Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 29, 2013
Fenomena Tidur Singkat Dan Keajaiban Al-Qur’an
Written By @Adimin on 29 January, 2013 | January 29, 2013
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada
waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari
karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan,” [Qs. Ar-rum:23]
RUPANYA untuk me-refresh otak,
ketika ia merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang
sampai sehingga kinerja menjadi kurang efisien, maka sebetulnya
memerlukan rehat sejenak, yakni dengan tidur sejenak.
Rehat ini
bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian
gelombang-gelombang sel dan memantapkan informasi yang diperoleh di
siang hari.
Oleh karena itu, para ilmuwan menegaskan pentingnya
tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian
rehat kepada otak ini akan memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa
orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya mereka
lebih baik, dan kemampuan mengingat sesuatunya akan lebih cepat..
Sebuah
tim peneliti dari Universitas Lubeck, Jerman , melakukan tes diagnostik
pada 52 sukarelawan. Para sukarelawan diminta untuk tidur dalam rentang
waktu tertentu, tanpa membedakan waktu siang atau malam. Dan hasilnya,
kondisi mereka sama dan tidak berbeda.
Dan hasilnya ternyata
tidur singkat di ‘siang hari’, sama pentingnya dengan tidur di malam
hari. Para peneliti mengatakan tidur siang hari sebentar—yang disebut
dalam Islam dengan istilah qailullah itu sangat berguna, sama seperti
tidur di malam hari. Mereka mengatakan, bahwa dari perspektif perbaikan
sikap dan perilaku, tidur siang berguna, sama sebagaimana tidur malam,
terkait dengan fungsi kognitif seseorang.
Diingatkan kembali
terhadap apa yang disampaikan Al Quranul Karim, untuk tidur di malam dan
siang hari. Bahkan tidur siang sebentar itu tidak kalah pentingnya
sebagaimana tidur malam.
Ini adalah tanda keajaiban Al-Qur’an
sebagai kitab yang diturunkan dari Allah
Yang Maha Mengetahui. Karena
informasi ini baru bagi para Ilmuwan, bahkan mereka tidak tahu
pentingnya tidur siang kecuali di abad ke dua puluh satu. Sedangkan Al
Quran telah menekankan pentingnya tidur malam dan siang, sebagai suatu
keajaiban dan tanda kekuasaan Allah, sejak empat belas abad lalu!
Memori Otak Saat Seseorang Baru Saja Bangun Tidur
Para
ilmuwan Universitas Harvard melakukan penelitian terkait hubungan
antara memori ingatan dan tidur. Mereka menggunakan alat scan resonansi
MRI fungsional magnet, hingga mereka mendapati adanya aktivitas otak di
kawasan yang spesifik. Kemudian aktifitas bergerak ke wilayah kedua dan
begitulah seterusnya bahwa otak melakukan penataan informasi,
berkoordinasi, dan menyimpan informasi sehingga mudah diambil kembali
setelah seseorang bangun dari tidur.
Namun studi selanjutnya
menunjukkan bahwa fokus otak seseorang ada pada tahap minimum ketika ia
baru saja bangun tidur. Dibutuhkan waktu antara 15-30 menit untuk dapat
mengembalikan kemampuan pikiran. Oleh karena itu, peneliti menyarankan
agar seseorang segera setelah bangun tidur melakukan beberapa latihan
ringan untuk memulihkan aktivitas otak.
Di sini, kita juga bisa
memahami mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak mengingat
Allah langsung setelah bangun dari tidur. Beliau kemudian berwudhu,
berdo’a, lalu shalat. Jadi beliau menggunakan bagian waktunya setelah
tidur untuk berdo’a dan berdzikir, sebelum melakukan aktifitas lain atau
menentukan keputusan. Jika kita kaji pandangan para ilmuwan dewasa ini,
mereka menegaskan bahwa memori manusia berada pada posisi terendah
setelah baru saja bangun dari tidur.
Para peneliti memperingatkan
dokter yang berjaga malam, juga petugas pemadam kebakaran dan pekerja
dimalam hari yang pekerjaannya membutuhkan pengambilan keputusan penting
setelah bangun. Disarankan mereka untuk tidak mengambil keputusan atau
tidak mengambil tindakan apapun sampai setelah seperempat jam setelah
bangun tidur.
Inilah Sebabnya Allah subhanahu wata’ala berfirman :
“Allah memegang jiwa (seseorang) pada saat kematiannya dan jiwa (seseorang) yang belum mati ketika ia tidur, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”(Qs. Az-Zumar:42).
“Allah memegang jiwa (seseorang) pada saat kematiannya dan jiwa (seseorang) yang belum mati ketika ia tidur, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”(Qs. Az-Zumar:42).
Ayat
ini menjelaskan tentang pentingnya tidur dan kaitan antara tidur dengan
mati. Karena itu kita, dengan berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala
sebelum tidur dan setelah bangun dari tidur. Bercermin pada apa yang
dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Apa Pelajaran yang Kita Petik dari Studi Ini?
1. Jangan terlalu banyak tidur, dan bangunlah disaat shalat Subuh.
Gantilah sebagian kekurangan tidur kita diwaktu malam dengan tidur
sejenak diwaktu siang.
2. Manfaatkan waktu tidur kita dengan
mendengarkan tilawah Al Qur’an murottal. Otak akan bekerja menyimpan
ayat-ayat yang dibacakan itu saat kita tidur. Ini adalah salah satu cara
untuk membantu kita menghafal Kitabullah.
3. Hal pertama yang
harus dilakukan setelah bangun langsung adalah berdo’a sebagaimana
diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami dikumpulkan”.
Lalu berwudhulah, shalat dan bacalah Al Qur’anul karim selama sekitar
15 menit minimal. Aktifitas seperti ini akan menambah kemampuan kita
untuk bias tepat mengambil keputusan penting dalam hidup.
sumber: kucinta al-qur’an
posted by Adimin
Label:
Ilmu dan Islam,
Saint
January 23, 2013
posted by Adimin
Salah 1 Rahasia Mesin Terbaik PKS
Written By @Adimin on 23 January, 2013 | January 23, 2013
Baik, akan saya ceritakan sedikit saja, Behind The Scene RelawanPKS.
- Ada salah satu perangkat didalam agenda kaderisasi PKS yg disebut mukhoyam (Wamil, LDK, kepanduan).
- Setiap kader PKS wajib ikut Latihan Dasar (Latsar) Kepanduan, diinternal disebut mukhoyyam kepanduan.
- Bertempat di alam terbuka, taddabur 24 jam, berprilaku Islami, berukhuwah, tarbiyah, rihlah.
- Pelatihan Dasar ini wajib semua kader mulai level kordinator RW, aleg sampai Presiden Partai.
- Bukan hanya yg muda, seluruh kader generasi awal pun wajib ikut :)
- Meski cacat tdk ingin diistimewakan, mrk juga ingin jadi relawan.
- Banyak kader PKS yg bertongkat, namun semngatnya melebihi kami.
- Meskipun dgn alat bantu jalan, beliau jg semangat jadi relawan.
- Bagaimana menempa Relawan PKS? Membiasakan hidup disiplin tinggi, keras dgn konsep wajib militer.
- Menempa fisik/jazadiyah. Diwajibkan pushup, backup, bidding, pullup, situp 100/hari.
- Bukan saja fisik, ruhiyah juga harus kuat.
- Ruhiyah. Diwajibkan sholat berjama'ah, tilawah 1 juz/ hari, dhuha, qiamulail.
- Tugas jasmani dan ruhani ini benar2 di tekankan.
- Dari sini, muncul ukhuwah yg lebih erat, loyalitas, komitmen beramal jama'i.
- Pembekalan2 inilah cikal bakal kader PKS Siap Siaga Bencana.
- Mendisiplinkan diri dgn latihan dasar kepemimpinan melalui kerjasama.
- Pun, Secara profesional latihan berbaris diawasi langsung oleh Paskibraka.
- Pelatihan pun meliputi bagaimana bekerjasama di air keruh yg dalam.
- Kader dilatih utk tdk takut air, shingga bisa menguasai keadaan.
- Dilatih juga bagaimana menguasai api dan memadamkannya.
- Paham menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Dalam mukhoyam di praktekkan evakuasi darurat basah.
- Mendapat Teori tentang P3K dan ilmu kedokteran.
- Relawan gak boleh loyo, fisik harus prima...
- Untuk itu, ini yg plg saya suka, latihan relawan PKS ada Longmarch 24 jam perjalanan. Keren!
- Utk sperti ini relawan butuh Pelatihan dgn serius!
- Ada atau tdk ada musibah, membantu warga adalah tugas kita. Negeri kita rawan bencana. Latihan2 disiplin model wamil dibutuhkan, agar kader siap siaga.
- Kpd para akhwat, terimakasih atas support, smoga suaminya istiqomah mnjadi relawan negeri.
- Demikian "Behind The Scene", PKS yg Siap Siaga dlm Peduli Bencana :)
Doakan kami Tetap dan Selalu Peduli...
posted by Adimin
Label:
SEPUTAR PKS
January 21, 2013
[20 Januari 2013 M]
1. حُسْنُ الْقَصْدِ (maksud dan niat yang baik), dan
2. سَلَامَةُ الْخُطُوْاتِ (langkah-langkah yang benar).
posted by Adimin
Point-Point Taujih Syekh Jum’ah Amin
Written By @Adimin on 21 January, 2013 | January 21, 2013
[20 Januari 2013 M]
Alhamdulillah, saya berkesempatan mendengarkan taujih beliau, yang “kebetulan” diajak oleh teman untuk mendengarkannya.
Diantara point-point yang saya catat adalah sebagai berikut:
Pertama:
لَيْسَتِ الْعِبْرَةُ بَتَنْفِيْذِنَا لِلتَّكَالِيْفِ، وَإِنَّمَا بِحُبِّنَا فِيْ تَنْفِيْذِ هَذِهِ التَّكَالِيْفِ
Yang menjadi ibrah (pandangan dan I’tibar) tidaklah terletak pada
pelaksanaan tugas, tetapi, didasarkan pada kecintaan kita kepada
tugas-tugas ini.
Sebab, jika terdapat mahabbah, maka akan terjadi مُضَاعَفَةُ الْجُهُوْدِ (pelipat gandaan daya dan upaya).
Kedua:
Apa yang terjadi di Mesir, kalau kita rujuk kepada khuththah (perencanaan) yang ada, sebenarnya adalah rencana dua puluh tahun ke depan, akan tetapi
لَعَلَّ اللهَ اِطَّلَعَ عَلَى قُلُوْبِنَا، فَطَوَى عِشْرِيْنَ عَامًا فِيْ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْمًا
Semoga karena Allah SWT melongok dan melihat hati kami, lalu Allah SWT gulung waktu 20 tahun itu menjadi hanya 18 hari.
Saat hati-hati kami dilihat oleh Allah SWT, semoga yang Allah SWT lihat
adalah keikhlasan, kecintaan, dan kesungguhan kami dalam meraih ridha
Allah SWT, amin.
Ketiga:
Kemenangan itu merupakan minnah (مِنَّةٌ) atau anugerah Allah SWT, namun, untuk mendapatkan minnah itu diperlukan “pancingan-pancingan”, yang diantaranya adalah:
1. Dengan upaya-upaya taqarrub (pendekatan) kepada Allah SWT, melalui ruku’, sujud, dan upaya-upaya taqarrub lainnya.
2. Ukhuwwah dan persatuan diantara sesama kaum muslimin.
3. Adanya daya upaya yang berlipat ganda yang kita lakukan, yang salah
satu rahasia untuk dapat bekerja seperti ini telah disebutkan rahasianya
di point pertama.
Keempat:
Mengutip dari Hasan Al-Banna:
Allah SWT tidak akan menghisab kita atas hasil, akan tetapi yang akan dihisab oleh Allah SWT adalah:
1. حُسْنُ الْقَصْدِ (maksud dan niat yang baik), dan
2. سَلَامَةُ الْخُطُوْاتِ (langkah-langkah yang benar).
posted by Adimin
January 18, 2013
posted by Adimin
Antusias warga kota Padang dalam menyambut safari dakwah DPP PKS
Written By @Adimin on 18 January, 2013 | January 18, 2013
PADANG - Safari Dakwah III DPP PKS yang dilakukan di
Sumatera kemarin mencapai puncaknya di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang,
Sumatera Barat (Rabu, 16/1).
Masyarakat menyambut dengan gegap gempita acara safari dakwah DPP PKS yang dihadiri oleh Presiden PKS Lutfhi Hasan
Ishaaq, apalagi pada acara tersebut disediakan doorprize bagi masyarakat kota Padang dengan hadiah utama Umroh, Sepeda motor, blackberry, dan lain lain. Hadiah umroh diperoleh oleh ibu ibu yang mengikuti acara safari dakwah sementara sepeda motor di peroleh salahsatu mahasiswi di kota Padang.
Meriah bukan main simpati warga kota
Padang saat kedatangan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfhi Hasan
Ishaaq bersama Tim Safari Dakwah III. Ribuan masyarakat berduyun-duyun
menghadiri acara apel 'PKS Siaga Pemilu 2014' dan Tabligh Akbar.
Pada kesempatan itu, Lutfhi Hasan
Ishaaq menyatakan secara nasional PKS sudah memasang target masuk tiga besar
pada Pemilu 2014. Namun untuk Sumatera Barat yang dipimpin oleh kadernya, Irwan
Prayitno, target PKS adalah menjadi partai nomor satu. Sumatera Barat pun
diharapkan menjadi provinsi terbanyak yang menghantarkan kadernya meraih kursi
DPR RI.
"Untuk menjadi partai terbesar
di Sumbar, PKS tidak membutuhkan kepala daerahnya, tetapi PKS membutuhkan
masyarakat Sumbar mendukung PKS agar tidak hanya menjadi partai Islam terbesar,
tetapi partai nomor satu secara nasional," tegas Presiden PKS Luthfi
Hasan Ishaaq.
Pak Luthfi juga menyatakan, Padang
adalah kota istimewa karena menjadi daerah yang pertama kali dikunjungi sejak
PKS ditetapkan menjadi nomor urut tiga pada Pemilu 2014 nanti. Pak Luthfi
mengatakan bahwa saat Safari Dakwah PKS sudah dimulai dan pencabutan nomor
Parpol dilaksanakan beliau balik ke Jakarta dan setelah dapat nomor langsung
terbang lagi ke Padang hanya untuk menemui dan memberitahukan kepada masyarakat
Minang.
Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah
Sumatera, ustadz Chairul Anwar, juga memberikan orasinya. Ustadz Chairul
menyebutkan, bagi para kader dan simpatisan PKS jangan mau menjadi pemimpin
yang haus akan popularitas, kekayaan dan juga kepicikan karena semuanya akan
musnah, "ketiganya harus dihindari para kader dan momentum kali ini bagi
PKS di daerah Sumbar sangat luar biasa terutama dalam perolehan suara
terbanyak. Jika berlandaskan kepada Allah kita pasti menang," tegas Ustad
Chairul dihadapan ribuan para kader dan simpatisan PKS.
Hadir dalam acara tersebut kader PKS
yang menjadi pimpinan daerah seperti Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno,
Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah,
dan sejumlah anggota DPR RI asal Sumatera seperti Hermanto, Refrizal, Ansori
Siregar, dan Muhammad Ghazali. Hadir juga Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan
Satria dan Ketua DPD PKS Padang Muhidi.
posted by Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 15, 2013
"PKS yakin masyarakat nantinya tidak akan bisa dibodohi dengan sekedar
nomor urut partai politik. Masyarakat pasti akan menilai parpol dari
rekam jejak parpol tersebut terutama aspek bersih dari korupsi, komitmen
penegakan hukum dan kerja nyata di tengah masyarakat," ujar Ketua
Fraksi PKS Hidayat Nurwahid, Senin (14/1/2013).
Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, berdasarkan undian yang diambil setiap parpol, KPU kemudian menetapkan dalam Surat Keputusan Nomo 06/Kpts/KPU/2013 tentang penetapan nomor urut parpol, diputuskan urutan sepuluh parpol peserta pemilu, yaitu:
1. Partai Nasdem
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
Selain itu, Komite Independen Pemilih (KIP) Aceh juga menetapkan nomor urut partai lokal Aceh. Yang terdiri dari,
11. Partai Damai Aceh (PDA)
12. Partai Nasional Aceh (PNA)
13. Partai Aceh (PA)
Dengan ditetapkannya nomor urut tersebut, parpol secara resmi diperbolehkan menyosialisasikannya kepada masyarakat melalui kampanye di ruang tertutup dan pemasangan atribut partai. (admpyg)
posted by Adimin
PKS nomor urut 3 dalam Pemilu 2014 | Langkah Menuju 3 Besar !!!
Written By @Adimin on 15 January, 2013 | January 15, 2013
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan nomor urut 3
dalam Pemilu 2014 mendatang. Nomor urut ini pun sesuai dengan apa yang
telah diharapkan. PKS mengincar nomor urut di bawah 5.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan mengundi nomor urut parpol peserta Pemilu 2014 di Kantor KPU Pusat Jakarta, Senin (14/1). Penetapan nomor urut itu dilakukan dengan cara pengundian. Setiap perwakilan partai diberi kesempatan untuk mengambil nomor undian. Pengambilan secarik kertas yang disimpan dalam kotak kaca itu, dilakukan langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen setiap parpol.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan mengundi nomor urut parpol peserta Pemilu 2014 di Kantor KPU Pusat Jakarta, Senin (14/1). Penetapan nomor urut itu dilakukan dengan cara pengundian. Setiap perwakilan partai diberi kesempatan untuk mengambil nomor undian. Pengambilan secarik kertas yang disimpan dalam kotak kaca itu, dilakukan langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen setiap parpol.
Pengambilan nomor urut PKS dilakukan oleh Presiden PKS Luthfi Hasan
Ishaaq. Luthfi mengambil lintingan kertas dan ketika dibuka ternyata
nomor urut 3.
Pada Pemilu 2009 lalu PKS memperoleh nomor urut 8. Saat itu, PKS
mendapat 57 kursi (10 persen) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR
2009, setelah mendapat sebanyak 8.206.955 suara (7,9 persen) dan menjadi satu-satunya partai selain Demokrat yang mengalami kenaikan jumlah persentase perolehan suara.
Sebelum pengambilan nomor urut, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid,
menyatakan masyarakat harus cerdas dalam memilih parpol dengan track
record bersih, bukan sekadar nomor urut.
Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berapapun nomor urut parpol yang
akan dipilih bukan masalah besar. Pasalnya yang terpenting, masyarakat
harus cerdas dalam memilih parpol dengan rekam jejak bersih, bukan
sekadar nomor urut.
Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, berdasarkan undian yang diambil setiap parpol, KPU kemudian menetapkan dalam Surat Keputusan Nomo 06/Kpts/KPU/2013 tentang penetapan nomor urut parpol, diputuskan urutan sepuluh parpol peserta pemilu, yaitu:
1. Partai Nasdem
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
Selain itu, Komite Independen Pemilih (KIP) Aceh juga menetapkan nomor urut partai lokal Aceh. Yang terdiri dari,
11. Partai Damai Aceh (PDA)
12. Partai Nasional Aceh (PNA)
13. Partai Aceh (PA)
Dengan ditetapkannya nomor urut tersebut, parpol secara resmi diperbolehkan menyosialisasikannya kepada masyarakat melalui kampanye di ruang tertutup dan pemasangan atribut partai. (admpyg)
posted by Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 14, 2013
Balikpapan-Batuampar, 26 Shafar 1434H
*Ibnu Ismail, Kabid GMPro DPD PKS kota Balikpapan - Kaltim
posted by Adimin
Habis-habisan untuk Dakwah, Ikhwah ini Allah Berikan 'Hadiah'...
Written By @Adimin on 14 January, 2013 | January 14, 2013
Gludak....gluduk... kerompyang….
Beberapa waktu lalu datanglah utusan HAMAS ke Balikpapan, Syaikh Shiyam
dan Syaikh Abdul Azis bersama para pegiat peduli Palestina dari Komite
Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jakarta. Mereka datang dalam
rangka penggalangan dana untuk Palestina. Saat itu sedang terjadi perang
Hijaratus sijjil di bumi Gaza.
Siang itu terik tak terperi. Baling-baling kipas anginku sudah mematung
lantaran dinamonya telah tamat riwayatnya. Mati mendadak beberapa hari
silam terserang stroke hebat karena kebanyakan berputar sementara
terjadi penyumbatan-penyumbatan debu pada celah kumparannya. Kipas angin
itu tak ubahnnya hanya sebuah patung maniken yang tidak laku.
Aku dan isteriku duduk berhadapan sambil bercakap-cakap dalam suasana
rumah panas karena bias matahari yang mengurung rumah kami.
Aku: “Mi… kau tahu kan betapa kalau mendengar Palestina bergetar rasa
tubuhku ini. Mendidih darahku hendak pergi berperang melawan Israel
terlaknat. Tapi tak mungkin pula aku kesana. Paling-paling nanti
ngerepotin tentara HAMAS saja, mereka repot jagain aku karena tak paham
medan. Besok ada penggalangan dana untuk Palestina oleh KNRP. Masih
adakah uang kita?”
Isteriku: “Aih, tak ada uang lagi kita abi, kecuali buat makan 10 hari. Tahu kan ini bulan tua? Belum gajian”.
“Ah iya… kenapa pula bulan, kau ini cepat kali tuanya? Ini KNRP juga
tak pandailah cari momen. Masak menggalang dana bulan-bulan tua begini.
Tak punya almanak kah mereka ini bah? Ah memang kantor aja yang tidak
mau beda dikit. Coba gajian tiap hari aja, tak usah tunggu akhir bulan.”
Menggerutu aku cari kambing hitam. Padahal memang begitulah saban
bulan. Besar pasak daripada tiang.
Isteriku semakin cepat mengibas-ngibaskan potongan kardus aqua yang
dibuatnya kipas angin manual. Keringatnya mulai kering. Akhirnya aku
perintahkan ia untuk mengumpulkan semua uang yang tersisa untuk
disumbangkan ke Palestina dalam penggalangan dana besok. Kecuali hanya
sedikit untuk beli bensin kendaraan. Urusan makan nanti ajalah, Allah
yang atur ujarku. Isteriku yang solehah itu mengangguk saja menurut.
Singkat cerita esoknya ramailah manusia berdesakan menyaksikan konser
amal Opik, Sulis dan Grup Nasyid Shoutul Harokah di hotel Novotel
Balikpapan.
Setiap ada yang menyumbang atau membeli barang lelang amal dalam jumlah
besar, hatiku merinding. Ada yang membeli sorban Opik lima juta. Ada
yang menawar delapan juta. Airmataku bercucuran. Aku demi Allah iri
terhadap mereka. Seolah mereka berlomba memboking kamar di Surga. Aku
tersudut dalam jasad miskin nan papa ini melantunkan potongan ayat
Al-qur’an yang menurutku sangat cocok dengan kondisiku: “...lalu
mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan,
lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infaqan” (QS: At-Taubah :92).
Ketika tiba waktu melelang syal rajutan keluarga Ismail Haniya dan
ditandatangani oleh perdana menteri Hamas itu, suasana tegang. Dibuka
harga dua puluh juta. Lalu naik perlahan-lahan dua puluh delapan juta,
tiga puluh juta, enam puluh juta. Aku hampir pingsan tak berdaya.
Kembali surah at-taubah ayat 92 mengiang-ngiang di telingaku. Akhirnya
syal itu tutup harga tujuh puluh dua juta rupiah. Dibeli oleh sepasang
pengantin muda yang tengah menanti kelahiran anak pertama mereka.
Lututku bergetar dan akhirnya jatuh terantuk ke atas lantai. Disusul
jatuhnya airmataku setetes demi setetes. Allah… betapa beruntungnya
orang kaya hari ini. Sungguh tak pernah aku iri kepada seorang kecuali
hari ini. Aku hancur lebur dalam keharuan dan penyesalan. Dadaku
berdegup kencang.
Belum selesai hatiku berdebam-debam dimumumkan pula kalau ada yang
menyumbangkan rumahnya di Samarinda dan ada yang menyumbangkan mobilnya.
Hampir saja aku pingsan. Kering kerontang tenggorokanku. Dehidrasi
menahan dahaga iman yang bergejolak. Sungguh Allah hadirkan aku dalam
suasana iman yang misterius ini dan menyaksikan iman orang berkelebatan
menyambut seruan jihad maali. Aku hanya ternganga menatap
langit-langit gedung. Hanya sanggup memancang niat, andai saja aku punya
sekarung emas, akan ku-infaq-an hari ini untuk jihad Al-Aqsa.
Sudahlah tak sanggup lagi bercerita banyak mengisahkan hari indah itu.
Aku dan isteriku beserta keempat anakku pulang kembali ke rumah.
Tiba di rumah aku kembali dalam suasana panas terik mengepung rumah. Aku
dan isteriku duduk berhadapan. Di samping mayat kipas angin. Isteriku
mengambil kembali potongan kardus untuk menjadi kipas angin manualnya.
Aku: “Umi aku lapar, ayo makan yok!”
Aku sedikit berteriak kepada isteriku yang beranjak sebentar
menghidupkan mesin cuci tua. Dari pagi pakaian itu disitu belum sempat
dicuci.
Isteriku: “Hendak makan apa kita bi? Tak ada beras. Tak ada lagi uang.”
Aku: “Astaghfirullah. Iya ya? Wah bagaimana ini? Kasihan anak-anak belum makan semua lagi.”
Suasana hening. Aku menepuk jidatku sendiri dan menggenggam rambut
berpikir keras cari akal untuk menghadirkan makanan. Aku butuh uang
paling tidak lima puluh ribu rupiah untuk beli beras lima kiloan cap
kura-kura. Supaya bisa hidup sepuluh hari dengan itu. Atau paling tidak
seminggu sampai gajian.
Lama aku terdiam buntu pikiran dan tak karuan rasa. Anak-anak sudah
bergelimpangan di lantai lemas lapar bercampur ngantuk. Tiba-tiba ada
suara gemuruh: “gludak-gluduk kerompyang…. gludak-gluduk kerompyang…. gludak-gluduk kerompyang….”
Aku saling bertatapan dengan isteriku. Lalu kami sama-sama berlari
menuju sumber suara. Ternyata berasal dari mesin cuci yang memutar
cucian tidak balance sehingga inner bucket-nya menyentuh housing tidak karuan menghasilkan suara ribut (noise) yang ekstrim.
Isteriku membuka penutup mesin cuci. Demi melihatnya kedalam betapa
terkejutnya kami berdua. Pakaian yang ada semua membentuk lingkaran
menempel pada dinding inner bucket dan membuat pola huruf O. Ini
wajar karena efek sentrifugal akan membuat pakaian itu terlempar ke
radius terluar dinding itu. Namun yang membuat kami terkesima adalah di
bagian tengah lingkaran pakaian itu tepat didasar bucket bercokol sebuah
lembaran kertas kumal berwarna kebiru-biruan.
Subhanallah. Maha suci Allah yang mengirimkan selembar uang lima
puluh ribu rupiah ke dalam mesin cuci kami. Secara spiritual tentu saja
Malaikat lah yang telah diperintahkan Allah untuk mengirim uang itu ke
dalam mesin cuci kami dan mendramatisirnya dengan senandung
“gludak-gluduk kerompyang….”. Tapi secara ilmiah tentu saja ini adalah
lembar uang yang terlupa di kantong celana dan ikut tercuci. Secara
tidak sengaja keluar dari kantong karena efek sentrifugal putaran mesin
cuci. Tapi entah kapan dan di kantong celana yang mana aku tak tahu.
Kami bersorak kegirangan. Aku tancap gas ke mini market membeli beras
cap kura-kura lima kilo. Kami pun hidup bertahan sampai gajian. Meski
hanya dengan lauk kerupuk dan kecap.
Balikpapan-Batuampar, 26 Shafar 1434H
*Ibnu Ismail, Kabid GMPro DPD PKS kota Balikpapan - Kaltim
posted by Adimin
Label:
FAKTA
January 14, 2013
posted by Adimin
PKS: Jangan Lihat Nomor Urut, Tapi Track Record
JAKARTA
(14/1) - Hari ini, 10 partai politik yang telah dinyatakan lolos
sebagai peserta Pemilu 2014 akan mengambil nomor urut parpol sebagai
peserta. Pelaksanaan pengundian akan dilakukan kantor Komisi Pemilihan
Umum (KPU).
Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berapapun nomor urut parpol yang akan dipilih bukan masalah besar. Yang terpenting, masyarakat harus cerdas dalam memilih parpol dengan track record bersih, bukan sekadar nomor urut.
"PKS yakin masyarakat nantinya tidak akan bisa dibodohi dengan sekedar nomor urut partai politik. Masyarakat pasti akan menilai parpol dari track record parpol tersebut terutama aspek bersih dari korupsi, komitmen penegakan hukum dan kerja nyata di tengah masyarakat," ujar Ketua bidang Kebijakan publik DPP PKS Hidayat Nurwahid, Senin (14/1/2013).
Oleh karena itu, menurut ketua Fraksi PKS DPR RI ini, PKS merasa nyaman dengan nomor urut berapapun, meski secara pribadi dia berharap PKS mendapat nomor urut di bawah angka lima.
Hidayat juga berharap KPU memberi ruang jika tuntutan partai-partai yang tidak lolos verifikasi dipenuhi pihak-pihak berwenang. PKS sendiri merasa tidak nyaman dengan tidak lolosnya beberapa partai yang merupakan representasi wajah Indonesia sejak dulu. Dia mencontohkan Partai Damai Sejahtera yang ikut meramaikan Pemilu lalu, kini dinyatakan tidak lolos oleh KPU.
"Yang paling kami sesalkan adalah tidak lolosnya partai yg merupakan representasi umat kristiani yaitu PDS," tutur mantan Ketua MPR ini.
Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berapapun nomor urut parpol yang akan dipilih bukan masalah besar. Yang terpenting, masyarakat harus cerdas dalam memilih parpol dengan track record bersih, bukan sekadar nomor urut.
"PKS yakin masyarakat nantinya tidak akan bisa dibodohi dengan sekedar nomor urut partai politik. Masyarakat pasti akan menilai parpol dari track record parpol tersebut terutama aspek bersih dari korupsi, komitmen penegakan hukum dan kerja nyata di tengah masyarakat," ujar Ketua bidang Kebijakan publik DPP PKS Hidayat Nurwahid, Senin (14/1/2013).
Oleh karena itu, menurut ketua Fraksi PKS DPR RI ini, PKS merasa nyaman dengan nomor urut berapapun, meski secara pribadi dia berharap PKS mendapat nomor urut di bawah angka lima.
Hidayat juga berharap KPU memberi ruang jika tuntutan partai-partai yang tidak lolos verifikasi dipenuhi pihak-pihak berwenang. PKS sendiri merasa tidak nyaman dengan tidak lolosnya beberapa partai yang merupakan representasi wajah Indonesia sejak dulu. Dia mencontohkan Partai Damai Sejahtera yang ikut meramaikan Pemilu lalu, kini dinyatakan tidak lolos oleh KPU.
"Yang paling kami sesalkan adalah tidak lolosnya partai yg merupakan representasi umat kristiani yaitu PDS," tutur mantan Ketua MPR ini.
Label:
KIPRAH KAMI,
TOPIK PILIHAN
January 14, 2013
Ilmuwan Muslim Pendiri Ilmu Kesetimbangan
Ilmuwan Muslim terpandang di zaman kekuasaan Dinasti Abbasiyah ini
dikenal sebagai ahli matematika. Menurut JJ O'Connor dan EF Robertson,
matematikus Muslim dari abad ke-9 M itu telah berjasa dalam meletakkan
dasar-dasar matematika modern.
Ia memainkan peran penting dalam penemuan hitungan integral, geometri analitik, dalil trigonometri lingkaran serta konsep angka-angka riil.
“Dalam ilmu mekanik, dia adalah seorang pendiri ilmu statika (ilmu kesetimbangan),” ujar O'Connor dan Robertson dalam tulisannya tentang biografi sang ilmuwan. Si jenius dari Harran, Mesopotamia (Turki) itu pun menguasai ilmu astronomi. Dalam bidang luar angkasa ini, sejarah mencatatnya sebagai salah seorang pembaharu pertama terhadap sistem ptolemeus.
Sang matematikus Muslim yang berotak encer itu bernama Thabit Ibnu Qurra. Nama lengkapnya Thabit Ibn Qurra Ibn Marwan al-Sabi’al-Harrani. Ia Terlahir pada tahun 836 di Harran, Mesopotamia – sekarang Turki. Awalnya, dia adalah anggota sekte Sabian – kelompok penyembah bintang. Lantaran menuhankan bintang, anggota sekte ini sangat termotivasi untuk mempelajari astronomi.
Pada zamannya, sekte ini telah melahirkan sederet astronom dan matematikus berkualitas. “Sekte ini memiliki hubungan yang kuat dengan Peradaban Yunani, sehingga mengadopsi kebudayaannya,” papar O'Connor dan Robertson. Ketika Islam berkembang makin meluas, sekte Sabian yang awalnya berbahasa Yunani akhirnya berada dalam kekuasaan Dinasti Abbasiyah.
Perlahan namun pasti, anggota sekte Sabian pun mulai memeluk Islam. Mereka pun mulai menggunakan bahasa Arab mengganti bahasa Yunani. Sejumlah dokumen menyebutkan pada usia muda, Thabit berprofesi sebagai pedagang penukaran mata uang. Ini menunjukkan bahwa Thabit berasal dari keluarga berada dan berpengaruh di komunitasnya.
Sejak muda, Thabit dikenal sangat cerdas. Ia menguasai bahasa Arab, Yunani dan Syriac. Suatu hari, seorang ilmuwan terkemuda dari Baghdad Muhammad ibnu Musa ibnu Shakir berkunjung ke Harran. Ia sungguh terkagum-kagum dengan pengetahuan bahasa yang dikuasi Thabit muda. “Sungguh seorang anak muda yang sangat potensial,” cetus Ibnu Musa.
Sang ilmuwan pun kemudian menyarakan agar Thabit hijrah ke Baghdad – kota metropolis intelektual. Ibnu Musa memintanya agar mau belajar matematika pada dirinya dan saudaranya. Tawaran itu tak disia-siakan Thabit. Ia pun hijrah meninggalkan tanah ke lahirannya untuk menimba ilmu matematika dan belajar kedokteran di Baghdad.
Setelah menamatkan pendidikannya, dia sempat kembali ke kota kelahirannya Harran. Sayangnya, dia tak harus berhadapan dengan pengadilan lantaran pemikirannya yang dianggap berbahaya. Guna menghindari hukuman, Thabit pun lari ke Baghdad. Di pusat pemerintahan Abbasiyah itu dia mengaddikan dirinya sebagai astronom istana. Thabit pun berada dalam lindungan Khalifah Al-Mu'tadid – salah seorang khalifah Abasiyah yang terkemuka.
Kemampuan Thabit dalam bahasa Arab dan Yunani dimanfaatkan khalifah. Thabit diminta untuk menerjemahkan teks-teks berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Sebagai ahli matematika, Thabit pun menerjemahkan dan merevisi karya-karya besar yang semat ditulis Peradaban Yunani.
Meski bertugas untuk menerjemahkan karya-karya besar, bukan berarti Thabit hanya menjiplak pengetahuan dari Yunani. Berbekal kecerdasannya, ilmuwan Muslim yang brilian ini justru telah menemukan sederet penemuan yang sangat penting bagi perkembangan ilmu matematika.
Selain itu, Thabit juga berjasa dalam mengembangkan ilmu astronomi. Karya Thabit dalam astronomi yang terkenal berjudul Concerning the Motion of the Eighth Sphere. Selain itu, sang ilmuwan juga mempublikasikan hasil pengamatannya tentang Matahari. Hingga kini, tak kurang dari delapan risalah yang ditulisnya pada abad ke-9 M tentang astronomi masih eksis.
Thabit pun telah memainkan peranan yang sangat penting dalam menjadikan astronomi sebagai ilmu eksak. Ia telah menteorisasi hubungan observasi dan teori, mematematisasi astronomi serta fokus pada pententangan hubungan antara astronomi matematika dengan astronomi fisik.
Ia didapuk sebagai pendiri Ilmu Keseimbangan berkat kitab penting yang ditulisnya bertajuk Kitab fi'l-qarastun (Buku Kesimbangan Balok). Inilah karyanya yang monumental dalam bidang Ilmu Mekanik. Salah satu adikaryanya itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gherard of Cremona. Tak heran, jika karya Thabit itu menjadi sangat populer di dunia Barat. Melalui karyanya itu, Thabit mampu membuktikan asa-sas keseimbangan pengungkit.
Dalam bidang filsafat, Thabit pun banyak melahirkan risalah. Salah satu risalahnya yang masih eksis adalah hasil percakapannya dengan Abu Musa Isa ibnu Usayyid – muridnya yang beragam Kristen. Kepada Thabit Ibnu Usayyid banyak bertanya tentang berbagai hal dan semuanya dijawab Thabit. Risalah percakapan antara Thabit dengan muridnya itu hingga kini masih ada. Risalah itu masih jadi bahan diskusi dan perdebatan.
Meski terpengaruh dengan Plato dan Aristotels, namun Thabit pun kerap mengkritisi ide-ide ilmuwan asal Yunani itu. Thabit banyak mengoreksi pemikiran Plato dan Aristoteles, khususnya mengenai gerakan (motion). Hal itu tampak pada ide-denyanya yang didasarkan pada penerimaan penggunaan pendapat mengenai gerakan dalam argumen-argumen geometrikalnya.
Semasa hidupnya, Thabit juga menulis risalah tentang logika, psikologi, etika, klasifikasi ilmu, tata bahasa Syriac, politik, agama, serta kebudayaan Sabian. Jejaknya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dilanjutkan oleh puteranya, Sinan ibnu Thabit dan cucunya Ibrahim ibnu Sinan ibnu Thabit. Kedua buah hatinya itu juga menjelma sebagai ilmuwan besar yang juga berkontribusi dalam mengembangkan matematika.
Thabit meninggal pada 18 Februari 901 di Baghdad. Meski begitu, jasa dan kontribusinya dalam beragam ilmu hingga kini masih dikenang. Sosok dan kiprahnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan layak dijadikan contoh oleh generasi muda Muslim di era globalisasi ini. “Hanya dengan menguasai ilmu pengetahuanlah, Islam akan bangkit dan menguasai dunia,” ungkap Dr Youssef Chebli Phd, ketua World Islamic Mission Association. World Islamic Mission Association.
Ia memainkan peran penting dalam penemuan hitungan integral, geometri analitik, dalil trigonometri lingkaran serta konsep angka-angka riil.
“Dalam ilmu mekanik, dia adalah seorang pendiri ilmu statika (ilmu kesetimbangan),” ujar O'Connor dan Robertson dalam tulisannya tentang biografi sang ilmuwan. Si jenius dari Harran, Mesopotamia (Turki) itu pun menguasai ilmu astronomi. Dalam bidang luar angkasa ini, sejarah mencatatnya sebagai salah seorang pembaharu pertama terhadap sistem ptolemeus.
Sang matematikus Muslim yang berotak encer itu bernama Thabit Ibnu Qurra. Nama lengkapnya Thabit Ibn Qurra Ibn Marwan al-Sabi’al-Harrani. Ia Terlahir pada tahun 836 di Harran, Mesopotamia – sekarang Turki. Awalnya, dia adalah anggota sekte Sabian – kelompok penyembah bintang. Lantaran menuhankan bintang, anggota sekte ini sangat termotivasi untuk mempelajari astronomi.
Pada zamannya, sekte ini telah melahirkan sederet astronom dan matematikus berkualitas. “Sekte ini memiliki hubungan yang kuat dengan Peradaban Yunani, sehingga mengadopsi kebudayaannya,” papar O'Connor dan Robertson. Ketika Islam berkembang makin meluas, sekte Sabian yang awalnya berbahasa Yunani akhirnya berada dalam kekuasaan Dinasti Abbasiyah.
Perlahan namun pasti, anggota sekte Sabian pun mulai memeluk Islam. Mereka pun mulai menggunakan bahasa Arab mengganti bahasa Yunani. Sejumlah dokumen menyebutkan pada usia muda, Thabit berprofesi sebagai pedagang penukaran mata uang. Ini menunjukkan bahwa Thabit berasal dari keluarga berada dan berpengaruh di komunitasnya.
Sejak muda, Thabit dikenal sangat cerdas. Ia menguasai bahasa Arab, Yunani dan Syriac. Suatu hari, seorang ilmuwan terkemuda dari Baghdad Muhammad ibnu Musa ibnu Shakir berkunjung ke Harran. Ia sungguh terkagum-kagum dengan pengetahuan bahasa yang dikuasi Thabit muda. “Sungguh seorang anak muda yang sangat potensial,” cetus Ibnu Musa.
Sang ilmuwan pun kemudian menyarakan agar Thabit hijrah ke Baghdad – kota metropolis intelektual. Ibnu Musa memintanya agar mau belajar matematika pada dirinya dan saudaranya. Tawaran itu tak disia-siakan Thabit. Ia pun hijrah meninggalkan tanah ke lahirannya untuk menimba ilmu matematika dan belajar kedokteran di Baghdad.
Setelah menamatkan pendidikannya, dia sempat kembali ke kota kelahirannya Harran. Sayangnya, dia tak harus berhadapan dengan pengadilan lantaran pemikirannya yang dianggap berbahaya. Guna menghindari hukuman, Thabit pun lari ke Baghdad. Di pusat pemerintahan Abbasiyah itu dia mengaddikan dirinya sebagai astronom istana. Thabit pun berada dalam lindungan Khalifah Al-Mu'tadid – salah seorang khalifah Abasiyah yang terkemuka.
Kemampuan Thabit dalam bahasa Arab dan Yunani dimanfaatkan khalifah. Thabit diminta untuk menerjemahkan teks-teks berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Sebagai ahli matematika, Thabit pun menerjemahkan dan merevisi karya-karya besar yang semat ditulis Peradaban Yunani.
Meski bertugas untuk menerjemahkan karya-karya besar, bukan berarti Thabit hanya menjiplak pengetahuan dari Yunani. Berbekal kecerdasannya, ilmuwan Muslim yang brilian ini justru telah menemukan sederet penemuan yang sangat penting bagi perkembangan ilmu matematika.
Selain itu, Thabit juga berjasa dalam mengembangkan ilmu astronomi. Karya Thabit dalam astronomi yang terkenal berjudul Concerning the Motion of the Eighth Sphere. Selain itu, sang ilmuwan juga mempublikasikan hasil pengamatannya tentang Matahari. Hingga kini, tak kurang dari delapan risalah yang ditulisnya pada abad ke-9 M tentang astronomi masih eksis.
Thabit pun telah memainkan peranan yang sangat penting dalam menjadikan astronomi sebagai ilmu eksak. Ia telah menteorisasi hubungan observasi dan teori, mematematisasi astronomi serta fokus pada pententangan hubungan antara astronomi matematika dengan astronomi fisik.
Ia didapuk sebagai pendiri Ilmu Keseimbangan berkat kitab penting yang ditulisnya bertajuk Kitab fi'l-qarastun (Buku Kesimbangan Balok). Inilah karyanya yang monumental dalam bidang Ilmu Mekanik. Salah satu adikaryanya itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gherard of Cremona. Tak heran, jika karya Thabit itu menjadi sangat populer di dunia Barat. Melalui karyanya itu, Thabit mampu membuktikan asa-sas keseimbangan pengungkit.
Dalam bidang filsafat, Thabit pun banyak melahirkan risalah. Salah satu risalahnya yang masih eksis adalah hasil percakapannya dengan Abu Musa Isa ibnu Usayyid – muridnya yang beragam Kristen. Kepada Thabit Ibnu Usayyid banyak bertanya tentang berbagai hal dan semuanya dijawab Thabit. Risalah percakapan antara Thabit dengan muridnya itu hingga kini masih ada. Risalah itu masih jadi bahan diskusi dan perdebatan.
Meski terpengaruh dengan Plato dan Aristotels, namun Thabit pun kerap mengkritisi ide-ide ilmuwan asal Yunani itu. Thabit banyak mengoreksi pemikiran Plato dan Aristoteles, khususnya mengenai gerakan (motion). Hal itu tampak pada ide-denyanya yang didasarkan pada penerimaan penggunaan pendapat mengenai gerakan dalam argumen-argumen geometrikalnya.
Semasa hidupnya, Thabit juga menulis risalah tentang logika, psikologi, etika, klasifikasi ilmu, tata bahasa Syriac, politik, agama, serta kebudayaan Sabian. Jejaknya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dilanjutkan oleh puteranya, Sinan ibnu Thabit dan cucunya Ibrahim ibnu Sinan ibnu Thabit. Kedua buah hatinya itu juga menjelma sebagai ilmuwan besar yang juga berkontribusi dalam mengembangkan matematika.
Thabit meninggal pada 18 Februari 901 di Baghdad. Meski begitu, jasa dan kontribusinya dalam beragam ilmu hingga kini masih dikenang. Sosok dan kiprahnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan layak dijadikan contoh oleh generasi muda Muslim di era globalisasi ini. “Hanya dengan menguasai ilmu pengetahuanlah, Islam akan bangkit dan menguasai dunia,” ungkap Dr Youssef Chebli Phd, ketua World Islamic Mission Association. World Islamic Mission Association.
sumber : ROL
posted by Adimin
Label:
Ilmu dan Islam
January 11, 2013
Fahri Hamzah di ILC-2
Written By @Adimin on 11 January, 2013 | January 11, 2013
>
posted by Adimin
Label:
VID
























