Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
February 11, 2013
Hal-hal apa saja yang kemudian dimainkan oleh PKS dalam keluar dari masalah yang membelit mereka. Saya akan utarakan meskipun tidak semuanya.
Pertama, PKS tidak gagap terkait dengan proses transfer kepemimpinan. Reaksi cepat dan kilat yang dilakukan majelis syuro PKS dan DPP yang segera merespon pengunduran LHI dengan menjadikan Anis Matta sebagai penggantinya, menunjukkan kepada publik bahwa PKS tidak lumpuh dan memiliki regenerasi kepemimpinan yang baik. Berbeda di partai lain untuk mencari ketua umum partai, biasanya melalui proses yang panjang dan melelahkan karena sering dibumbui dengan konflik dan intrik internal.
Kedua, kunci dari cepat keluarnya PKS adalah pembinaan yang matang dan rapi di partai ini. Kalaulah boleh menyamakan organisasi yang memiliki sistem komando yang baik di Indonesia ini mungkin hanya TNI, Polri, (dulu PKI), dan PKS. Penanaman nilainya dilakukan rutin. Salah satu materi yang pertama kali dulu disampaikan adalah materi tentang perang pemikiran. Sudah sejak lama kader PKS mengerti betul tentang teori konspirasi. Maka sebelum Anis Matta mengatakan ada konspirasi, hampir dipastikan seluruh kader PKS sudah mengatakan itu konspirasi. Mungkin anda adalah sebagian orang yang mendapatkan broadcast pesan-pesan tersebut. Ini yang menjadikan mereka justru makin solid.
Ketiga, kata ”cinta” yang disampaikan Anis Matta sungguh mengisyaratkan sesuatu yang lain di partai ini. Pernyataan cintanya kepada LHI yang disambut dengan takbir oleh pengurus DPP mengisyaratkan bahwa mereka bukan sekedar parpol tapi juga sebuah jamaah yang sangat mencintai pemimpinnya. Disini logika yang dipakai tidak lagi bermain wilayah rasional namun di atas emosional. Ini yang tidak dimiliki partai lain. Jika ada pimpinannya tersangkut kasus, banyak pimpinan yang lain senang karena ada kesempatan akan menggantikan posisinya. Ini tidak terjadi di PKS. PKS mengajarkan kepada khalayak bagaimana mencintai pemimpinnya.
Terakhir, orasi anis matta pada pidato pengangkatannya memberikan inspirasi yang mendalam bagi kader PKS. Jika anda masih mengingat pidato anis hal pertama yang dia sampaikan adalah agar setiap kader memohon pertolongan kepada Tuhan. Dan ini direspon dengan sangat baik oleh kader PKS dari pusat hingga ke daerah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari beberapa kader PKS yang saya temui, dengan adanya pemberitaan yang memojokkan tersebut soliditas mereka menjadi semakin kuat. Bahkan mereka ada yang mengatakan “dulu saya agak males baca alqur’an sekarang jadi tambah rajin”.
Operasi Senyap ala PKS
Written By @Adimin on 11 February, 2013 | February 11, 2013
PKS baru saja dihantam dengan isu yang selama ini menjadi jualan mereka.
Hampir satu minggu media tiada hentinya memberitakan kasus yang
membelit elit PKS. Di social media PKS menjadi objek yang
diperbincangkan banyak orang. Anda bias mengamati juga di berbagai
pemberitaan, jika ada yang menulis tentang PKS maka komentarnya akan
sangat banyak dan rata-rata menghujat PKS. Baru satu minggu berita heboh
tentang LHI ternyata media sekarang lebih tertarik membicarakan tentang
kisruh dipartai tentangga nya:DEMOKRAT. Anda tentu masih ingat ketika
PKS disudutkan oleh laporan Yusuf Supendi dan Kasus Arifinto, beritanya
juga sangat heboh di media tapi selang satu minggu beritanya bergeser ke
pemberitaan tentang Nazaruddin yang beritanya belum habis sampai
sekarang. Lantas kita bertanya-tanya apa gerangan operasi yang
dilakukan PKS untuk mengcounter berita miring yang sedang membelit
mereka sehingga tidak sampai hitungan bulan, peta pemberitaan sudah
berubah? Memahami PKS haruslah keluar dari kerangka pemahaman kita
tentang partai politik pada umumnya. PKS adalah pertemuan antara partai
politik dengan gerakan. Dan mempelajari PKS tidak boleh berhenti hanya
sampai pada PKS itu saja tapi harus dipahami dalam konteks yang lebih
luas yakni gerakan-gerakan yang menjadi sumber inspirasi mereka.
Hal-hal apa saja yang kemudian dimainkan oleh PKS dalam keluar dari masalah yang membelit mereka. Saya akan utarakan meskipun tidak semuanya.
Pertama, PKS tidak gagap terkait dengan proses transfer kepemimpinan. Reaksi cepat dan kilat yang dilakukan majelis syuro PKS dan DPP yang segera merespon pengunduran LHI dengan menjadikan Anis Matta sebagai penggantinya, menunjukkan kepada publik bahwa PKS tidak lumpuh dan memiliki regenerasi kepemimpinan yang baik. Berbeda di partai lain untuk mencari ketua umum partai, biasanya melalui proses yang panjang dan melelahkan karena sering dibumbui dengan konflik dan intrik internal.
Kedua, kunci dari cepat keluarnya PKS adalah pembinaan yang matang dan rapi di partai ini. Kalaulah boleh menyamakan organisasi yang memiliki sistem komando yang baik di Indonesia ini mungkin hanya TNI, Polri, (dulu PKI), dan PKS. Penanaman nilainya dilakukan rutin. Salah satu materi yang pertama kali dulu disampaikan adalah materi tentang perang pemikiran. Sudah sejak lama kader PKS mengerti betul tentang teori konspirasi. Maka sebelum Anis Matta mengatakan ada konspirasi, hampir dipastikan seluruh kader PKS sudah mengatakan itu konspirasi. Mungkin anda adalah sebagian orang yang mendapatkan broadcast pesan-pesan tersebut. Ini yang menjadikan mereka justru makin solid.
Ketiga, kata ”cinta” yang disampaikan Anis Matta sungguh mengisyaratkan sesuatu yang lain di partai ini. Pernyataan cintanya kepada LHI yang disambut dengan takbir oleh pengurus DPP mengisyaratkan bahwa mereka bukan sekedar parpol tapi juga sebuah jamaah yang sangat mencintai pemimpinnya. Disini logika yang dipakai tidak lagi bermain wilayah rasional namun di atas emosional. Ini yang tidak dimiliki partai lain. Jika ada pimpinannya tersangkut kasus, banyak pimpinan yang lain senang karena ada kesempatan akan menggantikan posisinya. Ini tidak terjadi di PKS. PKS mengajarkan kepada khalayak bagaimana mencintai pemimpinnya.
Terakhir, orasi anis matta pada pidato pengangkatannya memberikan inspirasi yang mendalam bagi kader PKS. Jika anda masih mengingat pidato anis hal pertama yang dia sampaikan adalah agar setiap kader memohon pertolongan kepada Tuhan. Dan ini direspon dengan sangat baik oleh kader PKS dari pusat hingga ke daerah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari beberapa kader PKS yang saya temui, dengan adanya pemberitaan yang memojokkan tersebut soliditas mereka menjadi semakin kuat. Bahkan mereka ada yang mengatakan “dulu saya agak males baca alqur’an sekarang jadi tambah rajin”.
Jika anda amati disekitar anda maka anda akan menemukan aktivitas yang
meningkat ditubuh partai ini justru setelah LHI dijadikan tersangka
terkait dengan membangun kedekatan padaNya. Ini yang saya sebut sebagai
operasi SENYAP. Ini yang mungkin tidak pernah dibahas dalam teori
intelejen. Dalam inspirasi-inspirasi kenabian akan sangat mudah
ditemukan referensi bahwa sumber kemenangan yang utama bukan pada
kematangan rencana, dan lengkapnya persiapan, namun lebih pada bagaimana
mereka membangun kualitas hubungan dengan Tuhan. Ini operasi intelejen
yang melibatkan “Langit”. Hal ini yang diyakini betul oleh kader PKS.
Roadshow anis matta sebagai presiden yang baru, menurut saya untuk
mengokohkan operasi senyap ini selain mendorong kader untuk bekerja.
Sigit Nugroho
http://politik.kompasiana.com/2013/02/09/operasi-senyap-ala-pks-532114.html
http://politik.kompasiana.com/2013/02/09/operasi-senyap-ala-pks-532114.html
posted by Adimin
Label:
REFLEKSI,
TOPIK PILIHAN
February 05, 2013
Senjata Melawan Riba
Written By @Adimin on 05 February, 2013 | February 05, 2013
MENURUT laporan
McKinsey, hanya 12 % usaha Indonesia saat ini yang menggunakan
pembiayaan kredit dari Bank. Lantas kemana uang masyarakat yang begitu
banyak ditabung di bank-bank?, menurut laporan yang sama pula antara
lain uang tersebut tersimpan dalam apa yang mereka sebut high-yield, low risk Bank Indonesia Certificates (SBIs).
Laporan ini seolah menguatkan alasan mengapa riba dilarang dalam Islam,
karena uang tidak perlu bekerja produktif sudah menjadi investasi
dengan hasil tinggi dan resiko rendah. Lantas mau digerakkan dengan apa
ekonomi kalau demikian?
Ketika ekonomi tidak berputar secara merata, Indonesia bisa saja menjadi kekuatan ekonomi besar – ke 7 di dunia pada tahun 2030 berdasarkan scenario di laporan McKinsey tersebut. Tetapi ketimpangan juga semakin luas, saat itu diprediksi ada 55 juta orang tidak memiliki akses sanitasi dan 25 juta orang tidak memiliki akses air bersih.
Itulah pertumbuhan ekonomi yang antara lain mengandalkan sektor finansial ribawi itu – seolah sah-sah saja kita membuat skenario ekonomi yang akan memiskinkan sekian puluh juta orang tersebut.
Bahwa hasil itu ada di tangan Allah semata, setidaknya bila kita merencanakan dan berupaya membangun ekonomi untuk negeri ini – targetnya harus meng-eliminasi kemiskinan atau meminimisasinya.
Lantas dengan apa kita akan mengeliminasi kemiskinan itu? Secara umum kita bisa mengeliminasi kemiskinan dengan “7 Sumber Pengentasan Kemiskinan” yang telah saya muat di situs ini pada tanggal 7-September 2012 lalu.
Untuk kemiskinan yang ditimbulkan oleh praktek-praktek ribawi, kitapun telah dibekali oleh Allah antara lain dengan dua senjata utama yaitu perdagangan dan sedekah sebagaimana tercantum di penggalan dua ayat yang berurutan berikut :
“… Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS al_Baqarah [2]:275-276).
Jadi lawan riba itu dua – yaitu yang pertama perdagangan atau jual-beli dan yang kedua sedekah. Dua lawan riba ini secara umum tercover dalam tulisan saya tersebut di atas, hanya pada tulisan ini akan saya elaborasi salah satunya yaitu perdagangannya.
Bila perdagangan itu hanya mengandalkan permodalan – maka kita akan terjebak pada kapitalisme ribawi sebagaimana terungkap oleh data McKinsey tersebut – dimana hanya segelintir pengusaha saja (12%) yang memiliki akses pembiayaan kredit bank. Mayoritasnya tidak punya modal dan tidak bisa mengakses modal perbankan.
Lantas dengan apa kita bisa berdagang bila tanpa modal? Ingat pelajaran yang sangat berharga dari jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – salah satu orang terkaya di jaman itu adalah Abdurrahman bin ‘Auf – dia memulai perdagangannya tanpa modal, dia memulai perdagangannya hanya dengan tahu di mana pasar!
Kemudian di pasar dia bertemu orang-orang yang membutuhkan barang apa, di pasar pula dia ketemu orang-orang yang memiliki barang dagangan apa. Dengan mempertemukan demand dengan supply-nya, dengan itulah Abdurrahman bin ‘Auf mulai berdagang.
Cara perdagangan saat itu juga tergambar dengan jelas melalui hadits sahih yang sangat sering saya sajikan di situs ini.
“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, beras gandum dengan beras gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim).
Ketika barang atau kebutuhan kita ditukarnya dengan emas atau perak – itulah jual beli dengan uang yang kita kenal sampai sekarang. Ketika ditukar antar jenis barang yang berbeda – misalnya gandum ditukar dengan kurma – maka itulah jual beli dengan barter yang telah sekian lama ditinggalkan.
Dalam era perdagangan atau jual beli yang mengandalkan uang atau modal, umat yang mayoritas di negeri ini terperdaya oleh segelintir minoritas yang menguasai perdagangan hampir di seluruh aspek kehidupan kita. Dari perdagangan mie sampai mobil dikuasai mereka.
Lantas bagaimana kita merebut kembali dominasi perdagangan ini untuk kembali berada di tangan umat – sebagaimana umat ini dahulu perkasa di perdagangan? Salah satu caranya ya meng-eksplorasi cara-cara perdagangan yang tersirat dalam hadits tersebut di atas.
Mayoritas umat ini tidak memiliki akses modal untuk berdagang, maka ayolah kita mulai belajar berdagang a la Abdurrahman bin ‘Auf – berangkat ke pasar tanpa modal. Dengan barter yang dijaman modern ini saya sebut barter modern atau perdagangan kreatif – Anda bisa berangkat ke pasar untuk mulai berdagang tanpa modal (uang).
Maka bagi Anda yang sudah confirm hadir untuk acara besuk di Rumah Hikmah, bayangkan diri Anda besuk adalah seperti hari pertamanya Abdurrahman bin Auf berangkat ke pasar.
Di sana Anda akan ketemu seratusan lebih orang-orang yang membutuhkan barang atau jasa ini dan itu, dan sejumlah orang yang sama yang menawarkan barang atau jasa ini dan itu. Challenge Anda adalah bagaimana mempertemukannya tanpa harus dengan uang atau modal.
Dengan cara inilah umat ini dahulu diunggulkan dalam perdagangan, maka insyaAllah dengan cara ini pula kita akan bisa mengulangi keunggulan itu. Bila kita bisa unggul dalam perdagangan, otomatis lawan dari perdagangan - yaitu riba akan melemah.
Bila riba melemah syukur-syukur menghilang dari umat ini, insyaAllah negeri ini akan bisa kembali hidup dalam keberkahanNya. Amin
Ketika ekonomi tidak berputar secara merata, Indonesia bisa saja menjadi kekuatan ekonomi besar – ke 7 di dunia pada tahun 2030 berdasarkan scenario di laporan McKinsey tersebut. Tetapi ketimpangan juga semakin luas, saat itu diprediksi ada 55 juta orang tidak memiliki akses sanitasi dan 25 juta orang tidak memiliki akses air bersih.
Itulah pertumbuhan ekonomi yang antara lain mengandalkan sektor finansial ribawi itu – seolah sah-sah saja kita membuat skenario ekonomi yang akan memiskinkan sekian puluh juta orang tersebut.
Bahwa hasil itu ada di tangan Allah semata, setidaknya bila kita merencanakan dan berupaya membangun ekonomi untuk negeri ini – targetnya harus meng-eliminasi kemiskinan atau meminimisasinya.
Lantas dengan apa kita akan mengeliminasi kemiskinan itu? Secara umum kita bisa mengeliminasi kemiskinan dengan “7 Sumber Pengentasan Kemiskinan” yang telah saya muat di situs ini pada tanggal 7-September 2012 lalu.
Untuk kemiskinan yang ditimbulkan oleh praktek-praktek ribawi, kitapun telah dibekali oleh Allah antara lain dengan dua senjata utama yaitu perdagangan dan sedekah sebagaimana tercantum di penggalan dua ayat yang berurutan berikut :
“… Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba… Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS al_Baqarah [2]:275-276).
Jadi lawan riba itu dua – yaitu yang pertama perdagangan atau jual-beli dan yang kedua sedekah. Dua lawan riba ini secara umum tercover dalam tulisan saya tersebut di atas, hanya pada tulisan ini akan saya elaborasi salah satunya yaitu perdagangannya.
Bila perdagangan itu hanya mengandalkan permodalan – maka kita akan terjebak pada kapitalisme ribawi sebagaimana terungkap oleh data McKinsey tersebut – dimana hanya segelintir pengusaha saja (12%) yang memiliki akses pembiayaan kredit bank. Mayoritasnya tidak punya modal dan tidak bisa mengakses modal perbankan.
Lantas dengan apa kita bisa berdagang bila tanpa modal? Ingat pelajaran yang sangat berharga dari jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – salah satu orang terkaya di jaman itu adalah Abdurrahman bin ‘Auf – dia memulai perdagangannya tanpa modal, dia memulai perdagangannya hanya dengan tahu di mana pasar!
Kemudian di pasar dia bertemu orang-orang yang membutuhkan barang apa, di pasar pula dia ketemu orang-orang yang memiliki barang dagangan apa. Dengan mempertemukan demand dengan supply-nya, dengan itulah Abdurrahman bin ‘Auf mulai berdagang.
Cara perdagangan saat itu juga tergambar dengan jelas melalui hadits sahih yang sangat sering saya sajikan di situs ini.
“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, beras gandum dengan beras gandum, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim).
Ketika barang atau kebutuhan kita ditukarnya dengan emas atau perak – itulah jual beli dengan uang yang kita kenal sampai sekarang. Ketika ditukar antar jenis barang yang berbeda – misalnya gandum ditukar dengan kurma – maka itulah jual beli dengan barter yang telah sekian lama ditinggalkan.
Dalam era perdagangan atau jual beli yang mengandalkan uang atau modal, umat yang mayoritas di negeri ini terperdaya oleh segelintir minoritas yang menguasai perdagangan hampir di seluruh aspek kehidupan kita. Dari perdagangan mie sampai mobil dikuasai mereka.
Lantas bagaimana kita merebut kembali dominasi perdagangan ini untuk kembali berada di tangan umat – sebagaimana umat ini dahulu perkasa di perdagangan? Salah satu caranya ya meng-eksplorasi cara-cara perdagangan yang tersirat dalam hadits tersebut di atas.
Mayoritas umat ini tidak memiliki akses modal untuk berdagang, maka ayolah kita mulai belajar berdagang a la Abdurrahman bin ‘Auf – berangkat ke pasar tanpa modal. Dengan barter yang dijaman modern ini saya sebut barter modern atau perdagangan kreatif – Anda bisa berangkat ke pasar untuk mulai berdagang tanpa modal (uang).
Maka bagi Anda yang sudah confirm hadir untuk acara besuk di Rumah Hikmah, bayangkan diri Anda besuk adalah seperti hari pertamanya Abdurrahman bin Auf berangkat ke pasar.
Di sana Anda akan ketemu seratusan lebih orang-orang yang membutuhkan barang atau jasa ini dan itu, dan sejumlah orang yang sama yang menawarkan barang atau jasa ini dan itu. Challenge Anda adalah bagaimana mempertemukannya tanpa harus dengan uang atau modal.
Dengan cara inilah umat ini dahulu diunggulkan dalam perdagangan, maka insyaAllah dengan cara ini pula kita akan bisa mengulangi keunggulan itu. Bila kita bisa unggul dalam perdagangan, otomatis lawan dari perdagangan - yaitu riba akan melemah.
Bila riba melemah syukur-syukur menghilang dari umat ini, insyaAllah negeri ini akan bisa kembali hidup dalam keberkahanNya. Amin
Sumber : Hidayatullah
posted by Adimin
Label:
FAKTA
February 05, 2013
Bagi PKS haters (pembenci PKS), kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)
posted by Adimin
Ayyuhal Ikhwah.. Min Huna Nabda'
Bagi PKS haters (pembenci PKS), kalau anda tahan sih, bisa tahu model komunikasi ala PKS. Jika tidak ya mute /unfol / bully dll . Monggo sy ikhlas :)
- Sebelum dilanjutkan silahkan baca komentar orang luar soal tangis PKS di Kompasiana ini >>> "Arti Tangisan Kader PKS Saat Mendengar Pidato Anis Matta".
- Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, orang bilang tangis saat pidato Anis Matta itu tangisan buaya dan pura-pura.
- Sabarlah, mereka tak tahu bahwa tangis-tangis serupa kita teteskan hampir setiap minggu.
- Dalam lingkaran-lingkaran antar hati. Orang tak tahu, ini hubungan hati - ta'liful qulub.
- Dlm bisik rabithah sebelum kafaratul majelis terucap, bulir bulir tangis menetes. Itu sudah biasa. Mereka hanya tak faham.
- Mereka pikir, ini adalah partai politik, sama seperti parpol yang itu, yang disana, yang berpecah belah itu.
- Mereka duga ini parpol untuk mencari jabatan, menimbun kekayaan, lalu berpecah belah karena gengsi kalah posisi.
- Ah..lupakan sejenak komentar orang akhi, mari segera mengambil cermin.
- Ya ikhwati fillah, jamaah ini sedang sampai pada fase menjelang kemenangan. Fase mihnah yang terjal.
- Ustad Jumah Amin bin A Azis dalam manhaj al imam hasan al banna, ats tsawabit wal muthaghayirat sudah ingatkan…
- Riya, ghurur,congkak, merasa tinggi dan besar, itulah penyakit utama jamaah.
- Virus ambisi pribadi,suka menonjol, suka publisitas, dapat menggelincirkan.
- Apakah ini yg menimpa jamaah hari ini?
- Maka mari resapi betul pidato qiyadah (Presiden PKS), kita harus segera bertaubat, muhasabah total.
- Menangis di ujung malam, betapa semua amal kita ternyata mengandung ujub. Ingin dimulyakan oleh manusia.
- Menangis betapa kita kadang berbangga diri dengan kualitas amal yang pas-pasan. Lantas kita mengaku sdh beriman?
- Tapi, tangis dan sesal, bukanlah pelemah ya ikhwah.
- Tangis dan sesal adalah api energi. Dan cemoohan orang adalah bahan bakarnya.
- Tangis yang mengobarkan amal, yang melecut ruhul tadhiyah, jiwa berkorban.
- Antum sudah merasa berkorban? oh ya? apa yang sudah antum beri? apa yang sudah engkau korbankan? hebat ya?
- Sadarlah akhuna, kita hanyalah sekrup kecil. Hanya debu di sela-sela batu bata peradaban yg sdg ditata.
- Menagih imbalan, menghitung peran, itulah virus jamaah akhi. Mari kita sapu bersih. Ctrl Alt Del.
- Jika dengan kasus LHI ini, bi idznillah, membuat PKS hanya dapat 1 % suara, apa antum lalu gentar dan berpaling?
- Bahkan jika PKS dibubarkan, dianggap terlarang, lalu antum dikejar2 utk dipenjarakan apa antum menyesal?
- Bagi mereka yg sudah menjabatkan tangan, pasti paham, memilih jalan dakwah pasti bertemu mihnah.
- Tapi mereka selalu ingat janji Allah : Wa Innal Jundana Lahumul gholibun (37 : 173)
- “Dan sesungguhnya Tentara Kami itulah yang menang”, hanya tentara Allah yang menang akhi, ingat!
- Dalam ribuan caci dan hujan umpatan ini mari kita ingat pesan sahabat nabi yang terkenal...
- “Kekeruhan dalam jamaah lebih baik dari kebeningan dalam kesendirian”.
- Akhuna, yang aku mencintaimu karena Allah, tak usah larut dalam sedih, mari kita buktikan dengan berbenah.
- Seperti pesan para pendiri jamaah ini : jadilah rahib di waktu malam, dan penunggang kuda yang gagah di siang hari.
- Kita berjanji agar tetap berhimpun dalam ketaatan kepada Allah, Allah semata-mata. Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in...
- Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita di emper jalan, dengan kartu-kartu remi yang kita siapkan dlm kondisi darurat.
- Agar ketika intel-intel Orba datang, mereka duga kita sedang bermain kartu, padahal sedang mengkaji ayat-ayat Allah.
- Mungkin kt sudah lupa, liqo-liqo kita dulu tanpa suguhan, hanya air putih, bahkan tiga tahu dibagi tujuh. Ingat akh?
- Atau memori itu tergantikan dg taklim di HOTEL JW Marriott dan berangkat dengan Alphard, atau Prado?
- Siapapun engkau sekarang, akhuna, kenang kembali saat saat indah masa lalu kita.
- Jadikan kenangan #rindu itu sebagai tambahan obor untuk mencari pintu lorong, dalam jamaah yang sedang diserang kegelapan ini.
- Bersiapsiagalah, seperti dalam mukhoyam kita saroya, kita siaga menunggu instruksi muddarib di tengah malam.
- Dan untuk saudaraku, yang tertinggal kereta dakwah, di stasiun-stasiun desertir…Mari kembali, min huna nabda' ..
- Tegakah antum mengetahui kereta yg membawa keluargamu sendiri digelincirkan dari relnya. Itu masih saudaramu ya akhi..
- Apakah engkau sekarang justru bertepuk tangan, bergabung dalam barisan pencela? itu saudaramu ya akhuna…
- Sudah nggih, nggak kuat ini, #rindu dicukupkan, pamit dulu....
- Astaghfirullahal adziim.. astaghfurullahal adzim..astaghfirullahal adziim....
posted by Adimin
Label:
REFLEKSI,
SEPUTAR PKS
February 05, 2013
posted by Adimin
Warga dan Tokoh Masyarakat Justru Berbondong-Bondong Masuk PKS
Luthfi Hasan Ishaaq yang pada waktu itu merupakan Presiden PKS
ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dituduh terlibat dalam suap
impor daging sapi. Dan tidak kurang dari 12 jam, Luthfi digelandang ke
KPK. Hal ini tentu saja merupakan hantaman tersendiri kepada tubuh PKS.
Masyarakat dibuat bingung dengannya. Karena banyak yang menaruh harapan
kepada PKS sebagai “benteng terakhir” pemberantasan korupsi di
Indonesia, khususnya pada perpolitikan Indonesia. Ditambah lagi beberapa
pengamat mengatakan di berbagai media bahwa kejadian ini akan
berdampak kepada turunnya suara PKS menjelang pemilu 2014.
Namun pada kenyataannya justru terbalik. Sebelum ini telah diberitakan
bahwa ada seorang ibu di Bandung langsung menelepon DPW PKS Jabar untuk
mendaftar menjadi anggota PKS. Dia mengatakan bahwa dia tahu PKS walau
sedang ada gonjang ganjing ini. Seorang mahasiswi di UNPAD menyatakan
ingin bergabung dengan PKS melalui twitter dengan memention anak seorang
kader PKS.
Lalu di NTT beberapa tokoh mengucapkan simpati dan kagum kepada
kader-kader PKS dan Presiden PKS yang baru. Sedangkan di Maluku,
tepatnya di daerah Kab MTB dan MBD yang berbatasan dengan Timor, ada
lima tokoh masyarakat setempat yang masing-masing ada yang beragama
Katolik dan ada yang Protestan minta untuk bergabung dan menjadi
pengurus PKS di sana.
Lain lagi dengan di Ujung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Di
sana ada 3 orang, 2 Protestan dan 1 Katolik, minta diangkat jadi
Pengurus PKS di Balikpapan. Wartawan Senior Tribun tertegun dan menangis
menyaksikan Pidato Presiden PKS. Dan ibu-ibu rumah tangga datang ke
rumah menangis karena merasa PKS dizhalimi…
Sedangkan di Yogyakarta, sebagaimana disampaikan sendiri oleh DR Sukamta
Ketua DPW PKS DIY, seorang Ustadz besar sekaligus tokoh masyarakat
setempat yang sangat disegani (yang dulunya sulit dan alergi dengan PKS)
mengirimkan sms ke pengurus PKS sebagai berikut:
“Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrohmanirrohiem. Dengan ini, saya, ustad [nama dirahasiakan], menyatakan diri bergabung ke Partai Keadilan Sejahtera. Wassalamu’alaikum.”
Di DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan PDIP, sehingga
membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-acara PKS, tapi setelah si
ayah melihat orasi Presiden PKS baru Anis Matta di TV, ada yang beda dia
rasakan, dia pun menyetujui anaknya bergabung dengan PKS.
Sedangkan di Garut, beberapa orang yang terdiri dari Hanura, PAN, PBB
dan mantan caleg PKNU semua SMS dan menyatakan siap dukung PKS di
2013-2014.
Berita terbaru yang didapatkan redaksi dakwatuna.com, seluruh remaja
masjid dan pemuda Muhammadiyah Terara meminta kartu anggota PKS untuk
dijadikan anggota PKS. Hal ini terjadi setelah DPC Terara Lotim NTB,
nonton bareng pidato politik Anis Mata di youtube.
Sedangkan seorang tokoh masyarakat Majene yang merupakan PNS, dosen UNM,
dan Pengusaha setempat, ikut menonton pidato politik Presiden PKS Anis
Matta bersama istrinya di televisi. Tiba-tiba sang istri berkata:
“Bagaimana kalo ayah masuk PKS saja dan tinggalkan PNS”. Dan hari ini
tokoh tersebut sudah menemui pengurus DPD, menyatakan siap masuk PKS dan
siap memberikan 8 unit motor, 1 mobil untuk DPD Majene, serta rumah
beliau di Majene yang besar dipinjamkan untuk kantor DPD Majene.
posted by Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
February 04, 2013
posted by Adimin
Pengamat: Partai Anda sedang dipersiapkan mengisi sejarah!
Written By @Adimin on 04 February, 2013 | February 04, 2013
PKS Menyambut Kebangkitannya!
Jika Anda sempatkan merenung sejenak, partai manakah yang paling banyak
dibicarakan orang saat ini? Ketum partai manakah yang paling banyak
muncul di televisi? Tak salah lagi, itu adalah Partai Keadilan
Sejahtera, dengan Ketua Umum-nya Anis Matta. Manakala partai lain sedang
sibuk mengatur strategi pencitraan – termasuk menggalang dana untuk
biaya tampil di televisi, PKS ternyata mendapatkan semuanya gratis saja.
Bahkan melarangnya pun tak bisa. Pemilu masih setahun lagi, Anis Matta
telah muncul di televisi nyaris setiap detik, bersama seruannya, bersama
getar suaranya, bersama airmatanya…..!
Itu adalah pertanda alam yang sangat nyata!
Soal bersalah atau tidak, terbukti melakukan kejahatan atau tidak, itu
tak seberapa penting jika ukurannya adalah hukum buatan manusia. Cipta
karsa manusia terlalu naif untuk memahami hakekat kebenaran yang
sesunggguhnya. Dunia ini panggung sandiwara. Acapkali yang tampak saleh
ternyata penipu, yang tampak alim ternyata brengsek, penegak hukum
menjadi perusak hukum, musang berlagak domba, dan seterusnya. Tetapi
alam akan menyisirnya dengan ketajaman yang tak kasat mata. Hukum alam
menyatakan, penderitaan adalah tangga pertama menuju pencerahan, dan
penghinaan adalah jalan lurus menuju kemuliaan!
Lebih-lebih di tengah-tengah Bangsa Indonesia yang terkenal lebay-nya
minta ampun. Lamban menyerap pelajaran, mudah lupa, malas bekerja. Untuk
menutupi kelemahan itu maka masyarakat kita terkenal suka ikut arus.
Ada orang tertawa ikut tertawa, ada orang menagis ikut menangis, ada
orang menghujat ikut menghujat. Setelah puas menghujat, barulah ia sadar
yang dihujatnya itu ternyata dirinya sendiri!
Tak bisa tidak, kesadaran itu akan merebak pada akhirnya. Puncaknya
tepat menjelang pemilu 2014. Saya mengatakan ini karena sudah
melihatnya. Tangisan Anis Matta telah menuai simpati yang membludak di
desa-desa. Tak ada partai di Indonesia yang begitu siap menyambut
kemenangan pada Pemilu 2014 melebihi PKS.
Bagi Anda kader PKS, nikmatilah penghinaan ini dengan sikap takzim.
Partai Anda sedang dipersiapkan mengisi sejarah!
posted by Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
February 01, 2013
'Operasi Intelijen' untuk PKS: Dari penjatuhan citra hingga perangkap daging impor
Written By @Adimin on 01 February, 2013 | February 01, 2013
JAKARTA - Tiga bulan sebelumLetjen TNI (Purn) ZA Maulani meninggal dunia pada
2007, Kepala BIN (BAKIN) di era Presiden Habibie ini memberi informasi
dan catatan penting dalam sebuah pertemuan.
Kepada yang hadir Maulani mengungkap bahwa intelijen asing yang
berkomplot dengan pihak internal (dalam negeri) tengah intens
"menggarap" ormas/partai Islam tertentu yang dianggap radikal atau
dinilai memiliki pengaruh besar dan diprediksi menjadi partai masa
depan.
"Operasi intelijen" ini, menurut Maulani, bertujuan untuk melemahkan
ormas/partai Islam tertentu. Ada tiga ormas Islam yang dibidik kala itu
dan satu partai Islam yang dinilai ke depannya memiliki pengaruh besar
sebagai kekuatan politik Islam alternatif, jika tak segera dikebiri.
Menurut Maulani yang juga sangat dibenci Amerika, partai Islam yang
dia maksud menjadi perhatian AS dan sekutunya. Rupanya Barat sangat
khawatir dengan perkembangan partai yang pernah disebut fenomenal ini.
Karena itu, bagaimana caranya agar partai ini dilemahkan, dibonsai dan
dikerdilkan.
Menurut Maulani kala itu, ada tiga modus yang bertujuan melemahkan
kekuatan ormas/partasi Islam tersebut. Pertama, membikin konflik
internal yang target akhirnya menjadi pecah belah. Kedua, membuat
citra/imej ormas/partai Islam tersebut menjadi buruk di mata publik.
Ketiga, mengarahkan oknum pengurus/petingginya menjadi tergoda dengan
dunia.
Maulani menjelaskan, sesungguhnya tak ada ormas/lembaga/partai Islam
yang steril—khususnya yang dianggap radikal. Umumnya disusupi.
Penyusupan ini tentu untuk lebih memudahkan pelemahan ormas/partai Islam
yang dimaksud.
Modus pertama, membuat konflik di internal ormas Islam tertentu.
Setidaknya ada 3 ormas Islam—setelah 2007—yang dengan tajam dilanda
konflik internal. Satu ormas Islam akhirnya harus merelakan sejumlah
pengurus dan anggotanya bedol desa alias keluar dari organisasi. Sedang
ormas Islam lainnya pecah dan pecahannya melahirkan organisasi baru.
Modus kedua, membuat ormas Islam satunya lagi menjadi bulan-bulanan
yang terus dicitrakan buruk. Sementara terhadap partai islam yang
dibidik, "operasi intelijen" agak sulit membuat konflik atau menciptakan
imej buruk. Pertama, partai ini dinilai solid, tidak mudah
mengacak-acaknya. Kedua, partai yang dimaksud selama ini pertahanannya
cukup kuat, segenap pengurus dan kadernya sangat menjaga citra baiknya
di hadapan publik.
Walhasil, dari sisi mengarahkan partai ini ke dalam konflik internal
dan merusak imejnya tak semudah mengacak-acak dua ormas Islam seperti
tersebut di atas. Karenanya, modus ketiga, mengarahkan oknum pengurus
tertentu dalam partai Islam ini untuk "silau" dengan dunia dengan cara
memberi proyek, misalnya, ternyata cukup jitu.
"Operasi" ini meyakinkan bahwa pasti orang punya kebutuhan dalam
hidup. Orang-orang yang lemah dan lebih cenderung pada dunia akan lebih
mudah untuk dirasuki—disadari atau tidak—akhirnya berada dalam kubangan
pragmatisme. Jalan "operasi" seperti ini dengan mudahnya dilakukan oleh
musuh-musuh Islam.
Oknum
atau orang-orang tertentu yang di hati dan jiwanya memiliki penyakit
yang disebut dalam hadits Nabi sebagai "al-wahn"—cinta dunia benci
mati—ternyata bukan saja menggiring pelakunya menjadi mabuk dunia,
tetapi bahkan bisa membuat imej buruk dan distrust (hilangnya
kepercayaan) publik secara bertahap terhadap partai dan petingginya—yang
ujung-ujungnya melahirkan konflik.
Benar, akhirnya partai ini pun tak lepas dari konflik internal. Ada
yang dipecat, ada yang mundur. Ada yang tak terima dipecat sehingga
menuntut dan berujung ke pengadilan. Dua kubu berseteru, baik secara
langsung maupun lewat SMS dan bahkan via media sosial.
Akhirnya partai yang selama ini dianggap solid, tak mudah dipecah belah, jebol juga pertahanannya.
Selesaikah "operasi" ini? Belum. Meski dalam sejumlah survei
dinyatakan suara partai ini anjlok, lantaran berkurangnya kepercayaan,
namun kelompok Islamfobia yang turut cawe-cawe dalam "proyek" ini masih belum puas.
Ocehan-ocehan 1 atau 2 petingginya yang dinilai tak mencerminkan
Islam makin menambah deret banyak pihak, kader atau simpatisan, yang
angkat kaki dari partai ini.
Kini, dengan kasus terbaru yang menimpa Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) ini, masih belum puas juakah "operasi intelijen" yang telah
"berhasil" membuat hasil survei memelorotkan suaranya?
Nyatanya "operasi" ini tak berhenti sampai di sini. Bahwa orang-orang
partai ini tak jua tersentuh korupsi, agaknya mengundang rasa
penasaran. Selama cap koruptor belum menempel pada partai ini
sebagaimana partai lainnya, "operasi" ini dianggap belum sempurna.
"Operasi" ini harus "menggarap" orang-orang tertentu dalam partai dan
yang terkait dengan partai untuk dipancing. Hanya orang-orang atau
figur yang memiliki potensi dan kecenderungan hubbud dun-ya
wakarahiyatul maut (cinta dunia benci mati) yang bisa digoda dengan
dunia dan isinya. Tak tanggung-tanggung, orang kedua di partai ini,
yakni presidennya, terjerembab dalam tudingan suap izin quota daging
sapi impor.
Umumnya para petinggi dan pengurus serta kader-kader partai ini baik,
lurus, dengan ghirah dan gairah Islam yang tinggi, tetapi segelintir
orang telah membuat partai dakwah ini menjadi terpuruk tanpa ada sanksi
terhadap mereka.
Inilah yang dijadikan bibit dan bahan "operasi" berikutnya. Sudah
lama perangkap dan jebakan dipasang. Tapi rupanya selama ini belum bisa "dieksekusi" untuk memerangkapnya. Padahal vokalitas dan kritik tajam
yang dianggap tak sejalan dengan yang namanya Setgab Koalisi kian
menyebabkan partai ini harus segera dibonsai.
Lalu, sejumlah kasus yang menimpa beberapa pesohor dan petinggi
negeri ini, dari Century, Hambalang, BLBI, dan lainnya, terakhir kasus
manipulasi pajak keluarga SBY yang diungkap pertama kali oleh The Jakarta Post,
Rabu (30/1/2013), memaksa kasus suap daging sapi impor yang sudah lama
disiapkan untuk dimunculkan, sebagaimana dikatakan Prof Dr Tjipta
Lesmana.
Menurut pengamat politik ini, kasus suap daging impor ini disinyalir
untuk menutupi sederet kasus yang tadi disebutkan—terutama kasus
terakhir: manipulasi pajak keluarga SBY.
Hanya, memang, entah lantaran digarap terburu-buru karena mengejar
waktu atau seperti dikatakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr
Jimly Ash-Shiddiqie adanya faktor kebodohan (rakyat merdeka online,
31/1/2013), proses penetapan tersangka hingga penangkapan dan
penahanannya pun tampak janggal di mata publik.
Jimly khawatir keberanian KPK ini karena didasari atas kebodohan.
Kalau sampai pedang keadilan diserahkan kepada orang bodoh, menurutnya,
itu sangat berbahaya.
"Jangan sampai begitu. Menegakkan keadilan itu kan sebagian juga
seni. (Luthfi) belum diperiksa kok dijadikan sebagai tersangka. Mbok
ditunggu seminggu kalau memang ada alat bukti. Ini kan soal kecerdikan.
Jadi ini penegak hukumnya agak bodoh. Bisa karena bodoh, bisa karena
goblok…," tandasnya.
Ya, seperti disebut tadi, entah karena diburu waktu yang mengharuskan
skenarionya seperti itu atau faktor kebodohan seperti dikatakan Prof
Jimly, yang terang ada beberapa hal yang janggal.
Pertama, KPK mengaku sebelumnya sudah mendapat informasi bahwa akan
ada transaski (suap) pada Selasa (29/1/2013) siang di kantor PT Indoguna
Utama.
Pertanyaannya, kenapa kemudian KPK tidak menangkap langsung saat
transaksi suap terjadi? Bukankah ini lebih meyakinkan? KPK malah
melakukan penangkapan pada malam hari di saat penerima suap (AF) tengah
berada di sebuah hotel bersama seorang wanita yang belakangan diketahui
mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta.
Kedua, ada penilaian publik, bahwa skenario yang mengandung unsur
cewek cantiknya dalam "operasi" ini harus dimunculkan. Andai KPK
menangkap saat transaksi suap berlangsung, maka dipastikan tak ada
berita AF ditangkap saat berdua dengan seorang wanita cantik di dalam
kamar hotel dengan busana minim.
Beberapa satsiun televisi berulang-ulang memutar dan memberitakan
soal perempuan cantik ini. Bisakah kita menepis dugaan bahwa unsur
perempuan cantik ini dalam rangka makin mendramatisir beginilah partai
Islam! Citranya makin hancur. Ada pesan yang ingin diblowup dalam
episode di bagian cerita ini, yakni: lha, partai dakwah, sudah kena
kasus suap, eh malah ada unsur ceweknya pula. Imej tentu kian buruk. Itu
pesan khususnya.
Jadi, kembali pada pertanyaan, mengapa ditangkapnya harus di hotel,
bukan pada saat transaksi suap berlangsung, sebagaimana dilakukan KPK
selama ini (tertangkap tangan)?
Ketiga, ini juga jadi pertanyaan banyak pihak, Luthfi Hasan tidak
tertangkap tangan, tapi kenapa langsung dijadikan tersangka? Yang
sudah-sudah langsung jadi tersangka saat tertangkap tangan memberi dan
menerima suap, sementara Luthfi Hasan tidak ada saat transaksi suap
terjadi.
Keempat, siapa sebenarnya AF penerima suap dari pimpinan perusahaan
pengimpor daging sapi itu? AF disebut-sebut kurir dan orang dekatnya
Luthfi. Tentu agak risih mendengar partai Islam kok kadernya mau
disuguhi cewek yang kini disebut sebagai gratifikasi seks?
Namun Hidayat Nur Wahid menyebut AF bukan anggota atau kader PKS.
Mantan Presiden PKS ini juga menyebut ada konspirasi terhadap PKS.
Lantas, siapa yang menskenariokan AF dekat dan sebagai orang kepercayaan
Luthfi? Sejak kapan penggarapan ini berlangsung?
Dan sepertinya "operasi intelijen" sebagaimana diinformasikan Alm ZA
Maulani itu sejak 2007 sampai sekarang "berhasil" melemahkan, membonsai
dan mengerdilkan partai ini, sehingga urung menjadi partai Islam yang
memiliki pengaruh dan harapan umat, setidaknya untuk saat ini, wallahu
a'lam ke depannya.
Namun seburuk apapun partai ini, ia pernah menjadi harapan banyak
umat Islam. Ia pernah menjadi alternatif dalam politik keumatan di
tengah penilaian bobroknya partai-partai sebelumnya.
Maka, badai pahit yang tengah melanda partai ini sudah seharusnya
dijadikan pelajaran, introspeksi dan evaluasi untuk perjalanan ke depan
yang lebih baik.
Mampukah partai ini mengembalikan trust publik seperti sebelumnya?
Tentu, itu kembali pada pengelola partai ini, sejauh mana komitmen
ke-Islam-an itu merasuki jiwa dan relung-relung mereka dan menjadikannya
sebagai benteng kehidupan yang menghantarkan para kader dan
simpatisannya ke dalam gerbang Indonesia yang lebih luas.
Dan,
sejauh mana pula keberpihakan pada umat dan bangsa mayoritas Muslim ini
sungguh-sungguh dirasakan, dan akhirnya dengan Visi Islamnya memiliki
komitmen menegakkan Islam dan memperjuangkan Islam sebagai sistem dalam
kehidupan bernegara, pemerintahan, bermasyarakat, meninggalkan sistem
kufur!
Saif Al Battar
posted by Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2013
Oleh
Nandang Burhanudin
posted by Adimin
Fikroh KEBENCIAN Takkan Mampu Meraih Kemenangan
Written By @Adimin on 29 January, 2013 | January 29, 2013
Sebuah fikroh (pemikiran-ide) yang dilandasi KEBENCIAN, ia tak akan
pernah meraih KEMENANGAN. Ia akan menghancurkan dirinya sendiri, sebelum
meluluhkan fikroh-fikroh yang lain.
Fikroh yang dilandasi kebencian, pada akhirnya akan MENGECIL dan terus
MENGECIL, sebelum akhirnya LENYAP. Sebab fikroh kebencian digerakkan
oleh AMBISI menebar KONFLIK dan AGITASI.
Fikroh yang dilandasi kebencian, TIDAK AKAN MAMPU bertumbuh kembang.
Karena ia bersifat KAKU, JUMUD, dan TERTUTUP menerima kebaikan dari
orang-orang/kelompok yang DIBENCINYA.
Sejarah membuktikan, fikroh yang DILANDASI NILAI-NILAI CINTA akan
MENGIKAT hati manusia meriah CINTA ALLAH. Itulah fikroh yang menjadi
RISALAH baginda RASUL "Sang Penyempurna Akhlak".
Di sini rahasia, mengapa DAKWAH RASUL melegenda dan tak usang sepanjang
masa. Sebab Rasul sibuk menebar jala-jala CINTA bukan jebakan-jebakan
kebencian.
Bagi kita yang AWAM tentang dakwah dan penyebaran fikroh, ada baiknya
ketika ingin menilai sebuah fikroh atau model dakwah sesuai dengan
manhaj Rasul atau tidak, maka bisa mengukurnya dengan: APAKAH statemen
dan aksi di lapangan dipenuhi CINTA atau BENCI. Jika CINTA yang
dikedepankan, maka sesederhana apapun dakwah atau fikroh, insya Allah
akan berhasil mempengaruhi jiwa.
Namun jika slogan dakwah dan aksi di lapangan dipenuhi BENCI, sebesar
apapun JARGON yang dipropagandakan akan NOL BESAR dan membuat jiwa-jiwa
MENGHINDAR.
Karena dakwah atau fikroh yang menebar CINTA pasti memiliki karakter:
1. Rububiyyah, artinya: Fikroh dan dakwah yang disebar bersumber dari Rabbul 'Izzati
Karena dari Allah, maka dakwah dan fikroh akan sesuai dengan FITRAH
INSANI. Dimana fitrah manusia adalah "TAWANAN CINTA". Perhatikan
ayat-ayat Al-Qur'an, dari mulai penggunaan panggilan hingga menjuluki
MUKHATHAB (objek dakwah) dengan kata-kata yang MENYEJUKKAN.
Adakah dalam Al-Qur'an firman Allah yang menyeru dengan kata-kata,
"BODOH"-"GILA"- Bahkan memanggil orang kafir saja sangat halus "Yaa
Ayyuhalladziina kafaruu" tidak dengan ungkapan "Ayyuhal Kuffaar!"
Itu bahasa Ilahi. Padahal hak ALlah memanggil manusia dengan
SEKEHENDAKNYA. Tapi kehendak ALlah, sangat sesuai FITRAH MANUSIA. Maka
jika ada dakwah dan fikroh yang KASAR, MENYAKITKAN, atau MENGHINAKAN
bisa dipastikan FIKROH tersebut bukan dari ALLAH tapi dari Syetan,
walaupun jargon-jargonnya mengatasnamakan Islam dan Syariatnya.
2. Menebar Gembira dan Kemudahan
Fikroh yang dilandasi CINTA akan mengedepankan dakwahnya pada kemudahan
dan kegembiraan. Mudah bukan berarti menggampangkan. Gembira bukan
berarti hura-hura atau memilah-milah syariat sesuai keinginan. Namun
menebar gembira dan kemudahan adalah: mempersiapkan INDIVIDU-INDIVIDU
agar LEBIH SIAP menerima fikroh dan dakwah yang menjadi misi besar.
Itulah mengapa, pengharaman KHAMAR dilakukan bertahap. Allah menurunkan
larangan khamar hingga 4 kali. Inilah makna yang dikatakan Siti Aisyah
mengatakan, andaikan khamar langsung diharamkan di awal-awal kenabian,
niscaya kaum musyrik semakin jauh dari Islam.
KESIAPAN UMAT menerima fikroh Islam adalah perjuangan dan mengajak UMAT
agar SIAP mengamalkannya adalah perjuangan lainnya. Bagaimana umat bisa
terbuka menerima FIKROH dan DAKWAH, jika yang ditampakkan adalah
KEBENCIAN, menyulitkan, dan menakutkan.
Oleh
Nandang Burhanudin
posted by Adimin
Label:
HAROKAH
January 29, 2013
posted by Adimin
Akhir Kehidupan Yang Sangat Dahsyat
BOLEH jadi otak kita saat ini dipenuhi pikiran di mana akan kuliah,
di perusahaan mana akan bekerja, baju apa yang akan digunakan besok
pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, dll.
Persoalan-persoalan yang sangat bertolak dengan akhir kehidupan manusia.
Ya, apalagi kalau bukan kematian—pembicaraan tentang kematian yang
kerap dilupakan atau yang terjadi hanya pada seseorang telah lanjut
usia.
Tiap hari, di acara berita tau kriminal tak ayal
orang-orang menyaksikan kematian orang lain tetapi tidak memikirkan
tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak
mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Namun seperti
itulah dunia, namun ingatlah ketika kita adalah seonggok daging tak
bernyawa, yang kemudian akan ditimbun tanah dan mengalami proses
pembusukan yang cepat. Segera setelah dimakamkan, maka bakteri-bakteri
dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat; hal tersebut terjadi
dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini
mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang
mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan
hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma.
Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan
terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ
tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk.
Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar
perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba
pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari
tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan
lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak
seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh
menjadi kerangka.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu
hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam
Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat
berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu
lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu,
kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang
gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan,” (QS. Al-Jumu’ah: 8).
Tidak ada kesempatan untuk
kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di
meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat;
semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan
daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang
menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan
meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan
sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya,
tetapi apa alasan semua hal ini terjadi? Seandainya Allah ingin, tubuh
ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini
justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir
kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya
menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa
yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus
menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain
itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya – yang ia coba untuk
miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini
-. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta
menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka.
Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah
melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk
tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya.
Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari
pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali
ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba
keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian].
Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang
menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena
kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami
tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya
mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan
mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau
terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa.
Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan
memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca
artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda
menyelesaikan mem- bacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut
terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena
masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini
hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini
hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan,” (QS. Al-Ankabut: 57).
posted by Adimin
Label:
INSPIRASI
January 29, 2013
Berkenalan Dengan Tubuh Sendiri
Ada kalanya ketika kita pusing atau sakit kepala, namun jika bijak
pada tubuh, maka tentu kita tidak akan segera mencari obat untuk
antinya. Tapi akan segera dan secepat mungkin mencari sumber dan
penyebabnya. Perlu dipahami bahwa pusing umumnya hanya dampak dari
penyakit lain. Hampir 75%, pusing disebabkan oleh gangguan pencernaan.
Sesungguhnya sangatlah tidak bijak kalau kita cuma meredam rasa sakit
kepala dengan berbagai obat kimia. Itu hanya salah satu contoh saja.
Tubuh selalu memberi kita sinyal agar seluruh aktivitas kita sesuai dengan yang tubuh inginkan, sebagai contoh:
1.
Rasa lapar merupakan sinyal positif tubuh yang memberi informasi kepada
kita bahwa mesin pengolahan makan kita sudah kosong dan sudah siap
diisi lagi. Sebaiknya makan itu tidak dengan acuan jam, tetapi dengan
acuan rasa lapar. Sangat banyak kebiasaan orang makan sebelum lapar,
makan dengan patokan jam, dan sangat banyak orang menunda-nunda waktu
makan ketika sinyalnya sudah muncul, yang berefek pada meningkatnya asam
lambung dan mengganggu keseimbangan sistem pencernaan kita. Akhirnya
muncul penyakit seperti gastris atau gastric uler (radang atau luka
tukak lambung).
2. Rasa haus. Rasa haus merupakan sinyal positif
tubuh. Tubuh meminta kita untuk agar menambah cadangan air dalam tubuh
kita. Mayoritas kita tidak tahu kapan sebaiknya kita minum, berapa
banyak tubuh manusia membutuhkan air dalam satu hari.
3. Rasa
ngantuk. Rasa ngantuk merupakan sinyal positif tubuh. Tubuh memohon agar
kita segera menidurkannya atau mengistirahatkannya. Betapa banyak orang
memaksakan tubuhnya untuk tetap terjaga dengan berbagai macam tonik
atau obat obatan untuk memacu tetap segar, ketika sinyal positif rasa
kantuk muncul, padahal dia memperbudak tubuhnya sendiri dengan
memaksakan proses alami tubuh.
4. Rasa letih. Rasa letih
merupakan sinyal positif tubuh, yang mungkin kita sudah memaksa tubuh
bekerja berlebihan, menguras fisik dan pikiran, dan tubuh berharap kita
mengistirahatkannya, agar energi kita kembali pulih seperti biasa.
Berbagai minuman energi dipasaran hanya akan memaksa tubuh tetap segar
sesaat yang dipaksakan dan akan berefek terganggunya sistem keseimbangan
tubuh dan penyakit.
5. Rasa mual. Rasa mual merupakan sinyal
positif tubuh yang tidak boleh diredam dengan berbagai macam obat anti
mual. Sebetulnya rasa mual mengindikasikan mesin pengolah makanan kita
sedang rusak atau bermasalah, bahkan mungkin banyak penumpukan toksin
atau organ pencernaan, yang membuat kita harus bijak melakukan
membersihkan atau yang dikenal dengan istilah detoksifikasi. Tugas kita
adalah segera memperbaiki dan mengisti- rahatkannya dengan memberi makan
yang sangat ringan dicerna dan mempunyai efek cleansing atau
membersihkan, seperti berbagai jus buah dan sayuran yang sesuai
kebutuhan tubuh dan gejalanya. (Jenis makanan harus disesuaikan dengan
faktor penyebab gejala mualnya).
Mudahkan mengenali tubuh kita?
posted by Adimin
Label:
Kesehatan










