Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 28, 2013
*http://www.dakwatuna.com/2013/06/27/35865/metamorfosis-perjuangan-pks-telah-sempurna/#axzz2XQHWA1wk
posted by @A.history
Metamorfosis Perjuangan PKS Telah Sempurna
Written By Unknown on 28 June, 2013 | June 28, 2013
Akhirnya masa-masa yang meneganggkan di tubuh Partai Keadilan sejahtera telah dilewati. Berbagai persepsi dan gerakan yang dilancarkan lawan politik pupus di tengah jalan. Opini yang digulirkan oleh haters PKS tentang wanita-wanita cantik juga tak terbukti. Ancaman PKS “ditendang” dari koalisi juga sampai saat ini belum berkicau. Cacian dan makian para haters PKS di media saat ini juga telah usang. Singkat kata lengkap lah sudah perjalanan PKS menuju kemenangan.
Mungkin Anda adalah banyak menonton film. Sebuah skenario film yang bagus harus mendesain tantangan dan rintangan yang berat bagi pemeran utama. Biasanya tokoh utama dalam film benar-benar dihantam oleh berbagai polemik. Namun, pada akhir cerita, semuanya akan terharau atas ketabahan dan kesabarannya dalam menjalani metamorfosis perjuangan. Jika manusia saja sehebat itu membuat skenario film, lalu mengapa skenario “Film” Allah dalam proyek film kehidupan dengan judul ” Metamofosis PKS” tidaklah lebih baik? Pasti jauh lebih baik dari yang manusia bayang kan. Ujian yang bertubi- tubi menghantam tubuh PKS adalah bagian dari skenario itu. Semakin tokoh utama menderita, semakin indah perjuangan dan petualangannya. Maka wajar, sebelum luka PKS sembuh, luka baru segera dikirimkan. Meskipun demikian, PKS tak mengeluh. Selalu ada saja jalan bagi PKS menghibur segala sakit yang diderita. Banyak alasan yang membuat mereka tak meneteskan air mata, banyak alasan yang membuat mereka menggerutu ketika sakit. Sebab mereka percaya, tak ada segenggam kemenangan yang dibayar dengan kenikmatan. Semuanya harus dibayar dengan tangisan dan air mata.
Dari rentetan perjuangan PKS ini, saya membuatkan mereka secangkir kata pelipur kesedihan. Semoga ini bisa memenuhi dahaga mereka dalam perjalanan politik.
Sudah cukup PKS di caci maki oleh lawan politik !
Sudah cukup PKS di hajar oleh media !
Sudah cukup PKS dipermainkan oleh Pemerintah !
Saatnya kepal kan tangan dan teriakan “Lawan dan lawan”
Gimana kawan PKS, sudah siapkah kalian untuk melengkapi metamorfosis dakwah ini? Sekarang saatnya PKS “melawan” tanpa harus takut pada siapa pun. Tokoh dan amunisi perang telah dipersiapkan. Kuda-kuda petarung telah menunggu untuk kau tunggangi. Apalagi yang membuatmu takut? Kalau bicara kualitas kader sudah mapan. Dari pengamatan saya, tokoh –tokoh intelektual yang lahir dari “Rahim PKS” sudah mampu berlari mengejar kejayaan Indonesia. Mereka telah dewasa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Mereka pun sudah biasa bertarung di berbagai medan politik. Lalu apalagi yang membuat kalian bisu? Apakah kalian takut dengan lawan? Saatnya kepal kan tangan untuk melawan dan melawan.
Jangan pernah simpan lagi rasa pesimis. Kalian berada dalam barisan intelektual. Katakanlah Fahri Hamzah si Umar Bin Khathab nya PKS yang siap menjulurkan pedang perlawanan, katakanlah Anis Matta si pewaris cinta Muhammad. Tokoh yang dalam setiap pidato mengoyak perasaan. Katakanlah si Andi Rahmat, Ahli ekonomi dari PKS. Sosok politis yang berani mengajak menteri keuangan berdebat masalah ekonomi kenegaraan. Bahkan Sri Mulyani saja acungkan Jempol atas kehebatan analisis ekonominya. Katakanlah si Indra, Caretaker UU kenegaraan. Sosok kader yang suka memutilasi setiap pasal. Katakanlah si Salim A Fillah, tokoh yang dikenal di tubuh PKS sebagai kader julukan “si mata pena PKS”. Masih banyak lagi ngak usah dipaparkan satu persatu. Lalu Apa yang membuat kalian duduk nyenyak? sekarang berdiri dan buatlah satu komitmen dalam diri kader PKS bahwa;
Ketika Bendera perlawanan PKS telah berkibar !
Ketika Sirene Megaphone perjuangan telah berbunyi !
Ketika air mata penderitaan rakyat Indonesia tumpah membanjiri tanah Air !
Ketika ratapan anak negeri telah menggema di setiap sudut kota !
Maka perlawanan harga mati !
Jumlah kader Partai keadilan Sejahtera memanglah sedikit. Tetapi jumlah kader bukan ukuran untuk meraih kemenangan. Dalam perang Ahzab saja, jumlah pasukan lawan 10 ribu, sementara umat Islam hanya ada 700 -an. Toh sejarah mencatat, Islam memukul mundur pasukan lawan. Bahkan Konstantinopel yang katanya kokoh, toh akhirnya bertekuk lutut di bawah komando Al fatih. Bahkan hari ini, kondisimu tidaklah lebih buruk dari kondisi perang di zaman Rasul. Para sahabat yang berjuang menahan lapar dengan mengganjal perutnya dengan batu. Dengan harapan, rasa lapar tidak terasa menyiksa perut mereka.
Fenomena ini juga telah dilalui oleh PKS. Coba Anda perhatikan, cacian dan makian para haters PKS sudah, konspirasi media dalam upaya “menampar” wajah PKS juga sudah, Ancaman Penguasa juga sudah, bahkan dituduh korupsi pun sudah. Singkatnya, metamorfosis dakwah PKS telah sempurna.
Lalu apa lagi yang membuat PKS diam?
Bangkitlah….bangunkan negeri ini dari mimpi buruknya. Jangan biarkan negeri ini terninabobokan terlalu lama. Rakyat akan terlena dengan mimpi yang semakin tak pasti. Berikan rakyat harapan yang nyata bukan sekedar mimpi. Yakinlah, suatu saat usahamu akan berharga bagi rakyat Indonesia.
Terakhir sebagai penutup, saya titipkan kata-kata motivasi dari para mahasiswa untuk PKS. Semoga ini bisa menjadi titik kebangkitan PKS di Indonesia.
“Jatuh tertindas, bangkit melawan! Sebab diam adalah sebuah penghianatan”
Salam Cinta
Idrus Dama Gorontalo
*http://www.dakwatuna.com/2013/06/27/35865/metamorfosis-perjuangan-pks-telah-sempurna/#axzz2XQHWA1wk
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
Ini Fakta Medis di Balik Sembelihan Syar'i
Written By Sjam Deddy on 27 June, 2013 | June 27, 2013
Alhikmatu dhalatul mu'min,
hikmah itu pada hakikatnya ada di tiap lini kehidupan manusia, tak
terkecuali dalam tata cara penyembelihan hewan. Menurut Staf Khusus
Bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Kementerian Pertanian Dr Hasim
Danuri DEA, perlakuan baik saat menyembelih, ihsan adz-dzabh, manfaatnya akan kembali kepada kesehatan manusia itu sendiri.
Tenaga Ahli LPPOM MUI ini mencontohkan, berkaitan dengan tuntunan agar darah dari hewan tersebut mesti dikeluarkan, iraqat ad dam. Maka saat penyembelihan, penting memastikan bahwa darah telah keluar dengan sempurna dan proses tersebut tidak terlewatkan. Ia mengutip Surah al-Maidah ayat ketiga dan al-An'am ayat 145.
Sebaiknya setelah disembelih, ayam, misalnya, didiamkan 5-10 menit hingga darahnya keluar semua, baru dimasukkan ke dalam air panas untuk dicabut bulunya. Jika proses itu tidak dilakukan, kualitas daging akan buruk. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan menjadi media tumbuhnya bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Demikian pula bila memantik trauma atau stres hewan yang akan disembelih. Stres pada hewan bisa membuat daging mengandung asam laktat yang mampu membuat PH daging menjadi rendah.
Dosen Biokimia FMIPA Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan, ada sejumlah metode kontemporer yang telah mendapat persetujuan MUI karena dinilai praktis dan mengurangi rasa sakit hewan. Pertama, secara kimia, yaitu pemberian eter atau bius pada hewan, cara ini sudah jarang lagi dipakai. Kedua, dengan listrik atau setrum, ini biasanya digunakan pada ayam dan sapi. Ketiga dengan mekanik, atau captive ball pistol, yaitu dengan cara mengetok kepala sapi dengan pistol bola.
Metode-metode ini bertujuan untuk memingsankan hewan lebih dahulu, baru disembelih. Namun, begitu dipingsankan, harus segera disembelih untuk mencegah terjadinya blood splashing, yaitu pembuluh darah pecah akibat trauma mekanik atau setrum. Jika tidak, akan muncul bercak darah di daging yang membuat kualitas daging berkurang.
Tetapi, ia menegaskan cara yang paling baik tetap saja seperti sunah yang telah diajarkan Rasulullah. Ini merupakan cara yang paling baik. Terbukti dengan selarasnya riset-riset tentang kualitas daging yang disembelih dengan darah hewan keluar sempurna. Ini merupakan hikmah penyembelihan hewan sesuai syariat Islam. Islam merupakan agama yang membawa hanya kebaikan.
Dosen IPB Dr Anna P Roswiem mengatakan cara penyembelihan hewan dengan memotong tiga urat, termasuk urat napas, kerongkongan (makan), dan darah. Hewan tersebut ada yang dipotong dengan pisau tajam, ada juga yang dipotong dengan mesin.
Memang, imbuhnya, akan ada kualitas perbedaan daging. Namun, itu terjadi jika hewannya tidak dipelihara dan diurus dengan baik. Terutama, jika hewan-hewan tersebut berasal dari daerah yang jauh, yang harus berada di jalan berhari-hari. Hewan tersebut bisa stres dan dagingnya pun kurang berkualitas lagi.
Membedakan daging
Lebih lanjut, Hasim Danuri menjelaskan kiat membedakan antara daging bangkai dan daging yang disembelih. Pertama dengan melihat warnanya. Warna daging yang disembelih, misalnya ayam, berwarna putih. Jika sapi, berwarna merah muda cerah. Sedangkan yang tidak disembelih, dagingnya berwarna merah tua. Selain itu, daging hewan yang disembelih jika dipegang terasa kenyal, tidak lunak seperti daging yang tidak disembelih sempurna
Tenaga Ahli LPPOM MUI ini mencontohkan, berkaitan dengan tuntunan agar darah dari hewan tersebut mesti dikeluarkan, iraqat ad dam. Maka saat penyembelihan, penting memastikan bahwa darah telah keluar dengan sempurna dan proses tersebut tidak terlewatkan. Ia mengutip Surah al-Maidah ayat ketiga dan al-An'am ayat 145.
Sebaiknya setelah disembelih, ayam, misalnya, didiamkan 5-10 menit hingga darahnya keluar semua, baru dimasukkan ke dalam air panas untuk dicabut bulunya. Jika proses itu tidak dilakukan, kualitas daging akan buruk. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan menjadi media tumbuhnya bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Demikian pula bila memantik trauma atau stres hewan yang akan disembelih. Stres pada hewan bisa membuat daging mengandung asam laktat yang mampu membuat PH daging menjadi rendah.
Dosen Biokimia FMIPA Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan, ada sejumlah metode kontemporer yang telah mendapat persetujuan MUI karena dinilai praktis dan mengurangi rasa sakit hewan. Pertama, secara kimia, yaitu pemberian eter atau bius pada hewan, cara ini sudah jarang lagi dipakai. Kedua, dengan listrik atau setrum, ini biasanya digunakan pada ayam dan sapi. Ketiga dengan mekanik, atau captive ball pistol, yaitu dengan cara mengetok kepala sapi dengan pistol bola.
Metode-metode ini bertujuan untuk memingsankan hewan lebih dahulu, baru disembelih. Namun, begitu dipingsankan, harus segera disembelih untuk mencegah terjadinya blood splashing, yaitu pembuluh darah pecah akibat trauma mekanik atau setrum. Jika tidak, akan muncul bercak darah di daging yang membuat kualitas daging berkurang.
Tetapi, ia menegaskan cara yang paling baik tetap saja seperti sunah yang telah diajarkan Rasulullah. Ini merupakan cara yang paling baik. Terbukti dengan selarasnya riset-riset tentang kualitas daging yang disembelih dengan darah hewan keluar sempurna. Ini merupakan hikmah penyembelihan hewan sesuai syariat Islam. Islam merupakan agama yang membawa hanya kebaikan.
Dosen IPB Dr Anna P Roswiem mengatakan cara penyembelihan hewan dengan memotong tiga urat, termasuk urat napas, kerongkongan (makan), dan darah. Hewan tersebut ada yang dipotong dengan pisau tajam, ada juga yang dipotong dengan mesin.
Memang, imbuhnya, akan ada kualitas perbedaan daging. Namun, itu terjadi jika hewannya tidak dipelihara dan diurus dengan baik. Terutama, jika hewan-hewan tersebut berasal dari daerah yang jauh, yang harus berada di jalan berhari-hari. Hewan tersebut bisa stres dan dagingnya pun kurang berkualitas lagi.
Membedakan daging
Lebih lanjut, Hasim Danuri menjelaskan kiat membedakan antara daging bangkai dan daging yang disembelih. Pertama dengan melihat warnanya. Warna daging yang disembelih, misalnya ayam, berwarna putih. Jika sapi, berwarna merah muda cerah. Sedangkan yang tidak disembelih, dagingnya berwarna merah tua. Selain itu, daging hewan yang disembelih jika dipegang terasa kenyal, tidak lunak seperti daging yang tidak disembelih sempurna
Oleh Nasih Nashrullah
posted by @Adimin
Label:
Ilmu dan Islam,
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
posted by @A.history
KPK Masukkan Sampah dalam Dakwaan Luthfi Hasan
JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengaku geram dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengusik partainya dalam kasus dugaan suap kuota impor daging sapi. Menurutnya, KPK terlalu mengada-ada membuat surat dakwaan untuk kasus yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan orang terdekatnya Ahmad Fathanah itu.
"KPK itu memasukkan sampah ke dalam dakwaan. Siapa itu Yudi Setiawan?" kata Fahri di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan kegeramannya karena kasus itu turut mengganggu dinamika partainya. Ia juga menilai, dakwaan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Fahri pun menantang KPK untuk mempertemukan Luthfi, Fathanah, dan Yudi Setiawan secara langsung di pengadilan agar semuanya terbuka jelas. Ia juga mengaku siap beradu argumen dan fakta dengan KPK serta Yudi Setiawan.
"Partai ini dibangun dengan susah payah, enak saja mau diganggu-ganggu," ujarnya.
Dalam surat dakwaan, Luthfi mengungkapkan adanya kongkalikong antara dirinya dengan orang dekatnya, Fathanah, dan pengusaha Yudi Setiawan, dalam mengumpulkan dana untuk PKS. Menurut surat dakwaan, Luthfi pernah membahas rencana konsolidasi perolehan dana Rp 2 triliun dalam rangka pemenuhan target PKS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"KPK itu memasukkan sampah ke dalam dakwaan. Siapa itu Yudi Setiawan?" kata Fahri di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan kegeramannya karena kasus itu turut mengganggu dinamika partainya. Ia juga menilai, dakwaan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Fahri pun menantang KPK untuk mempertemukan Luthfi, Fathanah, dan Yudi Setiawan secara langsung di pengadilan agar semuanya terbuka jelas. Ia juga mengaku siap beradu argumen dan fakta dengan KPK serta Yudi Setiawan.
"Partai ini dibangun dengan susah payah, enak saja mau diganggu-ganggu," ujarnya.
Dalam surat dakwaan, Luthfi mengungkapkan adanya kongkalikong antara dirinya dengan orang dekatnya, Fathanah, dan pengusaha Yudi Setiawan, dalam mengumpulkan dana untuk PKS. Menurut surat dakwaan, Luthfi pernah membahas rencana konsolidasi perolehan dana Rp 2 triliun dalam rangka pemenuhan target PKS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013

* https://twitter.com/Fahrihamzah
posted by @A.history
"Politisi Muda, Jangan Takut Gelap, Arus dan Gelombang" | By @Fahrihamzah

sebelum tidur, jangan biarkan siapapun menantang moralmu. hadapi dengan jujur terbuka.
orang2 ini melakukan distorsi, tampil lah. apakah yang kau ragukan. karakter adalah soal keberanian melihat darah.
politik yang kita jalani sebagai amal adalah ibadah karenanya Ia tak boleh menjadi kebanggaan atau sumber kesombongan.
orang2 perlu waktu untuk mengenal kita dan oarang2 perlu waktu untuk membedakan siapa2 di antara kita. kita tak pernah sama.
tapi jangan biarkan orang ini menganggap diri mereka boleh menantang moralmu...sebab jika moralmu tak ada kau tak perlu ada.
orang2 ini melakukan distorsi, tampil lah. apakah yang kau ragukan. karakter adalah soal keberanian melihat darah.
politik yang kita jalani sebagai amal adalah ibadah karenanya Ia tak boleh menjadi kebanggaan atau sumber kesombongan.
orang2 perlu waktu untuk mengenal kita dan oarang2 perlu waktu untuk membedakan siapa2 di antara kita. kita tak pernah sama.
tapi jangan biarkan orang ini menganggap diri mereka boleh menantang moralmu...sebab jika moralmu tak ada kau tak perlu ada.
orang2 tidak perduli dengan diri mereka, mereka hanya perlu menguji pemimpin mereka. berani jadi pemimpin adalah berani diuji.
dalam politik, kita akan menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan mana yang asli dan mana yang palsu.
publik sudah berkali tertipu dan karena itu sekali lagi, publik perlu melakukan uji atas karakter para pemimpin.
jika pujian selalu dinanti dan hujatan selalu dihindari Maka sebaiknya jangan jadi politisi. jadi comedian saja.
kawan2 politisi muda, yang penting moral kita tak boleh ditantang. meski mereka selalu mencoba. kepala harus terus tegak.
sering aku katakan, aku akan tahu waktuku. aku akan tahu kapan aku SDh menjadi bagian dari masalah. saat itu aku berhenti,
tapi, tugas terbesar kita dalam jihad politik adalah membuktikan bahwa kita tulus dan kita berani. kita tak boleh mudah patah.
jangan takut gelap, jangan takut arus, jangan takut gelombang takutlah kepada Allah atas kejahatan yang kau sembunyikan.
bangsamu sedang menunggu kesejatian. dan aku akan lawan kepalsuan. sampai titik darah penghabisan. END.
dalam politik, kita akan menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan mana yang asli dan mana yang palsu.
publik sudah berkali tertipu dan karena itu sekali lagi, publik perlu melakukan uji atas karakter para pemimpin.
jika pujian selalu dinanti dan hujatan selalu dihindari Maka sebaiknya jangan jadi politisi. jadi comedian saja.
kawan2 politisi muda, yang penting moral kita tak boleh ditantang. meski mereka selalu mencoba. kepala harus terus tegak.
sering aku katakan, aku akan tahu waktuku. aku akan tahu kapan aku SDh menjadi bagian dari masalah. saat itu aku berhenti,
tapi, tugas terbesar kita dalam jihad politik adalah membuktikan bahwa kita tulus dan kita berani. kita tak boleh mudah patah.
jangan takut gelap, jangan takut arus, jangan takut gelombang takutlah kepada Allah atas kejahatan yang kau sembunyikan.
bangsamu sedang menunggu kesejatian. dan aku akan lawan kepalsuan. sampai titik darah penghabisan. END.
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/26/apa-salah-pks-2-572219.html
posted by @A.history
Apa Salah PKS? (2)
Oleh: A Zaki/ Kompasianer
Sebagaimana tulisan saya beberapa waktu lalu, saya berusaha menelisik apa sebenarnya salah PKS di mata banyak pihak.
Saya kebetulan punya beberapa kawan anggota DPR, DPRD I & II dari berbagai partai. Saya seringkali bertukar pikiran mengenai beberapa hal termasuk dunia politik. Ada beberapa obrolan yang menarik bagi saya untuk dicermati. Mereka rata-rata kurang suka dengan anggota dewan dari PKS karena susah diajak kompromi untuk menerima dana-dana yang tidak jelas asal usulnya.
Untuk menolak dana-dana yang tidak jelas itu, anggota dewan dari PKS selalu mengatakan: “Dewan Syariah kami belum ada fatwa untuk itu jadi kami tidak bisa menerima dana tersebut” Kebanyakan mereka merasa terganggu atas sikap anggota dewan dari PKS ini. Sedikit-sedikit dewan syariah, sedikit-sedikit dewan syariah. Mungkin saja anggota dewan dari PKS yang lain ada yang mudah-mudah saja menerima sesuatu yang belum jelas urusannya, namanya juga manusia. Akan tetapi, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa sistem di PKS secara keseluruhan diawasi oleh dewan syariah yang ada di tingkat pusat dan wilayah.
Jadi perilaku-perilaku yang mengarah pada pelencengan sistem akan dengan mudah di deteksi dan diambil tindakan. Saya teringat dengan kejadian dikeluarkannya mantan Ketua DPD PKS di salah satu kota di jawa barat. Beliau di keluarkan dari PKS gara-gara bermasalah dengan korupsi, dan hal itu juga dilakukan PKS bahkan untuk mantan ketua dewan syariah pusat itu sendiri.
Kembali lagi, saya menggaris bawahi bagaimana PKS bergerak di atas sistem yang dibangun untuk survival gerakan kepartaiannya. Ayoo kita meminta fatwa kepada hati kita…karena hati kita kita tidak pernah menyemunyikan kebenaran, beda dengan otak kita.
Saya kebetulan punya beberapa kawan anggota DPR, DPRD I & II dari berbagai partai. Saya seringkali bertukar pikiran mengenai beberapa hal termasuk dunia politik. Ada beberapa obrolan yang menarik bagi saya untuk dicermati. Mereka rata-rata kurang suka dengan anggota dewan dari PKS karena susah diajak kompromi untuk menerima dana-dana yang tidak jelas asal usulnya.
Untuk menolak dana-dana yang tidak jelas itu, anggota dewan dari PKS selalu mengatakan: “Dewan Syariah kami belum ada fatwa untuk itu jadi kami tidak bisa menerima dana tersebut” Kebanyakan mereka merasa terganggu atas sikap anggota dewan dari PKS ini. Sedikit-sedikit dewan syariah, sedikit-sedikit dewan syariah. Mungkin saja anggota dewan dari PKS yang lain ada yang mudah-mudah saja menerima sesuatu yang belum jelas urusannya, namanya juga manusia. Akan tetapi, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa sistem di PKS secara keseluruhan diawasi oleh dewan syariah yang ada di tingkat pusat dan wilayah.
Jadi perilaku-perilaku yang mengarah pada pelencengan sistem akan dengan mudah di deteksi dan diambil tindakan. Saya teringat dengan kejadian dikeluarkannya mantan Ketua DPD PKS di salah satu kota di jawa barat. Beliau di keluarkan dari PKS gara-gara bermasalah dengan korupsi, dan hal itu juga dilakukan PKS bahkan untuk mantan ketua dewan syariah pusat itu sendiri.
Kembali lagi, saya menggaris bawahi bagaimana PKS bergerak di atas sistem yang dibangun untuk survival gerakan kepartaiannya. Ayoo kita meminta fatwa kepada hati kita…karena hati kita kita tidak pernah menyemunyikan kebenaran, beda dengan otak kita.
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/26/apa-salah-pks-2-572219.html
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
posted by @A.history
Salah Apa PKS?
Oleh : A Zaki/Kompasianer
Membaca dan memperhatikan berita-berita di media belakangan ini luar biasa bisingnya. Apalagi apabila menyangkut PKS. Sebagai orang yang sering berinterksi dengan para kader PKS, saya sungguh prihatin dengan kondisi PKS saat ini.
Terkadang, saya bertanya dalam diri, salah apa PKS dan kader-kadernya? Sebagai orang luar dan tidak berkepentingan dengan PKS sehingga orang-orang begitu bersemangat ‘membantai’ habis-habisan. Saya teramat heran dengan beberapa pihak yang begitu bernafsu ingin menghabisi riwayat PKS. Padahal saya menyaksikan sendiri amal kegiatan yang dilakukan oleh para kader PKS dari mulai tingkat DPD, DPC dan Ranting bahkan tingkat RT/RW.
Kebetulan saya tinggal di Cikarang. Saya sering melihat sendiri kegiatan-kegiatan kader-kader PKS yang begitu ikhlas disela-sela waktu setelah pulang kerja dan hari libur. Pembagian sembako, pengobatan gratis, pengecekan tensi darah, membantu korban banjir, penyuluhan ibu-ibu PKK, pengajian rutin dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan hampir tiap pekan/bulan, padahal PEMILU masih cukup jauh pelaksanaannya. Partai lain mana aksi-aksinya untuk masyarakat?
Saat ini PKS ‘dihajar’ oleh beberapa pihak yang seolah kompakan. Pertama, oleh partai pemerintah, mereka begitu ngotot untuk mendepak PKS dari setgab. Kedua KPK, KPK begitu bersemangat ‘melucuti’ PKS. Padahal sebagaimana dibicarakan banyak pihak, KPK begitu loyo menyelesaikan skandal mega korupsi di negeri ini. Ketiga Media. Media begitu seragam untuk secara bersama-sama menyerang PKS dari berbagai sudut. Bahkan media tidak segan untuk ‘memelintir’ berita dari berbagai narasumber termasuk dari pengurus PKS sendiri.
Terkadang, saya bertanya dalam diri, salah apa PKS dan kader-kadernya? Sebagai orang luar dan tidak berkepentingan dengan PKS sehingga orang-orang begitu bersemangat ‘membantai’ habis-habisan. Saya teramat heran dengan beberapa pihak yang begitu bernafsu ingin menghabisi riwayat PKS. Padahal saya menyaksikan sendiri amal kegiatan yang dilakukan oleh para kader PKS dari mulai tingkat DPD, DPC dan Ranting bahkan tingkat RT/RW.
Kebetulan saya tinggal di Cikarang. Saya sering melihat sendiri kegiatan-kegiatan kader-kader PKS yang begitu ikhlas disela-sela waktu setelah pulang kerja dan hari libur. Pembagian sembako, pengobatan gratis, pengecekan tensi darah, membantu korban banjir, penyuluhan ibu-ibu PKK, pengajian rutin dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan hampir tiap pekan/bulan, padahal PEMILU masih cukup jauh pelaksanaannya. Partai lain mana aksi-aksinya untuk masyarakat?
Saat ini PKS ‘dihajar’ oleh beberapa pihak yang seolah kompakan. Pertama, oleh partai pemerintah, mereka begitu ngotot untuk mendepak PKS dari setgab. Kedua KPK, KPK begitu bersemangat ‘melucuti’ PKS. Padahal sebagaimana dibicarakan banyak pihak, KPK begitu loyo menyelesaikan skandal mega korupsi di negeri ini. Ketiga Media. Media begitu seragam untuk secara bersama-sama menyerang PKS dari berbagai sudut. Bahkan media tidak segan untuk ‘memelintir’ berita dari berbagai narasumber termasuk dari pengurus PKS sendiri.
Dari ketga pihak tersebut, kalau kita analisa maka akan mengerucut pada satu pihak, yaitu pihak yang merasa dirugikan dengan adanya PKS, silakan pembaca meneban sendiri.
Kembali saya bertanda pada diri sendiri. Apakah hati nurani kita sudah hilang dari sanubari sehingga kita dengan mudahnya memperdaya pihak lain. Kata Rasulullah SAW, “istaqfi qolbak”, memintalah fatwa dari hati mu. Hati kita adalah satu-satunya pihak yang seharusnya menjadi rujukan terakhir manakala otak kita sudah tidak bisa dijadikan rujukan atas berbagai tindakan kita. Otak kita memang mudah silau oleh ‘upah’ yang ditawarkan oleh pihak lain, apalagi upah tersebut berilai ratus juta, m-m-an dan mungkin jabatan menggiurkan.
Akhir kata, ayo kita menggunakan hati kita untuk memperbaiki perilaku kita..sebelum terlambat.
Kembali saya bertanda pada diri sendiri. Apakah hati nurani kita sudah hilang dari sanubari sehingga kita dengan mudahnya memperdaya pihak lain. Kata Rasulullah SAW, “istaqfi qolbak”, memintalah fatwa dari hati mu. Hati kita adalah satu-satunya pihak yang seharusnya menjadi rujukan terakhir manakala otak kita sudah tidak bisa dijadikan rujukan atas berbagai tindakan kita. Otak kita memang mudah silau oleh ‘upah’ yang ditawarkan oleh pihak lain, apalagi upah tersebut berilai ratus juta, m-m-an dan mungkin jabatan menggiurkan.
Akhir kata, ayo kita menggunakan hati kita untuk memperbaiki perilaku kita..sebelum terlambat.
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/26/salah-apa-pks-572197.html
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
posted by @A.history
Isu Reshuffle, PKS: Kami Pegang Ucapan SBY
Tiga menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyatakan siap diberhentikan dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Meski demikian, anggota Majelis Syura PKS, Sohibul Iman mengingat janji Susilo Bambang Yudhoyono. Apa itu?
Sohibul mengatakan, politik itu pada dasarnya komunikasi. "Saat membentuk koalisi, Pak SBY katakan komunikasi resmi itu dari saya (SBY). Kami berpegangan pada ucapan Pak SBY," kata dia di Gedung DPR, Rabu 26 Juni 2013.
Pada saatnya nanti, semua menteri pasti akan berhenti menjabat. Namun, para menteri tidak bisa begitu saja berhenti di tengah jalan. "Tidak perlu pernyataan dari menteri. Itu hak prerogatif presiden," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, posisi PKS di koalisi berada di ujung tanduk setelah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasinya. Di Paripurna, suara PKS dan partai di luar koalisi--PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra-- kalah.
Pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM dan membagikan kompensasi yang dinamai bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). [umi/vivanews]
Sohibul mengatakan, politik itu pada dasarnya komunikasi. "Saat membentuk koalisi, Pak SBY katakan komunikasi resmi itu dari saya (SBY). Kami berpegangan pada ucapan Pak SBY," kata dia di Gedung DPR, Rabu 26 Juni 2013.
Pada saatnya nanti, semua menteri pasti akan berhenti menjabat. Namun, para menteri tidak bisa begitu saja berhenti di tengah jalan. "Tidak perlu pernyataan dari menteri. Itu hak prerogatif presiden," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, posisi PKS di koalisi berada di ujung tanduk setelah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasinya. Di Paripurna, suara PKS dan partai di luar koalisi--PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra-- kalah.
Pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM dan membagikan kompensasi yang dinamai bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). [umi/vivanews]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 26, 2013
Jakarta - Pemerintah diminta lebih tegas dalam melakukan negosiasi kontrak karya dengan perusahaan tambang asing. Terutama, berkaitan dengan keuntungan yang didapatkan Pemerintah Indonesia dari hasil operasi Freeport di Papua.
Hal ini ditegaskan Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Idris Luthfi di Jakarta, Rabu (26/6).
Idris menilai, pemerintah kewalahan menghadapi Freeport dan ratusan perusahaan tambang lain khususnya dalam upaya re-negosiasi kontrak karya yang tidak kunjung selesai hingga sekarang.
Padahal, lanjut Idris, Pasal 169 huruf b UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) menyebutkan ketentuan dalam kontrak karya dan perjanjian karya pengusaha pertambangan batu bara disesuaikan paling lambat satu tahun sejak undang-undang ini diundangkan, kecuali mengenai penerimaan negara.
“Pemerintah kewalahan hadapi negoisator dari Freeport. Padahal kita punya hak atas sumber daya alam kita sendiri. Jelas ada di UUD 1945 Pasal 33. Karena itu harusnya jangan takut,” tegas Idris.
Idris juga mempertanyakan, mengapa proses negosiasi sangat alot padahal sudah sangat jelas kedudukan hukum Kontrak karya tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan di Indonesia. Artinya, kata Idris, perusahaan tambang lain harus tunduk dengan hukum nasional Indonesia termasuk butir-butir re-negosiasi mengenai luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara atau royalty, dan hal strategis lainnya.
“Namun hasil re-negosiasi hingga saat ini hanya butir kenaikan royalty emas dari 1 persen menjadi 3,75 persen dari harga jual per ton yang disetujui oleh Freeport. Lainnya tidak. Ini tentu belum memenuhi rasa keadilan,” tegas Anggota Legislatif Daerah Pemilihan Sumatera Utara I ini.
Lebih lanjut Idris menambahkan, jauh sebelum UU Minerba ada, sebenarnya ketentuan 3,75 % sudah ada sejak keluarnya PP No.45 Tahun 2003 yang menentukan tarif royalty emas adalah sebesar 3,75 persen dari harga jual per kilogram nya,
“Sementara sejak 2003 hingga sekarang, PT FI masih menggunakan tarif royalty sebesar 1 % dari yang seharusnya 3,75% sehingga potensi kerugian yang ditimbulkan mengganti kerugian negara yang terjadi selama kurun waktu 2003-2011 sebesar kurang-lebih US$ 326 juta,” tandasnya. [sbb/dakwatuna]
posted by @A.history
PKS: Pemerintah Harus Tegas Terhadap Freeport
Written By Unknown on 26 June, 2013 | June 26, 2013
Jakarta - Pemerintah diminta lebih tegas dalam melakukan negosiasi kontrak karya dengan perusahaan tambang asing. Terutama, berkaitan dengan keuntungan yang didapatkan Pemerintah Indonesia dari hasil operasi Freeport di Papua.
Hal ini ditegaskan Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Idris Luthfi di Jakarta, Rabu (26/6).
Idris menilai, pemerintah kewalahan menghadapi Freeport dan ratusan perusahaan tambang lain khususnya dalam upaya re-negosiasi kontrak karya yang tidak kunjung selesai hingga sekarang.
Padahal, lanjut Idris, Pasal 169 huruf b UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) menyebutkan ketentuan dalam kontrak karya dan perjanjian karya pengusaha pertambangan batu bara disesuaikan paling lambat satu tahun sejak undang-undang ini diundangkan, kecuali mengenai penerimaan negara.
“Pemerintah kewalahan hadapi negoisator dari Freeport. Padahal kita punya hak atas sumber daya alam kita sendiri. Jelas ada di UUD 1945 Pasal 33. Karena itu harusnya jangan takut,” tegas Idris.
Idris juga mempertanyakan, mengapa proses negosiasi sangat alot padahal sudah sangat jelas kedudukan hukum Kontrak karya tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan di Indonesia. Artinya, kata Idris, perusahaan tambang lain harus tunduk dengan hukum nasional Indonesia termasuk butir-butir re-negosiasi mengenai luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara atau royalty, dan hal strategis lainnya.
“Namun hasil re-negosiasi hingga saat ini hanya butir kenaikan royalty emas dari 1 persen menjadi 3,75 persen dari harga jual per ton yang disetujui oleh Freeport. Lainnya tidak. Ini tentu belum memenuhi rasa keadilan,” tegas Anggota Legislatif Daerah Pemilihan Sumatera Utara I ini.
Lebih lanjut Idris menambahkan, jauh sebelum UU Minerba ada, sebenarnya ketentuan 3,75 % sudah ada sejak keluarnya PP No.45 Tahun 2003 yang menentukan tarif royalty emas adalah sebesar 3,75 persen dari harga jual per kilogram nya,
“Sementara sejak 2003 hingga sekarang, PT FI masih menggunakan tarif royalty sebesar 1 % dari yang seharusnya 3,75% sehingga potensi kerugian yang ditimbulkan mengganti kerugian negara yang terjadi selama kurun waktu 2003-2011 sebesar kurang-lebih US$ 326 juta,” tandasnya. [sbb/dakwatuna]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 26, 2013
piyungan
posted by @Adimin
"Detik dan Skandal Jurnalisme Peradilan Sesat Harus Dibongkar!" by @Fahrihamzah
1. Pagi ini (26/6) KPK memakai detik.com mencoba menyerang saya. Ok saya akan hadapi.
2. Foto di hp fatanah dibocorkan ke detik.com dan memang + tempo, ini 2 media teraktif menjadi operator KPK.
3. DETIK ini sering sekali memelintir omongan saya. Dan kalau sudah punya mau Apapun omongan judulnya sama.
4. Kalau mereka sudah punya mau, mereka akan paksaan menjadi berita..cara mencari data entah dari mana yg penting naik.
5. Saya teringat sama orang2 idealis yang dulu merintis jurnalisme online ini. Sekarang tiba2 berwarna biru.
6. Detik ini dibeli seorang konglomerat yang dulu dapat KLBI hasil lobby zaman mar'ie muhammad. Pemilik bank mega.
7. Chairul tandjung memang hebat...dia mengakuisisi detik setelah punya TV dan menguasai beberapa media.
8. Detik ini sekarang berwarna biru dan ditugaskan menghajar orang2 yang punya kritik kepada establish.
9. Chaerul tandjung merajalela setelah menjadi tim presiden SBY dan diangkat menjadi ketua KEN (komite ekonomi nasional).
10. Benci-nya saya sama sebagian media sekarang adalah karena mereka sok suci padahal moralnya sdh hancur.
11. Kita tidak pernah melihat dalam sejarah bahwa pelacuran media terjadi secara telanjang di depan mata seperti sekarang.
12. Masih ingat forum pemred yang di bali itu? Tragis memang ketika para senior media mengitroduksi self critics..
13. Anak anak muda di level redaksi media justru sedang menikmati kekuasaan sebagai redaksi dan menjadi operator politik.
14. Detik adalah contoh yang paling tragis bagaimana kapitalisme media dan politik merongrong idealisme wartawan.
15. Buat mereka ini, misi suci jurnalistik sudah hilang. Di belakang mereka ada tugas dari kaum pemilik modal. Cari uang.
16. Dan dalam persaingan yang makin kejam, mereka juga saling mematikan dalam suatu perang mencari iklan yang tak lagi punya aturan.
17. Untung kita punya social media dan kita melawan dengan cara apa adanya...mereka takkan menang, kita tak bisa dikebiri.
18. Mereka punya tuan dan bos besar, kita tidak punya tuan. Kita manusia merdeka yang tidak bisa ditakuti mereka.
19. Sekali lagi, mereka ini tidak boleh menantang moral kita. Kepala kita lebih tegak dari mereka. Mereka ini kacung belaka.
20. Detik dan skandal jurnalisme peradilan sesat harus kita bongkar. Di belakang ini semua uang dan bisnis sensasi.
21. Para konglomerat media yang sedang berlomba menjadi politisi mendapat 2 hal sekaligus: proteksi dan uang.
22. Mereka ini bukan tidak punya perkara besar. Tapi proteksi berjalan termasuk oleh solidaritas antar mereka.
23. Uang mereka dapat melalui bisnis legal media (iklan, dll) juga bisnis gelapnya (menjadi centeng kasus, dll).
24. Anak2 muda yg meniti karir sebagai wartawan sebagaimana saya dulu, tak ada salah, mereka tidak tahu masalah.
25. Ini soal sekongkol dan soal pengkhianatan pada misi suci jurnalime. Sekian
2. Foto di hp fatanah dibocorkan ke detik.com dan memang + tempo, ini 2 media teraktif menjadi operator KPK.
3. DETIK ini sering sekali memelintir omongan saya. Dan kalau sudah punya mau Apapun omongan judulnya sama.
4. Kalau mereka sudah punya mau, mereka akan paksaan menjadi berita..cara mencari data entah dari mana yg penting naik.
5. Saya teringat sama orang2 idealis yang dulu merintis jurnalisme online ini. Sekarang tiba2 berwarna biru.
6. Detik ini dibeli seorang konglomerat yang dulu dapat KLBI hasil lobby zaman mar'ie muhammad. Pemilik bank mega.
7. Chairul tandjung memang hebat...dia mengakuisisi detik setelah punya TV dan menguasai beberapa media.
8. Detik ini sekarang berwarna biru dan ditugaskan menghajar orang2 yang punya kritik kepada establish.
9. Chaerul tandjung merajalela setelah menjadi tim presiden SBY dan diangkat menjadi ketua KEN (komite ekonomi nasional).
10. Benci-nya saya sama sebagian media sekarang adalah karena mereka sok suci padahal moralnya sdh hancur.
11. Kita tidak pernah melihat dalam sejarah bahwa pelacuran media terjadi secara telanjang di depan mata seperti sekarang.
12. Masih ingat forum pemred yang di bali itu? Tragis memang ketika para senior media mengitroduksi self critics..
13. Anak anak muda di level redaksi media justru sedang menikmati kekuasaan sebagai redaksi dan menjadi operator politik.
14. Detik adalah contoh yang paling tragis bagaimana kapitalisme media dan politik merongrong idealisme wartawan.
15. Buat mereka ini, misi suci jurnalistik sudah hilang. Di belakang mereka ada tugas dari kaum pemilik modal. Cari uang.
16. Dan dalam persaingan yang makin kejam, mereka juga saling mematikan dalam suatu perang mencari iklan yang tak lagi punya aturan.
17. Untung kita punya social media dan kita melawan dengan cara apa adanya...mereka takkan menang, kita tak bisa dikebiri.
18. Mereka punya tuan dan bos besar, kita tidak punya tuan. Kita manusia merdeka yang tidak bisa ditakuti mereka.
19. Sekali lagi, mereka ini tidak boleh menantang moral kita. Kepala kita lebih tegak dari mereka. Mereka ini kacung belaka.
20. Detik dan skandal jurnalisme peradilan sesat harus kita bongkar. Di belakang ini semua uang dan bisnis sensasi.
21. Para konglomerat media yang sedang berlomba menjadi politisi mendapat 2 hal sekaligus: proteksi dan uang.
22. Mereka ini bukan tidak punya perkara besar. Tapi proteksi berjalan termasuk oleh solidaritas antar mereka.
23. Uang mereka dapat melalui bisnis legal media (iklan, dll) juga bisnis gelapnya (menjadi centeng kasus, dll).
24. Anak2 muda yg meniti karir sebagai wartawan sebagaimana saya dulu, tak ada salah, mereka tidak tahu masalah.
25. Ini soal sekongkol dan soal pengkhianatan pada misi suci jurnalime. Sekian
piyungan
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 26, 2013
Maka menurut Fahri kalaupun ada korupsi, maka korupsinya pun harusnya terkoordinasi.
Tribunnews
posted by @Adimin
Fahri : Hatta Rajasa, Gita Wiryawan juga terlibat kenapa hanya Suswono
Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah membantah Menteri Pertanian Suswono terlibat dalam kasus suap sapi impor.
“Suswono justru menteri berprestasi yang berhasil menurunkan impor sapi dan juga menjaga stabilitas harga daging sapi. Impor daging itu tahun 2010 turun 53 persen, tahun 2012 turun menjadi 18 persen dan tahun ini 13 persen. Suswono jelas telah berhasil melakukan swasembada. Kalau dia mau niat jahat kan seharusnya dia memperbanyak impor gasak petani lokal,” ujar Fahri di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (25/6/2013).
Menurut Fahri, Suswono memulai jabatannya dengan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang memuat ketentuan impor harus dikoordinasikan dengan 3 Kementerian.
“Suswono justru menteri berprestasi yang berhasil menurunkan impor sapi dan juga menjaga stabilitas harga daging sapi. Impor daging itu tahun 2010 turun 53 persen, tahun 2012 turun menjadi 18 persen dan tahun ini 13 persen. Suswono jelas telah berhasil melakukan swasembada. Kalau dia mau niat jahat kan seharusnya dia memperbanyak impor gasak petani lokal,” ujar Fahri di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (25/6/2013).
Menurut Fahri, Suswono memulai jabatannya dengan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang memuat ketentuan impor harus dikoordinasikan dengan 3 Kementerian.
”Kalau mau korupsi kenapa justru dia membagi-bagi kewenangan. Kan
logikanya kalau mau korupsi dia kuasai saja sendiri,” ujar Fahri.
Dengan fakta itu, Fahri menegaskan soal impor sapi harus dikoordinasikan oleh Kementerian Perekonomian terkait.
Dengan fakta itu, Fahri menegaskan soal impor sapi harus dikoordinasikan oleh Kementerian Perekonomian terkait.
Maka menurut Fahri kalaupun ada korupsi, maka korupsinya pun harusnya terkoordinasi.
”Ini artinya Menteri Koordinator Perekonomian (Hatta Rajasa) dan Menteri
Perdagangan (Gita Wirjawan) ikut juga terlibat karena impor itu
semuanya dibicarakan oleh 3 menteri,” kata Fahri
Tribunnews
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 26, 2013
posted by @A.history
Soal Dana Rp 2 T di Dakwaan Luthfi, Ini Kata Fahri Hamzah
Jakarta - Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengkritisi isi dakwaan Luthfi Hasan. Salah satunya soal dana Rp 2 triliun yang disebut dikumpulkan Luthfi bersama Fathanah, dan Yudi Setiawan untuk PKS. Fahri menepis soal pengumpulan dana itu.
"Rp 2 triliun itu dari mana?" kata Fahri di sela-sela rapat Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Fahri heran dengan isi dakwaan itu. Dia merasa, data itu tiba-tiba saja dimunculkan. "Fakta itu ujug-ujug (tiba-tiba-red) muncul, dakwaan itu yang belum diverifikasi soal itu," jelasnya.
Karenanya, Fahri meminta untuk membuktikan soal pengumpulan dana itu, Yudi, Luthfi, dan Fathanah dimunculkan bersamaan di persidangan.
"Saya mengimbau kepada majelis hakim, hadirkan 3 orang itu, kita lihat secara terbuka," tutupnya.
Di dalam sidang di Pengadilan Tipikor kemarin (24/6), jaksa Avni Carolina mengatakan 12 Juli 2012 lalu, Luthfi bersama Yudi Setiawan dan Ahmad Fathanah pernah bertemu membahas dana Pemilu sebesar 2 triliun.
"Konsolidasi pemenuhan dana Rp 2 triliun pemenuhan target PKS pada Pemilu 2014," kata Avni saat membacakan surat dakwaan Luthfi Hasan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (24/6).
Di dalam pertemuan itu, Yudi merancang dari mana PKS bisa mendapatkan dana sebesar itu. Kesimpulannya, dana itu akan didapat dari proyek di tiga Kementerian yang dipimpin oleh kader PKS.
Terkait munculnya dakwaan tersebut, Mardani menduga adanya pengakuan makelar yang keliru. "Itu kan pikiran makelar, makin besar target, makin besar fee-nya," tegasnya. [detik]
"Rp 2 triliun itu dari mana?" kata Fahri di sela-sela rapat Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Fahri heran dengan isi dakwaan itu. Dia merasa, data itu tiba-tiba saja dimunculkan. "Fakta itu ujug-ujug (tiba-tiba-red) muncul, dakwaan itu yang belum diverifikasi soal itu," jelasnya.
Karenanya, Fahri meminta untuk membuktikan soal pengumpulan dana itu, Yudi, Luthfi, dan Fathanah dimunculkan bersamaan di persidangan.
"Saya mengimbau kepada majelis hakim, hadirkan 3 orang itu, kita lihat secara terbuka," tutupnya.
Di dalam sidang di Pengadilan Tipikor kemarin (24/6), jaksa Avni Carolina mengatakan 12 Juli 2012 lalu, Luthfi bersama Yudi Setiawan dan Ahmad Fathanah pernah bertemu membahas dana Pemilu sebesar 2 triliun.
"Konsolidasi pemenuhan dana Rp 2 triliun pemenuhan target PKS pada Pemilu 2014," kata Avni saat membacakan surat dakwaan Luthfi Hasan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (24/6).
Di dalam pertemuan itu, Yudi merancang dari mana PKS bisa mendapatkan dana sebesar itu. Kesimpulannya, dana itu akan didapat dari proyek di tiga Kementerian yang dipimpin oleh kader PKS.
Terkait munculnya dakwaan tersebut, Mardani menduga adanya pengakuan makelar yang keliru. "Itu kan pikiran makelar, makin besar target, makin besar fee-nya," tegasnya. [detik]
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN








