Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 27, 2015
posted by @Adimin
Irsyad Syafar Sponsori Program Bedah Rumah Ibadah PKS Payakumbuh
Written By Anonymous on 27 December, 2015 | December 27, 2015
DPD PKS Payakumbuh kembali membedah mushola, sebagai salah satu wujud dari slogan Berkhidmat untuk Rakyat. Kali ini, giliran Surau Tabek yang didandani, Kamis (24/12/2015), di Kelurahan Talang Koto nan Ampek.
Kegiatan ini melibatkan kader-kader PKS Payakumbuh dan warga setempat. Mereka bahu-membahu bergotong royong membersihkan halaman, mengecor lantai, dan mengecat ulang bangunan surau.
Ketua DPD PKS Payakumbuh, Hamdi Agus mengatakan, bedah mushola merupakan program rutin yang dilaksanakan satu bulan sekali. Program ini juga sebagai wujud PKS untuk berkhidmat bagi masyarakat Payakumbuh.
"Ini membuktikan kita tulus dalam bekerja. Tidak hanya sebelum pilkada, bahkan setelah pilkada pun kita tetap memberikan pengabdian kepada masyarakat," ujar Hamdi.
Dikatakan Hamdi, kegiatan kali ini terbilang istimewa, karena dihadiri dan disponsori langsung Ketua DPW PKS Sumbar yang juga anggota DPRD provinsi, Irsyad Syafar. Selain itu, Hamdi juga senang, dengan apresiasi dan sambutan hangat masyarakat Talang untuk bahu membahu membedah surau ini.
"Tidak hanya kaum bapak, kaum ibu pun aktif membantu ketika pengecoran lantai dilakukan," ungkap Hamdi.
Sebelumnya, DPD PKS Payakumbuh juga membedah Mushola Al Irsyad di Kelurahan Koto Panjang Padang, Lamposi, Tigo Nagori, pada 13 September 2015 lalu. Menyusul kemudian Mushola Batirai di Nangkodok, pada 24 Oktober 2015. [valora.co.id]
keterangan foto: Kader PKS Payakumbuh bersama warga setempat, bergotong royong membersihkan Surau Tabek, di Kelurahan Talang Koto nan Ampek, Rabu (24/12). Ketua DPW PKS Sumbar, Irsyad Syafar (peci putih-red) turut ambil bagian mengecat surau, sehingga tampak baru.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 25, 2015
Bismillahirahmanirahim,
Berikut kami sampaikan penjelasan terkait kunjungan silaturahim DPP PKS kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin 21 Desember 2015.
Pertama, kunjungan tersebut adalah itikad baik yang datang dari kedua belah pihak untuk menjalin silaturahim sebagai sesama Muslim dan sesama anak bangsa.
Silaturahim ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi melalui proses komunikasi yang cukup lama sejak Musyawarah Nasional (MUNAS) PKS pada September 2015.
Pada MUNAS PKS yang lalu, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Kabinet menyatakan kesediaannya untuk hadir dan bersilaturahim dengan pengurus DPP PKS yang baru seandainya diundang, namun niatan baik tersebut tertunda karena ada agenda Presiden RI dalam rangka kunjungan ke negara-negara Timur Tengah.
Sebelum Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) PKS pun niat baik Presiden Joko Widodo akan hadir juga tersampaikan namun dengan beberapa pertimbangan teknis acara, masih belum bisa terlaksana. Setelah melakukan komunikasi lanjutan, akhirnya disepakati waktu yang tepat untuk pertemuan tersebut pada Senin, 21 Desember 2015.
Kedua, dalam kunjungan tersebut tidak ada pembicaraan terkait posisi atau jabatan politik. Suasana diskusi berjalan dengan cukup cair dan penuh keterbukaan, sehingga PKS berkesempatan menyampaikan pandangan dan masukan yang kritis dan konstruktif kepada Presiden Joko Widodo. Kita juga menyampaikan bahwa posisi PKS tetap di luar pemerintahan bersama Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai partai Oposisi Loyal.
Meskipun PKS di luar pemerintahan (oposisi) , PKS tetap loyal dengan kepentingan bangsa dan negara. PKS senantiasa loyal dengan agenda-agenda pro-rakyat dan pro-kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, kita menyampaikan pentingnya pemerintah peduli pada nasib WNI yang menjadi buruh migran. Tepat sehari sebelumnya, DPP PKS mengadakan Acara Peringatan Buruh Migran Internasional.
Kita juga menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah terhadap Program Ketahanan Keluarga. Di hari yang sama dengan kunjungan tersebut DPP PKS juga pada pagi harinya mengadakan Peringatan Hari Ibu sebagai upaya memperjuangkan Program Ketahanan Keluarga.
Selain topik-topik tersebut, pembicaraan pun melebar pada permasalahan penurunan penerimaan pajak, masalah infrastruktur, ketahanan dan kedaulatan pangan, reformasi birokrasi, sampai pada persoalan hubungan Luar Negeri, termasuk dengan negara-negara Timur Tengah.
Ketiga, mari kita bersama-sama menyamakan konstruksi berpikir kita sebagai partai dakwah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari bangun rasa kebersamaan dengan semua elemen bangsa untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.
Kompetisi pileg, pilkada dan pilpres adalah sebuah kontestasi kebaikan bukan ajang permusuhan. Sehingga ketika kompetisi tersebut usai, sewajarnya kita menjalin kembali tali silaturahim yang sempat terputus. Perbedaan posisi politik tidak boleh menjadi halangan untuk bisa saling bekerjasama. Justru karena beda posisi itu kita harus bisa saling melengkapi dan menasehati satu sama lain.
Keempat, PKS adalah entitas partai politik yang tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi dan kolaborasi dengan semua elemen bangsa adalah sebuah keniscayaan hidup di negeri yang penuh keragamaan. Mari terus perluas pergaulan sekaligus perkuat karakter. Negeri ini sangat beragam maka kita harus bisa membangun jiwa yang lapang dada, saling memahami dan menghargai.
Ijtihad politik PKS dalam membangun koalisi harus berdasarkan pada hubungan kerjasama yang sejajar (equality), saling menghormati (mutual respect), memberikan kemaslahatan publik (public benefit) dengan tetap menjaga prinsip dan karakter luhur sebagai partai dakwah.
Kelima, Silaturahim DPP PKS ke Istana Negara adalah sebuah langkah awal PKS untuk terus membangun komunikasi politik yang rendah hati, hangat dan terbuka dengan seluruh anak bangsa. Oleh karena itu DPP PKS menyerukan kepada:
(1)Seluruh kader, simpatisan dan konstituen PKS dimana pun berada
(2)Seluruh pengurus Partai dari tingkat Pusat hingga Ranting
(3)Seluruh kader PKS yang menjadi pejabat publik, baik di legislatif maupun eksekutif dari tingkat Pusat hingga Daerah;
agar senantiasa proaktif menjalin silaturahim dengan seluruh elemen bangsa agar tercipta suasana politik yang lebih kondusif dan semakin matang sehingga memberikan kemasalahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk kita bersama. Semoga Allah Swt memberikan kelapangan dada pada setiap diri kita, menguatkan keyakinan dan memantapkan hati-hati kita dalam menjalani kehidupan berjamaah/berpartai ini. Amin Ya Rabbal Alamin.
Jakarta, 24 Desember 2015
Wassalamualaikum Wr Wb
Mohamad Sohibul Iman
Presiden PKS
posted by @Adimin
PENJELASAN SILATURAHIM DPP PKS KE ISTANA NEGARA
Written By Anonymous on 25 December, 2015 | December 25, 2015
Assalamualaikum Wr Wb,
Bismillahirahmanirahim,
Berikut kami sampaikan penjelasan terkait kunjungan silaturahim DPP PKS kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin 21 Desember 2015.
Pertama, kunjungan tersebut adalah itikad baik yang datang dari kedua belah pihak untuk menjalin silaturahim sebagai sesama Muslim dan sesama anak bangsa.
Silaturahim ini tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi melalui proses komunikasi yang cukup lama sejak Musyawarah Nasional (MUNAS) PKS pada September 2015.
Pada MUNAS PKS yang lalu, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Kabinet menyatakan kesediaannya untuk hadir dan bersilaturahim dengan pengurus DPP PKS yang baru seandainya diundang, namun niatan baik tersebut tertunda karena ada agenda Presiden RI dalam rangka kunjungan ke negara-negara Timur Tengah.
Sebelum Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) PKS pun niat baik Presiden Joko Widodo akan hadir juga tersampaikan namun dengan beberapa pertimbangan teknis acara, masih belum bisa terlaksana. Setelah melakukan komunikasi lanjutan, akhirnya disepakati waktu yang tepat untuk pertemuan tersebut pada Senin, 21 Desember 2015.
Kedua, dalam kunjungan tersebut tidak ada pembicaraan terkait posisi atau jabatan politik. Suasana diskusi berjalan dengan cukup cair dan penuh keterbukaan, sehingga PKS berkesempatan menyampaikan pandangan dan masukan yang kritis dan konstruktif kepada Presiden Joko Widodo. Kita juga menyampaikan bahwa posisi PKS tetap di luar pemerintahan bersama Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai partai Oposisi Loyal.
Meskipun PKS di luar pemerintahan (oposisi) , PKS tetap loyal dengan kepentingan bangsa dan negara. PKS senantiasa loyal dengan agenda-agenda pro-rakyat dan pro-kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, kita menyampaikan pentingnya pemerintah peduli pada nasib WNI yang menjadi buruh migran. Tepat sehari sebelumnya, DPP PKS mengadakan Acara Peringatan Buruh Migran Internasional.
Kita juga menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah terhadap Program Ketahanan Keluarga. Di hari yang sama dengan kunjungan tersebut DPP PKS juga pada pagi harinya mengadakan Peringatan Hari Ibu sebagai upaya memperjuangkan Program Ketahanan Keluarga.
Selain topik-topik tersebut, pembicaraan pun melebar pada permasalahan penurunan penerimaan pajak, masalah infrastruktur, ketahanan dan kedaulatan pangan, reformasi birokrasi, sampai pada persoalan hubungan Luar Negeri, termasuk dengan negara-negara Timur Tengah.
Ketiga, mari kita bersama-sama menyamakan konstruksi berpikir kita sebagai partai dakwah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari bangun rasa kebersamaan dengan semua elemen bangsa untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.
Kompetisi pileg, pilkada dan pilpres adalah sebuah kontestasi kebaikan bukan ajang permusuhan. Sehingga ketika kompetisi tersebut usai, sewajarnya kita menjalin kembali tali silaturahim yang sempat terputus. Perbedaan posisi politik tidak boleh menjadi halangan untuk bisa saling bekerjasama. Justru karena beda posisi itu kita harus bisa saling melengkapi dan menasehati satu sama lain.
Keempat, PKS adalah entitas partai politik yang tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi dan kolaborasi dengan semua elemen bangsa adalah sebuah keniscayaan hidup di negeri yang penuh keragamaan. Mari terus perluas pergaulan sekaligus perkuat karakter. Negeri ini sangat beragam maka kita harus bisa membangun jiwa yang lapang dada, saling memahami dan menghargai.
Ijtihad politik PKS dalam membangun koalisi harus berdasarkan pada hubungan kerjasama yang sejajar (equality), saling menghormati (mutual respect), memberikan kemaslahatan publik (public benefit) dengan tetap menjaga prinsip dan karakter luhur sebagai partai dakwah.
Kelima, Silaturahim DPP PKS ke Istana Negara adalah sebuah langkah awal PKS untuk terus membangun komunikasi politik yang rendah hati, hangat dan terbuka dengan seluruh anak bangsa. Oleh karena itu DPP PKS menyerukan kepada:
(1)Seluruh kader, simpatisan dan konstituen PKS dimana pun berada
(2)Seluruh pengurus Partai dari tingkat Pusat hingga Ranting
(3)Seluruh kader PKS yang menjadi pejabat publik, baik di legislatif maupun eksekutif dari tingkat Pusat hingga Daerah;
agar senantiasa proaktif menjalin silaturahim dengan seluruh elemen bangsa agar tercipta suasana politik yang lebih kondusif dan semakin matang sehingga memberikan kemasalahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk kita bersama. Semoga Allah Swt memberikan kelapangan dada pada setiap diri kita, menguatkan keyakinan dan memantapkan hati-hati kita dalam menjalani kehidupan berjamaah/berpartai ini. Amin Ya Rabbal Alamin.
Jakarta, 24 Desember 2015
Wassalamualaikum Wr Wb
Mohamad Sohibul Iman
Presiden PKS
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 23, 2015
posted by @Adimin
Orang Tua Perlu Bekali Anak Kemampuan Menolak Konten Negatif Internet
Written By Anonymous on 23 December, 2015 | December 23, 2015
JAKARTA (21/12) – Ibu dan ayah perlu membekali anak dengan kemampuan menolak (daya tolak) terhadap media yang mengandung kekerasan dan seksual.
Demikian dikatakan Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih pada Talkshow Hari Ibu bertema "Penguatan Peran Ibu dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga Guna Mengokohkan Ketahanan Nasional" di Aula Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (21/12/2015).
“Kita tidak mungkin menjadikan anak kita steril. Kita tidak mungkin jadikan mereka tidak akses gadget, internet, atau tidak mengakses dunia luar. Tapi, yang diperlukan adalah resiliensi atau daya tolak terhadap konten negatif. Kita juga tidak bisa selalu bisa menyalahkan anak-anak atau negara,” ujar Wirianingsih.
Wanita yang biasa disapa Wiwi ini mengajak seluruh ibu di Indonesia menjaga anak dan keluarganya dengan kemampuan daya tolak terhadap konten negatif di Internet.
“Daya tahan yang dibekalkan ke mereka adalah daya tahan mental. Daya tahan mental ini dari agama. Agama mengajarkan tanggung jawab dan takut kepada Tuhan. Ada rasa untuk takut bersalah kepada orang tua. Setiap anak punya respect terhadap orang tua. Sikap tersebut sudah ada di anak kita,” jelasnya.
Wiwi juga mengajak seluruh kaum ibu di partai politik, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan masyarakat untuk berbagi kepada ibu-ibu lainnya tentang pentingnya menjaga komunikasi dengan anak.
“Yang diperlukan adalah menjaga komunikasi dengan anak di rumah dan juga ajak untuk selalu membuka wawasannya. Kalau ada masalah, kita usahakan anak tidak berkomunikasi ke luar dulu, tapi berkomunikasi ke ibunya dulu di rumah,” imbuhnya.
Sementara Direktur Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aplikasi Telematika Kemenkominfo Septiana Tangkari menambahkan, pemerintah sejauh ini telah melakukan sejumlah kebijakan untuk melindungai anak dari pengaruh negatif konten internet, khususnya game online yang banyak digemari anak-anak. Salah satunya dengan penerbitan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Ekonomi (ITE).
“Hal yang dilarang mencakup pasal 27 sampai pasal 29. Apabila di dalamnya ada hal tersebut, ada ancaman pidana,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, rancangan peraturan kominfo tentang rating game sedang dilakukan. Tujuannya, lanjut dia, mengklasifikasi permainan berdasarkan konten dan kelompok pemain pengguna game online.
Keterangan Foto: Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih pada Talkshow Hari Ibu bertema "Penguatan Peran Ibu dalam Mengokohkan Ketahanan Keluarga Guna Mengokohkan Ketahanan Nasional" di Aula Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (21/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 23, 2015
posted by @Adimin
Hari Ibu, DPR Apresiasi Khusus kepada Penyandang Disabilitas
Demak (22/12) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa memberikan apresiasi khusus kepada para ibu yang memiliki anak penyandang disabilitas. Hal itu diungkapkan Ledia melalui akun twitter pribadi @lediahanifa dalam memeringati Hari Ibu yang jatuh di setiap tanggal 22 Desember.
“Pada Hari Ibu ini saya ingin beri apresiasi khusus pada para Ibu yang memiliki anak penyandang Disabilitas. Ibu-ibu ini tetap berjuang untuk anak-anaknya agar dapat mandiri. Meski orang memandang mustahil,” cuit Ledia di sela-sela Kunjungan Kerja ke dua desa di Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (22/12).
Selain itu, Ledia juga memberikan semangat kepada para Ibu penyandang disabilitas yang tetap bekerja keras mendidik keluarga mereka, mendukung sejawat, dan memperjuangkan hak-hak untuk diri mereka sendiri.
Oleh karena itu, Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I ini berharap pembahasan RUU penyandang Disabilitas dapat dirampungkan tahun ini sebagai sebuah kado untuk para penyandang disabilitas tersebut.
“Selamat memaknai Hari Ibu setiap hari, mendukung perjuangan kaum ibu dan memenuhi harapan kaum ibu untuk negeri tercinta ini,” harap Ledia.
Sebagaimana diketahui, saat ini nasib RUU Disabilitas berada di tangan presiden untuk segera ditanggapi. Oleh karena, Pimpinan DPR telah mengirimkan surat kepada presiden untuk segera mengeluarkan surat presiden (surpres). Dimana surpres tersebut berisi kementerian (leading sector) apa yang berwenang dalam membahas DIM RUU yang telah selesai dibahas oleh DPR sejak Oktober 2015 silam ini.
Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RIposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 23, 2015
posted by @Adimin
Netty Heryawan: Bangkitkan Kesadaran Masyarakat akan Kualitas Hidup Perempuan
BANDUNG (22/12) – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan Peringatan Hari Ibu ini merupakan sebagai momentum untuk membangkitkan kesadaran semua kalangan baik dilingkungan pemerintahan sampai kepada penggiat di masyarakat.
“Peringatan Hari Ibu ini harus dimaknai dengan substansif agar kualitas hidup ini dapat ditingkatkan,” tegas Netty pada Peringati Hari Ibu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 dengan tema "Dari Perempuan Oleh Perempuan Dan Untuk Perempuan Jawa Barat" di halaman Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa (22/12).
Mengingat hari ini begitu banyak permasalahan yang dialami perempuan, lanjut Netty, harus diselesaikan oleh perempuan sendiri lewat penyusunan kebijakan maupun dalam proses implementasinya. Maka perempuan harus berdaya, cerdas dan dapat membangun mentalitas yang tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Selain itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari menuturkan saat ini penghargaan terhadap perempuan masih sangat rendah dengan berbagai permasalahan yang terjadi. Hal tersebut menyebabkan kekecewaaan dan keprihatinan kita bersama pada kaum perempuan, penting diketahui senyum ibu dan perempuan merupakan senyum kita bersama.
Pungkasnya, Netty berharap permasalahan sosial yang dihadapi perempuan saat ini dapat diturunkan dan diselesaikan dengan baik. Karena orang-orang yang berada diruang penusunan kebijakan semuanya mempunyai pemahaman yang sama tentang pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai pilar, penjaga keutuhan bangsa dan kekokohan keluarga.
Peringatan Hari Ibu ini dirangkaian dengan pemberian kepada 20 perempuan sebagai penyapu jalanan di kota Bandung dan sekitarnya serta 12 Woman Inspiring di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan pertanian. Turut dihadiri oleh Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Giselawati Mizwar, Kepala Pengadilan Tinggi Provinsi Jawa Barat Marni Emy Mustapa, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati, Ketua Dharmawanita Persatuan Provinsi Jawa Barat Ely Iwa Karniwa dan perwakilan Organisasi Perempuan di Jawa Barat.
Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 23, 2015
posted by @Adimin
Harga Beras Melonjak, Pemko Padang Gelar Operasi Pasar
PADANG – Tingginya lonjakan harga beras di pasaran membuat Pemerintah Kota Padang mesti menyikapi keadaan demikian. Guna meredam harga beras yang mulai ‘mencekik’ itu Pemko Padang melakukan Operasi Pasar (OP).
“Saat dilakukan peninjauan ke pasar-pasar, harga beras naik mencapai 20 persen lebih. Karena itu Pemko Padang bekerjasama dengan Bulog dan Bank Indonesia (BI) menggelar Operasi Pasar (OP),” ujar Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo saat meninjau pelaksanaan Operasi Pasar di Pasar Alai, Selasa (22/12).
Dikatakan Walikota, OP di Kota Padang digelar di masing-masing kecamatan dan seluruh pasar yang ada. Harga beras yang dijual terbilang relatif murah dibanding harga di pasaran.
“Masyarakat dapat membeli eceran dengan harga Rp 8.400,- perkilo dan Rp 13.400 pergantang. Harga ini tak boleh lebih dari yang ditetapkan, jika ada yang menjual lebih dari harga yang telah ditetapkan itu merupakan pelanggaran,” kata Mahyeldi.
Disebutkan Walikota, digelarnya OP sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat atas tingginya harga beras. OP di masing-masing kecamatan dan pasar ini akan terus dilakukan hingga harga beras stabil.
“Lewat OP ini kita meringankan beban masyarakat, sehingga seluruh masyarakat dapat beras,” tukas Mahyeldi.
Dalam gelaran OP di Pasar Alai itu, Walikota Padang langsung turun tangan membagikan beras kepada pembeli. Walikota pun tak segan-segan ‘manjojokan’ beras kepada calon pembeli.
“Barehnyo rancak, haragonyo murah (berasnya bagus, harganya murah),” ujar Walikota menawarkan beras milik Bulog tersebut.
Calon pembeli pun berbondong-bondong datang membeli ke mobil truk yang membawa beras tersebut. Mereka memesan sesuai selera. Ada yang membeli tiga kilo, namun ada pula yang membeli cukup banyak.
“Murah barehnyo, bareh nan harago Rp 8.400,- ko kalau dibali di lua bisa Rp 12.000 sakilo (murah berasnya, beras yang harga Rp 8.400,- ini kalau dibeli di luar bisa mencapai Rp 12.000,- sekilo),” ujar Epa, seorang pembeli.
sumber: humas dan protokol kota padang
Label:
TOPIK PILIHAN
December 22, 2015
posted by @Adimin
Ibu dan Karakter Bangsa
Written By Anonymous on 22 December, 2015 | December 22, 2015
Edisi Selasa, 22 Desember 2015, Hal 5 Kolom Opini*
Setiap 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Peringatan ini kita pahami sebagai bentuk pengakuan sekaligus penghormatan terhadap peran dan arti penting ibu dalam membangun bangsa.
Tentu saja peringatan ini tidak boleh sekadar seremonial dan simbolisasi, tapi harus menjadi momentum untuk lebih membuka ruang bagi optimalisasi peran ibu sebagai pendidik utama (dan pertama) dalam ”sekolah” pertama yang bernama keluarga. Ibu merupakan jantung kehidupan karena setiap orang lahir dari rahim seorang ibu.
Secara hakiki rahim seorang ibu memberikan pelajaran yang luar biasa bagi seorang anak. Rahimnya tidak saja memberikan nutrisi yang menumbuhkan janin, tapi juga menghadirkan ikatan (bonding ) cinta dan kasih sayang pada diri anak. Ketika seorang anak lahir di dunia, cinta dan kasih sayang ibulah yang membesarkannya.
Cara ibu menyusui dan menyapih adalah pelajaran tentang menumbuhkan masa depan. Sementara cara ibu menggendong dan menatahnya berjalan adalah pelajaran tentang memeluk dan mewujudkan harapan. Dalam ajaran agama posisi dan kedudukan seorang ibu tak terbantahkan.
Bahkan disebutkan dalam sebuah Hadits Nabi bahwa keridaan Allah terletak pada keridaan orang tua. Ibu adalah orang tua yang utama karena dalam Hadits yang lain disebutkan bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu. Pun, Rasulullah SAW memuliakan seorang ibu tiga kali lebih besar dari seorang ayah.
Dalam sebuah Hadits sahih yang diriwayatkan oleh Bukhori-Muslim disebutkan ”Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan berkata, alaihi wasallam dan berkata, Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbaktipertamakali?
Nabishalallaahu Nabi shalallaahu alaihi wasallam menjawab, alaihi wasallam menjawab, Ibumu!Ibumu! Dan, orang tersebut kembali bertanya, Dan, orang tersebut kembali bertanya, Kemudian siapa lagi?Kemudian siapa lagi? Nabi shalallaahu Nabi shalallaahu alaihi wasallam menjawab, alaihi wasallam menjawab, Ibumu!Ibumu!
Orang tersebut bertanya kembali, Orang tersebut bertanya kembali, Kemudian siapa lagi?Kemudian siapa lagi? Beliau menjawab, Beliau menjawab, Ibumu. Ibumu. Orang tersebut bertanya kembali, Orang tersebut bertanya kembali, Kemudian siapa lagi, Kemudian siapa lagi, Nabi shalallahu Nabi shalallahu alaihi wasallam menjawab, alaihi wasallam menjawab, Kemudian ayahmu.”
Ibu dan Visi Kebangsaan
Melihat kedudukan strategis seorang ibu tersebut, sudah seharusnya upaya pemuliaan, penghormatan, serta pengakuan terhadap peran-peran ibu dalam mendidik generasi diafirmasi dalam kebijakankebijakan pemerintah dan negara. Negara harus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi optimalisasi peran tersebut serta bagi pemuliaan dan penghormatan ibu sebagai jantung kehidupan.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang dibangun di atas fondasi nilai dan karakter kemanusiaan yang hakiki dan nilai-karakter itu ditransformasikan sejak dini melalui peranperan pengasuhan seorang ibu dalam sekolah keluarga. Bukan saja membangun bangsa, seorang ibu sejatinya juga mencetak pemimpin bangsa yang unggul melalui pendidikan kepribadian yang ditanamkan sejak dini. Ahli psikologi menyatakan bahwa seorang manusia melewati masa-masa perkembangan kemampuan dan internalisasi nilai-karakter sepanjang hidupnya.
Usia emas (the golden age ) manusia itu ada pada masa anak-anak (khususnya fase usia 0-4 tahun) karena kecerdasannya terbangun 50% dari total kecerdasan yang akan dicapai pada usia 18 tahun. Jadi, by scientific masa tersebut sangat menentukan tumbuh kembangnya sebagai generasi yang akan mengisi masa depan bangsa ini. Fase tersebut ada dalam peran pengasuhan seorang ibu (bersama ayah tentu saja).
Jika kita menyadari bukti ilmiah (scientific evidence ) tersebut dikaitkan dengan upaya membangun kebangsaan yang berkarakter, sudah semestinya kita memfokuskan energi dan kebijakan negara pada upaya optimalisasi peran ibu (orang tua) sebagai pendidik generasi. Artinya, harus ada keberpihakan negara untuk melindungi dan mempromosikan peran ibu dan keluarga, dan itu dituangkan dalam kebijakan yang konkret dan bersifat masif menjadi sebuah gerakan kolektif.
Realitas hari ini bangsa kita menghadapi tantangan (sekaligus ancaman) nilai-karakter yang pada gilirannya akan mengoyak identitas kita sebagai sebuah bangsa. Masifnya budaya liberal telah menggeser sendi-sendi kehidupan sosial, bahkan negara. Masyarakat menjadi permisif, abai pada nilai-nilai luhur, yang berekses luas pada maraknya pergaulan bebas, kelahiran di luar nikah, aborsi, pornografi dan pornoaksi, narkoba, dan berbagai penyakit sosial lainnya seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kemampuan keluarga untuk mentransformasi nilai-nilai luhur dan karakter kebangsaan nyatanya kalah cepat dengan masifnya budaya yang merusaknya. Hal ini harus menjadi peringatan keras bagi para pemimpin dan guru bangsa bahwa jika kita tidak mampu menghadirkan solusi yang efektif, akan menjadi ancaman serius bagi visi kebangsaan kita ke depan. Solusi itu ada pada revitalisasi peran ibu dan keluarga.
Tawaran Kebijakan
Bagaimana model kebijakan negara yang mempromosikan optimalisasi peran ibu/orang tua/keluarga dalam mewujudkan generasi yang berkarakter? Bagi penulis, hal itu dapat dilakukan jika negara fokus dan berpihak pada upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga. Secara elementer ketahanan keluarga menempatkan ibu (orang tua) sebagai pendidik dan pengasuh utama bagi anakanaknya.
Konsep ini akan memanggil setiap ibu Indonesia untuk kembali dan mengambil peran tanggung jawab penuh atas pengasuhan anak-anak mereka. Artinya, para ibu dan orang tua harus mengikuti, mendampingi, mengupayakan, dan tidak bisa abai pada perkembangan anak-anak mereka. Konsepsi tersebut secara tegas merupakan upaya mengarusutamakan keluarga (family mainstreaming ) dalam kehidupan, yang secara implementatif membutuhkan transformasi kebijakan negara terhadap dunia pendidikan secara luas.
Tanggung jawab pendidikan anak tidak bisa lagi dilepas begitu saja pada institusi pendidikan formal tanpa melibatkan orang tua. Sebaliknya, orang tua diberikan ruang dan peran-peran yang optimal dalam mengetahui, mendampingi, serta mengupayakan peningkatan dan perkembangan pendidikan anak-anak mereka.
Konsepsi ini juga membutuhkan lingkungan yang kondusif bagi terlaksananya peran-peran orang tua, khususnya ibu, secara optimal. Antara lain diwujudkan dengan pemberian hak cuti hamil dan menyusui bagi ibu bekerja yang memadai untuk memberikan hak-hak anak di masamasa golden age mereka.
Perusahaan atau kantor ibu bekerja juga harus terus didorong untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar ikatan (bonding ) antara ibu dan anakanak mereka tetap terjaga antara lain dengan mengupayakan tempat pengasuhan anak (day care ) di lingkungan perusahaan/ kantor mereka.
Terakhir, secara luas negara harus terus hadir mengampanyekan family mainstreaming ini dengan menyosialisasikan dan memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada para ibu (dan calon ibu) tentang pentingnya pengasuhan dan pendidikan anak-anak.
Argumentasinya sederhana: negara harus menjamin terwujudnya generasi bangsa yang berkarakter, dan itu lahir dari ibu yang memahami dan melaksanakan peran sebagai pendidik dan pengasuh utama generasi. Semoga keberpihakan negara ini ke depan akan menjadi kado indah bagi ibu Indonesia. Selamat Hari Ibu!
H Jazuli Juwaini, MA
Ketua Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 22, 2015
Keterangan Foto: Suasana silaturahim
posted by @Adimin
Silaturahim ke Presiden RI, PKS Ingin Komunikasi Politik Kuatkan Kebijakan Prorakyat
JAKARTA (21/12) - Pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan silaturahim ke Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sebagai bagian dari menjalin komunikasi politik PKS dengan berbagai elemen bangsa.
Presiden PKS Sohibul Iman didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Mardani Ali Sera, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam) Al-Muzzammil Yusuf, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Wirianingsih, dan Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan (BPPN) Ledia Hanifah Amalia. Jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS bertemu Presiden Jokowi, Senin (21/12) di Istana Negara, Jakarta.
Menurut Sohibul Iman, rencana untuk bersilaturahim ke berbagai elemen politik merupakan program kepengurusan PKS periode 2015-2020 sebagai bagian dari upaya membangun suasana kondusif dalam politik dan kenegaraan.
“Jika parpol punya hubungan yang baik dengan berbagai elemen politik bangsa, maka banyak hal terkait kepentingan rakyat yang bisa diselesaikan dengan baik dengan mengutamakan kepentingan rakyat,” ujar Sohibul Iman.
Silaturahim ini, lanjut Sohibul, tidak akan mengubah posisi PKS sebagai partai oposisi loyalis. PKS akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, dan mendukung program-program pemerintah yang dibuat untuk kebaikan bangsa.
Silaturahim ini juga tidak akan mengubah posisi PKS di Koalisi Merah Putih (KMP). “PKS tetap berada dan terikat dengan kesepakatan-kesepakatan yang ada di KMP,” tandas Sohibul.
Selain bersilaturahim, ujar Sohibul Iman, PKS juga menyampaikan pemikiran terkait dua hari besar yang diperingati secara nasional maupun internasional dalam waktu dekat ini. Kedua hari besar tersebut adalah Hari Buruh Migran Internasional dan Hari Ibu.
“Terkait pekerja migran, kami meminta Pak Jokowi dan kabinet dapat menekan tingkat pengabaian hak-hak pekerja migran. Sementara terkait Hari Ibu, PKS juga meminta pemerintah dapat terus meningkatkan perhatian pada upaya pengarusutamaan keluarga dan ketahanan keluarga,” ungkap pria kelahiran Tasikmalaya, 50 tahun lalu ini.
Terakhir, Sohibul Iman juga menyampaikan tentang rencana PKS menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada pertengahan bulan Januari 2016 mendatang, sebagai bagian dari konsolidasi kepengurusan baru PKS. [pks.id]
Presiden PKS Sohibul Iman didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Mardani Ali Sera, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam) Al-Muzzammil Yusuf, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Wirianingsih, dan Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan (BPPN) Ledia Hanifah Amalia. Jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS bertemu Presiden Jokowi, Senin (21/12) di Istana Negara, Jakarta.
Menurut Sohibul Iman, rencana untuk bersilaturahim ke berbagai elemen politik merupakan program kepengurusan PKS periode 2015-2020 sebagai bagian dari upaya membangun suasana kondusif dalam politik dan kenegaraan.
“Jika parpol punya hubungan yang baik dengan berbagai elemen politik bangsa, maka banyak hal terkait kepentingan rakyat yang bisa diselesaikan dengan baik dengan mengutamakan kepentingan rakyat,” ujar Sohibul Iman.
Silaturahim ini, lanjut Sohibul, tidak akan mengubah posisi PKS sebagai partai oposisi loyalis. PKS akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, dan mendukung program-program pemerintah yang dibuat untuk kebaikan bangsa.
Silaturahim ini juga tidak akan mengubah posisi PKS di Koalisi Merah Putih (KMP). “PKS tetap berada dan terikat dengan kesepakatan-kesepakatan yang ada di KMP,” tandas Sohibul.
Selain bersilaturahim, ujar Sohibul Iman, PKS juga menyampaikan pemikiran terkait dua hari besar yang diperingati secara nasional maupun internasional dalam waktu dekat ini. Kedua hari besar tersebut adalah Hari Buruh Migran Internasional dan Hari Ibu.
“Terkait pekerja migran, kami meminta Pak Jokowi dan kabinet dapat menekan tingkat pengabaian hak-hak pekerja migran. Sementara terkait Hari Ibu, PKS juga meminta pemerintah dapat terus meningkatkan perhatian pada upaya pengarusutamaan keluarga dan ketahanan keluarga,” ungkap pria kelahiran Tasikmalaya, 50 tahun lalu ini.
Terakhir, Sohibul Iman juga menyampaikan tentang rencana PKS menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada pertengahan bulan Januari 2016 mendatang, sebagai bagian dari konsolidasi kepengurusan baru PKS. [pks.id]
Keterangan Foto: Suasana silaturahim
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 22, 2015
putra-putri, menantu, cucu, cicit, handai taulan, dan karib-kerabat akan datang menyusulmu walau dengan bekal yang jauh lebih sedikit dari milikmu
kami akan berusaha meniru kebaikan-kebaikanmu, agar dapat berkumpul lagi di surga-Nya,
Amiin..
Tasikmalaya, 13 Syawal 1426 H / 15 Nopember 2005
posted by @Adimin
Sohibul Iman Menangis Bacakan Puisi untuk Ibunda
JAKARTA (21/12) – Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman membaca puisi
dalam peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin
(21/12/2015).
Suasana haru memenuhi ruang acara saat ia menitikkan air mata dan
terbata membacakan puisi yang ditulis sendiri olehnya untuk sang
Almarhumah Ibunda.
“Puisi ini saya tulis persis di hari wafat Ummi, tepatnya setelah
pemakaman. Saya masuk kamar dan mulai menuliskannya,” kata pria yang
akrab disapa Kang Iman itu sebelum membacakan puisinya.
Kang Iman menuturkan pada bait keenam puisinya menceritakan proses
wafat sang Ibu. Kala itu pertengahan November 2005, Kang Iman terus
menerima telepon yang mengabarkan kondisi Ibunda. Sekitar pukul 10 pagi,
Kang Iman menerima kabar duka saat berkantor di Universitas Paramadina.
“Ummi wafat dengan cara yang indah. Almarhumah tersenyum dengan Al
Quran terbuka di sisinya. Saat itu di samping Almarhumah juga terdapat
telepon rumah yang sering digunakan untuk menelepon putra-putrinya di
pagi hari. Ummi dimakamkan selepas Ashar. Kami semua iri,” lirihnya.
UMMI
Semakin terasa nilai seorang Ibu,
rahimnya melingkupi denyut nadi dunia,
ada rasa hambar hidup tanpa dia
Ibulah yang membisikiku dengan suara hatinya
senantiasalah empati dan simpati pada penderitaan orang lain
Dia yang mengajariku dengan contohnya
bertegur sapa dan bermurah senyumlah kepada semua orang
Dia yang selalu mengingatkanku dengan bijak tentang kemuliaan
bukan harta, tapi ilmu dan kesahajaan
Di atas semua itu,
do'a-do'anya setiap saatlah yang mendatangkan kebaikan-kebaikan Allah kepada putra-putrinya
Dan kemarin, Allah melaluinya mengajariku tentang cara menjemput ajal yang baik
dengan senyum dan Alquran di sisinya
Ummi,
Semakin terasa nilai seorang Ibu,
rahimnya melingkupi denyut nadi dunia,
ada rasa hambar hidup tanpa dia
Ibulah yang membisikiku dengan suara hatinya
senantiasalah empati dan simpati pada penderitaan orang lain
Dia yang mengajariku dengan contohnya
bertegur sapa dan bermurah senyumlah kepada semua orang
Dia yang selalu mengingatkanku dengan bijak tentang kemuliaan
bukan harta, tapi ilmu dan kesahajaan
Di atas semua itu,
do'a-do'anya setiap saatlah yang mendatangkan kebaikan-kebaikan Allah kepada putra-putrinya
Dan kemarin, Allah melaluinya mengajariku tentang cara menjemput ajal yang baik
dengan senyum dan Alquran di sisinya
Ummi,
rehatlah di sisi Sang Kekasih,
kau telah menuntaskan tugas muliamu,
nikmatilah dekapan hangat Kekasih kita bersama
Tunggulah di surga-Nya,
kau telah menuntaskan tugas muliamu,
nikmatilah dekapan hangat Kekasih kita bersama
Tunggulah di surga-Nya,
putra-putri, menantu, cucu, cicit, handai taulan, dan karib-kerabat akan datang menyusulmu walau dengan bekal yang jauh lebih sedikit dari milikmu
Ummi,
kami akan berusaha meniru kebaikan-kebaikanmu, agar dapat berkumpul lagi di surga-Nya,
Amiin..
Tasikmalaya, 13 Syawal 1426 H / 15 Nopember 2005
Kami, yang kehilanganmu
Namun Ikhlas, karna kau bahagia di sisi-NYA
Namun Ikhlas, karna kau bahagia di sisi-NYA
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menangis saat
membacakan puisi dalam peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jakarta,
Senin (21/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH
December 21, 2015
posted by @Adimin
Ibu, Kunci Tanamkan Antikorupsi kepada Anak-anak
Written By Anonymous on 21 December, 2015 | December 21, 2015
JAKARTA (21/12) - Sosok Ibu ternyata bisa menghentikan dampak buruk penyakit akhlak semisal korupsi. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menegaskan sosok Ibu sangat sentral dalam menanamkan semangat antikorupsi di kalangan anak-anak.
Sohibul menyebut para Ibu sangat bisa memberikan pemahaman kepada anaknya agar tidak mencederai ruang publik dengan perilaku buruk.
“Saya kira, anak-anak kita sedari dini harus dipahamkan tentang ruang publik. Artinya, ruang milik bersama. Ibu harus menanamkan hal tersebut kepada anak-anak, agar kelak ketika besar di mana pun posisinya tidak akan mencederai ruang publik, termasuk mengambil yang bukan haknya (korupsi),” papar Sohibul dalam Peringatan Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (21/12/2015).
Ayah dari lima orang anak ini meminta peringatan Hari Ibu yang jatuh pada setiap tanggal 22 Desember dijadikan momen refleksi peran Ibu terhadap pembinaan akhlak anak-anak.
“Dan kepada Ibu-ibu muda sadarilah bahwa mereka punya peran yang luar biasa, maka jadilah Ibu yang baik buat anak-anak yang agar kelak menjadi generasi terbaik,” papar suami dari Uswindraningsih Titus ini.
Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Pusat (BPKK DPP) menggelar puncak peringatan Hari Ibu dengan Talkshow yang dihadiri tokoh-tokoh perempuan nasional, para pegiat keluarga dari lintas agama, lintas partai maupun lintas profesi dan organisasi.
Hadir diantaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar Dr Ulla Nuchrawaty, Komisioner KPI Azimah Soebagijo, Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Telematika Kemenkominfo RI Septiana Tangkari, serta Pakar Ketahanan Keluarga dan Dosen IPB Prof Euis Sunarsih. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan sambutan dalam pembukaan Talkshow Memaknai Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (21/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 21, 2015
posted by @Adimin
PKS: Jadikan Keluarga Tempat Pertama dan Utama Pembinaan Anak
JAKARTA (21/12) – Keluarga merupakan unit terkecil dalam elemen sosial yang menjadi tempat pertama dan utama pembinaan anak. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan hal ini dalam pembukaan Talkshow Memaknai Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (21/12/2015).
“Kecintaan anak-anak kepada keluarga menunjukkan ada perhatian mereka sehingga betah di keluarga. Anggota keluarga saling menyayangi dan menjadi sumber inspirasi. Kalau anak tidak demikian, dia akan cari tempat lain, baik itu referensinya baik atau tidak,” kata Sohibul Iman.
Pria yang akrab disapa Kang Iman ini sangat mendukung pentingnya penguatan ketahanan keluarga. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian Prof Mochtar Naim dari Universitas Andalas, hebatnya Negara Jepang karena peran kaum Ibunya.
“Kaum Ayah di Jepang sangat sibuk, bekerja dari pagi hingga larut malam. Ibu-lah yang berperan membesarkan anak. Bahkan hal-hal kecil, seperti anak yang selalu bertanya, Ibu-ibu pun selalu mau menjawab. Meskipun saat Ibu dan anak berdesak-desakan di dalam kereta,” cerita Kang Iman yang belasan tahun menuntut ilmu di Negeri Sakura.
Menurut Kang Iman, apabila keluarga Indonesia ingin memiliki anak-anak yang baik, maka perlu menghidupkan suasana dialogis di rumah. Ia memberikan kisah teladan Nabi Ibrahim, yang meskipun paham bahwa perintah Allah selalu jelas, namun tetap mengajak putranya, Nabi Ismail untuk berdialog.
“Kehidupan saling menghargai di rumah dapat menumbuhkan makhluk sosial yang rendah hati dan berani dalam menyampaikan pendapat. Anak-anak pun perlu diberi pemahaman makna ruang publik. Sehingga mereka terhindar dari perbuatan yang kurang menghargai ruang publik, seperti vandalisme,” ujarnya.
Kang Iman juga berpesan, membangun keluarga yang baik sangat penting sebagai penopang bangsa dan negara. Sesuai dengan cita-cita dalam konstitusi, yaitu Pasal 28B UUD 1945 mengenai hak setiap warga negara membentuk keluarga, kekompakan Ibu dan Ayah sangat diperlukan oleh anak-anak.
“Saya di sini mewakili Bapak-bapak, sangat menghargai jerih payah dari kaum Ibu. Tidak mungkin anak-anak dan keluarga menjadi kokoh tanpa peran besar Ibu. Maafkan kami, Bapak-bapak, kalau dalam keluarga bersikap egois. Jadikan kekurangan ini untuk membangun keluarga yang semakin kompak dan positif bagi Indonesia,” pungkasnya. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan sambutan dalam pembukaan Talkshow Memaknai Hari Ibu di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (21/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN








