pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Ormas Islam Konsolidasi Tolak Kriminalisasi Dai Mentawai

Written By Sjam Deddy on 03 December, 2014 | December 03, 2014

 Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatra Barat menyampaikan proses hukum yang dikenakan para terdakwa dipaksakan





Berita kriminalisasi atas dai Muda Farhan Muhammad dan Mayarni Mzen akhirnya menyadarkan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada para terdakwa.

Belum lama ini, beberapa ormas di Sumatra Barat melakukan konsolidasi untuk rencana aksi yang akan dilangsungkan di depan Pengadilan Negri Padang bersamaan dengan persidangan lanjutan para terdakwa.

Aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi terdakwa dan para saksi-saksi yang dikhawatirkan berada dibawah tekanan sehingga tidak memberikan kesaksian yang sesungguhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dai muda Farhan Muhammad dan Mayarni Mzen ditangkap karena membawa anak-anak dari Mentawai, Sumatra Barat yang direncananya akan disekolahkan di Jakarta.

Awalnya, Farhan Muhammad membawa anak-anak agar mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan Mayarni Mzen mencari penderma yang bisa mendanai pendidikan mereka. Namun ujungnya mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Hadir dalam konsolidasi tersebut Penasihat Hukum para terdakwa, Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatra Barat.

Dalam kesempatan ini Fitri menyampaikan proses hukum yang dikenakan terhadap para terdakwa adalah prematur dan dipaksakan. Salah satu contohnya adalah kesaksian kepala dusun yang meminta terdakwa Farhan ini untuk membawa adik-adiknya (anak-anak, red) agar bersekolah di Jakarta. Sang kepala dusun, kata Fitri, tahu bahwa terdakwa adalah seorang Muslim dan kepala dusunnya seorang non Muslim.

“Artinya kepala dusun ini memang membiarkan Farhan membawa keluarganya untuk sekolah dimana saja, bahkan dipesantren sekalipun, karena kepala dusun dan orangtua anak anak ini sudah mempercayakan anak-anaknya ke Farhan yang seorang Muslim,” ujar Fitri.

Menurut Fitri, kasus ini seharusnya tidak perlu berlanjut apabila ada pemahaman yang utuh dari aparatur penegak hukum tanpa ada intervensi dari pihak-pihak tertentu dan peranserta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam kasus ini harusnya bisa lebih optimal di mana secara sederhana keinginan terdakwa sudah jelas semata-mata untuk meningkatkan sumber daya manusia di tanah kelahiranya yakni mentawai.

hidayatullah 


posted by @Adimin

Fraksi PKS mendorong Pembangunan Kota Padang secara Maksimal dalam realisasi APBD 2015

Written By Sjam Deddy on 02 December, 2014 | December 02, 2014



pkspadang.com : Berdasarkan sidang paripurna DPRD Kota Padang yang dilaksanakan pada hari ahad 30 Nopember 2014, berkenaan dengan pengesahan APBD kota Padang, maka disepakati poin poin penting yang disepakati seluruh wakil rakyat Kota Padang itu. Salahsatu maslah yang berkepanjangan adalah permasalahan pasar inpres. Permasalahan pasar yang memang sudah rumit dan terkatung katung sebelumnya disepakati dikucurkan dana sebesar 27 Milyar. Fraksi PKS mendorong pemerintahan Kota Padang untuk segera merealisasikan pembangunan pasar inpres kota padang, karena menyangkut nasib 1008 pedagang yang selama pasca gempa 2009 menempati kios kios darurat yang ada.

Fraksi PKS juga mendorong pemerintahan kota Padang, meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur Kota Padang, seperti betonisasi jalan lingkungan, pengasapalan jalan jalan, yang semuanya menyangkut dengan aktifitas sosial masyarakat Kota Padang.

Disektor pendidikan, fraksi PKS juga mendorong pemerintakan Kota Padang untuk merealisasikan pendidikan gratis yang berkualitas bagi warga Kota Padang khususnya SD,  SMP , SMA/SMK yang direalisasikan dalam bentuk perwako, sehingga bisa memberikan kenyamanan warga Kota Padang.

Secara umum fraksi PKS mengingatkan pemerintahan Kota Padang untuk segera merealisasikan program programpembangunan Kota Padang, yang mana APBD tahun 2015 ini meningkat yang mulanya 307 milyar menjadi 450 milyar, bisa terserap dan terimplementasikan secara maksimal sehingga wajah dan kondisi Kota Padang secara umum menjadi lebih baik.


posted by @Adimin

Kebijakan Jokowi, adalah refleksi Cara Pandangnya Tentang Indonesia


Teringat akan wawancara Jokowi dalam acara Mata Najwa, tak lama berselang setelah beliau dinyatakan menang sebagai Presiden ke-7 RI oleh Mahkamah Konstitusi ( MK). Ketika ditanya oleh Najwa Shihab,"Sebagai seorang Presiden, apa pandangan Bapak tentang Indonesia?"

Mau tahu apa jawaban Jokowi pada saat itu? Setelah lama berpikir lantaran tak siap dengan pertanyaan tersebut, lantas seperti biasa dengan gaya khasnya tersenyum-senyum, Jokowi pun menjawab,"Indonesia itu sangat lekat dengan kemiskinan!"

Mendengar jawaban sang Presiden, Najwa Shihab pun sempat terdiam beberapa saat dengan kening berkerut serta pandangan terpana (tak percaya). Mungkin Najwa Shihab bingung dan tak menyangka sama sekali, bila cuma beginilah jawaban seorang Presiden yang notabene selalu diklaim oleh para pecintanya sebagai negarawan sejati saat ditanya tentang konsep negara Indonesia. Sebuah jawaban yang sangat dangkal dan terlalu naif kedengarannya, sekaligus juga merendahkan Indonesia sebagai sebuah negara yang kaya dan berdaulat.

Bertolak dari "konsep" Jokowi tentang Indonesia ini, saya pun akhirnya tersadar dan selanjutnya sangat memahami bahwa apa-apa yang dikerjakan Jokowi dalam bentuk kebijakannya sekarang ini, memang seiring-sejalan dengan pola pikir atau cara pandangnya selama ini tentang negara kita tercinta. Bahwa Indonesia itu memang identik dengan kemiskinan dan selamanya akan menjadi (dibuat) miskin.

Konsep atau cara pandang tentang kemiskinan ini pun kemudian direalisasikan lewat kebijakan-kebijakan Jokowi yang selalu berkoar dengan slogan "pro rakyat"nya. Menaikkan harga BBM yang jelas-jelas mencekik leher rakyat, sehingga menyebabkan angka kemiskinan kian meningkat. Selanjutnya mengeluarkan kartu-kartu sakti  seperti KIS, KIP dan termasuk pula PSKS (Program Simpanan Keluarga Sejahtera), semua ini tak lain merupakan penterjemahan dari konsep atau cara pandang Jokowi sebagaimana yang beliau paparkan dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab malam itu. Amboi, tidak meleset sama sekali!

Dengan kebijakan-kebijakannya ini, Jokowi seolah-olah ingin mengatakan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memang merupakan sebuah negara miskin dan terbelakang. Lihatlah rakyat Indonesia yang kerab berteriak-teriak (demo) menolak kenaikkan harga BBM karena mereka merasa tak mampu membeli BBM dengan harga tinggi tersebut. Juga karena tak kuat menahan himpitan beban ekonomi yang semakin berat.

Namun di sisi yang lain banyak rakyat Indonesia yang berharap mendapatkan dana kompensasi dari dicabutnya subsidi BBM tersebut. Bahkan mereka rela antri berjam-jam lamanya di kantor pos hanya untuk mendapatkan uang yang cuma sebesar 400 ribu saja, yang mana tidak diketahui akan berapa lama program bagi-bagi uang ini akan diberlakukan. Tragisnya lagi "kartu sakti" ala Jokowi ini telah memakan korban jiwa seorang nenek di kota Solo belum lama ini. Bukankah semua ini mencerminkan bagaimana buruk dan kusamnya wajah Indonesia di mata dunia? Sama persis dengan apa yang ada di kepalanya Jokowi. Ironis bukan?

Kembali kepada jawaban Jokowi tadi, barangkali bukan hanya Najwa Shihab saja yang pada saat itu mendengar secara langsung, saya dan mungkin juga para penonton lainnya yang kebetulan menyaksikan acara tersebut melalui televisi, saya jamin pasti akan melongo, terkejut sekaligus geleng-geleng kepala. Tak mampu berkata-kata lagi (speechlees).

Namun apapun itu adanya, ternyata memang cuma sebatas itulah kualitas serta kapasitas seorang Jokowi sebagai Presiden dari sebuah negara besar bernama Indonesia. Mau tidak mau, suka tidak suka meskipun terdengar "lucu" dan miris tentu saja, sebagian dari rakyat Indonesia telah memilihnya. Jadi apapun yang dilakukannya ataupun kebijakan yang dikeluarkannya sekarang harus diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, sebagai bentuk konsekuensi atau resiko dari pilihan yang sudah diambil dan ditentukan.


Wallahu a'lam...

Oleh: Ria Dahlia

 

posted by @Adimin

Hadiri Munas Golkar, Anis Matta: KMP Semakin Solid

Written By Anonymous on 01 December, 2014 | December 01, 2014


Nusa Dua (1/12) - Kisruh internal yang menimpa Partai Golkar rupanya membuat Koalisi Merah Putih (KMP) justru semakin solid. Hal itu terlihat dari kehadiran seluruh pimpinan partai politik anggota koalisi di pembukaan Munas Partai Golkar, Ahad (30/11) malam, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali.

Seluruh pimpinan Partai Koalisi berkumpul di ruang tunggu VIP sebelum akhirnya masuk ke ruangan munas bersama ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang juga ketua presidium Koalisi Merah Putih.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan kebahagiaannya dengan soliditas KMP. Terbukti dengan selalu hadirnya seluruh pimpinan Partai politik di agenda-agenda parpol anggota koalisi.

"kami bersyukur Munas Partai Golkar berlangsung aman, Insya Allah KMP semakin solid," ujar Anis yang datang dengan kemeja batik cokelat.

Mengenai KMP merupakan lawan dari KIH, Anis dengan tegas membantah. "saya kira nggak lah, besar harapan kami bahwa KMP bersama KIH dapat mengelola bangsa bersama-sama," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR RI itu sesaat setelah acara berlangsung.

Anis Matta juga menyampaikan harapannya untuk Partai Golkar setelah pelaksanaan Munas. "Setelah ini Golkar akan semakin dewasa," pungkasnya

Dari PKS, selain Anis Matta turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Nilai Pemuda Aktivis Menurut Anis Matta

Sekjend Persatuan Pemuda Islam Nasional, Ustaz Suhail Sufian memuat di laman facebook-nya saat bertemu Presiden PKS Anis Matta di Kuala Lumpur pertengahan November 2014 lalu.

Ia mengajukan satu pertanyaan pada politisi muda tersebut : “Apakah nilai pemuda aktivis?”

“Berjumpa Pak Anis, Presiden PKS beberapa minggu lalu. Saya terus menyapa dan meminta nasihat kepada beliau untuk para pemuda,” tulis Ustadz Suhail di akun Facebook-nya.

Anis Matta menjawab “Apakah nilai pemuda aktivis masa kini? Nilai pemuda hanya muncul apabila pemuda hari ini adalah pada ide yang bernas”.

Selanjutnya Anis Matta berkata “Dan pada ide tersebut, mereka sesuaikan dengan perbuatan mereka, konsisten berjuang sehingga ide tersebut menjadi kenyataan. Namun andai ide tersebut hanya berkisar pada politik, maka itu adalah kerugian besar. Harus didasari oleh fikrah yang jelas, dilanjutkan dengan ide dan gerak kerja yang terus menerus”.

Ustaz Suhail mengakhiri postingannya dengan menyatakan kesan yg mendalam terhadap Anis Matta. Ia berkata Walaupun Pak Anis bukanlah tokoh yang ia kenal sejak kecil, dan masih banyak tokoh diluar sana yang lebih ia kagumi, namun seorang pemuda perlu mengambil pelajaran dan kebaikan dari siapa saja, apalagi dari seorang tokoh yang berpengaruh seperti beliau.

”Alhamdulillah, detik yang cukup bermanfaat,” tutupnya. [ds/anismatta.net]



posted by @Adimin

#HariAIDS Sedunia: Ingat, Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati! | by @lediahanifa

 
 
Tanggal 1 Desember dperingati sbg #HariAIDS sedunia. Data Kemkes sjk 1987 s/d Juni 2014 jml kumulatif kasus HIV/AIDS di Indonesia 198.584

Jml kasus tsb bukan kecil. Aplg jk kt sadari bhw kasus HIV/AIDS ini spt fenomena gunung es. Yg tlaporkan lbh sdkit dr kenyataan #HariAIDS

Jml infeksi HIV tertinggi yg dilaporkan ada di DKI Jakarta, JaTim, Papua, JaBar dan Bali. Jml kumulatif 1987-2014: 142.961 org #HariAIDS

Sdgkn kasus AIDS tbanyak dilaporkan di Papua, JaTim, DKI Jakarta, Bali, JaBar, JaTeng, Papua Barat, SulSel, KalBar &.SumUt. #HariAIDS

Penderita AIDS tertinggi IRT. Diikuti Wiraswasta, karyawan, petani/peternak/nelayan, buruh, penjaja seks, PNS & Mhs/pelajar #hariAIDS

Jk lihat ragam segmentasi penderita maka kita juga akan melihat betapa tdk tersosialisasinya bahaya HIV/AIDS serta penularannya #HariAIDS

Karena yg diserang adl sistem imun, maka bisa jadi orang tidak menyadari kapan ia terjangkiti HIV. Bs tahunan baru terdeteksi #HariAIDS

Lamanya masa inkubasi di dlm tubuh seringkali membuat orang dengan pongahnya merasa dirinya kebal. Tak sadari bahaya mengintai #HariAIDS

% Resiko penularan tbesar mll heteroseksual (61.5%), penggunaan narkoba dg jarum suntik 15,2%, perinatal 2,7%, homoseksual 2,4% #HariAIDS

Pd periode April-Juni 2014 faktor resiko penularan mll hub seksual 91,2%, ibu positif HIV ke anak 3,6%, penasun 2,6% #hariAIDS

Data April-Juni 2014 ini menjelaskan pd kita bhw hubungan seks (tanpa memandang orientasinya) mjd resiko terbesar. #HariAIDS

Sdh semestinya kita sadari bhw tdk bisa lagi kampanyekan hub seks yang 'aman' dlm mengurangi resiko penularan HIV/AIDS. #HariAIDS

Apalagi jk kita lihat korban tertinggi adl IRT yg tertular dr suaminya. Sdh saatnya kita kampanyekan STOP hubungan seks ilegal #HariAIDS

Tak tbayangkan jk lihat dt bhw korban kejahatan seks ttinggi di Indonesia saat ini anak laki2. Dan bs jd pelakunya menularkan #hariAIDS

Saatnya kita bergerak melakukan upaya pencegahan. Bagaimanapun mencegah lebih baik drpd mengobati #HariAIDS

Lantas bagaimana dg para ODHA. Tentu perlu penanganan khusus utk pengobatan dan memerlukan pendampingan. Ini jg tdk mudah #HariAIDS

Ktrsediaan ARV (slh 1 obat HIV/AIDS) di Indonesia sgt terbatas. Selain krn kt tdk punya pabrik obat di DN jg dlm distribusinya #hariAIDS

Hal lain kt tdk bisa andalkan bantuan LN yg mengikat dg sejml syarat. Ordernya lama dan ketika obat tiba exp date sdh dekat #HariAIDS

Belum lagi jika pasien sdh resisten dg obatnya krn penggunaan jangka panjang. Semakin rumit penyelesaiannya #hariAIDS

Kita juga tentu perlu memikirkan pendampingan bagi para ODHA agar mereka tetap survive dan berpikir optimis. #hariAIDS

Kesemuanya tak bisa dilakulan hanya oleh pemerintah. Hrs melibatkan seluruh elemen. Tak berarti jg pemerintah bs lepas tangan #hariAIDS

Pemerintah bertanggung jawab memikirkan sosialisasi pencegahan dan pengobatan. Meregulasi jaminan sosialnya #hariAIDS

Org tua memberi bekal kpd anak agar berpegangan pd aturan agama. Org dewasa kendalikan nafsu & ubah gaya hidup jd lbh religius #hariAIDS

Sekolah sungguh2 menanamkan pendidikan karakter. Tanamkan rasa tanggung jawab atas tindakan kita #hariAIDS

Hilangkan budaya permissif pada masyarakat kita. Apalagi terhadap perilaku seksual menyimpang. Dan perilaku lain yg beresiko #hariAIDS

Komunitas pendamping klg ODHA diberdayakan. Agar pendampingan berjalan efektif dan menyebarkan semangat positif #HariAIDS

ODHA jg hrs trs dimotivasi krn mrk bs jenuh minum obat hampir sepanjang hayat. Dan hrs sll menjaga kondisi fisik dan mentalnya #hariAIDS

Msh banyak yg dapat kita lakukan dg berbagai pebdekatan. Utamanya Mencegah lebih baik dari Mengobati #hariAIDS

Smg anak negri mkn sadari bhw jalan kt msh panjang dg bahaya yg slalu mengintai. Mari jaga hati & diri. Raihlah Ridho Ilahi. #hariAIDS

Senin (1/12/2014)

posted by @Adimin

Ayo, Terus Boikot Produk ‘Israel’ dan Pendukungnya!


Pakar ekonomi mengkritik kemunduran aksi boikot produk penjajah zionis setelah perang di Gaza berakhir. Direktur Humas dan Informasi Sektor Industri dan Perdagangan di Gaza, Dr. Maher Atthaba mengatakan, pemboikotan terhadap produk penjajah zionis termasuk kewajiban yang harus kita tunaikan dan merupakan bentuk perlawanan kita kepada penjajah zionis.
 
Dr. Atthaba menjelaskan, aksi boikot sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi, aksi ini hanya “musiman” sehingga tidak memberikan dampak besar bagi perekonomian penjajah.

“Aksi ini harus dilakukan secara berkesinambungan. Jika tidak, maka tidak akan memberikan tekanan pada perekonomian penjajah. Terlebih sekarang ini terjadi penurunan setelah perang berakhir.”

Atthaba meyakini, aksi boikot ini akan lebih efektif dan memberikan dampak besar jika mendapat dukungan dari rakyat, media dan pemerintah.

“Aksi boikot ini perlu perhatian khusus dan didukung rakyat, media dan pemerintah. Kemudian, ganti produk-produk penjajah dengan produk lokal, Arab maupun produk lain dengan kualitas yang lebih baik dan murah. Dengan demikian, meringankan beban rakyat Palestina dan tidak menzhalimi mereka.”

Menurutnya, jika aksi ini berhasil maka akan memukul perekonomian penjajah dan menyebabkan kerugian besar, terutama pada sektor ekspor yang dalam setahun bisa mencapai 90 miliar dolar.

Ia menyerukan untuk memfokuskan boikot di beberapa negara Eropa yang sudah memberlakukan kebijakan boikot ini. Ia yakin hal itu akan memberikan dampak besar bagi perekonomian penjajah.

Ia juga meyakini bahwa penjajah zionis akan mengalami kerugian besar dengan aksi boikot di Palestina. Karena, pasar Palestina merupakan pasar ke dua penjajah untuk menjual produk-produknya. Dalam setahun sekitar 3,5 miliar dolar masuk ke kantong penjajah dari pembeli Palestina.

Dr. Atthaba juga menyerukan kepada seluruh dubes Palestina agar menjalankan perannya dan menyerukan aksi boikot ini dengan membeberkan kekejaman dan kebrutalan penjajah zionis kepada rakyat Palestina dalam beberapa tahun ini.

“Kita harus menyiapkan langkah-langkah dengan dukungan ekonomi, media dan pemerintah untuk memastikan bahwa aksi boikot ini memberikan dampak besar bagi penjajah. Kita juga perlu meningkatkan ekonomi Palestina, terutama melalui sektor ekspor produk Palestina.”
 
Ia juga menekankan, perlunya digunakan alat untuk memonitor dan memantau berapa kerugian penjajah dengan statistik dan angka setelah dilakukan aksi boikot, baik lokal maupun secara global. Hal itu untuk mengukur seberapa besar dampak aksi boikot dalam memengaruhi ekonomi penjajah


posted by @Adimin

Fahri: Silaturahim, Kunci PKS Tetap Solid

Written By Anonymous on 30 November, 2014 | November 30, 2014

 
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah menyatakan hingga kini partainya masih tetap solid.

Bahkan ia juga mengutarakan kunci untuk menjaga agar sesama kadernya tetap solid. "Insya Allah PKS akan tetap solid. Karena kami selalu menjaga silaturahim, baik antar sesama pengurus maupun antar pengurus dengan para kader/anggota," katanya, Sabtu (29/11/2014).

Seperti halnya hubungan antara fungsioratis atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dengan DPW dan Daerah Pimpinan Daerah (DPD) PKS berjalan dengan intens dan baik.

"Dengan silaturahim yang selalu intens di semua tingkat kepengurusan, sehingga segala permasalahan yang muncul bisa segera terselesaikan, dan tetap solid," tandasnya.

Contoh lain dalam menjaga hubungan baik dan tetap terjaganya solidaritas di kalangan PKS, seperti kedatangan dirinya kali ini (29/11) ke Banjarmasin, untuk bertemu kader partai yang tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut.

"Masih banyak kesempatan atau forum lain dalam upaya melenggangkan hubungan atau silaturahim, yang pada gilirannya pula PKS tetap solid. Kita harapkan ke depan tetap solid," tambahnya. [ant/inilah]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger