pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Elektabilitas Mahyeldi Masih yang Tertinggi

Written By Unknown on 03 April, 2013 | April 03, 2013



Padang - Jelang ditabuhnya tahapan pemilu kepala daerah (pilkada) Padang oleh KPU 2 April, lembaga survei Institute for Community Studies (InCoSt) merelis hasil survei terbaru mereka. Dalam survei yang digelar 24-27 Maret 2013, inCoSt mendapatkan dua kandidat utama, yang akan bersaing dalam pilkada langsung kedua sepanjang sejarah Kota Padang itu. 

Direktur InCoSt Erizal menyebutkan, dua orang tersebut adalah, tokoh muda perubahan Kota Padang Andre Rosiade, dan wakil wali Kota Padang yang akan menjadi calon incumbent pilkada, Mahyeldi Ansharullah. Dua pria beda latar belakang ini, menempati urutan pertama dan kedua, dengan selisih persentase elektabiltias (tingkat keterpilihan) sebagai bakal calon wali kota (bacawako) hanya 2,3 persen saja.

”Berdasarkan hasil survei kami terhadap 29 orang yang disebut akan maju pilkada, menyatakan diri maju pilkada, dan mendaftar ke partai politik atau perseorangan, terdapat 25 nama yang dipilih responden. Sisanya, 6,3 persen belum menentukan pilihan. Dua nama teratas adalah, Mahyeldi Ansharullah dengan elektabilitas 25,1 persen, dan Andre Rosiade 22,8 persen,” kata Erizal dalam keterangan persnya kepada wartawan, kemarin.

Menurut pria yang juga telah melakukan survei akurat untuk pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati/wali kota 2010 (Pasbar, Pasaman, Dharmasraya dan Payakumbuh 2012 ini), nama-nama lain yang mengekor, berselisih lebih dari 15 persen dari dua kandidat terkuat. Seperti, anggota DPR RI M Ichlas el Qudsi (Michel) hanya di angka 7,5 persen, mantan Wakil Wali Kota Padang Yusman Kasim (6,6 persen), dan Ketua Baznas Padang Maigus Nasir (4,5 persen).

”Sementara Asnawi Bahar yang sudah mulai bekerja sejak beberapa waktu terakhir telah mulai merangkak naik di angka 3,2 persen, diikuti dua anggota DPD RI Emma Yohana 2,9 persen dan Afrizal 2,5 persen. Yendril dan Alkudri, berada di 10 besar dengan persentase elektabilitas di bawah 3 persen (lihat grafis),” kata Erizal yang juga seorang konsultan politik dan kolumnis media massa ini.

Dia menyebutkan, mengacu kepada popularitas (tingkat keterkenalan) sebenarnya ada ketimpangan antara popularitas Mahyeldi yang mencapai 84,8 persen dengan elektabiltas 22,1 persen. Artinya, banyak responden yang mengaku kenal, tapi tidak menjatuhkan pilihan kepadanya. Berbeda dengan Andre yang hanya memiliki popularitas 65,3 persen, tapi elektabiltasnya mencapai 22,8 persen. Sementara, popularitas ketiga dimiliki Yusman Kasim (51,3 persen), Michel (46,1 persen), dan Emma Yohana (40,7 persen). Sedangkan Maigus Nasir (28,3 persen), Alkudri (26,0 persen).

Menurutnya, survei tersebut menggunakan responden sebanyak 801 orang, dengan margin eror 2,5 persen. Jumlah pemilih, tersebar di 11 kecamatan meliputi 104 kelurahan di Kota Padang, sesuai dengan persentase kepadatan penduduk. Survei juga dilakukan berdasarkan pekerjaan responden, yang didominasi oleh ibu rumah tangga 34,0 persen, wiraswasta/pengusaha (16,5 persen), pegawai swasta (10 persen), pensiunan (6 persen), buruh (5,6 persen), pelajar/mahasiswa (5,1 persen), guru (4,7 persen), pengangguran (4,2 persen), dan lainnya. Semuanya diambil berdasarkan skala penduduk Kota Padang dari sisi pekerjaan.

Konsistensi pemilih dibagi tiga, yaitu 31,1 persen bertahan dengan pilihan (tetap sama), ada kemungkinan berubah 56,8 persen dan tidak tahu 12,1 persen. ”Dari sisi ini, Andre Rosiade mengungguli Mahyeldi. Karena, pemilih loyalnya mencapai 41 persen, sementara Mahyeldi hanya 26,4 persen. Ini adalah salah satu alasan, Andre disebut-sebut bisa melewati Mahyeldi,” katanya.

Perubahan
Alasan memilih yang ditawarkan surveyor dijawab responden paling banyak karena berpengalaman 20,0 persen, ingin perubahan (16,6 persen), dekat dengan masyarakat (15,9 persen), hubungan keluarga/pertemanan (6,4 persen), religius dan paham adat (5,7 persen). ”Dua kandidat juga mendominasi di pertanyaan ini. Andre mayoritas dipilih karena perubahan, dan dekat dengan masyarakat. Sementara Mahyeldi, karena berpengalaman,” sebut Erizal menyebut salah satu kesimpulan dan rekomendasi surveinya.
Kecenderungan dua kali survei InCoSt ini, kata Erizal, Mahyeldi dan Andre memiliki tren naik. Saat melakukan survei 6-13 Januari 2014, kedua kandidat ini berada pada angka 17,5 persen, dan 15,4 persen. Sementara, Michel memiliki kecenderungan penurunan elektabilitas dari 9,2 persen, menjadi 7,5 persen. Yusman Kasim disebut stabil, dan Maigus Nasir sedikit naik.

Kesimpulan
Menurur Erizal, dari dua kali survei InCoSt, sepertinya yang baru telihat bersaing ketat dan serius dalam pilkada Padang adalah Mahyeldi dengan Andre Rosiade. Belum tampak kandidat lain yang bersaing, meski telah memasukkan 29 kandidat yang bakal maju.

Sebagai incumbent, katanya, Mahyeldi tidak terlalu kuat (2,51 persen), sebaliknya sebagai pendatang baru dan tokoh muda Andre Rosiade cukup berhasil membangun popularitas dan elektabilitasnya di Padang. Andre berpeluang mengalahkan Mahyeldi, meski tidak mudah, karena faktor incumbent. Strategi memilih pasangan menjadi sangat penting, untuk meningkatkan popularitas-elektabilitas masing-masing, jika nantinya bertarung.

”Pertarungan Mahyeldi dan Andre Rosiade sepertinya bertemakan lanjutkan (berpengalaman) melawan perubahan, atau kemapanan melawan perubahan. Satu hal yang menarik, tingkat konsistensi pemilih Padang masih relatif rendah (31,1 persen). Artinya, dinamika politik Pilkada masih tinggi” katanya. Dibandingkan dengan Mahyeldi, tingkat konsistensi pemilih Andre relatif lebih baik,” sebutnya.

*pkssumbarnews.blogspot.com

posted by @A.history

Gubernur Sumbar Serukan Pilkada Damai



Padang- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyerukan warga di empat daerah yang sedang menggelar pilkada, mengedepankan nilai-nilai (demokrasi dan kekeluargaan. Khusus pada para kandidat Wali Kota/Wakil Walikota, Gubernur mewanti-wanti agar mengingatkan massa pundukung masing-masing menjaga suasana kondusif.

Para kandidat kepala daerah dan pendukungnya diserukan menerapkan pilkada badunsanak, Jika ada dugaan kecuragan, Gubernur mengingatkan jangan sampai bertindak anarkis, tapi diselesaikan melalui jalur hukum,  “Empat daerah yang akan menggelar pilkada, saya ingatkan jangan sampai kekisruhan pilakada di daerah lain terjadi pula di sini," ujar Irwan Prayitno, kemarin (2/4).

Gubernur tidak menafikan maraknya gangguan keamanan di seantero Indonesia, termasuk di Sumbar, dapat memacu konflik sosial. Perebutan sumber daya alam, sengketa tanah atau berbagai bentuk perselisihan yang dapat menggunggu keamanan dalam negeri. “Kondisi kemnunan Sumbar relatif lebih kondusif. Kendati begitu, kewaspdaaan terhadap ancaman yang dapat mengganggu situasi keamanan patut diwaspadai. Sekecil apapun permasalahan yang terjadi harus diselesaikan sesegera mungking,” tegas Irwan Prayitno.

Dia menjelaskan, Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Ganguan Keamanan Dalam Negeri, memberikan perintah kepada Gubernur menciptakan keamanan. Untuk memudahkan koordinasi itu di bentuklah tim terpadu di tingkat Provinsi, kabupaten/kota di Sumbar.

Inpres ini dapat menjadi panduan kita untuk dapat memahami dan mengambil langkah-langkah tertentu, terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keamanan seperti teroris, perkelahian antarkampung, perebutan lahan dan sebagainya. Namun penanganannya tetap berpedoman pada HAM serta aturan hukum yang ada,” ucapnya.

Meski situasi dan kondisi keamanan di Sumbar kondusif, Gubernur tidak menampik potensi gangguan keamanan dapat terjadi kapan saja. Sekecil apa pun potensi itu, tambah Irwan Prayitno, tetap menjadi perhatian, termasuk masalah BBM. Selain itu, persiapan calon legislatif atau masalah agama, perlu dijadikan perhatian yang serius,“Itulah peran dari Forkompinda sesuai tugasan
kewenangan, dalam penanganannya kita bentuk tim, bagaimana mengambil langkah cepat dan mengurangi jatuh korban serta menangani secara dini setiap ada peristiwa," tuturnya.

Pengamat politik dari Unand, Asrinaldi menambahkan, pilkada damai harus tercipta di Sumbar sesuai pencanangan “pilkada badunsanak”. Komitmen para elite politik yang paling diutamakan dalam mewujudkan pilkada damai ini. Jika elitenya punya komitmen, saya yakin pendukungnya nurut. Jika dicurigai ada kecurangan, laporkan ke lembaga berwenang, Mahkamah Konstitusi (MK),” ujarnya.

Konflik pilkada umumnya akibat ulah elite politik itu sendiri yang tidak memiliki komitmen. Bahkan, elite politik itu yang menyebabkan pendukungnya bergejolak hingga membuat kerusuhan," tambahnya. Untuk itu, dia menyaran-
kan para elite politik intens berkomunikasi dengan pendukungnya. Jangan sebatas komunikasi ketika pilkada saja tapi melakukan pendidikan dan pendewasaan politik. Aturanya sudah jelas, kalau tidak bisa menerima kekalahan karena melihat ada indikasi yang salah, laporkan ke MK,” ulasnya.

Untuk menjaga komunikasi dan komitmen ini, elite harus mampu menggandeng tim sukses. Pasalnya, tim sukses bisa dijadikan penghubung dengan pendukung. “Saya menilai MK merupakan lembaga yang masih bersih dan keputusanya memang objektif tanpa ada intertensi dari pihak manapun," tuturnya. (ayu/ek)

*Padang Ekspres

posted by @A.history

ANALIS POLITIK: KADER PARTAI TERTANGGUH ADA DI PKS

Written By Unknown on 02 April, 2013 | April 02, 2013


PKS (Partai Keadilan Sejahtera) merupakan partai kader terbesar di Indonesia. Partai ini pun dikatakan partai dakwah karena para kadernya terus berdakwa baik di lingkungan dan parlemen. Dari dakwah yang tidak pernah kenal lelah tersebut akhirnya rakyat Indonesia mulai berfikir untuk mendukung partai dakwah ini. Rakyat mendukung bukan tanpa alasan, mereka mendukung karena PKS selalu dekat dan melayani masyarakat. Di saat bencana menimpa bumi pertiwi seperti banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain lain kader dan simpatisan PKS selalu menjadi garda terdepan, dan hal inilah yang mungkin membuat rakyat mulai simpati dan mendukung partai ini.

Dari dukungan dan sikap simpati yang diberikan rakyat Indonesia kepada PKS, membuat partai dakwah ini merasa yakin bahwa Indonesia bisa ditaklukan oleh dakwah partai ini. Tapi keyakinan partai dakwah tersebut pun seketika meredup sejenak karena nampaknya PKS menerima ujian yang sangat berat. Ujian tersebut adalah penetapan tersangka kasus suap impor daging sapi yang tidak tanggung menyeret nama Presiden PKS. Kejadian tersebut pun membuat kader dan simpattisan bertanya tanya dan galau.


Kasus suap yang menyeret nama Presiden PKS tersebut ternyata menimbulkan pertanyaan besar, apakah kader kader PKS tetap akan solid atau kader kader PKS akan meninggalkan Partai dakwah tersebut? Pertanyaan itu pun dengan cepat direspon oleh pengurus partai dan kader kader PKS yang menyatakan kader PKS tetap solid walau ditimpa bencana seperti ini, karena kekuatan PKS berada di kader bukan di satu orang. Pembenahan pembenahan pun dilakukan di internal PKS. Anis Mata sebagai Presiden baru PKS pun terus menyemakati hati kader kader PKS agar kuat terhadap ujian.


Dibalik ujian yang diterima ternyata PKS malah mendapat berkah. Secara mengejutkan banyak sekali masyarakat yang mendaftar menjadi kader PKS. Kita bisa ambil contoh ratusan warga Sumatra Utara yang berjumlah sekitar 405 orang berbondong bondong mendaftar menjadi kader PKS. Tidak hanya itu berkah yang diterima PKS, sikap simpati dan pujian pun tidak tanggung tanggung datang dari orang Non Muslim yang mengatakan PKS luar biasa karena memiliki kader kader yang tangguh.


Menurut saya sebagai penulis PKS benar benar bersyukur memiliki kader kader yang solid. Karena kader kader ini mampu mengeluarkan PKS dari lubang yang sangat dalam. Dari fenomana berkah yang diterima PKS tersebut timbul pertanyaan lagi, apakah PKS akan ditinggalkan simpatisannya yang pada pemilu 2009 memilih PKS? Untuk pertanyaan ini saya akan mengajak pembaca menganilisis sedikit apakah dengan berkurangnya simpatan PKS akan membuat PKS hancur di pemilu 2014 ?!


PKS kemungkinan akan ditinggalkan beberapa simpatisannya, tapi menurut saya pribadi itu semua tidak menjadi masalah. Karena PKS juga mendapat tambahan kader yang ingin bergabung bersama PKS. Dari bertambahnya kader kader tersebut PKS akan bisa menambah suara setianyanya dipemilu. Karena dalam konsep kaderisasi partai seorang kader pasti akan mendukung partainya dan tidak akan mendukung partai selain partainya. Sebaliknya simpatisan, simpatisan memang kemungkinan besar akan mendukung partainya dipemilu, tapi mereka bisa dipengaruhi untuk tidak mendukung partainya seperti isu isu politik yang bisa menyebabkan mereka bsia menarik dukungannganya. Jadi menurut saya lebih baik simpatisan berkurang tapi diikuti banyaknya masyarakat yang menjadi kader sebuah partai.


Dalam study ilmu politik yangs saya pelajari, cara melihat sehat, bagus, hebat atau tidak paartai politik bisa dilihat dari beberapa hal. Hal tersebut antara lain:


Pertama, Struktural Internal


Struktural Internal partai adalah derajat kesisteman suatu partai. Jika kita lihat PKS, PKS memliki derajat kesisteman partai yang menurut saya baik. Karena PKS berhasil menunjukan bahwa sistem yang dibangun baik sistem pembangunan kader dan partai terealisasi dengan baik. Terbukti sistem PKS tidak goyah walau kasus suap menimpa pentolannya.


Kedua, Struktural Eksternal


Jika kita ingin melihat derajat kesisteman partai, kita bisa melihat struktural eksternal partai yang dimana segala kebijakan dan kebputusa partai tidak dipengaruhi oleh luar. PKS telah membuktikan bahwa segala keputusannyadan kebijaknnya berasal dari internal PKS. Majelis Syuro PKS berhasil membangun struktural eksternal yang kuat sehingga PKS di mendapat invansi dari luar dalam mengeluarkan kebijakan atau keputusan. Karena Majelis Syuro lah majelis tertinggi di PKS yang dimana memutuskan segala kebijakan partai


Ketiga, Kultural Eksternal


Kultural Ekstrenal suatu partai adalah nilai nilai ideologi yang dianut oleh suatu aprtai politik. Jika kita lihat fenomena partai politik di Indonesia banyak sekali partai politik yang ideologinya tidak jelas. Hampir semua partai politik di Indonesia ideologinya sama seperti yang lain. Ada aprtai nasionalis yang seperti keislam islaman, dan ada partai Islam yang ingin seperti nasionlis nasionalisan. Tapi berbeda dengan PKS, PKS tetap konskuen dengan ideologi yang dianut yaitu Islam yang tidak ada penambahan dan pengurangan sama sekakali. Khususnya saya sebagai mahasiswa Ilmu Politik melihat hanya ada 2 partai politik di Indonesia yang memiliki ideologi yang jelas yakni PDI dengan Ideologi Nasionalisnya, dan PKS dengan ideologi Islamnya.


Dan yang Keempat, Opini Publik


Opini publik sangant menentukan apakah citra yang didapat suatu partai bisa buruk atau bagus dimata masyarakat. Baru baru ini memang PKS mendapat opini kurang baik dari berbagai kalangan karena kasus suap yang menimpa mantan Presiden partainya. Tapi setelah kasus tersebut seakan PKS bangkit dengan cepat sehingga setiap hari malah mendapat opini bagus dari berbagai kalangan. Masyarakat menilai PKS bagus karena tata cara kelola partainya cukup baik. Dalam jangka waktu kuran dari 24 jam, PKS berhasil memiliki Presiden baru. Pergantian yang sangat cepat ini pun membuat terkejut masyarakat dan menunjukan bahwa PKS adalah partai yang cepat dalam mengatasi masalah. Ditambah lagi banyak sekali masyarakat yang berbondong bondong datang untuk menjadi kader PKS karena mereka menganggap PKS adalah memiliki kaderisasi yang bersih.

Kesimpulan dari analaisis dan opini diatas adalah jika partai bisa memenuhi 4 hal tersebut berarti partai tersebut sehat dan pantas menjadi memimpin bangsa ini. PKS telah membuktikannya dengan konsep kakderisasi yang solid PKS mampu kuat ditengah badai tsunami politik yang menimpanya. dari opini diatas pula bisa dilihat PKS berhasil membangun sebuah derajat kesisteman yang cukup tangguh yang dimana memiliki kader kader yang solid sehingga kader kader tersebut bisa menjalankan mesin partai dengan semestinya.


Pandu Wibowo

*pks-jakarta.or.id

posted by @A.history

"Dihina, Difitnah, Dicemooh, Biarkan Saja!!!" | Nasihat Hasan Al Banna












Berbagai organisasi akan membicarakan kalian. Jika mereka membicarakan kalian dgn baik maka bersyukurlah kepada Allah dan hendaklah omongan-omongan tersebut jangan sampai mengaburkan kalian dari kebenaran serta hakikat kalian. Adapun jika pembicaraan tersebut tidak sesuai dan tidak baik maka minta maaflah, dan tunggulah hingga zaman membuka hakikat yg sebenarnya.

Janganlah kalian balas dosa itu dengan dosa yang sama. Sekali-kali janganlah kalian disibukkan untuk membalas omongan-omongan tersebut, karena hanya akan menyia-nyiakan kesungguhan kalian. Yakinlah bahwa semua itu tidak akan membuat kalian gentar dan mundur, juga tidak akan merusak kalian, jika kalian bersabar dan bertakwa. Yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Kalian juga akan mendengar berbagai organisasi menuduh kalian berhubungan dengan organisasi-organisasi yang kalian benci dan musuhi. Tidak usah diperhatikan semua itu, dan janganlah kalian berusaha untuk menanggapi atau mengklarifikasinya, karena seorang penuduhlah yang harus memperlihatkan bukti kebenaran tuduhannya. Dalam hal ini, permasalahannya tidak keluar dari dua kondisi.

Pertama, jika tuduhan itu benar dan sungguh-sungguh maka mereka akan berusaha membuktikannya. Dan dalam rangka mencari pembuktian itulah mereka justru akan mengetahui hakikat dakwah kalian; bahwa kalian hanya berhubungan dengan Allah dan Rasul-Nya, dan kalian hanya beramal demi Islam serta penganutnya.

Kedua, adapun jika tuduhan itu hanya main-main maka hal itu sedikit pun tidak akan merusak kalian. Biarkanlah mereka dengan tuduhan itu, lalu mohonlah agar Allah memberikan kita semua hidayah dan kemenangan.*

*Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah Mu'tamar As-Sadis


posted by Adimin

Ormas Berperan Bantu Program Pemerintah


PADANG - Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP membuka kegiatan pemberdayaan Ormas oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik di Hotel Grand Sari, Kamis (28/3/2013). Kegiatan pembinaan tersebut diikuti sekitar 125 orang, satu hari. Peran ormas ini sangat diperlukan pemerintak sebagai perpajnagn tangan dalam berbagai kegiatan dan informasi pada masyarakat. Namun ada juga ormas yang disalahgunakan untuk mendukung kegiatan separatis yang mengancam disintegrasi bangsa. Belum lagi pemanfaatan ormas sebagai sarana legalisasi gerakan kelompok - kelompok penekan dan gerakan massa yang melanggar hukum.
 Keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) seharusnya membantu program pemerintah dalam pembangunan bangsa dan negara. Jangan sampai menciptakan kekacauan di tengah masyarakat. Terkada malah ormas dijadikan sarana persemaian ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, menjadi alat dalam proses liberalisasi sistem sosial kemasyarakatan Indonesia, sebut Mahyeldi.
Jadi, terdapat beberapa masalah penyalahgunaan dan penyimpangan organisasi kemasyarakatan, diantaranya dijadikan sarana tindak pidana lainnya seperti korupsi, penyelundupan, pemerasan, penipuan, penggelapan dan lain sebagainya. Malahan ada pula ormas/LSM menjelma menjadi lembaga nirlaba yang tidak lagi sesuai  dengan tujuan dibentuknya, misalnya bertindak sebagai penegak hukum, premanisme, melakukan penyelidikan di kantor - kantor instansi pemerintahan, sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban umum, kata Mahyeldi.
Lemahnya manajemen organisasi kemasyarakatan itu, sehingga akan mudah dirasuki kepentingan tertentu yang tidak relevan dengan tujuan mulia sebuah Lembaga Sosial Kemasyarakatan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah menyiapkan langkah strategi, menata kehidupan ormas. Cara memperbaikinya melalui sistem prosedur pendaftaran ormas dengan Permendagri No 33 tahun 2012 tentang pedoman pendaftaran ormas. Dan mengembangkan sistem pengawasan, monitoring dan evaluasi terhadap ormas serta mengevaluasi kinerja ormas serta mengembangkan program kemitraaan dengan pemerintah, masyarakat dan ormas itu sendiri. (*)
*padang.go.id
posted by @A.history

PKS Siapkan 15.462 Bakal Calon Legislatif


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyiapkan 15.462 bakal calon legislatif untuk pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota. Sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), para bakal caleg tersebut akan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk uji kelayakan. 
"Seluruh caleg tersebut saat ini tengah menyiapkan berbagai persyaratan administratif untuk didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik tingkat pusat maupun daerah secara serentak pada tanggal 9 April 2103 mendatang," ujar Presiden PKS Anis Matta dalam keterangan pers, Selasa (2/4/2013).
Dalam rapat DPP yang diperluas dengan menyertakan pengurus wilayah dari 33 provinsi, Anis menyatakan seluruh bakal caleg PKS tersebut sebelumnya telah melalui tahapan verifikasi internal partai yang cukup ketat. Dari total jumalh bakal caleg tersebut, sebanyak 476 orang merupakan bakal caleg DPR; 1,816 orang untuk DPRD Provinsi; dan 13,170 untuk Kabupaten/kota. 
Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini juga mengatakan caleg PKS merupakan usulan kader dari tingkat bawah yang disertai dengan penilaian atas penguasaan dasar perjuangan partai serta penerimaan bakal caleg tersebut di tengah masyarakat. 
"Nantinya melalui KPU kami juga meminta masukan masyarakat atas caleg asal PKS. Inilah saatnya menguji komitmen para caleg terhadap kepentingan rakyat," imbuhnya. 
Dalam rapat pleno tersebut, Anis meminta seluruh struktur untuk mendaftarkan bakal caleg ke KPU di hari pertama pendaftaran yaitu tanggal 9 April pekan depan. Secara umum, menurut Anis, PKS tidak menemui kendala dalam memenuhi persyaratan caleg yang ditetapkan KPU. 
"Stock kader PKS melimpah ditambah dengan unsur-unsur tokoh yang sejalan dengan garis perjuangan partai, maka kami tidak kesulitan memenuhi jumlah maksimal dengan kualitas caleg yang mumpuni pula," ujar Anis.
Terkait keterwakilan perempuan, Anis menyatakan PKS sudah memenuhi kuota 30% caleg perempuan dan dalam urut zipper seperti arahan  KPU. 
"Sejak Pemilu 1999, PKS selalu memenuhi kuota perempuan, maka Pemilu 2014 pun tetap terpenuhi kuota tersebut," pungkas Anis.

posted by @A.history

Konsolidasi Pengurus, DPC PKS Padang Selatan Siap Menangkan Dakwah

Written By Unknown on 01 April, 2013 | April 01, 2013


Untuk menjadi pemenang serta mencapai target menjadi tiga besar pada pemilu 2014 nanti bukanlah hal yang mudah. Target PKS dari pusat ini harus ditopang oleh semangat dan kerja keras kader di seluruh pelosok negeri.

Kader dituntut untuk selalu bekerja, berbaur serta berkontribusi untuk masyarakat. Sebagai partai dakwah tentu kontribusi nyata di tengah masyarakatlah yang akan membawa kemenangan PKS dalam kancah persaingan perpolitikan di tanah air.

Dalam mewujudkan itu semua perlu disusun rencana strategis agar program yang dijalankan benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Selain itu penyerapan aspirasi masyarakat mutlak dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat kepada Partai Dakwah ini.

DPC PKS Padang Selatan dan jajaran DPRa yang merupakan penyokong gerakan dakwah PKS Kota Padang menggelar acara silaturrahim bersama anggota DPR RI Fraksi PKS, Ust. Hermanto dan Ketua DPD PKS Padang Ust. Muhidi. Acara ini dilaksanakan Minggu (31/03) di Kantor DPC PKS Padang Selatan Jl. Pasar Mudik No. 4. Kegiatan yang digelar setelah Shalat Ashar ini adalah untuk berdiskusi dan menampung aspirasi dari pengurus DPC dan DPRa se-Padang Selatan.

Dalam sambutannya, Ust. Hermanto menyampaikan bahwa “kegiatan hari ini adalah untuk mewujudkan program DPP, pada akhir pekan anggota dewan pusat diminta untuk aktif turun kedaerah pemilihannya guna menyerap aspirasi dan juga memberikan info-info terbaru terkait PKS di pusat. Selain itu, agar struktur di daerah, baik di tingkat kecamatan dan ranting agar tetap solid dan semangat meski dengan berbagai terpaan isu yang menimpa PKS di pusat sekarang,” imbuhnya.

Setelah penyampaian dari Ust. Hermanto, kemudian dilanjutkan sambutan oleh ketua DPD PKS Padang, Ust. Muhidi, di hadapan seluruh pengurus DPC dan DPRa beliau menyampaikan dua point penting. Pertama, tentang Pemilukada Bulan Oktober 2013, PKS Padang Insya Allah mengusung kadernya sendiri Ust. Mahyeldi sebagai calon Walikota Padang. Kedua, untuk Pemilu 2014 nanti PKS menetapkan target 13 kursi atau 30 persen dari total 45 kursi DPRD Padang. Targetan-targetan ini akan tercapai tentunya dengan kerjasama kita bersama, untuk itu perlu kerja ikhlas dan usaha yang maksimal, selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT”, ujar beliau.

Sambutan yang disampaikan oleh Ust. Hermanto dan Ust. Muhidi membakar semangat pengurus yang hadir. Acara konsolidasi dilanjutkan dengan sesi diskusi, dalam sesi ini berbagai pertanyaan disampaikan pengurus DPC dan DPRa. Salah satu saran dari pengurus DPRa kelurahan Rawang yang menyampaikan terkait Pemilukada yang berlangsung Oktober nanti, karena jadwalnya juga dekat dalam bulan ramadhan, maka kegiatan-kegiatan keislaman yang menghidupkan masjid agar lebih semarak dilakukan.

Selain itu dari DPRa kelurahan Pasar Gadang, menyampaikan bagaimana agar Ust. Mahyeldi bisa lebih aktif turun di kelurahan tersebut supaya masyarakat mengenal sosok beliau yang akan maju sebagai calon Walikota Padang. Acara konsolidasi yang digelar hingga pukul 18.00 WIB oleh DPC PKS Padang Selatan membawa semangat agar terus bekerja bagi seluruh pengurus untuk memenangkan pertarungan dakwah.

Insya Allah...

PKS Menang... PKS Menang... PKS Menang...

Tiga Besar.. Tiga Besar... Tiga Besar...


posted by @A.history

Hidayat Nur Wahid: PKS Siap Aturan Baru KPU



TRIKNEWS.com – Inilah aturan baru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Aturan itu terkait Penerapan KPU tentang keterwakilan perempuan minimal 30 persen di tiap daerah pemilihan (dapil) menuai polemik. Sanksinya pun tak tanggung-tanggung, langsung dibatalkannya parpol di dapil tersebut.

Para tokoh partai ada yang pro kontra soal aturan baru KPU. Tapi bagi PKS, siap jalankan aturan KPU tersebut. Kesiaan PKS ini dilansir Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) di gedung DPR Senayan, Jakarta.

"Secara prinsip kita siap, bahkan tahun lalu dan sejak Pemilu 2004 sampai 2009 kami bisa penuhi 34-35 persen. Bagi kami tak masalah," kata HNW optimis, Senin (1/4).

Bagi Hidayat, aturan KPU tersebut memang rentan gugatan. Pertama, sambung HNW,  tidak secara definitif diatur dalam undang-undang, juga belum tentu semua parpol siap memenuhi.

"Sanksi pembatalan di satu dapil itu tidak definitif diatur dalam Undang-undang, dan itu mengugurkan kedaulatan rakyat. Saya khawatir parpol yang tak mampu penuhi syarat itu menggugat KPU, akhirnya KPU tidak konsen," ungkapnya.

Aturan keterwakilan minimal 30 persen perempuan bagi tiap parpol di dapil tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 7 tahun 2013. Aturan ini menuai polemik soal sanksi yang diberlakukan yaitu parpol tak bisa mengajukan caleg pada dapil yang tak memenuhi syarat tersebut.

Komisi II DPR merekomendasikan agar KPU mengubah aturan yang dinilai tidak secara eksplisit diatur dalam undang-undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu itu. Tampaknya ini pekerjaan rumah para elit partai, agar siap menerima aturan main KPU. (RAM)



posted by @A.history

Kreatif, PKS Sosialisasikan Nomor Urut Dengan Boneka Danbo


Makassar, Seruu.com - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan tidak pernah kehabisan ide kreatif dalam mensosialisasikan nomor 3, sebagai nomor urut partai tersebut. Setelah sukses dengan Harlem shake di youtube, kader PKS kembali beraksi, Minggu(31/3) kemarin.

Boneka Danbo tersebut menyapa warga Tamalanrea, tepatnya di perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Boneka tersebut mendatangi warga setempat guna mensosialisasikan PKS dengan nomor urut 3.

Menurut ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Makassar, Hasan Hamido, aksi boneka bando merupakan satu dari banyak cara yang akan dilakukan PKS melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. “Kader PKS selalu punya ide kreatif, boneka Danbo ini adalah salah satunya," kata Hasan Hamido, pagi tadi.

Rencananya, kata Hasan, sosialisasi boneka Danbo itu akan dilakukan secara progresif dan massif di 14 kecamatan di Makassar.

Sementara itu, Humas Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel, E.Z Muttaqien Yunus mengatakan, kegiatan sosialisasi boneka danbo merupakan kegiatan yang serentak dilakukan di beberapa daerah di Indonesia dengan berbagai cara. “Kami ingin memperkenalkan PKS dengan cara yang menarik.” Kata pria yang akrab disapa Aking.

Boneka Danbo versi PKS ini dimainkan oleh seorang kader PKS Makassar yang memakai kostum danbo yang terbuat dari kardus, di bagian depan dan punggungnya tertempel logo PKS, boneka tersebut keliling menyapa masyarakat sambil membagikan boneka danbo ukuran kecil. Sambutan masyarakat cukup antusias, itu bisa dilihat dari banyaknya permintaan foto bersama Danbo PKS.

Danbo adalah kependekan dari Danboard, dibuat dari kertas karton board. Boneka ini adalah kreasi dari Azuma Kiyohiko seorang komikus serial manga Yotsuba, Jepang. Bentuk boneka ini sangat unik, yaitu action figure dengan penampilan seperti manusia dengan ukuran mini 7 cm dan 13 cm. [HSB]

Sumber : www.pks.or.id


posted by @A.history

Ini yang Membuat PKS Disegani


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hanya menduduki peringkat ke-4 dalam pemilihan umum (pemilu) tahun 2009. Namun, pada saat ini, dengan target tiga besar di pemilu 2013 menjadikannya partai yang disegani oleh lawan ataupun kawan politiknya. Apa buktinya?


Yang paling anyar adalah peristiwa kriminalisasi presiden partai Lutfi Hasan Ishak oleh KPK yang berujung dengan penggantiannya oleh Anis Matta.Penggantian ini tanpa makan waktu lama, tanpa ada huru-hara internal, berbiaya murah tanpa KLB, dan bahkan meningkatkan soliditas kader. Hasil jangka pendek yang tampak adalah dimenangkannya pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Ini semestinya harus dicermati oleh masyarakat bahwa mengapa kapal PKS mampu melalui badai tornado itu dengan mulus, tak seperti tetangga sebelahnya. Mengambil kata pengamat perpolitikan, PKS mempunyai manajemen konflik yang luar biasa. Salah satu sebabnya adalah karena para kader tsiqah (percaya) betul terhadap para pimpinannya. 

Para kader percaya pimpinannya tidak sejahat apa yang digambarkan oleh media. Para kader percaya bahwa sang presiden partai terpilih khususnya atau para qiyadah lainnya (pemimpin) secara umum adalah orang-orang yang tidak akan membawa gerbong penuh berisi kader itu ke dalam jurang kehancurannya. Modal percaya dari para kader itulah yang tidak dimiliki oleh partai lainnya. Sehingga yang terjadi adalah rebutan kursi kepemimpinan, rebutan pengaruh, dan rebutan menjadi sengkuni-sengkuni. 

Mengapa para kader itu begitu percaya kepada para pimpinannya? Karena para kader yang dibina setiap pekannya itu tahu dan paham betul bahwa apa yang mereka lakukan adalah dalam kerangka dakwah. Dalam dakwah, merasa ragu dengan keputusan-keputusan qiyadah adalah salah satu tanda yang menunjukkan lemahnya komitmen terhadap dakwah, karena keraguan selalu disertai dengan buruk sangka. Dan buruk sangka mendorong timbulnya permusuhan, pertentangan, dan perpecahan. Muaranya adalah lemahnya barisan dakwah.  Itu yang tidak diinginkan mereka.

Kepercayaan itu muncul dari rasa ikhlas, cinta dan penghargaan, penghormatan, serta ketaatan. Pihak eksternal akan memandang hal ini sebagai sebuah garansi kosong yang bernama taklid buta. Tapi tentu saja beda antara tsiqah dengan taklid itu. Karena tsiqah selalu diawali dari pemahaman, sedangkan taklid tidak.

Sebaliknya, dengan mendapatkan keutamaan sedemikian rupa ini,  qiyadah dituntut untuk memberikan kewajiban-kewajiban yang harus mereka berikan kepada para kadernya: keteladanan. Ini sejatinya lalu membentuk ikatan soliditas dan militansi luar biasa yang ditunjukkan para kader dan pimpinannya dalam setiap perhelatan pemilu ataupun pilkada. Kisah-kisah heroiknya begitu mudah ditemukan dan dibaca.

Saat ini, dengan semangat tempur yang tinggi PKS seperti pasukan Shalahuddin Al Ayyubi yang hendak merebut Yerusalem atau seperti pasukan Muhammad Al Fatih yang akan menaklukkan Konstantinopel. Dan waktu telah membuktikan bahwa sulit merontokkan kadar kepercayaan kader PKS kepada pimpinannya. 

Ayah K. Fathiya A

Sumber : Islamedia

posted by @A.history

Mahyeldi, Anak Kampung yang Dekat dan Melayani


Padang - Terlahir dari keluarga sederhana pada 25 Desember 1966, H. Mahyeldi kini menjadi orang nomor dua di ibukota provinsi Sumatera Barat sebagai Wakil Walikota Padang. Tidak ada yang menduga ia akan menjadi seorang pemimpin penting. Hal itu karena kesederhanaan, kepedulian dan sifat melayani yang selalu melekat dalam kesehariannya.


Kendati telah menjadi orang nomor dua di Kota Padang, Mahyeldi senantiasa menyapa warga dengan santun. Bahkan ia spontan membuka kaca mobilnya jika kebetulan bertemu orang-orang ketika melakukan banyak kegiatan.


Sosok yang akrab dipanggil buya tersebut, tanpa sungkan dan ragu berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat. Ia memahami hakikat jabatan yang dipercayakan hari ini adalah amanah masyarakat. Untuk itu sudah seharusnya seorang pemimpin menjad figur terdepan dalam melayami masyarakat.


Baginya sudah saatnya menghapuskan paradigma bahwa seorang pemimpin adalah penguasa dan harus dilayaninya. Selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang, sosok yang ramah dan mudah senyum itu konsen dengan ekonomi kerakyatan. Mahyeldi mengagas berdirinya Koperasi Jasa Keuangan Syariah, suatu lembaga koperasi yang memberi akses permodalan dan lapangan kerja bagi warga Padang.




PANDANGAN TOKOH TERHADAP H. MAHYELDI



PRIBADI YANG TENANG




Mantan Wali Kota Padang  periode 1993-2003, Zuiyen Rais menilai Mahyeldi merupakan Sosok yang tenang dan memiliki gagasan yang bagus. Dalam menyampaikan pemikiran Mahyeldl menyampaikan dengan sistematis dan tidak melompat-lompat. Zuiyen mengaku pertama Kali kenal dengan Mahyeldi ketika 2003. Saat itu Mahyeldi dikenal sebagai politisi dari Partai Keadilan Sejahtera.  

Zuiyen menilai Mahyeldi termasuk pasangan kepala daerah yang akur dengan pasangannya. Bukan rahasia umum lagi, banyak ditemukan pasangan kepala daerah yang tidak sejalan, Mereka hanya akur satu tanun pertama dan tahun berikutnya Sudan jalan sendiri-sendiri. Manyeldl bisa menempatkan diri sebagai wakil yang baik Wali Kota Padang Fauzi Bahar. la dapat menerjemahkan perintah yang diberikan wali kota serta dapat berbagi tugas. Selama ini belum pernah terdengar diantara keduanya berselisih paham atau mengalami ketidakcocokan.

Jika Mahyeldi diusulkan sebagai calon pemimpin Kota Padang Zuiyen menilai, yang bersangkutan telah memiliki bekal yang cukup baik dibidang pemerintahan. Menurut Zuiyen calon kepala daerah harus punya bekal di bidang pemerintahan, dan pengalaman selama lima tahun menjabat sebagai wakil walikota sudah cukup memadai untuk memimpin Kota Padang ke depan.

SEDERHANA DAN BERSAHAJA
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno punya kesan tersendiri dengan Mahyeldi. la mengaku pertama kali kenal dan bertemu dengan Wakil Wali Kota Padang tersebut ketika Mahyeldi masih bersekolah di SMA Negeri 1 Bukittinggi sekitar 1980. Waktu itu Irwan yang berstatus mahasiswa pulang kampung dan menggelar pesantren kilat untuk pelajar SLTA dimana Mahyeldi menjadi salah satu pesertanya.

Sejak saat itu Mahyeldi rajin mengikuti kegiatan pembinaan keislaman yang digelar rutin. Saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar  2004-2009, lrwan menilai kiprah Mahyeldi cukup baik. la dikenal serius dalam menjalankan tugas dan berani mengambil sikap. Salah satunya ketika ia menolak mobil dinas yang mahal dan memlilih mobil Jenis Minibus sebagai pimpinan DPRD. Mahyeldi juga cepat belajar dan beradaptasi dengan lingkungan baru serta memiliki kemampuan kerjasama yang baik.

Ke depan lrwan berpesan jika Mahyeldi diusulkan sebagai calon pemimpin Kota Padang, tugas pertama yang harus diprioritaskan adalah membuat program mitigasi bencana. Lalu membenahi pasar raya Padang, membangun terminal dan menciptakan  suasana yang kondusif di masyarakat.

PUNYA INTEGRITAS DAN KAPASITAS
Akademisi Universitas Andalas Efa Yonedi, Ph. D menilai sebagai pemimpim Mahyeldi memiliki integritas dan kapasitas. Syarat utama yang dibutuhkan seorang pemimpin adalah memiliki integritas. Berdasarkan pengamatannya, Mahyeldi memiliki hal itu.

Selain itu, syarat penting yang juga harus diperhatikan adalah kapasitas. Berdasarkan pengalaman Mahyeldi memliki leadership yang kuat. Ia dikenal aktif dalam berorganisasi dan pada beberapa kesempatan terpilih sebagai ketua.

Misalnya, Mahyeldi terpilih sebagai ketua DPW PKS Sumbar dan berhasil membawa partai itu mendapat suara yang signifikan di Ranah Minang. Yang perlu dilakukan Mahyeldi adalah memperkuat visi ekonomi untuk membawa Padang sejajar dengan daerah lain dengan membentuk tim yang tangguh. (*)

Sumber : Harian Umum Independen Singgalang

posted by @A.history

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger