pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Presiden PKS Optimis Kuat Emban Amanah dengan Dukungan Kader

Written By Anonymous on 07 September, 2015 | September 07, 2015

SERANG (7/9) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan amanah sebagai Presiden PKS tentulah berat. Namun ia optimis amanah ini dapat ditunaikannya dengan baik karena akan ada kader-kader PKS yang siap mendukung amanah ini dengan sebaik-baiknya.

“Namanya amanah sudah pasti berat, apalagi ini amanah kepemimpinan untuk membawa gerbong jamaah dakwah, partai dakwah. Pasti sangat berat, karena saya harus mempertanggungjawabkannya di akhirat. Namun dengan dukungan antum semua, saya percaya  dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Sohibul Iman saat mengadakan pertemuan dengan pengurus kaderisasi se-Banten di Serang, Ahad (6/9).

Maka dalam acara yang dihadiri 400 orang kader PKS tersebut, Sohibul Iman mengajak seluruh kader di Banten untuk bersama-sama memajukan PKS.

“Tolong sampaikan ke semua kader yang terbina di seluru pelosok Banten. Insya Allah kita bergandengan tangan untuk membuat partai dakwah ini berdaya guna dan berhasil guna,” papar Sohibul Iman.

Selain itu Sohibul Iman juga mengajak para kader untuk lebih sadar akan kedisiplinan, karena sesungguhnya disiplin terhadap waktu adalah ciri mukmin sejati.

“Disiplin terhadap waktu itu ciri mukmin sejati. Dengan itu pula insya Allah beragam kemudahan dan kemenangan bisa kita dapat,” imbau Sohibul Iman.

Sohibul Iman juga menyeru agar semangat disiplin akan waktu itu bisa ditularkan kepada semua kader, sebagaimana kedisiplinan itu telah diterapkan di jajaran Dewan DPTP.

“Antum perlu ketahui, rapat DPP sekarang setiap Rabu jam 6 pagi. Kita tidak ingin rapat tengah malam sampai pagi hari. Karena itu berawal jam 6 pagi, rata-rata jam 10-11 selesai sehingga yang punya tugas ke kantor bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” pungkas Sohibul Iman.

Sumber: Humas PKS Banten



posted by @Adimin

Sohibul Iman, PKS, dan JIL (Bagian 1)


Oleh: Ubedilah Badrun

(Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta)



Terpilihnya Mohamad Sohibul Iman menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada awal Agustus lalu sempat menghentakkan Jaringan Islam Liberal (JIL). Dengan cepat Ulil Abshor Abdala, sang pentolan JIL, merespon melalui media sosial Twitter. Selain mengucapkan selamat, ia juga berharap agar PKS di bawah kepemimpinan Sohibul Iman akan semakin menjadi partai terbuka.


Ulil juga sedikit menganalisis dengan kesimpulan PKS telah mengalami liberalisasi internal. Ia hanya menyebut ciri-ciri perubahan simbolik pada aktivis PKS. Diantaranya seperti elite-elite PKS yang sudah jarang berjenggot dan jarang bercelana cingkrang. Rasanya ini sebuah kesimpulan yang simplifikatif.


Latar belakang Sohibul Iman sebagai mantan Rektor Universitas Paramadina juga sempat dikaitkan oleh media JIL (Islamlib.com). Fakta tersebut dinilai sebagai indirect influence secara kultural dari gerakan JIL yang mengusung cara pandang baru dalam memahami Islam. Terpilihnya Sohibul Iman memang direspon positif oleh berbagai kalangan termasuk JIL. Tentunya hal ini tidak serta merta mengaitkan Kang Iman beraliran Islam liberal.

Penulis mencermati respon positif publik terhadap sosok Sohihul Iman lebih karena performa yang sederhana, intelek, santun, dan memiliki jaringan yang luas. Sebuah berkah tersendiri untuk partai yang berlimpah kaum intelektual.

Tulisan ini tidak hendak membantah atau mendangkalkan kesimpulan JIL tentang sosok Sohibul Iman (Kang Iman) karena memang pandangan Ulil dan JIL kurang utuh, bahkan cenderung simplifikasi simbolik. Melalui tulisan ini, penulis mencoba mengurai arah pemikiran Kang Iman dari gagasan-gagasannya atau ide-idenya yang terpublikasi di banyak media.

Dengan cara itu penulis meyakini ada semacam otentisitas karena dari gagasan yang terungkap kita bisa lebih mengenali sang tokoh secara lebih otentik.

Tiga Pemikiran Kang Iman

Belum genap sebulan sebagai Presiden PKS, penulis mengamati ada tiga pemikiran penting Kang Iman yang terlontar ke publik. Penulis menyebutnya pemikiran negarawan. Habitus pemikiran negarawan Kang Iman berbasis pada pemikiran Islam otentik dan kerangka kenegaraan yang progresif (maju). Tiga pemikiran Kang Iman tersebut penulis urai di bawah ini.

Pertama, pemikiran untuk mengokohkan nilai dan prinsip partai (purifikasi). Pengokohan nilai dan prinsip Islam dalam berpartai ini dalam khazanah pemikiran Islam sering disebut Purifikasi Islam atau pemurnian Islam dalam konteks berpolitik. Menariknya, pemikiran Kang Iman tentang Purifikasi ini dikontekstualisasikan dalam kehidupan kenegaraan.

Dalam analisis media yang penulis lakukan ditemukan pemikiran purifikasi ini bahwa positioning PKS tetap sebagai partai dakwah dan partai kader. Dengan posisi itu diharapkan PKS mampu berkontribusi secara optimal untuk masyarakat dan bangsa.

Kalimat ini menempatkan spirit Islam politik (partai kader dan partai dakwah) yang tidak ditinggalkan sekaligus dibingkai dengan tujuan memberi kontribusi untuk bangsa. Ini juga menunjukkan ada orientasi untuk kemajuan bangsa. (Kompas.com/11/8/2015).

Kedua, pemikiran tentang pentingnya kebersamaan (menghargai pluralitas). Kang Iman meyakini sebuah partai atau sebuah bangsa isinya beragam manusia. Ini adalah realitas yang tidak bisa dihindari. Kematangan berfikir Kang Iman yang menghargai keragaman patut diapresiasi. Dalam khazanah pemikiran Islam kontemporer ini sering disebut pemikiran pluralisme. Kang Iman tentu bukan penganut pluralisme tetapi ia adalah intelektual muslim yang menghargai pluralitas.

Temuan penulis menunjukan cara pandang Kang Iman tentang keberagaman seperti pada pernyataan Kang Iman berikut ini: "Islam mengajarkan menghargai keragaman. Kalau karena mengamalkan spirit keberagaman lalu saya disebut pluralis, maka saya adalah seorang pluralis berkarakter, bukan pluralis pragmatis" (wawancara penulis, 3/9/15).

Bersambung... 



posted by @Adimin

Dr Salim Apresiasi Gerakan Budaya KMGP the Movie

JAKARTA (6/9) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al Jufri menyambut baik kelompok masyarakat yang menginisiasi gerakan budaya memproduksi film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP the Movie).
“Berdasarkan pengalaman sejarah, seni dan budaya mampu mengubah orang menjadi lebih baik, melampaui batas-batas suku, ras, agama, bahkan logika,” kata Dr Salim saat menerima silaturahim tim produksi KMGP the Movie di Jakarta, Ahad (6/9).
Menurut Dr Salim, saat ini tidak hanya Al Quran yang ditulis dengan indah dan saat diperdengarkan menyentuh hati orang-orang yang paham Bahasa Arab, tetapi juga penggunaan media audio visual.
“Pada era sekarang penggunaan media audio visual bisa secara efektif menjangkau banyak orang di banyak tempat sekaligus,” ujar Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu.
Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota tim produksi, dr. Hajar Ariyani menceritakan keberhasilan KMGP the Movie memberikan semangat dakwah kepada anak-anak di Jawa Timur.
Alhamdulillah, KMGP the Movie ini mampu menyemangati kembali anak-anak kader di Jawa Timur untuk berdakwah sambil menyalurkan energi kreatif mereka,” papar dr. Hajar.
Sambil setengah bercanda, dr. Hajar meminta Dr Salim untuk ikut membeli tiket serta menonton tayangan pertama(premier) KMGP the Movie atas nama komunitas Smart Club.
“Mari Ustadz, ikut beli tiket nonton duluan KMGP the Movie atas nama komunitas Smart Club, sehingga dana komunitasnya bisa mereka pakai untuk membangun Rumah Dakwah Sekolah di kawasan Jawa Timur,” ajak dr. Hajar.
Merespon ajakan tersebut, Dr Salim sepakat kader dan simpatisan PKS mendukung KMGP the Movie melalui gerakan #SedekahTiket.
“1200-an anggota dewan dari PKS di seluruh Indonesia harusnya bisa mendukung film ini, di samping tentu saja mendoakan, memberi endorsement, serta nonton pada hari pertama,” ujarnya.
Dr Salim pun menggarisbawahi peluang untuk memproduksi film tentang pahlawan Muslim Nusantara dengan pendekatan seperti KMGP the Movie.
“Pendekatan crowd funding dan komunitas seperti yang dirintis oleh tim produksi KMGP the Movie ini seharusnya juga membuka peluang bagi kita untuk dapat memproduksi seri film tentang pahlawan Muslim Nusantara dari berbagai daerah. Semoga bisa diwujudkan,” pesannya. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri (empat dari kiri) bersama tim produksi KMGP the Movie di Jakarta, Ahad (6/9).


posted by @Adimin

Politisi PKS: Buwas Seharusnya Dapat Apresiasi, Bukan Dicopot

Written By Anonymous on 05 September, 2015 | September 05, 2015

JAKARTA (2/9) – Langkah Bareskrim Polri di bawah pimpinan Komjen Pol. Budi Waseso dalam membongkar skandal korupsi di Pelindo II dan Pertamina sebenarnya membawa angin segar untuk masyarakat.

Dengan terbongkarnya dua kasus besar tersebut, kepercayaan publik kepada Polri mulai berangsur membaik. Tentunya harus diakui itu semua sebagai hasil kerja kabarreskrim.

"Apa yang telah Pak Buwas (red. Buwas, panggilan akrab Budi Waseso) lakukan tersebut sangat sejalan dengan reformasi Polri dan semangat pemberantasan korupsi," ujar Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, dalam keterangan pers, Rabu (2/9/2015).

Dengan demikian, Budi Waseso, menurut Aboe, seharusnya mendapat apresiasi, bukan malah dicopot. Akhirnya, publik menilai banyak pihak yang terganggu dengan sepak terjang kabareskrim, sehingga dicopot.

Tentunya langkah pencopotan ini akan dilihat sebagai kebijakan yang tidak pro dengan pemberantasan korupsi.

"Sebagai mitra kerja Komisi III saya memberikan apresiasi terhadap kinerja Kabareskrim tersebut," ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dia pun yakin sebagai polisi pastilah akan siap ditugaskan dimana saja.

"Kita berharap, siapun yang menggantikannya akan meneruskan program yang baik dari Buwas," pungkas Aboe.

Sumber: http://nasional.rimanews.com


posted by @Adimin

Aburizal Bakrie: Selamat Munas PKS



JAKARTA (4/9) – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie menyampaikan apresiasinya atas Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 14-15 September 2015.

“Pertama, selamat atas telah diperkenalkannya pengurus baru dari PKS. Kedua, selamat juga untuk Munas ke-4 tanggal 14 September yang akan datang,” kata politisi yang akrab disapa Ical itu usai acara Silaturahim KMP di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Kamis (3/9).

Ical berharap dengan terpilihnya kepengurusan baru, PKS tetap berjaya dan berada dalam Koalisi Merah Putih (KMP).

“Saya mengharapkan PKS tetap jaya, dan tentunya sebagai pimpinan dari KMP juga bergembira bahwa PKS mengatakan pengurus baru tetap berada di Koalisi Merah Putih,” ujarnya.

Ical pun mengajak PKS untuk terus bergerak bersama membangun Indonesia. “Marilah kita sama-sama membangun bangsa ini dengan seluruh komponen-komponen bangsa lainnya. Selamat buat PKS!” pungkasnya.

PKS akan menggelar Munas ke-4 yang diikuti kader dari seluruh Indonesia dan luar negeri di Kota Depok, Jawa Barat. Selain pengukuhan struktur Dewan Pengurus Pusat (DPP) masa bakti 2015-2020, PKS juga akan menyampaikan pandangan politik terkait persoalan bangsa saat ini. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menerima pertanyaan wartawan usai acara Silaturahim KMP di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Kamis (3/9). (Gilang Ramadhan/Relawan PKS Foto).


posted by @Adimin

Musyawarah Mufakat PKS Patut Dicontoh Partai Lain

Written By Anonymous on 04 September, 2015 | September 04, 2015



JAKARTA (3/9) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengundang pimpinan partai dari Koalisi Merah Putih (KMP). Pertemuan itu sebagai ajang silahturahmi dan perkenalan pengurus PKS yang baru kepada KMP pasca dilaksanakannya Suksesi PKS.

Pertemuan dihadiri Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wasekjen Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie bersama Sekjen Golkar Idrus Marham, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, serta petinggi PKS lainnya.

Usai pertemuan tersebut Ketum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan selamat dan sukses kepada PKS. Menurutnya, PKS dapat menjadi contoh partai-partai lain. Sebab, partai Islam tersebut dalam suksesi pergantian kepemimpinannya berjalan nyaman dan tentram. Itu karena mereka mengikuti Pancasila. Terutama sila keempat yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 

"Itu yang dilaksanakan PKS sehingga menciptakan suasa politik yang nyaman tentram dan mencerminkan sejatinya Indonesia. Selamat untuk PKS," ujar Zulkifli, Kamis (3/9).

Demokrasi musyawarah mufakat juga diterapkan oleh Majelis Ulama Indonesia dengan memilih 19 perwakilan. Setelah itu mereka melakukan musyawarah untuk memilih ketua. Muhammadiyah pun menerapkan musyawarah mufakat setelah memilih 13 perwakilan sebelum terpilih ketua baru. 

Kondisi tersebut berbeda dengan sistem demokrasi yang sangat liberal. Zulkifli menjelaskan, dengan satu orang satu suara dan memilih satu ketua nantinya yang menang akan mengambil semua. Sedangkan, yang kalah dihabisi.

Sumber: http://www.republika.co.id


posted by @Adimin

DPR Sesalkan Kedatangan As Sisi ke Indonesia


JAKARTA (3/9) – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR RI) Rofi Munawar menyesalkan kedatangan Presiden Mesir Abdul Fatah As Sisi yang hendak datang ke Indonesia atas inisiatif undangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Selama ini Presiden As Sisi memiliki catatan buruk dalam demokrasi dengan melakukan kudeta dan melakukan tindak kekerasan terhadap rakyatnya. Hal itu disampaikan Rofi menanggapi rencana kedatangan Presiden Mesir As Sisi ke Indonesia dalam rangkaian kunjungannya ke Asia sejak Ahad (30/8) hingga Sabtu (5/8).

"Presiden Jokowi harus mampu mendorong Presiden Mesir As Sisi agar menjalankan demokrasi prosedural dan menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia," kata Rofi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9). 

Rofi menambahkan, Indonesia dapat memberikan pesan besar kepada Pemerintahan Mesir, bahwa kepemimpinan dan kekuasaan harus diperoleh dengan berpijak pada nilai-nilai demokrasi yang menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). "Dan juga berpijak pada partisipasi publik dan kebebasan pers," ujar Rofi.

Perlu diketahui, lanjut Rofi, Presiden Mesir As Sisi, Ahad (16/8), menyetujui Undang-Undang (UU) antiterorisme yang menginisiasi pembentukan pengadilan khusus dan memberikan perlindungan pada aparat dalam memerangi kelompok perlawanan. Tak lama berselang, dua wartawan Aljazirah menjadi korban pertama Undang-Undang Antiteror Mesir, Sabtu (29/8), melalui sidang ulang. Baher Mohamed dan Mohamed Fahmy dihukum tiga tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan membantu organisasi teroris.

"Presiden Jokowi harus mampu menangkap pesan dan kegelisahan publik terkait kedatangan presiden As Sisi. Karenanya, pertemuan yang dilakukan harus mampu memposisikan Indonesia sebagai negara yang menentang kekerasan dalam meraih kekuasaan dan pengekangan dalam kehidupan pers," tegas legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Jawa Timur itu.

Rofi mengingatkan, bahwa Presiden Jokowi tidak bisa menafikan kondisi demokratisasi yang terjadi di Mesir selama ini, sehingga ada nilai-nilai yang dicederai oleh As Sisi. Penerimaan ini, lanjut Rofi, seakan-akan sama saja melegitimasi tindakan kekerasan dan pengekangan kehidupan pers yang dilakukan oleh As Sisi. Situasi seperti ini tentu saja harus menjadi perhatian serius dan mampu menggugah sensitifitas pemerintah Indonesia agar tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari. 

"As Sisi memiliki banyak catatan pelanggaran HAM selama hampir 2 tahun kepemimpinananya. Hampir tak ada inspirasi bagi kemanusiaan yang layak dikedepankan. Saatnya dalam konteks ini Presiden Jokowi memberikan keteladanan dan mempromosikan demokrasi di Indonesia yang damai," pungkas Rofi.

Sebelumnya diketahui, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon mengekspresikan penyesalan yang mendalam atas keputusan dijatuhkannya hukuman bagi dua wartawan Aljazirah karena dianggap menyebarkan berita yang tidak sesuai dengan kehendak Pemerintah Mesir.


posted by @Adimin

Waspadai Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Kegiatan Di Luar Ruangan

PADANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan yang melanda beberapa provinsi tetangga, yakni Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, akhir-akhir ini juga tengah menyelimuti Kota Padang.

Berdasarkan kondisi tersebut, Kota Padang pun telah dinyatakan dalam status siaga. Hal ini juga ditambah, dengan didapatinya hasil pengujian kualitas udara Kamis (3/9) kemarin, yang mencapai 209,36 g/nm3 atau dalam kategori udara tidak sehat.

Menyikapi hal itu, pada Jumat (4/9), Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang dan Bapedalda Kota Padang, langsung mencanangkan untuk membagikan masker bagi anak-anak di beberapa Sekolah Dasar (SD) di Kota Padang.

“Jadi untuk ini, saya harapkan kepada para majelis guru, agar dapat mengingatkan orang tua murid, tetangga dan lingkungan sekitar. Bahwa kondisi udara saat ini mulai mengkhawatirkan, karena bisa menimbulkan penyakit pada gangguan pernafasan. Untuk itu, mari kita mengantisipasinya dengan mengurangi aktifitas di luar ruangan dan memakai masker saat keluar ruangan ataupun dalam berkendara,” himbau walikota di sela kegiatan pembagian masker.

Disamping itu wako juga menyampaikan, kepada warga kota untuk menghindari membakar sampah dan menyarankan sampah dibuang ke tempatnya dan kontainer yang telah tersedia. Karena, membakar sampah dapat menambah polusi asap dan kondisi udara pun semakin memburuk.

“Untuk itu, marilah kita sama-sama berdoa, semoga kabut asap ini berkurang jumlahnya dan hujan turun dalam waktu dekat. Semoga saja, kabut asap ini hilang dan udara kembali baik seperti semula,” tuturnya.

Setelah itu, Kepala DKK Padang melalui Sekretarisnya, Nazarrudin menyebutkan, pembagian masker kali ini, merupakan suatu upaya yang dilakukan agar masyarakat khususnya anak-anak sekolah bisa terlindungi dari bahaya kabut asap. Sebagaimana diketahui, kabut asap ini dapat menimbulkan penyakit pada gangguan Insfeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Kali ini kita telah mencanangkan dan membagikan masker ke beberapa sekolah di Kelurahan Ujung Gurun Kecamatan Padang Barat. Untuk pencanangannya kita lakukan di 4 SD yakni SD 04, SD 13, SD 21 dan SD 03. Besok, akan kita lanjutkan ke seluruh sekolah melalui perwilayah kerja pada 22 Puskesmas se Kota Padang. Untuk ini, telah tersedia 200 ribu masker yang akan dibagikan,” imbuhnya. [Humas dan protokol kota Padang]


posted by @Adimin

Silaturrahim di Kantor PKS Tegaskan KMP Solid

JAKARTA (3/9) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan Silaturrahim Koalisi Merah Putih (KMP) di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, MD Building, Jakarta, Kamis (3/9). Acara itu bertujuan untuk memperkenalkan jajaran kepemimpinan PKS yang baru dengan KMP.
“Acara ini telah direncanakan jauh-jauh hari, merupakan silaturrahim antara pengurus baru PKS dengan pimpinan Koalisi Merah Putih,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, usai agenda makan malam bersama dalam silaturrahim.
Pada kesempatan itu, Sohibul Iman menegaskan bahwa PKS tetap di KMP. Kehadiran para pimpinan KMP serta kehangatan yang berlangsung dalam silaturrahim menunjukkan KMP tetap solid.
“Terima kasih KMP atas kerja sama dan kesolidannya selama ini. Kami tegaskan PKS tetap di KMP. Mari bersama, kita berkontribusi melalui transformasi struktural untuk membangun Indonesia yang gemah ripah loh jinawi,” ujar Sohibul Iman.
Turut hadir Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS serta pimpinan KMP. Di antara DPTP tampak hadir Ketua Majelis Syuro (MS) Dr Salim Segaf Al Jufri, Wakil Ketua (MS) Hidayat Nur Wahid, Sekretaris MS Untung Wahono, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) Surahman Hidayat, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Taufik Ridlo, KH Hilmi Aminuddin, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Ketua Bidang Kerjasama Internasional DPP PKS Anis Matta, dan Ketua Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS Dr Suswono.
Selain itu, dari petinggi KMP hadir Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, serta Sekjen Partai Gerindra Idrus Marham. [pks.id]

posted by @Adimin

Revolusi Mental Mestinya Bisa Cegah Konflik TNI-Polri



JAKARTA (3/9) – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, meminta agar revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi mampu membentuk mindset dan karakter bangsa, terutama bagi pilar-pilar keamanan dan ketertiban negara. Hal itu dikatakan Sukamta menyusul terjadinya kembali pertikaian antara oknum TNI dan Polri di Polewali, Sulawesi Barat, Ahad (30/8).
"Diperlukan sebuah solusi yang bersifat permanen agar konflik serupa tidak lagi terulang di masa yang akan datang," kata Sukamta, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).
Seharusnya, lanjut Sukamta, gagasan revolusi mental dapat mencegah ego-sektoral kedua instrumen pengamanan negara ini. Hubungan institusi sipil-militer yang harmonis merupakan salah satu karakteristik utama dari pemerintahan yang demokratis. "Oleh karena itu, dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini," ujar Sukamta.
Menurut Sukamta, perselisihan yang kerap diawali oleh permasalahan kecil mengindikasikan adanya bibit permusuhan yang terpelihara. Peristiwa ini, kata Sukamta, justru menandakan belum adanya integritas dan semangat persatuan antar instansi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu mengemukakan, jika pemerintah serius menjadikan keluhuran moral dan mentalitas sebagai karakter bangsa, maka harus dicontohkan oleh pejabat tinggi negara beserta institusinya.

"Dilihat dari aspek kultural seharusnya sikap kebanggaan terhadap korps tidak dipratekkan pada hal-hal yang bertentangan dengan sapta marga prajurit TNI dan sumpah janji anggota Polri," ungkap legislator yang juga Ketua DPW PKS DIY itu.

Lebih jauh Sukamta menilai, dari aspek kelembagaan, kedua instansi ini harus menumbuhkan citra positif lembaga di tengah-tengah masyarakat. "Sementara dari segi legislasi, Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional yang telah masuk dalam Prolegnas perlu segera direalisasikan, agar mampu memperkuat upaya integrasi TNI-Polri," pungkas lulusan S3 dari University of Manchester, Inggris ini.
Sebagaimana diketahui, perselisihan TNI-Polri ini diawali dari ketersinggungan seorang oknum TNI di sebuah acara dan berakhir pada tewasnya seorang Prajurit. Dengan demikian, kejadian ini pun menambah rentetan panjang peristiwa konflik TNI-Polri di tanah air.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Perempuan PKS Dorong Pengentasan Kemiskinan di Forum Internasional ICAPP Azerbaijan

BAKU (3/9) - Para politisi dan pimpinan partai perlu memiliki komitmen yang kuat dalam menghasilkan kebijakan partai, produk legislasi, dan program pemerintah yang pro rakyat serta memajukan kesejahteraan mereka.
Ketua Bidang Perempuan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati menyampaikan hal ini padaInternational Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Baku, Azerbaijan, Rabu (2/9).
Anis menegaskan partai politik, melalui kader-kadernya, perlu melakukan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, selain kegiatan charity yang selama ini banyak dilakukan, partai politik perlu ikut serta membina masyarakat untuk hidup mandiri.
“Banyak negara terbelakang dan sedang berkembang, kemiskinan  semakin akut karena lemahnya fungsi pelayanan dan akuntabilitas penyelenggara negara. Sudah selayaknya partai-partai politik terlibat langsung dalam pengentasan kemiskinan melalui gagasan dan program yang konkret,” ujarnya.
Berbicara tentang peran perempuan dalam pengentasan kemiskinan, Anis berpendapat hal itu bukan hanya berdampak untuk diri perempuan sendiri, tetapi juga untuk seluruh anggota keluarga. “Dengan demikian, keluarga  mereka dapat bangkit dan maju secara ekonomi,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Anis juga menjelaskan program ketahanan keluarga serta program pembangunan ekonomi keluarga yang dijalankan Bidang Perempuan PKS. Ketahanan dan kesejahteraan keluarga, katanya, dapat tercapai apabila didukung anggota keluarga yang tangguh dan mandiri.
“Sementara, program ekonomi keluarga merupakan aktivitas usaha kecil bersama yang dilakukan oleh sejumlah keluarga. Penumbuhan kapasitas usahanya dilakukan melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan, pendirian usaha-usaha kecil kreatif, dan pendampingan,” tambahnya.
International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) merupakan sebuah wadah yang beranggotakan partai-partai politik di Asia. PKS merupakan satu-satunya partai politik asal Indonesia yang hadir dan menyampaikan gagasannya pada  konferensi tentang Perempuan di Asia bertemakan Accomplishments, Challenges, and Way Forward for Women in Asia.
Hadir mewakili PKS, Ketua Bidang Perempuan Anis Byarwati dan Sekretaris Bidang Perempuan Kurniasih Mufidayati. Tercatat, sejak 2011 perempuan PKS telah hadir empat kali dan menyampaikan pandangan kunci dalam forum ICAPP.  
Keterangan Foto: Ketua Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati (berjilbab merah) saat mewakili Partai Keadilan Sejahtera dalam konferensi tentang Perempuan di Asia dalam International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Baku, Azerbaijan, Kamis (3/9).


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger