Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 03, 2014
hidayatullah
posted by @Adimin
Ormas Islam Konsolidasi Tolak Kriminalisasi Dai Mentawai
Written By Sjam Deddy on 03 December, 2014 | December 03, 2014
Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM)
Sumatra Barat menyampaikan proses hukum yang dikenakan para terdakwa
dipaksakan
Berita kriminalisasi atas dai Muda Farhan Muhammad dan
Mayarni Mzen akhirnya menyadarkan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada
para terdakwa.
Belum lama ini, beberapa ormas di Sumatra Barat melakukan
konsolidasi untuk rencana aksi yang akan dilangsungkan di depan Pengadilan
Negri Padang bersamaan dengan persidangan lanjutan para terdakwa.
Aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi terdakwa dan para
saksi-saksi yang dikhawatirkan berada dibawah tekanan sehingga tidak memberikan
kesaksian yang sesungguhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya dai muda Farhan
Muhammad dan Mayarni Mzen ditangkap karena membawa anak-anak dari Mentawai,
Sumatra Barat yang direncananya akan disekolahkan di Jakarta.
Awalnya, Farhan Muhammad membawa anak-anak agar
mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan Mayarni Mzen mencari penderma yang
bisa mendanai pendidikan mereka. Namun ujungnya mereka ditangkap dan
dijebloskan ke penjara.
Hadir dalam konsolidasi tersebut Penasihat Hukum para
terdakwa, Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM)
Sumatra Barat.
Dalam kesempatan ini Fitri menyampaikan proses hukum yang
dikenakan terhadap para terdakwa adalah prematur dan dipaksakan. Salah satu
contohnya adalah kesaksian kepala dusun yang meminta terdakwa Farhan ini untuk
membawa adik-adiknya (anak-anak, red) agar bersekolah di Jakarta. Sang kepala
dusun, kata Fitri, tahu bahwa terdakwa adalah seorang Muslim dan kepala
dusunnya seorang non Muslim.
“Artinya kepala dusun ini memang membiarkan Farhan
membawa keluarganya untuk sekolah dimana saja, bahkan dipesantren sekalipun,
karena kepala dusun dan orangtua anak anak ini sudah mempercayakan anak-anaknya
ke Farhan yang seorang Muslim,” ujar Fitri.
Menurut Fitri, kasus ini seharusnya tidak perlu berlanjut
apabila ada pemahaman yang utuh dari aparatur penegak hukum tanpa ada
intervensi dari pihak-pihak tertentu dan peranserta Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB) dalam kasus ini harusnya bisa lebih optimal di mana secara
sederhana keinginan terdakwa sudah jelas semata-mata untuk meningkatkan sumber
daya manusia di tanah kelahiranya yakni mentawai.
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
December 02, 2014
Fraksi PKS mendorong Pembangunan Kota Padang secara Maksimal dalam realisasi APBD 2015
Written By Sjam Deddy on 02 December, 2014 | December 02, 2014
pkspadang.com : Berdasarkan sidang paripurna
DPRD Kota Padang yang dilaksanakan pada hari ahad 30 Nopember 2014, berkenaan dengan pengesahan APBD kota Padang, maka disepakati
poin poin penting yang disepakati seluruh wakil rakyat Kota Padang itu. Salahsatu
maslah yang berkepanjangan adalah permasalahan pasar inpres. Permasalahan pasar
yang memang sudah rumit dan terkatung katung sebelumnya disepakati dikucurkan
dana sebesar 27 Milyar. Fraksi PKS mendorong pemerintahan Kota Padang untuk
segera merealisasikan pembangunan pasar inpres kota padang, karena menyangkut
nasib 1008 pedagang yang selama pasca gempa 2009 menempati kios kios darurat
yang ada.
Fraksi PKS juga mendorong
pemerintahan kota Padang, meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur Kota
Padang, seperti betonisasi jalan lingkungan, pengasapalan jalan jalan, yang
semuanya menyangkut dengan aktifitas sosial masyarakat Kota Padang.
Disektor pendidikan, fraksi PKS
juga mendorong pemerintakan Kota Padang untuk merealisasikan pendidikan gratis yang
berkualitas bagi warga Kota Padang khususnya SD, SMP , SMA/SMK yang direalisasikan dalam
bentuk perwako, sehingga bisa memberikan kenyamanan warga Kota Padang.
Secara
umum fraksi PKS mengingatkan pemerintahan Kota Padang untuk segera
merealisasikan program programpembangunan Kota Padang, yang mana APBD tahun 2015
ini meningkat yang mulanya 307 milyar menjadi 450 milyar, bisa terserap dan
terimplementasikan secara maksimal sehingga wajah dan kondisi Kota Padang secara
umum menjadi lebih baik.
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOPIK PILIHAN
December 02, 2014
Kebijakan Jokowi, adalah refleksi Cara Pandangnya Tentang Indonesia
Teringat
akan wawancara Jokowi dalam acara Mata Najwa, tak lama berselang
setelah beliau dinyatakan menang sebagai Presiden ke-7 RI oleh Mahkamah
Konstitusi ( MK). Ketika ditanya oleh Najwa Shihab,"Sebagai seorang
Presiden, apa pandangan Bapak tentang Indonesia?"
Mau tahu apa jawaban Jokowi pada saat itu? Setelah lama berpikir lantaran tak siap dengan pertanyaan tersebut, lantas seperti biasa dengan gaya khasnya tersenyum-senyum, Jokowi pun menjawab,"Indonesia itu sangat lekat dengan kemiskinan!"
Mendengar jawaban sang Presiden, Najwa Shihab pun sempat terdiam beberapa saat dengan kening berkerut serta pandangan terpana (tak percaya). Mungkin Najwa Shihab bingung dan tak menyangka sama sekali, bila cuma beginilah jawaban seorang Presiden yang notabene selalu diklaim oleh para pecintanya sebagai negarawan sejati saat ditanya tentang konsep negara Indonesia. Sebuah jawaban yang sangat dangkal dan terlalu naif kedengarannya, sekaligus juga merendahkan Indonesia sebagai sebuah negara yang kaya dan berdaulat.
Bertolak dari "konsep" Jokowi tentang Indonesia ini, saya pun akhirnya tersadar dan selanjutnya sangat memahami bahwa apa-apa yang dikerjakan Jokowi dalam bentuk kebijakannya sekarang ini, memang seiring-sejalan dengan pola pikir atau cara pandangnya selama ini tentang negara kita tercinta. Bahwa Indonesia itu memang identik dengan kemiskinan dan selamanya akan menjadi (dibuat) miskin.
Konsep atau cara pandang tentang kemiskinan ini pun kemudian direalisasikan lewat kebijakan-kebijakan Jokowi yang selalu berkoar dengan slogan "pro rakyat"nya. Menaikkan harga BBM yang jelas-jelas mencekik leher rakyat, sehingga menyebabkan angka kemiskinan kian meningkat. Selanjutnya mengeluarkan kartu-kartu sakti seperti KIS, KIP dan termasuk pula PSKS (Program Simpanan Keluarga Sejahtera), semua ini tak lain merupakan penterjemahan dari konsep atau cara pandang Jokowi sebagaimana yang beliau paparkan dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab malam itu. Amboi, tidak meleset sama sekali!
Dengan kebijakan-kebijakannya ini, Jokowi seolah-olah ingin mengatakan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memang merupakan sebuah negara miskin dan terbelakang. Lihatlah rakyat Indonesia yang kerab berteriak-teriak (demo) menolak kenaikkan harga BBM karena mereka merasa tak mampu membeli BBM dengan harga tinggi tersebut. Juga karena tak kuat menahan himpitan beban ekonomi yang semakin berat.
Namun di sisi yang lain banyak rakyat Indonesia yang berharap mendapatkan dana kompensasi dari dicabutnya subsidi BBM tersebut. Bahkan mereka rela antri berjam-jam lamanya di kantor pos hanya untuk mendapatkan uang yang cuma sebesar 400 ribu saja, yang mana tidak diketahui akan berapa lama program bagi-bagi uang ini akan diberlakukan. Tragisnya lagi "kartu sakti" ala Jokowi ini telah memakan korban jiwa seorang nenek di kota Solo belum lama ini. Bukankah semua ini mencerminkan bagaimana buruk dan kusamnya wajah Indonesia di mata dunia? Sama persis dengan apa yang ada di kepalanya Jokowi. Ironis bukan?
Kembali kepada jawaban Jokowi tadi, barangkali bukan hanya Najwa Shihab saja yang pada saat itu mendengar secara langsung, saya dan mungkin juga para penonton lainnya yang kebetulan menyaksikan acara tersebut melalui televisi, saya jamin pasti akan melongo, terkejut sekaligus geleng-geleng kepala. Tak mampu berkata-kata lagi (speechlees).
Namun apapun itu adanya, ternyata memang cuma sebatas itulah kualitas serta kapasitas seorang Jokowi sebagai Presiden dari sebuah negara besar bernama Indonesia. Mau tidak mau, suka tidak suka meskipun terdengar "lucu" dan miris tentu saja, sebagian dari rakyat Indonesia telah memilihnya. Jadi apapun yang dilakukannya ataupun kebijakan yang dikeluarkannya sekarang harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk konsekuensi atau resiko dari pilihan yang sudah diambil dan ditentukan.
Wallahu a'lam...
Oleh: Ria Dahlia
Mau tahu apa jawaban Jokowi pada saat itu? Setelah lama berpikir lantaran tak siap dengan pertanyaan tersebut, lantas seperti biasa dengan gaya khasnya tersenyum-senyum, Jokowi pun menjawab,"Indonesia itu sangat lekat dengan kemiskinan!"
Mendengar jawaban sang Presiden, Najwa Shihab pun sempat terdiam beberapa saat dengan kening berkerut serta pandangan terpana (tak percaya). Mungkin Najwa Shihab bingung dan tak menyangka sama sekali, bila cuma beginilah jawaban seorang Presiden yang notabene selalu diklaim oleh para pecintanya sebagai negarawan sejati saat ditanya tentang konsep negara Indonesia. Sebuah jawaban yang sangat dangkal dan terlalu naif kedengarannya, sekaligus juga merendahkan Indonesia sebagai sebuah negara yang kaya dan berdaulat.
Bertolak dari "konsep" Jokowi tentang Indonesia ini, saya pun akhirnya tersadar dan selanjutnya sangat memahami bahwa apa-apa yang dikerjakan Jokowi dalam bentuk kebijakannya sekarang ini, memang seiring-sejalan dengan pola pikir atau cara pandangnya selama ini tentang negara kita tercinta. Bahwa Indonesia itu memang identik dengan kemiskinan dan selamanya akan menjadi (dibuat) miskin.
Konsep atau cara pandang tentang kemiskinan ini pun kemudian direalisasikan lewat kebijakan-kebijakan Jokowi yang selalu berkoar dengan slogan "pro rakyat"nya. Menaikkan harga BBM yang jelas-jelas mencekik leher rakyat, sehingga menyebabkan angka kemiskinan kian meningkat. Selanjutnya mengeluarkan kartu-kartu sakti seperti KIS, KIP dan termasuk pula PSKS (Program Simpanan Keluarga Sejahtera), semua ini tak lain merupakan penterjemahan dari konsep atau cara pandang Jokowi sebagaimana yang beliau paparkan dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab malam itu. Amboi, tidak meleset sama sekali!
Dengan kebijakan-kebijakannya ini, Jokowi seolah-olah ingin mengatakan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memang merupakan sebuah negara miskin dan terbelakang. Lihatlah rakyat Indonesia yang kerab berteriak-teriak (demo) menolak kenaikkan harga BBM karena mereka merasa tak mampu membeli BBM dengan harga tinggi tersebut. Juga karena tak kuat menahan himpitan beban ekonomi yang semakin berat.
Namun di sisi yang lain banyak rakyat Indonesia yang berharap mendapatkan dana kompensasi dari dicabutnya subsidi BBM tersebut. Bahkan mereka rela antri berjam-jam lamanya di kantor pos hanya untuk mendapatkan uang yang cuma sebesar 400 ribu saja, yang mana tidak diketahui akan berapa lama program bagi-bagi uang ini akan diberlakukan. Tragisnya lagi "kartu sakti" ala Jokowi ini telah memakan korban jiwa seorang nenek di kota Solo belum lama ini. Bukankah semua ini mencerminkan bagaimana buruk dan kusamnya wajah Indonesia di mata dunia? Sama persis dengan apa yang ada di kepalanya Jokowi. Ironis bukan?
Kembali kepada jawaban Jokowi tadi, barangkali bukan hanya Najwa Shihab saja yang pada saat itu mendengar secara langsung, saya dan mungkin juga para penonton lainnya yang kebetulan menyaksikan acara tersebut melalui televisi, saya jamin pasti akan melongo, terkejut sekaligus geleng-geleng kepala. Tak mampu berkata-kata lagi (speechlees).
Namun apapun itu adanya, ternyata memang cuma sebatas itulah kualitas serta kapasitas seorang Jokowi sebagai Presiden dari sebuah negara besar bernama Indonesia. Mau tidak mau, suka tidak suka meskipun terdengar "lucu" dan miris tentu saja, sebagian dari rakyat Indonesia telah memilihnya. Jadi apapun yang dilakukannya ataupun kebijakan yang dikeluarkannya sekarang harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk konsekuensi atau resiko dari pilihan yang sudah diambil dan ditentukan.
Wallahu a'lam...
Oleh: Ria Dahlia
posted by @Adimin
Label:
Analisis,
REFLEKSI,
TOPIK PILIHAN
December 01, 2014
posted by @Adimin
Hadiri Munas Golkar, Anis Matta: KMP Semakin Solid
Written By Anonymous on 01 December, 2014 | December 01, 2014
Nusa Dua (1/12) - Kisruh internal yang menimpa Partai Golkar rupanya membuat Koalisi Merah Putih (KMP) justru semakin solid. Hal itu terlihat dari kehadiran seluruh pimpinan partai politik anggota koalisi di pembukaan Munas Partai Golkar, Ahad (30/11) malam, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali.
Seluruh pimpinan Partai Koalisi berkumpul di ruang tunggu VIP sebelum akhirnya masuk ke ruangan munas bersama ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang juga ketua presidium Koalisi Merah Putih.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan kebahagiaannya dengan soliditas KMP. Terbukti dengan selalu hadirnya seluruh pimpinan Partai politik di agenda-agenda parpol anggota koalisi.
"kami bersyukur Munas Partai Golkar berlangsung aman, Insya Allah KMP semakin solid," ujar Anis yang datang dengan kemeja batik cokelat.
Mengenai KMP merupakan lawan dari KIH, Anis dengan tegas membantah. "saya kira nggak lah, besar harapan kami bahwa KMP bersama KIH dapat mengelola bangsa bersama-sama," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR RI itu sesaat setelah acara berlangsung.
Anis Matta juga menyampaikan harapannya untuk Partai Golkar setelah pelaksanaan Munas. "Setelah ini Golkar akan semakin dewasa," pungkasnya
Dari PKS, selain Anis Matta turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. [pks.or.id]
Seluruh pimpinan Partai Koalisi berkumpul di ruang tunggu VIP sebelum akhirnya masuk ke ruangan munas bersama ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang juga ketua presidium Koalisi Merah Putih.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan kebahagiaannya dengan soliditas KMP. Terbukti dengan selalu hadirnya seluruh pimpinan Partai politik di agenda-agenda parpol anggota koalisi.
"kami bersyukur Munas Partai Golkar berlangsung aman, Insya Allah KMP semakin solid," ujar Anis yang datang dengan kemeja batik cokelat.
Mengenai KMP merupakan lawan dari KIH, Anis dengan tegas membantah. "saya kira nggak lah, besar harapan kami bahwa KMP bersama KIH dapat mengelola bangsa bersama-sama," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR RI itu sesaat setelah acara berlangsung.
Anis Matta juga menyampaikan harapannya untuk Partai Golkar setelah pelaksanaan Munas. "Setelah ini Golkar akan semakin dewasa," pungkasnya
Dari PKS, selain Anis Matta turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 01, 2014
posted by @Adimin
Nilai Pemuda Aktivis Menurut Anis Matta
Sekjend Persatuan Pemuda Islam Nasional, Ustaz Suhail Sufian memuat di laman facebook-nya saat bertemu Presiden PKS Anis Matta di Kuala Lumpur pertengahan November 2014 lalu.
Ia mengajukan satu pertanyaan pada politisi muda tersebut : “Apakah nilai pemuda aktivis?”
“Berjumpa Pak Anis, Presiden PKS beberapa minggu lalu. Saya terus menyapa dan meminta nasihat kepada beliau untuk para pemuda,” tulis Ustadz Suhail di akun Facebook-nya.
Anis Matta menjawab “Apakah nilai pemuda aktivis masa kini? Nilai pemuda hanya muncul apabila pemuda hari ini adalah pada ide yang bernas”.
Selanjutnya Anis Matta berkata “Dan pada ide tersebut, mereka sesuaikan dengan perbuatan mereka, konsisten berjuang sehingga ide tersebut menjadi kenyataan. Namun andai ide tersebut hanya berkisar pada politik, maka itu adalah kerugian besar. Harus didasari oleh fikrah yang jelas, dilanjutkan dengan ide dan gerak kerja yang terus menerus”.
Ustaz Suhail mengakhiri postingannya dengan menyatakan kesan yg mendalam terhadap Anis Matta. Ia berkata Walaupun Pak Anis bukanlah tokoh yang ia kenal sejak kecil, dan masih banyak tokoh diluar sana yang lebih ia kagumi, namun seorang pemuda perlu mengambil pelajaran dan kebaikan dari siapa saja, apalagi dari seorang tokoh yang berpengaruh seperti beliau.
”Alhamdulillah, detik yang cukup bermanfaat,” tutupnya. [ds/anismatta.net]
Ia mengajukan satu pertanyaan pada politisi muda tersebut : “Apakah nilai pemuda aktivis?”
“Berjumpa Pak Anis, Presiden PKS beberapa minggu lalu. Saya terus menyapa dan meminta nasihat kepada beliau untuk para pemuda,” tulis Ustadz Suhail di akun Facebook-nya.
Anis Matta menjawab “Apakah nilai pemuda aktivis masa kini? Nilai pemuda hanya muncul apabila pemuda hari ini adalah pada ide yang bernas”.
Selanjutnya Anis Matta berkata “Dan pada ide tersebut, mereka sesuaikan dengan perbuatan mereka, konsisten berjuang sehingga ide tersebut menjadi kenyataan. Namun andai ide tersebut hanya berkisar pada politik, maka itu adalah kerugian besar. Harus didasari oleh fikrah yang jelas, dilanjutkan dengan ide dan gerak kerja yang terus menerus”.
Ustaz Suhail mengakhiri postingannya dengan menyatakan kesan yg mendalam terhadap Anis Matta. Ia berkata Walaupun Pak Anis bukanlah tokoh yang ia kenal sejak kecil, dan masih banyak tokoh diluar sana yang lebih ia kagumi, namun seorang pemuda perlu mengambil pelajaran dan kebaikan dari siapa saja, apalagi dari seorang tokoh yang berpengaruh seperti beliau.
”Alhamdulillah, detik yang cukup bermanfaat,” tutupnya. [ds/anismatta.net]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 01, 2014
Senin (1/12/2014)
posted by @Adimin
#HariAIDS Sedunia: Ingat, Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati! | by @lediahanifa
Tanggal 1 Desember dperingati sbg #HariAIDS sedunia. Data Kemkes sjk 1987 s/d Juni 2014 jml kumulatif kasus HIV/AIDS di Indonesia 198.584
Jml kasus tsb bukan kecil. Aplg jk kt
sadari bhw kasus HIV/AIDS ini spt fenomena gunung es. Yg tlaporkan lbh sdkit dr
kenyataan #HariAIDS
Jml infeksi HIV tertinggi yg dilaporkan
ada di DKI Jakarta, JaTim, Papua, JaBar dan Bali. Jml kumulatif 1987-2014:
142.961 org #HariAIDS
Sdgkn kasus AIDS tbanyak dilaporkan di
Papua, JaTim, DKI Jakarta, Bali, JaBar, JaTeng, Papua Barat, SulSel, KalBar
&.SumUt. #HariAIDS
Penderita AIDS tertinggi IRT. Diikuti
Wiraswasta, karyawan, petani/peternak/nelayan, buruh, penjaja seks, PNS &
Mhs/pelajar #hariAIDS
Jk lihat ragam segmentasi penderita maka
kita juga akan melihat betapa tdk tersosialisasinya bahaya HIV/AIDS serta
penularannya #HariAIDS
Karena yg diserang adl sistem imun, maka
bisa jadi orang tidak menyadari kapan ia terjangkiti HIV. Bs tahunan baru
terdeteksi #HariAIDS
Lamanya masa inkubasi di dlm tubuh
seringkali membuat orang dengan pongahnya merasa dirinya kebal. Tak sadari
bahaya mengintai #HariAIDS
% Resiko penularan tbesar mll
heteroseksual (61.5%), penggunaan narkoba dg jarum suntik 15,2%, perinatal
2,7%, homoseksual 2,4% #HariAIDS
Pd periode April-Juni 2014 faktor resiko
penularan mll hub seksual 91,2%, ibu positif HIV ke anak 3,6%, penasun 2,6% #hariAIDS
Data April-Juni 2014 ini menjelaskan pd
kita bhw hubungan seks (tanpa memandang orientasinya) mjd resiko terbesar. #HariAIDS
Sdh semestinya kita sadari bhw tdk bisa
lagi kampanyekan hub seks yang 'aman' dlm mengurangi resiko penularan HIV/AIDS.
#HariAIDS
Apalagi jk kita lihat korban tertinggi
adl IRT yg tertular dr suaminya. Sdh saatnya kita kampanyekan STOP hubungan
seks ilegal #HariAIDS
Tak tbayangkan jk lihat dt bhw korban
kejahatan seks ttinggi di Indonesia saat ini anak laki2. Dan bs jd pelakunya
menularkan #hariAIDS
Saatnya kita bergerak melakukan upaya
pencegahan. Bagaimanapun mencegah lebih baik drpd mengobati #HariAIDS
Lantas bagaimana dg para ODHA. Tentu
perlu penanganan khusus utk pengobatan dan memerlukan pendampingan. Ini jg tdk
mudah #HariAIDS
Ktrsediaan ARV (slh 1 obat HIV/AIDS) di
Indonesia sgt terbatas. Selain krn kt tdk punya pabrik obat di DN jg dlm
distribusinya #hariAIDS
Hal lain kt tdk bisa andalkan bantuan LN
yg mengikat dg sejml syarat. Ordernya lama dan ketika obat tiba exp date sdh
dekat #HariAIDS
Belum lagi jika pasien sdh resisten dg obatnya krn penggunaan
jangka panjang. Semakin rumit penyelesaiannya #hariAIDS
Kita juga tentu perlu memikirkan pendampingan bagi para ODHA
agar mereka tetap survive dan berpikir optimis. #hariAIDS
Kesemuanya tak bisa dilakulan hanya oleh pemerintah. Hrs
melibatkan seluruh elemen. Tak berarti jg pemerintah bs lepas tangan #hariAIDS
Pemerintah bertanggung jawab memikirkan sosialisasi
pencegahan dan pengobatan. Meregulasi jaminan sosialnya #hariAIDS
Org tua memberi bekal kpd anak agar berpegangan pd aturan
agama. Org dewasa kendalikan nafsu & ubah gaya hidup jd lbh religius #hariAIDS
Sekolah sungguh2 menanamkan pendidikan
karakter. Tanamkan rasa tanggung jawab atas tindakan kita #hariAIDS
Hilangkan budaya permissif pada
masyarakat kita. Apalagi terhadap perilaku seksual menyimpang. Dan perilaku
lain yg beresiko #hariAIDS
Komunitas pendamping klg ODHA diberdayakan. Agar pendampingan
berjalan efektif dan menyebarkan semangat positif #HariAIDS
ODHA jg hrs trs dimotivasi krn mrk bs jenuh minum obat hampir
sepanjang hayat. Dan hrs sll menjaga kondisi fisik dan mentalnya #hariAIDS
Msh banyak yg dapat kita lakukan dg berbagai pebdekatan.
Utamanya Mencegah lebih baik dari Mengobati #hariAIDS
Smg anak negri mkn sadari bhw jalan kt msh panjang dg bahaya
yg slalu mengintai. Mari jaga hati & diri. Raihlah Ridho Ilahi. #hariAIDS
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 01, 2014
posted by @Adimin
Ayo, Terus Boikot Produk ‘Israel’ dan Pendukungnya!
Pakar ekonomi mengkritik kemunduran aksi boikot produk penjajah
zionis setelah perang di Gaza berakhir. Direktur Humas dan Informasi
Sektor Industri dan Perdagangan di Gaza, Dr. Maher Atthaba mengatakan,
pemboikotan terhadap produk penjajah zionis termasuk kewajiban yang
harus kita tunaikan dan merupakan bentuk perlawanan kita kepada penjajah
zionis.
Dr. Atthaba menjelaskan, aksi boikot sudah dilakukan sejak beberapa
tahun lalu. Akan tetapi, aksi ini hanya “musiman” sehingga tidak
memberikan dampak besar bagi perekonomian penjajah.
“Aksi ini harus dilakukan secara berkesinambungan. Jika tidak, maka
tidak akan memberikan tekanan pada perekonomian penjajah. Terlebih
sekarang ini terjadi penurunan setelah perang berakhir.”
Atthaba meyakini, aksi boikot ini akan lebih efektif dan memberikan
dampak besar jika mendapat dukungan dari rakyat, media dan pemerintah.
“Aksi boikot ini perlu perhatian khusus dan didukung rakyat, media
dan pemerintah. Kemudian, ganti produk-produk penjajah dengan produk
lokal, Arab maupun produk lain dengan kualitas yang lebih baik dan
murah. Dengan demikian, meringankan beban rakyat Palestina dan tidak
menzhalimi mereka.”
Menurutnya, jika aksi ini berhasil maka akan memukul perekonomian
penjajah dan menyebabkan kerugian besar, terutama pada sektor ekspor
yang dalam setahun bisa mencapai 90 miliar dolar.
Ia menyerukan untuk memfokuskan boikot di beberapa negara Eropa yang
sudah memberlakukan kebijakan boikot ini. Ia yakin hal itu akan
memberikan dampak besar bagi perekonomian penjajah.
Ia juga meyakini bahwa penjajah zionis akan mengalami kerugian besar
dengan aksi boikot di Palestina. Karena, pasar Palestina merupakan pasar
ke dua penjajah untuk menjual produk-produknya. Dalam setahun sekitar
3,5 miliar dolar masuk ke kantong penjajah dari pembeli Palestina.
Dr. Atthaba juga menyerukan kepada seluruh dubes Palestina agar
menjalankan perannya dan menyerukan aksi boikot ini dengan membeberkan
kekejaman dan kebrutalan penjajah zionis kepada rakyat Palestina dalam
beberapa tahun ini.
“Kita harus menyiapkan langkah-langkah dengan dukungan ekonomi, media
dan pemerintah untuk memastikan bahwa aksi boikot ini memberikan dampak
besar bagi penjajah. Kita juga perlu meningkatkan ekonomi Palestina,
terutama melalui sektor ekspor produk Palestina.”
Ia juga menekankan, perlunya digunakan alat untuk memonitor dan
memantau berapa kerugian penjajah dengan statistik dan angka setelah
dilakukan aksi boikot, baik lokal maupun secara global. Hal itu untuk
mengukur seberapa besar dampak aksi boikot dalam memengaruhi ekonomi
penjajah
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
November 30, 2014
posted by @Adimin
Fahri: Silaturahim, Kunci PKS Tetap Solid
Written By Anonymous on 30 November, 2014 | November 30, 2014
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah menyatakan hingga kini partainya masih tetap solid.
Bahkan ia juga mengutarakan kunci untuk menjaga agar sesama kadernya tetap solid. "Insya Allah PKS akan tetap solid. Karena kami selalu menjaga silaturahim, baik antar sesama pengurus maupun antar pengurus dengan para kader/anggota," katanya, Sabtu (29/11/2014).
Seperti halnya hubungan antara fungsioratis atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan DPW dan Daerah Pimpinan Daerah (DPD) PKS berjalan dengan intens dan baik.
"Dengan silaturahim yang selalu intens di semua tingkat kepengurusan, sehingga segala permasalahan yang muncul bisa segera terselesaikan, dan tetap solid," tandasnya.
Contoh lain dalam menjaga hubungan baik dan tetap terjaganya solidaritas di kalangan PKS, seperti kedatangan dirinya kali ini (29/11) ke Banjarmasin, untuk bertemu kader partai yang tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut.
Bahkan ia juga mengutarakan kunci untuk menjaga agar sesama kadernya tetap solid. "Insya Allah PKS akan tetap solid. Karena kami selalu menjaga silaturahim, baik antar sesama pengurus maupun antar pengurus dengan para kader/anggota," katanya, Sabtu (29/11/2014).
Seperti halnya hubungan antara fungsioratis atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan DPW dan Daerah Pimpinan Daerah (DPD) PKS berjalan dengan intens dan baik.
"Dengan silaturahim yang selalu intens di semua tingkat kepengurusan, sehingga segala permasalahan yang muncul bisa segera terselesaikan, dan tetap solid," tandasnya.
Contoh lain dalam menjaga hubungan baik dan tetap terjaganya solidaritas di kalangan PKS, seperti kedatangan dirinya kali ini (29/11) ke Banjarmasin, untuk bertemu kader partai yang tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut.
"Masih banyak kesempatan atau forum lain dalam upaya melenggangkan hubungan atau silaturahim, yang pada gilirannya pula PKS tetap solid. Kita harapkan ke depan tetap solid," tambahnya. [ant/inilah]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN





