pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kepada PKS Represif, Kepada Anas Dan Andi KPK Tertunduk Takut, Sesumbar Ketua KPK Letoy!

Written By Unknown on 12 May, 2013 | May 12, 2013



Oleh: Abu Jaisy

Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad. Kepada Tersangka Korupsi Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng, sangat bertolak belakang dengan ucapannya dengan PKS.

Andi Mallarangeng yang sudah lebih dari enam bulan menjadi tersangka KPK, masih saja bebas kemana saja. Sama dengan Anas Urbaningrum yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, malah bisa bebas melakukan wisata dan kuliner di Bali.

Abraham Samad mengatakan akan menahan Andi dan Anas "Kalau hasil auditnya sudah lengkap, kami akan tahan," katanya usai seminar bertajuk Peranan Penegak Hukum dalam Perlindungan dan Pengembalian Aset Negara yang Diambil secara Melawan Hukum itu.

Laporan BPK berapa tahun akan selesai? Tidak secepat LHI yang katanya tertangkap tangan, padahal ia tidak pernah mendapatkan uangnya. Langsung diproses, LHI ditangkap langsung di kantor DPP PKS ketika sedang rapat. Lantaran laporan Ahmad Fathanah yang mengatakan akan memberikan uang ke LHI.

Hanya berbekal laporan, Ahmad Fathanah dan bukti rekaman bohong yang dilontarkan Johan Budi, LHI langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap.

Sedangkan, Nazaruddin sendiri yang telah membuat berbagai pernyataan dan mengait-ngaitkan pejabat negara, juga seperti Jubir KPK, Johan Budi. Yang juga dikaitkan oleh Nazaruddin, tidak segempar pernyataan Ahmad Fathanah terhadap LHI.

Bahkan dengan cepat KPK akan menyita mobil-mobil tanpa disertai surat penyitaan, namun ketika ditolak. KPK berang, hingga membuat berbagai pernyataan, sampai-sampai ketua KPK Abraham Samad menyataan akan lebih represif lagi kepada PKS. "Insya Allah ke depan akan dilakukan upaya lebih represif," katanya.

"Dengan kesadaran hukum, partai politik yang memahami hukum, maka PKS harus menghormati hukum," kata Abraham. 

Namun KPK sendiri tidak menghormati hukum dengan tidak membawa surat penyitaan yang sah. Bahkan tidak mengetahui mobil-mobil mana saja yang akan disita. Malahan tim KPK dengan emosi mengatakan bahwa "besok gedung DPP PKS ini bisa saya segel."

Mari melihat bagaimana KPK sangat represif kepada PKS, tetapi kepada Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum, mereka seperti ayam sayur. Bahkan kerugian negara yang sudah jelas-jelas besar, masih saja perlu menunggu laporanBPK.

Berbagai kasus besar yang jelas merugikan negara saja masih nunggak di KPK, seperti Century, BLBI, kasus PON, Hambalang. Masih ingatkah denganpertanyaan Ketua KPK, Abraham Samad. Saat dia baru dilantik menjadi ketua KPK? Ingatkah, Abraham Samad sesumbar bahwa jika ia akan menuntaskan kasus-kasus besar seperti Century dan Hambalang dalam waktu satu tahun. Jika ia gagal, maka ia akan pulang kampung. Saat itu Abraham Samad dilantik pada 16 Desember 2011. Bukankah sekarang sudah lebih setahun? Lalu bagaimana kita minta pertanggung jawaban dari pernyataan Abraham Samad?

Orang KPK yang saat ini sama saja, sudah tidak mampu lagi diharapkan, karena ternyata dari ketua KPK sampai jubir KPK, ternyata adalah orang-orang yang pembohong dan tidak amanah dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana ucapan Ketua KPK, Abraham Samad yang akan mundur. Hanya Pembohong Besar!!!

Perlu diingat, jumlah kerugian negara untuk Kasus BLBI sebesar Rp. 600 Triliun, Kasus Century adalah Rp 6700 Milyar, Untuk Kasus PON Rp 2,2 Triliun, untuk Kasus Hambalang Rp 243 Milyar, Kasus Simulator SIM Rp 121 Milyar, tetapi kasus LHI? Negara jelas tidak mendapatkan kerugian apapun, kecuali hanya dugaan Suap kepada LHI yang ternyata sulit dibuktikan, selanjutnya diarahkan bahwa LHI melakukan penyalahgunaan kekuasaan, tak mampu dibuktikan oleh KPK hingga akhirnya dialihkan dengan dugaan pencucian uang. KPK dengan jelas melakukan upaya sekedar duga-duga pada kasus apa yang cocok untuk dilekatkan kepada LHI.

Opini publik ternyata sudah terlanjur percaya bahwa LHI melakukan korupsi, sedangkan KPK sendiri tidak mampu membuktikan dimana letak kerugian negara dan peran LHI dalam melakukan upaya korupsi. Kecuali hanya sekedar duga-duga dan melakukan berbagai kebohongan publik, seperti Jubir KPK, Johan Budi berbohong bahwa ada rekaman antara Mentan dan LHI yang akhirnya dibantah sendiri oleh Ketua KPK, Abraham Samad. Bahwa tidak ada rekaman yang dimaksud Johan Budi.

Johan Budi juga berkali-kali mengatakan Ahmad Fathanah adalah kader dan petinggi PKS, tetapi nyatanya Ahmad Fathanah bukan seorang kader atau petinggi PKS. Istri Ahmad Fathanah sendiri menyangkal bahwa Ahmad Fathanah adalah kader PKS. Dan seluruh pimpinan dan kader PKS juga tidak pernah mengenal siapa Ahmad Fathanah.

Ini benar-benar upaya pembunuhan karakter terhadap PKS, walaupun berkali-kali Jubir KPK, Johan Budi. Mengatakan tidak ada hubungannya dengan PKS, tetapi ini sudah sangat jelas ada upaya menghancurkan PKS dengan berbagai peran opini media sehingga terbentuk opini publik untuk menjatuhkan PKS.

Negara dengan uang rakyat telah membayar gaji seluruh pegawai KPK dengan gaji perbulan sebesar Rp 63-70 Juta sesuai dengan PP 36/2009.

Dengan gaji sebesar itu, layak-kah KPK hanya mengurusi “penghancuran” kepada PKS? Sedangkan kader-kader PKS, juga termasuk rakyat Indonesia yang juga ikut membiayai gaji pegawai KPK.

Dengan gaji sebesar itu, tentu yang dimaksud adalah membongkar berbagai kasus besar, seperti BLBI, Century, PON, Hambalang, dsbnya. Kasus-kasus yang nyata memakan banyak kerugian negara, KPK malah lamban dan tidak jelas kelanjutannya, sedangkan kasus-kasus kecil yang dibawah 100 milyar, KPK dengan berlagak seperti Jagoan, bahkan sampai melakukan kejar-kejaran di sebuah stasiun mirip adengan film-film action.

Beginikah kinerja KPK? Hanya berani terhadap kasus-kasus kecil, bahkan kasus yang tidak jelas seperti kasus LHI? Sedangkan kasus mega skandal tidak mampu mereka pecahkan hingga saat ini. Sesumbar KPK hanya sekedar "Semangat Besar Tetapi Tenaga Letoy". Jadi, slogan KPK “Berani, Jujur, Hebat” ini hanya untuk kasus-kasus kecil. Tetapi slogan ini akan beralih menjadi “Letoy, Pengecut, Mandul” jika KPK berhadapan dengan kasus korupsi mega skandal.

* Suaranews


posted by @A.history

Kalau Fathanah Ngomong Langsung Ditindak Lanjuti, Kalau Anas Ngomong SBY Terlibat Kasus Century, KPK Berani?



Selain mengantongi empat nama baru yang diduga relevan sebagai informan kasus bailout Bank Century, tim kecil kasus bailout Century yang berkunjung ke rumah Anas Urbaningrum juga mendapatkan sejumlah informasi penting lainnya.

"Contohnya yang sederhana, misalnya soal pertanyaan publik apakah Pak Presiden peroleh informasi yang terus menerus soal bailout," kata anggota tim kecil Century Hendrawan Supratikno yang juga anggota Komisi VI DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (4/3).

Terkait hal itu, lanjut Hendrawan, Anas meminta Timwas Century di DPR untuk membongkar lagi arsip-arsip lama, untuk mencari 'serpihan' kebenaran, dan merangkumnya menjadi sebuah alur cerita Century yang utuh.

"Jadi ada fakta yang terlewatkan, yang oleh Timwas tidak dianggap penting tapi ternyata dengan cara pandang berbeda, itu sedikit penting," lanjutnya.
Menurut Hendrawan, Anas ingin menjelaskan semua yang dia ketahui soal Century, termasuk dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Halamannya belum selesai," kata Hendrawan menirukan omongan Anas.
Namun nyatanya Anas belum memiliki bukti terkait campur tangan presiden. Di hadapan tim kecil Century, Anas mengaku masih mengusahakan dan mencari bukti-bukti terkait.

Anas menginginkan tidak sekali ini saja tim kecil Century berkunjung ke rumahnya. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu ingin ada kunjungan pararel.

"Artinya kita diskusi banyak. Ada sesuatu, ada banyak hal penting yang disampaikan Mas Anas," kata Hendrawan.

Mengingat kasus Century dekat kaitannya dengan permainan para elite politik, Timwas mengaku tidak akan terlibat dan menjadi alat permainan Anas.
"Tim kecil seperti Kerbau dicocok hidungnya (taat pada Timwas)," terangnya.(mk)

*Suaranews


posted by @Adimin

PKS: Ahlan Wa Sahlan, KPK. Jangan Lupa Bawa Surat!



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempersilakan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengambil mobil yang terkait kasus yang melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) di kantor DPP PKS. PKS menegaskan mendukung langkah-langkah KPK dalam menegakan hukum sepanjang sesuai prosedur yang berlaku. 

"Ahlan Wasahlan KPK. Segera datang, kami senang," ujar Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Jumat (10/5/2013). 

Muzammil mengatakan dalam penyitaan mobil yang terkait kasus LHI di kantor PKS, KPK tidak perlu mengancam akan melibatkan aparat kepolisian atau TNI. Karena sangat tidak wajar dan mubazir. Menurut Muzammil, lebih cepat lebih baik. 

"Bawa suratnya, petugas resmi, bertemu pengacara, sehingga jelas berita acaranya. Kami akan menghormati dan mendukung cita-cita KPK untuk memberantas korupsi," tambahnya. 

Ketua DPP PKS Bidang Kehumasan, Mardani Ali Sera menambahkan PKS sama sekali tidak berniat untuk melawan KPK apalagi menghalangi penegakan hukum yang dilakukan KPK. 

"Kami Bukan Penjahat! Kesalahan LHI belum dibuktikan di pengadilan. Perlakukan sebagai warga negara. Karena itu ada prosedur.Tidak ada PKS melawan KPK! KPK dan PKS sama-sama manusia, bisa salah. Mari kita kontrol bersama-sama," imbuh Mardani.

Bahkan menurutnya, kalaupun gedung DPP PKS juga ingin disita, PKS tidak mempersoalkan sepanjang sesuai prosedur hukum yang jelas. "Mari beretika dalam penegakan hukum bersama-sama. Mari tegakkan hukum dengan cinta kasih. Mari tegakkan hukum dengan penuh etika. Mari tegakkan hukum dengan adab," tuturnya. 

Sementara itu, Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengatakan PKS tidak pernah tidak kooperatif sedikitpun sebagai institusi. Sebetulnya sejak saat penjemputan LHI pun PKS bisa saja melakukan penolakan. Namun karena KPK datang dengan membawa surat dan penyidik yang datang menemui pimpinan yang berada dalam gedung, maka kewajiban dan hak KPK sebagai penegak hukum dipenuhi PKS. 


*Islamedia

posted by @A.history

Politisi PKS: Aneh? Angie Sudah Divonis Korupsi Miliaran Tetapi Hartanya Tidak Disita KPK



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan juga pasal Tindak Pidana Korupsi Pencucian Uang (TPPU) terhadap tersangka koruptor dari Partai Demokrat dan sejumlah koruptor lainnya.

“Jadi dia sudah dinyatakan korupsi dan divonis tiga tahun. Misalnya Angie (Angelina Sondakh, kader Demokrat, Red.), hasil korupsi miliaran tidak disita. Ini menciderai rasa keadilan, sehingga kita harus support aparat untuk menerapkan UU TPPU tanpa tebang pilih,” tegas anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Indra, dalam diskusi “Uang Dicuri, Uang Dicuci”, di Jakarta, Sabtu (11/5).

Menurut Indra, selain mendorong KPK agar menjerat Angie, yang merupakan mantan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, PKS juga menanti mantan pejabat Demokrat lainnya, termasuk mantan Bendahara Umum MuhammadNazaruddin, untuk dijerat pasal TPPU.

“Sebenarnya, kita menunggu kasus lainnya, seperti Nazaruddin. Dia masih punya uang besar, sehingga masih bisa beli fasilitas khusus. Apakah ini kelalaian, kesengajaan, atau kegamangan?” tegas Indra.

Ia menilai, karena KPK dan aparat penegak hukum lainnya tidak menerapkan Undang-undang (UU) nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, maka ia mengamini keluhan Ketua KPK Abraham Samad.

“Sangat mungkin, kalau kemarin Abraham sudah ‘menyanyi’ (memberi pengakuan, Red.), bahwa banyak koruptor yang bolak-balik keluar dengan leluasa dari Lapas, kenapa? Ketika dia korupsi ratusan miliar uang itu tidak tidak disita,” ujarnya.

Karena hartanya tidak dirampas negara, maka terpidana koruptor masih mempunyai instrumen kekuasaan melalui dana yang dikuasainya, sehingga mampu mempengaruhi aparat negara dengan uangnya tersebut.

“Power untuk memperngaruhi aparat negara dengan uangnya, sehingga misalnya, penyidikan dipengaruhi agar pasal-pasal yang diterapkan menjadi ringan dengan power uang itu,” tandasnya.

Begitu pun dengan prosespenuntutan, imbuh dia, bisa diiterintervensi dengan uang hasil korupsi yang dimiliki, dan termasuk juga prosespersidangan. Tak hanya sampai di situ, tapi juga kalau sudah diputus pun koruptor bisa memngintervensi pihak Lapas melalui uang demi mendapatkan fasilitas atau perlakuan khusus.

“Apa yang dinyanyikan Abraham, itu sangat mungkin, dan saya mengamini. Ketika dia punya uang, maka dia masih bisa mempengaruhi oknum-oknum sipir, sehingga dapat fasilitas dan perlakuan istimewa keluar penjara. Bahkan saya dengar, ada yang ketemu di lapagan golf,” pungkasnya.(bp)

*Suara news

posted by @A.history

Cara Kerja Malaikat Maut

Written By Sjam Deddy on 11 May, 2013 | May 11, 2013




Sebagian Para Nabi berkata kpd Malaikat pencabut Nyawa. “Tdkkah kau memberi aba2/peringatan kpd manusia bhw kau dtg sbg malaikat pencabut nyawa shg mrk akan lebih hati-hati?”

Malaikat itu mnjawab. “Demi Allah, aku sdh memberi aba2& tanda2 yg sgt banyak berupa sakit, uban, kurang dengar, kurang penglihatan(utama ketika sdh tua). Semua itu peringatan bhw sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila setelah dtg aba2 tadi ia tdk segera bertobat & tdk mmpersiapkan bekal yg cukup, maka aku akan serukan kpdnya ketika aku cabut nyawanya: “Bukankah aku telah memberimu banyak aba2 & peringatan bhw aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adlh peringatan terakhir, setelah ini tdk akan dtg peringatan lainnya “ (Imam Qurthubi)

Nabi Ibrahim pernah bertanya kpd Malaikat maut yg mempunyai dua mata di wajahnya & dua lagi tengkuknya. “Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yg kau lakukan seandainya ada dua org yg mati di saat yg sama; yg satu berada di ujung timur yg satu berada di ujung barat, serta di tmp lain tersebar penyakit yg mematikan & 2 ekor binatang melata pun akan mati?”

Malaikat pencabut nyawa berkata:” Aku akan panggil ruh2 tsb, dg izin Allah, shg semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan lalu aku biarkan spt sebuah bejana besar & dpt mengambil yg mana saja sekehendak hatiku “(HR abu Nu’aim)


ORG MATI MENDENGAR TP TDK BISA MENJAWAB.

Rasullullah saw memerintahkan agar mayat2 org kafir yg tewas pd perang badar dilemparkan ke sebuah sumur tua. Lalu beliau mendatanginya & berdiri di hadapannya. Setelah itu, beliau memanggil nama mrk satu2: “Wahai fulan bin fulan, fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yg telah dijanjikan oleh Tuhan kalian utk kalian betul2 ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yg dijanjikan Tuhanku itu benar2 ada & terbukti.”

Umar lalu bertanya kpd Rasulullah. “Wahai Rasul, mengapa engkau mengajak bicara org2 yg sdh mjd mayat?”

Rasulullah menjawab. “Demi Tuhan yg mengutusku dg kebenaran, kalian mmg tdk mendengar jwban mrk atas apa yg tadi aku ucapkan, Tapi ketahuilah, mrk mendengarnya, hanya saja tidak dpt menjawab” (HR Bukhari Muslim


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/05/07/32757/cara-kerja-malaikat-maut/#ixzz2SsrVZzHc 



posted by @Adimin

Fahri Hamzah: Saya akan Bongkar Modus KPK




Jakarta: Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempolitisasi partainya.

Pembongkaran hubungan Ahmad Fathanah dengan sejumlah wanita tak lebih hanya permainan sensasi.

"Lihat saja kenapa Fathanah yang orang swasta dikaitkan dengan PKS sampai pacar-pacarnya  pun diungkap? Pemberian yang nilainya hanya jutaan diungkap? Mereka hanya  cari sensasi. Memangnya cuma Fathanah yang memberikan barang-barang seperti itu? Memangnya Nazaruddin atau yang lain tidak?" kata Fahri ketika dihubungi, Kamis (9/5).

Menurut Fahri, KPK tengah melempar bola liar. Lembaga antirasuah itu bukan lagi menjadi institusi hukum yang bisa dipegang. Dari 85 ribu kasus yang ada, KPK hanya mampu menuntaskan 100-150 kasus. Itu pun bukan angka yang valid karena itu jumlah berkas atau orang yang dipidanakan.

”Kalau kasusnya paling banyak lima saja. Mana sisanya? Kasus yang besar-besar seperti Century sampai saat ini tidak bisa selesai," sindir Fahri.

Fahri menyebut perlakuan berbeda KPK terhadap kasus lain yang jelas sudah terbukti di persidangan tapi tidak ditindaklanjuti. Sebut saja kasus Kemenakertrans, Tanjung Api-Api, impor kereta api, Hambalang, hingga Century.

"Kasus di Kemenakertrans juga tertangkap tangan dan ada orang dekat menteri yang juga tertangkap tangan dan terungkap dalam rekaman. Tapi sampai sekarang jalan di tempat. Orang dekat menterinya tidak ditahan seperti halnya Ahmad Fathanah yang bahkan hanya seorang calo seperti pengakuannya sendiri," ujar Fahri.

Fahri juga menegaskan saat ini pihaknya sudah mempelajari modus kerja KPK dalam menangani perkara. Ia berjanji akan membongkarnya.

"Tunggu saja, saya sudah memelajari semua modus permainan KPK. Pada saatnya nanti akan saya bongkar semua," pungkasnya.



http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/09/1/152380/Fahri-Hamzah-Saya-akan-Bongkar-Modus-KPK


posted by @Adimin

Apa Jadinya Jika Kebohongan Dibangun Untuk Menegakkan Keadilan Di Negeri Ini




Saya akan bebaskan LHI, kalau saya Abraham Samad

Drama politisasi KPK sangat terlihat jelas pada kasus LHI,ngak usah warga terpelajar,orang tua didesapun berkomentar, kalau begini cara KPK siapa lagi yang kita harapkan.

Mari kita lihat kasusnya dari awal,Pertama, Ketika berita penangkapan muncul isunya ikut ditangkap supir Mentan. Ternyata dibantah. Kedua, yang mau disuap adalah anggota komisi IV DPR dari PKS. Sekarang jadi LHI yg jelas2 Komisi I.Ketiga, jika kaitannya dengan daging impor, dan tudingannya diarahkan LHI bisa atur Mentan yg notabene kader PKS, jelas salah alamat. Pasalnya Mentan tak lagi mengatur impor daging. Impor daging quotanya yang mengatur Deperindag. Apakah LHI bisa atur Menperindag yg notabene org SBY. Keempat, disebutkan upaya penyuapan.LHI tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan uang itu untuk LHI. Apakah adil orang yang berupaya mau disuap dijadikan tersangka? Padahal dia bisa jadi tdk tahu ada upaya itu. Dan apalagi tidak menerima uang tersebut.

Begitulah awal kisah penangkapan LHI,tetapi apa boleh dikata Drama harus terus berlanjut walaupun banyak kejanggalan, karena ini katanya perintah bigbos.ditangkaplah LHI di kantor DPP PKS, menurut Johan Budi ini hanya pemanggilan tetapi tertulis disuratnya adalah penangkapan (kebohongan 1),

Jika hukum yang berhubungan dengan PKS harus segera dituntaskan kalau bisa semua orang PKS ditangkap,urusan bersalah atau tidak belakangan.
Karena katanya kata-kata KPK itu bagai firman Tuhan yang tidak akan pernah salah.

Sesaat setelah ditangkap Johan Budi langsung konprensi pers terkait penangkapan ini, bak seorang artis yang lagi naik daun Johan Budi mengungkapkan sudah ada 2 alat bukti,dan KPK persangkakan LHI terima suap Pasal 5, 11 dan 12 UU Tipikor. Hari berikutnya Johan menyebut ada rekaman percakapan antara LHI dan mentan untuk mengatur Kuota inport sapi. Dan yang digadang-gadang menjadi bukti berikutnya adalah pertemuan Medan. Pertemuan Medan yg disebut2 utk suap kuota impor Ternyata juga pepesan kosong. disana bukan soal suap tapi adu data antara Mentan dgn asosiasi importir. Mentan bilang persediaan daging cukup dan kuota tak perlu naik. Asosiasi minta kuota naik. Mentan menolak permintaan menaikkan kuota. Faktanya data kuota daging inport turun.

Satu bulan LHI dipenjara Rutan Guntur berkas juga belum selesai, bagaimana mau selesai berkas wong buktinya tidak didapaatkan KPK, akhirnya takut kehilangan muka karena kebohongan pertama maka KPK kenakan pasal pencucian uang utk LHI . Apa pidana pokoknya sehingga dituduh melakukan tindak pidana pencucian uang? Pidana pokok yg mungkin, ya suap tadi. Lo bukti suap gak ketemu-ketemu, malah pindah sangkaan pencucian uang. Lihat pasal cucian uang: menerima, bla2…uang yg diduga diketahui hasil tindak pidana.Konstruksinya, LHI terima uang yg diduga diketahui LHI hasil tindak pidana.Tindak pidana apa? Ya tindak pidana suap yg tak bisa dibuktikan tadi.Lho gimana membuktikannya?

Begitulah kebohongan demi kebohongan KPK,dan bagaimana agar kebohongan ini tertutupi KPK mengajak media mendatangi DPP PKS untuk melakukan penyitaan mobil LHI, agar media meliput dan rakyat Indonesia menjadi yakin Bahwa LHI benar bersalah. anehnya tanpa surat penyitaan dan mereka tidak tahu mobil mana yang mau disita,akhirnya mereka memberi garis KPK semua mobil yang ada terserah mau punya LHI atau tidak, yang penting diliput media.

Tapi apa hendak dikata orang tua di pedesaan aja mengerti kalau ini penzaliman untuk LHI dan PKS. Ini menjadi preseden buruk buat KPK.

Dari rentetan kejadian yang menimpa LHI, “maka saya memutuskan saya akan membebaskan LHI jika saya Abraham Samad”.

Ini saya lakukan demi penyelamatan harkat dan martabat KPK.saya bisa menjelaskan kepublik bahwa kali ini KPK silap dan ini menjadi pelajaran kedepan. toh KPK juga manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. saya yakin rakyat tidak akan marah karena KPK kata-katanya bagaikan Firman Tuhan.

Menurut saya ini adalah yang terbaik,dari pada saya melanjutkan kasus ini, hari demi hari saya menghabiskan waktu dan usia saya untuk mencari-cari kesalahan LHI, menutup-nutupi kebohongn yang pertama dan akhirnya menimbulkan kebohongan kedua,untuk menutupi kebohongan kedua kami harus melakukan kebohongan yang ketiga .begitu seterusnya akhirnya kebohongan menumpuk dan rakyat Indonesia akan marah.

Lebih baik saya stop Kasus ini dengan menyatakan LHI bebas karena buktinya kurang, toh Negara belum RUGI, baru akan rugi. Lebih elegan jika kami KPK menghabiskan tenaga dan Pikiran untuk menuntaskan kasus Hambalang dan Century yang jelas-jelas merugikan Negara…

Kami yakin jika dua kasus ini tuntas maka menjadi kebanggaan buat kami(KPK) yang akan kami ceritakan suatu saat kepada anak cucu kami…

Sadi rangkuti/kompasiana


posted by @Adimin

Ganjilnya Kemenangan

Written By Sjam Deddy on 10 May, 2013 | May 10, 2013



Untuk menghilangkan perasaan yang menekan di hati, murid-murid Imam Ahmad bin Hanbal bertanya kepada gurunya : " bagaimana pandanganmu tentang kebathilan apakah ia akan menang atas kita?". singkat dan tegas beliau menjawab :" tidak, selama kebenaran bertahta di hati kita".

Usai menyaksikan hasil perolehan suara, seorang kader partai islam mengangkat telpon. ia tumpahkan persaan lukanya kepada sahabatnya dengan isak tangis tak tertahan
" kita sudah bekerja sungguh-sungguh siang malam tetapi kita tetap kalah"
Ketika kampanye dulu ia telah mencetak jilbab dan sprai putihnya jadi bendera partai, karena ia dan partainya tak cukup punya dana. jangankan untuk serangan fajar atau membeli suara, pemimpinnyapun harus membeli pin partai dengan uang kantong sendiri. Padahal pemilu disebagian besar rakyat difahami sebagai bagi-bagi kaos, naik di kap mobil saat kampanye, bagi-bagi sembako dan uang fajar hari pencoblosan.
"sampaikan kepada semua sahabatmu sesungguhnya kalian tak kalah, da`wah ini milik Allah dan Allah takkan pernah kalah [12/21], suara tegas sang sahabat menjawab keluh kesah temannya : " karena kalian tak mendustai rakyat , kalianlah pemenang. karena lalai tak bemoney politic, kalianlah pemenang. karena kalian melangkan bukan karena dendam, kalianlah pemenang. kita telah [belajar] berpolitik dengan landasan IMAN dan MORAL , kita telah memberikanpendidikan politik terbaik keapada rakyat, kita menang". tambahnya bersemangat sambil tak lupa menyebutkan mereka masih belum berjaya untuk menjadi "partai sirkus"

"Ya, tapi kami bukan lagi sedih karena kalah--oh, maaf " ia koreksi ungkapan kalah itu secepat otaknya yang cerdas itu bergerak :" tapi, karena belum mendapatkan perolehan optimal, dan yang membuat resah, si pemenang adalah mereka yang kentara akan mengulangi arogansi dan keberingasan pendahulunya dengan nama lain. Mereka akan mengembalikan kediktatoran minoritas atas mayoritas muslim yang tertindas" suaranya terdengar lebih mantap.
itulah tantangan yang harus dihadapi. dan siapa yang bisa meyakinkan bahwa tantangan hari ini tak lebih besar daripada yang dihadapi salafussalih atau sebaliknya? yang jelas kemenangan sejati itu selalu ada ketika kita senantiasa berada bersama Al-Haq, walau sendirian. bila ada`satu orang mendapat hidayah karena da`wah kita, itu kemenangan lebih besar dari sekadar dunia dan segala isinya. Saat Allah menyebut "keberuntungan yang besar" [61/12] yang dimaksud adalah sorga dan ampunanNya dan itu hanya didapat oleh mereka yang terpanggil lebih dulu alias syahid.

Jadi kemana perginya namrud, fir`aun, ashhabul ukhdud, kaum `aad dan tsamud serta pemenang dungu lainnya? mungkin itu sukar difahami.

Untuk kongkretnya perlu contoh. suatu kali Rasulullah bertanya :" siapa yang berani membaca surah arrahman di ka`bah?". ternyata Abdullah bin Mas`ud tampil. Para sahabat yang lain menasihatinya agar urung melakukannya karena ia tak punya keluarga yang akan melindunginya. Benar saja Abdullah dikeroyok kafir quraisy, ia pingsan wajahnya lebam.

Pertanyaanya, apa sebabnya Rasululllah membuat pertanyaan yang memotivasi tindakan Abdullah bin Mas`ud? tentu jawabannya bukan sekedar untuk jadi hero dan menanti pahala besar dengan babak belur. Tapi untuk apa? untuk mengatakan bahwa babak belur ibnu Mas`ud itu adalah sebuah kemenangan? maafkan mereka yang belum berani mengatakan apa yang dilakukan sahabat mulia itu tidak sia-sia.

Ruh seperti itulah yang membuat Abdullah ibn Zubair mendatangi ibunya Asma`binti Abi Bakr Ash-shiddiq ra.. "apa yang harus saya lakukan terhadap rezim yang korup dan refresif?" tanyanya. "apakah posisimu dipihak yang benar?" ibunya balik bertanya"Ya" jawan Abdullah "kalau begitu hiduplah mulia atau matilah syahid". tegas ibunya. 

Akhirnya gubernur Hajjaj yang tirani membunuhnya. Jenazah Abdullah bin Zubair di salib dibatang kurma tanpa seorangpun yang berani menurunkannya. Asma` yang renta dan buta datang, ia perintahkan hajjaj menurunkan janazah anaknya yang mulai mengering.. suaranya berwibawa :" penumpah darah itu adalah engkau" kata Asma` seraya menggendong jasad berbau harum itu. hajjaj kecut..

Inilah sudut pandang tentang kemenangan yang dilupakan oleh sebagian orang. kemeangan hakiki, kemenangan paling dibenci tiran..

Ketika Sa`id ibn Jubair tak punya lagi ruang gerak untuk berda`wah, ia berurusan dengan hajjaj. tampaknya Sa`id siap dieksekusi. Saat algojo menyiapkan pedang pancungnya, Sa`id mengarahkan wajahnya ke ka`bah, khusyu` dalam shalat dan doa " aku hadapkan wajahku kepada yang telah mencipta langit dan bumi [6/162], hajjaj tersinggung " balikkan wajahnya kemana saja asal tidak ke ka`bah" pekiknya keras. algojo memalingkan wajah Sa`idSa`id membaca ayat :" katakanlah, milik Allah timur dan barat, kemanapun kalian menghadap disana Wajah Allah [2/115]" kemurkaan hajjaj memuncak, ia menyuruh Sa`id ditelungkupkan, sekali lagi dengan lancar Sa`id berucap :" dari tanah Kami ciptakan kamu, kedalam tanah Kami kembalikan kamu dan dari tanah liat pula Kami akan keluarkan kamu suatu saat yang lain"[20/55]

Itulah Sa`id ibn Jubair, ia ahli zikir yang konsisiten dengan zikirnya :" barang siapa menaati Allah maka ia telah berzikir padaNya, dan siapa yang menentangnya maka itu bukan pezikir, sekalipun sepanjang malam ia bertasbih"

Gambaran "GANJIL" kemenangan diatas akan menjadi lengkap bila merujuk entri untung dan rugi di kamus da`wah para da`i. Shuhaib Arrumi pernah diharuskan oleh kafir quraisy menetap di Makkah atau menyusul Rasulullah hijrah ke Madinah tanpa harta sedikitpun. Shuhaib memilih hijrah. Madinah gempar, kok mau-maunya seorang jutawan rela "bangkrut" dijarah kafir quraisyhanya utk bisa hijrah. Rasulullah segera melururuskan pandangan umum itu dengan sabdanya :" Rabiha Shuhaib, rabiha Shuhaib, Shuhaib beruntung, Shuhaib beruntung!"

Ibarat puisi, sabda Rasulullah tentang kemenangan itu seperti syair Iqbal yang sudah hampir tiga perempat abad bersabar menunggu difahami telinga zaman. kini mungkin perlu "penyair" lain untuk mewujudkannya agar bisa dilihat zaman

Aku tak inginkan telinga zaman sekarang
Aku suara penyair dunia yang akan datang
Zamanku tak faham kedalaman makna sajakku
Yusufku tak mau dijual di pasar ini....
Thursinaku menyala bagi Musa yang akan datang
Laut mereka tenang tak beriak, bagai embun
Tapi embunku gelisah seperti angin bertopan


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger