pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Tidur Yang Indah

Written By Sjam Deddy on 19 September, 2014 | September 19, 2014



Pergilah ke tempat tidur, agar Anda bias beristirahat untuk melakukan aktifitas baru. Sebelum tidur, duduklah sejenak sekitar sepuluh menit bersama jiwamu untuk bermuhasabah atas kegagalan dalam melakukan ketaatan, atau karena dosa yang dilakukan.

Ahnaf bin Qais mendekati sebuah lentera pada suatu malam, lalu ia meletakkan jarinya diatasnya, nyaris tangannya terbakar. Lalu ia berkata kepada dirinya: “Rasakan, rasakan. Kemudian ia berkata: “Wahai jiwa, dosa apakah yangsudah kau perbuat hari ini, apa yang menjadikanmu berbuat seperti itu hari ini”.

Setelah Anda mengevaluasi diri atas kelalaian dan dosa yang dilakukan hari itu, perbaharuilah taubat dengan Allah. Tidurlah dalam kondisi taubat, bertekadlah kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

Pelajaran itu bukan dari banyaknya Anda jatuh ke tanah. Namun berapa banyak Anda bisa bangkit lagi.

Perbaharuilah taubatmu. Ingatlah kalimat ini setiap malam; “Bila Anda wafat maka Anda akan wafat dalam keadaan bertaubat. Bila Anda bangun dan menjemput hari baru, Anda gembira karena ajal yang ditunda sehingga Anda dapat memperbanyak kebaikan dan mengakui kesalahan.”

Tidur seperti inilah yang paling bermanfaat bagi seorang hamba. Apalagi bila diikuti dengan zikrullah dan sebagian sunah nabi. Seperti riwayat yang bersumber dari Jabir bin Abdillah secara marfu’, sesungguhnyaRasulullah tidak tidur hingga membacasurat Sajadah dan Surat Al Mulk.


posted by @Adimin

Mari Bersama-sama Mengamalkan Wasiat ini

Written By Sjam Deddy on 18 September, 2014 | September 18, 2014



Biasakan Dzikrullah Sepanjang Hari.

Berkata Abu Hamzah Al Baghdadi: “Sesuatu yang mustahil bila engkau mencintai Allah kemudian tidak mengingat- Nya, mustahil kau mengingat Allah namun tidak merasakan kenikmatanberzikir, mustahil pula engkau merasakan kenikmatan berzikir kemudian disibukkan dengan selain-Nya.”

Firman Allah:
“Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. An- Nisaa: 103)

Perbanyak Istighfar Siang Dan Malam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin bergembira melihat catatan amalnya, maka perbanyaklah istighfar. (Hadits Shahih)

Dalam sabda yang lain:
“Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada kaum muslimin dan muslimat maka Allah akan menuliskan setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan.”

Allah berfirman:
“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (QS. Nuh: 10 )

Baca Al Qur’an dengan Kehadiran Hati

Abdullah Bin Mas’ud berkata:
“Janganlah membaca Al Qur’an seperti membaca syair atau puisi, namun renungkanlah setiap keajaibannya dan gerakkanlah hatimu. Jangan jadikan tujuanmu membaca hanya akhir surat”.

Allah berfirman:
“Bacalah Al Qur’an dengan tartil ( perlahanlahan) ( QS. Al Muzamil: 4 )

Hadir di Masjid Sebelum Adzan

Sofyan Bin Uyainah telah berkata kepada Anda, “Janganlah seperti hamba yang buruk , dia tidak datang kecuali bila dipanggil, datangilah shalat sebelum adzan.

Firman Allah:
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orangorang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103 )

Evaluasi Amal yang Telah Dilakukan

Hasan Al Bashri berkata kepadamu,
“Instrospeksilah dirimu ketika malam menjelang, lihatlah dosa apa yang telah engkau perbuat, bertaubatlah kepada Allah, tidaklah seseorang meninggalkan qiyamullail kecuali karena dosa yang belum ditaubatinya”

Firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. ( QS. Al Hasyr: 18 )

Perbanyaklah Sedekah
Adalah Syaikhul Islam Abu Mu’tamar At Taimy tidak berlalu sejenak kecuali ia sudah bersedekah meski dengan sedikit hartanya, bila ia tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan maka ia akan mengerjakan shalat dua rekaat karena Allah.
“Berinfaklah dari rezeki kalian.” (QS. Al- Munafiqun: 10 )

Enyahkan Kata “Nanti”

Karena Anda tidak dapat menjamin hidup hingga esok hari, jika Anda masih hidup esok, mungkin ada halangan yang merintangimu untuk melakukan kebaikan.

Seseorang berkata kepada Umar Bin Abdul Aziz ketika melihat raut wajahnya tersirat kelelahan beraktifitas, “Tunda saja sisa pekerjaanmu hingga esok,”

Umar Bin Abdul Aziz kemudian berkata, “Pekerjaan satu hari saja sudah menyibukkanku, bagaimana lagi bila berkumpul dalam dua hari”
“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi.” (QS. Al Kahfi: 23 )

Tidaklah penting berapa kali Anda terjatuh dalam dosa, namun yang lebih penting adalah berapa kali Anda bertaubat dan berusaha meninggalkan dosa. 

Oleh karena itu Abul Jauza memberi kabar gembira kepada kita seraya berkata:
“Sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa hingga ia menyesali perbuatannya itu hingga ia dimasukkan ke dalam surga. Kemudian syaithan berkata: “ Celakalah aku, seandainya aku tidak menjerumuskannya kedalam dosa,

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “ (QS. Az Zumar: 53)


posted by @Adimin

Karena ALLAH Mencintaimu


Ketahuilah bahwa apa yang Anda baca merupakan hujah bagi Anda, atas dasar bacaan yang Anda baca. Allah telah berfirman:

“Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” ( QS. Az Zumar: 9 )

Tanyakanlah kepada diri Anda sendiri mengapa Allah memilih Anda, dan bukan orang lain untuk membaca. Tak diragukan lagi karena Allah mencintai Anda. Dia menghendaki kebaikan kepada Andadan menghendaki Anda untuk membaca.

Beramallah, Anda akan mendapat balasan, Anda akan masuk syurga.

Berkata Yahya Bin Muadz, “Perkataan itu baik, namun yang lebih baik dari sekedar kata adalah maknanya, yang lebih baik dari maknanya adalah praktiknya, yang lebih baik dari praktik adalah balasannya, yang lebih baik dari balasan adalah keridhaan Allah yang karenanya kamu beramal”.

Jangan lupa Anda membeli buku kecil ini untuk Anda hadiahkan kepada tetangga, kawan atau untuk Anda sumbangkan ke perpustakaan masjid. Bukan merupakan sifat orang pemurah yang menahan memberi kebaikan kepada tetangga.

Perjanjian

“Aku berjanji kepada Allah, akan menempuh jalan yang diridhai-Nya dengan segenap kemampuanku, hingga aku ridha surga menjadi gantinya. Aku akan bersabar dengan syahwat dunia untuk aku nikmati kelak di akherat. Aku rela lapar hari ini untuk kenyak hari esok, dan aku akan menjadikan hari-hari yang terbilang di bulan Ramadhan ini sebagai titik tolak menuju surga Firdaus yang tinggi, dan lompatanku menuju surga untuk menjadi tetangga para Nabi, para sahabat dan syahid,”

Inilah janjiku kepada Rabb-ku, aku berjanji tak akan ingkar dan menunda selama aku hidup. Sungguh Allah Dialah sebaik-baik penolong dan Maha Pengabul doa. Ya Allah janganlah Engkau lupakan aku dengan janji ini, dan ingatkan aku bila terlupa. Tetapkan aku dalam nikmat hidayah, dan bersegera dalam amal kebaikan dan meninggalkan kemungkaran, yang Engkau berikan kepadaku di bulan Ramadhan”.

Sebuah Ajakan

Wahai orang yang sekian lama menghilang
Wahai orang yang bertambah jauh dari Allah
Wahai orang yang bergumul dengan dosa
Padahal hari kiamat kian mendekat
Wahai orang yang panjang angan
Wahai orang yang buruk perbuatan
Wahai orang yang manis ucapan namun buruk perbuatan
Wahai orang yang menyia-nyiakan usia, padahal itu yang paling berharga
Wahai orang yang tenggelam dalam dunia, di sanalah berawal dan di sanalah berakhir kiamat

Mari berjanji bersama kepada Allah, dan jangan kita ingkari

Saling mengingatkan, selalu dalam kebaikan dan kesabaran


posted by @Adimin

HNW: PKS Tetap Solid Dukung RUU Pilkada

Written By Sjam Deddy on 16 September, 2014 | September 16, 2014



JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan partainya tetap solid dan tidak ada anggota yang menentang Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada).

RUU Pilkada menyebutkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"PKS akan tetap solid dalam konteks formal," kata Hidayat saat dijumpai di kompleks Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Terkait Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang tidak setuju dengan RUU Pilkada, ia mengatakan hal tersebut merupakan pendapat pribadi dan orang yang bersangkutan memahami konstitusi bahwa yang membuat undang-undang adalah DPR.

"Bahwa orang, pribadi punya wacana boleh saja. Tapi setiap orang pasti akan punya keputusan dan kader akan melaksanakan keputusan," katanya.

Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan adalah misinformasi bila pendapat Nur Mahmudi disebut sebagai penentangan terhadap partai.

Menurut Hidayat, anggota DPRD adalah wakil yang dipilih sendiri oleh rakyat sehingga seharusnya rakyat percaya dengan wakil yang telah dipilihnya.

Ia juga membantah dengan dipilih oleh DPRD akan menutup kemungkinan keberadaan tokoh independen untuk maju ke pemilihan kepala daerah.

"Tetap terbuka, dicalonkan oleh anggota DPRD melalui parpol atau mereka mencalonkan diri kemudian didukung parpol, semuanya serba terbuka," katanya.

Ia juga menjelaskan akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memaksimalkan pengawasan agar tidak terjadi korupsi di DPRD.

Bila kandidat terbukti melakukan politik uang, lanjutnya, ia akan didiskualifikasi, termasuk ketika ia sudah terpilih menjadi bupati atau gubernur.

Selain itu, ia juga mengatakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD menghemat anggaran belanja negara sehingga dapat dipakai untuk program nasiona
l.

posted by @Adimin

Sumbar Terima Penghargaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Written By Sjam Deddy on 15 September, 2014 | September 15, 2014



Provinsi Sumatera Barat mendapat penghargaan atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2013 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah .
 
Penghargaan  diserahkan langsung Wakil Presiden Budiono kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, pada pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2014, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, di Jakarta, Jumat lalu.

Gubernur Irwan Prayitno di sela-sela kegiatanny menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja semua komponen di pemerintahan, DPRD, dan masyarakat.

“Kita berharap dengan simbol kebanggaan penghargaan ini mampu membangunan sinergitas yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” urainya.

Penghargaan ini juga diharapkan mampu memotivasi semuanya untuk berkerja lebih keras dan sungguh-sungguh dalam upaya memajukan penyelenggaraan dan pembangunan yang lebih baik lagi di Sumbar dari waktu ke waktu.

posted by @Adimin

Mahfudz: Penuntasan Kasus Munir Tanggung Jawab Pemerintah

Written By Anonymous on 11 September, 2014 | September 11, 2014


Komisi I DPR menilai penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib merupakan persoalan konstitusi. Karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk menuntaskannya.

"Karena Konstitusi menjamin hak hidup setiap warga negara, Negara tidak bisa memiliki keabsahan menggunakan kekerasan," ujar Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Kata dia, yang terpenting pemerintah Indonesia harus memiliki keinginan kuat untuk mau menyelesaikan persoalan hukum terhadap kematian Munir itu.

"Kalau Pemerintah sekarang tidak bisa, diselesaikan pemerintah yang akan datang. Siapapun pemerintahan berkuasa (harus menyelesaikan kasus hukum Munir), baik Pak SBY dan Jokowi, dan saya berharap DPR sebagai alat kontrol," tuntasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat John Kerry ikut bersuara terkait 10 tahun kematian Munir. Namun, politikus PKS itu tak mau ambil pusing terkait pernyataan yang disampaikan Kerry terhadap persoalan hukum kematian Munir.

"Kalau Amerika kan biasa, ketika memposisikan global corp atau polisi dunia, mereka melakukan hal itu," ucapnya. [pks.or.id]


posted by @Adimin

Membangun #DesaOtonom | by @Fahrihamzah

Written By Anonymous on 10 September, 2014 | September 10, 2014




Tweet @Fahrihamzah
Senin, (8/9/2014)


Sekarang sudah ada otonomi tingkat 3 yaitu desa. #DesaOtonom adalah mimpi kita semua.

Dengan berlakunya UU No. 06/2014 tentang Desa maka mimpi #DesaOtonom akan segera terwujud.

Upaya DPR membangun #DesaOtonom dengan mendengar aspirasi rakyat desa bukan mudah dan lancar.

Otonomi, sebagai kosa kata baru Pasca reformasi adalah perjuangan kita semua. #DesaOtonom

Muncullah konsep #OtonomiDaerah yang ditandai oleh lahirnya berbagai aturan yg aspiratif.#DesaOtonom

Maksud regulasi baru itu adalah mengalihkan semua dominasi pusat yang tidak perlu ke daerah.#DesaOtonom

Muncullah pula 2 tingkat daerah otonomi. Tingkat 1 di propinsi dan tingkat dua di kabupaten/kota.#DesaOtonom

Sekarang sudah muncul otonomi tingkat 3 yang berbasis di desa. #DesaOtonom

Sebetulnya, otonomi tingkat 3 ini lebih awal lahir dalam perspektif pemilihan kepala desa. #DesaOtonom

Maka fondasi bagi demokrasi kita sebagai sistem pemilihan sudah cukup kuat selama ini. #DesaOtonom

Sebetulnya yang belum kuat adalah pembagian kewenangan pada tingkat yang lebih besar, Bupati/Walikota dan Gubernur. #DesaOtonom

Karena itulah UU pemerintahan daerah direvisi untuk memperkuat sistem kerja antara tiga tingkatan otonomi. #DesaOtonom

Dalam kerangka itulah pemerintah SBY - BOEDIONO juga ingin melakukan moratorium pada pilkada langsung. #DesaOtonom

Hal ini dianggap penting karena sistem ini tidak saja melahirkan otonomi korupsi tetapi konflik yang meluas.#DesaOtonom

Memang banyak yang protes karena pilkada juga sumber kehidupan bagi banyak pihak. #DesaOtonom

Tapi demi mendengar Suara publik yang paling bawah maka proposal pemerintah perlu didukung.#DesaOtonom

Kita perlu mendengar keinginan agar otonomi kita produktif. Bukan konflik tapi pembagian peran.#DesaOtonom

Memang tak ada lagi survey dan konsultan politik...tapi banyak penghematan yang bisa dibuat.#DesaOtonom

Jika nanti sudah tertata kembali. .Maka kita bisa atur pemilih langsung yg lebih murah dan sehat.#DesaOtonom

Terutama bagi desa. Karena nanti daerah otonomi 1 dan 2 hanya facilitator bagi pembangunan desa.#DesaOtonom

Indonesia terdiri dari 73.000-an #DesaOtonom. Merekalah tujuan dari pembangunan itu. Pilkada dan pemda harus amankan itu.

Semoga sukses...biar bupati/Walikota dan gubernur gak perlu korupsi untuk biaya kampanye di tv nasional...#DesaOtonom

Semoga sukses membangun #DesaOtonom. ...tks.


posted by @Adimin

"Bapak Internet Dunia" Puji Internet Indonesia


Di tengah banyaknya kritikan, Vinton Gray Cerf, yang dijuluki "Bapak Internet Dunia" memuji kondisi internet di Indonesia saat ini. Pujian tersebut diungkapkan Vinton Cerf pada pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) dengan sejumlah tokoh internet dunia di Istanbul, Turki, Selasa (2/9) lalu.

"Indonesia dapat menjadi model bagi kawasan tentang bagaimana mendorong pelibatan multi-stakeholder untuk tata kelola Internet," demikian pernyataan Vint Cerf dalam siaran pers yang diterima oleh KompasTekno, Senin (8/9/2014).

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Chief Internet Evangelist Google itu juga mengatakan bahwa inisiasi dan proses Indonesia dalam dialog tata kelola Internet patut untuk ditularkan ke sejumlah negara tetangga.

"Apa yang telah dilakukan Indonesia (dalam formulasi ID-IGF) , secara umum telah melampaui apa yang telah dilakukan oleh negara lain," demikian puji Vint Cerf. 

Untuk itulah maka Vint Cerf pun mendorong agar ID-IGF kemudian berani mengambil inisiatif dialog lebih luas lagi. Tidak sekadar untuk Indonesia saja, namun juga untuk kawasan regional.

Pujian yang disampaikan Vint Cerf itu mendapat sambutan yang baik dari Andi Budimansyah, Chair ID-IGF, yang juga Ketua Umum Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI).

"Pengakuan dunia terhadap proses yang tengah dirintis oleh ID-IGF, menjadi kepercayaan dan amanah untuk terus mendorong proses tata kelola Internet di Indonesia menjadi lebih transparan, akuntabel dan profesional," ujarnya.[dm]


posted by @Adimin

Nasir Djamil: Komunikasi Kunci Sukses Wakil Rakyat


Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil punya kiat untuk menjadi wakil rakyat yang baik.

Dia mengatakan komunikasi intensif dengan konstituen menjadi kunci utama mencapai laporan kinerja sukses dan memuaskan sebagai wakil rakyat.

"Tanpa komunikasi intensif dengan rakyat, khususnya dari daerah pemilihan, tidak mungkin kinerja anggota dewan berjalan maksimal," ujarnya di Jakarta, Senin.

Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang namanya kembali tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 tersebut mengatakan melalui konstituen maka segala keluhan dan permasalahan diketahui sehingga dapat diupayakan membantu menyelesaiakannya.

Politisi mewakili Aceh itu mengaku tidak harus menunggu masa reses dan mengaku hampir sebulan dua kali turun ke lapangan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat, terutama di daerah asal ia melenggang ke Senayan.

"Pembangunan insfrastruktur desa masih menjadi hal penting. Ke depan, Insya Allah akan semakin diperhatikan," kata lulusan IAIN Ar Raniry Aceh tersebut.

Nasir Djamil mengakui tak bisa berjalan dan menyelesaikan permasalahan rakyat seorang diri, tetapi harus didukung kerja sama antara legislatif dan eksekutif sehingga berkesinambungan dan tercapai hasil maksimal.

Sementara itu, sebagai perwakilan fraksi yang duduk di komisi membidangi persoalan hukum dan hak asasi manusia, politisi kelahiran Medan, 22 Januari 1970 tersebut memberi angka enam kepada kementerian yang dipimpin Amir Syamsudin selama menjadi menteri hukum dan HAM periode ini.

Menurut dia, masih ada yang harus diubah pada jajaran kementerian pemerintahan mendatang, khususnya reformasi di tubuh kejaksaan, pengadilan dan kepolisian.

"Pembenahan secara substansial dan transparansi harus tetap berjalan, terutama anggaran," kata Nasir. [www.antaranews.com]


posted by @Adimin

Menjadi Muslim Berakhlak Mulia

Written By Sjam Deddy on 07 September, 2014 | September 07, 2014

Iman itu ada 70 atau 60 cabang, yang paling utama adalah ucapan Laa Ilaaha IllaLlah sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan



SESUNGGUHNYA kemuliaan akhlak itu terwujud dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Salah satu simpul kemuliaan adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.

Akhlak yang mulia memiliki berbagai keutamaan. Ia merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan akhlak yang mulia juga, seorang akan terbebas dari pengaruh negatif tindakan jelek orang lain. Dengan kemuliaan akhlak pula seorang akan memperoleh ketinggian derajat.

Inputnya Tauhid , Outputnya Akhlak Mulia

Seorang doktor bidang aqidah bertanya kepada Syeikh Dr. Umar Al Asyqor guru besar ilmu aqidah: ” Wahai Syeikh, saya sudah mencapai gelar akademik tertinggi dalam ilmu aqidah, namun saya belum merasakan dalamnya aqidah ini tertanam di hati dan jiwaku”.

Maka Syeikh Umar Al Asyqor menjawab: “Pertanyaan itu sudah pernah ditanyakan oleh Sywikhul Islam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah kepada gurunya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjawab: “Apa yang engkau pelajari hanyalah kaidah-kaidah (rumusan-rumusan) dalam masalah aqidah, sedangkan jika engkau ingin merasakan dalamnya aqidah tertanam di dalam hati dan jiwamu, maka hayati dan resapilah kandungan Al-Qur’an.”

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz berkata:

إِنَّ لِلإِيمَانِ فَرَائِضَ وَشَرَائِعَ وَحُدُودًا وَسُنَنًا ، فَمَنِ اسْتَكْمَلَهَا اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَكْمِلْهَا لَمْ يَسْتَكْمِلِ الإِيمَانَ
“Sesungguhnya iman memiliki kewajiban-kewajiban, batasan dan aturan serta sunnah-sunnah, barangsiapa menyempurnakannya maka sempurnalah imannya dan barangsiapa tidak menyempurnakannya maka tidak sempurna pula imannya.” (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (karena sholat tahjjud) dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.” (QS As Sajdah (32) : 15).

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat,  dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.” (QS. Al Mukminun (23) : 1-5).

Banyak orang menyangka bahwa akhlakul karimah tidak ada sangkut pautnya dengan tauhid atau aqidah, sehingga seseorang yang sudah belajar tauhid tidak sedikit pun merasa risih untuk mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata kotor kepada saudaranya sesama muslim. Ia demikian fasih memaki-maki saudaranya hanya karena perbedaan pemahaman aliran keagamaan, sebagaimana fasihnya dalam membaca Al-Quran. Padahal tauhid adalah inti iman dan dalam banyak hadits Rasulullah Shollallohu ‘alihi wa sallama selalu mengaitkannya dengan adab dan akhlak. Bahkan Allah Azza wa jalla pun menjadikan amal shalih sebagai bukti keimanan seseorang.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan  mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr (103) : 1 – 3)

Ucapan kita, pandangan kita, pendengaran kita bahkan desiran hati kita adalah bukti/refleksi dari iman dan tauhid kita.

Beliau Shollallohu ‘alihi wa sallama bersabda :
الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

“Iman itu ada 70 atau 60 cabang, yang paling utama adalah ucapan Laa Ilaaha IllaLlah sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan. Dan rasa malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Muslim).

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam saja.” (Muttafaq Alaih).

Siapakah orang yang bangkrut itu ?

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا
وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّار

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya :  “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ?” Mereka (para sahabat ) menjawab : “Orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan : “Orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain (dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, sehingga ketika kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada orang lain), maka kesalahan orang yang dizhalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka.” (HR. Muslim).

Kita sering dengar istilah dalam  komputer; Garbage In Garbage Out (jika sampah yang dimasukkan sampah pula yang keluar). Begitu pula iman dan akhlak manusia.
 
Jika seseorang telah mempelajari ilmu tauhid (tentang keimanan) namun tidak tercermin padanya kemuliaan akhlak dan adabnya, pasti ada sesuatu yang salah padanya.

oleh: Shalih Hasyim

posted by @Adimin

Wahai Ayah, Bermainlah Bersama Anak-Anakmu

Written By Sjam Deddy on 05 September, 2014 | September 05, 2014


Rasulullah di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak 

SEORANG ayah memang memiliki tanggung jawab nafkah bagi keluarga, sehingga wajar jika umumnya para ayah sangat sedikit memiliki waktu di rumah. Apalagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu selain sedikit, mungkin kondisi fisik kala di rumah sudah sangat lelah.

Namun demikian, seorang ayah tidak boleh terbawa keadaan. Ada satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yang dipesankan Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam, terutama ketika anak-anak masih balita. Yakni bermain bersama anak-anak.

Sekalipun terkesan sederhana, jika tidak disadari dengan baik, seorang ayah akan sangat kecil kemungkinan mengagendakan waktunya bermain bersama anak-anak. Padahal, bermain bersama anak-anak, terutama kala balita sangat baik untuk menguatkan hubungan bathin antara ayah dan anak.

Tauladan Rasulullah

Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam sendiri di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.

Suatu riwayat menyebutkanRasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas Radhiyallahu anhu, untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” 

Anak-anak itu pun bergegas berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam, lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

Dengan demikian para ayah jangan sampai tidak mengagendakan waktunya untuk bermain bersama putra-putrinya. Tidak mesti ke taman bermain sebagaimana umumnya orang melakukannya. Cukup di rumah saja; dengan bermain kuda-kudaan, kejar-kejaran atau pun sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mengenalkan anak pada lingkungan sekitar.

Mengubah Emosi

Selain itu, bermain bersama anak bisa mengubah emosi anak. Misalnya, seorang anak marah karena mainannya dipinjam oleh adik atau kakaknya. Kemudian dia menjadi rewel dan mencari perhatian. Dalam kondisi itu bermain bisa membuat emosi anak berubah seketika.

Ajak saja anak untuk berlari-lari, atau bersama anak masuk dalam selimut untuk menutup badan bersama. Atau dengan bermain apa yang disukai sang anak, insya Allah anak akan segera terpancing untuk ikut bermain dan merelakan apa yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.

Tidak Monoton

Seorang ayah yang memiliki kebiasaan bermain dengan anak-anaknya akan memiliki kemampuan komunikasi yang luwes, sesuai dengan tabiat anak-anak. Tidak kaku sebagaimana orang dewasa. Hal ini tentu akan sangat menyenangkan hati anak-anak.

Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).

Di sini tentu sangat menarik apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam. Bagaimana cara beliau bermin-main dengan bercanda dengan memanggil Anas dengan sebutan ‘pemilik dua telinga.’

Tentu panggilan semacam itu sangat aneh dan mengundang kelucuan, sebab bagaimana mungkin Anas tidak memiliki dua telinga.

Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.

Jika para ayah mau meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya, insya Allah anak-anak tidak akan merasa ‘gerah’ apalagi sampai tidak betah berada di rumah. Ia akan senang dan nyaman di rumah bersama ayah yang suka mengajaknya bermain.

Dan, dalam kondisi seperti itu, insya Allah anak lebih siap mendengar nasehat dan lebih bisa merasuk dalam qalbunya. Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan kepada Anas Radhiyallahu Anhu. Jika demikian, kenapa tidak kita lakukan? 

Wallahu A’lam.*

Imam Nawawi

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger