pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Mantan Komisioner Nilai KPU Layak Dipidana

Written By Sjam Deddy on 02 August, 2014 | August 02, 2014



Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai telah melakukan tindakan pidana. Hal itu karena KPU panik atas gugatan dugaan pelanggaran Pilpres 2014 oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Penilaian itu disampaikan oleh mantan Komisioner KPU, Syamsul Bahri, kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (2/8/2014).

Menurutnya, KPU sebagai penyelenggara pilpres tidak bisa bertindak sewenang-wenang dengan mengabaikan aturan pelaksanaan.

"Tentu itu (KPU) ada tindakan pidana, saya kira bisa kena pidana. Karena ada aturan segala sesuatu itu , tidak semaunya," kata Syamsul.

KPU mengeluarkan surat edaran kepada seluruh KPUD Kota dan Kabupaten untuk membongkar kotak suara yang dianggap bermasalah. Perintah pembongkaran kotak suara itu menyusul adanya gugatan hasil pilpres oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Seharusnya, kata Syamsul, KPU sebagai lembaga negara harus bertindak transparan dan netral tanpa memihak kepada salah satu kandidat Pilpres 2014. Jika terdapat gugatan harus melalui pengadilan MK.

"Kalau ada masalah harus melalui pengadilan, tidak boleh bertindak sendiri dengan semaunya," tegasnya.

sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/2124133/mantan-komisioner-nilai-kpu-layak-dipidana#.U9yk-aOoHiw

posted by @Adimin

Klarifikasi Mahfud MD Terkait Adu Domba Media



CAPRES Prabowo memang sangat fenomenal. Bayangkan, sekitar enam minggu sebelum pemungutan suara, elektabilitas Prabowo kalah jauh (22 %) terhadap Jokowi (46 %).

Tapi, saat pemungutan suara ternyata Prabowo mampu menempatkan dirinya seimbang dengan rivalnya itu. Bahkan, Tim Prabowo-Hatta meyakini Prabowo menang. Itu pun, Prabowo dikeroyok oleh lawan-lawannya melalui sekelompok media massa secara brutal, jauh dari kaidah pers dengan segala kode etiknya. Hantaman media terhadap Prabowo tidak hanya melalui pemberitaan yang tidak imbang melainkan secara brutal melalui mutilasi berita, dilepas dari konteksnya, sehingga Prabowo selalu disudutkan.

Bukan hanya Prabowo yang dibegitukan, Tim Prabowo-Hatta pun dibantai secara sadis. Tiga hari sebelum KPU mengumumkan hasil penghitungan suara, sebagai Ketua Timkamnas Prabowo-Hatta, saya diwawancarai oleh tiga televisi tentang peluang Prabowo. Saya jawab, kami yakin Prabowo-Hatta menang, tetapi jika ternyata nanti kalah, saya akan kembalikan mandat karena gagal mengantarkan kemenangan Prabowo-Hatta.

Saya takkan ikut tim hukum karena tim hukum dan timkamnas tugasnya berbeda. Ternyata, salah satu media memutilasi berita itu dengan menyiarkan secara berulang-ulang, “Mahfud MD kembalikan mandat karena gagal memenangkan Prabowo Hatta.”

Beritanya dimutilasi dengan membuang bagian atas dan bagian bawahnya. Pada rapat resmi Tim Prabowo-Hatta tanggal 20 Juli 2014 di Four Season Hotel ada semangat banyak tokoh di lingkungan Prabowo-Hatta untuk menggugat ke MK.

Saat itu saya meminta data real count internal dan berbagai temuan tim saksi dan data yang ditangani oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saya katakan sebagai ketua timkamnas, saya belum pernah mendapat data apa pun, padahal kalau akan menggugat ke MK, harus ada kepastian tentang signifikansi kesalahan penghitungan dan terjadinya pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Kalau tidak cermat, kita bisa terjerumus. Rupanya perdebatan di hotel itu bersebar ke wartawan karena memang sangat banyak yang hadir meski resminya yang boleh masuk dibatasi. Ketika pers mengonfirmasi hal itu maka saya pun membenarkan mengajukan pertanyaan itu. Eh, beritanya dijadikan panas. Ditulis, “Mahfud Kecewa pada PKS”, "Mahfud Tak Dapat Data Apa pun dari PKS”.

Isinya sekilas benar, tetapi sejatinya mengadu domba antara saya dan PKS. Begitu juga soal penarikan diri dari proses rekapitulasi suara di KPU yang terkait dengan peran Akbar Tanjung. Pers tahu bahwa rapat timkamnas yang dipimpin langsung oleh Prabowo tanggal 22 Juli 2014 itu memutuskan menarik diri dari proses rekapitulasi di KPU sesuai dengan usul Akbar Tanjung. Rapat itu memang tidak steril karena memang banyak yang ikut nimbrung.

Sebagai ketua timkamnas, saat ditanya pers, saya jelaskan sebagai informasi biasa. Kepada pers saya katakan bahwa pada rapat itu memang muncul tiga opsi. Pertama, langsung menyiapkan gugatan ke MK; Kedua, menerima keputusan KPU dengan legawa sebagai realitas politik; Ketiga, menolak untuk melanjutkan rekapitulasi karena KPU tidak prudent dan tidak mengindahkan rekomendasi-rekomendasi Bawaslu.

Alternatif ketiga ini diusulkan oleh tim Akbar Tanjung dan saya ikut membahasnya pada dini hari di rumah Akbar Tanjung. Saya sangat setuju usul Bang Akbar asal Prabowo setuju. Ternyata, rapat Tim Prabowo-Hatta siang harinya menyambut dengan semangat dan setuju dengan usul Akbar Tanjung. Itulah yang saya konfirmasikan kepada pers sebagai informasi biasa.

Tetapi, berita biasa dan usul bagus dari Akbar Tanjung itu menjadi panas karena digoreng dengan judul-judul berita yang provokatif. Ada yang menulis, “Akbar Tanjung Biang Pengunduran Diri Prabowo”, “Inisiatif Pengunduran Diri Prabowo datang dari Akbar Tanjung”, dan judul-judul lain yang memojokkan Akbar Tanjung.

Gorengan berita ini dijadikan alat oleh lawan-lawan politik Akbar Tanjung di Golkar dengan ikut menuduh Akbar sebagai biang kerok yang dikesankan jelek, padahal usulnya adalah usul yang baik dan disetujui oleh rapat secara bulat. Loyalis Akbar pun kemudian ada yang menyerang saya. Ada yang mengatakan saya membocorkan rahasia rapat, padahal itu bukan rahasia dan pers sudah tahu sendiri apa yang dibicarakan dalam rapat.

Ada yang menuduh saya disusupkan oleh Luhut Panjaitan dengan alasan saya teman dekat Luhut. Padahal, kedekatan saya dengan Luhut justru menjadi retak ketika saya memberi tahu padanya bahwa saya akan bergabung dengan Prabowo-Hatta. Ada juga yang menyebarkan foto-foto saya yang sedang mengacungkan dua jari sambil menuduh saya berkomplot, mendukung capres nomor 2.

Padahal, foto-foto tersebut adalah foto-foto lama yang sudah beredar saat kampanye untuk PKB pada Pileg Maret/April 2014. Karena, saat itu saya berkampanye untuk PKB yang merupakan kontestan pileg nomor urut 2 maka saya banyak berfoto dengan dua jari. Gorengan-gorengan, mutilasi berita, dan sodokan atas Prabowo dan para pendukungnya ini dipastikan terus berlangsung sampai keluarnya vonis MK.

Sebab ada yang punya target, “pokoknya Prabowo harus kalah”. Semoga setelah keluarnya vonis MK, semua selesai dengan damai dan kita terus membangun politik yang lebih beradab.

MOH MAHFUD MD
Pakar Hukum Tata Negara

[http://pemilu.sindonews.com/read/887442/116/pers-mengeroyok-prabowo-harus-kalah]


posted by @Adimin

PKS: Fenomena ISIS Harus Disikapi Serius

"Gerakan Aneh & Janggal KPU Bongkar Kotak Suara" | By @UdaIrfan



@PrijantoRabbani 1.400 Kotak Suara Dibongkar di Jakarta Timur brt.st/400g @JimlyAs” #adayanganeh

ini sy dikirim kawan, suasana pembongkaran di kpud jaksel cc @TvOne_News @PrijantoRabbani @nyomanheru pic.twitter.com/SW9bPMDpIU

Gak masuk dalam logika saya, kenapa kpu membongkar sesuatu yg sudah ia tetapkan #adayanganeh 

Saya gak paham logika hukum apa yang dipakai kpu, dengan mudahnya membuka lalu menutup dokumen negara #adayanganeh

Kok jadi seperti orang yang tiba tiba panik dan mengkoreksi diri, kenapa gak kemarin sebelum penetapan, saat masih ada waktu #adayanganeh

Saya jadi ingat peristiwa lama, saat komisioner kpu, setelah selesai, tiba tiba jadi ketum partai #adayanganeh

Semua serba tiba tiba, ini kawan cerita dia sampai kasihan lihat para petugas yang tiba tiba dipanggil pic.twitter.com/glvad7crYc

pak polisi, para pegawai ini harusnya masih menikmati libur bersama keluarga... tiba tiba... pic.twitter.com/MdlzWCMnh

Tadi kawan cerita, para pegawai ini bekerja dengan tekun, memilah ktp, dpt, dptkb, mereka tak bertanya, karena ini instruksi

Dalam hati saya membatin, kalau ini nanti jadi salah, pegawai yang tak tahu apa apa ini bisa kena sangkut.. orang kecil jadi korban

Saya apresiasi semua kerja kpu, termasuk kerja kawan2 yang melakukan argumentasi hasil ke mk, tp yang ini kpu gak masuk akal..

Kenapa proses ini dilakukan setelah ditetapkan, setelah ada yang menggugat mk, setelah semua kita kira dilakukan secara jujur #aneh

Apa kpu bisa menjamin tak ada data yang hilang, atau lebih parah dihilangkan #adayanganeh

Sepakat dengan @UdaIrfan, KPU ga masuk akal intruksikan tiba-tiba untuk buka kotak suara padahal sudah diumumkan hasilnya #aneh #GaLogis

@STNatanegara @UdaIrfan yg digugat bukan Jokowi tp KPU. Apa mas skrg pendukung KPU juga? Santai aja mas, qiqiqi

@panca66 @STNatanegara @UdaIrfan untuk apa dibuka kalau memang tidak ada yg ditutup-tutupi? Serahkan saja kotak tersegel kepada MK. Dmkian.

@GiriSugiris @pkspiyungan @UdaIrfan C1 punya rangkap 5 yah..? Khan ga usah buka kotak, copy dari ketua KPPS dileges khan bisa.Kecuali modus!

Saya lagi merenung, ini ada apa? Apakah ada agenda tersembunyi, apakah ini membuat delegitimasi kpu? Apakah ini sengaja membuat rusuh?

@pkspiyungan @UdaIrfan Cepat ambil tindakan jangan sampai menghilangkan barbut atau memodifikasi "kotak" suara mnjdi "bulat" suara

@dedi_taufan @pkspiyungan @UdaIrfan lagian KPU sdh umumkan hasil versi rekap scr resmi 22 juli lalu. Utk apa dibongkar lg ? Ada yg janggal..

Siapa yang diuntungkan? Apakah ini membuat mk menjadi kehilangan bukti? Atau putusan mk menjadi tak valid?

Ingat kemarin ketua kpu coba di black campaign, apakah ada upaya cuci tangan dari komisiener kpu yg lain.. siapa yang sedang main mata..

Yang lucu, ini yang sedang melakukan cross check gak semuanya pegawai kpud, ada yg diminta hadir hari ini, utk bantu2

Ada yang saking penatnya, bilang ke kawan, ini datanya musti diapain, sambil kasih lihat tumpukan surat undangan

Makin menarik "@panca66: Iya ya, hehehe RT @giofedi: Kan udh pernah kasih kode waktu itu bang, Polri 1 - TNI 0 @panca66 @UdaIrfan"

Mmm "@panca66: @UdaIrfan jgn lupa peristiwa Hadar Gumay+Trimedya+Budi Gunawan kepergok ketemu di Satay House"

Lucu ya.. katanya yg ngga terima hasil dipersilahkan jalur konstitusional ke MK. Tapi ada gerakan bongkar kertas suara.. ck ck ck..

Seingat saya kpu itu kerja kolektif, maka bila dia diminta pertanggung jawaban, minta kpu bertanggung jawab scr kolektif

Bila memang ada oknum yang sengaja membuat kerja kpu tak profesional, ia yang pertama harus dimintai pertanggung jawaban

Bagi kawan kawan pendukung yang sudah menang hasil rekapitulasi kpu, jangan diam, awasi prosesnya sampai selesai di mk

Bagi kawan kawan yang sedang memperjuangkan hak dan kebenaran lewat mk, terus kawal, jangan mau dimanipulasi

Saya berharap yg masih punya akal sehat, bisa mengawal proses demokrasi kita, jngn ikutan yang bilang kalau calonnya kalah pilpres curang

@irsyadhawari bisa jadi, tugas kita mengawal mk

Ini pegawai sampai kelelahan, mereka mulai kerja dari jam 9 pagi pic.twitter.com/QTqbHj4VaN

Ini kecamatan yang sudah dibongkar kotak suaranya pic.twitter.com/Sxg70vr4ZZ

Ini kecamatan yang dibongkar kotak suaranya pic.twitter.com/nBrbsNFWW1

Nah kawan sudah kusampaikan amanahmu, moga tetap setia dan sabar di jalan kebenaran

Janggal "@bang_delvin: @malakmalakmal @UdaIrfan kemaren pas rekap koq ga mau buka ya, koq sekarang baru dibuka,"

@deathrockstar kalau kemarin petugasnya diminta mencocokkan dpktb, at, a5, dsb mas, namun itu harusnya dilakukan sebelum ditetapkan hasil

@deathrockstar yang jadi janggal, kpu membuka setelah ada yang menggugat lewat mk, kalau sdh digugat, harusnya itu sdh jadi barang bukti mk

@deathrockstar ini yang saya pahami mas, kalau alasan kpu, saya nggak tahu mas

Ini tg jwb bersama "@UdaIrfan: Bagi kawan kawan pendukung yang sudah menang hasil rekapitulasi kpu, awasi prosesnya sampai selesai di mk"

@adiettwit @deathrockstar diganti yang abal2 dengan yang beneran mas, saya yakin masih ada orang baik

@BurhanSaidi @ypaonganan ini juga yang saya khawatir, kalau kena pidana, gimana tuh nasib pegawai kecil yang ikutan bongkar karena perintah

Saya mau tahu apakah ada media besar yang katanya independen mulai membela kpu atau mulai merasionalisasi alasan...

Kalau sudah ada media yang mulai membela dan melakukan rasionalisasi, anda boleh bilang ini main mata dan sah keluarkan kata konspirasi

Kalau beneran bela, harusnya dari awal, kawal dari awal, jangan tiba tiba, seperti tiba tibanya kpu buka kotak suara...

Saya ingin lihat para penggerak demokrasi bicara sekencang mereka bicara kawal pemilu, jangan2 sudah lupa ke mk bagian dr demokrasi

Atau jangan jangan oknum mk main mata dengan oknum kpu... semoga tidak.. kalau ya.. apa yg mau diharapkan dr pilpres..

Terburu buru itu bikin celaka, tenang tenanglah pak bu, kita semua sedang mengharapkan anda meningkatkan kualitas negeri ini

Jangan tergoda, jangan mau digoda, dunia ini sementara...

Seandainya kemarin bapak ibu kpu mau mendengar rekomendasi bawaslu, tenang tenang kita kerjakan,, mungkin gak jadi aneh..

Tapi kita gak boleh berandai andai terhadap yang sudah terjadi, skrg sudah terjadi, jangan malah terlanjur salah...

Di tl sudah ada yang mulai menduga habis ini mk akan tiba tiba buat surah perintah, merasionalisasi tindakan kpu

Kata kunci utk jernih melihat proses ini ada pada tiba-tiba, buru2, tergesa gesa, kalau muncul tiba2,buru2, pasti ada yg gak benar

Kita tunggu saja, mari berdoa utk indonesia, berdoa utk palestina, dan belahan bumi lainnya, jangan mau dijajah dlm rupa apapun..

Betul mas "@dgmassere: @UdaIrfan juga adalah rangkaian pilpres yang tak terpisahkan dari tahapan sebelum & sesudahnya. #MK"

Instruksi KPU utk #KotakTPSdibongkar itu tertanggal 25 Juli, alasannya utk alat bukti di MK, padahal berkas gugatan diterima MK tgl 26 Juli.

Surat Edaran ttg #KotakTPSdibongkar muncul lebih dulu dari gugatan yang diterima MK. Apakah ini artinya KPU bisa meramal masa depan?

Tegas diatur dipasal 78. Malah kewajiban melaksanakan rekomendasi bawaslu pasal 76 mereka tolak hehe @herihrydi @ypaonganan

@giofedi @herihrydi @ypaonganan saya sependapat dengan pendapat mas giofedi, yang harusnya diikuti, malah tidak diikuti



posted by @Adimin

Takbiran 1435 H di Kota Padang

Written By Sjam Deddy on 01 August, 2014 | August 01, 2014




pkspadang.com : Gubernur Sumatera Barat  Irwan Prayitno melepas pawai takbiran menjelang 1 Syawal 1435 H di Istana Gubernur, Minggu malam (27/7). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Muslim Kasim, Sekda Sumbar Ali Asmar, Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah dan jajaran serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Provinsi Sumatera Barat.
Dalam arahannya Gubernur menyampaikan malam takbiran merupakan suatu wujud kegembiraan dan kebahagian dalam menyambut idul fitri, karena telah mencapai 30 hari berpuasa di bulan ramadhan.
" Mudah-mudahan kita mendapatkan ketaqwaan dan fitri yang insyaallah puncaknya akan dilaksanakan pada esok hari, dan semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Allah SWT" ujar Irwan Prayitno.
Gubernur juga menghimbau dan mengajak kepada para peserta pawai yang diikuti oleh 11 Kecamatan di Kota Padang untuk menjaga keselamatan dan berharap berjalan dengan lancar.
"Jaga ketertiban dijalan raya, jangan sampai ugal-ugalan, sabar dan antri dan insyaallah akan selamat sampai tujuan dan esok hari kita jelang bersama hari kemenangan", tegas Gubernur
Kemudian Gubernur beserta seluruh undangan menyaksikan pawai kendaraan yang melintas di halaman istana gubernuran dan diselingi pemberiaan buah tangan dari para peserta pawai kepada Gubernur dan seluruh undangan.
 


posted by @Adimin

Tim Prabowo Nilai Instruksi KPU Buka Kotak Suara Langgar Hukum



KPU DKI Jakarta menegaskan pembukaan kotak suara di sejumlah TPS di sejumlah kota termasuk Jakarta merupakan instruksi resmi dari KPU Pusat. Tim Prabowo-Hatta menilai instruksi tersebut melanggar hukum.

"Kalau sudah ditutup, kan udah final terhadap rekap nasional. Kalaupun alasannya pembuktian, sama-sama dibuka di MK. Kan rekapnya udah ada, kenapa dibuka fisiknya. Ini diindikasikan ada kecurangan-kecurangan. Ini melanggar hukum. Apapun alasannya KPU, tetap harus mengedepankan sisi keadilan dan fairness," ujar Sahroni, salah satu tim hukum pasangan Prabowo-Hatta saat hendak melaporkan masalah tersebut ke Bawaslu di Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (31/7/2014).

Sahroni mengatakan pihaknya merasa keberatan terhadap surat edaran dari KPU yang memerintahkan ke seluruh KPUD untuk membuka kembali dan melakukan pendataan terhadap form A5 dari beberapa daerah. Sejumlah daerah tersebut diantaranya, Jakarta Pusat, Malang, Riau.

"Nggak boleh di otak-atik dulu. KPU sendiri nggak percaya terhadap perhitungannya," tuturnya.

Menurut Sahroni, pembukaan kotak suara tersebut tidak melibatkan saksi dari para capres cawapres. "Kalau saksi nggak dilibatkan, berarti KPU sudah melaksanakan sendiri," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan KPU Jakarta Timur membuka kotak suara tanpa disaksikan oleh saksi di Kantor Kelurahan Rawa Bunga atas dasar surat edaran dari KPU Kotamadya. Sementara itu, Ketua KPU Jakarta, Sumarno saat dikonfirmasi mengatakan pembukaan kotak suara merupakan instruksi resmi.

Menurut dia, pembukaan kotak suara dilakukan dengan mengundang saksi dari kedua pasangan capres/cawapres, Panwaslu serta Kepolisian.

"Tujuannya untuk mengambil dokumen DPKTb sebagai alat bukti jawaban KPU yang akan diajukan di MK atas permohonan pemohon nomor 1," ujar Sumarno saat dikonfirmasi.[dm/dtk]



posted by @Adimin

Pansus Pilpres Bukan untuk Kepentingan Tim Prabowo-Hatta


 
Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengatakan, Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan bergulir di DPR, bukan hanya untuk kepentingan pasangan Prabowo-Hatta, tapi lebih kepada kepentingan yang lebih besar lagi.

Menurut Jazuli, karena semestinya demokrasi terus berkembang menuju ke arah yang lebih baik, bukan justru sebaliknya.

"Pilpres kemarin harus dievaluasi, dan ditindak lanjuti. Biar tidak terulang lagi di kemudian hari," kata Jazuli kepada KORAN SINDO, Kamis 31 Juli 2014.

Dihubungi terpisah, Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani mengatakan, PPP tentunya mendorong adanya Pansus Pilpres tersebut. Karena, hal ini bertujuan untuk meluruskan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pilpres lalu.

"Tentunya kalau itu bagian dari inisiatif untuk meluruskan yang bengkok, kenapa enggak," ujar Yani.

Menurut Yani, PPP merupakan bagian dari parlemen maka, tujuan dari Pansus Pilpres ini bukan hanya untuk kepentingan parpol yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih saja, tapi demi kepentingan negara.

Lagi pula, lanjut yani, kecurangan memang benar terjadi, bahkan pada saat penyelenggaraan pemilu legislatif (pileg) lalu. Jadi, Pansus ini memang diperlukan sehingga, hal serupa tidak akan terjadi lagi.

"Kalau DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) saja banyak memberhentikan anggota KPU dan Bawaslu di daerah, bagaimana penyelenggaraannya?" pungkasnya. [pksnongsa]



posted by @Adimin

KPU Buka Kotak Suara Diduga Upaya Hilangkan Bukti



Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik menilai ada upaya menghilangkan barang bukti kecurangan dengan mengeluarkan keputusan membuka kotak suara hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, pembukaan kotak suara semestinya harus menunggu keputusan atau perintah dari mahkamah Konstitusi (MK).

"Ada upaya penghilangan barang bukti. Buka (kotak suara) seharusnya menunggu perintah MK," ujarnya.

Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh KPU telah melanggar aturan dan sudah sewajarnya aparat kepolisian menangkap dan memeriksa jajaran KPU DKI Jakarta yang telah membuka kotak suara. Karena mmbuka kotak suara merupakan tindakan ilegal jika tidak ada peritah dari MK.

"Kami sudah melapor ke Bawaslu DKI dan Polda Metro Jaya, karena waktu rekomendasi Bawaslu, KPU tidak mau membuka kotak suara. Sekarang kok dia buka," tukasnya.[dm/inilah]




posted by @Adimin

Jimly: Pilpres 2014 Paling Bersejarah

Written By Anonymous on 31 July, 2014 | July 31, 2014



Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie mengatakan, pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) 2014 terbilang paling bersejarah dan harus dinikmati oleh semua pihak secara positif.

Pasalnya, selain bertepatan dengan bulan Ramadan, pesta demokrasi kali ini juga hanya diikuti dua calon. "Jadi Ramadan tahun ini sangat bersejarah karena terjadi saat bangsa kita mengadakan pilpres dan pilpres ini sangat seru karena capresnya ada dua yang dalam pengalaman sejarah kita belum pernah. Kalau 2004 capresnya lima, dan 2009 ada tiga, sekarang cuma dua," kata Jimly di kediamannya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2014). 

Sehingga, lanjutnya, pilpres kali ini ketat sekali dan otomatis membuat pilihan rakyat terbelah dua jadi hitam dan putih. Sebagai bangsa yang plural tentunya hal itu semakin kelihatan. Apalagi, pluralisme yang ada di Indonesia itu berbeda dengan yang ada di Amerika Serikat.

Kondisi itu, kata Jimly, sangat berbahaya. Apalagi dalam pelaksanaannya sering diwarnai berbagai konflik, seperti saling menjelek-jelekannya calon. "Kampanye hitam itu hitam sekali hitamnya pekat," tuturnya.

Tetapi, beruntung pelaksanaan pilpres kali ini bertepatan dengan Ramadan. Sehingga semua WNI atau sekira 80 persen dipaksa untuk menahan diri. "Makanya kita bersyukur ada di bulan ramadan, kalau tidak kita repot,"pungkasnya. [ugo/pksnongsa]



posted by @Adimin

Kubu Prabowo: Data Kecurangan Pilpres Bukan Hasil Sim Salabim

Written By Anonymous on 30 July, 2014 | July 30, 2014



Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meyakini kalau pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli 2014 diwarnai kecurangan. Wajar bila hasil pilpres yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) itu digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Juru debat nasional Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fernita Darwis mengatakan, gugatan yang diajukan ke MK bukan dalam rangka tidak siap kalah. Tetapi lebih kepada ingin meluruskan demokrasi yang transparan, jujur, adil dan bermartabat.

"Proses ini juga memberikan pelajaran pada masyarakat bahwa proses politik itu harus berjalan dengan baik," kata Fernita kepada Okezone di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (29/7/2014).

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, gugatan yang dilakukan Koalisi Merah putih juga bukan dilakukan tanpa dasar melainkan ada alasan hukum dan data yang kuat. "Data ini juga bukan hasil sim salabim, tapi juga data berdasarkan kesaksian para saksi, kedua terhadap kejadian di tiap TPS dan PPK yang kita indikasikan ada kecurangan dan ada videonya," tukasnya.

Data yang dimiliki ini, lanjut Fernita juga berbasis angka, artinya bukan hanya data berbentuk ekspresi masyarakat semata. Maka, ada data dan bukti yang jelas berupa angka. Dengan mengajukan gugatan ke MK tentunya akan diketahui secara hukum bentuk kesalahannya ada dimana.

"Apakah dari data kami benar atau mereka yang salah," ujarnya.

Seperti diketahui, Prabowo-Hatta mengajukan gugatan ke MK atas hasil rekapitulasi suara nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan Jokowi-JK. 

Prabowo-Hatta merasa ada yang janggal atas rekapitulasi suara nasional karena ditemui banyak kecurangan di 52 ribu TPS seluruh Indonesia. [dm/okezone]



posted by @Adimin

"Tiada Daya, Maka Berjaya" | oleh Salim A. Fillah



    Maha Suci Dzat yang menjadikan;
    Berhina padaNya sebagai kemuliaan
    Berfaqir padaNya sebagai kekayaan
    Tunduk padaNya sebagai keluhuran
    Dan bersandar padaNya sebagai kecukupan..


Lelaki itu pergi dengan marah.

Mari kita fahami betapa berat tugas dakwahnya di Ninawa, betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. Malam dan siang, pagi dan petang; diajaknya mereka meninggalkan berhala-berhala tak bernyawa dan perbuatan-perbuatan tak bermakna. Didekatinya mereka satu-satu maupun dalam kumpulan, ketika sepi maupun di keramaian.

Tetapi hanya cemooh dan tertawaan, umpatan dan makian, serta penolakan dan pengusiran yang dia dapat. Maka dia, Yunus ibn Mata namanya, pergi dengan marah. Dia tinggalkan negerinya sembari mengancamkan ‘adzab Allah yang sebagaimana terjadi pada kaum-kaum sebelumnya, pasti turun pada kaum pendurhaka. Bukankah demikian nasib kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, dan penduduk negerinya Luth?

Tapi dia pergi karena ketaksabarannya, ketakteguhannya, dan ketaktelatenanannya. Dia pergi sebelum ada perintah Allah untuk menghentikan seruannya. Dia menyerah sebelum tiba waktunya. Maka sebagai hamba yang disayangiNya, Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain, jika dia tak sabar dalam tugas dakwahnya. Cara itu adalah musibah.

Kita tahu ringkasnya, Yunus  yang menumpang sebuah kapal akhirnya dibuang ke samudra setelah 3 kali muncul namanya dalam undian. Kapal itu dalam badai yang bergulung mengerikan, maka ada yang berkeyakinan seseorang harus dipersembahkan pada penguasa lautan. Lagipula, ia terasa kelebihan muatan. Awalnya, sang nakhoda tak tega. Yunus tampak sebagai orang baik. Tapi namanya muncul tiga kali, seakan memang hanya dialah yang dikehendaki.

Ketetapan Allah berlaku baginya. Seekor ikan membuka mulut menyambut tubuhnya yang terjun ke air. Bahkan, menurut sebagian mufassir, ikan yang menelannya dilahap ikan yang lebih besar, lalu dengan perut berisi ia menuju ke dasar lautan. Maka jadilah Yunus berada dalam gelap, dalam gelap, dalam gelap. Kelam berlapis-lapis.

***

Di antara hikmah yang selalu melekat pada setiap musibah adalah pertanyaan, “Apa kesalahanku sehingga cobaan ini menimpa?” Selanjutnya, memang kepekaan hatilah yang menentukan jawab dan tindakan yang akan diambil. Maka berbahagialah yang segera merundukkan diri di hadapan keagungan Allah, serta berlirih-lirih mengadukan kelemahan, kesilapan, dan kehinaan.

“Allah menciptakan manusia”, demikian Dr. ‘Abdul Karim Zaidan dalam Al Mustafaad min Qashashil Quran, “Dengan menggariskan baginya bahwa berbuat keliru dan jatuh dalam kesalahan adalah perkara yang mungkin, bahkan niscaya.” Tapi dengan kasihNya, Allah juga membukakan pintu agar dosa-dosa menjadi jalan kembali dan pelarian suci, tempat bersimpuh dan sandaran berteduh, mahligai yang syahdu bagi bermesra, meminta, dan beroleh karunia.

Maka demikianlah Yunus, ‘Alaihis Salam. Di perut ikan Nun, dalam gelap yang mencekik hingga ke hati, dia menangisi kelemahannya, menekuri hari-harinya, dan mengaku telah berbuat aniaya.

“La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin. Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau. Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.” (QS Al Anbiya’ [21]: 87)

Doa Yunus, betapa sederhana. Tapi indah dan mesra. Akrab dan hormat. Takzim dan syahdu. Demikianlah pada pinta para Nabi di dalam Al Quran, kita menemukan lafazh doa, ruh tauhid, sekaligus keindahan adab. Hari ini, ketika kita disuguhi fahaman antah berantah bahwa doa harus dirinci-rinci, dibayang-bayangkan, dan dijerih-jerihkan; seakan dengan demikian ia lebih cepat dikabulkan, mari berkaca pada doa Yunus.

Tak ada di sana pinta untuk mengeluarkannya dari perut ikan, apalagi desakan agar segera. Tak ada di sana rajuk-rajuk manja, hiba-hiba memelas, apalagi kalimat perintah yang pongah. “Doa Dzun Nun, ‘Alaihis Salam”, demikian menurut ibn Taimiyah, “Adalah di antara seagung-agung doa di dalam Al Quran.” Doa itu mengandung 2 hal saja, merunduk-runduk mengakui keagungan Allah, dan berlirih-lirih mengadukan kelemahan diri.

“Berdoalah menyeru Rabbmu dengan tadharru’ (merendahkan diri) dan khufyah (memelankan suara). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al A’raaf [7]: 55)

Maka doa Yunus, yang tidak rinci, yang tidak dibayang-bayangkan, bahkan tak tergambar apa yang dipintanya, dijawab Allah dengan limpahan karunia yang membawa kejayaan. Dia hanya mengakui ketakberdayaan dan laku aniayanya pada diri sendiri; maka Allah yang Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, mengulurkan pertolonganNya, pembelaanNya, dan bantuanNya.

Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan. Dia bahkan tak perlu payah berenang, karena diantar oleh sang ikan sampai tepian. Dan tempatnya didamparkan bukanlah sembarang daratan. Imam Ibnu Katsir mengetengahkan riwayat dalam tafsirnya dari Ka’b Al Ahbar dan Ibn ‘Abbas, bahwa Yunus dibaringkan di hamparan tanah yang kemudian ditumbuhi suatu tanaman dari jenis labu.

“Kemudian Kami lemparkan Yunus ke daratan kering, sedang dia dalam keadaan sakit. Kemudian untuknya Kami tumbuhkan pohon dari jenis yaqthin.” (QS Ash Shaaffaat [37]: 145-146)

Selazimnya seseorang yang terkurung dalam gelap di kedalaman laut selama waktu yang panjang, maka Yunuspun sakit. “Keadaan beliau seumpama burung yang kehilangan seluruh bulunya”, ujar Ibn Mas’ud menafsir. Adapun menurut Ibn ‘Abbas, “Beliau bagaikan bayi yang baru dilahirkan; ringkih, tak terlindung, rumih, dan rentan.”

“Pohon yaqthin”, demikian masih menurut Ibn ‘Abbas, “Adalah qar’u, dari jenis labu yang tak disukai lalat dan serangga sehingga dia menaungi Yunus hingga terjaga.”

Ketika Yunus siuman, secara naluriah dia menggapai buah yang ada di dekatnya kemudian memakannya. Buah tanaman itu, yang mengandung air, gizi, dan zat-zat bermanfaat, amat mudah dicerna oleh tubuhnya. Khasiatnya menjalari seluruh pembuluh dan sendi, merasuki semua sumsum dan pori, memulihkan tenaga dan kesentausannya. Sakit, payah, dan terganggunya faal badan akibat berpuluh hari di dalam perut ikan dan di dasar lautan, kini pulih sehat dan bertambah afiat.

Nabi Yunuspun bugar kembali, bersemangat, dan berjanji pada Allah untuk nanti teguh, istiqamah, dan tak menyerah dalam berdakwah kepada kaumnya; apapun yang akan terjadi di hadapannya. Tetapi alangkah takjub penuh syukurnya dia. Sebab ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. Jumlah mereka, lebih dari 100.000 orang kiranya.

Betapa berkah doa Yunus. Bukan hanya menjadi karunia keselamatan dirinya, doa itu bahkan menjadi anugrah hidayah bagi begitu banyak manusia dari kaumnya. Dakwah Yunus berjaya, tepat pada saat dia merasa dan mengaku bahwa dirinya berdosa di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Dakwah Yunus berjaya, ketika dia mengakui dirinya aniaya dan hatinya tunduk memuliakan Allah ‘Azza wa Jalla. Dakwah Yunus berjaya, ketika dia merasa tak berdaya.

Di lapis-lapis keberkahan, berjayalah hamba yang merasa tak berdaya tanpaNya. Maka Maha Suci Dzat yang menjadikan berhina padaNya sebagai kemuliaan, berfaqir kepadaNya sebagai kekayaan, tunduk padaNya sebagai keluhuran, dan bersandar padaNya sebagai kecukupan.

***

Kita menjawab panggilan adzan, ketika kita diseru untuk shalat dan dipanggil menuju kejayaan bukan dengan kepercayaan diri menggebu-gebu, bukan juga dengan keyakinan jiwa menderu-deru, bukan pula dengan rasa pasti mampu yang berseru-seru.

“Hayya ‘alash shalaah.. Marilah shalat!”, ajak Muadzin. Jawab kita bukan, “Siap! Bisa! Pasti bisa! Luar Biasa!” “Hayya ‘alal falaah! Mari menuju keberhasilan, kemenangan, dan kejayaan!”, sambung muadzin. Dan jawab kita bukan pula, “Saya! Saya! Saya! Yeaaa!”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, setaqwa-taqwa manusia, setaat-taat hamba, dan sekuat-kuat pengabdi Rabbnya mengajarkan sebuah jawaban yang apa adanya tentang betapa lemahnya kita. Ungkapan paling jujur itu adalah, “La haula wa la quwwata illa billah. Tiada daya untuk menghindar dari keburukan dan tiada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan, selain dengan pertolongan Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Ketika kaki melangkah keluar dari rumah, maka tuntunan doa bagi kita ada dalam hadits shahih dari Anas ibn Malik yang terrekam dalam Sunan Abu Dawud (595) dan Sunan At Tirmidzi (3487). Bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Jika seorang di antara kalian keluar dari rumahnya lalu mengucapkan:  ‘Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallahi La Haula Wa La Quwwata Illa Billah.. Dengan nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kuasa Allah’; maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan, dan mendapat penjagaan’, hingga syaithan-syaithan menjauh darinya. Lalu syaithan yang lainnya berkata kepada syaithan yang ingin menggodanya; ‘Bagaimana kau akan mengoda seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan, dan penjagaan?”

“Dengan asma Allah”, adalah ikrar iman kita. Tak ada tempat bagi nama selainNya, bahkanpun nama kita, dalam berangkat maupun kembali, berjalan maupun berhenti, di kala pulang maupun pergi. Hanya namaNya yang layak diagungkan di setiap tapak dan langkah, berjalan dan berkendara, hatta hingga jatuh dan bangunnya. Semua dalam nama Allah, agar kita menghadapkan wajah padaNya dengan lurus dan berserah diri.

Selanjutnya, kita menginsyafi bahwa hanya Allah-lah sandaran terkuat, terkokoh, terhebat. Bukan diri, ilmu, ataupun hal-hal yang kita daku sebagai milik yang menjadi tempat bergantung. Bukan anak maupun pasangan, bukan kerabat maupun kawan, bukan rekan ataupun atasan. “Aku bertawakkal hanya kepada Allah”, adalah ikrar kepasrahan kita. Bahwa tiap tapak yang terayun serta tiap langkah yang terpijak ini, Allah-lah yang mengatur, mengarahkan, dan menepatkannya.

Dan akhirnya, “Tiada daya untuk menghindar dari maksiat dan keburukan, serta tiada kekuatan untuk menunaikan ketaatan dan meraih kebaikan; melainkan dengan kuasa dan pertolongan Allah.” Inilah kealpaan kita yang mudah tergoda, maka hanya dari Allah pembentengannya. Inilah kerawanan kita yang dalam bahaya, maka hanya dari Allah perlindungannya. Inilah kemalasan kita yang sering tak hendak, maka hanya dari Allah semangat dan kemampuannya. Inilah kelembekan kita yang tak menjangkau, maka hanya dari Allah penggapaiannya.

Demikianlah, di lapis-lapis keberkahan, tiap helaan nafas, tiap detakan jantung, dan tiap denyutan nadi terjalani dengan asma Allah, dengan tawakkal pada Allah, dan dengan pengakuan bahwa tiada daya dan kekuatan kecuali dengan karunia Allah. Sebab kita mengerti, pengakuan atas ketakberdayaan di hadapan Yang Maha Jaya adalah sumber kekuatan yang tak pernah kering, tak pernah habis, dan tak pernah berakhir.
Salim A. Fillah

(http://salimafillah.com/tiada-daya-maka-berjaya/)



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger