Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 25, 2016
posted by @Adimin
Pesan Habibie untuk PKS
Written By Anonymous on 25 April, 2016 | April 25, 2016
Jakarta (24/4) - Presiden ke-3 RI BJ Habibie menyampaikan pesan kepada PKS untuk memperhatikan output budaya yang bersinergi dengan iman dan takwa.
"Anda itu harus mengalami proses pembudayaan nilainya, outputnya, iman dan takwa," ujar Habibie saat menyampaikan "Leadership Talks" pada acara puncak Milad ke-18 PKS di Ballroom Kartika Chandra Jakarta, Ahad (24/4/2016)
Namun menurutnya, hal tersebut tidak cukup. Ada satu aspek penting yang acapkali terlupakan.
"Tidak cukup. Anda harus tampil dibidangnya. Sehingga bersinergi budaya, agama, dan keterampilan," paparnya.
Tidak hanya itu, Habibie secara eksplisit menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir (kader PKS, red), terutama kepada para pejabat agar memperjuangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
"Pimpinan dimanapun anda berada, perjuangkan supaya SDM Indonesia unggul. Semua barang yang anda manfaatkan, mulai dari kapal terbang, cangkir, gelas, apapun juga, itu harus karya bangsa kita sendiri," terangnya.
Habibie juga mengingatkan agar sebagai partai politik jangan mengejar kekuasaan, melainkan bagaimana caranya tiap keluarga yang kita pimpin semangat memberi manfaat di sekitarnya.
"Tidak mungkin anda operasi tapi tidak punya prasarananya. Saya juga bilang anda menguasai infrastruktur politik. Anda pimpin bangsa, untuk secara damai meningkatkan kesejahteraan agar tiap keluarga menjadi mata air yang siap bersaing. Anda tidak akan dapat itu kalau kejar kekuasaan," pungkas Habibie.
Keterangan Foto: Presiden RI ke-3 BJ Habibie
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 25, 2016
posted by @Adimin
Sohibul Iman Ungkap Tiga Tantangan PKS Pada Usia 18 Tahun
Jakarta (24/4) -- PKS genap berusia 18 tahun sejak dilahirkan 20 April 1998 silam. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengungkapkan, dalam usia 18 tahun ada banyak yang sudah dilalui partai yang dilahirkan oleh rahim reformasi ini.
Secara umum, Sohibul Iman mencatat ada tiga tantangan besar PKS sebagai partai politik pada usianya yang sekarang.
Pertama, papar Sohibul, ada tantangan pada aspek prosedural. Tata aturan atau prosedur partai politik dalam berkontestasi di Indonesia harus diikuti PKS sebagai entitas demokrasi.
"Pertama, aspek prosedural. Baik itu prosedur ketika pilkada, ketika pilpres dan alhamdulillah kita sudah menjalankan dengan baik," kata Sohibul Iman dalam pidato politik memperingati Milad 18 PKS di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Ahad (24/4/2016).
Sohibul Iman mewanti-wanti para kader agar jangan sampai berhenti dan terjebak dalam hal- hal prosedural semata.
Selanjutnya ada tantangan dalam aspek subtansial. Di Indonesia, demokrasi belum berjalan secara substantif. Ia mengatakan masih maraknya politik uang menjadi tantangan tersendiri demokrasi di Tanah Air.
"Kedua, aspek substansial. Di demokrasi kita masih terjadi marak money politic. Hal ini terjadi disebabkan lemahnya substansi," kata Sohibul.
Ketiga, lanjut Sohibul, tantangan yang meski dilihat adalah aspek institusional. Institusional di Indonesia, ungkap Sohibul, kerap tidak konsisten atau ajeg. Institusi apapun termasuk politik hanya sering melihat larangan-larangan dibanding keluwesan berbalut aturan dan disiplin.
"Ibaratnya kita lebih sering mikir soal lampu merah padahal ada lampu hijau, ujar dia.
Salah satu masalah institusional yang nampak adalah munculnya raja-raja kecil di daerah. "Bahasa saya muncul local bisa," ujar Sohibul.
Ia menilai saat ini praktik otonomi daerah tak sejalan dengan cita-cita yang dirumuskan. Ia menilai masih ada kegamangan dalam penerapan otonomi daerah.
"Kita masih memiliki kegamangan, kita harus menerima konsekuensi dari otonomi," ucapnya. [pks.id]
------
keterangan foto: Presiden PKS M Sohibul Iman saat memberikan pidato dalam acara tasyakuran Milad ke 18 PKS di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Ahad (24/4/2016). Foto: Tyarin/RPF
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 25, 2016
posted by @Adimin
PKS Teken MoU dengan BNN Luncurkan Gerakan Keluarga Indonesia Bebas Narkoba
Jakarta (24/4)-- PKS menjalin nota kesepahaman (MOU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk meluncurkan gerakan Keluarga Indonesia Bebas Narkoba.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dengan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso di tengah acara Tasyakuran Milad ke-18 PKS di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Ahad (24/4/2016).
Selain menandatangani nota kesepahaman dengan BNN, PKS juga menganugerahkan PKS Award kepada Komjen Pol Budi Waseso sebagai pelopor gerakan Indonesia Bebas Narkoba.
Sebelumnya, ribuan kader dan pengurus DPP PKS mengkikrarkan Deklarasi Keluarga Indonesia Bebas Narkoba dalam acara Gerak Jalan Sehat Milad 18 PKS.
Menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), PKS ingin mewujudkan keluarga Indonesia yang jauh dari pengaruh narkoba.
Sekjend PKS Mustafa Kamal menyampaikan tiga poin isi deklarasi Keluarga Indonesia Bebas Narkoba. Pertama, PKS mendukung sepenuhnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak penyalahgunaan narkoba. "Serta memberangus peredaran gelap narkoba," papar Mustafa Kamal.
Selanjutknya PKS siap menjadi pelopor keluarga Indonesia bebas narkoba dan membantu BNN sebagai pegiat antinarkoba.
Terakhir, papar Mustafa, mendukung penuh aparat hukum melakukan tindakan tegas terhadap pelaku tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Dalam rangkaian gerak jalan sehat, nampak kader PKS antusias melakukan tes urine yang digelar atas kerjasama PKS dan BNN. [pks.id]
------
keterangan foto: Presiden PKS M Sohibul Iman dan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menandatangani MoU untuk meluncurkan gerakan Keluarga Indonesia Bebas Narkoba. (Foto: Tyarin)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 25, 2016
posted by @Adimin
Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan Kepala BNN Budi Waseso Terima PKS Award
Jakarta (24/4) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh nasional dan masyarakat atas kiprah pelayanan dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Dari deretan tokoh penerima PKS Award, beberapa di antaranya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso.
PKS menganugerahi BJ Habibie dengan PKS Award Utama sebagai tokoh muslim dan negarawan yang telah memberikan sumbangsih besar terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara. Sementara Komjen Pol Budi Waseso dinilai sebagai tokoh pelopor gerakan nasional Indonesia bebas narkoba. BNN di bawah kepemimpinan mantan Kabareskrim Polri ini mencapai prestasi gemilang dalam pemberantasan narkoba.
Penganugerahan PKS Award dilakukan dalam Puncak Milad ke-18 PKS di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (24/4/2016). Habibie juga didaulat menjadi pembicara utama pada sesi leadership talk dalam acara tersebut.
Selain Habibie dan Budi Waseso, PKS Award juga diberikan kepada 6 tokoh lainnya, yaitu DR Warsito Purwotaruno (Tokoh Inovasi Teknologi), Ami Suharsa (Tokoh Pelopor Peduli Lingkungan), Muhammad Alwani (Tokoh Pembedayaan Masyarakat dan Nelayan), Indra Asih (Tokoh Kader Akhwat Produktif), Khairul Anam (Tokoh Kader Ikhwan Produktif), dan Almh. Ustazah Yoyoh Yusroh (Tokoh Ibu Teladan, diwakili putrinya bernama Asma Karimah).
Puncak Milad ke-18 PKS di Hotel Kartika Chandra dihadiri pimpinan pusat PKS, antara lain Ketua Majelis Syuro (MS) Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden Sohibul Iman, Sekjen Mustafa Kamal, Ketua MPP Suharna Surapranata, dan Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat. Selain itu, hadir juga Wakil Ketua DPR RI Ledia Hanifa Amalia, Wakil KEtua DPD RI Farouk Muhammad, Gubernur Jawa Barat Ahamd Heryawan, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Ketua PAN Yus Usman Sumanegara.
Hadir juga beberapa kalangan intelektual seperti Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia Valina Singka, pengamat politik HS Dillon, dan Indonesianis dari Australian National University (ANU). [pks.id]
------
keterangan foto: Presiden PKS M Sohibul Iman didampingi Ketua MS PKS Habib Salim Segaf Al Jufri dan Waka MS Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyerahkan PKS Award kepada BJ Habibie, Jakarta, Kamis (24/4/2016). Foto: Ruli Renata/RPF
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2016
posted by @Adimin
Perjalanan Lahirnya PKS Terefleksi dalam Tarian Tradisional
Written By Anonymous on 24 April, 2016 | April 24, 2016
Jakarta (24/6) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar puncak tasyakuran Milad ke 18 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Ahad (24/4/2016) siang.
Ketua Panitia Milad 18 PKS Ahmad Ru'yat mengatakan salah satu nikmat adalah nikmat usia. PKS, papar Ru'yat, sudah 18 tahun mewarnai Indonesia. Dalam perjalanannya tentu ada kekurangan dan kelebihan.
"18 tahun mengokohkan berkhidmat untuk rakyat. Tentu masih ada yang perlu kami perbaiki," ujar dia.
Dalam puncak tasyakuran, PKS menampilkan perjalanan lahirnya sebagai anak kandung reformasi lewat sajian pentas tari tradisional bertajuk 'PKS untuk Indonesia'.
Sajian tari dari Sanggar Seni Putri Galuh, Bogor tersebut berkisah tentang awal mula reformasi yang diawali kerusuhan di tengah masyarakat.
Lalu tarian menuju cerita krisis multidimensi yang semakin dalam. Yang pada akhirnya terjadi pergantian kekuasaan dan terbukanya kesempatan berdirinya partai politik baru.
PKS turut berdiri bersama gerakan rakyat sebagai anak kandung reformasi dan kini berdiri guna berkhidmat untuk rakyat.
Sebelumnya dalam rangkaian Milad 18 PKS, digelar Simposium Perempuan, Dialog Langsung dengan Nelayan Muara Angke, Gerak Jalan Sehat dan Deklarasi Keluarga Bebas Narkoba, Grand Final Lomba Baca Kitab Kuning Nasional dan Puncak Tasyakuran yang diisi Leadership Talk oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie dan PKS Award. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2016
posted by @Adimin
Ini Tiga Ikrar PKS Dukung Keluarga Indonesia Bebas Narkoba
| Foto: Ratih Handayani/RPF DKI |
Jakarta (24/4) -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar gerak jalan sehat yang diikuti ribuan kader dalam rangkaian peringatan Milad ke-18 PKS, Ahad (24/4/2016) di Lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Selain jalan sehat, ribuan kader dan pengurus DPP PKS mengkikrarkan Deklarasi Keluarga Indonesia Bebas Narkoba.
Menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), PKS ingin mewujudkan keluarga Indonesia yang jauh dari pengaruh narkoba.
Mustafa menyampaikan tiga poin isi deklarasi Keluarga Indonesia Bebas Narkoba. Pertama, PKS mendukung sepenuhnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak penyalahgunaan narkoba. "Serta memberangus peredaran gelap narkoba," papar Mustafa Kamal.
Selanjutknya PKS siap menjadi pelopor keluarga Indonesia bebas narkoba dan membantu BNN sebagai pegiat antinarkoba.
Terakhir, papar Mustafa, mendukung penuh aparat hukum melakukan tindakan tegas terhadap pelaku tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Dalam rangkaian gerak jalan sehat, nampak kader PKS antusias melakukan tes urine yang digelar dengan kerjasama PKS dan BNN.
Selain gerak jalan sehat, rangkaian Milad ke-18 PKS juga diisi dengan Grand Final Lomba Baca Kitab Kuning Nasional serta Tasyakuran Puncak Milad di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
Dalam gelaran puncak milad tersebut, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman akan menyampaikan pidato politiknya disambung leadership talk dari Presiden RI ke-3, BJ Habibie.
Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PKS Mustafa Kamal memimpin ribuan kader membacakan deklarasi tersebut. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2016
posted by @Adimin
Lomba Kitab Kuning, Upaya PKS Kembangkan Khazanah Intelektual Islam
Jakarta (24/4) – Sebagai puncak perayaan Milad ke-18, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), hari ini, Minggu pagi (24/4) menyelenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning PKS yang masuk ke babak grand final, di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Riuh rendah suara hadroh Al-Asjaad Wal Arwah dari Condet, lantunan ayat suci Al-Quran, Hymne Indonesia Raya, hingga Mars PKS, turut mewarnai pembukaan lomba yang dihadiri para finalis beserta pendamping pesantren dari 14 (empat) belas provinsi se-Indonesia ini.
Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan PKS adalah partai yang menaruh perhatian tinggi terhadap pengembangan tradisi khazanah Intelektual Islam. Oleh karena, menurut Jazuli, Kitab Kuning yang menjadi tradisi di kalangan pesantren di nusantara ini adalah karya Ilmuwan Islam dari banyak negara.
“Dengan demikian, Kitab Kuning ini menjadi sumber ilmu dan rujukan bagi seluruh Umat Islam, termasuk Umat Islam di Indonesia. Salah satunya Kitab Fathul Muín yang dilombakan, karya Syekh Ahmad Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Mabari Al-Malibari Al-Fananni Asy-Syafií,”jelas Jazuli di hadapan ratusan hadirin yang hadir.
Oleh karena itu, dengan adanya lomba Baca Kitab Kuning ini, Jazuli berharap para santri dan generasi muda pada umumnya, terdorong untuk memasyarakatkan tradisi membaca kitab klasik tersebut di tengah masyarakat, sebagai salah satu cara menghargai karya ulama.
“PKS ingin generasi muda di Indonesia menekankan rasa cintanya terhadap ulama dan ilmu-ilmu klasik Islam. Bahwa ulama punya peran penting dalam menjadi mata rantai ajaran Rasululloh. Al-Ulama warosatul anbiyaa. Sehingga, PKS memberi tempat bagi para ulama salafush sholih dalam peta bumi intelektual Islam di Indonesia,” jelas alumnus Fakultas Syariah LIPIA ini.
Dari beberapa tamu yang hadir, tampak wakil dari PBNU KH Al-Faroji, beberapa pimpinan dan Anggota Fraksi PKS DPR RI, yaitu Sukamta (Sekretaris Fraksi), Iskan Qolba Lubis (Wakil Ketua Fraksi Bidang Kesejahteraan Rakyat), Hermanto, dan sebagainya; Pimpinan DPTP PKS, yaitu Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, dan Sekjend PKS Mustafa Kamal.
Hadir pula tiga orang juri, yaitu KH Syuhada Syarkun (Pesantren Salafiyah Tebuireng, Jawa Timur), KH Ahzami Samiun Jazuli (Pengasuh Yayasan Pendidikan Darul Hikmah, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat), dan KH Muslih Abdul Karim (Pengasuh Ponpes Baitul Quran, Depok, Jawa Barat). [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2016
posted by @Adimin
Gandeng BNN, Gerak Jalan Ribuan Kader PKS Deklarasikan Gerakan Antinarkoba
![]() |
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman membuka acara gerak
jalan sehat dalam rangka Milad ke-18 PKS
di Lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahad (24/4/2016).
Julianto dan Tuti/RPF DKI
|
Jakarta (24/6) -- Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memeriahkan gerak jalan sehat dalam rangka Milad ke-18 PKS di Lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahad (24/4/2016).
PKS juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mendeklarasikan Generasi Muda Bebas Narkoba dalam acara tersebut. Kader dan simpatisan juga melakukan tes urine sebagai komitmen PKS bersih dari narkoba.
"Generasi muda saat ini dan mendatang harus bebas dari narkoba. Menjadi generasi yang kreatif dan produktif dan berguna bagi bangsa an negara yang kita cintai ini," ujar Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman yang membuka rangkaian gerak jalan tersebut.
Dalam pembukaan acara tersebut, seluruh pimpinan PKS bersama BNN melakukan deklarasi bersama dalam rangka mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.
Sohibul Iman menambahkan acara gerak jalan sehat bertujuan untuk menyeimbangkan kesehatan jasmani dan rohani kader PKS. "Acara ini untuk menyeimbangkan antara kesehata jasmani dan rohani," ungkap pria yang akrab disapa Kang Iman ini.
Acara gerak jalan PKS ini turut dihadiri Presiden PKS Moh.Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo. Selain itu juga hadir anggota DPR-RI Adang Darajatun, Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana, Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi dan juga anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Rois Hadayan Syaugie dan Ahmad Yani.
Dalam acara gerak jalan ini disediakan grand prize berupa sepeda motor. Selain itu juga panitia menyiapkan doorprize berupa kulkas, sepeda dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Diharapkan hal ini menjadi penyemangat bagi para peserta. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2016
posted by @Adimin
Puncak Milad PKS di Kartika Chandra, BJ Habibie akan Bekali Kader Soal Kepemimpinan
Jakarta (24/4) - Hari ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar puncak miladnya ke-18. Presiden ketiga RI, Burhanuddin Jusuf Habibie akan memberi pembekalan kepemimpinan kepada kader PKS dalam acara tersebut.
Puncak Milad ke 18 PKS digelar di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (24/4/2016) mulai pukul 13.00 WIB. Milad akan dihadiri Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufrie, Sekretaris Majelis Syuro Untung Wahono, Presiden Sohibul Iman, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat, serta jajaran pengurus pusat dan wilayah.
Selain Sohibul Iman yang akan memberikan pidato politik, BJ Habibie direncanakan akan mengisi sesi Leadership Talk.
"Pak Habibie bersedia memberikan pengalamannya dalam kepemimpinan mengelola negara di puncak Milad siang ini. Pemikiran beliau memang sangat diperlukan," ujar Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi di Jakarta.
Menurut Dedi, setiap event besar yang digelar, PKS senantiasa mengundang tokoh bangsa untuk memberi pembekalan kepemimpinan. Sebelumnya, PKS juga mengundang Prabowo Subianto memberi leadership talk saat Mukernas lalu.
Dalam pincak milad tersebut, juga akan diberikan PKS Award kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah memberikan sumbangsih besar bagi rakyat dalam berbagai bidang, dan pemberian hadiah kepada para pemenang Lomba Nasional Kitab Kuning.
Peringatan Milad ke 18 PKS juga digelar semarak di Lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pagi iini. Pimpinan PKS bersama ribuan masyarakat mengikuti gerak jalan bersama. Acara juga dimeriahkan beragam lomba dan pagelaran pesta rakyat. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2016
posted by @Adimin
Ketika Pimpinan PKS Ramai-ramai Tanam Mangrove di Muara Angke
Written By Anonymous on 23 April, 2016 | April 23, 2016
Jakarta (23/4) – Kunjungan pimpinan PKS ke kampung nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara tidak sebatas bersilaturahmi dengan masyarakat setempat. Dalam kesempatan blusukan itu, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan jajarannya ramai-ramai menanam pohon bakau (mangrove).
Sohibul Iman didampingi Sekjen PKS Mustafa Kamal, Wasekjen Abdul Hakim, Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan (BPPN) Ledia Hanifa Amalia, anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin dan Sa’aduddin, anggota DPR dapil Jakarta Utara Adang Darajatun, serta sejumlah anggota DPRD DKI tiba di Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara sekitar pukul 09.30 WIB pagi, Sabtu (23/4/2016).
Begitu tiba di lokasi, Sohibul Iman yang tampak santai bercelana training abu-abu dengan padanan sepatu kets, dan berkaos hitam disambut puluhan ibu dan anak-anak. Pria yang akrab disapa Kang Iman ini lalu berjalan menuju tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Di situ, Sohibul Iman berbincang soal kehidupan warga yang semakin sulit setelah adanya proyek pembangunan reklamasi laut utara Jakarta.
Dari situ, Sohibul Iman dan jajarannya bergeser ke sebuah pendopo kecil yang sederhana terbuat dari rangkaian bambu dan triplek lusuh. Di pendopo itu, bekas rektor Universitas Paramadina itu berdialog dengan warga. Antusiasme warga sangat mencolok, mengungkapkan berbagai keluhan terkait kehidupan mereka yang kian sulit. Satu persatu keluhan warga ditanggapi bergantian oleh Sohibul Iman dan pimpinan PKS yang lainnya.
Usai berdialog sekitar 30 menit, mantan wakil ketua DPR itu bersama dengan jajarannya lalu berinisiatif menanam pohon bakau di Taman Mangrove yang terletak tidak jauh dari pemukiman warga. Taman Mangrove tersebut dikelola secara swadaya oleh Komunitas Mangrove Muara Angke.
“Taman mangrove ini bentuk ikhtiar yang luar biasa dari warga Muara Angke sebagai wujud kepedulian lingkungan yang tinggi,” apresiasi Sohibul Iman.
Doktor lulusan Waseda University di Jepang itu lalu tanpa sungkan menanam sebuah pohon bakau yang diberikan warga. Berikutnya, jajaran pimpinan PKS yang mendampingi Sohibul Iman pun beramai-ramai ikut menanam pohon bakau.
Aktivitas menaman pohon bakau di Taman Mangrove Muara Angke menjadi akhir dari perjalanan blusukan Sohibul Iman dan jajarannya di kampung nelayan. Jelang tengah hari, mereka lalu meneruskan perjalanan bertemu dengan masyarakat korban gusuran Pemprov DKI di Pasar Ikan, Luar Batang. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2016
posted by @Adimin
PKS Berikan Bantuan Air dan Sayur untuk Korban Gusuran di Luar Batang
Jakarta (23/4) – Warga Pasar Ikan di Luar Batang, Jakarta Utara masih ada yang bertahan setelah wilayah mereka digusur Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk dukungan moral terhadap warga, PKS memberikan bantuan logistik berupa air mineral dan sayuran.
Pemberian bantuan logistik dilakukan dalam kunjungan DPP PKS, sebagai rangkaian Milad ke 18 PKS. Rombongan PKS yang hadir terdiri dari Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani, dan Nelayan (BKPN) DPP PKS Ledia Hanifa Amalia, Sekjen Mustafa Kamal, anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasludin, dan anggota DPR dari dapil Jakarta Utara Adang Darajatun.
Ledia mengatakan, bantuan logistik yang diberikan merupakan bentuk solidaritas dari petani Ciwidey Kabupaten Bandung dan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Bantuan logistik yang diberikan berupa 250 galon air mineral dan paket sayur-mayur seperti tomat, sawi hijau, dan kentang.
"Uniknya dalam agenda ini, merupakan bagian dari solidaritas untuk mendorong semangat hidup ya, bahwa mereka (warga korban penggusuran, red) tidak sendiri menerima musibah tersebut itu secara fisik. Itu (logistik, red) mudah-mudahan paling tidak sedikit pelayanan yang bisa dilakukan PKS saat ini," ujar Ledia.
Ledia berharap, ke depannya kepala daerah manapun memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan melakukan komunikasi serta pemberdayaan masyarakat semakin baik.
"Kalau mau dirapikan (lokasinya, red) silakan, tapi komunikasi kepada masyarakat. Itu orang, bukan barang yang bisa asal dipindah. Pemerintah harus memahami apa yang harus dibangun, bukan cuma infrastruktur melainkan masyarakatnya juga harus dibangun," ungkap wakil ketua DPR RI ini.
Sekjen Mustafa Kamal menambahkan, warga korban penggusuran di Luar Batang harus tetap semangat berjuang, tidak boleh menyerah karena musibah yang menimpa mereka.
"Kita sedang dapat musibah dari Allah SWT, itu untuk kita berjuang terus, jangan patah semangat ya. Kita PKS juga ikut berjuang bagaimana menyelesaikan kasus ini," tutur Mustafa menyemangati warga.
Ikut serta dalam rombongan itu Wakil DPRD DKI Jakarta Triwisaksana dan beberapa anggota FPKS di DPRD DKI Jakarta. Kedatangan rombongan PKS mendapatkan sambutan hangat dari warga yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak di pelataran Masjid Keramat Luar Batang. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN







