pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

45 Bacaleg PKS Padang Periksa Kesehatan

Written By Unknown on 05 April, 2013 | April 05, 2013


PADANG- Sebanyak 45 bakal calon legislatif (bacaleg) dari PKS Kota Padang melakukan pemeriksaan kesehatan bersama di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (4/4). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bentuk persyaratan pendaftaran caleg yang diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Dari 45 bacaleg PKS Kota Padang yang akan memperebutkan kursi di DPRD Padang periode 2014-2019 tersebut, tampak enam di antaranya merupakan anggota DPRD aktif periode sekarang, yaitu Budiman, Arnedi Yarmen, Muharlion, Hadison dan Pun Ardi, yang maju kembali ke Gedung Bundar Sawahan. Sedangkan Rahayu Purwanti, maju sebagai bacaleg di DPRD Sumbar.

“Semua bacaleg dari PKS mayoritas merupakan kader serta tokoh masyarakat yang sudah berinteraksi dengan PKS. Selain itu, mereka sudah diseleksi dari kapasitas, kapabilitas dan integritasnya,” ujar Ketua DPD PKS Kota Padang Drs. Muhidi, MM yang juga ikut menjadi bacaleg PKS untuk pemilihan legislatif (pileg) 2014 nanti.

Pemeriksaan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut, melewati 10 tahapan, yaitu: wawancara, pengambilan sampel darah dan urine, rekam jantung, pengukuran berat badan dan tinggi badan. Selanjutnya pemeriksaan fisik, mata, THT, Thoraks, rohani serta psikologis test. Selain bacaleg untuk DPRD Padang, juga ikut melakukan pemeriksaan bacaleg untuk DPRD Sumbar dari daerah pemilihan (Dapil) I, yaitu Trinda Farhan Satria dan Rahayu Purwanti.

Ust. Muhidi menambahkan, 45 bacaleg dari PKS tersebut, sudah memenuhi aturan KPU 100 persen. Sebanyak 30 persen diantara bacaleg tersebut merupakan kuota perempuan. “Kalau tidak ada aral melintang, kita akan menyerahkan berkas ke 45 bacaleg PKS ini ke KPU pada 9 April 2013 nanti,” terang Muhidi. (uki)

*posmetro padang

posted by @A.history

Partai Modern itu Bernama PKS



Sepuluh peserta pemilu 2014 ditambah dua peserta tambahan PBB dan PKPI yang menyusul disahkan oleh KPU sebagai partai yang berhak mengikuti kompetisi memenangkan hati rakyat Indonesia tahun depan. Jika kita amati dari sepuluh gambar yang ada, maka bisa kita identifikasikan dalam segmentasi warna. Partai yang menggunakan warna dasar biru ada tiga, partai dengan warna dasar hijau ada dua, partai dengan dominan warna merah ada dua, partai dengan dominan warna kuning ada dua, partai yang baru disahkan pake warna hijau dan merah. Partai yang paling kinclong warnanya cuma nomor 3.

Bicara pemilihan umum, maka berbicara banyak tentang proses demokrasi untuk menentukan masa depan bangsa. Pemenang dalam kompetisi pemilu akan menjadi penentu negara ini mau dibawa kemana dalam pentas percaturan dunia dan khususnya perbaikan seluruh aspek yang menyangkut kepentingan warna negara Indonesia.

Bicara partai, maka kita akan berbicara banyak tentang sistem organisasi partai. Karena kekokohan sistem organisasi yang dimiliki serbuah partai yang akan mampu membuat partai tersebut hidup lebih lama dari pendiri dan para penggagasnya. Semakin canggih organisasi partai, maka semakin kuat partai tersebut bertahan dalam era persaingan demokrasi yang luar biasa ketat, dan hanya partai modern yang dikelola dengan sistem yang mampu maju dan berkembang.

Sekarang kita bicara tentang partai modern. Partai manapun ingin mengelola organisasi politiknya menjadi modern. Bayangan kita seperti halnya manajemen perusahaan mengelola bisnisnya dengan manajemen perusahaan terbuka. Dimana semuanya mulai dari peraturan, kebijakan, sistem, prosedur hinggal pelaporan dikelola dengan sangat baik hingga perusahaan tersebut sanggup hidup, bertahan dab berkembang hingga ratusan tahun lamanya.

Modernisasi sebuah partai dapat dilihat dengan sangat mudah dimulai dari sistem kepemimpinannya. Indonesia sejak zaman kemerdekaan merupakan negara yang secara politik sangat dipengaruhi oleh kehadiran sosok figur yang mampu menjadi penyedot utama perhatian rakyat. Partai manapun akan sangat diuntungkan ketika memiliki figur yang populer dan diterima baik di masyarakat. Tapi kemudian timbul persoalan tatkala sang figur menemui akhir dari era kejayaannya. Maka untuk bertahan pilihannya mutlak dibutuhkan sistem partai yang jauh lebih kuat dibandingkan figur partai. Dalam dunia bisnis kita mengenalnya corporate branding harus lebih bernilai dibandingkan personal branding.

Kesempatan luar biasa di hari ini, kita akan sedikit mengupas tentang modernisasi sistem kepartaian yang dimiliki oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai nomor 3, Partai yang insya Allah dengan izin Allah Ta'ala akan menjadi salah satu pemenang kompetisi pemilu 2014 di posisi 3 besar. Kenapa ga bahas partai lain, karena partai lain biar dibahas pengamat politik aja, hehe.

Kita akan melihat dari kaca besar sistem kepemimpinan di parta kader ini. Hadir di republik tercinta ini sejak lima belas tahun yang lalu, partai ini telah mampu memberikan kontribusi besar dalam merubah citra tentang politik di Indonesia. Terhitung sejak tahun sembilan delapan sudah berganti empat pemimpin. Dimulai dengan era Nurmahmudi Ismail saat masih menggunakan nama Partai Keadilan. Kemudian berganti kepemimpinan di tangan Hidayat Nur Wahid saat sudah bernama Partai Keadilan Sejahtera. Proses kepemimpinan berganti ke tangan Lutfi Hasan Ishaq hingga terjadinya badai fitnah dan dengan cepat sistem partai memutuskan Anis Matta menjadi pemimpin yang baru untuk membawa partai kader ini memenangkan pertempuran 2014.

Jika kita membandingkan proses kepemimpinan PKS dengan partai lain maka kita akan melihat perbedaan yang sangat luar biasa. Kursi presiden di PKS atau ketua umum di partai lain merupakan posisi paling strategis untuk seorang politikus melejitkan karir politik nasionalnya. Hingga menjadi kejadian biasa setiap proses kepemimpinan di partai politik selalu disertai dengan konflik kepentingan yang sangat besar.

Kita tengok sejarah kepemimpinan politik di partai lain maka selalu memunculkan episode baru. Kader yang kalah bertarung memperebutkan kursi ketua umum bikin kongres tandingan hingga satu partai ada dua ketua umum dengan dua versi kongres. Kader politik yang kalah tarung memutuskan keluar dan bikin partai baru biar langsung jadi ketua umum. Kader politik yang tidak boleh mimpi jadi ketua umum karena itu jabatan seumur hidup, karena kepemimpinan partai jadi politik dinasti. Kader yang kalah pemilihan ketua umum menghilang tidak mau berkontribusi lagi untuk partainya.

Lihatlah PKS. Presiden pertama partai ini bersedia menjadi seorang walikota. Presiden kedua partai ini bersedia untuk menjadi ketua fraksi. Presiden ketiga partai ini bersedia berkorban dengan fitnah yang kejam untuk kemenangan dakwah partai ini. Dan Presiden keempat partai ini bersedia kehilangan waktu tidurnya untuk memimpin kemenangan partai ini dalam perjuangan politik 2014.

Apakah kita bisa melihat mantan ketua umum partai lain yang mau diturunkan baju kebesarannya dari pemimpin menjadi dipimpin? Apakah kita bisa melihat di partai lain proses kepemimpinan yang tersistem seperti yang ada di PKS? Apakah kita bisa membandingkan di partai lain dipilihnya pemimpin partai tanpa pertimbangan dinasti keluarga, tanpa pertimbangan kepemilikan harta?

Sistem kepemimpinan di PKS menjadikan partai ini sebagai partai modern yang siap berkontribusi bagi kebaikan sistem politik di Indonesia. Partai yang siap hidup jauh lebih lama dari para pendirinya. Partai yang siap memperjuangkan seluruh kepentingan rakyat Indonesia. Partai yang siap berkorban untuk kesejahteraan masyarakat. PKS pilihan kita semua nomor 3.

*kiriman dari pkspdkacang@gmail.com
  
posted by @A.history

Momentum Kepahlawanan


Seseorang tidak menjadi pahlawan karena ia melakukan pekerjaan-pekerjaan kepahlawanan sepanjang hidupnya. Kepahlawanan seseorang biasanya mempunyai momentumnya. Ada potongan waktu tertentu dalam hidup seseorang dimana anasir (unsur-unsur-red) kepahlawanan menyatu padu. Saat itulah ia tersejarahkan.


Akan tetapi, kita tidak mengetahui kapan datangnya momentum itu. Yaitu, kematangan pribadi dan peluang sejarah. Simaklah firman Allah SWT, "“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan....” "(Al-Qashash: 14)

Usaha manusiawi yang dapat kita lakukan adalah mempercepat saat-saat kematangan pribadi kita. Ini jenis kerja kapitalisasi asset kesejarahan personal kita. Yang kita lakukan di sini adalah mengumpulkan sebanyak mungkin potensi dalam diri kita, mengolahnya, dan kemudian mengkristalisasikannya. Dengan cara ini, kita memperluas “ruangan keserbamungkinan” dan sedikitnya membantu kita menciptakan peluang sejarah. Atau, setidaknya mengantar kita untuk berdiri dipintu gerbang sejarah.

Para pahlawan mukmin sejati tidak pernah mempersoalkan secara berlebihan masalah peluang sejarah. Kematangan pribadi seperti modal dalam infestasi. Seperti apapun baiknya peluang anda, hal itu tidak berguna jika pada dasarnya anda memang tidak punya modal. Peluang sejarah hanyalah ledakan keharmonisan dari kematangan yang terabaikan. Seperti keharmonisan antara pedang dan keberanian dalan medan perang, antara kecerdasan dan pendidikan formal dalam dunia ilmu pengetahuan. Akan tetapi, anda harus memilih salah satunya, maka pilihlah keberanian tanpa pedang dalam perang, atau kecerdasan tanpa pendidikan formal dalam ilmu. Selebihnya, biarlah itu menjadi wilayah takdir dimana anda mengharap datangnya sentuhan keberuntungan.

Kesadaran semacam ini mempunyai dampak karakter yang sangat mendasar. Para pahlawan mukmin sejati bukanlah pemimpi di siang bolong, atau orang-orang yang berdoa dalam kekosongan dan ketidakberdayaan. Mereka adalah para petani yang berdoa ditengah sawah, para pedagang yang berdoa ditengah kecamuk perang. Mereka mempunyai mimpi besar, tetapi pikiran mereka tercurahkan sepenuhnya pada kerja. Sekali-kali mereka menatap langit untuk menyegarkan ingatan pada misi mereka. Namun, setelah itu mereka menyeka keringat dan kembali bekerja kembali.

Wilayah kerja adalah lingkungan realitas, sedangkan wilayah peluang adalah ruang keserbamungkinan. Semakin luas pijakan kaki kita dalam lingkaran kenyataan, semakin besar kemungkinan menjadi kepastian, mengubah peluang menjadi pekerjaan, mengubah mimpi menjadi kenyataan.

Berjalanlah dengan mantap menuju rumah sejarah. Jika engkau sudah sampai di depan pintu gerbangnya, ketuklah pintunya dan bacakan pada penjaganya puisi Chairil Anwar:

Aku
kalau sampai waktuku
ku mau tak seorang kan merayu
tidak juga kau …


 Anis Matta
'Soekarno Muda' Presiden PKS 

posted by @A.history

Gubernur Minta : Bentuk Tim Terpadu Penanganan Keamanan

Written By Unknown on 04 April, 2013 | April 04, 2013

PADANG — Gubernur Irwan Prayitno meminta bentuk tim terpadu sekaligus menyusun rencana aksi dalam penanganan keamanan di kabupaten/kota. Ini dimaksudkan agar jelas upaya pemerintah dalam penciptaan suasana aman, damai dan sejahtera.

“Ini juga sekaligus menjadi jawaban komprehensif atas kebutuhan hukum masyarakat dalam penanganan konflik,’’ kata gubernur seperti disampaikan Kepala Badan Kesbanglinmas Sumbar, Irvan Khairul Ananda kepada Singgalang, Rabu (3/4) di Padang.

Menurutnya, pembentukan tim terpadu tersebut, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri. Di dalamnya diamanatkan bagaimana terciptanya kondisi sosial, hukum dan keamanan dalam negeri yang kondusif dalam mendukung kelancaran pembangunan nasional.

Kemudian ditujukan pula untuk meningkatkan efektivitas penanganan gangguan keamanan dalam negeri secara terpadu sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Irvan menjelaskan, salah satu faktor lahirnya Inpres tersebut beranjak dari kondisi sosial, hukum dan keamanan dalam negeri yang kurang kondusif belakangan.

Berdasarkan data, selama 2012 saja di republik ini setidaknya terjadi 114 kali konflik dengan menelan korban meninggal dunia 89 orang, luka-luka 620 orang. Korban dominan, masyarakat, juga TNI/Polri. Konflik tersebut, dipastikan terjadi di lingkungan masyarakat,  mulai lingkungan RT, RW, desa/nagari hingga kecamatan. Bisa dipicu soal sosial, perbatasan, lahan, ras, etnis, politik lokal maupun sumber daya alam.

“Banyaknya terjadi konflik menunjukkan masih lemahnya kita dalam menegakkan konstitusi dan lebih memprihatinkan lagi pemerintah dicap gagal menegakkan jaminan kebebasan, toleransi dan kehidupan bersama yang damai bagi seluruh warga negara," jelas Irvan.

Tim terpadu penanganan keamanan itu diharapkan dapat menjaga kondisi daerah stabil, aman dan damai. Oleh karena itu di dalamnya, dilibat semua elemen masyarakat.

“Mujur di Sumbar relatif aman, karena karena kedewasaan bersikap dan juga pengaruh budaya yang menjunjung tinggi kebersamaan di tengah keberagaman,’’ imbuh Irvan. (015)

*harian singgalang

posted by @A.history

PKS Larang Anggotanya Plesiran Ke Luar Negeri

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menolak kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri guna membahas beberapa rancangan undang-undang (RUU) yang sedang digodok di Komisi DPR.

Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, partainya tidak akan mengizinkan anggotanya untuk plesiran ke luar negeri. Sebab, PKS mengaku akan lebih fokus bekerja untuk rakyat.

"Kami secara prinsip, PKS 2013 ini tidak mengizinkan kunker ke luar negeri. Kami akan lebih fokus bekerja untuk rakyat," kata Hidayat kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Menurut dia, pihaknya akan mengkaji RUU yang sedang di bahas di beberapa komisi dari data-data yang diperoleh. Menurutnya, hal itu akan lebih mengurangi dana dan lebih maksimal.

"Kami akan meminta perwakilan kami di luar negeri. Sehingga kami akan mengkajinya disini," ujarnya.

Dia menegaskan, seluruh fraksi DPR yang hendak plesiran ke luar negeri dapat membuahkan hasil. Sehingga dapat dipertanggungjawaban kepada publik. "Kami mengingatkan yang berangkat secara profesional dan bertanggungjawab kepada publik," tegasnya.

Komisi III DPR yang membidangi hukum akan melakukan plesiran ke Eropa untuk studi banding RUU KUHP dan KUHAP yang di dalamnya terdapat pasal santet. Sementara, Komisi I DPR yang membidangi pertahanan akan melakukan kunker ke Ukraina dan Turki mulai 13-19 April 2013.

Kunjungan kerja itu berkaitan dengan fungsi pengawasan Komisi I DPR RI. Berikut jadwal kunjungan kerja ke Ukraina dan Turki yang diterima dari Sekretariat Komisi I DPR RI.
13 April 2013, Pukul 17.50 WIB take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Istambul, Turki.
14 April 2014 Pukul 07.55 waktu Istambul take off dari Istambul menuju Kiev, Ukraina dan tiba di Kiev, Ukraina pukul 09.55 waktu Ukraina.
15 April 2013 Pukul 09.30 Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPR RI dengan Duta Besar RI untuk Republik Ukraina dilanjutkan dengan pertemuan dengan Parlemen Ukraina.
16 April 2013 - Kunjungan Komisi I DPR RI ke Industri Pertahanan Ukraina dengan agenda mendengarkan penjelasan pimpinan perusahaan Industri Pertahanan Ukraina yang dilanjutkan dengan tanya jawab.
17 April 2013 Kembali ke Istambul dan RDP dengan Konjen RI.
18 April 2013 Kunjungan Komisi I DPR RI ke objek-objek yang berkaitan dengan ruang lingkup Komisi I DPR RI
19 April 2013 Kembali ke tanah air pukul 00.40 waktu Istambul. 

*sumber : inilah.com

posted by @A.history

Abraham Samad Melanggar Etika Karena Geram Terhadap Koruptor?


 
by Don Alejandro

  * Keknya seru juga nih bahas keputusan komisi etik. Ikut bahas ah mumpung masih anget.
  * Dengan diumumkannya keputusan komisi etik (KE), banyak orang menganggap permasalah ini telah selesai. Namun nggak demikian menurut aku.
  * Aku bakal coba zoom perkara2 yang sedikit diekspose oleh media karena menurut aku masih banyak yg luput dari perhatian kita.
  * KE telah menetapkan bahwa Bram (Abraham Samad) telah melanggar kode etik meski nggak terbukti secara langsung membocorkan sprindik. Sanksi sedang.
  * Ada beberapa kesalahan Bram yaitu; lalai, berkomunikasi dengan pihak eksternal KPK dan nggak kordinasi pasca bocornya sprindik.
  * Fakta lainnya adalah Bram nggak bersedia memberikan BB untuk dicloning & karena hal ini pula bram dianggap nggak kooperatif thd KE.
  * Aku coba intip isi BBM Bram buat Tri Suharman & aku kopas ada yg disingkat pada item 8.
  * Jgn sebut Namaku dulu Soalx sy yg ambil alih kasus ini spy bisa jalan, sy pake kekerasan sdikit, makax sy tdk mau tambah runyam.
  * Dari isi BBM tsb secara psycholinguistik bisa diambil kesimpulan bahwa dia sangat geram dan geregetan karena kasus hambalang mandeg.
  * BBM Bram tsb jadi klop dgn pengakuan Wiwin yang ngerasa jengkel ke koruptor. Jengkel karena nggak jadi tersangka juga kale he he he...
  * Jangan2 Bram juga nih yang ngeluh ke bang Rivai ttg leletnya proses penentuan tersangka Anas. Kenapa Bram sering curhat ke luar?
  * Ada fakta lain dimana hasil temuan KE justru meyakinkan dugaan aku ttg adanya faksi di KPK pada kicau yang lalu.
  * Salah satu hasil temuan KE adalah adanya komunikasi yg kurang lancar diantara pimpinan KPK. Ini sih bahasa halus dari nggak akur he he..
  * Aku udah berkali2 bilang bahwa adanya konflik di KPK adalah sesuatu yang kurang produktif dan itu jelas sebuah masalah.
  * Sulit buat ngebantah terjadinya perpecahan di KPK meski banyak yang nyangkal perpecahan ini. Maka aku bilang semuanya belum berakhir.
  * Lalu Peran Adnan PP apa sampe dinyatakan bersalah melanggar kode etik pegawai KPK? Ini yang belum jelas karena nggak info yg jelas.
  * Adnan PP hanya disebut telah melakukan pelanggaran etika dengan pasal yang sama dengan Bram yaitu pasal 6 ayat 1.
  * Kalo dilihat dari pasalnya, Adnan PP melanggar etika komunikasi dgn pihak eksternal berupa publikasi pencabutan tanda tangannya pd sprindik.
  * Sebenarnya, pelanggaran etika oleh bram & Adnan ini hanya pelanggaran prosedural diluar prinsip keadilan sebenarnya.
  * Mrk bukan berkomunikasi dengan pihak yg berperkara apalagi menemui pihak yang berperkara. merekayasa saksi perkara apalagi nggak bgt :D
  * Bram lalai, kurang pengawasan adalah hal manusiawi meski ini patut jadi pelajaran. tapi apakah keputusan KE ini telah benar?
  * Jangan2 keputusan KE ini bersifat politis dan terdapat unsur kongkalikong untuk kepentingan "saling menyelamatkan" atau barter kpntingan.
  * Andai benar terjadi barter atau dagang sapi kasus dalam keputusan ini, Sangat berbahaya dalam penyelesaian Century, Hambalang, sapi dll.
  * 1 yang pasti, Ini hanya babak baru KPK setelah terjadi pelanggaran serius meski aku bisa maklumi bung wiwin bocorin karena geregetan :D
  * @SamadAbraham jangan risau dgn kesalahan karena kami tahu anda orang yang pas duduk disana. Selamat menjalankan tugas, bro!

*sumber: http://chirpstory.com/li/65674

posted by @A.history

Apakah Senyummu Bernilai Sedekah ?

Written By @Adimin on 03 April, 2013 | April 03, 2013


Bersedekah yang paling murah adalah dengan memberi senyum kepada saudaranya saat bertemu. Senyum sedekah tentunya berbeda dengan senyum yang bukan sedekah. Senyum sedekah muncul dari innerbeuty Illahiyah (kebersihan hati), senyum sedekah diberikan untuk semua (rahmatal lil ‘alamin). Tidak di batasi oleh perbedaan pendidikan, jabatan, kecantikan, kekayaan dan status sosial. Senyum sedekah akan menghadirkan ta’liful qulub dan senyum sedekah mempererat persaudaraan(ukhuwah).

Sedangkan senyum yang bukan sedekah muncul bukan dari ketulusan tapi punya niat yang lain, tersenyum agar dagangannya laris, tersenyum untuk memberikan pelayanan yang baik bagi customer agar tidak kecewa (karena sudah membayar mahal), tersenyum agar dapat pujian dari lawan jenis, tersenyum agar dibilang ramah. Dan senyum yang bukan sedekah hanya bisa tersenyum untuk orang-orang tertentu saja.

Misalnya, dia bisa tersenyum kepada atasannya tidak kepada bawahannya (karena tidak memberi pengaruh apa-apa), ia hanya mampu tersenyum hanya kepada yang sama-sama kaya, sama-sama punya jabatan, sama-sama terkenal sedangkan kepada yang miskin, yang tidak punya jabatan dan yang tidak berpendidikan senyum itu menjadi mahal dan sulit untuk dilakukan kalaupun dilakukan bisa jadi setengah hati. 
 
Dan yang saya maksud senyum yang bukan sedekah bisa jadi ia bisa tersenyum manis saat berdagang, saat melayanicustomer dan saat meeting dengan atasan, tetapi kepada anak, suam/istri, pembantu dan sopir yang mestinya yang pertama mendapatkan senyum sedekah menjadi terabaikan.

Sebaliknya senyum sedekah karena diawali dengan ketulusan dimanapun dan kapanpun senyum sedekah mudah terwujud baik saat bekerja melayani customer, saat meeting dengan atasan atau saat bertemu anak, suami/istri, pembantu dan sopir tak ada perbedaan. 
 
Tentu yang saya maksud senyum sedekah disini adalah keberadaan kita dimanapun membuat orang ada di dekat kita merasa tentram, tenang dan tidak ada jarak walaupun ada perbedaan pendidikan, usia, popularitas dan status sosial.

Semoga kita bisa merealisaiskan makna ayat “ukuran kemulian pada ketakwaan (bukan keduniaan)” dan juga makna ayat “kita hadir untuk memberi rahmat bukan laknat.”
 
Oleh : Ustadzah Nurjanah Hulwani


posted by Adimin

Mahyeldi, Penghuni Rusunawa tak Tepat Sasaran



Purus, Padek—Pemko Pa­dang akan mengevaluasi kem­bali peruntukan rumah susun sewa (rusunawa) di kawasan Purus. Evaluasi itu dilakukan ka­rena penghuninya banyak dari ma­syarakat kelas mene­n­gah, se­dangkan masyarakat ku­rang mampu tidak diako­modir.

“Rusunawa itu dibangun untuk keluarga kurang mampu agar bisa menempati rumah yang layak. Dengan harga sewa mu­rah, tentu akan memper­mu­dah masyarakat menempati ru­mah yang nyaman,” kata Wakil Wali Kota Padang, Mah­yeldi Ansharullah, kepada Pa­dang Ekspres, kemarin.

Mahyeldi menegaskan bagi keluarga mampu yang menyewa di rusunawa adalah perbuatan salah. “Keluarga yang merasa mampu, coba sadar diri agar tidak menghuni rumah di rusu­nawa tersebut. Ini didbangun untuk saudara-saudara kita yang tidak mampu,” sarannya.

Mahyeldi juga menyorot penataan kamar di rusunawa Purus. “Saya minta ada batasan dan pengaturan kamar. Peng­huni harus mematuhi norma-norma. Jangan sampai rusu­nawa malah jadi tempat asusila. Pengelola harus selektif. Jangan sampai pasangan yang belum memiliki ikatan atau hubungan bisa tinggal serumah. Sesama penghuni juga harus saling menghormati dan menjaga ke­nyamanan,” saran Mahyeldi.

Ketua Komisi III DPRD Pa­dang, Asrizal meminta Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang dan UPTD Rusunawa menge­valuasi peruntukan rusunawa. Ia menduga peruntukan rusunawa yang tidak tepat sasaran.

“Peruntukan rusunawa itu untuk masyarakat sekitar yang berpenghasilan rendah. Tapi kenapa juga disewakan ke ma­hasiswa. Jadi saya minta per­untukannya harus dievaluasi lagi,” ujarnya.

Ketua Komisi IV, Azwar Siri menyayangkan penempatan rusunawa yang tidak tepat sasa­ran. “Saya meminta kepada instansi terkait jeli dan selektif menyewakannya pada orang yang tepat,” ujarnya.

Parahnya lagi, jelasnya, kon­trakan mahasiswa laki-laki de­ngan perempuan berdekatan. “Ini jelas sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan pembangunan rusunawa itu,” tegas Azwar Siri.

Wakil Ketua Komisi IV, Mu­harlion menegaskan, perun­tukan rusunawa untuk masya­rakat berpenghasilan rendah, terutama mereka yang tergusur akibat pembangunan rusunawa dan masyarakat sekitarnya.

“Ini perlu dilahirkan perda­nya. Sehingga pemanfaatannya betul-betul efektif dan juga ada sanksi yang dibebani kepada pelanggar itu sendiri. Tujuannya untuk memberikan efek jera kepada mereka yang meman­faatkan rusunawa untuk kepen­tingan pribadi,” tegasnya.

Dihuni Mahasiswa
Secara terpisah, Awi, 28, penghuni Rusunawa mengata­kan, selain orang yang sudah berkeluarga, mahasiswa juga banyak menyewa tempat ini. “Banyak mahasiswa yang tinggal di sini, laki-laki dan perempuan,” ujar pribumi Purus itu.

Dia juga mengatakan, untuk pengamanan Satpol PP setiap hari hingga pagi selalu berjaga-jaga. Namun, penerimaan tamu tidak dibatasi. “Mau tamu ce­wek, atau cowok boleh masuk kamar. Tapi, lewat dari pukul 22.00  harus pulang. Intinya harus tahu aturan juga, kalau tidak pemuda sini juga siap mengusir,” tuturnya.

Rahmat, 24, mahasiswa yang tinggal di sana turut mem­benarkan, jika kebanyakan ma­hasiswa yang tinggal di rusuna­wa itu. “Kalau di lantai empat ini rata-rata mahasiswa yang ting­gal,” ujar pemuda asli Jawa yang sudah satu bulan numpang di kamar temannya itu.

Untuk pembagian tempat tinggal, dia mengaku tidak ada pengelompokan. “Semuanya sama, tidak ada gang ini maha­siswa, gang lain orang sudah beekeluarga. Kadang bersebe­lahan dengan mahasiswa cewek, atau bertetangga dengan orang berkeluarga. Pokoknya be­bas­lah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Rusunawa Adlinsyah menegas­kan, rusunawa bukan untuk masyarakat miskin, tapi untuk orang berpenghasilan rendah dan warga RT 03 dan 04 yang rumahnya dibongkar saat pem­bangunan rusunawa tersebut.

“Jika sampai saat ini masih ada warga yang rumahnya di­bongkar belum memiliki rumah, mereka tetap diprioritaskan. Tapi jika sudah memiliki rumah, mereka tidak jadi prioritas lagi,” tegasnya. 

Rusunawa terdiri dari blok A dan B. Setiap gedung terdiri dari 96 kamar. Biaya sewa kamar di lantai I Rp 290 ribu, lantai II Rp 275 ribu, lantai III Rp 260 ribu dan lantai empat Rp 245 ribu.

Persyaratannya, warga Pa­dang yang memiliki KTP Pa­dang, ke­mudian warga luar Pa­dang yang bertugas di Padang dan me­miliki surat keterangan do­misili dari kelurahan tempat ting­gal me­reka. Terakhir surat ber­peng­hasilan rendah. (ek/zul/cr4)

*Padang Ekspres

posted by @A.history

Mungkinkah Giliran PKS?


Menarik jika menilik sejarah pemilu Indonesia di era reformasi, diantaranya adalah fakta bahwa dari tiga kali penyelenggaraan pemilu ketiganya selalu melahirkan juara baru, pemenang pemilu 1999 PDIP (33,74%), pemilu 2004 Partai Golkar (21,58%), pemilu 2009 Partai Demokrat (20,85%).

Maka pemilu 2014 sangat menarik untuk ditunggu apakah ia akan melahirkan lagi juara baru, atau untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu di era reformasi akan ada partai yang memenangkannya untuk kedua kali atau bahkan Demokrat bisa mengulang kesuksesan menjadi juara bertahan?

Dengan analisa yang sederhana sebenarnya kita bisa melihat kemungkinan mana yang akan terjadi di pemilu 2014. Diantara yang mudah untuk dilihat adalah kemungkinan yang terakhir sepertinya sulit untuk terjadi, dengan seabreg kasus korupsi yang melilit kader-kadernya hingga penetapan Anas Urbaningrum sang ketua umum saat itu sebagai tersangka oleh KPK berlanjut dengan prahara rumah tangga yang seolah mengobrak abrik bangunan Demokrat sebagai partai pemenang, rasanya sulit dibayangkan dengan cara apa demokrat harus mengatrol suara.

Dari ketiga partai yang pernah memenangkan pemilu legislatif di era reformasi, presentase kemenangan partai Demokrat paling sedikit yakni hanya 20,85% dibanding PG 21,58% dan PDIP 33,74%. Kemenangan di 2004 itu pun disinyalir lebih karena pesona Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pada tahun 2014 nanti akan berakhir masa jabatannya sebagai presiden RI dan tak mungkin mencalonkan lagi, tragisnya popularitas pemerintahannya memperlihatkan trend menurun akibat beberapa kebijakan yang dianggap kontroversial serta teka-teki Century yang suka tidak suka telah menyerempet penghuni istana, dengan kondisi seperti itu rasanya Demokrat butuh banyak keajaiban untuk kembali menang.

Apakah mungkin diantara PDIP dan PG bisa menjadi pemenang untuk yang kedua kalinya?

Hal itu mungkin terjadi jika dua syarat ini terpenuhi, pertama, jika PDIP dan PG begitu mempesona rakyat Indonesia sehingg berhasil melonjakan suara sedikitnya 7% saja. Dari 14,45% suara di pemilu 2004 PG bisa jadi 21,45% suara di pemilu 2014, dan PDIP dari 14,03% suara pemilu 2009 menjadi 21,03% di pemilu 2014 yang itu berarti sedikit melampaui suara pemenang pemilu 2009 PD (20,85%). Tetapi untuk memenuhi syarat pertama ini saja bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat di tiga pemilu era reformasi kedua partai ini malah memperlihatkan trend menurun.

Lihatlah PDIP dari posisi juara pertama di pemilu 1999, periode pemilu berikutnya langsung menurun tajam tinggal 18,53% saja dan di pemilu 2009 hanya tersisa 14,03%. Demikian pula dengan PG di pemilu 1999 dia memperoleh 22,44%, pada pemilu berikutnya tahun 2004 meskipun saat itu dinobatkan sebagai pemenang tetapi sesungguhnya PG mengalami penurunan suara, tinggal 21,58% yang masih memilihnya, dan di pemilu 2009 turun lagi menjadi tinggal 14,45% saja. Sekali lagi jangankan menaikkan 7%, sekedar mempertahankan suara saja, sulitnya luar biasa.

Kedua, PDIP dan PG mungkin saja memenangkan pemilu 2014 jika PD benar-benar dihukum rakyat Indonesia dan suaranya merosot hingga 8% dan begitu buruknya partai-partai lain di luar the big three sehingga tak jua mampu memanfaatkan kekecewaan yang telah nampak di tiga pemilu terhadap tiga partai besar ini sehingga suaranya tak jua melonjak, dan PDIP serta PG cukup mempertahankan suaranya saja.

Lalu bagaimana terhadap kemungkinan munculnya juara baru di 2014?

Dari sederet partai peserta pemilu yang menguntit dibawah the big three, seharusnya pemilu 2014 adalah milik peringkat ke empat yakni PKS, tapi bisakah PKS meraihnya? Mari kita lihat kemungkinannya.

Pertama, dari sisi kemampuan melonjakan suara. Dari semua partai peserta pemilu di era reformasi, hanya ada tiga partai besar yang mampu melonjakkan suara secara luar biasa, yang pertama PDIP dari posisi nothing di pemilu terakhir era orde baru, langsung melejit menjadi pemenang dengan 33,74%, tapi siapapun tahu bahwa kemanangan PDIP ini lebih diakibatkan, “maaf” keajaiban cinderella dengan Megawati Soekarno Putri sebagai Cinderella nya, terbukti di pemilu berikutnya suara PDIP langsung rontok kembali. Partai kedua adalah Partai Demokrat, hanya butuh dua kali pemilu bagi mereka untuk menjadi pemenang, pada awal kesertaannya di pemilu 2004 PD langsung menyedot 10,36% suara pencapaian yang luar biasa untuk partai yang baru pertama kali muncul, dan pada pemilu berikutnya dia berhasil melipatgandakannya menjadi 20, 85% suara.

Partai ketiga yang mampu melakukannya ya PKS, tidak lolos ET di pemilu pertama yang mereka ikuti tahun 1999 saat mereka hanya memperoleh 1,36% suara, PK yang kemudian berubah menjadi PKS langsung mendobrak dengan kenaikan suara 600% menjadi 7,34% Pada pemilu berikutnya di 2004, sayangnya pada pemilu 2009 suara PKS stagnan di 7,88%.

Maka jika melihat histori perolehan suara seperti ini, PKS masihlah menyimpan beberapa misteri yang membuat partai-partai lain tak kan nyenyak tidur bersaing dengan PKS. Benar bahwa pada pemilu ke tiga suara PKS stagnan di 7,88% tetapi siapapun mengetahui bahwa PKS masih menyimpan kekuatan besar yang sulit ditandingi partai manapun, yakni kekuatan pengkaderan yang nyaris tak mampu dilakukan partai manapun. Jika seiring waktu PKS terus menerus mengokohkan pengkaderannya maka infrastruktur partai ini akan semakin lengkap merata, dan jika sudah demikian bisa dipastikan tak ada amunisi politik yang mampu mengalahkan jaringan kader yang tertata dengan baik. Sebagian partai bertumpu pada citra media untuk melonjakan suara, tapi hal tersebut bisa lemah saja jika menemui jaringan kader yang mengakar di masyarakat, demikian pula dengan amunisi money politics atau negatif campaign dan memainkan kecurangan pemilu, diyakini akan terkulai lemah menghadapi jaringan sadar kader PKS.

Faktor kedua, biasanya kemenangan pemilu legislatif selalu berhubungan dengan isu besar tingkat nasional yang mencuri perhatian publik, baik itu berhubungan dengan figur besar atau peristiwa besar, persis seperti yang terjadi pada kemenangan PDIP lewat figur Megawati di pemilu 1999, kemunculan Golkar Barunya Akbar Tanjung dan konvensi capres PG yang mencuri perhatian publik di 2004 dan SBY sang Presiden flamboyan dengan program BLT nya yang semakin dicintai rakyat hingga mengerek Demokrat sebagai pemenang di 2009.

Adakah sesuatu yang menyedot perhatian publik pada PKS menjelang 2014 ini? Saya yakin anda tersenyum seperti saya, drama penangkapan mantan presiden PKS LHI yang super cepat, kemunculan Presiden baru bernama Anis Matta bak Soekarno katanya, dan gencarnya KPK menggali begitu dalam borok PKS dari suap impor sapi-pencucian uang-sampai urusan AD-ART PKS sepertinya menjadi tema yang paling hot untuk seluruh media di Indonesia, dan saya kira semakin seru dramanya, akan semakin menaikan rating PKS di 2014.

Jadi apakah PKS akan memenangkan pemilu legislatif 2014?

#salam 3 BESAR ...

Oleh : Lutfi Rachman
Aktif di LENGKAP (Lembaga Pengembangan dan Kajian Politik)
 

posted by Adimin

Elektabilitas Mahyeldi Masih yang Tertinggi



Padang - Jelang ditabuhnya tahapan pemilu kepala daerah (pilkada) Padang oleh KPU 2 April, lembaga survei Institute for Community Studies (InCoSt) merelis hasil survei terbaru mereka. Dalam survei yang digelar 24-27 Maret 2013, inCoSt mendapatkan dua kandidat utama, yang akan bersaing dalam pilkada langsung kedua sepanjang sejarah Kota Padang itu. 

Direktur InCoSt Erizal menyebutkan, dua orang tersebut adalah, tokoh muda perubahan Kota Padang Andre Rosiade, dan wakil wali Kota Padang yang akan menjadi calon incumbent pilkada, Mahyeldi Ansharullah. Dua pria beda latar belakang ini, menempati urutan pertama dan kedua, dengan selisih persentase elektabiltias (tingkat keterpilihan) sebagai bakal calon wali kota (bacawako) hanya 2,3 persen saja.

”Berdasarkan hasil survei kami terhadap 29 orang yang disebut akan maju pilkada, menyatakan diri maju pilkada, dan mendaftar ke partai politik atau perseorangan, terdapat 25 nama yang dipilih responden. Sisanya, 6,3 persen belum menentukan pilihan. Dua nama teratas adalah, Mahyeldi Ansharullah dengan elektabilitas 25,1 persen, dan Andre Rosiade 22,8 persen,” kata Erizal dalam keterangan persnya kepada wartawan, kemarin.

Menurut pria yang juga telah melakukan survei akurat untuk pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati/wali kota 2010 (Pasbar, Pasaman, Dharmasraya dan Payakumbuh 2012 ini), nama-nama lain yang mengekor, berselisih lebih dari 15 persen dari dua kandidat terkuat. Seperti, anggota DPR RI M Ichlas el Qudsi (Michel) hanya di angka 7,5 persen, mantan Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim (6,6 persen), dan Ketua Baznas Padang Maigus Nasir (4,5 persen).

”Sementara Asnawi Bahar yang sudah mulai bekerja sejak beberapa waktu terakhir telah mulai merangkak naik di angka 3,2 persen, diikuti dua anggota DPD RI Emma Yohana 2,9 persen dan Afrizal 2,5 persen. Yendril dan Alkudri, berada di 10 besar dengan persentase elektabilitas di bawah 3 persen (lihat grafis),” kata Erizal yang juga seorang konsultan politik dan kolumnis media massa ini.

Dia menyebutkan, mengacu kepada popularitas (tingkat keterkenalan) sebenarnya ada ketimpangan antara popularitas Mahyeldi yang mencapai 84,8 persen dengan elektabiltas 22,1 persen. Artinya, banyak responden yang mengaku kenal, tapi tidak menjatuhkan pilihan kepadanya. Berbeda dengan Andre yang hanya memiliki popularitas 65,3 persen, tapi elektabiltasnya mencapai 22,8 persen. Sementara, popularitas ketiga dimiliki Yusman Kasim (51,3 persen), Michel (46,1 persen), dan Emma Yohana (40,7 persen). Sedangkan Maigus Nasir (28,3 persen), Alkudri (26,0 persen).

Menurutnya, survei tersebut menggunakan responden sebanyak 801 orang, dengan margin eror 2,5 persen. Jumlah pemilih, tersebar di 11 kecamatan meliputi 104 kelurahan di Kota Padang, sesuai dengan persentase kepadatan penduduk. Survei juga dilakukan berdasarkan pekerjaan responden, yang didominasi oleh ibu rumah tangga 34,0 persen, wiraswasta/pengusaha (16,5 persen), pegawai swasta (10 persen), pensiunan (6 persen), buruh (5,6 persen), pelajar/mahasiswa (5,1 persen), guru (4,7 persen), pengangguran (4,2 persen), dan lainnya. Semuanya diambil berdasarkan skala penduduk Kota Padang dari sisi pekerjaan.

Konsistensi pemilih dibagi tiga, yaitu 31,1 persen bertahan dengan pilihan (tetap sama), ada kemungkinan berubah 56,8 persen dan tidak tahu 12,1 persen. ”Dari sisi ini, Andre Rosiade mengungguli Mahyeldi. Karena, pemilih loyalnya mencapai 41 persen, sementara Mahyeldi hanya 26,4 persen. Ini adalah salah satu alasan, Andre disebut-sebut bisa melewati Mahyeldi,” katanya.

Perubahan
Alasan memilih yang ditawarkan surveyor dijawab responden paling banyak karena berpengalaman 20,0 persen, ingin perubahan (16,6 persen), dekat dengan masyarakat (15,9 persen), hubungan keluarga/pertemanan (6,4 persen), religius dan paham adat (5,7 persen). ”Dua kandidat juga mendominasi di pertanyaan ini. Andre mayoritas dipilih karena perubahan, dan dekat dengan masyarakat. Sementara Mahyeldi, karena berpengalaman,” sebut Erizal menyebut salah satu kesimpulan dan rekomendasi surveinya.
Kecenderungan dua kali survei InCoSt ini, kata Erizal, Mahyeldi dan Andre memiliki tren naik. Saat melakukan survei 6-13 Januari 2014, kedua kandidat ini berada pada angka 17,5 persen, dan 15,4 persen. Sementara, Michel memiliki kecenderungan penurunan elektabilitas dari 9,2 persen, menjadi 7,5 persen. Yusman Kasim disebut stabil, dan Maigus Nasir sedikit naik.

Kesimpulan
Menurur Erizal, dari dua kali survei InCoSt, sepertinya yang baru telihat bersaing ketat dan serius dalam pilkada Padang adalah Mahyeldi dengan Andre Rosiade. Belum tampak kandidat lain yang bersaing, meski telah memasukkan 29 kandidat yang bakal maju.

Sebagai incumbent, katanya, Mahyeldi tidak terlalu kuat (2,51 persen), sebaliknya sebagai pendatang baru dan tokoh muda Andre Rosiade cukup berhasil membangun popularitas dan elektabilitasnya di Padang. Andre berpeluang mengalahkan Mahyeldi, meski tidak mudah, karena faktor incumbent. Strategi memilih pasangan menjadi sangat penting, untuk meningkatkan popularitas-elektabilitas masing-masing, jika nantinya bertarung.

”Pertarungan Mahyeldi dan Andre Rosiade sepertinya bertemakan lanjutkan (berpengalaman) melawan perubahan, atau kemapanan melawan perubahan. Satu hal yang menarik, tingkat konsistensi pemilih Padang masih relatif rendah (31,1 persen). Artinya, dinamika politik Pilkada masih tinggi” katanya. Dibandingkan dengan Mahyeldi, tingkat konsistensi pemilih Andre relatif lebih baik,” sebutnya.

*pkssumbarnews.blogspot.com

posted by @A.history

Gubernur Sumbar Serukan Pilkada Damai



Padang- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyerukan warga di empat daerah yang sedang menggelar pilkada, mengedepankan nilai-nilai (demokrasi dan kekeluargaan. Khusus pada para kandidat Wali Kota/Wakil Walikota, Gubernur mewanti-wanti agar mengingatkan massa pundukung masing-masing menjaga suasana kondusif.

Para kandidat kepala daerah dan pendukungnya diserukan menerapkan pilkada badunsanak, Jika ada dugaan kecuragan, Gubernur mengingatkan jangan sampai bertindak anarkis, tapi diselesaikan melalui jalur hukum,  “Empat daerah yang akan menggelar pilkada, saya ingatkan jangan sampai kekisruhan pilakada di daerah lain terjadi pula di sini," ujar Irwan Prayitno, kemarin (2/4).

Gubernur tidak menafikan maraknya gangguan keamanan di seantero Indonesia, termasuk di Sumbar, dapat memacu konflik sosial. Perebutan sumber daya alam, sengketa tanah atau berbagai bentuk perselisihan yang dapat menggunggu keamanan dalam negeri. “Kondisi kemnunan Sumbar relatif lebih kondusif. Kendati begitu, kewaspdaaan terhadap ancaman yang dapat mengganggu situasi keamanan patut diwaspadai. Sekecil apapun permasalahan yang terjadi harus diselesaikan sesegera mungking,” tegas Irwan Prayitno.

Dia menjelaskan, Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Ganguan Keamanan Dalam Negeri, memberikan perintah kepada Gubernur menciptakan keamanan. Untuk memudahkan koordinasi itu di bentuklah tim terpadu di tingkat Provinsi, kabupaten/kota di Sumbar.

Inpres ini dapat menjadi panduan kita untuk dapat memahami dan mengambil langkah-langkah tertentu, terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keamanan seperti teroris, perkelahian antarkampung, perebutan lahan dan sebagainya. Namun penanganannya tetap berpedoman pada HAM serta aturan hukum yang ada,” ucapnya.

Meski situasi dan kondisi keamanan di Sumbar kondusif, Gubernur tidak menampik potensi gangguan keamanan dapat terjadi kapan saja. Sekecil apa pun potensi itu, tambah Irwan Prayitno, tetap menjadi perhatian, termasuk masalah BBM. Selain itu, persiapan calon legislatif atau masalah agama, perlu dijadikan perhatian yang serius,“Itulah peran dari Forkompinda sesuai tugasan
kewenangan, dalam penanganannya kita bentuk tim, bagaimana mengambil langkah cepat dan mengurangi jatuh korban serta menangani secara dini setiap ada peristiwa," tuturnya.

Pengamat politik dari Unand, Asrinaldi menambahkan, pilkada damai harus tercipta di Sumbar sesuai pencanangan “pilkada badunsanak”. Komitmen para elite politik yang paling diutamakan dalam mewujudkan pilkada damai ini. Jika elitenya punya komitmen, saya yakin pendukungnya nurut. Jika dicurigai ada kecurangan, laporkan ke lembaga berwenang, Mahkamah Konstitusi (MK),” ujarnya.

Konflik pilkada umumnya akibat ulah elite politik itu sendiri yang tidak memiliki komitmen. Bahkan, elite politik itu yang menyebabkan pendukungnya bergejolak hingga membuat kerusuhan," tambahnya. Untuk itu, dia menyaran-
kan para elite politik intens berkomunikasi dengan pendukungnya. Jangan sebatas komunikasi ketika pilkada saja tapi melakukan pendidikan dan pendewasaan politik. Aturanya sudah jelas, kalau tidak bisa menerima kekalahan karena melihat ada indikasi yang salah, laporkan ke MK,” ulasnya.

Untuk menjaga komunikasi dan komitmen ini, elite harus mampu menggandeng tim sukses. Pasalnya, tim sukses bisa dijadikan penghubung dengan pendukung. “Saya menilai MK merupakan lembaga yang masih bersih dan keputusanya memang objektif tanpa ada intertensi dari pihak manapun," tuturnya. (ayu/ek)

*Padang Ekspres

posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger