pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

"Oposisi Aja" by @Fahrihamzah

Written By Anonymous on 17 April, 2014 | April 17, 2014


Twit @Fahrihamzah
(16/4/2014)

Aku baru lihat para pendiri ICW ikut gabung ke jokowi...selamat ya...

Koalisi ICW + PDIP sangat ideal...

Semakin banyak korupsi makin bagus...haha...#carinafkah

Jika partai kita berlumuran korupsi maka kita perlu LSM untuk mencuci bersih...#carinafkah

Memori publik dapat kita cuci dengan detergent baru bernama LSM...#carinafkah

Tapi deterjen modern berubah jadi benalu...#carinafkah

Kemunafikan membuat kita muak...#carinafkah

Saya mau twit soal #OposisiAja. Ini adalah pandangan pribadi saya tentang keadaan.

Saya tahu manusia tidak sempurna, dan kita sebagai partai atau LSM sama2 tidak sempurna. #OposisiAja

Manusia itu pada dasarnya sama saja, tidak ada yang luput dari salah. #OposisiAja

Bagi saya, salah tidak masalah yang saya sulit terima adalah kemunafikan. #OposisiAja

Maka, saya sangat alergi dengan sandiwara Orang2 berpura-pura dan memakai topeng serba sempurna. #OposisiAja

Kata orang kepada saya, "Anda bukan politisi, Anda terlalu kaku dan tidak biasa pura-pura".

Saya, memang sulit melihat yang salah lalu harus memujinya. Atau sebaliknya.

Maka, itulah sebabnya saya lebih cocok jadi oposisi. Saya melihat sandiwara #TipuRakyat capek juga. #OposisiAja

Seolah kita mesti terima. Dan akal sehat kita harus ditekuk menerima kebohongan. #OposisiAja

Pada tingkat publik, saya selalu ingatkan kegagalan koalisi. Karena memang selalu gagal. #OposisiAja

Aku tahu kenapa koalisi gagal. Dan aku mencoba memberitahu. Jangan rakyat jadi korban. #OposisiAja

Ada lubang di depan, aku ingatkan. Hati2 jangan ke jeblok lagi. Jangan keasyikan pesta pertemuan. #OposisiAja

Jika koalisi kalian bangun dengan cara ini apa bisa hasilnya baik? Apa ini bukan kayak perkawinan artis? #OposisiAja

Waktu kawin satu negara diundang dan semua TV menyiarkan. Tapi ternyata umurnya hanya sebulan. #OposisiAja

KASIAN rakyat. Sandiwara koalisi ini tidak substantif dan membuat kita jadi tidak cerdas.#OposisiAja

Saya tahu banyak yang melamar PKS sebab PKS dalam situasi sulit pun memiliki mesin handal. #OposisiAja

Alhamdulillah, pimpinan PKS menjamu tamu, dengan pertanyaan standar, "apa jaminan koalisi sukses?" #OposisiAja

Siapa yang memberi jaminan tidak ada perpecahan dan kabinet gagal di tengah jalan? #OposisiAja

Apa konsep saudara agar kita jalan bersama melayani rakyat hingga cita2 bersama jadi nyata? #OposisiAja

Semoga ada yang bisa menjawab terang tentang bagaimana mewujudkan mimpi indonesia.  #OposisiAja

Jika tak ada, aku usul #OposisiAja.


posted by @Adimin

DPR RI Dapil Sumbar I, Hermanto Wakili PKS Ke Senayan

Dari 14 kursi DPR RI Dapil Sumbar, diperkirakan hanya tinggal tiga kursi yang masih panas, satu kursi di Dapil Sumbar I dan dua kursi di Sumbar II. Sementara 11 kursi lagi sepertinya sudah dipastikan terisi, tujuh kursi di Sumbar II dan empat kursi di Sumbar I.

Dari himpunan analisis berbagai kalangan pemerhati politisi yang didapat portal berita ini, 11 nama calon anggota DPR RI yang sering disebut-sebut, dipastikan lolos ke Senayan untuk periode 2014-2019.

Dari Dapil Sumbar I: Betty Shadiq (Golkar), Darizal Basir (Demokrat), Asli Chaidir (PAN), Epiardy Asda (PPP), Hermanto (PKS), Afrizal (Gerindra), Alex Indra Lukman (PDIP) dan Endre Syaifoel (Nasdem). Kursi kedelapan yang ditempati Endre Syaiful sebenarnya masih 'panas' karena masih diperebutkan oleh kursi kedua Golkar antara Azwir Dainy Tara atau Poempida Hidayatulloh.

"Kalau sisa suara Golkar setelah BPP siginifikan, maka kursi kedelapan diperebutkan antara Endre Syaifoel dengan Azwir atau Poempida. Tapi peluang Golkar mendapat dua kursi tipis," ujar pengamat politik, R. Riyanda.

Sementara di Dapil Sumbar II caleg yang dipastikan lolos ke Senayan adalah Adek Rizki Pratama (Gerindra), Jhon Kenedi Aziz (Golkar), Mulyadi (Demokrat) dan Haryadi (PPP). "Kursi kelima dan keenam masih diperebutkan oleh tiga Parpol yaitu PAN, PKS dan Nasdem. Melihat penghitungan sampai di PPS, Taslim dipastikan aman kembali ke Senayan," ujar R. Riyanda.

Perhitungan kursi DPR RI itu kepastiannya masih menunggu penghitungan resmi di KPU. Itu baru data yang diperoleh di lapangan. "Ini analisis di lapangan, namun pastinya masih menunggu penghitungan resmi dari KPU," kata R. Riyanda.

Penghitungan resmi KPU Sumbar sendiri dijadwalkan tanggal 22-24 April. "Dari pleno KPU Sumbar dan KPU RI baru bisa dipastikan siapa yang memperoleh kursi untuk lolos ke Senayan atau DPR RI," jelas R. Riyanda.[Kliksumbar]


posted by @Adimin

HNW: PKS Kemungkinan Pilih Opsi Oposisi


 
JAKARTA - Partai Keadilan Kejahtera (PKS) masih belum menentukan arah koalisinya di Pilpres 2014. Pasalnya hasil perhitungan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum selesai.

"Kita lebih fokus mengamankan amanat rakyat berupa suara yang mereka berikan pada pileg kemarin. Kita tidak mau dijebak dengan mengalihkan dari kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan lembaga quick count," ujar Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid saat dihubungi, Rabu (16/4/2014).

Menurutnya, penentuan arah koalisi sebelum ada hasil resmi KPU sangat tidak relevan. Karena semua parpol belum bisa mengukur kekuatan dan perolehan suara sebenarnya.

Selian itu, semua parpol juga harus memastikan soal keutuhan suara mereka masing-masing. Sebab banyaknya praktik kecurangan yang terjadi di pileg.

Hidayat mengatakan, PKS tidak terlalu berambisi untuk masuk dalam koalisi sebuah koalisi parpol, sebelum ada hasil resmi. Bahkan PKS telah siap dengan kemungkinan terburuk yakni menjadi oposisi dalam pemerintahan nanti.

"Kalaupun menjadi oposisi itu juga akan diputuskan Majelis Syuro. PKS pernah menjadi oposisi pada kepemimpinan Megawati Soekarnoputri," jelas mantan Presiden PKS ini.

Untuk itu, PKS masih akan membahas soal koalisi pilpres setelah hasil pileg resmi diumumkan. "Setelah pengumpulan suara tingkat nasional selesai. Karena suara lebih relatif terukur," tandasnya. [inilah]
 

posted by @Adimin

Kemenangan Dalam Senyap Merayap | by Abdul Wahid Surhim


Dengung kipas di dinding mengusir diamnya malam. Aku ragu apakah gerimis ikut berbisik. Ataukah itu juga suara kibasannya.

Sudah berbulan-bulan, indahnya sepi pecah oleh ganasnya tsunami politik. Berisik. Gaduh. Semburkan api benci. Aku merasa di tengahnya.

Yang kuinginkan hanyalah ikut memperbaiki sekuat kemampuanku. Tak pernah kalah. Karena kemenangan adalah bendera prinsip yang selalu berkibar. Meskipun masih sedikit bilangannya. Tapi ia akan membelah dan terus membelah. Berkelipatan. Dalam senyap. Merayap. Bukan menggerogoti hati yang mencari. Bahkan menumbuhkan tunas-tunas kebaikan yang masih ada.

Aku membayangkan negeri yang dipenuhi oleh nilai tertinggi di alam ini: keadilan. Menjadi arus yang merangkul negeri-negeri dalam dekapan kasih sayang. Seperti Rasulullah yang bersabda di hari kemenangan (Fathu Makkah): al-yaum yaumul marhamah... Hari ini adalah hari kasih sayang. Bukan hari pertumpahan darah....

[pyg]


posted by @Adimin

Soal Koalisi PKS, Fahri Hamzah: Lebih Baik Diam-diam Tapi Mendalam

Written By Anonymous on 16 April, 2014 | April 16, 2014


PKS hingga saat ini belum menampakkan pergerakan untuk menjalin koalisi. Wasekjen PKS Fahri Hamzah menyebut partainya bergerak diam-diam.

"Lebih baik kita jumpa diam-diam tapi mendalam," kicau Fahri Hamzah melalui akun twitternya @Fahrihamzah yang dikutip detikcom, Rabu (16/4/2014).

Fahri mengatakan PKS tak ingin sembarangan mengikat koalisi. Menurut Fahri, ada kegagalan sistem koalisi dalam pemerintahan saat ini.

"Koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling bertanggung jawab atas sukses gagal negara," ujarnya.

Dalam kicauannya, Fahri juga menyindir aksi penggalangan koalisi yang dilakukan secara terbuka di layar kaca. Aksi itu dilakukan Jokowi pada Sabtu (12/4) lalu, yang dalam satu hari secara terbuka datang ke markas NasDem, Golkar dan PKB.

"Koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca," sindirnya.

Nah soal aksi penggalangan koalisi antara diam-diam dan terbuka, ada perbedaan antara dua capres yang disebut-sebut sebagai dua terkuat, yaitu Jokowi dan Prabowo. Jokowi mengedepankan penggalangan koalisi dengan cara terbuka, tampil di layar kaca. Sedangkan Prabowo lebih bergerak senyap. Dengan kicauan Fahri, apakah berarti PKS merapat ke Prabowo?[detik]


posted by @Adimin

Lagi Formulir C-1 Milik PKS Dirampok

SUKOHARJO – Kekerasan terkait Pemilu 2014 kembali menimpa kader PKS. Kali ini giliran rumah Caleg Dapil 3 PKS Rahman Hadi Purnomo di Delegan RT 02/07 Desa Pabelan, Kec. Kartasura, Sukoharjo, Senin(14/4) disatroni pencuri.

Kuat dugaan ini terkait dengan politik lokal pasca Pemilu beberapa. Pasalnya formulir C1 yang dikumpulkan para saksi PKS yang disimpan Rahman ikut raib. Selain formulir C-1, yang merupakan hasil perhitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS), pencuri juga menggondol laptop, tablet, ponsel, dan uang sejumlah Rp.500.000.

Pada Pemilu 9 April 2014 yang lalu, Pak Pe panggilan akrab Rahman Hadi Purnomo, adalah Caleg PKS Kabupaten Sukoharjo Daerah Pemilihan 3 (Tiga) yang meliputi Kecamatan Baki - Gatak dan Kartasura dengan nomor Urut 7. Pada pemilu tersebut Pak Pe maraih suara tertinggi di TPS di lingkungannya.

Pada Senin malam sekitar pukul 20.00 wib, Rahman beserta istri dan anaknya keluar rumah untuk menghadiri hajatan di rumah tetangganya. Pukul 21.00 wib istri Rahman pulang duluan dari hajatan tetangga, akan tetapi betapa kagetnya ketika mendapati rumahnya dalam kondisi gelap mati lampu. Sementara jendela rumah ada bekas congkelan pencuri.

Sang istri langsung mengontak Rahman yang masih berada di tempat hajatan. Rahman yang segera datang mendapati barang-barang miliknya sudah raib, termasuk tas berisi formulir C-1.

Kejadian ini kemudian dilaporkan Rahman ke Polsek Kartasura. Dan kasus ini kini dalam proses penyelidikan.(Ist/tajuk.co)


posted by @Adimin

DPC PKS Padang Barat Bantu Korban Kebakaran Padang Pasir



Kebakarann yang terjadi pada sabtu (12/4) pagi sekitar pukul 06.10 ke­ma­rin meninggalkan duka yang mendalam bagi korban. Akibat dari kebakaran itu se­ba­nyak 17 unit rumah petak yang be­rada dalam satu blok, di Jalan Padang Pasir No 45, RT IV/ RW V, Kelurahan Padangpasir, Kecamatan Padang Barat, hangus jadi puing.

Menyikapi hal tersebut PKS sebagai partai yang terdepan dalam setiap musibah kebencanaan bergerak cepat untuk membantu para korban kebakaran di Kelurahan Padang pasir. Minggu, (13/4) DPC PKS Padang Barat turut serta membantu korban kebakaran.

Bersama ketua DPC PKS Padang Barat, Hendra Al Jundi dan beserta kader PKS Padang barat memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan yang di berikan berupa Pakaian layak pakai, perobat rumah tangga dan sejumlah uang.

Berikut Foto-foto penyerahan bantuan kebakaran kepada para korban:


Salah seorang pengurus DPC PKS Padang Barat menyerahkan bantuan uang tunai kepada korban kebakaran, minggu (13/4)

Kader PKS bersama para korban kebakaran di Padang Pasir, minggu (13/4)


Ketua DPC PKS Padang Barat menyerah kan bantuan layak pakai kepada salah seorang korban kebakaran, minggu (13/4)
























posted by @Adimin

PKS Sukses Tepis Badai



Oleh: Nasrulloh Mu*

pkssumut.or.id, Sukses belum tentu menjadi Juara. Sukses belum tentu menjadi Pemenang. Namun sukses menunjukan keberhasilan dan capaian-capaian baru yang bisa diraih.

Ditengah quick count yang menempatkan suara PKS dikisaran 6-7 persen, namun PKS memiliki sejumlah prestasi yang menggembirakan. Dari kompilasi media internal PKS dan mainstream ada beberapa capaian yang cukup mengejutkan. Disaat partai yang lain turun tapi justru PKS mengalami capaian yang cukup signifikant.

Beberapa capaian-capaian tersebut yaitu :

1. Suara PKS di Bali naik cukup signifikan. Jika pada 2009 PKS hanya menempatkan wakil-wakilnya dua orang di DPRD Kota Denpasar dan masing-masing seorang di Jembrana dan Karangasem, kini di Denpasar menjadi tiga orang dan dua orang di Jembrana.

2. Di Kota Padang PKS meraih 2 besar. Suara terbanyak Gerindra sebesar 13,08%, disusul PKS 11, 69% dan Golkar sebesar 11,68%.

3. Di Salatiga PKS meraih 2 besar. Dalam perhitungan cepat versi Kesbangpol Salatiga, PKS, sementara meraih 14.327 suara dengan asumsi empat kursi. Posisi pertama diduduki PDIP dengan 29.486 dengan asumsi tujuh kursi. Posisi empat kursi juga diraih Gerindra dengan 11.340 suara.

4. Di Jawa Tengah, hampir di seluruh Kabupaten dan Kota, PKS berhasil mempertahankan kursi legislatif bahkan berhasil menambah kursi. Bahkan disejumlah kabupaten yang sebelumnya tidak ada wakil sekarang sudah ada wakilnya.

5. Di Sulawesi Selatan, kursi PKS bertambah dua kali lipat. Sebelumnya hanya 2 kursi sekarang 4 kursi.

6. Di Sulawesi Tenggara di Kabupaten Kolaka. PKS berhasil menjadi pemenang di kabupaten ini.

7. Di NTB, suara PKS naik cukup signifikant di Sumbawa dan Sumbawa Barat.

8. Di pemilihan Luar Negri, PKS berhasil menembus 2 besar.

9. Yang lebih penting PKS berhasil mengawal suara rakyat hampir diseluruh TPS yang menyebar di Nusantara. Saksi-saksi PKS berjibaku menyelamatkan suara rakyat untuk semua parpol peserta pemilu dari penyelewengan penyelengaran pemilu.

10. Di Jakarta PKS berhasil meraih 3 Besar

Sekelumit kesuksesan ini menjadi prestasi tersendiri bagi PKS di Pemilu kali ini. Prestasi-prestasi di sejumlah daerah baik dari perolehan suara yang terus meningkat di sejumlah daerah, jumlah kursi yang bertambah, maupun berhasilnya PKS masuk kategori 3 besar di beberapa daerah, menunjukan PKS memilik potensi untuk terus berkembang.

PKS berhasil melokalisir dampak buruk dari terjangan badai. Melokalisir tidak menjadi tsunami nasional tapi hanya daerah-daerah tertentu saja. Melokalisir hanya menerjang swing voter saja tetapi tidak menjangkau simpatisan dan kader-kader PKS yang lebih luas.


*kompasiana.com



posted by @Adimin

PKS tak Mau Buru-Buru Cari Mitra Koalisi


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum mau melakukan manuver untuk mencari mitra koalisi menghadapi pilpres mendatang. PKS masih menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan suara rakyat. Apalagi Bawaslu secara terbuka mengatakan telah terjadi kecurangan secara masif di separuh provinsi di Indonesia," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada merdeka.com, Selasa (15/4).

Menurut Hidayat, PKS saat ini fokus pada pengawasan surat suara hingga nanti penghitungan resmi yang dilakukan oleh KPU. Ia berharap semua partai tidak berpijak pada hasil hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei. Bisa saja, hasil hitung cepat itu jauh berbeda dengan hasil hitungan yang dilakukan oleh KPU.

"Kalau berbeda nanti bisa mengubah peta politik. Sangat mungkin terjadi perubahan konstelasi jika ada perbedaan," ujarnya.

Indikasi itu kuat karena lembaga resmi seperti Bawaslu sudah menyatakan banyak terjadi kecurangan. Banyak suara dicoblos ketika masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya.

Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei, PKS hanya memperoleh sekitar 6,9 persen. Jika ingin mengajukan capres sendiri, maka PKS harus mencari mitra koalisi untuk mencapai 25 persen suara nasional.

Sejauh ini ada tiga nama dari internal PKS yang disodorkan ke publik. Ketiga nama itu adalah Ahmad Heryawan, Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid.[mdk/pksnongsa]


posted by @Adimin

Kisah Pengabdian Pak Datuk | By @ewahyudie

 
Tak sedikit keluarga serta orang-orang dekat yang menganggapnya melakukan blunder saat menerima amanah maju sebagai anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Betapa tidak, jauh sebelum menjadi bagian dari Partai Dakwah ini, Beliau merupakan sosok pengusaha sukses di Kota Duri.

Rumah Sakit swasta terbesar di Kabupaten Bengkalis, rumah makan, percetakan, serta usaha-usaha lainnya Allah swt perkenankan menangguk kemajuan pesat bagi lelaki satu ini. Tak heran bila sebagian keluarga menganggap, menjadi anggota dewan hanya akan menambah beban pekerjaannya saja. Pun bila ditilik dari sisi materi, tentu saja penghasilan sebagai anggota dewan digolongkan tak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang diperolehnya sebagai pengusaha.

Dialah dr. Fidel Fuadi Datuk Majo Basa. Jiwa kedokteran menuntunnya untuk mengabdi lebih jauh demi kemaslahatan umat. Kiprahnya sejak duduk di parlemen tak bisa dibilang kecil. Amanah yang diembannya di Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis membuat Pak Datuk - demikian Beliau disapa - semakin dekat dengan segala bentuk kesulitan dan kekurangan masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan serta usaha-usaha untuk memperjuangkannya.

Salah satu kiprah Pak Datuk yang luar biasa adalah tatkala ia memperjuangkan penderita katarak serta balita dengan bibir sumbing untuk mendapatkan operasi gratis dengan menggaet organisasi-organisasi sosial di Kabupaten Bengkalis. Tercatat delapan anak berhasil dibantu untuk mendapatkan operasi bibir sumbing secara gratis atas bantuan pria berdarah Minang ini.

Nun jauh dibalik segala prestasi dalam bidang pelayanan publik yang ditorehkannya. Pak Datuk merupakan sosok yang teramat santun. Di sela aktivitasnya sebagai Anggota Dewan, Pak Datuk rajin berkunjung ke Rumah Sakit. Kebendaan serta status sosial yang disandang tak membuatnya sungkan untuk berkunjung dari satu pintu ke pintu perawatan lainnya. Mengunjungi, mendengarkan keluhan, memberikan semangat, bahkan tak jarang membantu biaya pengobatan bagi orang-orang yang membutuhkannya tanpa memandang latar belakang Sang Pasien.

Hal lain yang luput dari pemberitaan media dari Pak Datuk adalah soal kedermawanan Beliau. Khususnya saat Bulan Ramadhan, hampir setiap hari, Pak Datuk bersedekah takjil dan nasi kotak. Tak tanggung-tanggung, seluruh petugas Rumah Sakit serta kamar yang terisi pasien akan mendapatkannya. Belum lagi sedekah bahan makanan pokok, pengobatan gratis, serta materi yang disumbangkannya kepada ratusan kaum dhuafa di Kota Duri ini. Beliau salurkan dengan diam-diam.

Acap kali orang berkata, Pak Datuk adalah orang yang terlanjur kaya. Namun tidak bagi Beliau. Hidup dan segala bentuk keadaannya merupakan titipan dari Allah swt. Dimana itu semua tak lebih dari sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Sesuatu yang tak akan dibawa saat ajal kelak. Demikian katanya.

Tentu saja bagi kaum dhuafa, balita-balita dengan bibir sumbing, orang-orang sakit yang tak miliki biaya, serta masyarakat lainnya, Pak Datuk adalah sosok pahlawan. Namun ia sendiri tak peduli. Yang ia tahu hanya bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada sesama hamba Allah swt. Selepas cerita ini, esok pagi, ia tetaplah Pak Datuk yang setia membersihkan sampah dengan tangannya sendiri. Ia tetaplah Pak Datuk yang terisak dalam do'a-do'a panjangnya. Dan, tetaplah ia Pak Datuk, yang bagi banyak orang merupakan Pahlawan atas semua kontribusi nyatanya. Pahlawan.... Ya, Pahlawan yang bekerja dalam diam. )I(

By: Eko Wahyudi
Follow @ewahyudie on Twitter

______
Dikutip dari buku "Pahlawan Dalam Diam"


posted by @Adimin

"Negara Mau Dibawa Kemana" by @Fahrihamzah


Twitt @Fahrihamzah
(15/4/2014)

Malam ini saya twit soal #KoalisiPKS....dan kenapa PKS tidak mau sekedar basa basi pertemuan...

Koalisi kabur jika hanya terkait siapa dapat apa dan berapa.

Koalisi hanya akan jadi tipuan sijika hanya terkait atrak di depan layar kaca.

Koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling berTanggung Jawab atas sukses gagal negara.

Koalisi adalah lima tahun Dan menentukan nasib bangsa 5 tahun.

Karena dia sangat penting maka kita jangan sederhanakan.

Koalisi tidak hanya soal kawin dua orang atau partai-partai.

Koalisi bukan soal Jawa-luar Jawanya pasangan. Koalisi bukan soal cocok tidaknya sepasang calon.

Koalisi bukan soal serasi atau tidaknya pasangan. Koalisi adalah pemerintahan dan segala kompleksitasnya.

Koalisi adalah rencana lima tahun rakyat mau diberi apa. Koalisi adalah sebuah wajah Pemerintah yang solid.

Koalisi adalah pertanggungjawaban politik. Koalisi adalah amanah yang berat. Menang atau kalah.

Inilah yang PKS selalu ingatkan. Tolong jagan disederhanakan.

PKS ingin ingatkan sejarah gagal dalam pemerintahan yang lalu.

PKS ingin sampaikan dilema sistem multipartai dalam presidensialisme.

PKS ingin ingatkan kompleksitas pemerintahan yang akan datang.

PKS ingatkan kemungkinan gagalnya koalisi menang atau kalah. PKS tidak mau terjebak euphoria.

Seolah pertemuan kiri kanan menjawab inti masalah.

Dalam setiap kesempatan jumpa tokoh partai. Kami ingatkan ini. Lebih baik kita jumpa diam-diam tapi mendalam.

Ini bukan soal amanat ketua umum atau kongres. Ini soal negara mau di bawa kemana.

Ayo mulai bicara. Tentang membuat sejarah.

Ayo mulai diskusi. Tentang transisi yang akan kita akhiri. Jadi demokrasi yg matang.

Kalau itu, PKS siap terlibat. Demi maslahat rakyat.


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger