Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
May 06, 2013
Oleh : Mangaraja Halongonan Hrp
A. Abu Bakr sang Mu’ashil (pemelihara orisinalitas dakwah) dan Umar Bin Khattab sang Mutathwir (pengembang dakwah)
*http://politik.kompasiana.com/2013/05/03/anis-matta-sang-tashil-dan-sang-tathwir-557147.html
posted by @A.history
Anis Matta Sang Mu’asshil dan Mutathwir
Written By Unknown on 06 May, 2013 | May 06, 2013
Oleh : Mangaraja Halongonan Hrp
Tulisan ini merupakan telaah terhadap tantangan dan hambatan yang dialami oleh fase-fase dakwah yang hendak berkembang. Islam setelah diteriakkan dan bendera dikibarkan tidak pernah henti-hentinya untuk dihina dan dicaci maki oleh musuh-musuhnya. Sebab itu penulis ingin bersama-sama pembaca menilik perjalanan dakwah melalui tulisan ini.
Penulis mengatakan adalah orang yang masih lemah pemahamannya terhadap dakwah ini, karena dalam tulisan ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Namun saya hanya ingin mengetahui dan ingin belajar dan berbagi terhadap antum tentang tajribiyah (pengalaman) dakwah dari masa ke masa. Yaitu tentang Visi dan Misi Dakwah Islamiyah ketika Rasulullash wafat. Penulis ingin menyampaikan kisah tentang Dakwah Khalifaurrasyidin (Abu Bakr dan Umar Bin Khattab), Kisah Dakwah Ikhwanul Muslimin (Hasan Al-Banna dan para sahabatnya) dan Kisah Dakwah Tarbiyah Hizbul Adalah Wassalamah (PKS di Indonesia).
A. Abu Bakr sang Mu’ashil (pemelihara orisinalitas dakwah) dan Umar Bin Khattab sang Mutathwir (pengembang dakwah)
Dua sahabat yang sangat mulia yaitu Abu Bakar Siddiq dan Umar Bin Khattab. Sahabat rasulullah yang beliau sebutkan dalam haditsnya “Seandainya Pahala 2 sahabatku ini (Abu Bakr dan Umar) ditimbang dengan pahala umatku sedunia niscaya tidak akan mampu untuk menandinginya”.
Ketika rasulullah dijemput sang khaliq untuk kembali kepangkuannya, umat islam merasakan kegoncangan, sedih, kecewa, putus asa antara percaya dan tidak percaya terhadap kondisi yang telah menimpa mereka. Para sahabat rasulullah ada yang sudah mulai berkelompok-kelompok sehingga antar satu kelompok dengan kelompok yang lain mulai berbeda atau tidak saling percaya. Namun diantara mereka masih ada beberapa sahabat yang pemahaman dakwahnya masih ta’shil (orisinal), sehingga mereka dengan giatnya untuk menyatukan umat islam kembali sebelum rasulullah dimakamkan, yaitu Sahabat Abu Bakar Assiddiq, Umar Bin Khattab dan Abu Ubaidah Aljarrah.
Singkatnya, terpilihlah sahabat Abu Bakar menjadi Khalifah pertama setelah rasulullah wafat. Kejadian ini sangat terasa sedih dan terpukul sekali bagi umat islam, dimana mereka kehilangan sosok rasul (teladan) bagi mereka, karena kejadian yang menimpa ini ada diantara para sahabat yang tidak mau lagi seutuhnya menjalankan syariat islam, ada yang tidak patuh pada khalifah terpilih, lalu diantara mereka ada yang membangkang. Apa yang terjadi seandainya permasalahan ini terus berlanjut, dibiarkan begitu saja sehingga dakwah mulai hilang, dan yang terjadi hanyalah peperangan antar umat islam. Sang khalifah Abu Bakar As-Siddiq tidak tinggal diam, dengan tegas beliau mengatakan kepada sahabatnya Umar Bin Khattab, perangi mereka yang tidak mau membayar zakat, hancurkan mereka yang mengaku sebagai nabi apalagi yang tidak patuh pada pemimpin. Sahabat Umar Bin Khattab terkejut mendengar perintah khalifah, lalu ia bertanya, “wahai khalifah, mereka itu adalah saudara kita, lantas kenapa mereka harus kita bunuh. Bukankah itu menyalahi aturan? Khalifah menjawab, “wahai Umar Bin Khattab, dimanakah keberanianmu yang dulu itu. Jikalau engkau tidak mau untuk memerangi mereka, hari ini selagi aku masih bisa menggenggam pedang ini dan menunggangi kuda maka aku sendiri yang akan turun untuk memerangi mereka sehingga tidak ada lagi fitnah dalam umat islam.” Sang khalifah yang begitu lembut, bisa menjadi tegas dan bijaksana, yang akhirnya umat islam kembali bersatu. Intinya perjuangan sahabat Abu Bakar adalah memperjuangkan tentang Ta’shil Dakwah (Orisinalitas Dakwah), keaslian dakwah. Sehingga umat islam itu tidak boleh bercerai berai, harus bersatu dalam menjalankan syariat islam permukaan bumi ini. Adapun masa kerja Khalifah Abu Bakar As Siddiq adalah 2 tahun 3 bulan dan semua program kerjanya yaitu memelihara orisinalitas dakwah berjalan dengan baik dan sempurna, dan pada saat ini umat islam telah menjadi wahdatul islamiyah (islam yang satu) dan ini ditandai dengan kebangkitan umat islam.
Lalu bagaimana dengan Khalifah Umar Bin Khattab? Setelah masa kerja khalifah umar bin khattab berjalan dengan sempurna, kepemimpinan Umar Bin Khattab ditandai dengan Masa Tathwir (pengembangan). Khalifah melanjutkan perjuangan yang dilakukan oleh rasulullah yaitu menyebarkan islam keberbagai penjuru sehingga islam bertumbuh dan berkembang dengan pesat, sampai mesjid al-aqsha direbut kembali umat islam setelah beribu tahun lamanya dikuasai oleh orang-orang yahudi. Dan perjuangan untuk merebut al-aqsha (alquds/tempat suci bagi umat islam) itu diraih dengan mudah tanpa peperangan sedikitpun, hanya melalui lobi dan negosiasi sehingga umar bin khattab dikagumi oleh orang-orang yahudi dan nasrani. Masa kerja Umar Bin Khattab selama menjadi khalifah 10 tahun dan puncak kejayaan islam terjadi pada masa Umar Bin Khattab, perjuangan beliau tidak lepas dari perjuangan yang telah didahului oleh khalifah abu bakar as-siddiq menuju wahdatul islamiyah.
Bila kita mencermati kepemimpinan khalifah Abu Bakr As-siddiq radhiyallahu’anhu mencerminkan visi ta’shil (pemeliharaan orisinalitas), sedangkan kepemimpinan Khalifah Umar Radhiyallahu’anhu mencerminkan visi tathwir (pengembangan). Ta’shil dan Tathwir adalah sebuah wacana tentang Visi dan Misi Dakwah Islamiyah. Dan kejadian tersebut selalu berlaku setiap zamannya, dan disetiap zaman itu pasti ada yang memecahkan masalahnya.
B. Ikhawanul Muslimin (Hasan al-Hudaibi, Hamid Abun Nasr, Mustafa Masyhur, Sayyid Qutub dan Muhammad Qutub Sang Mu’ashil “pemelihara orisinalitas” dan Umar Tilmisani, Yusuf Qardhawi, Muhammad Al-Ghazali Sang Mutathwir “pengembang”)
Mari kita menilik kembali bagaimana peliknya gambaran dakwah Ikhwanul Muslimin yang pendirinya ialah Hasan Al-Banna. Pada suatu hari, saat penjara-penjara Mesir benar-benar berubah menjadi madzhabah (pejagalan) dalam arti harfiyah, seorang opsir membawa Mushtafa Masyhur muda bersama seoranga anggota usrahnya yang tak hilang-hilang gemetar dan kengeriannya melihat penyiksaan yang diluar batas khayalan manusia. Ya Naqib (pimpinan grup), bagaimana nasib kita bila mereka lemparkan kita ke sarang srigala lapar atau lubang busuk tanpa kehidupan? Dengan mantap Mushtafa Masyhur menjawab: “Mereka dapat membuang kita ketempat manapun yang kita takuti, namun ketahuilah mereka takkan mampu membuang kita ketempat yang tak ada Allah.”
Kondisi para kader ikhwanul muslimin sangat mengkhawatirkan, karena pemimpinnya (Hasan Albanna) telah meninggal dibunuh, kemudian api fitnah disemburkan, tuduhan terhadap jamaah ini digencarkan sehingga para kadernya ikhwanul muslimin ada yang bertahan dan ada yang keluar dari jama’ah. Namun Hasan Al-Hudaibi, sebagai pemimpinnya tetap memberikan semangat kepada para kadernya, melakukan kunjungan, pro-aktif dalam menyatukan umat islam, sehingga jamaah ikhwanul tetap berlanjut. Masa kepemimpinan beliau bermacam fitnah digencarkan kepada jamaahnya, jamaah ini diprovokasi terhadap jamaah islam lainnya, sehingga jamaah yang lain berbondong-bondong untuk mencaci maki jamaah ikhwanul muslimin. Karena provokasi tersebut banyak para kader yang tidak tahan dan ingin melakukan perlawanan kepada jamaah yang memfitnah ikhwanul muslimin, namun sang mursyid ‘am Hasan al-Hudaibi dengan tegas mengingatkan para kadernya Nahnu Duatun la Qudlah (Kami Dai, bukan Hakim). Setelah beliau Hamid Abun Nasr dan Syaikh Mushtafa Masyhur yang melanjutkan kepemimpinan ikhwanul muslimin. Namun kita lebih menarik untuk menceritakan kepemimpinan masa Syaikh Mustafa Masyhur, sebab rujukan tulisan ini adalah Fiqh Dakwah Jilid I.
Pada kepemimpinan beliau lagi-lagi Ikhwanul Muslimin kembali diuji tentang orisinalitas dakwahnya, yaitu tuduhan tentang ashalah dakwah dan modal untuk berdakwah. Tuduhan itu digencarkan oleh orang-orang yang benci terhadap gerakan ikhwanul muslimin, sangkin gencarnya tuduhan itu terbit disalah satu koran/media di Mesir yang bertajuk “Apakah Ikhwan dan para pemimpinnya hari ini telah menyimpang dari jalan yang ditempuh Assyahid Hasal Al-Banna rahimahullah)?” Mushtafa Masyhur menjawab: Nampaknya wallahu ‘alam ada kalangan yang karena tujuan-tujuan pribadi ingin menebarkan keraguan terhadap jamaah secara keseluruhan dan malu untuk terus terang menaburkan keraguan terhadap perjalanan Hasan Al-Banna agar tak nampak niatnya. Maka mereka katakan ikhwan hari ini telah menyimpang dari garis perjuangan Hasal Al-Banna. Dengan jawaban yang singkat dan padat ini gugurlah tuduhan untuk menjatuhkan ikhwanul muslimin dan pengikutnya. Kemudian tentang kemandirian modal, banyak kalangan yang benci dan ragu terhadap gerakan ikhwanul muslimin. Mereka meragukan kemandirian modal yang dimiliki ikhwanul muslimin, dari keraguan mereka diantaranya mengatakan, “Dari mana ikhwan membiayai dakwah ini. Suatu anggaran yang sangat besar yang orang-orang kaya saja tak mampu menanggungnya, terlebih orang-orang miskin? Syaikh Mushtafa Masyhur dengan tegas membuat tajuk Harta Bersumber Dari Kantung Para Dai saja. Inilah yang kemudian menjadi jargon dakwah yang sangat populer Shunduquna Juyubhuna (Brankas kita adalah kantung kita sendiri). dan ini pula yang ditulis oleh mursyid dan murabbinya sebelum ia tulis risalah pergerakan ikhwanul muslimin.
Mereka kita sebut sebagai ta’shil dakwah (pemelihara orisinalitas dakwah), sebab karena langkah, kebijakan dan keistiqamahan mereka bersama dakwah membuat dakwah tersebut terus berlanjut hingga berkembang yang dilanjutkan oleh para generasinya.
Selanjutnya para tathwir (pengembang dakwah), yaitu Umar Tilmisani, Yusuf Qardhawi dan Muhammad Al-Ghazali. Mereka bergeliat berdakwah ke negara lain untuk menyebarkan murni ajaran islam keberbagai belahan saudi arabia. Seandainya mereka tetap bertahan di Mesir, maka dakwah akan mengalami stagnan atau tetap dan tidak akan berkembang. Dan mereka juga akan mengalami penyiksaan dari penguasa mesir dan penjajah inggris, sehingga dakwah wahdatul islamiyah akan terhenti sampai di Mesir. Namun dengan ijtihad syaikh Yusuf Qardhawi dan Muhammad Al-Ghazali yang luar biasa yaitu menyebarkan ajaran islam ke negara lain, akhirnya dakwah terus bertumbuh dan berkembang. Kelompok-kelompok ikhwanul muslimin semakin banyak bertumbuh dan berkembang di luar negara mesir. Mereka ini kita sebut sebagai tathwir (pengembang dakwah)
C. PK dan PKS di Indonesia (Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring “Sang Mu’ashil”, Luthfi Hasan Ishak dan Muhammad Anis Matta “Sang Tathwir”)
Ketika pertama kali Partai Keadilan dideklarasikan presiden pertamanya adalah Nurmahmudi Ismail, partai ini banyak mendapat simpatik dari khalayak masyarakat karena pendiri-pendiri partai, pemimpin-pemimpinnya dan kader-kadernya adalah anak-anak muda. Sejak Partai Keadilan dideklarasikan Tahun 1998 bersamaan dengan setelah reformasi, maka pada tahun 1999 Partai Keadilan mengikuti Pemilihan Umum. Namun pada saat itu para kader Partai Keadilan yang duduk dikursi parlemen belum mendominasi sehingga dalam membuat kebijakan para kadernya belum bisa mengusulkan kebijakan-kebijakan yang pro dengan rakyatnya. Menteri yang masuk dalam kabinet masih satu yaitu Pak I.r Nur Mahmudi Ismail, setelah itu kepemimpinan partai dipimpin oleh Ustadz Dr.Hidayat Nurwahid.
Pada tahun 2003 Partai Keadilan berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, sebab pada pemilu 2004 Partai Keadilan tidak bisa mengikuti pemilihan umum karena kurang electoral treeshold yang membuat PK tidak bisa ikut Pemilu. Akan tetapi, langkah para kadernya tidak terhenti walaupun tidak bisa ikut pemilu namun karena semangat muda yang menggelora mereka merubah Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang dipimpin sementara oleh ustadz Al-Muzammil Yusuf. Setelah Musyawarah Nasional I (Munas I) terpilih ustadz Dr.Hidayat Nurwahid menjadi presiden partai keadilan sejahtera. Pada tahun 2004 Ustadz Hidayat Nurwahid terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dan digantikan oleh Ustadz Ir. Tifatul Sembiring. Dalam kepemimpinan ustadz Tifatul Sembiring banyak provokasi dan fitnahan kepadanya dan kepada partainya. Tuduhan dan fitnahan tersebut membuat sebagian para kadernya keluar dari jamaah karena mereka berpikir bahwa asholah dakwah tidak lagi sesuai jalurnya. Namun karena ketegasan dan ketegaran ustadz Tifatul jamaah dakwah ini tetap bertahan, kemudian kesolidan dan ukhuwah para kadernya sehingga menimbulkan rasa cinta untuk bersama-sama dalam menegakkan dakwah ilallah. Selain permasalahan juga timbul dari internal, permasalahan datang juga dari luar eksternal. Dimana menteri pertanian dari PKS yaitu Bapak Anton di fitnah dengan berbagai tuduhan sehingga kadernya merasa kecewa dan para simpatisan kader juga banyak yang mundur.
Begitulah tuduhan dan fitnahan yang mereka teriakkan kepada publik melalui media-media yang mereka miliki dan kuasai. Namun malah yang terjadi adalah sebaliknya, suara PKS tahun 2009 nomor urut 4 terbanyak setelah PD, PDIP, Golkar. Fitnahan dan tuduhan itu tidak mempunyai arti sendiri bagi PKS untuk menyudutkan dan menjatuhkannya walaupun mereka tidak memiliki media, koran atau sebagainya.
Kenapa mereka membenci PKS? Apa yang membuat mereka selalu ingin menjatuhkan PKS? Mungkin pertanyaan ini sudah terjawab dalam diri kita, karena tujuan PKS adalah Hadharah Islamiyah/ustadziyatul ‘alam (peradaban islam/peradaban dunia). Semoga fitnahan dan tuduhan tersebut terus berlanjut sehingga kader PKS selalu bersikap bersiap-siap dan bersemangat. Dan pada fase ini kita sebut mereka sebagai ta’shil (pemelihara orisinalitas) karena keistiqamahannya dalam dakwah keteguhan mereka membuat dakwah ini masih terus berlanjut dan berkembang hingga saat ini.
Kemudian, kita masuk pada masa kerja tathwir (pengembang) yaitu kepemimpinan ustadz Luthfi Hasan Ishak, dan ustadz Muhammad Anis Matta. Ustadz Tifatul Sembiring diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), ustadz Luthfi diangkat menjadi presiden PKS dan setelah Musyawarah Nasional II dilaksanakan akhirnya yang terpilih ustadz Luthfi Hasan Ishak. Konsep kepemimpinan beliau menjadi partai terbuka, dimana orang yang beragama kristen, hindu, budha dan selainnya boleh bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera. Namun banyak kalangan, organisasi atau selainnya menghujat PKS, menghina dan ada sebagian mengatakan bahwa PKS tidak lagi islam. Namun semua itu bisa ditepis oleh sang kiyadah ustadz Luthfi Hasan Ishak. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Dan pada tahun 2013 atau disebut sebagai tahun politik, Ustadz LHI difitnah dengan isu kasus suap impor daging sapi dan dituduh dengan bermain perempuan karena ahmad fathanah yang mengaku sebagai asistennya tertangkap bersama seorang wanita. walaupun fitnahan dan tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga saat ini, ustadz LHI masih saja ditahan oleh KPK. Bahkan karena isu terkait kasus suap impor daging tidak terbukti, isu yang kasus pencucian uang malah digencarkan di media. Ini adalah fitnahan dan tuduhan yang sangat menyakitkan bagi kader PKS.
Setelah ustadz LHI ditetapkan sebagai tersangka, Ustadz Muhammad Anis Matta ditetapkan sebagai Presiden PKS. Fitnahan dan tuduhan ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi ustadz Anis dan para kadernya. Karena isu ini bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang kader PKS maju dalam pemilihan tersebut. Lawan politik mereka memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan calon yang maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan kasus suap impor daging.
Anis Matta setelah menyampaikan orasi pertamanya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor DPP PKS sangat membangkitkan semangat dan gairah para kadernya untuk melakukan taubat nasional dan tetap bersatu dalam jamaah, meningkatkan persaudaraan, menumbuhkan cinta dalam berjamaah. Setelah ia berorasi, ia kembali melakukan safari dakwah ke Jawa Barat untuk memompa semangat para kadernya dalam memenangkan pemilihan Gubernur. Kemudian beliau melakukan safari dakwahnya ke Sumatera Utara, juga untuk memompa semangat para kadernya. Setelah itu beliau melakukan roadsahow dengan bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara pengurus DPP dengan Pengurus DPW dan DPD dalam beberapa provinsi. Strategi beliau ini juga tidak lepas dalam hal ta’shil (pemeliharaan orisinalitas dakwah) dan tathwir (pengembangan dakwah) untuk memenangkan partai ini dalam event setiap pemilihan Gubernur dan pemilihan kepala daerah.
Presiden Muhammad Anis Matta belakangan ini sering disebut sebagai Soekarno Muda karena kepandaian dan kelihaiannya dalam menyampaikan orasi pidatonya. Dan ini sudah terbukti karena kedua calon gubernur telah dimenangkan oleh kadernya, dan beberapa kepala daerah sebab beliau berhasil membangunkan macan tidur PKS. Oleh karena itu, para pengamat, analisis dan media menyebutnya sebagai soekarno muda, ada yang mengatakan bagaikan matahari disiang hari, dan sebagainya. Yang akhirnya karena dengan bijaknya ia muncullah sebuah jargon yaitu Mission is Nothing Imposible. Puncak keberhasilannya dalam hal ta’shil dan tathwir adalah ia berhasil membuat acara Rapimnas PKS dan Milad PKS di Lawung Sewu salah satu tempat mitos di daerah Jawa Tengah yang juga bertujuan untuk menembus mitos satu wilayah satu partai dalam hal memenangkan calon yang didukung oleh PKS dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Banyak hal positif yang sangat menarik untuk dituliskan tentang kepribadian beliau baik sebelum menjadi presiden PKS maupun sesudah menjadi presiden Partai Keadilan Sejahtera. Oleh karena itu, sangatlah pantas sekali kita menyebutkan Ustadz Muhammad Anis Matta, L.c sebagai sang ta’shil dan sang tathwir di era dakwah masa kini.
Situasi dan kondisi antara masa Abu Bakr dan Umar Bin Khattab, Ikhwanul Muslimin dan PKS di Indonesia sangat jauh berbeda, namun ada persamaan antara tiga masa tersebut, yaitu dalam hal tsawabitnya. Tsawabitnya ialah dalam hal memperjuangkan akidah ilallah dan dakwah rasulullah. Karena dakwah bukan hanya tugas seorang rasul namun semuat umat islam. Dengan demikian, sewajarnya kita umat islam saling bergandengan tangan untuk mendukung Ustadz Muhammad Anis Matta mewujudkan peradaban islam di permukaan bumi ini sehingga tidak ada lagi fitnah yang tersebar diantara sesama umat manusia. []
*http://politik.kompasiana.com/2013/05/03/anis-matta-sang-tashil-dan-sang-tathwir-557147.html
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 05, 2013
posted by @A.history
Bid. Puan PKS Padang Gelar Konsolidasi Isteri Struktur DPD, DPC dan CAD Perempuan
Written By Unknown on 05 May, 2013 | May 05, 2013
Padang - Bidang Perempuan PKS Kota Padang menggelar
acara konsolidasi penguatan kader jelang Pilwako 2013 dan Pemilu 9 April 2014,
sabtu (04/05). Acara konsolidasi ini melibatkan Isteri Struktur pengurus DPD, DPC dan BCAD Perempuan.
Ketua Bidang Perempuan PKS Padang Ronna Rosa
mengatakan, acara ini di gelar dengan tujuan untuk menguatkan para isteri
pengurus serta memotivasi suami mereka yang terlibat di kepengurusan partai.
Selain itu, juga untuk membentuk ketahan keluarga menjadi keluarga kompak dan
harmonis, ujarnya di ruangan utama kantor DPD PKS Padang.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan sharing bersama
Ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, di hadapan isteri pengurus, beliau
menyampaikan bahwa kemenangan dakwah ini harus kita raih, untuk itu adalah
menjadi tugas kita bersama memenangkan dakwah ini, ujar beliau.
Kita tahu bahwa Sumatera barat menjadi salah satu
lumbung suara dalam pemilu nanti. Khusus Kota padang kita harus menjadi
pemenang, baik dalam Pilwako dan Pemilu. Pada kesempatan itu Drs. Muhidi juga
menyambut baik acara yang diangkatkan bid. Puan ini, hendaknya acara yang
seperti ini bisa berkelanjutan kedepan. (Al)
posted by @A.history
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
May 05, 2013
24 Jumadil Akhir 1434 H
Noorahmat Abu Mubarak (@noorahmat)
Fitry Ratnasari UmmuZa (@ummuza)
*pkspiyungan
posted by @Adimin
Sepenggal Firdaus itu Bermula dari Rumah Kita
![]() |
| Ilustrasi |
"Renungan Keluarga dari Negeri Surga"
Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sudahkah kita berupaya menjadikan Rumah kita sebagai Surga Dunia?
Seorang Istri yang shalihah akan menjadikan Rumah tentram dan menyenangkan...
Seorang Suami yang shalih akan menjadikan Rumah aman dan nyaman...
Anak-anak yang shalih-shalihah akan menjadi permata penghias nan menyejukkan...
Bagaimana dengan Rumah Kita?
Bagaimana dengan Suami Kita?
Bagaimana dengan Istri Kita?
Bagaimana dengan Anak-anak kita?
Sudahkah kita hadirkan Surga yang menentramkan di "Rumah" kita?
Ataukah kita lebih nyaman menghiasinya dengan gemerincing harta tanpa makna?
Jadikan momentum pagi ini...
...sebagai tonggak baru menghidupkan rumah kita...
...sebagai tonggak baru menyinari rumah kita...
Saling hidupkan Tarbiyah Dzatiyah dan Ruhiyah dalam Usrah Muslimah...
Saling menjaga tilawah dan mengingatkan untuk Shalat berjama'ah...
Saling menguatkan hafalan dan membiasakan shadaqah...
Saling mendukung aktifitas dakwah dan menghidupkan nuansa harakiyyah...
Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sadarlah bahwa semua berawal dari Rumah setiap kader dakwah yang ada...
Sudahkah Rumah kita menjadi syurga bagi jiwa-jiwa fana?
Semoga Allah Azza wa Jalla memberkahi ikhtiar kita...
Menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus bagi masyarakat dunia...
Diawali dengan menjadikan Rumah kita sebagai Surga bagi penghuninya...
Rumah yang berfungsi sebagai Busur Panah yang kokoh dan perkasa...
Ladang Penyemaian yang kelak menghasilkan anak-anak panah peradaban...
Anak panah yang berjiwa ksatria...
Penghulu Gerak dan Kerja Dakwah...
Yang siap dilepaskan mengoyak sendi-sendi kemungkaran dunia...
Rumah kita...Keluarga kita...Inspirasi Keluarga Penghulu Surga...
Wallahua'lam
Barakallahu fiik...
24 Jumadil Akhir 1434 H
Noorahmat Abu Mubarak (@noorahmat)
Fitry Ratnasari UmmuZa (@ummuza)
*pkspiyungan
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
May 05, 2013
Irwan Prayitno Lepas Pendistribusian Soal UN SD dan Paket A
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melepas pendistribusian paket
soal UN SD dan Paket A di halaman kantor PT. Grafika Jaya Sumbar, Sabtu pagi
(4/5).
Gubernur yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Kadis. Pendidikan
Prov.Sumbar dan Dirut PT Grafika Jaya Sumbar menjelaskan bahwa satu per satu
prosedur dalam pelaksanaan UN telah kita penuhi dengan baik. "Ini usaha kita agar kejadian seperti
di tingkat SMA dan SMK tidak terjadi lagi" katanya.
"Ini adalah cerminan kinerja Provinsi Sumatera Barat, karena UN
tingkat SD adalah tugas dan kewenangan provinsi, beda dengan UN SMA dan SMK
yang masih ada sebagian yang dipegang pusat" sambungnya.
Kepada para petugas, Gubernur berpesan agar jalankan amanah ini dengan
baik, jangan sampai ada terjadi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam
pendistribusian ini. Semua stakeholder seperti di bidang pengawasan, DPRD serta
pihak kepolisian akan terus mengawal pendistribusian ini, bahkan hingga
pelaksanaan ujian.
"Jika pendistribusian soal-soal ini sukses, ke depannya kita bisa
ajukan ke pusat agar pendistribusian soal-soal UN SMP dan SMU bisa kita yang
handle" kata Gubernur. "Terserah perusahaan mana nantinya yang
handle, yang penting Sumatera Barat bisa punya kewenangan untuk itu",
sambungnya lagi.
Dilaporkan Kadis. Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Syamsurizal, bahwa
pagi ini (Sabtu) ada 14 armada yang dilepas Gubernur untuk pendistribusian soal
bagi 18 Kab/Kota di Sumatera Barat.
*https://www.facebook.com/photo.php?fbid=540369619339987&l=a94382f3dd
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 05, 2013
By: Hadiyan Faris Azhar - Kompasiana
posted by @A.history
Kisah Nyata | Benci Tapi Nyoblos PKS
Mungkin saya ingin menceritakan sebuah kisah nyata, kisah yang saya angkat dari kehidupan kawan istri saya. mereka adalah pasangan suami istri kader PKS, mereka punya tiga anak, dua perempuan, satu laki-laki. anak-anak perempuannya sudah bekerja semua, sedangkan yang laki-laki masih sekolah di bangku kelas 2 SMP.
Sang suami adalah seorang pegawai pajak, sebut saja namanya Pak Aston dan istrinya adalah kepala sekolah di TK dimana istri saya dulu pernah mengajar, namanya Ibu Villa. sudah sejak lama Pak Aston dan Ibu Villa terlibat di PKS dan ikut dalam tarbiyah di PKS. sekitar 1999-an lah, namun menjelang pemilu 2009 Pak Aston memutuskan keluar dari struktur PKS, dan juga meminta istrinya untuk keluar dari struktur PKS. walaupun sebenarnya Ibu Villa tidak setuju dengan keputusan ini.
Usut punya usut, alasan beliau keluar dari struktur PKS adalah karena ketidak setujuan dengan beberapa kebijakan PKS. sejak saat itu setiap saya bicara tentang PKS, Pak Aston selalu menunjukkan ketidak sukaannya, tapi kalau sama Ibu Villa ga jadi masalah kita ngobrolin PKS, karena memang beliu mendukung kebijakan-kebijakan yang diambil PKS, tapi sebagai istri yang shaliha dan mentaati suaminya, beliau menghormati setiap keputusan yang sudah diambil oleh suaminya.
Hal yang menjadikan kisah ini unik adalah beliau tetap mengikuti segala agenda tarbawi PKS, tetap mengikuti aktifitas Liqo, Ta’lim, Rihlah, bahkan beliau megisi Liqoan dibawah struktur PKS sampai sekarang. merektrut orang untuk ikut Liqo dll
Ba’da isya hari tadi, saya berkunjung ke rumah beliau bersama istri, kebetulan sang suami sedang keluar. oleh karenanya kami ngobrol-ngobrol lepas dengan sang istri, saat itu juga sedang ada tamu lainnya. selang beberapa waktu setelah kami datang, tiba-tiba dua anak gadis teman istri saya ini pulang, saya cukup kaget melihat penampilan keduanya, sekarang kedua gadis ini sudah berhijab dengan lebih rapih, dibandingkan sebelum-sebelumnya.
Nah tiba-tiba Ibu Villa nyeletuk, bahwa kedua anak gadisnya itu udah liqo juga, dan liqonya dengan salah satu pengurus DPC situ. kata Ibu Villa, liqo nya kedua anaknya juga direstui dan didukung oleh sang suami.
Sepulang dari rumah pasangan tersebut, istri saya bilang ke saya, bahwa keluarga tersebut masih nyoblos PKS sampai hari ini, walaupun pak Aston tidak suka dengan beberpa kebijakan PKS. hal ini diketahui istri saya dari pengakuan Ibu Villa sendiri.
Mengingat kisah ini, saya jadi teringat beberapa kawan SMA saya, mereka sangat antipati sama yang namanya politik, tapi setiap selesai pemilu (2004 dan 2009) saya tanyakan mereka nyoblos partai apa, mereka selalu dengan santai bilang “ya PKS lah, mau milih yang mana lagi”, tapi sikap mereka tetap bahwa mereka tidak akan terlibat dalam politik.
Saya belum nyoba tanya ke temen-temen SMA saya ini, mereka 2014 ini mau nyoblos apa, tapi yang saya tau temen istri saya yang sebelumnya saya ceritakan, mereka tetap setia memilih PKS setiap pemilu, begitupula 2014 nanti.
yah memang unik, tapi ini nyata. ^_^
Jika ada yang ingin bertemu dengan tokoh-tokoh di kisah ini, saya bersedia mengantarkan kawan-kawan untuk melihat dan berdialog langsung dengan mereka. kalau ada yang benr-benar ingin, silahkan messagge ke inbox saya, nanti saya akan kirim no HP saya dan kita atur pertemuannya.
Tokoh2 diatas tinggal di daerah tangsel (teman2 SMA saya) dan jaksel (keluarga teman istri saya)
By: Hadiyan Faris Azhar - Kompasiana
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
May 04, 2013
posted by @Adimin
Google Dukung Kedaulatan Palestina, Israel Geram
Written By @Adimin on 04 May, 2013 | May 04, 2013
Israel mengajukan protes kepada Google, Jumat (3/5), setelah perusahaan internet raksasa itu mengganti istilah “Palestinian Territories” di halaman depan mesin pencari edisi Palestina dengan tagline baru, “Palestine“.
Pergantian itu mengikuti pengakuan yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada Palestina sebagai negara berdaulat pada November 2012 silam. Ketika itu PBB menerima Palestina sebagai “negara pemantau non-anggota”, posisi yang sama dengan negara berdaulat seperti Vatikan.
“Perubahan ini memantik pertanyaan tentang alasan di balik ikut campurnya sebuah perusahaan internet swasta dalam politik internasional, justru pada bagian yang kontroversial,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor.
Perubahan tagline itu sendiri mulai berlaku 1 Mei silam, demikian keterangan dari juru bicara Google, Nathan Tyler.
“Kami mengubah nama ‘Palestinian Territories’ menjadi Palestine’ di semua produk kami. Kami sudah berkonsultasi dengan sejumlah sumber dan otoritas dalam penamaan negara. Dalam kasus ini, kami mengikuti petunjuk PBB…dan organisasi-organisasi internasional lainnya,” kata Tyler.
Source : BS, AFP
posted by @Adimin
May 04, 2013
*suaranews.com
posted by @A.history
Ayu Azhari Mulai Digiring Johan Budi Untuk Menghancurkan PKS?
Artis Ayu Azhari menerima uang dari tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pencucian uang Ahmad Fathanah senilai Rp20 juta dan 1.800 dolar AS atau sekitar Rp38 juta.
"Tadi Ayu Azhari menurut penjelasan penyidik bukan untuk pemeriksaan tapi mengembalikan uang Rp20 juta dan 1.800 dolar AS pemberian Ahmad Fathanah," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi di Jakarta, Jumat.
Menurut Johan, uang tersebut menjadi uang muka untuk Ayu Azhari selaku seorang artis. "Jadi uang itu untuk istilahnya, dia (Ayu) mau manggung di suatu tempat, tapi ditunggu-tunggu tidak jadi, sehingga dia sudah diberikan uang duluan dalam bentuk tunai," kata Johan.
Namun Johan tidak mengetahui waktu pemberian uang tersebut.
"Tidak dijelaskan kapan pemberian uang tersebut, intinya Ayu Azhari pernah terima dari Ahmad Fathanah untuk urusan manggung," ujar Johan.
Acara "manggung" tersebut menurut Johan berdasarkan pengakuan Fathanah ke Ayu terkait acara Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Padahal Ayu Azhari seusai diperiksa di KPK pada Kamis (2/5) mengaku bahwa ia korban dari Ahmad Fathanah yang menjanjikannya suatu pekerjaan tapi pekerjaan tersebut tidak jadi dilaksanakan, bahkan Ayu Sendiri sudah pernah menyatakan bahwa ia tidak menerima uang apapun dari Ahmad Fathanah.
Ayu juga mengatakan bahwa "Tidak ada hubungannya dengan partai," kata Ayu di Kantor KPK pada hari Rabu (1/5).
Pada hari yang sama, Ayu Azhari juga menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dari Ahmad Fathanah.
"Tidak pernah (terima uang dari Ahmad Fathanah). Sebenarnya saya korban, korban dari kerjaan-kerjaan yang dijanjikan," kata Ayu Azhari yang ditemui di KPK, Jakarta, Rabu (1/5)
Ketika menyerahkan data rekening, pada hari Jumat (3/5). Ayu mengatakan sekali lagi bahwa ia tidak pernah menerima uang dari Ahmad Fathanah.
"Bukan panggilan, hanya melengkapi dokumen yang perlu diserahkan berdasarkan BAP (berita acara pemeriksaan). Bukti rekening koran saya. Saya serahkan memang karena saya tidak pernah menerima apa pun," kata Ayu di KPK, Jakarta, Jumat.
Dan anehnya, Juru Bicara KPK mengatakan bahwa Ayu azhari mengembalikan uang Rp 20 Juta dan US$ 1,800. "Ayu Azhari sudah mengembalikan uang Rp 20 juta, dan US$ 1,800," kata Juru Bicara KPK Johan Budi S.P, Jumat, 3 Mei 2013. Uang itu digunakan untuk keperluan pekerjaan. "Terkait dengan uang panjer kalau nanti dia manggung."
Padahal di awal Ayu Azhari menyatakan tidak pernah menerima duit dari Ahmad Fathanah, namun langsung mencuat seketika bahwa Ayu Azhari menerima uang dari Ahmad Fathanah.
Yang mengherankan Ayu mengaku bahwa ia diundang di acara PKS. Dan katanya pernah bertemu dengan dua orang petinggi PKS, namun lagi-lagi Ayu menyembunyikan nama-nama siapa petinggi PKS yang ia maksud.
Sedangkan Fahri Hamzah sendiri sudah membantah, bahwa tidak pernah PKS mengundang Ayu Azhari dalam acara PKS. Beberapa politisi PKS pun senada dengan Fahri Hamzah, bahwa Ayu Azhari tidak pernah diundang dalam acara PKS. Malahan Mardani Ali Sera, politisi PKS ini menantang Ayu Azhari membuka dua nama petinggi yang pernah bertemu dengan Ayu Azhari.
Selaku Ketua DPP Bidang Humas PKS, Mardani Ali Sera memprotes keras atas pembentukan opini negatif terhadap PKS yang dikabarkan mengundang Ayu Azhari. "Kami protes keras terkait penisbatan pernyataan Johan Budi bahwa Ayu Azhari diundang acara PKS. Pernyataan dan perbuatan Ahmad Fathanah (AF) tidak dapat dikaitkan dengan PKS. AF bukan kader dan bukan Pengurus PKS. Acara PKS dikontrol dan dijaga oleh Dewan Syariah," ujar Mardani Ali Sera dalam pesan singkatnya, Sabtu (4/5). "Kami protes keras terkait dengan penyesatan info ini," tegasnya.
Penggiringan opini negatif terhadap PKS seringkali dilayangkan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi.
Jubir KPK ini juga pernah dengan bangga mengatakan bahwa ada rekaman antara Mentan dan LHI terkait kasus Impor Daging Sapi, tetapi pernyataan Johan Budi sendiri akhirnya dibantah oleh pimpinan KPK, Abraham Samad.
Bahwa tidak ada bukti rekaman antara Mentan dan LHI.
PKS jadi bulan-bulanan opini negatif media kembali, selamat atas PKS! (anj/suaranews)
*suaranews.com
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 04, 2013
"Akrobat Pimpinan KPK. Sampai Kapan?!"
![]() |
| Add caption |
- Akrobat pimpinan KPK tdk akan berhenti kecuali pada kasus yg kita lupakan.
- Permainan pimpinan KPK sdh terbukti dan tidak terasa. Ada interest pribadi, dendam, dll. Bukan hukum murni.
- Sebagai contoh: http://www.pks piyungan.org/2013/05/sengkuni-kpk-kritik-terhadap-pks-busyro.html?m=1 …
- Saya mau bandingkan hambalang dengan kasus import sapi.
- Menarik dikaji karena KPK sekarang masuk ke kasus "ayu azhari" dan TPPU.
- Maksud KPK memang tdk bisa dipisah dari kegeraman BM. BM secara terbuka menyerang PKS. silahkan google.
- Kasus ini akan dibikin panjang dan digoreng lebih panjang dari hambalang. Ada unsur pengalihan juga.
- Kita jangan lupa bahwa kasus hambalang ini sdh proven dalam audit BPK dan panja hambalang DPR RI.
- Modus kasus ini yg bepusat pada figur nazaruddin yg adalah bendum partai + anggota DPR sdh terbukti dan dieksekusi.
- Dalam kasus import sapi, figur intinya adalah ahmad fatanah yg dalam BAP-nya mengaku sebagai makelar alias calo.
- Dalam kasus ahmad fatanah yg bersangkutan memang aktif melakukan "jual nama" LHI dan PKS.
- Dalam kasus hambalang, nama partai demokrat melekat pada diri nazar dan dia juga melekatkan nama SBY pada dirinya.
- Dan dalam kasus hambalang ada pengakuan terbuka dari nazar, pengurus partai, kurir dan sopir bahwa uang itu masuk partai.
- Sementara itu, KPK tidak pernah mengusut TPPU dari para terpidana hambalang yg sdh inkrach itu.
- Nazar tidak saja tidak diusut TPPU hartanya tapi juga tidak disentuh pemegang pundi2nya.
- Apalagi mau periksa "ayu azhari", sekjen partai, ketua2 Partai, aset angie, andi, dll dr pihak demokrat.
- Kasus ini hambalang hanya akan berhenti di anas sebagai hasil kompromi dalam KPK dgn penguasa. Dan tak ada TPPU.
- Adapun kepada PKS, dendam belum berbalas. Dan terlalu banyak yg berkepentingan partai ini bubar terutama BM.
- Keganjilan "penggorengan" terhadap kasus PKS ini akan jalan terus..kasus2 lain ditutup.
- KPK bukanlah pemberantas korupsi apalagi yg sistemik. KPK adalah mesin citra dan balas dendam.
- Hari ini orang belum percaya dgn apa yg saya katakan karena 85.000-an kasus yg ada di KPK siap diledakkan satu2.
- Setiap ledakan baru akan melahirkan tepuk tangan baru dan kita lupa bahwa kita tambah rapuh.
- IPK (Indeks Persepsi Korupsi) saja yg merupakan indikator sukses KPK terpuruk diikuti oleh kinerja ekonomi dan investasi global kita jatuh. (baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot)
- Sementara itu, KPK terus bisa menyembunyikan boroknya di balik PR asing yg bekerja untuknya.
- Orang2 suci semacam AS, BM dan BW di KPK perlu sadar diri. Seperti eyang subur. Ada batas kezaliman. Wallahu'alam.
by Fahri Hamzah
sumber : piyungan
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
May 04, 2013
*http://www.tribunnews.com/2013/05/04/pks-protes-keras-jubir-kpk-soal-ayu-azh
posted by @A.history
PKS Protes Keras Jubir KPK Soal Ayu Azhari
JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Humas, Mardani Alisera, protes keras dengan pernyataan Juru Bicara KPK Johan Budi menyebut PKSmengundang artis Ayu Azhari dalam berbagai kegiatan partai itu seperti Pilkada.
"Kami protes keras dengan pernyataan Johan Budi," kata Mardani ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (4/5/2013).
Mardani juga memprotes pernyataan seolah-olah tersangka kasus suap impor daging Ahmad Fathanah (AF) yang mengatasnamakan PKS untuk menggaet Ayu Azhari ikut dalam kegiatan partai itu.
"Tidak dapat menisbatkan pernyataan AF atau Ayu Azhari ke PKS. Kami tidak pernah mengundang Ayu Azhari dalam acara-acara kita," kata Mardani.
Menurut dia, acara PKS selalu dikontrol oleh Dewan Syariah Pusat baik untuk standar penampilan, konten acara, dan personalnya.
*http://www.tribunnews.com/2013/05/04/pks-protes-keras-jubir-kpk-soal-ayu-azh
posted by @A.history
May 04, 2013
Oleh Makmun Nawawi
posted by @Adimin
Terlena dengan Kekayaan
Abdullah bin Ma’lam bertutur: “Ketika kami berhaji dan keluar dari
Madinah, tiba-tiba kami bersua dengan seseorang dari suku Bani Hasyim
dari Bani Abbas bin Abdul Muthallib. Ia menolak dunia dan fokus
sepenuhnya untuk akhirat. Kemudian aku dan ia disatukan dalam suatu
perjalanan, dan aku merasa nyaman bersamanya.”
Abdullah menyapanya. “Apakah Anda bisa naik kendaraan bersama saya? Kebetulan saya ada tempat lebih.” Orang itu pun menjawab; “jazakallah khaira” (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan) pada saya.”
Setelah merasa nyaman bersama saya, ia bercerita. “Saya adalah keturunan dari Bani Abbas. Dulu saya tinggal di Basrah, mempunyai kemuliaan, kenikmatan, kekayaan yang melimpah, dan kemewahan hidup.''
Ia melanjutkan, ''Suatu hari saya menyuruh pelayan agar mengisi kasur dan bantal dengan bahan sutera, yang dihiasi pula dengan taburan bunga mawar. Pelayan pun melakukan apa yang kutitahkan,” ujarnya.
“Begitu saya hendak tidur, ternyata ada cerocok bunga mawar yang tertinggal karena pelayan lupa merapikannya. Saya pun menderanya dengan sejumlah pukulan. Setelah cerocok itu dikeluarkan dari bantal, saya balik lagi ke tempat tidur.”
“Dalam tidur, saya bermimpi didatangi seseorang yang buruk rupa, seraya berkata; ‘Sadarlah dari pingsanmu, dan bangkitlah dari tidur lelapmu.’
Lantas dia menembangkan puisi: “Hai teman spesial, kini kau berbantalkan yang halus dan empuk. Namun setelah ini, kau beralaskan batu cadas yang keras. Maka bentangkan amal saleh untuk dirimu, sehingga kau bahagia. Jika tidak, esok engkau akan menyesal.”
“Kemudian aku bangun dan terjaga, dengan dihantui kecemasan. Lalu aku keluar saat itu juga, dan lari menuju Rabb-ku.”
Medium atau sebab untuk meraih kesadaran dan pertobatan memang amat beragam. Misalnya, seseorang baru sadar jika ditimpa penyakit akut lalu sembuh, mengalami kecelakaan maut lantas selamat, bertemu dengan seseorang yang piawai dalam menyentuh tali jiwanya, karena perjalanan usia, atau lantaran mimpi— seperti tersimbul dari narasi di atas.
Terkadang, sebab itu datang sendiri menyelinap ke dalam hati seseorang yang dikehendaki Allah. (QS al-Qashash: 56). Maka berbahagialah mereka yang bisa mereguk kesadaran ini sebelum ajal tiba.
Memunculkan kesadaran akan Allah dan akhirat, hakikatnya memang hak prerogatif Allah. Di samping ia juga merupakan medan mujahadah seseorang. Beragam ujian seringkali menjadi dinding tebal untuk sampai kepadanya.
Selain kemiskinan, kekayaan juga merupakan perangkap yang kerap meninabobokan seseorang sehingga mereka terlena dalam kemaksiatan.
Ketika banyak orang dan tokoh high class terperosok dalam jurang kemaksiatan, seraya melupakan Allah dan Hari Akhir— seperti ramai diberitakan,—gambaran di atas mengajarkan hal penting.
Bagaimana keturunan Bani Hasyim yang berada dalam gemerlapnya kekayaan ini telah mengambil keputusan yang amat menentukan perjalanan hidupnya.
Hal ini jelas tak mudah, karena orang yang tidur itu tak sadar jika dirinya bermimpi, kecuali sudah bangun. Demikian pula orang yang lalai terhadap akhirat; ia tidak menyadari akan apa yang sudah disia-siakan kecuali setelah kematian menjemputnya.
Abdullah menyapanya. “Apakah Anda bisa naik kendaraan bersama saya? Kebetulan saya ada tempat lebih.” Orang itu pun menjawab; “jazakallah khaira” (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan) pada saya.”
Setelah merasa nyaman bersama saya, ia bercerita. “Saya adalah keturunan dari Bani Abbas. Dulu saya tinggal di Basrah, mempunyai kemuliaan, kenikmatan, kekayaan yang melimpah, dan kemewahan hidup.''
Ia melanjutkan, ''Suatu hari saya menyuruh pelayan agar mengisi kasur dan bantal dengan bahan sutera, yang dihiasi pula dengan taburan bunga mawar. Pelayan pun melakukan apa yang kutitahkan,” ujarnya.
“Begitu saya hendak tidur, ternyata ada cerocok bunga mawar yang tertinggal karena pelayan lupa merapikannya. Saya pun menderanya dengan sejumlah pukulan. Setelah cerocok itu dikeluarkan dari bantal, saya balik lagi ke tempat tidur.”
“Dalam tidur, saya bermimpi didatangi seseorang yang buruk rupa, seraya berkata; ‘Sadarlah dari pingsanmu, dan bangkitlah dari tidur lelapmu.’
Lantas dia menembangkan puisi: “Hai teman spesial, kini kau berbantalkan yang halus dan empuk. Namun setelah ini, kau beralaskan batu cadas yang keras. Maka bentangkan amal saleh untuk dirimu, sehingga kau bahagia. Jika tidak, esok engkau akan menyesal.”
“Kemudian aku bangun dan terjaga, dengan dihantui kecemasan. Lalu aku keluar saat itu juga, dan lari menuju Rabb-ku.”
Medium atau sebab untuk meraih kesadaran dan pertobatan memang amat beragam. Misalnya, seseorang baru sadar jika ditimpa penyakit akut lalu sembuh, mengalami kecelakaan maut lantas selamat, bertemu dengan seseorang yang piawai dalam menyentuh tali jiwanya, karena perjalanan usia, atau lantaran mimpi— seperti tersimbul dari narasi di atas.
Terkadang, sebab itu datang sendiri menyelinap ke dalam hati seseorang yang dikehendaki Allah. (QS al-Qashash: 56). Maka berbahagialah mereka yang bisa mereguk kesadaran ini sebelum ajal tiba.
Memunculkan kesadaran akan Allah dan akhirat, hakikatnya memang hak prerogatif Allah. Di samping ia juga merupakan medan mujahadah seseorang. Beragam ujian seringkali menjadi dinding tebal untuk sampai kepadanya.
Selain kemiskinan, kekayaan juga merupakan perangkap yang kerap meninabobokan seseorang sehingga mereka terlena dalam kemaksiatan.
Ketika banyak orang dan tokoh high class terperosok dalam jurang kemaksiatan, seraya melupakan Allah dan Hari Akhir— seperti ramai diberitakan,—gambaran di atas mengajarkan hal penting.
Bagaimana keturunan Bani Hasyim yang berada dalam gemerlapnya kekayaan ini telah mengambil keputusan yang amat menentukan perjalanan hidupnya.
Hal ini jelas tak mudah, karena orang yang tidur itu tak sadar jika dirinya bermimpi, kecuali sudah bangun. Demikian pula orang yang lalai terhadap akhirat; ia tidak menyadari akan apa yang sudah disia-siakan kecuali setelah kematian menjemputnya.
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
Hikmah Ramadhan





