pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

7 Ancaman bagi Anggota Dewan

Written By @Adimin on 23 August, 2014 | August 23, 2014



Para wakil rakyat yang baru terpilih dalam Pileg 2014 sedang memulai hari-hari pertamanya menjadi wakil rakyat (terkecuali incumbent yang kembali terpilih). Ribuan pasang mata rakyat berharap-harap mendapat janji manis yang disampaikan saat kampanye.

Barangkali tidak ada profesi yang paling berbau ‘amanat’ melebihi profesi wakil rakyat. Hanya dua kemungkinan saat menjalaninya yaitu khianat atau amanat.

Disadari atau tidak bagi seorang mukmin yang memang sudah berikrar mau menjadi wakil rakyat amanat ini melekat kuat saat terpilih. Karena dirinya seolah representasi dari keinginan dan harapan rakyat maka wajar jika sorotan kepada mereka demikian kuat.

Di lain sisi, tantangan menjadi anggota dewan ternyata tidak mudah ditaklukkan, bahkan untuk seorang yang sangat idealis sekalipun seperti aleg PKS. Berikut ini 7 ancaman yang menanti mereka yang idealis (yang rusak tidak kami bahas) di kursi empuk wakil rakyat:

1. Bengkoknya Niat

Ada beberapa alasan yang bisa melegitimasi bengkoknya niat tulus anggota dewan al:
a) Tantangan kepentingan individu dan kelompok yang kuat.
b) Terbukanya pintu mendapatkan proyek dan komisi atas proyek.
c) Sulitnya mewujudkan program dan ide karena arus berhadapan dengan program dan ide anggota lain.
d) Banyaknya ‘tikus’ penggoda yang menawarkan aneka kenikmatan fasilitas anggotadewan.

2. Larut dalam Kebiasaan Busuk

Banyak yang menduga pembusukan lembaga perwakilan rakyat karena murni anggota DPR itu sendiri. Namun sesungguhnya ada yang lebih busuk dari mereka yaitu PNS yang bertugas menjalankan opersional anggota dewan. Mereka inilah calo-calo kebusukan yang menjadi mentor anggota dewan yang baru bergabung.

Anggota dewan yang baru bergabung pada akhirnya menyerah dan ikut arus busuk kebiasaan lama seperti mengambil uang rapat walau tidak hadir rapat, memakai fasilitas anggota dewan untuk kepentingan pribadi (kendara- an,mess,biaya kunjungan dst).

3. Hilangnya sifat Waraa

Seseorang yang wara’ (menjaga diri dari yang syubhat apalagi yang haram) akan luntur sikapnya saat menjadi anggota dewan. Hal ini banyak disebabkan karena anggota dewan yang berlindung kepada undang-undang yang dibuatnya sendiri.

Beredarnya amplop berisi uang yang tidak jelas asalnya sangat lumrah terjadi di tubuh lembaga perwakilan rakyat ini.

Sehingga anggota dewan yang tadinya sangat menjauhi hal-hal yang syubhat bisa tergelincir dan terbiasa menerima sesuatu yang ukuran halalnya adalah kesepakatan bersama mereka.

4. Menjauh dari Rakyat

Kesibukan rapat, kunjungan kerja dan hearing dst, yang notabene ada ‘uangnya’ akan menggoda DPR untuk mengutamakan kegiatan tersebut ketimbang ‘blusukan’ untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.

Mereka kembali mendekat kelak menjelang pemilu yang tujuannya adalah membeli suara rakyat, bukan lagi pendidikan politik dan gerakan penyadaran. Akhirnya masyarakat terbiasa dengan politik transaksional semacam ini.

5. Hilangnya Sensitifitas

Sensitifitas hanya muncul pada orang yang mampu mengendalikan dunia. Bagi para pecundang, sering membuat berbagi alasan untuk melegitimasi tindakannya. Saat belum menjadi anggota dewan begitu sederhana hidupnya, namun setelah menjadi anggota dewan secara terang-terangan mulai mem- bangun kemakmuran pribadinya dengan membeli rumah, kendaraan, dan aset-aset lainnya.

6. Menjauh dari Nasihat

Sebutan anggota dewan yang terhormat sesungguhnya racun mematikan. Sebutan tersebut telah menempatkan individu yang lemah menjadi individu yang tertipu oleh bayangan kebesaran dirinya yang palsu.

Kondisi inilah yang sering menjadi penghambat anggota dewan mau menerima masukan atau nasihat. Terlebih banyak nasihat yang disampaikan dengan tidak santun membuta mereka kian jauh dari nasihat.

7. Meremehkan Kesehatan

Seringkali kegiatan anggota dewan adalah perpindahan dari satu jamuan ke jamuan lain. Makanan yang serba wah dan ‘enak’ semua masuk ke dalam tubuh mereka. Adapun kebiasaan duduk berlama-lam juga membuat aktivitas olah raga mereka menurun. Akibatnya? Beraneka ragam penyakit mengintai mereka.

Tak sedikit anggota dewan yang di ‘PAW’ bukan oleh partainya. Tetapi oleh penyakit berat yang dideritanya.

Nah, jika ancaman sedemikian berat di depan mata. Maka yang terbaik adalah memepersiapkan bekal terbaik untuk menghadapinya. Dan sebaik-baik bekal adalah TAKWA. Jadi nonsens jika ada anggota dwwan yang dapat sukses sementara ia tidak memahami TAKWA yang sebenar-benarnya.

Wallahua’lam

Oleh: Abu Ihsan


posted by @Adimin

Sinyal sinyal Kematian



Suatu hari, Iyas bin Qatadah, pemimpin Bani Tamim, melihat bulu jenggotnya sudah putih. Ia pun berucap: “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari perkara (petaka atau kematian) secara mendadak. Kulihat kematian sudah menuntutku dan aku tak bisa mengelak darinya.

Kemudian, ia pun keluar menemui masyarakatnya, seraya berseru: “Wahai kaum Bani Tamim, aku sungguh sudah memberikan masa mudaku untuk kalian maka hendaknya kalian memberikan untukku di masa tuaku. Mengapa kalian tak bisa memperlihatkan kepadaku perihal krusial dan mendesaknya kebutuhan; kematian ini begitu dekat denganku.

Kemudian, ia mengibaskan surbannya, menyendiri, lalu meminta izin kepada kaumnya untuk fokus beribadah kepada Rabb-nya, dan tidak melibatkan diri dalam percaturan kekuasaan, hingga meninggal.

Sinyal-sinyal dari kerentaan usia, yang sekaligus merupakan salah satu indikasi dari dekatnya seseorang akan kematian, kerap hadir di hadapan kita.

Misalnya, anak-cucu yang sudah beringsut dewasa, kulit yang sudah mengeriput, gigi yang sudah mulai tanggal satu demi satu, tulang mengalami osteoporosis yang selanjutnya mengakibatkan nyeri, menurunnya daya pendengaran, indra pengecap, dan daya ingat (memori). Demikian pula dengan tumbuhnya uban di bulu-bulu kita.

Melalui narasi di atas, bagaimana Iyas bin Qatadah, pemimpin Bani Tamim, begitu cerdas menangkap sinyal-sinyal kematian itu dengan hadirnya uban di jenggotnya.

Maka, berbahagialah kita yang tersadarkan dengan segenap fase kehidupan yang mau tidak mau mesti kita jalani, sehingga babak kehidupan kita pun berakhir dengan indah. Sebaliknya, hati-hatilah, jika semua itu sama sekali tidak menorehkan keinsyapan pada kita, sehingga “makin tua justru makin jadi”.

Allah berfirman: Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (ar-Rum: 54).

Sedang, Nabi SAW bersabda: Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam, walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.” (HR Ibnu Hibban).

Gemerlap jabatan dan kekuasaan (al-jah) memang acap kali meninabobokan manusia, sehingga dia bebal untuk mengingat kematian. Itulah sebabnya mengapa banyak guru spiritual mewanti-wanti agar seseorang tidak tersandung dalam jebakan ini.

Bahwa, kekuasaan juga merupakan wahana bagi sang hamba untuk lebih banyak beramal saleh memang benar. Tapi, banyak tokoh politik dan pemimpin terkapar di dalamnya adalah fakta yang sulit dibantah, sehingga dia terpasung dalam janji-janji muluk yang diikrarkannya sendiri dan sifat amanah pun menjadi jauh sekali.

Sosok Iyas bin Qatadah sebagai pemimpin, moga bisa menginspirasi para tokoh politik kita, sehingga akhir hidupnya sungguh memesona, ia sukses dalam menjalin hubungan dengan sesama dan Rabb-nya

posted by @Adimin

Siapa Yang Gila . . . . .

Written By @Adimin on 21 August, 2014 | August 21, 2014



Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena persis jam 22.00 terdengar azan berkumandang dari sebuah mushalla setempat lewat pengeras suara yang berbunyi seperti suara oplet rusak. 
 
Suara pengumandang azan yang tak kalah gontai membuat warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya: Aki Dadang, yang umurnya sudah menembus kepala 7. Yang membuat kepala warga dipenuhi pertanyaan: mengapa Aki Dadang azan pada jam sepuluh malam? 

Ketika warga sampai di pintu mushalla, Aki Dadang baru selesai azan dan mematikan sound system.

“Aki tahu jam berapa sekarang? ” cecar Pak RT sambil menunjuk jam dinding mushalla. 

“Azan apa jam segini, Ki?”

“Jangan-jangan Aki sudah ikut aliran sesat,” sambar Mang Engkus dengan nada prihatin. “Sekarang banyak banget aliran macam-macam. Bahaya kalau kampung kita sudah kena.”

“Ah, dasar aki Dadang sudah gila,” sahut Joni, mantan preman yang sudah mulai insaf dan berusaha menghilangkan tato di pangkal lengannya dengan setrika panas. “Kalau nggak gila, mana mungkin azan jam segini?” sambungnya sambil menyilangkan jari telunjuk di keningnya ke arah warga yang riuh berkomentar macam-macam mengomentari laku aneh Aki Dadang.

“Kalian ini …,” jawab Aki Dadang tenang. “Tadi waktu saya azan Isya, nggak satu pun yang datang kemari. Sekarang saya azan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke mushalla. Satu kampung lagi. Siapa yang gila, coba?”

Warga pun ngeloyor pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang melipir menjauh, perlahan-lahan, tak berani melihat wajah Aki Dadang


posted by @Adimin

Prabowo : Becik Ketitik Ala Ketara



Calon presiden Prabowo Subianto menuliskan pepatah dalam bahasa Jawa "Becik ketitik ala ketara" yang berarti segala sesuatu yang baik dan buruk akan tampak, melalui akun Twitter-nya yang terverifikasi @Prabowo08, Rabu.
 
"Becik ketitik ala ketara," tulis Prabowo dalam akun Twitter-nya, yang dikutip di Jakarta, Rabu malam.

Tidak diketahui pasti apa maksud mantan Danjen Kopassus itu menuliskan pepatah Jawa tersebut. Tetapi yang jelas pepatah itu dituliskannya menjelang sidang pembacaan putusan gugatan Pilpres oleh Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/8) besok.

Prabowo bersama pasangannya Hatta Rajasa dikabarkan tidak akan menghadiri sidang putusan MK besok. "Menurut rencana, capres dan cawapres (Prabowo-Hatta) absen di MK," ujar staf Hatta Rajasa, Fahmi, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu malam.

Fahmi mengaku belum menerima informasi apakah besok Prabowo-Hatta akan berkumpul dengan petinggi partai koalisi atau menanti putusan MK di kediaman masing-masing



posted by @Adimin

Anis Menjamin Koalisi Merah Putih Tetap Solid

Written By Anonymous on 19 August, 2014 | August 19, 2014


 
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, menjamin partai politik pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang tergabung di Koalisi Merah Putih tetap solid hingga usai diumumkannya keputusan Mahkamah Konsitusi (MK).

"Koalisi kita akan tetap solid," kata Anis di sela-sela acara Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Minggu 17 Agustus 2014.

Ia mengatakan, saat ini Koalisi Merah Putih fokus menghadapi proses sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2014 di MK hingga keputusan final dan mengikat.

Anis juga mengatakan akan patuh terhadap keputusan konstituen dan menanggung setiap konsekuensinya. "Artinya, kita harus siap dengan seluruh konsekuensinya," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Organisasi dan Kaderisasi, Mahyudin, menegaskan partainya akan tetap konsisten di koalisi berlambang garuda merah tersebut.

Dia menjelaskan, konsistensi Partai Golkar tidak akan mundur dari koalisi permanen merah putih karena koalisi itu dibangun dengan semangat kebersamaan.

"Kebersamaan pandangan, kesamaan ideologi, dan kebersamaan cita-cita Indonesia yang lebih baik," katanya.

Pendapat yang sama disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. Ia menegaskan bahwa Koalisi Merah Putih secara permanen yang ditandatangani pada 13 Juli akan utuh menyatukan partai pendukung Prabowo-Hatta selama lima tahun ke depan.

"Kami pastikan koalisi permanen ini akan utuh dan terus ada karena sudah disepakati satu sama lain," katanya.

Koalisi Merah Putih terdiri atas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), PPP, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Demokrat. [ant/licom/pksnongsa]



posted by @Adimin

Presiden PKS Siap Terima Apapun Keputusan MK



Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, tidak mengkhawatirkan reaksi para pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 22 Agustus mendatang.

Kepada wartawan usai menghadiri acara syukuran dan muhasabah kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2014), Anis menyinggung bahwa selama ini para pendukung Prabowo-Hatta tidak pernah membuat masalah.

"Selama ini tidak pernah ada masalah. Dukungan mereka sangat kuat, dan konstitusional," katanya.

Menurutnya Koalisi Merah Putih yang mengusung pasangan Prabowo-Hatta sudah siap menerima kemungkinan terburuk, bila ternyata gugatan atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), kandas di MK.

Menurut Anis, ketika pihaknya sudah menempuh jalur hukum maka segala konsekuensinya harus siap diterima.

"Ini persoalan hukum, apapun hasilnya kita harus siap," ujarnya.

Soal Koalisi Merah Putih pun ia mengaku tidak khawatir. Anis mengaku percaya Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, Partai Golkar dan Partai Bulan Bintang (PBB), akan tetap solid apapun keputusan MK nanti. [dm/tribunnews]



posted by @Adimin

Kawal Visi Koalisi Merah Putih, PKS Gelar Election Update


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergerak cepat. Sementara masih terus mengawal proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang kini dalam tahapan persidangan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), PKS membekali pimpinan struktur pusat dan wilayah untuk agenda penguatan Koalisi Merah Putih di Parlemen untuk tingkat provinsi dan kota/kabupaten. Untuk itu, PKS menggelar acara Election Update ke-6 untuk mengantisipasi pelantikan sekaligus pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar searah dengan kebijakan Koalisi di tingkat nasional.

Dalam siaran pers yang diterima pksnongsa.org, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Taufik Ridho menyatakan, Election Update diadakan di Jakarta dan diikuti fungsionaris DPP dan Pengurus Harian dari 33 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) seluruh Indonesia. Agenda utamanya, tutur Taufik adalah menyiapkan PKS di seluruh Indonesia untuk mengawal visi Koalisi Merah Putih yang diberi mandat rakyat dalam Pemilu Legislatif. 

"Tentu seluruh anggota koalisi dititipkan harapan oleh rakyat yang memilihnya, itu yang akan kami perjuangkan bersama melalui Koalisi Merah Putih ini," jelas Taufik disela-sela acara Election Update PKS, Senin (18/8).

Taufik juga mengingatkan agar struktur dan kader tetap bekerja keras pasca-Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. "Tidak ada waktu istirahat dan berleha-leha, langsung gerakkan mesin partai untuk memenuhi harapan publik, baik yang telah memilih PKS ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya," ujar Taufik. Ia juga menyampaikan, dalam Pemilu Legislatif PKS mendapatkan 40 kursi DPR, 160 kursi DPRD tingkat provinsi dan 1.017 kursi DPRD tingkat kota/kabipaten di seluruh Indonesia. "Masih ada harapan menambah satu kursi DPR, bila dalam pemilihan suara ulang di Maluku Utara dapat kita menangkan," harap Taufik.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini akan diisi dengan arahan Presiden PKS Anis Matta tentang mengoptimalkan mesin partai pasca-Pemilu Legislatif dan Pilpres, arahan tentang implementasi kesepakatan koalisi dalam pemilihan pimpinan Dewan, paparan survey politik terkini, serta arahan untuk anggota DPR maupun DPRD terpilih PKS. Selain seluruh pengurus harian DPP, peserta dari 33 DPW menyertakan ketua umum, sekretaris umum, ketua Bidang Kebijakan Publik (ex officio ketua fraksi DPRD) dan ketua Bidang Perempuan masing-masing. [dm]


posted by @Adimin

Anis Matta: Akbar Tanjung Sumber Ilham Saya Memimpin PKS

Written By Anonymous on 18 August, 2014 | August 18, 2014


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengakui bahwa politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung merupakan sumber ilham bagi dirinya ketika memimpin PKS di tengah badai.

"Salah satu sumber ilham saya saat memimpin PKS di tengah badai adalah bang Akbar saat memimpin golkar di awal reformasi. Golkar way," tulis Anis pada akun Twitternya @anismatta, Rabu (14/8) lalu.

Pengakuan ini diungkapkan Anis berkenaan dengan hari ulang tahun Akbar Tanjung yang ke-69. 

"Selamat ultah 69 tahun untuk bang Akbar Tanjung. Semoga sehat dan panjang umur bang," katanya.

Anis juga mengakui bahwa ia belajar satu hal dari bang Akbar yakni senantiasa aktif berkontribusi dalam semua situasi dan posisi.

"Saya belajar satu hal dari bang Akbar. Terus aktif berkontribusi dalam semua situasi dan posisi," katanya.

Anis menceritakan bahwa dirinya bertemu dengan Akbar Tanjung di berbagai pelosok nusantara.

"Saya bertemu beliau di berbagai pelosok nusantara. Bang Akbar selalu sehat dan fit," lanjutnya.

Sosok Akbar Tanjung ternyata juga merupakan sumber ilham bagi mantan Wakil Ketua DPR RI ini saat memimpin PKS di tengah badai.

Tak lupa, Anis Matta juga menyemangati Akbar Tanjung di usianya yang sudah tidak muda lagi itu.

Selamat bang. Terus berkontribusi untuk Indonesia," pungkasnya. [dm]


posted by @Adimin

Anis Matta: "Umat Islam akan terus menjadi pilar NKRI"


*Kultwit @anismatta
(17/8/2014)

Alhamdulillah, Indonesia sebagai nation-state yang berdaulat mencapai usia ke-69 hari ini..

Indonesia awalnya adalah cita2, berubah menjadi identitas, kemudian menjadi entitas politik..

Untuk apa menjadi entitas politik? Untuk mewujudkan kehidupan sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan berkeadilan..

Peringatan tahun ini jadi istimewa karena kita baru saja melewati tonggak proses demokrasi: pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden..

Kita baru saja melewati satu periode presidensial penuh secara konstitusional (2 x 5 thn) tanpa ancaman demokrasi..

Demokrasi yang makin matang ini harus jadi modal mewujudkan kesejahteraan.. Apalagi ada bonus demografi menunggu kita..

Kita akan merealisasikan bonus demokrasi dan bonus demografi dalam dekade yang akan datang.. Dengan modal itu, cita2 kemerdekaan akan dapat kita wujudkan..

Bonus demografi di alam demokrasi bagai bibit unggul yang tumbuh di tanah yg subur.. Kita harus menjaganya dari hama dan penyakit..

Komitmen kita terhadap demokrasi akan memastikan bibit unggul itu tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan buah yang manis..

Itu yang menjadi janji kita kepada generasi yang akan datang.. Seperti janji para "founding fathers" bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kemakmuran..

Tadi pagi (17/8/2014), ketika memperingati detik2 kemerdekaan bersama Koalisi Merah Putih, saya merasakan komitmen dan semangat janji kemerdekaan itu..

Juga malam ini, di acara muhasabah kemerdekaan RI yang dilaksanakan MUI.. Umat Islam akan terus menjadi pilar NKRI, bersama semua elemen bangsa..

Semoga Allah meridhoi perjalanan negara-bangsa Indonesia ke depan..


Kobarkan semangat Indonesia!!


posted by @Adimin

"Dirgahayu Negeriku...Jayalah Indonesiaku" | By @Fahrihamzah

Written By Anonymous on 17 August, 2014 | August 17, 2014


Menemuimu. .
Mengenang
Perjumpaan kembali. .
HAL - hal yang tidak biasa..
HAL - hal yang luar biasa...

Bagaimana mungkin
Aku akan merelakan perpisahan. .
Sedangkan kau datang bersama malam...

Jangan tinggalkan aku pahlawan. ..
Di malam kau kan terkenang...
Menjelang cahaya...

Kau takkan mengerti...
Sampai besok kau lihat sendiri...

Dirgahayu Negeriku. ..
Jayalah Indonesiaku. ..
17-8-1945
17-8-2014



posted by @Adimin

Surat Cinta dari Palestina di Hari Kemerdekaanmu...Indonesia

Fursan Khalifa, seorang warga Gaza, Palestina negeri yang sedang dirundung berbagai penderitaan karena penjajahan zionis Israel menyempatkan diri untuk menulis sepucuk surat sebagai ucapan Selamat Hari Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia.

Didalam suratnya, Fursan menuliskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka telah dibayar dengan nyawa para syuhada, darah dan tahanan para pejuang.

"Para pejuang Bangsa Indonesia sudah merasakan sebagaimana yang saat ini dirasakan bangsa Palestina, seperti pembunuhan dan penghancuran atas tanah dan bangsa kami," katanya.

Menurut Fursan, bangsa Indonesia sudah berjuang dan mengusir penjajah Belanda dengan penuh keberanian dan heroisme persis sebagaimana Bangsa Palestina saat ini. Para pejuang Palestina yang berjuang melawan penjajah zionis Israel.

"Pemimpin bangsa Indonesia, Sukarno dan Hatta telah berjuang mengusir penjajah, dan sekarang di Palestina bangsa kami dan para pemimpin kami seperti Abul Abd Haniyah, Muhammad Addayf sedang berjuang untuk mengembalikan hak-hak kami yang direnggut penjajah zionis," lanjutnya.

Sungguh penjajah itu sudah melakukan kejahatan kemanusian yang sangat luar biasa kepada bangsa Indonesia sebagaimana juga yang saat ini dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa kami di Palestina, terutama di Gaza.

"Untuk itu, kita adalah bangsa yang sama-sama telah merasakan hidup sakit dibawah tekanan dan kejahatan penjajah, kami berharap kepada Allah dalam waktu yang dekat, Palestina Merdeka sebagaimana bangsa Indonesia telah merdeka," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa dirinya melihat dan merasakan sendiri, masyarakat Gaza mencintai bangsa Indonesia. Di setiap sudut-sudut kota Gaza ada bantuan-bantuan yang sudah sampai kepada warga Palestina dari lembaga-lembaga kemanusiaan yang berasal dari Indonesia.

"Dan Gaza pada saat bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya semoga menjadi inspirasi bagi kami untuk membebaskan Al Quds, Al Aqsha dan Palestina secara keseluruhan. Salam CINTA dari saudaramu di Gaza, dan juga salam CINTA dari saudara-saudaramu yang masih mendekam di penjara-penjara zionis di tepi barat," tutupnya.[pasberita/knrp.org]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger