pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Koalisi Partai Islam Bisa Repotkan Partai Nasionalis

Written By Anonymous on 14 April, 2014 | April 14, 2014


Partai politik berbasis massa Islam masih punya peluang untuk memenangkan pemilihan presiden. peluang tersebut dapat ditempuh apabila partai Islam berkoalisi.

"Andai saja PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB mau berkoalisi, maka partai-partai berbasis massa Islam itu tidak sekadar mampu memenuhi syarat Presidential Threshold (PT) untuk mengusung capres-cawapres sendiri, tetapi juga potensial memenangkan Pilpres 2014," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi (Sigma) Sahid Salahudin kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (14/4).

Dia menambahkan, jika hal ini dapat terjadi, maka peta politik jelang pemilu presiden akan berubah. Koalisi partai Islam dalam membuat repot tiga partai besar.

"Jika koalisi PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB benar-benar terealisasi, ini bisa merepotkan dan membuat kelimpungan partai-partai nasionalis. Peta koalisi juga akan menjadi berantakan. Katakanlah PDIP tetap bisa berkoalisi dengan NasDem untuk mengusung Jokowi, tetapi mereka menjadi tidak mudah untuk mencari pendamping yang bisa mendongkrak Jokowi karena tokoh-tokoh Islam tadi sudah serempak menggelengkan kepala," tutur dia.

"Hal yang sama akan dialami oleh Gerindra dan Golkar. Kedua parpol itu akan kepusingan juga. Karena Prabowo dan ARB terancam kehilangan peluang menjadi capres. Penentunya kan tinggal Demokrat dan Hanura," tambahnya.[mdk/pksnongsa] 



posted by @Adimin

Langkah PKS Untuk Membongkar Kecurangan Perlu Didukung



Berikut ini siaran pers dari Jaringan Pemantau Pemilu Independen (JPPI)#kecurangan
1.Gubenur Kalbar Cornelis disinyalir telah melakukan kecurangan dalam pemilu legislatif di Kalimantan Barat #JPPI
2.Dengan mengunakan money politic untuk berusaha menaikan suara PDIP agar optima suara PDIP optimal mencapai real suara hingga 20 persen.
3.a. seperti di Kabupaten Landak pada hari Jumat, Wakil Bupati Kabupaten Landak atas perintah Cornelis (Gubenur Kalbar)#JPPI
3.b. mencairkan anggaran Rp. 1.6 milyar untuk menghilangkan suara partai lainya di setiap TPS-TPS di Landak#JPPI
3.c.Seperti suara PAN hilang 4.000 suara, suara Golkar lenyap 6.000 suara, suara Patai Demokrat hilang 1.8901 suara, #JPPI
3.d.suara Partai Gerindra lenyap 7.845 suara, suara P Nasdem dicuri 9.089 suara n suara partai lainya dicuri hingga mencapai 14.356 suara.
4a.Di Kabupaten Sanggau, Bupati terpilih juga pada hari yang sama mencairkan dana Pemda sebesar Rp. 1,9 milyar #JPPI
4b.dan menyebabkan kenaikan suara PDIP hingga mencapai 75.987 suara #JPPI
  1. Di Kabupaten Ketapang terjadi pengeluaran dana Bansos Rp. 2,8 milyar yang merubah suara PDIP hingga naik menjadi 125.682 suara.#JPPI
  2. Fakta di atas adalah hasil pemantauan dari Jaringan Pemantau Pemilu Independent (JPPI)
Fokus PKS pada hasil penghitungan sudah tepat. Selain u memastikan suara sendiri, juga u mengetahui adanya kecurangan partai lain.#curang
Selama ini sepertix hanya PKS yg fokus pada penghitungan suara, sementara partai lain sibuk dagang politik n konsensi pd parpol lain#curang
Ada adagium:suara rakyat suara Tuhan. Sehingga satu suara pun berharga dlm ranah demokrasi elektoral. Mesti dijaga#curang
PKS selama ini ketat dengan adminitrasi Pemilu, dg formulir C1 yg lengkap, ini juga penting u membongkar kecurangan partai lain.
Sejauh ini baru PKS yg membongkar kecurangan PDIP dalam penggelembungan suara. Partai lain sepertinya menganggap hal biasa saja.
Berdasarkan pres reale dari Jaringan Pemantau Pemilu Independen, di Kalbar yg gubenurx dari PDIP, banyak melakukan penggelembungan.#curang
Daerah2 yang kepala daerahnya PDIP ini yang patut terus menerus dipantau agar klu terjadi penggelembungan suara bisa dicegah.#curang
Jangan sampai dilenakan dengan hiruk pikuk koalisi sehingga kecurangan pemilu dibiarkan begitu saja. #curang
Pemilu kali ini menarik, justru PDIP yang mengaku oposisi yg diduga banyak melakukan kecurangan. #curang
Taktik yg dipakai PDIP agar kecurangan tidak terekspos adalah menciptakan kegaduhan koalisi. Partai lain kecuali PKS terpancing.#curang
Media massa hampir semua tersedot o sirkus koalisi yang diperankan Jokowi, sementara kecurangan pemilu hy menjadi berita sambil lalu#curang
Peran PKS sdh tepat tetap memantau hasil pemilu tanpa terpancing sirkus koalisi Jokowi.#curang
Apalagi sekarang Jokowi sdh mendapatkan tivi nasional, sehingga sirkus koalisinya akan smakin masif digoreng, n kecurangan PDIP aman#curang
Jangan sampai kita terkecoh o akrobat koalisi Jokowi sehingga melupakan kecurangan PDIP. Langkah PKS u membongkar kecurangan perlu didukung

@RagilNugroho1


posted by @Adimin

Saatnya Poros Keummatan dan Kenegaraan Menentukan Arah Baru Indonesia


Pengamat politik Islam dari Universitas Indonesia, Dr Yon Mahmudi memprediksi partai-partai politik yang berbasis keummatan (Islam) berpeluang membangun koalisi membangun pemerintahan yang kuat dengan memajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2014. Lebih jauh Yon Machmudi mengatakan koalisi partai keummatan bisa menjadi salah satu alternative koalisi dan yang terpenting memiliki kedekatan ideologis. Serta konstituen partai-partai ini cenderung mudah dimobilisasi karena adanya ikatan emosional dan ideologis dengan partai.

Mencermati koalisi yang akan terjadi, aspek-aspek teoritis pun wajib dicermati oleh beberapa partai politik pelaku koalisi, menyandingkan aspek teoritis bersama latar belakang koalisi strategis tadi, akan membentuk koalisi yang kuat, bertahan lama dan berorientasi kepada kebijakan yang memihak rakyat. Menurut Arend Lijphart (1984:48-49) di Indonesia ini ada empat teori yang memungkinkan untuk diterapkan, yaitu:

1. Minimal Winning Coalitions, Prinsip dasar dari koalisi ini adalah maksimalisasi kekuasaan atau sebanyak mungkin memperoleh kursi di cabinet dan mengabaikan partai yang tidak perlu. Koalisi tersebut dibentuk tanpa terlalu memperdulikan posisi partai dalam spectrum ideologi (Cipto, 2000 : 25)

2. Minimum Size Coalitions, koalisi ini terbentuk bila suatu partai yang memperoleh suara terbanyak akan mencari partai yang lebih kecil untuk sekedar mencapai suara mayoritas (Cipto, 2000 : 25)

3. Bargaining Proportion Coalitions, prinsip koalisi ini adalah memudahkan proses negoisasi dan tawar menawar karena anggota atau rekanan koalisi hanya sedikit. Akan tetapi jumlah rekanan koalisiyang sedikit bukan merupakan jaminanan bahwa koalisi akan berjalan lancar tanpa gangguan (Cipto, 2000 : 26)

4. Minimal Range Coalitions, dasar dari koalisi ini adalah kedekatan pada kecenderungan ideologis memudahkan partai-partai berkoalisi membentuk kabinet (Cipto, 2000 : 26)

Prediksi para pengamat paling tidak ada tiga koalisi yang paling yang akan terbentuk pada pilpres 2014 yaitu:

1. Koalisi Pertama: PDIP (19.0%) dan Gerindra (11,80%) koalisi partai oposisi
2. Koalisi Kedua: Golkar (14,30%), Demokrat (9,60%) Hanura (5,50%) dan Nasdem (6,90%) koalisi partai besar
3. Koalisi Ketiga yaitu PKS (6,90%), PKB (9,20%), PAN (7,50%) dan PPP (6,70%)koalisi partai tengah (Poros Keummatan)

*(Catatan: data perolehan suara sifatnya sementara yang bersumber dari detik.com (quick count) per 10 April 2014.)

tiga bentuk koalisi ini sangat menarik dan proporsional jika berlanjut pada Pilpres mendatang karena didukung oleh candidat capres masing masing partai yang kredibel dan kuat. Koalisi partai oposisi memilki Jokowi dan Prabowo  yang sudah lama digadang-gadang. Koalisi partai besar memiliki Abu Rizal Bakrie, Dahlan Iskan, Wiranto dan Surya Paloh yang juga sudah diorbitkan sejak lama.Koalisi partai tengah tidak kalah kuatnya karena telah memiliki calon calon presiden yang tidak kalah polpulernya yaitu Anis Matta/Hidayat Nur Wahid/Ahmad Heryawan, Mahfudz MD dan Hatta Rajasa dan yang lainya.

Secara garis besar hanya akan ada dua poros strategis yaitu poros keummatan dan poros nasionalis sekuler. Pembentukan koalisi tidak ubahnya peristiwa lamar-melamar dalam proses pernikahan. Harus ada pelamar dan harus ada yang dilamar. Pelamar biasanya lebih aktif dan akan memimpin bahtera rumah tangga nantinya, sedangkan yang dilamar selalu dikondisikan pasif dan lebih banyak menunggu. Pelamar adalah sosok yang akan menjadi tulang punggung sedangkan yang dilamar akan menjadi tulang rusuk.

Selama ini poros keummatan selalu digambarkan sebagai gadis cantik yang siap untuk dilamar oleh poros nasionalis sekuler. Sehingga poros keummatan hanya dijadikan pendamping saja. Bila kurang diperlukan dapat ditalak kapan saja.Fenomena ini dapat kita saksikan pada koalisi poros keummatan ketika partai demokrat memimipin setgab koalisi. Salah partai poros keummatan yang sangat kritis dan menyadari ini barulah PKS. Sehingga PKS menyatakan pada pilpres 2014 siap memimpin koalisi atau siap memimpin oposisi.

Poros Keummatan dan kenegaraan harus menjadi otak, hati dan tulang pungung Indonesia Indonesia adalah Negara yang majemuk. Negara yang besar dan mempunyai keanekaragaman potensi apabila bisa disatukan dalam satu barisan yang kuat dan stabil. Indonesia ini besar, tidak hanya bisa dipimpin oleh satu kelompok saja semua anak bangsa harus bergandeng tangan saling bekerjasama dengan rasa cinta, kerja cerdas dan keras dalam harmoni dalam kebersamaan.

Kita adalah suatu bangsa yang bernama Indonesia. Bangsa ini telah melampaui identitas-identas kelokalannya memilih satu identitas Indonesia. Kita sedang merancang nasib kita sendiri. Kita sedang menentukan peta jalan sejarah hidup kita sendiri. Indonesia saat sekarang ini harus bisa memberikan sumbangsih bagi peradaban dunia. Indonesia adalah salah satu dari sedikit  bangsa yang lahir dari klaim-klaim primordialnya. Karena beban berat tidak bisa kita pikul sendiri.

Pemilu 2014 secara umum semua partai tidak ada yang mendapatkan suara yang dominan. Rata-rata perolehan partai 7-15%, rata-rata merupakan partai menengah. Sehingga dalam pemilihan presiden mau tidak mau partai-partai harus mengadakan koalisi dalam system presidensial agar kuat diparlemen untuk menjalankan agenda-agenda pemerintahannya.

Selain itu, koalisi ini  harus mampu menghilangkan kegalauan Indonesia. Mengajak rakyat untuk tetap optimis, tidak menjual kecemasan walau masih banyak masalah yang belum kita selesaikan. Indonesia bukanlah Negara yang teramat miskin dan porak-poranda. Secara umum kita telah menyelesaikan besar masalah kebutuhan hidup yang layak rakyat kita. Indonesia adalah Negara menengah yang harus bisa melompat lebih tinggi yang akan membawakan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih luas dan merata.

Perkembangan dunia yang yang semakin flat (datar) dan pasar bebas, dalam waktu dekat ini AFTA (ASEAN Community 2015).Indonesia harus bisa berperan dalam perkembangan peradaban dunia. Menentukan arah pertumbuhan ekonomi, mempengaruhi dan menjadi teladan dalam mengatur aktivitas sosial politik dan kebudayaan serta ikut menjaga stabilitas keamanan dunia.

Intinya Indonesia harus menjadi pemimpin negerinya sendiri dan berperan aktif dalam pergaulan dunia  baik regional maupun internasional. Indonesia harus bisa membagi berkah dan rahmah bagi dunia internasional.

Poros koalisi keummatan dan kenegaraan ini harus mampu menjadi otak, hati  dan tulang punggung Indonesia. Kita perlu memiliki mimpi besar dan menulis peristiwa besar dalam sejarah kebangsaan kita. Maka poros keummatan dan kenegaraan inilah yang akan menulis, menentukan sejarah dan masa depan Indonesia serta bertanggungjawab mengeksekusinya. Koalisi inilah yang akan bergandeng tangan dan memikul beban berat keindonesiaan bagi kontribusi kebaikan dunia.

Syarat-Syarat terbentuknya poros keummatan dan kenegaraan yang kuat ada beberapa persyaratan yang harus dipunyai poros keummatan untuk menjadi otak, hati dan tulang punggung Indonesia:

1. Lapang dada untuk menentukan tokoh yang akan diusung menjadi calon presiden dan wakil presiden.
2. Ada minoritas kreatif di parlemen
3. Pandai membangun hubungan dengan kelompok kepentingan (corparatist group relations) aktor ekonomi, buruh, pebisnis, pengambil kebijakan.
4. Memberikan ruang perbedaan untuk kompetisi antar kelompok kepentingan (pluralist interest group relations)
5. Mempunyai basis massa yang jelas, mudah dimobilisasi sesuai dengan bahasa zaman dan tuntutannya.

Geopolitik Partai-partai di Indonesia

Pemilu 2004 telah mengikis kuatnya polarisasi  politik aliran di Indonesia. Polarisasi  politik berdasarkan ideology tidak lagi menyebabkan ketegangan di Indonesia. Karena hampir seluruh partai di Indonesia berbasis umat Islam. Jadi ketegangan antara Islam, Modernitas dan ke-Indonesiaan telah selesai.

Partai-partai semuanya menjadi lebih terbuka. Partai berbasis islam menjadi lebih terbuka dan partai berbasis nasionalis selalu mempunyai sayap keislaman. Secara umum geopolitik partai di Indonesia dibagi dalam tiga alur saja. Ada tiga kelompok kekuatan politik. Masih seperti di orde baru yaitu kelompok sayap kiri (bantengis) kelompok sayap kanan (Bintangis) dan kelompok menengah (beringinis).

Sayap  kiri mempunyai sifat psikologis yang selalu was-was terhadap potensi munculnya perbedaan berdasarkan latarbelakang agama atau peletakan posisi agama khusus agama Islam dalam tatanan konstitusional Negara. Derivate dari kelompok ini adalah PDIP,  Gerindra, Nasdem dan PKPI. Atau jamak mereka disebut nasionalis sekuler.

Sayap Kanan mempunyai sifat psikologis menilai kekuatan politik menyatakan bahwa agama merupakan bagian tidak terpisahkan dari roh dan semangatkebangsaan Indonesia maka harus menjadi pondasi konstitusional Negara. Derivate dari sayap kanan ini adalah PPP,PKS, PBB, PAN, dan PKB.

Sedangkan sayap menengah mempunyai sifat psikologis kekuatan politik dan agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang diperlukan adalah negosiasi antara politik dan agama dalam membangun pondasi konstitusional Negara. Derivate sayap menengah ini adalah Golkar dan Hanura.

Sayap kanan dan sayap menengah ini biasa disebut dengan nasionalis religius. Sayap kanan dan menengah inilah yang berpotensi membentuk koalisi poros keumatan dan kenegaraan.

Sifat alamiah psikologis partai-partai ini secara spesifik bisa kita jelaskan sebagai berikut:
1. Golkar dengan jargon Golkar barunya sudah sangat berubah dengan sifat psikologis Golkar di zaman Orde Baru.
2. PKB merupakan intelektual muslim yang terfilter dari basis massa NU
3. PAN merupakan intelektual muslim yang terfilter dari basis massanya Muhammadiyah.
4. PKS adalah anak biologis dan anak ideologis reformasi 1998. (anak kandung reformasi)
5. PBB adalah basis massa dari partai masyumi modern yang mempunyai ide-ide yang brilian mengenai Islam dan kebangsaan.
6. Hanura adalah Inti dari hati nurani Golkar.

Analisis Rekomposisi koalisi besar Poros keummatan dan kenegaraan

Pertama, poros keummatan dan kenegaraan yang ideal. Golkar, PKB, PAN, PKSPBB, Hanura dan PBB.  Sekitar 70% suara.
Kedua, PKS, PPP,PAN,PKB dan PBB sekitar 32%
Ketiga, Golkar, PKS  dan Hanura sekitar 30%.

Formasi diatas adalah konfigurasi pendekatan ideal terbentuknya poros keummatan dan kenegaraan. Selain kemungkinan ini masih ada kemungkinan formasi lain yaitu tidak terkutubnya koalisi yang akan terjadi.

Epilog

Indonesia saat sekarang ini harus sudah menjemput takdirnya untuk menjadi lokomotif peradaban dunia. Kepentingan bangsa, ummat dan Negara diatas segalanya. Poros koalisi keummatan dan kenegaraan ini harus bisa berdiri diatas segala golongan. Tidak hanya menjadi payung, tenda besar tapi harus menjadi rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Politik adalah lapangan untuk bermain bukan untuk saling memerangi antar anak bangsa. Kekuatan riil politik saat sekarang ini bertumpu pada pelayanan kepada rakyat.

Hal yang menarik dari kemenangan meyakinkan dari AKP yang meraih 49% di Pemilu30 Maret 2014 lalu, adalah para pejabat publiknya yang berlomba-lomba menunjukkan kekonsistenan pelaksanaan kebijakannya selama memimpin, bukan sekadar menjalankan program yang sifatnya temporer menjelang pemilu saja. Contohnya adalah walikota Ankara, ibukota Turki, yang konsisten membangun metro sehingga saat ini terdapat 3 jalur metro selama masa  kepemimpinannya. Istanbul bahkan memiliki 5 jalur.

Ketidakkonsistenan pejabat publik akan dimanfaatkan dengan cepat oleh lawan politiknya, bukan untuk dijatuhkan namanya, namun untuk dipraktekkan di daerah kepemimpinannya. Di sinilah terlihat, kompetisi dalam demokrasi membawa hikmah bagi masyarakat.

Salah satu partai yang sangat mungkin menjadi perekat dalam poros koalisi keummatan dan kenegaraan ini adalah PKS. Alasannya mereka adalah kelompok yang sangat berlapang dada dan terbukti mampu bertahan di tengah badai. Kepemimpinan ke depan memerlukan orang-orang yang teruji dalam kesulitan lalu mereka bisa melaluinya dengan baik. Mereka senantiasa memberikan berkah dan rahmat kepada semua orang. Mereka tidak besar. Karena peradaban besar tidak dibangun oleh banyak orang tapi oleh sedikit orang. Arnold Toynbee menyebutnya “Minoritas Kreatif”.

Esensi dari politik persis seperti yang dijalankan  PKS,  masuk ke bidang politik atau demokrasi adalah semata-mata menjadi pelayan masyarakat untuk meraih ridho Allah, insyaa Allah. Dan saat ini, dengan meratanya kekuatan partai politik, kartu truf pilpres RI ada di tangan PKS. Karena ketika menghadapi badai rekayasa politik, PKS berdiri sendirian. Sehingga saat seperti sekarang ini bagi PKS adalah masa yang paling tidak memiliki beban psikologis apapun untuk menentukan langkah ke depan. Bisa fokus amar ma’ruf nahi munkar di oposisi, namun jika kader terbaik PKS diajukan sebagai Capres*  untuk membentuk koalisi, platform PKS yang menekankan AYTKTM (Apapun Yang Terjadi Kami Tetap melayani) sebagai harga mati, mutlak untuk di-bargain-kan baik ke luar maupun ke dalam.

Oleh: H. Sofyan Siroj, Lc, MM
Direktur Utama Qolbu Re-ngineering (QR) Foundation
Alamat: Jl Cipta Karya Gg. Hidayah No. 94 Panam- Pekanbaru Riau

[pksnongsa]


posted by @Adimin

Inilah Tiga Syarat Koalisi Dari PKS


Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq kepada Detikcom mengungkapkan tiga syarat koalisi yang diajukan partainya. Pertama, mitra yang memberi peluang besar untuk menang; kedua, punya pandangan dan manajemen koalisi yang sama; dan ketiga, punya kedekatan agenda kepemimpinan lima tahun ke depan. Tapi partai mana yang disodori syarat tersebut belum terjawab.

Presiden PKS Anis Matta masih menjalin komunikasi dengan beberapa petinggi partai. Misalnya, bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Namun belum ada pembicaraan menyangkut koalisi. Alternatif datang dari Wasekjen lain PKS Refrizal untuk mengajak partai Islam bersatu membentuk koalisi. "Usulan saya adalah 'plus Gerindra', menindaklanjuti usulan Pak Tifatul Sembiring soal koalisi partai Islam," katanya.

Dalam hitung cepat PKS memperoleh suara 6,9%, ini penurunan sedikit dibanding Pemilu 2009 yang 7,88%. Dan ini membuktikan beberapa survey yang menyebut PKS bakal ketendang dari parlemen. "Selalu dianggap akan tenggelam dari panggung politik, tidak terbukti," Kata Anis Matta kepada Kompas. Bahkan dalah hitungan internal PKS, seperti dikutip Vivanews, perolehan suara PKS 9,44%.

posted by @Adimin

Caleg Partai Lain Berani Bayar Data PKS dengan Harga Tinggi

Written By Anonymous on 13 April, 2014 | April 13, 2014

 
Salah seorang calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Batam mengaku dihubungi oleh seorang tim sukses (timses) dari caleg partai lain yang menginginkan data perolehan suara caleg tersebut. Bahkan mereka berani membayar data tersebut dengan harga tinggi.

"Barusan saya ditelepon oleh timses caleg lain yang menginginkan data perolehan suara calegnya. Mereka berani bayar dengan harga berapapun yang kita (PKS-red) minta," ujar caleg yang tidak mau namanya dicantumkan tersebut, Ahad (13/4).

Namun menanggapi hal ini Ketua DPC PKS Nongsa, Kota Batam, Ridha Siddiq mengatakan jangan ditanggapi permintaan dan tawaran tersebut.

"Bilang aja gak ada," ucap Ridha Siddiq singkat kepada caleg PKS yang ditawari tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa PKS memang mewajibkan kepada para saksinya untuk mendapatkan Form C, C1 dan C1 lampiran dari KPPS. Hal ini untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang akan terjadi. Disamping itu pula, berdasarkan peraturan KPU, Form C,C1 dan C1 lampiran tersebut wajib dibagikan KPPS kepada para saksi parpol.

Pada saat penghitungan suara para koordinator saksi PKS berulangkali mengingatkan kepada para saksinya agar wajib mendapatkan Form C, C1 dan C1 lampiran dari KPPS dimana mereka ditugaskan.

Mengingat betapa pentingnya data perolehan suara yang ada di form tersebut sehingga beberapa hari yang lalu mobil yang membawa data form C1 milik PKS Bima, Nusa Tenggara Barat dirampok oleh orang yang tidak dikenal.

Guna mengantisipasi hal tersebut PKS meningkatkan kewaspadaan serta menscanning form C1 tersebut.[dm/pksnongsa]


posted by @Adimin

Antara PKS dan Partai Koalisi di Pilpres 2014


"Lebih baik  menjadi lawan dalam menolak kebatilan daripada berkoalisi dalam keburukan”

Saya sangat bahagia melihat tensi pemilu 2014 kali ini. Masing-masing partai politik memiliki strategi yang berbeda dalam mendulang suara. Hal lainnya yang membuat saya patut bertepuk tangan adalah kemampuan partai-partai islam yang berhasil menjungkirbalikan fakta survey yang teramat percaya diri menempatkan parpol islam dalam posisi tidak layak di hasil pemilu.  Meskipun di ajang pilpres mendatang, parpol islam sulit membangun koalisi.

Setelah perhelatan pemilu anggota legislatif, tentu rakyat Indonesia akan diperhadapkan pada pemilu presiden. Tentu, hasil pemilu saat ini menjadi barometer pemetaan kekuatan parpol dalam mebangun koalisi. Berdasarkan isu yang cukup populer di media, ada 3 partai yang telah siap menjadi RI 1 yakni PDI P, Golkar dan Gerinda. Sementara itu, partai lainnya telah siap menunggu pinangan 3 partai di atas untuk menjadi pasangan pilpres mendatang.

Saat ini media media heboh mewacanakan paket capres Jokowi-Mahfud MD, Aburizal Bakrie-Anis Matta dan Prabowo-Wiranto. Dari paket Pilpres ini, saya menilai ada paket pilpres yang terlalu dipaksakan. Soal Anis Matta disandingkan dengan Aburizal Bakrie. Secara peta kekuatan politik, Golkar memang senior dalam ahli pemenangan di pemilu. Hanya saja, Aburizal Bakrie memang belum layak disandingkan dengan Anis Matta. Meskipun Aburizal Bakrie punya media besar dalam memoles pribadinya di TV terkenal, tapi kenangan rakyat Indonesia dengan Lapindo sampai saat ini belum luput. Selain itu, Aburizal Bakrie jauh berbeda dengan karakter  Anis Matta. Masa sih politisi Santun dan islamis seperti Anis Matta disandingkan dengan Capres yang suka liburan dengan artis cantik berduaan di luar negeri.

Jika memang ARB benar-benar disandingkan dengan Anis Matta, tentu ada pertimbangan politis. Tapi, secara pencitraan, Partai Keadilan Sejahtera tidak selayaknya menjadi partai pendukung pemimpin dengan model Aburizal Bakrie. Masih lebih mending menjadi partai oposisi saja. Lagipula, Partai Keadilan Sejahtera tidak akan hancur dengan tidak ikutan pilpres. Perlu diingat, ARB dan Golkar boleh besar, tapi belum tentu menjadi pemenang. Sebab, rakyat saat ini akan melihat sosok, bukan peta kekuatan partai pasca pemilu. Sehingga, Anis Matta harus mendapatkan capres yang punya kesamaan visi dan tokoh yang sesuai dengan Partai Keadilan Sejahtera.

Pasangan kedua, Andai kata Anis Matta (PKS) disandingkan dengan Jokowi (PDI P), tentu hal yang mustahil. Sebab, ada ideologi yang dijaga oleh PKS. Salah satu soal harga diri rakyat Indonesia.Pertama, Jakarta adalah Ibu kota negara ini. Jika Ibu kota dipimpin  oleh rakyat bukan keturunan Indonesia Asli. Maka akan Ada bebarapa kebijakan politis yang akan merugikan rakyat Indonesia. Boleh jadi, perusahaan asing akan menjamur di ibu kota. Walhasil, Indonesia jadi ladang proyek bagi non Indonesia. Kedua, Ibu kota dimpimpin non Indonesia, berarti anak bangsa tidak ada yang punya talenta memimpin.

Lalu apakah negeri ini sudah kehabisan stok pemimpin? tentu tidak. Masih banyak pemuda Indonesia yang layak jadi pemimpin. Hanya saja, Jokowi butuh sedikit bersabar menunggu pemimpin muda Indonesia tumbuh berkembang. Jangan meninggalkan Jakarta dulu. Menunggu sampai anak bangsa ini siap menerima tampuk kepempininan. Jadi, Jokowi jangan nyapres dulu, lah.

Antara PDIP-Golkar, tentu keduanya tereliminasi dari kemungkinan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera. Yang tersisa adalah PKS pantas mendampingi Gerindra (Prabowo). Meskipun memang, Pimpinan Gerinda punya catatan hitam di sepanjang sejarah bangsa ini. Saya yakin, Gerinda punya misi yang sama, mengembalikan kejayaan Indonesia di mata dunia. Selain itu, nasionalisme Prabowo saat ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan merebut kekayaan Indonesia dalam cengkeraman asing.

Kalau koalisinya dengan PDI-P, ya takutnya semua Aset bangsa ini dijual. Tanya tuh sama fahri Hamzah, berapa aset negara ini dijual di jaman Ibu Megawati. Jadi, PKS ngak bakalan ikut-ikutan berkoalisi menjual aset negeri ini.

Dilihat dari kekuatan tokoh dan Politik, PKS dan Gerinda punya peluang besar dalam memenangkan Pilpres. PKS punya masa real. Artinya, PKS punya basis masa yang bisa diprediksi. Berbeda dengan partai lain. Meskipun hari ini menang, besok bisa kalah lagi. Hal ini disebabkan pemilih PKS adalah pemilih cerdas dan berkualitas. Sehingga tidak bisa digoyahkan dengan money politics.

Kemenangan partai lain hanya soal kekuatan finansial. Sehingga kemenangannya hanyalah kemenangan semu.  Bisa saja kondisi dan nasib partai pemenang hari ini akan terpental jauh dan babak belur di dunia perpolitikan di hari esok. Sehingga, kekuatan politiknya hanya bersifat semu. Jadi, PKS benar-benar siap dan teliti memilih berkoalisi dengan partai yang dituju.

Sahabat Indonesia, saya kira itulah sedikit suara hati saya sebagai kader di berada pelosok Gorontalo. Saya ingatkan lagi, catatan ini hanya sekadar pandangan personal bukan institusional. Saya hanya berharap, catatan kecil ini bisa menjadi batu kecil yang harusnya jadi referensi tambahan dari suara kader di pelosok Indonesia untuk menentukan partai Koalisi. Semoga saja Pimpinan PKS memtusukan Pilihannya kepada partai yang ideal. Amin.[kabarpks.com]



posted by @Adimin

Nggak Penting Belain PKS

image

Pendidikan politik pertama saya dapat dari Bapak. Doktrin yang SELALU Bapak berikan adalah doktrin apatis. Memprotes berbagai kerusakan bangsa. Ibaratnya, Indonesia sudah rusak sekaset. Jadi kalau mau benar, ganti kaset baru. Semuanya harus generasi baru.

Tapi Bapak belum pernah mendiskusikan solusi nyata atas semua protesnya. Kesimpulannya ada di satu kata. Golput. Untuk apa memilih, tidak ada perubahan nasib. Proklamasi Bapak, tidak akan milih sampai mati. Ekstrim kan?!

Saya sangat memahami pola pikir orang tua saya. Satu dari sekian banyak kasus golput sebagai pilihan di tanah air. Beberapa faktor mempengaruhi sikap demikian. Termasuk sepinya pendidikan politik yang benar dan santun.
Karena saya kenal karakter Bapak, akan sia-sia jika mendebatkan bahwa Pemilu sejatinya berhubungan dengan harga cabe, jumlah pengangguran, kebajiran, korupsi dan semua nasib bangsa. Maka lakukan sesuatu. Ganti dengan anggota dewan dan pemimpin yang amanah. Mewujudkan kecintaan pada Allah dengan melakukan yang terbaik bagi bangsanya. Bukan hanya golput dan orasi menghujat.

Untuk sementara, status saya dan Bapak. Bagi saya, sikap saya. Bagi Bapak, sikap Bapak. Bapak tidak akan ikut saya dan saya tidak akan ikut Bapak. Tapi kami saling menghormati. Lucunya…

Sejak 2004, Pemilu pertama yang saya ikuti, saya pilih PKS dan langsung jadi saksi TPS. Mengawal suara hingga ke PPK. Padahal ketika itu, saya masih sangat baru mengenal tarbiyah. Bahkan masih mempertayakan banyak hal di tarbiyah.

Pesan murobbi saya menjelang jihad syiashi, PKS hanyalah nama. Dan nama bisa apa saja. Maka seorang aktivis dakwah bisa dan boleh mengusung berbagai nama untuk misi dakwahnya. Bisa dan boleh masuk ke berbagai lini kehidupan. Tidak ada pengecualian termasuk di ranah politik. Kebetulan Keadilan dan Sejahtera disepakati sebagai nama dari gerakan dakwah di politik.

Kalau yang saya bela PKS, maka bisa jadi PKS mati. Seperti PK yang dipaksa mati oleh ketentuan parliamentary treshold. Tapi yang kita bela adalah dakwah yang diusung PKS. Dan dakwah tidak akan pernah mati.

Ketika berkesempatan buka-buka fb. Ada perdebatan cukup panjang karena status seseorang yang dulunya ADS. Salah satunya komentarnya, “kalau masih ada PK saya pilih PK, nggak pake’ S. Sayang PK sudah tamat riwayatnya.” Saya hanya ngomong sendiri, “mbak ini belain namanya.” Berubah nama, berubah juga sikapnya.

Kalau yang saya bela PKS, saya kemungkinan besar putus hubungan dengan banyak saudara seiman yang mati-matian bilang demokrasi tidak sesuai syariah Islam. Mereka yang sengit menulis komentar Islam hanya bisa diperjuangkan dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Dan sistem partai dalam Pemilu adalah sistem kapitalis.

Sudah cukup saya harus menahan diri untuk tidak menyahut berbagai komentar tersebut. Paling maksimal saya curhat ke suami, menumpahkan ke-gregetan tersebut. Rasanya mau teriak, sadar nggak sich lho kalo musuh Islam sengaja mau mengadu domba kita biar banyak orang Islam nggak milih. Biar Indonesia dikuasai orang kafir, Biar Islam di Indonesia musnah. Halooo…! Tapi cuma neriakin suami. Kalau teriak di sosmed, khawatir khilaf.

Kalau yang saya bela PKS, dimana nurani keibuaan saya. Anak usia 11 bulan dalam kondisi demam diajak pergi seharian. Ada baksos dapil 1. Naik motor dengan lama perjalanan lebih dari satu jam. Pergi di terik mentari dan pulang di kala senja menutup hari. Tapi dengan bismillah saya tetap ikut ‘bantu’ baksos. Meski faktanya saya hanya mengurusi si kecil, tak apalah. Belum lagi tatapan iba dan protes dari banyak orang yang melihat.

Kalau yang saya bela PKS, saya akan stress di saat media ramai mengumumkan PKS hanya menduduki posisi 7 atau 8 dari 15 parpol peserta Pemilu. Bukan 3 besar yang selalu diteriakkan. Seolah kerja-kerja sepanjang tahun harus pupus oleh Pemilu satu hari.

Kalau yang saya bela PKS, saya kian tertekan mental dengan sikap orang tua saya. Sementara saya ‘jungkir balik’ mengenalkan PKS, melakukan pendidikan politik yang Islami. Mirisnya, orang terdekat saya justru antipati. Syukurnya, Bapak tidak pernah menghalangi saya aktif di partai. Do’a saya, semoga kerja dakwah kami turut dirasakan Bapak. Sindiran kecil dari Bapak, biasa. “Katanya anti korupsi. Presidennya kena tahan KPK!” Enjoy aja, saya kan nggak belain PKS.

Maaf, terlalu murah harga yang harus dibayar untuk semua perjuangan para aktivis dakwah jika hanya atas nama PKS. Maka, saudara-saudara sebangsa setanah air, ingat, nggak penting belain PKS!

Oleh: Umi Laila Sari


posted by @Adimin

"Kenapa semua strategi membunuh PKS gagal?" by @Fahrihamzah


Twit @Fahrihamzah 
(Sabtu, 12/4/2014)

Dalam banyak diskusi, mereka bilang, "maaf ya PKS, kalian gak masuk Senayan..."... #PadaKemanaSekarang ????

Dengan Sinis mereka menyerang PKS sebagai partai paling korup dan tidak lagi punya legitimasi... #PadaKemanaSekarang ?

Dengan kasar mereka meyakinkan publik bahwa PKS hanya akan dapat 1-3% dan gagal treshold.. #PadaKemanaSekarang ?

Bertahun tahun lebih mereka meyakinkan dunia bahwa PKS akan berakhir tragis. Partai Islam akan mati. #PadaKemanaSekarang ?

Pendekatan yang paling halus dan ilmiah dilakukan..pendekatan paling kasar juga dilakukan...

Kesalahan kecil pada partai Islam didramatisasi seperti kejahatan luar biasa.

Partai Islam dituduh menjual agama dan mereka diam saja kalau partai lain jual negara..

Pesimisme pada PKS disebar melalui mulut mereka yang berkhotbah di atas mimbar Ilmiah.

Pesimisme pada PKS dikampanyekan 24 jam dan kami tak punya uang untuk melawan.

Dalam perdebatan kontent mereka tak bisa melawan PKS karena itu PKS harus diserang Ad hominen (*).

Betapa dalam pengaruh fitnah mereka gara2 satu kasus LHI itu.

Tapi, alhamdulillah....kita menolak kalah...menolak tertunduk dan menyerah..

Sambil saya terus berpikir....kenapa kebencian mereka besar sekali? Kenapa kebaikan kita dibenci?

PKS jika tidak ada kasus kemarin, saya yakin akan menjadi salah satu partai besar. #PKS3Besar seperti rencana.

Kenapa mereka takut sekali kalau PKS masuk 3 besar? Takut sekali kalau partai yg punya kader memimpin.

Kenapa mereka takut sekali kalau partai yang punya tradisi organisasi yang solid memimpin?

Kenapa mereka takut sekali kalau partai berdasar Islam memimpin?

Kenapa mereka takut sekali kalau anak2 muda yang baru masuk politik ini dengan bersih memimpin?

Kenapa keberanian kami berbicara dan berbeda pendapat dihukum? Ini kerja siapa?

Alhasil, mereka gagal. PKS tetap tegar. Hari2 ini mereka berbisik, "kenapa PKS tidak mati?"

Mereka berkata, "kenapa semua strategi membunuh PKS gagal?"

Dan kepada mereka, majikan mereka mengancam, "bantuan akan kami hentikan kalau PKS tdk mati!"

Perasaan murni karena aku tidak mengerti kenapa membenci maksud baik kami. #PadaKemanaSekarang ?

Tapi kami di PKS ingin mengambil hikmah ini ke dalam. Setelah kita kejutkan mereka sekali lagi. #PKSbersyukur

Kita rayakan ini sebagai ujian yang telah kita lalui. Dan kita lolos. #PKSbersyukur

Biarkan mereka dengan kebodohannya. #PKSbersyukur

Kita tatap masa depan kita dan negeri ini. #PKSbersyukur


___
(*) Ad hominem (yang berarti "tertuju pada pribadi atau karakter seseorang"), yang merupakan singkatan dari argumentum ad hominem, adalah upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Penalaran ad hominem biasanya dipandang sebagai kesesatan logika.

Contoh dari ad hominem adalah:
- Carl Sagan adalah seorang pemakai ganja, maka karya-karyanya ngawur.
- Jimi Hendrix meninggal karena overdosis, jadi musiknya jelek.
- Karena dia hanya murid, maka semua pernyataannya pasti salah.


posted by @Adimin

"Intangible Asset PKS, Kuat dan Mahal" by @kangrendy


by Rendy Saputra 
@kangrendy on twitter

2 hari ini, saya melihat twitpic aktivitas para saksi, yang ngjagain C1.. luar biasa.. haru melihatnya, kader ngejagain suara rakyat..

Di tengah petinggi partai ngeributin koalisi atau oposisi, PKS fokus pada suara.. ini adab yang mahal menurut saya..

Bayangkan, rakyat memilih suara, setelah itu quick count, dan dari quick count mereka bergerak..

Seakan-akan.. rakyat hanya sample yang disurvey di tanggal 9 april. Prediksi itu jadi bahan tawar menawar.. tidak etis menurut saya..

Perhitungan suara gak diperhatikan.. saksi2 partai lain iri sama saksi dari PKS.. C1 lengkap, bawa printer.. bawa laptop.. serius, begadang

Sikap PKS dalam menjaga suara ini adalah buah dari adab politik yang tinggi: ini suara konstituen, harus dijaga, walau 1 suara..

1 suara, berarti 1 pilihan seseorang. Dia datang ke TPS sudah jauh2, mengeluarkan tenaga, mengalokasikan waktu.. PKS menghargainya..

400 lebih kota dan kabupaten.. terbayang berapa kelurahan yang tersebar.. brp PPS yang skrg sedang pleno.. thx my bro and sist..

Masuk ke topik.. kenapa saya katakan PKS ini kuat dan mahal.. karena kita punya intangible asset yg gk dimiliki oleh yang lai..

Tweet ini saya persembahkan untuk para kader PKS, saudara2 ku.. yang sedang menjaga suara kami para konstituen.. maaf gak bisa bantuin..

Moga tweet2 ku menyakakan api semangat di hatimu.. menajamkan kembali fikiranmu.. menguatkanmu berjibaku dengan lembaran yg harus diinput..

Rangkaian tweet berikut adalah upaya untuk menyemangati seluruh kader di indonesia.. bahwa Partai kita.. PKS.. kuat dan mahal..

Saya akan membahasnya dari sisi bisnis.. karena ini yang saya jalani sehari-hari.. ngejalanin perusahaan orang.. bertarung di pasar.

Saat 2 buah perusahaan mau dijual, lalu dilakukan valuasi.. atau penilaian atas perusahaan tersebut, maka tidak cukup anda melihat profit saja.

Profit memang mempengaruhi harga dari sebuah usaha. Biasanya 5 sd 6 kali EBITDA.. pemasukan sebelum pajak depresiasi dan amortisasi.

Tapi perusahaan yang punya profit 19M per tahun... bisa saja lebih murah dari yang punya profit 8M per tahun.. kenapa?

Karena.. gak cukup kita cuma lihat profitnya saja.. yang dilihat cukup banyak..

Itu 19 M nya konsisten tidak? Apa cuma tahun ini? Brp lama si perusahaan tersebut bisa bukukan 19 M terus menerus?

Itu profit 19M.. apa yang dijual.. produk yang sustain.. atau besok2 ambruk.. investor mikir panjang...

Makanya bisa aja si perusahaan 8M yang lebih mahal.. kalo mmg konsisten.. apalagi growth... PKS banget ini...

Pileg 2014.. ada 12 perusahaan, 2 keliatannya terbenam, walau saya masih hormati realcount KPU.. keliatannya udahan mereka..

Jadi ada 10 perusahaan... hehehe... PKS salah satunya.. dengan hit 8% kata QC.. dan 11%.. versi hitung tabnas PKS.. kalo hitung raihan kursi.

So.. PKS cenderung kuat... berikut tambahan analisa saya..

Waktu anda beli perusahaan, banyak inquiry question yang harus anda elaborasi...

- ini perusahaan dalam keadaan untung atau rugi...

- Selanjutnya.. kalo anda beli.. besok2 masih bisa jualan gak? Kali2.. ganti bos.. karyawannya bubar..

- Ini perusahaan.. bekerja diatas sistem.. atau diatas figur..

- Buyer atau pembeli dari produk perusahaan ini siapa? Kalo anda beli.. mereka masih belanja di perusahaan ini atau tidak? Kan beda owner

Kesemua itu.. merujuk pada intangible asset.. sesuatu asset yang tak terlihat.. manusia, sistem, nilai yang bekerja di dalam perusahaan..

PKS, insyaAllah mempunyai nilai2 intangible asset yang partai lain tidak punya.. insyaAllah..

Kita relatif memiliki SDM yang memang sadar bergabung di partai, dibentuk dalam jangka waktu yang lama, kokoh, mampu berkomunikasi dgn baik

Andai ada orang punya uang 10T, belum tentu dia bisa membuat infrastruktur SDM seperti PKS dalam waktu 1 tahun.. berikut ilustrasinya..

Saya kerja di industri busana, ada designer, penjahit, plasma, teman2 bordir, kompleks deh.. hadirkan 1 busana muslim itu rumit..

Apalagi produkai kami ratusan ribu pcs.. ndak main2.. distribusi deluruh indonesia.. saya karyawan disini.. dan mengamati..

Andai perusahaan punya 1T, dan pekerja kami hilang semua.. niscaya saya tidak akan sanggup hadirkan yang sama dalam waktu singkat..

Karena 400 tenaga yang terlibat.. relatif sudah bekerja cukup lama.. ada keterampilan.. budaya yang dianut.. kebiasaan gerak.. itu mahal..

Itu yang saya namakan intangible asset...

Intangible asset, berharganya PKS : saksi nya kader sendiri, bukan bayaran, tulus, movable, educated, fighters..

Intangible asset PKS : kalo rapat, ya kita rapat gak ada uang rapat de el el.. temen saya di partai tetangga, ngumpulin rapat aja 5 jt...

Partai tetangga.. apa2 mahal.. mungkin ada yg mirip2 PKS.. 1 partai.. hehehe.. anak2 muda juga.. tulus2.. moga kita ketemu.. #kode

Intangible asset : value, kita bergerak atas kultur politik yang senilai.. kita memahami politik sebagai jalan mengimplementasikan kebaikan.

Dan bahasan tambahan.. insyaAllah PKS yang siap menyongsong masa depan...

Mau cerita ttg bisnis lagi.. ttg menyongsong masa depan...

Kami punya supplier.. anggap PT A, mereka mulai produksi tahun 1952..

Dalam sebuah meeting dengan generasi ke 2 mereka.. si koko curhat ke saya.. dia kalah langkah sama PT B, akibat gak siap sama perubahan..

PT A, bisnis dari tahun 52, mesinnya 100, karyawan 400 | PT B, bisnis dari 80an, mesinnya 1600, karyawan 50.000, 170 ha, <~ beda gak?

Koko cerita sama saya, "rend, ayah saya, si om, selalu gak mau beli mesin baru, kemarin sih kekejar, skrg ketinggalan terus, cost mahal"

Gak panjang2 saya cerita, moga nangkap maknanya.. PKS adalah "perusahaan" dengan mesin2 yang siap untuk perubahan di masa depan..

2014.. coba bandingkan dengan 1994.. selang 20 tahun. Bagaiman teknologi mobile phone, email, telekomunikasi? Semua mahal..

2014.. tarik ke 2034.. bayangkan.. gadget sudah kayak pulpen.. murah.. semua mungkin pake smartphone.. koneksi sudah kayak oksigen.. free

Kemarin.. 1 kafe wifi.. ke depan.. 1 negara wifi... orang bebas akses informasi.. media besar tak lagi dominan.. rakyat punya pilihan

Data nielsen yang saya baca - mohon koreksi - dari 1000 TV yang dipasangin alat survey.. hanya 600an yang menyala di prime time..

Mohon koreksi ya.. 60 persen gitu rate nya.. orang sudah ninggalin TV.. perlahan..

Lihat aja di jabodetabek, orang macet2an, merunduk semua, baca ebook, twitter portal, world so flat..

Terbukti 2014 ini. Poolster jungkir balik. Survey berantakan, sstt.. anda gak bisa samakan market dengan yang dulu.. maybe..

Behaviour market makin liar.. hari ini selera.. besok gak selera.. hari ini outlet nya rame.. besok bubar.. market jadi flat..

Kita perlu figur, tapi politik masa depan bertopang pada figur2 yang riil, tokoh2 yang dekat dan kejangkau, para aleg tingakt 2 mungkin..

Gak ada lagi superstar kayak michael jackson.. norman kamaru pun bisa meledak.. shinta jojo pun bisa meledak..

Maka.. yuk temen2 kader PKS.. semuanya.. keep rollin ajah... jgn sampe temperatur kita turun.. 2014 ini babak baru..

Mudah2an, jika bener 60 kursi, moga 60 aleg di DPR RI nanti ya parle.. ngomong.. namanya juga parlemen...

Semoga 60 aleg PKS.. bener2 bekerja jadi jembatan bagi suara rakyat.. kerjanya terasa.. semua aleg yang terpilih deh..

itu aja analisa kiar dari audit pandang profesional.. moga kinerja perusahaan kita ttp oke.. dan bisa go double di market 2019.

[pyg]


posted by @Adimin

Fahri: PKS Tak Ikut Koalisi Tanpa Konsep yang Jelas

 
Wakil Sekjen DPP PKS, Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya tidak akan ikut-ikutan seperti partai lain mencari pasangan koalisi untuk membentuk pemerintahan mendatang tanpa konsep yang jelas.

PKS, menurut dia kepada pers di Jakarta, Sabtu, telah belajar dari pengalaman masa transisi sejak 1998 yang menggambarkan koalisi selalu gagal dalam praktiknya.

"PKS sedang menyiapkan konsep koalisi yang baik dan benar serta sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada. Sebab selama ini pemerintahan transisi semua koalisinya kurang berhasil.

"Karena itu kami tidak mau ikut-ikutan mencari partner koalisi sebelum jelas konsep koalisinya," ujar Fahri.

Atas dasar itu, menurut Fahri, partainya belum menggalang pertemuan dengan partai mana pun karena PKS tidak akan menemui mereka kalau partai yang mengundang PKS untuk berkoalisi belum menjabarkan konsep koalisi mereka."Saat ini kami masih fokus untuk perhitungan suara saja dan menjaga suara kami tetap utuh," katanya.

Menurut Fahri, karena tanpa konsep maka rencana membangun pemerintahan menjadi tidak jelas. Koalisi harus bisa menyiasati masalah yang secara teoritis akan selalu menghantui pembentukan pemerintahan, yaitu anomali sistem presidensial dan multipartai.

"Sistem di Indonesia itu anomali karena kalau kita memilih sistem presidensil harusnya hanya ada dua partai atau maksimal tiga. Sistem multipartai seharusnya hanya ada dalam sistem parlementer," katanya.

Dengan sistem dan kondisi saat ini, tanpa disiasati maka siapapun presiden yang berkuasa akan menghadapi instabilitas."Sayangnya tidak ada satu pun partai yang berbicara mengenai bagaimana cara menyiasati ini," katanya.

PKS saat ini memikirkan dengan tegas dua opsi, yaitu memimpin koalisi atau menjadi oposisi sekalian. Ini karena PKS tidak mau menjadi korban lagi.

"Kami selalu dituduh menjadi biang kerok dalam koalisi, padahal kami ini korban dari sistem koalisi yang tidak dipimpin secara baik," katanya.

Koalisi yang terbangun, menurut Fahri, seharusnya adalah koalisi yang sejak awal sudah menyepakati bersama-sama apapun yang terkait pemerintahan yang dijalankan bersama.

PKS tidak mau lagi ikut-ikutan membangun sesuatu yang akan hancur dalam waktu singkat. Jangan hanya karena popularitas tinggi, koalisi mendukung capres tertentu.

"Konsep yang ada sekarang cuma 'bagi-bagi kue' yang tidak ada untungnya buat rakyat. Harus jelas bagaimana misalnya pemberantasan korupsi akan dilakukan, bagaimana membangun infrastruktur pemerintahan yang benar dan sebagainya," katanya.[ant/rol]


posted by @Adimin

Walikota dan Wakil Walikota Padang, Mahyeldi - Emzalmi Dilantik 29 April 2014


Sudirman, Padek—Masa jabatan Eri­zal sebagai penjabat wali kota Padang, segera berakhir menyusul telah dite­tapkannya jadwal pelantikan wali kota-wakil wali kota terpilih, Mahyeldi Ansharullah – Emzalmi.

Duet politisi dan birokrat ini segera menjadi pemimpin definitif pada 29 April nanti, setelah ibu kota Sumbar ini dipimpin seorang penjabat wako sejak 18 Februari 2014 lalu.

Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sum­bar, Syafrizal Ucok memastikan pelan­tikan Mahyeldi - Emzalmi se­bagai wa­li kota dan wakil wali kota Padang pe­riode 2014-2019 dilak­sa­nakan 29 April 2014.

Disebutkan Syafrizal, penyerahan berkas administrasi untuk pemro­sesan pengeluaran SK pelantikan dari Men­teri Dalam Negeri (Mendagri) diren­canakan Senin (14/4). Berkas adminis­trasi akan dikirim ke Ke­men­dagri bila sudah ada surat pengantar dari DPRD Padang tentang pelantikan wako.

“Kalau surat pengantar itu telah ada, kami langsung teruskan ke Ke­mendagri. Rencananya pelantikan dilakukan pada 29 April,” ujarnya.

Ketua KPU Padang, Alison me­ngatakan, pihaknya sudah menya­m­paikan berkas terkait hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan hasil reka­pitulasi data kemenangan Mah­yeldi – Emzalmi sebagai wali kota

dan wakil wali kota Padang ter­pilih pada Pilkada Padang pu­taran kedua.

“Pelantikan wali kota dan wakil wali kota tersebut, sep­e­nuh­nya kewenangan DPRD Pa­dang,” kata Alison.

Ketua DPRD Padang, Zul­herman mengakui sudah me­nerima berkas dari KPU Padang soal kemenangan Mahyeldi – Em­zal­mi sebagai wali kota dan wakil walikota terpilih. Berkas tersebut diterima DPRD Padang Kamis (10/4) lalu. “Kita masih mencek berkas tersebut apakah sudah lengkap atau belum,” ungkap Zulherman.

Jika lengkap, berkas tersebut dibahas dalam rapat pimpinan DPRD Padang sebelum diterus­kan ke gubernur. Namun begitu, Zulherman menyadari belum bisa dibahas dalam minggu ini karena anggota DPRD sibuk menghadapi pemilu.

Terkait jadwal pelantikan, kata Zulherman, bergantung Mendagri mengeluarkan SK wali kota dan wakil wali kota. “Jika SK sudah keluar, kita bisa me­netapkan kapan jadwal pelanti­kannya,” katanya.

Seperti diketahui, hasil reka­pitulasi penghitungan suara dari 11 kecamatan oleh KPU Padang, pasangan Mahyeldi-Emzalmi (Mahem) memperoleh 148.864 suara atau 50,29 persen. Se­dangkan pasangan calon inde­penden Deje yang didukung banyak parpol, meraih 147.168 sua­ra atau 49,71 persen.

Keputusan KPU tersebut digugat pasangan Deje ke MK. Upaya hukum yang diajukan pasangan nomor urut tiga ini pupus setelah MK menolak se­luruh gugatan Deje.

Dalam amar putusannya, gugatan pasangan Deje tidak terbukti secara hukum. Sehing­ga, pasangan Mahem ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Pa­dang periode 2014-2019. [padek]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger