Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 28, 2014
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Andi Akmal Pasluddin mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo memuluskan impor 264 ribu ekor sapi dari Australia. Langkah itu menurutnya terburu-buru.
"Saya rasa pemerintah agak terlalu terburu-buru langsung untuk menyetujui impor sapi," kata Andi Akmal kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, seperti dilansir jpnn, Jumat (28/11).
Dia menilai kebijakan ini akan merugikan peternak nasional karena masuknya suplai sapi dari luar negeri akan menurunkan harga jual sapi lokal.
Dikatakan, pemerintah seharusnya melakukan konsultasi terlebih dulu dengan Komisi IV DPR untuk membahas sejauhmana kebutuhan daging sapi dalam negeri.
"Karena ini yang terjadi, yang diuntungkan adalah pengimpor dan tentunya merugikan peternak kita. Kita akan segera megundang Menteri Pertanian untuk menjelaskan ini," katanya.
Dia menambahkan Komisi IV DPR juga akan memanggil Asosiasi Peternak untuk membandingkan kebutuhan pasar nasional dengan produksi serta dampak dari adanya sapi impor.[ds]
posted by @Adimin
PKS Kritisi Kebijakan Pemerintah Memuluskan Impor Sapi
Written By Anonymous on 28 November, 2014 | November 28, 2014
"Saya rasa pemerintah agak terlalu terburu-buru langsung untuk menyetujui impor sapi," kata Andi Akmal kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, seperti dilansir jpnn, Jumat (28/11).
Dia menilai kebijakan ini akan merugikan peternak nasional karena masuknya suplai sapi dari luar negeri akan menurunkan harga jual sapi lokal.
Dikatakan, pemerintah seharusnya melakukan konsultasi terlebih dulu dengan Komisi IV DPR untuk membahas sejauhmana kebutuhan daging sapi dalam negeri.
"Karena ini yang terjadi, yang diuntungkan adalah pengimpor dan tentunya merugikan peternak kita. Kita akan segera megundang Menteri Pertanian untuk menjelaskan ini," katanya.
Dia menambahkan Komisi IV DPR juga akan memanggil Asosiasi Peternak untuk membandingkan kebutuhan pasar nasional dengan produksi serta dampak dari adanya sapi impor.[ds]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 28, 2014
JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsy mengecam insiden pemukulan mahasiswa Pekanbaru, Riau hingga ke dalam mushala.
Menurutnya, tindakan polisi dengan menggebuk mahasiswa dalam mushala dan menginjak-injak mushala dengan sepatu tak hanya melukai warga Riau.
"Namun hal ini telah menyakiti umat Islam di Indonesia. Insiden di mushala (saat demo) RRI Riau menyakiti umat Islam," tegas Aboebakar, Kamis (27/11).
Karenanya, Aboebakar mendesak supaya Kapolri Jenderal Sutarman meminta maaf atas perlakuan anak buahnya yang kelewatan tersebut.
"Kapolri harus minta maaf atas kelakuan bawahannya yang bertindak kelewat batas tersebut. Sungguh yang dilakukan polisi ini menyakiti hati ummat Islam, jadi segeralah minta maaf," ungkap Aboebakar.
Menurutnya, tindakan yang arogan demikian akan membuat Polri semakin sulit diterima masyarakat. Apalagi sebelumnya, kata dia, aparat Polri juga mengobrak abrik Kampus UNM.
"Rentetan aksi tersebut pastilah akan membuat masyarakat semakin resisten terhadap polisi," paparnya.
Aboebakar mengingatkan, jangan sampai insiden Priok terulang kembali sekarang ini. "Tentunya kita semua masih ingat Insiden Priok yang juga berawal dari persoalan sepatu aparat. Tentunya kita tidak berharap peristiwa itu terulang," katanya. [boy/jpnn]
posted by @Adimin
Aksi Brutal Polisi di Musala, PKS Ingatkan Kapolri Insiden Priok
![]() |
| Headline Surat Kabar Pekanbaru Pos, Rabu 26 November 2014. |
JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsy mengecam insiden pemukulan mahasiswa Pekanbaru, Riau hingga ke dalam mushala.
Menurutnya, tindakan polisi dengan menggebuk mahasiswa dalam mushala dan menginjak-injak mushala dengan sepatu tak hanya melukai warga Riau.
"Namun hal ini telah menyakiti umat Islam di Indonesia. Insiden di mushala (saat demo) RRI Riau menyakiti umat Islam," tegas Aboebakar, Kamis (27/11).
Karenanya, Aboebakar mendesak supaya Kapolri Jenderal Sutarman meminta maaf atas perlakuan anak buahnya yang kelewatan tersebut.
"Kapolri harus minta maaf atas kelakuan bawahannya yang bertindak kelewat batas tersebut. Sungguh yang dilakukan polisi ini menyakiti hati ummat Islam, jadi segeralah minta maaf," ungkap Aboebakar.
Menurutnya, tindakan yang arogan demikian akan membuat Polri semakin sulit diterima masyarakat. Apalagi sebelumnya, kata dia, aparat Polri juga mengobrak abrik Kampus UNM.
"Rentetan aksi tersebut pastilah akan membuat masyarakat semakin resisten terhadap polisi," paparnya.
Aboebakar mengingatkan, jangan sampai insiden Priok terulang kembali sekarang ini. "Tentunya kita semua masih ingat Insiden Priok yang juga berawal dari persoalan sepatu aparat. Tentunya kita tidak berharap peristiwa itu terulang," katanya. [boy/jpnn]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 28, 2014
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengecam tindakan aparat polisi yang bertindak represif saat menangani sejumlah demonstrasi di tanah air. Termasuk demonstrasi kenaikan harga BBM yang memakan korban jiwa di Makassar.
"Ini menunjukkan bahwa gaya militeristik masih kental di korps berbaju coklat tersebut," ujar Nasir seperti dilansir tribunnews, Jumat (28/11).
Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta kepada kapolri agar membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi keras dan tegas kepada pimpinan polisi yang bertanggungjawab terhadap pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.
"Komisi III sangat kecewa dengan cara polisi menangani pengunjuk rasa. Seharusnya apapun situasi dan kondisinya polisi tetap melindungi rakyat bukan memukul dan menendang rakyat yang berunjuk rasa," katanya.
"Polisi itu bukan koboi, tapi pengayom dan pelindung masyarakat. Karena itu Presiden Jokowi selaku atasan langsung kapolri harus bertanggungjawab," cetusnya.
Nasir mengatakan presiden harus mengevaluasi kepemimpinan Kapolri Sutarman. Sebab, maraknya sejumlah aksi mahasiswa menentang kenaikan harga BBM bersubsidi ini juga menunjukkan bahwa polisi masih sangat lemah berkomunikasi dengan pihak perguruan tinggi.
"Sudah saatnya kapolri yang akan datang memprioritasikan pimpinan polri di tingkat polda, polres dan polsek, sosok yanga mampu berbicara dalam "bahasa" masyarakat di mana dia bertugas," katanya.[ds]
posted by @Adimin
PKS Kecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian
"Ini menunjukkan bahwa gaya militeristik masih kental di korps berbaju coklat tersebut," ujar Nasir seperti dilansir tribunnews, Jumat (28/11).
Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta kepada kapolri agar membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi keras dan tegas kepada pimpinan polisi yang bertanggungjawab terhadap pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.
"Komisi III sangat kecewa dengan cara polisi menangani pengunjuk rasa. Seharusnya apapun situasi dan kondisinya polisi tetap melindungi rakyat bukan memukul dan menendang rakyat yang berunjuk rasa," katanya.
"Polisi itu bukan koboi, tapi pengayom dan pelindung masyarakat. Karena itu Presiden Jokowi selaku atasan langsung kapolri harus bertanggungjawab," cetusnya.
Nasir mengatakan presiden harus mengevaluasi kepemimpinan Kapolri Sutarman. Sebab, maraknya sejumlah aksi mahasiswa menentang kenaikan harga BBM bersubsidi ini juga menunjukkan bahwa polisi masih sangat lemah berkomunikasi dengan pihak perguruan tinggi.
"Sudah saatnya kapolri yang akan datang memprioritasikan pimpinan polri di tingkat polda, polres dan polsek, sosok yanga mampu berbicara dalam "bahasa" masyarakat di mana dia bertugas," katanya.[ds]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 28, 2014
Anda Politikus, Maka Bercerminlah....!!!
Siapakah
yang berhak memberi penilaian & solusi dalam masalah Nawazil Siyasah
(kejadian politik kontemporer) dan berhak menjadi politikus Syar’i (penentu
strategi politik yang Syar’i)? Simaklah hadits berikut ini :
أبِي
هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ
يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ
فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ يهَا
الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ : وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ : الرَّجُلُ التَّافِهُ يتكلم فِي
أَمْرِ الْعَامَّةِ) رواه ابن ماجة وهو حديث صحيح
“Akan datang kepada manusia
tahun-tahun yang banyak penipuan di dalamnya. Ketika itu pendusta dibenarkan
sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan
orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu
Ruwaibidhah ikut-ikutan berkomentar. Ada yang bertanya, “Siapakah yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab,
“Orang bodoh yang berkomentar/ikut campur dalam urusan masyarakat luas.”
(HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).
Ibnu
Rajab رحمه الله pernah
mencontohkan sosok figur ulama ahli ijtihad yang berhak berfatwa dalam Nawazil, yaitu sosok
Imam Ahmad رحمه الله. Ibnu
Rojab رحمه الله menjelaskan
mengapa Imam Ahmad رحمه الله pantas menjadi
salah satu contohnya? Beliau menjelaskan bahwa Imam Ahmad adalah sosok
yang sampai pada ketinggian ilmu tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah serta atsar.
Adapun
tentang Al-Qur`an : Imam Ahmad tahu nasikh dan mansukh, tahu kumpulan tafsir Shahabat dan
Tabi’in. Dan tentang As-Sunnah : beliau hafal Hadits-Hadits,tahu mana yang
shahih dan mana yang dho’if,
tahu Perowi Hadits yang terpercaya,tahu pula jalan periwayatan Hadits dan
cacatnya,bahkan bukan hanya tahu Hadits yang marfu’ namun juga yang mauquf dan
paham fiqhul Hadits.
Adapun
Atsar : beliau tahu pendapat para Imam kaum Muslimin. Dan seterusnya dari
penjelasan Ibnu Rojab tentang Imam Ahmad, sampai pada ucapan beliau :
“ومعلوم أنَّ
مَن فَهِمَ عِلْم هذه العلوم كلّها وبرَع فيها، فأسهلُ شيء عنده معرفةُ الحوادث
والجواب عنها”
“dan suatu perkara sudah diketahui
bahwa orang yang menguasai ilmu-ilmu ini semuanya dan berhasil menjadi pakar
dalam ilmu-ilmu tersebut mengungguli yang lainnya,maka adalah sesuatu yang
termudah baginya menelaah kejadian -kejadian kontemporer (kekinian) dan
solusinya”). Selesai perkataan Ibnu Rajab rahimahullah.
Berarti
Ibnu Rajab memandang bahwa orang yang menguasai berbagai disiplin Ilmu Syar’i
itulah yang berhak dan mampu berfatwa dalam masalah nawazil.
Oleh
karena itu disebutkan dalam salah satu biografi Imam Ahmad ,bahwa : Imam Ahmad
dahulu berfatwa tentang solusi kejadian-kejadian kontemporer, namun beliau
melarang murid-muridnya berbicara dalam masalah itu, karena dipandang mereka
belum sampai kepada tingkatan boleh berijtihad dalam masalah itu.
Pandangan
Ibnu Rajab dan sikap Imam Ahmad tersebut juga sama dengan pernyataan Ibnul
Qoyyim رحمه الله,yang
mengatakan :
العالم بكتاب
الله وسنة رسوله وأقوال الصحابة فهو المجتهد في النوازل
“Orang yang berilmu tentang
Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya dan Ucapan Para Sahabat maka dialah orang yang
berhak berijtihad menyampaikan pandangan dan fatwa dalam masalah
Nawazil/kejadian-kejadian kontemporer” .
Dan
masih banyak ucapan para Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang semakna,seperti
ucapan Imam Syafi’i, Asy-Syathibi, Syaikh Al-Albani dan yang lainnya.
نسأل الله -عز
وجل- أن يوفقنا وإياكم لما يحبه و يرضاه و أن يجعلنا وإياكم هداة مهتدين إنه
ولي ذلك والقادر عليه.
***
Diolah
dari Madarikun Nadhor,
Syaikh Abdul Malik Ar Ramadhani.
muslim.or.id
posted by @Adimin
Label:
MUHASABAH,
TOPIK PILIHAN
November 27, 2014
posted by @Adimin
Pemkab Sidoarjo Kagumi Kerukunan Umat Beragama Di Kota Padang
Written By Anonymous on 27 November, 2014 | November 27, 2014

PADANG -- Pencapaian kondisi masyarakat harmonis serta terciptanya kerukunan dalam umat beragama di Kota Padang, membuat ibu kota provinsi ini menjadi daerah tujuan kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur.
Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo, Hadi Sutjipto di dampinggi pimpinan SKPD bersama pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo mendatangi Pusat Pemerintahan Kota Padang di Balaikota Aie Pacah, Kamis (27/11).
Rombongan tersebut disambut Walikota Padang, H Mahyeldi, Asisten Pemerintahan, Wedistar dan beberapa unsur pimpinan SKPD serta pengurus FKUB Kota Padang.
Wabup Sidoarjo, Hadi Sutjipto saat itu mengatakan, tujuan kunjungan studi banding ke Kota Padang kali ini, ingin mengetahui secara langsung kondisi kehidupan masyarakat khususnya dalam kerukunan lintas beragama.
“Kami mengetahui Kota Padang merupakan daerah yang memiliki kerukunan antar umat beragamanya yang terjalin dengan baik. Sehingga, perlu diterapkan di Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, pencapaian ini memang wajib dilakukan setiap pemerintah daerah untuk menjaga berbagai indikasi masalah yang ditimbulkan permasalahan antar umat beragama,” ujar Hadi Sutjipto.
Disamping itu lanjutnya, mengenai kondisi di Kabupaten Sidoarjo saat ini jumlah penduduknya berkisar lebih kurang 2,5 juta jiwa. Kemudian agama yang ada Islam sebagai mayoritas, lalu ada Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu.
“Hubungan lintas agama di Sidoarjo secara garis besar memang masih terjaga dengan baik. Namun, kita wajibkan mempertahankannya agar masyarakat selalu hidup rukun damai meskipun berlainan agama," imbuhnya
Sementara itu, Walikota Padang H.Mahyeldi mengapresiasi kunjungan rombongan Pemkab Sidoarjo beserta para pengurus FKUB Kabupaten Sidoarjo di bumi ranah Minang.
Wako menjelaskan, terkait peran pemerintah terhadap kerukunan umat beragama, memang sejak lama ditanamkan di Kota Padang. Meskipun masyarakatnya kompleks, mayoritas pemeluk agama Islam yang kebanyakan adalah orang Minangkabau. Sedangkan, etnis lain yang juga bermukim di sini adalah Jawa, Tionghoa, Nias, Mentawai, Batak, Aceh, dan Tamil.
“Alhamdulillah baik pemerintah dan masyarakat tidak memandang perbedaan ras maupun agama. Baik di dunia pendidikan, pemerintah dan hubungan sosial. Lalu, sebagai toleransi beragama, kita pun tidak melarang ataupun membatasi masing-masing agama dalam beribadah. Sebagai buktinya, beragam tempat peribadatan bisa dijumpai. Selain didominasi oleh masjid, gereja dan klenteng juga terdapat di Kota Padang,” terang Mahyeldi
Lalu, sebutnya Kota Padang saat ini terus memantapkan pendidikan keagamaan dan terus melakukan pertemuan lintas agama. Masyarakatnya saling menghargai agama khususnya dalam mengimplementasikan filosofi Minangkabau. Sehingga, kecemasan terhadap ekses sosial seperti radikalisme dan terorisme tidak terjadi di sini.
“Jadi, untuk menjaga keharmonisan umat beragama di sini, pihak pemerintah bersama FKUB Kota Padang selalu berperan terhadap berbagai permasalahan keagamaan. Alhamdulillah, sejauh ini kita sudah mampu menjaga hubungan baik lintas agama dan tak terlepas dari peran penting FKUB yang kepengurusannya terdiri dari tokoh - tokoh lintas agama yang mewakili masing - masing umat agama,'' imbuhnya. (david humas)
Walikota Padang, H.Mahyeldi menerima cendera mata dari Wabup Sidoarjo, Hadi Sutjipto usai kunjungannya ke Pusat Pemerintahan Kota Padang di Balaikota Aie Pacah, Kamis (27/11). [humas]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 27, 2014
Puluhan Guru Agama Pendidikan Katolik di Kota Ambon mengadu nasib mereka kepada Komisi D DPRD Propinsi Maluku. Pasalnya selama 1 tahun di 2014, Tunjungan Sertifikasi belum diperoleh.
posted by @Adimin
Puluhan Guru Agama Katolik Minta Bantuan Aleg PKS
Puluhan Guru Agama Pendidikan Katolik di Kota Ambon mengadu nasib mereka kepada Komisi D DPRD Propinsi Maluku. Pasalnya selama 1 tahun di 2014, Tunjungan Sertifikasi belum diperoleh.
Di hadapan Komisi D, koordinator Guru Pendidikan Agama Katolik Kota Ambon, Fransina Laiyan mengatakan selama 12 bulan tunjangan sertifikasi yang menjadi hak mereka tidak dibayarkan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Ambon.
"Sudah satu tahun hak kami tidak diselesaikan," keluh Fransina, Guru yang mengabdi di SD Xaverius Ambon ini.
Fransina mengeluhkan atas ketidakjelasan alasan kenapa hak mereka tidak dibayar seperti para guru lainnya. "Tunjangan sertifikasi adalah hak kami. Kami tidak mengerti tentang alasan kenapa hak tersebut tidak dibayarkan. Padahal guru-guru lainnya mendapatkan hak tersebut dengan lancar tanpa ada kendala," terangnya.
Dirinya menyebut, pihaknya telah melaksanakan pertemuan dengan Kepala Kantor Agama Kota Ambon dan Pembimas Agama Katolik. Dari hasil pertemuannya, pihak Kementerian Agama Provonso Ambon memberi alasan dana tidak mencukupi untuk pembayaran sertifikasi Guru Pendidikan Agama Katolik. Ada kekurangan pagu di tahun 2014.
"Mengapa kekurangan dana yang menjadi masalah nasional dampaknya ke kami?" protes Fransina.
Guru Pendidikan Agama Katolik lainnya, Regina Kamamas dengan suara gemetar ikut mengeluhkan hak tunjangan sertifikasi yang tidak dibayar. Dia mengungkapkan hal ini berdampak pada lanjutan pendidikan anak-anaknya.
"Anak saya sedang kuliah. Dana sertifikasi kami gunakan untuk membiayai kuliah anak-anak kami. Bagaimana kelanjutan kuliah mereka jika hak tersebut tidak kami dapatkan?", kata Regina, sambil menahan tangis.
Regina melanjutkan, pembagian dana sertifikasi tahun 2014 tidaklah jelas karena ada kabupaten yang mendapatkan hak tersebut secara penuh. "Guru - guru pendidikan agama katolik di kabupaten Maluku Tenggara Barat mendapatkan hak tersebut. Kami di kota Ambon tidak dapatkan hak tersebut. Ini tidak adil," keluh Regina.
Menanggapi aspirasi para Guru pendidikan agama katolik, Ketua Komisi D, M Suhfi Majid memastikan untuk memanggil Kementerian Agama dan Pembimas Agama Katolik untuk meminta penjelasan.
"Komisi D akan segera memanggil kementerian Agama untuk meminta penjelasan soal tata kelolah tunjangan sertifikasi tersebut," ujar Suhfi kepada para Guru.
Suhfi menandaskan dana sertifikasi adalah nadi bagi kehidupan para guru pendidikan agama katolik tersebut. Pihaknya akan serius mengawal perjuangan Guru-Guru Pendidikan agama.
Dirinya mengaku ikut prihatin jika hak para guru pendidikan agama katolik tidak dibayarkan. "Tidak masuk akal jika selama 1 tahun hak mereka tidak diselesaikan. Apalagi alasannya soal pagu minus. Bagaimana bisa demikian?" herannya.
Penjelasan resmi dari Kementerian Agama soal hak para guru terhadap tunjangan sertifikasi ini menurut politisi dari PKS dapil Maluku 5 yang meliputi Kabupaten Seram Bagian Barat mengatakan harus dijelaskan secara terang.
"Kita panggil pihak kementerian pada senin besok agar benderang. Hak para guru pendidikan agama Katolik mesti diselesaikan karena mereka memiliki hak yang sama seperti guru lainnya," pungkasnya.[ds]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 26, 2014
Kultwit @anismatta
Selasa, [25/11/14]
posted by @Adimin
"Guru Adalah Sungai Tempat Kecintaan Ilmu Mengalir" | By @anismatta
Written By Anonymous on 26 November, 2014 | November 26, 2014
Kultwit @anismatta
Selasa, [25/11/14]
Peringatan #HariGuru adalah peneguhan bahwa bangsa ini mencintai ilmu dan pengetahuan..
Guru jangan dimaknai semata sebagai tenaga pengajar, sekrup dari sebuah proses birokrasi pendidikan..
Guru adalah sungai tempat kecintaan terhadap ilmu, pengetahuan dan kemanusiaan mengalir..
Guru adalah monumen cinta akan masa depan anak-cucu kita yang lebih baik..
Siapa saja bisa jadi guru kita, jika kita mau membuka mata dan hati, mendengar dgn nurani..
Saya ingat guru-guru saya di pesantren di Makassar yang selalu membesarkan hati murid-muridnya..
Mereka meyakinkan kami bahwa masa depan gemilang adalah buah kerja keras hari ini..
Guru adalah jembatan masa depan sebuah bangsa, bahkan sebuah peradaban..
Memuliakan Guru adalah memuliakan kehidupan.. Selamat
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 26, 2014
posted by @Adimin
Revisi UU MD3 Tak Jadi Masuk Prolegnas, Dikembalikan ke Baleg
JAKARTA (26/11) - Sidang paripurna DPR untuk menetapkan revisi UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014 ditunda pengambilan persetujuannya. Paripurna memutuskan pembahasan dikembalikan ke Badan Legislasi.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang memimpin sidang paripurna mengetok palu penundaan pengambilan persetujuan mengingat adanya catatan terhadap pembahasan lanjut revisi UU MD3.
"Ada dua opsi yang pertama kita voting dan kedua ditunda. Kalau ditunda kita setuju?" tanya Fahri Hamzah yang dijawab setuju oleh anggota dewan.
Fahri meminta catatan fraksi yang dikemukakan pada paripurna diselesaikan di Baleg. "Usul saya ini tadi ada banyak catatan, catatan itu harusnya diselesaikan di tingkat baleg karena kita tidak mau ada UU selesai seminggu dua minggu ke depan, tapi patah di MK. Kita ingin selesaikan baik-bail prosedural dan tidak ada yang menggugat dan dipatahkan," sambungnya.
Sejumlah fraksi memang menyuarakan agar DPD dilibatkan dalam pembahasan revisi UU MD3.
Anggota Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf memaparkan putusan MK yang mengharuskan dilibatkannya DPD. "Mempertimbangkan amar putusan MK, kami menyarankan untuk ada penundaan untuk menyertakan DPD walau cuma beberapa hari," ujarnya. [http://news.detik.com]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
November 25, 2014
Tulisan Tentang Guru (Selamat Hari Guru . . . .)
Written By Sjam Deddy on 25 November, 2014 | November 25, 2014
GURU SEJATI DAN REVOLUSIONER
Setiap orang pasti sepakat kalu seorang guru harus menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat. Bukahkah guru itu digugu lan ditiru.
Namun, apakah guru cukup menjadi teladan? Menurut penulis tidak.
Mengapa? Karena guru juga harus sejati dan revolusioner. Artinya, yang
perlu disoroti di sini juga semangat guru dalam mengemban tugas
mulianya.
Secara implist, bisa disimpulkan ada “guru sejati” dan “guru aspal”. Guru sejati adalah meraka yang menjalankan tugasnya dengan penuh semagat keikhlasan dan semangat revolusioner mendidik anak bangsa. Sedangkan guru aspal adalah mereka yang berorientasi pada “rupiah” belaka, mengajar tanpa mendidik, memenuhi presensi tanpa menjadi motivator sejati bagi siswa di sekolah.
era global seperti ini memang menuntut guru untuk menjadi pragmatis. Artinya, guru butuh kesejahteraan dan kemakmuran. Dan hal itu salah satunya diperoleh dari tugasnya sebagai guru di lembaga pendidikan. Di sisi lain munculnya kebijakan sertifikasi semakin menjadikan guru salah niat dalam mengajar. Padahal kebijakan tersebut seharusnya menjadikan guru lebih kreatif, inivatif, dan profesional dalam mengemban misi mencerdaskan anak bangsa, bukan sekedar mengejar rupiah. Oleh karena itu, hal ini harus segera diluruskan.
Lalu bagai mana caranya? Caranya adalah dimulai dari mencegah munculnya guru aspal. Karena apa artinya rupiah, jika guru tidak biasa menjalankan tugas sucinya. Maka sebagai insan pendidikan, hal itu harus disikapi guru dengan arif. Salah satunya adalah dengan mencegah munculnya guru aspal dengan beberapa solusi dan trobosan yang efektif. Setidaknya ada beberapa cara, antara lain:
Pertama, memperketat penerimaan guru, baik sekolah berstatus swasta maupun negeri, PNS atau GTT. Mengapa demikian? Karena, selama ini masih banyak orang masuk sekolah dan menjadi guru hanya “berbasis KKN”. Artinya, asalkan punya kenalan pihak sekolah/dinas, asalkan punya uang ratusan juta rupiah, maka akses masuk jadi guru juga mudah.
Kedua, mempertegas aturan dan kiteria atau syarat menjadi guru. Selama ini, penerimaan guru tidak ketat dan kriterianya tidak jelas. Kita ketahui bahwa setidaknya seorang guru harus memiliki empat kompetensi pendidikan, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Ketiga, guru harus linier, sesuai jurusannya. Artinya, jika guru itu lulusan Pendidikan Agama Islam, maka yang diajar gura mata pelajran agama Islam pula. Masih sering kita jumpai fakta di lapangan, guru mengajar tidak sesuai dengan bidangnya. Misalnya, lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia mengajar materi bahasa Inggris, lulusan Pendidikan Biologi mengajar materi Ekonomi, dan sebagainya.
Yang jelas dan utama adalah guru harus memenuhi kualifikasi akademik dan kriteria plus-plus. Artinya, selama ini banyak guru yang pandai secara akademik, namun tidak mampu menjadi pendidik yang mampu memberikan motivasi dan semangat bagi siswanya. Inilah yang disebut dengan “kemampuan puls-plus” yang jarang dimiliki oleh guru. Bahkan banyak guru killer yang ditakuti siswanya, guru yang selalu memakai metode CBSA (Catat Buku Sampai Abis), guru yang mengajar ala kadarnya, banhkan guru yang centil/gatal kepada sisiwinya, dan masih banyak contoh lainnya. Inilah yang perlu dibenahi, jangan sampai guru aspal merusak pendidikan di negara ini.
Guru Revolusioner
Apakah cukup dengan itu, guru menjadi penentu pendidkan di negara ini? Tentu tidak, yang tak kalah urgen adalah perlunya guru revolusioner yang mengajar penuh dengan motivasi tinggi dengan semangat memajukan pendidikan Indonesia. Menurut Dian Marta Wijayanti, guru revolusioner memiliki beberapa ciri.
Pertama, dia selalu mengajar penuh rasa ikhlas tanpa pamrih. Artinya, dia tetap butuh kesejahteraan, tetapi bukan itu tujuannya. Mengapa? Karena menjadi guru bukanlah tujuan, karena posisi guru hanyalah alat untuk berbuat baik lebih banyak lagi dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia yang masih jauh dari harapan.
Kedua, memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Artinya, bagai mana mungkin siswa akan bersikp disiplin kalau gurunya tidak.
Ketiga, selalu menjadi dambaan siswa dan memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mencari ilmu, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Keempat, mampu mengajarkan kepada siswa, bahwa hidup tidak sekedar menjadi manusia berilmu, akan tetapi juga beriman dan beramal.
Kelima, selalu mengajarkan kepada siswa bahwa hidup bukan sekedar “mejadi apa” (to be), tapi yang lebih penting adalah “berbuat apa” (to do).
Inilah yang harus ditanamkan kepada siswa. Dengan demikian, wajah pendidikan kita akan semakin berseri-seri, jika para gurunya sejati dan revolusioner, bukan aspal.
Maka dari itu jadilah guru sejati dan revolusioner, bukan aspal. Bagaimana menurut Anda?
sumber : http://nadhirin.blogspot.com/2013/10/guru-sejati-dan-revolusioner.html
Secara implist, bisa disimpulkan ada “guru sejati” dan “guru aspal”. Guru sejati adalah meraka yang menjalankan tugasnya dengan penuh semagat keikhlasan dan semangat revolusioner mendidik anak bangsa. Sedangkan guru aspal adalah mereka yang berorientasi pada “rupiah” belaka, mengajar tanpa mendidik, memenuhi presensi tanpa menjadi motivator sejati bagi siswa di sekolah.
era global seperti ini memang menuntut guru untuk menjadi pragmatis. Artinya, guru butuh kesejahteraan dan kemakmuran. Dan hal itu salah satunya diperoleh dari tugasnya sebagai guru di lembaga pendidikan. Di sisi lain munculnya kebijakan sertifikasi semakin menjadikan guru salah niat dalam mengajar. Padahal kebijakan tersebut seharusnya menjadikan guru lebih kreatif, inivatif, dan profesional dalam mengemban misi mencerdaskan anak bangsa, bukan sekedar mengejar rupiah. Oleh karena itu, hal ini harus segera diluruskan.
Lalu bagai mana caranya? Caranya adalah dimulai dari mencegah munculnya guru aspal. Karena apa artinya rupiah, jika guru tidak biasa menjalankan tugas sucinya. Maka sebagai insan pendidikan, hal itu harus disikapi guru dengan arif. Salah satunya adalah dengan mencegah munculnya guru aspal dengan beberapa solusi dan trobosan yang efektif. Setidaknya ada beberapa cara, antara lain:
Pertama, memperketat penerimaan guru, baik sekolah berstatus swasta maupun negeri, PNS atau GTT. Mengapa demikian? Karena, selama ini masih banyak orang masuk sekolah dan menjadi guru hanya “berbasis KKN”. Artinya, asalkan punya kenalan pihak sekolah/dinas, asalkan punya uang ratusan juta rupiah, maka akses masuk jadi guru juga mudah.
Kedua, mempertegas aturan dan kiteria atau syarat menjadi guru. Selama ini, penerimaan guru tidak ketat dan kriterianya tidak jelas. Kita ketahui bahwa setidaknya seorang guru harus memiliki empat kompetensi pendidikan, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Ketiga, guru harus linier, sesuai jurusannya. Artinya, jika guru itu lulusan Pendidikan Agama Islam, maka yang diajar gura mata pelajran agama Islam pula. Masih sering kita jumpai fakta di lapangan, guru mengajar tidak sesuai dengan bidangnya. Misalnya, lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia mengajar materi bahasa Inggris, lulusan Pendidikan Biologi mengajar materi Ekonomi, dan sebagainya.
Yang jelas dan utama adalah guru harus memenuhi kualifikasi akademik dan kriteria plus-plus. Artinya, selama ini banyak guru yang pandai secara akademik, namun tidak mampu menjadi pendidik yang mampu memberikan motivasi dan semangat bagi siswanya. Inilah yang disebut dengan “kemampuan puls-plus” yang jarang dimiliki oleh guru. Bahkan banyak guru killer yang ditakuti siswanya, guru yang selalu memakai metode CBSA (Catat Buku Sampai Abis), guru yang mengajar ala kadarnya, banhkan guru yang centil/gatal kepada sisiwinya, dan masih banyak contoh lainnya. Inilah yang perlu dibenahi, jangan sampai guru aspal merusak pendidikan di negara ini.
Guru Revolusioner
Apakah cukup dengan itu, guru menjadi penentu pendidkan di negara ini? Tentu tidak, yang tak kalah urgen adalah perlunya guru revolusioner yang mengajar penuh dengan motivasi tinggi dengan semangat memajukan pendidikan Indonesia. Menurut Dian Marta Wijayanti, guru revolusioner memiliki beberapa ciri.
Pertama, dia selalu mengajar penuh rasa ikhlas tanpa pamrih. Artinya, dia tetap butuh kesejahteraan, tetapi bukan itu tujuannya. Mengapa? Karena menjadi guru bukanlah tujuan, karena posisi guru hanyalah alat untuk berbuat baik lebih banyak lagi dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia yang masih jauh dari harapan.
Kedua, memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Artinya, bagai mana mungkin siswa akan bersikp disiplin kalau gurunya tidak.
Ketiga, selalu menjadi dambaan siswa dan memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mencari ilmu, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Keempat, mampu mengajarkan kepada siswa, bahwa hidup tidak sekedar menjadi manusia berilmu, akan tetapi juga beriman dan beramal.
Kelima, selalu mengajarkan kepada siswa bahwa hidup bukan sekedar “mejadi apa” (to be), tapi yang lebih penting adalah “berbuat apa” (to do).
Inilah yang harus ditanamkan kepada siswa. Dengan demikian, wajah pendidikan kita akan semakin berseri-seri, jika para gurunya sejati dan revolusioner, bukan aspal.
Maka dari itu jadilah guru sejati dan revolusioner, bukan aspal. Bagaimana menurut Anda?
sumber : http://nadhirin.blogspot.com/2013/10/guru-sejati-dan-revolusioner.html
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
November 25, 2014
posted by @Adimin
Tiba-Tiba Pembina Rohani Kristen ini Kasih Pernyataan Kepada PKS
Tambun Selatan (24/11) - Hal tak terduga dialami Mastur. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tambun Selatan yang sehari-hari berjualan susu kedelai itu didatangi seorang lelaki yang ternyata diketahui tetangganya sendiri. Pertemuannya itu terjadi ketika Mastur sedang memantau pengecoran jalan di lingkungannya. Sebuah kalimat mengejutkan terucap dari lelaki itu.
"Partai bukan sebuah keyakinan. Kalau tahu dari dulu PKS aspiratif kami akan dukung PKS, bolehkan pilih PKS?" ujar lelaki itu disela-sela obrolannya, Ahad (23/11).
Orang itu adalah Frans Tampubolon, lelaki berdarah Batak yang juga berprofesi sebagai Pembina Rohani Kristen. Hal inilah yang membuat Mastur tercengang. Ia sama sekali tak menduga tetangganya yang Nasrani dan berasal dari Sumatera Utara itu tanpa basa-basi menyatakan dukungannya pada PKS.
Frans Tampubolon adalah warga Perumahan Pondok Timur Indah Khusus (PTIK) yang terletak di Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pengecoran jalan di wilayahnya yang diperjuangkan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Zainudhin, tampaknya telah membuka matanya bahwa Aleg PKS aspiratif, tak hanya ingat jelang pemilu.
"Insya Allah saya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di Jatimulya dan Tambun Selatan karena ini adalah komitmen saya dan aleg PKS lainnya," kata Zainudhin. [Wyn/Humas DPD PKS Kab. Bekasi]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 25, 2014
posted by @Adimin
Walikota Gurila Di Lubeg, Bakal 'Sulap' Kampung Jadi Pemondokan

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah 'gurila' ke perkampungan warga di RT 4/ RW 9 Lubuk Begalung, Kecamatan Lubuk Begalung, Ahad (23/11). Mahyeldi langsung bergabung dengan warga yang tengah melaksanakan gotong royong. Kehadiran Walikota membuat warga semakin bersemangat, apalagi Camat dan Lurah mereka juga turut bergabung.
Seperti biasa, Mahyeldi tak sungkan masuk got dan mengeruk sedimen lumpur serta sampah yang terdapat di dalam saluran air. Dengan berkotor - kotor, Walikota Padang ini terus menyusuri wilayah RT 4 yang dihuni 35 KK tersebut.
Kepada wartawan, Walikota Mahyeldi mengatakan bakal menyulap RT 4/RW 9 tersebut menjadi lingkungan yang nyaman dan memiliki prospek ekonomi yang baik sehingga kesejahteraan warganya meningkat.
Kawasan ini berdekatan dengan kampus UPI yang memiliki 25 ribu mahasiswa yang dipastikan membutuhkan pemondokan. "Ini suatu peluang bagi warga untuk memanfaatkannya. Rumahnya dibangun dua lantai atau tiga lantai. Di bagian bawah dapat ditempati, sedangkan lantai atas disewakan," kata Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, kuncinya kekompakan warga dari kaum suku Caniago bersama Ninik Mamak, pengurus RT dan RW serta Lurah. Jika sudah ada kesepakatan, untuk pembangunannya bisa dikerjasamakan dengan perbankan atau pihak - pihak yang mau mendanai nantinya.
"Saya kira setelah ada kesepakatan dengan ninik mamak, aparat RT/RW dan Lurah setempat, lahan ini bisa dibangun. Saya rasa tiga lantai bisa dibangun di lahan tersebut. Mungkin lantai I untuk tempat tinggal mereka warga pemilik, lantai II dan II bisa disewakan untuk mahasiswa," ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan, dengan penataan lingkungan yang rapi dan memilki sisi ekonomis bisa memberikan kesejahteraan bagi warga disini.
"Disini bisa kita sulap menjadi kawasan yang rapi. Lingkungannya kita ciptakan lebih baik agar perekonomian masyarakatnya meningkat," pungkas Mahyeldi yang saat itu didampingi Camat Lubuk Begalung Ances Kurniawan. [DU/relhms]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN





