Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 15, 2015
posted by @Adimin
PKS Dukung RUU Larangan Minuman Beralkohol
Written By Sjam Deddy on 15 April, 2015 | April 15, 2015
Fraksi PKS karena termasuk pengusul, berarti sangat mendukung sekali,
dan berkeinginan secepatnya agar RUU ini bisa diundangkan dan bisa
secepatnya dibahas oleh baleg, dan langsung diparipurnakan," kata Ansory
Siregar
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.
Hal disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR
RI Ansory Siregar, usai melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU)
Badan Legislasi DPR dengan pengusul RUU Larangan Minuman Beralkohol,
Senin (13/04/2015) kemarin.
“Fraksi PKS karena termasuk pengusul,
berarti sangat mendukung sekali, dan berkeinginan secepatnya agar RUU
ini bisa diundangkan dan bisa secepatnya dibahas oleh baleg, dan
langsung diparipurnakan,” kata Ansory Siregar.
Ansory menjelaskan, Fraksi PKS mendukung
RUU tersebut karena selain berbahaya bagi peminumnya, minuman beralkohol
juga memiliki dampak sosial yang sangat buruk.
“Dampak sosialnya sangat buruk, makanya
dari awal juga kita ketahui Rosulullah mengatakan minuman beralkohol itu
puncak dari seluruh penyimpangan. Jadi sangat keras sekali
peringatannya sejak 14 abad yang lalu,” papar politisi PKS asal Sumatera
Utara ini.
Di beberapa negara, lanjut Ansory,
larangan minuman beralkohol sudah diberlakukan. “Mereka sudah tahu
dampak kerusakan dari minuman beralkohol ini, termasuk di India. Di
India minuman beralkohol dan produk rokok tidak kita dapatkan di
jalan-jalan padahal penduduk India itu 1,3 miliar. Mereka bisa
menerapkan itu, mengapa kita di Indonesia tidak bisa?” ujar Ansory.
Jika ditetapkan menjadi Undang-Undang (UU), Ansory berharap UU ini dapat menyelamatkan generasi muda Indonesia.
“Agar menjaga anak bangsa kita menjadi
generasi yang maju, yang sehat, yang produktif, yang dinamis, sehingga
bisa berdaya saing di dunia,” pungkas Ansory.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) dari
Fraksi PKS Tifatul Sembiring menambahkan, alasan lain Fraksi PKS
mendukung RUU Larangan Minuman Beralkohol, karena selain sebagai faktor
terbanyak penyebab kecelakaan lalu lintas, pajak yang diambil Pemerintah
dari minuman beralkohol tidak mengandung keberkahan.
“Menurut saya, pajak dari minuman
beralkohol ini tidak berkah, tidak berkah anggarannya. Mengambil pajak
dari sesuatu yang merusak orang lain. itu saja, maka kita dari Fraksi
PKS mendukung RUU ini,” ujar Tifatul saat RDPU Baleg DPR
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 14, 2015
suaraislam.com
posted by @Adimin
Ternyata! Amerika di Balik Pemblokiran Media Islam
Written By Sjam Deddy on 14 April, 2015 | April 14, 2015
Perwakilan dari Rand Corporation, Amerika Serikat dan Nanyang
Technology University, Singapura merekomendasikan supaya pemerintah
melakukan pemblokiran terhadap situs-situs Islam yang mereka anggap
radikal dan menyebarluaskan ajaran radikalisme dan terorisme. Hal
tersebut tertuang dalam konferensi internasional tentang terorisme dan
ISIS di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret
2015 lalu.
Rekomendasi tersebut ternyata benar-benar dilaksanakan. Tak lama kemudian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diketahui telah mengirimkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) dengan nomor 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal, yang meminta Kemkominfo melakukan penutupan terhadap 19 situs media Islam.
"Mereka (Perwakilan Rand Corporation dan Nanyang University) mendesak pemerintah, supaya tidak terjadi kembangkitan Islam di Indonesia maka situs Islam harus ditutup," ujar Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad al Khaththath saat berceramah dalam Majelis Itikaf di Masjid Raya Bogor, Sabtu (11/4/2015).
Menurutnya, keputusan sepihak pemerintah dalam memblokir situs Islam adalah langkah yang membahayakan. "Ini tentunya sangat berbahaya, kenapa? menutup situs Islam ibaratnya seperti menutup pondok pesantren, majelis taklim, majelis dzikir, dan majelis ilmu lainnya," kata Ustaz al Khaththath.
Ia menjelaskan, kehadiran media Islam selama ini sangat dibutuhkan masyarakat. "Dalam media Islam isinya mengandung bagaimana ajaran agama Allah Swt harus dilaksanakan, situs Islam menerangkan Alquran dan hadits, dijelaskan hukum halal haram. Media Islam juga memberikan informasi dakwah untuk memperkuat akidah dari berbagai rongrongan pemurtadan dan aliran sesat," jelasnya.
"Sehingga kehadiran media Islam sangat bermanfaat bagi masyarakat," tambah Ustaz al Khaththath.
Majelis Itikaf diseleggarakan oleh FUI Bogor Raya, rencananya kegiatan tersebut akan rutin diadakan di Masjid Raya Bogor untuk membahas seputar masalah faktual yang terjadi di masyarakat
Rekomendasi tersebut ternyata benar-benar dilaksanakan. Tak lama kemudian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diketahui telah mengirimkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) dengan nomor 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal, yang meminta Kemkominfo melakukan penutupan terhadap 19 situs media Islam.
"Mereka (Perwakilan Rand Corporation dan Nanyang University) mendesak pemerintah, supaya tidak terjadi kembangkitan Islam di Indonesia maka situs Islam harus ditutup," ujar Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad al Khaththath saat berceramah dalam Majelis Itikaf di Masjid Raya Bogor, Sabtu (11/4/2015).
Menurutnya, keputusan sepihak pemerintah dalam memblokir situs Islam adalah langkah yang membahayakan. "Ini tentunya sangat berbahaya, kenapa? menutup situs Islam ibaratnya seperti menutup pondok pesantren, majelis taklim, majelis dzikir, dan majelis ilmu lainnya," kata Ustaz al Khaththath.
Ia menjelaskan, kehadiran media Islam selama ini sangat dibutuhkan masyarakat. "Dalam media Islam isinya mengandung bagaimana ajaran agama Allah Swt harus dilaksanakan, situs Islam menerangkan Alquran dan hadits, dijelaskan hukum halal haram. Media Islam juga memberikan informasi dakwah untuk memperkuat akidah dari berbagai rongrongan pemurtadan dan aliran sesat," jelasnya.
"Sehingga kehadiran media Islam sangat bermanfaat bagi masyarakat," tambah Ustaz al Khaththath.
Majelis Itikaf diseleggarakan oleh FUI Bogor Raya, rencananya kegiatan tersebut akan rutin diadakan di Masjid Raya Bogor untuk membahas seputar masalah faktual yang terjadi di masyarakat
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 14, 2015
posted by @Adimin
Aleg PKS dari Komisi IV pantau langsung pelaksanaan UN di kota Padang
pkspadang.com : Tanpa terasa sudah dua hari pelaksanaan Ujian Nasinal (UN) berlangsung secara nasional. UN kali ini dilaksanakan dengan berbasis komputer untuk mempermudah pengolahan dan memperkecil kecurangan. Meskipun tidak semua sekolah di nusantara bisa melaksanakannya mengingat keterbatasan yang ada, tetapi secara umum pelaksanaan UN secara umum telah berlangsung dengan baik, termasuk pelaksanaan UN di Kota Padang tercinta.
Aleg PKS Komisi IV DPRD Kota Padang melaksanakan fungsinya dengan baik, dengan melakukan pantauan secara langsung pelaksanaan UN di Kota Padang. Tampak Ketua Fraksi PKS Kota Padang Muharlion sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Padang ikut memantau pelaksanaan UN di Kota Padang yang juga di dampingi langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang Drs. Muhidi, MM.
Hari pertama Senin, 13 April 2015 Komisi IV memantau secara langsung di beberapa SMU di Kota Padang diantaranya SMU 3 dan MAN. Hari kedua Komisi IV DPRD Padang melaksanakan pantauan secara langsung di SMU 1 dan SMU 2. Dan alhamdulillah berdasarkan pantauan dari anggota Dewan Kota Padang dua hari pelaksanaan UN berlangsung dengan baik dan tanpa kendala yang berarti.
Semoga dengan semakin baiknya pelaksanaan UN dan semakin majunya system yang berjalan, akan menambah kualitas SDM generasi muda bangsa ini yang kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa dan negara.
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOPIK PILIHAN
April 14, 2015
posted by @Adimin
Indonesia dalam Cengkraman Asing
Ancaman bagi Indonesia membuat militer kian resah. Hal inilah yang
disampaikan KSAD Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa Sumber
Daya Alam (SDA) yang dimiliki bangsa Indonesia justru bisa menjadi
bumerang. Pasalnya, kekayaan Indonesia berpotensi dilirik oleh negara
asing sebagai lahan eksploitasi. Hal itu disampaikan di Malang, Selasa 7
April 2015
Pada kesempatan yang sama KSAD menyatakan bahwa bangsa ini harus
bersiap menghadapi tantangan jika ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Perang yang akan segera dihadapi bangsa ini yaitu perang energi.
Berbagai gejala sudah mulai tampak, salah satunya melalui perang proxy
(proxy war). Proxy war adalah perang dengan menggunakan pihak
ketiga sebagai pengganti perang secara langsung untuk menghindari resiko
kehancuran fatal. KSAD menyontohkan bahwa lepasnya Timor Timur dari
Indonesia karena Australia membantunya dengan harapan menguasai cadangan
minyak yang melimpah. Xanana Gusmao mengonfirmasi kebenaran itu
(pikiranrakyat.com, 7/4/2015).
Ada hal menarik pada pernyataan KSAD, yaitu negara asing, proxy war,
dan intervensi asing pada pemisahan suatu wilayah dari negara yang sah.
Beberapa waktu sebelumnya TNI telah mengadakan pertemuan dengan BEM
seluruh Indonesia, guna memberi pembekalan bahaya asing dalam menguasai
SDA Indonesia. Kewaspadaan ini seharusnya dipertegas kembali dengan
sudut pandang ideologi yang benar. Serta mengambil langkah teknis dan
taktis. Hal ini penting untuk menjauhkan militer dari pragmatisme,
oportunis, dan kepentingan sesaat terkait harta dan jabatan.
Mempertegas Ancaman
Negara asing yang ingin menggeruk kekayaan SDA negara lain
berideologi kapitalisme. Kapitalisme merupakan ideologi yang memisahkan
agama dari kehidupan. Serta bertumpu pada modal (kapital) dalam meraih
tujuan dan bersifat materi semata. Kapitalisme begitu rakus dan merusak
kehidupan. Rakyat yang seharusnya menikmati hasil SDA harus gigit jari
dan hidup dalam kemiskinan.
Rakyat harus digugah bahwa negara asing semisal AS, Inggris, China,
Belanda, Kanada, Jepang, Perancis, dan lainnya telah bercokol di negeri
ini. Mereka meneksplorasi SDA melalui korporasinya, semisal Freeport,
Exxon Mobile, Newmount, Shell, Petrochina, Mitsubishi Oil, dan lainnya.
Tidak hanya asing, korporasi lokal juga turut mengeksplorasi SDA
Indonesia. Beberapa di antaranya Nusantara Energy Group (Prabowo), MNC
Energy & Natural Resources (Harry Tanoe Soedibyo), Bakrie Group
(Aburizal Bakrie), Surya Energy Raya dan Media Group (Surya Paloh),
Founder Toba Sejahterah (Luhut Panjaitan), Perusahaan Group Yusuf Kalla,
dan sederet koporasi pejabat negeri ini.
Berdasar keterangan JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) Pulau Jawa
dikapling pertambangan melalui Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang
dikeluarkan oleh pemerintah daerah Jawa Barat: 206,681 ha – 455 lembaga,
Jawa Tengah: 74,532 ha – 238 lembaga, Yogyakarta: 9,578 ha – 15
lembaga, dan Jawa Timur: 86,904 ha – 378 lembaga.
Seputar Jawa Timur di wilayah uatara mulai pantura hingga Madura
telah dikapling terkait minyak dan gas (migas), termasuk eksplorasi
lepas pantai. Wilayah selatan pun demikian juga telah dikapling mulai
Magetan hingga Jember. Wilayah selatan kaya akan air dan sumber mineral.
Emas di Banyuwangi, Madiun, dan Trenggalek. Pasir besi di Lumajang dan
Jember. Mineral lain di Mojokerto, Trenggalek, dan Pacitan. Tembaga di
Pacitan. Gamping ada di Gresik, Tuban, dan sisa gunung mati. Sumber Daya
Air penggunungan ada di Pasuruan hingga ke timur.
Berkaitan dengan proxy war, ini merupakan salah satu cara
untuk intervensi negara asing. Cara militer dianggap lagi tidak
menguntungkan karena berbiaya mahal dan menghindari jatuh korban di
kalangan manusia. Kemudian dipilih dengan model penjajahan politik,
ekonomi, dan budaya. Kata-kata investasi dan penanaman modal asing
sering menjadi angin segar ekonomi. Padahal hakikatnya penjajahan asing.
Korporasi asing berani membayar politisi di eksekutif dan legislatif
dalam pembiayaan pembuatan undang-undang. Bahkan kini ditengarai ada 70
lebih UU liberal dan tidak pro rakyat. Penguasa sering menjadi
kepanjangan tangan pengusaha dalam hal aturan main usaha. Demokrasi
hanya ilusi tak seindah jargonya. Sebaliknya demokrasi menjelma menjadi
dari korporasi, oleh penguasa-korporasi, dan untuk korporasi.
Intervensi dalam pemisahan suatu wilayah merupakan cara Barat untuk
memecah belah dan meperlemah negara. Cukuplah Irak, Sudan, Yaman,
Pakistan, Timor Timur, dan Afghanistan menjadi pelajaran berharga. Irak
diinvasi militer karena alasan senjata pemusnah massal, namun tidak
terbukti. Ujungnya kepentingan minyak dan menyingkirkan Saddam Hussein
karena tidak berguna lagi. Sudan dipecah menjadi Sudan Utara dan Sudan
Selatan. Di sana disulut konflik internasional dengan menggunakan orang
lokal. AS dan Eropa berebut kepentingan di Afrika. Yaman pun tak berbeda
dengan Sudan. Pakistan berkonflik dengan Kashmir, India, dan
Bangladesh. Timor Timur dipecah kembali atas bantuan Australia.
Benih-benih separatisme dan disintegrasi pun muncul di beberapa wilayah
Indonesia yang kaya SDA. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh, Republik
Maluku Selatan(RMS) di Maluku, Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua,
dan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa metode baku dari negara
kapitalisme adalah penjajahan dan memecah belah.
Dengan demikian, saat ini muncullah istilah neo liberalisme dan neo
imprealisme. Kedua ide itu saat ini mengancam kedaulatan Indonesia.
Tanpa sadar, kian hari kian kokoh kedua ide itu. Maka harus disadari
oleh semua elemen umat dimulai dari kalangan militer, politisi, aktifis,
intelektual, ulama’, santri, mahasiswa pelajar dan semuanya. Jika
ancaman nyata dan musuh bersama adalah neo liberalisme dan neo
imprealisme yang telah mengepung di segala aspek kehidupan. Beratlah
akhirnya bangsa ini dalam menjalani kehidupan.
Mengembalikan Peran Militer
Militer sebagai penjaga kedaulatan negeri ini harus dikembalikan
perannya. Semua pasukan disiagakan dalam kondisi siap perang. Pembinaan
mental dan spiritual dijadikan bekal mereka untuk menghadapai musuh
sesungguhnya. Jikalau sekarang militer sudah sadar bahwa negara asing
sudah menjajah Indonesia. Maka sikap ksatria yang harus ditunjukan
adalah menentang segala bentuk penjajahan, memutuskan hubungan militer
dengan negara penjajah, dan tidak bersikap manis muka di hadapan mereka.
Militer harus membangun industri militer yang kuat dan berbasis pada
tujuan perang. Hal ini dilakukan untuk menghindari embargo, tekanan
militer asing, dan bunuh diri politik-militer. Harus diingat militer
asing akan menggunkan isu terorisme-radikalisme untuk mengajak militer
Indonesia dalam Global War on Terorrism (GWOT) dan latihan bersama.
Sesungguhnya hal itu akan menjadi bunuh diri politik-militer.
Menggugah Kesadaran
Ya, berdasar paparan di atas, neo liberalisme dan neo imprelisme
merupakan ancaman bagi negeri ini. Berita carut marut politik, penegakan
hukum, kenaikan harga barang kebutuhan pokok, liberalisasi
budaya-ekonomi-sosial sudah cukup menjadi bukti bahwa negeri ini salah
urus. Butuh solusi fundamental yang tidak sekadar seruan ganti rezim,
tapi juga ganti sistem.
Rezim bobrok ditopang dengan sistem yang bobrok, menghasilkan
kebobrokan. Sama saja jika salah satunya bobrok, akan menimbulkan
kerusakan pula. Maka butuh sistem yang bukan berasal dari manusia yang
lemah. Itulah sistem Islam.
Islam adalah Solusi......
Hanif K
eramuslim
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
April 14, 2015
posted by @Adimin
Tifatul: Pajak Dari Minuman Beralkohol tidak Berkah
Anggota Badan Legislasi (Baleg) dari FPKS Tifatul Sembiring mengatakan, alasan lain FPKS mendukung RUU Larangan Minuman Beralkohol, karena selain sebagai faktor terbanyak penyebab kecelakaan lalu lintas, pajak yang diambil Pemerintah dari minuman beralkohol tidak mengandung keberkahan.
"Menurut saya, pajak dari minuman beralkohol ini tidak berkah, tidak berkah anggarannya. Mengambil pajak dari sesuatu yang merusak orang lain. itu saja, maka kita dari Fraksi PKS mendukung RUU ini," ujar Tifatul saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) Badan Legislasi DPR dengan pengusul RUU Larangan Minuman Beralkohol, Senin (13/4).
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Ansory Siregar mengatakan di beberapa negara pelarangan minuman beralkohol sudah diberlakukan. Menurut Ansory mereka sudah tahu dampak kerusakan dari minuman beralkohol ini, termasuk di India.
"Di India minuman beralkohol dan produk rokok tidak kita dapatkan di jalan-jalan padahal penduduk India itu 1,3 miliar. Mereka bisa menerapkan itu, mengapa kita di Indonesia tidak bisa?" ujar Ansory.
FPKS DPR RI, kata Ansory sangat mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.
"Fraksi PKS karena termasuk pengusul, berarti sangat mendukung sekali, dan berkeinginan secepatnya agar RUU ini bisa diundangkan dan bisa secepatnya dibahas oleh baleg, dan langsung diparipurnakan," katanya.
Ansory menjelaskan, FPKS mendukung RUU tersebut karena selain berbahaya bagi peminumnya, minuman beralkohol juga memiliki dampak sosial yang sangat buruk.
"Dampak sosialnya sangat buruk, makanya dari awal juga kita ketahui Rosulullah mengatakan minuman beralkohol itu puncak dari seluruh penyimpangan. Jadi sangat keras sekali peringatannya sejak 14 abad yang lalu," papar politisi PKS asal Sumatera Utara ini.
Jika ditetapkan menjadi Undang-Undang (UU), Ansory berharap UU ini dapat menyelamatkan generasi muda Indonesia.
"Agar menjaga anak bangsa kita menjadi generasi yang maju, yang sehat, yang produktif, yang dinamis, sehingga bisa berdaya saing di dunia," pungkas Ansory.(*)
"Menurut saya, pajak dari minuman beralkohol ini tidak berkah, tidak berkah anggarannya. Mengambil pajak dari sesuatu yang merusak orang lain. itu saja, maka kita dari Fraksi PKS mendukung RUU ini," ujar Tifatul saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) Badan Legislasi DPR dengan pengusul RUU Larangan Minuman Beralkohol, Senin (13/4).
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Ansory Siregar mengatakan di beberapa negara pelarangan minuman beralkohol sudah diberlakukan. Menurut Ansory mereka sudah tahu dampak kerusakan dari minuman beralkohol ini, termasuk di India.
"Di India minuman beralkohol dan produk rokok tidak kita dapatkan di jalan-jalan padahal penduduk India itu 1,3 miliar. Mereka bisa menerapkan itu, mengapa kita di Indonesia tidak bisa?" ujar Ansory.
FPKS DPR RI, kata Ansory sangat mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.
"Fraksi PKS karena termasuk pengusul, berarti sangat mendukung sekali, dan berkeinginan secepatnya agar RUU ini bisa diundangkan dan bisa secepatnya dibahas oleh baleg, dan langsung diparipurnakan," katanya.
Ansory menjelaskan, FPKS mendukung RUU tersebut karena selain berbahaya bagi peminumnya, minuman beralkohol juga memiliki dampak sosial yang sangat buruk.
"Dampak sosialnya sangat buruk, makanya dari awal juga kita ketahui Rosulullah mengatakan minuman beralkohol itu puncak dari seluruh penyimpangan. Jadi sangat keras sekali peringatannya sejak 14 abad yang lalu," papar politisi PKS asal Sumatera Utara ini.
Jika ditetapkan menjadi Undang-Undang (UU), Ansory berharap UU ini dapat menyelamatkan generasi muda Indonesia.
"Agar menjaga anak bangsa kita menjadi generasi yang maju, yang sehat, yang produktif, yang dinamis, sehingga bisa berdaya saing di dunia," pungkas Ansory.(*)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 13, 2015
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/03/12/292054/PKS-Terbaik,-Demokrat-Terburuk
posted by @Adimin
Laporan Keuangan PKS Terbaik Menurut ICW
Written By @Adimin on 13 April, 2015 | April 13, 2015
Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan kajian dan analisis
terhadap laporan keuangan sembilan partai politik peserta pemilu 2014
berdasarkan indeks transparansi. Hasilnya, Partai Demokrat berada di
posisi terburuk, sedangkan PKS terbaik.
Hal itu diungkapkan peneliti ICW, Abdullah Dahlan dalam diskusi media
di Jakarta, Kamis (12/5), guna menyikapi wacana dari Menteri Dalam
Negeri Tjahjo Kumolo tentang subsidi Rp 1 triliun dari APBN. Abdullah
mengatakan, tidak semua partai mau transparan dalam memberikan laporan
keuangannya.
“Ketika kami menguji akses informasi, ada partai yang tidak mau
memberikan informasi bahkan tidak mematuhi putusan ajudikasi
(penyelesaian sengketa informasi, red) di KIP (Komisi Informasi Pusat).
Itu Partai Demokrat. PAN juga mengajukan ajudikasi tapi akhirnya
memberikan informasinya,” kata Abdullah.
Nah, partai yang paling bagus tata kekola maupun transparansinya
adalah PKS. ICW mencatat partai yang kini dipimpin Anis Matta itu bagus
dalam hal laporan konsolidasi dengan memuat sumber-sumber pendanaan baik
dari APBN/APBD, maupun dari anggota partai.
“Temuan kami hanya PKS yang melakukan itu. Harus diakui PKS lebih
baik, namun tidak menutup kemungkinan oknum kader PKS terlibat korupsi,”
kata peneliti ICW lainnya, Donald Fariz dalam diskusi itu.(fat/jpnn)
Hasil Kajian ICW tentang Tingat Transparansi Parpol:
PKS
Golkar
PKB
PAN
PPP
PDI Perjuangan
Gerindra
Hanura
Partai Demokrat
Golkar
PKB
PAN
PPP
PDI Perjuangan
Gerindra
Hanura
Partai Demokrat
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/03/12/292054/PKS-Terbaik,-Demokrat-Terburuk
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 12, 2015
posted by @Adimin
PKS Padang Gelar Pelatihan Tahsin/Tahfidz Tingkat Kecamatan
Written By Anonymous on 12 April, 2015 | April 12, 2015
Padang, ahad (12/4) – Bidang Pembinaan Umat (BPU) PKS Padang menggelar pelatihan tahsin/tahfidz tingkat kecamatan di aula utama DPD PKS Padang. Sebanyak 25 orang peserta dari 11 DPC mengikuti kegiatan selama dua hari (sabtu-ahad/11/12 april).
Selama mengikuti kegiatan, para peserta diberikan materi langsung oleh pakar yang berkompeten di bidang tahsin/tahfidz, BPU PKS mendatangkan Ustadzah Nila alumni LIPIA Jakarta untuk menggembleng para peserta agar setelah mengikuti pelatihan siap terjun ke masyarakat.
Ketua BPU PKS H. Mulyadi Muslim, Lc, M.A mengatakan tujuan diangkatkan pelatihan ini adalah untuk membantu kader dan masyarakat dalam memperbaiki bacaan tajwid dan tahsin.
“Pelatiahan ini di gelar untuk membantu para kader dan masyarakat terbiasa membaca al-quran. Membaca al-quran tentu dengan pelafalan yang benar sesuai dengan tajwidnya,” katanya.
“Kita mendatangkan langsung pakar yang ahli dibidang tahsin/tahfidz ini. Di pelatihan peserta diajarkan cara membaca al-quran yang benar sesuai dengan makhrajnya,” tambahnya.
“Agar peserta cepat dalam menerima materi yang diberikan, para peserta langsung praktek satu persatu membaca al-quran. Ini metode yang baik,” lanjutnya.
Selain itu, Mulyadi menuturkan peserta pelatihan ini nantinya akan menjadi penggerak lembaga tahsin/tahfidz di kecamatan. Ia berharap para peserta selain mengajarkan kader, pesera juga mempu mengajak masyarakat untuk bergabung dalam kegiatan tahsin/tahfidz. [humas]
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 11, 2015
posted by @Adimin
Anggota Dewan Tumenggung Puji Walikota Padang
Written By Anonymous on 11 April, 2015 | April 11, 2015
Padang, kamis (9/4) - Imam Bintoro anggota dewan dari Kabupaten Tumenggung, Jawa Tengah puji Walikota Padang. Hal itu ia sampaikan pada saat tatap muka bersama Walikota disela-sela kunjungan kerjanya ke DPRD Padang di rumah dinas Walikota.
Ia bertemu Walikota bersama Wakil Ketua DPRD Padang Drs. Muhidi, MM dalam acara temu ramah dengan tokoh masyarakat kecamatan.
Imam mengatakan Walikota Padang sangat luar biasa karena sangat dekat dengan masyarakat dan patut di contoh oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.
"Walikota Padang sangat luar biasa dan patut di contoh," ujarnya.
Ia bertemu Walikota bersama Wakil Ketua DPRD Padang Drs. Muhidi, MM dalam acara temu ramah dengan tokoh masyarakat kecamatan.
Imam mengatakan Walikota Padang sangat luar biasa karena sangat dekat dengan masyarakat dan patut di contoh oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.
"Walikota Padang sangat luar biasa dan patut di contoh," ujarnya.
Anggota dewan tiga periode ini juga berpesan kepada masyarakat agar mendukung program yang telah canangkan oleh Walikota. Apalagi melihat sifat terbuka Walikota Padang dalam hal menerima masukan dari masyarakat. (Al)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 10, 2015
“Kami
sangat menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan saudara kita pengurus DPD
Sungai Penuh ke Padang. Inilah kantor kami, mohon maaf jika ada pelayanan yang
kurang pas dalam penyambutan tadi,” ujar muhidi. [humas]
posted by @Adimin
Sambut Kemenangan di Pilkada, PKS Sungai Penuh Kunker ke Padang
Written By Anonymous on 10 April, 2015 | April 10, 2015
Padang,
rabu (8/4) - Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (PILKADA)
serentak pada tanggal 9 bulan Desember 2015 mendatang. Di Kota Sungai Penuh
Jambi, PKS juga akan turut ambil bagian dalam gelaran pemilihan yang di gelar
beberapa bulan lagi tersebut.
Dalam
menyikapi hal tersebut PKS Sungai Penuh melakukan kunjungan kerja ke PKS Kota
Padang. Rombongan yang dipimpin oleh ustad Firmansyah tiba di Kantor PKS Padang
pada pukul 16:10 wib.
Kedatangan
rombongan disambut oleh Ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM beserta pengurus
lainnya.
Dalam
acara pembuka romobongan PKS Sungai penuh ingin belajar banyak dari PKS Padang
yang telah memenangkan Pilkada Walikota beberapa waktu lalu.
"Kita
memang sengaja datang dari Sungai Penuh ke Padang, tujuan pertama kita adalah
bersilaturahim dan juga sekaligus ingin belajar dari PKS Padang dari kemenangan
pilkada lalu," kata firmansyah.
"Kedatangan
kita kesini juga adalah untuk menjemput kemenangan dakwah yang telah didapatkan
oleh kader di Padang dalam Pilkada Walikota," lanjutnya.
"Dari
kemenangan di Padang ini akan kita tularkan juga kepada kader di Sungai Penuh.
Pada Pilkada lalu kita telah berhasil menempatkan kader kita menjadi Wakil
Walikota. Pada pilkada selanjutnya kita akan menjadikannya Walikota, karena itu
tepat rasanya kita bersilaturahim ke Padang," tambahnya.
Ketua
DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM sangat menyambut baik maksud dan tujuan
kedatangan pengurus daerah PKS Sungai Penuh.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 10, 2015
posted by @Adimin
Irwan Prayitno Bakar Semangat Pengurus DPRa PKS Se-Kota Padang
Padang, Ahad (5/4) – Kader PKS yang juga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hadir dalam acara silaturrahim akbar pengurus DPRa PKS se-Kota Padang di Gedung LKKS Sumbar. Ratusan Pengurus DPRa dari 104 kelurah di Padang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Dalam acara yang dimulai pada pukul 14:00 wib ini, Irwan mengajak kepada seluruh pengurus DPRa untuk selalu bekerja dengan ikhlas agar pekerjaan yang dilakukan mendapatkan keberkahan dari Allah swt dan juga mendapat pertolongan dari ALLAH untuk kemenangan dalam dakwah,” kata Irwan.
Selain itu Irwan juga berbagi pengalaman tentang kiprahnya menjadi seorang Gubernur yang hampir kurang lebih lima tahun memimpin Sumatera Barat. Baginya yang terpenting adalah kita terus bekerja dan bekerja.
“itu kata kunci yang terpenting, kerja kerja dan kerja,” ujarnya di hadapan pengurus DPRa.
Dengan kerja yang kita lakukan biarkan orang yang menilainya, yang penting kita telah berbuat dengan ikhlas,” tambahnya.
Pengurus DPRa yang sangat antusias mengikuti acara ini, beberapa kali riuh tepuk tangan terdengar di dalam gedung tersebut.
Acara yang selesai menjelang ashar ini juga di hadiri oleh Muhidi, Arwim El Ibrahimi, dan Muharlion, masing masing selaku Ketua DPD, Wakil Ketua dan Sekretaris Umum PKS Kota Padang. Diharapkan dengan adanya pertemuan tersebut mampu menyamakan suhu dan menambah semangat seluruh kader PKS untuk tetap istiqomah dalam menjalankan agenda-agenda dakwah kedepan. [humas]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 10, 2015
posted by @Adimin
Anak yang Dibesarkan dengan Doa
Kedekatan dengan Penciptanya akan memudahkan semua hal yang dibutuhkan
dalam tumbuh kembangnya menjadi manusia yang kelak akan meninggikan
kalimat Allah Subhanahu Wata’ala dimuka bumi ini
DINI HARI, seorang anak
bangun dengan tubuh yang menggigil. Panas tinggi yang bersarang,
membuatnya merengek pada ibunya. Pertama minta diambikan minum, kemudian
minta dipijat karena badan bagian belakangnya sakit, kemudian minta
dielus-elus kepalanya. Beberapa saat kemudian, deru nafasnya sudah mulai
mereda dan matanya mulai mengatup. Si ibu pun mulai terlelap karena
kelelahan menjaga buah hatinya yang sedang demam tersebut.
Namun, lagi-lagi balita berumur empat
tahun itu terjaga, ia menarik jari ibunya yag masih menempel di
kepalanya. Sang ibu pun ikut terjaga, “Ada apa, Nak? Ibu kira kamu sudah
tidur.” Balita itu menjawab, “Aku belum bisa tidur, Bu. ‘Kan aku belum
berdoa.” Ibunya tersenyum dan menuntun balitanya itu berdoa sebelum
tidur. Tak lama, buah hatinya itu kembali terlelap.
Awal Kejayaan Umat
Berdoa mungkin menjadi bagian yang sudah
dibiasakan dalam kehidupan anak, bahkan tidak ada taman kanak-kanak
muslim yang lupa mengharuskan anak-anak didiknya menghapal doa
sehari-hari. Anak-anak kita yang cerdas, begitu cepat menghapal doa
sehari-hari yang diajarkan kita di rumah maupun gurunya di sekolah.
Namun, betapa banyak anak-anak kita yang juga sangat cepat melafalkan
doa tersebut dengan sekadarnya, manakala kita memintanya berdoa ketika
hendak melakukan sesuatu. Doa kepada Penciptanya meluncur deras dari
mulut mereka laksana hapalan rumus atau perkalian angka, tanpa bekas
yang mengakar dalam jiwa mereka.
Padahal doa sejatinya adalah sumsumnya
ibadah ummat ini. Begitu pula anak-anak yang kemudian tumbuh menjadi
manusia dewasa yang lebih percaya pada apa yang mampu dilakukannya,
dibandingkan kuasa Sang Pemilik Semesta untuk menetapkan apapun yang
akan terjadi. Termasuk hal yang tidak diharapkan. Meski mereka adalah
orang-orang yang mengenal iman sejak usia dini. Maka, berdoa pun kini
menjadi hak orang-orang yang dianggap pandai merangkai doa untuk
kemudian diamini.
Padahal kejayaan ummat ini berada dalam
untaian doa yang dihantarkan ke ‘Arsy tempat Allah Subhanahu Wata’ala
bertahta. Ingatlah Rasulullah Saw yang menghiba pada Allah Al-Malik
sebelum ia mengarungi peperangan Badar bersama para sahabat. Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berdoa, “Ya Allah, jika Engkau membinasakan kelompok ini (para sahabat) pada hari ini, Engkau tidak akan disembah.”
Rasulullah terus berdoa hingga Abu Bakar mengingatkan Rasulullah
Shallallahu ‘Alahi Wassallam bahwa Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan
mengingkari janji-Nya. (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam)
Padahal bagaimana mungkin Rasulullah Saw
ragu pada janji Allah Subhanahu Wata’ala? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wassallam pun tak pernah meragukan loyalitas dan kualitas para sahabat
dalam menghadapi musuh. Apalagi Rasulullah pun seseorang yang memiliki
pengalaman berperang dan fisik yang kuat. Namun, Rasulullah terus
berdoa. Kejayaan ummat ini pun terletak pada tersambungnya doa
Rasulullah Saw yang demikian khawatir akan kekalahan Kaum Muslimin dan
harapnya pada pertolongan Allah Yang Mahaperkasa.
Poin ketakutan akan tak tersambungnya
ikhtiar dengan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala dan besarnya harapan
akan janji Allah Subhanahu Wata’ala yang tak pernah diingkari inilah
yang semakin memudar dalam jiwa anak-anak kita. Namun, disinilah
sejatinya perjuangan yang harus kita tempuh agar kelak kita tak hanya
mewariskan anak-anak yang kuat menggenggam dunia tetapi hatinya juga
selalu kokoh terikat dengan akhirat.
Anak akan merasa butuh untuk berdoa
manakala ia menyadari bahwa ada kekuatan yang Mahakuasa untuk
melindunginya dan memberikan yang terbaik padanya, lebih dari dirinya
bahkan melebihi apa yang selama ini dilakukan orangtuanya. Alangkah baik
untuk mengenalkan anak pada keperkasaan Allah Subhanahu Wata’ala
melalui hal-hal yang berada di luar jangkauan manusia untuk
mengendalikannya.
Seperti yang terjadi pada suatu sore
manakala hujan turun dengan lebatnya diiringi petir yang
menyambar-nyambar. Seorang anak menarik lengan ibunya yang tengah sibuk
membereskan apa-apa yang dikhawatirkan terkena bocor. Ibunya dikejutkan
oleh kata-kata sang anak, “Ibu, sini dulu. Beldoa dulu yuk sama Allah,
supaya lumah (rumah) kita nggak banjil (banjir),” demikianlah celoteh
cadel balita mungil itu yang membuat ibunya sejenak terperangah. Betapa
ia sibuk membereskan apa-apa yang mampu dijangkaunya tetapi si anak
justru mengajaknya memohon pada Robb-nya terlebih dahulu.
Dimulai dari Doa
Menanamkan keyakinan pada anak bahwa ada
kekuatan yang Mahaperkasa dibandingkan apa yang manusia mampu lakukan
adalah bagian dari menanamkan iman. Bahwa kekuatan manusia justru
terletak pada kepasrahannya pada Allah Subhanahu Wata’ala.
Memperlihatkan pada anak bahwa ada hal-hal yang terjadi dengan kekuatan
doa, seperti kisah-kisah Rasulullah dalam peperangan, akan menambah
keyakinannya bahwa doa untuk memperoleh pertolongan Allah Subhanahu
Wata’ala adalah kebutuhan yang tak dapat ditinggalkan.
Maka, alangkah indahnya, bila kita selalu
meyakinkan pada anak bahwa Allah Subhanahu Wata’ala selalu sayang
padanya. Kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala lebih besar dari apapun
yang mampu dilihat oleh panca indera kita. Karena itu, kita selalu bisa
melihat dan merasakan kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala, walau kita
tak dapat melihat Allah Subhanahu Wata’ala saat ini. Pemahaman-pemaham
inilah yang akan mendekatkan anak pada Allah Subhanahu Wata’ala, merasa
bahwa Allah Subhanahu Wata’ala disisinya dan selalu memperhatikannya.
Kedekatan dengan Pencipta akan memudahkan
semua hal yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya menjadi manusia yang
kelak akan meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wata’ala dimuka bumi ini.
Semakin lekat hati mereka dengan doa-doa yang selalu dipanjatkannya,
maka dengan izin-Nya akan semakin lembut hatinya untuk tunduk pada
titah-Nya. Hingga kalimat-kalimat-Nya pun akan semakin kokoh mengakar
dalam hatinya. Menjadi tolak ukur kebenaran, menjadi kompas kehidupan,
dan kelak ia akan benar-benar membaktikan dirinya sebagai orang-orang
yang membela agama Allah Subhanahu Wata’ala.
Semua bermula dari doa. Dari ketundukkan
hati yang membawanya pada kesalehan dan ketegapan untuk menjadi prajurit
Allah SWT. Layaknya generasi saleh diawal bersinarnya Islam, yang
berjalan tegap menghadapi berbagai kemusykilan dengan hanya berharap
pada pertolongan-Nya saja. Yang gagah menantang para penguasa dunia
dengan ketundukkan pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Yang meninggikan
jiwa karena kebanggaannya menjadi hamba Allah dan bukan karena apa yang
digenggamnya.
Semua bermula dari doa. Dari permohonan
dan ketakutan tidak dipedulikannya iman dan pengorbanannya oleh Allah
Subhanahu Wata’ala. Maka, alangkah indahnya bila kita pun menjadi contoh
bagi anak-anak kita tentang bagaimana memasrahkan diri dalam doa.
Meminta bukan karena ingin menjadi mulia dimata manusia, melainkan
karena ingin diberi kesempatan untuk melakukan kebaikan dengan apa yang
diberi-Nya. Memulai dengan doa, bukan karena ingin berhasil dan diiringi
decak kagum manusia, tetapi karena yakin bahwa penentu akhir dari apa
yang kita usahkan hanyalah Allah saja.
Maka, marilah memulai dengan doa. Agar
anak-anak kita menjadi orang-orang yang saleh dan selalu melakukan
apapun dalam payungan doa. Karena, doa kitalah yang akan menuntun
hatinya untuk selalu berdoa.
Kartika Ummu Arina
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
TOPIK PILIHAN












