Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
July 15, 2017
posted by @Adimin
Sohibul Iman: Calon Pemimpin Perlu Kuasai Teknologi
Written By NeO on 15 July, 2017 | July 15, 2017
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman
mengajak kepada seluruh kader PKS agar mampu memanfaatkan perkembangan
teknologi. Hal ini disampaikan oleh Sohibul Iman dalam acara Sekolah
Kepemimpinan Partai (SKP) PKS di Maluku pada Jumat (4/7/2017).
Selain menjelaskan mengenai pentingnya memanfaatkan teknologi,
Sohibul Iman juga menerangkan mengenai tantangan yang harus dihadapi
oleh calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang.
“Perkembangan teknologi akhir-akhir ini juga menyebabkan masalah
sosial yang kompleks. Kemudian, kemanjuan teknologi ini juga menyebabkan
pengawasan rakyat semakin ketat, sehingga semua masyarakat bisa
megevaluasi kepemimpinan siapapun. Maka, diera ini diperlukan pemimpin
yang uptodate terhadap perkembangan teknologi dan pemimpin yang
berprestasi,” terang Sohibul.
Menurut Sohibul, pembekalan yang dapat mengembangkan kemampuan dari
para calon pemimpin sangat diperlukan, khususnya pembekalan teknologi.
Selain itu, pembekelan yang diberikan melalui SKP juga untuk
menyatukan Visi bersama dari setiap calon pemimpin. Sehingga, cita-cita
besar yang dimiliki oleh PKS dapat diwujudkan bersama.
“SKP juga dapat menyatukan visi kolektif kita yang demikian luar
biasa. Yakni, mewujudkan cita-cita nasional yang ada dalam pembukaan
Undang Undang Dasar 45 yang dibahasakan dengan ‘Mewujudkan Masyarakat
Madani yang Adil dan Bermartabat,” ujarnya.
Sohibul juga berharap, SKP ini mampu mewujudkan pemimpin yang mampu
memberikan kebermanfaatan yang banyak kepada masyarakat dan bangsa.
Karena, menurut Sohibul PKS memiliki cita-cita yang mulia untuk
menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berkontribusi terhadap
peradaban.
“Semoga, melalui kepemimpinan kita, kita dapat mewujdukan flatfrom
kolektif kita. Yakni, kita wujudkan Indonesia menjadi kontributor
peradaban dunia. Bukan menjadi negara konsumen peradaban.” Tutupnya.
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 14, 2017
posted by @Adimin
Poin Krusial Perppu Ormas versi PKS
Written By NeO on 14 July, 2017 | July 14, 2017
Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS Almuzzammil Yusuf
menyampaikan poin-poin krusial Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan
Undang-Undang Ormas Nomor 17 Tahun 2003. Menurut Muzzammil Perppu ini
berpotensi kuat mengembalikan pemerintah Indonesia menjadi rezim
otoriter.
“Pertama, Perppu ini berpotensi membungkam ormas yang kritis terhadap
kebijakan penyelenggara negara/pemerintah yang tidak berpihak kepada
kepentingan rakyat," kata Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan
(Polhukam) DPP PKS ini di Jakarta, Jumat (13/7/2017).
Sebagai contoh, kata Muzzammil, jika pemerintah, sebagai
penyelenggara negara menaikan harga bahan pokok atau BBM, hakim memutus
perkara yang tidak adil, gubernur menggusur semena-mena warganya
kemudian ormas menyampaikan perlawanan melalui pernyataan sikap atau
aspirasi sehingga menimbulkan rasa kebencian publik kepada penyelenggara
negara maka ormas tersebut dapat dibubarkan dan dipidanakan.
"Jika ini terjadi maka pemerintah telah melanggar kebebasan berekspresi ormas yang dilindungi konstitusi," ujarnya.
Kedua, Kata Muzzammil, pertimbangan pemerintah mengeluarkan Perppu
karena mendesak yang disebabkan adanya aturan yang tidak komprehensif
sehingga terjadi kekosongan hukum adalah tidak berdasar.
"Faktanya tidak terjadi kekosongan hukum. Malah UU No. 17 Tahun 2013
telah mengatur mekanisme sanksi pelanggaran terhadap Ormas secara jelas
dan komprehensif," paparnya.
Sedangkan Perppu Keormasan yang dikeluarkan Pemerintah, kata
Muzzammil, telah menghapus 18 Pasal dalam UU No. 17 Tahun 2013 yang
mengatur tentang sanksi dan mekanisme sanksi yang diberikan kepada ormas
yang melanggar larangan.
"Termasuk, Perppu ini menghilangkan pasal penanganan secara persuasif
oleh pemerintah dan pemerintah daerah terhadap ormas yang melanggar
larangan dan menggantinya dengan pendekatan yang represif dengan cara
mencabut izin kegiatan, mencabut legalitas, dan membubarkan ormas
tersebut oleh Mendagri dan Menkumham," paparnya.
Perppu ini juga, terang Muzzammil, telah menghilangkan peran
pengadilan sebagai lembaga yudikatif untuk mengadili ormas yang
melanggar.
"Peran pengadilan dihilangkan dan digantikan oleh subyektifitas
pemerintah menilai ormas yang melanggar dengan hanya meminta
pertimbangan intansi dibawah Menkopolhukam," tuturnya
Menurut Muzzammil, Perppu ini juga berlebihan ketika memberikan
sanksi pidana seumur hidup kepada anggota atau pengurus ormas yang
sengaja atau tidak melakukan pelanggaran.
"Kami masih mengkaji secara mendalam. Kami sedang meminta masukan
Ormas-Ormas. Jika masukan Ormas-Ormas tersebut memperkuat kekha- watiran
kami bahwa Perppu telah mencederai prinsip-prinsip negara hukum,
demokrasi, dan hak partisipasi publik dalam pengawasan jalannya
pemerin- tahan, maka FPKS tidaklah akan ragu untuk menolak Perppu
tersebut," tegasnya.
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 14, 2017
posted by @Adimin
YLBHI Protes Pemerintah Keluarkan Perppu Ormas
Setelah
mengikuti dan mengkaji dengan seksama, kata Asfinawati, Perppu tersebut
mengandung muatan pembatasan kebebasan untuk berserikat yang tidak legitimate.
Yayasan
Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan 15 LBH kantor se-Indonesia
menyatakan protes keras terhadap diundangkannya Perppu 2/2017 sebagai pengganti
UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Ketua
Umum Badan Pengurus YLBHI, Asfinawati mengatakan, sepintas penerbitan Perppu
tersebut didasarkan pada suatu niat yang baik, dimana pemerintah akan
memberikan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi warga negara
Seperti
di antaranya, kata dia, seolah akan melindungi warga negara dari
tindakan-tindakan diskriminasi atas dasar suku, agama, dan ras sehingga
pemerintah dinilai telah memberikan perlindungan terhadap hak warga negara.
Termasuk,
negara seolah-olah melindungi dasar negara Pancasila dengan menindak
ormas-ormas yang menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan
Pancasila.
Namun,
lanjutnya, setelah mengikuti dan mengkaji dengan seksama, Perppu tersebut
mengandung muatan pembatasan kebebasan untuk berserikat yang tidak legitimate.
“Pembatasan
kebebasan berserikat hanya bisa dibatasi apabila diperlukan dalam masyarakat
demokratis untuk kepentingan keamanan nasional dan keselamatan publik,
ketertiban umum, perlindungan kesehatan dan moral umum, atau perlindungan atas
hak dan kebebasan dari orang lain,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini, Asfinawati menambahkan,
Perppu Ormas dinilai melanggengkan pasal karet warisan zaman revolusi.
Karenanya,
terang dia, upaya negara menjaga kedaulatan bangsa dan falsafah negara ini,
harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan prinsip negara hukum
sebagaimana mandat konstitusi.
“Cara-cara
represif dalam sejarahnya telah menunjukkan tidak pernah berhasil mengubah
keyakinan seseorang, malah sebaliknya dapat membuat seseorang semakin keras
meyakini sesuatu,” ungkapnya.
“Kami
juga meyakini pelanggaran suatu hak akan menimbulkan pelanggaran hak lainnya,
karena Hak Asasi Manusia memiliki keterkaitan antara hak yang satu dengan hak
yang lain,” pungkasnya
hidayatullah.com
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 14, 2017
posted by @Adimin
Perppu Ormas Dinilai Dapat Dimaknai Pembungkaman Gagasan
Menurut
Rida, tumbuhnya apriori terhadap perjuangan menegakkan agama sebagai ikatan
norma kebaikan, bisa menjadi dampak lanjutan apabila penerapan Perpu Ormas
tidak diiringi dengan langkah pembinaan.
Analis
Sosial Budaya Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Rida HR Salamah
menilai, proses pembubaran ormas melalui Perppu ditengarai sebagai langkah
mencederai kekuasaan dalam ruang demokrasi negeri ini.
Ia
mengungkapkan, dengan kebijakan Perppu Ormas, secara tidak langsung masyarakat
sedang dididik untuk menurunkan kesadaran berkelompok, semangat berorganisasi
dalam rangka mewujudkan perubahan.
“Kesadaran
yang mestinya dibutuhkan oleh negara dalam membangun generasi bangsa beradab,”
ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jakarta, baru-baru ini.
Rekayasa
sosial melalui langkah politis ini, kata Rida, menunjukkan kekuasaan dapat
membunuh gagasan suatu kelompok ormas secara tebang pilih.
“Konstruksi
ini dapat dimaknai sebagai pembungkaman terhadap gagasan yang dianggap
berpotensi berseberangan dengan penguasa,” paparnya.
Menurut
Rida, tumbuhnya apriori terhadap perjuangan menegakkan agama sebagai ikatan
norma kebaikan, bisa menjadi dampak lanjutan apabila penerapan Perpu Ormas
tidak diiringi dengan langkah pembinaan.
Atau
setidaknya dengan komunikasi partisipatif yang mendudukkan kelompok-kelompok
masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia.
“Kekhawatiran
dan ketakutan kolektif untuk mengikatkan diri dan kelompok dalam suatu ikatan
keagamaan juga dapat dipertimbangkan bahayanya,” ungkapnya.
Padahal,
Rida meyakini, generasi beradab hanya dapat lahir dengan keterikatannya
terhadap nilai-nilai yang diyakininya sebagai keimanan.
“Kecerobohan
dalam memutus ikatan ini berpotensi menjauhkan generasi bangsa dari peradaban
luhur yang menjadi cita-cita bersama,” tandasnya
Oleh : Yahya G Nasrullah
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 12, 2017
Sumber: https://muslim.or.id/30719-ilmu-didatangi-bukan-mendatangi.html
By dr. Raehanul Bahraen
posted by @Adimin
Ilmu Didatangi Bukan Mendatangi
Written By NeO on 12 July, 2017 | July 12, 2017
Ilmu Didatangi Bukan Mendatangi
Semoga kita bersemangat terus mendatangi majelis ilmu di dunia nyata tidak hanya mencukupkan diri total dengan ilmu yang didapatkan di dunia maya atau internet
Sumber: https://muslim.or.id/30719-ilmu-didatangi-bukan-mendatangi.html
Ilmu Didatangi Bukan Mendatangi
Semoga kita bersemangat terus mendatangi majelis ilmu di dunia nyata tidak hanya mencukupkan diri total dengan ilmu yang didapatkan di dunia maya atau internet
Istimewanya
Ilmu Agama
Ilmu
agama memang istimewa dan agak berbeda dengan ilmu dunia pada umumnya. Ilmu
agama berkaitan erat dengan berkahnya ilmu. Maksud berkahnya ilmu adalah
bagaimana ilmu tersebut bisa bermanfaat dan menjaga orang yang berilmu
tersebut. Mungkin untuk ilmu dunia, seseorang bisa jadi berilmu misalnya
menguasai dan pintar ilmu kedokteran, tetapi bisa jadi ilmu tersebut malah
membuatnya sombong dan angkuh. Ilmu agama berbeda, ilmu agama tidak akan berlama-lama
pada dada dan ingatan seseorang, jika orang yang memegang ilmu agama tersebut
tidak menjalankan dan mengamalkannya. Misalnya ia sombong dan berniat jelek
ketika menuntut ilmu agama, maka ilmu agama itu tidak akan bertahan lama, ia
akan hilang dan tidak akan betah pada orang tersebut.
Al-Ghazali
mengatakan,
طلبنا العلم لغير الله فأبى
أن يكون إلا لله
“Dahulu
kami menuntut ilmu dengan niat selain Allah, tetapi ilmu tersebut enggan (pada
kami) kecuali kami berniat hanya karena Allah.” (Thabaqat Asy-Syafi’iyah 6/194,
Darun Nasry)
Perhatikan
Adab Dalam Menuntut Ilmu
Salah
satu cara agar ilmu agama tetap bertahan dan berkah adalah dengan memperhatikan
adab menuntut ilmu agama. Adab sangat penting dalam menuntut ilmu agama,
permisalannya seperti ini:
Jika
ada orang ingin minta bantuan misalnya minta makanan kepada kita, tapi adabnya
ketika meminta tidak sopan, semisal kasar meminta bahkan membentak, apakah kita
akan memberi? tentu tidak
Demikian
juga dengan ilmu agama, bagaimana kita bisa mendapatkan ilmu dan keberkahannya
jika cara dan adab menuntut ilmu tidak kita tunaikan.
Adab Penuntut Ilmu Adalah Mendatangi Sumber Ilmu
Adab menuntut ilmu di zaman ini yang mungkin
mulai hilang adalah mendatangi sumber ilmu yaitu mendatangi majelis ilmu. Tidak
heran, karena di zaman ini dengan kemajuan teknologi, internet dan sosial
media, manusia sangat mudah mendapatkan ilmu. Ada broadcast harian ilmu agama
yang datang tiap hari kepada kita. Ada pelajaran jarak jauh via sosmed dan
video-video kajian via youtube yang sangat banyak. Kita bersyukur ada
media-media ini karena sangat bermanfaat bagi mereka yang jauh tempat
tinggalnya dari majelis ilmu atau di daerahnya sangat sulit mendapatkan majelis
ilmu, akan tetapi bagi mereka yang mudah mendapatkan majelis ilmu atau rumahnya
dekat dengan majelis ilmu, sebaiknya lebih banyak menuntut ilmu di majelis ilmu
dibandingkan melalui internet dan sosial media. Ilmu itu kita datangi ke
majelis ilmu, bukan ilmu yang mendatangi kita melalui pesan broadcast, sharing
di grop-grop sosial media.
Ulama dahulu menjelaskan,
ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﺆﺗﻰ ﻭ ﻻ ﻳﺄﺗﻲ
“Ilmu (agama) itu didatangi bukan ilmu yang
mendatangi”
Semoga kita bersemangat terus mendatangi
majelis ilmu di dunia nyata tidak hanya mencukupkan diri total dengan ilmu yang
didapatkan di dunia maya atau internet.
6 Adab Yang Harus Dihindari Seorang Penuntut Ilmu
Ada banyak adab menuntut ilmu lainnya,
hendaknya kita benar-benar memperhatikan. Berikut contoh praktik menuntut ilmu
dengan adab yang kurang baik:
- Terlambat datang dan tidak minta izin dahulu, tetapi kalau gurunya terlambat langsung ditelpon atau SMS: “ustadz kajiannya jadi tidak?”
- Kalau tidak datang, tidak izin dahulu (untuk kajian yang khusus) dan kajian datang semaunya
- Duduk selalu paling belakang dan sambil menyandar (tanpa udzur)
- Ketika kajian terlalu banyak memainkan HP dan gadget tanpa ada keperluan
- Terlalu banyak bercanda atau ribut dalam majelis Ilmu
- Terlalu Fokus ke Ilmu saja tanpa memperhatikan adab, niatnya hanya ingin memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat serta lupa memperhatikan dan mencontoh adab dan akhlak gurunya.
Contoh adab dalam menuntut ilmu adalah tenang
dan fokus ketika di majelis ilmu. Ahmad bin Sinan menjelaskan mengenai majelis
Abdurrahman bin Mahdi, guru Imam Ahmad, beliau berkata,
ﻛﺎﻥ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﻣﻬﺪﻱ ﻻ يتحدث في ﻣﺠﻠﺴﻪ، ﻭﻻ ﻳﻘﻮﻡ ﺃﺣﺪ ﻭﻻ ﻳﺒﺮﻯ ﻓﻴﻪ ﻗﻠﻢ، ﻭﻻ ﻳﺘﺒﺴﻢ ﺃﺣﺪ
“Tidak ada seorangpun berbicara di majelis
Abdurrahman bin Mahdi, tidak ada seorangpun yang berdiri, tidak ada seorangpun
yang mengasah/ meruncingkan pena, tidak ada yang tersenyum.”( Siyaru A’lamin
Nubala’ 17/116)
Demikian semoga bermanfaat
By dr. Raehanul Bahraen
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 11, 2017
posted by @Adimin
Ketua Fraksi PKS: Pemerintah Seharusnya Apresiasi Rohis Bukan Curigai
Written By NeO on 11 July, 2017 | July 11, 2017
Jakarta (10/7) -- Banyak pihak
menyayangkan pernyataan Menteri Agama, Lukman Hakim Saefudin, yang
meminta pihak sekolah untuk mengawasi Kerohanian Islam (rohis) di
sekolah-sekolah. Pernyataan itu dinilai tidak arif, karena seharusnya
pemerintah justru mengapresiasi rohis atas kiprahnya selama ini.
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini
menilai pernyataan itu (jika benar) tidak arif dan tidak mendidik
khususnya bagi para aktivis rohis.
"Mudah-mudahan pernyataan Pak Lukman tentang rohis salah atau sekurang-kurang hanya kesalahpahaman saja. Tapi kalaupun benar mudah-mudahan segera diralat," kata Jazuli di Jakarta pada Ahad (9/7/2017).
Pemerintah dan semua pihak, kata Jazuli, seharusnya justru berterima kasih dan mendukung hadirnya rohis dengan berbagai aktivitas dan perannya yang sangat positif selama ini.
"Manfaat rohis itu nyata dalam membantu proses pendidikan akhlak di sekolah, bahkan aktivitasnya nyata dalam mencegah dekadensi moral dan budaya liberal di kalangan pelajar atau remaja. Saya tanya, mana ada aktivis rohis yang pakai narkoba, tawuran, seks bebas, atau pornografi?" tanya Jazuli serius.
Sebaliknya, lanjut Anggota Komisi I ini, program-program rohis justru kerap menjadi solusi atas permasalahan di atas dan faktanya sekolah mengandalkan rohis untuk mengatasi masalah-masalah aktual pelajar itu.
"Coba tunjukkan kerusakan apa yang ditimbulkan oleh aktivitas rohis? Justru manfaat besar yang kita petik. Maka, pemerintah perlu mengapresiasi rohis dengan mengokohkan perannya dan mensupport aktivitasnya, bukan sebaliknya," tegas Jazuli.
Kalaupun ada hal-hal yang dinilai masih kurang, menjadi tugas pemerintah dan sekolah untuk melakukan pembinaan melalui pendekatan yang asertif dan apresiatif, bukan pendekatan yang justru mendeskriditkan atau terkesan menyalahkan.
"Apalagi kalau masalahnya bersifat kasuistis lalu digenaralisasi. Ini tidak baik dan tidak mendidik bagi anak-anak kita khususnya yang menjadi aktivis rohis. Sikap yang tepat adalah mengapresiasi dan membesarkan hati mereka sehingga memotivasi untuk terus berkontribusi bagi kebaikan," katanya.
Untuk itu, Ketua Fraksi PKS ini mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan rohis, "Mari kita berterima kasih dan terus mensupport anak-anak (rohis) ini, yang secara langsung dan tidak langsung, membantu mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana amanat Pasal 31 UUD 1945 dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkas Jazuli
"Mudah-mudahan pernyataan Pak Lukman tentang rohis salah atau sekurang-kurang hanya kesalahpahaman saja. Tapi kalaupun benar mudah-mudahan segera diralat," kata Jazuli di Jakarta pada Ahad (9/7/2017).
Pemerintah dan semua pihak, kata Jazuli, seharusnya justru berterima kasih dan mendukung hadirnya rohis dengan berbagai aktivitas dan perannya yang sangat positif selama ini.
"Manfaat rohis itu nyata dalam membantu proses pendidikan akhlak di sekolah, bahkan aktivitasnya nyata dalam mencegah dekadensi moral dan budaya liberal di kalangan pelajar atau remaja. Saya tanya, mana ada aktivis rohis yang pakai narkoba, tawuran, seks bebas, atau pornografi?" tanya Jazuli serius.
Sebaliknya, lanjut Anggota Komisi I ini, program-program rohis justru kerap menjadi solusi atas permasalahan di atas dan faktanya sekolah mengandalkan rohis untuk mengatasi masalah-masalah aktual pelajar itu.
"Coba tunjukkan kerusakan apa yang ditimbulkan oleh aktivitas rohis? Justru manfaat besar yang kita petik. Maka, pemerintah perlu mengapresiasi rohis dengan mengokohkan perannya dan mensupport aktivitasnya, bukan sebaliknya," tegas Jazuli.
Kalaupun ada hal-hal yang dinilai masih kurang, menjadi tugas pemerintah dan sekolah untuk melakukan pembinaan melalui pendekatan yang asertif dan apresiatif, bukan pendekatan yang justru mendeskriditkan atau terkesan menyalahkan.
"Apalagi kalau masalahnya bersifat kasuistis lalu digenaralisasi. Ini tidak baik dan tidak mendidik bagi anak-anak kita khususnya yang menjadi aktivis rohis. Sikap yang tepat adalah mengapresiasi dan membesarkan hati mereka sehingga memotivasi untuk terus berkontribusi bagi kebaikan," katanya.
Untuk itu, Ketua Fraksi PKS ini mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan rohis, "Mari kita berterima kasih dan terus mensupport anak-anak (rohis) ini, yang secara langsung dan tidak langsung, membantu mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana amanat Pasal 31 UUD 1945 dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkas Jazuli
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
July 10, 2017
Oleh Irsyad Syafar Lc., MEd
Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (QS Hud: 42-43).
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS Al Anbiya: 87-88).
posted by @Adimin
Ramadhan 12 (HANYA KEPADAMU KAMI MINTA TOLONG)
Written By NeO on 10 July, 2017 | July 10, 2017
HANYA KEPADAMU KAMI MINTA TOLONG
(وإياك نستعين)
(وإياك نستعين)
Oleh Irsyad Syafar Lc., MEd
Ada
hakekat yang harus kita imani dan yakini dengan baik, yaitu kita adalah
makhluk yang lemah. Kesadaran inilah yang akan membuat kita selalu minta
tolong dan bergantung kepada Yang Maha Kuat, yaitunya Allah ta'alaa.
Ketika manusia lupa bahwa dia lemah, ketika itulah dia mulai tersesat.
Ketika manusia merasa bisa dan mampu sendiri, maka ketika itu pula dia
merasa tidak perlu dan tidak butuh kepada Allah.
Iblis tersesat
dan terkutuk serta diusir dari sorga karena merasa paling baik. Ia
membangkang terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Perasaan
hebatnya telah membuatnya angkuh. Akibatnya, ia dan pengikutnya menjadi
penduduk abadi di dalam neraka. Allah berfirman:
قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا ۖ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ.
Artinya: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi
terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu,
benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (QS
Al A'raf: 18).
Anak Nabi Nuh mati tenggelam dalam banjir besar
karena merasa mampu menyelamatkan diri sendiri. Ia enggan menerima
tawaran pertolongan dari sang Ayah yang Nabi. Ia menolak untuk beriman
kepada Allah. Akibatnya berakhir dengan tragis:
وَنَادَىٰ نُوحٌ
ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ
مَعَ الْكَافِرِين. قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ
قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ
وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ.
Artinya: ".... Dan Nuh memanggil anaknya (yaitu Kan`an) sedangkan
anaknya itu berada di tempat yang jauh) dari bahtera ("Hai anakku!
Naiklah bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang
kafir.
Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (QS Hud: 42-43).
Qarun telah merasa hebat dengan ilmu dan seluruh
kekayaannya yang tak terkira. Akibatnya ia menjadi angkuh dan sombong,
merasa bisa melakukan apa saja dengan ilmu dan kekayaannya. Padahal
telah banyak orang-orang yang lebih kuat sebelumnya, dibinasakan oleh
Allah. Allah ta'alaa berfirman:
قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ
عِلْمٍ عِنْدِي ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ
قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ
جَمْعًا ۚ وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ.
Artinya: Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya memperoleh harta itu,
karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya
Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat
daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu
ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka."
(QS Al Qashash: 78).
Setelah itu Allah binasakan dia dengan seluruh hartanya, tanpa mampu dia dan orang lain untuk membela dirinya:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ
يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ.
Artinya: "Maka Kami benamkan dia (Qarun) beserta rumahnya ke dalam
bumi. Maka tidak ada lagi baginya suatu golongan pun yang mampu
menolongnya (terhadap azab Allah) selain Allah. Dan tiadalah ia termasuk
orang-orang yang dapat membela dirinya (dari azab Allah)". (QS Al
Qashash: 81).
Begitu pula tragisnya nasib Firaun yang telah
merasa kuat, bahkan mengklaim diri sebagai Tuhan. Ia pun tewas tenggelam
di laut merah bersama pasukannya. Juga raja Abrahah dengan pasukan
bergajahnya. Merasa sangat kuat dan ingin berbuat sekehendaknya. Sampai
"rumah Allah" hendak dia runtuhkan dan dia tukar dengan tempat
peribadatan baru di kampungnya. Hanya dengan sangat sederhana, dengan
batu-batu kecil yang dibawa burung ababil, dia dan pasukannya pun musnah
tak bersisa.
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ.
Artinya: "(burung itu) Yang melempar mereka dengan batu berasal dari
tanah yang terbakar. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang
dimakan (ulat)." (QS Al Fiil: 4-5).
Sebaliknya, disaat seorang
hamba dalam puncak kelemahan dan ketidakberdayaannya, lalu berserah diri
dan meminta tolong kepada Allah, maka dia bisa berubah menjadi kuat,
selamat dan bangkit karena pertolongan dari Allah ta'laa.
Nabi
Adam bersama istrinya Hawwa, mengalami kesengsaraan yang tiada tara.
Yaitu saat dilempar dari sorga yang penuh nikmat dan fasilitas, ke dunia
yang penuh kesulitan, perjuangan dan duka cita. Namun keduanya berserah
diri kepada Allah. Sehingga Allah menjaga dan menguatkan keduanya dalam
kehidupan berat di dunia. Sebagaimana Allah firmankan dalam QS Al
A'raf: 23-25:
قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. 23
Artinya: Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri
kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat
kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".
قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ .24
Artinya: Allah berkata, "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu
menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat
kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai
waktu yang telah ditentukan".
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ. 25
Artinya: Allah berfirman, "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan".
Begitu juga Nabi Yunus yang sudah ditelan oleh ikan besar. Secara
logika manusia dia sudah tewas. Tak ada yang bisa menyelamatkannya.
Sampai hari kiamat dia akan berada dalam perut ikan tersebut. Namun,
karena dia meminta pertolongan kepada Allah, maka selamatlah dia sampai
kembali ke daratan.
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ
أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ
إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ.
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي
الْمُؤْمِنِينَ.
Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (yaitu
Nabi Yunus bin Matta) ketika ia pergi dalam keadaan marah terhadap
kaumnya (sedangkan Nabi Yunus belum mendapat izin dari Allah untuk
pergi) lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mampu untuk menghukumnya.
Maka ia menyeru dalam tempat yang gelap gulita (gelapnya suasana dalam
perut ikan paus) "bahwa bahwasanya tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci
Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".
Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS Al Anbiya: 87-88).
Begitu juga Nabi Ayyub as, yang Allah
selamatkan dengan pertolonganNya dari musibah berat yang menimpanya dan
seluruh istri, anak-anak dan hartanya. Bahkan juga dari penyakit berat
yang menimpanya. Pertolongan itu datang karena Nabi Ayyub menyerahkan
diri kepada Allah SWT.
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي
مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (83) فَاسْتَجَبْنَا
لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ
مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (84)
Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya,"(Ya
Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah
Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kami pun
memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada
padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat
gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk
menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS Al Anbiya:
83-84).
Dan Nabi Ibrahim as yang menghadapi raja yang bengis yang
mengklaim diri sebagai Tuhan. Tubuhnya sudah terikat dan terkurung
dalam kayu bakar yang sangat besar. Api besar akan segera melahap
sekujur tubuhnya. Namun Nabi Ibrahim menyerahkan sepenuhnya kepada
Allah. Hanya Dia yang mampu dan berkuasa menolongnya. Api yang sangat
besar itupun berubah menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim.
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ
(68) قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ (69)
وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأخْسَرِينَ (70)
Artinya: Mereka berkata, "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kalian,
jika kalian benar-benar hendak bertindak.” Kami berfirman, "Hai api,
menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim, "mereka
hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu
orang-orang yang paling merugi." (QS Al Anbiya: 68-70).
Begitulah, dua situasi yang sangat kontradiktif. Di saat manusia merasa
kuat dan mampu, serta tak meminta tolong kepada Allah, justru saat
itulah dia menjadi sangat lemah. Sebaliknya, ketika manusia berada dalam
posisi paling lemah dan tak berdaya, tapi meminta tolong dan berserah
diri kepada Allah, justru ketika itulah dia menjadi kuat dan selamat.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ
حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ
قَدْرًا (3)
Artinya: ".... Barang siapa yang bertakwa kepada
Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya
rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
(QS Ath Thalaq: 2-3).
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN






