Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
May 17, 2015
posted by @Adimin
Memaknai Isra Mi’raj dengan Semangat Persatuan
Written By Anonymous on 17 May, 2015 | May 17, 2015
JAKARTA (16/5) – Banyak pelajaran yang dapat diambil oleh umat Muslim di Indonesia dari peristiwa Isra Mi’raj, terutama masalah persatuan. Anggota Komisi I DPR-RI Ahmad Zainuddin mengungkapkan hal ini di sela kegiatan resesnya, bilangan Kramat Jati, Sabtu (16/5).
“Umat Muslim di Indonesia harus mengambil pelajaran dari Isra Mi’raj itu, terutama masalah persatuan. Ternyata dalam sejarah Isra Mi’raj itu nabi-nabi yang berjumpa Rasulullah ketika pada peristiwa Mi’raj semuanya punya sikap yang sama, memiliki kesamaan, dan keterkaitan antara satu sama lain” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Seperti dijelaskan dalam Hadist Riwayat Muslim No. 168, lanjut Zainuddin, dalam perjalanannya menuju Sidratul Muntaha Rasulullah bertemu dengan para nabi-nabi terdahulu di setiap langitnya. Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam di langit pertama, bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya di langit kedua, bertemu dengan Nabi Yusuf di langit ketiga, bertemu dengan Nabi Idris di langit keempat, bertemu dengan Nabi Musa di langit keenam, dan bertemu dengan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.
“Pertemuan Rasulullah SAW dengan para Nabi menunjukan bahwa Nabi-Nabi Allah SWT itu satu kesatuan. Para Nabi membawa nilai yang sama dan berasal dari garis keturunan yang sama pula, yaitu Nabi Adam,” lanjut Ketua Bidang Pembangunan Umat, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS ini.
Oleh karenanya, lanjut Zainuddin, bagi bangsa Indonesia yang memiliki latar belakang agama yang berbeda tetap harus menjaga semangat persatuan bangsa dan saling menghormati.
“Semangat persatuan bahwa kita sama, bahwa kita semua anak Nabi Adam itu harus ada dalam diri bangsa Indonesia, terutama bagi umat Islam. Tidak boleh umat Islam ini terpecah-pecah karena masalah mashab. Mereka harus bersatu, bersama untuk menegakan nilai Islam baik di kehidupan pribadi atau kehidupan bermasyarakat,” papar Zainuddin.
Selain itu Zainuddin juga berharap agar peringatan Isra Mi’raj ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kekuatan spiritualitas umat Islam. Sebab, lanjutnya, kejadian yang ada dalam peristiwa Isra Mi’raj itu banyak yang tidak dapat dilihat secara fisik.
“Perjalanan Isra dari Mekah menuju Masjidil Aqsa, perjalanan Mi’raj dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, itu banyak hal-hal yang sebenernya metafisik. Banyak hal yang gaib, namun itu benar adanya, Jadi bagi kita tentu Isra Mi’raj ini jadi motivasi untuk memperkuat dan memperkokoh basis spiritual kita. Keyakinan kita kepada Allah, keyakinan kita kepada hal yang gaib, bahwa hal itu ada dan kehidupan itu tidak semua yang nyata yang hanya bisa dilihat mata kepala,” tambah Zainuddin.
Sementara untuk peringatan Isra Mi’raj ini Zainuddin menjelaskan bahwa DPP PKS menyerahkan kepada masing-masing Dewan Pengurus Daerah (DPD) untuk membuatnya bersama masyarakat.
“Bentuknya macam-macam, ada yang berkumpul antar anak-anak di sekolah dengan orang tuanya. Ada juga yang bergabung dengan panitia Hari Besar Islam di daerah-daerahnya,” pungkas Zainuddin. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 16, 2015
posted by @Adimin
Peringatan Isra' Mi'raj, Mahyeldi: Maknai Keutamaan Shalat Dalam Meningkatkan Kinerja
Written By Anonymous on 16 May, 2015 | May 16, 2015

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang, memperingati Isra’ Miraj nabi Muhammad SAW 1436 H tahun 2015 di Mesjid Nurul Iman, pada Jumat (15/5) pagi.
Kegiatan memperingati hari besar umat islam ini, dihadiri Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah, Wakil Walikota Padang, H Emzalmi, Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Padang, Japeri Jarab, Muspida kota Padang, Wakil Ketua DPRD Padang, Muhidi, seluruh Pimpinan SKPD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di jajaran Pemko Padang. Sebagai pematerinya yaitu, Ustad, M Rido Nur, Lc, MA.
Walikota Mahyeldi mengatakan, mengharapkan melalui peringatan isra’ miraj Nabi Muhammad S.A.W di tahun ini, dapat memberikan hikmah khususnya dalam meningkatkan keimanan kepada tuhan. Diantaranya seperti, meningkatkan kualitas ibadah sholat, memperbaiki diri, mewujudkan sikap disiplin, sabar dan jujur dalam aktifitas kehidupan sehari-hari.
“Pada peringatan Isra’ Miraj kali ini, mari kita memaknai shalat sebagai peningkatan kinerja. Sebagaimana, shalat mampu menjadikan kita memiliki ketenangan dalam jiwa, berfikir dan bersikap,” ujar Walikota.
Wako melanjutkan, tidak hanya shalat saja yang perlu ditingkatkan, namun ada kebiasaan baik yang mulai hilang seperti baca alquran, juga perlu ditingkatkan kembali. Untuk itu, diminta seluruh ASN di masing-masing SKPD, agar terlebih dahulu membaca alquran sebelum memulai pekerjaan. Minimal selama 10 menit setiap pagi harinya, dan bagi ASN yang beragama selain islam silahkan membaca kitabnya masing-masing.
“Pada hari ini tepat dua hari satu tahun kepemimpinan saya bersama bapak Emzalmi. Ke depan masih banyak lagi yang akan dikerjakan dalam membangun Kota Padang. Untuk itu disampaikan bahwa Pemko Padang wajib bergerak cepat, jangan lambat-lambat, berlambat-lambat, memperlambat apalagi menghambat. Karena itu, kita tidak ingin ada tugas-tugas pemerintahan yang dihambat oleh pihak luar ataupun dari dalam sendiri,” imbuhnya.
setelah itu, di akhir acara dilanjutkan dengan penyerahan trophy disertai tabanas bagi para pemenang lomba Lembaga Didikan Shubuh antar mesjid dan mushala tingkat Kota Padang tahun 2015. Lomba tersebut diadakan Pemko Padang melalui Bagian Kesra Setdako Padang beberapa waktu lalu.
Teks Foto : Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Muhidi menyerahkan trophy dan tabanas kepada para pemenang Lomba Lembaga Didikan Shubuh Tingkat Kota Padang tahun 2015.
[Humas dan Protokol Kota Padang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 15, 2015
Kegiatan rihlah ini sebagai ajang silaturahim antar keluarga dan sarana memperat ukhuwah, sekaligus juga refresing untuk membangun energi untuk kegiatan kedepan agar lebih semangat,” katanya kepada Humas PKS Padang, jumat (15/5).
posted by @Adimin
Asyiknya Rihlah BidPuan PKS ke Pantai Carocok Painan
Written By Anonymous on 15 May, 2015 | May 15, 2015
Padang, kamis (14/5) – Bidang Perempuan
(BidPuan) PKS Padang menggelar acara rihlah di pantai carocok, Painan. Kegiatan
ini bertepatan dengan hari libur, kamis (14/4) kemarin. Seluruh pengurus
BidPuan beserta anggota keluarga turut serta dalam acara rihlah tersebut.
Kegiatan rihlah ini sebagai ajang silaturahim antar keluarga dan sarana memperat ukhuwah, sekaligus juga refresing untuk membangun energi untuk kegiatan kedepan agar lebih semangat,” katanya kepada Humas PKS Padang, jumat (15/5).
“Hari ini Bidpuan PKS Padang mengadakan
rihlah bersama seluruh anggota keluarga ke pantai carokok di Painan,” katanya.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah di
rencakanan jauh hari, kita di Bidpuan ingin mengadakan rihlah pengurus beserta
anggota keluarga.Alhamdulillah hari ini bisa kita angkatkan
kegiatan tersebut, kebetulan bertepatan juga dengan hari libur. Hampir seluruh
anggota Bidpuan hadir dalam kegiatan ini,” lanjutnya.
“Sebanyak 31 orang mengikuti kegiatan
ini. Kita berangkat dari Padang sekitar jam 08:30 wib, semua peserta berkumpul
di DPD PKS Padang. Sampai di pantai carocok Painan semua peserta berkumpul
bersama, lalu diadakan acara ta’aruf (berkenalan) antar keluarga. Meski
sebenarnya sudah saling kenal antar pengurus, acara ta’aruf ini sangat penting
untuk penanaman nilai kepada anak-anak,” tambahnya.
“Selama di Pantai carocok seluruh
peserta menikmati berbagai macam wahana wisata yang ada disana, seperti: Flying
Fox, berenang, bermain pasir (buat anak-anak) dan main bola antar keluarga.
Kegiatan rihlah Bidpuan ini di tutup dengan makan bersama dan saling
tukar kado antar keluarga,” tutup Rona Rossa. [humas]
posted by @Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 15, 2015
posted by @Adimin
Politikus PKS: Selamat Jalan Sahabat Didi Petet
JAKARTA -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq ikut merasa kehilangan atas meninggalnya aktor kawakan Didi Petet. Apalagi, belum lama ini, Pepeng juga telah 'pergi' duluan. Dia pun menyayangkan, kepergian dua publik figur andal dalam waktu tidak terlalu lama.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Selamat jalan sahabat Didi Petet. Almarhum Pepeng dan Didi Petet figur artis (seniman) dalam arti yang sebenarnya. Semoga jadi panutan deretan artis lainnya," katanya melalui akun Twitter, #MahfudzSiddiq.
Dia pun mengunggah sebuah poster film HOS Tjokroaminoto, di mana aktor asal Surabaya berusia 58 tahun tersebut terlibat di dalamnya. "Kontribusi terakhir almarhum Didi Petet dalam film HOS Tjokroaminoto yang mencerahkan alam pikir bangsa," kata Mahfudz. [ROL]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 14, 2015
PADANG – Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, ‘blusukan’ ke Pasar Raya Padang, Rabu (13/4) pagi kemarin. Tak tanggung-tanggung, salon yang ditengarai dijadikan tempat mesum di lantai II Padang Theatre dibongkar Wako bersama sejumlah aparat.
Dalam ‘blusukan’ itu, usai membersihkan tali bandar di Pasar Raya, Wako beserta jajarannya bergerak menuju lantai II Padang Theatre. Menjelang memasuki lokasi salon, persisnya di depan kios burung, Wako mendapati pagar kerangkeng besi yang menjadi pembatas menuju salon. Melihat itu, Wako Mahyeldi lantas membongkar pagar kerangkeng setinggi dua setengah meter tersebut. “Pasar aset Pemko, yang menghalangi jalan dan tidak pada tempatnya, dibongkar,” tegas Wako sambil mengarahkan personil Satpol PP.
Usai membongkar kerangkeng besi, Wako masuk ke dalam jejeran bangunan salon di lantai II kompleks Padang Theatre. Wako menemukan kamar-kamar yang nampaknya sudah dibuat seperti losmen. Tiga kamar itu berjendela dengan kaca hitam dan terkunci rapat. Setelah diintip, di balik kaca hitam itu terlihat jejeran kasur di dalamnya. Wako Mahyeldi menanyakan pemilik ‘losmen’ illegal tersebut. Petugas pasar lantas menyebut nama seorang wanita si pemilik ‘losmen’ itu. Wako memerintahkan petugas pasar itu untuk memanggil si pemilik. Setelah ditunggu-tunggu, pemilik ‘losmen’ illegal tak menampakkan puncak hidungnya.
Wako kemudian membongkar salon yang berada di arah depan lantai II. Seluruh isi salon tersebut dibongkar keluar. Aparat Satpol PP bahu-membahu mengeluarkan isi salon seperti kasur, kipas angin, botol minuman, dan sebagainya. Bangunan salon yang terbuat dari papan triplek kemudian dirubuhkan. Aksi ini tak mendapat perlawanan dari pemilik, mereka pasrah ketika salonnya dibongkar.
Masih di komplek Padang Theatre, Wako Mahyeldi sempat menanyakan legalitas salon-salon tersebut. Di Salon merek “R”, Wako menanyakan izin salon dimaksud. Si pemilik salon pun berkilah jika dirinya belum lama ini membuka usaha salon dan tidak mengantongi izin. “Diperiksa semua izin salon di sini semuanya, mana yang tidak sesuai dengan peruntukkannya,” kata Wako.
Langkah yang dilakukan Wako Padang memberantas salon di Padang Theatre direspon baik para pengunjung pasar. Nisa, salahseorang pengunjung pasar mengapresiasi sikap Pemko. “Bagus pak wali, masak pasar dijadikan tempat mesum. Kami kaum perempuan ini merasa terlecehkan dengan sikap oknum di atas itu,” katanya sambil menunjuk ke lantai dua Padang Theatre.
Budi segendang seirama dengan Nisa. Lelaki yang sehari-hari bekerja tak jauh dari Pasar Raya Padang ini selalu merasa risih jika berjalan di kompleks Padang Theatre. Budi mengaku sering diganggu pekerja salon. Dengan dibongkarnya sejumlah salon di lantai II Padang Theatre, Budi berharap lokasi ini bebas dari hal yang tidak menyenangkan itu. “Semoga ini memberi efek jera kepada pemilik dan pekerja salon,” katanya.
Teks foto: Wako Mahyeldi membongkar pagar kerangkeng besi yang menghubungkan salon di lantai II Padang Theatre, Pasar Raya Padang. Salon di lokasi ini dibongkar Wako saat melakukan goro di Pasar Raya, Rabu (13/5) kemarin.
[Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Bongkar Salon di Padang Theatre
Written By Anonymous on 14 May, 2015 | May 14, 2015

PADANG – Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, ‘blusukan’ ke Pasar Raya Padang, Rabu (13/4) pagi kemarin. Tak tanggung-tanggung, salon yang ditengarai dijadikan tempat mesum di lantai II Padang Theatre dibongkar Wako bersama sejumlah aparat.
Dalam ‘blusukan’ itu, usai membersihkan tali bandar di Pasar Raya, Wako beserta jajarannya bergerak menuju lantai II Padang Theatre. Menjelang memasuki lokasi salon, persisnya di depan kios burung, Wako mendapati pagar kerangkeng besi yang menjadi pembatas menuju salon. Melihat itu, Wako Mahyeldi lantas membongkar pagar kerangkeng setinggi dua setengah meter tersebut. “Pasar aset Pemko, yang menghalangi jalan dan tidak pada tempatnya, dibongkar,” tegas Wako sambil mengarahkan personil Satpol PP.
Usai membongkar kerangkeng besi, Wako masuk ke dalam jejeran bangunan salon di lantai II kompleks Padang Theatre. Wako menemukan kamar-kamar yang nampaknya sudah dibuat seperti losmen. Tiga kamar itu berjendela dengan kaca hitam dan terkunci rapat. Setelah diintip, di balik kaca hitam itu terlihat jejeran kasur di dalamnya. Wako Mahyeldi menanyakan pemilik ‘losmen’ illegal tersebut. Petugas pasar lantas menyebut nama seorang wanita si pemilik ‘losmen’ itu. Wako memerintahkan petugas pasar itu untuk memanggil si pemilik. Setelah ditunggu-tunggu, pemilik ‘losmen’ illegal tak menampakkan puncak hidungnya.
Wako kemudian membongkar salon yang berada di arah depan lantai II. Seluruh isi salon tersebut dibongkar keluar. Aparat Satpol PP bahu-membahu mengeluarkan isi salon seperti kasur, kipas angin, botol minuman, dan sebagainya. Bangunan salon yang terbuat dari papan triplek kemudian dirubuhkan. Aksi ini tak mendapat perlawanan dari pemilik, mereka pasrah ketika salonnya dibongkar.
Masih di komplek Padang Theatre, Wako Mahyeldi sempat menanyakan legalitas salon-salon tersebut. Di Salon merek “R”, Wako menanyakan izin salon dimaksud. Si pemilik salon pun berkilah jika dirinya belum lama ini membuka usaha salon dan tidak mengantongi izin. “Diperiksa semua izin salon di sini semuanya, mana yang tidak sesuai dengan peruntukkannya,” kata Wako.
Langkah yang dilakukan Wako Padang memberantas salon di Padang Theatre direspon baik para pengunjung pasar. Nisa, salahseorang pengunjung pasar mengapresiasi sikap Pemko. “Bagus pak wali, masak pasar dijadikan tempat mesum. Kami kaum perempuan ini merasa terlecehkan dengan sikap oknum di atas itu,” katanya sambil menunjuk ke lantai dua Padang Theatre.
Budi segendang seirama dengan Nisa. Lelaki yang sehari-hari bekerja tak jauh dari Pasar Raya Padang ini selalu merasa risih jika berjalan di kompleks Padang Theatre. Budi mengaku sering diganggu pekerja salon. Dengan dibongkarnya sejumlah salon di lantai II Padang Theatre, Budi berharap lokasi ini bebas dari hal yang tidak menyenangkan itu. “Semoga ini memberi efek jera kepada pemilik dan pekerja salon,” katanya.
-----------------------------------------
Teks foto: Wako Mahyeldi membongkar pagar kerangkeng besi yang menghubungkan salon di lantai II Padang Theatre, Pasar Raya Padang. Salon di lokasi ini dibongkar Wako saat melakukan goro di Pasar Raya, Rabu (13/5) kemarin.
[Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 14, 2015
Di dalam UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, lanjut Sukamta, sikap Pemerintah Indonesia sendiri tidak membedakan asal-usul dan sifat pengungsi. Menurutnya, ini tidak tepat karena seluruh orang asing yang masuk dianggap sebagai imigran gelap. Sementara di UU No. 37 Tahun 1999 tentang pengaturan pengungsi dan para pencari suaka, seharusnya Presiden menindaklanjuti dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres).
"Pemerintah sebetulnya bisa kalau punya kemauan, saya berharap seperti pengungsi Rohingya dan Bangladesh ini ditangani dan dibantu karena alasan kemanusiaan, tapi UU ini persoalannya adalah Keppresnya itu belum ada, jadi Keppres itulah yang nanti menjadi pedoman operasional bagaimana kita memperlakukan para pengungsi itu," jelas Doktor lulusan Manchester University itu.
Sehingga, masih kata Sukamta, ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan, maka ASEAN tidak hanya menjadi kawasan yang kondusif dalam masalah ekonomi, tapi juga secara sosial dan politik.
"Bagaimana mungkin ASEAN ini dibuka, atas warga negara lain terhadap akses ekonomi, perdagangan, suatu negara bebas melakukan aktifitas ekonomi di negara lain tapi di sisi lain negara itu masih memperlakukan represi terhadap warga negaranya sendiri, ini kan jadi kontradiksi," pungkas Sukamta.
posted by @Adimin
Soal Pengungsi Rohingya, Pemerintah Harus Utamakan Aspek Kemanusiaan
Saya kira ini bagian dari Bab
Kemanusiaan. Kita ingin memastikan bahwa Negara Indonesia ini Negara
yang berpihak pada kemanusiaan. Paling tidak memberikan penampungan
sementara agar hidup mereka sesuai dengan konstitusi kita," kata
Sukamta, di Jakarta, Selasa (12/5/2015) seperti dikutip dari pks.or.id
Di dalam UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, lanjut Sukamta, sikap Pemerintah Indonesia sendiri tidak membedakan asal-usul dan sifat pengungsi. Menurutnya, ini tidak tepat karena seluruh orang asing yang masuk dianggap sebagai imigran gelap. Sementara di UU No. 37 Tahun 1999 tentang pengaturan pengungsi dan para pencari suaka, seharusnya Presiden menindaklanjuti dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres).
"Pemerintah sebetulnya bisa kalau punya kemauan, saya berharap seperti pengungsi Rohingya dan Bangladesh ini ditangani dan dibantu karena alasan kemanusiaan, tapi UU ini persoalannya adalah Keppresnya itu belum ada, jadi Keppres itulah yang nanti menjadi pedoman operasional bagaimana kita memperlakukan para pengungsi itu," jelas Doktor lulusan Manchester University itu.
Sehingga, masih kata Sukamta, ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan, maka ASEAN tidak hanya menjadi kawasan yang kondusif dalam masalah ekonomi, tapi juga secara sosial dan politik.
"Bagaimana mungkin ASEAN ini dibuka, atas warga negara lain terhadap akses ekonomi, perdagangan, suatu negara bebas melakukan aktifitas ekonomi di negara lain tapi di sisi lain negara itu masih memperlakukan represi terhadap warga negaranya sendiri, ini kan jadi kontradiksi," pungkas Sukamta.
Seribu pengungsi Rohingya dan Bangladesh terdampar di Perairan Selat
Malaka, Aceh Utara, Sejak Ahad (10/5) lalu. Diduga mereka ditelantarkan
oleh penyelundupnya selepas berlayar dengan perahu tahanan dalam kondisi
yang sangat memprihatinkan. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI
dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Sukamta meminta
Pemerintah Indonesia agar lebih mengedepankan misi kemanusiaan dalam
menangani para pengungsi tersebut. Menurutnya, sesuai dengan konstitusi
Indonesia, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Bab XA pasal 28G butir 2 bahwa
setiap orang berhak untuk hidup bebas dan mendapatkan jaminan keamanan.
pkssemarang
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 13, 2015
posted by @Adimin
Pemkot Padang-BPS Mutakhirkan Data Perlindungan Sosial
Written By Anonymous on 13 May, 2015 | May 13, 2015

PADANG (12/5) – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat akan melakukan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) program perlindungan sosial 2015.
"Pemutakhiran ini penting karena selama ini program tersebut masih menggunakan data 2011," kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Selasa (12/5).
Untuk kelancaran pemutakhiran data ini, Pemkot Padang telah mengumpulkan dan menyampaikan kepada seluruh Lurah dan Camat di Kota Padang.
Hal itu dikarenakan valid atau tidaknya pemutakhiran data PBDT bergantung kepada Lurah sebab ia merupakan pemerintahan terdepan yang berhadapan dengan masyarakat.
Untuk kelancaran pemutakhiran data ini, Pemkot Padang telah mengumpulkan dan menyampaikan kepada seluruh Lurah dan Camat di Kota Padang.
Hal itu dikarenakan valid atau tidaknya pemutakhiran data PBDT bergantung kepada Lurah sebab ia merupakan pemerintahan terdepan yang berhadapan dengan masyarakat.
Mahyeldi menegaskan semua Lurah harus bertanggungjawab untuk mendapatkan data yang valid untuk PBDT tersebut. Karena Pemkot tidak menginginkan terjadinya kesalahan data dalam pemutakhiran basis data terpadu tersebut.
Dia menjelaskan sukses atau tidaknya pemutakhiran PBDT itu bukan dipandang dari selesainya data yang dikumpulkan, akan tetapi dilihat saat tidak terjadinya permasalahan dalam peluncuran sebuah program kerja.
"Sukses bukan sekedar selesai datanya, tetapi ketika ada program yang akan dilaksanakan nantinya tidak terjadi masalah," tambah Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Padang, Rizal menyatakan pemutakhiran data PBDT 2015 dilakukan Mei hingga Juli 2015.
BPS telah menyiapkan tim untuk pemutakhiran data tersebut, dimana mereka akan turun ke lapangan untuk melaksanakan tugas tersebut.
Dia menyebutkan, 11 fasilitator telah disiapkan dan akan tersebar di semua kecamatan di Kota Padang.
"Mereka akan melakukan pemutakhiran data bersama camat, lurah, RT dan RW," pungkasnya.
Sumber: http://www.antarasumbar.comDia menjelaskan sukses atau tidaknya pemutakhiran PBDT itu bukan dipandang dari selesainya data yang dikumpulkan, akan tetapi dilihat saat tidak terjadinya permasalahan dalam peluncuran sebuah program kerja.
"Sukses bukan sekedar selesai datanya, tetapi ketika ada program yang akan dilaksanakan nantinya tidak terjadi masalah," tambah Mahyeldi.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Padang, Rizal menyatakan pemutakhiran data PBDT 2015 dilakukan Mei hingga Juli 2015.
BPS telah menyiapkan tim untuk pemutakhiran data tersebut, dimana mereka akan turun ke lapangan untuk melaksanakan tugas tersebut.
Dia menyebutkan, 11 fasilitator telah disiapkan dan akan tersebar di semua kecamatan di Kota Padang.
"Mereka akan melakukan pemutakhiran data bersama camat, lurah, RT dan RW," pungkasnya.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 13, 2015
posted by @Adimin
A. Zainuddin: ASEAN Harus Tegas Selesaikan Masalah Rohingya
Gelombang pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar kembali tiba di Indonesia. Mereka berlabuh di Aceh setelah berminggu-minggu terapung di lautan dengan kapal nelayan.
Ribuan orang Rohingya ini merupakan pengungsi yang lari dari negaranya karena penindasan politik dan diskriminasi etnis yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin sangat prihatin dengan masalah kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Menurutnya, masalah Rohingya sampai saat ini tidak kunjung selesai karena kurangnya perhatian ASEAN dan dunia internasional, terutama dalam menekan pemerintah Myanmar agar menghentikan politik diskriminasi.
"Saya kira dalam masalah Rohingya ini, Indonesia perlu mengambil peran lebih signifikan lagi agar mendapat perhatian lebih serius di ASEAN. Kalau perlu ASEAN menekan Myanmar agar memberi kebijaksanaan terhadap warga Rohingya," ujar Zainuddin di Jakarta, Rabu (13/5/2015).
Zainuddin beralasan, masalah Rohingya saat ini bukan lagi persoalan internal satu negara, tapi sudah menjadi isu kawasan. Karena berdampak terhadap aspek kemanusiaan dan stabilitas keamanan di kawasan. Jumlah pengungsi Rohingya yang lari keluar dari negaranya dan mencari perlindungan ke negara-negara lain terdekat sudah mencapai puluhan ribu orang.
Anggota Poksi Luar Negeri Komisi I DPR ini juga mengatakan, setiap anggota ASEAN memang terikat dengan code of conduct untuk saling menghormati dan tidak turut campur dalam persoalan dalam negeri masing-masing. Namun jika persoalan internal anggota ASEAN telah berdampak luas terhadap anggota lainnya dan kawasan, maka sewajarnya jika ASEAN mengambil langkah lebih maju dan tegas.
"Sampai kapan gelombang pengungsi ini akan terus terjadi? Sampai etnis Rohingya benar-benar habis? Sementara di tempat tujuan mereka juga tidak mendapat hidup yang layak. ASEAN harus menyikapi ini lebih serius demi kemanusiaan universal," ucapnya.
Zainuddin juga mengapresiasi langkah taktis kementerian luar negeri, kementerian sosial RI, dan pemerintah daerah Aceh dalam menangani pengungsi Rohingya. Zainuddin mengingatkan pemerintah Indonesia terkait Konvensi Jenewa 1951 dan Protokol 1967 tentang pengungsi. Indonesia juga harus menganut prinsip non Refoulement, tidak memulangkan pengungsi ke negaranya yang masih dalam kondisi konflik.
"Selama ada konflik di Myanmar, gelombang pengungsi Rohingya akan terus terjadi ke depan. Pemerintah sebaiknya membentuk sistem penanganan baku untuk mengantisipasi hal itu berdasarkan Konvensi Jenewa 1951," imbuhnya.
Selain itu, politisi PKS ini juga mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera turun tangan menangani persoalan Rohingya. Menurutnya, intervensi dunia internasional lebih jauh dalam masalah Rohingya sangat diperlukan.
Zainuddin mengakui PBB melalui UNHCR telah melakukan langkah-langkah kemanusiaan terhadap para pengungsi Rohingya. Namun upaya pemecahan masalah di Myanmar perlu juga dilakukan langkah lebih tegas oleh ASEAN atau PBB.
"PBB pernah menyatakan warga Rohingya saat ini adalah etnis paling teraniaya di dunia. Lalu bagaimana solusinya? PBB dan dunia internasional harus intervensi untuk hentikan pelanggaran kemanusiaan di sana. Dan Myanmar harus dengar suara internasional,"cetusnya.
Pada Senin (11/5), sekitar 600 pengungsi Rohingya memasuki perairan Indonesia secara ilegal. Mereka terdampar di Aceh setelah kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar. Sekitar 50 orang kini dirawat pemerintah Negeri Serambi Makkah karena kelaparan akut.
Tidak hanya Indonesia, Malaysia pun juga menerima gelombang pengungsi Rohingya. Sekitar 2000 warga Rohingya terdampar di pantai barat Malaysia. Selama empat tahun terakhir, etnis minoritas ini mengalami kondisi mengenaskan. Rohingya merupakan salah satu etnis Muslim yang sejak ratusan tahun hidup di Myanmar. Namun pemerintah junta militer di negara itu, bersama rakyatnya yang mayoritas Buddhis menolak mengakui kehadiran mereka. Konflik berlatar sentimen etnis akhirnya pecah pada 2012 lalu, memakan korban ratusan jiwa.
Organisasi Internasional untuk Migrasi memperkirakan sekitar 25 ribu muslim Rohingya dan warga Bangladesh diselundupkan keluar dengan kapal sejak Januari hingga Maret 2015.Bahkan diperkirakan masih ada sekitar 8000 orang lagi yang terjebak di Selat Malaka dan perairan sekitarnya. (*)
Ribuan orang Rohingya ini merupakan pengungsi yang lari dari negaranya karena penindasan politik dan diskriminasi etnis yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin sangat prihatin dengan masalah kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Menurutnya, masalah Rohingya sampai saat ini tidak kunjung selesai karena kurangnya perhatian ASEAN dan dunia internasional, terutama dalam menekan pemerintah Myanmar agar menghentikan politik diskriminasi.
"Saya kira dalam masalah Rohingya ini, Indonesia perlu mengambil peran lebih signifikan lagi agar mendapat perhatian lebih serius di ASEAN. Kalau perlu ASEAN menekan Myanmar agar memberi kebijaksanaan terhadap warga Rohingya," ujar Zainuddin di Jakarta, Rabu (13/5/2015).
Zainuddin beralasan, masalah Rohingya saat ini bukan lagi persoalan internal satu negara, tapi sudah menjadi isu kawasan. Karena berdampak terhadap aspek kemanusiaan dan stabilitas keamanan di kawasan. Jumlah pengungsi Rohingya yang lari keluar dari negaranya dan mencari perlindungan ke negara-negara lain terdekat sudah mencapai puluhan ribu orang.
Anggota Poksi Luar Negeri Komisi I DPR ini juga mengatakan, setiap anggota ASEAN memang terikat dengan code of conduct untuk saling menghormati dan tidak turut campur dalam persoalan dalam negeri masing-masing. Namun jika persoalan internal anggota ASEAN telah berdampak luas terhadap anggota lainnya dan kawasan, maka sewajarnya jika ASEAN mengambil langkah lebih maju dan tegas.
"Sampai kapan gelombang pengungsi ini akan terus terjadi? Sampai etnis Rohingya benar-benar habis? Sementara di tempat tujuan mereka juga tidak mendapat hidup yang layak. ASEAN harus menyikapi ini lebih serius demi kemanusiaan universal," ucapnya.
Zainuddin juga mengapresiasi langkah taktis kementerian luar negeri, kementerian sosial RI, dan pemerintah daerah Aceh dalam menangani pengungsi Rohingya. Zainuddin mengingatkan pemerintah Indonesia terkait Konvensi Jenewa 1951 dan Protokol 1967 tentang pengungsi. Indonesia juga harus menganut prinsip non Refoulement, tidak memulangkan pengungsi ke negaranya yang masih dalam kondisi konflik.
"Selama ada konflik di Myanmar, gelombang pengungsi Rohingya akan terus terjadi ke depan. Pemerintah sebaiknya membentuk sistem penanganan baku untuk mengantisipasi hal itu berdasarkan Konvensi Jenewa 1951," imbuhnya.
Selain itu, politisi PKS ini juga mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera turun tangan menangani persoalan Rohingya. Menurutnya, intervensi dunia internasional lebih jauh dalam masalah Rohingya sangat diperlukan.
Zainuddin mengakui PBB melalui UNHCR telah melakukan langkah-langkah kemanusiaan terhadap para pengungsi Rohingya. Namun upaya pemecahan masalah di Myanmar perlu juga dilakukan langkah lebih tegas oleh ASEAN atau PBB.
"PBB pernah menyatakan warga Rohingya saat ini adalah etnis paling teraniaya di dunia. Lalu bagaimana solusinya? PBB dan dunia internasional harus intervensi untuk hentikan pelanggaran kemanusiaan di sana. Dan Myanmar harus dengar suara internasional,"cetusnya.
Pada Senin (11/5), sekitar 600 pengungsi Rohingya memasuki perairan Indonesia secara ilegal. Mereka terdampar di Aceh setelah kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar. Sekitar 50 orang kini dirawat pemerintah Negeri Serambi Makkah karena kelaparan akut.
Tidak hanya Indonesia, Malaysia pun juga menerima gelombang pengungsi Rohingya. Sekitar 2000 warga Rohingya terdampar di pantai barat Malaysia. Selama empat tahun terakhir, etnis minoritas ini mengalami kondisi mengenaskan. Rohingya merupakan salah satu etnis Muslim yang sejak ratusan tahun hidup di Myanmar. Namun pemerintah junta militer di negara itu, bersama rakyatnya yang mayoritas Buddhis menolak mengakui kehadiran mereka. Konflik berlatar sentimen etnis akhirnya pecah pada 2012 lalu, memakan korban ratusan jiwa.
Organisasi Internasional untuk Migrasi memperkirakan sekitar 25 ribu muslim Rohingya dan warga Bangladesh diselundupkan keluar dengan kapal sejak Januari hingga Maret 2015.Bahkan diperkirakan masih ada sekitar 8000 orang lagi yang terjebak di Selat Malaka dan perairan sekitarnya. (*)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 12, 2015
Padang,10 Program unggulan Pemko Padang, sebagian sudah berjalan dengan baik, seperti buat jalan Betonisasi, bedah rumah, sekolah gratis dsb. disampaikan Ka. BAPEDA Kota Padang, Hervan Bahar.
Didampingi Kabag. Humas dan Protokol Mursalin, dan Alfian Sekretaris Bapada. Senin (11/5) di Kantor Bapeda.
Walikota Padang, H.Mahyeldi Ansharulah, SP bersama Wakil Walikota Ir. H. Emzalmi, M.Si sangat berkomitmen sekali menjalankan sesuai dengan janji 10 program unggulan, sewaktu Pilkada akan terus berjuang, bekerja dan berusaha keras demi kesejahteraan warga Kota Padang kedepannya.
Tepat, tanggal 13 Mei 2015 mendatang kedua pemimpin ini sudah genap satu tahun memimpin dan mengabdikan diri untuk masyarakat Kota Padang.
Tentu kedepannya kita berharap sebagai warga Kota Padang kedua pemimpin yang di cintai rakyat ini, tetap sehat dan dapat mengemban tugas dengan ikhlas dan di berkahi serta di redhai Allah. Ujar Hervan.
Dalam Kesempatan itu, Kabag. humas dan Protokol Mursalim katakan sebagai bukti pemimpin kita sudah bekerja keras beberapa penghargaan terima tahun 2014/2015 dari pemerintah Pusat.
Tentu jelas kita sebagai warga kota, mengucapkan terima kasih dengan memberikan motivasi, dukungan dan dorongan kepada kedua pemimpin kota ini, agar 10 program kerja yang jelas, dapat terlaksana dengan baik kedepannya, Ujar Mursalim. [Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Mahyeldi Bersama Emzalmi Pemimpin Yang Ikhlas
Written By Anonymous on 12 May, 2015 | May 12, 2015

Padang,10 Program unggulan Pemko Padang, sebagian sudah berjalan dengan baik, seperti buat jalan Betonisasi, bedah rumah, sekolah gratis dsb. disampaikan Ka. BAPEDA Kota Padang, Hervan Bahar.
Didampingi Kabag. Humas dan Protokol Mursalin, dan Alfian Sekretaris Bapada. Senin (11/5) di Kantor Bapeda.
Walikota Padang, H.Mahyeldi Ansharulah, SP bersama Wakil Walikota Ir. H. Emzalmi, M.Si sangat berkomitmen sekali menjalankan sesuai dengan janji 10 program unggulan, sewaktu Pilkada akan terus berjuang, bekerja dan berusaha keras demi kesejahteraan warga Kota Padang kedepannya.
Tepat, tanggal 13 Mei 2015 mendatang kedua pemimpin ini sudah genap satu tahun memimpin dan mengabdikan diri untuk masyarakat Kota Padang.
Tentu kedepannya kita berharap sebagai warga Kota Padang kedua pemimpin yang di cintai rakyat ini, tetap sehat dan dapat mengemban tugas dengan ikhlas dan di berkahi serta di redhai Allah. Ujar Hervan.
Dalam Kesempatan itu, Kabag. humas dan Protokol Mursalim katakan sebagai bukti pemimpin kita sudah bekerja keras beberapa penghargaan terima tahun 2014/2015 dari pemerintah Pusat.
Tentu jelas kita sebagai warga kota, mengucapkan terima kasih dengan memberikan motivasi, dukungan dan dorongan kepada kedua pemimpin kota ini, agar 10 program kerja yang jelas, dapat terlaksana dengan baik kedepannya, Ujar Mursalim. [Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 11, 2015
posted by @Adimin
Cetak Kader Melek Informasi, DPP Gelar Pelatihan Jurnalistik & Kehumasan
Written By Anonymous on 11 May, 2015 | May 11, 2015
JAKARTA (11/5) – Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menyelenggarakan “Journalism and Public Relation Student Training” di Kantor DPP PKS (MD Building) Jakarta, Sabtu (23/5). Kegiatan tersebut telah rutin diselenggarakan sebagai upaya mencetak kader-kader muda PKS yang melek informasi.
“Pelatihan jurnalistik dan kehumasan ini bersifat rutin. Tujuannya untuk mencetak kader-kader yang melek informasi,” kata Sekretaris Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi di Jakarta, Senin (11/5).
Dedi menjelaskan acara pelatihan jurnalistik terbatas bagi 200 orang peserta. Oleh karena itu, panitia menetapkan beberapa persyaratan bagi para calon peserta.
“Peserta yang dapat mengikuti pelatihan jurnalistik dan kehumasan ini harus memenuhi persyaratan antara lain WNI dan merupakan Kader PKS atau Anggota Garuda Keadilan (GK), pelajar atau mahasiswa usia maksimal 25 tahun, memiliki minat di bidang kehumasan (public relation), jurnalisme, fotografi, dan videografi, serta bersedia menjadi bagian dari Tim Humas PKS,” jelasnya.
Meskipun terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, lanjut Dedi, peserta pelatihan akan memeroleh ilmu serta pengalaman di bidang jurnalisme dan kehumasan tanpa dipungut biaya.
“Seluruh materi pelatihan, mulai dari manajemen kehumasan, junalisme, fotografi, hingga videografi ini gratis, tanpa dipungut biaya sama sekali,” ujar Dedi.
Perlu diketahui, pelatihan jurnalistik dan kehumasan merupakan salah satu kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Bidang Humas DPP PKS. Para calon peserta yang telah memenuhi persyaratan diharapkan segera mendaftarkan diri dengan cara mengirim pesan singkat (Short Message Service/SMS) kepada panitia, selama periode 11-20 Mei 2015.
***
Registrasi dapat dilakukan melalui SMS dengan format:
Nama_Asal DPC_No. HP Murobbi_Pilihan Kelas Training (PR, Jurnalisme, Fotografi, atau Videografi)
Kirim ke: (Putra/Ikhwan) 0857-1180-0139 atau (Putri/Akhwat) 0857-1670-6152
[pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 10, 2015
Jakarta (10/5) - Banyaknya naskah yang masuk hingga 30 April 2015 yang mencapai 1.254 naskah, membuat Panitia memutuskan untuk memundurkan waktu pengumuman pemenang hingga 1 Juni 2015.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia lomba penulisan Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI, Abdul Hakim, di Jakarta, Ahad (10/5).
"Intinya panitia butuh waktu lebih untuk menilai seluruh tulisan, yang ternyata di luar dugaan, begitu membludak naskah yang masuk," kata Hakim.
Jumlah halaman naskah, lanjut Hakim, hampir semua berjumlah 10 sampai 12 halaman per judul. "Bahkan, ada yang sampai 70 halaman. Uniknya, diantara peserta lomba, ada yang berprofesi sebagai petani ikut mengirim naskah, dan isi naskahnya seperti sebuah tesis, ini yang membuat kami merasa bangga dan semangat," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.
Selain anggota DPR RI dan budayawan, lomba yang diluncurkan pada 1 April 2015 ini juga melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi ternama sebagai dewan juri.
"Karena membludaknya naskah yang masuk, panitia berinisiatif untuk melibatkan para mahasiswa dari kampus-kampus besar, diantaranya IPB, USU, Unpad, UGM, dan UI," pungkas Hakim.
Diketahui, lomba penulisan Fraksi PKS DPR ini diselenggarakan dalam rangka HUT PKS ke-17. Naskah lomba yang berhadiah total Rp60 juta ini masuk hampir dari seluruh wilayah di tanah air, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Palembang, Bangka Belitung, Batam, Lampung, Sumatera Barat, berbagai kota di Pulau Jawa, Banten, Madura, lombok, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. [abr/*]
posted by @Adimin
Peserta Membludak, Pengumuman Pemenang Lomba Penulisan Diundur
Written By Anonymous on 10 May, 2015 | May 10, 2015

Jakarta (10/5) - Banyaknya naskah yang masuk hingga 30 April 2015 yang mencapai 1.254 naskah, membuat Panitia memutuskan untuk memundurkan waktu pengumuman pemenang hingga 1 Juni 2015.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia lomba penulisan Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI, Abdul Hakim, di Jakarta, Ahad (10/5).
"Intinya panitia butuh waktu lebih untuk menilai seluruh tulisan, yang ternyata di luar dugaan, begitu membludak naskah yang masuk," kata Hakim.
Jumlah halaman naskah, lanjut Hakim, hampir semua berjumlah 10 sampai 12 halaman per judul. "Bahkan, ada yang sampai 70 halaman. Uniknya, diantara peserta lomba, ada yang berprofesi sebagai petani ikut mengirim naskah, dan isi naskahnya seperti sebuah tesis, ini yang membuat kami merasa bangga dan semangat," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini.
Selain anggota DPR RI dan budayawan, lomba yang diluncurkan pada 1 April 2015 ini juga melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi ternama sebagai dewan juri.
"Karena membludaknya naskah yang masuk, panitia berinisiatif untuk melibatkan para mahasiswa dari kampus-kampus besar, diantaranya IPB, USU, Unpad, UGM, dan UI," pungkas Hakim.
Diketahui, lomba penulisan Fraksi PKS DPR ini diselenggarakan dalam rangka HUT PKS ke-17. Naskah lomba yang berhadiah total Rp60 juta ini masuk hampir dari seluruh wilayah di tanah air, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Palembang, Bangka Belitung, Batam, Lampung, Sumatera Barat, berbagai kota di Pulau Jawa, Banten, Madura, lombok, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. [abr/*]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN


