Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
July 30, 2015
Sumber: http://www.merdeka.com
posted by @Adimin
Politisi PKS Desak Pemerintah Tanggapi Usul MUI Soal BPJS Syariah
Written By Anonymous on 30 July, 2015 | July 30, 2015
JAKARTA (30/7) - Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim mendukung usul Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ingin BPJS diterapkan dengan sistem syariah. Oleh sebab itu, dia mendorong pemerintah menanggapi secara serius gagasan MUI tersebut.
"Pemerintah perlu secara serius menindaklanjuti usulan BPJS syariah," kata Abdul Hakim saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/7).
Politisi PKS ini beralasan MUI merupakan lembaga yang sangat kompeten dengan memberikan fatwa persoalan keagamaan dan keumatan. Oleh sebab itu, niatan MUI tersebut patut untuk diperhatikan.
"MUI memberikan fatwa persoalan keagamaan, kebangsaan, dan keumatan," katanya.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak sesuai syariah Islam atau haram. Khususnya sistem denda 2 persen bagi peserta yang telat bayar iuran bulanan.
Selain itu MUI menilai, dari perspektif ekonomi Islam dan fiqh mu'amalah, BPJS juga tidak memenuhi syariat Islam.
Dari hasil pengkajian tersebut, MUI menilai penyelenggaraan BPJS Kesehatan, terutama yang terkait dengan akad antar para pihak, tidak sesuai dengan prinsip syariah. Sebab, pelaksanaannya mengandung unsur gharar (tidak mengetahui sesuatu yang diakadkan di dalamnya), maisir (memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras), dan riba (kelebihan/tambahan pembayaran).
Keterangan Foto: Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Hakim.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 30, 2015
posted by @Adimin
MOS Harus Jadi Momentum Penanaman Budaya Kebaikan
JAKARTA (30/7) – Masa Orientasi Siswa (MOS) saat penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah menjadi momok yang mengkhawatirkan berbagai pihak karena marak dengan tindakan bullying terhadap siswa baru khususnya di Jakarta. Menurut anggota komisi E DPRD DKI Jakarta yang membidangi Pendidikan, Tubagus Arif, hal ini terjadi akibat apa yang dicontohkan kakak kelas atau bahkan keluarga saat di rumah yang akibatnya para siswa melampiaskannya kepada siswa baru. Padahal MOS adalah sarana yang sangat baik untuk melatih kepemimpinan dan mengenalkan budaya baru yang lebih baik di sekolah.
Tubagus yang juga Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta melanjutkan, jika MOS ingin dilaksanakan dengan baik dan diisi dengan hal yang positif, maka semua pihak baik orang tua, guru, bahkan hingga pemimpin juga harus memberikan contoh yang baik.
“Tutur kata yang baik, sikap yang baik agar dapat dicontoh. Kalau orang tua, guru, kepala sekolah bahkan pemimpin memberi contoh yang kurang baik maka itu yang akan ditiru oleh para anak-anak, terutama anak-anak peserta didik,” katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Masih menurut Tubagus, semua pihak harus memberikan apresiasi yang luar biasa kepada siswa yang menyelenggarakan kegiatan MOS dengan hal-hal yang baik dan positif agar menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk berlomba-lomba dalam melakukan hal yang positif.
“Kita harus memberikan apresiasi bagi siswa yang mengisi MOS dengan hal yang positif, misalnya bertutur-kata santun saat mengisi MOS, bersikap sopan dan baik kepada orang lain dan menjaga etika selama MOS,” tutur politisi PKS asal daerah pemilihan Jakarta Utara ini.
Hal positif yang mendapatkan apresiasi akan mampu menular kepada siswa bahkan dapat menular kepada mereka yang sudah dewasa, dan menjadi contoh bagi semua pihak, secara otomatis siswa yang lain akan termotivasi. Hal ini juga akan memotivasi para guru di lingkungan sekolah dan orang tua agar dapat bertutur lebih baik.
“Jangan kalah dengan anak kecil dong, anak kecil saja bisa bertutur kata dengan baik masa yang dewasa tidak bisa?” tutup Tubagus. [pks.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 30, 2015
posted by @Adimin
Berjalan Kaki, Taslim-Marfendi Datangi KPU Bukittinggi
BUKITTINGGI – Pasangan calon PAN-PKS, Taslim-Marfendi dengan berjalan kaki dari Jam Gadang mengantarkan berkas pendaftaran ke Kantor KPU Bukittinggi, Selasa (28/7).
“Saya bersama Pak Marfendi hari terakhir pendaftaran ini membawa berkas ke KPU untuk memastikan. Dengan Bismillahirrahmanirrohim mendaftar sebagai calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bukittinggi,”ujar Taslim disambut teriakan Allahu Akbar 500 loyalis yang berjalan kaki bersama mengantarkan mantan wakil rakyat DPRD Sumbar periode sebelumnya.
Pasangan ini mempunyai tagline Bukittinggi Nyaman, Sejahtera dan Berakhlak ini sepanjang jalan ke KPU mendapat sambutan warga kota.
“Mantap Pak Taslim maju terus Bukittingg butuh pemimpin seperti bapak dan pak Marfendi,”ujar Hendra pedagang kecil di sepanjang jalan itu.
Taslim-Marfendi menjadi pendaftar pertama di hari terakhir, diperkirakan ada tiga pasang calon lagi yang akan mendaftar.
“Kita tutup sampai pukul 16.00 WIB. Yang menghubungi KPU ada tiga bakal pasangan calon lagi, sejak hari kemarin sudah dua bakal pasang calon yang mendaftar,” ujar Komisioner KPU Bukittinggi Benny Aziz. [hariansinggalang.co.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 30, 2015
posted by @Adimin
RESMI: PAN & PKS Usung Taslim-Marfendi Jadi Wako Bukittinggi
Mantan anggota DPR RI, Taslim dan mantan anggota DPRD Sumbar Marfendi mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah (cakada) ke KPU Bukittinggi, Selasa 28 Juli 2015. Pasangan yang diusung PAN dan PKS ini tiba di KPU Bukittinggi sekitar pukul 10.30 WIB, dengan membawa puluhan kader PAN dan PKS.
Dalam catatan KPU Bukittinggi, pasangan Taslim dengan Marfendi ini merupakan pasangan cakada kedua yang mendaftar ke KPU Bukittinggi, karena sebelumnya pasangan Ramlan dan Irwandi dari calon perseorangan (independen) telah mendaftar ke KPU pada Senin 27 Juli 2015 kemarin.
Taslim saat ini masih tercatat sebagai pengurus DPP PAN, sementara Marfendi merupakan mantan Ketua DPD PKS Kota Padang.
Dalam keterangan pers-nya, Taslim mengatakan, dirinya baru mengetahui dirinya diusung menjadi calon walikota Bukittinggi periode 2015-2020 sekitar dua hari lalu, setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari DPP PAN yang menunjuk dirinya bersama Marfendi untuk maju sebagai cakada Bukittinggi.
“Kader PAN harus siap dengan apapun keputusan DPP PAN, tak terkecuali saya yang diperintahkan untuk maju di Pilkada Bukittinggi. Karena saya diperintahkan oleh DPP, maka saya pulang dan maju sebagai walikota Bukittinggi dan saya ditargetkan harus menang di Bukittinggi,” ujar Taslim.
Jika terpilih nantinya, Taslim berencana akan mengajak warga Bukittinggi bersama-sama untuk membangun Kota Bukittinggi dan menyelesaikan segala macam persoalan Bukittinggi, terutama mengatasi permasalahan kebersihan, perparkiran, kemacetan dan permasalahan vital lainnya di Bukittinggi. [klikpositif]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 28, 2015
PADANG -- Pendaftaran calon kepala daerah untuk Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 dibuka mulai 26 hingga 28 Juli 2015. Di Sumatra barat (Sumbar), pada hari kedua pendaftaran, calon incumbent Irwan Prayitno mendaftar bersama Nasrul Abit di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Irwan yang menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat dan Nasul Abit sebagai Bupaati Pesisir Selatan (Pessel) mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. Pasangan calon kepala daerah ini menjadi peserta pertama yang mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di KPU Sumbar.
Ketua KPU Sumbar, Amnasmen mengatakan telah meminta kepada Bawaslu Sumbar untuk memeriksa dokumen-dokumen yang dibawa oleh pasangan calon kepala daerah ini. Dikatakannya, pasangan calon ini akan segera menjalani pemeriksaan kesehatan pada Selasa (28/7) esok.
"Keabsahan dan kelengkapan dokumen pendaftaran yang sudah diterima akan diumumkan pada 3 Agustus 2015," kata dia di Padang, Senin (27/7).
sumber: republika.co.id
posted by @Adimin
Irwan Prayitno - Nasrul Abit Pendaftar Pertama di KPU Sumbar
Written By Anonymous on 28 July, 2015 | July 28, 2015

PADANG -- Pendaftaran calon kepala daerah untuk Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 dibuka mulai 26 hingga 28 Juli 2015. Di Sumatra barat (Sumbar), pada hari kedua pendaftaran, calon incumbent Irwan Prayitno mendaftar bersama Nasrul Abit di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Irwan yang menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat dan Nasul Abit sebagai Bupaati Pesisir Selatan (Pessel) mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. Pasangan calon kepala daerah ini menjadi peserta pertama yang mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di KPU Sumbar.
Ketua KPU Sumbar, Amnasmen mengatakan telah meminta kepada Bawaslu Sumbar untuk memeriksa dokumen-dokumen yang dibawa oleh pasangan calon kepala daerah ini. Dikatakannya, pasangan calon ini akan segera menjalani pemeriksaan kesehatan pada Selasa (28/7) esok.
"Keabsahan dan kelengkapan dokumen pendaftaran yang sudah diterima akan diumumkan pada 3 Agustus 2015," kata dia di Padang, Senin (27/7).
sumber: republika.co.id
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 28, 2015
Sumber: obsessionnews.com
posted by @Adimin
Koalisi PKS-Gerindra Usung Irwan Prayitno-Nasrul Abit di Pilgub Sumbar
Senin (27/7/2015), pasangan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sumatera
Barat (Sumbar)-Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Irwan
Prayitno-Nasrul Abit mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar.
Kedatangan pasangan itu diantar pengurus partai politik pengusung,
bersama tim sukses. (Drs. H. Nasrul Abit adalah Bupati Pesisir Selatan,
Sumatera Barat periode 2010-2015)
Pasangan yang diusung PKS dan Partai Gerindra itu sampai di KPU Sumbar sekitar pukul 09:50 WIB. Kedatangan petahanan itu disambut dengan suguhan sirih di Carano, sebagai ciri khas di Ranah Minang.
Kapolda Sumbar Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi (Pol) Bambang Sri Herwanto bersama Kapolresta Padang Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wisnu Andayana secara langsung memantau proses pelaksanaan pendaftaran.
Sementara itu, pengamanan di sekitar KPU Jalan Pramuka Kota Padang, terlihat ketat yang sebelumnya dilaksanakan sterilisasi tempat pendaftaran.
Kapolda Sumbar Brigadir Jenderal Polisi Bambang Sri Herwanto memantau langsung proses pendaftaran calon gubernur untuk memastikaan prosesnya berjalan lancar dan aman. Komitmen Kapolda menjamin keamanan pelaksanaan pendaftaran, merupakan janji beliau saat meninjau proses simulasi pendaftaran pada Sabtu (25/7) lalu.
Pasangan yang diusung PKS dan Partai Gerindra itu sampai di KPU Sumbar sekitar pukul 09:50 WIB. Kedatangan petahanan itu disambut dengan suguhan sirih di Carano, sebagai ciri khas di Ranah Minang.
Kapolda Sumbar Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi (Pol) Bambang Sri Herwanto bersama Kapolresta Padang Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wisnu Andayana secara langsung memantau proses pelaksanaan pendaftaran.
Sementara itu, pengamanan di sekitar KPU Jalan Pramuka Kota Padang, terlihat ketat yang sebelumnya dilaksanakan sterilisasi tempat pendaftaran.
Kapolda Sumbar Brigadir Jenderal Polisi Bambang Sri Herwanto memantau langsung proses pendaftaran calon gubernur untuk memastikaan prosesnya berjalan lancar dan aman. Komitmen Kapolda menjamin keamanan pelaksanaan pendaftaran, merupakan janji beliau saat meninjau proses simulasi pendaftaran pada Sabtu (25/7) lalu.
Sumber: obsessionnews.com
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 28, 2015
PADANG -- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno kembali maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang. Irwan sebagai calon petahana, menggandeng Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Nasrul Abit untuk maju sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatra Barat.
"Karena ada tuntutan masyarakat yang datang pada saya, dan juga tuntutan para birokrat yang meminta saya maju kembali," kata Irwan usai mendaftar diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Senin (27/7).
Selain itu, lanjut dia, masih ada sejumlah tugas-tugas prioritas di Sumbar yang harus dituntaskan. Sehingga, Irwan mengatakan, atas pertimbangan-pertimbangan itulah dirinya memutuskan kembali maju dengan dukungan partai pengusung, yaitu PKS dan Partai Gerindra.
Irwan mengungkapkan, ia memilih Nasrul Abit lantaran sejumlah prestasi yang sudah ditorehkan oleh bupati yang sudah menjabat selama dua periode dan wakil bupati satu periode itu di Pesisir Selatan. Dikatakannya, beberapa waktu lalu, Pesisir Selatan tercatat sebagai daerah tertinggal. Namun, saat ini untuk bidang pendidikan, Pessel nomor satu di Sumbar. Termasuk, lanjut dia, prestasi lain di bidang ekonomi, serta pariwisata.
"Dulu orang di Sumbar yang dilirik adalah Bukittinggi sehingga membuat macet, saat ini, sudah ada dua alternatif, Bukittinggi dan Painan (Pesisir Selatan)," ujarnya.
Sementara itu, Nasrul Abit mengaku bersedia mendampingi Irwan Prayitno lantaran sosoknya yang soleh.
"Pertama kita ada 'adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah'. Syarak berhubungan dengan keagamaan. Saya lihat figur beliau soleh, mudah-mudahan bisa menjadi panutan untuk kita," tutur Nasrul.
Selain itu, ia melanjutkan, selama ini perhatian Irwan fokus pada pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan, lima daerah tertinggal di Sumbar tuntas dalam waktu lima tahun.
"Tugas kita, adalah bagaimana tiga daerah yang tertinggal bisa kita tuntaskan," jelasnya.
posted by @Adimin
Gubernur Sumbar Kembali Maju dalam Pilkada 2015

PADANG -- Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno kembali maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang. Irwan sebagai calon petahana, menggandeng Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Nasrul Abit untuk maju sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatra Barat.
"Karena ada tuntutan masyarakat yang datang pada saya, dan juga tuntutan para birokrat yang meminta saya maju kembali," kata Irwan usai mendaftar diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Senin (27/7).
Selain itu, lanjut dia, masih ada sejumlah tugas-tugas prioritas di Sumbar yang harus dituntaskan. Sehingga, Irwan mengatakan, atas pertimbangan-pertimbangan itulah dirinya memutuskan kembali maju dengan dukungan partai pengusung, yaitu PKS dan Partai Gerindra.
Irwan mengungkapkan, ia memilih Nasrul Abit lantaran sejumlah prestasi yang sudah ditorehkan oleh bupati yang sudah menjabat selama dua periode dan wakil bupati satu periode itu di Pesisir Selatan. Dikatakannya, beberapa waktu lalu, Pesisir Selatan tercatat sebagai daerah tertinggal. Namun, saat ini untuk bidang pendidikan, Pessel nomor satu di Sumbar. Termasuk, lanjut dia, prestasi lain di bidang ekonomi, serta pariwisata.
"Dulu orang di Sumbar yang dilirik adalah Bukittinggi sehingga membuat macet, saat ini, sudah ada dua alternatif, Bukittinggi dan Painan (Pesisir Selatan)," ujarnya.
Sementara itu, Nasrul Abit mengaku bersedia mendampingi Irwan Prayitno lantaran sosoknya yang soleh.
"Pertama kita ada 'adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah'. Syarak berhubungan dengan keagamaan. Saya lihat figur beliau soleh, mudah-mudahan bisa menjadi panutan untuk kita," tutur Nasrul.
Selain itu, ia melanjutkan, selama ini perhatian Irwan fokus pada pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan, lima daerah tertinggal di Sumbar tuntas dalam waktu lima tahun.
"Tugas kita, adalah bagaimana tiga daerah yang tertinggal bisa kita tuntaskan," jelasnya.
sumber: republika.co.id
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 22, 2015
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi ‘Barirayo’ Bersama 150 Anak Yatim Piatu
Written By Anonymous on 22 July, 2015 | July 22, 2015

PADANG – Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah dan isteri ‘barirayo’ (berlebaran-red) bersama 150 anak yatim piatu yang ada di Kota Padang. Dalam Hari Raya Idul Fitri 1436 H kemarin itu, selain menjalin silaturahim, anak-anak yatim piatu itu juga mencicipi aneka hidangan makanan dan minuman di Palanta kediaman Walikota Padang.
'Barirayo' bersama anak yatim piatu itu dilakukan pada hari kedua lebaran. Rombongan 150 anak yatim binaan Yayasan Lembaga Penyantun Anak Yatim Piatu Miskin Non Panti Asuhan, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumatera Barat itu tiba di kediaman Wako setelah shalat maghrib. Mereka disambut Wako Mahyeldi, Ny Harneli Bahar Mahyeldi dan seluruh keluarga.
Begitu tiba di Palanta, keseluruh anak yatim piatu langsung menikmati suguhan makanan dan minuman yang telah disediakan. Hidangan makanan seperti soto, sate, kebab, miso, surabi, dan lainnya mereka cicipi tanpa batasan. Mereka terlihat asyik cepak cepong sekenyang perut. “Silahkan mencicipi seluruh makanan yang ada, tetapi jangan bersisa karena itu mubazir,” kata Ny. Harneli Bahar Mahyeldi kepada seluruh anak yatim piatu.
Di depan seluruh anak binaan Ny. Harneli Bahar Mahyeldi menyebut bahwa bersilaturahim akan memperpanjang umur dan menambah rejeki. Niat utama digelarnya pertemuan dengan seluruh anak yatim piatu itu yakni selain berlebaran bersama juga untuk anak-anak bisa mencicipi makanan dan minuman yang ada. “Kami bersyukur bisa bertemu, mudah-mudahan mendapat berkah dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, mungkin untuk pembeli buku,” tuturnya.
Sementara Ketua Yayasan, Zulkarnain Kamsya berujar bahwa anak binaan milik yayasan sudah ada yang menjadi mahasiswa undangan bidik misi SLTA. Anak binaan tersebut adalah Putri, diterima di Universitas Andalas. Putri merupakan anak binaan pada tahun 2009.
Wako Mahyeldi berpesan kepada seluruh anak yatim piatu untuk rajin belajar dan terus berprestasi. Karena saat ini tidak ada hambatan untuk tidak bersekolah. “Rajin-rajin belajar, shalat, puasa, baca Alquran, hormat kepada orangtua dan guru. Dengan itu insha Allah kebaikan untuk kita semua,” katanya di depan seluruh anak binaan.
Wako juga merespon positif keberadaan yayasan yang diketuai Zulkarnain Kamsya tersebut. Menurutnya, ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kota Padang kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan. “Ini menunjukkan masyarakat Kota Padang sangat peduli dan memiliki semangat kedermawanan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini menjadi bagian yang diajarkan Rasulullah,” tukuk Wako.(Charlie) Teks foto: Ny. Harneli Bahar Mahyeldi dan Wako Mahyeldi Ansharullah memberikan bantuan kepada anak yatim piatu saat open house di kediamannya, Sabtu (18/7) malam. [Humas dan Protokol Kota Padang]
'Barirayo' bersama anak yatim piatu itu dilakukan pada hari kedua lebaran. Rombongan 150 anak yatim binaan Yayasan Lembaga Penyantun Anak Yatim Piatu Miskin Non Panti Asuhan, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumatera Barat itu tiba di kediaman Wako setelah shalat maghrib. Mereka disambut Wako Mahyeldi, Ny Harneli Bahar Mahyeldi dan seluruh keluarga.
Begitu tiba di Palanta, keseluruh anak yatim piatu langsung menikmati suguhan makanan dan minuman yang telah disediakan. Hidangan makanan seperti soto, sate, kebab, miso, surabi, dan lainnya mereka cicipi tanpa batasan. Mereka terlihat asyik cepak cepong sekenyang perut. “Silahkan mencicipi seluruh makanan yang ada, tetapi jangan bersisa karena itu mubazir,” kata Ny. Harneli Bahar Mahyeldi kepada seluruh anak yatim piatu.
Di depan seluruh anak binaan Ny. Harneli Bahar Mahyeldi menyebut bahwa bersilaturahim akan memperpanjang umur dan menambah rejeki. Niat utama digelarnya pertemuan dengan seluruh anak yatim piatu itu yakni selain berlebaran bersama juga untuk anak-anak bisa mencicipi makanan dan minuman yang ada. “Kami bersyukur bisa bertemu, mudah-mudahan mendapat berkah dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, mungkin untuk pembeli buku,” tuturnya.
Sementara Ketua Yayasan, Zulkarnain Kamsya berujar bahwa anak binaan milik yayasan sudah ada yang menjadi mahasiswa undangan bidik misi SLTA. Anak binaan tersebut adalah Putri, diterima di Universitas Andalas. Putri merupakan anak binaan pada tahun 2009.
Wako Mahyeldi berpesan kepada seluruh anak yatim piatu untuk rajin belajar dan terus berprestasi. Karena saat ini tidak ada hambatan untuk tidak bersekolah. “Rajin-rajin belajar, shalat, puasa, baca Alquran, hormat kepada orangtua dan guru. Dengan itu insha Allah kebaikan untuk kita semua,” katanya di depan seluruh anak binaan.
Wako juga merespon positif keberadaan yayasan yang diketuai Zulkarnain Kamsya tersebut. Menurutnya, ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kota Padang kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan. “Ini menunjukkan masyarakat Kota Padang sangat peduli dan memiliki semangat kedermawanan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini menjadi bagian yang diajarkan Rasulullah,” tukuk Wako.(Charlie) Teks foto: Ny. Harneli Bahar Mahyeldi dan Wako Mahyeldi Ansharullah memberikan bantuan kepada anak yatim piatu saat open house di kediamannya, Sabtu (18/7) malam. [Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 20, 2015
Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta.
[sumber: pks.id]
posted by @Adimin
Presiden PKS: Rangkul Semua Anak Bangsa dalam Penyelesaian Tolikara
Written By Anonymous on 20 July, 2015 | July 20, 2015
JAKARTA (19/7) – Insiden Tolikara, Papua, seperti dikirim Allah untuk menguji iman dan kebesaran hati Umat Islam di Indonesia pada Hari Raya Idul Fitri. Presiden PKS Anis Matta mendukung pendekatan hukum dibarengi usaha merangkul semua anak bangsa Indonesia dalam penyelesaian insiden tersebut.
“Saya sedih dan prihatin (atas insiden Tolikara), tetapi saya tidak akan mengomentari insiden ini dulu, mari kumpulkan informasi sampai semua jernih. Saya berdoa agar insiden ini dapat segera diselesaikan,” tulis Anis Matta melalui akun twitternya @anismatta, Sabtu (18/7).
Anis mengajak masyarakat Indonesia untuk memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri lebih dalam. Ia mengatakan makna Lebaran sebagai Hari Kemenangan bukanlah kemenangan manusia secara mutlak, melainkan semua karena izin Allah SWT.
“Hari Lebaran sering dimaknai sebagai Hari Kemenangan, tapi pada hari kemenangan itu kita kumandangkan takbir. Artinya ada yang lebih agung dan berkuasa dari usaha manusia, yaitu Allah Yang Maha Besar,” katanya.
Menurut Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2013 itu, setelah berjuang dengan ibadah soliter (seperti puasa, tarawih, I’tikaf) kaum muslimin dan muslimat merayakannya dalam semangat kolektif, yaitu sholat di lapangan dan saling bermaafan.
“Artinya kesalehan individual kita perlu dikonfirmasikan dengan tindakan sosial kita. Sesaleh apapun kita, selalu ada kemungkinan kita berbuat dosa terhadap orang lain,” ujar politisi asal Bone, Sulawesi Selatan itu.
Idul Fitri, lanjut Anis, juga mengajarkan kegembiraan dalam beragama. Dalam kegembiraan itu pula sepatutnya Umat Islam mendoakan saudara-saudara yang belum sepenuhnya bergembira di Hari Raya. Anis mengingatkan kondisi kaum muslim Rohingya di Myanmar dan pengungsian, kaum Uyghur di China yang ditekan rezim berkuasa, serta saudara-saudara muslim di belahan dunia lainnya.
“Mari kita bagi sebagian hati gembira kita untuk mereka. Saudara kita di Palestina, Irak, Syria, Mesir, Yaman, Libya, dan masih banyak lagi. Juga kaum muslim Indonesia yang masih didera kemiskinan atau bencana. Teriring doa semoga Allah meridhoi langkah kita selepas Idul Fitri ini,” pesannya.
“Saya sedih dan prihatin (atas insiden Tolikara), tetapi saya tidak akan mengomentari insiden ini dulu, mari kumpulkan informasi sampai semua jernih. Saya berdoa agar insiden ini dapat segera diselesaikan,” tulis Anis Matta melalui akun twitternya @anismatta, Sabtu (18/7).
Anis mengajak masyarakat Indonesia untuk memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri lebih dalam. Ia mengatakan makna Lebaran sebagai Hari Kemenangan bukanlah kemenangan manusia secara mutlak, melainkan semua karena izin Allah SWT.
“Hari Lebaran sering dimaknai sebagai Hari Kemenangan, tapi pada hari kemenangan itu kita kumandangkan takbir. Artinya ada yang lebih agung dan berkuasa dari usaha manusia, yaitu Allah Yang Maha Besar,” katanya.
Menurut Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2013 itu, setelah berjuang dengan ibadah soliter (seperti puasa, tarawih, I’tikaf) kaum muslimin dan muslimat merayakannya dalam semangat kolektif, yaitu sholat di lapangan dan saling bermaafan.
“Artinya kesalehan individual kita perlu dikonfirmasikan dengan tindakan sosial kita. Sesaleh apapun kita, selalu ada kemungkinan kita berbuat dosa terhadap orang lain,” ujar politisi asal Bone, Sulawesi Selatan itu.
Idul Fitri, lanjut Anis, juga mengajarkan kegembiraan dalam beragama. Dalam kegembiraan itu pula sepatutnya Umat Islam mendoakan saudara-saudara yang belum sepenuhnya bergembira di Hari Raya. Anis mengingatkan kondisi kaum muslim Rohingya di Myanmar dan pengungsian, kaum Uyghur di China yang ditekan rezim berkuasa, serta saudara-saudara muslim di belahan dunia lainnya.
“Mari kita bagi sebagian hati gembira kita untuk mereka. Saudara kita di Palestina, Irak, Syria, Mesir, Yaman, Libya, dan masih banyak lagi. Juga kaum muslim Indonesia yang masih didera kemiskinan atau bencana. Teriring doa semoga Allah meridhoi langkah kita selepas Idul Fitri ini,” pesannya.
Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta.
[sumber: pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 20, 2015
Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini.
[sumber: Humas Fraksi DPR RI]
posted by @Adimin
Minta Umat Islam Tidak Terprovokasi, Ketua Fraksi PKS: Hukum Harus Ditegakkan
Jakarta (18/7) - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini menilai penyerangan terhadap para jamaah salat Idul Fitri dan pembakaran rumah ibadah di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua menciderai demokrasi dan kebebasan beragama yang dijamin konstitusi. Jika tidak segera diatasi oleh aparat penegak hukum, tindakan tersebut dikhawatirkan akan berpotensi menyulut konflik yang lebih besar.
"Kami sangat prihatin, di tengah momentum bahagia dan saling memaafkan, ada sekelompok orang yang menciderai suasana kerukunan antar umat beragama yang telah terbangun baik di Papua," kata Jazuli di Jakarta, Sabtu (18/7).
Jazuli meminta aparat keamanan menegakkan hukum secara serius untuk mencegah ekses negatif yang lebih luas. Ia mendesak aparat segera mencari aktor intelektualnya, dan menindak tegas para pelakunya. Selain itu, Jazuli mendorong pihak yang berwenang memberi perlindungan bagi pemeluk agama, khususnya umat Islam, untuk beribadah berikut fasilitas rumah ibadahnya di wilayah Papua.
"Sebaliknya, saya berharap tokoh dan umat Islam tetap tenang. Mari percayakan pada penegak hukum untuk mengusutnya hingga tuntas," imbaunya.
Menurut Ketua DPP PKS ini, kunci penyelesaian dan mitigasi insiden Tolikara ada pada penegakan hukum yang tegas oleh aparat dan negara. Dengan demikian, lanjutnya, umat Islam sebagai korban memiliki kepastian hukum dan tidak tersulut tindakan provokatif dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang merusak suasana damai di bumi Papua.
"Kami sangat prihatin, di tengah momentum bahagia dan saling memaafkan, ada sekelompok orang yang menciderai suasana kerukunan antar umat beragama yang telah terbangun baik di Papua," kata Jazuli di Jakarta, Sabtu (18/7).
Jazuli meminta aparat keamanan menegakkan hukum secara serius untuk mencegah ekses negatif yang lebih luas. Ia mendesak aparat segera mencari aktor intelektualnya, dan menindak tegas para pelakunya. Selain itu, Jazuli mendorong pihak yang berwenang memberi perlindungan bagi pemeluk agama, khususnya umat Islam, untuk beribadah berikut fasilitas rumah ibadahnya di wilayah Papua.
"Sebaliknya, saya berharap tokoh dan umat Islam tetap tenang. Mari percayakan pada penegak hukum untuk mengusutnya hingga tuntas," imbaunya.
Menurut Ketua DPP PKS ini, kunci penyelesaian dan mitigasi insiden Tolikara ada pada penegakan hukum yang tegas oleh aparat dan negara. Dengan demikian, lanjutnya, umat Islam sebagai korban memiliki kepastian hukum dan tidak tersulut tindakan provokatif dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang merusak suasana damai di bumi Papua.
Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 16, 2015
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Tinjau Arus Mudik
Written By Anonymous on 16 July, 2015 | July 16, 2015
Padang, Pemudik yang masuk ke Sumatera Barat(Sumbar) melalui Bandar Udara Minangkabau(BIM), hingga H-3 sudah mencapai 10 ribu orang dan diprediksi akan terus meningkat. "10 ribu pemudik yang masuk melalui BIM itu dilayani oleh 38 penerbangan. Diprediksi, hingga hari H, arus mudik masih akan berlanjut," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau pos taktis(poskotis) lebaran di BIM, Selasa (14/7).
Ikut mendampingi rombongan itu, Polda Sumbar, Kadis Perhubungan, Kepala Cabang BI, Kepala Angkasa Pura II, Walikota Padang, Satpol PP Kota Padang. Menurut dia, untuk mengantisipasi arus mudik tersebut sejumlah maskapai telah menambah jumlah penerbangan menuju Sumbar.
"Informasi yang kita terima, Garuda Indonesia juga menambah penerbangan rute Jakarta-Padang dengan pesawat berbadan lebar yang daya angkutnya lebih banyak," katanya.
Dia berharap, penambahan jadwal penerbangan itu akan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik pada pemudik asal Sumbar.
Irwan Prayitno juga meninjau harga tiket Jakarta-Padang dari sejumlah maskapai di BIM.
"Untuk harga tiket masih sesuai dengan aturan batas bawah dan batas atas yang ditetapkan pemerintah. Mudah-mudahan hingga arus balik nanti, harga tiket akan bisa bertahan sesuai aturan," katanya.
Irwan Prayitno juga menyampaikan bahwa, banyak para perantau yang mendatangi Poskotis dengan menanyakan arah dan jalan kemana mereka akan mengunjungi sanak keluarganya. Berarti fungsi Poskotis telah memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama para pemudik yang datang ke Sumatera Barat.
Kepada masyarakat kita juga mengingatkan jika berpergian keluar kota juga memperhatikan, apakah rumah sudah terkunci, listik dan kompor sudah dimatikan. Jikapun ada lampu yang hidup agar juga memperhatikan lampu yang mana agar aman rumah ditinggalkan. Masyarakat juga diharapkan saling menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan masing-masing, jika ada yang mencurigakan agar melapor kepada pihak-pihak terkait, sehingga kondisi yang aman dan nyaman itu dapat terselenggara dengan baik. Tanpa dukungan partisipasi masyarakat, aparat tentu tidak mampu memberikan pelayanan keamanan secara maksimal, himbaunya.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran dalam kesempatan itu mengatakan, batas bawah harga tiket Jakarta-Padang tidak di bawah Rp. 600 ribu dan batas atas tidak lebih dari Rp. 1.8 juta.
Selain poskotis di BIM, gubernur yang didampingi Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto, Wali kota Padang dan sejumlah instansi terkait juga meninjau tiga pos taktis(poskotis) lebaran di Kota Padang.
Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 3600 personil di seluruh Sumatera Barat untuk pengamanan lebaran.
"Mereka akan terbagi menjadi tiga shift agar pelayanan bisa maksimal selama 24 jam setiap hari," katanya.
Tidak hanya melihat kesiapan petugas di poskotis, gubernur Irwan Prayitno juga menyerahkan bantuan operasional untuk petugas, sebagai bentuk apresiasi pada mereka yang tetap memberikan pelayanan pada masyarakat dalam suasana lebaran. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN