pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

“Menunggangi Agama utk Politik” vs “Menunggangi Politik utk Agama”

Written By @Adimin on 15 June, 2013 | June 15, 2013

“Menunggangi agama untuk politik” berbeda dengan 
“menunggangi politik untuk agama”.

Menunggangi agama untuk politik: agama cuma tunggangan, padahal biasanya anti terhadap nilai agama. contohnya mendadak pake kerudung pas jadi cagub.



Mati2an nolak UU pornografi tapi tiba2 pake kerudung saat jd cagub. agama tiba2 jd simbol untuk membohongi kaum muslimin.

"Menunggangi agama untuk politik" itu memanfaatkan simbol2 agama skedar untuk capaian politik. contoh: mendadak pake kerudung saat jd cagub.

Sedangkan “menunggangi politik untuk agama”: memenangkan politik untuk melarang pornografi internet, untuk mensejahterakan masyarakat, untuk melarang maksiat.

Menunggangi agama untuk politik itu biasanya mengumbar simbol-simbol Islam, ayat-ayat, dsb untuk meraih politik.

Sedangkan mrk yg menunggangi politik untuk Islam biasanya Gak gembar gembor simbol, tp misi2 Islam terlaksana melalui politik.

PKS mendukung UU anti pornografi, tapi minim ngobral ayat saat berargumen di parlemen, ini namanya menunggangi politik untuk agama.

Caleg perempuan PKS pake jilbab sdh dari dulu. jadi caleg atau bukan, jilbab sdh jadi sikap. mereka bukan mendadak pake kerudung biar dipilih.

Yg menunggangi atau jualan agama biasanya kedepankan simbol, tp tak satu pun misi Islam dibawa, biasanya anti Islam.

Sudah kalah di pilkada gubernur ya dicopot kerudungnya, balik lagi anti Islam. ini namanya politisasi agama, ini namanya menjual agama.

Sedangkan mereka yang menunggangi politik untuk Islam biasanya justru minim simbol2 Islam, tapi full dg misi Islam.

Bedakan : "menunggangi agama untuk politik" dengan "menunggangi politik untuk agama" | yang diserang biasanya yg kedua.

Yang biasanya dituduh "jualan agama" adalah yg "menunggangi politik untuk misi agama" | karena aktivitas ini mengusik kebatilan.

Cagub yg tiba2 pake jualan simbol kerudung untuk suara, aman dari tuduhan jualan agama. padahal ini yg jualan agama.

Jadi yang jualan agama justru partai2 sekuler, biasanya anti thdp Islam tapi mendadak jualan simbol islam untuk dapat suara muslim.

Ada partai sekuler yang anti banget sama Islam, anti UU zakat, anti UU pornografi , tiba2 cagub nya pake kerudung :D

Tuduhan munafik, jualan agama lebih pas disematkan pada partai2 sekuler yg biasanya anti agama tapi ujug2 pake simbol agama saat kampanye.

Tiba-tiba cagub partai sekuler menyumbang masjid, padahal biasanya anti masjid. ini jualan agama.

Yang jualan agama sebenernya partai2 sekuler, mereka anti agama tapi sering jualan simbol agama. inget iklan salah satu capres sekuler :D

Si capres dari partai sekuler ini tiba2 fasih ceramah dan jadi selingan acara tv ini saat mendiskreditkan PKS.

(@Mrkoday: PDIP punya Baitul Muslimin,Demokrat punya Majelis Dzikir SBY. Msk kriteria menunggangi agama untuk politik ga?)

Yup.

Penjual agama itu partai yg menolak UU jaminan produk halal, tapi cagubnya mendadak pake kerudung u dpt suara muslim.

Sedangkan pejuang Islam, yg gak koar2 simbol islam tapi perjuangkan UU jaminan produk halal.

Kalo orasi pake takbir jualan agama gak? kami terbiasa bertakbir, ini irama yg mengiringi gerak kami di seluruh bidang. politik atau bukan.

PKS hari ini justru "jualan" jargon "partai tebuka", "NKRI harga mati" "demokratisasi" :D

“Presiden Turki Setujui RUU Larangan Penjualan & Iklan Alkohol”.. ini politik untuk agama apa agama u politik?

Sudah tau ya bedanya penjual agama demi politik dan pejuang agama yg memanfaatkan politik?

Jangan planga plongo denger kata2 "PKS jualan agama", direnungkan, baca argumen pembanding, komparasi, pilah pilih. Berfikir.

Kalo terminologinya "jualan agama", harusnya cagub anti agama yg mendadak pake kerudung yang anda serang :D

Politisasi Islam berbeda dengan Islamisasi politik.

Mendadak pake kerudung saat jd cagub padahal anti Islam, ini politisasi Islam | mendukung UU jaminan produk halal, ini islamisasi politik.

Islamisasi politik dan politisasi Islam itu jauh berbeda niatnya apalagi hasilnya.

Yang politisasi Islam jelas akan menghadang setiap usaha islamisasi politik.

Pelaku "politisasi islam" akan berlawanan dengan pelaku "islamisasi politik".

Sangat jelas dan ekstrim bedanya antara yg menjual Islam dengan pejuang Islam.

Yang membawa kebaikan agama jadi konstitusi itu bukan jualan agama namanya, tapi pejuang agama

*https://twitter.com/hafidz_ary

posted by @Adimin

PKS ternyata tetap Bersih . . . . .

Written By Sjam Deddy on 14 June, 2013 | June 14, 2013


Ini Kementerian & Lembaga yang Diduga Menyimpangkan Anggaran Total Rp 30 M


Penyimpangan anggaran perjalanan dinas senilai total Rp 30 miliar diungkap oleh Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi juara satu dalam urusan nominal penyimpangan ini.

Ada 36 kementerian dan lembaga negara yang melakukan penyimpangan anggaran. Berikut adalah 11 besar kementerian dan lembaga yang disebut oleh FITRA dalam rilisnya, Kamis (13/6/2013).

1. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.5.938.049.057

2. Kementerian Tenaga kerja dan Transmigarasi dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.4.515.281.738

3. Kementerian keuangaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.537.453.076

4. Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.470.846.383

5. Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.2.551.062.985

6. Kementerian Agama dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.792.895.663

7. Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.555.118.598

8. Badan Pertanahaan Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.420.884.887

9. Badan Nasional Penempatan Perlindungaan Tenaga kerja Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.391.956.389

10. Kementerian Koperasi dan Usaha kecil dan menengah dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.033.809.400

11. Badan Narkotika Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.810.228.015

FITRA mendapatkan data tersebut dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) tahun 2012 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyimpangan sebesar itu dihasilkan lewat modus perjalanan dinas yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Modus penyimpangan tersebut antara lain berupa ketidaksesuaian nama dan nomor tiket dengan manifest, perjalanan dinas Fiktif, perjalanan dinas rangkap, dan tidak ada bukti pertanggungjawaban," kata Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Kadhafi.
 
http://news.detik.com/read/2013/06/13/080631/2272003/10/ini-kementerian-lembaga-yang-diduga-menyimpangkan-anggaran-total-rp-30-m?9911012


posted by @Adimin

Peran Media Dalam Politik Konspirasi




Oleh: Zaenal Muttaqin


Sudah menjadi tabi’at dari sunnah dakwah yang benar dan mulia pasti akan menemui hambatan, rintangan, cobaan, fitnah, dan berbagai bentuk rintangan lainnya, sebagai ujian yang harus dilakoni para pelakunya. Disetiap zaman sejalan dengan diutusnya para Rasul Allah untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan, meskipun para Rasul itu telah memiliki bukti-bukti kerasulan yang kuat dan tak terbantahkan, yaitu dengan membawa sifat-sifat terpuji, keteladanannya dalam kehidupan, diturunkannya mukjizat dan wahyu, untuk memperkuat sekaligus menjadi bukti kerasulannya, namun selalau saja banyak orang yang membantah, berpaling dari ajarannya.

Bentuk penolakan, permusuhan, dan perlawanan itu bermula dari sikap meragukan kerasulannya, membantah dalil dan hujjah kenabiannya, menolak ajarannya, menuduhnya sebagai pendusta, kurang akal, gila, munafik, pemecahbelah kaumnya, kemudian mereka mengusir dari negerinya, atau memenjarakannya, hingga upaya mencealakai dan membunuhnya. Namun kemudian sejarah membuktikan bahwa semua bentuk perlawanan kepada Rasul-Nya itu akan kandas dan berakhir dengan kerugian dan kekalahan mutlak.

Para Nabi dan Rasul itu kini telah tiada, namun sebagai muslim yang cerdas, maka sudah semestinya kita dapat mengambil pelajaran dari mata rantai perjuangan mereka yang panjang, yang telah dihadirkan oleh Allah SWTdi muka bumi ini dalam dinamika dakwah. Mereka laksana mutiara sejarah yang berkilauan mempesona, bertebaran dimuka bumi ini. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang mampu mengenali dan kemudian menjadikan semua keteladanan itu merefleksi dalam hidupnya, mulai dari kehidupan pribadi dan rumah tangga, bermasyarakat, berpolitik, berbangsa dan bernegara. Dan merugilah bagi orang yang tak mampu menemukan butiran hikmah dari bertabur kemilaunya mutiara sejarah itu, hingga zaman kemudian menelannya menjadi manusia picik, penuduh dan pembuat fitnah, menggali kuburan buruknya sendiri. Nau‘udzubillaahi min dzaalik.

Hari ini, dibelahan bumi dimana kita hidup, nampaknya tengah menggambarkan bahwa bagian awal dari akhir zaman itu telah tiba, dimana para pendusta malah dibenarkan dan dipercaya, yang benar malah disalahkan dan didustakan, para pengkhianat diberi amanah, dan yang amanah malah dikhianati. Sebagaimana sabdanya:

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh dusta, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberi amanah, dan orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara. “ Ada yang bertanya : Apakah Ruwaibidhah itu…? Beliau bersabda: “ Seorang laki-laki yang bodoh/kurang akal, namun ia membicarakan urusan banyak orang.”

(Dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh; Ibnu Majah no. 4036, Ahmad no. 7812, Al-Bazzar no. 2740, At-Thabrani dalam musnad Asy-Syamiyyin no. 47, Al-Hakim dalam Mustadrak ‘Alash-shohihain no 8439 dalam lafaz yang berbeda.

Kita menyaksikan hari-hari belakangan ini, beberapa Media tertentu mudah memelintir perkataan seseorang, dan kemudian menggiringnya kearah yang salah, bahkan secara sengaja memuat berita yang salah, dilakukan secara salah atau tak lagi menjaga kode etik pemberitaan. Orang begitu mudah berbicara dusta dan bersumpah benar diatas kedustaannya. Orang begitu percaya dengan mudah kepada informasi media tanpa peduli benar atau salah, fitnah atau kebenaran. Generasi pembebek telah lahir dari lemahnya iman mereka, minimnya pengetahuan, dan busuknya permainan media, ditengah tirani yang korup, namun pandai menipu rakyatnya.

Padahal cukuplah hadis Rasulullah untuk mengingatkan kita, sabdanya:

“Cukuplah seseorang disebut berdusta jika selalu menceritakan apa-apa yang didengarkannya “ (H.R. Muslim, Nomor 5).

Sikap Positif

Bacalah Firman Allah yang artinya sbb:

“Dan sungguh Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan jadilah engkau diantara orang yang bersujud (sholat) dan sembahlah Rabb-mu sampai ajal datang kepadamu”. (Al-Hir/15 ; 97 – 99).

Kilas balik kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah perjuangan Rasulullah Muhammad SAW ketika beliau berhijrah ke Thaif dengan membawa tujuan yang baik, namun sesampai di Thaif, setelah keterusterangan beliau, justru beliau diusir, dituduh penyihir, seraya dilempari batu dengan sumpah serapah keji mereka, dan itulah drama menyedihkan akibat buruknya informasi dan fitnah media saat itu. Namun dalam kesedihan yang mendalam itu, disaat ada kesempatan untuk membalas datang, yang ditawarkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jabal untuk meluluhlantakkan penduduk Thaif, maka justru Rasulullah memilih mendo’akan, agar anak cucu mereka menjadi orang-orang yang beriman.

Kisah teladan ini seolah mengspirasi kita, agar kita tetap bekerja penuh cinta kepada dakwah dan ummat ini, hingga harmoni itu muncul sebagai bentuk hadiah dari Allah SWT, meskipun pelaku dakwah telah banyak mendapat perlakuan yang zalim, ditipu dan difitnah berbagai pihak. Berikut adalah pemaparan sedikit seputar Perang Ahzab (Pasukan Koalisi/partai-partai), atau juga sering disebut sebagai perang Khondaq (Parit).

AL-AHZAB, KONSPIRASI YANG AKHIRNYA GAGAL TOTAL

Paska kekalahan kaum muslimin dalam Perang Uhud, situasi dan kondisi keamanan kota Madinah dan sekitarnya menjadi tidak kondusif, bahkan sempat mengalami gangguan dan rongrongan pihak musuh. Rupanya hal ini merupakan dampak psikologis atas kekakalahan kaum muslimin pada perang uhud, yang kemudian orang-orang Arab Badui maupun Kelompok Yahudi yang sudah terikat dengan perjanjian damai bersama Rasulullah saw, berani melakukan manuver untuk merongrong dan menyerang kaum muslimin. Rasulullah bertindak lebih cepat untuk memerangi dan menundukkan mereka, dan kemudian situasi kemanan di jazirah arab dapat dikendalikan seperti semula.

Perang Ahzab terjadi setelah perang uhud, namun dalam rentang waktu menuju perang Ahzab tersebut, terjadi banyak peristiwa yang memilukan bagi Rasulullah SAW dan sahabatnya, misalnya peristiwa Bi’ru Raji atau Misi Raji’, misi damai dakwah yang menewaskan sepuluh sahabat terbaik Rasul, karena provokasi menyesatkan. Selain itu ada juga peristiwa atau tragedy Bi’ru Ma’unah, yaitu misi damai dakwah yang menewaskan 69 sahabat terbaik Rasul yang sebagiannya adalah para penghafal Al-Qur’an. Mereka dibunuh oleh Amir bin Thufail dan sekutunya, yang menolak berdamai dengan Rasulullah. Pembantaian yang amat memilukan dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW, yang akibat dari peristiwa ini beliau sempat melakukan qunut dalam sholat subuh, meski akhirnya turun ayat untuk menghentikan qunut ini.

Pemicu perang Ahzab adalah akibat pengkhianatan Yahudi Bani Nadhir terhadap perjanjian yang telah dibuat bersama Rasulullah SAW, bahkan atas kelicikan mereka, hampir saja mereka berhasil membunuh Rasulullah SAW. Akibat dari peristiwa pengkhianatan ini, menyebabkan mereka terusir dari kota Madinah, sebagian dari mereka ada yang pergi ke Khaibar, dan sebagian lagi ke Syam. Peristiwa ini bagi mereka merupakan kekalahan yang sangat menyakitkan dan menumbuhkan dendam kesumat yang menyala-nyala.

Setelah perang Uhud usai, Abu Sufyan sebagai pemimpin tertinggi Mekkah pernah berjanji untuk bertemu dengan Rasulullah di sumur Badar untuk kembali berperang, namun pasukan Makkah tidak datang, dan itu mengakibatkan kekalahan psikologis yang amat berat buat mereka. Dalam kegalauan dan perasaan terhina seperti itu, berangkatlah dua puluh pemuka Bani Nadhir untuk memprovokasi mereka, kaum Qurays Makkah agar berangkat menyerang kaum muslimin di Madinah, dan Yahudi berjanji untuk membantu mereka sampai titik darah penghabisan. Ajakan tersebut tentu disambut dengan penuh semangat oleh Abu Sufyan dan pasukan Makkah, mereka ingin memanfaatkan momentum ini untuk menebus rasa malu mereka karena pernah bersifat pengecut, ketika tak datang dalam perang Badar kedua, atau yang sering disebut badar Sughra.

Setelah berhasil menghasut Makkah, maka Yahudi Bani Nadhir segera memprovokasi dan mengajak kelompok lain, seperti bani Ghathfan, Bani Murrah, Bani Salim, Bani Fazarah, Bani Asja’, Bani Asad, dll. Jumlah pasukan yang berhasil digalang dari berbagai kelompok, suku dan bani ini hingga berjumlah sepuluh ribu orang. Jumlah yang waktu itu diperkirakan melampaui jumlah seluruh penduduk Madinah. Ini adalah persekutuan ideologis, pragmatis, dan kepentingan yang bertemu dalam satu titik, yaitu menghancurkan kaum Muslimin di Madinah. Andai pasukan ini dapat segera masuk ke Madinah tanpa diketahui, maka sudah dapat dipastikan Madinah akan hancur luluh, dan kaum muslimin akan berhasil dibumihanguskan.

Dengan kehendak Allah SWT, serta kesigapan inteligen Madinah segera mengetahui misi jahat yang sangat membahayakan bagi dakwah dan kaum muslimin. Melihat situasi yang mengerikan ini, maka Rasulullah SAW segera melakukan rapat mendadak untuk mencari solusi peperangan yang terbaik.

PENGGALIAN PARIT SEBAGAI STRATEGI UTAMA

Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang telah mengusulkan strategi perang ini, yaitu penggalian parit, sebagaimana ujarnya kepada Rasulullah SAW; “Wahai Rasulullah, dahulu kami adalah orang yang hidup di negeri Persia. Apabila kami dikepung musuh, kami membuat parit”. Dan strategi ini adalah strategi yang belum bernah dikenal oleh bangsa Arab sebelumnya (artinya adalah bukan cara cara biasa), sehingga mereka tidak sempat berfikir jernih untuk menemukan cara merontokkan pertahanan jenis ini. Inilah kecerdasan mengambil pengalaman tertentu untuk dipakai di medan perang dalam rangka memenangkan dakwah Islam.

Meskipun harus diakui bahwa penerapan strategi ini membutuhkan kerja keras, waktu yang singkat, dan mengerahkan semua potensi, kreativitas, kekayaan, dan cinta sesama kaum muslimin yang kala itu sedang dilanda krisis ekonomi.

Atas kesabaran dan keta’atan kaum muslimin kepada pimpinan mereka, Allah SWT memberikan beberapa keajaiban disaat penggalian parit tersebut, sebagai bentuk dukungan moril dan optimisme. Diantara keajaiban tersebut adalah kisah sembelihan seekor kambing dan segantang gandum, setelah dimasak dan kemudian disajikan, yang mestinya hanya cukup untuk sepuluh orang, dengan izin Allah akhirnya hidangan itu dapat dinikmati hingga kenyang oleh seribu pekerja atau pasukan penggali parit. Hanya segenggaam kurma yang kemudian atas izin Allah akhirnya cukup untuk mengganjal perut seluruh pekerja, para penggali parit hingga kenyang, dan bahkan bersisa dibawa pulang. Dan peristiwa yang amat menakjubkan terjadi, adalah saat episode penggalian parit akhirnya menemukan batu besar dan sangat keras, dan kemudian batu besar itu hanya dapat dilakukan pengahancurannya oleh Rasulullah SAW dengan izin-Nya.

Dalam episode pemecahan batu besar dan keras ini, Rasulullah SAW diberitahukan oleh Allah SWT tentang peristiwa yang sangat obsesif kala itu (artinya menumbuhkan optimisme setelah sebelumnya diberi banyak kemukjizatan) yaitu kelak beliau akan menguasai Syam dengan Istana Merahnya, dan Persia dengan Istana Putihnya, dan Yaman, yang kala itu adalah kekuasaan yang telah mapan. Persia adalah imperium besar sebagai salahsatu adidaya saat itu. Secara logika, penaklukan terhadap tiga kekuasaan tadi bukan saja hal yang sulit dibayangkan, bahkan sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya, karena kondisi saat itu yang tak memungkinkan untuk sempat membayangkannya. Tapi rupanya inilah tabir Rabbani, menguak strategi jitu yang merupakan dari cara dalam rangka memenangkan pertempuran itu sendiri.

DI MEDAN PERTEMPURAN

Sikap Mukmin Sejati

Hal ini direkam dengan jelas oleh Al-Qur’an dalam Surat Al-Ahzab/33 ayat 22, yang artinya:

“Dan tatkala orang mukmin melihat golongan yang bersekutu itu, mereka berkata ; Inilah yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-NYa kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukkan“.

Inilah sikap mukmin sejati dalam menghadapi tantangan terburukpun mereka tetap optimis dan bersangka baik kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tak sedikitpun membuatnya gentar atau takut dan lari dari pertempuran atau menjadi pengkhianat dakwah.

Dengan strategi PENGGALIAN PARIT ini, laju pasukan besar musuh dapat ditekan secara efektif, dan kemudian musuh menjadi frustasi atas usaha yang mereka tempuh, namun selalu gagal dan dapat dipatahkan dengan baik oleh kaum muslimin.

Namun jumlah pasukan yang amat besar tersebut, yang kemudian Allah SWT menyebutnya sebagai Pasukan Ahzab (Partai-partai atau banyak golongan), sangat menyibukkan dan merepotkan Rasulullah SAW dan kaum muslimin. Kondisi semacam ini terlihat ketika beliau dengan para sahabatnya sempat hampir tertinggal beberapa waktu sholat. Faktor ancaman psikologisnya lebih berat dari perangnya itu sendiri, yang hal ini membuat situasinya menjadi sangat sulit bagi kubu kaum muslim. Hal ini terbukti bahwa di akhir peperangan, pihak yang gugur dari kedua belah pihak kurang lebih delapan belas orang, enam dari kaum muslimin gugur sebagai syuhada, dan dua belas dari pihak musuh. Oleh karenanya perang ini lebih bersifat perang urat syaraf, maka yang sangat dibutuhkan dalam perang ini diantaranya adalah menjaga soliditas structural, menata shaf, merapikan barisan, dan menjaga mentalitas dan moralitas pasukan.

FENOMENA PENGKHIANATAN

Perang belum lagi terlihat ada tanda-tanda akan usai, ditengah perjalanan perang yang tak seimbang dan sangat mencekam jiwa ini, Rasulullah mendapat isu pengkhianatan Bani Quraizhah. Menanggapi berita miring dan serius ini, Rasulullah SAW mengutus Sa’ad bin Mu’adz, Sa’ad bin Ubadah, Abdullah bin Rawahah, dan Khawat bin Jubair, untuk memastikan kabar tersebut, seraya bersabda:

“Berangkatlah sehingga kalian bisa melihat apakah berita yang sampai kepada kita itu benar atau salah. Bila hal itu benar, maka sampaikanlah kepadaku dan jangan kalian sebarkan kepada orang-orang agar tidak melemahkan kekuatan mereka. Dan jika mereka masih menepati perjanjian, sampaikanlah kepada orang-orang.” (Sirah Mubarakfuri)

Bani Nadhir setelah berulangkali membujuk Bani Quraizhah untuk bergabung bersama mereka memerangi Rasulullah, akhirnya mereka berhasil membuat Bani Quraizhah ikut bergabung bersama Bani Nadhir memerangi Rasulullah SAW, padahal mereka sesungguhnya sedang terikat perjanjian damai dengan Rasulullah serta mereka bersedia untuk membantu bila Rasulullah membutuhkan mereka. Pengkhinatan ini sempat membuat Rasulullah SAW shock berat, dan beliau sempat terbaring untuk beberapa saat sambil menutupi muka beliau. Meski kemudian setelah itu beliau bersabda :

“Allahu Akbar! Bergembiralah wahai kaum Muslimin, Allah akan memenangkan dan menolong kita” (Sirah Mubarakfuri)

STRATEGI PENYELAMAT

Setelah bergabungnya Bani Quraizhah dalam barisan mereka, membuat situasi makin runyam, yang artinya keselamatan Madinah sebagai representasi dakwah dan ummat ini akan mudah dihancurkan. Sebagai qiyadah Rasulullah berfikir keras untuk mencari strategi yang jitu agar dapat keluar dari perang dan konflik mematikan ini secara selamat, sebab diprediksi oleh belaiau bahwa perang ini akan berjalan cukup lama. Disinilah dibutuhkan kecerdasan dan aksi individu yang sejalan dengan pemenangan perang itu sangat dibutuhkan. Perang ini kemudian memaksa seluruh kaum muslimin, termasuk wanita dan anak-anaknya untuk ikut aktif berperang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Konsolidasi dan pelibatan seluruh kekuatan menjadi sangat penting untuk menimbulkan efek psikologis bagi musuh yang dapat melemahkan kekuatan mereka.

Peristiwa pertama ditunjukkan oleh Shafiyyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah dan putranya Hasan yang ikut berperang dari balik benteng, untuk menimbulkan kesan bahwa benteng tersebut dijaga dan dilindungi pasukan. Bahkan dengan keberaniannya akhirnya Shafiyyah mampu membunuh pasukan musuh, dan ini menjadi tekanan yang sangat kuat bagi bani Quraizhah, yang akhirnya mereka lari menjauhi benteng. Sejalan dengan itu Rasulullah mengutus beberapa orang pilihan untuk melindungi mereka.

Strategi berikutnya adalah inisiatif yang kemudian disetujui oleh Rasulullah SAW dari seorang sahabat dari kalangan yahudi yang sudah masuk Islam, namun belum diketahui keIslamannya oleh mereka. Beliau adalah Nu’aim bin Mas’ud dari Bani Ghathfan, yang kemudian melancarkan strategi menimbulkan konflik internal pasukan musuh, membuat saling curiga diantara mereka, yang berujung pada batalnya kesepakatan koalisi.

Berbeda pula terhadap apa yang dilakukan oleh Khudzaifah Ibnul Yaman, atas perintah Rasulullah, untuk menjadi mata-mata dan menyusup masuk ke barisan musuh secara cerdas dan rahasia, menyerap informasi yang sangat berharga.

Disamping itu Rasulullah SAW berdo’a dengan amat serius, agar Allah SWT menolong kaum muslimin dan menyelamatkannya dari kehancuran, sebagaimana do’a beliau:

“Ya Allah, tutuplah kelemahan kami, dan hapuskanlah kelemahan kami”

“Ya Allah Yang Menurunkah Al-Kitab dan Maha Cepat Perhitungan-Nya, kalahkanlah pasukan Ahzab! Ya Allah, kalahkanlah mereka dan porakporandakan mereka“

BANTUAN TURUN SETELAH UPAYA MAKSIMAL

Setelah kaum muslimin berjuang bersma Rasul-Nya dengan semua semangat, strategi, dan pengorbanan yang tulus itu, akhirnya Allah SWT memberikan hadiah kemenangan itu. Allah SWT menjawab do’a Rasul-Nya dan do’a kaum Muslimin, akibatnya kekompakan dan kesatuan koalisi tercabik, semangat mereka menjadi hancur, dan bahkan saling mencurigai, dan saling mengancam, maka akhirnya Allah SWT menurunkan balatentaranya, berupa angin yang sangat besar sehingga memporakporandakan tenda-tenda dan periuk-periuk mereka, terbang berantakan. Dan perangpun usai, dengan kemenangan di pihak kaum muslimin.

Mengingat perang ini tidak banyak menimbulkan korban jiwa dan harta benda, maka perang ahzab sebenarnya lebih bernuansa perang urat syaraf (perang pembentukan opini public), dan inilah domain perang yang kemudian mengantarkan kaum muslimin mencapai kemenangan berikutnya secara spektakuler, yaitu Fathu Makkah. Isyarat ini sudah disampaikan oleh Rasulullah SAW dengan sabdanya:

“Sekarang kalianlah yang akan menyerang mereka, bukan mereka yang menyerang kita. Kitalah yang mendatangi mereka.”

KESIMPULAN:
  1. Perang Ahzab disebut juga perang khondaq, yakni Rasulullah menghadapi pasukan koalisi dengan strategi utamanya adalah pembuatan parit. Perang ini lebih bersifat perang opini atau perang urat syaraf. Perang ini dimenangkan oleh Kaum Muslimin, meskipun jumlah pasukan musuh jauh lebih besar dan lebih kuat.
  2. Latarbelakang perang ini adalah dendam Yahudi yang bertemu dengan keinginan atau obsesi politik Kaum Musyrikin untuk melenyapkan kaum muslimin dibantu orang-orang dari suku atau kabilah Arab Badui
  3. Pihak yang terlibat dalam perang Ahzab adalah Kaum Muslimin di satu sisi, berhadapan dengan Pasukan Koalisi yang terdiri dari Yahudi (sebagai aktor utama), kaum Musyrikin Makkah (sebagai status quo), dan Arab Badui (sebagai penumpang gelap, pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk membalas sakit mereka kepada kaum muslimin.)
  4. Secara umum strategi perang ini menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu yang pertama Defensif Aktif, dan yang kedua adalah Ofensif strategis.
  5. Berbagai strategi perang ini adalah sbb:
    • Melancarkan strategi baru yang tidak dikenali sebelumnya oleh musuh, dilakukan dengan cepat, kerja keras, dan mengerahkan semua potensi pasukan dan kaum Muslimin
    • Konsolidasi structural dan personal yang efektif, menjaga keutuhan saf
    • Menjaga mentalitas dan moralitas pasukan
    • Melakukan operasi politik kontra intelligent untuk memecah belah barisan musuh, dan mencari, menggali, dan mengumpulkan sumber informasi sebanyak mungkin dengan cara rahasia dan cerdas.
    • Meyakini akan janji dan pertolongan Allah SWT seraya berdo’a dengan ikhlas

Wallaahu a’lam bish-showab.



*dakwatuna
posted by @A.history

Inilah Keputusan Final Majelis Syuro, PKS Tetap Tolak Kenaikan BBM


Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menggelar rapat untuk menentukan sikap partai terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tak hanya itu, rapat DPTP juga membahas mengenai posisi PKS dalam koalisi. 

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan, hasil rapat yang digelar di Bandung itu memutuskan bahwa PKS sepakat menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Sikap ini merupakan keputusan final karena diambil bersama DPTP yang merupakan Badan Pekerja Majelis Syuro.

"Sikap ini adalah sikap yang final karena diputuskan lembaga tertinggi di partai. Maka, DPP dan turunannya (fraksi) diamanahkan untuk mengelola keputusan ini dengan cara yang rasional. Ini bukan anti-pada kesejahteraan rakyat, kami mengoreksi kebijakan yang peduli pada rakyat," kata Hidayat, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Terkait urusan koalisi, anggota Majelis Syuro PKS ini mengatakan, partainya tak akan mengambil keputusan untuk hengkang dari koalisi. Menurutnya, berdasarkan kontrak koalisi, tak ada keharusan partai yang berbeda pendapat untuk hengkang dari koalisi.

Dalam kontrak koalisi, butir lima menyebutkan, "Bilamana terjadi ketidaksepakatan terhadap posisi bersama koalisi, terlebih menyangkut isu yang vital dan strategis, seperti yang tercantum dalam butir 2 tersebut di atas yang justru dituntut kebersamaan dalam koalisi, semaksimal mungkin tetap dilakukan komunikasi politik untuk menemukan solusi yang terbaik. Apabila pada akhirnya tidak ditemukan solusi yang disepakati bersama, parpol peserta koalisi yang bersangkutan dapat mengundurkan diri dari koalisi. Manakala parpol yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, pada hakikatnya, kebersamaannya dalam koalisi parpol telah berakhir. Selanjutnya, Presiden mengambil keputusan dan tindakan menyangkut keberadaan parpol dalam koalisi dan perwakilan partai yang berada dalam kabinet."
"Itu kan bisa, bukan harus (keluar). Silakan kalau Presiden mau menggunakan hak prerogatifnya," ujar Hidayat.

Rapat DPTP dihadiri semua petinggi PKS, di antaranya Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Anis Matta, Sekretaris Jenderal Taufik Ridho, dan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II asal PKS. Dari jajaran fraksi, Hidayat didampingi Sekretaris Fraksi PKS dan beberapa politisi lainnya.[kabarpks.com]

posted by @A.history

Gubernur Sumbar Melakukan Pencanangan KRPL di Kota Sawahlunto


Sawahlunto - Gubernur Sumbar melakukan kunjungan ke Kawasan Rumah Pangan Lestari kelompok tani Arai Pinang desa Talawi Hilir Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto, Selasa sore (11/6). Kunjungan ini dalam rangka Pencanangan KRPL di Kota Sawahlunto. Ikut dalam rombongan Walikota Amran Nur, Ketua Kakao Indonesia Zulhefi Sikumbang, Ketua DPRD Sawahlunto, Sekdako, Kaban Ketahanan Pangan Ir. Effendi Arifin, Kadis Sosial, Abdul Gafar, SE, MM, Kabiro Humas Irwan, S.Sos, MM serta beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemko Sawahlunto.

Dalam sambutannya, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan bahwa Walikota Amran Nur orang hebat, banyak hal yang patut kita pelajari dari perbuatan yang telah beliau kerjakan selama 10 tahun terakhir di Sawahlunto. Sayang beberapa hari ke depan beliau akan digantikan oleh, orang pilihan rakyat, mudah-mudahan juga mampu melanjukan visi dan misi Sawahlunto yang lebih baik.

Kita cukup bangga dan bahagia, halaman rumah penuh dengan tanaman, KRPL, dengan perkarangan rumah diisi dengan tanaman yang bermanfaat, terong, cabe, bawang, sayur-sayuran, selada, alhamdulliah dapat mengurangi belanja di pasar. Selain memenuhi kebutuhan keluarga juga dapat dijual untuk membantu ekonomi keluarga memenuhi kebutuhan lain.

Saat ini di Kementerian Pertanian ada 200 kelompok tani, dibantu dengan total sebesar Rp. 14 Miliar bantuan, serta juga bantuan Pemprov melalui APBD Sumbar ada dana untuk 90 kelompok tani dengan nilai masing-masing kelompok Rp. 47 juta. Dari dana tersebut juga dapat dibeli untuk beternak itik, satu rumah dengan 10 itik, yang tentunya juga menambah kegiatan KRPL sehingga kebutuhan telor setiap hari dari itik yang dapat dipelihara di halaman rumah dengan ukuran 2X2 meter, serta bisa juga kolam terpal dengan ikan lele, 3X4 meter, ujarnya.

Irwan Prayitno juga menyatakan salut dengan cara tanaman yang mempergunakan plastik, yang dilakukan Desa Talawi Hilir ini sesuatu yang bagus, yang tentunya dapat pula dikembangankan di daerah lain. Dengan ratusan kantong plastik di sekitar rumah kita, berbagai tanaman sayur, cabe dll, tentunya dapat tumbuh subur menghijaukan perkarangan rumah kita.

Tahun kemaren Kelompok Tani Lancek Manih dapat juara, tahun ini kelompok Tani Arai Pinang kita usung untuk mendapat penilaian oleh pemerintah pusat dalam Program P2KP (Penganekaragaman Pengembangan Konsumsi Pangan), mengurangi konsumsi beras, untuk ketahanan dan kelestarian pangan.

Menyikapi kondisi kebutuhan pangan yang semakin hari semakin besar terutama beras, perlu kita biasakan makanan penganti, sehingga jumlah beras tersedia tetap banyak, dan mengurangi mengeluarkan uang negara dalam pengadaan pangan beras.

Banyak cara yang bisa kita lakukan dari sekarang, dengan makan selain beras, karena makanan karbohidrat masih banyak dimakan yang lain. Seperti, strategi ibu-ibu: pakai panci kecil dalam menyiapkan makan keluarga, siapkan ubi, sayur, buah-buahan sehingga konsumsi nasi dapat berkurang, biaya bisa lebih ekonomis.

Mudah-mudah dapat terlatih keluarga dengan makanan selain beras, sehingga program ini dapat sukses untuk kelestarian pangan masa datang, himbaunya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan Bansos KRPL- P2PK, kepada 8 kelompok tani wanita di kota Sawahlunto.

*https://www.facebook.com/photo.php?fbid=502137039859153&set=a.210013935738133.52599.100001885831854&type=1

posted by @A.history

Wawako Serahkan Bantuan pada Keluarga Sugiono



PADANG -- Wakil Walikota Padang Mahyeldi, SP menyerahkan bantuan kepada keluarga Sugiono (33), tukang tangguak ikan yang diseret arus banjir kanal Andalas, Senin (10/6) malam. 

Bantuan tersebut berupa 40 kg beras, 1 dus ikan sarden, 5 pack roti, 1 dus kecap, 1 paket food ware, 1 set alat masak, diantaranya; panci, tempat nasi, rantang, sendok penggorengan, dan kuali.

Bantuan itu diterima langsung istri Sugiono, Gusti (30), di kediamannya di RT 02 RW 2 Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur tepatnya dibelakang Masjid Raya Andalas, setelah pemakamam Sugiono di TPU Aie Dingin Padang, Kamis (13/6).

Dikesempatan itu, Mahyeldi bersama Camat Padang Timur, Lurah Andalas, dan pegawai dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang mengucapkan belasungkawa kepada keluarga besar Sugiono yang sedang dilanda musibah.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Padang turut berduka cita atas musibah yang sedang dialami keluarga Sugiono, kami berharap keluarga besar Sugiono tetap tabah dan bersabar menjalani semua ini,” ujar Mahyeldi. 

Ditambahkan Mahyeldi, bantuan yang diserahkan kepada keluarga Sugiono merupakan tanda berduka cita dari Pemerintah Kota Padang. “Bantuan bagi korban bencana telah dianggarkan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” terang Mahyeldi.

Mahyeldi berharap, bantuan yang diserahkan Pemerintah Kota Padang bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Dikesempatan itu, Gusti (30) mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan bantuan dan dukungan moral kepada keluarganya termasuk kepada ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.

Sementara itu, Nurma, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Padang Timur menjelaskan, PSM juga telah memberikan bantuan kepada keluarga Sugiono dalam bentuk menyiapkan mobil ambulance dan tempat pemakaman di TPU Aie Dingin Kecamatan Koto Tangah. [lil/Sumbaronline]



posted by @A.history

Pengamat: Sikap PKS Sudah Benar

Written By Unknown on 13 June, 2013 | June 13, 2013


JAKARTA -- Sikap PKS yang tidak menarik tiga menterinya dari kabinet SBY dinilai sudah benar. 

"Dulu SBY yang mengangkat ketiga menteri dari PKS, maka SBY pula yang berhak memberhentikan mereka," kata Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah di Jakarta, Kamis, (13/6).

Jika PKS menarik ketiga menterinya dari kabinet, ujar Iberamsjah, PKS justru menunjukkan mereka seolah-olah marah karena usulan agar harga BBM tidak dinaikkan ditolak pemerintah. 

"Justru menunggu SBY menggunakan hak prerogatifnya merupakan sikap yang sangat tepat saat ini," ujarnya.

PKS, terang Iberamsjah, kali ini bertindak benar dengan menolak kenaikan harga BBM. PKS berani melawan kebijakan koalisi yang menyengsarakan rakyat.

"PKS justru terlihat berbeda, tidak bersikap menjilat SBY seperti partai lain seperti PAN, Golkar, PKB yang mau menerima keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Padahal mereka tahu kenaikan harga BBM hanya akan menyusahkan rakyat," kata Iberamsjah.

Apalagi, ujar Iberamsjah, harga BBM dinaikkan pada saat menjelang puasa dan lebaran. Harga barang pokok bisa melambung tinggi, padahal harga BBM tidak naik saja saat menjelang lebaran harga barang pasti naik.

Menurut Iberamsjah, PKS menolak kenaikan harga BBM bukan untuk melakukan pencitraan guna menaikkan elektabilitasnya. "Tidak ada hubungannya dengan pencitraan sebab PKS selama ini memang konsisten menolak kenaikan harga BBM," katanya.

PKS, ujar Iberamsjah, tak perlu mengundurkan diri dari koalisi. Sebab dulu SBY yang meminta mereka masuk ke dalam koalisi, maka SBY pula yang berhak mengeluarkan mereka dari koalisi.

"Saya bukan pendukung PKS maupun partai manapun. Namun sikap PKS menolak kenaikan harga BBM kali ini harus didukung oleh semua pihak," kata Iberamsjah.


posted by @A.history

Pakar Tata Negara: Parpol Sama Sekali Tidak Bisa Menarik Menteri dari Kabinet


Partai politik yang tergabung dalam sekretariat gabungan (Setgab) tak berhak secara konstitusional menarik menteri-menterinya hengkang dari kabinet. Sekalipun partai politik asal menterinya tersebut keluar dari setgab. 

"Parpol tidak mempunyai hak konstitusional memberhentikan seorang menjadi menteri atau bahkan memerintahkan seorang menteri untuk mundur secara subjektif dari jajaran kabinet presiden," kata pakar hukum tata negara, Irmanputra Sidin di Jakarta, Selasa (11/6).

Dia menjelaskan, menteri yang sudah masuk atau duduk di kabinet sesungguhnya sudah menjadi properti atau onderdil -onderdil negara alias pembantu presiden dalam melaksanakan kekuasaan pemerintahan. Dalam Pasal 17 UUD 45, disebutkan bahwa presiden dibantu oleh menteri menteri negara, yang membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan, dan menteri tersebut diangkat dan diberhentikan presiden.

"Jadi parpol yang mrencanakan menarik kadernya dari kabinet atau memerintahkan kadernya keluar dari kabinet itu sama saja mau menggembosi kekuasaaan presidensial negara," tandasnya.

Bahkan menurut Irman, jika itu terjadi sesungguhnya bisa memutus atau merusak pelayanan negara atau pemerintahan kepada rakyat, terutama menyangkut sandang, pangan, papan serta relasi kehidupan sosial lainnya. Dan penarikan menteri tersebut juga bisa dinilai sebagai langkah parpol yang ingin menjatuhkan kekuasaan presiden di tengah jalan.

"Karena mencopot onderdil-onderdil kekuasaan presiden itu meski onderdil itu adalah kader parpol yang keluar dari setgab," tambahnya.

Hal ini, tegasnya, sama saja mau merendahkan konsepsi bernegara atau konsepsi pemerintahan hanya sekedar "permainan politik" dari sebuah konsep besar yaitu melindungi dan memajukan kesejahteraan umum seluruh bangsa indonesia seperti yang tercantum dalam Pembukaaan UUD 45.

"Tujuan bernegara adalah melindungi dan memajukan kesejahteraan umum seperti yang ada dalam UUD 45," demikian Irman. [ysa/rmol]


posted by @A.history

Fraksi PKS Disambangi PB HMI dan Aktivis '98 Dalam Rangka Mendukung Sikap PKS Tolak Kenaikan BBM



Jakarta - Sikap tegas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak kenaikan BBM mendapat dukungan dari berbagai pihak. Setalah mayoritas publik sebanyak lebih dari 80 persen mendukung sikap PKS menolak kenaikan BBM, kini giliran PB HMI dan aktivis '98 menyatakan dukungannya kepada PKS.

Siang hingga sore tadi, Fraksi PKS disambangi sahabat-sahabat PB HMI dan disusul secara terpisah, sahabat-sahabat Aktivis 98 yang dahulu menduduki gedung DPR pada reformasi 1998. Kedua komponen ini mendukung sikap PKS menolak kenaikan harga BBM. Aktivis 98 juga memberi boneka anak macan sebagai simbol untuk PKS tetap memelihara keberanian membela kepentingan rakyat. 

Seperti diberitakan, dari hasil rapat yang digelar di Bandung memutuskan bahwa PKS sepakat menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Sikap ini merupakan keputusan final karena diambil bersama DPTP yang merupakan Badan Pekerja Majelis Syuro. (fbhnw/AR/kabarpks)


*http://www.kabarpks.com/2013/06/fraksi-pks-disambangi-pb-hmi-dan.html

posted by @A.history

Galau PKS versus Galau Partai Demokrat


Pernyataan Ruhut memang menarik untuk dikaji lebih dalam terutama tentang kegalauan PKS. Disebutkan bahwa kicauan PKS soal menolak kenaikan BBM merupakan bentuk dari kegalauan atas kasus yang menimpa salah satu tokoh partai Islam tersebut. Menggelikan! itulah komentar Ruhut. Namun sebagai masyarakat yang cerdas tentu kita pernah pula menyaksikan kegalauan-kegalauan partai lain.

Berikut ini kegalauan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera menurut saya, dengan melihat perspektif pemberitaan yang ada di media massa:

Galau Pergantian Anas dan LHI

PKS mengalami badai hebat pasca penangkapan LHI sebagai tersangka dugaan kasus suap impor daging. LHI pun melepas mandat jabatan presiden kepada Majelis Syura PKS. PKS mengalami ‘kegalauan’ dalam menentukan pengganti kepemimpinan pasalnya ada 2 calon yakni, junior dan senior. Sebagian pengamat politik dan kader melihat sosok Hidayat Nur Wahid sebagai figur yang tepat di kondisi saat ini. Walau demikian, kandidat Anis Matta pun tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam prahara yang besar ini, PKS mampu menyelesaikan ‘kegalauan’ dengan singkat dan apik. Tak lama berselang, AM dipilih sebagai presiden PKS dan menguatkan konsolidasi partai dalam menghadapi badai politik yang kian memanas.

Ternyata PD juga mengalami kegalauan. Kasus yang menimpa Anas Urbaningrum menjadi polemik istimewa bagi PD. Mulai dari isu dugaan terkait kasus Hambalang, bocornya sprindik, dugaan pelengseran AU dan penandatanganan Pakta Integritas. Akhirnya AU mundur dari jabatannya. Namun kegalauan PD tidak berhenti sampai disini. Kekosongan jabatan ketua umum harus segera diisi mengingat pendaftaran Bakal Calon Anggota Dewan sudah di depan mata. Menjelang KLB di Bali, lagi-lagi muncul polemik galau dalam memilih figur yang tepat dalam memimpin PD menjelang Pemilu 2014. Hingga akhirnya SBY harus rela menyelamatkan partai sebagai ketua umum dengan beberapa syarat diantaranya penambahan struktur partai dan masa jabatan yang singkat.

Galau Pecah Koalisi/Setgab

Mendepak PKS dari setgab bukan lagi isu asing di media. Beberapa kali PKS diisukan akan dikeluarkan dari Koalisi namun tampak angin galau yang kencang. Entah angin ini berpihak pada siapa? Tetapi keduanya sama-sama dinilai galau oleh publik. Di satu sisi, kegerahan partai-partai yang berkoalisi dalam setgab terhadap ketidaksejalanan PKS dan PKS tetap berkicau hebat dalam menolak kenaikan BBM. Di sisi lain, kebimbangan setgab untuk mendepak PKS dari koalisi yang belum memutuskan apa-apa. Akankah kegalauan ini terobati?

Lembaran dan Bukti Galau

Kegalauan point ini mungkin sudah lenyap tertelan waktu. Karena isu tentang lembaran-lembaran pernyataan Anas belum terekspos sama sekali. Tetapi kegalauan lembaran-lembaran itu sempat menjadi kegalauan yang rumit pasalnya seperti terjadi adu statemen. PD siap menghadapi lembaran-lembaran AU. PD mempersilahkan AU membuka lembaran PD dan sebagainya.

Bukti galau PKS seperti ketidakjelasan status LHI dan bukti-bukti yang tidak jelas menyudutkan LHI. Sampai saat ini, Kasus LHI masih terus digoreng namun alot. Entah kapan ‘gorengan’ ini akan matang? Terlebih peristiwa penyitaan mobil di DPP PKS oleh tim penyidik KPK tanpa membawa surat penyitaan. PKS menilai ada festivalisasi dalam kasus yang menimpa mantan presidennya. 


:: Suryadi Firdaus ::


*
http://www.dakwatuna.com/2013/06/13/35088/galau-pks-versus-galau-partai-demokrat/#axzz2W6M7sc00

posted by @A.history

Operasi SS terhadap parpol Islam



Penghancuran secara opini terhadap kekalahan partai-partai Islam betul-betul dilakukan secara sistematis, dan mengejawantah dalam angka-angka kekalahan pemilu demi pemilu di era reformasi.

Belum sampai ujungnya, menyusul pertarungan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mulai mencuat prakarsa KPK dalam kasus korupsi kuota impor daging sapi yang menimpa Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), kini mengarahkan keterlibatan PKS secara institusi. Arah ini terbuka setelah akhirnya KPK berhasil menyita enam buah mobil di kantor DPP PKS Jakarta, sekaligus melakukan penggeledehan  dan menyita berkas dua kardus. Jika KPK terus menyeret PKS dan membuktikan keterlibatannya dalam kejahatan korporasi dan terkena delik pidana korporasi, apakah hal ini berarti PKS, harus dibubarkan ?

Sebelumnya, lebih dari sepekan masyarakat luas disuguhi drama “pertarungan” PKS versus KPK dalam perdebatan di media televisi yang sangat panas dan keras. Pihak PKS selain diwakili para lawyer yang membela  LHI, acap tampil Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah. Sementara KPK selalu diwakili juru bicaranya Johan Budi. Semua TV berulang-ulang menampilkan perdebatan keduanya, juga koran dan media online, dan radio. Perdebatan berkisar pada penyitaan mobil-mobil  LHI yang diparkir di halaman DPP PKS, di mana Fahri Hamzah menuduh KPK menyita tanpa dibekali surat perintah penyitaan. Sementara Johan Budi berkeras bahwa para penyidik dibekali surat penyitaan. Pernyataan Johan Budi ini dituduh sebagai kebohongan publik dan akhirnya PKS melaporkan 10 orang penyidik yang melakukan penyitaan tidak prosedural dan melanggar hukum itu ke Polri. Fahri Hamzah bersikeras penyitaan itu tidak dilengkapi surat, seraya berkata sinis “Andaikata yang datang menyita itu ’anjing’ pun jika dilengkapi surat penyitaan selazimnya dalam prosedur, niscaya mobil-mobil itu akan kita serahkan. Jangankan hanya mobil, ketika  KPK hendak menahan presiden PKS—yang saat itu tengah memimpin rapat di DPP PKS—kita pun serahkan baik-baik,” kata Fahri yang selalu berbicara dengan nada ketus. Sehari setelah dlaporkan ke Polri, keesokan harinya (15 Mei 13) KPK datang lagi ke kantor DPP PKS, dan melaksanakan penyitaan. Kali ini mobil-mobil dipersilakan dibawa, bahkan di pintu gerbang kantor partai Islam ini dipajang spanduk berbunyi ucapan : Selamat Datang KPK, dan belasan penyidik pun diberi bunga melati. Mobil pun digiring ke kantor KPK Kuningan Jakarta Selatan.

Bersamaan kedatangan penyitaan itu, KPK juga melakukan penggeledehan, di kantor DPP PKS yang disebut-sebut sebagai pengembangan berdasarkan kesaksian sejumlah tersangka kasus impor daging sapi. Sejumlah koran ibukota dan LSM tertentu melihat kesaksian itu bisa mengarah kepada keterlibatan tindak pidana korporasi. Di antara kesaksian itu menyebutkan pembahasan kuota daging sapi itu juga dibicarakan di rumah Ketua Majlis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin di Lembang Bandung. Hilmi Aminuddin dan Presiden PKS pengganti LHI, Anis Matta, pun telah dipanggil dan diperiksa KPK. Hilmi mengelak tuduhan dirinya meminta  kepada importir dagingj sapi jatah sebesar Rp 17 Milyar. enarkah  tuduhan yang mengarahkan PKS terlibat kejahatan tindak pidana korporasi ini? Sungguh mengerikan tuduhan ini ! Entah hal ini tuduhan yang dirancang alias rekayasa, atau dirancang dengan menemukan bukti-bukti telak, apapun niscaya akan menghancurkan partai dakwah ini.

Baru terkena kasus-kasus korupsi yang dilakukan pimpinan teras bahkan pimpinan puncak Partai Demokrat, kini sejumlah lembaga survei menyebutkan kemerosotan Partai Demokrat sampai ke titik tinggal 4% saja. Padahal pada Pemilu 2009 lalu Partai Demokrat tampil sebagai pemenang Pemilu dengan memperoleh suara di atas 20%. PKS pun kini merosot drastis, dikhawatirkan tidak lolos Parliamentary Threshold, bahkan lebih jauh kehancurannya jika terbukti terlibat kejahatan korporasi, dan benar-benar dibubarkan. Betapa mahal ongkos yang harus diderita PKS. Inilah maknanya kenapa sejumlah pimpinan teras PKS “menjerit” terhadap perlakuan KPK yang diskriminatif. Mengapa kasus yang menimpa presiden PKS ini langsung dikaitkan dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), padahal temuan dan tuduhan korupsinya hanya Rp 1 Milyar. Kenapa kepada tersangka Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh juga Bendahara  Umum M. Nazaruddin, tidak dikaitkan dengan TPPU. Angie terbukti korupsi sampai Rp 32 Milyar. KPK selalu berkilah kenapa begitu?. Akan dibuktikan dalam persidangan Tipikor. Dan kepada PKS diminta agar mempersiapkan diri untuk “bertarung”  saja dalam persidangan tersebut. Karena sikapnya ini Fahri Hamzah menuduh KPK sebagai lembaga superbody, seolah bebas berbuat apa saja, dan ujungnya selalu benar, selalu menang, sementara siapa saja yang menentangnya sudah di vonis bersalah . Apa saja pokoknya melawan KPK pasti salah. Dan siapa saja yang melawan KPK dianggap hendak melemahkan KPK. Siapapun harus mundur  dan kalah  jika berhadapan dengan KPK.

Tabloid Suara Islam ini, pada edisi 156 yang baru bulan lalu terbit, membuat Laporan Utama yang amat kritis terhadap KPK. Salah satu judul wawancara dengan pengacara Wirawan Adnan SH .memasang banner : Memang Seharusnya KPK Bubar.Ada lagi judul  : KPK = Komisi (Anti) Penyuap Kecil-kecilan, KPK Tak Mengubah Korupsi Sistemik, dan di cover ditampilkan banner besar : Koruptor Kakap Lewat Teri Dibabat. Dalam laporan itu KPK dipertanyakan  sikapnya yang arogan, sok kuasa, tapi ternyata, ketika  KPK sendiri mengidap masalah pembocoran Sprindik yang berbau keterlibatan kong kalikong dengan penguasa Partai Demokrat, khususnya SBY yang berkepentingan menetapkan Ketua Parta Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka, dan Ketua KPK Abraham Samad, ditengarai terlibat pembocoran Sprindik itu, tapi Komisi Etik KPK pimpinan Anies Baswedan, tidak berhasil memaksa Abraham Samad menyerahkan BB-nya untuk diperiksa. Lho, mengapa nggak mau diperiksa ? Sementara KPK seenak jidatnya sendiri menyadap, merampas, menahan dan memvonis orang dalam opini yang dibentangkan sebelum proses persidangan Tipikor. Suara Islam dalam edisi-edisi sebelumnya sudah sangat sering mempertanyakan sikap KPK, termasuk di masa kepemimpinan KPK yang kosong—karena ketuanya Antasari dipenjara—dengan munculnya kasus Cicak-Buaya beberapa tahun lalu. Ketika semua orang bahkan bagai seluruh rakyat Indonesia membela KPK tatkala Bibit dan Chandra M.Hamzah pimpinan KPK ditahan Polri, tabloid ini secara independen tetap mempertanyakan kemungkinan yang salah di tubuh KPK.Di tabloid ini juga dikupas kecurigaan terbentuknya KPK sebagai agenda Barat, seperti agenda lain misalnya Washington Concesus di bidang ekonomi dengan penerapan Pasar Bebas, penerapan Globalisasi , penjualan asset Negara di BUMN dengan program penjualan dengan alasan menghentikan korupsi, dan terakhir pemberantasan korupsi, serta perubahan UU yang ternyata menguntungkan asing untuk merampas dan mengeruk harta rakyat Indonesia.

Rencana Busuk Menghabisi Partai Islam

Sesuai missi tabloid Suara Islam yang sengaja dipajang di cover yakni  : Memperjuangkan Aspirasi dan Hak-Hak Umat, fenomena munculnya rencana bahkan skenario busuk menghabisi peranan partai Islam menyongsong Pemilu 2014, amat dicermati secara seksama. Dalam kasus korupsi kuota daging sapi impor yang mengenai presiden PKS LHI, tentu tidak bisa siapa saja membelanya jika kasus itu kemudian terbukti di persidangan. Entah hal itu sebagai jebakan, atau kasus murni jika terbukti maka LHI pantas dihukum seberat-beratnya. Dia seorang ustadz ternyata tidak bisa menjadi contoh. Apalagi kasus-kasus mesum dengan sejumlah wanita yang mengiringi, terbongkarnya kasus ini, tak bisa dibela oleh siapapun bahkan pantas dikutuk. Obatnya hanyalah : Taubatan Nasuha! Mohon ampun kepada Allah Swt terhadap dosa besar itu. Sejatinya jika terbukti  tindak zinahukum Islam nenetapkan hukuman rajam sampai mati. Ini hanya menunjukkan kebenaran peringatan Al Qur’anul Karim yang menyatakan : Manusia biasanya masih bisa bertahan di tengah cobaan berupa penderitaan bahkan musibah, namun ketika cobaan itu datang berupa kenikmatan duniawi, maka manusia justru tidak tahan akan godaan ini dan cenderung terjerumus dalam lembah dosa.

Apakah PKS saat ini tengah didiskreditkan dan dijatuhkan?. Belakangan ini muncul informasi terbatas adanya operasi intelijen menyongsong Pemilu 2014, yang disebut Operasi “SS” atau Operasi Sunyi-Senyap. Lawan-lawan politik dijebak, lalu dicokok, atau kasus-kasus lama diada-adakan untuk upaya pendiskreditan alias penghancuran. Seperti kasus yang kini diarahkan PKS, sejatinya, sudah terang benderang  telah terjadi sebelumnya kejahatan institusi Partai Demokrat yang sudah terbukti mengkorupsi pembangunan Wisma Atlet, dan Gelora Hambalang, dan seterusnya, di mana uangnya untuk sogok-menyogok kongres Partai Demokrat di Bandung. Mengapa Partai Demokrat tidak diarahkan sebagai pelaku tindak pidana korporasi? Pendiskreditan kepada PKS, bahkan terasa uapnya juga menyambar PBB (Partai Bulan Bintang) yang hampir-hampir dibenamkan dan tidak lolos ikut Pemilu 2014. PBB di bawah H.MS Kaban dan Yusril Ihza Mahendra cukup  gigih berkelit melawan rekayasa demi rekayasa, sehingga bisa mengikuti Pemilu 2014. Namun kondisi PBB sudah amat “lunglai” sebagai kontestan Pemilu 2014.

Penghancuran secara opini terhadap kekalahan partai-partai Islam betul-betul dilakukan secara sistematis, dan mengejawantah dalam angka-angka kekalahan pemilu demi pemilu di era reformasi. Kemenangan Islam memang dicegat di mana-mana. Ketika kelompok Islam mengikuti system politik yang dikehendaki Barat, yakni demokrasi, dan kelompok Islam mencapai kemenangan, maka kemenangan itu harus dibatalkan, diganggu bahkan dihancurkan. Itulah yang terjadi di Aljazair pada awal 1990-an di mana Barat (Prancis) mendiskreditkan pemenang Pemilu Front Islamique Du Salute (FIS). Menyusul kejadian yang sama di Turki, dan yang terakhir di sejumlah Negara Timur Tengah pasca Revolusi Flamboyan. Kini di Indonesia sedang “digarap”, percayalah, dan waspada !

HM Aru Syeiff Assadullah
 

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger