pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Transkrip Taujih Anis Matta di Manado

Written By Unknown on 28 March, 2013 | March 28, 2013


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-saudaraku semuanya yang saya cintai,

Kalimat pertama yang ingin saya sampaikan kepada saudara semuanya adalah, bahwa saya mencintai saudara semua. Atas nama cintalah kita bertemu, dan insya Allah atas nama cinta pula akan kita menangkan target perjuangan kita pada pemilu 2014.

Saya juga ingin menyampaikan salam dari ketua majelis Syuro ust. Hilmi Aminuddin kepada antum semuanya. Juga salam dari mantan presiden kita ust. Luthfi Hasan Ishaq. Kita doakan semoga Allah SWT memudahkan urusannya. Amin.

Saudara-saudara sekalian, hari ini saya tidak akan lagi mengenang kemenangan kita di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Lalu mengatakan kepada saudara semuanya bahwa badai telah berlalu. Tidak. Saya tidak ingin mengatakan itu lagi, supaya pikiran saudara-saudara semuanya jangan terlalu lama berada dimasa lalu walaupun baru kejadiannya kemarin.

Malam ini, saya ingin menyampaikan satu misi besar yang harus kalian emban semuanya. Satu misi besar yang harus kalian emban semuanya. Yaitu menjadikan Sulawesi Utara sebagai etalase keterbukaan bagi Partai Keadilan Sejahtera yang kita persembahkan untuk Republik Indonesia.

Kita hari ini tidak lagi berpikir ada berapa badai lagi yang akan datang dihari-hari yang akan datang. Itu sudah tidak penting. Karena Rasulullah saw mengatakan, innamash shabru inda shadratil ula. Sesungguhnya kesabaran itu terlihat pada benturan pertama. Kita telah melalui badai ini dan insya Allah kita lebih siap melalui badai-badai yang akan datang.

Dan saya kira banyak orang selatan disini. Iya kan… Orang-orang Selatan biasanya punya satu pepatah “pelaut ulung tidak pernah lahir di laut yang tenang”. Cerita keulungan tentang para pelaut itu, adalah cerita tentang bagaimana mereka melampaui badai. Itulah sebabnya mereka dikenal sebagai pelaut ulung. Bukan karena mereka hanya berani dilautan yang teduh. Dan pepatah Arab mengatakan, “pukulan yang tidak mematikanmu, pasti akan membuatmu lebih kuat”.

Jadi saudara-saudara sekalian kita tidak bercerita tentang itu. Tetapi saya ingin bercerita tentang masa depan yang ingin kita ciptakan di Sulawesi Utara. Saya ingin mengatakan kepada saudara semuanya bahwa kita tidak boleh membiarkan orang lain menciptakan masa depan kita sendiri. Kita tidak boleh membiarkan orang lain mendefinisikan masa depan kita sendiri. Kita tidak boleh membiarkan orang lain untuk membentuk jalan yang akan kita lalui. Kita tidak boleh membiarkan orang lain untuk mengatakan kepada kita ikuti jalan ini. Tidak.

Masa depan kita ikhwah sekalian adalah hasil usaha kita yang bertemu dengan kehendak Allah swt. Saya ulangi kembali masa depan kita adalah hasil usaha kita sendiri yang bertemu dengan kehendak Allah swt. Pertemuan antara kerja dan takdir itulah masa depan kita, insya Allah. 

Dan saudara-saudara sekalian apakah masa depan yang ingin kita ciptakan di Sulawesi Utara ini? Apa masa depan yang ingin kita ciptakan di Sulawesi Utara. Saya ingin kalian menyadari bahwa misi kita di tempat ini adalah menjadikan daerah ini sebagai etalase keterbukaan. Kalau PKS menang disini, kita tidak perlu lagi bicara tentang hubungan antara Islam dengan agama-agama yang lain. Kalau PKS menang disini, kita tidak perlu lagi bicara tentang Islam dan Nasionalisme. Kalau kita menang disini, kita tidak perlu lagi bicara tentang pluralitas. Tidak perlu. Karena kita ingin menyampaikan ide-ide tentang hubungan antar agama, hubungan antar ideology, hubungan antar etnis, hubungan antar budaya dengan cara yang baik. Caranya bagaimana? Beri mereka contoh. Dan contoh yang terbaik adalah menang di daerah yang paling beragam. Dan satu daerah yang paling beragam di Republik ini adalah Sulawesi Utara. Misi ini jelas? Misi ini jelas? Misi ini jelas? Misi ini jelas? PKS… (itu jo….) PKS… (itu jo….) PKS… (itu jo….) PKS… (itu jo….)

Ini point yang pertama dan saya ingin mengurai point ini.

Saudara-saudara sekalian, saya pertama kali mengenal Indonesia ini dengan cara yang agak berbeda. Seperti umumnya orang-orang Bugis, orang tua saya juga adalah seorang perantau. Saya tidak punya ide tentang Indonesia ini pada mulalnya waktu saya kecil. Saya hanya tahu bahwa pada suatu waktu saya dibawa oleh orang tua saya pergi ketempat yang jauh. Dan waktu itu rasanya jauh sekali. Dari Makassar ke Ambon. Dan dari sana naik kapal laut lagi selama satu hari satu malam. ke Tual. Disanalah pertama kali saya sekolah SD. Ada satu TK, Taman kanak-kanak, didepan masjid di Tual itu di jalan rayanya namanya TK Al-Hilal. Setelah saya selesai disitu saya masuk ke SD Mathias. Berarti sekolah Katolik disana. Beberapa tahun kemudian saya kembali lagi ke Makassar. Pulang kampung. Setelah itu balik lagi ke Ambon sekolah lagi disalah satu sekolah Protestan. Karena pindah-pindah terus. Setelah itu saya kembali lagi ke kampong saya sekolah di SD Inpres dan sore hari belajar di madrasah di sebuah sekolah NU. Waktu saya SMP dan SMA saya belajar disekolah Muhammadiyah. Waktu saya kuliah, saya kuliah di sekolah di universitas milik Saudi Arabia, yang suka disebut sebagai Wahhabi. Setelah itu saya mendapatkan pendidikan di Lemhanas pada tahun 2001, yang sebagian besar pesertanya itu adalah tentara dan polisi. Ada sipil sedikit juga.

Dari semua perjalanan itu, saya perlahan-lahan merajut sebuah ide tentang Indonesia. Yang pertama saya rasakan bahwasanya Indonesia itu terlalu luas. Terlalu luas. Begitu saya kuliah di Jawa, di Jakarta, setiap kali libur saya jarang pulang. Saya pertama-tama keliling dulu kesemua daerah di pulau Jawa. Naik bis satu-satu. Singgah-singgah. Ketemu dengan teman-teman. Satu persatu. Supaya saya kenal. Setelah itu saya ke wilayah Sumatera. Dan umumnya juga lewat jalan darat, termasuk ketika saya akhirnya meresmikan PKS di Aceh, dari Medan ke Aceh itu naik bis. Satu persatu wilayah itu saya kenal. Belakangan saya menyadari bahwa jika kita naik pesawat dari Sabang sampai Merauke itu perlu waktu 9 jam. Sama persis dengan waktu yang kita perlukan kalau kita naik pesawat dari Jakarta ke Jeddah, Saudi Arabia. Luar biasa besarnya ini Negara.

Saya tidak sekedar mengenal besarnya ini Negara tapi juga merasakan betapa besarnya ini Negara. Ketika saya ke Timur Tengah, saya terbang dari Riyadh ke Damaskus, Cuma perlu waktu 2 jam. Persis seperti dari Jakarta ke Makassar. Kalau kita terbang dari daerah Timur Tengah yang paling jauh, ke Afrika Utara, ke Maroko, ke Tunisia, ke Libya atau Aljazair, kira-kira kita perlu waktu 6 jam. Sama seperti waktu yang kita perlukan kalau kita terbang dari Jakarta ke Papua.

Saya merasakan betapa besarnya Negara ini dan juga membandingkan Negara ini dengan Negara-negara yang lain. Jika penduduk Negara Arab seluruhnya kita kumpulkan, insya Allah baru sama dengan seluruh penduduk negeri ini. Setelah itu saya mulai menyadari satu hal, bahwa kita ini adalah bangsa yang ditakdirkan begitu berbeda-beda. Begitu berbeda-beda. Waktu saya kecil teman saya orang Ambon, orang Cina, orang Arab. Nah kita berempat ini. Bugis, Cina, Ambon, Arab. Dan rasanya kita hidup damai. Rasanya kita hidup damai. Tidak ada masalah diantara kita.

Waktu saya ke Jakarta suku-suku ini terasa semakin luas. Saya mulai berkenalan dengan orang Batak, mulai berkenalan dengan orang Jawa, walau sebelumnya juga sudah saling mengenal. Tetapi saya mulai mengenal wilayah yang sangat luas. Dan sekarang kita menyadari bahwa kita ternyata punya 300an suku dengan 300an bahasa. Jadi Allah swt mentakdirkan negeri ini menjadi tempat dimana perbedaan itu ekstrim. Kita dipisahkan oleh laut yang jauh. Dibuat berbeda-beda dalam suku. Dan masing-masing mempunyai bahasa yang berbeda-beda. Dan karena kita saling berjauhan secara wilayah, Allah juga mentakdirkan kita saling merindukan. Dan karena kita punya begitu banyak bahasa, maka kita punya satu kebutuhan untuk menyebut satu bahasa yang menjadi bahasa bagi semua. Dan karena kita juga begitu ragam suku, maka kita perlu meyebut diri kita dengan sebuah bangsa dan sebuah nama. Dan adalah merupakan karunia Allah swt bahwa jauh sebelum kita merdeka, sumpah pemuda telah diucapkan terlebih dahulu.

Perpisahan yang jauh itu membuat kita saling merindukan. Karena itu kalau anda lihat, ini banyak orang Bugis sekali lagi disini, karena itu kalau anda lihat kebanyakan lagu-lagu daerah di Indonesia itu adalah lagu-lagu yang menceritakan kerinduan akibat perpisahan. Sedih, meratap, romantis, dan seterusnya. Itulah yang membuat kita bersatu. Karena wilayah kita saling berjauhan, maka kita ingin saling berdekatan. Karena bahasa kita terlalu banyak, kita musti punya satu bahasa. Karena suku kita terlalu banyak, kita musti sepakat nama bagi sebuah bangsa kita.

Makanya saudara-saudara sekalian, itulah Indonesia yang saya pahami berdasarkan pertumbuhan umur saya dan berdasarkan pengenalan saya atas wilayah-wilayah Indonesia. Setelah saya mengenal itu semuanya, saya mengenal lagi satu sifat orang Indonesia. Dalam waktu bertahun-tahun saya memikirkan dan merenungkan masalah ini. Juga mengundang beberapa pakar untuk menjawab pertanyaan ini. Apakah nilai utama, apakah nilai utama, yang diyakini oleh bangsa Indonesia sebagai nilainya yang tertinggi.

Dari hasil perenungan ini dengan diskusi dengan banyak pakar, kita sampai pada suatu kata, yaitu harmoni. Orang Indonesia itu adalah bangsa yang paling mencintai harmoni. Coba kita lihat, saudara-saudara sekalian.

Makanan kita di Indonesia ini, pakaian kita yang paling terkenal di Indonesia ini, apa namanya. Batik. Dan sekarang setiap daerah sudah punya corak batiknya sendiri. Coba lihat batik dan perhatikan dengan baik. Betapa rumitnya ini batik. Ini bangsa yang rumit, tapi disederhanakan oleh harmoni. Berapa banyak warna dalam baju batik ini tetapi semuanya ada dalam harmoni.

Apa makanan orang Indonesia yang paling terkenal. Gado-gado. Apa artinya gado-gado? Campur-campur. Coba perhatikan. Jadi kalau kita mau bilang, “ah ini pasangan gado-gado”, itu menunjukkan keragaman yang menyatu. Dan Indonesia ini, saudara sekalian, ada satu fenomena politik yang unik. Ada satu fenomena politik yang unik. Sebelum kita merdeka dulu, terlalu banyak aliran ideology. terlalu banyak aliran ideology. Karena itu, bung Karno waktu mau merumuskan Pancasila itu memulainya dari sebuah pertanyaan: apakah mungkin ada sebuah ikatan yang menjadi dasar Negara kita dikemudian hari yang bisa menyatukan semua ideology yang beragam itu. Itulah pertanyaan dasar yang ditanyakan bung Karno kepada dirinya sendiri. Dan yang kemudian melahirkan sebuah falsafah Negara yang disebut dengan Pancasila. Disitu ada Islam, disitu ada kemanusiaan atau humanisme, disitu ada nasionalisme, disitu ada demokrasi khas Indonesia, dan disitu ada sosialisme.

Dan sejak awal, bung Karno tidak pernah menganggap bahwa ini adalah sebuah ideology. Ini adalah semacam filosofy, yang menggabungkan semua aliran ideology yang ada di Indonesia yang bisa menjadi platform dari kebangunan kita sebagai sebuah bangsa. Oleh karena itu bung Karno kemudian mengatakan waktu penjelasan tentang pancasila ini dia mengatakan: seandainya pancasila ini, yang lima dassar ini, ingin kita ringkas, ringkas, ringkas, dan kita peras, kita peras, kita peras, menjadi satu kata, maka satu kata itu namanya Gotong Royong. Satu kata itu namanya Gotong Royong.

Atas dasar itulah kemudian, semua orang di republik ini mendapatkan tempat yang terhormat. Termasuk diantaranya adalah kelompok-kelompok minoritas.

Jadi saudara-saudara sekalian, sekarang saya sudah telah membuka suatu tabir didalam fikiran kita semuanya supaya jangan ada diantara kita yang merasakan bahwa kita ini minorotas di suatu tempat dan kita mayoritas ditempat lain. Jangan ada. Kenapa, karena sikap dasar orang Indonesia itu, disebabkan mereka mencintai harmoni, maka mereka mempunyai pikiran yang terbuka. Open mind. Itu sebabnya walaupun Hindu Budha sudah datang ke Indonesia seribu tahun sebelum Islam datang, begitu Islam datang ke Indonesia ini, orang-orang Indonesia menyambut kedatangan agama ini dengan fikiran yang terbuka, dan dengan hati yang terbuka. Mereka menerimanya. Dan itulah yang kemudian menjelaskan agama ini menjadi agama mayoritas. Setelah itu datang lagi agama selain Hindu Budha dan Islam, datang lagi, dan juga punya pemeluk di negeri kita ini. Dan sepanjang orang memilih pilihan-pilihan itu semuanya, saudara-saudara sekalian, tidak ada konflik diantara mereka itu semuanya, karena mereka percaya bahwa menjadi orang Indonesia itu adalah takdir, tapi agama adalah pilihan individu.

Kita semuanya mempunyai takdir yang sama sebagai orang Indonesia. Dan kita terima takdir ini dengan baik. Tapi kita semuanya mempunyai kemerdekaan individu untuk memilih agama apapun yang ingin kita peluk. Dan Negara tidak pernah menanyakan kepadda kita, mengapa anda memilih agama itu.  Itulah falsafah kami, falsafah yang membuat bangsa ini tegak. Dan karena itu saya selalu menyatakan semua orang yang selalu menakut-nakuti kita bahwa Indonesia ini memiliki terlalu banyak ancaman disintegrasi, saya yakin bahwasanya itu tidak akan pernah terjadi di Indonesia.

Saudara-saudara sekalian, saya ingin seluruh pengurus dan kader PKS mengerti dengan baik sejarah ini, mengerti dengan baik filosofi Negara ini, supaya saudara-saudara semuanya  menghilangkan satu perasaan dalam fikiran, dalam hati saudara, dan satu mitos dikepala saudara bahwa saudara adalah minoritas di Sulawesi Utara.

Dan sekarang saudara-saudara bisa mengerti mengapa kita perlu menjadikan Sulawesi Utara sebagai etalase keterbukaan Partai Keadilan Sejahtera. Misinya jelas? Misinya Jelas? Filosofinya jelas? Filosofinya jelas? Mitosnya sudah dibongkar? Sudah keluar dari kepala? Sudah keluar dari kepala?

Saudara-saudara sekalian, mengapa kita perlu memulai membongkar mitos. Karena kemenangan itu, jauh sebelum diumumkan nanti oleh KPU, jauh sebelum dia menjadi realitas, kemenangan itu pada mulanya adalah diciptakan disini, diciptakan dalam fikiran kita sendiri. Kalau kita tiap hari menciptakan kata menang dalam didalam kepala kita, insya Allah tidak akan ada realitas yang namanya kalah dalam kenyataan.

Dan hambatan pertama untuk menang itu adalah, jika kita menganggap bahwa orang lain terlalu besar dibanding kita. Bahwa jalan untuk menang itu sudah tertutup. Bahwa kita disini kelompok yang tidak berdaya, dan orang lain terlalu digdaya. Itu semua adalah mitos yang harus kita bongkar dari kepala kita semuanya.

Dan kita semua musti bongkar itu mitos. Dan tahu cara bongkarnya kan? Bongkar… Bongkar… Bongkar… Jangan cuma minum kopi tapi tidak bongkar.

Kita hilangkan dulu, kita hilangkan dulu mitos-mitos itu dikepala kita semuanya. Bahwa kita ini kecil, kita ini minoritas, kita ini tidak berdaya, bahwa orang lain terlalu banyak uang, punya pede dan seterusnya. Hilangkan dulu mitos itu semuanya. Kalau saya pingin menang, emang siapa yang larang. Isi dulu kepala kita dengan itu. Sebelum kita tidur pikirkan baik-baik bahwa kita mau menang. Waktu kita bangun tidur, yakini dengan baik bahwa kita punya proposal kemenangan.

Saudara-saudara sekalian, kalau kita bisa membongkar mitos ini semuanya dikepala kita ini, saudara sekalian, yang akan terjadi setelah itu adalah, cara pandang kita kepada orang lain itu yang berbeda. Tidak ada lagi makhluk yang terlalu besar, tidak ada lagi kekuatan yang terlalu besar , tidak ada gunung didepan kita. Semua jalan itu rata.  Tidak ada gunung, semua jalan itu rata dan lurus. Sebab kita tahu, bahwa gunung, bukit-bukit, dan rintangan ini semuanya, pada mulanya hanya ada dikepala. Begitu kita hilangkan dikepala, kita berjalan insya Allah jalan ini akan lurus dan rata. Nanti kalau kita berjalan dan kemudian ada kerikil, ada rintangan yang kita temui, itu tidak akan pernah kita rasakan. Kenapa? Karena kita tidak memikirkannya.

Jadi cara terbaik untuk melupakan kebesaran, melawan kebesaran orang lain adalah jangan pernah memikirkan bahwa orang lain itu besar. Saya tahu persis daerah ini. Karena dulu jauh sebelum Partai Keadilan Sejahtera berdiri, kita masih sebuah gerakan kecil, saya adalah sekertaris dari wilayah untuk seluruh Jawa Tengah, Jawa  Timur, Nusa Tenggara, Barat dan Timur, kemudian Sulawesi seluruhnya, dan Indonesia Timur seluruhnya. Jadi tempat ini sudah terlalu sering saya kunjungi sejak dulu. Dan dulu ketika saya datang kesini kader-kader kita hanya sedikit jumlahnya. Hari ini saya datang kesini, dan gedung ini bahkan kelihatan hamper tidak muat.

Apa artinya itu, saudara-saudara sekalian. Apa artinya itu semuanya. Itu hanya menegaskan satu kaidah dalam kehidupan kita bahwa semua amal yang dimulai dengan keikhlasan insya Allah akan terus bertumbuh dan tidak  pernah berhenti bertumbuh. Dan semua amal yang dimulai dengan keikhlasan tidak akan pernah bisa dibunuh, sekuat apapun orang berusaha untuk membunuhnya.

Orang bilang setelah prahara itu PKS sudah mati. Siapa bilang. Siapa bilang. Tidak ada itu. Amal ini dimulai dengan niat yang ikhlas dan insya Allah dia akan menjadi pohon. Dan partai ini saudara-saudara sekalian, bukan jagung yang kita tanam yang kita petik dalam waktu 4 bulan. Bukan. Tapi ini adalah pohon raksasa yang sedang kita bangun. Tumbuh terus dan membesar. Tumbuh terus dan membesar dan tidak akan pernah berhenti bertumbuh. Tidak ada virus atau bakteri atau racun yang bisa mematikannya. Tidak ada. Dia akan terus bertumbuh, bertumbuh, bertumbuh, dan menjadi besar. Sampai seluruh orang merasakan bahwa dia terlindungi dibawah daunnya yang rindang.

Kalau saudara-saudara datang dengan mindset seperti itu semuanya, dengan fikiran seperti itu semuanya, apakah ada yang bisa menghalangi kemenangan saudara-saudara semuanya? Ada yang bisa menghalangi? Ada yang bisa menghalangi?

Kalau tidak ada yang bisa menghalangi, sekarang saudara-saudara sekalian, kalian semuanya hanya harus mempelajari satu seni yang baru dalam dunia politik. Apa itu seni yang baru? Yaitu seni menaklukkan hati. Seni menaklukkan hati.

Saudara-saudara sekalian, jangan anda berpikir bahwa uang besarlah yang membuat kita menang. Tidak. Uang tidak pernah bisa merebut hati. Jangan saudara berpikir bahwa kalau kita punya media besar maka kita akan merebut hati. Jangan. Media tidak dengan sendirinya merebut hati. Saya ingin mengatakan kepada saudara semuanya bahwa hati itu ada ditangan Allah swt. Dialah yang membolak-balik hati manusia itu. Dia yang menanamkan cinta, Dia juga yang menanamkan benci. Kalau kita tahu pintu-pintu hati ini, insya Allah, seluruh pintu hati orang-orang di Sulawesi Utara akan terbuka bagi saudara-saudara semuanya. Kita hanya perlu tahu. Dan itu ada seninya. Saya tidak mau menjelaskan seninya terlalu dalam malam ini. Nanti kita saling bisik-bisik saja dengan para pengurus, begini cara merebutnya. Tapi kalian semuanya mesti menyadari satu kata kunci, bahwa ini seni yang harus kita pelajari sekarang, yaitu pelajaran tentang bagaimana menaklukkan hati.

Saya terlalu sering berbicara tentang pertempuran-pertempuran. Tetapi pertempuran yang kita hadapi ini berbeda. Pertempuran yang kita hadapi ini berbeda. Ini bukan pertempuran fisik. Ini adalah pertempuran untuk merebut hati dan cinta. Kalau ada cinta dihatimu, insya Allah kita bisa menciptakan cinta dihati yang lain. Sebab, saudara-saudara sekalian, kita semua diciptakan begitu. Ada langit ada bumi, ada kanan ada kiri. Mustahil ada cinta ditangan kanan, dan tidak ada cinta ditangan kiri. Mustahil. Kalau ada cinta ditangan kanan kita, tangan kiri orang lain insya Allah pasti akan juga punya cinta.

Jadi saya ingin mengatakan kepada saudara semuanya. Pengurus, kader-kader PKS. Pertama-tama kita mesti merasakan cinta itu tumbuh didalam diri kita semuanya. Setelah itu, jadikan cinta itu sebagai energy. Energy yang mengalir ketangan. Energy yang mengalir kemata. Waktu kita bertemu dengan orang dan bersalaman, tatap baik-baik matanya, supaya sinar cinta itu sampai kematanya. Genggam erat-erat tangannya. Supaya dia merasakan ada setrum listrik didalam jabatan tangan anda semuanya. Kalau kita datang, insya Allah dengan cara-cara seperti itu, sekali lagi, siapa yang bisa menutup pintu hatinya bagi saudara-saudara semua. Ada yang bisa menutup pintu hatinya? Ada yang bisa menutup pintu hatinya? Saya yakin tidak ada, insya Allah.

Dan dengan cara yang sama seperti yang saya sampaikan sekarang ini, insya Allah kita juga akan memenangkan pemilu 2014 yang akan datang secara nasional.

Oleh karena itu saudara-saudara sekalian, saya ingin mengatakan khusus kader-kader baru pengurus PKS, hari ini kita tidak lagi bicara tentang strategi pemenangan pemilu. Tidak lagi. Tapi kita bicara tentang bagaimana merebut hati rakyat Indonesia, agar mereka bisa memberikan kita kesempatan memimpin mereka. Kita tidak lagi bicara tentang detil-detil dan teknik pemenangan pemilu. Tidak. Tapi kita bicara tentang bagaimana mengetuk pintu hati, membuka kunci pintunya dengan baik, membuka pintunya, dan masuk kedalam hati seluruh rakyat Indonesia. Katakan kepada mereka Salam Cinta dari PKS. Katakan kepada mereka Salam Cinta dari PKS. Dan begitu mereka tahu bahwa kita datang membawa cinta, jangan berpikir sekedar mengambil suaranya, itu tidak terlalu penting kemudian, kita ingin mengambil hatinya. Biarlah suaranya ikut dengan sendirinya, insya Allah.

Sebab sekarang ini, orang-orang telah menjadikan politik ini menjadi begitu mengerikan. Kalau anda menonton berita, seakan-akan anda masuk ke bioskop, mematikan semua lampu, dan menonton sebuah film horror. Politik telah menjadi permainan yang mengerikan. Yang Menakutkan. Berbahaya. Dangerous game. Dan jika kita datang dengan cinta, insya Allah kita akan merubah permainan politik yang menakutkan, yang berbahaya itu jadi permainan orang dewasa yang lucu.

Mengapa pula rakyat ini harus kita provokasi sejak hari ini untuk memilih kita, setelah itu mereka mendapatkan tontonan yang mengerikan. Kenapa politik mengerikan. Karena dia telah kering dari cinta. Oleh karena dia kering dari cinta maka isinya adalah konspirasi, maka isinya adalah black campaign. Maka isinya adalah politisasi hukum. Dan itu yang membuat orang jauh dari politik. Itu yang membuat anak-anak muda sekarang bertanya, terus kenapa saya harus terlibat dalam politik kalau politik itu begitu mengerikan? Lebih bagus kita dengar music.

Dulu kenapa generasinya generasi flower generation itu lahir di Inggris dan kemudian mewabah diseluruh dunia? Kenapa? Itu adalah generasi anti perang. Dan sekarang lahir generasi baru di Indonesia yang anti politik. Kenapa mereka anti politik? Karena politik terlalu menakutkan. Jika kita berikan sentuhan cinta kepada politik ini, insya Allah, maka kita bisa mengubah permainan politik ini dari permainan yang berbahaya menjadi permainan yang sangat menyenangkan.

Nah sekarang, saya kira saudara semuanya mulai mengerti, mengapa permainan itu harus kita mulai dari Sulawesi Utara. Kita musti mulai permainan itu dari Sulawesi Utara. Disini kita harus merubah permainan itu menjadi permainan yang menyenangkan. Dimana ada harmoni. Katakan kepada mereka, bajuku batik, makananku gado-gado, I love harmony. Dan orang akan menyenangi politik. Ajak mereka bermain. Ajak mereka bicara tentang sesuatu yang indah bagi Indonesia di masa yang akan datang. Jangan cerita kepada mereka tentang konspirasi para elit. Itu terlalu mengerikan. Itu dangerous game. Itu film horror. Dan karena itu seluruh kader-kader PKS harus keluar dari konflik elit yang tidak perlu disitu. Kita keluar. Kita datang temui masyarakat , berbicara dengan mereka, datang ke pasar-pasar tradisional, masuk ke warung-warung, datang ke mall-mall, datang ke masjid, datang ke gereja, masuki rumah-rumah orang, bicara dengan baik dengan mereka, itulah politik yang sesungguhnya.

Politik itu adalah sentuhan hati. Soal pikiran, belakangan kita bicara. Hati dulu yang kita pertemukan. Kalau hati kita bertemu semua perbedaan di kepala kita lebih gampang untuk kita kelola.

Itu sebabnya kalau orang pacaran, biasanya laki-laki maupun perempuan sama-sama tidak kritis kepada pasangannya. Bahkan kalau dia sedikit jelek, dimaafkan seketika, bahkan sebelum permintaan maaf datang. Kenapa? Karena kita saling melakukan kontra marketing bersama. Karena kita ingin mempertemukan hati. Begitu hati kita saling bertemu, pikiran kita tidak tertuju kepada hal-hal yang jelek. Tetapi kita mencari titik point tempat dimana kita berdua mempunyai kesamaan.

Titik kesamaan inilah yang harus kita temukan. Kita temukan satu persatu. Dan insya Allah saudara semua akan menemukan satu fakta bahwa titik-titik kesamaan kita ternyata jauh lebih banyak daripada titik-titik perbedaan.

Saudara-saudara sekalian, saya kira mempertemukan hati kita, mencari titik-titik temu seperti ini, akan merasuk merasuk merasuk merasuk lebih dalam kedalam hati seluruh rakyat Indonesia. Dan secara khusus saya ingin mengatakan kepada saudara semuanya, permainan itu kita mulai dari Sulawesi Utara. Hafal baik-baik kalimat ini... "Permainan itu kita mulai dari Sulawesi utara... ...permainan itu kita mulai dari Sulawesi utara. ...permainan itu kita mulai dari Sulawesi utara."

PKS…. (Itu jo…) PKS…. (Itu jo…) PKS…. (Itu jo…)

PKS…. (Itu jo…) PKS…. (Itu jo…) PKS…. (Itu jo…) PKS…. (Itu jo…)

Allahu Akbar…. Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh


(Peninsula Hotel, Manado, Sulawesi Utara, 25 Maret 2013)


*By: Sultan Hasanudin

posted by @A.history

PKS Memang Tidak Seperti yang Dulu



PKS memang tidak seperti yang dulu. Ya jelas dong. Dulu PKS apalagi PK masih keciiil. Masih imut-imut. Nggemesin. Sedang lucu-lucunya. Banyak yang sayang. Banyak yang ngelus-ngelus. Semua media memujinya. Santun, bersih, peduli sama rakyat, dll. Pokoknya masih disuka deh! Kalau ada yang mengatakan PKS masih seperti yang dulu jelas salah besar. Sekali lagi salah besar.

PKS memang tidak seperti yang dulu. Sekarang PKS sudah agak gede dikit. Sudah mulai keliatan gagahnya. Sudah mulai beranjak dewasa. Jadi wajar saja banyak yang mulai syirik. Karena kegagahannya ada menyaingi partai lain yang udah gede duluan. Betul nggak? Apalagi ketika PKS mendeklarasikan akan menjadi 3 besar, makin banyaklah yang nggak suka. Siapa yang nggak suka? Tentu saja yang mengaku dirinya sudah gede. Senior, udah pengalaman dll. Mereka kawatir kepentingannya akan terusik dengan kehadiran PKS yang akan menjadi gede. Coba saja kalau PKS tetap kecil. Mereka nggak akal mengusili PKS. Dalam benak partai-partai lain kalau bisa PKS di bonsai saja biar tetap kecil, indah, nggemesin dll. Tapi kenyataannya PKS nggak mau di bonsai. Siapa yang mau jadi manusia cebol yang kemana-mana Cuma diledekin. Nggak mau lah yaw.

PKS memang tidak seperti dulu. Dulu PKS terkenal solid tapi sekarang lebih solid lagi. Dulu PKS Cuma di kota-kota, tapi sekarang diseluruh pelosok sudah ada. Ya memang PKS jelas tidak seperti dulu. Dulu Kader PKS belum ada yang jadi pejabat public, tapi sekarang banyak yang sudah jadi walikota, bupati, gubernur, menteri dll. Kebanyakan meraka cukup berprestasi. Setidaknya kalau disbanding dengan kader partai lain kayaknya kalau mau jujur pejabat dari PKS masih lebih baik.

PKS memang tidak seperti yang dulu.


Nagaya Muni | Kompasiana

http://politik.kompasiana.com/2013/03/27/pks-memang-tidak-seperti-yang-dulu-545794.html


posted by @A.history

Salam Cinta untuk Engkau yang Benci PKS

Written By @Adimin on 27 March, 2013 | March 27, 2013




"Tak usah benci, sakit hati,
atau anti pada PKS. Lakukan 
saja yang lebih baik
 
dari apa yang  dilakukan oleh
 kader-kader PKS."
Sepertinya tak bisa diingkari bahwa kader-kader PKS memang telah menjadi agen of change di lingkungan mereka masing-masing. Mereka terbiasa mengadakan acara di tengah masyarakat, entah itu pengajian, pelatihan, outbond, kemah, dan sebagainya. Inisiatif-inisiatif kreatif seringkali dimunculkan oleh kader-kader PKS dalam rangka upaya syiar Islam.


Jika ada kader PKS di kampung Anda, tanyalah. Tanyakan pada kader itu, atau lihat kegiatan kader itu, pastikan bahwa ia seorang aktivis. Seseorang tidak akan berani mengaku kader PKS kalau ia tidak aktif di sana-sini berlelah-lelah dalam dakwah. Jika Anda menemui seorang (yang mengaku) kader PKS namun tidak rajin ke masjid, tidak berani adzan, tidak sibuk keluar malam untuk rapat atau ngaji, mintalah ia menemui guru/ ustadznya. Minta ia menyampaikan pada ustadznya bahwa ia tidak diakui sebagai kader PKS oleh masyarakat. Pastikan ia menemui ustadznya, lalu perhatikan apa yang terjadi.



Jenuh! Ya, kejenuhan mungkin dialami oleh ormas-ormas Islam yang telah puluhan tahun bahkan abad menjadi penyebar agama di Nusantara. Pola pembinaan dan regenerasi kader yang kurang masif menjadi permasalahan yang jamak. Organisasi masa telah berhasil memunculkan tokoh-tokoh agama, bahkan di antara mereka menjadi tokoh nasional. Ketokohan berbuah manis ketika para tokoh telah berusia senja dan dirasa bijak oleh sebagian besar umat namun bagaimana dengan kalangan mudanya? 



Ada yang beda dari PKS dibanding ormas islam lain. PKS merupakan sebuah partai, bukan organisasi massa namun keberadaannya menjadi "ormas" tersendiri di masyarakat. Anda NU atau Muhammadiyah? Atau PERSIS, Salafi, Jama'ah Tabligh? Bukan semuanya? Berarti Anda PKS? PKS itu gini ya, gitu ya. Orang-orangnya suka ngomongin politik ya? Namanya juga partai Om. PKS seringkali nampak berbeda, sepertinya semua ormas akan merasakan itu.



PKS mungkin tidak mencetak tokoh-tokoh kelas nasional. PKS membangun kepribadian kadernya agar menjadi orang yang memiliki kebermanfaatan di lingkungan. Tokoh-tokoh nasional PKS bahkan cenderung bukan orang-orang terkenal, baru setelah menjadi pimpinan PKS akhirnya mereka jadi terkenal.



Yang menjadi salah satu ciri khas PKS yaitu kader-kadernya masih berusia belia. Lebih banyak kaum muda memilih menempa diri sebagai kader PKS dibanding sebagai kader partai lain. Dakwah di kalangan anak muda menjadi salah satu agenda besar PKS. Alasan paling mudah dicerna kenapa PKS melirik anak muda adalah karena usia produktif anak muda relatif jauh lebih panjang. Orientasi PKS adalah amal dan karya, bukan semata-mata meraup suara.



PKS tidak nampak seperti partai-partai lain yang "menggandeng" para tokoh terkenal untuk mendongkrak perolehan suara. Partai lain cenderung melakukan tawar-menawar dalam perekrutan kader. Dalam salah satu berita di televisi disampaikan betapa ironi demokrasi yang terbangun di Indonesia. Partai-partai telah mengajukan "mahar" kepada orang yang ingin menjadi kepala daerah. Mereka mengistilahkannya dengan Paket Nekat, Paket Hemat, Paket Jadi. Sejumlah tarif dipasang mulai dari angka tidak logis (nekat) hingga angka yang fantastis. PKS tidak seperti itu, PKS menumbuhkembangkan kader, tidak merekrut begitu saja.



Dalam kiprah perpolitikan Indonesia, PKS menunjukkan tren yang relatif naik dibanding partai lain. Ketika 1999 masih bernama PK, lalu 2002 bergabung melebur menjadi PKS, lalu 2004 perolehan suaranya meningkat, bahkan pada 2009 perolehan suara PKS sangat stabil. Tahun 2009 adalah tahun dimana partai-partai selain Partai Demokrat perolehan suaranya meluncur drastis, kecuali PKS. Apa sebenarnya strategi yang dilakukan PKS?



Strategi pemenangan PKS bukanlah strategi lima tahunan. PKS tidak haus kuasa, tapi harus berkuasa. PKS senantiasa menjaga kontinuitasnya sebagai partai dakwah. Ketiadaan Pemilu,maupun Pemilukada tidak menjadikan PKS berhenti atau vakum dalam berkarya. Inilah partai kader yang benar-benar serius ingin mencerahkan umat masyarakat. PKS-lah partai yang memiliki narasi panjang dalam cita-citanya.



Dalam perjalanannya dan memang begitulah sunnatulloh, PKS tak lepas dari bertubi-tubi ujian. Beraneka ragam fitnah dan celaan menimpa kader-kader PKS. Kasus kader yang ditangkap di panti pijat, mengunduh video porno, menggelembungkan anggaran, membuat nota fiktif, hingga yang paling fenomenal kasus presiden PKS yang ditangkap karena diduga menerima dana suap terkait kebijakan impor sapi, semua itu tidak menghentikan langkah kader-kader PKS untuk terus menumbuhkan keshalihan pribadi dan keshalihan sosial.



Kekonsistenan PKS dalam berdakwah mulai diperhitungkan oleh ormas-ormas Islam. Benturan-benturan mulai muncul, kekurangnyamanan mulai muncul. Bukan tidak mungkin telah ditanamkan pada kader ormas lain: PKS berbahaya! Mulai dari kader muda ormas lain yang menyeberang ke PKS hingga isu perebutan masjid ormas lain oleh kader PKS, tentunya hal-hal semacam itu menjadikan dakwah tak nampak cantik.



PKS diisukan teroris, Wahabi, anti tahlilan, anti maulid nabi, suka menggerogoti kader ormas, dan sebagainya. PKS tetap easy going. Kesalahpahaman-kesalahpahaman sudah ditabayyun oleh pimpinan PKS. Klarifikasi sudah dilayangkan melalui media massa. PKS maju terus, omongan-omongan miring tak dihiraukan, dakwah tetap dilanjutkan.



Tidak semestinya sesama organisasi dakwah saling menjatuhkan karena dakwah perlu berjama'ah. Ya, kekurangmengertian dan kekurangpahaman membuat antar ormas Islam kurang bisa tolong-monolong dalam dakwah dan kebaikan. Kaum Muhajirin dan Anshor sama-sama punya keunggulan, mereka sama-sama punya pemuka. Mereka sama-sama ingin memegang bendera dan panji Islam dalam perang, bahkan sama-sama ingin memimpin menggantikan Rosululloh usai beliau meninggal. Keduanya merasa saling lebih pantas menjadi pemimpin sepeninggal Rosululloh.



Muhajirin dan Anshor bersaudara, ukhuwah menjadi penyatunya. Persaudaraan atas dasar iman dan pertolongan Alloh menjadikan mereka bersatu dan tolong-menolong. Organisasi masa Islam sepatutnya dan sudah sepantasnya meniru mereka. Kenali, pahami, lalu tolong-menolong, lalu saling menanggung, lalu saling mendahulukan, rukun ukhuwah inilah yang akan menjaga kita agar tidak saling cela.



Lain ormas lain golongan, ada segolongan orang yang begitu anti pada PKS. Saking antinya mereka pada PKS, mereka punya slogan: "Yang Penting Bukan PKS". Latar belakangnya sulit dimengerti, terkadang karena PKS memproklamasikan diri sebagai partai BERSIH. Sok suci, padahal munafik, mungkin demikian ungkap mereka. PEDULI, padahal cuma cari muka! Entahlah, nampak betul kebencian mereka pada upaya-upaya perbaikan yang dilakukan oleh PKS. Padahal, jika kita merunut sejarah inisiator partai turun tangan membantu korban bencana, sepertinya PKS yang memang pertama-tama menjadikan RELAWAN sebagai syiar kebaikan. Alhamdulillah, akhirnya banyak partai lain kini juga Peduli.


Akhir kata, marilah kita berkumpul, berorganisasi, berpendapat, namun santunlah. Mari kita bangun bangsa ini bersama-sama. Jika memang ingin kebaikan dan perbaikan, tak usah menghujat menjelekkan orang lain. Mari kita lakukan apa yang bisa kita lakukan. Kalau ternyata (kader) PKS memang berhasil menghadirkan perubahan-perubahan di tengah masyarakat, kita harus bisa juga melebihi apa yang dilakukan oleh mereka. Kita mengenal istilah fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari kita beramal, mari saling mengungguli dalam kebaikan. Sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara. Allohu akbar!




Catatan: tulisan ini hanya opini pribadi, bukan suara atas nama PKS atau suara ormas, atau suara golongan tertentu.



 

posted by Adimin

Amanah dan Profesional

Oleh : IRWAN PRAYITNO

Salah satu perang besar dan paling bersejarah di Zaman Nabi Muhammad SAW adalah perang Uhud. Pada perang Uhud, Nabi Muhammad SAW menurunkan 700 anggota pasukan, sedangkan kaum musyrikin menurunkan 3000 orang pasukan. Dari segi jumlah pasukan, peperangan itu memang tak seimbang. Kaum muslimin terbatas jumlahnya.

Namun sebagai antisipasi, Nabi menempatkan 50 pemanah di atas bukit Uhud. Mereka bertugas melindungi pasukan kaum muslimin dari jarak jauh. sekaligus menahan serangan dari arah belakang (pintu masuk) medan pertempuran. Nabi lalu menunjuk Abdullah bin Zubair sebagai komandan pasukan berpanah ini.

Beliau juga berpesan. apapun yang terjadi pasukan berpanah tidak boleh meninggalkan lokasi tersebut. kecuali jika mendapat aba-aba dari Nabi. Singkat cerita. kedua pasukan berada di medan laga. Kaum musyrikin Quraisy pun siap untuk menyerang. Mereka datang dengan kekuatan 3.000 personil, seratus orang di antaranya adalah pasukan berkuda.

Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Al-Walid yang ketika itu belum masuk Islam. Sedangkan di sebelah kiri dipimpin oleh lkrimah bin Abu Jahl yang juga belum masuk Islam pada Saat itu.

Namun karena kaum muslimin berperang dengan alasan jihad dan strategi perang yang telah disusun oleh Nabi, kemenangan pada awalnya menjadi milik kaum muslimin. Perlahan tapi pasti pasukan musyrikin mulai kewalahan. Akhirya mereka melarikan diri meninggalkan gelanggang pertempuran. termasuk meninggalkan harta dan barang-barang berharga milik mereka.

Melihat kejadian ini, pasukan berpanah dari pihak kaum muslimin di atas bukit Uhud, lupa dengan tugas yang diamanahkan oleh Rasulullah. Lalu mereka berebutan turun bukit meniggalkan markas mereka. Mereka tergoda oleh harta yang ditinggalkan oleh kaum musyrikin yang tunggang langgang melarikan diri.

Mereka berebut ingin mendapatkan harta rampasan perang yang ditinggalkan oleh kaum musyrikin. Komandan pasukan berpanah Abdullah bin Zubair berusaha mengingatkan mereka : “Apakah kamu lupa dengan pesan Rasulullah?” ujarnya.

Namun perintah Abdullah bin Zubair tak mereka hiraukan. Mata mereka telah silau oleh godaan harta. Kaum musyrikin melihat peluang ini, bergerak cepat dan mengambil posisi yang ditinggalkan pasukan berpanah kaum muslimin. Kondisi semula menjadi terbalik, kaum musyrikin berhasil mengepung barisan kaum muslimin.

Beberapa sahabat nabi yang masih bertahan di bukit  Uhud berusaha bertahan dan melawan. Namun karena jumlah mereka hanya beberapa orang saja, perlawanan mereka bisa dipatahkan, mereka pun gugur satu per satu.

Para sahabat dan pasukan kaum muslimin kocar-kacir. Kaum musyrikin terus merangsek maju mendekati posisi Rasulullah. “mereka berhasil memecahkan helm besi milik Nabi dan melukai kepala beliau. Bahkan beberapa kali beliau terperosok ke dalam lubang yang digali oleh Abu Amir Fasiq dan melempari dengan batu-batuan. Nabi mengalami Iuka-Iuka dan cadera yang cukup parah, gigi seri Nabi juga patah dalam peristiwa itu. hampir saja beliau wafat di sana.

Peristiwa ini merupakan sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat pahit bagi umat Islam. Kata kunci dalam peristiwa itu adalah tidak amanah dan tidak profesional. Pasukan berpanah tidak amanah. karena mereka melalaikan amanah diberikan nabi untuk tidak meninggalkan posisinya.

Mereka juga tidak profesional karena tidak bekerja sacara baik sesuai dan mudah terpengaruh godaan. Godaan dalam peristiwa ini adalah harta. Dalam Alquran dikatakan, Allah sengaja menguji umat Islam dalam peristiwa itu. Seperti firman Allah dalam Surat Ali Amran : 152, Allah menguji manusia dengan hal-hal yang disukainya dan mereka berpaling dari Rasul-Nya Saat diuji.

Dalam ayat itu, Allah menegaskan, sebagian manu sia memikirkan kehidupan di akhirat kelak, namun sebagian manusia lainnya, hanya memikirkan dunia.

Kesukaan yang kuat menggoda manusia itu diantaranya harta. belakangan ditambah lagi dengan Wanita dan tahta. Masalah klasik itu sama sejak ribuan tahun lalu hingga sukarang. Karena penyebabnya sama, Seharusnya dengan mudah kita bisa mengatasinya. Harta, jabatan dan Wanita (istri) adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat kelak, jaga dan jalankan dengan baik sehingga semua itu menjadi nikmat dan rahmat, bukan sebuah Iaknat yang akan menyengsarakan manusia, baik di dunin maupun di akhirat. Namun godaan selalu dengan mudah memperdaya manusia yang Iemah imannya.

Tak peduli apapun jabatan atau pekerjaan seseorang, berlakulah amanah dan profesional. Jika ia seorang pejabat. berlakulah amanah dan pofesional sebagai seorang pejabat. agar sukses dalam melaksanakan pekerjaan dan bermanfaat bagi umat.

Jika hal itu dilakukan, insya Allah ia akan diberikan amanah yang besar lagi, tidak perlu kasak-kusuk dan melakukan cara-cara yang tidak benar.

Begitu juga jika ia sopir,  jalankan pekerjaan itu secara profesional dan amanah. Bisa kita bayangkan jika seorang sopir bis umum misalnya. tidak menjalankan amanah dan profesional. la mabuk dan ugal-ugalan membawa bis atau mengantuk di jalan yang padat lalu lintas. tentu nyawa dan kerugiaan harta benda yang menjadi taruhannya akibat kecelakaan yang berpeluang besar terjadi.

Nabi juga berpesan agar suatu pekerjaan atau jabatan diberikan kepada ahlinya. “Berikanlah suatu pekerjaan kepada ahlinya, bila suatu pekerjaan diberikan bukan kepada ahlinya. maka tunggulah kehancurannya." (HR Bukhari dan Muslim). Maksudnya berikan jabatan atau pekerjaan itu kepada orang yang bersikap amanah dan mampu bekerja secara profesional.

Banyak contoh yang telah terjadi, akibat lalai, kesalahan kecil yang dianggap sepele dapat menimbulkan dampak yang besar bahkan dahsyat.

Sopir yang mengantuk akibat malam sebelumnya begadang menonton pertandingan sepakbola misalnya, bisa menimbulkan kecelakaan beruntun yang menyebabkan kehilangan puluhan nyawa. Atau bisa juga menimbulkan masalah nasional. keguncangan sebuah negara, jika ia seorang sopir presiden.

Atau kesalahan staf mendisposisi Surat misalnya, bisa berdampak dicopotnya seorang pejabat dan lalu merebak menjadi isu regional dan berkembang lagi menjadi isu nasional! Penyebabnya hanya masalah sepele. lalai dan tidak profesional.

Di lingkungan Pemprov Sumbar Saya sudah berkali- kali mengingatkan agar kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) berhati-hati dan tidak melakukan kesalahan,  sekecil apapun. Peringatan itu dilanjutkan lagi dengan Surat edaran.

Berikutnya Saya mengumumkan akan memberikan sangsi kepala( SKPD) yang melakukan maksimal I0 kali kesalahan kecil (terutama dalam administrasi surat menyurat). Tentu saja tak ada ampun bagi yang melakukan besar dan fatal, sangsi menjadi keputusan tetap setelah di porses mulalui Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat).

Alhamdulillah hal ini telah menimbulkan dampak yang positif, kepala (SKPD) menjadi ekstra hati-hati dan berupaya bekerja lebih profesional.

Semoga proses itu terus berjalan dan dipatuhi, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bisa menjalankan amanah dan bekerja sacara profesional,  mampu meniadakan kesalahan dan kelalaian sekecil apapun serta mampu memberikan pelayanan yang maksimal untuk kejayaan dan kemajuan Sumatra Barat di masa depan. Amin... (*)

Sumber : Harian Umum Independen Singgalang


posted by @A.history

Kemenangan Gatot Motivasi PKS Padang Menangkan Pilkada


Kemenangan calon Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang diusung Partai Keadilan Sejahtera berdasarkan penghitungan cepat, memberikan motivasi bagi PKS Padang untuk memenangkan pilkada di daerah itu.
"PKS Kota Padang siap mengikuti jejak Sumatera Utara dan Jawa Barat untuk memenangkan pilkada yang akan digelar pada Oktober 2013," kata ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Padang Muhidi di Padang, Jumat (08/03).
Dikatakannya, kendati beberapa waktu sebelumnya, PKS didera sejumlah persoalan seperti ditetapkannya presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus suap impor sapi, namun ternyata masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada partai ini.
Oleh sebab itu, PKS Padang optimistis apa yang terjadi pada pilkada di Sumatera Utara dan Jawa Barat akan menular ke Padang, kata dia.
Dikatakannya, hasildua pilkada terakhir akan menjadi momentum awal bagi kebangkitan PKS, yang dengan cepat direspons positif oleh para kader untuk menyongsong pemilihan kepala daerah di Padang.
Ini juga menunjukkan rakyat tidak bodoh dan mudah dipengaruhi oleh opinimedia dalam kasus impor daging sapi.
Ia yakin masyarakat semakin mandiri dan dapatmemilah-milah masalah di mana akan tetap memberi kepercayaan kepada kader yang diusung PKS dalam pilkada.
Kendati demikian, Muhidi mengharapkankemenangan pada dua pilkada gubernur tersebut jangan sampai menjadikan kader PKS takabur dan kemudian merasa tidak ada masalah sehingga lupa membenahi diri.
"Ini harus dijadikan cambuk, bahwa masyarakatmasih percaya kepada PKS dan kadernya," kata dia.
Ia mengingatkan jangan sampai hal ini disia-siakandanharus dijawab melalui kerja keras membuktikanPKSmemangpantas dipercaya oleh rakyat.
Ia menambahkan, jika tidak ada aral melintang dipastikan PKS akan mengusung kader terbaik yaitu Wakil Wali Kota Padang sekarang, Ust Mahyeldi sebagai calon Wali Kota 2014-2019.
Sumber : www.ciputranews.com

posted by @A.history

50 Persen Caleg Perempuan PKS di Dapil IV

PADANG, METRO-Ketua DPD PKS Padang, Muhidi menyebutkan, telah menyelesaikan penyusunan calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung pada pemilu 2014 mendatang. Bahkan, partai berazaskan Islam itu, menempatkan kader perempuan pada angka 50 persen di Dapil IV yang meliputi Padang Timur dan Padang Selatan.

“Di Dapil IV itu, memerebutkan 8 kursi. Kita menempatkan empat orang caleg perempuan (50 persen) di Dapil IV ini. Di Dapil lainnya, kita juga telah menyusun caleg perempuan sesuai ketentuan,” ungkap Muhidi kepada POSMETRO, Jumat (22/3).
Pada pemilu 2014 yang akan digelar 9 April, di Padang masih terdiri dari 5 Dapil namun terjadi pergeseran daerah. Yakni, Dapil I (Koto Tangah, 9 Kursi), Dapil II (Pauh dan Kuranji, 9 kursi), Dapil III (Luki, Lubeg dan Bungtekab, 10 kursi), Dapil IV (Padang Selatan dan Timur, 8 kursi), Dapil V (Padang Barat, Utara dan Nanggalo, 9 kursi).
”Daftar susunan caleg, telah kita serahkan ke DPW untuk diteruskan ke DPP PKS. Kita yakin, penyusunan caleg ini telah sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, persetujuan dari DPP masih belum terbit. Kita masih menunggu itu, walau kemungkinan perubahan itu selalu ada,” ungkap Muhidi.

Parpol Diminta Selektif
Sementara, KPU RI meminta partai politik peserta pemilu 2014, benar-benar selektif dalam merekrut calon anggota legislatif (caleg). Kelengkapan dan keabsahan administrasi persyaratan calon sebelum didaftarkan ke KPU, mestinya sudah dicek dan diteliti sehingga tidak ada yang bermasalah dikemudian hari.
“Partai memiliki ruang dan kewenangan yang paling besar untuk memastikan semua bacalegnya tidak ada yang bermasalah. Karena itu, kita minta partai benar-benar mengorek semua informasi yang berkaitan dengan bacalegnya sehingga mereka yang diajukan ke KPU tidak ada yang bermasalah,” terang Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dalam siaran persnya yang diterima POSMETRO, kemarin.
Menurut Ferry, seleksi yang ketat di tingkat partai politik akan menentukan kualitas anggota DPR dan DPRD. Mantan Ketua KPU Jawa Barat ini menambahkan, aspek kehati-hatian, ketelitian dan kecermatan dari partai, akan memercepat penyelesaian proses pencalegan. Energi partai tidak habis untuk mengurusi administrasi caleg, sehingga dapat memfokuskan diri pada tahapan penyelenggaraan pemilu selanjutnya.
“Jika calegnya bermasalah, yang repot kan partainya juga karena harus mengajukan calon pengganti. Sementara, waktu untuk mengganti daftar calon sementara (DCS) hanya tujuh hari. Yang lebih repot lagi, kalau caleg yang bermasalah itu perempuan, gantinya harus perempuan juga, jika memengaruhi keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen,” ujar Ferry. (cim)
Diumumkan 5 Hari
KPU membuka ruang kepada publik untuk mencermati daftar calon sementara (DCS), sekaligus memberikan masukan dan tanggapan. “Kita umumkan lima hari di media massa dan sarana pengumuman lainnya. Masyarakat diberi waktu 10 hari untuk memberi tanggapan. Kalau ada caleg yang bermasalah, partainya tidak hanya repot untuk menggantinya, tetapi juga siap-siap untuk dikritisi warga,” ujarnya. 
Ferry mengatakan, jika sudah menyediakan caleg dari orang-orang terbaik di partainya, KPU akan lebih mudah menuntaskan proses verifikasi kelengkapan dan keabsahan administrasinya. “Pemilih juga akan lebih mudah menentukan pilihan, karena mereka diberi kesempatan untuk memilih orang-orang terbaik. Karenanya, mari kita semua bekerja sama untuk melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan pemilu dengan baik,” ujarnya.
Ferry memastikan, Peraturan KPU No 7 Tahun 2012 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD, sudah memuat secara detail terkait pemenuhan syarat pencalonan dan syarat bakal calon. Peraturan ini juga sudah disosialisasikan secara berjenjang sehingga semua petugas di semua tingkatan memiliki pemahaman yang sama. (cim)

Sumber : www.posmetropadang.com


posted by @A.history

PKS Matangkan Koalisi dan Pendamping


PADANG, METRO-Tahapan Pilkada akan di-launching (diluncurkan) KPU Padang 23 Maret mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sampai kini masih ragu-ragu. Selain pasangan koalisi partai politik (parpol) yang belum final, partai dakwah ini juga belum bisa menentukan siapa pendamping kandidat wali kota mereka Mahyeldi Ansharullah.
Ketua DPD PKS Padang Muhidi mengaku, beberapa calon telah mengajukan diri untuk dipinang PKS, sebagai bakal calon wakil wali kota. ”Kami memang belum menetapkan calon wakil wali kota. Namun saat ini masih melakukan komunikasi dan pembicaraan dengan beberapa partai politik baik di parlemen maupun nonparlemen untuk koalisi,” kata Muhidi, Kamis (21/3).
Kemungkinan, katanya, PKS akan memublikasikan pasangan calon yang akan diusung, Mei atau Juni menjelang pendaftaran ke KPU Kota Padang, Juli  mendatang. Sedangkan, mengenai isu-isu yang merebak selama ini, hanya sekadar isu-isu politik dan belum ada kejelasan.
”Kami tidak ingin memaksakan sesuatu, apalagi cepat-cepat. Karena, hasilnya tidak akan berdampak bagus,” ujar Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini. PKS saat ini telah memiliki 6 kursi di DPRD Padang, dari 7 syarat minimal yang wajib dipunyai untuk mengusung pasangan calon. Selain mencari koalisi 1 kursi, PKS juga berpeluang maju, dengan tambahan 3 persen suara Pemilu 2009, untuk menggenapkan 15 persen syarat minimal.
Namun, untuk persiapan ke depan, katanya, PKS bersama parpol lainnya akan membuat agenda Kota Padang ke depan. Khususnya, pascagempa 2009 lalu. Agenda yang, akan dibahas tersebut akan dilakukan secara mendalam seperti, pendidikan, sosial budaya, dan wajah Kota Padang, siapa yang pantas memimpin. ”Jika agenda pembahasan tersebut memenuhi visi misi yang sama, maka bisa dilanjutkan pada program selanjutnya,” tambahnya. (cr21)

Sumber : www.posmetropadang.com


posted by @A.history

PKS Siap Menargetkan "Naik" Untuk Kursi DPRD Padang

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan dapat meraih 13 kursi DPRD Padang melalui Pemilu Legislatif 2014 di ibukota Provinsi Sumatera Barat.

“PKS menetapkan target 13 kursi atau 30 persen dari total 45 kursi DPRD Padang pada Pemilu 2014,” ujar Ketua DPD PKS Padang, Muhidi di Padang, Sabtu 16 Maret 2013.
Menurut dia, target tersebut sesuai dengan peluang PKS dalam meraih suara dukungan rakyat di Padang pada Pemilu 2014 tersebut. Ia menyebutkan, PKS menetapkan target sesuai dengan peluang yang ada di lapangan, dan atas dasar itu maka ditargetkan mampu meraih 13 kursi itu.

Selain itu, PKS harus punya target tinggi dalam meraih suara dan hal ini akan memacu semangat para kader dan simpatisan partai ini dalam bekerja.


PKS mengawali kerja ini dengan keiklasan, namun apapun hasilnya akan diterima dan tetap mengharapkan dukungan dari masyarakat, tambahnya.


Terkait adanya Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan pergeseran daerah pemilihan (dapil) di Padang pada pemilu 2014, Muhidi mengatakan, perubahan itu sudah melalui uji publik oleh KPUD Sumbar.

Perubahan dapil ini wilayah pemilihan yang lama (pada Pemilu 2009, red) sudah tidak cocok dengan UU Pemilu, karena ada beberapa syarat yang tidak bisa dipisahkan dengan satu kecamatan dan kelurahan yang bertambah penduduknya, katanya.


“Jadi perubahan ini telah melalui uji publik dan melibatkan partai politik peserta Pemilu, jadi tidak masalah jika terjadi pergeseran dapil di Padang,” tambahnya.
Berdasarkan Surat Keputusan KPU RI Nomor 95/Kpts/KPU/Tahun 2013 tentang penetapan dapil Pemilu Legialatif 2014 dan alokasi kursi untuk DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD, menetapkan perubahan dapil di Padang, dimana Kecamatan Koto Tangah menjadi satu dapil.(mn)

Sumber : www.suaranews.com

posted by @A.history

PKS Padang Gelar Konsolidasi Partai dan Pemenangan Pilkada


Padang, MinangkabauNews -- Ketua DPD PKS, Drs.Muhidi,MM mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk kemenangannya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) kali ini. 

Pihaknya mulai melakukan konsolidasi partai politik dengan melakukan pertemuan antara pengurus DPD PKS dengan Ketua Dewan Perwakilan ranting se-Kota Padang, di Kantor DPD PKS Kota Padang, Sabtu, (23/3). Konsolidasi ini penting untuk memantapkan langkah Partai Keadilan Sejahterah di Kota Padang dalam menghadapi Pilkada dan Pileg.

"Tentunya nanti disesuaikan dengan tahapan KPU terkait kampanye dan lainnya. Yang utama kita mulai konsolidasi untuk menentukan langkah selanjutnya," ujarnya, Jumat (22/3/2013). 

Salah satu persiapan Pilkada dia menggelar pertemuan dengan seluruh Ketua Depera PKS se-Kota Padang. Muhidi mengatakan, konsolidasi ini dilakukan sebagai titik awal langkahnya menuju kemenangan memimpin Kota Padang. (007)

Sumber : www.minangkabaunews.com

posted by @A.history

Kabar Terbaru Ustadz Luthfi dari Balik Jeruji

Written By Unknown on 26 March, 2013 | March 26, 2013


PKS Padang - Segala puji bagi Allah yang akhirnya memberikan kesempatan bagi kami rombongan Maluku Utara, di bawah pimpinan Ketua DPW Alimin Muhammad dan Cagub Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba bisa menjenguk Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq di tahanan Guntur, Manggarai.

Rasa haru, bahagia, dan bangga meliputi kami semua ketika beliau menyalami, dan memeluk kami satu persatu seolah kami adalah sahabat lama walaupun banyak orang di dalam rombongan ini yang mungkin baru kali pertama bersua dengan beliau...

Suasana kekeluargaan sangat kental dalam pertemuan tersebut, beliau yang tampil dengan kemeja coklat bergaris terlihat lebih bugar dan enerjik...

"...Alhamdulillah berat ana turun 8 Kg, Hafalan semakin bertambah dan menguat, qiyamullail semakin panjang, 2 - 3 buku terbaca dalam 1 hari. Benarlah kata para Salafus Shalih bahwa dipenjaranya aktivis dakwah adalah kesempatan ia berkhalwat dengan Rabbnya..."

Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan update terbaru dari kuasa hukum beliau bahwa KPK saat ini sedang kesulitan untuk menjerat beliau... Karena pasal penyuapan yang dituduhkan kini tidak lagi terbukti. Seluruh tersangka lainnya dan saksi saksi menyampaikan bahwa dana 1 miliar itu bukan untuk LHI.

Kemudian tuduhan menyalahgunakan wewenang atau pengaruh juga tidak terbukti. Karena Mentan diangkat pada era Presiden Tifatul Sembiring.

Terakhir, beliau dicoba dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pidana Pencucian Uang (TPPU). Yang pastinya juga Insya Allah tidak akan terbukti.

Dalam mekanisme penuntutan KPK ketika seseorang dijadikan tersangka, kemudian ditangkap dan dipidanakan sampai disidang maka SP3 tidak bisa dikeluarkan. Karenanya untuk menjaga kewibawaan KPK agar tidak terkesan salah tangkap maka mereka akan mencari pasal-pasal apa saja agar beliau bisa divonis bersalah.

Karenanya ustadz Luthfi mohon doa dari ikhwah semua... dari halaqah- halaqah di seluruh Indonesia, agar mendoakan beliau sehingga beliau bisa keluar dan dibebaskan dari semua tuduhan pada persidangan nanti.[]

Penulis : Abu Umar
Wilda Indonesia Timur

Sumber : www.pks-kepri.org


posted by @A.history

PKS Padang Gelar “Gerakan 30rb Belanja Tanpa Menawar” di Pasar


Berbagai cara unik dan menarik di lakukan oleh kader PKS untuk selalu dekat bersama masyarakat. Sesuai dengan arahan presiden PKS Anis Matta bahwa kita harus terus bekerja. PKS kota Padang mengimplementasikannya ke dalam sebuah program “Gerakan 30.000 berbelanja tanpa menawar”. Gebrakan ini dilaksanakan di pasar Alai kecamatan Padang Utara, Minggu (24/3/2013).

Add caption

Kader PKS kota Padang secara serentak turun ke pasar untuk berbelanja. Sekitar 100 orang ikut serta dalam kegiatan ini, mereka adalah peserta dari pelatihan LT 3 besar yang di angkatkan oleh bidang kaderisasi PKS kota Padang. Sebelumnya para peserta mengikuti rangkaian acara yang di laksanakan bidang kaderisasi di gedung LKKS Sumbar dari pagi hingga Zhuhur. Sesuai dengan kontrak pelatihan para peserta wajib untuk turun ke pasar untuk berbelanja tanpa menawar dengan nominal berbelanja sebesar Rp 30.000. Sontak kegiatan turun ke pasar menjadi perhatian warga pasar terutama para pedagang. Salah seorang pedagang mengatakan “ado a kini ko, kok banyak bana urang nan babaju putiah balanjo…?? Biaso e dak takah iko do.” (ada apa ini, kok banyak sekali orang yang berbelanja memakai baju putih..?? biasanya tidak ada seperti ini)”. 

Pemandangan ini merata terlihat di sepanjang pasar Alai, ke manapun berjalan di pasar kader PKS terlihat dengan kostum putih, ada juga yang memakai pakaian PKS langsung. Kader PKS pada umumnya membeli kebutuhan sehari-hari seperti, minyak goreng, cabe, bawang, gula pasir dan lainnya. Dalam berbelanja kader diminta untuk aktif berdialog kepada pedagang, dialog yang di sampaikan juga harus santai agar pedagang merasa nyaman dan tidak mengganggu aktivitas si pedagang. Acara berbelanja ke pasar juga di ikuti oleh Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi beserta ibu yang juga kader PKS. Dalam kesempatan itu masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu langsung dan berdialog. H. Mahyeldi dengan senyum sumringah dan hangat menyapa para pedagang pasar dan berdialog sambil berbelanja kebutuhan sehari-hari. 


Para pedagang senang bisa bertemu langsung sosok pemimpin kota Padang ini dan menyampaikan aspirasi mereka seputar permasalahan yang ada di pasar alai, seperti masalah kebersihan pasar yang agak kurang terawat. Pak Wawa, sapaan akrab H. Mahyeldi, mengatakan “untuk masalah kebersihan pasar ini memang harus di galang kekuatan bersama untuk menjaga dan merawat pasar agar tetap bersih dan nyaman”. Selain itu juga pedagang mengeluhkan sebagian bangunan pasar yang retak agar bisa segera di perbaiki. Dalam kesempatan lain Pak Wawa berdialog dengan seorang nenek pengupas bawang merah. Wakil Walikota tersebut melihat jari nenek yang sudah hitam karena mengupas bawang lalu menanyakan kepada si nenek “bara kilo sehari mengupas bawangko mak..?? (Berapa kilo dalam satu hari ini mengupas bawangnya bu..??)”. Si nenek menjawab “limo baleh kilo sehari” (lima belas kilo dalam sehari). Pak Wawa melanjutkan “iko alah bara kilo yang siap..?? (ini sudah berapa kilo yang siap)” “Iko baru sapuluah kilo” (ini baru sepuluh kilo), jawab nenek. Setelah berdialog bersama nenek pak Wawa melanjutkan berbelanja bersama ibu untuk membeli kebutuhan yang lain, tak lupa senyum dan sapa kepada setiap pedagang yang di lewati. 

posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger