Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
July 02, 2013
posted by @A.history
Anis Matta: Bekerja dan Allah yang Beri Kemenangan
Written By Unknown on 02 July, 2013 | July 02, 2013
Padang – Selama dua hari perjalanan di Ranah Minang, Presiden PKS, Anis Matta mengunjungi banyak tempat dan bersilaturrahim dengan banyak orang. Di Padang Panjang, sempat sebentar mengunjungi Pesantren Thawalib, bertemu dengan ribuan warga Padang Panjang di lapangan Bancah Laweh, bertemu ribuan kader di aula UPI Padang, hingga bertemu kader di DPC PKS Padang Panjang Barat sambil menikamati buah durian dalam kesederhanaan.
Bertemu dengan banyak orang, mendengar dan berbagi rasa dengan berbagai elemen, itulah momentum yang paling dinikmati Presiden PKS Anis matta. “Saya bersilaturrahim ke berbagai daerah. Kini, kantor saya ada di jalan. Bertemu banyak orang, ini hal yang paling saya nikmati sekarang ini,” ujar Anis.
Mendengar suara rakyat, itulah menurut Anis yang harus dilakukan pemimpin. Pemimpin itu harus banyak turun kelapangan, mendatangi rakyat satu persatu. Sekarang rakyat mengeluh bagaimana mengatur ekonominya yang terdampak kenaikan harga BBM, guru dan buruh bertanya-tanya penuh resah, apakah gajinya akan naik untuk menambal beban hidup yang berat. Keluh-kesah ini harus didengarkan pemimpin sebelum membuat kebijakan terkait dengan nasib banyak orang.
Bertatap muka dengan rakyat, mendengarkan jeritan rakyat dengan hati, itulah tegas Anis yang harus dilakukan kader PKS. Lupakan segala tantangan yang kini menggoncang PKS.
“Yang kita lakukan adalah bekerja dengan Cinta. Tentang hasilnya, Allah nanti yang akan menghitungnya. Tak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghancurkan kita kalu Allah memutuskan untuk mengangkat kita,” ujar Anis ketika berbicara di hadapan ribuan kader PKS di aula UPI Padang.
Anis tak lupa selalu mengingatkan kader agar senantiasa menjaga semangat dan berbagi cinta. Menurutnya, setiap kader mesti menumbuhkan tiga rasa, pertama rasa percaya diri terhadap partai, rasa gembira terus bekerja untuk partai dan senantiasa menambahkan rasa kerja dan inovasi. “tantangan yang di hadapi justru membuat kita semakin semangat bekerja dan inovatif,” sambut Anis.
Dalam pertemuan dengan kader di Sumbar, Anis masih mendapat banyak pertanyaan tentang konspirasi yang kini menggoyang PKS. Anis dengan sederhana menjawab pertanyaan itu dengan menceritakan kisah Ashabul Kahfi. “Apa yang dilakukan pemuda kahfi yang dizalimi penguasa, mereka tidur. Sampai akhirnya mereka terbangun dan melihat pergaintian pemerintahan yang lebih baik. Insya Allah, tiba-tiba saja kita nanti terbangun dengan kemenangan itu,” ungkap Anis.
Di berbagai survei, calon-calon PKS diprediksi terjungkal. Namun, menurut Anis, Allah lebih pandai membuat skenario. Bagaimana Allah membuat skenario untuk Nabi Yusuf ketika menghancurkan Fir’aun, hingga Allah dengan gampangnya memberikan kemenangan. “Luapan konspirasi. Yang penting sekarang kita bekerja, berbagi cinta,” tambah Anis.
Anis menekankan kepada setiap kader PKS agar turun dan mendatangi setiap orang. Kalau kader punya data calon pemilih, datangi setiap orang yang ada di daftar itu. Bertatap muka dengan mereka, bagi salam dan senyuman. Bagi kader yang punya kemampuan, berbagilah bantuan. [hariansinggalang, senin 1 Juli]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 02, 2013
posted by @A.history
PKS: KPK Sembunyikan 2 Bukti Korupsi Impor Daging Sapi
JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera menuding Komisi Pemberantasan Korupsi menyembunyikan bukti hukum dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Dua alat bukti berupa rekaman pembicaraan hingga kini tidak diungkap oleh KPK.
“Ada dua alat bukti yang KPK sembunyikan yaitu pertama sadapan telepon antara AF (Ahmad Fathanah) dengan sopirnya. Sadapan telepon itu jelas mengatakan uang itu uang AF. Belakangan supirnya diteror, seolah uang itu untuk LHI. Kedua, yakni sadapam telepom AF dengan dua pihak yang dealer mobil yang mau ambil uang itu untuk bayar utang, “ ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senin (1/7/2013).
KPK, lanjut Fahri, berdalih bahwa rekaman itu tidak pernah ada. Fahri meragukan argumentasi KPK itu. Menurutnya, saat KPK menangkap Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, pasti sudah didahului dengan penyadapan percakapan.
Selain itu, Fahri mencurigai perkara ini sengaja dilakukan untuk menangkap Luthfi. Pasalnya, Luthfi ditangkap sehari setelah Ahmad Fathanah diringkus.
“Saat Fathanah diperiksa, dia diintimidasi dan seluruh pertanyaannya lebih dikaitkan pada hubungan Luthfi dengan Fathanah. Jadi dari awal memang Luthfi sudah ditargetka,” ucapnya.
“Ditambah intimadisi yang dilakukan, kalau ini dipahami oleh hakim, dan mau memaksa untuk membuka, kasus ini bisa hilang,” tambahnya kemudian. [kompas]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
July 02, 2013
posted by @A.history
PKS korban Opini yang di Framing Media Massa dan KPK
Secara tak langsung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berkolaborasi dengan media massa tertentu, untuk melakukan stereotyping atau labeling terhadap Luthfi Hasan Ishaaq. Singkat kata, nama baik Luthfi telah dihakimi oleh kebebasan media massa Indonesia.
Demikian salah satu inti ungkapan eksepsi persidangan terdakwa kasus dugaan suap pengadaan daging sapi impor Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan.
“KPK dan media massa seperti membuat framing atau kerangka opini terhadap kasus hukum yang sedang ditanganinya,” ungkap salah ketua tim kuasa hukum terdakwa, Mohamad Assegaf, Senin (1/7).
Dalam surat eksepsi tersebut, kuasa hukum Luthfi lainnya yakni Jefferson Dau meminjam pendapat Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.
Menurut Jimly seperti dikatakan Jefferson, KPK harus menungkapkan dua alat bukti mengenai keterlibatan Lutfhfi agar orang tidak curiga. Sehingga bila tidak terungkap dua alat bukti yang dianggap cukup, tak heran bila orang akan beranggapan aneh.
Tak Cukup Bukti
Mereka akan beranggapan mengapa proses hukum menjadi alangkah cepatnya. Selasa malam (29 Januari 2013) Luthfi, Ahmad Fathanah, dan Maharani Suciono digerebek KPK, lalu Rabu (30 Januari) Luthfi jadi tersangka. Belum lagi soal streotype dari pemberitaan di banyak media, yang menitik beratkan pada sosok wanita.
Dalam pemberitaan itu pun, tidak hanya sekedar dengan narasi, namun juga dengan ilustrasi. “Padahal faktor wanita ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan operasi KPK. Inilah yang namanya sensai media,” ungkap Jefferson.
Lebih dari itu, KPK, sebagai aparat penegak hukum juga secara sadar atau tidak telah menghakimi organisasi sosial-politik yang pernah dipimpin Luthfi, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kembali pada alat bukti, seperti yang dipaparkan Jimly hanyalah berupa saksi dan hasil sadapan (rekaman), KPK sebenarnya hanya memperoleh satu alat bukti saja dalam melakukan penangkapan maupun penahanan. Itu artinya KPK sebenarnya belum memenuhi syarat KUHAP, yaitu syarat adanya bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan maupun penahanan.
“Okelah, anggap KPK telah memperoleh bukti permulaaan yang cukup, tapi bukti ini untuk tindak pidana apa? Sudah bisakah ditentukan? Apakah untuk Tindak Pidana Penyuapan ataukah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)?” pungkasnya.
“Kalau untuk TPPU tentu terlalu dini untuk bisa dilakukan penangkapan. Kalau untuk tindak pidana penyuapan, dua alat bukti tersebut membuktikan apa?”
Secara keseluruhan, hingga pada proses penangkapan maupun penahanan, KPK sebenarnya belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka, untuk bisa memberi konfirmasi pada KPK tentang adanya penyuapan. [ANG/tajuk/islamedia]
Demikian salah satu inti ungkapan eksepsi persidangan terdakwa kasus dugaan suap pengadaan daging sapi impor Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan.
“KPK dan media massa seperti membuat framing atau kerangka opini terhadap kasus hukum yang sedang ditanganinya,” ungkap salah ketua tim kuasa hukum terdakwa, Mohamad Assegaf, Senin (1/7).
Dalam surat eksepsi tersebut, kuasa hukum Luthfi lainnya yakni Jefferson Dau meminjam pendapat Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.
Menurut Jimly seperti dikatakan Jefferson, KPK harus menungkapkan dua alat bukti mengenai keterlibatan Lutfhfi agar orang tidak curiga. Sehingga bila tidak terungkap dua alat bukti yang dianggap cukup, tak heran bila orang akan beranggapan aneh.
Tak Cukup Bukti
Mereka akan beranggapan mengapa proses hukum menjadi alangkah cepatnya. Selasa malam (29 Januari 2013) Luthfi, Ahmad Fathanah, dan Maharani Suciono digerebek KPK, lalu Rabu (30 Januari) Luthfi jadi tersangka. Belum lagi soal streotype dari pemberitaan di banyak media, yang menitik beratkan pada sosok wanita.
Dalam pemberitaan itu pun, tidak hanya sekedar dengan narasi, namun juga dengan ilustrasi. “Padahal faktor wanita ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan operasi KPK. Inilah yang namanya sensai media,” ungkap Jefferson.
Lebih dari itu, KPK, sebagai aparat penegak hukum juga secara sadar atau tidak telah menghakimi organisasi sosial-politik yang pernah dipimpin Luthfi, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kembali pada alat bukti, seperti yang dipaparkan Jimly hanyalah berupa saksi dan hasil sadapan (rekaman), KPK sebenarnya hanya memperoleh satu alat bukti saja dalam melakukan penangkapan maupun penahanan. Itu artinya KPK sebenarnya belum memenuhi syarat KUHAP, yaitu syarat adanya bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan maupun penahanan.
“Okelah, anggap KPK telah memperoleh bukti permulaaan yang cukup, tapi bukti ini untuk tindak pidana apa? Sudah bisakah ditentukan? Apakah untuk Tindak Pidana Penyuapan ataukah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)?” pungkasnya.
“Kalau untuk TPPU tentu terlalu dini untuk bisa dilakukan penangkapan. Kalau untuk tindak pidana penyuapan, dua alat bukti tersebut membuktikan apa?”
Secara keseluruhan, hingga pada proses penangkapan maupun penahanan, KPK sebenarnya belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka, untuk bisa memberi konfirmasi pada KPK tentang adanya penyuapan. [ANG/tajuk/islamedia]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
July 02, 2013
posted by @A.history
Mahyeldi: Mari Wujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera
Padang – keluarga merupakan kunci kesejahteraan, keluarga yang dimaksud adalah keluarga yang sehat dan harmonis. Itu di sampaikan Mahyeldi Wakil Walikota Padang saat memberikan sambutan pada peringatan Hari keluarga Nasional (HARGANAS) yang digelar oleh PKS Kota Padang, minggu (30/06) lalu di Kelurahan Balai Gadang Kec. Koto tangah.
Pak Wawa sapaan akrab Mahyeldi menyampaikan,”agar bangsa ini menjadi cerdas maka kuncinya adalah terletak pada keluarga. Jika saja hubungan keluarga tidak harmonis maka banyak hal yang akan terjadi. Contohnya kecilnya saja jika anak tidak dididik dengan baik, anak bisa terjerumus ke dalam hal – hal yang tidak baik. Anak terlibat Narkoba, minum-minuman keras dan lain sebagainya,” ujarnya.
“untuk itu peran kedua orang tua sangatlah penting dalam memdidik anak-anaknya,” tambahnya.
Selain itu Mahyeldi juga mengajak seluruh masyarakat Balai Gadang untuk hidup sehat. “mari kita mulai hidup sehat, dengan mengonsumsi sayuran yang tidak banyak memakai pupuk, karena sebenarnya pupuk yang diberikan itu adalah racun untuk tubuh kita,” ungkapnya.
“hidup sehat itu tidak perlu dengan biaya yang mahal, kita manfaatkan lingkungan di sekitar kita ini. banyak yang bisa kita manfaatkan. tanah di sekitar sini masih banyak yang kosong, mari kita berdayakan dengan menanam sayur. Apalagi tanah kita cukup subur untuk ditanami sayuran,” jelas Pak Wawa.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Tong Sampah dari PKS oleh Mahyeldi kepada salah seorang warga secara simbolis. Mahyeldi mengharapkan dengan adanya tong sampah ini masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang.
“Mari kita budayakan hidup bersih, hidup bersih berarti hidup sehat,” katanya.
Mahyeldi atas nama Pemerintah Kota Padang juga mengucapkan terima kasih kepada PKS yang telah menjadi inisiator dalam acara peringatan Harganas ini.
PKS Kota Padang dalam peringatan Harganas mengangkatkan kegiatan yang bertajuk “Keluarga Sehat Indoensia Kuat” . beberapa acara yang di gelar dalam aksi ini adalah penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis dan sebar paket sayuran. [al/pkspadang]
posted by @A.history
Label:
Bingkai Berita,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 02, 2013
posted by @A.history
Gubernur Irwan Prayitno Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2013
Kendari – Gubernur Sumatera Barat menerima Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK), yang diserahkan oleh Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK, Phd pada puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XX tingkat nasional tahun 2013, pada hari Sabtu 29 Juni 2013 bertempat di lapangan Arena Eks MTQ Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan Ibu Herawati Boediono.
Penghargaan ini diterima atas prestasi Gubernur Irwan Prayitno dalam keberhasilan pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana di Provinsi Sumatera Barat.
Gubernur Irwan Prayitno disela-sela kegiatan itu juga menyampaikan, rasa senang dan bangga atas penghargaan ini karena semua ini merupakan kinerja dan koordinasi yang baik BKKBN Provinsi Sumatera Barat, dengan lembaga kemasyarakatan, SKPD terkait di lingkungan Pemprov Sumatera Barat dan masyarakat yang telah meraih prestasi penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam program bidang kependudukan dan KB dari pemerintah pusat dari tingkat kelahiran 3,4 % (SDKI 2007) terjadi penurunan menjadi 2,8 % (SDKI 2012), dan hasil prevalensi peserta KB aktif (CPR) 56.9 hasil SDKI 2012.
Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan peranserta Bupati/Walikota, pimpinan, penyuluh dan pertugas BKKBN, masyarakat, posyandu, kader-kader PKK di lapangan seluruh Pemkab/ko se-Sumatera Barat. Sebelumnya juga menyampaikan rasa senang pula terhadap keberhasilan Sumatera Barat sebagai provinsi terbaik dalam Pelaksanaan MDGs (Indonesia MDGs Awards) yang diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI, di mana Kota Payakumbuh sebagai pemenang ketiga kategori pendidikan, serta Sawahlunto sebagai pemenang pertama kategori kesehatan ibu dan anak.
Demikian pentingnya permasalahan kependudukan dan KB tentu menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menyampaikan program ini kepada masyarakat secara esensial dan komprehensif khususnya pada masyarakat Sumatera Barat. Kita melihat di lapangan secara subtansial dan mengakar dalam kehidupan masyarakat yakni merencanakan kehidupan keluarga dan mempersiapkan keluarga yang berkualitas.
Kita yakin dan percaya keluarga merupakan elemen penentu sebuah bangsa dan negara, semua berbanding lurus. Apabila tumbuh dan berkembang keluarga yang baik, negara akan baik pula dan sebaliknya jika didominasi keluarga jelek sudah barang tentu negara tersebut akan jelek pula. Oleh karenanya keluarga memegang peranan penting dalam mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera, baik dan buruknya tidak terlepas dari keberhasilan orang tua dalam mendidik anak – anak mereka, ungkapnya.
Irwan Prayitno dalam kesempatan itu juga mengajak masyarakat untuk senantiasa memperhatikan keluarga secara baik, terutama dalam pembinaan perkembangan anak sebagai generasi masa depan bangsa. Keberhasilan sebuah keluarga itu tidak terlepas dari, perhatian terhadap gizi, pendidikan, agama, moral, sopan santun serta kesinambungan kegiatan ekonomi keluarga.
Menata keluarga, merencanakan secara baik, itu sesuatu yang perlu dalam membina kehidupan keluarga yang sehat, sejahtera, rukun dan damai, dimulai dengan menjaga kelahiran anak.Tentunya semua itu tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi, untuk menekan dan menghimbau Bupati/Walikota agar selalu sinergi dalam mendorong keberhasilan program kependudukan dan KB di daerahnya masing-masing, harapnya. [humasprov]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 01, 2013
posted by @A.history
Sidang Eksepsi LHI, Dakwaan JPU KPK Kabur
Written By Unknown on 01 July, 2013 | July 01, 2013
![]() |
Foto: Republika Online
|
Sidang lanjutan terdakwa kasus dugaan penerimaan suap kuota impor daging Sapi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Mantan Presiden PKS (LHI), Senin (1/7). Dalam sidang yang beragendakan eksepsi oleh tim Pengacara terdakwa, menyatakan bahwa menerima eksepsi dari Pengacara terdakwa.
Menyatakan Pengadilan Tipikor tidak berwenang mengadili perkara terdakwa (LHI).
Semua dakwaan JPU tidak dapat diterima dan mengembalikan BAP kepada JPU, memerintahkan pada JPU segera membebaskan terdakwa dari Rutan KPK. Meminta Hakim memperbaiki nama dan harkat martabat terdakwa selaku masyarakat dan menyatakan surat dakwaan JPU khabur, serta tidak jelas dan tidak cermat. Menyatakan terdakwa tidak dapat dihukum dan membebankan biaya perkara kepada negara.
Selepas sidang terdakwa LHI mengatakan, semua eksepsi sudah sangat jelas dan terang benderang dari pengacaranya, dan semua yang disampaikan sesuai dengan aturan hukum.
"Apa lagi sudah jelas semua'kan yang disampaikan pengacara saya dalam persidangan," ujar LHI.
Sementara Pengacara (LHI) Assegaf mengatakan bahwa, dakwaan Jaksa khabur dan mengambang kemana-mana, karena tidak fokus terhadap satu perkara pidana, Jaksa menduga uang suap sampai kepada (LHI), hanya dugaan semata.
"Dakwaan JPU khabur, (LHI) tidak ada kaitan dengan kementerian pertanian, dia tidak dapat mengatur kuota import di situ, karena Kementan bukan rekan kerja (LHI) di DPR-RI," ujar Assegaf.
Sidang akhirnya ditunda hingga Senin depan, dengan agenda mendengarkan Putusan sela dari Majelis Hakim yang di pimpin Sugiarto.[beritahukum.com]
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
July 01, 2013
posted by @A.history
Ada Orang Dekat Ical di Pusaran Kasus LHI
Jakarta - Tim kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq protes tidak dicantumkannya keterangan ihwal Yudi Setiawan. Menurut mereka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harusnya menuliskan dalam berita acara pemeriksaan Yudi Setiawan ada orang dekat Aburizal Bakrie dan tokoh dari partai lain.
Dalam nota keberatan (eksepsi) yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (1/7), Zainuddin Paru, kuasa hukum Luthfi mempertanyakan hal itu.
"Dalam berita acara pemeriksaan Yudi Setiawan disebutkan orang-orang dekat Aburizal Bakrie," kata Paru saat membacakan eksepsi, Senin siang.
Nama-nama yang disebut dalam BAP Yudi Setiawan, sebut Paru, adalah Setya Novanto, Happy Bone Zulkarnaen, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Semua tokoh di luar PKS tidak muncul dalam dakwaan," ujarnya.
Tidak disebutnya nama-nama tersebut, kata dia, mengindikasikan adanya motif politik KPK dalam menangani perkara tersebut. "Kami keberatan dengan proses hukum terhadap terdakwa, didasarkan lebih pada faktor di luar hukum untuk mendiskreditkan, terkesan bertujuan menghancurkan atau merusak PKS," ujarnya.
Dia pun meyakini, kasus Luthfi hanya rekayasa KPK. Sebab tidak ada barang bukti yang diambil KPK dari tangan mantan Presiden PKS itu. "Hingga saat ini terdakwa tidak terbukti menerima uang suap Ahmad Fathanah berbicara tidak ada uang mengalir ke PKS. Mengapa KPK buru-buru menangkap dan menahan terdakwa?" sebutnya. [metrotvnews]
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
July 01, 2013
posted by @A.history
PKS Padang Sebar Paket Sayuran dan Baksos di Hari Keluarga Nasional
Padang - Dalam peringantan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang jatuh pada tanggal 29 juni 2013 lalu, PKS Kota padang menggelar berbagai macam acara untuk masyarakat Kota Padang. Pusat kegiatan Harganas PKS Tingkat Kota Padang di laksanakan di Tanjung Aur Kelurahan Balai Gadang Kecamatang Koto Tangah, minggu (30/06) kemarin.
Ketua pelaksana acara Nursyamsi mengatakan, “hari ini ada beberapa kegiatan yang kita angkatkan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional. Diantaranya penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis dan Sebar paket sayuran. Selain itu, kita juga memberikan 10 tong sampah kepada masyarakat yang berada di kelurahan balai gadang,” ujarnya.
Terpisah, ketua Rumah Keluarga Indonesia Bid. Puan PKS Kota padang, PB Nengsing di sela-sela acara juga menyampaikan, “acara hari ini merupakan program Nasional dari bidang perempuan DPP PKS. Dan itu serentak di laksanakan pada tanggal 29 Juni 2013. Sehubungan karena kedatangan Presiden PKS Anis Matta ke Padang pada Sabtu kemarin, acaranya kita undur menjadi hari minggu. Alhamdulillah masyarakat di kelurahan ini banyak yang hadir meski acara di undur satu hari, tapi masyarakat bisa memaklumi,” katanya.
“Acara hari ini ada beberapa kegiatan, pertama peyuluhan kesehatan. Kedua pengobatan gratis dan ketiga pemberian paket sayuran. Untuk paket sayuran, kita menyiapkan sebanyak 200 paket. Kita ingin masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan, dan juga kita ingin mengajak masyarakat agar rajin mengonsumsi sayuran. ini sesuai dengan tema besar kita “Keluarga Sehat Indonesia Kuat,” ujar PB Nengsih.
Masyarakat Balai Gadang sangat berterima kasih kepada PKS yang telah mengangkat acara Hari Keluraga Nasional. Ini di sampaikan langsung oleh Lurah Balai Gadang Zulkifli, “saya mewakili masyarakat Balai Gadang mengucapkan terima kasih kepada PKS Kota Padang yang peduli akan kesehatan dengan mengadakan pengobatan gratis, masyarakat di sini sangat terbantu karena memang masyarakat di kelurahan balai gadang berada pada tingkat ekonomi yang pas-pasan,” katanya.
Mahyeldi, Wakil Walikota Padang juga hadir dalam peringatan Harganas ini. Mahyeldi menyampaikan dalam sambutannya bahwa keluarga merupakan kunci kesejahteraan, untuk menuju kesejahteraan itu butuh keluarga yang sehat.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Tong Sampah dari PKS oleh Mahyeldi kepada salah seorang warga secara simbolis. Mahyeldi mengharapkan dengan adanya tong sampah ini masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang.
“Mari kita budayakan hidup bersih, hidup bersih berarti hidup sehat,” katanya.
Kegiatan yang di angkatkan oleh bid. Puan PKS Padang juga di hadiri oleh seluruh Calon anggota Dewan (CAD) Dapil 1 Koto Tangah beserta anggota Dewan Fraksi PKS Pun Ardi dan Muharlion. [al/pkspadang]
posted by @A.history
Label:
Bingkai Berita,
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
July 01, 2013
posted by @Adimin
Sydney Jones : PKS Bukan partai Radikal
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan partai terbesar keempat
di Indonesia pasca Pemilu 2009 seringkali dituding memiliki hidden agenda untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. PKS juga kerap dikaitkan dengan gerakan Islam radikal di luar negeri, wabil khusus Ikhwanul Muslimin di Mesir.
Tetapi, di mata Sydney Jones dari International Crisis Group (ICG), PKS bukanlah partai radikal. Terlebih PKS mengikuti aturan main demokrasi di Indonesia.
Sydney Jones menyampaikan hal itu ketika berbicara dalam Lecture Series on Democracy di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Ciputat, Tangerang, Senin pagi (23/5).
"Saya baru dari Aceh, dan mampir ke kantor partai lokal maupun nasional. Saya juga berbicara dengan wakil-wakil PKS di DPRD di Aceh," ujar Sydney.
Dalam berbagai pembicaraan itu, Sydney Jones menyimpulkan bahwa wakil-wakil PKS adalah yang paling memahami persoalan rakyat dan paling memahami prinsip demokrasi.
"Mereka paling cerdas dan paling peduli pada rakyat, juga paling punya gagasan tentang public services," demikian Sydney Jones
Tetapi, di mata Sydney Jones dari International Crisis Group (ICG), PKS bukanlah partai radikal. Terlebih PKS mengikuti aturan main demokrasi di Indonesia.
Sydney Jones menyampaikan hal itu ketika berbicara dalam Lecture Series on Democracy di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Ciputat, Tangerang, Senin pagi (23/5).
"Saya baru dari Aceh, dan mampir ke kantor partai lokal maupun nasional. Saya juga berbicara dengan wakil-wakil PKS di DPRD di Aceh," ujar Sydney.
Dalam berbagai pembicaraan itu, Sydney Jones menyimpulkan bahwa wakil-wakil PKS adalah yang paling memahami persoalan rakyat dan paling memahami prinsip demokrasi.
"Mereka paling cerdas dan paling peduli pada rakyat, juga paling punya gagasan tentang public services," demikian Sydney Jones
http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=27922
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
July 01, 2013
SUARAISLAM
posted by @Adimin
Umat Islam Harus Kembali Pada Parpol Islam
Jakarta
(SI Online) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin
menganjurkan supaya umat Islam memainkan peranan yang kuat dalam kancah
perpolitikan. Disadari bahwa jumlah umat Islam di Indonesia mayoritas,
tetapi perannya sangat minim.
Kiyai Ma'ruf menyerukan supaya dilakukan kembali penataan. Umat Islam saatnya kembali kepada partai politik Islam. Sedangkan partai politik Islam dianjurkan supaya kembali kepada ideologi Islam dan perilaku-perilaku Islam.
"Harus dilakukan penataan. Ruju' (kembali) pada parpol Islam. Parpol Islam juga kembali kepada mabda' (ideologi, red) Islam. Kembali kepada haiah Islamiyah (perilaku Islam). Jangan sampai parpol Islam tidak Islami," kata Kiyai Ma'ruf amin saat menyampaikan pidato sambutan dalam Pengajian Politik Islam ke-2 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (30/6/2013).
Menurut anggota Wantimpres itu, partai Islam adalah kendaraan bagi umat Islam. Karena itu kendaraan tersebut harus digunakan. "Cuman kendaraan ini harus didandanin juga," sarannya. Caranya, sekali lagi, Kiyai Ma'ruf mengatakan parpol Islam harus kembali kepada mabda' Islam dan haiah Islam. "jangan belepotan dan jangan mempertontonkan seperti bukan partai Islam," lanjutnya.
Sebelumnya kiyai Ma'ruf memaparkan kondisi umat Islam saat ini yang lemah, dhuafa dan mustad'afin. Karena itu umat harus membangun kekuatan.
Penguatan gerakan Islam dilakukan dengan takwiyah al harakah islamiyah siyasatan wa dakwatan (penguatan gerakan Islam politik dan dakwah). "Dua ini harus bergerak, harus dikuatkan," tandasnya.
Lemahnya politik umat Islam, kata pendiri PKB dan PKNU ini, juga sudah diprediksi Hadratus syaikh KH Hasyim Asy'ari pada 19477 silam. Saat itu Kiyai Hasyim mengatakan "telah lemah jiwa keimanan dalam dunia politik indonesia. Bahkan mati pada akhir-akhir ini"
Kiyai Ma'ruf menyerukan supaya dilakukan kembali penataan. Umat Islam saatnya kembali kepada partai politik Islam. Sedangkan partai politik Islam dianjurkan supaya kembali kepada ideologi Islam dan perilaku-perilaku Islam.
"Harus dilakukan penataan. Ruju' (kembali) pada parpol Islam. Parpol Islam juga kembali kepada mabda' (ideologi, red) Islam. Kembali kepada haiah Islamiyah (perilaku Islam). Jangan sampai parpol Islam tidak Islami," kata Kiyai Ma'ruf amin saat menyampaikan pidato sambutan dalam Pengajian Politik Islam ke-2 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (30/6/2013).
Menurut anggota Wantimpres itu, partai Islam adalah kendaraan bagi umat Islam. Karena itu kendaraan tersebut harus digunakan. "Cuman kendaraan ini harus didandanin juga," sarannya. Caranya, sekali lagi, Kiyai Ma'ruf mengatakan parpol Islam harus kembali kepada mabda' Islam dan haiah Islam. "jangan belepotan dan jangan mempertontonkan seperti bukan partai Islam," lanjutnya.
Sebelumnya kiyai Ma'ruf memaparkan kondisi umat Islam saat ini yang lemah, dhuafa dan mustad'afin. Karena itu umat harus membangun kekuatan.
Penguatan gerakan Islam dilakukan dengan takwiyah al harakah islamiyah siyasatan wa dakwatan (penguatan gerakan Islam politik dan dakwah). "Dua ini harus bergerak, harus dikuatkan," tandasnya.
Lemahnya politik umat Islam, kata pendiri PKB dan PKNU ini, juga sudah diprediksi Hadratus syaikh KH Hasyim Asy'ari pada 19477 silam. Saat itu Kiyai Hasyim mengatakan "telah lemah jiwa keimanan dalam dunia politik indonesia. Bahkan mati pada akhir-akhir ini"
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 01, 2013
posted by @A.history
Anis Matta: PKS Akan Giatkan Acara 'Nongkrong-Nongkrong'
![]() |
Foto: kabarpks.com
|
Presiden PKS, Anis Matta, mengatakan segera menginstruksikan seluruh jajaran partai dari pusat hingga daerah untuk menggiatkan acara berkumpul bersama masyarakat.
"Saya beserta seluruh jajaran, baik tingkat pusat hingga ke tingkat ranting, akan lebih menggiatkan nongkrong-nongkrong ini," kata Anis Matta, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Bogor, Minggu.
Pernyataan Anis tersebut dikatakan dalam acara yang bertajuk "Nongkrong dan Ngopi Bareng Anis Matta Bersama Komunitas Lampung". Acara digelar di seputar Lungsir dekat pelataran balai kota Bandar Lampung.
Anis menyempatkan diri menemui berbagai komunitas yang menjamur di Bandar Lampung baik komunitas band, kendaraan roda empat, dan roda dua.
Anis mengatakan acara 'nongkrong' itu bermanfaat karena pihaknya jadi dapat mengetahui harapan masyarakat. "Tak henti saya berkeliling menyambangi Tanah Air ini. Negara kita seperti kehilangan ruh cintanya pada masyarakat," ujar Anis. (ROL)
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN








