pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Gaya Anis Matta

Written By Anonymous on 27 March, 2014 | March 27, 2014

Anis Matta saat berorasi di depa puluhan ribu massa PKS di lapangan Imam Bonjol Padang, selasa (25/3).


Oleh: KHAIRUL JASMI / 
Pemimpin Redaksi Harian Singgalang

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta tampil gaul dalam kampanye akbar di Imam Bonjol, Padang, dua hari lalu. Enjoy, ringan dan penuh riang, mungkin juga penuh cinta. Presiden partai termuda itu, memberi ciri, PKS mulai membuka diri, bukan eksklusif lagi.

Gaya Anis Matta saat di Imam Bonjol yang memakai jeans, baju kaos dan sepatu runcing, seperti sedang meliuk ke dunia kelas menengah perkotaan. Di Indonesia kelas menengah saat ini berjumlah 150 juta orang. PKS rupa-rupanya hendak meneguk minuman segar dari “samudera biru” di mana pasar bukan direbut, tapi diciptakan. Karena itu Anis yakin, partai ini akan meraih 4 kursi untuk DPR dari Sumatera Barat. Soal tercapai atau tidak, itu urusan lain.

Di daerah ini, kader PKS, Gubernur Irwan Prayitno, juga lebih renyah. Main drum, menyanyi dan piawai maracak motor balap. Satu sisi seperti aneh, tapi dilihat dari sudut lain justru membuat galinggaman anak-anak muda untuk memacu prestasinya di bidang tersebut. Tentu ada juga yang tak suka.

Waktu kampanye di Imam Bonjol, gubernur memakai kacamata hitam, pake celana jins. Saya suka gaya seperti itu, sebab tidak lagi mengurung diri. Ada niat dari PKS untuk berubah dan lebih menjangkau massa yang lebih luas. Apa memang mau berubah atau tidak, hanya PKS yang tahu dan kelak rakyat akan menyaksikan janji perubahan itu terlaksana atau tidak.

Seperti kata Anis Matta, PKS terbuka bagi siapa saja. Bagi saya ini menarik, jauh lebih menarik ketika partai ini memutihkan Gelora Bung Karno dan di sana mars PKS dibawakan paduan suara dari Gereja Ende, NTT. Disebutkan juga, PKS ingin menguasai Indonesia dan sekarang berusaha menjadi tiga besar. Perspektif PKS ini, seharusnya menjadi bahan kajian bagi partai lain, sebab sudah diumumkannya. Jika partai lain “tidur” maka impian PKS akan terwujud. Satu hal kelebihan PKS yang suka atau tidak langkahnya terukur, karena memang diukur. Partai ini, percaya pada hasil survei, sebuah instrumen di dunia modern.

Ketika kampanye akbar di Imam Bonjol, menurut laporan reporter hadir 50 ribu massa. Materi kampanye pun mengarah pada era baru. Ini merupakan kampanye akbar pertama dan terbesar di musim pemilu 2014 ini, entah kalau ada pada hari-hari menjelang 9 April, mari sama-sama kita lihat. Sejauh itu, baru PKS yang berani masuk ke Imam Bonjol. Partai yang satu ini memang aneh, sebab terjilapak oleh Luthi Hasan Ishaaq, ternyata tidak berkelukuran, malah bangkit. Ini yang oleh Anis disebut gerakan PKS terilhami oleh kisah Kapal Nabi Nuh.

Anis Matta yang 46 tahun, Irwan yang 50 tahun, Mahyeldi yang 47 tahun, merupakan anak muda yang kini menjadi ikon PKS. Di Sumbar, Irwan pun menjadi ikon, karena dia gubernur, sama dengan Ahmad Heryawan di Jawa Barat. Persoalannya adalah apakah PKS bisa membuktikan dirinya tidak ekseklusif?

Saya masih ingat ketika partai ini baru lahir, semua media Jakarta memuji dan kemudian PKS hanyut dalam pujian itu. Lalu muncullah berbagai persoalan yang kemudian merusak citra PKS. Hal serupa juga menimpa semua partai. Bedanya, PKS mencoba cepat bangkit dan mengibarkan kembali benderanya.

Dengan gaya Anis Matta dan Irwan, saya melihat PKS mulai berubah, sesuatu yang mengejutkan sebenarnya. Tapi itu pilihan, karena itu harus dijalani. Hasilnya akan jelas setelah 9 April.

Kita lihat saja. 

[Singgalang.co.id]


posted by @Adimin

[Video] PKS Sumbar Putihkan Lapangan Imam Bonjol on Helicam

Written By Anonymous on 26 March, 2014 | March 26, 2014




posted by @Adimin

Doa dan Tangis Dalam Keramaian


padang.com - selasa (25/3), ditengah kemeriahan suasana kampanye terbuka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Lapangan Imam Bonjol yang dihadiri oleh berbagai tokoh daerah dan nasional.

Di dalam suasana padatnya peserta kampanye nasional yang dihadiri oleh puluhan ribu kader dan simpatisan PKS dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Seorang wanita tua telah menampar saya, tamparan yang sama seperti dalam suasana Safari Dakwah yang di adakan pada tahun sebelumnya di lokasi yang sama.

Ketika seluruh peserta melihat kedatangan rombongan Presiden PKS Anis Matta ke dalam lapangan dan menuju ke panggung utama, nampak seorang nenek yang dulu membuat air mata ini terjun bebas di tengah teriknya mentari Safari Dakwah PKS tahun 2013.

Dialah Jamaliah, seorang nenek yang dulu membuat Presiden PKS ketika itu Luthfi Hasan Ishaaq berlutut menghentikan perjalanan ke atas panggung untuk mendengarkan Doa sang nenek.

Kali ini kedatangan sang nenek yang sedikit terlambat dan terselip dalam kerumunan menghalangi dia untuk menyapa lebih awal Presiden PKS Anis Matta yang dikawal ketat oleh para pengaman dari PKS dan juga dikelilingi wartawan.

Namun semangat sang nenek untuk bertatap muka dengan Presiden PKS tidak pernah sirna. Dengan kondisi fisik yang tidak sempurna beliau merangkak menuju pinggir panggung utama.

Tim pengaman yang melihat kegigihan sang nenek mengajaknya untuk berteduh dibawah tenda yang di sediakan oleh panitia, namun sang nenek meminta ingin berada dekat dengan para tokoh PKS di panggung utama.

Kepanduan yang merupakan tim pengaman lokasi acara akhirnya mengangkat sang nenek ke atas panggung utama untuk duduk di dekat para tokoh PKS.

Nek Jamaliah begitu antusias mengikuti rangkaian acara dari atas panggung dan begitu semangat mengikuti setiap lagu yang dibawakan oleh sekjen PKS dan juga tabuhan drum Gubernur Sumatera Barat Profesor Irwan Prayitno.

Dalam suasana peserta dan juga tokoh yang bersemangat menyanyikan berbagai lagu shoutul harokah, terdengar suara sang nenek berdoa di atas panggung.

Doa dari suara parau sang nenek terdengar oleh saya walau terselimuti suara masyarakat yang bernyanyi. Beliau berdoa untuk PKS dan juga Mahyeldi yang dianggap telah memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Padang.

Tak sanggup menahan hingga akhirnya tubuh ini harus tertunduk meneteskan air mata ditengah keramaian massa. Suasana massa yang ramai bernyanyi dengan suara menghentak menutupi suara tangis yang telah meledak.

Diri inipun jauh menerawang membayangkan sosok Jamaliah yang begitu ikhlas berdoa di tengah kerumunan massa. Beliau adalah sosok yang hidup di jalanan dan tidak memiliki waktu untuk bersantai melihat media elektronik sebagai hiburan.

Beliau mungkin tidak tahu bahwa Presiden PKS telah berganti, dan tidak peduli dengan berbagai berita yang ada yang menyudutkan partai itu.

Sang nenek hanya tahu bahwa para kader PKS telah memberikan pelayanan dalam hidupnya dan merasa ingin untuk datang pada kampanye PKS dan memberikan sesuatu walau hanya doa yang beliau mampu.

"Tamparan" dari suara parau sang nenek telah membuat masyarakat dan para kader yang mampu mendengarkan doanya tak mampu membendung air mata.

Para tokoh yang berada di panggung utama seperti Anis Matta dan yang lain pun berusaha menahan emosi agar tidak menunjukan tangis di hadapan masyarakat.

Bahkan hingga acara berakhir, air mata akan keluar bagitu saja bila mengenang apa yang di percayakan oleh seorang nenek yang ikhlas merangkak ditengah panas terik menuju kerumunan massa Partai yang sedang berusaha mewujudkan amanah rakyat itu.

Semoga Allah menjaga kita semua dan memberikan amanah kepada mereka yang mampu bersungguh-sungguh menjalankannya.

by: -An-

*https://www.facebook.com/PKSPauh/photos/a.186272221527174.1073741828.186265864861143/316582621829466/?type=1

posted by @Adimin

Kampanye Akbar PKS Sumbar berlangsung sukses dan meriah



Kampanye akbar PKS di Kota Padang pada hari Selasa 25 Maret 2014 berlangsung sukses dan meriah. Sekitar lima puluh ribuan kader simpatisan dan massa PKS hadir dalam kampanye yang dihadiri oleh para pimpinan PKS seperti Ketua DPD PKS Padang Muhidi, Ketua DPW Sumatera Barat Trinda Farhan, Walikota yang baru memenangkan pilkada Kota Padang Mahyeldi sekaligus wakil beliau Emzalmi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Presiden PKS Anis Matta beserta Sekjen PKS Taufiq Ridho.



Pada kesempatan kampanye ini Gubernur Sumbar yang juga kader PKS unjuk kebolehan dengan memainkan drum. Ternyata gubernur yang sarat dengan prestasi ini jago bermain berbagai alat musik, pemimpin yang mempunyai multi talenta.
 
Dalam orasinya Presiden PKS Anis Matta menyampaikan bahwa PKS sedang menjalani drama kedua dari episode Nabi Yusuf dengan bersiap siap memasuki istana dengan segala konsekuesinya. Seperti yang diberitakan setahun terakhir ini, bahwa PKS sedang mengalami masa-masa sulit karena mengalami  konspirasi dari berbagai pihak untuk menjatuhkan PKS. Dan berkat pertolongan ALLAH SWT serta semangat dan kerja keras kader PKS sehingga PKS sudah bisa keluar dari "sumur" tersebut, dan menatap masa depan dengan lebih optimis. Dengan adanya ujian cobaan dan rintangan yang ada, bukan membuat kader PKS semakin loyo dan mati gaya, justru semakin membuat kader PKS makin kuat, makin solid, dan tentunya makin beriman kepada ALLAH SWT.


Untuk itu Presiden PKS menghimbau kepada seluruh kader dan simpatisan PKS untuk bersama sama berjuang memenangkan PKS dalam pemilu legislatif yang akan berlangsung pada 9 April 2013 dengan mengajak kepada seluruh keluarga dan kenalan kader dan simpatisan untuk bersama sama berjuang memenangkan PKS dengan mencoblos nomor Tiga.  

Mari kita sambut kemenangan .... 
ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR..

posted by @Adimin

Pilih Pemimpin yg menjaga Shalat & mengambil ALLAH sebagai Sesembahan!

Written By Sjam Deddy on 24 March, 2014 | March 24, 2014

Pilihlah siapa yang paling sedikit --di antara yang banyak-- menzalimi rakyat dengan dusta, mencuri, ataupun menggiring rakyat pada sesuatu yang tak disukai Allah Rabbul 'Alamin?



SUASANA politik di negeri gemah ripah loh jinawi semakin memanas. Umbul-umbul dan baliho berteriak lantang di seluruh penjuru negeri. Seperti tak ingin menyisakan satu pun ruang publik tempat mata beristirahat. Gerah, pengap.

“Yaaak… Dipilih…, dipilih… Sepuluh ribu tiga… Kualitas nomor satu…. Dijamin tak akan kecewa…”

Seperti itu bunyinya. Namun, ini tak seperti memilih barang di pasar. Kalau tak cocok, hari itu juga bisa kembali dan memilih yang lain.
 
Ada konsekuensi jangka panjang yang mempertaruhkan hajat hidup orang-orang yang kita kasihi. Ada perubahan yang siap mensejahterakan, ataukah membuat langkah bergerak di tempat, ataukah sebaliknya… menambah kesengsaraan di atas kesengsaraan.

Seperti apa pemimpin yang patut dipilih? Jawabannya bisa menyita waktu jatah siaran televisi seharian hanya diisi debat. Masing-masing punya selera, punya kepentingan, punya skenario sendiri.

Jawaban ringkas ada dalam kitab yang abadi sepanjang zaman. Kitab yang dengannya sejarah mencatat, telah berhasil mewujudkan masyarakat terbaik yang pernah ada di muka bumi. Sebuah masyarakat di mana keadilan dan kesejahteraan itu milik banyak orang.

Kitab itu memuat petunjuk sifat-sifat pemimpin dengan sangat jelas:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ

“Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami (Allah), dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.” (QS: Al-Anbiyaa [21]: 73)

Ruang-ruang publik telah sesak dengan janji dan rayuan. Semoga pikiran tetap lapang dan sejuk… sehingga jernih melihat, jernih mendengar..

Silahkan dipilih, manakah yang paling dekat dengan kriteria yang ditetapkan Dzat Yang Maha Mengetahui.

Manakah yang sangat dekat pada kebaikan, yang senantiasa menjaga shalatnya, yang menunaikan zakat dengan sebaik-baiknya, dan hanya mengambil Allah تعالى sebagai sembahan mereka? . . .  .  maka silahkan pilih mereka . . . .

Dan siapa  yang ketika bersalah -dan setiap manusia pasti melakukan kesalahan- tanpa berpanjang ulur waktu, menerima hukuman dengan tak banyak bertelikung?

Siapa yang paling sedikit –di antara yang banyak–  menzalimi rakyat dengan dusta, mencuri, ataupun menggiring rakyat pada sesuatu yang tak disukai Allah Rabbul ‘Alamin?

Semoga Allah تعالى meridai setiap keputusan yang kita ambil. 

*/Nesia Andriana



posted by @Adimin

Anis Matta: PKS ingin dulang suara dari pemilih pemula


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin mendulang suara dari para pemilih pemula lewat gerakan silaturahmi.

"Saya sengaja datang ke sini untuk silahturahmi, karena itu salah satu strategi partai bernama Gesit atau gerakan silahturahmi. Selain itu dalam buku yang saya tulis, anak muda itu termasuk 'gelombang ketiga' (pemilih baru) dan ini kita bidik," kata Presiden PKS Anis Matta di Benteng Rotterdam, Makassar, Minggu.

Anas mengatakan partainya selalu berusaha mengedepankan asas sukarela dalam merekrut kader dan menggalang simpatisan supaya mereka selanjutnya bisa mencintai dan berjuang untuk partai.

"Kalau menggerakkan partai berdasarkan uang itu tidak bisa. Partai itu dasarnya voluntary," ujar Anis.

Gerakan silahturahmi, menurut dia, merupakan salah satu wujud upaya mencari pendukung yang secara sukarela bersedia bergabung ke partai. [Antaranews]
 

posted by @Adimin

Anis Matta pimpin kampanye nasional PKS di kampung halaman


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dijadwalkan memimpin kampanye nasional hari ini di Makassar. Makassar adalah kampung halaman Anis Matta.

Kampanye terbuka PKS rencananya digelar di Lapangan Hertasning, Makassar, Senin (24/3). Sekitar 25.000 kader dan simpatisan PKS direncanakan hadir.

Anis sudah tiba di Makassar pada Minggu bersama Sekretaris Jenderal PKS Taufiq Ridho, Minggu (23/3). Sehari sebelumnya dia memimpin kampanye PKS di Bandarlampung.

"Semoga saja tidak hujan, karena tidak bisa diprediksi sekarang-sekarang ini," kata Anis.

Dalam kampanye kali ini rencananya Anis Matta juga akan didampingi dua bakal capres PKS lainnya yakni Ahmad Heryawan dan Hidayat Nur Wahid.

Pada dua kampanye nasional sebelumnya yakni di Jakarta dan Lampung, Anis kerap menganalogikan partainya dengan bermacam cara antara lain PKS dipercaya sedang menjalani kisah Nabi Yusuf yang berakhir bahagia, serta menyebut partainya seperti air putih yang menyehatkan sekaligus jujur. [ian/merdeka.com]
posted by @Adimin

PKS: Antara Pertarungan Politik, Media Framing dan Shifting Sejarah



Oleh Toto Suryawan Aditama

Australia

Tensi politik di Indonesia dalam setahun terakhir menjelang pemilu 2014 meningkat tajam, terutama apa yang dialami oleh PKS. Diawali dengan penangkapan mantan presidennya hingga sampai dijatuhkannya vonis yang kemudian menjadi headline di seluruh media selama periode tahun 2013. Semua opini diarahkan, seolah-olah PKS adalah partai paling korup di Indonesia. Segala hal kecil yang dipandang negative tentang PKS akan diekspose besar-besaran. Seolah-olah ada orchestra dibelakangnya yang mengendalikan gerakan untuk membonsai PKS.

Belum lagi opini negative yang dibangun di social media, baik berupa cacian, hujatan, bullying, framing, dan lain-lain. Apapun yang berkaitan dengan PKS pastilah dinilai buruk. Bahkan ketika ada bencana dan kader-kader PKS secara serta merta terjun langsung untuk membantu dan melayani masyarakat yang terkena dampak bencana, maka berbagai cibiran pun datang, “Lagi cari muka die..”, “PKS riya’, bantu korban kok pake bendera”….dll.

Ditambah lagi hasil-hasil survey yang banyak dilakukan oleh lembaga survey, baik yang diakui integritasnya maupun yang tiba-tiba muncul bak jamur di musim hujan, yang mendowngrade PKS pada posisi terendah. Maka lengkaplah sudah penderitaan yang dialami oleh PKS, tidak ada lagi syarat bagi PKS untuk bisa tetap eksis di panggung perpolitikan Indonesia. Tak heran jika kemudian banyak pengamat yang memprediksi tentang kehancuran PKS pada pemilu 2014 ini.

Maka, adakah upaya yang dilakukan oleh para pimpinan dan kader PKS untuk memanage dan mengembalikan kembali dukungan public kepada PKS?

Upaya Melawan Arus
Pidato Anis Matta yang pertama kali dihadapan publik yang disaksikan oleh seluruh kader PKS sedikit banyak telah berhasil mengobati sedikit luka yang diderita oleh para kader PKS. Sejak saat itu, seluruh pimpinan, pengurus dan kader akar rumput PKS terus melakukan perlawanan baik secara terbuka maupun secara tertutup. Konsolidasi internal, perlawanan terbuka hingga operasi senyap terus dilakukan sejak pidato pertama Sang Presiden baru tersebut.

Alhasil, setelah upaya perlawanan itu digaungkan, kemenangan-kemenangan PKS dalam pilkada-pilkada telah menunjukkan bahwa PKS telah melewati masa kritisnya. Yang sangat fenomenal adalah kemenangan pada pilkada Jawa Barat yang terjadi tiga pekan setelah peristiwa tersebut dan pilkada Sumatra Utara, dua minggu kemudian. Dan yang terakhir adalah kemenangan pada pilkada Maluku Utara dan Kota Padang yang mengawali “come back”nya PKS di tahun 2014.

Lengkap sudah recovery yang dilakukan oleh PKS. Dan puncaknya adalah konsolidasi massa besar-besaran yang menandai dimulainya kampanye akbar perdananya di Gelora Bung Karno pada hari minggu, 16 Maret 2014. Ratusan ribu massa yang hadir, tumpah ruah di setiap sudut GBK yang hanya menyisakan lapangan hijaunya saja. Massa kader dan simpatisan PKS bahkan juga memenuhi bagian luar stadion yang konon berkapasitas 90.000 orang tersebut. Sempurna sudah “come back”nya PKS di pentas politik nasional dan hal ini mampu dikapitalisasikan menjadi energy luar biasa bagi setiap kader dan struktur untuk memenangkan PKS di pemilu 2014 ini.

Serangan Kembali


Fenomena kebangkitan dan konsolidasi PKS yang luar biasa ini tentu menjadi pertimbangan baru bagi para elit politik di negeri ini. Alih-alih dukungan kepada PKS merosot, tetapi setiap hari public bahkan para elit politik menyaksikan fenomena luar biasa pada setiap kampanye PKS. Massa yang besar, kreatif, tertib dan teratur menjadi fenomena mencengangkan sekaligus mengkhawatirkan bagi sebagian elit.



Lautan massa hadiri kampanye Fahri Hamzah di NTB (19/3/2014)

Terakhir kitapun menyaksikan, Fahri Hamzah yang selama ini digadang bahwa popularitasnya akan turun dan merosot akibat perlawanannya yang keras terhadap setiap upaya untuk melemahkan PKS, terutama atas sikap kerasnya terhadap KPK, justru menjadi sumber magnet tersendiri di Dapilnya.

Kali ini yang menjadi “AKTOR” politik untuk membonsai PKS adalah giliran BAWASLU. Tak tanggung-tanggung, yang dipanggil adalah Presiden PKSnya secara langsung, Anis Matta. Kemudian media ramai menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PKS tentang pelibatan anak-anak pada saat pelaksanaan kampanye akbar perdana di GBK.

Logika sederhana, padahal yang punya gawean (Kampanye PKS di GBK -red) adalah DPW PKS DKI Jakarta, bukan pengurus pusat DPP PKS. Seandainya ingin memanggilpun, maka seharusnya yang pertama kali dipanggil adalah ketua panitia atau ketua DPW PKS DKI Jakarta untuk dimintai keterangan. Selain itu, panitiapun juga sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye tersebut. Berbagai upaya untuk meminimalisir keterlibatan anakpun sudah dilakukan, salah satunya dengan cara menyediakan arena bermain untuk anak-anak selama acara kampanye perdana PKS di Gelora Bung Karno berlangsung. Oleh karena itu bisa disimpulkan, pemanggilan Presiden PKS Anis Matta tersebut tidak lebih dari sekedar framing yang sengaja di bentuk untuk mengarahkan opini masyarakat. BAWASLU yang memberi umpan, dan media yang mengeksekusinya.

Sedangkan pada saat yang sama, BAWASLU tidak melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap ketua-ketua umum partai lain yang bahkan sangat jelas keterlibatan anak-anak dalam kampanye mereka. Tidak hanya hadir pada acara kampanye partai-partai lainnya, bahkan anak-anakpun turut menikmati dan menyaksikan goyangan dangdut koplo di tempat kampanye yang tidak layak disaksikan oleh mereka. Tidak hanya itu, bahkan banyak ditemukan fakta tentang adanya upaya money politik yang dilakukan oleh mereka tetapi tidak ditindak. Jadi kita semua bisa memahami apa tugas BAWASLU sesungguhnya yaitu hanya untuk memelototi kampanye PKS dan mencari kekurangannya. Bahkan BAWASLU pun telah memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menghentikan segala macam aktivitas kampanye PKS.

Tidak hanya itu, ingatan public kepada kasus impor sapi pun juga coba dibangkitkan kembali oleh media sejak hari kamis 20 Maret 2014 lalu. Maka sempurna sudah drama politik untuk membonsai PKS yang melibatkan banyak pihak termasuk media sebagai salah satu actor utamanya.

Membaca Realitas


Melihat realita yang terjadi dan dalam mensikapi serangan yang bertubi-tubi terhadap PKS akhir-akhir ini, setidaknya ada beberapa hal yang bisa membawa dampak positif untuk PKS di masa yang akan datang sebagai tulang punggung negara modern seandainya bisa dikapitalisasikan, yaitu:

1. Situasi ini bisa digunakan oleh PKS maupun kadernya untuk melakukan mapping terhadap setiap individu, elit politik, pengamat politik, ormas, media, institusi bisnis dan institusi-institusi lainnya untuk mengukur tingkat relasi mereka terhadap PKS.

Dari mapping ini, setiap kader PKS bisa mengukur dan mengetahui sikap orang-orang yang berada di sekitarnya terhadap PKS. Dari mapping ini, kita juga bisa melihat motivasi dasar yang melatar belakangi sikap mereka terhadap PKS dan merumuskan treatment terbaik apa yang akan diberikan kepada mereka di masa yang akan datang yang bisa dikapitalisasikan menjadi modal besar bagi PKS. Puzzle-puzzle yang berserakan tersebut, kemudian bisa dikumpulkan dan disatukan untuk memahami setiap motif yang melatar belakanginya.

Dari sekian banyak motif yang nampak di permukaan, kami melihat, motif ideologi menjadi salah satu hal yang mendominasi latar belakang sikap sinisme sebagian pihak terhadap PKS. Jika diamati pergerakan orang-orang yang ada di social media, maka bisa didapati secara umum bahwa mereka yang selama ini melakukan kritik baik rasional maupun irrasional, bullying dan pembentukan opini negative terhadap PKS selama setahun terakhir adalah pihak yang sama, yang juga memberikan dukungan penuh atas pencalonan Jokowi sebagai Presiden RI.

Selain itu, analisa salah seorang tokoh agama Kristen yang mengatakan akan terjadinya kerusuhan jika Jokowi gagal terpilih sebagai Presiden RI dan sinisme Yunarto Wijaya, seorang pengamat politik yang beragama katholik terhadap kampanye perdana PKS yang seharusnya bisa bersikap netral, seolah mengkonfirmasi akan kebenaran adanya motif ideologi dibalik serangan terhadap PKS selama ini.

Walaupun berkali-kali para petinggi PKS telah menunjukkan sikapnya yang menghormati pluralitas dan keberagaman yang ada di Indonesia dan salah satu buktinya dengan melibatkan paduan suara Gereja pada kampanye PKS. Namun nampaknya sebagian dari saudara sebangsa kita yang berasal dari kaum minoritas masih memiliki prejudice terhadap PKS. Tentu hal ini akan menjadi pekerjaan rumah PKS untuk mengelola dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak dan golongan guna mencapai sikap kesepahaman terhadap sesama anak bangsa.

2. Situasi ini juga bisa digunakan untuk melihat efektifitas dari mesin politik PKS itu sendiri. Adanya serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak dengan berbagai resources yang dimilikinya serta kampanye negative yang dilakukan oleh media (media framing), maka apabila PKS berhasil meraih kemenangan, hal ini akan mampu meningkatkan moralitas kadernya dalam jangka panjang.

Akan muncul keyakinan bahwa PKS besar bukan karena media tetapi karena kerja keras kader-kadernya. Kemenangan PKS menunjukan akan adanya dukungan besar masyarakat terhadap PKS yang tidak bisa diragukan lagi. Dukungan yang lahir yang didasari atas adanya kontribusi yang nyata kader-kader PKS selama ini di masyarakat.

Maka jika dukungan massif masyarakat benar-benar terjadi terhadap PKS, ini menunjukan adanya fase peralihan rasionalitas masyarakat terhadap media dan pencitraan. Bukan lagi masanya pencitraan yang berbasis media dan pembentukan opini, tetapi beralih menjadi pencitraan yang berbasis reputasi. Reputasi yang dibangun oleh kerja keras, profesionalitas dan pelayanan yang paripurna terhadap semua elemen dan golongan bangsa ini.

Sebagaimana Rasulullah SAW; secara pencitraan, beliau dirusak nama baik dan reputasinya di Mekah. Akan tetapi masyarakat Mekah tidak akan pernah bisa melupakan fakta bahwa beliau adalah seseorang yang bergelar Al Amin (terpercaya).

Apa bila point kedua itu benar-benar terwujud, maka bersiap-siaplah akan adanya peralihan sejarah baru masyarakat Indonesia, sebagaimana ciri-ciri Gelombang Ketiga yang sudah diperkenalkan Presiden PKS pada setiap kesempatan pidatonya.

Wallahu álam Bishshowab

Melbourne, 21 Maret 2014

*Toto Suryawan Aditama
Ketua Bappilu PIP PKS ANZ untuk wilayah Victoria


[sumber: Kompasiana]


posted by @Adimin

Wow...!!! #SayaPilihPKS Jadi Trending Topik di Twitter se Indonesia

Written By Anonymous on 23 March, 2014 | March 23, 2014



Saat ini merupakan masa kampanye untuk semua Partai peserta pemilu 2014. Semua partai berlomba merebut perhatian publik agar dipilih pada 9 April nanti. Berbagai cara dilakukan oleh Partai Politik untuk merebut simpati publik, mulai dari cara mainstream kampanye panggung yang menghadirkan artis dangdut, sampai dengan cara-cara kreatif melalui sosial media.

Kader dan Simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat hastagh #SayaPilihPKS di situs microblogging Twitter pada sabtu malam (22/3) dan ternyata tagar tersebut jadi Tranding Topik nomor satu di Indonesia bahkan masuk Tranding Topik Dunia.

Tagar #SayaPilihPKS jadi tranding topik di Indonesia mengalahkan “Chelsea 6-0 Arsenal” yang menjadi Tranding Topik Dunia. “Chelsea 6-0 Arsenal” menjadi tranding topik kedua di Indonesia setelah PKS. Sedangkan #SayaCintaPKS jadi salah satu tranding topik di dunia.

Hal ini merupakan satu fenomena tersendiri yang menghiasi dunia perpolitikan Indonesia pada 2014 ini. Sudah dua hal yang dilakukan PKS selama masa kampanye kali ini:

1. Menghadirkan peserta kampanye sebanyak lebih dari 150.000 orang ke Gelora Bung Karno (GBK), pada hari kampanye perdana Minggu (16/3). Dalam sejarahnya, hanya Iwan Fals, Timnas Sepakbola Indonesia, dan PKS yang bisa menghadirkan massa untuk memenuhi GBK.

2. Membuat Tranding Topik #SayaCinta PKS di Twitter satu minggu setelah kampanye GBK. PKS merupakan Partai pertama dan sepertinya akan menjadi satu-satunya partai yang akan melakukan hal ini di Indonesia. Pada hari kampanye akbar di GBK, tagar #PKSm3nang juga sempat masuk jajaran tranding topik Indonesia.

3. Nah, selanjutnya PKS akan putihkan Indonesia, PKS akan menang di Pemilu 2014 ini. (Kalau ini cita-cita penulis, Aamiin).

Penulis: @SafriantoSML | @pkscitra | pkscikarang.org


posted by @Adimin

Anis Matta: PKS Siap Putihkan Istana


BANDAR LAMPUNG -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, mengajak kader dan simpatisan PKS untuk memutihkan Istana. Saat ini, PKS sudah ada tiga calon presiden, tinggal menunggu tiket pada 9 April 2014.

"Kita akan memutihkan Istana," kata Anis Matta saat memberikan orasi dihadiri juga calon anggota legislatif, calon gubernur, dan sejumah kader PKS se-Lampung, di GOR Saburai, Bandar Lampung, Sabtu (22/3).

Ia mengatakan selama ini Istana sudah 'dicicipi' warna kuning, warna merah, warna hijau, dan warna biru. Saatnya, tegas Anis, warna putih memimpin Indonesia.

Ia mengatakan musuh Indonesia sekarang adalah kepalsuan. ''Yang kita tunjukkan kejujuran, karena kejujuran lawan dari kepalsuan," ujarnya.

Ia mengatakan target PKS adalah pencapaian kerja bukan popularitas. Jadi, kader PKS dididik bekerja seikhlas mungkin. [ROL]

posted by @Adimin

Anis Matta: PKS Adalah "Air Putih" yang Bekerja Ikhlas Tanpa Popularitas


Sebagai presiden dari partai yang mengusung warna putih dalam kampanyenya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta memiliki perumpamaan tersendiri untuk menunjukkan keyakinan kader dan pengurus PKS dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.

"PKS tahun ini akan menang! Mengapa? Karena Istana pernah rasa merah. Istana pernah rasa kuning. Istana pernah rasa hijau. Istana pernah rasa biru. Tapi Istana belum pernah rasa apa?" tanya Anis kepada 7 ribu kader yang memadati Gelanggang Olah Raga (GOR) Saburai. Seluruh GOR langsung bergemuruh dengan jawaban, "Putih!"

Warna putih tersebut adalah warna yang selalu diusung PKS dalam kampanyenya, seperti dalam tagar #putihkanGBK dan #putihkanLampung.

Anis tidak hanya membahas tentang warna, tetapi juga menyampaikan visi PKS tentang masa depan Indonesia saat PKS mampu memenuhi jabatan legislatif dan eksekutif.

"PKS itu seperti air putih. Kalau kita meminum air putih, rasanya hambar. Berbeda dengan soda. Soda memiliki sparkling di mulut. Tapi kalau kita minum air putih, dalam jangka panjang kita akan sehat. PKS adalah air putih, yang akan bekerja secara ikhlas tanpa popularitas untuk menyehatkan Indonesia," papar Anis yang disambut riuh GOR Saburai.

Anis Matta hadir dalam kampanye nasional PKS di Bandar Lampung yang kali ini tanpa dihadiri anak kecil. Orangtua yang membawa anak-anak kecil menjaga anak mereka di luar GOR dan menunggu di tempat penitipan anak yang disediakan panitia.

PKS menargetkan untuk mengirimkan empat wakilnya di DPR pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang dari sebelumnya ada dua anggota DPR dari PKS yang berasal dari Lampung.[pks.or.id] 

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger