Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
October 17, 2014
posted by @Adimin
PKS Tidak Akan Interupsi Saat Pelantikan Jokowi
Written By Sjam Deddy on 17 October, 2014 | October 17, 2014
Politisi Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan melakukan interupsi saat sidang
paripurna MPR pelantikan Joko Widodo. Menurut Sekretaris Fraksi PKS
Abdul Hakim pelantikan presiden merupakan forum terhormat.
"Sebaiknya untuk forum tersebut tidak perlu. Karena hanya pelantikan dan pengucapan sumpah. Tidak elok," kata Abdul Hakim di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Hakim lalu menegaskan bahwa dalam sidang paripurna tersebut dihadiri tamu dari luar negeri. Sehingga tidak elok bila anggota MPR melakukan interupsi.
"Ini dilihat bukan saja bangsa kita tapi negara lain juga memberikan perhatian. Tunjukkan kita mengedepankan etika dan nilai luhur," ujar Abdul Hakim.
Tanpa instruksi, Hakim menegaskan anggota fraksi PKS dipastikan akan hadir dalam pelantikan Jokowi pada 20 Oktober 2014.
"Sebaiknya untuk forum tersebut tidak perlu. Karena hanya pelantikan dan pengucapan sumpah. Tidak elok," kata Abdul Hakim di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Hakim lalu menegaskan bahwa dalam sidang paripurna tersebut dihadiri tamu dari luar negeri. Sehingga tidak elok bila anggota MPR melakukan interupsi.
"Ini dilihat bukan saja bangsa kita tapi negara lain juga memberikan perhatian. Tunjukkan kita mengedepankan etika dan nilai luhur," ujar Abdul Hakim.
Tanpa instruksi, Hakim menegaskan anggota fraksi PKS dipastikan akan hadir dalam pelantikan Jokowi pada 20 Oktober 2014.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 16, 2014
posted by @Adimin
Humas Tidak Sekadar Public Relation, Namun Juga Lahan Perjuangan Kader
Written By Sjam Deddy on 16 October, 2014 | October 16, 2014
Humas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus mengoptimalkan segenap
kemampuannya untuk memberikan pelayanan optimal terhadap masyarakat.
Humas tidak hanya sekadar sebagai public relation, namun Humas
juga sebagai lahan perjuangan kader. Demikian disampaikan Ketua Bidang
Koordinasi Humas Dewan Pengurus Pusat PKS, Mardani Ali Sera, Jumat
(10/10/2014) malam.
“Semua bidang kehumasan harus siap. Relawan digital, PKS TV,
fotografi dan kepenulisan semuanya siap, agar dakwah kokoh di
Indonesia,” katanya di Pendopo Mahan Agung, Bandar Lampung.
Public Relation (PR) Summit, katanya, harus mampu
menyusun dan menghasilkan suatu strategi dan kebijakan yang dapat
mengokohkan peran dan kontribusi Humas. Ia berharap selepas PR Summit nanti, langkah Humas semakin mantap untuk mewujudkan negeri yang aman dan tenteram.
“Selepas PR Summit ini kita mantapkan langkah mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 16, 2014
posted by @Adimin
KMP Akan Dukung Program Jokowi-JK, Kecuali yang Bermasalah
Menanggapi
munculnya isu bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) akan menjegal pelantikan
Jokowi, dengan tegas Anggota DPR Abubakar Al-Habsyi membantahnya.
“Nggak ada, sebab KMP akan mengantar Jokowi jadi Presiden dan kita di
DPR akan menjadi penyeimbang Pemerintah. Artinya selama kepemimpinan
Presiden Jokowi berjalan baik dan program-programnya bagus, kami pasti
mendukungnya. Kecuali ada catatan dan masalah. Di situlah peran
pengawasan, budgeting dan legislasi DPR,” tegasnya.
Dia kembali menyatakan keyakinannya bahwa pelantikan Presiden akan
berjalan dengan baik dan bersama jajaran kabinetnya dapat menjalankan
roda pemerintahan dengan baik pula.
Terkait dengan pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), sudah
dimusyawarahkan dan akan diputuskan dalam rapat paripurna. Saat
ditanyakan apakah KMP akan sapu bersih pimpinan AKD di DPR, Abubakar
mengatakan, “Soal sapu bersih atau tidak, itu tergantung musyawarahnya,”
katanya.
Terkait dengan investasi yang sempat menurun di Indonesia setelah
Pemilu 2014, Abubakar mengatakan, respons negatif pasar atas gejolak
politik di dalam negeri sebagai hal yang wajar.
“Itu konsekuensi logis dari pasar. Pasar itu sangat mengikuti
perkembangan apakah politik, cuaca, alam, atau apapun. Saya melihat
sebagai hal yang wajar dan berjalan tidak akan lama,” katanya, seusai
mengikuti Rapat Pimpinan DPR dengan Pimpinan Fraksi-fraksi, Selasa
(14/10).
Menurut politisi Fraksi PKS ini, setelah pertemuan Pimpinan MPR, DPR
dan DPD yang mempersiapkan pelantikan presiden, perekonomian akan
berjalan normal lagi.
Lebih lanjut dikatakan, investor pertimbangannya panjang dan respons
pasar yang negatif hanya berlangsung sebentar. “Setelah Jokowi dilantik
sebagai Presiden 20 Oktober mendatang dan diumumkan komposisi menteri,
maka itu akan terlihat bagaimana reaksi pasar,” ujarnya optimistis.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
October 14, 2014
Fenomena Syuro Whatsapp
Written By Sjam Deddy on 14 October, 2014 | October 14, 2014
Zaman akan terus berjalan. Seiring itu sikap dan perilaku manusia pun terpengaruh olehnya.
Ada satu hal yang ingin saya kritisi tentang sebuah alat fenomenal di zaman ini. Alat yang sudah sangat akrab dengan kehidupan dan rutinitas para cucu adam dan hawa. Alat yang posisinya nyaris sama dengan kebutuhan pokok sehari-hari. Yap! Alat komunikasi atau handphone.
Dewasa ini mayoritas kader dakwah sudah akrab dengan smartphone dengan fitur-fitur yang mendukung untuk berjalannya komunikasi yang baik bahkan jika terbentang jarak sejauh apapun.
Tentu kecanggihan smartphone diharapkan mampu mendukung komunikasi antar kader dakwah dalam mengemban amanah nya.
Beriring waktu, saat ini sudah ada pula istilah syuro online dan syuro offline. Syuro offline adalah syuro yang dilakukan dengan cara bertemu dan duduk bersama. Sedang syuro online mereka memaknainya dengan syuro via whatsapp. Kenapa sampai ada syuro via whatsapp? Alasannya adalah selain karna sudah adanya fasilitas seperti itu dalam tiap telepon genggam, juga karna kesibukan yang membuat kalangan ini sulit bertemu. Begitu kurang lebih.
Ikhwah fillah, jika kita mau berkaca pada pergerakan atau perjuangan dakwah senior-senior kita di masa lampau dengan kinerja kita saat ini, mungkin akan lebih kita lihat kinerja mereka jauh lebih baik dari pada kita. Padahal di zaman tersebut belum ada fitur-fitur modern seperti yang ada dalam genggaman kita saat ini. Berbeda dengan kita, sedikit sibuk saja tak ada kekhawatiran dalam benak kita jika tak bisa menghadiri rapat atau yang sering kita sebut syuro. Alasannya adalah, hasil rapat nanti bisa di sampaikan via whatsapp. Lagi-lagi ada yang mengganggu perasaan saya dalam hal ini.
Beberapa kali terjadi dan mengamati, hal ini ternyata bukan mendukung kinerja kita, tapi justru memperumit keadaan. Tak jarang ketika hasil rapat secara ofline di siarkan ke whatsapp, beberapa orang bertanya bahkan sempat mengkritik. Jika demikian bukankah lebih baik turut menghadiri rapat? Kurang lebih seperti itu.
Hal kedua adalah, meskipun istilah syuro online ini sudah ramai terdengar di kalangan kader dakwah, masih saja ada yang tidak ikut serta atau bahkan hanya sekilas dibaca pendapat-pendapat yang di lontarkan dalam sebuah grup whatsapp. Tanpa berkomentar apapun.
Lagi-lagi mari kita berkaca pada awa-il dalam perjuangan ini. Mereka dengan segala keterbatasannya mampu berbuat banyak untuk ummat. Mereka dengan segala keterbatasannya tetap bersikap profesional dalam apapun. Dakwah ini tidak pernah menuntut kita. Hanya saja, mari kita belajar bersama-sama memaknai nya. Mungkin dalam hal ini penulis sendiri pun tak jarang melakukan hal yang sama. Tapi semoga tulisan ini sama-sama menjadi tadzkiroh bagi kita semua.
by @fifah_afifah_
Ada satu hal yang ingin saya kritisi tentang sebuah alat fenomenal di zaman ini. Alat yang sudah sangat akrab dengan kehidupan dan rutinitas para cucu adam dan hawa. Alat yang posisinya nyaris sama dengan kebutuhan pokok sehari-hari. Yap! Alat komunikasi atau handphone.
Dewasa ini mayoritas kader dakwah sudah akrab dengan smartphone dengan fitur-fitur yang mendukung untuk berjalannya komunikasi yang baik bahkan jika terbentang jarak sejauh apapun.
Tentu kecanggihan smartphone diharapkan mampu mendukung komunikasi antar kader dakwah dalam mengemban amanah nya.
Beriring waktu, saat ini sudah ada pula istilah syuro online dan syuro offline. Syuro offline adalah syuro yang dilakukan dengan cara bertemu dan duduk bersama. Sedang syuro online mereka memaknainya dengan syuro via whatsapp. Kenapa sampai ada syuro via whatsapp? Alasannya adalah selain karna sudah adanya fasilitas seperti itu dalam tiap telepon genggam, juga karna kesibukan yang membuat kalangan ini sulit bertemu. Begitu kurang lebih.
Ikhwah fillah, jika kita mau berkaca pada pergerakan atau perjuangan dakwah senior-senior kita di masa lampau dengan kinerja kita saat ini, mungkin akan lebih kita lihat kinerja mereka jauh lebih baik dari pada kita. Padahal di zaman tersebut belum ada fitur-fitur modern seperti yang ada dalam genggaman kita saat ini. Berbeda dengan kita, sedikit sibuk saja tak ada kekhawatiran dalam benak kita jika tak bisa menghadiri rapat atau yang sering kita sebut syuro. Alasannya adalah, hasil rapat nanti bisa di sampaikan via whatsapp. Lagi-lagi ada yang mengganggu perasaan saya dalam hal ini.
Beberapa kali terjadi dan mengamati, hal ini ternyata bukan mendukung kinerja kita, tapi justru memperumit keadaan. Tak jarang ketika hasil rapat secara ofline di siarkan ke whatsapp, beberapa orang bertanya bahkan sempat mengkritik. Jika demikian bukankah lebih baik turut menghadiri rapat? Kurang lebih seperti itu.
Hal kedua adalah, meskipun istilah syuro online ini sudah ramai terdengar di kalangan kader dakwah, masih saja ada yang tidak ikut serta atau bahkan hanya sekilas dibaca pendapat-pendapat yang di lontarkan dalam sebuah grup whatsapp. Tanpa berkomentar apapun.
Lagi-lagi mari kita berkaca pada awa-il dalam perjuangan ini. Mereka dengan segala keterbatasannya mampu berbuat banyak untuk ummat. Mereka dengan segala keterbatasannya tetap bersikap profesional dalam apapun. Dakwah ini tidak pernah menuntut kita. Hanya saja, mari kita belajar bersama-sama memaknai nya. Mungkin dalam hal ini penulis sendiri pun tak jarang melakukan hal yang sama. Tapi semoga tulisan ini sama-sama menjadi tadzkiroh bagi kita semua.
by @fifah_afifah_
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
October 10, 2014
posted by @Adimin
Kisah Orangtua yang Mendurhakai Anaknya
Written By Sjam Deddy on 10 October, 2014 | October 10, 2014
Datanglah kala itu seseorang bersama anaknya kepada Umar bin
Khaththab. Dengan segera, sesaat selepas bertemu, ia mengadukan perihal
anaknya, “Wahai Umar, anakku ini telah berlaku durhaka kepadaku.”
Guna mengetahui duduk persoalannya, anak al-Khaththab ini bertanya
kepada sang anak, “Apakah engkau tidak takut kepada Allah Swt karena
telah durhaka kepada bapakmu, hai anak muda?” Umar menerangkan bahwa
berbakti kepada orangtua adalah hak yang layak diterimanya karena mereka
telah mengurus sang anak.
Sang anak yang merasa dituduh itu menukasi, “Wahai Amirul Mukminin,” katanya sebagaimana disebutkan dalam Tanbihul Ghafilin yang dikutip oleh Ahmad al-Habsi dalam buku Ada Surga di Rumahmu, Mukjizat Orangtua Sempurnakan Suksesmu. Lanjut anak itu, “Bukankah anak juga memiliki hak atas orangtuanya?”
Sosok yang terkenal dengan al-Faruq (Pembeda antara yang baik dan
buruk) itu menjawab singkat, “Kamu benar.” Anak itu lantas melanjutkan,
“Apa sajakah hak-hak anak atas orangtuanya itu, wahai Amirul Mukminin?”
Sahabat yang sekaligus menantu Rasulullah Saw ini pun menjelaskan.
Bahwa hak anak atas orang tuanya adalah dipilihkan ibu yang baik
baginya, diberikan nama yang bagus dan diajarkan al-Qur’an kepadanya.
Tepat seketika setelah Umar menerangkan, sang anak sudah menyiapkan
jawabannya, lugas. Kata anak itu, “Demi Allah, ayahku tidak memilihkan
ibu yang baik untukku,” lanjutnya, “Ibuku adalah seorang budak yang
dibeli di pasar dengan harga 400 dirham.” Berarti, hak pertama yang
disampaikan oleh Umar, telah dilanggar oleh ayahnya.
Tentang hak bahwa anak berhak diberikan nama yang baik, ia
melanjutkan pembelaannya, “Ia juga tidak memberikan nama yang baik
kepadaku. Dia menamaiku Ju’al.” Makna dari Ju’al adalah sejenis kumbang yang hidupnya akrab dengan kotoran hewan. Aduhai, malangnya sang anak ini.
Kemudian, tentang hak ketiganya, ia memungkasi lirih, “Dia juga tidak
mengajarkan al-Qur’an kepadaku, kecuali satu ayat saja.” Akhirnya,
semuanya jelas sudah.
Selepas pengakuan sang anak, Umar langsung menoleh kepada sang ayah,
kemudian menyampaikan, agak keras, “Kau bilang anakmu telah
mendurhakaimu?!” Hentinya sesaat, lantas melanjutkan, “Padahal, kau
telah mendurhakai anakmu sebelum ia mendurhakaimu.”
Bagi seorang anak, kisah ini adalah sebuah pengingat. Bahwa kelak, ia
juga akan menjadi orangtua. Maka, belajar amatlah penting agar tak
tergelincir karena ketiadaan ilmu. Dengan adanya ilmu, bahagia adalah
jaminan bagi seorang individu. Tentu, ini juga bukan sebuah “tiket” bagi
anak untuk menggugat orangtuanya. Sebab bisa jadi, banyak orangtua yang
tidak mengetahui, sehingga perlu diingatkan.
Bagi para orangtua, inilah ajaran yang mesti diamalkan sebelum
menuntut apa pun dari anak-anak kita. Sebab, alangkah meruginya ketika
dalam hisab kelak kita mengadu kepada Allah Swt bahwa anak-anak telah
mendurhakai kita, sementara ternyata, kita sudah terlebih dahulu
mendurhakai anak-anak kita itu
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
TOPIK PILIHAN
October 10, 2014
posted by @Adimin
Keseimbangan Politik Membuat Dialektika Demokrasi yg Sehat
Presiden Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan bersama Koalisi Merah
Putih (KMP), partainya berkomitmen membangun keseimbangan dalam
pemerintahan lewat kerja-kerja legislatif yang aspiratif. Saat ini,
tambah Anis, sebagai bangsa yang besar Indonesia membutuhkan "big minds" (pemikiran-pemikiran besar) dan kolaborasi untuk membangun bangsa yang kuat.
"Keseimbangan bukanlah sesuatu yang statis, keseimbangan politik
memastikan dialektika demokrasi yang sehat," tulis Anis dalam akun
twitternya @anismatta, Kamis (9/10).
Dialektika demokrasi di Indonesia sejak pemilihan legislatif,
pemilihan presiden hingga pembentukan pimpinan lembaga perwakilan,
menurut Anis, bermakna penting sebagai pelajaran demokrasi bagi bangsa
Indonesia.
Dia mengungkapkan, keseimbangan adalah suatu yang sunatullah. Allah
menciptakan alam semesta ini berpasang-pasangan untuk keseimbangan yang
berujung kemaslahatan. "Dengan keseimbangan politik yang dinamis,
demokrasi Indonesia akan tumbuh menjadi lebih kuat, Insya Allah,"
tegasnya.
Sementara itu, hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 pada PKS menurut
Anis, adalah hasil terbaik di tengah situasi yang penuh tantangan.
Perolehan 40 kursi yang sesuai dengan prediksi bawah, katanya bukan
hasil yang begitu saja "jatuh dari langit".
"Pada setiap kursi itu ada kerja keras, semangat, ketulusan dan doa
seluruh kader, simpatisan dan pemilih," ujarnya. Oleh karena itu, Anis
mengucapkan syukur dan terimakasihnya atas kepercayaan yang diberikan
kepada PKS untuk bersama-sama ikut memimpin lembaga legislatif, DPR dan
MPR setelah melalui proses yang intens.
PKS, tambah Anis, turut memberikan apresiasi kepada Ce Popong yang
telah berhasil memimpin sidang pertama yang sangat hangat. "Pengalaman
dan gaya komunikasi yang pas, Ce Popong telah menjadi batu penjuru yang
ikut menentukan wajah politik ke depan," imbuhnya.
Anis juga memberikan selamat kepada para pimpinan DPR dan MPR yang baru saja terpilih.
"Selamat menjalankan tugas memimpin MPR kepada saudara Zulkifli
Hasan, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, EE Mangindaan, dan Oesman Sapta juga
kepada saudara Setya Novianto, Fadli Zon, Agus Hermanto, Taufik
Kurniawan dan Fahri Hamzah yang akan mengawal aspirasi rakyat selaku
pimpinan DPR," pungkasnya
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 10, 2014
posted by @Adimin
Gerhana Bulan, Perbanyak Istighfar dan Perbarui Taubat
pkspadang.com : Ketua Bidang
(Kabid) Kaderisasi Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP
PKS) KH. Musyaffa Ahmad Rahim mengimbau seluruh kader PKS khususnya dan
umat Islam umumnya, untuk perbanyak istighfar dan memperbarui taubat
karena adanya peristiwa gerhana bulan yang diprediksi akan terjadi pada
sore hari ini, Rabu (8/10). Diperkirakan gerhana bulan terjadi pada
kisaran mulai pukul 16.14 WIB.
"Dengan peristiwa ini, kita harus memperbanyak istighfar, memperkuat
dan memperbarui taubat serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,"
katanya di Jakarta, Rabu (8/10).
Musyaffa mengatakan dari peristiwa gerhana bulan ini, umat Islam
dapat mengambil hikmah bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya.
"Sebagaimana Allah SWT berkuasa menjadikan "tiga benda angkasa" ini
(bulan, bumi, matahari) berjalan pada garis edarnya masing-masing,
sehingga tidak terjadi tabrakan atau benturan," paparnya. Dia
menambahkan bahwa Allah SWT yang Maha Kuasa bisa saja menjadikan tiga
benda angkasa tersebut saling bertubrukan dan saling bertabrakan, dan
itu artinya, peristiwa kiamat itu mudah saja bagi Allah SWT.
Lebih lanjut Musyaffa menjelaskan dalam Islam ketika terjadi gerhana,
maka disunahkan untuk shalat gerhana. "Shalat gerhana memiliki hikmah
bahwa umat muslim berkumpul dalam ketaatan kepada Allah SWT, menerima
arahan serta taujih dan tadzkirah imaniyah dari khatib. Juga mendekatkan
diri, bertaqarrub ilallah," tuturnya. Menurutnya, Jika justru
yang terjadi adalah adzab atau bahkan kiamat, maka saat adzab dan kiamat
terjadi, umat muslim yang menunaikan sunah nabi shalat gerhana, sedang
dalam keadaan berkumpul dalam istighfar, bertaubat, bermunajat dan
shalat.
"Sehingga meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah," ujarnya.
Menyikapi peristiwa alam ini, Bidang Kaderisasi DPP PKS selain
memberi arahan kepada kader PKS, juga mengadakan shalat gerhana yang
akan diselenggarakan pada pukul 18.00 WIB.
"Shalat akan dimulai pukul 18.00 WIB sekira selesai pelaksanaan
shalat maghrib berjamaah, insya Allah akan bertindak sebagai Imam Ustad
Bagus Ferry Al-Hafiz dan khatib Ustad Iman Santoso, Lc. Al Hafiz,"
pungkasnya.
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
OASE,
TOPIK PILIHAN
October 10, 2014
“Belanda Hitam” dan Fenomena Neo KNIL
Banyak warga Indonesia sendiri justru menjadi ‘tangan kanan asing’ dan
rela menjual dan menggadaikan Negererinya kepada pihak asing
DALAM setiap penjajahan selalu ada dari orang-orang bumi putera yang membantu dan melayani sang penjajah, termasuk di Indonesia.
Tidak mungkin Belanda negara yang begitu kecil dan sedikit
penduduknya bisa menjajah Indonesia ratusan tahun, tanpa bantuan
pribumi. Termasuk pasukan militer Belanda jaman dahulu seperti KNIL,
banyak menggunakan orang-orang Indonesia sendiri yang menjadi anggotanya
dan siap bertempur melawan saudaranya sendiri.
Fenomena seperti ini nampak masih berjalan meski kita sudah merdeka
hampir 70 tahun lamanya. Banyak warga Indonesia sendiri justru menjadi
‘tangan kanan asing’ dan rela menjual dan menggadaikan Negererinya
kepada pihak asing.
Pertanyaannya adalah mengapa bisa sampai sedemikian hebatnya sang
penjajah menggunakan tenaga manusia yang berasal dari negara jajahannya
sendiri?
KNIL singkatan dari Koninklijk Nederlands Indische Leger adalah tentara kerjaan Hindia Belanda yang melayani dan membantu Pemerintahan Hindia Belanda.
KNIL, lebih tepatnya serdadu belanda yang terdiri dari orang-orang
belanda, tentara bayaran dan sewaan dari negara lain serta warga pribumi
(Indonesia).
Tahun 1936 jumlah pribumi yang menjadi tentara KNIL mencapai 33 ribu
orang atau sekitar 77%. Tentu tidak mudah begitu saja diterima sebagai
tentara KNIL karena akan ditugaskan berperang melawan saudara
sebangsanya sendiri. Karena itulah harus melalui proses cuci otak dan
seleksi yang ketat, agar tidak terjadi senjata makan tuan.
Rupanya perkembangan zaman tidak membuat paradigma KNIL ini menjadi
lapuk. Bahkan sekarang ini kita dapatkan orang berlomba-lomba untuk
menjadi “Neo KNIL” dengan iming-iming materi, gengsi dan kehormatan,
mereka yang hari ini mentalitasnya Budak Penjajah justru merasa bangga
menjadi “Londo Ireng” (The Zwarte Hollanders/Belanda Hitam). Di
Negeri yang budaya feodalis belum hilang seperti ini, atribut materi,
pangkat, jabatan dan kedudukan menjadi supermasi. Jangan heran kalau
para budak penjajah menempati kedudukan yang terhormat di tengah-tengah
masyarakat feodal seperti ini.
Untuk itu marilah kita lihat seperti apa mentalitas Neo KNIL itu saat ini.
1. Inferior
Di antara mental seorang budak yang paling menonjol adalah mental
inferior (Rendah Diri). Merasa tidak punya apa-apa, tidak bisa apa,
tidak bisa berdiri dikaki sendiri, merasa belum siap untuk merdeka,
hanya dengan bantuan majikan merasa bisa hidup. Maka penghormatan kepada
majikan kaum imperialis sangat berlebihan semantara melihat bangsanya
sendiri penuh dengan kehinaan.
Indikator yang paling mencolok adalah ketidak mampuan mereka melihat
kejahatan majikan yang sedemikian jelasnya, sehingga tidak bisa
mengkritisi majikan, mungkin karena sudah banyak diberikan roti dan
keju. Sementara terhadap saudara sebangsanya sendiri sangat sinis,
terutama kepada para pejuang yang ingin memerdekakan bangsa ini dari
berbagai bentuk penjajahan.
Indikator lainnya adalah pembelaan kepada sang majikan kaum imprialis
sangat berlebihan dan over acting seperti orang yang sedang mencari
muka.
Padahal roti dan keju yang diberikan oleh majikan adalah hasil
rampasan dari berbagai kekayaan Negara si jongos tersebut. Tapi yang
namanya sudah mental budak tidak mau tahu, yang penting perut kenyang
bantuan dari majikan.
Kita juga menyaksikan apabila si jongos ketemu dengan si majikan
bahasa tubuhnya tidak bisa disembunyikan, terlihat dengan jelas mental
jongosnya, dengan membungkukkan badannya, sambil tangannya memegang
bagian bawah dekat kemaluanya. Saat terjadi dialog maka satu kata yang
haram keluar dari mulut si jongos tadi adalah kata “tidak”. Apa saja
yang diinginkan oleh simajikan harus dijawab dengan “Inggiih”
2. Shock Culture
Sifat Inferior membawa dampak seseorang menjadi sering norak atau
katro. Melihat kemajuan material, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di
kecuali harus ikut apa majikan kalau mau maju. Saat itulah otak menjadi
beku, kreatifitas mandeg, yang ada cuma copy paste, ikut, nurut, nunut, manut, ngekor, ngintil, jiplak, ngepek
seperti kerbau yang negara-negara imperialis semakin merasa tidak
berdaya lagi. Seolah tidak ada pilihan lain sudah cicocor hidungnya,
ditarik kemana saja mau ikut.
Menjadi tolak ukur kemajuan kalau dalam kesehariannya jika sudah bisa
mengikuti pola dan gaya hidup barat. Juga menjadi naik status sosialnya
jika bisa menyelenggarakan berbagai event, termasuk pesta perkawinan
dan seremonial laiinya dengan “Gaya Londo”. Kalau perlu anak dijadikan
obyek untuk meningkatkan status social orang tuanya melalui pesta
pernikahan tersebut. Belum lagi hari-hari yang dianggap besar, seperti
tahun baru, valentine day, april mop dan pesta-pesta lainnya, maka
berlomba-lombalah si Belanda Hitam untuk memamerkan atraksi ke”Norak”annya dengan sangat PD nya.
Semakin norak lagi dengan bangganya memamerkan hasil fikirannya yang
tidak lain cuma hasil jiplakan punya majikannya, tetapi merasa hasil
karyanya sendiri. Memang diantara ciri khas budak ialah tidak merasa
bahwa dirinya sedang diperbudak. Dengan bangganya mengabdi pada majikan
yang dianggap punya jasa besar terhadap dirinya.
3. Komprador Volunteer
Ketika noraknya sudah sedemikian rupa, sampai ia siap menjadi tenaga
sukarelawan untuk mempromosikan barang dagangan majikannya. Mulai dari
gaya hidup, budaya, seni, makanan, minuman, pakaian, assesoris, symbol,
lambing atribut dan sebagainya. Dengan media informasi yang dimiliki
majikannya, menjadi laris manis dagangan yang dijualnya. Jadilah bangsa
ini menjadi sangat konsumeris dan pengimpor besar barang-barang asing.
Rupiah terus anjlog terutama terhadap mata uang Negara-negara
Imperialis. Ekonomi tidak stabil, inflasi semakin tinggi. Pengangguran
semakin banyak. Produk asing semakin tidak terbendung, mulai dari
teknologi tinggi sampai tusuk gigi. Negara ini isinya 2/3 lautan tapi
garam bisa import dan tidak merasa malu. Tempe tahu kecap makanan
rakyat, tapi 80% kedelenya Impor.
Mereka-mereka yang berhasil mengimpor produk-produk asing terutama
seni dan budaya, bisa bertengger di papan atas, seperti pahlawan
lagaknya, karena berhasil mempekenalkan budaya asing ke tengah-tengah
anak bangsa ini. Sementara milyaran uang terus terkuras keluar, karena
kesukaannya terhadap produk-produk asing. Sementara kerusakan moral
akibat dari budaya Import tersebut sudah sedemikian besar, tidak bisa
dihitung lagi dampak kerugiannya.
Diantara ciri seni dan budaya Negara-negara Imprialis adalah
Kebebasan berekspresi kebinatangan atau mengumbar syahwat. Atas nama Hak
Asasi dan Kebebasan, ekspresi mereka tidak bisa dilarang. Karena nanti
akan dituduh Anti HAM dan akan diadukan kemajikannya. Sekarang ini
organisasi atau club-club yang menjadi kaki tangan Imprialis berada di
papan atas. Dengan pongah, sombong serta bangganya mereka terus
menjajakan barang dagangan milik majikannya ke tengah-tengah masyarakat
pribumil.
Sementara mereka yang mempertahankan kedaulatan Negara, menjaga
rupiah jangan sampai anjlog, menjaga budaya bangsa agar jangan sampai
dirusak, mengingatkan anak bangsa agar mencintai produk dalam negeri,
akan dicap sebagai orang yang menghalangi kebebasan berekpresi, tidak
mengerti HAM dan sebagainya. Ribuan orang pribumi tewas mereka akan
seperti orang buta, gagu dan budge, tidak bisa bicara. Tetapi andai satu
orang bule saja mati, maka geger dunia seperti kebakaran jenggot, media
gempar, ramai-ramai si jongos imperialis itu juga ikut teriak-teriak,
sambil menyalahkan saudaranya sendiri sesama pribumi.
4. Raja Tega
Seorang tentara KNIL dilatih, dididik, serta dicuci otaknya agar siap
berperang melawan pribumi atau saudaranya sendiri. Maka dimasukan resep
PIL yang bernama “Si Raja Tega”. Dengan demikian dia tidak akan
ragu-ragu lagi siap bertempur untuk mengganyang saudaranya sendiri.
Orang belanda menyebut panggilan pribumi yang berani melawan dengan
Istilah Extrimist. Orang yang sudah otaknya tercuci maka dia tidak punya
beban apapun ketika harus membantu majikan si Imperialis dalam
memberangus para pejuang kemerdekaan. Roti dan keju yang telah
membutakan hati si jongos tadi, sehingga tidak lagi terfikir bagaimana
Negara yang semakin hancur lebur ini.
Sementara sekarang Neo KNIL sudah berada di zaman modern yang serba
tehnologi. Bukan hanya cuci baju saja yang bisa pakai mesin otomatis,
tetapi cuci otak juga sudah bisa secara otomatis. Dengan sarana dan
fasilitas pengumbar nafsu syahawat yang semakin mudah, murah dan dekat
terjangkau, terjadilah proses cuci otak melalui “CANDUisasi”
dengan “pil syahwat” yang semakin lama semakin tinggi dosisnya sampai
dalam keadaan sakau yang terus menerus, tidak bisa dihentikan.
Dalam keadaan sakau yang terus menerus, maka setiap orang yang
memberikan pil candu tersebut akan diangkat sebagai majikan, sebaliknya
siapa saja yang mencoba menghentikan akan dianggap sebagai lawan. Di
situlah proses cuci otak terjadi. Hak Asasi diartikan kebebasan
mengumbar nafsu syahwat, sementara melarangnya berarti menentang HAM,
akan siap berhadapan dengan majikannya.
Secara otomatis otak sudah tercuci, “kawan dan lawan” diukur siapa
yang memberikan candu dan siapa yang melarang. Bagi yang memberi itu
kawan dan yang melarang itu lawan. Dalam keadaan sakau pula orang bisa
nekat yang penting bisa mendapatkan candu. Saat itulah seseorang bisa
jadi raja tega karena sudah hilang akal sehatnya dan sudah putus urat
malunya.
Seorang yang ingin mempertahankan kedaulatan negaranya, menjaga
kehormatan dan harga diri bangsanya, mengajak untuk bisa berdiri
sendiri, akan sangat bertentangan dengan keinginan Negara-negara
Imperialis yang menjadi majikan Neo KNIL tersebut. Mereka menginginkan
Negara jajahan terus berada dalam keadaan ketergantungan yang
terus-menerus, sehingga mudah dikendalikan.
Saat itulah dua kepentingan bertemu. Si majikan bagaimana bisa terus
menjajah, si Neo KNIL yang sudah sakau berkeinginan bagaimana roti dan
keju plus candu syahawat tadi tidak boleh putus. Ketika Negara
berdaulat, kehormatan dan harga diri terjaga disitulah nafsu liar yang
akan merusak negara sangat dibatasi, sehingga si Jongos tadi merasa
terancam kepentingannya
Oleh. M. Fuadz
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
INSPIRASI,
TOPIK PILIHAN
October 06, 2014
posted by @Adimin
DPD PKS Padang Qurban 8 Ekor Sapi
Written By Sjam Deddy on 06 October, 2014 | October 06, 2014
Lebaran Idul Adha kali ini bisa menjadi pereda situasi
politik yang cukup hangat, disaat yang bersamaan DPD PKS Kota Padang pada lebaran tahun ini berkurban sapi sebanyak 8 ekor.
Kita harus tetap melayani masyarakat, situasi politik
tingkat nasional jangan sampai membuat kita lalai terhadap masyarakat
sekitar, DPD PKS Padang lebaran tahun ini berhasil menghimpun 8
ekor sapi,
"Alhamdulillah tahun ini kami menyembelih 8 ekor sapi yang
terhimpun baik dari kader maupun simpatisan", ujar Ust Muhidi Ketua DPD PKS
Kota Padang.
Pemotongan hewan kurban yang akan dilaksanakan hari Senin, 6 Oktober 14, akan dilaksanakan di Perguruan Ar Risalah, di komplek Ar Risalah Air Dingin Kototangah.
Dan nantinya daging kurban akan
disebarkan diseluruh DPC dan DPRa yang ada di Kota Padang.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 06, 2014
Ada yang menjadi pertanyaan seputar do’a Arafah:
Rasulullah pernah bersabda: Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah, dan sebaik-baik do’a yang aku baca dan dibaca oleh nabi-nabi sebelumku adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Pertanyaannya: Yang disebutkan Rasulullah ini adalah zikir, tidak terdapat do’a atau permintaan di sana. Tapi kenapa Rasulullah menyebutnya itu do’a?
Pertanyaan seperti ini juga pernah ditanyakan oleh Husain bin Hasan al Marwazi kepada Sufyan bin ‘Uyainah, lalu beliau menjawab:
“Dia memang zikir, tidak terdapat di dalamnya do’a. Akan tetapi Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadits Qudsi yang berasal dari firman Allah: “Siapa yang sibuk dengan mengingat-Ku dari meminta kepada-Ku, akan Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada yang Aku berikan kepada orang yang meminta”.
Kemudian beliau menambahkan dengan sebuah sya’ir yang dilantunkan oleh Umayyah bin Abi Shalt untuk memuji Abdullah bin Jud’an:
أأذكر حاجتي أم قد كفاني …….. حياؤك إن شيمتك الحياء
إذا أثنى عليك المرء يومًا ……….. كفاه من تعرضك الثناء
Artinya kira-kira begini:
“Apakah perlu aku menyebutkan kebutuhanku, atau rasa malumu sudah cukup bagiku. Kamu sungguh orang yang mempunyai sifat pemalu.
Apabila suatu hari seseorang memujimu, cukuplah baginya pujian itu sebagai pemaparan terhadap apa yang ia inginkan darimu”.
Maksud sya’ir ini adalah:
Suatu kali Umayyah bin Abi Shalt – tokoh masyarakat dari daerah Thaif di zaman jahiliyyah – mendatangi Abdullah bin Jud’an – salah seorang tokoh Quraisy yang sangat terhormat, yang sangat terkenal dengan kedermawanannya – untuk mengutarakan keinginannya minta bantuan dana. Tapi dia merasa sangat sungkan untuk mengungkapkannya secara terus terang.
Karena ia seorang yang sangat mahir dalam bersya’ir, ia ungkapkan dalam bentuk bait-bait sya’ir yang mengandung pujian. Di akhir sya’irnya itu ia mengatakan “cukuplah sya’ir pujian ini sebagai ungkapan isi hatiku yang sebenarnya atas apa yang aku inginkan. Tidak usahlah aku harus berkata terus terang. Aku malu untuk mengungkapkannya, sementara kamu adalah orang yang sangat cerdas untuk memahami apa isi hatiku yang tergambar pada ungkapan sya’ir-sya’ir ku ini”.
Imam Sufyan bin ‘Uyainah melanjutkan penjelasannya:
Ini adalah makhluk, ketika ia disifati sebagai orang yang sangat dermawan cukup dengan pujian sebagai ungkapan meminta kepadanya. Apalagi kepada Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemurah.
Jadi, sekalipun zikir pujian kepada Allah itu tidak mengandung do’a, tapi kalimat itu lebih manjur dari pada do’a sebagai ungkapan apa yang kita inginkan kepada Allah yang Maha Mendengar do’a hamba-Nya.
Hal itu dikuatkan dengan sebagian do’a-do’a yang diajarkan Allah dalam al Qur’an, tidak ada mengandung permintaan, tapi hanya ungkapan pengaduan atau semacam laporan, di antaranya:
1. Kita lihat do’a ayahnda kita Nabi Adam dan Ibunda Siti Hawa ketika bertaubat dari keterlanjurannya memakan buah terlarang:
قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (Al A’raf: 23)
2. Do’a Nabi Ayyub memohon kesembuhan dari penyakitnya:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ. فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ.
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.
Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Anbiya': 83-84)
Dalam ayat ini Nabi Ayyub tidak ada meminta dengan bahasa langsung, beliau hanya mengadukan apa yang menimpa dirinya.
3. Do’a Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan:
لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْت مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (Al Anbiya': 87)
Kemudian Rasulullah menguatkan bahwa ungkapan ini adalah do’a:
“Tidak seorang pun di antara orang muslim yang berdo’a dengan do’a ini dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya itu”. (HR. Turmudzi, Nasa-i dan Hakim)
4. Nabi Musa ketika mengungkapkan kefakiran dan kebutuhannya kepada makanan dan orang yang mengayomi, dia bermunajat:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (al Qashash: 24)
Di samping itu semua, saya mendapatkan pelajaran dari anak saya Abdullah yang kalau minta sesuatu tidak pernah menggunakan bahasa “minta” secara terus terang. Kami tidak pernah mengajarinya bicara seperti itu, tapi sepertinya dia mendapatkan bahasa halus itu secara fitrah.
Kalau dia menginginkan sesuatu selalu menggunakan bahasa “ta’ridh” atau sindiran. Seperti: “Mobil-mobilan ini bagus ya, bi?”, Teman Abdullah si Fulan punya mainan seperti ini, bi”, Abi ada rezki untuk beli buku baru?”
Yang membuat saya tidak berdaya dan perasaan ingin memenuhi segera apa yang ia inginkan kalau dia berkata seperti ini: ” Abi, teman-teman Abdullah yang lain makan pizza”,” Abdullah saja yang tidak makan ayam goreng, bi”.
Ini adalah ungkapan seorang manusia kepada sesama manusia yang kasih sayangnya sesama mereka berasal dari karunia Allah. Bagaimana kasih sayang Allah yang menciptakan manusia itu yang bersifat dengan Maha Penyayang, tentu Dia akan memperkenankan lebih cepat dari pada itu. Cuma kita manusia saja yang bersifat dengan ketergesa-gesaan.
Lihat lah bagaimana Allah memperkenankan do’a dari mulut hamba-Nya Nabi Ayyub yang sangat sabar ketika beliau mengadukan penyakitnya. Ketika itu Allah menyembuhkan beliau secara instran, tanpa proses alami yang biasanya dilalui manusia, yang sembuh dari penyakit secara berangsur-angsung. Apalagi kalau penyakit itu sudah mengidap selama 18 tahun.
Ya Allah, jadikanlah lidah kami selalu basah dengan mengingat-Mu.
(Zulfi Akmal, Al-Azhar Cairo)
posted by @Adimin
Yang Lebih Utama dari Doa
Ada yang menjadi pertanyaan seputar do’a Arafah:
Rasulullah pernah bersabda: Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah, dan sebaik-baik do’a yang aku baca dan dibaca oleh nabi-nabi sebelumku adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Pertanyaannya: Yang disebutkan Rasulullah ini adalah zikir, tidak terdapat do’a atau permintaan di sana. Tapi kenapa Rasulullah menyebutnya itu do’a?
Pertanyaan seperti ini juga pernah ditanyakan oleh Husain bin Hasan al Marwazi kepada Sufyan bin ‘Uyainah, lalu beliau menjawab:
“Dia memang zikir, tidak terdapat di dalamnya do’a. Akan tetapi Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadits Qudsi yang berasal dari firman Allah: “Siapa yang sibuk dengan mengingat-Ku dari meminta kepada-Ku, akan Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada yang Aku berikan kepada orang yang meminta”.
Kemudian beliau menambahkan dengan sebuah sya’ir yang dilantunkan oleh Umayyah bin Abi Shalt untuk memuji Abdullah bin Jud’an:
أأذكر حاجتي أم قد كفاني …….. حياؤك إن شيمتك الحياء
إذا أثنى عليك المرء يومًا ……….. كفاه من تعرضك الثناء
Artinya kira-kira begini:
“Apakah perlu aku menyebutkan kebutuhanku, atau rasa malumu sudah cukup bagiku. Kamu sungguh orang yang mempunyai sifat pemalu.
Apabila suatu hari seseorang memujimu, cukuplah baginya pujian itu sebagai pemaparan terhadap apa yang ia inginkan darimu”.
Maksud sya’ir ini adalah:
Suatu kali Umayyah bin Abi Shalt – tokoh masyarakat dari daerah Thaif di zaman jahiliyyah – mendatangi Abdullah bin Jud’an – salah seorang tokoh Quraisy yang sangat terhormat, yang sangat terkenal dengan kedermawanannya – untuk mengutarakan keinginannya minta bantuan dana. Tapi dia merasa sangat sungkan untuk mengungkapkannya secara terus terang.
Karena ia seorang yang sangat mahir dalam bersya’ir, ia ungkapkan dalam bentuk bait-bait sya’ir yang mengandung pujian. Di akhir sya’irnya itu ia mengatakan “cukuplah sya’ir pujian ini sebagai ungkapan isi hatiku yang sebenarnya atas apa yang aku inginkan. Tidak usahlah aku harus berkata terus terang. Aku malu untuk mengungkapkannya, sementara kamu adalah orang yang sangat cerdas untuk memahami apa isi hatiku yang tergambar pada ungkapan sya’ir-sya’ir ku ini”.
Imam Sufyan bin ‘Uyainah melanjutkan penjelasannya:
Ini adalah makhluk, ketika ia disifati sebagai orang yang sangat dermawan cukup dengan pujian sebagai ungkapan meminta kepadanya. Apalagi kepada Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemurah.
Jadi, sekalipun zikir pujian kepada Allah itu tidak mengandung do’a, tapi kalimat itu lebih manjur dari pada do’a sebagai ungkapan apa yang kita inginkan kepada Allah yang Maha Mendengar do’a hamba-Nya.
Hal itu dikuatkan dengan sebagian do’a-do’a yang diajarkan Allah dalam al Qur’an, tidak ada mengandung permintaan, tapi hanya ungkapan pengaduan atau semacam laporan, di antaranya:
1. Kita lihat do’a ayahnda kita Nabi Adam dan Ibunda Siti Hawa ketika bertaubat dari keterlanjurannya memakan buah terlarang:
قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (Al A’raf: 23)
2. Do’a Nabi Ayyub memohon kesembuhan dari penyakitnya:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ. فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ.
dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.
Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Al Anbiya': 83-84)
Dalam ayat ini Nabi Ayyub tidak ada meminta dengan bahasa langsung, beliau hanya mengadukan apa yang menimpa dirinya.
3. Do’a Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan:
لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْت مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (Al Anbiya': 87)
Kemudian Rasulullah menguatkan bahwa ungkapan ini adalah do’a:
“Tidak seorang pun di antara orang muslim yang berdo’a dengan do’a ini dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya itu”. (HR. Turmudzi, Nasa-i dan Hakim)
4. Nabi Musa ketika mengungkapkan kefakiran dan kebutuhannya kepada makanan dan orang yang mengayomi, dia bermunajat:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (al Qashash: 24)
Di samping itu semua, saya mendapatkan pelajaran dari anak saya Abdullah yang kalau minta sesuatu tidak pernah menggunakan bahasa “minta” secara terus terang. Kami tidak pernah mengajarinya bicara seperti itu, tapi sepertinya dia mendapatkan bahasa halus itu secara fitrah.
Kalau dia menginginkan sesuatu selalu menggunakan bahasa “ta’ridh” atau sindiran. Seperti: “Mobil-mobilan ini bagus ya, bi?”, Teman Abdullah si Fulan punya mainan seperti ini, bi”, Abi ada rezki untuk beli buku baru?”
Yang membuat saya tidak berdaya dan perasaan ingin memenuhi segera apa yang ia inginkan kalau dia berkata seperti ini: ” Abi, teman-teman Abdullah yang lain makan pizza”,” Abdullah saja yang tidak makan ayam goreng, bi”.
Ini adalah ungkapan seorang manusia kepada sesama manusia yang kasih sayangnya sesama mereka berasal dari karunia Allah. Bagaimana kasih sayang Allah yang menciptakan manusia itu yang bersifat dengan Maha Penyayang, tentu Dia akan memperkenankan lebih cepat dari pada itu. Cuma kita manusia saja yang bersifat dengan ketergesa-gesaan.
Lihat lah bagaimana Allah memperkenankan do’a dari mulut hamba-Nya Nabi Ayyub yang sangat sabar ketika beliau mengadukan penyakitnya. Ketika itu Allah menyembuhkan beliau secara instran, tanpa proses alami yang biasanya dilalui manusia, yang sembuh dari penyakit secara berangsur-angsung. Apalagi kalau penyakit itu sudah mengidap selama 18 tahun.
Ya Allah, jadikanlah lidah kami selalu basah dengan mengingat-Mu.
(Zulfi Akmal, Al-Azhar Cairo)
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
TOPIK PILIHAN
October 06, 2014
JAKARTA - Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MPR akan dilakukan anggota dewan pada hari ini, Senin 6 Oktober. Koalisi Merah Putih bertekad menggolkan kadernya jadi pimpinan MPR.
Koalisi Merah Putih memutuskan paket calon pimpinan MPR yang mereka ajukan dalam sidang paripurna MPR akan mengusung empat kandidat dari koalisi dan satu kandidat dari Partai Demokrat.
"Demokrat (Ketua MPR-nya)," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, usai pertemuan tertutup dengan elite parpol Koalisi Merah Putih di kediaman Ketua Presidium koalisi itu Aburizal Bakrie, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2014) dini hari. Demikian dilanisr KOMPAS.
Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan elite partai dalam koalisi. Turut hadir pula Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua.
Fadli memastikan pemilihan Demokrat sebagai Ketua MPR itu sudah diputuskan secara musyawarah mufakat dan disepakati semua partai. Tidak ada rasa iri dari partai lain meskipun Demokrat adalah partai penyeimbang. "Oh enggak, enggak ada (rasa iri). Kami putuskan bersama," tepis dia.
Max ketika dikonfirmasi juga memastikan Demokrat masuk ke dalam paket calon pimpinan MPR yang diajukan Koalisi Merah Putih. Namun, dia enggan menyebut apakah Demokrat mendapat jatah sebagai ketua atau wakil ketua. "Saya kira Demokrat masuk, tapi kami belum menentukan nama," ujarnya.
Baik Max dan Fadli hanya menyebut soal Partai Demokrat. Mereka menolak membeberkan partai lain yang masuk dan tidak masuk ke dalam paket, termasuk nama-nama yang bakal diusung.
"Jadi kita tidak pernah membicarakan nama. Masalah nama diserahkan kepada partai yang bersangkutan untuk menentukan siapa yang akan diajukan menjadi ketua MPR," ujar Fadli.
Jadi, kata Fadli, siapapun pimpinan MPR yang nantinya terpilih, KMP tetap memberikan dukungan. Namun dia berharap ada unsur DPD di dalam pimpinan MPR tersebut.
"Jadi siapa namanya, nanti kita lihat besok (hari ini -ed) bagaimana rapat konsultasi dan hasilnya, tapi kami juga mendukung bawah MPR itu harus ada unsur dari DPD," tandas Fadli.
Sebelumnya, Demokrat juga sudah masuk dalam paket calon pimpinan DPR yang diajukan koalisi merah putih dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR.
Koalisi Merah Putih mendapatkan empat kursi pimpinan DPR, yakni Setya Novanto (Golkar) sebagai Ketua DPR dan tiga Wakil Ketua DPR, yakni Fahri Hamzah (PKS), Taufik Kurniawan (PAN), dan Fadli Zon (Gerindra). Satu kursi terakhir diberikan kepada politisi Partai Demokrat Agus Hermanto
Koalisi Jokowi-JK hanya terdiri dari empat partai dan gagal melobi partai lain hingga akhirnya gagal pula mengusung paket calon pimpinan. Paket calon pimpinan harus mencakup lima orang dari lima fraksi yang berbeda. Pemilihan MPR mendatang akan dilakukan dengan mekanisme serupa. [pyg]
posted by @Adimin
Koalisi Merah Putih Siap Menangkan Lagi Pemilihan Ketua MPR Hari Ini
JAKARTA - Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MPR akan dilakukan anggota dewan pada hari ini, Senin 6 Oktober. Koalisi Merah Putih bertekad menggolkan kadernya jadi pimpinan MPR.
Koalisi Merah Putih memutuskan paket calon pimpinan MPR yang mereka ajukan dalam sidang paripurna MPR akan mengusung empat kandidat dari koalisi dan satu kandidat dari Partai Demokrat.
"Demokrat (Ketua MPR-nya)," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, usai pertemuan tertutup dengan elite parpol Koalisi Merah Putih di kediaman Ketua Presidium koalisi itu Aburizal Bakrie, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2014) dini hari. Demikian dilanisr KOMPAS.
Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan elite partai dalam koalisi. Turut hadir pula Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua.
Fadli memastikan pemilihan Demokrat sebagai Ketua MPR itu sudah diputuskan secara musyawarah mufakat dan disepakati semua partai. Tidak ada rasa iri dari partai lain meskipun Demokrat adalah partai penyeimbang. "Oh enggak, enggak ada (rasa iri). Kami putuskan bersama," tepis dia.
Max ketika dikonfirmasi juga memastikan Demokrat masuk ke dalam paket calon pimpinan MPR yang diajukan Koalisi Merah Putih. Namun, dia enggan menyebut apakah Demokrat mendapat jatah sebagai ketua atau wakil ketua. "Saya kira Demokrat masuk, tapi kami belum menentukan nama," ujarnya.
Baik Max dan Fadli hanya menyebut soal Partai Demokrat. Mereka menolak membeberkan partai lain yang masuk dan tidak masuk ke dalam paket, termasuk nama-nama yang bakal diusung.
"Jadi kita tidak pernah membicarakan nama. Masalah nama diserahkan kepada partai yang bersangkutan untuk menentukan siapa yang akan diajukan menjadi ketua MPR," ujar Fadli.
Jadi, kata Fadli, siapapun pimpinan MPR yang nantinya terpilih, KMP tetap memberikan dukungan. Namun dia berharap ada unsur DPD di dalam pimpinan MPR tersebut.
"Jadi siapa namanya, nanti kita lihat besok (hari ini -ed) bagaimana rapat konsultasi dan hasilnya, tapi kami juga mendukung bawah MPR itu harus ada unsur dari DPD," tandas Fadli.
Sebelumnya, Demokrat juga sudah masuk dalam paket calon pimpinan DPR yang diajukan koalisi merah putih dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR.
Koalisi Merah Putih mendapatkan empat kursi pimpinan DPR, yakni Setya Novanto (Golkar) sebagai Ketua DPR dan tiga Wakil Ketua DPR, yakni Fahri Hamzah (PKS), Taufik Kurniawan (PAN), dan Fadli Zon (Gerindra). Satu kursi terakhir diberikan kepada politisi Partai Demokrat Agus Hermanto
Koalisi Jokowi-JK hanya terdiri dari empat partai dan gagal melobi partai lain hingga akhirnya gagal pula mengusung paket calon pimpinan. Paket calon pimpinan harus mencakup lima orang dari lima fraksi yang berbeda. Pemilihan MPR mendatang akan dilakukan dengan mekanisme serupa. [pyg]
Label:
TOPIK PILIHAN










