Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
February 27, 2013
posted by Adimin
Kejahatan REZIM MEDIA !!!
Written By @Adimin on 27 February, 2013 | February 27, 2013
- Mungkin kalau kuasa media saat ini sudah ada sebelum kemerdekaan, belum tentu kita bisa merdeka.
- Meminjam Baudrillard, media sudah lakukan strategi fatal. Membunuh karakter orang yang belum terbukti bersalah.
- Kejahatan media itu bersifat imun, jahat tapi memiliki kekebalan sosial, karena masyarakat terlanjur candu dengan isi media.
- Kejahatan media itu mirip zat berbahaya dalam mie instan atau rokok, legal dijual, dinikmati secara sah dan masif hingga susah dilawan.
- Kejahatan media itu mirip tato dalam tubuh, awalnya identitas pelaku kriminal perlahan berubah menjadi identitas penikmat seni.
- Kejahatan media itu seperti kerjaan tukang pijet, orang bisa tertidur karena dipijet... Media juga bisa bikin publik tertidur.
- Kejahatan media itu mirip kerja rentenir, awalnya seperti orang baik berikan pinjaman tapi akhirnya bisa mematikan mencekik leher.
- Kejahatan media itu sistematis dan terorganisir. Pelakunya tidak sadar sedang berperan jadi penjahat karena mereka sudah merasa nikmat.
- Kejahatan media itu sangat nyata tapi bersembunyi dibalik topeng kebebasan pers, kebebasan menyampaikan pendapat/ekspresi.
- Kejahatan media itu sah karena dibenarkan oleh hukum dan diterima oleh masyarakat.
- Kejahatan media itu legal karena diatur oleh peraturan. Tidak ada yang bisa melawannya, sekalipun peraturan itu diubah.
- Kejahatan media itu bisa merubah orang saleh menjadi orang salah, mampu merubah tuntunan jadi tontonan.
- Kejahatan media itu seperti dokter yang membawa jarum suntik berisi racun dan siap menyuntik tubuh publik yang tidak berdaya.
- Kejahatan media itu seperti komplotan antar geng, antar mereka bisa saling serang tapi juga bisa menyatu jika identitasnya terganggu.
- Kejahatan media itu seperti kompas rusak, bisa menyesatkan dan menjerumuskan.
- Kejahatan media itu seperti kerja dukun yang memberi mantra, jika dipercaya bisa berbahaya.
- Kejahatan media itu seperti pekerja salon kecantikan, menipu dengan memoles keburukan wajah.
- Kejahatan media itu seperti dokter spesialis bedah, bisa masuk membedah jantung pemirsa.
- Kejahatan media itu seperti junkfood, makanan cepat saji, mengenyangkan tetapi tidak menyehatkan.
- Kejahatan media itu seperti kerja tentara memburu musuh negara, bisa mengepung rumah siapa saja. Siang malam mereka bertahan disana.
- Kejahatan media itu seperti penjaja narkoba, bikin pemirsa kecanduan tidak terkira.
- Kejahatan media itu bahkan bisa menggantikan kedudukan ulama, tanpa fatwa dapat diikuti siapa saja.
- Kejahatan media itu seperti mafia Italia, bisa mengatur skor sepak bola.
- Kejahatan media itu seperti calo tiket KA, terus mencari mangsa padahal tidak kemana-mana.
- Kejahatan media itu seperti pembunuh berdarah dingin, sambil tersenyum tapi dapat mematikan karakter orang.
- Kejahatan media itu tidak bisa dituntut karena medialah penuntut sesungguhnya.
- Kejahatan media itu tidak bisa disidik karena medialah penyidik sesungguhnya.
- Kejahatan media itu tidak bisa digugat, karena medialah penggugat sesungguhnya.
- Kejahatan media tidak bisa dipenjara karena medialah penjara yang sesungguhnya.
- Kejahatan media tidak bisa direkayasa sebab medialah sang maha rekayasa sesungguhnya..
- Kejahatan media tidak bisa diperiksa, karena media paling suka memeriksa. Siapa saja bisa diperiksa media.
- Kejahatan media adalah imperium simulakra dari berbagai produksi hiper-realitas. Tidak ada yang bisa keluar jika sudah masuk dalam jeratnya.
- Karena media maha kuasa tidak bisa digeledah dan diperiksa, maka publiklah yang harus dibangun kesadarannya.
by @Iswandisyah
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 25, 2013
Sayang tokoh yang disurvei belum seberapa, karena yang muncul memang baru sedikit. Survei melibatkan 800 responden dengan margin error 3,5 persen. Mahyeldi teratas karena ia wakil walikota saat ini. Posisi dua Andre karena ia sudah memasang baliho pada banyak tempat. Akan halnya Michel juga demikian. Posisi ini bisa berubah, jika tokoh lain gesit mensosialisasikan diri.
Mereka tidak punya kepentingan serta pesanan dari calon manapun terkait hasil survei. Hasil survei yang dirilis Sabtu (23/2) itu, Mahyeldi Ansharullah masih memiliki elektabilitas paling tinggi.
“Kita lakukan pada beberapa daerah untuk menunjukan hasil kerja kita independen,” sebut Direktur Liberte Institut, Indrayadi didampingi Koordinator Surveyor, Yendra Saputra, saat jumpa pers di rumah makan Lubuk Idai, Sabtu (23/2) Khatib Sulaiman.
Hasilnya, pada pertanyaan seandainya pemilukada dilaksanakan pada hari ini, siapa walikota yang akan bapak/ibu pilih?
Selain tiga nama di atas ada nama mantan Wakil Walikota Padang, Yusman Kasim yang yang mendapat 11,8 persen suara. Lalu, anggota DPD RI Afrizal yang juga ketua DPC Gerindra Kota Padang yang mendapat 4,1 persen. Indrayadi menjelaskan, jika dilihat dari popularitas calon walikota, Mahyeldi dikenal oleh 67,9 persen responden, Yusman Kasim 56,3 persen, dan Andre Rosiade 53,5 persen, sedangkan M Ichlas El Qudsi 43,7 persen. Sedangkan tingkat akseptabilitas, Mahyeldi disukai 35 persen responden, Yusman Kasim 25,8 persen, Andre Rosiade 24 persen, dan M Ichlas El Qudsi 21,9 persen.
Cawako
Sedangkan jika dilihat dari popularitas, 29,8 persen responden mengenal Maigus Nasir, Firdaus Ilyas 27,4 persen, Syafril Basyir 23,5 persen, dan Feriyanto Gani 19,4 persen.
“Jika dilihat akseptabilitas, maka yang disukai atau diterima masyarakat Maigus Nasir 15 persen, Firdaus Ilyas 10,02 persen, dan Syafril Basyir juga 10,2 persen,” papar Indra.
Kata Indra, alasan utama masyarakat memilih walikota dan wakil walikota dekat dengan masyarakat 21,6 persen, bersih dan jujur 11,9 persen, berikutnya berpengalaman, berwibawa dan kharismatik, serta sering muncul di media massa.
Indrayadi memprediksi, calon yang paling kuat persaingannya antara Mahyeldi Ansharullah, Andre Rosiade, dan M Ichlas El Qudsi.
Menurutnya, dengan kondisi sekarang, diperkirakan Andre Rosiade akan mampu menyalip Mahyeldi dalam beberapa bulan ke depan. “Survei dilakukan sebelum tsunami politik mengguncang PKS yang akan mengusung Mahyeldi. Ditambah 51 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja pasangan walikota dan wakil walikota sekarang,” ujar alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ini. Dalam survei itu juga ditanyakan persepsi masyarakat tentang partai politik. Indrayadi menyebutkan, walau kasus parpol di tingkat pusat sangat banyak, sepertinya tidak begitu mempengaruhi pemilih di Padang. Buktinya, Partai Demokrat masih dipilih oleh 19,7 persen pemilih, Golkar 14,7 persen, PAN, 14,5 persen, PKS 12,5 persen.
Sedangkan massa Partai Golkar yang jumlahnya 14,7 persen, 3,4 persen memberikan suara pada Yusman Kasim, 2,8 persen pada Andre Rosiade, 2,3 persen di antaranya memberikan suara pada Mahyeldi, dan 1,9 persen pada M Ichlas El Qudsi.
Sementara, PKS masih didominasi oleh pendukung Mahyeldi. Buktinya, 7 persen dari 12,5 persen massa PKS memberikan suara pada Mahyeldi Ansharullah, 2 persen pada Andre Rosiade, dan 1,1 persen pada M Ichlas El Qudsi.
“Dari hasil survei kami, Mahyeldi Ansharullah turun perlahan-lahan, Andre Rosiade terus naik, dan M Ichlas El Qudsi naik perlahan-lahan. Begitu juga dengan Yusman Kasim. Artinya, persaingan ketat terjadi antara Mahyeldi, Andre Rosiade, M Ichlas El Qudsi, dan Yusman Kasim,” ulasnya.
Koordinator Surveyor, Yendra Saputra menambahkan, agar suara para calon ini bisa naik, calon wakil wali kota yang mendampingi mereka sangat menentukan. “Jika cawawako mendukung, maka suaranya akan naik. Jika salah pilih bisa kacau,” jelasnya. Dia mengingatkan agar para calon untuk tidak coba-coba menggunakan money politic. Sebab, perilaku pemilih di Sunbar sudah cerdas. Sebab, 48,9 persen responden akan menerima uang cawako namun memilih sesuai nuraninya. Sedangkan 44,6 persen akan menolak. “Hanya 5,5 persen yang akan menerima dan memilih orang yang memberinya,” ulasnya.
Yendra menjelaskan, survei ini dilaksanakan dengan metodologi multi stage random sampling, dengan cara wawancara tatap muka langsung hingga tingkat RW di 11 Kecamatan di Padang. “Responden 800 orang yang mewakili semua kelompok masyarakat, mulai dari jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, dan usia. Tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin error 3,5 persen,” ulas Yendra.
Mahyeldi paling Unggul
Written By @Adimin on 25 February, 2013 | February 25, 2013
PADANG — Mendekati masa pemilihan
walikota Padang, incumbent masih mengungguli nama baru. Meski begitu,
pendatang baru berhasil meraih hati pemilih.
Hal itu terungkap dari hasil survei yang
dilakukan Lembaga Survei Liberte Institute pada 23-26 Januari pada 11
Kecamatan di Padang. Lembaga yang melakukan survei diisi mahasiwa
pascasarjana Universitas Andalas. Ini survei mereka yang kedua.
Sayang tokoh yang disurvei belum seberapa, karena yang muncul memang baru sedikit. Survei melibatkan 800 responden dengan margin error 3,5 persen. Mahyeldi teratas karena ia wakil walikota saat ini. Posisi dua Andre karena ia sudah memasang baliho pada banyak tempat. Akan halnya Michel juga demikian. Posisi ini bisa berubah, jika tokoh lain gesit mensosialisasikan diri.
Mereka tidak punya kepentingan serta pesanan dari calon manapun terkait hasil survei. Hasil survei yang dirilis Sabtu (23/2) itu, Mahyeldi Ansharullah masih memiliki elektabilitas paling tinggi.
“Kita lakukan pada beberapa daerah untuk menunjukan hasil kerja kita independen,” sebut Direktur Liberte Institut, Indrayadi didampingi Koordinator Surveyor, Yendra Saputra, saat jumpa pers di rumah makan Lubuk Idai, Sabtu (23/2) Khatib Sulaiman.
Hasilnya, pada pertanyaan seandainya pemilukada dilaksanakan pada hari ini, siapa walikota yang akan bapak/ibu pilih?
Ternyata 20,6 persen memilih Mahyeldi.
Walaupun begitu Andre Rosiade yang merupakan tokoh baru muncul berhasil
meraih simpati masyarakat. Andre meraih suara 20,2 persen. Sedangkan di
urutan tiga ada nama anggota DPR Ri asal Sumbar, M. Ichlas el Qudsi yang
dipercaya oleh 12,1 persen.
Selain tiga nama di atas ada nama mantan Wakil Walikota Padang, Yusman Kasim yang yang mendapat 11,8 persen suara. Lalu, anggota DPD RI Afrizal yang juga ketua DPC Gerindra Kota Padang yang mendapat 4,1 persen. Indrayadi menjelaskan, jika dilihat dari popularitas calon walikota, Mahyeldi dikenal oleh 67,9 persen responden, Yusman Kasim 56,3 persen, dan Andre Rosiade 53,5 persen, sedangkan M Ichlas El Qudsi 43,7 persen. Sedangkan tingkat akseptabilitas, Mahyeldi disukai 35 persen responden, Yusman Kasim 25,8 persen, Andre Rosiade 24 persen, dan M Ichlas El Qudsi 21,9 persen.
Cawako
Indrayadi menjelaskan, selain walikota, Liberte Institute juga
melaksanakan survei untuk mengetahui elektabilitas calon wakil wali
kota. Dari survei itu diketahui, jika pemilukada dilaksanakan pada saat
survei, maka 14,1 persen warga akan memilih Maigus Nasir. Kemudian,
10,02 persen memilih Firdaus Ilyas, dan 7,3 persen memilih Yendril.
Sedangkan jika dilihat dari popularitas, 29,8 persen responden mengenal Maigus Nasir, Firdaus Ilyas 27,4 persen, Syafril Basyir 23,5 persen, dan Feriyanto Gani 19,4 persen.
“Jika dilihat akseptabilitas, maka yang disukai atau diterima masyarakat Maigus Nasir 15 persen, Firdaus Ilyas 10,02 persen, dan Syafril Basyir juga 10,2 persen,” papar Indra.
Kata Indra, alasan utama masyarakat memilih walikota dan wakil walikota dekat dengan masyarakat 21,6 persen, bersih dan jujur 11,9 persen, berikutnya berpengalaman, berwibawa dan kharismatik, serta sering muncul di media massa.
Indrayadi memprediksi, calon yang paling kuat persaingannya antara Mahyeldi Ansharullah, Andre Rosiade, dan M Ichlas El Qudsi.
Menurutnya, dengan kondisi sekarang, diperkirakan Andre Rosiade akan mampu menyalip Mahyeldi dalam beberapa bulan ke depan. “Survei dilakukan sebelum tsunami politik mengguncang PKS yang akan mengusung Mahyeldi. Ditambah 51 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja pasangan walikota dan wakil walikota sekarang,” ujar alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang ini. Dalam survei itu juga ditanyakan persepsi masyarakat tentang partai politik. Indrayadi menyebutkan, walau kasus parpol di tingkat pusat sangat banyak, sepertinya tidak begitu mempengaruhi pemilih di Padang. Buktinya, Partai Demokrat masih dipilih oleh 19,7 persen pemilih, Golkar 14,7 persen, PAN, 14,5 persen, PKS 12,5 persen.
“Dari 19,7 persen massa Demokrat itu, 3,9 persen memilih Andre Rosiade,
2,8 persen Yultekhnil, 2,8 persen Mahyeldi, dan 2,6 persen Yusmas Kasim.
Sedangkan dari 14,5 persen massa PAN, 4,3 persen memilih M Ichlas
Elqudsi, 2,3 persen Andre Rosiade, 1,4 persen Yultekhnil, dan 1,7 persen
Yusman Kasim,” papar Indra.
Sedangkan massa Partai Golkar yang jumlahnya 14,7 persen, 3,4 persen memberikan suara pada Yusman Kasim, 2,8 persen pada Andre Rosiade, 2,3 persen di antaranya memberikan suara pada Mahyeldi, dan 1,9 persen pada M Ichlas El Qudsi.
Sementara, PKS masih didominasi oleh pendukung Mahyeldi. Buktinya, 7 persen dari 12,5 persen massa PKS memberikan suara pada Mahyeldi Ansharullah, 2 persen pada Andre Rosiade, dan 1,1 persen pada M Ichlas El Qudsi.
“Dari hasil survei kami, Mahyeldi Ansharullah turun perlahan-lahan, Andre Rosiade terus naik, dan M Ichlas El Qudsi naik perlahan-lahan. Begitu juga dengan Yusman Kasim. Artinya, persaingan ketat terjadi antara Mahyeldi, Andre Rosiade, M Ichlas El Qudsi, dan Yusman Kasim,” ulasnya.
Koordinator Surveyor, Yendra Saputra menambahkan, agar suara para calon ini bisa naik, calon wakil wali kota yang mendampingi mereka sangat menentukan. “Jika cawawako mendukung, maka suaranya akan naik. Jika salah pilih bisa kacau,” jelasnya. Dia mengingatkan agar para calon untuk tidak coba-coba menggunakan money politic. Sebab, perilaku pemilih di Sunbar sudah cerdas. Sebab, 48,9 persen responden akan menerima uang cawako namun memilih sesuai nuraninya. Sedangkan 44,6 persen akan menolak. “Hanya 5,5 persen yang akan menerima dan memilih orang yang memberinya,” ulasnya.
Yendra menjelaskan, survei ini dilaksanakan dengan metodologi multi stage random sampling, dengan cara wawancara tatap muka langsung hingga tingkat RW di 11 Kecamatan di Padang. “Responden 800 orang yang mewakili semua kelompok masyarakat, mulai dari jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, dan usia. Tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin error 3,5 persen,” ulas Yendra.
sumber : harian Singgalang
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 25, 2013
sumber : republikadotcom
posted by Adimin
PKS: Suara Resmi Aher Pasti Lebih Besar dari Quick Count
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa sudah memprediksi Ahmad Heryawan (Aher) akan menang dalam perhitungan cepat (quick count).
Meski pun begitu, partai ini merasa tetap perlu untuk menunggu hasil
perhitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Keyakinan kami penghitungan hasil versi KPU perolehan suara Aher bisa lebih besar dari hasil quick count," kata Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq, Ahad (24/2).
Sampai saat ini, calon incumbent yang berpasangan dengan
Deddy Mizwar tersebut masih unggul dalam penghitungan cepat pemilihan
Gubernur Jawa Barat. Pasangan yang diusung PKS tersebut berhasil
memimpin sementara dengan perolehan 31,58 persen.
Tak hanya itu, lanjut Mahfudz, PKS juga menargetkan untuk memenangi
pemilukada Jawa Barat dalam satu putara. Ia tidak memandang target itu
lantaran efisiensi biaya penyelenggaraan pemilukada.
Melainkan sebagai bukti kalau masyarakat Jawa Barat masih tetap mendukung Aher dan PKS.
"Apalagi mengingat selama masa kampanye serangan politik dan kampanye
hitam terhadap pasangan Aher-Demiz dan PKS sangat kuat," pungkas Ketua
Komisi I DPR tersebut
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 25, 2013
posted by Adimin
Kemenangan Aher-Deddy, Bukti PKS Masih Dipercaya
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyambut
baik kemenangan sementara pasangan Cagub Jawa Barat (Jabar) Ahmad
Heryawan - Deddy Mizwar dalam penghitungan cepat (quick count).
Dengan kemenangan ini cukup menjadi modal bagi PKS untuk menang di Pemilu 2014 mendatang. "Kemenangan ini sangat penting bagi kami, karena menunjukkan bahwa PKS masih dipercaya untuk memimpin," ujar Anis dalam keterangan persnya, Minggu (24/2/2013).
Anis mengatakan, kemenangan dalam Pilgub Jabar ini, bagi PKS ibarat 'Kemenangan di Tengah Badai'. Menurutnya, kemenangan ini akan menjadi energi pelejit bagi PKS untuk terus bangkit dan menciptakan gelombang kekuatan baru untuk memimpin umat dan bangsa.
Anis juga mengatakan pilgub Jabar menjadi salah satu indikator keberhasilan konsolidasi nasional yang saat ini tengah digelar PKS.
"Satu capaian telah terlewati, tinggal satu capaian lainnya. Saya ingin aroma kemenangan yang sedang dinikmati kader-kader PKS di Jawa Barat juga bisa menggelorakan semangat juang kader-kader PKS di Sumatera Utara untuk memenangkan pasangan 'Ganteng," tutur mantan Wakil Ketua DPR RI ini.
Anis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan sejumlah parpol koalisi dalam memenangkan pasangan Aher-Deddy di pilgub Jabar.
"Hal yang sama juga saya sampaikan kepada semua jajaran relawan, organisasi/kelompok pendukung, para tokoh masyarakat dan alim-ulama, kalangan seniman/budayawan/artis. Kebersamaan kita yang tulus dan kompak menjadi kunci kemenangan pasangan ini," tandasnya.[jat]
Dengan kemenangan ini cukup menjadi modal bagi PKS untuk menang di Pemilu 2014 mendatang. "Kemenangan ini sangat penting bagi kami, karena menunjukkan bahwa PKS masih dipercaya untuk memimpin," ujar Anis dalam keterangan persnya, Minggu (24/2/2013).
Anis mengatakan, kemenangan dalam Pilgub Jabar ini, bagi PKS ibarat 'Kemenangan di Tengah Badai'. Menurutnya, kemenangan ini akan menjadi energi pelejit bagi PKS untuk terus bangkit dan menciptakan gelombang kekuatan baru untuk memimpin umat dan bangsa.
Anis juga mengatakan pilgub Jabar menjadi salah satu indikator keberhasilan konsolidasi nasional yang saat ini tengah digelar PKS.
"Satu capaian telah terlewati, tinggal satu capaian lainnya. Saya ingin aroma kemenangan yang sedang dinikmati kader-kader PKS di Jawa Barat juga bisa menggelorakan semangat juang kader-kader PKS di Sumatera Utara untuk memenangkan pasangan 'Ganteng," tutur mantan Wakil Ketua DPR RI ini.
Anis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan sejumlah parpol koalisi dalam memenangkan pasangan Aher-Deddy di pilgub Jabar.
"Hal yang sama juga saya sampaikan kepada semua jajaran relawan, organisasi/kelompok pendukung, para tokoh masyarakat dan alim-ulama, kalangan seniman/budayawan/artis. Kebersamaan kita yang tulus dan kompak menjadi kunci kemenangan pasangan ini," tandasnya.[jat]
sumber : inilahdotcom
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 21, 2013
Catatan: ini tabel hasil survei yang resmi dirilis Instrat...
Metro TV Menipu? Hasil Survei 'Aher Menang' diplintir jadi 'Aher Kalah'
Written By @Adimin on 21 February, 2013 | February 21, 2013
Berikut kami sampaikan "konfirmasi ke metro TV"
yang disampaikan Indonesia Strategic Institute lewat akun twitternya
@info_instrat atas pemberitaan Metro TV terkait hasil survei pilgub Jawa
Barat yang disiarkan Metro TV tidak sesuai dengan hasil yang telah
dirilis oleh lembaga survei tersebut.
Indonesia Strategic Institute
@info_instrat
| Lembaga kajian pada isu strategi politik dan sosial humaniora
@info_instrat
| Lembaga kajian pada isu strategi politik dan sosial humaniora
- @Metro_TV dlm program metro siang disegmen sebelum ini meliput tentang hasil survei terkai elektabilitas cagub/cawagub Jabar.
- Dalam liputan tersebut, @Metro_TV mengangkat hasil dari 4 lembaga survei (termasuk instrat), dibawakan oleh @praburevolusi.
- Sayangnya, hasil survei dari instrat disampaikan secara tidak sesuai dengan rilis yang kami berikan sebelumnya.
- Data yg kami rilis : Aher-Demiz (37,69%), Dede-Lex (30,2%), Rieke-Teten (15.48%), Yance-Tatang (12.44%), Dekdik-Toyib (4,19%).
- Sehingga menurut survei kami, Aher-Demiz menempati urutan pertama, sedangkan Dede-Lex menempati urutan kedua.
- Namun, @Metro_TV dalam acara @MetroSiang yang dibawakan oleh @praburevolusi mengatakan bhw mnrt instrat Dede-Lex di urutan 1.
- Bahkan persentase hasil survei instrat yang ditayangkan di @metrosiang jauh berbeda dr yg sebenarnya. Entah dr mana data tsb.
- Padahal dalam liputan @wideshotmetrotv bbrp hari lalu, data kami disampaikan secara benar. pada artikel ini juga benar.
- Instrat sangat berharap agar @Metro_TV / @MetroSiang / @praburevolusi segera meralat berita yang telah disampaikan sebelumnya.
- Instrat harus melakukan #konfirmasi untuk memenuhi hak publik akan informasi berimbang. demikian. terimakasih.
Catatan: ini tabel hasil survei yang resmi dirilis Instrat...
sumber : pkspiyungan
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita
February 21, 2013
posted by Adimin
Adnan Buyung : Jika Tak Mau Perbaiki Diri, bubarkan Saja KPK
Tindakan Wakil Ketua Adnan Pandu Praja mencabut tanda tangan surat
perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum menuai kecaman
dari Adnan Buyung Nasution. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden
(Wantimpres) itu mengatakan bahwa tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) itu sebagai sikap tidak konsisten.
“KPK ini seperti
mencla-mencle, mau membongkar mundur lagi, bagaimana ini?” kecam Buyung
di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (14/2).
Adnan
mengaku sangat memalukan jika sikap KPK seperti itu. Pasalnya, sebagai
lembaga penegak hukum super bodi, tidak selayaknya pimpinan KPK bisa
mencabut sprindik seenaknya.
Jika tidak mau memperbaiki diri,
Buyung menyarankan, lebih baik KPK dibubarkan saja. Dia mengaku kecewa
kepada KPK lantaran merupakan salah satu inisiator yang mengkonsep
pembentukan KPK. Advokat senior itu menyatakan, polemik yang terjadi di
tubuh KPK merupakan bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan
korupsi.
Buyung melanjutkan, ada dua kemungkinan pelemahan
terhadap KPK, yaitu tidak konsekuen. Pasalnya, sudah ditanda tangani
malah dianulir bahwa belum dteken lengkap unsur pimpinan. Atau bisa
jadi, sambungnya, adanya tekanan luar biasa dari pihak yang belum
diketahui sumbernya kepada KPK. (Erik Purnama Putra/Citra Listya
Rini/ROL)
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 19, 2013
Mahyeldi Pastikan Maju CaWaKo Padang
Written By @Adimin on 19 February, 2013 | February 19, 2013
Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah
secara resmi menyatakan diri maju dalam bursa Pilkada Padang dari
Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk itu, Mahyeldi pun meminta
dukungan pada segenap masyarakat Padang.
”Keputusan DPD PKS Padang dan persetujuan
DPW PKS Sumbar telah menetapkan saya sebagai calon wali kota (cawako).
Saya lihat langsung keputusan itu. Saya menyatakan siap untuk memimpin
Padang,” kata Mahyeldi kepada wartawan, kemarin.
Salah satu alasan Mahyeldi untuk maju
menjadi Cawako Padang, karena ingin melanjutkan perjuangannya dalam
memimpin Padang. “Saya merasa kembali terpanggil menata Padang menjadi
lebih baik,” tutur Wawako Padang ini.
Siapa bakal menjadi pendampingnya? Mahyeldi belum bersedia membocor kannya.
“Siapa saja bisa menjadi pendamping saya,
apalagi ini terkait koalisi. Saya pikir semua partai bisa berkoalisi
dengan PKS. Dengan PAN juga tidak menutup kemungkinan karena kombinasi
yang berjalan sekarang cukup baik. Selama empat tahun masa
pemerintahan saya dan Wali Kota (Fauzi Bahar) semua bisa berjalan
dengan baik,” ujarnya.
Untuk menentukan itu, katanya,
mekanismenya ada pada DPW. “Saat ini saya fokus mengawal program
pembangunan Padang pada sisa masa periode dengan Wako Fauzi Bahar.
Saya tidak ingin rencana untuk maju jadi Wako Padang membuat rusak
hubungan pemerintahan dengan wali kota saat ini,” sebutnya.
Mahyeldi mengatakan Fauzi Bahar merupakan
salah seorang guru bagi dia. “Jadi tidak akan mengganggu kinerja di
sisa waktu kepemimpinan kita berdua,” ulasnya.
Mahyeldi membuka diri pada masyarakat
untuk menerima kritikan dan masukan. “Dukungan yang diinginkannya
tidak berupa dukungan setuju saja, tapi lebih ke kritikan dalam
bersikap dan mengambil kebijakan selama ini,” ucapnya.
Secara terpisah, pengamat politik UNP, Eka Vidya Putra menilai keikutsertaan calon incumbent (sedang berkuasa) dalam Pilkada Padang memiliki kans besar. Satu nilai tambah yang dimiliki incumbent, yakni mengetahui peta kekuatan politik.
Calon incumbent juga sudah punya frame
program yang akan diaplikasikan ke masyarakat jika terpilih sebagai
wali kota. “Itu tak bisa kita dipungkiri. Di sinilah nilai tambah dari
seorang incumbent,” jelas Eka.
Yang jadi pertanyaan, katanya, siapa yang akan mendampingi incumbent untuk maju nanti. Pasalnya, PKS hanya punya 6 kursi, sementara untuk bisa mencalon, partai harus punya minimal 7 kursi.
”Untuk koalisi, jelas butuh cost politik. Jumlahnya tergantung kesepakatan partai. Namun posisi yang dihadapi incumbent saat ini, tentunya cost politik yang akan dikeluarkan disesuaikan jumlah kursi yang dimiliki partai yang akan diajak koalisi,” ujarnya.
Bila partai yang akan diajak koalisi itu punya 2 hingga 4 kursi, jelas cost-nya
akan banyak karena saling membutuhkan. “Sebaliknya bila partai yang
punya 1 kursi seperti PDI Perjuangan, kansnya akan lebih besar untuk
diajak berkoalisi,” terang Eka.
Di bagian lain, pengamat politik Unand Asrinaldi menilai kehadiran calon incumbent akan membuat persaingan
di antara partai ini akan semakin tajam. Sebab, kemenangan pada
Pilkada 2013 ini langkah strategis partai politik untuk memudahkan
mesin politiknya bekerja untuk memenangkan pemilu legislatif tahun
2014. (ek/zil)
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
February 12, 2013
KPK Bermain Gendang Majelis Tinggi Demokrat
Written By @Adimin on 12 February, 2013 | February 12, 2013
Jakarta - Bocornya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan Ketua Umum Partai Demokrat
Anas Urbaningrum sebagai tersangka, menunjukkan bahwa institusi tindak
kejahatan korupsi itu telah terperangkap dalam permainan politik Partai
Demokrat.
Pengamat hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan, beredarnya sprindik untuk Anas itu menyusul adanya desakan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, agar status Anas segera diputuskan dalam keterlibatannya terkait kasus dugaan korupsi pembanguna pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Saya kira karena situasi yang belum cukup bukti dan Pak SBY mendesak agar status Anas segera diputuskan maka dibuatlah permainan seperti ini," kata Margarito, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (11/2/2013).
Jika demikian, lanjut Margarito, institusi tindak kejahatan korupsi itu telah masuk dalam arena politik Partai Demokrat. Kata Margarito, tindakan tersebut justru akan merusak citra KPK sebagai lembaga ad hoc.
"KPK bermain gendang Majelis Tinggi Partai Demokrat. Hal itu sungguh memukul bukan saja KPK tetapi juga bangsa ini," demikian Margarito.
KPK, kata Margarito, tidak luput dari intervensi Presiden SBY dalam menuntaskan tindak kejahatan korupsi. Menurutnya, institusi pimpinan Abraham Samad Cs itu akan kesulitan menolak permintaan SBY.
"Agak sulit mengatakan bahwa KPK tidak mengabulkan permintaan SBY. Walapun kalau sekarang mereka membantah tetapi tidak menutup kemungkin KPK berbuat seperti itu," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sprindik untuk Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dari KPK telah beredar dikalangan wartawan. Berdasarkan dokumen itu, sprindik tersebut ditandatangani tiga komisioner KPK, yakni Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, serta Zulkarnaen. Dokumen ini tertulis Anas berstatus tersangka.
Dalam sprindik itu tertulis Anas dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Anas dijerat pasal penyuapan ketika menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014
Pengamat hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengatakan, beredarnya sprindik untuk Anas itu menyusul adanya desakan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, agar status Anas segera diputuskan dalam keterlibatannya terkait kasus dugaan korupsi pembanguna pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Saya kira karena situasi yang belum cukup bukti dan Pak SBY mendesak agar status Anas segera diputuskan maka dibuatlah permainan seperti ini," kata Margarito, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (11/2/2013).
Jika demikian, lanjut Margarito, institusi tindak kejahatan korupsi itu telah masuk dalam arena politik Partai Demokrat. Kata Margarito, tindakan tersebut justru akan merusak citra KPK sebagai lembaga ad hoc.
"KPK bermain gendang Majelis Tinggi Partai Demokrat. Hal itu sungguh memukul bukan saja KPK tetapi juga bangsa ini," demikian Margarito.
KPK, kata Margarito, tidak luput dari intervensi Presiden SBY dalam menuntaskan tindak kejahatan korupsi. Menurutnya, institusi pimpinan Abraham Samad Cs itu akan kesulitan menolak permintaan SBY.
"Agak sulit mengatakan bahwa KPK tidak mengabulkan permintaan SBY. Walapun kalau sekarang mereka membantah tetapi tidak menutup kemungkin KPK berbuat seperti itu," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sprindik untuk Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dari KPK telah beredar dikalangan wartawan. Berdasarkan dokumen itu, sprindik tersebut ditandatangani tiga komisioner KPK, yakni Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, serta Zulkarnaen. Dokumen ini tertulis Anas berstatus tersangka.
Dalam sprindik itu tertulis Anas dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Anas dijerat pasal penyuapan ketika menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014
*http://nasional.inilah.com/read/detail/1957013/kpk-bermain-gendang-majelis-tinggi-demokrat#.URnORfLH9cC
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita
February 11, 2013
Hal-hal apa saja yang kemudian dimainkan oleh PKS dalam keluar dari masalah yang membelit mereka. Saya akan utarakan meskipun tidak semuanya.
Pertama, PKS tidak gagap terkait dengan proses transfer kepemimpinan. Reaksi cepat dan kilat yang dilakukan majelis syuro PKS dan DPP yang segera merespon pengunduran LHI dengan menjadikan Anis Matta sebagai penggantinya, menunjukkan kepada publik bahwa PKS tidak lumpuh dan memiliki regenerasi kepemimpinan yang baik. Berbeda di partai lain untuk mencari ketua umum partai, biasanya melalui proses yang panjang dan melelahkan karena sering dibumbui dengan konflik dan intrik internal.
Kedua, kunci dari cepat keluarnya PKS adalah pembinaan yang matang dan rapi di partai ini. Kalaulah boleh menyamakan organisasi yang memiliki sistem komando yang baik di Indonesia ini mungkin hanya TNI, Polri, (dulu PKI), dan PKS. Penanaman nilainya dilakukan rutin. Salah satu materi yang pertama kali dulu disampaikan adalah materi tentang perang pemikiran. Sudah sejak lama kader PKS mengerti betul tentang teori konspirasi. Maka sebelum Anis Matta mengatakan ada konspirasi, hampir dipastikan seluruh kader PKS sudah mengatakan itu konspirasi. Mungkin anda adalah sebagian orang yang mendapatkan broadcast pesan-pesan tersebut. Ini yang menjadikan mereka justru makin solid.
Ketiga, kata ”cinta” yang disampaikan Anis Matta sungguh mengisyaratkan sesuatu yang lain di partai ini. Pernyataan cintanya kepada LHI yang disambut dengan takbir oleh pengurus DPP mengisyaratkan bahwa mereka bukan sekedar parpol tapi juga sebuah jamaah yang sangat mencintai pemimpinnya. Disini logika yang dipakai tidak lagi bermain wilayah rasional namun di atas emosional. Ini yang tidak dimiliki partai lain. Jika ada pimpinannya tersangkut kasus, banyak pimpinan yang lain senang karena ada kesempatan akan menggantikan posisinya. Ini tidak terjadi di PKS. PKS mengajarkan kepada khalayak bagaimana mencintai pemimpinnya.
Terakhir, orasi anis matta pada pidato pengangkatannya memberikan inspirasi yang mendalam bagi kader PKS. Jika anda masih mengingat pidato anis hal pertama yang dia sampaikan adalah agar setiap kader memohon pertolongan kepada Tuhan. Dan ini direspon dengan sangat baik oleh kader PKS dari pusat hingga ke daerah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari beberapa kader PKS yang saya temui, dengan adanya pemberitaan yang memojokkan tersebut soliditas mereka menjadi semakin kuat. Bahkan mereka ada yang mengatakan “dulu saya agak males baca alqur’an sekarang jadi tambah rajin”.
Operasi Senyap ala PKS
Written By @Adimin on 11 February, 2013 | February 11, 2013
PKS baru saja dihantam dengan isu yang selama ini menjadi jualan mereka.
Hampir satu minggu media tiada hentinya memberitakan kasus yang
membelit elit PKS. Di social media PKS menjadi objek yang
diperbincangkan banyak orang. Anda bias mengamati juga di berbagai
pemberitaan, jika ada yang menulis tentang PKS maka komentarnya akan
sangat banyak dan rata-rata menghujat PKS. Baru satu minggu berita heboh
tentang LHI ternyata media sekarang lebih tertarik membicarakan tentang
kisruh dipartai tentangga nya:DEMOKRAT. Anda tentu masih ingat ketika
PKS disudutkan oleh laporan Yusuf Supendi dan Kasus Arifinto, beritanya
juga sangat heboh di media tapi selang satu minggu beritanya bergeser ke
pemberitaan tentang Nazaruddin yang beritanya belum habis sampai
sekarang. Lantas kita bertanya-tanya apa gerangan operasi yang
dilakukan PKS untuk mengcounter berita miring yang sedang membelit
mereka sehingga tidak sampai hitungan bulan, peta pemberitaan sudah
berubah? Memahami PKS haruslah keluar dari kerangka pemahaman kita
tentang partai politik pada umumnya. PKS adalah pertemuan antara partai
politik dengan gerakan. Dan mempelajari PKS tidak boleh berhenti hanya
sampai pada PKS itu saja tapi harus dipahami dalam konteks yang lebih
luas yakni gerakan-gerakan yang menjadi sumber inspirasi mereka.
Hal-hal apa saja yang kemudian dimainkan oleh PKS dalam keluar dari masalah yang membelit mereka. Saya akan utarakan meskipun tidak semuanya.
Pertama, PKS tidak gagap terkait dengan proses transfer kepemimpinan. Reaksi cepat dan kilat yang dilakukan majelis syuro PKS dan DPP yang segera merespon pengunduran LHI dengan menjadikan Anis Matta sebagai penggantinya, menunjukkan kepada publik bahwa PKS tidak lumpuh dan memiliki regenerasi kepemimpinan yang baik. Berbeda di partai lain untuk mencari ketua umum partai, biasanya melalui proses yang panjang dan melelahkan karena sering dibumbui dengan konflik dan intrik internal.
Kedua, kunci dari cepat keluarnya PKS adalah pembinaan yang matang dan rapi di partai ini. Kalaulah boleh menyamakan organisasi yang memiliki sistem komando yang baik di Indonesia ini mungkin hanya TNI, Polri, (dulu PKI), dan PKS. Penanaman nilainya dilakukan rutin. Salah satu materi yang pertama kali dulu disampaikan adalah materi tentang perang pemikiran. Sudah sejak lama kader PKS mengerti betul tentang teori konspirasi. Maka sebelum Anis Matta mengatakan ada konspirasi, hampir dipastikan seluruh kader PKS sudah mengatakan itu konspirasi. Mungkin anda adalah sebagian orang yang mendapatkan broadcast pesan-pesan tersebut. Ini yang menjadikan mereka justru makin solid.
Ketiga, kata ”cinta” yang disampaikan Anis Matta sungguh mengisyaratkan sesuatu yang lain di partai ini. Pernyataan cintanya kepada LHI yang disambut dengan takbir oleh pengurus DPP mengisyaratkan bahwa mereka bukan sekedar parpol tapi juga sebuah jamaah yang sangat mencintai pemimpinnya. Disini logika yang dipakai tidak lagi bermain wilayah rasional namun di atas emosional. Ini yang tidak dimiliki partai lain. Jika ada pimpinannya tersangkut kasus, banyak pimpinan yang lain senang karena ada kesempatan akan menggantikan posisinya. Ini tidak terjadi di PKS. PKS mengajarkan kepada khalayak bagaimana mencintai pemimpinnya.
Terakhir, orasi anis matta pada pidato pengangkatannya memberikan inspirasi yang mendalam bagi kader PKS. Jika anda masih mengingat pidato anis hal pertama yang dia sampaikan adalah agar setiap kader memohon pertolongan kepada Tuhan. Dan ini direspon dengan sangat baik oleh kader PKS dari pusat hingga ke daerah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari beberapa kader PKS yang saya temui, dengan adanya pemberitaan yang memojokkan tersebut soliditas mereka menjadi semakin kuat. Bahkan mereka ada yang mengatakan “dulu saya agak males baca alqur’an sekarang jadi tambah rajin”.
Jika anda amati disekitar anda maka anda akan menemukan aktivitas yang
meningkat ditubuh partai ini justru setelah LHI dijadikan tersangka
terkait dengan membangun kedekatan padaNya. Ini yang saya sebut sebagai
operasi SENYAP. Ini yang mungkin tidak pernah dibahas dalam teori
intelejen. Dalam inspirasi-inspirasi kenabian akan sangat mudah
ditemukan referensi bahwa sumber kemenangan yang utama bukan pada
kematangan rencana, dan lengkapnya persiapan, namun lebih pada bagaimana
mereka membangun kualitas hubungan dengan Tuhan. Ini operasi intelejen
yang melibatkan “Langit”. Hal ini yang diyakini betul oleh kader PKS.
Roadshow anis matta sebagai presiden yang baru, menurut saya untuk
mengokohkan operasi senyap ini selain mendorong kader untuk bekerja.
Sigit Nugroho
http://politik.kompasiana.com/2013/02/09/operasi-senyap-ala-pks-532114.html
http://politik.kompasiana.com/2013/02/09/operasi-senyap-ala-pks-532114.html
posted by Adimin
Label:
REFLEKSI,
TOPIK PILIHAN
February 05, 2013
Senjata Melawan Riba
Written By @Adimin on 05 February, 2013 | February 05, 2013
MENURUT laporan
McKinsey, hanya 12 % usaha Indonesia saat ini yang menggunakan
pembiayaan kredit dari Bank. Lantas kemana uang masyarakat yang begitu
banyak ditabung di bank-bank?, menurut laporan yang sama pula antara
lain uang tersebut tersimpan dalam apa yang mereka sebut high-yield, low risk Bank Indonesia Certificates (SBIs).
Laporan ini seolah menguatkan alasan mengapa riba dilarang dalam Islam,
karena uang tidak perlu bekerja produktif sudah menjadi investasi
dengan hasil tinggi dan resiko rendah. Lantas mau digerakkan dengan apa
ekonomi kalau demikian?
Ketika ekonomi tidak berputar secara merata, Indonesia bisa saja menjadi kekuatan ekonomi besar – ke 7 di dunia pada tahun 2030 berdasarkan scenario di laporan McKinsey tersebut. Tetapi ketimpangan juga semakin luas, saat itu diprediksi ada 55 juta orang tidak memiliki akses sanitasi dan 25 juta orang tidak memiliki akses air bersih.
Itulah pertumbuhan ekonomi yang antara lain mengandalkan sektor finansial ribawi itu – seolah sah-sah saja kita membuat skenario ekonomi yang akan memiskinkan sekian puluh juta orang tersebut.
Bahwa hasil itu ada di tangan Allah semata, setidaknya bila kita merencanakan dan berupaya membangun ekonomi untuk negeri ini – targetnya harus meng-eliminasi kemiskinan atau meminimisasinya.
Lantas dengan apa kita akan mengeliminasi kemiskinan itu? Secara umum kita bisa mengeliminasi kemiskinan dengan “7 Sumber Pengentasan Kemiskinan” yang telah saya muat di situs ini pada tanggal 7-September 2012 lalu.
Untuk kemiskinan yang ditimbulkan oleh praktek-praktek ribawi, kitapun telah dibekali oleh Allah antara lain dengan dua senjata utama yaitu perdagangan dan sedekah sebagaimana tercantum di penggalan dua ayat yang berurutan berikut :
“… Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS al_Baqarah [2]:275-276).
Jadi lawan riba itu dua – yaitu yang pertama perdagangan atau jual-beli dan yang kedua sedekah. Dua lawan riba ini secara umum tercover dalam tulisan saya tersebut di atas, hanya pada tulisan ini akan saya elaborasi salah satunya yaitu perdagangannya.
Bila perdagangan itu hanya mengandalkan permodalan – maka kita akan terjebak pada kapitalisme ribawi sebagaimana terungkap oleh data McKinsey tersebut – dimana hanya segelintir pengusaha saja (12%) yang memiliki akses pembiayaan kredit bank. Mayoritasnya tidak punya modal dan tidak bisa mengakses modal perbankan.
Lantas dengan apa kita bisa berdagang bila tanpa modal? Ingat pelajaran yang sangat berharga dari jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – salah satu orang terkaya di jaman itu adalah Abdurrahman bin ‘Auf – dia memulai perdagangannya tanpa modal, dia memulai perdagangannya hanya dengan tahu di mana pasar!
Kemudian di pasar dia bertemu orang-orang yang membutuhkan barang apa, di pasar pula dia ketemu orang-orang yang memiliki barang dagangan apa. Dengan mempertemukan demand dengan supply-nya, dengan itulah Abdurrahman bin ‘Auf mulai berdagang.
Cara perdagangan saat itu juga tergambar dengan jelas melalui hadits sahih yang sangat sering saya sajikan di situs ini.
“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, beras gandum dengan beras gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim).
Ketika barang atau kebutuhan kita ditukarnya dengan emas atau perak – itulah jual beli dengan uang yang kita kenal sampai sekarang. Ketika ditukar antar jenis barang yang berbeda – misalnya gandum ditukar dengan kurma – maka itulah jual beli dengan barter yang telah sekian lama ditinggalkan.
Dalam era perdagangan atau jual beli yang mengandalkan uang atau modal, umat yang mayoritas di negeri ini terperdaya oleh segelintir minoritas yang menguasai perdagangan hampir di seluruh aspek kehidupan kita. Dari perdagangan mie sampai mobil dikuasai mereka.
Lantas bagaimana kita merebut kembali dominasi perdagangan ini untuk kembali berada di tangan umat – sebagaimana umat ini dahulu perkasa di perdagangan? Salah satu caranya ya meng-eksplorasi cara-cara perdagangan yang tersirat dalam hadits tersebut di atas.
Mayoritas umat ini tidak memiliki akses modal untuk berdagang, maka ayolah kita mulai belajar berdagang a la Abdurrahman bin ‘Auf – berangkat ke pasar tanpa modal. Dengan barter yang dijaman modern ini saya sebut barter modern atau perdagangan kreatif – Anda bisa berangkat ke pasar untuk mulai berdagang tanpa modal (uang).
Maka bagi Anda yang sudah confirm hadir untuk acara besuk di Rumah Hikmah, bayangkan diri Anda besuk adalah seperti hari pertamanya Abdurrahman bin Auf berangkat ke pasar.
Di sana Anda akan ketemu seratusan lebih orang-orang yang membutuhkan barang atau jasa ini dan itu, dan sejumlah orang yang sama yang menawarkan barang atau jasa ini dan itu. Challenge Anda adalah bagaimana mempertemukannya tanpa harus dengan uang atau modal.
Dengan cara inilah umat ini dahulu diunggulkan dalam perdagangan, maka insyaAllah dengan cara ini pula kita akan bisa mengulangi keunggulan itu. Bila kita bisa unggul dalam perdagangan, otomatis lawan dari perdagangan - yaitu riba akan melemah.
Bila riba melemah syukur-syukur menghilang dari umat ini, insyaAllah negeri ini akan bisa kembali hidup dalam keberkahanNya. Amin
Ketika ekonomi tidak berputar secara merata, Indonesia bisa saja menjadi kekuatan ekonomi besar – ke 7 di dunia pada tahun 2030 berdasarkan scenario di laporan McKinsey tersebut. Tetapi ketimpangan juga semakin luas, saat itu diprediksi ada 55 juta orang tidak memiliki akses sanitasi dan 25 juta orang tidak memiliki akses air bersih.
Itulah pertumbuhan ekonomi yang antara lain mengandalkan sektor finansial ribawi itu – seolah sah-sah saja kita membuat skenario ekonomi yang akan memiskinkan sekian puluh juta orang tersebut.
Bahwa hasil itu ada di tangan Allah semata, setidaknya bila kita merencanakan dan berupaya membangun ekonomi untuk negeri ini – targetnya harus meng-eliminasi kemiskinan atau meminimisasinya.
Lantas dengan apa kita akan mengeliminasi kemiskinan itu? Secara umum kita bisa mengeliminasi kemiskinan dengan “7 Sumber Pengentasan Kemiskinan” yang telah saya muat di situs ini pada tanggal 7-September 2012 lalu.
Untuk kemiskinan yang ditimbulkan oleh praktek-praktek ribawi, kitapun telah dibekali oleh Allah antara lain dengan dua senjata utama yaitu perdagangan dan sedekah sebagaimana tercantum di penggalan dua ayat yang berurutan berikut :
“… Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS al_Baqarah [2]:275-276).
Jadi lawan riba itu dua – yaitu yang pertama perdagangan atau jual-beli dan yang kedua sedekah. Dua lawan riba ini secara umum tercover dalam tulisan saya tersebut di atas, hanya pada tulisan ini akan saya elaborasi salah satunya yaitu perdagangannya.
Bila perdagangan itu hanya mengandalkan permodalan – maka kita akan terjebak pada kapitalisme ribawi sebagaimana terungkap oleh data McKinsey tersebut – dimana hanya segelintir pengusaha saja (12%) yang memiliki akses pembiayaan kredit bank. Mayoritasnya tidak punya modal dan tidak bisa mengakses modal perbankan.
Lantas dengan apa kita bisa berdagang bila tanpa modal? Ingat pelajaran yang sangat berharga dari jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – salah satu orang terkaya di jaman itu adalah Abdurrahman bin ‘Auf – dia memulai perdagangannya tanpa modal, dia memulai perdagangannya hanya dengan tahu di mana pasar!
Kemudian di pasar dia bertemu orang-orang yang membutuhkan barang apa, di pasar pula dia ketemu orang-orang yang memiliki barang dagangan apa. Dengan mempertemukan demand dengan supply-nya, dengan itulah Abdurrahman bin ‘Auf mulai berdagang.
Cara perdagangan saat itu juga tergambar dengan jelas melalui hadits sahih yang sangat sering saya sajikan di situs ini.
“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, beras gandum dengan beras gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim).
Ketika barang atau kebutuhan kita ditukarnya dengan emas atau perak – itulah jual beli dengan uang yang kita kenal sampai sekarang. Ketika ditukar antar jenis barang yang berbeda – misalnya gandum ditukar dengan kurma – maka itulah jual beli dengan barter yang telah sekian lama ditinggalkan.
Dalam era perdagangan atau jual beli yang mengandalkan uang atau modal, umat yang mayoritas di negeri ini terperdaya oleh segelintir minoritas yang menguasai perdagangan hampir di seluruh aspek kehidupan kita. Dari perdagangan mie sampai mobil dikuasai mereka.
Lantas bagaimana kita merebut kembali dominasi perdagangan ini untuk kembali berada di tangan umat – sebagaimana umat ini dahulu perkasa di perdagangan? Salah satu caranya ya meng-eksplorasi cara-cara perdagangan yang tersirat dalam hadits tersebut di atas.
Mayoritas umat ini tidak memiliki akses modal untuk berdagang, maka ayolah kita mulai belajar berdagang a la Abdurrahman bin ‘Auf – berangkat ke pasar tanpa modal. Dengan barter yang dijaman modern ini saya sebut barter modern atau perdagangan kreatif – Anda bisa berangkat ke pasar untuk mulai berdagang tanpa modal (uang).
Maka bagi Anda yang sudah confirm hadir untuk acara besuk di Rumah Hikmah, bayangkan diri Anda besuk adalah seperti hari pertamanya Abdurrahman bin Auf berangkat ke pasar.
Di sana Anda akan ketemu seratusan lebih orang-orang yang membutuhkan barang atau jasa ini dan itu, dan sejumlah orang yang sama yang menawarkan barang atau jasa ini dan itu. Challenge Anda adalah bagaimana mempertemukannya tanpa harus dengan uang atau modal.
Dengan cara inilah umat ini dahulu diunggulkan dalam perdagangan, maka insyaAllah dengan cara ini pula kita akan bisa mengulangi keunggulan itu. Bila kita bisa unggul dalam perdagangan, otomatis lawan dari perdagangan - yaitu riba akan melemah.
Bila riba melemah syukur-syukur menghilang dari umat ini, insyaAllah negeri ini akan bisa kembali hidup dalam keberkahanNya. Amin
Sumber : Hidayatullah
posted by Adimin
Label:
FAKTA
February 05, 2013
Bagi PKS haters (pembenci PKS), kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)
posted by Adimin
Ayyuhal Ikhwah.. Min Huna Nabda'
Bagi PKS haters (pembenci PKS), kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)
- Sebelum dilanjutkan silahkan baca komentar orang luar soal tangis PKS di Kompasiana ini >>> "Arti Tangisan Kader PKS Saat Mendengar Pidato Anis Matta".
- Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, orang bilang tangis saat pidato Anis Matta itu tangisan buaya dan pura-pura.
- Sabarlah, mereka tak tahu bahwa tangis-tangis serupa kita teteskan hampir setiap minggu.
- Dalam lingkaran-lingkaran antar hati. Orang tak tahu, ini hubungan hati - ta'liful qulub.
- Dlm bisik rabithah sebelum kafaratul majelis terucap, bulir bulir tangis menetes. Itu sudah biasa. Mereka hanya tak faham.
- Mereka pikir, ini adalah partai politik, sama seperti parpol yang itu, yang disana, yang berpecah belah itu.
- Mereka duga ini parpol untuk mencari jabatan, menimbun kekayaan, lalu berpecah belah karena gengsi kalah posisi.
- Ah..lupakan sejenak komentar orang akhi, mari segera mengambil cermin.
- Ya ikhwati fillah, jamaah ini sedang sampai pada fase menjelang kemenangan. Fase mihnah yang terjal.
- Ustad Jumah Amin bin A Azis dalam manhaj al imam hasan al banna, ats tsawabit wal muthaghayirat sudah ingatkan…
- Riya, ghurur,congkak, merasa tinggi dan besar, itulah penyakit utama jamaah.
- Virus ambisi pribadi,suka menonjol, suka publisitas, dapat menggelincirkan.
- Apakah ini yg menimpa jamaah hari ini?
- Maka mari resapi betul pidato qiyadah (Presiden PKS), kita harus segera bertaubat, muhasabah total.
- Menangis di ujung malam, betapa semua amal kita ternyata mengandung ujub. Ingin dimulyakan oleh manusia.
- Menangis betapa kita kadang berbangga diri dengan kualitas amal yang pas-pasan. Lantas kita mengaku sdh beriman?
- Tapi, tangis dan sesal, bukanlah pelemah ya ikhwah.
- Tangis dan sesal adalah api energi. Dan cemoohan orang adalah bahan bakarnya.
- Tangis yang mengobarkan amal, yang melecut ruhul tadhiyah, jiwa berkorban.
- Antum sudah merasa berkorban? oh ya? apa yang sudah antum beri? apa yang sudah engkau korbankan? hebat ya?
- Sadarlah akhuna, kita hanyalah sekrup kecil. Hanya debu di sela-sela batu bata peradaban yg sdg ditata.
- Menagih imbalan, menghitung peran, itulah virus jamaah akhi. Mari kita sapu bersih. Ctrl Alt Del.
- Jika dengan kasus LHI ini, bi idznillah, membuat PKS hanya dapat 1 % suara, apa antum lalu gentar dan berpaling?
- Bahkan jika PKS dibubarkan, dianggap terlarang, lalu antum dikejar2 utk dipenjarakan apa antum menyesal?
- Bagi mereka yg sudah menjabatkan tangan, pasti paham, memilih jalan dakwah pasti bertemu mihnah.
- Tapi mereka selalu ingat janji Allah : Wa Innal Jundana Lahumul gholibun (37 : 173)
- “Dan sesungguhnya Tentara Kami itulah yang menang”, hanya tentara Allah yang menang akhi, ingat!
- Dalam ribuan caci dan hujan umpatan ini mari kita ingat pesan sahabat nabi yang terkenal...
- “Kekeruhan dalam jamaah lebih baik dari kebeningan dalam kesendirian”.
- Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, tak usah larut dalam sedih, mari kita buktikan dengan berbenah.
- Seperti pesan para pendiri jamaah ini : jadilah rahib di waktu malam, dan penunggang kuda yang gagah di siang hari.
- Kita berjanji agar tetap berhimpun dalam ketaatan kepada Allah, Allah semata-mata. Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in...
- Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita di emper jalan, dengan kartu-kartu remi yang kita siapkan dlm kondisi darurat.
- Agar ketika intel-intel Orba datang, mereka duga kita sedang bermain kartu, padahal sedang mengkaji ayat-ayat Allah.
- Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita dulu tanpa suguhan, hanya air putih, bahkan tiga tahu dibagi tujuh. Ingat akh?
- Atau memori itu tergantikan dg taklim di HOTEL JW Marriott dan berangkat dengan Alphard, atau Prado?
- Siapapun engkau sekarang, akhuna, kenang kembali saat saat indah masa lalu kita.
- Jadikan kenangan #rindu itu sebagai tambahan obor untuk mencari pintu lorong, dalam jamaah yang sedang diserang kegelapan ini.
- Bersiapsiagalah, seperti dalam mukhoyam kita saroya, kita siaga menunggu instruksi muddarib di tengah malam.
- Dan untuk saudaraku, yang tertinggal kereta dakwah, di stasiun-stasiun desertir…Mari kembali, min huna nabda' ..
- Tegakah antum mengetahui kereta yg membawa keluargamu sendiri digelincirkan dari relnya. Itu masih saudaramu ya akhi..
- Apakah engkau sekarang justru bertepuk tangan, bergabung dalam barisan pencela? itu saudaramu ya akhuna…
- Sudah nggih, nggak kuat ini, #rindu dicukupkan, pamit dulu....
- Astaghfirullahal adziim.. astaghfurullahal adzim..astaghfirullahal adziim....
posted by Adimin
Label:
REFLEKSI,
SEPUTAR PKS












