Adimin
PKS Pakai Sistem Pencalegan Dini di Pemilu 2019
DEPOK (5/11) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan perolehan suara nasional pada Pemilu 2019 mendatang mencapai 12 persen. Salah satu strateginya, PKS akan menerapkan sistem pencalegan dini.
"Salah satu langkah yang akan kami lakukan adalah pencalegan dini," ujar Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam konferensi pers usai penutupan Mukernas ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Menurut Sohibul Iman, dalam beberapa pemilu terakhir ketika proses pencalegan dilakukan dalam waktu berdekatan dengan pemilu, para caleg tidak memiliki kesempatan yang luas untuk berinteraksi dengan daerah pemilihannya.
"Dengan sistem pencalegan dini, para caleg punya kesempatan luas untuk berinteraksi dengan konstituennya," ucapnya.
Sistem ini menurut dia, berkaitan dengan misi besar PKS dalam lima tahun ke depan yaitu berkhidmat untuk rakyat. Artinya, lanjut Sohibul Iman, setiap kader PKS harus terus bekerja untuk rakyat.
Proses pencalegan tersebut, lanjutnya, akan dilakukan PKS dua tahun sebelum Pemilu, yaitu tahun 2017.
"Kami meminta kepada seluruh kader sejak Munas kemarin dan seterusnya untuk bekerja berkhidmat untuk rakyat. Kami sangat yakin bahwa keterlibatan total dari kader dalam berkhidmat kepada rakyat akan mengantarkan kepada suara yang realistis 12 persen," pungkasnya. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS, M Sohibul Iman (kiri) bersama Wakil Ketua Majelis Syuro (Waka MS) Hidayat Nur Wahid sedang melakukan konferensi pers penutupan Mukernas PKS, diDepok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015). Fotografer: Khairuddin Safri/Humas DPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 05, 2015
posted by @Adimin
34 DPW PKS se-Indonesia Teken Komitmen Kerja untuk Rakyat
Written By Anonymous on 05 November, 2015 | November 05, 2015
DEPOK (4/11) - Para pimpinan PKS tingkat pusat dan wilayah berkumpul di Depok, Jawa Barat, untuk bermusyawarah merumuskan program nasional pelayanan untuk rakyat. Dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) itu, 34 ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia menandatangani komitmen siap bekerja untuk rakyat.
Penandatanganan komitmen dilakukan dalam penutupan Mukernas ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Satu persatu ketua DPW PKS dipanggil ke atas panggung penutupan Mukernas, lalu menandatangani kolom DPW masing-masing di atas karton putih besar berukuran 1x2 meter. Setelah seluruh ketua DPW PKS bergantian membubuhkan tanda tangan komitmen, ditutup dengan pengesahan oleh tanda tangan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, dan Sekjen Taufik Ridlo.
Setelah prosesi penandatanganan tersebut, Sohibul Iman menyerahkan secara simbolis dokumen renstra PKS 2015-2020 kepada Ketua DPW Aceh, Papua Barat, dan Jawa Barat.
"Insya Allah PKS akan muncul jadi partai papan atas dengan melayani bangsa dan negara," kata Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri dalam pidato penutupan Mukernas.
Salim berpesan rencana strategis yang sudah tersusun harus dijalankan sebaik-baiknya oleh seluruh jajaran pengurus pusat hingga wilayah.
"Lakukanlah aksi nyata, bergeraklah beramal. Kita tidak dilatih hanya untuk retorika saja," ungkap dia.
PKS sukses menggelar Mukernas selama dua hari sejak Selasa (3/11) hingga Rabu (4/11) di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat. Mukernas PKS dihadiri 340 unsur pimpinan DPW, 233 unsur pimpinan DPP, MSP dan DSP, serta 150 tamu undangan ini menghasilkan 70 program strategis nasional selama lima tahun ke depan. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kanan) melihat Komitmen Kerja yang telah ditandatangani para Ketua DPW PKS se-Indonesia pada penutupan Mukernas IV PKS di Depok, Rabu (4/11/2015). Foto - Asky Oktaria / HumasDPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN






