pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kemenangan Aher-Deddy, Bukti PKS Masih Dipercaya

Written By @Adimin on 25 February, 2013 | February 25, 2013


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyambut baik kemenangan sementara pasangan Cagub Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar dalam penghitungan cepat (quick count).

Dengan kemenangan ini cukup menjadi modal bagi PKS untuk menang di Pemilu 2014 mendatang. "Kemenangan ini sangat penting bagi kami, karena menunjukkan bahwa PKS masih dipercaya untuk memimpin," ujar Anis dalam keterangan persnya, Minggu (24/2/2013).

Anis mengatakan, kemenangan dalam Pilgub Jabar ini, bagi PKS ibarat 'Kemenangan di Tengah Badai'. Menurutnya, kemenangan ini akan menjadi energi pelejit bagi PKS untuk terus bangkit dan menciptakan gelombang kekuatan baru untuk memimpin umat dan bangsa.

Anis juga mengatakan pilgub Jabar menjadi salah satu indikator keberhasilan konsolidasi nasional yang saat ini tengah digelar PKS.

"Satu capaian telah terlewati, tinggal satu capaian lainnya. Saya ingin aroma kemenangan yang sedang dinikmati kader-kader PKS di Jawa Barat juga bisa menggelorakan semangat juang kader-kader PKS di Sumatera Utara untuk memenangkan pasangan 'Ganteng," tutur mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Anis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan sejumlah parpol koalisi dalam memenangkan pasangan Aher-Deddy di pilgub Jabar.

"Hal yang sama juga saya sampaikan kepada semua jajaran relawan, organisasi/kelompok pendukung, para tokoh masyarakat dan alim-ulama, kalangan seniman/budayawan/artis. Kebersamaan kita yang tulus dan kompak menjadi kunci kemenangan pasangan ini," tandasnya.[jat]

sumber : inilahdotcom

posted by Adimin

Metro TV Menipu? Hasil Survei 'Aher Menang' diplintir jadi 'Aher Kalah'

Written By @Adimin on 21 February, 2013 | February 21, 2013


Berikut kami sampaikan "konfirmasi ke metro TV" yang disampaikan Indonesia Strategic Institute lewat akun twitternya @info_instrat atas pemberitaan Metro TV terkait hasil survei pilgub Jawa Barat yang disiarkan Metro TV tidak sesuai dengan hasil yang telah dirilis oleh lembaga survei tersebut.


Indonesia Strategic Institute
@info_instrat
| Lembaga kajian pada isu strategi politik dan sosial humaniora


  1. @Metro_TV dlm program metro siang disegmen sebelum ini meliput tentang hasil survei terkai elektabilitas cagub/cawagub Jabar.

  2. Dalam liputan tersebut, @Metro_TV mengangkat hasil dari 4 lembaga survei (termasuk instrat), dibawakan oleh @praburevolusi.

  3. Sayangnya, hasil survei dari instrat disampaikan secara tidak sesuai dengan rilis yang kami berikan sebelumnya.

  4. Data yg kami rilis : Aher-Demiz (37,69%), Dede-Lex (30,2%), Rieke-Teten (15.48%), Yance-Tatang (12.44%), Dekdik-Toyib (4,19%).

  5. Sehingga menurut survei kami, Aher-Demiz menempati urutan pertama, sedangkan Dede-Lex menempati urutan kedua.

  6. Namun, @Metro_TV dalam acara @MetroSiang yang dibawakan oleh @praburevolusi mengatakan bhw mnrt instrat Dede-Lex di urutan 1.

  7. Bahkan persentase hasil survei instrat yang ditayangkan di @metrosiang jauh berbeda dr yg sebenarnya. Entah dr mana data tsb.

  8. Padahal dalam liputan @wideshotmetrotv bbrp hari lalu, data kami disampaikan secara benar. pada artikel ini juga benar.

  9. Instrat sangat berharap agar @Metro_TV / @MetroSiang / @praburevolusi segera meralat berita yang telah disampaikan sebelumnya.

  10. Instrat harus melakukan #konfirmasi untuk memenuhi hak publik akan informasi berimbang. demikian. terimakasih.

Catatan: ini tabel hasil survei yang resmi dirilis Instrat...


sumber : pkspiyungan

posted by Adimin

Adnan Buyung : Jika Tak Mau Perbaiki Diri, bubarkan Saja KPK



Tindakan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja mencabut tanda tangan surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum menuai kecaman dari Adnan Buyung Nasution. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengatakan bahwa tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sebagai sikap tidak konsisten.

“KPK ini seperti mencla-mencle, mau membongkar mundur lagi, bagaimana ini?” kecam Buyung di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (14/2).

Adnan mengaku sangat memalukan jika sikap KPK seperti itu. Pasalnya, sebagai lembaga penegak hukum super bodi, tidak selayaknya pimpinan KPK bisa mencabut sprindik seenaknya.

Jika tidak mau memperbaiki diri, Buyung menyarankan, lebih baik KPK dibubarkan saja. Dia mengaku kecewa kepada KPK lantaran merupakan salah satu inisiator yang mengkonsep pembentukan KPK. Advokat senior itu menyatakan, polemik yang terjadi di tubuh KPK merupakan bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Buyung melanjutkan, ada dua kemungkinan pelemahan terhadap KPK, yaitu tidak konsekuen. Pasalnya, sudah ditanda tangani malah dianulir bahwa belum dteken lengkap unsur pimpinan. Atau bisa jadi, sambungnya, adanya tekanan luar biasa dari pihak yang belum diketahui sumbernya kepada KPK. (Erik Purnama Putra/Citra Listya Rini/ROL)
posted by Adimin

Mahyeldi Pastikan Maju CaWaKo Padang

Written By @Adimin on 19 February, 2013 | February 19, 2013


Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah secara resmi menyatakan diri maju dalam bursa Pilkada Padang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk itu, Mahyeldi pun meminta dukungan pada segenap masyarakat Padang.

”Keputusan DPD PKS Padang dan persetu­juan DPW PKS Sumbar telah menetapkan saya se­bagai calon wali kota (cawako). Saya lihat lang­sung keputusan itu. Saya menyatakan siap un­tuk memimpin Padang,” kata Mahyeldi ke­pada wartawan, kemarin.

Salah satu alasan Mahyeldi untuk maju men­jadi Cawako Padang, karena ingin melan­jut­kan perjuangannya dalam memimpin Pa­dang. “Saya merasa kembali terpanggil menata Pa­dang menjadi lebih baik,” tutur Wawako Pa­dang ini.

Siapa bakal menjadi pendampingnya? Mah­yeldi belum bersedia membocor kannya.

“Siapa saja bisa menjadi pendamping saya, apalagi ini terkait koalisi. Saya pikir semua partai bisa berkoalisi dengan PKS. Dengan PAN juga tidak me­nutup kemungkinan karena kom­binasi yang berjalan seka­rang cukup baik. Selama empat tahun masa pemerintahan saya dan Wali Kota (Fauzi Bahar) se­mua bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Untuk menentukan itu, ka­ta­nya, mekanismenya ada pa­da DPW. “Saat ini saya fokus me­ngawal program pem­bangunan Pa­dang pada sisa masa periode de­ngan Wako Fauzi Bahar. Saya tidak ingin rencana untuk maju jadi Wako Padang membuat ru­sak hubungan pemerintahan de­ngan wali kota saat ini,” sebut­nya.

Mahyeldi mengatakan Fauzi Ba­har merupakan salah seorang guru bagi dia. “Jadi tidak akan meng­ganggu kinerja di sisa wak­tu kepemimpinan kita ber­dua,” ulasnya.

Mahyeldi membuka diri pa­da masyarakat untuk mene­rima kri­tikan dan masu­kan. “Du­ku­ngan yang diinginkannya tidak be­rupa dukungan setuju saja­, tapi lebih ke kritikan dalam ber­sik­ap dan mengambil kebija­kan selama ini,” ucapnya.

Secara terpisah, pengamat po­litik UNP, Eka Vidya Putra me­nilai keikutsertaan calon incum­bent (sedang berkuasa) da­­lam Pilkada Padang memiliki kans besar. Satu nilai tambah yang dimiliki incumbent, yakni me­ngetahui peta kekuatan po­litik. 

Calon incumbent juga sudah punya frame program yang akan diaplikasikan ke masyarakat jika terpilih sebagai wali kota. “Itu tak bisa kita dipungkiri. Di sinilah nilai tambah dari seorang incumbent,” jelas Eka.  

Yang jadi pertanyaan, kat­a­nya, siapa yang akan mendam­pi­­ngi incumbent untuk maju nan­ti. Pasalnya, PKS hanya pu­nya 6 kursi, sementara untuk bisa mencalon, partai harus pu­nya minimal 7 kursi.

”Untuk koalisi, jelas butuh cost politik. Jumlahnya tergan­tung kesepakatan partai. Namun po­sisi yang dihadapi incumbent saat ini, tentunya cost politik yang akan dikeluarkan disesuai­kan jumlah kursi yang dimiliki par­tai yang akan diajak koalisi,” ujarnya.

Bila partai yang akan diajak koalisi itu punya 2 hingga 4 kursi, je­las cost-nya akan banyak kare­na saling membutuhkan. “Seba­li­k­nya bila partai yang punya 1 kur­si seperti PDI Perjuangan, kans­nya akan lebih besar untuk di­ajak berkoalisi,” terang Eka.

Di bagian lain, pengamat politik Unand Asrinaldi menilai kehadiran calon incumbent akan membuat persaingan di antara par­tai ini akan semakin tajam. Se­bab, kemenangan pada Pilka­da 2013 ini langkah strategis par­tai politik untuk memu­dahkan me­sin politiknya bekerja untuk memenangkan pemilu legislatif tahun 2014. (ek/zil)


posted by Adimin

KPK Bermain Gendang Majelis Tinggi Demokrat

Written By @Adimin on 12 February, 2013 | February 12, 2013



Jakarta - Bocornya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka, menunjukkan bahwa institusi tindak kejahatan korupsi itu telah terperangkap dalam permainan politik Partai Demokrat.

Pengamat hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan, beredarnya sprindik untuk Anas itu menyusul adanya desakan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, agar status Anas segera diputuskan dalam keterlibatannya terkait kasus dugaan korupsi pembanguna pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Saya kira karena situasi yang belum cukup bukti dan Pak SBY mendesak agar status Anas segera diputuskan maka dibuatlah permainan seperti ini," kata Margarito, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Jika demikian, lanjut Margarito, institusi tindak kejahatan korupsi itu telah masuk dalam arena politik Partai Demokrat. Kata Margarito, tindakan tersebut justru akan merusak citra KPK sebagai lembaga ad hoc.

"KPK bermain gendang Majelis Tinggi Partai Demokrat. Hal itu sungguh memukul bukan saja KPK tetapi juga bangsa ini," demikian Margarito.

KPK, kata Margarito, tidak luput dari intervensi Presiden SBY dalam menuntaskan tindak kejahatan korupsi. Menurutnya, institusi pimpinan Abraham Samad Cs itu akan kesulitan menolak permintaan SBY.

"Agak sulit mengatakan bahwa KPK tidak mengabulkan permintaan SBY. Walapun kalau sekarang mereka membantah tetapi tidak menutup kemungkin KPK berbuat seperti itu," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sprindik untuk Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dari KPK telah beredar dikalangan wartawan. Berdasarkan dokumen itu, sprindik tersebut ditandatangani tiga komisioner KPK, yakni Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, serta Zulkarnaen. Dokumen ini tertulis Anas berstatus tersangka.

Dalam sprindik itu tertulis Anas dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Anas dijerat pasal penyuapan ketika menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014


*http://nasional.inilah.com/read/detail/1957013/kpk-bermain-gendang-majelis-tinggi-demokrat#.URnORfLH9cC

posted by Adimin

Operasi Senyap ala PKS

Written By @Adimin on 11 February, 2013 | February 11, 2013




PKS baru saja dihantam dengan isu yang selama ini menjadi jualan mereka. Hampir satu minggu media tiada hentinya memberitakan kasus yang membelit elit PKS. Di social media PKS menjadi objek yang diperbincangkan banyak orang. Anda bias mengamati juga di berbagai pemberitaan, jika ada yang menulis tentang PKS maka komentarnya akan sangat banyak dan rata-rata menghujat PKS. Baru satu minggu berita heboh tentang LHI ternyata media sekarang lebih tertarik membicarakan tentang kisruh dipartai tentangga nya:DEMOKRAT. Anda tentu masih ingat ketika PKS disudutkan oleh laporan Yusuf Supendi dan Kasus Arifinto, beritanya juga sangat heboh di media tapi selang satu minggu beritanya bergeser ke pemberitaan tentang Nazaruddin yang beritanya belum habis sampai sekarang. Lantas kita bertanya-tanya apa gerangan operasi yang dilakukan PKS untuk mengcounter berita miring yang sedang membelit mereka sehingga tidak sampai hitungan bulan, peta pemberitaan sudah berubah? Memahami PKS haruslah keluar dari kerangka pemahaman kita tentang partai politik pada umumnya. PKS adalah pertemuan antara partai politik dengan gerakan. Dan mempelajari PKS tidak boleh berhenti hanya sampai pada PKS itu saja tapi harus dipahami dalam konteks yang lebih luas yakni gerakan-gerakan yang menjadi sumber inspirasi mereka.


Hal-hal apa saja yang kemudian dimainkan oleh PKS dalam keluar dari masalah yang membelit mereka. Saya akan utarakan meskipun tidak semuanya.

Pertama, PKS tidak gagap terkait dengan proses transfer kepemimpinan. Reaksi cepat dan kilat yang dilakukan majelis syuro PKS dan DPP yang segera merespon pengunduran LHI dengan menjadikan Anis Matta sebagai penggantinya, menunjukkan kepada publik bahwa PKS tidak lumpuh dan memiliki regenerasi kepemimpinan yang baik. Berbeda di partai lain untuk mencari ketua umum partai, biasanya melalui proses yang panjang dan melelahkan karena sering dibumbui dengan konflik dan intrik internal.

Kedua, kunci dari cepat keluarnya PKS adalah pembinaan yang matang dan rapi di partai ini. Kalaulah boleh menyamakan organisasi yang memiliki sistem komando yang baik di Indonesia ini mungkin hanya TNI, Polri, (dulu PKI), dan PKS. Penanaman nilainya dilakukan rutin. Salah satu materi yang pertama kali dulu disampaikan adalah materi tentang perang pemikiran. Sudah sejak lama kader PKS mengerti betul tentang teori konspirasi. Maka sebelum Anis Matta mengatakan ada konspirasi, hampir dipastikan seluruh kader PKS sudah mengatakan itu konspirasi. Mungkin anda adalah sebagian orang yang mendapatkan broadcast pesan-pesan tersebut. Ini yang menjadikan mereka justru makin solid.

Ketiga, kata ”cinta” yang disampaikan Anis Matta sungguh mengisyaratkan sesuatu yang lain di partai ini. Pernyataan cintanya kepada LHI yang disambut dengan takbir oleh pengurus DPP mengisyaratkan bahwa mereka bukan sekedar parpol tapi juga sebuah jamaah yang sangat mencintai pemimpinnya. Disini logika yang dipakai tidak lagi bermain wilayah rasional namun di atas emosional. Ini yang tidak dimiliki partai lain. Jika ada pimpinannya tersangkut kasus, banyak pimpinan yang lain senang karena ada kesempatan akan menggantikan posisinya. Ini tidak terjadi di PKS. PKS mengajarkan kepada khalayak bagaimana mencintai pemimpinnya.

Terakhir, orasi anis matta pada pidato pengangkatannya memberikan inspirasi yang mendalam bagi kader PKS. Jika anda masih mengingat pidato anis hal pertama yang dia sampaikan adalah agar setiap kader memohon pertolongan kepada Tuhan. Dan ini direspon dengan sangat baik oleh kader PKS dari pusat hingga ke daerah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari beberapa kader PKS yang saya temui, dengan adanya pemberitaan yang memojokkan tersebut soliditas mereka menjadi semakin kuat. Bahkan mereka ada yang mengatakan “dulu saya agak males baca alqur’an sekarang jadi tambah rajin”

Jika anda amati disekitar anda maka anda akan menemukan aktivitas yang meningkat ditubuh partai ini justru setelah LHI dijadikan tersangka terkait dengan membangun kedekatan padaNya. Ini yang saya sebut sebagai operasi SENYAP. Ini yang mungkin tidak pernah dibahas dalam teori intelejen. Dalam inspirasi-inspirasi kenabian akan sangat mudah ditemukan referensi bahwa sumber kemenangan yang utama bukan pada kematangan rencana, dan lengkapnya persiapan, namun lebih pada bagaimana mereka membangun kualitas hubungan dengan Tuhan. Ini operasi intelejen yang melibatkan “Langit”. Hal ini yang diyakini betul oleh kader PKS. Roadshow anis matta sebagai presiden yang baru, menurut saya untuk mengokohkan operasi senyap ini selain mendorong kader untuk bekerja.

Sigit Nugroho 

http://politik.kompasiana.com/2013/02/09/operasi-senyap-ala-pks-532114.html


posted by Adimin

Senjata Melawan Riba

Written By @Adimin on 05 February, 2013 | February 05, 2013

 

MENURUT laporan McKinsey, hanya 12 % usaha Indonesia saat ini yang menggunakan pembiayaan kredit dari Bank. Lantas kemana uang masyarakat yang begitu banyak ditabung di bank-bank?, menurut laporan yang sama pula antara lain uang tersebut tersimpan dalam apa yang mereka sebut high-yield, low risk Bank Indonesia Certificates (SBIs). Laporan ini seolah menguatkan alasan mengapa riba dilarang dalam Islam, karena uang tidak perlu bekerja produktif sudah menjadi investasi dengan hasil tinggi dan resiko rendah. Lantas mau digerakkan dengan apa ekonomi kalau demikian?

Ketika ekonomi tidak berputar secara merata, Indonesia bisa saja menjadi kekuatan ekonomi besar – ke 7 di dunia pada tahun 2030 berdasarkan scenario di laporan McKinsey tersebut. Tetapi ketimpangan juga semakin luas, saat itu diprediksi ada 55 juta orang tidak memiliki akses sanitasi dan 25 juta orang tidak memiliki akses air bersih.

Itulah pertumbuhan ekonomi yang antara lain mengandalkan sektor finansial ribawi itu – seolah sah-sah saja kita membuat skenario ekonomi yang akan memiskinkan sekian puluh juta orang tersebut.

Bahwa hasil itu ada di tangan Allah semata, setidaknya bila kita merencanakan dan berupaya membangun ekonomi untuk negeri ini – targetnya harus meng-eliminasi kemiskinan atau meminimisasinya.

Lantas dengan apa kita akan mengeliminasi kemiskinan itu? Secara umum kita bisa mengeliminasi kemiskinan dengan “7 Sumber Pengentasan Kemiskinan” yang telah saya muat di situs ini pada tanggal 7-September 2012 lalu.

Untuk kemiskinan yang ditimbulkan oleh praktek-praktek ribawi, kitapun telah dibekali oleh Allah antara lain dengan dua senjata utama yaitu perdagangan dan sedekah sebagaimana tercantum di penggalan dua ayat yang berurutan berikut :

“… Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS al_Baqarah [2]:275-276).

Jadi lawan riba itu dua – yaitu yang pertama perdagangan atau jual-beli dan yang kedua sedekah. Dua lawan riba ini secara umum tercover dalam tulisan saya tersebut di atas, hanya pada tulisan ini akan saya elaborasi salah satunya yaitu perdagangannya.

Bila perdagangan itu hanya mengandalkan permodalan – maka kita akan terjebak pada kapitalisme ribawi sebagaimana terungkap oleh data McKinsey tersebut – dimana hanya segelintir pengusaha saja (12%) yang memiliki akses pembiayaan kredit bank. Mayoritasnya tidak punya modal dan tidak bisa mengakses modal perbankan.

Lantas dengan apa kita bisa berdagang bila tanpa modal? Ingat pelajaran yang sangat berharga dari jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – salah satu orang terkaya di jaman itu adalah Abdurrahman bin ‘Auf – dia memulai perdagangannya tanpa modal, dia memulai perdagangannya hanya dengan tahu di mana pasar!

Kemudian di pasar dia bertemu orang-orang yang membutuhkan barang apa, di pasar pula dia ketemu orang-orang yang memiliki barang dagangan apa. Dengan mempertemukan demand dengan supply-nya, dengan itulah Abdurrahman bin ‘Auf mulai berdagang.

Cara perdagangan saat itu juga tergambar dengan jelas melalui hadits sahih yang sangat sering saya sajikan di situs ini.

“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, beras gandum dengan beras gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim).

Ketika barang atau kebutuhan kita ditukarnya dengan emas atau perak – itulah jual beli dengan uang yang kita kenal sampai sekarang. Ketika ditukar antar jenis barang yang berbeda – misalnya gandum ditukar dengan kurma – maka itulah jual beli dengan barter yang telah sekian lama ditinggalkan.

Dalam era perdagangan atau jual beli yang mengandalkan uang atau modal, umat yang mayoritas di negeri ini terperdaya oleh segelintir minoritas yang menguasai perdagangan hampir di seluruh aspek kehidupan kita. Dari perdagangan  mie sampai mobil dikuasai mereka.

Lantas bagaimana kita merebut kembali dominasi perdagangan ini untuk kembali berada di tangan umat – sebagaimana umat ini dahulu perkasa di perdagangan? Salah satu caranya ya meng-eksplorasi cara-cara perdagangan yang tersirat dalam hadits tersebut di atas.

Mayoritas umat ini tidak memiliki akses modal untuk berdagang, maka ayolah kita mulai belajar berdagang a la Abdurrahman bin ‘Auf – berangkat ke pasar tanpa modal. Dengan barter yang dijaman modern ini saya sebut barter modern atau perdagangan kreatif – Anda bisa berangkat ke pasar untuk mulai berdagang tanpa modal (uang).

Maka bagi Anda yang sudah confirm hadir untuk acara besuk di Rumah Hikmah, bayangkan diri Anda besuk adalah seperti hari pertamanya Abdurrahman bin Auf berangkat ke pasar.

Di sana Anda akan ketemu seratusan lebih orang-orang yang membutuhkan barang atau jasa ini dan itu, dan sejumlah orang yang sama yang menawarkan barang atau jasa ini dan itu. Challenge Anda adalah bagaimana mempertemukannya tanpa harus dengan uang atau modal.

Dengan cara inilah umat ini dahulu diunggulkan dalam perdagangan, maka insyaAllah dengan cara ini pula kita akan bisa mengulangi keunggulan itu. Bila kita bisa unggul dalam perdagangan, otomatis lawan dari perdagangan - yaitu riba akan melemah.

Bila riba melemah syukur-syukur menghilang dari umat ini, insyaAllah negeri ini akan bisa kembali hidup dalam keberkahanNya. Amin
Sumber : Hidayatullah
 
posted by Adimin

Ayyuhal Ikhwah.. Min Huna Nabda'



Bagi PKS haters (pembenci PKS), kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)

  1. Sebelum dilanjutkan silahkan baca komentar orang luar soal tangis PKS di Kompasiana ini  >>> "Arti Tangisan Kader PKS Saat Mendengar Pidato Anis Matta".

  2. Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, orang bilang tangis saat pidato Anis Matta itu tangisan buaya dan pura-pura.

  3. Sabarlah, mereka tak tahu bahwa tangis-tangis serupa kita teteskan hampir setiap minggu.

  4. Dalam lingkaran-lingkaran antar hati. Orang tak tahu, ini hubungan hati - ta'liful qulub.

  5. Dlm bisik rabithah sebelum kafaratul majelis terucap, bulir bulir tangis menetes. Itu sudah biasa. Mereka hanya tak faham.

  6. Mereka pikir, ini adalah partai politik, sama seperti parpol yang itu, yang disana, yang berpecah belah itu.

  7. Mereka duga ini parpol untuk mencari jabatan, menimbun kekayaan, lalu berpecah belah karena gengsi kalah posisi.

  8. Ah..lupakan sejenak komentar orang akhi, mari segera mengambil cermin.

  9. Ya ikhwati fillah, jamaah ini sedang sampai pada fase menjelang kemenangan. Fase mihnah yang terjal.

  10. Ustad Jumah Amin bin A Azis dalam manhaj al imam hasan al banna, ats tsawabit wal muthaghayirat sudah ingatkan…

  11. Riya, ghurur,congkak, merasa tinggi dan besar, itulah penyakit utama jamaah.

  12. Virus ambisi pribadi,suka menonjol, suka publisitas, dapat menggelincirkan.

  13. Apakah ini yg menimpa jamaah hari ini?

  14. Maka mari resapi betul pidato qiyadah (Presiden PKS), kita harus segera bertaubat, muhasabah total.

  15. Menangis di ujung malam, betapa semua amal kita ternyata mengandung ujub. Ingin dimulyakan oleh manusia.

  16. Menangis betapa kita kadang berbangga diri dengan kualitas amal yang pas-pasan. Lantas kita mengaku sdh beriman?

  17. Tapi, tangis dan sesal, bukanlah pelemah ya ikhwah.

  18. Tangis dan sesal adalah api energi. Dan cemoohan orang adalah bahan bakarnya.

  19. Tangis yang mengobarkan amal, yang melecut ruhul tadhiyah, jiwa berkorban.

  20. Antum sudah merasa berkorban? oh ya? apa yang sudah antum beri? apa yang sudah engkau korbankan? hebat ya?

  21. Sadarlah akhuna, kita hanyalah sekrup kecil. Hanya debu di sela-sela batu bata peradaban yg sdg ditata.

  22. Menagih imbalan, menghitung peran, itulah virus jamaah akhi. Mari kita sapu bersih. Ctrl Alt Del.

  23. Jika dengan kasus LHI ini, bi idznillah, membuat PKS hanya dapat 1 % suara, apa antum lalu gentar dan berpaling?

  24. Bahkan jika PKS dibubarkan, dianggap terlarang, lalu antum dikejar2 utk dipenjarakan apa antum menyesal?

  25. Bagi mereka yg sudah menjabatkan tangan, pasti paham, memilih jalan dakwah pasti bertemu mihnah.

  26. Tapi mereka selalu ingat janji Allah : Wa Innal Jundana Lahumul gholibun (37 : 173)

  27. “Dan sesungguhnya Tentara Kami itulah yang menang”, hanya tentara Allah yang menang akhi, ingat!

  28. Dalam ribuan caci dan hujan umpatan ini mari kita ingat pesan sahabat nabi yang terkenal...

  29. “Kekeruhan dalam jamaah lebih baik dari kebeningan dalam kesendirian”.

  30. Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, tak usah larut dalam sedih, mari kita buktikan dengan berbenah.

  31. Seperti pesan para pendiri jamaah ini : jadilah rahib di waktu malam, dan penunggang kuda yang gagah di siang hari.

  32. Kita berjanji agar tetap berhimpun dalam ketaatan kepada Allah, Allah semata-mata. Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in...

  33. Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita di emper jalan, dengan kartu-kartu remi yang kita siapkan dlm kondisi darurat.

  34. Agar ketika intel-intel Orba datang, mereka duga kita sedang bermain kartu, padahal sedang mengkaji ayat-ayat Allah.

  35. Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita dulu tanpa suguhan, hanya air putih, bahkan tiga tahu dibagi tujuh. Ingat akh?

  36. Atau memori itu tergantikan dg taklim di HOTEL JW Marriott dan berangkat dengan Alphard, atau Prado?

  37. Siapapun engkau sekarang, akhuna, kenang kembali saat saat indah masa lalu kita.

  38. Jadikan kenangan #rindu itu sebagai tambahan obor untuk mencari pintu lorong, dalam jamaah yang sedang diserang kegelapan ini.

  39. Bersiapsiagalah, seperti dalam mukhoyam kita saroya, kita siaga menunggu instruksi muddarib di tengah malam.

  40. Dan untuk saudaraku, yang tertinggal kereta dakwah, di stasiun-stasiun desertir…Mari kembali, min huna nabda' ..

  41. Tegakah antum mengetahui kereta yg membawa keluargamu sendiri digelincirkan dari relnya. Itu masih saudaramu ya akhi..

  42. Apakah engkau sekarang justru bertepuk tangan, bergabung dalam barisan pencela? itu saudaramu ya akhuna…

  43. Sudah nggih, nggak kuat ini, #rindu dicukupkan, pamit dulu....

  44. Astaghfirullahal adziim.. astaghfurullahal adzim..astaghfirullahal adziim....

posted by Adimin

Pidato Perdana Presiden PKS yg baru, Anis Matta

posted by Adimin

Kegiatan Ketua Umum DPD PKS Padang

> posted by Adimin

Warga dan Tokoh Masyarakat Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS



Luthfi Hasan Ishaaq yang pada waktu itu merupakan Presiden PKS ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dituduh terlibat dalam suap impor daging sapi. Dan tidak kurang dari 12 jam, Luthfi digelandang ke KPK. Hal ini tentu saja merupakan hantaman tersendiri kepada tubuh PKS.

Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa pengamat  mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.

Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang kader PKS.

Lalu di NTT beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kepada kader-kader PKS dan Presiden PKS yang baru. Sedangkan di Maluku, tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi pengurus PKS di sana.

Lain lagi dengan di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Di sana ada 3 orang, 2 Protestan dan 1 Katolik, minta diangkat jadi Pengurus PKS di Balikpapan. Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis menyaksikan Pidato Presiden PKS. Dan ibu-ibu rumah tangga datang ke rumah menangis karena merasa PKS dizhalimi…

Sedangkan di Yogyakarta, sebagaimana disampaikan sendiri oleh DR Sukamta Ketua DPW PKS DIY, seorang Ustadz besar sekaligus tokoh masyarakat setempat yang sangat disegani (yang dulunya sulit dan alergi dengan PKS) mengirimkan sms ke pengurus PKS sebagai berikut:

“Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad [nama dirahasiakan], menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera. Wassalamu’alaikum.”

Di DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan PDIP, sehingga membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-acara PKS, tapi setelah si ayah melihat orasi Presiden PKS baru Anis Matta di TV, ada yang beda dia rasakan, dia pun menyetujui anaknya bergabung dengan PKS.

Sedangkan di Garut, beberapa orang yang terdiri dari Hanura, PAN, PBB dan mantan caleg PKNU semua SMS dan menyatakan siap dukung PKS di 2013-2014.

Berita terbaru yang didapatkan redaksi dakwatuna.com, seluruh remaja masjid dan pemuda Muhammadiyah Terara meminta kartu anggota PKS untuk dijadikan anggota PKS. Hal ini terjadi setelah DPC Terara Lotim NTB, nonton bareng pidato politik Anis Mata di youtube. 
 
Sedangkan seorang tokoh masyarakat Majene yang merupakan PNS, dosen UNM, dan Pengusaha setempat, ikut menonton pidato politik  Presiden PKS Anis Matta bersama istrinya di televisi. Tiba-tiba sang istri berkata: “Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS”. Dan hari ini tokoh tersebut sudah menemui pengurus DPD, menyatakan siap masuk PKS dan siap memberikan 8 unit motor, 1 mobil untuk DPD Majene, serta rumah beliau di Majene yang besar dipinjamkan untuk kantor DPD Majene.

posted by Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger