pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Prabowo-Hatta Setuju Polwan Berjilbab

Written By Anonymous on 14 June, 2014 | June 14, 2014



Jakarta (12/6) - Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, memiliki komitmen untuk menjamin kebebasan penggunaan atribut jilbab bagi para polisi wanita (polwan) Muslimah.

Direktur Kebijakan dan Program Tim Kampanye Prabowo-Hatta, Drajad Wibowo mengatakan, mengenakan jilbab termasuk hak perorangan bagi setiap Muslimah. Secara prinsip, hak ini harus dipenuhi dan tidak boleh dihalang-halangi oleh siapa pun.

“Melarang polwan berjilab jelas tidak dibenarkan,” kata Drajad kepada ROL, Kamis (12/6).

Menurut Drajad, melarang seorang perempuan berjilbab justru melanggar hak perorangan. Karena alasan ini, kata dia, instansi Polri sudah seharusnya mengizinkan setiap polwan yang ingin mengenakan jilbab selama menjalankan tugasnya.

“Polri harus segara mengatur masalah ini agar hak polwan tersebut bisa diakomodasi. Karena itu, ke depannya kami harus mendorong Polri supaya segera mengeluarkan regulasinya,” ujar Drajad lagi.

Persoalan jilbab di kalangan polwan belum tuntas hingga saat ini. Meski Kapolri sebelumnya, Jendral Timur Pradopo, secara eksplisit sudah menyetujui legalitas polwan untuk berjilbab, namun keputusan tersebut kembali mentah saat hendak dilaksanakan.

Kapolri saat ini, Jendral Sutarman, sampai sekarang masih menunda-nunda pelaksanaan jilbab polwan tersebut. [ROL]


posted by @Adimin

Dukungan ke Prabowo-Hatta Terus Mengalir

Written By Anonymous on 13 June, 2014 | June 13, 2014


Dukungan Prabowo-Hatta terus bermunculan. Di Palembang, Sumatera Selatan, para deklataor dan pengurus Gerakan Indonesia Muda (Gema) Indonesia menandatangi dukungan terhadap Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Kami para aktivis lintas organisasi sepakat mendukung Prabowo-Hatta," kata deklarator DPD Gema Indonesia Sumsel, Husyam, seperti dikutip viva.co.id, Kamis 12 Juni 2014. Dukungan ini, katanya, akan diserahkan ke Ketua Umum DPP Ferdinan Kurniawan.

Menurut dia dukungan ini tak lain karena Hatta merupakan satu-satunya calon dari Sumatera Selatan. "Selama ini belum ada calon presiden dari Sumatera Selatan," katanya.

Dia mengatakan, dukungan ini muncul karena kesamaan visi, sehingga para pengurus memilih pasangan nomor urut satu ini dibanding yang lain. "Kami menghendaki negara yang berdaulat, adil, dan sejahtera," kata Ketua Gema Indonesia Sumsel Fili Muttaqien.

Sebagai bukti, Gema akan turun ke daerah memperkenalkan pasangan Prabowo-Hatta kepada masyarakat. "Kami harus merangkul semua agar Prabowo-Hatta bisa meraih 80 persen di Sumsel."

Demokrat Maluku merapat

Di Maluku, Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Maluku Kamis ini resmi memberi dukungan kepada Prabowo-Hatta. "Kami sudah mendapat restu dari pusat," kata Sekretaris Partai Demokrat Maluku Roy Pattiasina di Ambon. Sebagai dukungan, Kamis ini, Roy mendatangi Posko Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

Dukungan ini, katanya, merupakan tidak lanjut dari dukungan DPP Demokrat terhadap Prabowo-Hatta, meski bentuk dukungannya tak resmi. "Kami punya kesamaan visi membangun Indonesia," katanya.

Selain Demokrat, sejumlah ormas yang menyatakan dukungannya hari ini adalah Gerakan Pembela Rakyat Maluku, Aliansi Pemerhati Rakyat Kota Ambon, Gerakan Komunitas Intelektual, serta Komunitas Pemuda Anti Korupsi.[dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

Anis Matta: Ada Aura Presiden di Wajah Prabowo


PALEMBANG - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengajak massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk kembali melihat aura presiden yang ada di wajah Prabowo. Menurutnya, Prabowo Subianto adalah calon yang tepat untuk memimpin Indonesia.

"Tatap wajah calon Presiden kita. Mumpung matahari masih bersinar cerah. Apakah anda lihat ada aura presiden di wajah beliau? Ya, aura presiden itu cukup bagi kita yakin untuk memilih Prabowo sebagai pemimpin Indonesia," ujarnya ketika berorasi di kampanye akbar pasangan Prabowo-Hatta di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (12/6).

Uniknya, di tengah-tengah acara kampanye ada salah satu pendukung pasangan Prabowo-Hatta yang berprofesi sebagai penjual racun tikus dengan bersemangat naik ke atas panggung dan mengatakan bahwa Prabowo-Hatta akan menyelamatkan Indonesia.

Kampanye akbar yang dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 11.30 WIB ini juga turut diramaikan pula oleh artis ibukota Uut Permatasari dan Denada.

Selain menghadiri kampanye akbar di Benteng Kuto Besak, Prabowo beserta rombongan mengikuti rangkaian kegiatan di Palembang. Rombongan bersilatuhim ke rumah Pembina Kerukunan Keluarga Palembang H. Alim. Ikut hadir disana pembina Partai Demokrat Marzuki Ali. Setelah itu dilanjutkan ke pasar 16 ilir dan ditutup dengan konferensi pers di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Setelah Kampanye Akbar di Palembang, rombongan langsung bertolak untuk melanjutkan kampanye di Lampung. [merdeka]



posted by @Adimin

Sambut Ramadhan: Gubernur Sumbar Minta Jaga Kenyamanan


PADANG – Memasuki bulan suci Ramadhan 1435 H, Gubernur Irwan Prayitno minta semua pihak untuk menjaga kenyamanan dan rasa aman dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan. Hindari betul dari hal-hal yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat.

Kemudian sama dengan tahun-tahun sebelumnya, pedagang sejak awal diingatkan pula jangan membeli kembang api, mercon dan sejenisnya untuk kemudian dijual lagi. Sebab, penjualan dan peredaran barang tersebut, tidak dibenarkan.

“Semuanya menimbulkan gangguan penyelenggaraan ibadah Ramadhan, terutama di lingkungan sarana ibadah, di lokasi pemukiman masyarakat dan fasilitas umum lainya. Oleh karena itu Pemprov Sumbar melarangnya. Gubernur sudah membuat surat edaran terkait hal itu,” ujar Kepala Satpol PP Sumbar H. Edi Aradial kepada Singgalang, Kamis (12/6) di Padang.

Dalam surat Gubernur bernomor 332/491/Satpol PP-2014 tertanggal 12 Juni yang ditujukan kepada bupati/walikota se-Sumbar, diharapkan semua elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban umum, ketentraman dan perlindungan masyarakat agar suasana nyaman tercipta selama Ramadhan.

Menurut Edi, seperti soal mercon dan kembang api tadi dilarang dijual, diedar dan dipakai. Diingatkan sejak awal agar bisa dipatuhi pedagang sehingga tidak ada alasan lagi untuk mengatakan terlanjur membeli.

Melalui stakeholder terkait, restoran hingga warung kelambu dan sejenisnya yang buka siang hari selama Ramadhan, ditertibkan. Namun diberikan dispensi kepada rumah makan dengan izin pertimbangan khusus pemerintah daerah setempat beroperasi siang hari yang diperuntukkan bagi warga nonmuslim.

“Kepada masyarakat nonmuslim, gubernur berharap agar senantiasa menjaga dan saling menghormati dengan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selama ini, kerukunan dan saling menghormati antar umat agama terjaga betul di Sumbar. Makanya kita yakin, hal itu tetap terpelihara,” terang dia.

Khusus hiburan malam, Edi juga menekankan untuk ditaati dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah Ramadhan terutama di lingkungan sarana ibadah dan lokasi pemukiman.

Dalam surat yang ditembuskan kepada Mendagri, Ketua DPRD, Kapolda, Ketua MUI dan pihak lainnya, Gubernur juga mengimbau masyarakat, bila meninggalkan rumah untuk melaksanakan shalat Tarwih ke mesjid atau mushalla, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap hal yang dapat memicu terjadinya bahaya pencurian dan bahaya kebakaran.

Kemudian diharapkan kepada Satpol PP dan instansi terkait sesuai tupoksi bersinergis dan senantiasa mengayomi masyarakat agar selalu memelihara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sehingga masyarakat dalam melaksanakan ibadah dengan aman nyaman dan tentram. [hariansinggalang.co.id]


posted by @Adimin

SURVEI TERAKHIR : Prabowo-Hatta Unggul


JAKARTA – Isu-isu miring, sindiran yang bertubi-tubi terhadap pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ternyata membuat elektabilitas mereka naik. Survei terakhir menemukan hasil, jika pilpres diadakan hari ini, maka pasangan nomor 1 itu menang.

Hasil survei yang dihimpun Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) dari Fokus Survei Indonesia (FSI), Survei dan Polling Indonesia (SPIN), dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Prabowo-Hatta unggul.

Dalam siaran pers Kamis (12/6) Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman mengatakan, elektabilitas Prabowo-Hatta meningkat karena tim pemenangan Jokowi-JK dianggap kerap memojokkan pasangan tersebut dengan isu-isu sumir. “Sudah mulai bosannya masyarakat dengan gaya pencitraan yang dilakukan pasangan Jokowi-JK, serta cara tim suksesnya yang cenderung selalu memojokkan pasangan lain,” kata Jajat.

Hasil survei FSI menunjukkan Prabowo-Hatta unggul dengan 45,7 persen, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 45,2 persen. Dalam survei SPIN, Prabowo-Hatta memperoleh 44,9 persen dan Jokowi-JK 40,1 persen. Sementara itu, berdasarkan survei LSI, Prabowo-Hatta unggul di wilayah Banten dan DKI Jakarta dengan 35 persen, sedangkan Jokowi JK 26,25 persen.

Sementara itu, tulis KCM dalam survei lain yang juga dianalisis oleh NCID, yakni Populi Center dan Pusat Data Bersatu (PDB), Jokowi-JK lebih unggul. Dalam survei Populi Center, Jokowi-JK memperoleh 47,5 persen, sedangkan Prabowo-Hatta dengan 36,9 persen. Dalam survei PDB, Jokowi-JK unggul dengan 32,2 persen dan Prabowo-Hatta 26,5 persen.

Tiga faktor

Sementara itu detikcom melansir survei yang dikeluarkan Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebutkan elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta menyalip Jokowi-JK. Elektabilitas Prabowo-Hatta mencapai 46,3%, sementara duet Joko wi-JK 38,8%.

Menurut Peneliti Utama LSN, Dipa Pradipta, ada 3 faktor yang membuat elektabilitas Jokowi menurun dari Prabowo.

“Pertama karena publik sudah mulai jenuh dengan figur Jokowi yang setahun lalu terus di blow up media,” jelas Dipa kepada wartawan dalam konferensi pers di tempat terpisah.

Faktor kedua, lanjut Dipa, mesin partai-partai pendukung Jokowi-JK yang tidak bekerja dengan optimal. Ketiga, publik mulai meragukan kapabilitas Jokowi terkait dengan penampilannya yang kurang mengesankan pada acara pengundian nomor urut KPU dan acara deklarasi damai di Hotel Bidakara beberapa waktu lalu.

Dipa mengatakan, turunnya elektabilitas Jokowi-JK terjadi di hampir semua daerah battle ground yaitu sembilan provinsi besar. Dan dari hasil survei terlihat Jokowi-JK hanya unggul di wilayah Jawa Tengah.

“Di Jateng, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 47,5 persen dan Prabowo-Hatta hanya 43,3 persen dengan undecided voters sebesar 9,2 persen. Tetapi di delapan daerah lainnya seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumut, Banten, Sulsel, DKI Jakarta, Sumsel dan Lampung, Jokowi kalah,” jelasnya.

Dipa menambahkan, tingkat swing voters yang masih belum yakin memilih Prabowo-Hatta mencapai 15,9 persen. Sedangkan swing voters yang masih ragu untuk memilih Jokowi-JK sampai 21 persen.

“Jika tidak berhasil diyakinkan, suara-suara tersebut dapat berpindah atau akan golput dengan tidak memilih keduanya,” jelas Dipa.

Survei dilakukan antara tanggal 1-8 Juni 2014 di 33 provinsi dengan jumlah responden 1.070 orang dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 50:50. Survei dilakukan melalui pengumpulan data teknik melalui wawancara dengan pedoman kuisioner. Margin of error survei -/+ 3% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei ini dilengkapi analisis media dan in-depth interview dengan sejumlah narasumber.
VIVAnews juga melansir, kurang dari sebulan jelang pelaksanaan pilpres, elektabilitas Jokowi-JK malah tersendat.

Gema mengemukakan, dari sembilan daerah battle ground (provinsi dengan jumlah besar), hanya di Jawa Tengah pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu unggul.

“Di lain pihak, elektabilitas Prabowo-Hatta justru kian menanjak dan mengejar pasangan Jokowi-JK,” ujarnya.

Gema melanjutkan, di daerah yang selama ini dikenal menjadi ‘pangsa pasar’ tradisional dari PDI Perjuangan, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 47,5 persen, dan Prabowo-Hatta 43,3 persen.

“Secara nasional undecided voters 9,2 persen. Sementara di Jawa Tengah 9,2 persen,” ucapnya.

Merdeka.com pun menulis Prabowo-Hatta hasil survei tersebut.

Di Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, elektabilitas Jokowi-JK tertinggal cukup signifikan dari Prabowo-Hatta. [hariansinggalang.co.id]


posted by @Adimin

Anis Matta: Prabowo adalah Mataharinya Indonesia


Lampung Selatan (12/6) - Calon Presiden (capres) RI Nomor 1 Prabowo Subianto akhirnya menginjak tanah Lampung setelah sebelumnya melakukan kampanye di Palembang.

Dalam orasinya, Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus disegani dan dihormati bangsa lain. "Kita tidak mau menghina bangsa lain. Kita harus menghormati bangsa lain. Kita ingin belajar dari mana-mana. Tapi kita juga tidak boleh bodoh. Kekayaan kita diambil kita diam saja," ujarnya berapi-api disambut sorak sorai sekurangnya 10 ribu massa di Lapangan Tanjung Sari Natar, Lampung Selatan itu.

Putra Begawan Ekonomi Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo ini menyampaikan tekadnya menyelamatkan kekayaan bangsa Indonesia agar benar-benar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Prabowo menambahkan bahwa jangan sampai kekayaan Indonesia yang luar biasa ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

"Bukan rakyat Indonesia untuk ekonomi, tapi ekonomi untuk rakyat Indonesia. Bukan wong cilik yang kirim uang ke Jakarta, tapi Jakarta yang harus kirim uang ke seluruh desa dan kelurahan di Indonesia," ujarnya berapi-api disambut tepuk riuh.

Sementara Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta sebelum berorasi terlebih dulu mengajak massa pendukung Prabowo-Hatta menatap wajah capres di hadapan mereka dan memberikan pertanyaan yang diulanginya tiga kali. "Saya mau tanya siapa yang menurut saudara punya aura presiden?" tanya Anis dan dijawab serentak oleh massa dengan ucapan, "Prabowo!".

Anis lalu mengajak massa yang hadir mengangkat tangan ke langit. "Sekarang coba lihat matahari. Sesungguhnya Prabowo adalah matahari Indonesia," tutup Anis singkat. [HUmas PKA Lampung]


posted by @Adimin

"Pertemuan 3 Pihak Sebelum Debat, Senyap Tanpa Berita" | By @Fahrihamzah

Written By Anonymous on 12 June, 2014 | June 12, 2014


Lihat kelakuan mereka: Percakapan MR. X dengan Kopral Satu (katanya babinsa)..Ribut satu negara....

Tapi..Pertemuan 3 pihak sebelum debat: Tim hukum PDIP Komisioner KPU Jenderal POLRI bintang 3..Senyap tak ada berita.

Baca juga, Komisioner KPU Bertemu Pengurus PDIP, Bocorkan Materi Debat?

Anda tahu kenapa ini terjadi? Ini perang Bung...Kendali mereka atas sumber daya lebih kuat...Uangnya banyak....

Sampai sekarang, kopral baru yang baru pindah ke jakarta Dan bercakap dalam senyap itu telah dihukum...

Kopral kecil telah dihukum..Atas pengakuan sepihak Mr.x Yang disiarkan ke seluruh nusantara..

Kita tidak tahu siapa Mr.X..Tapi kopral itu mungkin keliru...Berkomunikasi politik...Bicara tema sensitif...

Tapi apalah pengaruh seorang kopral satu? Dia bawahan..Bahkan mungkin dia tak paham..Apa pengaruh percakapan..

Tapi Jenderal Polisi..Bintang Tiga Bukan jabatan biasa...Merekalah yang berpolitik...

Saya tidak kenal kopral gendut itu..Tapi pasti rekeningnya tidak gendut...
Seperti seorang Jenderal...

Saya hanya merasakan..Bagaimana sebuah percakapan..Di sudut kota..Tiba-tiba menghukumnya...Mana keadilan..?


Tapi tahukah Anda siapa 3 orang yang bertemu itu?

Seorang merupakan Tim sukses dan ketua Tim Hukum Jokowi...kerap membelanya dalam kasus hukum yg sedang berjalan...

Seorang komisioner penyelenggara pemilu, yang membuat aturan dalam lomba Pilpres ini...

Dan seorang lagi, seorang Jenderal bintang 3 aktif...mewakili lembaga penegak hukum dan pengendali keamanan negeri..

Pasti takkan ada hukuman baginya..Padahal ketiganya juga pejabat negara...Makan gaji APBN...

Yang kita tonton ini adalah permainan...Bukan aturan yang ditegakkan...Media takkan berpihak pada hukum..Hari2 ini..

Aku tahu..Ketakutan pada Prabowo, Jika telah di sebar pada 2 dari tiga lembaga Yang ketahuan bertemu itu...lalu apa?

Di Lembaga itu pasti ada yang tidak netral...Anda tahu bedanya...
Pemihakan kopral satu vs Jenderal bintang tiga...

_____
https://twitter.com/Fahrihamzah
Direkap oleh: @pksnongsa




posted by @Adimin

Prabowo Minta Bimbingan Kepada Ulama Aceh


CALON Presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, meminta dukungan kepada para ulama di Banda Aceh. Menurutnya, dukungan dari ulama akan berkontribusi cukup besar, apalagi di daerah yang memiliki unsur Islam yang masih cukup kental seperti Aceh.

"Mohon dukungannya, begitu banyak dukungan dari elemen pemimpin, ormas dan sebagainya, tapi saya mengerti kalau di aceh, para ulama memainkan peranan yang sangat besar," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Bersama Ulama Aceh, di aula anjung Monmata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (11/6/2014) petang.

Hadir dalam pertemuan tersebut beberapa ulama di Aceh, salah satunya adalah Tgk H. Usman Kuta Krueng. Turut hadir pula puluhan santri dari para ulama.

"Ulama tempat berlindung rakyat. Ulama tempat bertanya rakyat. Tentu mereka akan bertanya kepada ulama, 'Pak Kyai, siapa yang saya pilih ya?' Kalau saya sih, mau saya ya nomor satu," ujar Prabowo.

Namun menurutnya, segala keputusan ada di tangan para ulama. Dia hanya menyarankan agar para ulama memilih yang terbaik.

"Saya berharap ulama, pemimpin umat dapat membimbing dan memberi arahan, memberi pendidikan dan pengetahuan ke umatnya. Pilih yang amanah, baik, bersih, bekerja untuk rakyat. Terserah siapapun yang penting baik," pungkasnya.

Usai melakukan sambutan, Prabowo pun langsung melakukan shalat Maghrib bersama para ulama dan santri yang hadir. [kompas]


posted by @Adimin

Prabowo: Jangan Jadi Bangsa Kepiting


Calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sulitnya bangsa Indonesia untuk maju. Penyebabnya, kultur.

Kata Prabowo, kondisi itu dialami bangsa melayu lainnya. "Saya sempat berbincang dengan Pak Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia. Dia bilang orang melayu itu seperti kepiting," kata Prabowo, Selasa 10 Juni 2014.

Lantas, Prabowo bertanya apa yang dimaksud Mahathir. "Kepiting itu, kalau satu mau naik ke pematang, kakinya ditarik kepiting lain dari belakangnya," ujar Mahathir kepada Prabowo ketika itu.

Oleh karena itu, dia berharap Indonesia tidak menjadi bangsa kepiting yang tidak senang melihat orang lain maju. "Kita harus saling membantu agar bangsa ini bisa maju," kata Prabowo.

Prabowo menilai apa yang dikatakan Mahathir itu sangat nyata terjadi di Indonesia, dan sangat sering terjadi. Katanya, bangsa ini sangat sulit memberi dorongan dan apresiasi pada sebuah prestasi.

"Kalau lihat sepak bola, tim kita kalah, itu pasti dimaki-maki. Kalau menang jangan perhatian, yang nyambut saja nggak ada," katanya.

Prabowo mengajak bangsa Indonesia untuk mengubah mental yang senang melihat orang lain susah. "Kita punya semangat gotong royong yang harus dibangkitkan kembali," kata Prabowo. [viva]


posted by @Adimin

Perbedaan Prabowo dan Jokowi Menurut Anis Matta


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta turut serta dalam rombongan calon presiden Prabowo Subianto saat menghadiri kampanye di Banda Aceh, Rabu (11/06/2014).

Pada kesempatan itu Prabowo Subianto memberikan kesempatan kepada Anis Matta untuk berorasi dihadapan ribuan warga Aceh yang hadir di pelataran parkir Stadion Dimurthala Lampineung Banda Aceh.

Dalam orasinya Anis Matta membeberkan beberapa perbedaan Prabowo Subianto dengan rivalnya, Joko Widodo, khususnya saat debat kandidat beberapa waktu lalu. Anis menganggap Prabowo mampu berbicara dan menjelaskan visi-misinya dalam skala yang lebih besar, sedangkan Jokowi masih berbicara seputar kota. Anis menyebutkan tentu akan sangat berbeda sebuah negara dengan sebuah kota.

"Ada Satu yang sangat mendasar dalam debat yang sama-sama telah kita saksikan, yang satu bicaranya negara, yang satu bicara kota, jadi bedanya pada skala, dan kata orang pintar, perbedaannya bukan pada kata negara dan kota tapi pada tingkat pengetahuan mengelolanya," ujarnya lagi.

Anis menambahkan salah satu hal lainnya yang paling mencolok pada debat tersebut adalah pada penampilan, menurutnya Prabowo lebih meyakinkan untuk dijadikan pemimpin.

"Rasulullah mengatakan Kalau kalian mengirim utusan padaku kirimlah yang tampan wajahnya”lanjut Anis sambil membacakan sebuah Hadist.[dm/humas pks aceh]


posted by @Adimin

Anis: Yang Satu Bicara Negara, Satu Lagi Bicara Kota


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ikut memberikan orasi politik dalam kampanye Prabowo Subianto sebagai presiden Indonesia periode 2014-2019 di Banda Aceh, Rabu (11/6/2014). Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta mengutarakan beberapa hadits yang berkaitan dengan politik. Apa saja?

“Dalam hadits, jika kau kirim utusan, kirimlah utusan yang ganteng wajahnya,” ujar Anis diikuti sorak-sorai pendukungnya seperti dikutip theglobejournal.com.

Selain itu Anis Matta juga menyebutkan, Prabowo memiliki kualitas berbeda dengan kandidat capres lainnya. Sosok Prabowo Subianto dianggap sebagai pemimpin yang berwawasan global.

“Yang satu bicara negara, yang satu bicara kota,” pungkasnya.[dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger