Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
October 29, 2014
Oleh : Syaiful Anshor
posted by @Adimin
Perda Islam dan Ijtihad Politik
Written By Sjam Deddy on 29 October, 2014 | October 29, 2014
Perda bernuansa syariat Islam yang sukses dilakukan Patabai adalah
sebagai bentuk ijtihad penegakan syariat Islam dalam konteks
formal-struktural
PENEGAKAN Syariat Islam di Indonesia seolah jadi isu
yang tidak pernah mati. Sejak lama, perjuangan umat Islam untuk
menegakkan syariat Islam di Tanah Air tidak pernah surut. Baik usaha
secara kultural maupun struktural-konstitusional. Sejak tujuh kata dalam
Piagam Jakarta dihapus, ekspektasi penerapan syariat Islam umat Islam
tidak begitu signifikan. Meski begitu, umat Islam tidak putus asa dan
masih berjuang dengan segala cara. Salah satunya yang dilakukan Nangro
Aceh Darussalam yang telah dapat privillege khusus dari pemerintah berupa otonomi khusus (otsus) untuk menegakkan Syariat Islam.
Hal serupa juga dilakukan di bumi Sulawesi Selatan. Perjuangan ini
dilakukan oleh sejumlah tokoh dan ulama yang tergabung dalam Komite
Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) yang dikomandani langsung oleh
putra pejuang legendaris Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar. Meski
begitu, usaha untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia bagian timur
ini tidak seperti membalikkan telapak tangan. Perjuangan KPPSI agar
Sulawesi Selatan dapat otsus penegakan syariat Islam sampai sekarang
belum terwujud. Salah satu sebabnya, belum dapat rekomendasi dari
gubernur untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Sepanjang sejarah, penegakan syariat Islam di Tanah Air selalu
diwarnai pro-kontra. Hal itu karena syariat Islam masih dipandang
negatif dengan sederet stigma miring. Syariat Islam dinilai melanggar
Hak Asasi Manusia (HAM) karena ada hukum potong tangan dan rajam. Tak
sedikit orang yang takut jika syariat Islam diberlakukan. Khususnya kaum
sekular-pluralis. Mereka menentang habis-habisan dan secara
terang-terangan penegakan syariat Islam. Tak hanya itu, aktivis syariat
Islam juga dicitrakan buruk, seperti kelompok radikalis, ekstrimis, dan
subversif. Padahal, syariat Islam tidak sesempit pandangan mereka.
Kendati perjuangan KPPSI agar Sulsel dapat otsus penegakan syariat
masih jauh, bukan berarti tidak memiliki sumbangsih terhadap pembangunan
negara. Setidaknya, penegakan syariat Islam berupa Peraturan Daerah
(Perda) bernuansa Islam yang digulirkan di Kabupaten Bulukumba jadi
bukti bahwa syariat Islam telah memberikan sumbangsih signifikan
terhadap pembangunan daerah. Hal itulah yang dirasakan Mantan Bupati
Kabupaten yang terletak di ujung Selatan Provinsi Sulsel ini yang
menjabat selama dua periode, 1995-2000 dan 2000-2005, Drs. H. Andi
Patabai Pabokori.
Andi Patabai tergolong sukses memimpin Kabupaten Bulukumba. Dari sisi
APBD naik signifikan. Begitu juga tingkat kriminalitas. Dari yang
sebelumnya angka kriminalitas tinggi, setelah kepemimpinannya turun
drastis. Seluruh Muslimah mengenakan pakaian Muslim. Masyarakat Muslim
Bulukumba pun pandai membaca Al Quran. Kegiatan keagamaan selalu
semarak. Non Muslim pun merasakan manfaatnya hingga tak sedikit yang
justru mendukung perda. Gara-gara kesuksesan itu, dia pun dipercaya
masyarakat untuk jadi Bupati selama dua periode. Katanya, bahkan,
seandainya boleh mencalonkan untuk ketiga kali, masyarakat berharap dia
maju kembali jadi Bupati.
Ketika pertama memimpin Bulukumba, Patabi cukup miris melihat kondisi
masyarakatnya. Kriminalitas tinggi. Pemerkosaan, pembunuhan, dan
pencurian kerap kali terjadi. Begitu juga miras banyak diperjual
belikan. Karena itu, dia berfikir, cara untuk menanggulangi itu semua
hanya satu: dengan syariat Islam. Patabai pun berfikir simpel. Syariat
itu tidak mesti harus dengan rajam dan potong tangan. Tapi, hal-hal
sederhana, seperti baca tulis Al-Quran, melarang penjualan miras,
kewajiban mengenakan baju muslimah bisa mencegah praktik kriminalitas.
Dia yakin dengan itu masyarakat di Bulukumba bisa hidup aman, nyaman,
dan tenang. Konsep format atau wadah penerapan syariat Islam yang
dilakukan Patabai berupa Perda bernuansa Islam. Dia membuat empat Perda.
Antara lain: Pertama, Perda Nomor: 03 tahun 2002 tentang larangan,
pengawasan, penertiban, dan penjualan minuman beralkohol. Kedua, Perda
Nomor: 02 Th. 2003 tentang Pengelolaan Zakat Profesi, Infaq, dan
Sedekah. Ketiga, Perda Nomor: 05 Th. 2003, tentang Berpakaian Muslim dan
Muslimah. Keempat, Perda Nomor : 06 Th. 2003 tentang Pandai Baca Al
Quran bagi siswa dan Calon Pengantin.
Perda-perda itu ternyata sangat efektif. Dalam tempo dua tahun,
masyarakat telah merasakan efeknya. Kriminalitas turun drastis. Tidak
ada lagi orang jualan miras. Tidak ada lagi pencurian. Bahkan, katanya,
binatang peliharaan dan kendaraan jika dibiarkan di luar rumah pada
malam hari akan aman. Khususnya untuk zakat. Pendapat zakat naik
drastis. Patabai mewajibkan jajaran pejabat daerah untuk menyisihkan
gajinya untuk zakat. Dana itu pun bisa terkumpul ratusan juta rupiah per
bulan dan bisa digunakan untuk membantu masyarakat.
Apa yang terjadi di Bulukumba sebenarnya potret baik penegakan
syariat Islam. Meski masih berupa empat perda. Hal itu menandakan jika
syariat Islam ditegakkan akan memberikan manfaat, bukan mafsadah.
Hal itu sekaligus menepis ketakutan sejumlah kelompok dan tanggapan
miring tentang syariat Islam bahwa syariat Islam itu menyelamatkan,
bukan saja umat Islam, tapi juga non-Muslim.
Ijtihad
Perda bernuansa syariat Islam yang sukses dilakukan Patabai adalah
sebagai bentuk ijtihad penegakan syariat Islam dalam konteks
formal-struktural. Syariat Islam itu tidak mesti identik dengan atau
menunggu daulah Islamiyah atau khilafah Islam. Format wadah syariat
Islam bersifat fleksibel, tidak absolut (qothi’). Hal itu membuka ruang ijtihad. Ijtihad itu justru satu sisi lebih efektif dalam membumikan Islam dalam konteks formal.
Diskursus wadah penerapan syariat Islam juga mengemuka dalam kongres
KPPSI yang diadakan di Asrama Haji Sudiang, Makassar 7-9 Maret ini. Amir
KPPSI, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar mengatakan tidak ada dalil qothi
baik dalam al Quran maupun hadits yang mengatakan daulah Islamiyah.
Karena itu, wadah syariat Islam bersifat ijitihadi dan fleksibel.
Fleksibelitas itu bisa diterjemahkan ke berbagai cara. Bisa melalui
otonomi khusus, bisa melalui perda-perda syariat Islam, atau daerah
Islam binaan. Tergantung probabilitas yang paling memungkinkan.
Karena itu, apa yang dilakukan mantan Bupati Bulukumba patut ditiru.
Setidaknya, dengan digulirkannya perda-perda bernuansakan syariat Islam
bisa membantu pembangunan daerah dengan menciptakan stabilitas keamanan,
ekonomi dan religiusitas masyarakat
Oleh : Syaiful Anshor
posted by @Adimin
Label:
Opini,
TOPIK PILIHAN
October 29, 2014
posted by @Adimin
Sumpah Pemuda Tonggak Penting "Menjadi Bangsa Indonesia"
Hari Sumpah Pemuda
menjadi momentum yang selalu istimewa bagi Presiden Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Anis Matta. Hal ini disebabkan 28 Oktober juga
merupakan tanggal kelahirannya, meski unik tidak tercatat dalam akta
kelahirannya karena persoalan administrasi di kampung halaman (Bone,
Sulawesi Selatan-red).
Anis Matta melalui akun Twitter @anismatta, Selasa (28/10) malam
mengatakan, 28 Oktober menjadi hari yang penting bagi bangsa untuk
melihat ke belakang mengenai rentang sejarah “menjadi Indonesia”.
"Sumpah Pemuda adalah tonggak penting ketika kita menjadi bangsa Indonesia' sebagai identitas dan cara hidup," tulisnya.
Anis memulai penjelasannya dengan dimensi Nasionalisme Indonesia yang
terbagi dua, ke luar dan ke dalam. 'Ke luar', menurut Anis, merupakan
semangat untuk melawan penjajahan. Sedangkan 'ke dalam' ialah proses
pembentukan identitas baru.
Selain itu, Anis menulis dua elemen penting sebuah bangsa, yaitu kehendak (will) dan budaya (culture).
"Will, kebangsaan Indonesia adalah ekspresi untuk keluar dari jerat penderitaan akibat penjajahan. Culture, nasionalisme Indonesia merupakan transformasi budaya menuju masyarakat modern," tulis mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Anis menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa baru yang bergerak
menuju pengelolaan hidup bersama, dijalankan dengan kaidah-kaidah
rasionalitas.
"Ide tentang Indonesia adalah ide yang modern. Indonesia adalah
bangsa yang lahir dari rekayasa dan konsensus yang dibimbing oleh
kesadaran sejarah," tambahnya.
Anis kemudian memaparkan konsep "gelombang sejarah Indonesia" yang ia
bagi kedalam tiga periode. Gelombang pertama adalah ketika kita
(rakyat) memutuskan menjadi negara bangsa. Periode gelombang pertama
terjadi setelah melalui penderitaan yang panjang, bangsa Indonesia sadar
bahwa imperialisme tidak lagi dapat dihadapi oleh kerajaan-kerajaan
kecil atau etnis-etnis yang ada.
"Hanya ada satu jalan keluar, yaitu melebur dalam satu simpul yang
lebih besar dari simpul-simpul primordial selama ini. Itulah ide awal
Indonesia. Jika kita bedah Indonesia pada hari kelahirannya, kita akan
temukan bahwa nilai terdalamnya adalah solidaritas," tegasnya.
Anis kemudian melanjutkan tulisannya mengenai gelombang kedua sejarah
Indonesia, yaitu periode pemerintahan hingga masa Reformasi.
"(Gelombang kedua terjadi-red) ketika kita berusaha menjadi
negara-bangsa modern," imbuhnya.
Kini menurutnya, bangsa Indonesia sedang memasuki ‘gelombang ketiga’,
dimana bonus demografi dan demokratisasi menjadi modal untuk menjadi
bangsa yang kuat.
Sebagai penutup Anis menekankan bahwa pemahaman akan rangkaian
sejarah akan membangun kesadaran ke-Indonesiaan kita (rakyat
Indonesia-red). "Sumpah Pemuda adalah sumpah kita sampai hari ini.
Semoga Allah meridhoi perjalanan negara-bangsa kita," tutupnya.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
October 28, 2014
posted by @Adimin
Serah Terima Memori Jabatan, Tifatul Doakan Menkominfo yang Baru
Written By Sjam Deddy on 28 October, 2014 | October 28, 2014
Kementerian
Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI sore ini menggelar penyerahan
memori jabatan dari Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) RI
2009-2014, Tifatul Sembiring ke Menkominfo RI yang baru periode
2014-2019, Rudianto, di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin
(27/10) sore.
Tifatul Sembiring dalam sambutannya menyampaikan selamat dan harapannya kepada Menkominfo yang baru dalam menjalankan tugasnya.
"Sekarang Indonesia sudah ditetapkan oleh Bank Dunia menjadi negara
10 besar ekonomi kekuatan dunia, semoga bapak menteri yang baru bisa
mengemban amanah lebih baik di masa mendatang dengan tantangan yang
lain," kata kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terpilih menjadi
anggota DPR RI periode 2014-2019 itu.
Sementara itu, Menkominfo yang baru saja dilantik Presiden Joko
Widodo pada Senin (27/10) siang tadi, Rudianto mengatakan, dirinya siap
bekerja keras dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.
"kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas," ujarnya.
Label:
TOPIK PILIHAN
October 27, 2014
Kabinet Kerja Rasa PKS
Written By Sjam Deddy on 27 October, 2014 | October 27, 2014
Drama penyusunan kabinet Jokowi-JK berakhir sudah. Ahad (26/10), jelang
matahari terbenam, Presiden Jokowi mengumumkan nama-nama menteri yang
akan menjadi pembantunya dalam Kabinet Kerja. Dan menariknya, ada rasa PKS di dalamnya.
Ya, meski partai dakwah itu sudah mendeklarasikan sebagai partai diluar pemerintahan, namun ada rasa PKS yang tak terelakkan. Silakan simak baik-baik 34 nama menteri yang disebutkan Jokowi. Tak satupun ada nama ketua umum partai politik. Tidak ada nama Wiranto dan Muhaimin Iskandar, dua orang ketua umum partai pendukung Jokowi-JK yang digadang-gadang akan menjadi menteri.
Ini tentu menjadi sejarah baru dalam pemerintahan setelah selama ini selalu saja ada rangkap jabatan dalam kabinet. Di periode terakhir SBY, tercatat ada Hatta Rajasa, Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali. Mereka menjadi menteri dan di saat yang sama juga menjabat ketua umum partai.
Apa yang dilakukan Jokowi sepertinya terinspirasi dari PKS. Sejak era Presiden Gus Dur hingga SBY, kader-kader PKS yang menjadi menteri tak pernah merangkap jabatan sebagai orang nomor satu di partainya. Bahkan, mereka mengundurkan diri sebagai ketua umum partai seperti yang dilakukan Nur Mahmudi Ismail dan Tifatul Sembiring. Karena itu, saya berani mengatakan bahwa ada rasa PKS di dalam kabinet kerja dengan melihat fakta sejarah.
Kita pun patut memberikan apresiasi kepada Jokowi karena telah memberikan tradisi baru. Dan di tengah nama-nama menteri yang bermasalah, tradisi ini menjadi hal positif dan memberikan secercah asa.
Selamat bekerja kabinet kerja.
Erwyn Kurniawan
Ya, meski partai dakwah itu sudah mendeklarasikan sebagai partai diluar pemerintahan, namun ada rasa PKS yang tak terelakkan. Silakan simak baik-baik 34 nama menteri yang disebutkan Jokowi. Tak satupun ada nama ketua umum partai politik. Tidak ada nama Wiranto dan Muhaimin Iskandar, dua orang ketua umum partai pendukung Jokowi-JK yang digadang-gadang akan menjadi menteri.
Ini tentu menjadi sejarah baru dalam pemerintahan setelah selama ini selalu saja ada rangkap jabatan dalam kabinet. Di periode terakhir SBY, tercatat ada Hatta Rajasa, Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali. Mereka menjadi menteri dan di saat yang sama juga menjabat ketua umum partai.
Apa yang dilakukan Jokowi sepertinya terinspirasi dari PKS. Sejak era Presiden Gus Dur hingga SBY, kader-kader PKS yang menjadi menteri tak pernah merangkap jabatan sebagai orang nomor satu di partainya. Bahkan, mereka mengundurkan diri sebagai ketua umum partai seperti yang dilakukan Nur Mahmudi Ismail dan Tifatul Sembiring. Karena itu, saya berani mengatakan bahwa ada rasa PKS di dalam kabinet kerja dengan melihat fakta sejarah.
Kita pun patut memberikan apresiasi kepada Jokowi karena telah memberikan tradisi baru. Dan di tengah nama-nama menteri yang bermasalah, tradisi ini menjadi hal positif dan memberikan secercah asa.
Selamat bekerja kabinet kerja.
Erwyn Kurniawan
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
October 27, 2014
"Setelah Presiden baru dilantik, sudah banyak yang mencari fotonya dalam bentuk poster berbingkai, tapi kami belum punya dan masih menunggu kiriman dari percetakan di Pulau Jawa," kata seorang pedagang bingkai, Armen (67), di Blok A Pasar Raya Padang, Jumat (24/10).
Armen mengakui, tidak bisa menjual foto atau poster bajakan yang bisa diambil melalui internet tersebut karena kualitasnya tidak bagus. Dia takut dikomplain pembeli saat dirinya menjual poster bajakan, karena berbeda dengan foto asli yang sudah lebih dulu beredar di daerah lain terutama di Pulau Jawa.
"Biasanya poster yang asli akan datang setelah pembentukan kabinet, tapi sekarang kabinet belum dibentuk juga," ujarnya.
Pedagang bingkai lainnya, Yusrizal (49) merasakan hal yang sama dan berharap poster yang asli segera datang agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Yusrizal kini hanya memiliki stok foto mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono di etalase yang sebelumnya dijual Rp 70 ribu sepasang.
"Sudah banyak calon pembeli dari sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang bertanya, saya hanya bisa bilang sabar kepada mereka," katanya.
Ia berharap foto presiden baru dan wakilnya bisa segera dicetak dan beredar serta tidak ada pihak yang mempersulit peredaran foto tersebut sehingga harganya terjangkau.
Sementara itu, seorang karyawan perusahaan swasta di Padang, Febrian (32) sudah mencoba mencari di sejumlah toko buku dan toko bingkai di Pasar Raya, namun belum menemukan foto Presiden dan Wakil Presiden yang baru. "Saya sudah disuruh atasan untuk mengganti foto presiden di kantor, tapi fotonya sama sekali tidak ada di Pasar Raya," katanya.
posted by @Adimin
Poster Jokowi Belum Dijual di Padang
Pedagang bingkai di Pasar Raya, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) belum
menjual poster Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf
Kalla. Hal itu dikarenakan belum mendapatkan kiriman dari percetakan.
"Setelah Presiden baru dilantik, sudah banyak yang mencari fotonya dalam bentuk poster berbingkai, tapi kami belum punya dan masih menunggu kiriman dari percetakan di Pulau Jawa," kata seorang pedagang bingkai, Armen (67), di Blok A Pasar Raya Padang, Jumat (24/10).
Armen mengakui, tidak bisa menjual foto atau poster bajakan yang bisa diambil melalui internet tersebut karena kualitasnya tidak bagus. Dia takut dikomplain pembeli saat dirinya menjual poster bajakan, karena berbeda dengan foto asli yang sudah lebih dulu beredar di daerah lain terutama di Pulau Jawa.
"Biasanya poster yang asli akan datang setelah pembentukan kabinet, tapi sekarang kabinet belum dibentuk juga," ujarnya.
Pedagang bingkai lainnya, Yusrizal (49) merasakan hal yang sama dan berharap poster yang asli segera datang agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Yusrizal kini hanya memiliki stok foto mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono di etalase yang sebelumnya dijual Rp 70 ribu sepasang.
"Sudah banyak calon pembeli dari sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang bertanya, saya hanya bisa bilang sabar kepada mereka," katanya.
Ia berharap foto presiden baru dan wakilnya bisa segera dicetak dan beredar serta tidak ada pihak yang mempersulit peredaran foto tersebut sehingga harganya terjangkau.
Sementara itu, seorang karyawan perusahaan swasta di Padang, Febrian (32) sudah mencoba mencari di sejumlah toko buku dan toko bingkai di Pasar Raya, namun belum menemukan foto Presiden dan Wakil Presiden yang baru. "Saya sudah disuruh atasan untuk mengganti foto presiden di kantor, tapi fotonya sama sekali tidak ada di Pasar Raya," katanya.
rol
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
October 24, 2014
Ikut hadir pada kesempatan itu Bupati Tanah Datar, Sadiq Pasadique; Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, Fajaruddin; serta Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.
Sumber: Humas Sumbar
posted by @Adimin
Sumbar Siap Jadi Sentra Peternakan Wilayah Sumatera
Written By Sjam Deddy on 24 October, 2014 | October 24, 2014
Sejalan dengan
ditetapkannya Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi sentra
pengembangan sapi perah di luar Pulau Jawa, Pemprov Sumbar terus
mengembangkan peternakan sapi perah di wilayahnya. Saat ini kota yang
menjadi sentra pengembangan sapi perah adalah Padang Panjang. Gubernur
Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan selain Kota Padang Panjang,
pemprov juga merintis beberapa kabupaten dan kota untuk menjadi sentra.
"Selain Padang Panjang, peternakan sapi perah juga kita kembangkan di beberapa kabupaten dan kota sebagai hinterland.
Seperti di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Lima Puluh
Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Solok Selatan,” ungkapnya pada acara
puncak Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2014
di Padang Panjang, Rabu (22/10).
Irwan juga menjelaskan bahwa populasi sapi perah di daerah sentra
berdasarkan data statistik tahun 2013 sebanyak 1.100 ekor. Kota Padang
Panjang sendiri telah melakukan optimalisasi pembibitan dengan tujuan
peningkatan kualitas.
“Sedangkan untuk daerah hinterland dilakukan proses penyebaran dan budidaya sapi perah untuk peningkatan jumlah populasi,” terangnya.
Irwan juga menegaskan bahwa kesehatan hewan berkaitan dengan
kebijakan pemerintah mengenai perawatan dan pemeliharaan hewan-hewan
ternak, sehingga terhindar dari ancaman penyakit, baik menular maupun
yang tidak.
“Kesehatan masyarakat sebagai konsumen berkaitan dengan keamanan
pangan yang berasal dari hewan ternak. Hal ini sangat penting untuk
diperhatikan, mengingat perubahan kultur dan ekonomi masyarakat sangat
dinamis. Hingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsumsi pangan
asal hewan yaitu daging dan susu,” ungkap Irwan.
Direktur Budidaya Peternakan Kementerian Pertanian, Fauzi Luthan,
mengatakan bahwa Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan
momentum meningkatkan semangat para peternak untuk meningkatkan hasil
produksinya. Beberapa kegiatan turun lapangan telah dilakukan, seperti
kunjungan ke tempat sapi perah, dan pengembangan beberapa wilayah
sebagai sentra selanjutnya.
"Jawa telah lama menjadi sentra. Sekarang waktunya Sumatera juga
memiliki sentra tersebut. Kita berharap Sumatera Barat bisa menjadi
perintis sentra pengembangan sapi perah di wilayah Sumatera ini. Kita
jadikan Sumatera Barat sebagai sentra yang berkualitas, hingga menjadi
induk yang dapat menghasilkan bibit-bibit sentra sapi perah yang berkualitas selanjutnya," jelas Fauzi.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Erinaldi,
mengatakan bahwa salah satu teknologi dalam pelayanan kesehatan hewan
ialah penggunaan Ultrasonografi (USG) untuk mendiagnosa kebuntingan dan
penyakit gangguan reproduksi pada sapi. Hal ini membuktikan bahwa
jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar telah
mengimplementasikan kemajuan teknologi dalam meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat.
“Harapan kita dengan menggunakan teknologi yang canggih ini akan
lebih meningkatkan kualitas pelayanan. Sehingga berdampak positif
terhadap pengembangan serta pembangunan peternakan dan kesehatan hewan
di Sumbar,” ungkap Erinaldi.
Wawako Padang Panjang, Mawardi, menyampaikan kegiatan bulan bakti
dilakukan juga dalam rangka pemeriksaan kesehatan hewan-hewan ternak.
Kegiatan yang dilakukan antara lain melakukan vaksinasi hewan secara
massal, pemeriksaan hewan bunting, dan sebagainya. Pada kesempatan itu
juga diselenggarakan kontes kucing secara nasional.
"Kami berkomitmen bahwa Padang Panjang harus bebas dari rabies. Untuk
mendukung itu, kami telah melahirkan Perda Nomor 14/2014 tentang
Pencegahan dan Pengendalian Rabies. Perlu diketahui bahwa Puskeswan Kota
Padang Panjang menjadi nomor dua terbaik se-Indonesia. Ini adalah
motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan hewan dan
peternakan di wilayah Padang Panjang," kata Mawardi.
Ikut hadir pada kesempatan itu Bupati Tanah Datar, Sadiq Pasadique; Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, Fajaruddin; serta Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.
Sumber: Humas Sumbar
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 24, 2014
dpp
posted by @Adimin
PKS akan Berpartisipasi Aktif Dalam Tatanan Pemerintahan
Presiden Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan partainya akan
berpartisipasi aktif dalam tatanan pemerintahan. Hal ini ditulisnya
dalam akun Twitter @anismatta, Kamis (23/10).
"PKS akan berpartisipasi aktif dlm tatanan pemerintahan ini melalui
kader-kader di DPR, DPD dan DPRD. PKS juga tetap berkontribusi melalui
kader-kadernya yang menjadi gubernur, walikota, dan bupati," tulis Anis.
Dia juga mengatakan, pemerintah harus segera melakukan kerja-kerja nyata untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya.
"Kita harus berjalan terus, pemerintah harus segera bekerja, DPR
mengawasi, dalam dinamika yang sehat. Kita harus memberi waktu kepada
@jokowi_do2 dan @Pak_JK untuk bekerja, merealisasikan janji-janjinya,"
tambahnya.
Anis menilai, rakyat juga harus turut mengawasi berjalannya kinerja
presiden dan anggota DPR. "Kritik konstruktif dibutuhkan dalam semua
sistem demokratis," ujarnya.
Pada akhirnya, tambah Anis, mengelola pemerintahan itu soal mengelola
manusia, setiap ide, teori dan agenda akan diuji di lapangan.
"Kita akan melihat bagaimana @jokowi_do2 dan @Pak_JK mengeksekusi ide
dan agenda, terutama bagaimana rakyat merasakan hasilnya," imbuhnya.
Lebih lanjut Anis mengajak rakyat Indonesia untuk mensyukuri proses demokrasi yang sudah berjalan lancar ini.
"Besok akan jadi hari baru, dengan tantangan yang baru pula. Semoga
Allah selalu meridhoi perjalanan bangsa Indonesia," pungkasnya.
dpp
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 23, 2014
posted by @Adimin
PKS Ajukan 3 Nama Untuk Bakal Calon Bupati 50 Kota
Written By Anonymous on 23 October, 2014 | October 23, 2014
Pemilihan kepala daerah Kabupaten 50 Kota, bulan Oktober tahun 2015 ini akan segera digelar. Masing-masing partai telah mulai memperkenalkan bakal calon Bupati yang akan di usung, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Berdasarkan hasil pemilihan internal yang dilakukan oleh PKS kepada seluruh kader PKS, mencuat 3 nama yang akan diusung sebagai calon Bupati Kabupaten 50 Kota.
"Berdasarkan hasil pemilihan internal kepada suluruh kader, dihasilkan 3 nama yang akan kami usung. 3 nama itu, H. Irsyad Syafar, Lc, M.Ed, Wardi Munir, H. Yos Putra" ujar Wardi Munir, Ketua DPD PKS Kabupaten 50 Kota saat dihubungi KASURAU.com.
Wardi Munir juga menyampaikan, bahwa seluruh calon diberikan kesempatan untuk mengenalkan diri ditengah-tengah masyarakat hingga nanti bakal calon dari PKS tersebut mengerucut menjadi hanya satu bakal calon.
"Kemudian, masing-masing calon diberikan kesempatan untuk memperkalkan diri ke tengah-tengah masyarakat hingga nanti bakal calon mengerucut menjadi satu" tambah Wardi Munir.
Proses pengenalan bakal calon bupati dari PKS ini juga akan dilakukan oleh kader-kader PKS ke tengah-tengah masyarakat tanpa menyebutkan nomor urut, dimana semua calon memiliki kesempatan yang sama. [Fgz/kasurau]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
October 22, 2014
posted by @Adimin
PKS Dukung Kebijakan Maritim Presiden Jokowi
Written By Anonymous on 22 October, 2014 | October 22, 2014
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf mengapresiasi pidato pertama Presiden Jokowi yang menekankan pada pemberdayaan potensi maritim Indonesia untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat Indonesia pada sidang pelantikannya di Gedung MPR RI.
“Saya mengapresiasi dan mendukung penekanan pidato Presiden Jokowi pada sektor maritim. Meskipun aspek yang disampaikan beliau tidak banyak tapi kita dapat menangkap konsentrasi Pemerintahan Jokowi kedepan," ujar politisi PKS asal Lampung ini dalam siaran persnya, Senin (20/10/2014).
Menurutnya, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, tidak mustahil Indonesia bisa maju dan makmur melalui pemberdayaan potensi laut.
”Ingat panjang garis pantai Indonesia adalah keempat sedunia, lebih dari 90 ribu kilo meter. Kita memiliki luas laut 5,8 juta km2 dan lebih dari 17 ribu pulau. Ini adalah aset sumber daya alam Indonesia yang perlu diberdayakan dan dikelola oleh Pemerintahan Jokowi kedepan,” terangnya.
Konsekuenesinya, lanjut Muzzammil, ke depan perlu ada kebijakan yang masif dalam modernisasi industri strategis dibidang perkapalan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 16 Tahun 2012 Tentang Industri Pertahanan
“Selama ini kita banyak membeli kapal dari luar negeri. Kedepan kita harus memberikan perhatian khusus kepada industri perkapalan dalam negeri sehingga kita dapat memproduksi kapal yang berkualitas dan membelinya untuk keperluan dalam negeri," paparnya.
Oleh karena itu, Muzzammil menyarankan agar para nelayan, lulusan sarjana perkapalan, kelautan, dan pertanian diberikan posisi khusus untuk mendukung kebijakan Pemerintahan Jokowi.
“Disisi lain, TNI dan Polri perlu memperkuat keamanan laut agar bebas dari eksploitasi negara lain,” katanya.
Namun, Muzzammil berharap penekanan pada sisi maritim ini tidak menjadikan Jokowi mengabaikan aspek lain seperti pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
“Pak Jokowi tetap perlu memberikan penekanan khusus peningkatan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan Pak SBY,” pungkasnya.[ds]
“Saya mengapresiasi dan mendukung penekanan pidato Presiden Jokowi pada sektor maritim. Meskipun aspek yang disampaikan beliau tidak banyak tapi kita dapat menangkap konsentrasi Pemerintahan Jokowi kedepan," ujar politisi PKS asal Lampung ini dalam siaran persnya, Senin (20/10/2014).
Menurutnya, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, tidak mustahil Indonesia bisa maju dan makmur melalui pemberdayaan potensi laut.
”Ingat panjang garis pantai Indonesia adalah keempat sedunia, lebih dari 90 ribu kilo meter. Kita memiliki luas laut 5,8 juta km2 dan lebih dari 17 ribu pulau. Ini adalah aset sumber daya alam Indonesia yang perlu diberdayakan dan dikelola oleh Pemerintahan Jokowi kedepan,” terangnya.
Konsekuenesinya, lanjut Muzzammil, ke depan perlu ada kebijakan yang masif dalam modernisasi industri strategis dibidang perkapalan sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 16 Tahun 2012 Tentang Industri Pertahanan
“Selama ini kita banyak membeli kapal dari luar negeri. Kedepan kita harus memberikan perhatian khusus kepada industri perkapalan dalam negeri sehingga kita dapat memproduksi kapal yang berkualitas dan membelinya untuk keperluan dalam negeri," paparnya.
Oleh karena itu, Muzzammil menyarankan agar para nelayan, lulusan sarjana perkapalan, kelautan, dan pertanian diberikan posisi khusus untuk mendukung kebijakan Pemerintahan Jokowi.
“Disisi lain, TNI dan Polri perlu memperkuat keamanan laut agar bebas dari eksploitasi negara lain,” katanya.
Namun, Muzzammil berharap penekanan pada sisi maritim ini tidak menjadikan Jokowi mengabaikan aspek lain seperti pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
“Pak Jokowi tetap perlu memberikan penekanan khusus peningkatan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan Pak SBY,” pungkasnya.[ds]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 22, 2014
posted by @Adimin
Pesta Rakyat, Anis: Apa Makna Dibalik Semua Ini?
Konser Tiga Jari dalam rangkaian acara Perayaan Pelantikan Presiden menjadi salah satu acara utama untuk menghidupkan euforia kegembiraan masyarakat. Konser ini digelar malam hari.
Sekitar pukul 10-an penampilan Arkarna, musisi asal Inggris mengguncang panggung. Konser pun berubah bak Dugem di malam hari.
Diiringi DJ dan padu-padan gemerlap lampu menambah semangat peserta konser untuk berjoget. Lampu berkedap-kedip dengan suara musik yang sangat kencang membuat semua orang semakin bersemangat.
Anis Matta pun menyayangkan aktivitas tersebut. Ia mempertanyakan makna dibalik semua rangkaian acara Perayaan Pelantikan.
"Apa makna dibalik semua ini?' kata Anis seperti dikutip Republika Online, Selasa (21/10).
Hal ini pun sejalan dengan puisi yang disampaikan Taufiq Ismail, "Bukan Indonesia Hebat yang didapat, tapi Indonesia Laknat".
Disayangkan acara besar ini pun membawa dampak kurang baik bagi lingkungan sekitar. Karena ulah peserta konser yang tidak bertanggung jawab, beberapa area hijau monas pun rusak.
"Banyak pohon palm yang rusak, sampah di buang dimana aja, trus rumput diinjak-injak", ungkap Wawan Sulaeman (24), yang juga mengunjungi Konser Tiga Jari. Menurutnya banyak fasilitas publik yang bisa rusak juga karena ulah orang-orang tersebut.[ds]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
October 22, 2014
hdy
posted by @Adimin
Spiritualitas, Kunci Utama PKS Melawan Badai
Buku “Spritualitas kader” menampilkan tujuh pesan dan gagasan penting Anis Matta mengenai kondisi internal PKS
Tugas mempertahankan eksistensi sebuah partai politik dalam kondisi
diterpa badai bukan sebuah persoalan mudah untuk seorang pemimpin.
Kondisi inilah yang dialami para pemimpin Partai Keadilan Sejahtera
(PKS), dimana selalu saja ada tekanan hebat dari eksternal dan internal
yang menghantui mereka dalam melawan badai “daging sapi”.
Dalam dimensi internal, para pemimpin PKS dituntut harus mampu
memotivasi kadernya agar tidak mengalami degradasi mental yang
berkepanjangan usai gejolak besar tersebut. Sedangkan sisi eksternal,
para pemimpin PKS diharuskan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat
luas dan simpatisan parpolnya agar suara partai tidak semakin anjlok
dalam pemilihan umum.
Dalam kondisi dihantam badai itu, Anis Matta diberikan kepercayaan memimpin PKS yang kerap dikenal sebagai partai dakwah.
Berbagai tekanan berat yang dihadapi harus mampu dilaluinya sehingga
dirinya langsung menitikberatkan perjuangan dengan mengoptimalkan safari
dakwah, menemui dan memotivasi para kadernya di daerah agar tidak patah
semangat menjalani ujian berat dari Allah Subhanahu Wata’ala.
Pergerakan cepat Anis Matta dijalankan agar kadernya mampu bangkit
dari “konspirasi” besar. Hasilnya cukup positif, sebab PKS mampu
bertahan dengan perolehan suara 7 % pada Pemilihan Umum Legislatif 2014.
Salah satu kekuataan besar PKS sehingga mampu bertahan dalam kancah
perpolitikan nasional adalah kemampuan Anis Matta mengembalikan
mentalitas kader PKS. Dengan kemampuan memotivasi, menyampaikan gagasan
secara jelas dan sentuhan spritualitas, Anis merangkul semua lapisan
struktur kader dan kemudian masyarakat luas agar tetap bersedia
mendukung perjuangan partai yang berdiri pada masa reformasi ini.
Pendekatan spritualitas dipilih berdasarkan analisis, perlunya setiap
kader mengadu kepada Allah atas berbagi peristiwa besar yang menimpa
partai ini sebagaimana digariskan Al-Qur’an, Hadits Rasulullah dan Sirah
Nabawiyah. Dengan menscaning ruhiyah, diharapkan setiap kader PKS mampu
kembali bangkit memperjuangkan kepentingan besar partai dakwah ini di
Indonesia.
Secara umum, uraian dalam buku ini cukup menarik untuk dibaca sebab
mampu menjelaskan secara utuh bagaimana kondisi kebatinan Anis Matta
dalam menghadapi gejolak politik yang ada. Dengan kemampuan narasi dan
motivasi yang membakar semangat, Anis hendak menunjukkan kepada
kompetitor politiknya, guncangan politik seberat apapun tak akan pernah
mampu meruntuhkan PKS.
Sedangkan kepada kadernya, Anis berkali-kali mengingatkan mereka
harus percaya, seberat apapun goncangan, badai ataupun turbulensi yang
menimpa PKS, partai ini harus tetap berjalan melewati situasi tersebut.
Hasilnya, setahun setelah memimpin PKS, partai ini mampu mencapai angka
maksimal 7& sekaligus menjungkirbalikkan pandangan banyak pengamat
yang meyakini partai ini akan “habis”
Buku “Spritualitas kader” menampilkan tujuh pesan dan gagasan penting
Anis Matta mengenai kondisi internal PKS dan bagaimana posisi PKS dalam
menyikapi situasi kekinian global seperti fenomena Arab Spring. Tujuh
gagasan itu saling bersinergis dan menekankan pada aspek spritualitas
sehingga keyakinan kader PKS akan kemenangan dakwah dari Allah tetap
terjaga. Dalam tulisan “Faktor Kekuataan Dakwah” Anis menekankan
bagaimana spritualitas yang ditandai kedekatan kepada Allah adalah kunci
kemenangan dalam berpolitik. Sedangkan dalam “Seni Menciptakan Karakter
Manusia” dan “Paradigma Kemenangan” Anis meyakini, faktor manusia yang
mampu berfikir dan bermentalitas pemenang, akan berkorelasi positif
dalam kemenangan PKS. Semua diperkuat dalam empat pesan lainnya, bahwa
kepercayaan penuh kepada Allah akan membawa setiap kader berfikir Allah
punya cara sendiri memenangkan dakwah Islam
hdy
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN










