pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

PKS: Tolak Perppu Ormas karena Tak Sesuai Pancasila dan UUD 1945

Written By NeO on 07 August, 2017 | August 07, 2017


“Fitnah politisi NasDem (Viktor) di NTT, tapi malah didukung oleh kawan-kawannya di Nasdem tersebut, terbukti lagi bahwa Perppu itu memang pasal karet yang represif," kata Hidayat Nur Wahid.

Sejak awal, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik Perppu Ormas karena banyaknya pasal karet dalam Perppu itu yang dapat menghadirkan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan prinsip HAM dan hukum.

Jelas Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid (HNW). Korban pasal karet Perppu Ormas ini pun sudah banyak kata dia.

Seperti gerakan Pramuka yang pencairan dananya ditunda oleh Kemenpora karena Ketua Kwarnasnya dituduh terkait Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), atau orang yang demo Perppu Ormas dituding kroni HTI.

Hal itu ia sampaikan menyikapi tuduhan provokatif kader Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Kupang, NTT, awal Agustus lalu. Viktor menuduh PKS dan sejumlah partai lain menolak Perppu Ormas karena mendukung kelompok ekstremisme dan “negara khilafah”.

“Fitnah politisi NasDem (Viktor) di NTT, tapi malah didukung oleh kawan-kawannya di Nasdem tersebut, terbukti lagi bahwa Perppu itu memang pasal karet yang represif, karena mengasumsikan bahwa menolak Perppu berarti anti Pancasila dan NKRI dan jadi kroni HTI,” ujar HNW

Padahal, jelas HNW, PKS menolak Perppu Ormas justru karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dan karena Perppu itu membahayakan NKRI.

Selain oleh PKS, tambahnya, Perppu Ormas juga ditolak oleh lembaga dan LSM peduli hukum dan HAM yang tak mendukung HT, seperti; LBH se-Indonesia, Komnas HAM, KontraS, PSHK, dan pusat-pusat kajian hukum di kampus-kampus, serta yang lain-lain.

“Sekalipun kami berbeda dengan HTI yang tolak demokrasi dan lain-lain. Kami justru pergunakan demokrasi sebagai wasilah sarana perjuangkan maslahat umat, dan jauhkan mereka dari madharrat termasuk madharrat Perppu pasal karet yang potensial disalahgunakan untuk kembalikan rezim yang dzalim dan otoriter,” jelas Wakil Ketua MPR RI ini.


posted by @Adimin

Masalah Bangsa: Masalah tentang Manusia

Oleh: Arif Munandar Riswanto
Segala kerusakan politik, ekonomi, dan sosial merupakan cermin dan ranting dari akar masalah yang besar, yaitu manusia

SAAT ini,  bangsa ini sedang menghadapi masalah-masalah besar. Penegakan hukum yang tidak adil, kesenjangan kehidupan kaya-miskin, penistaan agama, money politics, kezaliman penguasa, korupsi, dan lain sebagainya adalah sedikit contoh dari banyak fenomena bahwa bangsa ini memang sedang dilanda masalah-masalah besar.

Masalah-masalah besar tersebut akhirnya menyebabkan kegaduhan yang besar serta menghabiskan energi dan ongkos yang tidak sedikit. Sehari-hari bangsa ini pun disuguhi oleh kegaduhan yang seolah-olah tiada henti.

Apalagi di zaman perkembangan arus informasi yang seperti tanpa batas. Setiap orang bisa menulis, memberikan opini, menyebarkan berita, membentuk image, dan membuat kepalsuan dengan bebas. Sebuah fenomena yang akan merusak dan meruntuhkan otoritas.

Mungkin banyak di antara kita yang bertanya: apa akar penyebab dari masalah-masalah besar tersebut? Apakah ia disebabkan oleh iklim kehidupan politik yang tidak kondusif, kesenjangan ekonomi, atau nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan yang tidak diamalkan dengan baik?Banyak orang yang berpendapat bahwa akar masalah dari bangsa ini adalah politik. Artinya, jika kehidupan politik sudah baik, maka bangsa ini akan menjadi baik. Jika masalah asasinya adalah politik, maka solusinya pun adalah politik.Pun begitu dengan orang-orang yang berpandangan bahwa akar masalahnya adalah ekonomi, sosial, atau nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan yang tidak diamalkan dengan baik oleh masyarakat.

Jika kita renungkan lebih dalam, pada hakikatnya, akar masalah besar bangsa ini adalah manusia.Masalah bangsa ini adalah masalah tentang manusia. Masalah-masalah politik, ekonomi, sosial dan lain-lain hanyalah ranting yang mudah dilihat oleh semua orang dari pohon besar yang bermuara pada akar yang sama, yaitu manusia.

Masalah-masalah tersebut adalah cermin dari fenomena manusia Indonesia.Hal ini berarti juga, jika akar dari masalah-masalah besar bangsa ini tidak diperbaiki, masalah-masalah tersebut akan terus-menerus terulang. Mungkin bentuk dari masalah tersebut bisa berbeda dari satu generasi ke generasi lain, tapi hakikatnya selalu sama. Dengan kata lain, jika manusia-manusia Indonesia tidak dididik untuk menjadi manusia yang baik (al-insān al-ṣāliḥ), bisa dipastikan pemimpin-pemimpin zalim, para penista agama, dan koruptor-koruptor baru akan terus-menerus lahir dari satu generasi ke generasi lain.Siapa yang menyangka bahwa pergantian politik dari Orde Baru ke Reformasi justru tidak bisa membuat kehidupan bangsa menjadi lebih baik. Ia menunjukkan bahwa pemimpin yang baru tidak dijamin bisa menjadi lebih baik dari pemimpin sebelumnya.

Padahal, dalam iklim demokrasi seperti zaman sekarang, untuk mengganti seorang pemimpin saja pasti memerlukan ongkos yang sungguh sangat besar. Karena pemimpin baru ternyata tidak lebih baik dari pemimpin sebelumnya, lagu-lagu indah tentang pembangunan, perubahan, dan kebebasan ketika Orde Baru diturunkan mulai terasa seperti fatamorgana di tengah sahara. Akhirnya banyak individu yang ingin kembali ke zaman Orde Baru.

Hakikat Manusia
Di dalam Islam, hakikat tentang manusia (yang meliputi ajaran-ajaran tentang siapa dirinya, tujuan hidup di dunia, akhlak, dan kebahagiaan) termasuk ke dalam salah satu ajaran asasi agama.Bahkan,al-Attas memasukkan hakikat manusia ke dalam salah satu unsur penting metafisikaIslam, yang dalam banyak hal berkaitan sangat erat dengan psikologi jiwa manusia (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Prolegomena to the Metaphysics of Islam [Kuala Lumpur: ISTAC, 2001], 143-176).Al-Attas adalah salah seorang ilmuwan Muslim besar yang memberikan perhatian besar terhadap manusia.

Dalam tradisi Islam,para ilmuwan yang memiliki perhatian besar terhadap hakikat manusia adalah ilmuwan-ilmuwan yang memiliki pandangan-pandangan besar dalam metafisika Islam (Filsafat, Kalam, dan Tasawuf).

Manusia diciptakan oleh Allah memiliki dua karakteristik: jiwa dan tubuh. Yang pertama merujuk kepada hakikat sebenar manusia ketika dia mengatakan “aku”dimana jiwa, kemuliaan, akhlak, dan kebahagiaan hakiki berasal, sedangkan yang kedua merujuk kepada potensi hewani. Para ulama menyebut hakikat jiwa pertama dengan jiwa rasional (al-nafs al-nāṭiqah) sedangkan yang kedua disebut jiwa hewani (al-nafs al-ḥayawāniyyah).Ini yang kemudian disebut oleh para ulama bahwa manusia adalah ḥayawān al-nāṭiq.Jiwa rasional adalah jiwa yang membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya dimana kemuliaan, akhlak mulia, dan kebahagiaan berasal, sedangkan jiwa hewani adalah jiwa yang betul-betul identik dengan hewan. Karena memiliki sifat hewani, jiwa hewani harus diatur oleh jiwa rasional dengan baik. Menurut Fakhr al-Dīn al-Rāzī, jiwa hewani yang harus diwaspadai oleh manusia wujud dalam tiga kekuatan: nafsu syahwat, nafsu amarah, dan nafsu kekayaan atau kekuasaan (Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 32 vols. [Beirut, Dār al-Fikr, 1981]: 1: 258).

Agar berhasil dalam hidup, manusia harus mengatur kedua hakikat jiwa tersebut dengan baik. Jiwa rasional harus senantiasa ada di atas dan mengatur jiwa hewani. Namun sebaliknya, jika jiwa hewani justru yang lebih dominan untuk kemudian menjadi raja dalam kerajaan manusia, manusia akan berubah menjadi seperti hewan, bahkan bisa lebih buruk daripada hewan (QS al-Aʿrāf [7]: 179). Dalam kondisi seperti itu, maka akan lahir kesengsaraan (al-shaqāwah) dan akhlak yang hina dari manusia.

Karena memiliki kedua potensi jiwa tersebut, manusia layaknya seperti kerajaan, yaitu kerajaan kecil (microcosmos). Fakhr al-Dīn al-Rāzī misalnya menyebut bahwa manusia pada hakikatnyaseperti kerajaan; jiwa rasional seperti seorang raja; indera eksternal dan internal seperti tentara; anggota-anggota badan seperti warga negara; syahwat dan amarah seperti musuh yang selalu berusaha untuk menghancurkan kerajaan dan membunuh warga negara.

Jika raja mampu mengendalikan musuh, negara akan stabil dan jauh dari konflik (Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Kitāb an-Nafs wa ar-Rūḥ wa Syarḥ  Quwāhumā, ed. Muḥammad Ṣaghīr Ḥasan al-Maʿṣūmī [Islamabad, Islamic Research Institute: t.t.], 79-84).

Kedua hakikat jiwa yang ada di dalam diri manusia senantiasa tarik ulur dan berperang seumur hidup. Yang satu sering berusaha untuk mengalahkan yang lain.

Di sini kita bisa melihat bahwa pada hakikatnya seluruh manusia aktif dalam “politik”, yaitu politik untuk mengatur kerajaan diri sendiriyang berlaku seumur hidup dan disamakan dengan jihad paling besar (al-jihād al-akbar). Namun, karena semua orang memahami politik hanya sebatas hubungan manusia dengan negara, manusia banyak yang tidak menyadari dan gagal melaksanakan tugas-tugas politik untuk mengatur kerajaan diri sendiri. Ini yang kemudian menyebabkan kerusakan besar dimana-mana, termasuk bangsa Indonesia

posted by @Adimin

Berjargon “Saya Pancasila” tapi Mengumbar Ujaran Kebencian, Sindir HNW

Written By NeO on 05 August, 2017 | August 05, 2017

Oleh karena itu, menurut tokoh PKS ini, kasus Viktor tersebut tak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf. Tapi penting adanya penegakan hukum dalam kasus ini.
 
Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyindir mereka yang sering berjargon “Saya Pancasila” dan “NKRI harga mati” tapi perilakunya bertentangan dengan jargon itu sendiri.
 
Sindiran itu menyikapi pidato provokatif kader Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, di Kupang, NTT, yang menuduh sejumlah partai “intoleran dan mendukung negara khilafah”.

“Kalau perilakunya semacam (Viktor) ini, jelas tidak menghadirkan kesatuan, tapi cerai-berai,” kata Wakil Ketua MPR RI ini, Jumat (04/08/2017).

“Mengumbar ujaran kebencian di depan publik itu potensial memecah belah sesama anak bangsa, menghadirkan kondisi ketidakamanan publik, dan bertentangan dengan prinsip Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut HNW, kasus Viktor tersebut tak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf. Tapi penting adanya penegakan hukum dalam kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, dalam pidato provokatifnya, Viktor menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah” dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan pendukung khilafah disamakannya dengan PKI pada 1965 yang layak dibunuh.
“Mengerti negara khilafah? Semua wajib shalat,” tuding Viktor. “Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus shalat.”

“Saya tidak provokasi…,” klaim Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini kemudian. Lalu berkata, “… nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh,” ungkapnya disambut tawa banyak hadirin di depannya.

“Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka,” tambah politikus kelahiran Kupang ini.

Andi
 
posted by @Adimin

Kota Padang Kembali Raih Adipura

Written By NeO on 04 August, 2017 | August 04, 2017


Kota Padang kembalil meraih Piala Adipura untuk kategori kota besar, kota bersih dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Ini goresan prestasi dipentas nasional. Piala Adipura tersebut dibawa langsung Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP  dan  Jumat pagi (4/8) di sambut di Bndara International Minangkabau (BIM), sebut  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (KLH) Kota Padang H. AL-Amin didampingi Kadis Kominfo Suardi, SH. Mhum.
 
          Setelah penyambutan Piala Adipura dan Adiwiyata Mandiri 2017 di BIM langsung diarak  menuju Balaikota Padang di Aie pacah melalui rute jalan Adinegoro, simpang kalumpang lanjut hingga kator Walikota Padang. Setiba di kantor Walikota disambut lagi rangkaian kegiatan yang menarik, tari pasaambahan dan lain sebagainya.

          Setelah itu, kata Al amin, juga dilakukan penyerahan Piala Adipura dari Walikota kepada tokoh masayarakat yang diwakili ketua DPRD Kota Padang. Lanjut penyerahan Piala Adiwiyata Mandiri  dari Kepala sekolah kepada Walikota Padang.

          Ini adalah hasil kerja keras bersama dan partisipasi masyarakat dalam mencintai kebersihan lingkungan. Kesadaran masayarakat terhadap kebersihan erat hubungan dengan kesehatan. Maka dari itu mari selalu ditingkatkan agar lingkungan selalu terjaga kebersihannya. Bersih itu indah menjadi idaman semua warga kota tercinta ini.  kota Padang meriah piala Adipura berdasarkan undangan yang dikirim oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut bernomor: UN.74/PSLB3/P5/PLB.0/7/2017, bertanggal 25 Juli 2017.

          Kota Padang tercatat 17 kali menerima piala Adipura dan terakhir diterima pada tahun 2009 sebelum gempa besar meluluh lantakan Padang kota tercinta ini. Untuk itu mari kita meriahkan secara bersama-sama penyambutan Piala Adipura yang dirah Kota Padang  kategori kota besar ini. Penyambutan ini sekaligus sebagai media memberitahukan kepada publik kota tercinta ini

posted by @Adimin

Masjid Al Aqsha, Jangan Hilang Fokus

Written By neobattosai on 03 August, 2017 | August 03, 2017

Hentikan perdebatan, tanyalah hati kita. Apa manfaat membantu saudara-saudara kita di Palestina?


SUATU teori terkenal, jadikan musuh bersama maka kalian akan bersatu dan kuat. Tapi fitnah akhir zaman teramat dahsyat. Jangankan kita menyatukan shaf-shaf ukhuwah, mengabaikan sekat-sekat khilafiyah, membangun persatuan demi hadirnya izzah.

Tentang Masjid Al-Aqsha saja, yang jelas musuhnya, yang jelas kezaliman atas mereka, hitamnya jelas benderang di atas putih, bahkan sudah jelaskan dikabarkan Allah dan Rasulnya, hari ini kita masih berdebat panas saling menyalahkan tentang mana sebenarnya Masjid Al-Aqsha.

Sudah lama energi umat Islam terbuang hanya dalam ranah ini. Kita kehilangan arah prioritas, energi habis kita tumpahkan disini. Ranah jagat media sosial ramai, berdebat tentang lokasi Masjid Al-Aqsha.

Padahal saudara kita di sana, dengan sekuat tenaga dan usaha. Bertahan di sekeliling tanah berkah ini, berteguh dihujam peluh dan darah, bertegap meneriakkan “Birruh, Biddam, Nafdika ya Aqsha” (dengan ruh, dengan darah, kami bela kau ya Aqsha).



Suara mereka merekah memecah setiap waktu walau datang gelapnya dinihari di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha.

Kadang, di sini, perdebatan berakhir kasar dan panas. Tuduhan terkena konspirasi Yahudi yang ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsha pun terlontarkan. Padahal sudah seminggu ini Baitul Maqdis menegangkan. Masjid Al-Aqsha diambang 2 kemungkinan; Masjid Al-Aqsha kita 100% diambil alih oleh penjajah Zionis Israel sehingga umat tak dapat lagi menegakkan shalat di dalamnya, atau kita, umat Islam bangkit bersatu bersama-sama membebaskannya untuk menjadi pusat turunnya rahmat dan berkah Allah Subhanahu Wata’ala ke seluruh alam.

Cobalah berfikir, tentang perdebatan ini. Adakah manfaat untuk diri kita, atau apakah dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina?

Cobalah memahami satu sama lainnya, cobalah memilah mana prioritas yang harus kita kerahkan energi kepadanya.

Bagi yang kokoh menganggap Masjid Al-Aqsha hanyalah Jami’ Al-Kabir (Masjid besar; berkubah hitam), cobalah dengar pendapat saudaramu, yaitu; Seperti Ka’bah, dialah lambang ikonik Masjid Al-Haram. Walaupun disana ada Multazam, Maqam Ibrahim, Hajar Aswad dan Hijr Ismail.

Begitupun Masjid Al-Aqsha, ada Qubah Ash-Shakra (Dome of the Rock; berkubah emas) sebagai lambang ikoniknya, walaupun ada banyak bangunan di dalam komplek seluas 14,4 Hektar, termasuk Jami’ Al-Kabir (Masjid Besar; berkubah hitam).

Cobalah berfikir, bagi yang menyatakan Masjid Al-Aqsha hanyalah Jami’ Al-Kabir (Kubah hitam), terimalah yang berpendapat Qubah Ash-Shakra sebagai lambang ikonik, bukankah masjid yang dimaksud tercakup di dalam komplek itu?

Bagi yang punya pendapat sebaliknya, tak perlu menghabiskan waktu memperpanjang debat, menghabiskan energi yang ada, cukup berikan argumen Anda, dan tanyakanlah perkara yang paling penting.

Tanyalah diri kita: “Apa yang sudah kulakukan untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha?”

Permasalahan utama Masjidi Al-Aqsha itu tentang penjajahan, penjarahan dan penistaan. Peristiwa ini sudah berjalan selama 100 tahun, pertama oleh Inggris, dilanjutkan sejak 50 tahun oleh Zionis Israel.

Sudahkan doa-doa khuyu’ dan khusus kita tertuju ke tanah pusat berkah ini, sudahkah benar hati kita membenci kezaliman yang dilakukan atas mereka, sudahkah kita menyeberkan informasi ini, menginfakkan harta terbaik kita atau menyiapkan diri jika sewaktu-waktu Allah kondisikan kita untuk berjihad ke sana. Sungguh sekecil apapun, pembelaan adalah pertanggungjawaban kita.

Atau malah, kita aktif berdebat tentang mana Masjid Al-Aqsha sebenarnya. Tapi masih minum produk Nestle, makan di KFC atau McD, ngopi di Starbuck atau menikmati produk-produk penyokong zionis Israel lainya.

Sadarlah, detik-detik ini berjalan: Apakah Masjidil Alqsha akan ditutup dan diambil alih oleh penjajah selamanya, atau Allah izinkan kita ikut membebaskannya, selama-lamanya jadi berkah untuk seluruh dunia. Mari tulis sejarah kita dengan tinta emas, berikanlah yang terbaik: Doa, Lisan, Harta dan Jiwa. Amin

 

posted by @Adimin

Ratusan Ribu Warga Turki Hadiri Solidaritas utk Masjidil Aqsha & Muslimin Dunia

Written By neobattosai on 02 August, 2017 | August 02, 2017

Ismail Haniyah menegaskan, permasalahan Masjidil Aqsha bukan hanya permasalahan Palestina ataupun kaum Arab, tetapi permasalahan kaum Muslimin


Ratusan ribu orang dari berbagai etnis dan usia hari Ahad, (30/07/2017) berkumpul di  lapangan taman Yenikapı, İstanbul, Turki dalam Aksi  Solidaritas Rakyat Turki kepada Masjidil Aqsha dan umat Muslimin sedunia.

Warga turun jalan guna memprotes tindakan pengamanan yang dilakukan oleh penjajah Israel yang mencegah warga Palestina memasuki Masjidil Al Aqsha yang diduduki.

Pertemuan ini adalah aksi terbaru dalam serangkaian demonstrasi yang telah diadakan di Turki selama minggu terakhir menyusul pembatasan baru-baru ini yang dilakukan pihak penjajah Israel terhadap orang-orang Palestina yang memasuki Masjid Al Aqsha.

Meskipun acara yang diadakan oleh pemerintah kota Istanbul dijadwalkan pukul 17.00 sore, namun gelombang peserta telah datang pukul sudah sejak pukul 15.00 siang waktu Istanbul.

Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwasanya permasalahan Masjidil Aqsha bukanlah masalah rakyat Palestina saja tapi sudah menjadi kewajiban umat Muslim dunia.

Ia mengatakan bahwasanya umat Islam harus mengingat peristiwa yang tragedi terhadap kasus Mavi Marmara.

Dia menegaskan untuk berperan aktif membela Masjidil Aqsha minimal dengan memperkuat iman.

“Saya senang bisa sama-sama mengikuti acara ini,  yang mana kemeriahan dan aksi nyatanya belum saya rasakan di negara-negara Muslim lainnya.”

“Mereka (peserta aksi, red) adalah satu-satunya bangsa non-Arab yang punya komitmen dan kesungguhan dalam membebaskan Masjidil Aqsha. Dan gerakan mereka membekas di hati saya serta para hadirin lainnya. Dan saya menyayangkan perselisihan sebagian negara muslim yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Umar salah satu peserta yang datang dari Mesir.

Disela-sela orasi diserukan berbagai yel-yel, seperti: “Lawan lawan lawan lawan Israel”, juga  yel-yel  seperti, “Birruh, biddam nafdiika yaa Aqsha…!” (dengan ruh, dengan darah, kami bela kau ya Aqsha).

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Politik Hamas yang baru, Ismail Haniyyah melalui video live.

Dalam siarannya melalui video live itu Ismail Haniyyah memberikan kabar gembira kepada kaum muslimin bahwasanya  umat Islam tengah meraih kemenangan dengan dibongkarnya pintu elektronik (detector logam) oleh pihak penjajah Israel di gerbang Masjidil Aqsha.

“Kaum muslimin di Palestina tidak gentar terhadap setiap situasi yang terjadi, dan akan terus bertahan di sana,” demikian kutipnya.

Haniyah juga menegaskan bahwasanya permasalahan Masjidil Aqsha bukan hanya permasalahan tentang Palestina ataupun kaum Arab, tetapi permasalahan kaum Muslimin seluruhnya.

Dan di akhir pidato, ia menutup dengan mendoakan kaum muslimin sedunia.

Di akhir aksi, pembawa acara membacakan doa untuk saudara-saudara semuslim di Palestina, Suriah, Iraq, Myanmar, dan kaum muslimin secara umum.

Sampai pukul 20.20 malam, acara ini ditutup dengan adzan maghrib dan sholat berjama’ah.

 

posted by @Adimin

Jadilah Muslim Terampil

Umat Islam tak boleh pengangguran, harus ada kemampuan yang dikuasai, sehingga dengan itulah bisa ikut dalam 'jihad' dan dakwah

ISLAM  mengajarkan umatnya untuk mendiri dan bekerja. Karenanya banyak pesan-pesan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam yang memerintahkan umatnya  bekerja,  memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri, bukan menjadi peminta-minta.

Bahkan pernah suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memerintahkan mencari kayu dan menjualnya di pasar itu lebih baik dari meminta-minta.

Makna secara lebih luas dari penekanan beliau bagi umat Islam tersebut dapat diartikan dengan dorongan; milikilah skill (keahlian) yang akan membuat dirimu terampil dalam skill praktis itu lebih baik diutamakan daripada berpikir untuk meminta-minta dan menyandarkan hidup pada manusia.

Mengapa demikian? Ternyata secara makro, banyaknya SDM yang menganggur akan berdampak buruk pada stabilitas sebuah bangsa dan negara.

Nicolas Wyman, CEO dari The Institute Workplace Skill and Innovation menegaskan bahwa sebuah negara yang penduduknya banyak menjadi pangangguran akibat pemutusan hubungan kerja akan mendorong sebuah negara pada masalah (ekonomi) yang gawat. Terlebih jika mayoritas penduduknya ternyata tidak memiliki practical skills yang dibutuhkan, jelas itu sangat berbahaya.

Dalam sebuah hadits Nabi menerangkan, “Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran.” (HR. Baihaqi).

Jika kita perhatikan, Nabi Muhammad sejak kecil telah berusaha membekali diri dengan kemampuan praktis guna menunjang kebutuhan hidupnya. Mulai dari menggembala, berdagang, hingga menjadi pebisnis ulung di seluruh Jazirah Arab.

Demikian pula ketika kita perhatikan Nabi Ibrahim yang ahli dalam membangun, Nabi Musa yang juga ahli dalam menggembala, Nabi Daud yang memiliki kemampuan pandai besi, serta Nabi Yusuf yang ahli keuangan atau ahli ekonomi.

Artinya, tidak sepatutnya seorang Muslim membiarkan waktunya berlalu tanpa mengasah skill untuk menjadi terampil sehingga bisa hidup secara mandiri.
Lantas, apa yang harus dilakukan agar diri mampu menjadi insan terampil dan bermanfaat bagi sesama?

Pertama, ingat pesan Nabi bahwa belajar itu dari dalam kandungan hingga liang lahat. Artinya, jangan pernah mengenal kata stop dalam belajar alias menuntut ilmu.

Analoginya sederhana, setiap buah yang telah sampai pada titik kematangan, jika tidak dimanfaatkan dengan dikonsumsi segera, maka buah itu akan membusuk dan tidak bernilai guna bagi kehidupan. Demikian pula manusia, ketika dirinya merasa telah bisa dan berhenti belajar atau berinovasi, maka dirinya akan ditinggalkan zaman.

Kedua, mengenali talentaa diri dan mengasahnya
Beruntung jika diri telah mengetahui talenta yang dimiliki, tinggal mengasahnya setiap hari. Belajarlah dari pohon besar. Sekiranya pohon itu kala baru ditanam dipindah-pindah, tidak mungkin akan tumbuh besar dengan akar-akar yang besar. Demikian pun manusia, jika telah mantap dengan talenta yang dimiliki maka asahlah setiap hari.

Seorang Cristiano Ronaldo bisa menjadi bintang sepakbola, karena memang dalam 24 jam sepanjang hayatnya, akal dan kakiknya, bahkan perasaannya tidak bisa dilepaskan dari sikulit bundar.

Pertanyaannya bagaimana kalau belum tahu talentaa dirinya?
Kebanyakan orang memandang talenta adalah sesuatu yang bersifat genetika, sehingga itu sudah ada dari sononya. Padahal tidak.

Talenta dimulai dengan terjadinya pertemuan singkat dan kuat yang memicu dan memacu motivasi diri yang berhubungan dengan mungkin hobi atau kegemaran tertentu yang menjadi identitas diri dengan orang atau pun grup yang mendukung mood diri melejit, sehingga muncul kesadaran bahwa diri bisa melakukan sesuatu yang jika diteruskan dan ditajamkan akan menajamkan talenta yang tersembunyi di dalam diri.

Ketiga, jadikan skill diri sebagai media jihad dan dakwah
Di dalam Al-Qur’an perintah berjihad itu ada dua, pertama dengan harta dan kedua dengan jiwa. Dengan harta (amwal) artinya umat Islam tidak boleh jadi pengangguran, mesti ada kemampuan praktis yang dikuasai, sehingga dengan itulah dirinya bisa ikut serta dalam ‘jihad’ dan dakwah.

Ada yang sibuk bekerja dan karena itu tidak bisa berdakwah. Maka harta yang dimiliki bisa disumbangkan untuk dakwah, mendukung kiprah para dai dalam dakwahnya. Dan, mereka yang dianugerahi kekayaan berkat skill yang diasah sejak lama, maka dengan harta itulah bisa terlibat dalam jihad.

Dengan demikian, menjadi Muslim terampil pada dasarnya adalah kebutuhan, agar diri tak menjadi beban orang lain dengan hanya bisa berpangku tangan. Jadi, belajarlah dan asahlah skill yang ada pada diri untuk mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala semata. Wallahu a’lam





 

posted by @Adimin

Aliansi Rakyat Sumbar Untuk Palestina Selenggarakan Orasi & Longmarch

Written By neobattosai on 29 July, 2017 | July 29, 2017


Mensikapi perkembangan terakhir yang menimpa ummat Islam di Palestina, yang mana ummat Islam dilarang untuk menunaikan sholat berjamaah di Masjid Al Aqsa, itupun jika dibolehkan melalui proses pemeriksaan yang tidak manusiawi. 

Maka Aliansi Masyarakat Sumatera Barat untuk Palestina menyelenggarakan Orasi dan Longmarch yang diikuti ribuan orang. Elemen elemen ummat Islam diantaranya KNRP, DDII, IKADI, KAMMI, MMI, MUI, FLSDK dan seluruh masyarakat peduli Palestina mengikuti acara dengan penuh khidmat. 


Tokoh tokoh ormas berorasi dengan begitu luarbiasa menggugah peserta acara untuk peduli dengan apa yang terjadi di belahan bumi Palestina. Diantaranya Ketua KNRP Sumbar Ust. Ulyadi Lc, MA, Ust. Irsyad Syafar sebagai tokoh ulama Sumatera Barat sekaligus anggota DPRD Sumatera Barat, Ketua Umum IKADI Sumatera Barat Ust. DR Urwatul Wutsqo dan tokokh tokoh ormas yang tergabung dalam aliansi.

Semoga dengan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumatera Barat akan di ijabah oleh ALLAH dan semoga rakyat Palestina segera lepas dari cengkraman penjajah zionis yahudi......
posted by @Adimin

PKS Siapkan Strategi Pemenangan Pemilu 2019


Meski pemilu 2019 masih lama, PKS jauh-jauh hari sudah mempersiapkan strategi pemenangan.
 
Hal itu dilakukan Mardani Ali Sera, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang membuka Forum Group Discussion (FGD) strategi pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2019 di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS, Komplek Senayan.

Mardani, dalam keterangan resminya, Kamis (27/7), mengatakan agenda ini merupakan rangkaian program pemenangan menyongsong Pemilu 2019 yang akan datang.

“Dua Tahun lagi kita menyongsong pesta demokrasi tahunan. Yang menarik tahun nanti untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia menggelar pemilihan serentak sejak keputusan MK tahun 2013 lalu,” katanya.

Legislator Dapil Jabar VII itu mengungkapkan menghadapi pemilu nanti diperlukan strategi yang jitu mendorong agar seluruh struktur maupun calon legislator PKS memiliki kemampuan pemataan dapil sebagai salah satu strategi pemilu.

Pihaknya pada Pemilu 2019 nanti menargetkan perolehan suara nasional sebesar 12%. Menurutnya target tersebut tidak mustahil bisa tercapai.

Ketua Tim Bidang Pemenangan Pemilu dan Pemilukada (BP3) DPP PKS, Agoes Poernomo mengatakan pihaknya sudah melakukan perhitungan secara mendalam terkait target PKS 2019 tersebut.

“Kami sudah melakukan perhitungan mendalam terkait target itu,” katanya

posted by @Adimin

Pilihan Konsisten PKS

Written By neobattosai on 28 July, 2017 | July 28, 2017

Apa kabar Senayan? Tepatnya hari Kamis (20/7/2017) lalu PKS mengambil sikap tidak ikut dalam pengambilan keputusan atas Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Kompleks Senayan pun riuh karena bukan hanya PKS, tetapi tiga fraksi lainnya juga ‘walk out’, istilah yang digunakan untuk meninggalkan persidangan.

PKS, Gerindra, Demokrat dan PAN menganggap pengambilan keputusan untuk hal krusial terkait penentuan ada-tidaknya batas elektoral parlemen dalam mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden, mestinya dibicarakan dengan jalan musyawarah dan tetap berpedoman pada kerangka hukum yang ada.

Alasan lebih panjang lebar kenapa keputusan menggunakan elektoral parlemen 20 persen dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 melanggar Undang-Undang.

Prinsip utamanya adalah, jangan sampai untuk sekadar memuluskan kemauan beberapa golongan, bangsa ini harus menabrak berbagai aturan.

Selanjutnya dari Senayan kita juga mendengar kabar bahwa Fraksi Partai Gerindra mundur dari Pansus Hak Angket untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Dengan mundurnya Gerindra, praktis pengisi Pansus Angket untuk KPK kini diisi oleh lima fraksi yang adalah dari partai-partai pendukung pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla.

PKS? Sejak awal sudah menyatakan tidak menyetujui pembentukan pansus Hak Angket karena PKS berpandangan bahwa ada nuansa upaya pelemahan dalam Hak Angket tersebut.

PKS konsisten dalam pilihan untuk pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya dengan menjadikan KPK sebagai salah satu institusi penting pemberantasan korupsi. Akan halnya beberapa kelemahan yang masih ada di tubuh KPK, PKS merasa masih ada cara lain untuk memperbaikinya diantaranya dengan menghadirkan lembaga pengawas yang melekat di tubuh KPK dan juga transparansi dalam penggunaan anggaran negara yang berasal dari rakyat.

PKS ingin publik bisa menilai bahwa hiruk pikuk Senayan pasti ada benang utamanya. Rakyat bisa melihat peran dan sepak terjang partai politik dalam setiap pengambilan keputusan di DPR. Termasuk keinginan pemerintah yang dalam gerak dan agendanya mesti mendapatan restu dari parlemen.

PKS ingin menunjukkan sebuah sikap konsisten yang merdeka sesuai dengan garis mandat yang diberikan masyarakat. Konsitensi PKS untuk membangun bangsa yang bermartabat, adil dan sejahtera, kami serahkan pada mata hati dan jari publik di saat Pemilu nanti

posted by @Adimin

Taujih Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman: Menjadi Pemimpin Bukan Pemimpi

Written By NeO on 26 July, 2017 | July 26, 2017

 
MENJADI PEMIMPIN, BUKAN PEMIMPI
TAUJIH PRESIDEN PKS MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D.

(Disampaikan di Provinsi Maluku pada Sekolah Kepemimpinan Partai 3 untuk Wilayah Dakwah Indonesia Timur pada Tanggal 14 Juli 2017)

Assalamulaikum Wr Wb,

  1. Ada dua tantangan yang melatar belakangi kenapa kita mengadakan SKP 3 ini. Pertama, karena perubahan lanskap ekonomi, politik, dan sosial di tingkat global, regional dan nasional. Hal yang paling mencolok adalah perubahan yang sangat pesat di sisi Teknologi. Terobosan dalam dunia teknologi, terutama dalam teknologi informasi telah mampu mendekonstruksi tatanan-tatanan yang sudah ada selama ini sehingga memunculkan tantangan-tantangan baru.

  1. Jika kita lihat, perkembangan teknologi yang pesat ini mendorong terjadinya proses demokratisasi dalam artian terjadinya ledakan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial mereka. Sebelumnya, partisipasi perubahan hanya di tingkat elit namun saat ini proses perubahan melibatkan ledakan partisipasi masyarakat. Perkembangan teknologi ini telah memberikan peluang dan tantangan bagi kita semua dalam konteks kepemimpinan.

  1. Tantangan pertama ini menyebabkan permasalahan yang muncul di masyarakat menjadi semakin kompleks. Adanya perkembangan teknologi awalnya ingin memudahkan kehidupan kita. Namun dalam perkembangannya teknologi menimbulkan side effect yang sifatnya tidak menentu dan unpredictable. Sekarang orang melihat perkembangan teknologi informasi bukan hanya memberikan manfaat tapi juga efek-efek negative.

  1. Information Communication Technology (ICT) awalnya memberikan kemudahan-kemudahan dalam mengakses informasi dan komunikasi. Namun saat ini juga mulai terlihat dampak sampingnya dengan munculnya tindakan kekerasan dan terror melalui ICT. Kita menyaksikan sekarang bagaimana petunjuk merakit bom bisa dengan mudah diperoleh di ICT. Gerakan tindak kekerasan dan tindakan kriminal juga dengan mudah disebar dan bekerja sangat cepat  di dunia digital.

  1. ICT juga menjadi medium berkembangnya nilai-nilai dan ideologi yang merusak nilai-nilai dan budaya kita sebagai bangsa yang beragama. Sebagai contoh, dimana gerakan kampanye pro-LGBT dan narkoba sangat marak dan berkembang luar biasa di dunia maya. Ini memberikan tantangan yang tidak mudah untuk kita semua. Tidak hanya itu, kemajuan teknologi juga menciptakan kondisi kesenjangan atau gap kesejahteraan karena ada digital divided antara kelompok kaya dan miskin dalam memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi.

  1. Mengatasi permasalahan yang semakin kompleks membutuh kapasitas kepemimpinan yang semakin canggih juga. Tidak mungkin kompleksitas masalah bisa ditangani oleh kepemimpinan yang sederhana atau biasa-biasa saja.

  1. Tantangan Kedua yakni dengan semakin tingginya tingkat partisipasi masyarakat dan bergulirnya demokratisasi di berbagai bidang maka hal tersebut menjadi semakin terbukanya peluang-peluang kepemimpinan di seluruh sektor. Demokratisasi membuka lebar kran rekruitmen kepemimpinan dan disaat yang sama kontestasi merebut kepemimpinan juga semakin kompetitif. Itu juga kita rasakan di sektor politik. Kontestasi di sektor politik dari tingkat local hingga nasional menjadi sangat ketat. Bahkan bukan hanya semakin ketat, tapi juga semakin mahal, jika kita lihat dari praktek demokrasi di Indonesia.

  1. Kalau kita amati apa yang terjadi saat ini, di kemudian hari kepemimpinan yang lahir nanti adalah kepemimpinan yang up to date dengan perkembangan zaman, terutama perkembangan teknologi. Terutama mereka-mereka yang memiliki digital literacy yang mumpuni. Siapa yang menguasi teknologi digital,dia yang akan menguasai kepemimpinan mendatang. Singapura contohnya. Dulu mantan Direktur Telkom almarhum Cacuk Sudaryanto pernah menyampaikan di awal tahun 2000. Dia bilang Singapura bisa mengetahui waktu produksi dan panen hasil-hasil tanaman di Indonesia dengan teknologi yang dimilikinya. Sehingga mereka lebih maju dalam memenangkan persaingan.

  1. Demokratisasi dengan perkembangan teknologi menyebabkan ledakan partispasi masyarakat yang luar biasa. Sehingga ini mendorong masyarakat lebih kritis dan proaktif dalam melakukan evaluasi kepada para pemimpinnya. Semua orang yang terhubung dalam dunia digital bisa mengevaluasi seluruh pimpinan dari berbagai jenjang dari tingkat local,nasional bahkan internasional. Bahkan, kritiknya pun terkadang sangat keras bahkan dengan kata-kata yang kasar.

  1. Ini realitas baru yang sedang kita hadapi. Sehingga kepemimpinan saat ini tidak bisa lagi menjadi pemimpin yang feodal, yang dia berjarak dengan yang dipimpinnya dan menikmati singgasana kepemimpinannya. Kepemimpinan yang baru adalah kepemimpan yang dekat dan terkoneksi dengan yang dipimpinnya. Pemimpin-pemimpin yang tidak baik, dan tidak mampu membaca perubahan ini biasanya tidak akan berumur panjang.

  1. Di sisi lain, disamping ada tantang-tantangan tapi juga ada peluang- eluang. Pertama, kita sebagai Partai dan individu memiliki banyak peluang posisi kepemimpinan. Dulu sebelum era demokrasi kita tidak pernah terpikirkan bahwa aktivis-aktivis dakwah akan menjadi pemimpin publik baik di daerah maupun di tingkat nasional. Tapi demokrasi telah membuka kesempatan tersebut.
  2. Kedua, saat ini kita juga lebih mudah dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri untuk menjadi seorang pemimpin. Karena sumber informasi tersedia melimpah ruah di dunia digital sehingga kita bisa akses itu semua untuk kemudian kita serap sebagai pengetahuan.

  1. Ketiga, ada peluang sebagai pemimpin untuk memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat dengan menggunakan teknologi atau technology based-management. Karena itu sebagai pemimpin dan calon pemimpin, kita semua harus melek dan ahli dalam memanfaatkan teknologi dalam memecahkan berbagai macam persoalan yang sedang kita hadapi. Sekarang sudah ada teknologi Geo-Spatial Information System, kita bisa memantau pergerakan arus barang di tengah-tengah masyarakat.

  1. SKP ini penting diadakan karena untuk merespon berbagai tantangan yang semakin kompleks sehingga kita bisa menghasilkan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di samping itu, SKP ini penting dijalankan sebagai ajang untuk merealisasikan visi-misi kolektif kita sebagai partai.

  1. Apa visi kita? Dalam AD/ART PKS disebutukan bahwa visi PKS adalah menjadi pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional yang termaktub dalam pembukaan konstitusi UUD NRI 1945 di paragraf keempat. Yang kemudian kita bahasakan dengan bahasa lain dalam platform kebijakan pembangunan PKS yakni ingin mewujudkan masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat. Maju secara peradaban material maupun secara spiritual.

  1. Visi yang besar dan mulia tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mumpuni. Karena itu SKP ini diselenggarakan untuk merespon kebutuhan tersebut. Karena kita ingin melahirkan para PEMIMPIN bukan para PEMIMPI. Jangan sampai kita hanya punya mimpi yang besar tapi tidak punya kapasitas kepemimpinan.

  1. Apa yang membedakan PEMIMPIN dan PEMIMPI? Bedanya di huruf – N –nya. Ada 5-N yang membedakan seorang PEMIMPIN dengan PEMIMPI.

  1. N – yang pertama adalah NIAT yang tulus. NIAT yang ikhlas. NIAT yang bersih. Untuk apa kita menjadi seorang pemimpin? Bukan untuk diri kita! Bukan untuk kepentingan diri sendiri. Tapi untuk kepentingan dakwah. Untuk kepentingan kolektif umat. Untuk kepentingan masyarakat luas. Ini ujian pertama bagi seorang pemimpin. Kalau dari langkah awal saja seseorang itu salah dan melenceng, seperti ada niat untuk gagah-gagahan secara pribadi, mengambil keuntungan materi dan popularitas semata, maka ini sudah salah harus diluruskan.

  1. Karena itu mari kita luruskan dan bersihkan NIAT. Jangan sampai niat menjadi pemimpin justru ternodai dan melenceng karena hanya sekedar ingin meraih untuk kepentingan dan keuntungan pribadi semata. Kalau kita bisa ikhlas insyAllah akan mendapat pertolongan dari Allah Swt dari jalan-jalan yang tidak disangka-sangka. Kalau niat kita ikhlas, insyAllah kita semua akan ditolong oleh Yang Maha Ikhlas. Itu harus benar-benar diyakini oleh seluruh kader PKS. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun.

  1. N-yang kedua adalah NILAI yang kokoh. Seorang pemimpin memegang teguh terhadap nilai-nilai yang kokoh. Apa nilai-nilai kita? Sebagai partai dakwah kita sudah mendapatkannya dalam materi-materi Training Orientasi Partai, materi-materi tarbiyah dalam halaqah dan usar kita. Tinggal bagaimana menjadikan nilai-nilai tersebut terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku. Jika nilai-nilai ini dipegang secara kokoh, InsyAllah kita akan tetap terjaga dari godaan-godaan. Kalau kita sebagai pejabat publik, kita lihat godaan mulai dari harta, tahta dan wanita benar-benar adanya. Karena itu, bagi seorang pemimpin memiliki nilai yang kokoh menjadi keniscayaan sebagai cara kontrol diri kita agar tidak tergelincir.

  1. Taushiyah kolektif perlu lagi dihidupkan sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai kita. Tidak benar jika dengan alasan kesibukan, para pejabat publik PKS justru jarang hadir dalam liqoat usar. Justru karena semakin besar amanah kita sebagai pejabat publik maka kebutuhan terhadap taushiyah kolektif dalam liqoat-liqoat kita semakin besar. Semakin butuh dalam lingkaran orang-orang yang sholih.

  1. Liqoat usar adalah point of return kita, tempat kembali kita merengkuh kembali nilai-nilai spiritual kita. Sepekan kita beraktivitas penuh, maka di liqoat usar adalah tempat kita untuk kembali menghidupkan kembali ruhiyah dan nilai-nilai spiritual kita.

  1. N-yang ketiga adalah NALAR yang mumpuni. Seorang pemimpin harus bisa mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, sebagai pemimpin kita harus mampu menjadikan nilai-nilai subyektif partai kita sebagai nilai-nilai yang bisa diterima oleh masyarakat luas. Dengan NALAR yang mumpuni kita bisa melakukan obyektifikasi nilai-nilai ISLAM dalam kebijakan publik.

  1. Nalar yang mumpuni sangat diperlukan karena semua pemimpin akan menhadapi berbagai permasalahan yang membutuhkan keputusan dan respon yang cepat dan tepat. Keputusan tersebut pun harus bisa melihat secara jauh kedepan dan dampak yang diakibatkan dari hasil keputusan tersebut. Oleh karena seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berpikir strategis (strategic thinking capability). Sehingga keputusan-keputusan yang dibuatnya memberikan hasil yang optimal dan berdampak positif bagi kemajuan organisasi dan masyarakat.

  1. N-yang keempat adalah NETWORK yang luas. Seorang pemimpin harus memiliki jaringan dan pergaulan yang luas. Kenapa demikian? Pertama, karena kita tidak mungkin bisa menyelesaian permasalahan di tengah-tengah masyarakat sendirian. Kita butuh orang lain yang bisa diajak bergandengan tangan bekerjasama menyelesaikan masalah. Kedua, dengan pergaulan yang luas akan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat luas tentang apa visi, nilai-nilai yang sedang kita perjuangkan. Semakin luas pergaulan kita akan semakin memperkecil kesalahpahaman orang-orang terhadap PKS. Bangun komunikasi dengan semua kalangan akan memberikan kesempatan kita semua untuk bisa menunjukkan siapa diri kita dan terjalin hubungan yang baik dengan kalangan luar.

  1. Network kalau dalam bahasa kita kan sebenarnya silaturahim. Kita meyakini bahwa silaturahim itu akan memanjangkan usia, banyak kawan yang akan membela dan memperbanyak rizki. Kalau dalam bahasa politik mungkin akan memperkuat daya dukung sumber daya-sumber daya.

  1. N-yang kelima adalah NYALI yang pas. N-yang kelima ini sifatnya bersyarat. Jika keempat N-sebelum-sebelumnya sudah terpenuhi. Kenapa disebut Nyali yang PAS? Karena kalau nyalinya berlebihan juga bermasalah. Kalau nyalinya berlebihan tapi tidak punyakeempat N-yang sebelumnya maka namanya bukan NYALI tapi NEKAT. Jadi seorang pemimpin mengambil keputusan bukan hanya karena gagah-gagahan, ingin popular, tapi memang mengambil keputusan karena memang harus berani memutuskan secara tepat dan akurat. Situasinya harus dibaca dengan teliti dan seksama. Jangan sampai salah baca situasi. Boleh jadi dalam kondisi tertentu bukan menunjukkan keberanian secara terbuka tapi justru yang dibutuhkan adalah sikap kerendah hatian. 

  1. N-yang kelima ini nakarnya harus hati-hati dan pintar. Takarannya harus proporsional. Nyali yang pas inilah yang menjadi penentu dalam merealisasikan kerja-kerja politik kolektif kita. Nyali yang pas itu bisa kita mulai dari skala yang rendah ke yang tinggi, dari skala kepemimpinan local hingga nasional dan global. Kita menjalaninya secara terukur. Dengan seperti itu, secara bertahap kita akan mampu meraih apa-apa yang kita cita-citakan bersama sebagaimana yang telah kita sepakti bersama dalam AD/ART Partai dan Platform Kebijakan Pembangunan PKS. InsyAllah.

Wassalamualaikum Wr Wb.

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger